ASSESSMENT TRADISIONAL *
|
|
|
- Liani Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ASSESSMENT TRADISIONAL * Oleh: I Putu Mahardika, S.Pd A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia suatu negara salah satunya ditentukan oleh bagaimana pendidikan di suatu negara dilaksanakan, pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Melalui pendidikan sumber daya manusia suatu Negara mempelajari dan menguasai suatu keompetensi, serta mengembangkan pengetahuan untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Untuk dapat meningkatkan penguasaan kompetensi dari peserta didik, pelaksanaan proses pembelajaran haruslah berjalan dengan baik dan efektif. Proses pembelajaran haruslah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami suatu kompetensi, mengetahui sejauh mana ia telah menguasai suatu kompetensi serta mampu menerapkan kompetensi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Jika proses pembelajaran berjalan dengan baik, maka hal tersebut akan berimplikasi pada meningkatnya kualitas sumberdaya manusia di suatu Negara. Untuk dapat mengetahui apakah suatu proses pembelajaran berjalan baik atau tidak, apakah siswa sudah menguasai kempotensi yang dipelajari, maka diperlukan suatu assessment terhadap proses dan penguasaan kompetensi siswa. Dengan dilaksanakannya assessment, seorang guru akan mendapat gambaran mengenai tingkat penguasaan kompetensi siswa. Hal tersebut akan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan untuk langkah selanjutnya. Salah satunya sebagai acuan dalam merancang proses pembelajaran untuk kompetensi berikutnya, assessment memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran berikutnya. Salah satu model assessment yang banyak digunakan dalam proses pendidikan adalah assessment tradisional. Walaupun model ini sudah mulai digusur oleh authentic assessment, akan tetapi model ini masih banyak digunakan dalam dunia pedidikan. Model ini mencakup soal pilihan ganda, isian singkat, soal betul-salah dan soal menjodohkan. Tugas Mata Kuliah Assessment Page 1
2 B. Soal Pilihan Ganda B.1 Pengertian Soal bentuk pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban adalah jawaban yang benar atau jawaban yang paling benar. Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang untuk terkecoh untuk memilihnya apabila tidak menguasai bahan/materi pelajaran dengan baik. Keunggulan dari soal pilihan ganda adalah sebagai berikut: Mengukur berbagai jenjang kognitif (dari ingatan sampai evaluasi) Penskoran mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan yang luas dalam suatu tes untuk suatu jenjang pendidikan Tepat untuk ujian yan pesertanya sangat banyak atau sifatnya missal, sedangkan hasilnya harus segera diumumkan. Sedangkan kelemahan dari model ini adalah Memerlukan waktu yang relative lama untuk menulis soalnya Sulit membuat pengecoh yang homogeny dan berfungsi Terdapat peluang untuk menebak kunci jawabannya B.2 Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun soial pilihan ganda. Hal tersebut mencakup materi, konstruksi dan bahasa dari soal. Materi: Soal harus sesuai dengan indicator. Artinya, soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indicator Tugas Mata Kuliah Assessment Page 2
3 Pilihan jawaban harus homogeny dan logis ditinjau dari segi materi. Artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang terkandung dalam pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar. Artinya, satu soal hanya memiliki satu kunci jawaban. Jika terdapat beberapa pilihan jawaban yang benar, maka kunci jawabannya adalah pilihan jawaban yang paling benar. Konstruksi Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Artinya kemampuan/materi yang hendak diukur harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh penulis, dan hanya mengandung satu persoalan untuk setiap nomor. Bahasa yang digunakan haruslah komunikatif, sehingga mudah dimengerti oleh siswa. Apabila tanpa melihat pilihan jawaban terlebih dahulu, siswa sudah mengerti apa yang ditanyakan atau dipersoalkan, maka dapat disimpulkan pokok soal tersebut sudah jelas. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya, apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan tersebut dihilangkan saja. Pokok soal jangan memberikan petunjuk kearah jawaban yang benar. Pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, frase atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk kea rah jawaban yang benar. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negative ganda. Artinya, pada pokok soal sebaiknya tidak terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negative. Penggunaan kata negative ganda dapat mempersulit siswa dalam memahami maksud soal, oleh karena itu penggunaannya patut dihindari. Namun untuk ketrampilan bahasa, penggunaan kata negative berganda diperbolehkan kalau yang ingin diukur justru pengertian tentang negative ganda itu sendiri. Panjang rumusan pilihan jawaban harus lah relative sama. Hal ini perlu diperhatikan karena ada kecenderungan dari siswa untuk memilih pilihan jawaban yang paling panjang. Seringkali pilihan jawaban yang paling panjang merupakan jawaban yang paling lengkap dan merupakan kunci jawaban dari soal itu. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan semua pilihan jawaban di atas salah atau semua pilihan jawaban di atas benar. Artinya, dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, Tugas Mata Kuliah Assessment Page 3
