MARKET STRUCTURE AND RICING RACTICES DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE., MM 1 ASAR ERSAINGAN SEMURNA Sifat-sifat : 1. Komoditas homogen 2. Jumlah penjual dan pembeli banyak 3. erusahaan adalah penerima harga 4. enjual atau pembeli bebas untuk melakukan atau tidak melakukan jual beli pada pasar yang ada. 5. Adanya informasi yang sempurna yang dimiliki penjual dan pembeli. 6. Bebas keluar masuk pasar. 2
S * d D * Syarat keseimbangan pasar persaingan sempurna = AR=MR=D=MC 3 TR MR AR =. = = TR TR s a t u a n u a n g 14 12 1 8 6 4 2 TR TC -2 2 4 6 8 1 12-4 kuantitas 4
LABA MC AC AVC * AR=MR= AFC * 5 LMC SMC SAC LAC * AR=MR= * 6
ASAR ERSAINGAN MONOOLI DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE.MM 7 Ciri-ciri Monopoli : 1. Terdiri dari satu perusahaan. 2. Tidak mempunyai komoditas pengganti yang mirip 3. Susah masuk ke pasar karena ada hambatan yang bersifat legal, undang-undang, teknologi, keuangan. 4. Satu-satunya perusahaan di pasar yang menentukan harga. 8
Faktor yang menimbulkan monopoli : 1. Sumberdaya yang unik. 2. Skala ekonomi, 3. Monopoli karena peraturan pemerintah. 4. aten dan hak cipta. 5. Hak usaha eklusif. 9 TC TR MC D=AR MR * 1
Kurva ermintaan dan Kekuatan Monopoli: 1. Elastisitas permintaan: ukuran menentukan ekspansi pembelian konsumen 2. Elastisitas supply perusahaan lain yang menentukan ukuran pengurangan output dengan komoditas yang sama. Indeks Lerner : IL = - MC = 1 η 11 MC AC * LABA D * MR 12
MC AC * D * MR 13 MC 1 2 D 1 MR 2 MR 1 D 2 14
MC AC * RUGI D * MR 15 Efek Efisiensi Kegiatan Monopoli Monopoli rofit A B Welfare cost F C G LS=AC=MC E D MR M 1 M 16
S=ΣMC S MC m ΣAC m S S D S S m S MR S D m = D 3 asar ersaingan Sempurna asar ersaingan Monopoli 17 S=ΣMC S MC 1 MC 2 m S n S D D S MR m S m S n asar ersaingan Sempurna asar ersaingan Monopoli 18
Campur Tangan emerintah Laba Monopoli E MC 1 E 1 AC C 2 A E 2 C 1 B D MR 1 2 19 ajak ada Monopolis : ajak Lumpsum MC AC 1 AC C 1 C MR D=AR 2
ajak ada Monopolis : ajak Khusus MC 1 MC AC 1 AC 1 1 MR D=AR 21 Keseimbangan Monopoli Jangka anjang SMC 1 SMC 2 SAC 1 1 C 1 2 C 2 SAC 2 LRMC LRAC 1 MR D=AR 22
Diskriminasi Harga 1. asar sasaran benar-benar terpisah, sehingga komoditas tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain. 2. Dimungkinkan dilakukannya perbedaan harga. 3. Ada perbedaan sifat dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar. 4. Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi keuntungan dari ditetapkannya kebijakan tersebut. 5. Monopolis dapat mengeksploitasi sikap tidak rasional konsumen. 6. Monopolis harus mempunyai kekuatan pasar. 23 Jenis Diskriminasi Harga: Diskriminasi harga derajat pertama : dengan mengambil seluruh surplus konsumen dengan cara menentukan harga yang berbeda imtil setiap jumlah komoditas yang berbeda. 1 C C A B MC D 1 2 24
Dikriminasi harga derajat kedua: Harga persatuan komoditas turun sebagai fungsi jumlah komoditas yang dibeli, turunnya harga menggambarkan pertimbangan biaya 12 1 8 7 1 2 3 4 D 25 Diskriminasi harga derajat ketiga : Menetapkan harga di tiap-tiap pasar, dengan mempertimbangkan biaya produksi dan sifat permintaan d c LABA e d w c LABA b a D w D d d MR d w MR w asar dalam negeri asar luar negeri 26
MC AC C D d+w d+w MR d+w Keseimbangan Monopoli 27 Elastisitas ermintaan dan Diskriminasi Harga MC A B D 1 MR A =MR B D B MR B MR G MR A D A A B 1 28
erusahaan monopolli menjual di pasar dalam negeri (D d ) dan pasar luar negeri (D w ). erusahaan akan memperoleh keuntungan maksimum bila MC = MR d+w.. Dengan memproduksi sebanyak d+w. dengan marginal cost (OC). enjualan di tiap-tiap pasar harus memenuhi syarat MC (OC) sama dengan MR dimasing-masing pasar. emaksimuman keuntungan di pasar dalam negeri OC = MR d dan pasar luar negeri OC = MR w dengan output sebesar d dan w, harga pasar d dan w. Monopoli menjual di pasar A dan pasar B, total revenue maksimum diperoleh bila MR A = MR B dengan alokasi komoditi sebanyak A dan B serta harga sebesar A dan B. asar A menunjukkan permintaan yang lebih inelastis daripada pasar B, maka harga di pasar A lebih tinggi dibandingkan pasar B. biaya produksi ditunjukkan oleh kurva AC dan MC. 29 Two art Tariff T * S R L J M K MC=AC D T D C D D * Kebijakan Two art Tarriff dengan dua permintaan berbeda 3
