LOGIKA DAN ARGUMENTASI

dokumen-dokumen yang mirip
K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

DASAR-DASAR LOGIKA. Katakan Maksud Anda (1) Sujanti, M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi Hubungan Masyarakat

KERANCUAN ATAU FALLACY

2/24/2011

By Desayu Eka Surya, S.Sos.,M.Si

Nama Mata Kuliah. Logika materila. Masyhar, MA. Fakultas Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi Program Studi.

Mengapa Penting Tahu Kekeliruan Berpikir?

II. POLA PIKIR PENELITIAN ILMIAH. Oleh Bambang Juanda

Organisasi dan Kode Etik Profesi

Beberapa Kesesatan dalam Penalaran. Dahrul Syah

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN. Program Studi : Pendidikan Agama Kristen

PENALARAN HUKUM Oleh Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, Mhum Lego Karjoko, SH, MH

PENERAPAN DISIPLIN PNS

SIL/PKP241/01 Revisi : 00 Hal. 1 dari 5 Gasal Judul praktek: - Jam: SILABUS. Menjelaskan epistemologi sebagai bagian dari cabangcabang

PENGERTIAN PERIKATAN HUKUM PERIKATAN PADA UMUMNYA. Unsur-unsur Perikatan 3/15/2014. Pengertian perikatan tidak dapat ditemukan dalam Buku III BW.

METODOLOGI PENELITIAN DAN ETIKA PENELITIAN. Fakultas Teknik Elektro 1

KEBIJAKAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN ISU KEBEBASAN BERAGAMA

HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA (PTUN)

KONSEP SISTEM DAN PENGELOLAAN INTEGRASI

Falsafah PANTUN FILSAFAT ADA ORANG YANG TAHU DI TAHUNYA ADA ORANG YANG TAHU DI

PP 53 TAHUN 2010 OLEH SUWANTA, SH. Oleh : BADAN PERTIMBANGAN KEPEGAWAIAN

UNSUR-UNSUR S TANGGUNG GJAWAB A KOMANDAN

UNSUR-UNSUR TANGGUNG JAWAB KOMANDAN. Rudi M. Rizki, S.H., LL.M

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik?

Aktivitas Perlindungan Saksi Dan Korban Dalam Lingkup Kerja Lpsk. Disusun Oleh: Kombes Pol (Purn). basuki Haryono, S.H., M.H.

Ruang Lingkup dan Proses Pembelajaran IPS

MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Ciri Keilmuan Biologi Syarat dapat dikatakan sebagai ilmu : 1. Obyek dan persoalannya jelas 2. Ada prosedur dan metode ilmiah yg digunakan 3.

Dasar Logika Matematika

POKOK-POKOK PERATURAN PEMERINTAH TENTANG DISIPLIN PNS

Sebagai pengalaman baru

RELEVANSI FILSAFAT MANUSIA DALAM KEHIDUPAN. Oleh Dr. Raja Oloan Tumanggor

BAB I PENDAHULUAN. A. Pengertian Logika. B. Tujuan Penulisan

Pertemuan ke-3-4 ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

UPAH DAN JAMINAN SOSIAL

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

IL I MU A LAMIA I H H DA D SA S R Dewi Yuanita

Kontrak = perjanjian, kemudian dalam perkembangannya kontrak merupakan perjanjian tertulis (menurut prof. Subekti). Kontrak dalam bahasa Inggris

c. Politik Hukum Materiil 2/28/2013 2:03 PM

Ilmu Alamiah Dasar. Oleh : Dini Rohmawati

TUGAS REVIEW Membuka Tabir Kegelapan dengan Filsafat Ilmu

MENENTUKAN STRATEGI PRODUK BY : DIANA MA RIFAH

PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif.

MASALAH PARTISIPASI. Masalah pembentukan partisipasi menurut Jochen Ropke adalah : 1. Konflik kepentingan / Perbedaan keinginan (Conflict of interest)

PROSES ASEMEN PSIKOLOGIS DAN INTERPRETASI PSIKOLOGI. Kuliah 3 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN OLEH: YATI SITI MULYATI

PENELITIAN HUKUM Oleh: Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, MHum Prasetyo Hadi Purwandoko, SH, MS

ILMU ALAMIAH DASAR. Pendekatan Ilmiah Dini Rohmawati

PANCASILA PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Sistem Informasi.

