HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT

dokumen-dokumen yang mirip
Kajian Total Quality Management dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Tuminting Kota Manado

HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT

HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN RAWAT INAP DI UPTD RUMAH SAKIT MATA PROVINSI SULAWESI UATARA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado

HUBUNGAN ANTARA TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BAHU 2016 Yahya Tametaka*, Ardiansa A.T. Tucunan*, Febi K.

Bab II TINJAUAN PUSTAKA. penerapan TQM terhadap kinerja perusahaan. 1. Musran Munizu, Surachman, Ubud Salim dan Solimun (2011)

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectionel study (studi potong lintang).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Lingkungan perusahaan yang semakin kuat pada era globalisasi ini membuat

Kata Kunci : Pelatihan, Motivasi, Dukungan Keluarga dan Masyarakat, Keaktifan Kader Posyandu

Penerapan Total Quality Management (TQM) Dalam Perusahaan

BAB V PENUTUP. penelitan ini digunakan 3 variabel diantaranya adalah Total Quality

BAB V PENUTUP. meningkatkan kinerja seperti kualitas, produktivitas dan profitabilitas. Penelitian

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN POLIKLINIK DIAN NUSWANTORO DENGAN KEPUTUSAN PEMANFAATAN ULANG DI UPT POLIKLINIK DIAN

BAB V KESIMPULAN. 5.1 Kesimpulan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan Total Quality

Bab V PENUTUP. bab terdahulu maka dapat disimpulkan: 2. Dari hasil uji hipotesis kedua tentang pengaruh perbaikan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pelayanan publik adalah bentuk kegiatan yang digunakan dalam

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT

HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFAATAN APOTEK RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Margreit I. Musak*

BAB I PENDAHULUAN. akan meningkatkan kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan

PENGARUH PENERAPAN SYSTEM MANAJEMEN MUTU ISO TERHADAP MUTU PELAYANAN INSTALASI RAWAT DARURAT

Kata kunci: Motivasi, Penghargaan, Tanggung Jawab, Pengembangan, Kinerja Pegawai

BAB V PENUTUP. signifikansi f dan t lebih besar dari lima persen. berkesinambungan memiliki tingkat signifikansi f dan t lebih besar dari

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI BP.GIGI PUSKESMAS KELAYAN DALAM KOTA BANJARMASIN

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

DAFTAR PUSTAKA. Chan, Syafruddin, (2003) Relationship Marketing : Inovasi Pemasaran Yang Membuat Pelanggan Bertekuk Lutut,Gramedia, Jakarta.

Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Pendapatan, Persepsi, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO

ANALISA IMPELEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS LAYANAN PADA BIDANG INDUSTRI MANUFACTURING

* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulanfi

HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BAHU

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA KUALITAS SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA DIVISI TEMPA & COR PT. X (PERSERO) BANDUNG

PENGARUH PROMOSI JABATAN DAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT PGASCOM PALEMBANG

Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan Usaha Perjalanan Wisata

ANALISIS TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA PT ASTRA INTERNATIONAL DAIHATSU KEDIRI SKRIPSI

HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT

ABSTRAK ANALISIS PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK PADA PT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Total Quality Management (TQM) sistematis terhadap perencanaan dan manajemen aktivitas. TQM dapat diterapkan

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

BAB II LANDASAN TEORI. A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT PASIEN DALAM PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN PADA PRAKTEK DOKTER KELUARGA

ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIVISI SDM PT.OTANO MULTI MESINDO

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT. Key word: Nurse Service, Patient Satisfaction, Service Dimension RINGKASAN

ENYKA CUMALLA SARI B100

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN KEMBALI DI PUSKESMAS SONDER

Program Reguler Mandiri Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Promotif, Vol.5 No.2, April 2016 Hal HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MALEI KECAMATAN LAGE KABUPATEN POSO

BAB I PENDAHULUAN. multinasional, tetapi perusahaan kecil juga menghadapi persaingan global (Fandy

ANALISIS HUBUNGAN TOTAL QUALITY MANUFACTURE DAN COMPETITIVE STRATEGY DI PT.X

PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. INSANI BARAPERKASA DI SAMARINDA

Pengaruh Penerapan Total Quality Management terhadap Kinerja Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. nasional kini harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

BAB I PENDAHULUAN. yang mereka harapkan dengan cara yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan

BAB V PENUTUP. bagian operasional pada bank BRI (persero). Dari 45 kuisioner yang dibagikan

BAB V PENUTUP. perbaikan berkesinambungan terhadap kinerja karyawan maka dari hasil analisa

Patricia Dhiana Paramina SE MM 1 Munawaroh 2. Ekonomi, Universitas Pandanaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini termasuk dalam desain penelitian non eksperimental deskriptif

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN IMBALAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan oleh setiap level manajemen.

GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD SULTANSYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

ABSTRAK. Kata Kunci : Kepemimpinan, Kinerja, Motivasi

Windi Tatinggulu*, Rooije.R.H.Rumende**, Tinneke Tololiu**.

HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS RANOTANA WERU

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. INDYFERYTO GROUP YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. mengadopsi Total Quality Management (TQM) kerena TQM membutuhkan usaha

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI DAN KEAMANAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSJ PROF. DR. V.L RATUMBUYSANG SARIO

BAB V PENUTUP. kesimpulan yang diuraikan sebagai berikut bahwa : Pembelian perlengkapan skateboard di Noon Boardshop Surabaya.

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Intan A. E. Sari, J. S. V. Sinolungan 2, F. J. O. Pelealu 1. Faculty of Public Health. Sam Ratulangi University ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi seperti saat ini, persaingan bisnis semakin ketat baik

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. TELKOM INDONESIA SEMARANG

Ari Soeti Yani Rinaldo Program Studi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA, PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULUTTENGGO

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN YANG MENGUNJUNGI SOLO GRAND MALL SURAKARTA

PENERAPAN PERAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PRIMA

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA BANDUNG DRAFT SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA PT.

ABSTRACT. Keywords : Influence Leadership, Employee Performance. viii. Universitas Kristen Maranatha

PENGARUH PENERAPAN ISO 9001:2008 TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIVISI PRODUKSI PT. INSASTAMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Garrison (2000: 23) kendala atau constraint adalah segala sesuatu

HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS GAJAHAN SURAKARTA DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA PKMS (PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT SURAKARTA)

HUBUNGAN PERILAKU TENAGA KESEHATAN DENGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MOPUYA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

ABSTRACT. Keywords: The management commitment on service quality, training, empowerment, rewards, job satisfaction.

I.1 Latar Belakang. Universitas Indonesia. Gambaran kompetensi perawat..., Rahmika Putri, FKMUI, 2009

BAB V PENUTUP. signifikansi t lebih besar dari lima persen. memiliki tingkat signifikansi t lebih besar dari lima persen.

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA UNIT INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RSUD DR.

Transkripsi:

HUBUNGAN PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BAHU Liberty Meivert Rumagit, Christian Tilaar 2, Grace D Kandou 3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Jl.Kampus Unsrat Manado Abstrack Total Quality Management (TQM) is a system that is currently being adopted by companies because they are able to support the performance of organizations and companies. Bahu Health Center is one of the basic level of health care facilities that have implemented the Total Quality Management to become exemplary health center in North Sulawesi. Described in the literature that Total Quality Management (TQM) directly affect the performance of the organization. Based on this, the research was conducted in order to examine and analyze the relationship between the application of Total Quality Management (TQM) through the elements of customer focus, teamwork, and education and training with employee performance in the Bahu Health Center Manado City. The method used in this study is an analytical survey research with cross sectional approach. The sample used is the total population of as many as 4 employees Bahu Health Center. This study proved that the variable elements of Focus on the customer, team collaboration, and education and training in the application of Total Quality Management (TQM) have a relationship with the performance of employees in the Bahu Health Center Malalayang, Manado City. Keywords: Total Quality Management, Focus On the Customer, Teamwork, Education and Training, Performance Abstrak Total Quality Management (TQM) merupakan satu sistem yang saat ini mulai diterapkan oleh perusahaanperusahaan karena dianggap mampu mendukung kinerja organisasi maupun perusahaan. Puskesmas Bahu merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tingkat dasar yang telah menerapkan Manajemen Mutu Terpadu sehingga menjadi Puskesmas teladan di Sulawesi Utara. Dalam literature dijelaskan bahwa Total Quality Management (TQM) secara langsung berpengaruh terhadap kinerja organisasi atau perusahaan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menguji dan menganalisis hubungan penerapan Total Quality Management (TQM) melalui unsur fokus pada pelanggan, kerjasama tim, dan pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan penelitian Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah total populasi yaitu sebanyak 4 orang pegawai Puskesmas Bahu. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa variabel unsur Fokus pada pelanggan, Kerjasama tim, dan Pendidikan dan pelatihan dalam penerapan Total Quality Management (TQM) memiliki hubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Kata Kunci : Total Quality Management, Fokus Pada Pelanggan, Kerjasama Tim, Pendidikan dan Pelatihan, Kinerja

PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan nasional saat ini masih menghadapi berbagai kendala yang belum sepenuhnya dapat diatasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia. Maka sangat diperlukan penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang harus disertai dengan berbagai terobosan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan. (SKN, 29). Kalau ditinjau dari indeks pembangunan manusia (Human Development Indeks) masyarakat Indonesia masih memerlukan perhatian khusus. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungannya agar pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pada era globalisasi saat ini, ketatnya persaingan serta pelanggan yang semakin selektif mengharuskan puskesmas sebagai salah satu penyedia jasa pelayanan kesehatan dasar untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terlebih dahulu harus diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan kepada pasien selama ini telah sesuai dengan harapan pasien atau belum. Sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan kesehatan di Indonesia maka puskesmas perlu mendapatkan perhatian terutama berkaitan dengan mutu pelayanan kesehatan, sehingga dalam hal ini puskesmas terlebih yang dilengkapi dengan unit rawat inap dituntut untuk selalu meningkatkan keprofesionalan dari para pegawainya serta meningkatkan fasilitas/sarana kesehatannya untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat pengguna jasa layanan kesehatan. Salah satu puskesmas yang dilengkapi unit rawat inap 24 jam adalah puskesmas Bahu yang terletak di kecamatan Malalayang kota Manado. Puskesmas Bahu merupakan puskesmas unggulan di Sulawesi utara dan dipersiapkan oleh pemerintah kota Manado untuk memperoleh sertifikat standar internasional (ISO). Oleh karena itu saat ini puskesmas Bahu sedang dalam tahapan untuk pencapaian ISO melalui perbaikan terus menerus, dan salah satu yang menjadi prioritas karena merupakan indikator perolehan standar internasional yaitu manajemen mutu pelayanan kesehatan. METODOLOGI PENELITIAN Berikut ini akan diuraikan jenis penelitian, tempat dan waktu, populasi dan sampel, instrument penelitian, pengumpulan data, dan analisis data Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Survei analitik dengan pendekatan penelitian Cross Sectional dimana semua data yang menyangkut variabel penelitian diukur secara bersama-sama atau sekaligus. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahu Kota Manado pada Bulan Februari hingga April 23.. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada di Puskesmas Bahu kecamatan Malalayang yaitu sebanyak orang pegawai. Besar sampel yang di teliti adalah semua jumlah populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 4 orang pegawai. Instrumen Penelitian Intrumen yang akan digunakan pada penelitian ini adalah:. Alat tulis menulis 2. Kuesioner sebagai alat ukur dan pedoman wawancara dengan responden untuk mendapatkan data penelitian. 3. Komputer yang akan digunakan untuk pengolahan data menggunakan program SPSS. 2

