GAYATRI DALAM SEJARAH SINGHASARI DAN MAJAPAHIT 1

dokumen-dokumen yang mirip
SINGHASARI (TUMAPEL)

SISTEM KETATANEGARAAN KERAJAAN MAJAPAHIT

KERAJAAN MAJAPAHIT: DINAMIKA DALAM SEJARAH NUSANTARA 1

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah Kertanegara.

I.PENDAHULUAN. Majapahit adalah salah satu kerajaandi Indonesia yangberdiri pada tahun 1293-

MAKALAH KERAJAAN SINGASARI Guru Pembimbing : Hj. Farida Machsus

5.1 Visualisasi Gajah Mada. Gambar 5.1 Visualisasi Gajah Mada

Sejarah Kerajaan Majapahit

PETA KONSEP KERAJAAN-KARAJAAN HINDU BUDDHA DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Suatu gejala positif yang seharusnya dilakukan oleh para sastrawan,

BAB 5 KESIMPULAN. Universitas Indonesia. Hubungan Malayu..., Daulat Fajar Yanuar, FIB UI, 2009

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN BALI DENGAN JAWA TIMUR ( SINGOSARI MAJAPAHIT )

BAB 1 PENDAHULUAN. hubungan perdagangan antara bangsa Indonesia dan India. Hubungan itu

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN PARADIGMA. historis berasal dari bahasa latin istoria yang memiliki arti kota istoria yaitu kota ilmu di

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 4. INDONESIA MASA HINDU BUDHALatihan Soal 4.4. Pasasti Yupa

Festival Trowulan Majapahit (FTM) 2014, Keselarasan Keberagaman Indonesia. Tarian Gayatri Rajapatni

SILABUS. I. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai perkembangan kebudayaan di nusantara pada periode Hindu-Budha.

Kerajaan-Kerajaan Hindu - Buddha di indonesia. Disusun Oleh Kelompok 10

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 5 KESIMPULAN PENELITIAN

KAJIAN STRUKTURAL DALAM SERAT PARARATON: KEN ANGROK

KERAJAAN HINDU-BUDHA DAN ISLAM DI INDONESIA BESERTA PENINGGALANNYA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

AWAL BERDIRINYA KERAJAAN

beragam adat budaya dan hukum adatnya. Suku-suku tersebut memiliki corak tersendiri

AVATARA, e-journal Pendidikan Sejarah Volume 4, No. 1, Maret 2016 PEMERINTAHAN WISNUWARDHANA DITINJAU DARI SEGI POLITIK DAN KEAGAMAAN ( )

BAB I PENDAHULUAN. Prabu Siliwangi adalah seorang sosok raja Sunda dengan pusat. pemerintahan berada pada Pakuan Pajajaran.

SUMPAH PALAPA SUMPAH SANG MAHA PATIH BERDARAH SUNDA

I. PENDAHULUAN. kerajaan Jawa dipegang oleh raja baru dari Kerajaan Majapahit. Majapahit merupakan

Kerajaan Tumapel yang berdiri megah dan agung,

BAB VII RAGAM SIMPUL

BAB I PENDAHULUAN. sastra sebagai milik bersama yang mencerminkan kedekatan antara karya sastra

INTERAKSI KEBUDAYAAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. suku bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pada masa lalu, wilayah nusantara merupakan jalur perdagangan asing

JURNAL PERAN MPU BHARADA DALAM BIDANG SOSIAL DAN POLITIK PADA MASA RAJA AIRLANGGA DI KERAJAAN KAHURIPAN

DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KABUPATEN MIMIKA TAHUN PELAJARAN 2008/2009. BAB 5 = Kerajaan dan Peninggalan Hindu, Budha, dan Islam

Kidung Sunda Pride, Sacrifice, Greed and Love

KIDUNG RANGGALAWE : PEMBERONTAKAN KEKUASAAN KIDUNG RANGGALAWE

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

SD kelas 4 - BAHASA INDONESIA BAB 1. INDAHNYA KEBERSAMAANLatihan Soal 1.7

MENGANGKAT NILAI-NILAI PLURALISME DALAM NEGARAKERTAGAMA DI SITUS TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB 2 DATA & ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam realitas kehidupan, perbedaan peran sosial laki-laki dan perempuan

Manfaat Mempelajari Sejarah

I. PENDAHULUAN. Islam datang selalu mendapat sambutan yang baik. Begitu juga dengan. kedatangan Islam di Indonesia khususnya di Samudera Pasai.

