ASPEK-ASPEK TERKAIT DALAM MENYIAPKAN UJI STATIK MOTOR ROKET BAHAN BAKAR CAIR PADA TAHAP AWAL

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN ROKET LAPAN DAN KINERJANYA

IGNITER ROKET LAPAN. Heru Supriyatno Peneliti Bidang Propelan, LAPAN

PROSES PRODUKSI PROPELAN RX 550 MENUJU TERWUJUDNYA ROKET PENGORBIT SATELIT (RPS)

BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN

BAB I PENDAHULUAN. Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan

KEMAJUAN UJI TERBANG ROKET JUNI 2007

SISTEM PIROTEKNIK PADA ROKET

BAB 4 HASIL & ANALISIS

ASPEK-ASPEK TERKAIT DALAM MERANCANG ROKET KENDALI RKX PADA TAHAP AWAL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Bagian Utama Boiler

BAB II LANDASAN TEORI

PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT

Kondisi Abnormal pada Proses Produksi Migas

PENENTUAN GAYA HAMBAT UDARA PADA PELUNCURAN ROKET DENGAN SUDUT ELEVASI 65º

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Plant, Nuclear Plant, Geothermal Plant, Gas Plant, baik di On-Shore maupun di. Offshore, semuanya mempunyai dan membutuhkan Piping.

PENELITIAN PRESTASI TERBANG ROKET SONDA SATU TINGKAT RX-320

KERINGANAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN, PERALATAN DAN KAROSERI KENDARAAN BERMOTOR KHUSUS

RANCANG BANGUN SISTEM MUATAN VIDEO SURVEILLANCE & TELEMETRI RUM-70. Kata Kunci : rancang bangun, video surveillance, telemetri, roket.

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

EVALUASI KINERJA SAMBUNGAN PROPELAN PADA MOTOR ROKET RX 550 [EVALUATION OF THE PROPELLANT JOINT PERFORMANCE IN ROCKET MOTOR RX 550]

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

IX Strategi Kendali Proses

ANALISIS NOSEL BAHAN TUNGSTEN DIAMETER 200 mm HASIL PROSES PEMBENTUKAN

SISTEM DETEKSI DAN PEMADAMAN KEBAKARAN

EVALUASI UNJUK KERJA SISTEM PROPULSI MOTOR ROKET RX-150/1200 DENGAN MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK PRODUK LAPAN

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mesin Diesel. Mesin Diesel

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

KAJIAN TENTANG RANCANGAN MOTOR ROKET RX100 MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAYA DORONG OPTIMAL

BAB 3 PERALATAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

VII. TATA LETAK PABRIK

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V Pengujian dan Analisis Mesin Turbojet Olympus

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION

Bagian tabung vortex dapat digambarkan sebagai berikut, Gambar 7.1 : Bagian tabung vortex

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III PROSES PENGUJIAN APU GTCP36-4A

POTENSI PABRIKASI PROPELAN HOMOGEN DI INDONESIA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. stage nozzle atau nozzle tingkat pertama atau suhu pengapian turbin. Apabila suhu

BAB I PENDAHULUAN. 16 lokasi rawan bencana yang tersebar di 4 kecamatan (BPBD, 2013).

BAB IV BAGIAN PENTING MODIFIKASI

BAB III METODE PENELITIAN

EVALUASI RENDAHNYA MAINTENANCE BETWEEN FAILURE (MTBF) PADA POMPA VERTIKAL

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Endang Mugia GS. Peneliti Bidang Teknologi Avionik, Lapan ABSTRACT

PENGGUNAAN TEKNOLOGI POMPA TANPA MOTOR (HYDRAM PUMP) UNTUK MEMBANTU IRIGASI PERSAWAHAN DI PROPINSI LAMPUNG

RESUME PENGAWASAN K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN

BAB I PENDAHULUAN. Minyak dan gas bumi merupakan suatu fluida yang komposisinya

RANCANG BANGUN SISTEM PENAHAN PANAS PADA MOTOR ROKET CIGARETTE BURNING

Tips Mencegah LPG Meledak

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR : KEP-39/BC/1999 TENTANG

PENGARUH VARIASI TINGGI BEBAN TERHADAP EFISIENSI KOMPOR MINYAK TANAH BERSUMBU

DAFTAR ISI. SURAT KETERANGAN TUGAS AKHIR...i. SURAT KETERANGAN SELESAI TUGAS AKHIR...ii. ABSTRAK...iii. PRAKATA...iv. DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN. I. 1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pirolisator merupakan sarana pengolah limbah plastik menjadi