Pengumpulan Data Setelah mendapat persetujuan dari responden yang menjadi subjek penelitian maka peneliti akan membagikan kuisioner yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Cara pengambilan data adalah peneliti mengambil data secara langsung kepada responden. Analisis Data Dalam menganalisis data yang diperoleh, Jenis analisis yang dilakukan terhadap variabel adalah: a) Analisis univariate Analisis univariate adalah analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. (Notoatmodjo 2), dalam hal ini variabel yng diteliti yaitu unsur TQM fokus pada pelanggan, kerjasama tim, pendidikan dan pelatihan, dan kinerja pegawai. b) Analisis bivariate Analisis bivariate dilakukan terhadap dua variabel yang dianggap memiliki hubungan atau korelasi. (Notoatmodjo 2) Dalam hal ini variabel unsurunsur TQM serta hubungannya dengan variabel kinerja pegawai menggunakan jenis uji statistic chi-square. VARIABEL PENELITIAN Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah unsur-unsur Total Quality Management yaitu Fokus pada pelanggan, kerjasama tim, dan pendidikan dan pelatihan sebagai variabel Independen (Bebas) serta Kinerja sebagai Variabel Dependen (Terikat) a. Fokus Pada Pelanggan Fokus pada pelanggan adalah bagaimana pegawai Puskesmas Bahu memusatkan perhatian dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan dalam hal ini pasien yang datang berobat di Puskesmas. Dalam TQM, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan driver. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas manusia, proses, dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa. b. Kerjasama Tim Kerjasama Tim (Teamwork) adalah kemitraan dan hubungan yang dijalin dan dibina dengan baik antar pegawai, pengguna jasa dan masyarakat sekitarnya. Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional, seringkali diciptakan persaingan antar departemen yang ada dalam organisasi tersebut agar daya saingnya terdongkrak. Akan tetapi persaingan internal terebut cenderung hanya menggunakan dan menghabiskan energi yang seharusnya dipusatkan pada upaya perbaikan kualitas, yang pada gilirannya untuk meningkatkan daya saing eksternal. Sementara itu dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerja sama tim, kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok, lembaga-lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya. c. Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan dan Pelatihan adalah pemberian kesempatan kepada pegawai untuk belajar dan menambah pengetahuan/ilmu yang dimiliki. Dewasa ini masih terdapat perusahaan yang menutup mata terhadap pentingnya pendidikan dan pelatihan. Mereka beranggapan bahwa perusahaan bukanlah sekolah, yang diperlukan adalah tenaga terampil siap pakai. Jadi, perusahaanperusahaan seperti itu hanya akan memberikan pelatihan sekadarnya kepada para karyawannya. Kondisi seperti itu menyebabkan perusahaan yang bersangkutan tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan lainnya, apalagi dalam era persaingan global. Sedangkan dalam organisasi yang menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan factor yang fundamental. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar. Dalam hal ini berlaku prinsip bahwa belajar merupakan 3

proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. Dengan belajar, setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya. d. Kinerja Mashun (26) mendefinisikan kinerja (performance) sebagai gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perencanaan strategi (Strategic Planning) suatu organisasi. Istilah kinerja sering juga digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok individu. Pelayanan (service) sebagai serangkaian aktifitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen. KERANGKA KONSEP Kerangka konsep dari penelitian yang menghubungkan Total Quality Management (TQM) dengan Kinerja Pegawai adalah sebagai berikut : Variabel Independen Variabel Dependen HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H : H : Fokus pada pelanggan Kerjasama Tim Pendidikan dan Pelatihan Kinerja Pegawai Tidak terdapat hubungan antara unsur fokus pada pelanggan dalam penerapan Total Quality Terdapat hubungan antara unsur fokus pada pelanggan dalam penerapan Total Quality H : H : H : H : Tidak terdapat hubungan antara unsur kerjasama tim (Teamwork) dalam penerapan Total Quality Terdapat hubungan antara unsur kerjasama tim (Teamwork) dalam penerapan Total Quality Tidak terdapat hubungan antara unsur pendidikan dan pelatihan dalam penerapan Total Quality Terdapat hubungan antara unsur kerjasama tim (Teamwork) dalam penerapan Total Quality PENGOLAHAN DATA Berikut ini hasil pengolahan data yang diperoleh dari kuesioner sebagai instrument penelitian, dan di uji menggunakan program SPSS..Penerapan Unsur Fokus Pada Pelanggan Pelaksanaan unsur fokus pada pelanggan di Puskesmas Bahu dapat dilihat berdasarkan distribusi frekuensi pelaksanaan unsur fokus pada pelanggan di Puskesmas Bahu pada tabel di bawah ini Tabel Distribusi Frekuensi pelaksanaan unsur fokus pada pelanggan No Fokus pada Frekuensi % pelanggan Ya 2, 2 Tidak 2 4, Jumlah 4 Tabel menunjukkan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 4 responden, yang melaksanakan unsur fokus pada pelanggan sebanyak 2 orang (,%) dan 2 orang (4,%) tidak melaksanakan unsur fokus pada pelanggan. 4