ANALISIS NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA.A. SARDJONO (KAJIAN RELATIVISME) Rahmat Kartolo 1. Abstrak

Sultan Abdurrahman adalah Raja Sumenep yang ke-32 yang memerintah dari tahun M. Sultan Abdurrahman ini adalah anak dari Panembahan

BAB I PENDAHULUAN. dengan Konfusianisme adalah konsep bakti terhadap orang tua.

SEJARAH SINGKAT KERAJAAN MAJAPAHIT

MATERI USBN SEJARAH INDONESIA. 6. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah dalam bahasa Indonesia merupakan peristiwa yang benar-benar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Verifikasi dan Validasi Cagar Budaya Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat

Pengaplikasian Pohon dalam Silsilah Keluarga

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 4. INDONESIA MASA HINDU BUDHALatihan Soal 4.3

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. kesusastraan Bali adalah salah satu bagian dari karya sastra yang terdapat di

KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN SMA ISLAM AL AZHAR BSD

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sastra adalah gejala budaya yang secara universal dapat dijumpai pada

BAB I PENDAHULUAN. bangsa Indonesia. Agama ini pernah berkembang pesat dan menjadi bagian

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Bab 1. Pendahuluan. lain. Keluarga adalah lingkungan interaksi manusia yang pertama. Keluarga

dia tak pernah melepas cadar yang menutupi wajah cantiknya.

BAB I PENDAHULUAN. dari kata majemuk bahasa Inggris folklore, yang terdiri atas kata folk dan lore.

Ekonomi dan Bisnis Akuntansi

BAB I. Pendahuluan. keberlangsungan kehidupan manusia tersebut. Berawal dari proses produksi serta

Ratu Ester yang Cantik

BAB I PENDAHULUAN. terjadi sebuah perubahan. Perlawanan budaya merupakan sebuah perjuangan

P E N E T A P A N Nomor : 0036/Pdt.P/2014/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

BAB 1 PENDAHULUAN. Pradopo (1988:45-58) memberi batasan, bahwa karya sastra yang bermutu

PANCASILA ERA PRA KEMERDEKAAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV PENUTUP. Rais sebagai figur pemimpin, politikus, akademisi, tokoh Muhammadiyah,

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

APAKAH ITU MAHRAM. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

NILAI BUDAYA DALAM NOVEL AJI SAKA KARYA WAWAN SUSETYA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. dimasa lampau itu dapat kita pelajari dari bukti-bukti yang ditinggalkan, baik yang berupa bukti

BAB 2 DATA DAN ANALISA

I. PENDAHULUAN. dikenal sebagai salah satu Kerajaan Maritim terbesar di Indonesia. Wilayah

Pendidikan Agama Islam

BAB I PENDAHULUAN. keberagaman suku, agama, ras, budaya dan bahasa daerah. Indonesia memiliki

MASUKNYA HINDU-BUDHA KE INDONESIA

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Ratu Ester yang Cantik

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM SLOGAN DI WILAYAH KOTA SURAKARTA SKRIPSI

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Dalam survey lapangan yang dilakukan di Museum Wayang Jakarta, dapat dilihat

Raja Salomo yang Bijaksana

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 1 x pertemuan (2 x 35 menit)

BAB II KERAJAAN KUTAI DI KALIMANTAN TIMUR. Indonesia, yang muncul pada abad ke-5 Masehi atau ± 400 Masehi. Kerajaan ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB II PEMBAHASAN. Kamajaya,Karkono,Kebudayaan jawa:perpaduannya dengan islam,ikapi,yogja,1995 2

BAB I PENDAHULUAN. 104).Secara historis keluarga terbentuk paling tidak dari satuan yang merupakan

Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan. Ratu Ester yang Cantik

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Transkripsi:

16 SEJARAH DAN BUDAYA, Tahun Ketujuh, Nomor 2, Desember 2013 GAYATRI DALAM SEJARAH SINGHASARI DAN MAJAPAHIT 1 Deny Yudo Wahyudi 1 Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang Abstrak: Gayatri is an important woman figure in history of Majapahit. As a main family member, she had central role, although her role is invisible. Her status as Rajapatni gave her a big power, so she ascended her husband s throne after her son in law, who has no son, died. Her Pendharmaan becomes an important source to be studied because of its vague of supporting data. Key Words: Gayatri, history, Singhasari, Majapahit Pergulatan menarik ditunjukkan Prof. Drake (mantan Diplomat Canada) ketika akan memilih tema tulisan sejarah sebagai kebiasaan beliau ketika bertugas di luar negeri. Pilihan terhadap sosok Gayatri sebagai bahan tulisan patut diacungi ibu jari karena beliau tidak tergoda untuk mengangkat nama-nama besar dalam sejarah Majapahit, semisal Prabu Wijaya, Hayam Wuruk, Patih Gajah Mada ataupun kalau tokoh wanita, Tribhuana dan Suhita yang lebih banyak perannya dalam sejarah kerajaan. Selanjutnya saya akan sedikit berdiskusi dengan tulisan Prof. Drake melalui tulisan sederhana, karena jika melakuklan kontra tulisan memerlukan waktu panjang untuk mempersiapkan suatu proses metode sejarah yang baik. Gayatri Sebuah Biografi yang Samar Alasan saya mengangkat sub judul ini karena sosok tokoh Gayatri ini dikenal namun tidak banyak sumber sejarah yang mencatat nama maupun aktifitasnya. Gayatri dikenal sebagai salah satu putri Kertanegara raja Singhasari terakhir. Tidak banyak sumber yang menceritakan tentang biografinya ketika menjadi putri Singhasari 2. Silsilah raja Singhasari dan Majapahit yang ternaung dalam pohon dinasti Girindra-rajasa wangsa dapat diperoleh melalui penuturan Nagara kartagama dan Prasasti Mula-Malurung (1255 M). Penemuan prasasti Mula-Malurung semakin memperjelas silsilah raja-raja Singhasari sebagai pendahulu raja-raja Majapahit. Sumber lain selama ini hanya Pararaton dan Nagarakartagama. Informasi yang diberikan oleh Mula-Malurung banyak yang memperkuat atau bahkan memperjelas kisah dalam Pararaton, karena tidak semua hal kisah dalam Pararton tergambarkan dengan jelas dan justru beberapa menimbulkan pertanyaan. Silsilah raja-raja Singhasari menunjukkan bahwa semua cabang dalam keluarga ini pernah memerintah 3 dalam tahta Singhasari. Hal yang menarik bahwa politik perkawinan selain sebagai upaya konsolidasi dan meredam suksesi juga dapat berakibat berlawanan, yaitu penuntutan hak atas tahta. Sebagai contoh adalah tokoh Jayakatwang raja bawahan di Kadiri, ia adalah keturunan dari raja-raja Kadiri dari ayahnya yaitu Sastrajaya, dari pihak ibunya dia adalah keturunan Singhasari, karena ibunya adalah saudara perempuan Wisnuwardhana, jadi masih sepupu dengan Kretanagara. Selain itu ia adalah ipar sekaligus besan Kretanegara karena istrinya adalah saudara Kretanegara dan anaknya adalah menantu Kretanegara. Sekarang yang menjadi pertanyaan siapakah calon yang dipersiapkan oleh Kertanegara sebagai penggantinya. Baik Pararaton, Nagarakrtagama maupun Prasasti Mula-Malurung tidak memperlihatkan hal tersebut. Jika Kretanegara tidak memiliki seorang putra mahkota maka putri-putri

