BAB I KOMPONEN DAN RANGKAIAN LATCH/PENGUNCI

dokumen-dokumen yang mirip
Percobaan 3 Kendali Motor 3 Fasa 2 Arah Putar

Percobaan 5 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan

Percobaan 8 Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)

Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel

Percobaan 6 Kendali 3 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)

BAB II LANDASAN TEORI

OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM :

DTG1I1. Bengkel Instalasi Catu Daya dan Perangkat Pendukung KWH METER DAN ACPDB. By Dwi Andi Nurmantris

Pengenalan Simbol-sismbol Komponen Rangkaian Kendali

DASAR KONTROL KONVENSIONAL KONTAKTOR

HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK

BAB III PERANCANGAN PROTOTIPE

UNIT III MENJALANKAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR

Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik

MAKALAH. TIMER / TDR (Time Delay Relay)

Apa itu Kontaktor? KONTAKTOR MAGNETIK / MAGNETIC CONTACTOR (MC) 11Jul. pengertian kontaktor magnetik Pengertian Magnetic Contactor

Saklar Manual dalam Pengendalian Mesin

BAB III LANDASAN TEORI

MEDIA PEMBELAJARAN. Mengidentifikasi elemen akhir pengendali elektromagnetik. Disusun oleh :

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Gambar 1.1 Analogi dan simbol Gerbang NOT/INVERTER. Tabel 1.1 tabel kebenaran Gerbang NOT/INVERTER: Masukan Keluaran A

TI-3222: Otomasi Sistem Produksi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II DASAR TEORI. Iwan Setiawan, Wagiman, Supardi dalam tulisannya Penentuan Perpindahan

JENIS SERTA KEGUNAAN KONTAKTOR MAGNET

4.3 Sistem Pengendalian Motor

APLIKASI KONTAKTOR MAGNETIK

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan

Kegiatan Belajar 2 : Memahami cara mengoperasikan peralatan pengendali daya tengangan rendah

BAB II TEORI DASAR 2.1 Umum

DASAR KONTROL ELEKTROMAGNETIK

PERCOBAAN I PENGAMATAN GENERATOR

Implementasi Pengendali PLC Pada Sistem Motor Tiga Phasa Untuk Star Y/

BAB III PERANCANGAN PANEL KONTROL PENERANGAN. yang dibikin dipasaran menggunakan sistem manual saja, atau otomatis

Yudha Bhara P

IDENTITAS PEMILIK BUKU : Foto 4 x 6

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

Lab. Instalasi Dan Bengkel Listrik Job II Nama : Syahrir Menjalankan Motor Induksi 3 Fasa. Universitas Negeri Makassar On Line) Tanggal :

Crane Hoist (Tampak Atas)

TI3105 Otomasi Sistem Produksi

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR/TOL)

Gambar 3.1 Tahapan Perancangan Miniatur Lift

GERBANG LOGIKA DASAR

UNIT IV MENJALANKAN DAN MEMBALIK PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR DALAM HUBUNGAN-BINTANG

BAB III PENGASUTAN MOTOR INDUKSI

SMK Negeri 2 KOTA PROBOLINGGO TEKNIK KETENAGALISTRIKAN MENGENAL SISTEM PENGENDALI KONTAKTOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III LANDASAN TEORI. lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KENDALI. Kontrol Putaran Motor DC. Dosen Pembimbing Ahmad Fahmi

Gambar 1.1 Analogi dan simbol Gerbang AND. Tabel 1.1 kebenaran Gerbang AND 2 masukan : Masukan Keluaran A B YAND

Hilman Herdiana Mahasiswa Diploma 3 Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung ABSTRAK

BAB IV PEMILIHAN KOMPONEN DAN PENGUJIAN ALAT

Starter Dua Speed Untuk Motor dengan Lilitan Terpisah. (Separate Winding)

Y = A + B. (a) (b) Gambar 1.1 Analogi dan simbol Gerbang OR Tabel 1.1 kebenaran Gerbang OR: Masukan Keluaran A B YOR

Arti Pole dan Throw pada Relay

BAB III RANCANG BANGUN

Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan Prinsip Kerja Sistem Kendali Relay Elektromagnetik

BAB III PERANCANGAN SISTEM

II. TINJAUAN PUSTAKA. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Bab IV. Switch, Relay dan Semikonduktor pengendali daya

Mekatronika Modul 10 Sensor / Transducer

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

Laporan Praktikum. Gerbang Logika Dasar. Mata Kuliah Teknik Digital. Dosen pengampu : Pipit Utami

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI

RANCANGAN SISTEM KENDALI TRAFFIC LIGHT SMPANG 3 MENGGUNAKAN KONTAKTOR

Laporan Tugas Akhir Teknik Refrigerasi dan Tata Udara 2012 BAB II DASAR TEORI

BAB IV PENGUJIAN ALAT

BAB III CAPACITOR BANK. Daya Semu (S, VA, Volt Ampere) Daya Aktif (P, W, Watt) Daya Reaktif (Q, VAR, Volt Ampere Reactive)

Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus

2. Prinsip dan aplikasi Relay

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN... iii. INTISARI... iv. ABSTRACT... v. MOTTO... vi. PERSEMBAHAN...