4 maka segi materi pilihan jawaban berkurang satu, karena pernyataan itu hanya merujuk kepada materi dan jawaban sebelumnya Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka tersebut, dan pilihan jawaban yang berbentuk waktu harus disusun secara kronologis. Pengurutasn angka disusun dari kecil ke besar atau sebaliknya. Pengurutasn tersebut dimaksudkan untuk mempermudah siswa dalam melihat dan memahami pilihan jawaban. Gambar, grafik, table, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfunsi. Apa saja yang yang menyertai suatu soal yang dipertanyakan harus jelas, terbaca dan dapat dimengerti oleh siswa. Apabila soal itu bisa dijawab tanpa melihat gambar, grafik atau diagram yang disediakan, maka gambar, grafik diagaram amaupun table tersebut tidak berfungsi dengan baik. Butir materi soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak menjawab dengan benar soal sebelumnya tidak akan dapat menjawab dengan benar soal berikutnya. Bahasa Setiap soal harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan di daerah lain atau secara nasional Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata tersebut pada pokok soal. Berikut ini adalah beberapa contoh soal yang tidak baik beserta perbaikannya: Berikut ini adalah besaran yang tidak termasuk besaran pokok, kecuali a. Massa jenis b. Kecepatan c. Kuat arus d. Kuat medan listrik e. Gaya Tugas Mata Kuliah Assessment Page 4
5 Jika kita lihat dengan baik, soal tersebut menggunakan pernyataan yang bersifat negative ganda, yaitu tidak dan kecuali. Hal ini akan menyebabkan siswa bingung dalam memahami pokok permasalahan yang ditanyakan Bila suhu pada suatu malam adalah 20 0 C, berapa derajatkah suhu malam itu bila dinyatakan dalam skala Fahrenheit? a F b F c F d F e F Pilihan jawaban pada soal di atas tidak terurut dari besar ke keci atau pun dari kecil ke besar. Hal ini akan menyita lebih banyak waktu bagi siswa untuk memahami dan memilih jawaban yang tepat. C. Soal Isian singkat Soal isian singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban yang singkat, berupa akata, frase, angka, atau symbol. Keunggulan dari bentuk soal ini adalah dapat mencakup materi yang luas dan banyak serta dapat diskor dengan mudah, cepat, obyektif, serta mudah dalam menyusunnya. Aakan tetapi, model soal ini cenderung hanya mengukur kemampuan mengingat saja. (simple recall). Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menyusun soal isian singkat, diantaranya: Soal harus sesuai dengan indicator Soal harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta kalimat yang singkat dan jelas, sehingga peserta tes dapat memahaminya dengan mudah Jawaban yang dituntut dalam soal haruslah singkat dan pasti, yaitu berupa kata, frase, angka, symbol, tempat atau waktu Soal tidak merupakan kalimat yang dikutip langsung dari buku Soal tidak member petunjuk ke kunci jawaban Bagian kalimat yang harus dilengkapi sebaiknya hanya satu bagian dalam rasio butir soal, dan paling banyak dua bagian, supaya tidak membingungkan siswa Tugas Mata Kuliah Assessment Page 5
6 Soal model ini terdiri dari dua tipe, yaitu tipe melengkapi dan asosiasi Berikut ini diberikan beberapa contoh soal isian singkat dalam bentuk melengkapi dan asosiasi: a. Melengkapi Hukum yang menyatakan bahwa lintasan dari setiap planet berbentuk elips adalah. Gaya yang menyebabkan sebuah benda bergerak dalam lintasan melingkar disebut b. Asosiasi Pada titik-titik di sebelah kanan dari setiap besaran, tuliskan satuan dari besaran tersebut! Besaran Satuan 1. Massa Waktu Kecepatan... D. Soal Betul-Salah D.1 Pengertian Bentuk soal ini menuntut peserta tes untuk memilih dua kemungkinan jawaban. Bentuk kemungkianan jawaban yang sering digunakan adalah benar-salah atau ya-tidak. Keunggulan dari soal model ini adalah mampu mengukur berbagai jenjang kemampuan kognitif, dapat mencakup materi yang luas, serta dapat diskor dengan mudah, cepat dan obyektif. Selain keunggulan tersebut, model ini juga memiliki kelemahan, diantaranya: Probabilitas untuk menebak dengan benar sangat besar, yaitu 50%. Ini disebabkan karena pilihan jawaban yang tersedia hanya dua Bentuk soal ini tidak dapat digunakan untuk mengukur pemahaman siswa secara utuh, karena peserta tes hanya dituntut untuk menjawab benar atau salah Apabila jumlah butir soalnya sedikit, indeks daya pembeda butir soal cenderung rendah Apabila ragu atau kurang memahami pernyataan soal, peserta tes cenderung untuk memilih pilihan benar Tugas Mata Kuliah Assessment Page 6