(Izin Perkawinan dan Perceraian)

Suatu pernyataan akan memiliki bentuk susunan minimal terdiri dari subjek diikuti predikat, baru kemudian dapat diikuti objeknya.

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

DASAR HUKUM Pasal 86 ayat (1) s.d. (3) Undang-Undang No. 5 Ta T hun 2014 w jib mem e a m tuhi dis di ipli pl n PNS

MODUL PERKULIAHAN DASAR-DASAR LOGIKA. Modul ini berisi langkahlangkah. memahami prinsip-prinsip logis dalam bernalar.

Bahasa dan Logika Ilmiah

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

METODE, PROSES, SIKAP DAN IMPLIKASI ILMIAH. Topik ke-3

1. Pengertian Tahapan, Prosedur dan Teknik Audit

FILSAFAT ILMU & LOGIKA. Oleh : dr. Nur Indarawati Lipoeto

ASPEK HUKUM DALAM BISNIS

BAB XIII GEREJA DI ANTARA PLURALITAS

MK Etika Profesi. Pertemuan 10 Analisa Isu Etika. Diadopt dari materi Heru Priyanto, S.T.,MBA

Model-model Kebijakan Publik

BAKAT & INTELEGENSI. Cattel m coba menemukan perbedaan2 individu dlm hal: - ketajaman sensoris (indra) - kekuatan otot 10 aspek - kemampuan mental

Berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Rusman R. Manik swamandiri.wordpress.

ETIKA BAGI PENGEVALUASI AMDAL HADI S. FAKULTAS KEHUTANAN IPB

OLEH : MAWADDAH NASUTION. M.PSI, psikolog

Kewarganegaraan. Pengembangan dan Pemeliharaan sikap dan nilai-nilai kewarganegaraan. Uly Amrina ST, MM. Kode : Semester 1 2 SKS.

ARGUMEN (ARGUMENT) Drs. C. Jacob, M.Pd LOGIKA BERUSAHA UTK MEMBEDAKAN ARGUMEN VALID (CORRECT) & INVALID (INCORRECT)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hukum berkembang mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan

KAJIAN ILMIAH TERHADAP PANCASILA

Batasan dan Ruang Lingkup Kebijakan Publik

Ilmu Penalaran atau Logika

HAMBATAN INTERAKSI DAN KOMUNIKASI

SISTEM PENILAIAN KINERJA ANGGOTA POLRI PEMBEKALAN KEPADA PESERTA SOSIALISASI DAN PELATIHAN SMK ONLINE

CUTI PNS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. ( PP Nomor 24 Tahun 1976 ) Direktorat Peraturan Perundang-undangan

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

PENALARAN HUKUM: Antara Nalar Deduktif dan Nalar Induktif

PERLENGKAPAN LOGIKA BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1

METODE ILMIAH. Isti Yunita, M. Sc FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015

IV. TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Oleh Bambang Juanda

PERTEMUAN III PENGERTIAN, KATA, DAN TERM

Pemutusan Hubungan Kerja -Merupakan bagian dari pengelolaan karir -Pengalaman suka-duka puncak karir, waktu untuk beristirahat; trauma karena perubaha

SOCIAL COMPARISON. TEORI PERBANDINGAN SOSIAL Festinger (1950, 1954): Proses saling mempengaruhi dan perilaku

KEWARGANEGARAAN IDENTITAS NASIONAL

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI

ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU

UNSUR-UNSUR KEJAHATAN GENOSIDA

Kemampuan Komunikasi. Pengenalan Komunikasi. Arif Basofi Program Studi Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

PELANGGARAN DAN TINGKAT HUKUMAN DISIPLIN

BAB II. Paradigma Sosiologi dan Posisi Teori Konflik

Pernyataan Pers MAHKAMAH AGUNG HARUS PERIKSA HAKIM CEPI

Disarikan dari Ashur, dan Berbagai Sumber Yang Relevan

JURNAL PENALARAN ARGUMENTASI DALAM WACANA TULIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 KEDIRI

H M ISTAR A R RI R TON O G N A G, A

BAHAN SOSIALISASI KEBIJAKAN ADMINDUK

HUKUM PERJANJIAN & PERIKATAN HUBUNGAN BISNIS ANDRI HELMI M, SE., MM.

