Bab 13. Akuntansi Manajemen. Transi 1

dokumen-dokumen yang mirip
Siklus Akuntansi Perusahaan Pemanufakturan

Pengertian dan Fungsi Akuntansi

Sistem Kos Pekerjaan-Order

Sistem Akuntansi dan Pengembangannya

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAN STATEMENT KEUANGAN CHAPTER 2

Bab 6. Penyesuaian. Transi 1

Bab 5. Sistem Akuntansi. Transi 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit

Bab 12. Sistem Kos Proses. Transi 1

BAB II LANDASAN TEORI. Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas

AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA

AKUNTANSI MANAJERIAL. Tujuan Pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 5. Konsep Dasar. Transi 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Siklus Akuntansi Perusahaan Perdagangan

Chapter 3: Sistem Akuntansi. Transi 1 11/12/2010

ABSTRAK. Kata kunci: Cost-volume-profit, break even point, laba. Universitas Kristen Maranatha

TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA

BAB 4 BREAK - EVEN POINT DALAM UNIT DAN DOLAR PENJUALAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 1 Pengertian dan Fungsi Akuntansi

PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

Bidang Pengetahuan dan Profesi Akuntansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah spesifikasi (perumusan) dari tujuan perusahaan yang ingin dicapai serta

Akuntansi Biaya. Analisis Perilaku Biaya (Cost Behaviour Analysis) Rista Bintara, SE., M.Ak. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Akuntansi Perusahaan Perdagangan

Anggota: Susi Ariyanti ( ) Setiasih ( ) Pinesthy Putri H. ( ) Yudha Mahardika ( )

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan membutuhkan seorang akuntan manajemen untuk mengolah

BAB II LANDASAN TEORI. II.1. Arti dan Tujuan Akuntansi Manajemen. Definisi normatif Akuntansi Manajemen menurut Management

Analisa Perilaku Biaya

[Type the document title]

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi perusahaan yang berorientasi pada laba, laba merupakan hal penting

Akuntansi Biaya. Cost Behavior Analysis. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi.

BAB II LANDASAN TEORI

PERILAKU AKTIVITAS BIAYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Baridwan dalam As ad (2010:26) merupakan ringkasan dari suatu

BAB II DASAR TEORI. produk/jasa yang dihasilkannya. Untuk menyampaikan produk yang ada ke tangan

BAB II PELAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SEGMEN. Segmen adalah unit-unit usaha penghasil laba dalam organisasi atau

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

KARAKTERISTIK BIAYA, PENGERTIAN BIAYA, PENGGOLONGAN BIAYA, DAN ALIRAN BIAYA DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

VARIABLE COSTING. Penentuan Harga Pokok Variabel

BAB II ANALISIS PROFITABILITAS PELANGGAN DAN PELAPORAN SEGMEN

Bab 20 Perhitungan Biaya Langsung, Analisis Biaya-Volume-Laba dan Teori Keterbatasan. (Chaper Report)

BAGIAN AUDIT DILAKSANAKAN OLEH AUDITOR INDEPENDEN LAIN

03FEB. Akuntansi Biaya

ANALISA BIAYA PRODUKSI

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

lokal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, dalam hubungannya dengan leverage, sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pengertian analisa menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah sebagai

PERTEMUAN KE-17 PENGAMBILAN KEPUTUSAN TAKTIS

Modul ke: AKUNTANSI BIAYA SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA. Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM. Program Studi AKUNTANSI.

Anggaran Biaya Variabel

ABSTRAK. Kata kunci: Biaya Relevan, Laba Diferensial. Universitas Kristen Maranatha

TINJAUAN AKUNTANSI DAN LANDASAN TEORITISNYA (Materi 1)

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Maksud dan Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian.