Deny Yudo Wahyudi, Gayatri Dalam Sejarah Singhasari dan Majapahit 17 nyalah yang mewarisi tahta. Mungkin saja Wijaya yang keponakan Kertanegara dan mewarisi tahta dari jalur ayah dan kakeknya dianggap pantas menerima hak waris tersebut. Jika benar R. Wijaya awalnya hanya menikahi 2 putri Singhasari kemungkinan besar adalah si sulung Tribhuaneswari (yang mungkin mewarisi tahta) dan Gayatri (yang mungkin sudah diperistri dahulu jika mengingat ia yang diangkat sebagai Rajatpatni). Tetapi ini perlu penelaahan lebih lanjut. Gayatri seorang Rajapatni Gelar Rajapatni disematkan kepada Gayatri sungguh sebuah tanda tanya besar, seberapa penting kedudukannya dalam istana Majapahit. Rajapatni adalah gelar yang berarti istri utama raja, sekarang apa bedanya dengan prameswari yang disandang oleh Tribhuaneswari. Prameswari adalah kedudukan utama sebagai penghormatan istri utama yang tertua (usia) sedangkan Rajapatni justru mungkin sebagai bupati estri 4 yaitu pemimpin para wanita utama di istana Majapahit, dan mungkin juga adalah istri kesayangan raja, jika mengingat kemungkinan ia adalah istri awal raja. Tahta atas Majapahit jatuh pada tangan Jayanegara putra Wijaya dengan Tribhuneswari (hal ini diperkuat oleh prasasti Sukamerta dan Balawi), karena Jayanegara tidak mempunyai anak, maka tahta jatuh pada adik tirinya, yaitu Tribhuwanadewi putri Gayatri. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Gayatri yang memperoleh hak atas tahta karena ungkapan mangkamangalya atau memerintah atas namanya ketika Tribhuwanadewi naik tahta. Pendapat tersebut menerangkan bahwa Gayatri sebagai istri utama raja pendahulu berhak atas tahta namun karena sudah menjadi bhiksuni Buddhis maka menyerahkan tahtanya pada sang putri, sehingga ia memerintah atas nama ibunya. Setelah sang ibu wafat, maka Tribhuwanadewi menyerahkan tahta pada anaknya sang Hayam Wuruk pada tahun 1350. Dalam kasus Wijaya-Jayanegara, Boechari menentang pendapat tersebut karena tidak lazim tahta diberikan pada istrinya (Gayatri), biasanya jika seorang raja mangkat tanpa pengganti maka adiknyanyalah yang akan meneruskan tahtanya 5. Gayatri dan Masa Akhirnya Kehidupan dan peranan Gayatri dalam masa akhir hidupnya tidak banyak diberitakan baik oleh prasasti maupun naskah. Mungkin saja peranan beliau sangat besar seperti yang dicoba gambarkan Prof. Drake. Yang jelas ketika ia hidup, suaminya adalah raja Majapahit dan ia adalah Rajapatni, istri utama. Dari rahimnya lahir dua putri, Tribhuwanadewi yang menjadi raja dan adiknya Rajadewi Maharajasa, keduanya menurunkan raja-raja Majapahit dan mungkin orang-orang terkemuka nusantara hingga sekarang. Tribhuwana dan adiknya serta cucu-cucunya, seperti Hayam Wuruk, Rajaduhitecwari (adik Hayam Wuruk), Paduka Sori (istri Hayam Wuruk, putri Rajadewi) serta adiknya Rajaduhintendudewi berada dalam asuhannya, mungkin juga Gajahmada muda 6, sebagaimana halnya yang coba direkonstruksi oleh Prof. Drake dalam buku Gayatri. Setelah meninggal diberitakan bahwa Gayatri dibuatkan arca Prajnaparamita di Prajnaparamitapuri dan didharmakan di Bhayalangu. Apakah Prajnaparamitapuri sama dengan Bhayalangu perlu pemikiran lebih lanjut 7, karena kita perlu cermat membaca mwan taiki ri bhayalangӧ ngwanira san sri rajapatnin dinarma Kata mwan taiki yang diartikan kemudian lagi sekarang apakah tidak menunjukkan bahwa selain Prajnaparamitapuri ada juga Bhayalangu sebagai tempat pendharmaan Gayatri setelah beliau mangkat dan dilakukan upacara sraddha sebagai peringatan kematiannya. Mengenai arca Prajnaparamita, Munandar (2003) mengasumsikan dengan

