INVESTIGASI RUNTUHNYA JEMBATAN MAHAKAM II TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

dokumen-dokumen yang mirip
INVESTIGASI RUNTUHNYA JEMBATAN MAHAKAM II TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR UTAMA JEMBATAN KUTAI KERTANEGARA SAAT PEMELIHARAAN SEBELUM JEMBATAN RUNTUH

Tim Evaluasi dan Investigasi Teknik Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Kementerian Pekerjaan Umum

DESAIN JEMBATAN BARU PENGGANTI JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA DENGAN SISTEM BUSUR

OLEH : ANDREANUS DEVA C.B DOSEN PEMBIMBING : DJOKO UNTUNG, Ir, Dr DJOKO IRAWAN, Ir, MS

PERANCANGAN JEMBATAN KATUNGAU KALIMANTAN BARAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KONTROL ULANG PENULANGAN JEMBATAN PRESTRESSED KOMPLANG II NUSUKAN KOTA SURAKARTA

MODIFIKASI PERENCANAAN JEMBATAN BANTAR III BANTUL-KULON PROGO (PROV. D. I. YOGYAKARTA) DENGAN BUSUR RANGKA BAJA MENGGUNAKAN BATANG TARIK

Keruntuhan Jembatan Gantung Kutai Kartanegara, Tenggarong

BAB I PENDAHULUAN. konstruksi, yaitu konstruksi struktur atas dan struktur bawah jembatan. Bagianbagian

MODIFIKASI PERENCANAAN JEMBATAN JUANDA DENGAN METODE BUSUR RANGKA BAJA DI KOTA DEPOK

Nama : Mohammad Zahid Alim Al Hasyimi NRP : Dosen Konsultasi : Ir. Djoko Irawan, MS. Dr. Ir. Djoko Untung. Tugas Akhir

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG, NOTASI, DAN SINGKATAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN JEMBATAN MALANGSARI MENGGUNAKAN STRUKTUR JEMBATAN BUSUR RANGKA TIPE THROUGH - ARCH. : Faizal Oky Setyawan

MODIFIKASI PERENCANAAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA DENGAN BALOK KOMPOSIT PADA GEDUNG PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR BAJA KOMPOSIT PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI JEMBER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pemasangan Jembatan Metode Perancah Pemasangan Jembatan Metode Perancah

TUGAS AKHIR RC

JASA KONSTRUKSI INDUSTRI PENUNJANG KONSTRUKSI Jln. Veteran No. 112 Bekasi Telp (Hunting) Fax

Analisa Struktur Atas Jembatan Kutai Kartanegara Sebelum Mengalami Keruntuhan

ANALISA STRUKTUR ATAS JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA SEBELUM MENGALAMI KERUNTUHAN

PERANCANGAN SLAB LANTAI DAN BALOK JEMBATAN BETON PRATEGANG SEI DALU-DALU, KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Supriyadi (1997) struktur pokok jembatan antara lain : Struktur jembatan atas merupakan bagian bagian jembatan yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

HALAMAN PENGESAHAN PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF JEMBATAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Akibat meletusnya gunung Merapi di perbatasan propinsi Jawa Tengah

PERENCANAAN JEMBATAN COMPOSITE GIRDER YABANDA JAYAPURA, PAPUA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA SATU. Oleh : RIVANDI OKBERTUS ANGRIANTO NPM :

STANDAR JEMBATAN DAN SNI DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN

STUDI KEGAGALAN STRUKTUR PRECAST PADA BEBERAPA BANGUNAN TINGKAT RENDAH AKIBAT GEMPA PADANG 30 SEPTEMBER

JEMBATAN. Februari Bahan Bahan Jembatan

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH SMP SMU MARINA SEMARANG

PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BANGILTAK DESA KEDUNG RINGIN KECAMATAN BEJI KABUPATEN PASURUAN DENGAN BUSUR RANGKA BAJA

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN MALO-KALITIDU DENGAN SYSTEM BUSUR BOX BAJA DI KABUPATEN BOJONEGORO M. ZAINUDDIN

PERILAKU DAN SISTEM STRUKTUR RANGKA BAJA JEMBATAN

PENDAHULUAN Latar Belakang

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA

PP UnIversIty A h m a d Z a k i

TUBAGUS KAMALUDIN DOSEN PEMBIMBING : Prof. Tavio, ST., MT., Ph.D. Dr. Ir. Hidayat Soegihardjo, M.S.