Transkripsi:

Filsafat Ilmu: LOGIKA DAN ARGUMENTASI Oleh: M. Guntur Hamzah Universitas Hasanuddin Fakultas Hukum 1

Sesat Pikir (Fallacy) Fallacy adalah proses penalaran atau argumentasi yg sebenarnya tidak logis, salah arah, dan menyesatkan. Fallacy adalah suatu gejala berpikir yg salah yg disebabkan oleh pemaksaan prinsip-prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya. 2

Fallacy Sebuah kesimpulan harus ditunjang argumentasi yg benar dan sesuai nalar. Dengan demikian, argumentasi yg dibuat adalah untuk membuktikan bhw kesimpulan yg diperoleh dlm menalar adalah benar. 3

Kegagalan Argumentasi Ada 2 Faktor Kegagalan Argumentasi: 1. Argumentasi tsb memuat premis yg terbentuk dari proposisi yg keliru. Artinya, Jika sebuah argumen memuat satu premis yg keliru, maka argumen tsb akan gagal dlm menetapkan kebenaran kesimpulan. 2. Argumentasi memuat premis-premis yg tidak berhubungan dgn kesimpulan yg akan dicari. Artinya, sebuah argumen yg premis-premisnya tidak berhubungan dgn kesimpulannya merupakan argumen yg sesat. 4

Premis Keliru Contoh I: Premis 1: ABRI harus menjalankan dwifungsi sipil-militer. Premis 2: Tentara bayaran tidak memperhatikan fungsi sipil. Kesimpulan: Jadi, ABRI tanpa dwifungsi akan sama dengan tentara bayaran. Contoh II: Premis 1: PP dibuat untuk menjalankan UU Premis 2: UU No. 2 Thn 2002 ttg Kepolisian belum ada PP-nya. Kesimpulan: UU No. 2 Thn 2002 ttg Kepolisian belum dpt dilaksanakan. 5

Premis Tidak Berhubungan Contoh I: Premis 1: Sifat Tuhan adalah kekal abadi. Premis 2: Pancasila memuat nilai-nilai yg kekal abadi. Kesimpulan: Tuhan dan pancasila identik. Contoh II: Premis 1: Hukum itu keras krn demikian bunyinya Premis 2: Meja ini keras Kesimpulan: Meja ini sama dengan hukum 6

Ada 2 Macam Argumen Salah Kekeliruan Relevansi: Argumen yg sebenarnya keliru namun tetap diterima umum krn banyak org yg memakai, atau premisnya tidak memiliki relevansi dgn kesimpulan yg hendak dicapai. Contoh: - Duduk di atas bantal bisa menimbulkan bisul - Banyak makan ikan bisa menimbulkan cacingan Ambiguitas Penalaran/Argumentasi: Argumen keliru krn kesalahan dlm penalaran yg disebabkan oleh kecerobohan atau kekurang perhatian terhadap pokok persolan. Contoh: term salah prosedur sbg dalih utk menghindari kritik masyarakat. 7

Macam-macam Kesalahan Argumentasi Argumentum ad Baculum Argumentum ad Hominem 1 Argumentum ad Hominem 2 Argumentum ad Ignorantiam Argumentum ad Misericordiam Argumentum ad Populum Argumentum ad Verecundiam Accident Converse Accident False Cause Petitio Principii Complex question Ignoratio Elenchi 8

Argumentum ad Baculum Pembenaran argumentasi atas dasar kekuasaan. Argumentasi diajukan disertai dgn pengaruh/ justifikasi kekuasaan. Contoh: Kenaikan harga BBM dgn alasan mengurangi subsidi. Memaksakan pembenaran sebuah kesimpulan dgn intimidasi. Contoh: Saksi menandatangani BAP setelah diintimidasi. 9