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISSA

BAB III PERANCANGAN ALAT

TUGAS TRAFFIC LIGHT SIMPANG 4 DAGO

Modul - 6 DIAGRAM ELEKTRIK INDUSTRI

BAB IV : RANGKAIAN LOGIKA

BAB VII CONTOH APLIKASI PROGRAM PLC

MODUL PEMBELAJARAN PANEL KENDALI PROGRAM STUDI KEAHLIAN KOMPETENSI KEAHLIAN. : XII (Duabelas) Penyusun : SISWANTA, S.Pd NIP

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Programmable Logic Controller (PLC) Pendahuluan

Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

Y Y A B. Gambar 1.1 Analogi dan simbol Gerbang NOR Tabel 1.1 tabel kebenaran Gerbang NOR A B YOR YNOR

Mekatronika Modul 7 Aktuator

CONTOH SOAL TEORI KEJURUAN KOMPETENSI KEAHLIAN : TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

SISTEM PROTEKSI TENAGA LISTRIK RELAY

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.

RANCANGAN SISTEM KENDALI TRAFFIC LIGHTS SIMPANG 3 MENGGUNAKAN KONTAKTOR

PERALATAN PEMUTUS DAYA YANG FUNGSI UTAMANYA MENCATAT DAN MEMUTUSKAN DAYA LISTRIK KE PERALATAN / BEBAN.

Optimasi Jaringan Saraf Listrik Sebagai Virtual Praktikum Kendali dan Otomasi Proses

BAB II LANDASAN TEORI

Mekatronika Modul 5 Triode AC (TRIAC)

BAB II SISTEM KENDALI, DIAGRAM TANGGA & PLC. Sejarah Perkembangan Sistem Kendali dan Otomtisasi Industri

BAB I. PRINSIP KERJA SISTEM KENDALI ELEKTROMAGNETIK Pada bab ini akan membahas prinsip kerja sistem pengendali elektromagnetik yang meliputi :

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Perancangan Pembuatan Pengasut Pada Motor Kapasitor 1 Phase

ABSTRAK SISTEM KONTROL AMF (AUTOMATIC MAIN FAILURE) BERBASIS ARDUINO

Transkripsi:

BAB I KOMPONEN DAN RANGKAIAN LATCH/PENGUNCI 1. Tujuan Percobaan Mengetahui Dan Memahami Cara Kerja Komponen yang Menyusun Rangkaian Pengunci (Latch): Push Button, Relay, Kontaktor. Membuat Aplikasi Rangkaian Pengunci Dengan Lampu Indikator. Membuat Aplikasi Rangkaian Pengunci Untuk Mengubah Arah Putaran Motor. 2. Dasar Teori a. Push Button Push button (tombol) merupakan saklar yang berfungsi untuk menghubungkan atau memisahkan satu terminal dengan terminal yang lain pada instalasi listrik. Push button memiliki kontak tipe Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Push button tipe NO, kedua terminal tidak terhubung pada kondisi awal. Jika push button ditekan, baru terminal saling terhubung (kontak tertutup). Terminal push button NC pada kondisi awal sudah terhubung, kemudian jika push button ditekan kedua terminal akan terputus hubungannya (kontak terbuka). Push button memiliki keadaan kontak tipe momentary (sementara) dan latch (mengunci). Pada tipe momentary, kondisi push button kembali ke keadaan awal (ketika push button tidak ditekan). Misal, pada saat ditekan button kondisi tertutup maka ketika dilepas button kembali dalam keadaan terbuka. Pada push button latch, kondisi button tetap bertahan meskipun button sudah tidak ditekan. Beberapa simbol push button standar IEEE/IEC-60617 baik tipe NC dan NO dan sifatnya momentary maupun latch ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Simbol Push Button Tipe Push Button Simbol (IEEE/IEC-60617) Push Button Normally Open Momentary