7 D.2 Kaidah Penulisan Penulisan bentuk soal ini perlu memperhatikan beberapa kaidah berikut: Hindari penggunaan kata terpenting, selalu, tidak pernah, hanya, sebagian besar, dan kata-kata lain yang sejenis, karena dapat membingungkan peserta tes dalam menjawab. Rumusan butir soal haruslahjelas, dan pasti benar atau pasti salah Hindari pernyataan berbentuk kalimat negative Hindari penggunaan kata yang dapat menimbulkan penafsiran ganda Jumlah rumusan butir soal yang jawabannya benar dan salah hendaknya seimbang Panjang rumusan pernyataan butir soal hendaknya relative sama Susunan pernyataan benar dan pernyataan salah hendaknya disusun secara random, untuk menghindari peserta tes menjawab dengan mengikuti pola tertentu Hindari pengambilan kalimat secara langsung dari buku teks, karena akan membuat siswa untuk cenderung menghafal buku teks, bukan memahaminya E. Soal Menjodohkan E.1 Pengertian Soal bentuk menjodohkan terdiri dari dua kelompok pernyataan. Kelompok pertama ditulis pada jalur sebelah kiri, biasanya mengandung pernyataan soal atau pernyataan stimulus. Kelompok kedua ditulis pada lajur sebelah kanan, biasanya merupakan pernyataan jawaban atau respon. Keunggulan bentuk soal menjodohkan adalah: Relative lebih mudah dalam perumusan butir soal, terutama jika dibandingkan denganbentuk soal pilihan ganda Ringkas dan ekonomis dilihat dari segi rumusan butir soal dsan dari segi cara memberika jawaban Dapat dilakukan penskoran dengan mudah, cepat dan obyektif Sedangkan kelemahannya adalah: Cenderung mengukur kemampuan mengingat, sehingga kurang tepat jika digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang lebih tinggi Tugas Mata Kuliah Assessment Page 7
8 Kemungkinan menebak dengan benar relative tinggi, karena jumlah pernyataan soal dengan pernyataan jawaban tidak banyak berbeda E.2 Kaidah Penulisan Ada beberapa kaidah penulisan yang harus diperhatikan dalam menyusun soal bentuk menjodohkan, yaitu: Tulis seluruh pernyataan dalam lajur kiri sejenis, dan lajur kanan juga sejenis. Dengan kata lain, pernyataan dalam lajur kiri isinya homogen, demikian juga pernyataan dalam lajur kanan Tulislah pernyataan jawaban lebih banyak dari pernyataan soal, sehingga probabilitas untuk menebak jawaban dengan benar menjadi lebih kecil Jika jawaban berupa angka, susunlah jawaban dari urutan yang besar ke kecil atau dari kecil ke besar Tulislah petunjuk pengerjaan tes yang jelas dan mudah dipahami oleh peserta tes Berikut ini adalah salah satu contoh soal yang kurang baik: 1. Penemu electron a. m/s 2. Massa electron b. gravitasi 3. Satuan kecepatan c. 9,1 x kg 4. Gaya yang menyebabkan apel jatuh ke bumi d. 1,6 x C e. J J Thomson Soal di atas kurang baik karena, pernyataan di lajur kiri dan kanan tidak homogen, sehingga siswa hanya perlu mencocokkan nama dan satuan yang berkaitan dengan pernyataan Tugas Mata Kuliah Assessment Page 8
PEMBUATAN TES TERTULIS
PEMBUATAN TES TERTULIS BENTUK SOAL 1. SOAL JAWABAN SINGKAT 2. SOAL BENAR- SALAH 3. SOAL MENJODOHKAN 4. SOAL PILIHAN GANDA 5. SOAL URAIAN SOAL JAWABAN SINGKAT KARAKTERISTIK: SOAL YANG MENUNTUT PESERTA TES
MENGEMBANGKAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR
MENGEMBANGKAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR Dasar-Dasar Penyusunan Tes Hasil Belajar: Jenis THB (Tes dan Non tes) Macam-Macam Alat Penilaian (Tes) Keunggulan dan Kelemahan Jenis Tes Mengembangkan Alat Penilaian
KAIDAH PENULISAN SOAL. Parsaoran Siahaan-Fisika FPMIPA UPI Bandung
KAIDAH PENULISAN SOAL Parsaoran Siahaan-Fisika FPMIPA UPI SOAL URAIAN SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya
Kegiatan Belajar 3: Menulis Tes Hasil Belajar
Kegiatan Belajar 3: Menulis Tes Hasil Belajar Uraian Materi Secara umum, langkah-langkah kegiatan penilaian hasil belajar yang dilakukan Guru meliputi: (1) Perencanaan penilaian dan pengembangan perangkat,
KOREKSI KARTU SOAL. Disusun guna memenuhi tugas Mata kuliah Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Dosen Pengampu: Sutrisna Wibawa, Mpd
KOREKSI KARTU SOAL Disusun guna memenuhi tugas Mata kuliah Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Dosen Pengampu: Sutrisna Wibawa, Mpd Oleh : Andra Dadang P 06205244088 A PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS
Jenis dan Karakteristik Soal. Oleh : Toto Fathoni
Jenis dan Karakteristik Soal Oleh : Toto Fathoni 1. Pilihan Berganda. Keunggulannya antara lain : (a) pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, (b) dapat meliputi ruang lingkup materi yang luas,
INSTRUMEN TELAAH BUTIR SOAL