Argumentum ad Hominem (I) Argumentasi yg diarahkan utk menyerang orang tertentu secara langsung: Penerapan argumen ini dpt menimbulkan tindakan pelecehan, perusakan nama baik, dll. Mis, promosi jabatan berdasarkan suku, ras, agama, gender, atau kelainan fisik. Apriori, Like and dislike, antipati terhadap subyek tertentu. Mis, mahasiswa tdk lulus krn kritis dlm kelas. Pegawai tidak naik pangkat krn vokal. 10

Argumentum ad Hominem (II) Argumentasi ini menitikberatkan pada hubungan yg ada diantara keyakinan seseorang dgn lingkungan hidupnya. Memberikan kpd dua kelompok berbeda yg besar kemungkinan tidak ada titik temunya. Contoh: pro-kontra UU Pornografi. Mengutamakan kepentingan pribadi, golongan, korps atas nama kepentingan rakyat. Contoh: Memperjuangkan kenaikan gaji DPR dgn alasan pekerjaan semakin berat. 11

Argumentum ad Ignorantiam Argumentasi yg bertolak dari anggapan yg tidak mudah dibuktikan kesalahannya atau bahkan juga tdk dpt dgn mudah dibuktikan kebenarannya. Sesat pikir semacam ini dpt muncul/terjadi krn alasan-alasan fenomena psikis seseorang, telepati, pendapat paranormal, dll. Contoh: orang mabuk dipaksa mengaku utk perbuatan yg tdk dilakukan, kwitansi fiktif, daftar hadir fiktif, dll. 12

Argumentum ad Misericordiam Argumentasi yg didasarkan pada perasaan belas kasihan dan bukan fakta atau kondisi obyektif, shg org mau menerima atau membenarkan kesimpulan yg diperoleh dari argumentum tsb. Contoh: Mahasiswa yg ujian beberapa kali namun hasilnya tetap tidak lulus, maka akhirnya diluluskan saja. 13

Argumentum ad Populum Argumentasi yg keliru, namun kekeliruan itu diterima umum/salah kaprah. Contoh: setiap ada kerusuhan selalu ada yg menunggangi. Contoh: Setiap Ranperda harus ada studi bandingnya. Kesimpulan yg datanya tidak ada atau tidak lengkap. Contoh: penarikan kesimpulan secara prematur. 14

Argumentum ad Verecundiam Argumentasi yg dikemukakan oleh para ahli/ pakar yg diterima/ditelan secara bulat tanpa ada keinginan utk mengkritisi (taqlid buta). Contoh: Kesaksian seorang saksi ahli yg digunakan utk membebaskan/meringankan terdakwa dlm kasus korupsi padahal masyarakat tahu bhw ybs memang benar-benar korup. 15

Accident Perkara yg sifatnya insidentil yg terjadi secara kebetulan, tapi kemudian dijadikan acuan dan dianggap berlaku umum (preseden buruk) Contoh: tidak mengembalikan kendaraan dinas yg pejabatnya telah berakhir masa jabatannya. 16

Converse Accident Kecenderungan utk memusatkan perhatian pada satu hal/kasus tertentu yg mungkin sudah dianggap populer. Contoh: berperilaku bersih ditengah lingkungan yg koruptif. 17

False Cause Keliru dalam menyimpulkan sebab dari suatu peristiwa: Non Cause Pro Causa: kesalahan tsb bukan sebab yg sebenarnya bagi dampak suatu peristiwa. Contoh: alasan AS menyerang Irak krn irak membangun SPM, tapi yg sebenarnya hendak menjatuhkan rezim Saddam Hoessein yg tdk mau kompromi soal minyak Irak. 18

False Cause Keliru dalam menyimpulkan sebab dari suatu peristiwa: Post Hoc Ergo Propter Hoc: kesalahan krn menyamakan kasus yg mendahuluinya, padahal tidak demikian faktanya. Contoh: Konflik Poso II, bukan disebabkan oleh alasan SARA, tetapi krn kepentingan elit politik lokal dlm rangka Pilkada, label halal, label ISO, dll. 19