2. Penerapan Unsur Kerjasama Tim Pelaksanaan unsur kerjasama tim di Puskesmas Bahu dapat dilihat berdasarkan distribusi frekuensi pelaksanaan unsur kerjasama tim di Puskesmas Bahu pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2 Distribusi frekuensi pelaksaanaan unsur kerjasama tim No Kerjasama tim Frekuensi % Ya 3 66,6 2 Tidak 33,3 Jumlah 4 Tabel 2 menunjukkan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 4 responden, yang melaksanakan unsure kerjasama tim sebanyak 3 orang (66,6%) dan orang (33,3%) tidak melaksanakan unsur kerjasama tim. 3. Penerapan Unsur Pendidikan dan Pelatihan Pelaksanaan unsur pendidikan dan pelatihan di Puskesmas Bahu dapat dilihat berdasarkan distribusi frekuensi pelaksanaan unsur pendidikan dan pelatihan di Puskesmas Bahu pada tabel 3 di bawah ini Tabel 3 Daftar Frekuensi Pelaksanaan unsur pendidikan dan pelatihan No Pendidikan dan Frekuensi % pelatihan Ya 2, 2 Tidak 2 4, Jumlah 4 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa dari 4 responden, yang melaksanakan unsur pendidikan dan pelatihan sebanyak 2 orang (,%) dan 2 orang (4,%) tidak melaksanakan unsur pendidikan dan pelatihan. 4. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dapat dilihat berdasarkan distribusi kinerja pegawai di Puskesmas Bahu pada tabel 4 di bawah ini. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Kinerja Pegawai di Puskesmas Bahu Kinerja Frekuensi % Baik 3 66,6 Tidak Baik 33,4 Total 4 Tabel 4 menunjukkan bahwah dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 4 responden memiliki kinerja baik sebanyak 3 orang (66,6%) dan orang (33,4%) memiliki kinerja yang tidak baik. HASIL. Hubungan penerapan unsur Fokus Pada Pelanggan dengan Kinerja pegawai Hubungan antara pelaksanaan perbaikan sistem yang berkesinambungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel. Hubungan penerapan unsure fokus pada pelanggan dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Bahu Fokus Pada Pelanggan Ya 22 Tidak 8 Baik Kinerja Tidak baik n % n % n % 88, 4, 3 2, jumlah p- Val ue 2, Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa dari 2 pegawai yang melaksanakan unsur fokus pada pelanggan, 22 orang (88,%) memiliki kinerja yang baik dan 3 orang (2,%) memiliki kinerja tidak baik, sedangkan pegawai yang tidak melaksanakan unsur fokus pada pelanggan yaitu sebanyak 2 orang, 8 orang (4,%) diantaranya memiliki kinerja baik dan 2 orang (6,%) memiliki kinerja tidak baik. 2. Hubungan penerapan unsur kerjasama tim dengan kinerja pegawai 2 6, 2