Push Button Normally Closed Momentary Push Button Normally Open Latching Push Button Normally Closed Latching b. Relai dan Kontaktor Relai dan kontaktor adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak atau saklar. Relai dan kontaktor digunakan sebagai alat penghubung pada rangkaian dan pada beberapa aplikasi pada industri dan kontrol proses memerlukan relai sebagai elemen kontrol penting. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya, umumnya kontaktor menangani beban lebih besar daripada relai. Susunan paling sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi (membentuk kumparan atau coil). Bila kumparan ini diaktifkan (dialiri arus listrik), medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme saklar. Pada kondisi ini, ada saklar internal yang terhubung namun ada saklar internal yang terputus. Sama seperti pada push button, saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak NO (Normally Open = bila coil kontaktor atau relai dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung) dan kontak NC (Normally Close = Sebaliknya dengan Normally Open). Relai dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch) yang hanya bekerja pada arus kecil 1A hingga 5A. Sedangkan kontaktor dapat dianalogikan juga sebagai sebagai breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubung tenaga listrik pada beban. Pada kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC biasa juga terdapat kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50A dan seterusnya. Sebuah kontaktor Mitsubishi yang memiliki tiga buah kontak utama ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Kontaktor Mitsubishi S-N12 Simbol kontak dan koil standar IEEE/IEC-60617 pada relai maupun kontraktor ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Simbol Kontak dan Koil IEEE/IEC-60617 Nama Simbol (IEEE/IEC-60617) Relai Normally Open Contact Relai Normally Closed Contact Koil c. Rangkaian Pengunci Rangkaian pengunci (latch) merupakan rangkaian yang dapat mempertahankan kondisi keluarannya meskipun terjadi perubahan pada kondisi masukan. Pada rangkaian digital, pengunci dapat berupa flip-flop. Kombinasi flip-flop dalam jumlah yang sangat banyak kemudian dapat membentuk memori. Pada industri, rangkaian pengunci dapat dibuat dengan menggunakan komponen utama berupa relai atau kontaktor. Untuk memahami cara kerja rangkaian pengunci pada industri perlu terlebih dahulu menguasai materi mengenai rangkaian listrik umum seperti rangkaian seri dan paralel. Contoh

rangkaian listrik seri ditunjukkan oleh Gambar 2 sedangkan rangkaian paralel ditunjukkan oleh Gambar 3. Gambar 2. Rangkaian Listrik Seri Gambar 3 Rangkaian Listrik Paralel Pada Gambar 2, untuk menyalakan lampu maka tombol PB01 dan PB02 keduanya harus ditekan (kontak tertutup) sedangkan pada Gambar 3 setidaknya diperlukan satu tombol (baik saklar PB01 atau saklar PB02) yang ditekan. Lampu baru akan padam jika kedua tombol dilepas. Seringkali terdapat situasi-situasi di mana output harus tetap berada dalam keadaan hidup meskipun input telah terputus. Istilah rangkaian latching (pengunci) dipergunakan untuk rangkaian-rangkaian yang mampu mempertahankan dirinya sendiri (self-maintaining), dalam artian bahwa setelah dihidupkan, rangkaian akan mempertahankan kondisi ini hingga input lainnya diterima. Contoh sebuah rangkaian latching memanfaatkan relai/kontaktor diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 4 Rangkaian Pengunci Pada Gambar 4, setelah tombol PB01(tipe momentary) dilepaskan lampu (GREEN) tetap menyala karena ketika coil 01 aktif kontak K1 juga akan aktif. Setelah PB01 dilepas, arus akan tetap mengalir ke lampu melalui kontak K1. Untuk mematikan lampu, cukup menekan tombol PB02 yang bertipe normally closed. 3. Kebutuhan Alat dan Bahan Modul push button momentary Modul relai/kontaktor Modul lampu Motor 1 phase Modul power supply dan kabel jumper 4. Pelaksanaan dan Hasil a. Percobaan I Buatlah rangkaian dari skematik berikut:

Amati yang terjadi pada lampu hijau (GREEN) dan merah (RED). Berikan analisa mengenai rangkaian tersebut. b. Percobaan II Buat rangkaian dari skematik berikut: Amati yang terjadi pada lampu hijau (GREEN) dan merah (RED). Pastikan bahwa lampu hijau dan merah tidak bisa menyala bersamaan! Rangkai kontak utama kontaktor dengan motor satu phase sesuai skematik berikut: Karakter sambungan motor 1 phase: Arah Putar Terminal D1 Terminal D2 Terminal K Searah jarum jam (CW) L N N Berlawanan arah jarum jam (CCW) L N L L = Line N = Neutral

5. Pembahasan Tuliskan pembahasan dari percobaan yang telah dilakukan pada buku catatan praktikum. 6. Kesimpulan Berikan kesimpulan mengenai percobaan yang telah dilakukan. 7. Referensi http://hotma-pulungan.blogspot.com/2012/10/latihan-elektopneumatik.html http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/prinsip-kerja-elektro-mekanismagnetik.html http://elkasebelas.blogspot.com/2014/03/aplikasi-relay-rangkaian-pengunci.html