INSTRUMEN TELAAH BUTIR SOAL A. PENDAHULUAN Pengembangan butir soal merupakan salah satu langkah penting dalam menyiapkan instrumen penilaian. Butir soal yang baik harus memenuhi kaidah materi/substansi,
PEDOMAN PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA
PEDOMAN PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA Langkah-langkah menyusun soal pilihan ganda: dimulai dengan menyusun kisi-kisi soal, selanjutnya adalah menulis/menyusun soal, sebelum test digunakan melakukan penelaahan
TEKNIK PEMBUATAN KISI-KISI
TEKNIK PEMBUATAN KISI-KISI PENGERTIAN KISI-KISI Kisi-kisi (test blue print atau table of specification) merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi
TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MATA UJI KEDIKLATAN DAN MATA UJI KOMPETENSI
TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MATA UJI KEDIKLATAN DAN MATA UJI KOMPETENSI Oleh : Joko Susilo Abstrak Pengukuran hasil kediklatan maupun kompetensi peserta bisa dilakukan
TEKNIK EVALUASI DAN INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR
I. Pendahuluan TEKNIK EVALUASI DAN INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR *) Oleh; D. Tiala Secara umum telah diketahui, bahwa melakukan evaluasi merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
tertentu. Penilaian performans menurut Nathan & Cascio (1986) berdasarkan pada analisis pekerjaan.
Bentuk-Bentuk Tes Bentuk tes yang digunakan dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes non-objektif. Objektif di sini dilihat dari sistem penskorannya, yaitu siapa saja yang memeriksa
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian
35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di SD Negeri 2 Panggang Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Subyek dari penelitian tindakan kelas siswa
PERKULIAHAN 4: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI (LANJUTAN)
PERKULIAHAN 4: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI (LANJUTAN) 3. Pembuatan Alat Evaluasi Ditinjau dari pembuatnya, alat evaluasi dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu alat evaluasi buatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah evaluasi pembelajaran. Kompetensi tersebut sejalan dengan tugas dan tanggung jawab guru dalam pembelajaran,
Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar
Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar Uraian Materi 1. Menelaah Kualitas Soal Tes Bentuk Objektif Sebagaimana telah anda pelajari sebelumnya, bahwa analisis kualitas perangkat soal tes hasil belajar
BAB II INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUKURAN PEMBELAJARAN
BAB II INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUKURAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Pengukuran merupakan proses yang natural dan biasa dilaksanakan baik sengaja maupun tidak sengaja. Sebagai seorang pendidik, segala pengukuran
PENYUSUNAN KISI SOAL LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
PENYUSUNAN KISI SOAL LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS AIRLANGGA Untuk mencapai MATERI Metode PENJELASAN SINGKAT DISKUSI LATIHAN MENYUSUN KISI-KISI SOAL * HARUS MEMPERHATIKAN :
Lembar Penilaian Latihan/Ujian Praktek Mengajar LEMBAR PENILAIAN LATIHAN / UJIAN* PRAKTEK MENGAJAR
Lampiran 1 Lembar Penilaian Latihan/Ujian Praktek Mengajar LEMBAR PENILAIAN LATIHAN / UJIAN* PRAKTEK MENGAJAR Hari, Tanggal : Materi : No. Aspek/Kemampuan yang Dinilai Nilai 1 2 3 4 A. Rencana Pembelajaran
LISAN TULISAN OBSERVASI SKALA PENILAIAN SOSIOMETRI STUDI KASUS CHECKLIST
BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN TES URAIAN DAN TES OBJEKTIF LISAN INDIVIDUAL KELOMPOK ESAI BERSTRUKTUR BEBAS TULISAN TERBATAS ALAT PENILAIAN TES OBSERVASI OBJEKTIF B-S MENJDHKAN MELENGKAPI NON TES KUESIONER/WAWANCARA
TIPS MEMBUAT SOAL YANG BAIK
TIPS MEMBUAT SOAL YANG BAIK A. PENDAHULUAN Sebagai guru, kita dihadapkan pada persoalan bagaimana kita mengajar, bagaimana kita menguji dan bagaimana kita mengevaluasi/menilai kemampuan siswa. Namun ada
ATURAN UMUM PENULISAN SOAL
ATURAN UMUM PENULISAN SOAL 1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami 2. Jangan mengutip langsung kalimat dari buku 3. Bila merupakan pandangan seseorang, sebutkan tokohnya 4. Tidak memberi isyarat jawaban
Kegiatan Belajar. Mengembangkan tes. A. TES OBJEKTIF 1. Benar-salah 2. Menjodohkan 3. Pilihan ganda
Kegiatan Belajar Mengembangkan tes A. TES OBJEKTIF 1. Benar-salah 2. Menjodohkan 3. Pilihan ganda B. TES URAIAN 1. Uraian terbatas (Restricted Question) 2. Uraian terbuka (Open Ended Question) A. TES BENAR-SALAH
PANDUAN WAWANCARA. Wawancara dengan Kepala Sekolah :
PANDUAN WAWANCARA Wawancara dengan Kepala Sekolah : 1. Sejarah berdirinya sekolah? 2. Keadaan siswa, guru, dan karyawan? 3. Sarana dan prasarana sekolah? 4. Prestasi siswa di dalam dan luar lingkup sekolah?
