MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS



dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN PINTU MASUK PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN SCANNING BARCODE

Outline Tugas Akhir Jaringan Komputer Program Studi Teknik Komputer AMIK BSI

Rancang Bangun Alat Penghitung Jumlah Burung Walet yang Keluar Masuk Sarang

PERANCANGAN PENGINGAT WAKTU SHOLAT MENGGUNAKAN DOT MATRIKS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari Penyusun, Buku Ajar Modul 10 Perangkat Lunak Pengolah Animasi

Gambar 1 - Graphical User Interface (GUI) dbookpro

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint.

PEMBUATAN ANIMASI. PELATIHAN PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN KONTEN JARDIKNAS Tingkat Nasional Tahun Modul 10. Dengan Macromedia Flash 8

Eksplorasi Gradien Menggunakan Geogebra. Muh. Tamimuddin H

RANCANG BANGUN PINTU GESER OTOMATIS BERBASIS ANDROID

ALAT UKUR TINGGI DAN BERAT BADAN DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLLER

Bab 7 Menggunakan Gambar

PANDUAN PRAKTIS MENGOLAH VIDEO MENGGUNAKAN PINACLE STUDIO 12 * Oleh: Khusnul Aflah SEPINTAS TENTANG PINACLE STUDIO 12

MDS100. Panduan Pengguna Sistem Deteksi Molekuler

Rancang Bangun Alat Deteksi Kebocoran Tabung Gas Elpiji Berbasis Arduino

CDS/ISIS untuk Mengelola Database Perpustakaan: Sebuah Pengantar *

SISTEM DETEKSI ORANG DALAM RUANGAN UNTUK MENGATUR NYALA LAMPU RUANG KULIAH YANG DIPANTAU SECARA TERPUSAT DALAM RUANG KONTROL

Bank Soal TIK Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar : 1. Salah satu Program windows sebagai pengolahan kata adalah... a. Excel b. Access c.

Mengetik Skripsi/Tugas Akhir dengan Efektif

Selamat datang di komputer masa depan.

SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER OLEH: LIDYA ANDRIANI

DESAIN SENSOR JARAK DENGAN OUTPUT SUARA SEBAGAI ALAT BANTU JALAN BAGI PENYANDANG TUNA NETRA

Pencetak hp LaserJet series. penggunaan

ANALISIS PEMBUATAN BAHAN AJAR VIDEO UNTUK SISWA BERBANTUAN TELEVISI

ZenFone 6. Panduan Pengguna Elektronik

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH. Didalam jaman komputer sekarang ini program aplikasi seperti ini sangat

PEDOMAN PEMASANGAN DAN PERAWATAN UNTUK ALAT PENGENDALI POMPA PEMADAM KEBAKARAN ENJIN DIESEL ALAT PENGENDALI OTOMATIS

BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dinjelaskan dasar dasar teoriyang berhubungan dengan permasalahan

Untuk Pemetaan Evakuasi Tsunami Retno Astrini retno.astrini87@gmail.com Patrick Oswald Patrick.Oswald@eh.giz.de

Transkripsi:

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS TUJUAN 1. Praktikan dapat mengenal software proteus dan merancang skematik rangkaian elektronika serta simulasinya. 2. Praktikan dapat mewujudkan rangkaian yang di simulasikan. ALAT DAN BAHAN 1. PC / Notebook. 2. Software Proteus dan Codevision AVR. 3. Atmega 328 4. Crystal 12 Mhz 5. 2 Capasitor 6. Resistor 7. Catu Daya DASAR TEORI Pengenalan Program ISIS Proteus Proteus merupakan gabungan dari program ISIS dan ARES. Dengan penggabungan kedua program ini maka skematik rangkaian elektronika dapat dirancang serta disimulasikan dan dibuat menjadi layout PCB. ISIS Singkatan dari Intelligent Schematic Input System dan merupakan salah satu program simulasi yang terintegrasi dengan Proteus dan menjadi program utamanya. ISIS dirancang sebagai media untuk menggambar skematik rangkaian elektronik yang sesuai dengan standart internasional. Dalam ISIS juga dimasukkan sebuah program ProSPICE yang berguna untuk menyimulasikan skematik rangkaian, sehingga ISIS dapat menjadi program simulator rangkaian elektronika yang interaktif. ProSPICE dirancang berdasarkan standar bahasa pemrograman SPICE3F5, sehingga mampu mensimulasikan rangkaian gabungan dari komponen analog dan digital secara interaktif yang dikenal dengan istilah Interactive Mixed Mode Circuit Simulator. ISIS dapat menyimulasikan berbagai jenis mikroprosesor dan mikrokontroler, termasuk mikrokontroler keluarga AVR. Diharapkan dengan menggunakan program simulasi ini maka perancangan rangkaian berbasis mikrokontroler dapat lebih mudah dilakukan serta mengurangi biaya produksi dan menghemat waktu. ISIS dilengkapi program compiler, sehingga dapat