T S L J * R M K F N H G D T MC=AC DC D D * Kebijakan Two art Tarriff dengan dua permintaan berbeda 31 Dua permintaan konsumen DC dan DD dan DT permintaan total dari DC dan DD. Bila konsumen mempunyai permintaan berbeda-beda, maka monopolis dapat menetapkan entry fee yang lebih rendah, tetapi meningkatkan harga per unit output di atas MC. Monopolis menerima keuntungan lebih besar pada harga * dengan entry fee TS* dibandingkan harga dengan entry fee TR, dengan pengurangan sebesar *SR, total keseluruhan pengurangan entry fee sebesar 2*SRT. Kenaikan harga dari ke *, TR perusahaan naik menjasdi *JK ditambah dua kali TS*, TR perusahaan naik sebesar *JK-2(*SR) = *JK-*LM (catatan D D = 2D C, sehingga 2*SR = *LM), ada kenaikan keuntungan sebesar LJKM. Kesimpulan : keuntungan perusahaan dapat ditingkatkan dengan menurunkan entry fee dan menaikkan harga di atas MC
Kesimpulan ; 1. Dibandingkan pemberlakuan harga yang tunggal yang seragam penetapan strategu two part tariff dapat meningkatkan keuntungan. 2. Harga baru akan lebih rendah dari harga pasar monopoli, akan tetapi masih lebih besar dari MC. 3. enetapan kebijakan two part tariff akan memperkecil welfare cost karena output yang dihasilkan lebih banyak. 33 Intertemporal rice Discrimination E W MC=AC D W E MR E D E MR W W 34
eak Load ricing SMC 1 A 2 D 2 D 1 2 2 * 1 1 * 35 ASAR ERSAINGAN MONOOLISTIK DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE.MM 36
Ciri-ciri asar Monopolistik 1. Berbeda karakteristik. 2. Terdapat cukup banyak pengusaha. 3. erusahaan memiliki sedikit kekuasaan mempengaruhi harga pasar. 4. Rendahnya hambatan memasuki pasar 5. ersaingan promosi penjualan sangat aktif 37 MC AC * LABA D * MR 38
MC AC * E D * MR 39 LRMC* LRAC* LRMC m LRAC m * d=mr m * m MR D ersaingan Sempurna ersaingan Monopolis 4
Long-Run rice and Output Determination Under Monopolistic Competition SMC 1 SATC 1 LMC LAC 1 2 A* E!! E 1 D 1 1 2 MR 1 41 Long Run Equilibrium of The Monopolistically Competitive Firm With Selling Expenses LMC* LAC* * A* LAC E* D * MR 42
Warna Sari asar ersaingan Monopolistic 1. Efisiensi dan differensiasi roduksi dengan sifat kekhususan atas produk dan bisa dibedakan produ-produk pesaingnya. 2. Inefisiensi pasar persaingan monopolistik jangka panjang. 3. erkembangan teknologi dan inovasi terbatas, karena perusahaan dalam jangka panjang memperoleh keuntungan normal. 4. ersaingan bukan harga, bertujuan untuk menggeser kurva permintaan ke kanan. Ini dilakukan dengan diferensiasi produk 5. romosi penjualan melalui iklan 6. Distribusi pendapatan 43 ASAR ERSAINGAN OLIGOOLI DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI, SE.MM 44
asar yang terdiri dari beberapa produsen yang menghasilkan seluruh atau sebagian besar total output di pasar. Tidak ada keseragaman sifat-sifat perusahaan dalam berbagai industri. Adanya saling ketergantungan 45 Ciri-ciri pasar persaingan oligopoli : 1. Menghasilkan komoditas standar atau komoditas berbeda corak. 2. Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya tangguh yang tergantung pada bentuk kerja sama di pasar oligopoli 3. erlu melakukan promosi iklan yang intensif terutama untuk komoditas yang berbeda corak. 46
Cournot Model A Harga dan jumlah monopoli Harga dan jumlah Cournot Harga dan jumlah persaingan sempurna MC=ATC MR MR32 D Y M Y + M S 47 Asumsi MC konstan dan sama dengan AC. Jumlah produksi yang memaksimumkan keuntungan perusahaan A adalah M dimana MR=MC adalah setengah dari produksi di pasar persaingan sempurna sebesar S. roduksi perusahaan B dimulai dari titik A 48