Petitio Principii Kelkiru krn pendapat umum yg dijadikan proposisi tidak dipahami filosofinya. Contoh: kebebasan berpendapat sbg bagian perlindungan HAM. Akan tetapi, tidak berarti org dpt memfitnah orang lain tanpa bukti-bukti. Buruh berhak mogok kerja, tetapi tidak berarti buruh dpt bolos kerja seenaknya. 20

Complex Question Keliru krn jawaban yg diperoleh belum mendapatkan jawaban yg utuh dan lengkap. Contoh: menjawab sebelum soal selesai dibacakan. 21

Ignoratio Elenchi Keliru krn kesimpulan yg tidak relevan atau kekeliruan dlm menarik kesimpulan krn kesimpulan khusus diarahkan utk menjelaskan kesimpulan lain, justru berbeda dgn yg dimaksudkan. Contoh: Mempersoalkan ketentuan umum padahal telah ada ketentuan khusus. 22

Ambiguitas Argumentasi Ekuivokasi Amphiboly Accent Komposisi Pembagian 23

Ekuivokasi Sesat pikir krn orang yg mempergunakan kata-kata yg memiliki sifat ekuivok yaitu sama bunyinya tapi berbeda artinya. Contoh: kata bisa, genting. Contoh: salah kira akan subyek. 24

Accent Sesat pikir krn pernyataan mengandung sifat menipu pembaca/pendengar (sensasi) krn perubahan tekanan makna Contoh: iklan beli satu rumah dpt semua. Contoh: dgn membayar Rp1jt anda langsung bawa pulang mobil baru. 25

Komposisi Keliru krn komposisi tata bahasa sebuah pernyataan dpt membuat org keliru dlm berargumentasi. Penalaran dpt keliru krn atribut atau keterangan dari bagian-bagian argumen sbg keterangan pernyataan secara keseluruhan Contoh: petunjuk sesepuh masyarakat utk melakukan kegiatan. Namun tidak berarti bhw setiap kegiatan hrs mendapat petunjuk dari sesepuh masyarakat tsb. 26

Komposisi Keliru krn komposisi tata bahasa sebuah pernyataan dpt membuat org keliru dlm berargumentasi. Penalaran dpt keliru krn atribut atau keterangan bagianbagian tertentu dari sebuah argumen dianggap identik dgn atribut pada bagian-bagian lain (menggeneralisir). Contoh: mobil bus memerlukan bbm lebih banyak dari mobil pribadi, maka disimpulkan bhw bus lebih banyak dari mobil lainnya. Contoh: ada oknum polisi menerima suap, maka disimpulkan bhw semua polisi menerima suap? 27

Pembagian Apa yg benar secara keseluruhan, pasti benar utk bagian-bagiannya. Contoh: Si A pejabat diberikan fasilitas dinas, tidak berarti bhw seluruh keluarga juga mendapat fasilitas dinas. Apa yg benar sebagian, dianggap benar pula utk bagian-bagian lainnya. Contoh: semua binatang buas adalah pemakan daging. Beruang panda adalah binatang buas. Jadi, beruang panda adalah pemakan daging. 28

Amphiboly Sesat pikir krn argumentasinya merupakan premis-premis yg memiliki konstruksi gramatikal yg ambigu atau batasan maknanya tidak jelas. Dari satu sisi mungkin benar tapi dari sisi lain tidak benar. Contoh: Akhir sebuah benda adalah kesempurnaan. Maut adalah akhir dari kehidupan. Jadi, maut adalah kesempurnaan kehidupan. 29

Menghindari Sesat Pikir Jeli dan cermat (kritis) terhadap setiap argumentasi Memanfaatkan keluwesan dan anekaragam penggunaan bahasa Mengemukakan kata atau kalimat yg tegas dan jelas (mendefinisikan setiap kata atau istilah yg digunakan). 31

TERIMA KASIH M. Guntur Hamzah guntur@royal.net 32