mengkompilasi file kode sumber seperti Assembly menjadi file Hex sehingga nantinya dapat digunakan oleh mikrokontroler yang sebenarnya. Screen Layout pada ISIS Screen layout pada ISIS Proteus berisi beberapa elemen dasar berikut: Gambar 7.1. Screen layout program ISIS Title Bar Title bar berada pada posisi yang paling atas dalam screen layout ISIS Proteus. Title bar berisi informasi mengenai nama file yang sedang aktif dan juga menunjukkan apakah animasi simulasi sedang berjalan atau tidak. Menu Bar Menu bar berada tepat di bawah title bar dan merupakan menu utama dari ISIS, karena pada menu bar terdapat perintah dari hampir seluruh fungsi yang ada pada ISIS Proteus. Dalam menu bar terdapat beberapa menu utama yaitu File, View, Edit, Tools Design, Graph, Source, Debug, Library, Template, System dan Help Toolbars Sama seperti program aplikasi berbasis sistem operasi Microsoft Windows yang lainnya,

program ISIS juga menyediakan fasilitas untuk mengakses dengan cepat perintah tertentu melalui ikon-ikon yang terdapat pada toolbar. Toolbar yang disedakan ISIS ada tiga jenis yaitu Command Toolbar, Mode Selector Toolbar dan Orientation Toolbar. Command Toolbar Command toolbar berada pada bagian atas screen layout dan merupakan akses alternatif dari menu bar. Pada command toolbar terdapat 4 subtoolbar lagi yaitu File, View, Edit dan Design. Mode Selector Toolbar Mode Selector Toolbar dilokasikan pada sudut kiri bawah dari screen layout. Ada 3 jenis mode selector toolbar yang disediakan oleh ISIS yaitu Main Modes, Gadget, 2D Graphics. Mode toolbar tidak dapat disembunyikan dan fungsi-fungsinya tidak terdapat pada menu bar. Orientation Toolbar Orientation toolbar berguna untuk menampilkan dan mengontrol arah rotasi dan refleksi objek yang diletakkan pada lembar kerja. Komponen yang akan diubah arahnya harus diseleksi atau ditandai terlebih dahulu sebelum diubah arahnya. Komponen yang telah dipilih tersebut akan berubah warnanya, biasanya berwarna merah. Proses penyeleksian komponen dikenal dengan istilah Tag. Window Editing Window editing mempunyai daerah atau area yang paling besar pada screen layout ISIS. Window editing akan menampilkan lembar kerja yang menjadi tempat untuk mengambar, mengedit dan menyimulasikan skematik rangkaian. Window editing bias di-redraw (refresh) dengan menggunakan perintah Redraw yang berada pda menu View. Window Overview Window overview berada pada bagian kiri atas dari screen layout ISIS, tepatnya berada di samping kiri atas window editing dan di atas object selector. Window overview biasanya berfungsi untuk merepresentasikan objek atau komponen yang terdapat pada window editing. Object Selector Object selector berada di sisi kiri window editing dan di bawah window overview. Object selector biasanya digunakan untuk menyimpan berbagai jenis komponen, terminal, generator, graph dan objek yang lainnya sebelum diletakkan pada window editing. Kontrol Panel Animasi Kontrol panel animasi berada pada di sudut kiri bawah screen layout.

Kontrol panel animasi berguna untuk menjalankan dan menghentikan simulasi rangkaian. LANGKAH PERCOBAAN Memulai Program ISIS 1. Melalui Start Program Proteus 7 Professional ISIS 7 profesioanal. 2. Setelah program dijalankan maka tampil screen layout ISIS: Gambar 7.2. Program ISIS pada saat pertama kali tampil 3. Membuat Title Block, File New Design. Kemudian pilihlah lembar kerja Landscape A4 kemudia klik OK. Gambar 7.3. Title block Pada title block intinya berisi informasi yang berkaitan dengan desain skematik rangkaian yang sedang aktif. Properti pada title block dapat diisi sesuai dengan kebutuhan desain skematik rangkaian yang dirancang. Untuk dapat mengedi properti title block, klik menu Design Edit Design Properties. Pada kotak isian Title ketikkan judul rangkaian sesuai dengan keinginan, misalnya INPUT OUTPUT. Pada kota Author ketikkan nama Anda. Kotak isian Doc. No: biasanya diisi dengan nomor dokumen. Anda dapat mengisi kotak yang lainnya sesuai kebutuhan. Setelah kotak isian selesai dilakukan maka klik tombol