MEKANISME KERJA POMPA SENTRIFUGAL RANGKAIAN PARALEL

BAB IV INSTALASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN

ASSESMENT FIRE PROTECTION SYSTEM

Diterima 3 Maret 2015, Direvisi 20 Maret 2015, Disetujui 20 Maret 2015 ABSTRACT

UNIVERSITAS GADJAH MADA PUSAT INOVASI AGROTEKNOLOGI

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB I PENDAHULUAN. Pompa viskositas tinggi digunakan untuk memindahkan cairan

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA

BAB V METODOLOGI. Mulai

DESIGN SIMULATOR FRESH WATER TANK DI PLTU DENGAN WATER LEVEL CONTROL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

Analisa Rancangan Pipe Support Sistem Perpipaan dari Pressure Vessel ke Air Condenser Berdasarkan Stress Analysis dengan Pendekatan CAESAR II

Sistem PGM-FI A. Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

PROSES ADIABATIK PADA REAKSI PEMBAKARAN MOTOR ROKET PROPELAN

PERANCANGAN SISTEM PEMADAM TERINTEGRASI DAN ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LISTRIK PADA ELECTRICITY BUILDING PLANT DAN SERVER ROOM (PT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

FUEL SYSTEM. Oleh: Muhammad Agung Prabowo, S.Pd Instructure of Aircraft Maintenance Engineer

PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bahan Sistem. Umum. Sistem. 2level

PERPANJANGAN PENGUMUMAN PELELANGAN SEDERHANA DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor : 0985.Pm/612/UPGRK/2014

BAB III METODE PENELITIAN

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2

ANALISIS TERJADINYA HIGH OIL CONSUMPTION PADA LUBRICATION SYSTEM PESAWAT BOEING PK-GGF

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Padatnya penduduk menyebabkan kondisi pemukiman menjadi sangat

2 yang mempunyai posisi vertikal sama akan mempunyai tekanan yang sama. Laju Aliran Volume Laju aliran volume disebut juga debit aliran (Q) yaitu juml

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

Aspek-Aspek Terkait Dalam Menyiapkan Uji Statik..(Dany Setiawan) ASPEK-ASPEK TERKAIT DALAM MENYIAPKAN UJI STATIK MOTOR ROKET BAHAN BAKAR CAIR PADA TAHAP AWAL Dany Setiawan Peneliti Pada Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Dansetia@Gmail.com ABSTRACT This paper described some aspects about preparing a static test of liquid motor rocket, included location arrange, location safety operation, test equipment, static test technical operation, and handling test failure effect. These aspects are prelimary input before the detail static test operation is conducted. ABSTRAK Tulisan ini menyajikan beberapa aspek terkait persiapan uji statik motor roket berbahan bakar cair, meliputi penataan lokasi, pengamanan daerah operasi, sarana penguji, teknik operasi uji statik, dan penanggulangan dampak kegagalan pengujian. Aspek-aspek ini merupakan masukan tahap awal sebelum dilakukan rencana operasi pengujian yang lebih rinci. Kata kunci: Combustion chamber, Cryogenic tank, Nozzle, Pressurized tank, Pump pressurization, Test bed, Block house 1 PENDAHULUAN Hingga kini teknologi roket merupakan teknologi kunci dari suatu negara yang telah berhasil mengembangkannya, sehingga keberadaan atau kewibawaan negara tersebut langsung diperhitungkan secara internasional. Suatu negara yang telah sukses mengembangkan teknologi roket akan berat hati dan sulit untuk melakukan transfer of technology pada bidang tersebut. Hal ini telah lama dimaklumi oleh LAPAN sebagai suatu institusi riset yang mendalami hal tersebut. Dalam upaya mengusai teknologi roket terutama roket berbahan bakar cair (liquid propelan), sejak th 1976 telah dilakukan suatu reverse engineering melalui roket Rusia yaitu SA 75 yang saat itu telah kadaluarsa. Berbagai upaya saat itu telah dilakukan untuk mengubah roket tersebut menjadi suatu roket sumber alam, namun penelitian guna penguasaan teknologi roket berbahan bakar cair terhenti karena saat itu tenaga ahli yang ada tidak mencukupi, sehingga penelitian diarahkan pada roket dengan bahan bakar padat, yang hingga saat ini telah menghasilkan roket seri RX, dari diameter 70 mm, 80 mm, 100 mm, 150 mm, 250 mm, 300 mm, dan yang terakhir 420 mm. Namun dalam skala kecil penelitian terhadap roket dengan bahan bakar cair tetap dilakukan sehingga pada tulisan ini disajikan hal-hal terkait yang harus dipersiapkan dalam melakukan uji statik motor roket tersebut. Gambar 1-1 menunjukkan percobaan motor roket berbahan bakar cair skala kecil (+/- 10 kg thrust) yang dilakukan di Unit Uji Statik Tarogong. 93

Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 3 September 2009 : 93-99 Gambar 1-1: Test stand roket cair 2 BEBERAPA KOMPONEN PENTING PADA MOTOR ROKET BAHAN BAKAR CAIR Ada beberapa komponen penting dalam motor roket berbahan bakar cair (Vigor Yang, Mohammed Habiballah. Volume 200) antara lain: - Combustion chamber dan nozzle (motor roket) Combustion chamber merupakan ruang bakar pada motor roket dimana bahan bakar roket cair dan oksigen yang juga dicairkan disemprotkan dan dinyalakan dengan pemantik api sedangkan nozzle adalah bagian yang menyempit pada ujung ruang bakar guna mendapatkan tekanan gaya dorong. - Cryogenic tank Cryogenic tank adalah tangki berjaket seperti termos yang fungsinya untuk menyimpan oksigen ataupun lainnya yang dicairkan pada suhu minus sekitar 183 derajat celcius dan bertekanan tinggi. - Fuel tank Fuel tank adalah tangki penyimpan bahan bakar roket seperti kerosene/ alkohol yang akan dibakar. - High pressure gas tank High pressure gas tank merupakan tangki penyimpan gas bertekanan yang digunakan mendorong fuel menuju ruang bakar - Control valve Control valve merupakan katup/keran yang fungsinya untuk menyalurkan cryogenic dan fuel ke dalam ruang bakar, katup tersebut dapat diatur besar 94 pembukaannya, digunakan untuk mengatur besar pembakaran untuk mendapat gaya dorong yang bervariasi. - Fuel and oxidizer pump Fuel and oxidizer pump berfungsi untuk memompa bahan bakar dari tangki ke ruang bakar. - Pipe and fittings Pipe and fittings merupakan pipa-pipa dan konektor/adaptor penyalur bahan bakar. Jenis motor roket bahan bakar cair tersebut dapat dibedakan menjadi 2 (George P. Sutton, Donald M. Ross, 2001), yaitu : - Pressurized tank dimana oxidizer dan fuel ditekan dengan tekanan tinggi dalam tangki, kemudian disemprotkan ke dalam combustion chamber, - Pump pressurization dimana Oxidizer dan fuel dari tangki dipompakan ke dalam combustion chamber dengan pompa turbin. Semua komponen ini dikemas dalam suatu kompartemen/tabung motor roket, namun pada beberapa model roket, ada tangki yang ditempatkan di luar badan roket, dan akan dilepaskan saat bahan bakar tersebut habis (seperti pada roket ulang alik challenger/ discovery). Namun saat masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, bagian tersebut masih dipisah-pisah untuk dilakukan pengujian secara statik. Gambar diagram dari suatu motor roket bahan bakar cair dengan pressurized system dapat dilihat pada Gambar 2-1.