TERMINOLOGI, KONSEP & KLASIFIKASI BIAYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:26), biaya adalah

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang

02FEB. Akuntansi Biaya. Cost Behavior Analysis, Classifying Cost, Separating Fixed and Variable Cost. Angela Dirman, SE., M.Ak. Modul ke: Fakultas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan dunia usaha semakin pesat. Pesatnya perkembangan

PENERAPAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGHENTIKAN ATAU MELANJUTKAN PRODUK TERTENTU

BAB 8 PENDAPATAN A. DEFINISI

Analysis Cost Volume Profit: Alat Perencanaan Manajerial Source: Hansen & Mowen (2007) Chapter 11. Present By: Ayub W.S. Pradana 30 Maret 2016

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. Laba merupakan salah satu alasan untuk berdirinya sebuah organisasi / perusahaan.

BAB 1 PENDAHULUAN. dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

cost classification) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku biaya

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian Laporan Keuangan

PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING LATAR BELAKANG

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

BAB 1 SEKILAS TENTANG AKUNTANSI. Asgard Chapter

Analisis Perilaku Biaya

BAB II LANDASAN TEORI

Akuntansi Biaya. Management, The Controller, and Cost Accounting Cost Consept and Cost Information System. Rista Bintara, SE., M.Ak.

Penutupan Buku Besar & Sistem Komputerisasi

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB I PENDAHULUAN. Tugas utama seorang manajer sebuah perusahaan adalah membuat perencanaan,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Definisi dan pengelompokan biaya. dengan pendapatan untuk menentukan laba.

ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA: ALAT PERENCANAAN MANAJERIAL. HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017

Transkripsi:

Bab 13 Transi 1

Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk: Mendeskripsi pengertian dan lingkup akuntansi manajemen serta membedakannya dengan akuntansi keuangan Menjelaskan rerangka konseptual dan profesi akuntansi manajemen Menjelaskan hubungan antara akuntansi keuangai, akuntansi kos, dan akuntansi manajemen Menyebutkan, menjelaskan, dan memberi contoh berbagai konsep kos untuk pengambilan keputusan Menjelaskan perilaku kos Menerapkan konsep perilaku kos untuk berbagai keputusan manajemen Transi 2

Pengertian Proses: pengidetifikasian, pengukuran, akumulasi, analisis, penyiapan, interpretasi, dan komunikasi informasi finansial oleh manajemen untuk: merencanakan, mengevaluasi, mengendalikan, meyakinkan ketepatan penggunaan, dan mempertanggungjawabkan sumber ekonomik perusahaan. Transi 3

Rerangka Konseptual versi NAA Tujuan Menyediakan informasi Berpartisipasi dalam proses manajemen Tanggung Jawab Perencanaian Penilaian Pengendalian Peyakinan Pertanggungjawaban Pelaporan Eksternal Aktivitas Utama Pelaporan Interpretasi Manajemen Pengembangan Implementasi Sumber Daya Sistem Informasi Teknologi Verifikasi Administrasi Proses Identifikasi Penyusunan dan Pengukuran Akumulasi Analisis Komunikasi Interpretasi Transi 4

Bidang Pengetahuan Inti versi IMA Tujuan Informasi dan Proses Keputusan Proses keputusan manajemen Pelaporan internal Perencanaan keuangan dan evaluasi kinerja Prinsip danfungsi Akuntansi Struktur organisasional dan manajemen Konsep dan prinsip akuntansi Operasi Entitas Operasi/kegiatan entitas (perusahaan) utama Lingkungan beroperasinya entitas Perpajakan Pelaporan eksternal Sistem informasi Transi 5

Rerangka Kompetensi versi IAI-KAM Karakteristik Lingkungan Bisnis Peran Profesi Akuntan Manajemen Kompetensi Inti Perencanaan keuangan jangka panjang Perencanaan keuangan jangka pendek Pemantauan implementasi rencana laba jangka panjang dan rencana laba jangka pendek Pendesainan, pengimplementasian, dan pemeliharaan sistem manajemen strategik Pendesainan, pengimplementasian, dan pemeliharaan sistem penjagaan kekayaan organisasi Sertifikasi Seperangkat Pengetahuan dan Keterampilan Proses Pendidikan dan Pelatihan Transi 6