II. TINJAUAN PUSTAKA

SAMBUNGAN PADA RANGKA BATANG BETON PRACETAK

BAB II PERATURAN PERENCANAAN

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41/PRT/M/2015

TUGAS AKHIR PERENCANAAN ULANG STRUKTUR JEMBATAN MERR II-C DENGAN MENGGUNAKAN BALOK PRATEKAN MENERUS (STATIS TAK TENTU)

PERENCANAAN JEMBATAN KALI TUNTANG DESA PILANGWETAN KABUPATEN GROBOGAN

ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR JEMBATAN CABLE STAYEDTIPE FAN DAN TIPE RADIALAKIBAT BEBAN GEMPA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Supriyadi (1997) struktur pokok jembatan antara lain seperti

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN DENGAN METODE LOAD RESISTANCE AND FACTOR DESIGN

ABSTRAK. Kata Kunci: gempa, kolom dan balok, lentur, geser, rekomendasi perbaikan.

JEMBATAN RANGKA BAJA. bentang jembatan 30m. Gambar 7.1. Struktur Rangka Utama Jembatan

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUSAT KEGIATAN MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI MALANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)

LATAR BELAKANG JALAN SEMENTARA RISIKO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN DAN EVALUASI KINERJA GEDUNG A RUSUNAWA GUNUNGSARI MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BAJA BERBASIS KONSEP KINERJA DENGAN METODE PUSHOVER ANALYSIS

Perancangan Struktur Atas P7-P8 Ramp On Proyek Fly Over Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur. BAB II Dasar Teori

PERENCANAAN GEDUNG RESEARCH CENTER-ITS SURABAYA DENGAN METODE PRACETAK

PERHITUNGAN VOIDED SLAB JOMBOR FLY OVER YOGYAKARTA Oleh : Ir. M. Noer Ilham, MT. [C]2008 :MNI-EC

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua

BAB 1 PENDAHULUAN. tiang pancang membutuhkan kepala tiang atau biasa disebut sebagai pile cap.

Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Tower C Apartemen Aspen Admiralty Jakarta Selatan Dengan Menggunakan Baja Beton Komposit

D3 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB II STUDI PUSTAKA

BAB VI KONSTRUKSI KOLOM

BAB I PENDAHULUAN. banyak diterapkan pada bangunan, seperti: gedung, jembatan, perkerasan jalan, balok, plat lantai, ring balok, ataupun plat atap.

PERHITUNGAN PILECAP JEMBATAN PANTAI HAMBAWANG - DS. DANAU CARAMIN CS

LANDASAN TEORI. Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan

LAPORAN AKHIR PENELITIAN DOSEN MADYA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Diperlukannya dermaga untuk fasilitas unloading batubara yang dapat memperlancar kegiatan unloading batubara. Diperlukannya dermaga yang dapat

BAB VII PENAMBAHAN BALOK STRUKTUR LANTAI ATAP AKIBAT BEBAN GONDOLA DAN ROOF TANK

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

MODIFIKASI PERENCANAAN GEDUNG GRAHA AMERTA RSU Dr. SOETOMO SURABAYA MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT BAJA BETON

Analisa Sistem Clamp pada Penggantung Jembatan Kutai Kartanegara dengan Metode Elemen Hingga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN ULANG JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA DENGAN SISTEM CABLE STAYED

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS

UPAYA PERKUATAN STRUKTUR BANGUNAN NON-ENGINEERED MASJID DARUSSALAM KALINYAMATAN JEPARA

Penerbit Universiras SematangISBN X Judul Struktur Beton

BAB I PENDAHULUAN I.1 Definisi dan Klasifikasi jembatan serta standar struktur jembatan I.1.1 Definisi Jembatan : Jembatan adalah suatu struktur yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Latar Belakang 1) Struktur baja untuk gedung membutuhkan truss dengan bentang 6-8 m, sedangkan untuk bentang lebih besar dari 10 m, struktur baja menj

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jembatan yang dibahas terletak di Desa Lebih Kecamatan Gianyar

STUDI KERUNTUHAN JEMBATAN GANTUNG X DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR GAYA DINAMIK DAN EFEK KEKAKUAN RANGKA

BAB I PENDAHULUAN. meneruskan beban yang ditopang oleh pondasi dan beratnya-sendiri ke dalam tanah