Aspek-Aspek Terkait Dalam Menyiapkan Uji Statik..(Dany Setiawan) Gambar 2-1:Diagram motor roket cair 3 ASPEK-ASPEK TERKAIT PADA UJI STATIK Pada uji statik motor roket bahan bakar cair, sebelum uji performance dari motor roket untuk mendapatkan data terakhir dari kemampuan roket, dilakukan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan thrust maximum, burning time yang direncanakan, kemampuan valve dan piping, setting temperatur dan lain lain. Oleh karena itu diperlukan peralatan pengatur dan penampung bahan bakar yang besar, sehingga untuk itu diperlukan: 3.1 Sarana Utama Motor Roket Meliputi: - Tangki Cryogenic (O2, N2), berukuran besar lengkap dengan sistem pengisian dan pengeluaran, karena cryogenic mempunyai suhu minus dan bertekanan maka tangki tersebut harus ditempatkan pada daerah khusus dengan pelindung, dan mudah dijangkau oleh truk pengirim. Tangki tersebut harus dijaga dan terus dimonitor oleh ahli dari produsen cryogenic, - Tangki Gas Tekanan tinggi (He. Argon, O2, N2), persyaratan handling dan penempatan sama dengan tangki cryogenic, - Tangki Fuel (RP 1, Alkohol), - Feed system (Valve, piping, flow meter), - Motor roket (combustion chamber, nozzle, ignitor). 3.2 Sarana Pengendali Aliran (Flow Control) Terdiri dari peralatan yang mengatur laju aliran cryogenic, gas, fuel, mengatur kecepatan pompa, memonitor kecepatan, indicator kebocoran, automatic shut off system. Diletakkan dalam suatu kontrol panel yang ditempatkan dalam control room bersama peralatan uji performance. Gambar 3-1 menunjukkan panel control untuk mengatur laju alir dari cryogenic dan lainnya. 95

Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 3 September 2009 : 93-99 Gambar 3-1: Panel control laju alir cryogenic 3.3 Sarana Uji Statik Motor Roket Meliputi: - Test bed atau test stand Sesuai kebutuhan dari motor roket yang diuji, misal untuk daya dorong 1 ton, 2 ton, 10 ton dan seterusnya, dibuat untuk uji secara vertikal maupun horizontal, - Block house dengan flame blocking dan deflector, - Firing command, - Data acquisition dari thrust, pressure, temperature, vibration, dan lain lain, - Visual recorder, - Peralatan pengamanan, seperti pompa pemadam api, baju tahan api, masker, peralatan yang dapat menetralisir racun yang terjadi akibat pembakaran, - Peralatan PPPK. 3.4 Sumber Daya Manusia Untuk melakukan suatu uji statik motor roket bahan bakar cair diperlukan lebih banyak tenaga pelaksana dibandingkan dengan uji statik motor roket bahan bakar padat. Pada uji ini diperlukan tenaga terlatih yang akan menangani cryogenic, karena temperatur dari cryogenic yang ada minus 183 derajat celcius sehingga cukup berbahaya. Demikian juga pada gas tekanan tinggi yang lain,tenaga terlatih juga diperlukan pada motor roket, control panel dan lain lain. Pelatihan SDM tersebut dapat dilakukan sejak program pengembangan roket bahan bakar cair dicanangkan, bekerja sama dengan produsen cryogenic dan pihak lain. 3.5 Aspek Pengamanan Uji Statik (Astried Wahyuni, 2006) Meliputi : - Prosedur pelaksanaan uji statik. Prosedur ini dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu: Prosedur administrasi, ini yang menyangkut hubungan dengan pihak pihak luar yang terkait, misalnya produsen cryogenic, pihak pihak yang melakukan kerjasama, membuat pemberitahuan dan lain lain. Juga masalah perizinan kepada pemda setempat, masalah administrasi, persediaan dari bahan bakar, dan lain lain. Prosedur teknis, selama ini penggunaan check list dalam pengujian statik motor roket bahan bakar padat telah 96