Proses Manajemen dan Peran Informasi Perencanaan Keputusan dan tindakan Informasi Pengorganisasian Keputusan dan tindakan Informasi Sasaransasaran (goals) Informasi Keputusan dan tindakan Pengendalian Keputusan dan tindakan Informasi Pengarahan Transi 7

Elemen Pelaporan Eksternal Pemanfaatan Data Akuntansi Keuangan kos kos kos kos kos untuk Tujuan Manajerial Aset Utang Ekuitas Pendapatan Biaya kos kos kos kos kos Untung Rugi Setoran Distribusi Laba Diolah dan diorganisasi kembali untuk mengukur objek-objek yang relevan dengan keputusan manajerial Informasi untuk pembuatan keputusan manajerial Informasi akuntansi untuk objek laporan manajerial kos kos kos kos kos Produk/job/ projek/ perioda Departemen divisi Pengendalian manajemen Perilaku (tetap/ variabel) Kegiatan (drivers) + Informasi nonakuntansi Transi 8

Hubungan Akuntansi Keuangan dan Informasi Nonakuntansi Akuntansi Keuangan Akuntansi Kos Akuntansi Manajemen Sistem Informasi Manajemen (SIM) Transi 9

Hubungan Akuntansi Keuangan dan Jenjang manajemen Bawah Menengah Atas Sasaran keputusan Pengendalian Tugas Pengendalian Manajemen Perencanaan Strategik Karakteristik informasi Sumber: Cakupan: Tingkat agregasi: Horison waktu: Internal Sempit Terinci Historis Eksternal Luas Agregat Ke depan Transi 10

Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Manajemen Unsur Pembeda Akuntansi Keuangan Pihak dituju Tujuan pelaporan Basis pengukuran Pihak luar Pertanggungjawaban Kos historis Pihak internal Pengendalian Berbagai basis Kualitas informasi Unit pengukur Ketaatan pada standar Fokus pelaporan Perioda pelaporan Sumber data Penyajian Reliabilitas, objektivitas Moneter dan kuantitatif Keharusan Kesatuan ekonomik Umumnya tahunan Internal Ringkasan sesuai PABU Relevansi, fleksibilitas Moneter, nonmoneter, kualitatif Bebas memilih Bagian/divisi perusahaan Kurang dari satu tahun Internal dan eksternal Terinci sesuai kebutuhan Transi 11

Konsep Kos untuk Pengambilan Keputusan kos relevan (relevant cost) kos selisih (differential cost) kos kesempatan (opportunity cost) kos tunai (out-of-pocket cost) kos terbenam (sunk cost) Jelaskan pengertiannya dan berilah contoh! Transi 12

Perilaku Kos Pola perubahan kos dalam kaitannya dengan perubahan kegiatan (activity drivers) dalam kurun waktu tertentu (relevant range). Kos variabel: Kos tetap: Kos campuran: Kos bertingkat: Totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat kegiatan. Kos per unit tidak berubah untuk berbagai tingkat kegiatan. Totalnya tetap tidak bergantung pada perubahan tingkat kegiatan dalam kisar tertentu. Kos per unit semakin turun dengan meningkatnya tingkat kegiatan. Mengandung komponen kos tetap dan kos variabel. Besarnya bertingkat sejalan dengan meningkatkan kisar kegiatan. Transi 13

Perilaku Kos Secara Grafis Kos total Kos Variabel Total Kos total Kos Tetap Total Tingkat Kegiatan Tingkat Kegiatan Kos per unit Kos Variabel per Unit Kos per unit Kos Tetap per Unit Tingkat Kegiatan Tingkat Kegiatan Transi 14

