PERUBAHAN SOSIAL (KPM 330) Koordinator Matakuliah Perubahan Sosial Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Website: http://skpm.fema.ipb.ac.id/ SUMBER DAN POLA (ARAH) PERUBAHAN SOSIAL 1
Sub Pokok Bahasan 1. Teori 2. Sumber-Sumber Perubahan 3. Pola-Pola Perubahan TEORI 1. General and coherent explanations about particular facts and events how & why 2. Generalizations 3. Potentially open to disconfirmation by evidence 2
Teori Dibedakan atas 1. Teori-Teori Makro: teori-teori tentang strukturstruktur dan proses-proses berskala besar masyarakat, pranata sosial, proses-proses umum misalnya, konflik 2. Teori-Teori Meso (middle range) organisasi, revolusi 3. Teori-Teori Mikro: teori-teori tentang strukturstruktur dan proses-proses berskala kecil perilaku interpersonal, dinamika kelompok kecil SUMBER PERUBAHAN: PERSPEKTIF MATERIALISTIK Argumentasi : Teknologi (moda produksi ekonomi) baru menghasilkan perubahan dalam interaksi sosial, dalam organisasi sosial dan, akhirnya, mengubah nilai-nilai budaya, kepercayaan (beliefs) dan norma-norma 3
Perspektif Marxis the widmills gives you a society with the feudal lord, the steam-mill the society with the industrial capitalist (Marx 1920:119) Kekuatan produksi (teknologi produksi) menjadi hal utama yang membentuk masyarakat dan perubahan sosial Teknologi-teknologi produksi hubungan sosial produksi Hubungan sosial produksi =hubungan-hubungan terstruktur yang berkait dengan bagaimana barang dan jasa diproduksi Kelas-kelas ekonomi menjadi pembentuk dasar dari masyarakat, dan hal-hal lain (ide, ideologi, nilai, struktur politik, dan lain-lain) terbentuk karenanya Contoh: Transisi Feodalisme ke Kapitalisme Industri di Eropa antara 1600 hingga akhir 1800-an Penemuan mesin uap, mesin pintal, batubara briket yang digunakan dalam blast furnaces untuk memproduksi baja Peningkatan produktivitas menciptakan: (1) kesempatan kerja baru di pabrik-pabrik urban; (2) kelas ekonomi baru (industrialis, pekerja) Basis kekayaan berubah dari produksi pertanian (bangsawan pemilik tanah/estate) ke produksi industrial Muncul bentuk politik baru (demokrasi parlementer), juga nilainilai budaya dan ideologi baru 4
Perspektif Materialistik Ogburn Budaya material (teknologi) berubah lebih cepat dibanding aspek-aspek budaya non-material (ide, nilai, norma, ideologi) Cultural lag SUMBER PERUBAHAN: PERSPEKTIF IDEALISTIK Aspek-aspek Budaya Ideasional : Ide: pengetahuan, kepercayaan Nilai-nilai: asumsi mengenai apa yg diinginkan (desirable) dan tak diinginkan Ideologi: gabungan kepercayaan dan nilai-nilai yg bertujuan melegitimasi bentuk-bentuk tindakan manusia (mis. demokrasi, kapitalisme, sosialisme) 5
Perspektif Weber Nilai-nilai Protestantism menghasilkan etika budaya yang mengagungkan kerja dan pencapaian duniawi, mendorong hidup hemat dan menahan konsumsi Konsekuensi sosial dari pandangan ini adalah berkembangnya modal/kapital, hal mana mendorong re-investasi rasional dan pertumbuhan ekonomi Sebaliknya, Kapitalisme Industrial tak berkembang di wilayah Katolik, meski prekondisi material dan teknis tersedia Namun demikian, Weber tidak menyatakan bahwa faktor-faktor ideasional sebagai satu-satunya faktor perubahan Faktor-faktor ideasional sering pula berlaku sebagai pencegah perubahan atau segugus ide-ide dan nilai-nilai yang sama dapat mendorong perubahan di suatu waktu dan tempat, dan mencegah perubahan di waktu dan lain tempat Tiga cara ide, nilai dan ideologi menyebabkan perubahan: 1. Melegitimasi arah perubahan yg diinginkan 2. Ideologi-ideologi menyediakan dasar solidaritas sosial yang penting untuk mendorong perubahan (mekanisme integratif) 3. Budaya ideasional mendorong perubahan dengan menekankan adanya kontradiksi dan masalah 6
POLA-POLA PERUBAHAN (Arah Perubahan) Linear Siklikal Dialektika Model Perubahan Linear Perubahan bersifat kumulatif, tak berulang, dan umumnya permanen Redfield: transisi masyarakat folk ke urban, Durkheim: transisi solidaritas mekanik ke organik, Tonnies: Teori Perubahan gemeinschaft ke gesellschaft Pola-pola Historis luas perubahan masyarakat dengan budaya homogen menjadi masyarakat besar dengan derajat diferensiasi struktural yang besar dan budaya heterogen 7
Model Perubahan Siklikal Perubahan bersifat repetitif/berulang (siklus moral, model biologi pertumbuhan-kebusukan) Misal: Teori Bangkit-Jatuhnya Peradaban Sorokin: siklus pokok sejarah adalah osilasi antara periode yg didominasi idealisme dan periode yg didominasi hedonisme dan materialisme, dengan periode transisi di antaranya Not look for much long-range significant change Model Perubahan Dialektik Dalam jangka panjang perubahan bersifat kumulatif dan berkembang, dan tidak merupakan proses evolusioner yg lancar dan gradual Model perubahan ini menyebut konflik di antara prinsip dan kecenderungan yang bertolakbelakang (inner contradiction), juga pertentangan antara kelompok dan kecenderungan-kecenderungan (trends). 8
TERIMAKASIH Koordinator Matakuliah Perubahan Sosial (KPM-330) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia - Institut Pertanian Bogor http://skpm.fema.ipb.ac.id 9