PENYUSUNAN TES BENTUK URAIAN DAN OBJEKTIF. Heri Retnawati
PENYUSUNAN TES BENTUK URAIAN DAN OBJEKTIF Heri Retnawati TUJUAN TES Prestasi Mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran Mengetahui keberhasilan guru dalam pembelajaran Memberikan remidi atau pengayaan?
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUKURAN PEMBELAJARAN
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUKURAN PEMBELAJARAN Pengukuran merupakan proses yang natural dan biasa dilaksanakan baik sengaja maupun tidak sengaja. Sebagai seorang pendidik, segala pengukuran yang dilakukan
TEKNIK PENGEMBANGAN SOAL OBJEKTIF Vinta A. Tiarani
TEKNIK PENGEMBANGAN SOAL OBJEKTIF Vinta A. Tiarani ([email protected]) Tujuan pendidikan memiliki tiga bidang sasaran yaitu bidang kognitif, bidang afektif, dan bidang psikomotor. Masing-masing bidang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting tempat Penelitian Penelitian ini rencananya akan kami laksanakan di kelas V SD Negeri 3 Nglinduk Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan pada Semester 2 tahun 2011/2012.
Validitas, Reliabilitas, dan Analisis Soal Uraian
Validitas, Reliabilitas, dan Analisis Soal Uraian Jumat, Definisi Tes Uraian Tes uraian adalah tes (seperangkat soal yang berupa tugas dan pertanyaan) yang menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas butir-butir soal Ujian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas butir-butir soal Ujian Akhir Semester Genap mata diklat Dasar-Dasar Mesin kelas X SMK Muhammadiyah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan atau research and development. Metode ini digunakan
KAIDAH PENULISAN SOAL
KAIDAH PENULISAN SOAL Pengertian Kisi-kisi Suatu format berupa matriks yang memuat pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes.. Fungsi Kisi-kisi Pedoman dalam penulisan soal dan atau
Pengembangan Tes Bentuk Uraian
Pengembangan Tes Bentuk Uraian 10 April 2015 Jenis Tes Heaton (1988) membagi tes menjadi empat bagian, yaitu tes prestasi belajar (achievement test), tes penguasaan (proficiency test), tes bakat (aptitude
LAPORAN ANALISIS TES MATA PELAJARAN IPA KELAS VI SD
LAPORAN ANALISIS TES MATA PELAJARAN IPA KELAS VI SD Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran SD (GD519) Dosen Drs. Yaya Sunarya, M.Pd. (1005) Oleh Bella Nur Andani 1003310
Kata kunci : Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Tes Fisika Buatan Guru SMA/MA di Kabupaten Boalemo
Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Tes Fisika Buatan Guru SMA/MA DikabupatenBoalemo Maryam Tamadu, Prof. Enos Taruh *, Ahmad Zainuri ** Jurusan Fisika, Program Studi S1. Pend. Fisika F.MIPA Universitas
3 Telaah Soal Mandiri (format disediakan) 24 Nopember Pengumpulan Soal oleh Penelaah ke Panitia 26 Nopember 2015
PEDOMAN UAS GANJIL 2015/2016 A. KALENDER KEGIATAN UAS No Kegiatan Tanggal 1 Distribusi Penjajakan Akademik 10 Nopember 2015 2 Sosialisasi UAS 11 Nopember 2015 2 Batas Akhir Pengumpulan Perangkat Soal ke
INSTRUMEN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)
INSTRUMEN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TELAAH SILABUS, RPP, TES DAN PEDOMAN OBSERVASI RESPONDEN: PENGAWAS/KEPALA SEKOLAH BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN
KONSTRUKSI TES SEBAGAI ALAT UKUR HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR. Oleh: Mohammad Harijanto
KONSTRUKSI TES SEBAGAI ALAT UKUR HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Oleh: Mohammad Harijanto Abstrak : Tes merupakan salah satu jenis alat ukur hasil belajar yang paling banyak digunakan di Sekolah Dasar.