Tingkat produksi B sebagai reaksi atas produksi A erusahaan A 2 4 6 : : 1 erusahaan B 5 4 3 2 : : Total roduksi 5 6 7 8 : : 1 Tingkat produksi A sebagai reaksi atas produksi B erusahaan B 2 4 6 : : 1 erusahaan A 5 4 3 2 : : Total roduksi 5 6 7 8 : : 1 49 A Kurva reaksi A Kurva reaksi B B 5
Stackelberg Model Di pasar ada dua perusahaan, satu bertindak sebagai pemimpin dan satu bertindak sebagai pengikut. emimpin mempunyai kewenangan menentukan jumlah output yang akan dihasilkan untuk memperoleh keuntungan maksimum. engikut akan bereaksi sesuai dengan ketentuan Model Cournot MC konstan dan sama dengan AC. erusahaan A sebagai pemimpin, dimisalkan A tidak berproduksi, maka B akan menghasilkan sebanyak 48 unit. Jumlah output di pasar = + 48 = 48 unit, dengan harga pasar di E setingkat dengan S. Bila A menghasilkan 96 unit, maka B tidak kebagian pasar karena seluruh output di pasok oleh A dengan harga pasar G. Kurva SG disebut kurva permintaan sisa dari A. 51 Bila A memproduksi 48 unit, maka B menghasilkan sebanyak 24 unit dengan total output di pasar 48 + 24 = 72 unit dengan harga pasar F pada tingkat produksi 96 unit, 52
Model erusahaan Dominan erusahaan pengikut tidak bereaksi mengikuti model Cournot, tetapi dalam pasar persaingan sempurna. ermintaan sisi perusahaan dominal adalah DD produksi perusahaan pengikut (SF), kurva permintaan sisa 1 AD. Kurva permintaan perusahaan dominan dimulai dari 1. Bila harga lebih rendah dari 2, permintaan sisa perusahaan dominan sama dengan permintaan pasar dengan MR D dengan MC D. Output optimal D, harga. Jumlah output yang dihasilkan perusahaan pengikut adalah F, jumlah total output di pasar D + F = T, 53 S F MC D 1 C 2 A MR D D F T = D + F D 54
Kurva ermintaan Bengkok (Kinked Demand Curve) D1 D 2 3 A 1 A 2 E Kurva ermintaan Oligopoli tidak melakukan persepakatan 1 B 2 B 1 2 C 2 C 1 D 55 MC 2 MC MC 1 D 1 MR 1 MR D 2 2 56
MC 2 MC MC 1 D 1 MR 1 MR D 2 2 57 Syarat Keuntungan : MR = MC Untuk memaksimumkan keuntungan MC harus sama dengan MR dengan harga jumlah kuantitas produksi Hambatan memasuki pasar : 1. Skala ekonomi 2. erbedaan biaya produksi 3. Keistimewaan sifat-sifat produksi 58
Oligopoli dan Kartel Kartel adalah kesepakatan diantara produsenprodusen yang independen untuk mengkoordinasikan keputusan mereka, sehingga masing-masing dari anggota kartel dapat memperoleh keuntungan monopoli. Kesepakatan dapat berupa pembatasan/kuota produksi, daerah penjualan, kesepakatan harga Kartel lebih banyak ditemukan pada industri yang strukturnya oligopolistik, karena jumlah perusahaan relatif sedikit. Tujuan kartel adalah meningkatkan keuntungan masing-masing perusahaan. 59 Sebab kegagalan kartel : 1. masing-masing perusahaan memiliki dorongan yang kuat untuk melanggar kesepakatan kartel. 2. Anggota kartel biasanya berselisih pendapat mengenai kesepakatan kartel mengenai jumlah output, harga, pembagian pangsa pasar dan pembagian keuntungan. 3. Ancaman dari pemain baru karena keuntungan yang diperoleh anggota kartel 6
S F 1 C T C MC A MR F T D* 61 ermintaan pasar minyak dunia adalah D*, produksi minyak bukan anggota OEC adalah S F, kurva permintaan sisa OEC adalah 1 AD*. MC OEC adalah MC, dengan kondisi MR = MC, dengan tingkat produksi optimal OEC = dan tingkat harga. Non OEC akan menerima harga dan memproduksi sebanyak F. Total produksi minyak adalah + F = T. 62
Oligopoli dan Teori ermainan Mempelajari pilihan pada kondisi terjadinya interaksi strategi Sedikit Output erusahaan B Banyak Output erusahaan A Sedikit Output Banyak Output 22 2 2 17 9 18 3 25 63 Game Dilema Narapidana (the prisoner s dilemma game) Benny Mengaku Mungkir Jerremy mengaku 15 th 15 th 1 th 3 th mungkir 3 th 1 th 3 th 3 th 64
Literatur Dominick Salvatore, Managerial Economics, McGraw- Hill Book Company. Sugiharto, dkk, Ekonomi Mikro, sebuah kajian komprehensif, T. Gramedia ustaka Utama 65