Struktur dan Konstruksi II

EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR YANG SUDAH BERDIRI DENGAN UJI ANALISIS DAN UJI BEBAN (STUDI KASUS GEDUNG SETDA KABUPATEN BREBES)

KAJIAN PEMANFAATAN KABEL PADA PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BATANG KAYU

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH BINA BANGSA JALAN JANGLI BOULEVARD SEMARANG

BAB V PEMBAHASAN 5.1 STRUKTUR BETON

PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH 4 LANTAI ( 1 BASEMENT ) DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL DI SUKOHARJO

BAB II DASAR TEORI II.1 TEORI UMUM JEMBATAN

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENILAIAN KELAYAKAN FISIK BANGUNAN PASAR DI PASAR GIANYAR KABUPATEN GIANYAR

BAB III METODE PERENCANAAN. Gambar 3.1 Dimensi jembatan utama. 1. Tipe jembatan : Rangka baja

Ada dua jenis tipe jembatan komposit yang umum digunakan sebagai desain, yaitu tipe multi girder bridge dan ladder deck bridge. Penentuan pemilihan

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PERPAJAKAN PUSAT KOTA SEMARANG

Transkripsi:

LAPORAN INVESTIGASI RUNTUHNYA JEMBATAN MAHAKAM II TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Yogyakarta, 30 November 2011 Tim Investigasi Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

A. PENDAHULUAN Pada Hari Sabtu, tanggal 26 November 2011, sekitar pukul 16.20 WITA telah terjadi keruntuhan Jembatan Mahakam II yang terletak di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur. Runtuhnya jembatan ini mengakibatkan terputusnya jalur penghubung antara Kota Tenggarong dengan Tenggarong Seberang yang menuju ke Samarinda. Keesokan harinya, Minggu, tanggal 27 November 2011, Tim Investigasi dari LPPM UGM yang diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Danang Parikesit, M.Sc, Dr. Adhy Kurniawan, ST dan Ir. M. Noer Ilham, MT meninjau lokasi kejadian untuk melakukan investigasi runtuhnya jembatan tersebut. Saat tiba di tempat kejadian, sudah terpasang police line dan hanya tim yang akan melakukan investigasi saja yang diijinkan masuk. Tim investigasi melakukan pengamatan secara visual, mencatat dan mendokumentasikan semua fakta temuan di lapangan yang dianggap penting untuk dikaji dan dianalisis. B. DESKRIPSI JEMBATAN Jembatan Mahakam II Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim mulai dibangun pada Tahun 1995 dan diresmikan pada Tahun 2001. Kontraktor Pelaksana : PT Hutama Karya Konsultan Perencana : PT Perencana Djaja Konsultan Pengawas : PT PCI Consultant. Biaya konstruksi : 120 M Pendanaan berasal dari : APBD Kabupaten, APBD Propinsi. APBN SPL OECF, APBN 1999/2000, Bantuan kabel dan rangka baja. DAK Pemeliharaan : 2005, 2008, 2011 Pelaksana Pemeliharaan 2011 : PT Bukaka C. DATA TEKNIS JEMBATAN Tipe Jembatan Panjang total Jembatan Main span Side span : Gantung (Suspension Bridge) : 710 m : 270 m : 100 m Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 1

Approach span Navigation clearance Tinggi portal pylon Lebar jalur lalu lintas Lebar trotoar Lebar total jembatan Vehicle clearance : 120 m : 15 m : 53 m : 7 m : 1 m : 9 m : 5 m 1. STRUKTUR BAWAH : Jenis fondasi : Tiang pancang baja diameter 600 mm dan 1000 mm. Pilecap dan kolom portal beton dengan mutu beton K-225. 2. STRUKTUR ATAS : Rangka baja : Truss type 45 A Bukaka setara dengan rangka baja Austria. Length of truss : 470 m Jumlah strands kabel utama : 2 x 19 strands. Number of clamps and hanger : 2 x 44 bh. Kabel utama dan kabel penggantung vertikal (hanger) produksi luar negeri yang dipesan dari Kanada dan Austria. Alat sambung kabel penggantung ke kabel utama (unit sadle and clamps) produksi dalam negeri. Lantai jembatan komposit baja beton dengan span deck. Portal Pylon terdiri dari Portal Beton (tinggi 15 m) pada bagian bawah dan Portal Baja (tinggi 38 m) pada bagian atas yang dihubungkan dengan baseplate dan angkur. 9 4 6 7 5 8 40 53 10 3 NAVIGATION CLEARANCE 15 2 1 120 100 270 100 120 APPROACH SPAN SIDESPAN MAIN SPAN SIDESPAN APPROACH SPAN 1. FONDASI TIANG PANCANG BAJA 2. PILE CAP 3. PORTAL PYLON BETON 4. PORTAL PYLON BAJA 5. TRUSS JEMBATAN 710 TOTAL SPAN 6. KABEL UTAMA (MAIN CABLE) 7. KABEL PENGGANTUNG (HANGER) 8. ALAT PENGGANTUNG (SADLE AND CLAMPS) 9. BLOK ANGKUR UJUNG KABEL UTAMA 10. ABUTMENT Sistim struktur jembatan Kutai Kartanegara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 2