Kos Campuran secara Grafis Hubungan Fungsional: Y = 1.800.000 + 1.000X Kos Sewa 5.000.000 4.500.000 4.000.000 Grafik Kos Total 3.500.000 Kos Variabel: 1.000X 3.000.000 2.500.000 Grafik Kos Tetap 2.000.000 1.500.000 1.000.000 Grafik Kos Variabel Kos Tetap: Rp1.800.000 500.000 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 Kilometer Terpakai Transi 15

Hubungan Korelatif/Statistis Kos Campuran secara Grafis Kos Pengantaran 7.500 7.000 6.500 6.000 5.500 5.000 4.500 0 400 450 500 550 600 650 700 750 800 850 Cacah Order per Bulan Transi 16

Pemisahan Komponen Kos Campuran Karena hubungan kos dengan kegiatan dalam kos campuran umumnya bersifat korelatif bukan fungsional, perlu metoda estimasi untuk memisahkan komponen secara tepat. Metoda pemisahan: Tinggi-rendah (high-low method) Pengepasan grafis (graphical fitting method) Regresi (regression method) Transi 17

Metoda Tinggi-Rendah Tingkat kegiatan tertinggi Tingkat kegiatan terendah Banyaknya Order 800 400 400 Kos Pengantaran Rp6.900.000 4.500.000 Rp2.400.000 Perubahan kos Rp2.400.000 Kos variabel per unit = = = Rp6.000 Perubahan kegiatan 400 Dengan mengambil tingkat terendah: Komponen kos tetap = Kos total - komponen kos variabel total = Rp4.500.000 - (400 X Rp6.000) = Rp5.400.000 - Rp2.400.000 = Rp2.100.000 Transi 18

Metoda Pengepasan Grafis Metoda ini mengandalkan kemampuan visual. Prinsipnya sama dengan metoda tinggi-rendah tetapi semua titik dipertimbangkan untuk menemukan garis estimasi. Memerlukan kertas grafis (milimeter). Metoda ini jarang digunakan karena tidak praktis dan objektif. Ketelitian bergantung pada kemampuan dan pengalaman seseorang. Lihat pembahasan lebih rinci teknik ini di halaman 411-412. Transi 19

Metoda Regresi Mirip dengan pengepasan grafis tetapi dilakukan secara ilmiah yaitu dengan mencari angka terkecil penjumlahan kuadrat penyimpangan (galat) dari garis estimasi. Meregresi: menghubungkan satu atau beberapa variabel independen dengan variabel dependen untuk menentukan apakah satu variabel independen atau lebih menjelaskan variasi variabel dependen. Kos overhead dipelakukan sebagai variabel dependen, tingkat kegiatan diperlakukan sebagai variabel independen. Lihat formula 13.1 dan 13.2 di halaman 414 untuk mendapatkan estimasi kos variabel dan kos tetap. Transi 20

Metoda Regresi dengan Excel Isi sel C17 merefleksi formula 13.2 Diisi dengan formula 13.1 Transi 21

Aplikasi Perilaku Kos Analisis margin kontribusi, untuk: keputusan beli atau buat sendiri terima atau tolak order khusus menutup atau meneruskan cabang/divisi Analisis kos-voluma-laba Transi 22

Analisis Margin Kontribusi Margin kontribusi: sisa jumlah rupiah setelah penjualan dikurangi dengan semua biaya variabel. Analisis margin kontribusi mengandalkan laporan labarugi dengan format margin kontribusi daripada format konvensional. Pengkosan variabel: penentuan kos produk yang hanya memperhitungkan kos variabel (khususnya overhead). Pengkosan penuh: penentuan kos produk yang memperhitungkan semua komponen tetap dan variabel. Kos tetap diperlakukan sebagai kos yang tersediaankan (inventoriable). Transi 23

Konsep Pengkosan Penuh dan Variabel A. Pengkosan penuh BB TKL OH Komponen Produk Variabel Tetap Barang Tersedia Dijual Variabel Tetap Sediaan Kos Barang Terjual masuk neraca masuk statemen laba-rugi B. Pengkosan variabel BB TKL OH Komponen Produk Variabel Tetap Barang Tersedia Dijual Variabel Sediaan Kos Barang Terjual masuk neraca informal masuk laporan laba-rugi variabel Tetap masuk laporan laba-rugi sebagai biaya perioda Transi 24