18 SEJARAH DAN BUDAYA, Tahun Ketujuh, Nomor 2, Desember 2013 bagus bahwa arca Prajnaparamita yang berasal dari kompleks Candi Singosari justru pas jika diidentikkan dengan sosok Gayatri. Sedangkan Sidomulyo meragukan dan hampir pasti menolak menyamakan sudharma haji Bhayalango dengan Candi Bhayalango di Tulungagung karena berdasarkan letak kedudukan Bhayalango dalam rute perjalanan Hayam Wuruk yang dikisahkan pada Nagarakretagama justru harus dicari di antara Bangil dan Pasuruan. Penulisan Sejarah Majapahit Sebagai penutup maka mungkin buku ini pas jika diletakkan sebagai novel sejarah, karena untuk menjadi rujukan ilmiah perlu kajian-kajian sumber sejarah yang lebih kuat dan detail. Namun usaha Prof. Drake mengangkat biografi Gayatri patut kita berikan apresiasi sebagai usaha keras beliau mengenai sosok besar yang agak terlupakan namun berjasa pada kebesaran Majapahit sebagai sebuah kerajaan besar 8. Kedudukan utama dalam penulisan sejarah (kuno utamanya) menempatkan informasi dari prasasti sebagai sumber data primer, baru kemudian naskah dan sumbersumber lain semacam novel sejarah seperti buku ini. Sumber data tertulis mengenai Majapahit sangat berlimpah baik prasasti, kronik atau berita asing, catatan perjalanan, naskah baik sejaman maupun tidak serta sumber data folklore. Perlakuan terhadap jenis-jenis sumber data ini sangat berbeda sesuai dengan tahapan verifikasi dalam metode sejarah. Mudah-mudahan tulisan Prof. Drake ini mengisi beberapa kekosongan sumber sejarah mengenai Majapahit, dan menginspirasi banyak orang khususnya Indonesia untuk peduli dan menambah khasanah tersebut. Sukses untuk Prof. Drake. Catatan: 1 Judul ini diolah dari makalah yang berjudul Sosok Gayatri dalam Sejarah sebagai pembahasan terhadap buku Prof. Earl Drake, Gayatri Rajapatni: Perempuan di balik kejayaan Majapahit dalam acara Diskusi publik yang diselenggarakan oleh BEM FIS UM pada tanggal 2 April 2012. Drake, E. (2012) Gayatri Rajapatni: Perempuan di balik Kejayaan Majapahit. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 2 Putri Kertanegara yang dikenal menjadi istri dari penguasa pertama Majapahit ada 4 orang, yaitu Sri Parameswari Tribuaneswari, Sri Mahadewi Narendraduhita, Sri Jayendradewi Prajnaparamita, dan Sri Rajendradewi Gayatri. Ada perbedaan menarik mengenai istri Wijaya. Pararaton dan Kidung mengisahkan hanya 2 putri saja yang menjadi istrinya sedangkan Prasasti Sukamrta (1296 M), Prasasti Balawi (1305 M), dan Nagarakretagama menyebutkan 4 istri Wijaya adalah putri Kertanegara Djafar, H. (2009) Masa Akhir Majapahit: Girindrawarddhana dan Masalahnya. Jakarta: Komunitas Bambu., Soemadio, B. Ed. (1993) Jaman Kuno (awal M-1500 M), Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka., dan Munoz, P.M. (2009) Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia: Perkembangan Sejarah dan Budaya Asia Tenggara (Jaman Prasejarah-Abad XVI). Yogyakarta: Mitra Abadi. Tentang istri Ardharaja yang kemungkinan juga diperistri oleh Wijaya bisa saja terjadi mengingat kebiasaan memboyong tawanan perang, dan mungkin ia adalah salah satu dari keempat putri tersebut (Soemadio 2009). 3 Ada 3 pohon yang pernah memerintah, yaitu pohon Ken Dedes-Tunggul Ametung diwakili oleh Anusapati, Wisnuwardhana, dan Kretanegara. Pohon Ken Dedes-Ken Angrok diwakili oleh Nararrya Mahisa Wonga Teleng, Nararrya Ghuning Bhaya, dan Nararrya Waning-Hyun. Sedangkan dari cabang silsilah Ken Angrok-Ken Umang naik tahtalah Nararrya Tohjaya Sidomulyo, H. (2007) Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapanca. Jakarta: Penerbit WWS.