Hubungan antara pelaksanaan perbaikan sistem yang berkesinambungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu dapat dilihat pada tabel 6. dibawah ini. Tabel 6. Hubungan penerapan unsur kerjasama tim dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Bahu Kerjasama tim Ya 2 Tidak Baik Kinerja Tidak baik jumlah p- Va lue n % n % n % 83,3 33,3 6,7 3, Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa dari 2 pegawai yang melaksanakan unsur kerjasama tim, 2 orang (83,3%) memiliki kinerja yang baik dan orang (6,7%) memiliki kinerja tidak baik, sedangkan pegawai yang tidak melaksanakan unsur fokus pada pelanggan yaitu sebanyak orang, orang (33,3%) diantaranya memiliki kinerja baik dan orang (66,7%) memiliki kinerja tidak baik. 4.3.3 Hubungan penerapan unsur pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai Hubungan antara pelaksanaan unsure pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini. Tabel 7 Hubungan penerapan unsur pendidikan dan pelatihan dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Bahu Pendidikan dan pelatihan Ya 22 Tidak 8 Baik Kinerja Tidak baik 66,7 jumlah p- Va lue n % n % n % 88, 4, 3 2, 2, Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui bahwa dari 2 pegawai yang melaksanakan unsur pendidikan dan pelatihan, 22 orang (88,%) memiliki kinerja yang baik dan 3 2 6, 2 orang (2,%) memiliki kinerja tidak baik, sedangkan pegawai yang tidak melaksanakan unsur pendidikan dan pelatihan yaitu sebanyak 2 orang, 8 orang (4,%) diantaranya memiliki kinerja baik dan 2 orang (6,%) memiliki kinerja tidak baik. PEMBAHASAN. Hipotesis Hasil uji statistik dengan chi-square pada tingkat kemaknaan 9% menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan unsur fokus pada pelanggan dengan kinerja pegawai di puskesmas Bahu dengan signifikansi, (p value <,). Odds ratio yang didapat adalah,, artinya Puskesmas yang menerapkan unsue fokus pada pelanggan mempunyai kinerja pegawai, kali lebih baik daripada puskesmas yang tidak menerapkan unsur fokus pada pelanggan. Hal ini juga dapat dibuktikan melalui observasi yang dilakukan peneliti dengan membandingkan Puskesmas Bahu dengan Puskesmas lain yang mempunyai karakteristik sama namun belum menerapkan unsur fokus pada pelanggan. Kinerja puskesmas yang tidak menerapkan unsur fokus pada pelanggan, kinerjanya tidak lebih baik daripada Puskesmas Bahu dinilai dari hasil penilaian kinerja saat peneliti melakukan uji validitas kuesioner, serta kondisi pelayanan kurang baik yang dialami peneliti ketika berkunjung di puskesmas tersebut. Hal ini berarti organisasi yang bergerak dalam bidang apapun termasuk sarana pelayanan kesehatan yang semakin fokus dalam melayani pelanggan mampu mendorong semakin meningkatnya kinerja yang dicapai oleh karyawan. Fokus pada pelanggan merupakan salah satu factor mikro dari dalam perusahaan yang mempengaruhi perubahan dan pengembangan kinerja dari suatu organisasi, juga sebagai salah satu variabel yang secara signifikan mempengaruhi kinerja. (Prayogo and Hong, 28 dalam Munizu, 2). Hal ini juga dapat 6

dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan Muzran Munizu tahun 2. 2. Hipotesis 2 Hasil uji statistik dengan chi-square pada tingkat kemaknaan 9% menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara antara unsure kerjasama tim dengan kinerja pegawai di puskesmas Bahu dengan signifikansi, (p value <,). Odds ratio yang didapat adalah,, artinya Puskesmas yang menerapkan unsur kerjasama tim mempunyai kinerja pegawai, kali lebih baik daripada puskesmas yang tidak menerapkan unsur kerjasama tim. Hasil ini membuktikan bahwa kerjasama tim yang dibangun sangat baik oleh seluruh pegawai di masing-masing bagian tugas unit pelayanan, berpengaruh baik terhadap kinerja Puskesmas Bahu dan juga membawa pengaruh positif terhadap kinerja sesama pegawai. Sebagaimana teori yang sudah dikemukakan oleh para ahli, bahwa tim atau kelompok itu adalah kumpulan yang terdiri dari dua atau lebih individu, dan kehadiran masing-masing individu mempunyai arti serta nilai bagi orang lain, dan dalam situasi saling mempengaruhi. (Kartini Kartono, 992). Empat karakteristik kerjasama tim yang ada di Puskesmas bahu, yaitu Ada kesepakatan terhadap misi tim, semua anggota menaati peraturan tim yang berlaku, ada pembagian tanggung jawab dan wewenang yang adil, dan beradaptasi terhadap perubahan benar-benar dipraktekkan dan membawa hasil yang baik terhadap kinerja. Hal ini berarti organisasi yang menerapkan unsur kerjasama tim akan meningkatkan kinerja dari pegawai yang ada di dalamnya karena memungkinkan terjadinya pembagian tugas sehingga akan semakin efektif dan efisien dalam pelaksanaannya. Hal ini dapat dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan di CV Banyu Biru. (Diatin dkk, 26) 3. Hipotesis 3 Hasil uji statistik dengan chi-square pada CT 9% menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara unsur pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai di puskesmas Bahu dengan signifikansi, (p value <,). Odds ratio yang didapat adalah,, artinya Puskesmas yang menerapkan unsur pendidikan dan pelatihan mempunyai kinerja pegawai, kali lebih baik daripada puskesmas yang tidak menerapkan unsur pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan hasil yang di dapat ini menyatakan bahwa unsur pendidikan dan pelatihan yang selama ini diterapkan di Puskesmas sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Melalui pendidikan dan pelatihan, pegawai memperoleh ilmu dan keahlian sesuai bidang mereka masing masing dan dapat dipraktekkan untuk meningkatkan produktifitas organisasi maupun perusahaan yang tentunya dipengaruhi oleh kinerja pegawai tersebut. Dapat disimpulkan bahwa program pendidikan dan pelatihan yang selama ini diterapkan oleh Puskesmas Bahu, baik itu internal untuk para pegawai maupun eksternal untuk masyarakat, telah memberikan dampak yang besar yaitu dengan meningkatnya kinerja pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan tersebut dan tentunya berpengaruh pada kinerja keseluruhan dari Puskesmas Bahu. Dalam organisasi yang menerapkan Total Quality Management (TQM), pendidikan dan pelatihan merupakan factor yang fundamental. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar. Dalam hal ini berlaku prinsip bahwa belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. Dengan belajar, setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya. (Tjiptono & Diana, 2) 7

KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan pada 4 responden yang ada di Puskesmas Bahu maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut:. Total Quality Management (TQM) unsur fokus pada pelanggan, kerjasama tim, dan pendidikan dan pelatihan telah diterapkan oleh Puskesmas Bahu. 2. Penerapan unsur fokus pada pelanggan dalam Total Quality Management (TQM) memiliki hubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu. 3. Penarapan unsur kerjasama tim dalam Total Quality Management (TQM) memiliki hubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu. 4. Penarapan unsur pendidikan dan pelatihan dalam Total Quality Management (TQM) memiliki hubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bahu. SARAN. Bagi instansi Puskesmas hendaknya meningkatkan kesadaran pegawai tentang penerapan Total Quality Management (TQM) dengan melaksanakan sosialisasi. 2. Bagi instansi Puskesmas diharapkan meningkatkan kembali sosialisasi visi, misi, serta tugas pokok dan fungsi pegawai di setiap bagian. 3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menambah variabel penelitian dari determinan Total Quality Managemnt (TQM) serta kinerja pegawai di Puskesmas Bahu guna pengembangan ilomu pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 29. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta Corbett and Rastrick. 2. Quality Performance and Organizational Culture. A New Zealand study, International Journal Of Quality & Reliability Management, Vol.7, No., pp. 4-26. Diatin, I, Farmayanti, N & Nita S 26, Kajian Penerapan Manajemen Mutu Terpadu di CV Banyu Biru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Buletin Ekonomi Perikanan, Vol. 6, no. 3. Gaspersz V. 2. Total Quality Management. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Umum. Ibrahim, Andi I. 2. Pengaruh Penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Pelayanan Rumah Sakit. Jurnal Ekonomi Bisnis. Thn., No.3. Kartono, Kartini. 992. Pemimpin dan Kepemimpinan. Bandung : Raja Grafindo Persada. Koentjoro T. 27. Regulasi Kesehatan di Indonesia. Yogyakarta : Andi. Krajewski, J. Lee and P. R. Larry. 26. Operations Management Strategy and Analysis, fifth edition. Addison : Wesley Publising Company Inc. Mangkunegara A.A. 2. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung : Refika Aditama. Mashun, Mohamad. 26. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta : BPFE UGM. Mathis, Robert L, dan John H.Jackson. 26. Human Resource Management. Jakarta : Penerbit Salemba Empat. Munizu, Musran. 2. Praktik Total Quality Management (TQM) dan pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol.2, No.2, 8-94. Nasir, ABD, Muhith, A & Ideputri, M, E 2, Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan: konsep pembuatan karya tulis dan thesis untuk mahasiswa kesehatan, Nuha Medika, Yogyakarta. 8

Nasution M.N. 2. Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta : Penerbit Ghalia Indonesia. Pawitra T. 993. Kepuaan Pelanggan Sebagai Keunggulan Daya Saing. Journal Of Marketing, Prasetya Mulya, Vol., No.. Suhartini, Dwi. 27. Pengaruh Penerapan Total Quality Management terhadap Kinerja Manajerial dan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderating pada PT.Pertamina (Persero) Surabaya. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, Vol.8, No.2. Sunyoto, Danang. 2. Analisis Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika. Tjiptono F, dan Anastasya Diana. 2. Total Quality Management Edisi Revisi. Yogyakarta : Andi. Tjiptono, Fandy. 28. Service Management, Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta : Andi. 9