Laporan Laba-Rugi Konvensional versus Margin Kontribusi PT Tamara Laporan Laba-Rugi Konvensional untuk Januari 2003 PT Tamara Laporan Laba-Rugi Margin Kontribusi untuk Januari 2003 Penjualan Rp50.500.000 Penjualan Rp50.500.000 Kos barang terjual: 24.000.000 Biaya variabel: Laba kotor penjualan Rp26.500.000 Pemanufakturan Pemasaran Administratif Margin kontribusi Rp17.600.000 2.400.000 1.960.000 21.960.000 Rp28.540.000 Biaya operasi: Biaya tetap: Pemasaran Administratif Laba bersih Rp11.150.000 8.760.000 19.910.000 Rp 6.590.000 Pemanufakturan Pemasaran Administratif Laba bersih Rp 8.000.000 8.750.000 6.800.000 23.550.000 Rp 4.990.000 Mengapa laba berbeda? Transi 25

Analisis Kos-Voluma-Laba (Titik Impas) Analisis untuk memprediksi atau mengukur pengaruh perubahan pos-pos berikut terhadap laba: Kos variabel per unit Kos tetap per perioda Voluma penjualan Harga jual per unit Kombinasi (mix) penjualan Teknik analisis: Persamaan Margin kontribusi Grafis Transi 26

Teknik Persamaan Hubungan antarpos dinyatakan dalam persamaan berikut: Penjualan - kos variabel - kos tetap = laba atau Penjualan = kos variabel + kos tetap + laba Laba dalam persamaan di atas, laba sering disebut laba target. Bila tiga dari empat suku persamaan di atas diketahui atau ditentukan, suku yang lain dapat dihitung. Untuk mendapatkan titik impas, laba dimasukkan dalam persamaan sebesar nol. Transi 27

Teknik Margin Kontribusi Rasio margin kontribusi = Margin kontribusi total Penjualan total atau Rasio margin kontribusi = Margin kontribusi per unit Harga jual per unit Voluma penjualan target = Kos tetap total + Laba target Margin kontribusi per unit Pendapatan penjualan target = Kos tetap total + Laba target Rasio margin kontribusi Penjualan titik impas (unit) = Kos tetap total Margin kontribusi per unit Penjualan titik impas (rupiah) = Kos tetap total Rasio margin kontribusi Transi 28

Teknik Grafis Pendapatan/ Kos Total 120.000 105.000 90.000 75.000 60.000 45.000 Grafik kos total 6 5 Grafik penjualan 2 6 Titik impas Area laba 4 Kos variabel Langkah menggambar: 1 2 3 4 5 6 Siapkan sumbu grafik dengan skala secukupnya. Tarik grafik penjualan. Tarik grafik kos tetap Tarik grafik kos variabel di atas kos tetap. Tentukan titik impas dan nilainya. Tandai area rugi dan laba 30.000 Area rugi 3 15.000 Kos tetap 1 0 50 100 150 200 250 300 350 400 Penjualan dalam unit (set) Transi 29

Konsep yang Berkaitan Margin keamanan: tingkat keleluasaan mendapatkan laba setelah titik impas tercapai. atau Margin keamanan = Margin keamanan = Unit penjualan harapan - Unit penjualan titik impas Unit penjualan harapan Penjualan harapan - Penjualan titik impas Penjualan harapan X 100% X 100% Pengungkitan operasi: perimbangan kos variabel dan tetap dalam struktur kos operasi total untuk menghasilkan laba operasi. Pengungkitan opeasi = Margin kontribusi Laba operasi Transi 30

Jangan lupa mengerjakan: Tugas, pertanyaan diskusi, dan latihan/soal. Masih jauh, tapi buatlah pasti. Transi 31