Deny Yudo Wahyudi, Gayatri Dalam Sejarah Singhasari dan Majapahit 19 4 Model bupati estri ini masih nampak pada keraton-keraton di Jawa hingga sekarang, jabatan ini menempatkan yang bersangkutan semacam patih yang mengurus semua urusan dalam istana. Kedudukannya sangat terhormat, kuat dan menentukan. 5 Istilah mangkamangalya ini juga ditemukan dalam masa jabatan Kretanegara maupun Hayam Wuruk sehingga Boechari berpendapat bahwa itu bukan tidak cocok untuk menyatakan dia hanya menggantikan atas nama. Namun mengenai mengapa Tribhuwana tidak meneruskan tahta setelah kematian ibunya Boecahari masih belum menemukan jawaban yang tepat (Soemadio 1993). 7 Baca tulisan Prof. Agus Aris Munandar tentang Gajahmada yang mencoba merekonstruksi silsilahnya. Ia berpendapat kedudukan Gajah Mada yang tinggi pasti didukung posisinya yang mungkin juga keluarga Singhasari. Munandar, A.A. (2011) Gajahmada: Sebuah Biografi Politik. Jakarta: Komunitas Bambu. 8 Baca uraian Munandar, A.A. (2003) Aksamala: Untaian Persembahan untuk Ibunda Prof. Dr. Edi Sedyawati. Jakarta: Akademia, dan Rahardjo, S. (2002) Peradaban Jawa: Dinamika Pranata Politik, Agama, dan Ekonomi Jawa Kuno. Jakarta: Komunitas Bambu, mengenai hal tersebut. 9 Kebesaran Majapahit tergambarkan juga pada berita-berita di kerajaan lain baik Asia Tenggara maupun Cina, India dan belahan lain sebagaimana halnya dikemukakan Coedes, G (2010). Asia Tenggara masa Hindu-Buddha. Jakarta: KPG. DAFTAR RUJUKAN Coedes, G. 2010. Asia Tenggara masa Hindu-Buddha. Jakarta: KPG. Djafar, H. 2009. Masa Akhir Majapahit: Girindrawarddhana dan Masalahnya. Jakarta: Komunitas Bambu. Drake, E. 2012. Gayatri Rajapatni: Perempuan di balik Kejayaan Majapahit. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Munandar, A.A. 2003. Aksamala: Untaian Persembahan untuk Ibunda Prof. Dr. Edi Sedyawati. Jakarta: Akademia. Munandar, A.A. 2011. Gajahmada: Sebuah Biografi Politik. Jakarta: Komunitas Bambu. Munoz, P.M. 2009. Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan indonesia dan Semenanjung Malaysia: Perkembangan Sejarah dan Budaya Asia Tenggara (Jaman Prasejarah-Abad XVI). Yogyakarta: Mitra Abadi. Rahardjo, S. 2002. Peradaban Jawa: Dinamika Pranata Politik, Agama, dan Ekonomi Jawa Kuno. Jakarta: Komunitas Bambu, mengenai hal tersebut. Sidomulyo, H. 2007. Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapanca. Jakarta: Penerbit WWS. Soemadio, B. Ed. 1993. Jaman Kuno (awal M-1500 M), Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