Aspek-Aspek Terkait Dalam Menyiapkan Uji Statik..(Dany Setiawan) lama dilakukan, hanya saja untuk uji statik motor roket bahan bakar cair lebih mencakup banyak hal, sehingga check list-nya pun perlu diperluas, antara lain perlu dibuatkan akses yang dapat membatalkan uji statik tersebut jika ada indikasi kebocoran dan lain lain. Akses ini dapat dibuat dengan menggunakan sensor temperatur, flow meter, tekanan dan indikator lainnya, apabila data yang dibaca telah menunjukkan sesuatu yang melebihi batas perencanaan, sensor-sensor tersebut dapat digunakan untuk menutup valve dari cryogenic ataupun fuel. - Prosedur pengamanan lokasi. Mengingat kegagalan pengujian sangat mungkin terjadi yang dapat menyebabkan ledakan, kebakaran dan lainnya, maka dapat dilakukan hal berikut: Pengosongan/clearing area pada jarak tertentu, pemasangan bendera/garis tanda bahaya, sirine, Penyiapan sarana pemadam api, baik berupa penyemprotan air maupun zat pemadam api. Penggunaan pakaian tahan api pada personil pemadam kebakaran dan petugas tertentu, Penggunaan pelindung pada alat alat sensor maupun recorder dari impact akibat ledakan maupun jilatan api, Penyediaan ambulans dan peralatan kesehatan, Penggunaan masker anti racun, mengingat gas hasil pembakaran dapat menjadi racun, Data dan arah angin, juga diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran racun. - Jaminan asuransi Hal ini sangat perlu, karena hingga kini belum pernah dilakukan pengasuransian petugas pelaksana uji statik ataupun uji terbang, asuransi kesehatan yang ada belum dapat menjamin akibat terjadi kecelakaan ataupun kebakaran. Asuransi juga dapat dilakukan untuk melindungi peralatan mahal yang digunakan. 3.6 Dokumentasi Uji Statik Dokumentasi merupakan komponen penting dalam suatu uji statik maupun uji terbang dari suatu roket. Keberhasilan pendokumentasian merupakan data untuk evaluasi hasil uji, sukses atau gagal. Pengamatan dan pendokumentasian dapat dilakukan dengan cara berikut: - Pengamatan dan pendokumentasian secara visual dengan menggunakan kamera video, kamera kecepatan tinggi dan kamera photo yang saat ini telah mempunyai kemampuan yang sangat tinggi. Pengambilan gambar sebaiknya dilakukan pada banyak tempat, seperti pada block house, feed system, pada daerah yang rentan terhadap kebocoran, semakin banyak kamera cctv yang dipasang semakin baik pengamatan yang dilakukan, - Pengamatan dari data sensor, dapat dilihat dari grafik data semisal gaya dorong, tekanan, temperatur, vibrasi dengan memberi tanda batas limit pada recorder atau data logger. Bila suatu data menunjukkan harga yang melebihi batas tersebut berarti ada sesuatu yang bekerja tidak sempurna. Pengamatan dengan kamera maupun dari sensor juga dapat langsung dihubungkan ke internet sehingga peneliti maupun pejabat terkait yang tidak berada di lokasi dapat dengan segera mengaksesnya. Gambar 3-2 memperlihatkan rancangan tata letak dari sarana dan prasarana uji statik motor roket bahan bakar cair. 97

Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 3 September 2009 : 93-99 Gambar 3-2: Sketsa disain uji statik roket cair 3.7 Aspek Politis Aspek ini merupakan aspek yang cukup memprihatinkan, memang bahan bakar yang digunakan semua dapat dibuat di dalam negeri seperti liquid oksigen, gas helium, argon, juga fuel RP 1, tetapi beberapa peralatan seperti valve untuk cryogenic dengan flow dan tekanan yang tinggi masih harus dibeli dari luar dan biasanya digunakan untuk pemakaian pada motor roket cair, sehingga penjualannya pasti dimonitor/ dibatasi ataupun diblokir oleh negara yang telah menguasai teknologi tersebut. Tetapi dengan pendekatan yang lebih intensif pada negara-negara maju yang lain permasalahan tersebut diharapkan masih memiliki jalan keluar. 4 PEMBAHASAN Dari aspek terkait pada penyiapan uji statik sebuah motor roket, kita dapat memulai untuk merancang pembangunan sistem tersebut. Pembangunan unit uji tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan dilakukan sesuai dengan dana yang ada. Untuk pembangunan sarana utama, kita dapat menghubungi produsen Cryogenic yang telah ada di tanah air, mereka sudah berpengalaman dalam memproduksi, handling dan mendistribusikan cryogenic tersebut, demikian juga untuk fuel. Untuk sarana uji statik motor roket cair, sebaiknya dibuat terpisah dengan motor roket padat, mengingat penanganan yang lebih rumit dan membutuhkan area yang lebih luas untuk antisipasi kegagalan pengujian yang dapat menyebabkan kebakaran ataupun penyebaran racun yang terjadi akibat motor roket yang menyala. Peralatan dan instrumentasi uji serta prosedur yang digunakan secara sistem relatif sama dengan uji statik motor roket padat hanya SDM yang menangani harus memiliki kemampuan dan pengetahuan khusus tentang roket cair, terutama dalam menangani cryogenic. Untuk testbed, diperlukan desain yang berbeda karena testbed untuk uji statik motor roket cair harus dapat di posisi vertikal dan horizontal, harus dapat digunakan untuk beragam diameter motor roket cair secara utuh (termasuk tangki cryogenic, fuel, dan peralatan lain yang akan diterbangkan). Kemampuan teknik kontrol saat ini dapat diterapkan untuk mengatur fluida secara automatik sesuai 98