Ke Tenggarong Ke Samarinda Kondisi setelah rangka (truss) jembatan runtuh D. INFORMASI AWAL SAAT KEJADIAN 1) Terdapat aktivitas persiapan perbaikan (Rehabilitasi Jembatan) satu sisi badan jembatan yang dilakukan oleh 6 orang pekerja dari PT. Bukaka. 2) Kegiatan dilaksanakan tanpa melakukan penutupan lalu-lintas kendaraan di jembatan. 3) Informasi dari Pemda Kabupaten Kutai Kartanegara, ada berita acara akan dilakukan penutupan jembatan selama 21 hari kegiatan pemeliharaan. 4) Kegiatan Penutupan Jembatan belum dilaksanakan karena masih dinyatakan sebagai Tahap Persiapan. 5) Item pokok kegiatan perbaikan adalah pengecekan, penggantian dan pengencangan baut yang kendor. 6) Diindikasikan pada saat terjadi pengencangan baut jembatan, dan beban lalu-lintas kendaraan tetap bekerja, tiba-tiba alat sambung kabel penggantung di bentang tengah lepas dari kabel utamanya. 7) Seluruh alat sambung kabel penggantung vertikal (sadel dan klem) di bentang tengah jebol dan jembatan runtuh, selama kurang lebih 30 detik. 8) Data korban dilaporkan 4 orang meninggal, dan kurang lebih 40 orang hilang. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 3

E. REALITA JEMBATAN SETELAH RUNTUH 1) Kabel penggantung utama kondisinya masih utuh. Kabel utama Lantai jembatan (compossit deck) yang tertahan di balok diafragma Alat penggantung kabel yang masih tersisa Kabel penggantung vertikal (hanger) Klem ujung bawah lepas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 4

Kabel penggantung utama masih utuh 2) Blok ujung dan angkur strands kabel utama di dekat abutment tidak jebol. Strands kabel utama jumlah = 19 (SC19) masih utuh Angkur strands kabel utama masih bagus Stands kabel utama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 5

Blok ujung dan angkur strans kabel utama tidak rusak 3) Dua buah portal pylon baja (arah Samarinda dan Tenggarong) masih berdiri walaupun baseplate pada kaki portal baja ada yang sudah sudah tergeser atau terangkat sebagian dari kolom pedestalnya. terangkat hanger Portal pylon arah Samarinda tergeser Fondasi masih kelihatan kokoh Portal pylon arah Tenggarong Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 6

4) Kolom beton pedestal di bawah kaki portal pylon rata-rata masih utuh hanya ada sedikit bagian yang mengalami spalling selimut beton pada bagian baseplate yang terangkat. 5) Fondasi tiang pancang baja dan pilecap-nya masih kelihatan kokoh berdiri menyangga kaki kolom portal pylon beton. 6) Seluruh konstruksi rangka (truss) jembatan jatuh beserta kabel penggantung vertikalnya (hanger). Kabel penggantung vertikal (hanger) Truss jembatan jatuh Seluruh truss jembatan jatuh 7) Hampir semua alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (unit sadle and clamps) rusak dan terlepas dari kabel utamanya dan hanya ada satu yang tersisa yaitu yang terletak dekat portal pylon arah ke Samarinda dengan kondisi kabel vertikal (hanger) masih tergantung pada kabel utama tetapi klem ujung bawahnya sudah terlepas. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 7