20 SEJARAH DAN BUDAYA, Tahun Ketujuh, Nomor 2, Desember 2013 1 Judul ini diolah dari makalah yang berjudul Sosok Gayatri dalam Sejarah sebagai pembahasan terhadap buku Prof. Earl Drake, Gayatri Rajapatni: Perempuan di balik kejayaan Majapahit dalam acara Diskusi publik yang diselenggarakan oleh BEM FIS UM pada tanggal 2 April 2012. Drake, E. (2012) Gayatri Rajapatni: Perempuan di balik Kejayaan Majapahit. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 2 Putri Kertanegara yang dikenal menjadi istri dari penguasa pertama Majapahit ada 4 orang, yaitu Sri Parameswari Tribuaneswari, Sri Mahadewi Narendraduhita, Sri Jayendradewi Prajnaparamita, dan Sri Rajendradewi Gayatri. Ada perbedaan menarik mengenai istri Wijaya. Pararaton dan Kidung mengisahkan hanya 2 putri saja yang menjadi istrinya sedangkan Prasasti Sukamrta (1296 M), Prasasti Balawi (1305 M), dan Nagarakretagama menyebutkan 4 istri Wijaya adalah putri Kertanegara Djafar, H. (2009) Masa Akhir Majapahit: Girindrawarddhana dan Masalahnya. Jakarta: Komunitas Bambu., Soemadio, B. Ed. (1993) Jaman Kuno (awal M-1500 M), Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka., dan Munoz, P.M. (2009) Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia: Perkembangan Sejarah dan Budaya Asia Tenggara (Jaman Prasejarah-Abad XVI). Yogyakarta: Mitra Abadi. Tentang istri Ardharaja yang kemungkinan juga diperistri oleh Wijaya bisa saja terjadi mengingat kebiasaan memboyong tawanan perang, dan mungkin ia adalah salah satu dari keempat putri tersebut (Soemadio 2009). 3 Ada 3 pohon yang pernah memerintah, yaitu pohon Ken Dedes-Tunggul Ametung diwakili oleh Anusapati, Wisnuwardhana, dan Kretanegara. Pohon Ken Dedes-Ken Angrok diwakili oleh Nararrya Mahisa Wonga Teleng, Nararrya Ghuning Bhaya, dan Nararrya Waning-Hyun. Sedangkan dari cabang silsilah Ken Angrok-Ken Umang naik tahtalah Nararrya Tohjaya Sidomulyo, H. (2007) Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapanca. Jakarta: Penerbit WWS. 4 Model bupati estri ini masih nampak pada keraton-keraton di Jawa hingga sekarang, jabatan ini menempatkan yang bersangkutan semacam patih yang mengurus semua urusan dalam istana. Kedudukannya sangat terhormat, kuat dan menentukan. 5 Istilah mangkamangalya ini juga ditemukan dalam masa jabatan Kretanegara maupun Hayam Wuruk sehingga Boechari berpendapat bahwa itu bukan tidak cocok untuk menyatakan dia hanya menggantikan atas nama. Namun mengenai mengapa Tribhuwana tidak meneruskan

Deny Yudo Wahyudi, Gayatri Dalam Sejarah Singhasari dan Majapahit 21 tahta setelah kematian ibunya Boecahari masih belum menemukan jawaban yang tepat (Soemadio 1993). 6 Baca tulisan Prof. Agus Aris Munandar tentang Gajahmada yang mencoba merekonstruksi silsilahnya. Ia berpendapat kedudukan Gajah Mada yang tinggi pasti didukung posisinya yang mungkin juga keluarga Singhasari. Munandar, A.A. (2011) Gajahmada: Sebuah Biografi Politik. Jakarta: Komunitas Bambu. 7 Baca uraian Munandar, A.A. (2003) Aksamala: Untaian Persembahan untuk Ibunda Prof. Dr. Edi Sedyawati. Jakarta: Akademia, dan Rahardjo, S. (2002) Peradaban Jawa: Dinamika Pranata Politik, Agama, dan Ekonomi Jawa Kuno. Jakarta: Komunitas Bambu, mengenai hal tersebut. 8 Kebesaran Majapahit tergambarkan juga pada berita-berita di kerajaan lain baik Asia Tenggara maupun Cina, India dan belahan lain sebagaimana halnya dikemukakan Coedes, G (2010). Asia Tenggara masa Hindu-Buddha. Jakarta: KPG.