OK. Percobaan 1 Gambar 7.4. Kotak dialog untuk mengedit title block Perhatikanlah perubahan yang terjadi pada title block. Bila title block tidak berubah maka klik menu View Redraw agar perubahan dapat diaplikasikan. Simulasi LED dengan Pemrograman Mikrokontroller Atmega 328 menggunakan Proteus ISIS Langkah kerja 1. Buka aplikasi Proteus ISIS dan buat lembar kerja baru 2. Pilih dan klik Component Mode, kemudian klik Pick from libraries 3. Pada Pick Devices, pilih komponen sebagai berikut: Gambar 7.5 Daftar Komponen 5. Untuk setiap komponen, masukkan ke dalam lembar kerja dengan cara memilih Component Mode pada Mode Selector Bar kemudian mengklik komponen yang dibutuhkan, sebagaimana gambar berikut:

Gambar 7.6 Komponen yang Telah Diletakkan dalam Lembar Kerja 6. Untuk memasukkan terminal input power supply dan ground, pilih Terminals Mode pada bar sebelah kiri Gambar 7.7 Terminals Mode 7. Pilih Wire Label Mode pada Mode Selector Toolbar. Untuk memberikan label pada setiap kaki, buat kabel terlebih dahulu lalu berikan nama dengan cara mengklik pada kabel yang bersangkutan. 8. Buatlah rangkaian sesuai gambar berikut pada ISIS Proteus: Gambar 7.8 Rangkaian yang Dibuat dalam Proteus ISIS 9. Berikan label untuk setiap kaki sesuai dengan petunjuk berikut berikut: Kaki 2 s.d. Kaki 6 berikan label DIG0 s.d. DIG4 Kaki 11 s.d. Kaki 13 berikan label DIG5 s.d. DIG7 Kaki 14 s.d. Kaki 18 berikan label DIG8 s.d. DIG12 Hubungkan juga kaki 19 dengan kabel baru dan berikan label DIG13 Kaki 20 berikan label AVCC Kaki 21 berikan label AREF Kaki 23 s.d. Kaki 28 berikan label ANALOG0 s.d. ANALOG5 10. Untuk memasukkan program ke dalam IC mikrokontroler, klik 2 kali pada IC dalam

proteus, lalu unggah program yang tersedia pada bagian Program File Gambar 7.9 Pilihan untuk Mengunggah Program 11. Jalankan simulasi rangkaian pada Proteus ISIS Membuat Layout PCB Rangkaian menggunakan ARES 1. Klik Netlist Transfer to Ares pada Menu Bar Gambar 7.10 Netlist Transfer dari Proteus menuju Ares 2. Pilih komponen-komponen yang telah tersedia pada bagian Devices. Letakkan komponen-komponen tersebut di dalam Lembar Kerja Gambar 7.11 Komponen-komponen sebelum dihubungkan Petunjuk: Letakkan komponen-komponen sedemikian rupa pada lembar kerja sehingga tidak ada jalur yang bertabrakan! Gambar 7.12 Memilih Round Hole Through Pad 3. Pilih Tools pada toolbar di atas, pilih Power Plane Generator, lalu memilih Net=GND untuk membuat seluruh papan PCB menjadi Ground, dan pilih Bottom Copper pada menu Layer (tidak berlaku apabila menggunakan PCB dot) 4. Berikan keterangan untuk pin-pin tersebut dengan cara Klik Kanan pada pin yang

bersangkutan Edit Properties Net pilih (None) / GND = POWER / VCC=VDD=POWER/DIG0-13/ANALOG0-5 Gambar 7.13 Memberikan keterangan pada pin 5. Tambahkan pin-pin tambahan untuk VCC, Ground, dan Header untuk setiap kaki pada lembar kerja. Pin tersebut dapat ditemukan di Mode Selector Toolbar bagian Round Hole Through Pad. Letakkan pin tersebut pada posisi yang sesuai 6. Buatlah batas untuk papan dengan mengklik Layer Selector lalu memilih Board s Edge 7. Hubungkan komponen-komponen pada lembar kerja dengan memilih Track Mode pada Mode Selector Toolbar. Gambar 7.14 Memilih Track Mode 8. Hubungkan komponen-komponen yang sesuai pada rangkaian. (Keterangan: Gambar rangkaian tidak perlu sama persis dengan gambar berikut.)

Gambar 7.15 Contoh gambar rangkaian apabila telah dihubungkan dengan Track Mode Percobaan 2 1. Bukalah lembar kerja pada ARES 2. Siapkan komponen yang diperlukan. 3. Buatlah rangkaian pada PCB matriks dot sesuai dengan skema rangkaian pada ARES 4. Solder komponen hingga saling terhubung 5. Hubungkan rangkaian mikrokontroler dengan laptop atau PC menggunakan downloader 6. Unggah program pada komputer ke dalam mikrokontroler. 7. Jalankan rangkaian. Disusun Oleh Rachman Baita Putra (10211071) I Gede Putu Agastya Eka W (10210034) September 2014