Gagne (1974): (A) kemampuan merencanakan materi dan
ANALISIS TES BUATAN GURU KOMPETENSI GURU Gagne (1974): (A) kemampuan merencanakan materi dan kegiatan belajar mengajar, (B) kemampuan melaksanakan dan mengelola kegiatan belajar mengajar, (C) kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang berusaha menuturkan masalah berdasarkan data-data. Metode penelitian
PANDUAN BAGAIMANA PENDIDIK DAPAT MENULIS SOAL YANG BERKRITERIA UNTUK BERFIKIR TINGKAT TINGGI
PANDUAN BAGAIMANA PENDIDIK DAPAT MENULIS SOAL YANG BERKRITERIA UNTUK BERFIKIR TINGKAT TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN
BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan
27 BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang dengan penelitian tindakan kelas yang merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penilitian deskrispi kualitatif merupakan metode menggambarkan dan menginterpretasikan objek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian tentang analisis butir soal Ulangan Akhir Semester (UAS) mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri 1 Purwokerto Tahun Ajaran 2015/2016 ini sesuai
BAB III METODE PENELITIAN. berupa deskriptif dari gejala yang diamati, berupa angka-angka atau koefisien
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis, melainkan hasil analisis berupa
atau siswa yang mendapatkan sekor lebih tinggi daripada kemampuan yang sebenarnya (spuriously high). Sekor bisa menjadi tidak wajar ketika responden
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mencerdaskan
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Perubahan tingkah laku dapat berupa hasil belajar siswa dalam sebuah
10 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hasil Belajar Perubahan tingkah laku dapat berupa hasil belajar siswa dalam sebuah proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai; tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelengg
PENGEMBANGAN INSTRUMEN HASIL BELAJAR DENGAN TEORI KLASIK Dr. Budi Susetyo Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai; tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai
BAB II KAJIAN TEORI. A. Tes Tertulis sebagai Salah Satu Teknik Penilaian. disampaikan (Depdinnas, 2008:3). Depdiknas (2008:5) teknik pe
BAB II KAJIAN TEORI A. Tes Tertulis sebagai Salah Satu Teknik Penilaian Ada beberapa teknik dan alat penilaian yang dapat digunakan sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang keadaan peserta didik.
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TES URAIAN. Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS TES URAIAN Oleh: Drs. Yaya Sunarya, M.Pd Latar Belakang siswa menganggap soal uraian lebih sulit dibandingkan dengan soal pilihan tes uraian adalah tes yang subjektif, tes
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UJI KOMPETENSI GURU
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UJI KOMPETENSI GURU HO - 7 A. Tujuan Penyusunan Instrumen Tes Uji Kompetensi Guru Penyusunan instrumen tes Uji Kompetensi Guru bertujuan untuk menghasilkan seperangkat alat ukur
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI TELAAH BUTIR SOAL ULANGAN HARIAN PADA PEMBELAJARAN PKN DI KELAS XII IPS 2 SMA NEGERI 12 SEMARANG
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI TELAAH BUTIR SOAL ULANGAN HARIAN PADA PEMBELAJARAN PKN DI KELAS XII IPS 2 SMA NEGERI 12 SEMARANG Siti Umi Salamah 1 Abstrak: Seorang guru PKn harus bersungguh-sungguh
Untuk membuat tes pilihan ganda, aturan penyusunanya adalah sebagai berikut:
Langkah-langkah dalam penyusunan tes Urutan langkah yang dilakukan adalah: a Menentukan tujuan mengadakan tes b Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan c Mrumuskan tujuan instruksional
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pekanbaru. Waktu penelitian ini dimulai bulan Januari-Februari 2013.
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Pekanbaru. Waktu penelitian ini dimulai bulan Januari-Februari 2013. 2.
Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran
Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran PE Premiere Educandum 7(1) 76 86 Juni 2017 Copyright 2017 PGSD Universitas PGRI Madiun P ISSN: 2088-5350/E ISSN: 2528-5173 Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/pe
dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian di tingkat kelas, dan untuk menjaga konsistensi pedoman yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka
BAB I PENDAHULUAN Kualitas penilaian terhadap hasil belajar peserta didik sangat ditentukan oleh seberapa baik persiapan dan pelaksanaannya. Untuk membantu guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil
Objective Test. Multiple choices untuk pengukuran yang lebih efektif dan efisien. 27 Maret Evaluasi Pembelajaran Komputer. Taufik Ikhsan Slamet
Objective Test Multiple choices untuk pengukuran yang lebih efektif dan efisien 27 Maret 2015 Concept Tes objektif disebut sebagai tes dikotomi (dichotomously scored item) karena jawabannya antara benar
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TES PILIHAN GANDA
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TES PILIHAN GANDA EVA - 5 I. PENGANTAR Tes pilihan ganda merupakan jenis tes yang paling populer, karena banyak digunakan di sekolah dan sangat sering digunakan sebagai alat
(Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta) Kata kunci: pembelajaran ekonomi, penilaian berbasis kompetensi.
Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 1 Nomor 2, Mei 2005 SISTEM PENILAIAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS KOMPETENSI Oleh: Barkah Lestari (Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta)
BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN
BAHAN AJAR EVALUASI PEMBELAJARAN ANALISIS POKOK UJI DRA. SITI SRIYATI, M.Si JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA UPI ANALISIS POKOK UJI / TEKNIK ANALISIS SOAL TES ISTILAH YANG DIBERIKAN PADA PEKERJAAN YANG
Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, MAB
Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, MAB 1 Prinsip-prinsip Penilaian Valid = terukur Edukatif = mendidik, dapat memotivasi siswa Objektif = nilai sesungguhnya Transparan = terbuka untuk siapa saja Berkesinambungan
TEKNIK PERAKITAN SOAL-SOAL ULANGAN HARIAN DAN SEMESTER
TEKNIK PERAKITAN SOAL-SOAL ULANGAN HARIAN DAN SEMESTER Oleh : Amat Jaedun Dosen Fakultas Teknik UNY Ka. Puslit Dikdasmen, Lemlit UNY Email: [email protected] Makalah Disampaikan Pada Pelatihan Teknik
E-LEARNING MANAGEMEN SYSTEM
KPL070 Materi Diklat : Tujuan : Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta dapat: Memahami Konsep Penilaian, Pengujian dan evaluasi dalam e-learning Waktu : 2 jam Isi Materi : 1. Konsep Penilaian
ANALISIS SOAL BAIK KUALITATIF MAUPUN KUANTITATIF* Prof. Dr. Bambang Subali, M.S. Universitas Negeri Yogyakarta
ANALISIS SOAL BAIK KUALITATIF MAUPUN KUANTITATIF* Prof. Dr. Bambang Subali, M.S. Universitas Negeri Yogyakarta (* Disajikan pada Kegiatan Workshop Item Development Dosen Poltekes Kebidanan Politeknik Kesehatan
ALAT-ALAT PENILAIAN PENDIDIKAN
Pertemuan ke 5 ALAT-ALAT PENILAIAN PENDIDIKAN ALAT PENILAIAN TEKNIK NON TES TEKNIK TES Rating Scale Questionnaire Check list Interview Observation Curiculum vitae Tes diagnostik Tes formatif Tes sumatif
KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN IPA DALAM PEMBUATAN SOAL HOT (HIGHER ORDER THINKING) DAN KESESUAIAN PENULISAN SOAL DI SMP NEGERI 1 KRAGAN REMBANG
KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN IPA DALAM PEMBUATAN SOAL HOT (HIGHER ORDER THINKING) DAN KESESUAIAN PENULISAN SOAL DI SMP NEGERI 1 KRAGAN REMBANG ARTIKEL PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna
PERENCANAAN TES. Retno Wahyuningsih ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN
PERENCANAAN TES Retno Wahyuningsih 1 ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN 2 1 ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN 1. Pengambilan sampel dan pemilihan butir soal, 2. Tipe tes yang akan digunakan, 3. Aspek
Kelompok Tes Uraian. Gronlund & Linn (1990) mengelompokkan tes uraian dalam dua kelompok yaitu : 1. Tes Uraian Terbuka (Extended Response Question)
OLEH: DEDI H. HAFID Kelompok Tes Uraian Gronlund & Linn (1990) mengelompokkan tes uraian dalam dua kelompok yaitu : 1. Tes Uraian Terbuka (Extended Response Question) 2. Tes Uraian Tertutup (Restricted
MENGANALISIS BUTIR SOAL. Revoltje O.W. Kaunang Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo
MENGANALISIS BUTIR SOAL Revoltje OW Kaunang Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Abstrak: Salah satu tujuan dari analisis butir soal adalah untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik,
Drs Doddy Rusmono, MLIS
Pelatihan Penulisan MODUL Mata Kuliah Semester 1 TA 2009/2010 Program Studi Perpustakaan dan Informasi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan
Lanjutan Persyaratan Tes
PERSYARATAN DAN BENTUK TES Oleh : Amat Jaedun Pascasarjana UNY T E S. Tes adalah sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih, ditanggapi, atau tugas-tugas yang
BAB I PENDAHULUAN. akan berorientasi kepada tujuan pembelajaran. Apakah tujuan pembelajaran
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Komponen dalam pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Proses
BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR
BAB 11 TES TERRULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR 1. Bentuk-Bentuk Tes a. Tes Subjektif Pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat
2015 KAJIAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII KURIKULUM 2013 TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya peningkatan mutu pendidikan memang akan selalu menjadi sorotan di dalam dunia pendidikan. Khususnya pada saat perubahan kurikulum dari kurikulum tingkat
ANALISIS KUALITATIF BUTIR SOAL PILIHAN GANDA DAN URAIAN (ESSAY)
ANALISIS KUALITATIF BUTIR SOAL PILIHAN GANDA DAN URAIAN (ESSAY) Untuk mengukur seberapa jauh tujuan-tujuan pengajaran telah tercapai, dapat dilakukan dengan evaluasi, dalam hal ini evaluasi hasil belajar.