8) Tidak dijumpai kabel penggantung vertikal (hanger) yang putus di bagian kabelnya tetapi hampir semua alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (unit sadel dan klem) rusak atau patah dan puing-puingnya banyak dijumpai di lapangan. Permukaan patah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 8

Kabel penggantung vertikal (hanger) Klem bawah Baut klemnya patah Kabel penggantung vertikal yang terlepas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 9

hanger Klem bawah sadle Puing-puing alat sambung kabel penggantung vertikal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 10

Baut klem atas patah Permukaan bidang patah Baut klem atas yang patah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 11

Baut klem bawah patah Permukaan bidang patah Baut klem bawah yang patah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 12

Patahan baut klem bawah Sadle Sadle Puing-puing alat sambung kabel penggantung vertikal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 13

9) Portal baja pylon arah ke Samarinda, salah satu kakinya terangkat sekitar 5 cm pada sisi luar baseplat. Terangkat sekitar 5 cm Sekitar 5 cm spalling Kondisi kaki portal pylon baja arah Samarinda Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 14

10) Kondisi kaki pylon portal baja arah Tenggarong bergeser sekitar 50 sampai 60 cm dari kedudukannya. Tergeser 50 60 cm 50 60 cm Portal pylon tergeser 50 cm sampai 60 cm Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 15

F. HIPOTESIS KEGAGALAN KONSTRUKSI Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan seperti yang disebutkan di atas, menunjukkan bahwa jatuhnya truss jembatan beserta kabel penggantung vertikal (hanger) terjadi akibat kegagalan konstruksi pada alat sambung kabel penggantung vertikal (clamps and sadle) yang menghubungkan dengan kabel utama. Bentuk dan detail konstruksi alat sambung penggantung kabel vertikal ke kabel utama (unit sadel dan klem) adalah seperti Gambar 1. Strands kabel utama jumlah = 19 clamps sadle clamps Kabel penggantung (hanger) Gambar 1. Gambar alat sambung kabel penggantung ke kabel utama G. PREDIKSI MEKANISME KEGAGALAN Pada saat konstruksi alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (unit sadel dan klem) patah pada bagian baut klemnya, maka akan terjadi redistribusi beban yang lebih besar yang disertai impact pada kabel vertikal di sebelahnya yang mengakibatkan konstruksi alat sambung kabel penggantung di sebelanya ikut patah karena kekuatannya terlampaui. Apabila bahan alat sambung kabel Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 16

penggantung tersebut telah mengalami degradasi kekuatan akibat kelelahan (fatigue) pada bagian yang mengalami konsentrasi tegangan akibat geser, maka peristiwa ini menimbulkan efek secara beruntun sampai seluruh truss jembatan dan kabel penggantungnya terlepas dari kabel utamanya. Kegagalan geser pada baut klem alat sambung ini bersifat getas (brittle) sehingga terjadinya secara tibatiba tanpa ditandai gejala adanya deformasi (lendutan) yang besar pada struktur. Adanya satu kabel vertikal yang masih tersisa beserta konstruksi alat sambungnya yang terletak dekat portal pylon diduga pada saat truss jembatan jatuh dan menghantam balok diafragma portal beton, posisi truss miring ke arah sisi depannya sehingga sehingga klem kabel vertikal bagian bawah yang lepas. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sebagian besar lokasi titik lemah terjadinya patah geser pada alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (unit klem dan sadel) adalah pada bagian baut klemnya seperti pada Gambar 2. Titik lemah Titik lemah Gambar 2. Lokasi titik lemah terjadinya konsentrasi tegangan geser Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 17