Aspek-Aspek Terkait Dalam Menyiapkan Uji Statik..(Dany Setiawan) perencanaan kemampuan motor roket seperti yang direncanakan, demikian juga kemampuan dalam teknologi informasi, sehingga dapat lebih meningkatkan keamanan personal di lapangan. Untuk pengamanan lokasi saat uji statik motor roket cair tersebut diperlukan lebih banyak peralatan penunjang dibandingkan dengan uji statik motor roket padat, juga diperlukan peningkatan prosedur atau peralatan yang ada, seperti pemadam api, masker anti racun, pelindung instrumentasi dan lain lain. Secara keseluruhan penelitian dan pengembangan roket cair terutama penyiapan sarana uji statik sangat mungkin dilakukan secara mandiri, mengingat instrumentasi, peralatan dan bahan yang dibutuhkan ada di dalam negeri, kecuali peralatan spesifik untuk pengembangan motor roket cair itu sendiri yang masih perlu dikuasai dan diteliti. 5 KESIMPULAN Dari beberapa hasil pengujian statik roket pada skala kecil dapat disimpulkan bahwa roket dengan bahan bakar cair membutuhkan tingkat ketelitian dan kewaspadaan yang sangat tinggi karena ini berhubungan dengan gas bertekanan tinggi (H 2, N 2), juga membutuhkan material yang khusus seperti untuk penggunaan cryogenic tank yang digunakan untuk menyimpan gas yang dicairkan pada suhu sangat rendah (H 2, N 2), Pada pengembangan roket cair ini ketergantungan pada luar negeri lebih kecil, harga bahan bakarnya lebih murah, walau teknologinya memang lebih rumit, Melihat perkembangan dunia peroketan, untuk misi pengorbitan maupun sebagai roket senjata, penguasaan teknologi roket berbahan bakar cair memang mutlak dilakukan. Keberhasilan rancang bangun motor roket cair akan memberikan kesan negara tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi maju dibandingkan negara-negara lain, Kemajuan - kemajuan dan pengalaman dalam pengembangan roket di LAPAN diharapkan dapat mengatasi kendala dana yang selalu dihadapi oleh LAPAN dengan adanya perhatian pemerintah yang lebih baik dan semakin mengerti akan kebutuhan negara atas roket. DAFTAR RUJUKAN Astried Wahyuni, 2006. Aspek-Aspek Terkait Dalam Merancang Roket Kendali RKX Tahap Awal, Berita Dirgantara, Vol 7 Juni 2006. George P Sutton, Donald M Ross, 2001. Rockets Propulsion Element, Jhon Wiley & Sons New York/London. Vigor Yang, Mohammed Habiballah. Liquid Rocket Thrust chambers: Aspects of Modeling, Analysis, and Design, MIT Lincoln Laboratory Volume 200. 99

100 Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 3 September 2009 : 93-99

Aspek-Aspek Terkait Dalam Menyiapkan Uji Statik..(Dany Setiawan) 101

102 Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 3 September 2009 : 93-99