II. TINJAUAN PUSTAKA. Tujuannya untuk mengetahui kekurangan yang terjadi agar kegiatan yang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoretis 1. Hasil Belajar Evaluasi merupakan proses penilaian yang dilakukan setelah melakukan kegiatan. Tujuannya untuk mengetahui kekurangan yang terjadi agar kegiatan
TEKNIK EVALUASI BIDANG STUDI ILMU PERPUSTAKAAN. Oleh: Gatot Subrata, S.Kom
TEKNIK EVALUASI BIDANG STUDI ILMU PERPUSTAKAAN Oleh: Gatot Subrata, S.Kom Abstrak: Teknik evaluasi bidang studi ilmu perpustakaan dapat menggunakan teknik pengumpulan data teknik tes, non tes, dan penilaian
BAB III METODE PENGEMBANGAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and
BAB III METODE PENGEMBANGAN 3.1 Model Pengembangan Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Langkah-langkah dalam membuat penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan
PENILAIAN HASIL BELAJAR. Dr. Wuri Wuryandani,M.Pd. Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
PENILAIAN HASIL BELAJAR Dr. Wuri Wuryandani,M.Pd. Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Penilaian Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES GEOMETRI DAN PENGUKURAN PADA JENJANG SMP
ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2, No. 2, Mei - Agustus 2016 STKIP PGRI Banjarmasin PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES GEOMETRI DAN PENGUKURAN PADA JENJANG SMP Titin Muliyani, Dina
Penyusunan Kisi-Kisi Soal HOTS
LEMBAR KERJA 1 Penyusunan Kisi-Kisi Soal HOTS Lembar Kerja (LK) 1 ini akan memandu Anda melakukan Penyusunan Kisi-kisi Soal HOTS. Siapkan terlebih dahulu KD mata pelajaran dan buku-buku referensi yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah MAN Sampit Madrasah Aliyah Negeri Sampit pada awal berdirinya merupakan alih fungsi dari sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Lia Yuliana, M.Pd. (Dosen FIP UNY)
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Lia Yuliana, M.Pd. [email protected] (Dosen FIP UNY) A. Pendahuluan Sebagai praktisi yang merupakan ujung tombak dalam kegiatan pendidikan, guru
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Analisis yang dilakukan pada butir soal ulangan akhir semester I kelas X SMA Negeri Banyumas mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2011/2012
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 2. Saran Perbaikan Validasi SARAN PERBAIKAN VALIDASI. b. Kalimat soal
19 NOMOR BUTIR SOAL BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 a. Indicator Tabel 2. Saran Perbaikan asi SARAN PERBAIKAN VALIDASI b. Kalimat soal 2 a. indicator b. kalimat soal 3 a. Indicator b. Grafik diperbaiki
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Penelitian keterbacaan soal ulangan akhir semester ini timbul karena adanya
737 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Penelitian keterbacaan soal ulangan akhir semester ini timbul karena adanya data di lapangan bahwa tes formatif, tes sumatif, dan Ujian Nasional (UN) hasilnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pythagoras pada materi menggunakan rumus pythagoras dalam memecahkan
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yaitu pengembangan penilaian kinerja (performance assessment) untuk menemukan rumus pythagoras pada
PEDOMAN PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA ( UNTUK SOAL TES TERTULIS )
PEDOMAN PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA ( UNTUK SOAL TES TERTULIS ) Oleh: Gita Kostania, S.ST.,M.Kes. Program Studi D-IV Kebidanan Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Surakarta A. PENGANTAR Pelaksanaan
BAB V SIMPULAN SAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun
85 BAB V SIMPULAN SAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2013/2014 dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca teks pidato pada siswa kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap definisi yang digunakan dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan dari masing-masing variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yaitu metode eksperimen semu (Quasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gorontalo Utara, pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini di
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini di laksanakan di SMA Negeri 1 Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini
Dari data soal. Pembahasan Data dari soal di atas: r 1 = R r 2 = 2R g 1 = 10 m/s 2 g 2 =...
Soal No. 1 Diketahui percepatan gravitasi di sebuah tempat pada permukaan bumi sebesar 10 m/s 2. Jika R adalah jari-jari bumi, tentukan percepatan gravitasi bumi pada tempat yang berjarak 2R dari pusat
Tabel 1 Pedoman Observasi Perencanaan Pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II SDN I Yukum Jaya
Lampiran 1 Tabel 1 Pedoman Observasi Perencanaan Pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II SDN I Yukum Jaya 1. Pengkajian silabus KI dan KD Materi pembelajaran Proses
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kegiatan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI 11 Palembang dimulai dari tanggal 10 Agustus 2015 s/d 1 Oktober 2015. Kegiatan
Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College
Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018-1. Hambatan listrik adalah salah satu jenis besaran turunan yang memiliki satuan Ohm. Satuan hambatan jika
BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. Setelah dilakukan analisis terhadap butir-butir item tes mata
128 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah dilakukan analisis terhadap butir-butir item tes mata pelajaran bahasa Asing (Arab) kelas X pada Ujian Akhir Sekolah (UAS) semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017