Penyebab kegagalan konstruksi alat sambung kabel penggantung vertikal (unit klem dan sadel) ini perlu diteliti dan dikaji lebih lanjut dan harus dibuktikan secara laboratories yang disertai analisis yang akurat. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kegagalan konstruksi tersebut antara lain : 1) Kurang baiknya perawatan jembatan yang menyebabkan konstruksi alat penggantung kabel vertikal tidak berfungsi dengan baik dan tidak terdeteksi kemungkinan adanya kerusakan dini. 2) Kelelahan (fatigue) pada bahan konstruksi alat penggantung kabel vertikal akibat kesalahan design dalam pemilihan bahan atau sering terjadi kelebihan beban rencana (over load) yang mempercepat proses terjadinya degradasi kekuatan. 3) Kualitas bahan konstruksi alat sambung kabel penggantung ke kabel utama yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar perencanaan yang ditetapkan. 4) Kesalahan prosedur dalam pelaksanaan perawatan konstruksi atau kesalahan dalam menyusun standar operasional dan perawatan konstruksi yang direncanakan. 5) Kemungkinan terjadinya penyimpangan kaidah teknik sipil dalam perencanaan karena seharusnya konstruksi alat penyambung (unit sadel dan klem) harus lebih kuat dari kabel penggantung (hanger) yang disambungkan pada kabel utama. 6) Kesalahan design dalam menentukan jenis bahan/material untuk alat penyambung kabel penggantung vertikal (clamps and sadle) yang dibuat dari bahan besi tuang/cor (Cast Iron) atau kesalahan dalam menentukan jenis atau kapasitas kekuatan alat tersebut. H. HAL YANG PERLU DILAKUKAN 1) Perlu dilakukan uji kualitas material atau bahan konstruksi alat penggantung kabel vertikal (unit klem dan sadel) yang menurut informasi diproduksi lokal dari bahan besi tuang Cast Iron FC-25 (kuat tarik 25 kg/mm 2 ) untuk bahan sadel dan untuk bahan klem digunakan besi tuang Ductile Cast Iron FCD-60 (kuat tarik 60 kg/cm 2 ). 2) Perlu dilakukan uji fatigue di laboratorium terhadap bahan konstruksi alat sambung kabel penggantung ke kabel utama guna Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 18

memprediksi umur pakai alat tersebut yang seharusnya bisa mencapai umur rencana jembatan minimal 50 tahun. 3) Perlu dilakukan analisis kekuatan konstruksi alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (unit sadel dan klem) terhadap beban mati dan beban lalu-lintas kendaraan yang terjadi dan bagaimana pengaruhnya apabila salah satu atau lebih dari alat penggantung vertikal tersebut tidak berfungsi dengan baik. 4) Perlu dilakukan analisis yang akurat dengan model struktur untuk simulasi mekanisme keruntuhan struktur guna membuktikan penyebab keruntuhan truss jembatan akibat kegagalan geser pada baut klem alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (clamps and sadle). 5) Perlu dibuktikan melalui analisis bahwa dimensi dan spesifikasi bahan alat sambung kabel penggantung vertikal ke kabel utama (unit sadel dan klem) telah sesuai dengan kekuatan yang disyaratkan dalam menahan beban jembatan. 6) Perlu dikaji apakah penggunaan bahan untuk alat sambung yang terbuat dari besi tuang/cor (Cast Iron) yang menerima konsentrasi tegangan geser itu sudah tepat, hal ini mengingat sifat bahan tersebut cenderung getas dibanding baja tempa atau baja press. I. CATATAN INFORMASI TAMBAHAN Bupati Kutai Kertanegara mengatakan : 1) Kontraktor pekerjaan rehabilitasi jembatan adalah PT. Bukaka. 2) Ada berita acara penutupan jembatan selama 21 hari selama masa pelaksanaan. 3) Jembatan tidak ditutup atas alasan, pekerjaan masih tahap persiapan. 4) Terdapat 6 orang pekerja saat jembatan runtuh. 5) Kegiatan SAR tidak dihentikan, kecuali penyelaman disekitar lokasi Jembatan, karena adanya kekhawatiran akan robohnya portal pylon baja yang kakinya sudah tergeser. 6) Kegiatan investigasi belum selesai dilaksanakan. 7) Evakuasi kurban terus diupayakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 19

8) Dalam waktu 3 x 48 jam akan dilakukan pengamanan terhadap portal pylon baja yang sudah tergeser agar tidak membahayakan Tim SAR yang mengevakuasi korban. Rumor yang berkembang di masyarakat saat itu : 1) Jembatan runtuh karena sering ditabrak kapal tongkang. 2) Sering terjadi kelebihan beban (over-load) pada jembatan. 3) Sebelumnya jembatan sudah mengalami pergeseran 15 cm. J. PENUTUP Demikian laporan Investigasi Runtuhnya Jembatan Mahakam II, Tenggarong, Kutai Kartanegra, Kaltim ini dibuat semoga dapat memberikan wawasan tambahan dan manfaat bagi pengambil kebijakan. Yogyakarta, 30 November 2011 Tim Investigasi LPPM UGM Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM Halaman 20