1. Memiliki keyakinan, tidak ragu



dokumen-dokumen yang mirip
1) Nasionalis. 2) Pemberani

Lantas, bagaimanakah mencari sosok-sosok pemimpin terbaik yang akan berkumpul. DPR, Para Pemimpin Terbaik Untuk Kemajuan Indonesia (322/S)

Kriteria Presiden Impian Bangsa Indonesia Dimasa Depan (362/S) Oleh : PEFINTA DIANA PUTRI Kamis, 12 Juli :37

Presiden Masa Depan Dalam Teori Kepemimpinan (363/M) Oleh : Rohmah Kusma Wihantari Kamis, 12 Juli :46

1. Memiliki sifat pancasila sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)

Memilih Calon Anggota DPR RI yang Cermat (Cerdas dan Bermanfaat) (16/U)

ANGGARAN DASAR Tunas Indonesia Raya TIDAR

Kriteria pertama, Kriteria kedua,

1. Konsisten akan visi dan misi yang telah dia buat semenjak kampanye.

Setitik Asa untuk Indonesia (656/M) Oleh : Herlia Istiqomah Icha Putri Selasa, 17 Juli :24

Mencari Sosok Kedua (126/M) Oleh : Indah Permatasari Senin, 18 Juni :02

1. Sehat Jasmani dan Rohani

MVVM Mission-Vision-Values-Meaning. DO : adalah perilaku yang diharapkan dari setiap insan Nilai UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Kriteria Presiden Indonesia Dalam Pandangan Islam (576/M) Oleh : Zulkarnain Senin, 16 Juli :50

PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA,

MAKALAH KAJIAN KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN MAKNA NASIONALISME DALAM PEMIMPIN. Disusun oleh: Alvi Muhayat Syah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Asep Mauludin Syahdani, 2013

Tanggal 17 Agustus Assalamu alaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita sekalian.

12 kriteria calon anggota DPR yang ideal : 1. Jujur.

Pemimpin Berjiwa Kepemimpinan (Bukan Pemimpi) Adalah Impian Rakyat Indonesia (601/M)

Eksistensi KORPRI dalam Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Sejalan dengan Amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

DISUSUN OLEH: ANINDYA PUTRI ASHRI SYEIFI HAQI CAROLINA DWI ANDRIANI FRANSISKA ROWINDA

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal,

PETUNJUK PENYELENGGARAAN POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

3. Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Ia yang lebih mendahulukan tujuan. Who Is The Next Soekarno? (121/M)

1.Memiliki karakter dan kepribadian yang kuat

Muhammad Rahmat Kurnia, Ketua Lajnah Fa aliyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan sebuah negara. Untuk menyukseskan program-program

PEDOMAN POKOK NILAI-NILAI PERJUANGAN YAYASAN LBH INDONESIA DAN KODE ETIK PENGABDI BANTUAN HUKUM INDONESIA

KODE ETIK GURU INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. pribadi dalam menciptakan budaya sekolah yang penuh makna. Undangundang

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

2 2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan

BAB I PENDAHULUAN. yang signifikan. Terbukanya arus kebebasan sebagai fondasi dasar dari bangunan demokrasi

BUPATI KULONPROGO SAMBUTAN PADA ACARA UPACARA BENDERA TANGGAL 17 AGUSTUS 2012 TINGKAT KABUPATEN KULONPROGO Wates, 17 Agustus 2012

Pengantar Presiden RI pada Hari Pramuka ke-53, di Cibubur, Jakarta, Tgl. 14 Agustus 2014 Kamis, 14 Agustus 2014

RESUME 21 BUTIR PLATFORM KEBIJAKAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (1) PEMANTAPAN EKONOMI MAKRO

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah tiga institusi pilar Globalisasi.(Amin Rais, 2008: i)

BUPATI KULON PROGO Sambutan Pada Acara

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Title? Author Riendra Primadina. Details [emo:10] apa ya yang di maksud dengan nilai instrumental? [emo:4] Modified Tue, 09 Nov :10:06 GMT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Memahami Budaya dan Karakter Bangsa

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Kamis, 29 November 2012

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

d. Hak atas kelangsungan hidup. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. merupakan amanah Muktamar Muhammadiyah ke-43 di Banda Aceh

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan kemerdekaan sampai hingga era pengisian kemerdekaan

BAHAN TAYANG MODUL 9

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN

KODE ETIK PENGAWAS PERIKANAN, PENYIDIK PERIKANAN DAN AWAK KAPAL PENGAWAS PERIKANAN TYPE SPEED BOAT

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD

b. bahwa Komisi Yudisial mempunyai peranan penting dalam usaha mewujudkan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PROGRAM KERJA WAKIL REKTOR BIDANG KEMAHASISWAAN PEROIDE

Oleh: DUSKI SAMAD. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Terry menyebutkan adanya 8 buah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik, yaitu memiliki:

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL 2014 TANGGAL 25 NOVEMBER 2014

SAMBUTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 52 TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Sumber : Perpustakaan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

PENTINGNYA PEMIMPIN BERKARAKTER PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. berkarakter. Hal ini sejalan dengan Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGAR

AD KAI TAHUN 2016 PEMBUKAAN

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

BOGOR, 01 JUNI

Yang saya hormati, Saudara-saudara pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Saudara-saudara peserta upacara yang saya banggakan.

Surat untuk Ibu dan Bapak Guru Dari Mendikbud *

BAHAN AJAR CHARACTER BUILDING BERBASIS NILAI-NILAI PANCASILA

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Terhadap Dunia Pendidikan

INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan sektor pelayanan jasa publik yang saat ini semakin berkembang,

BAB I PENDAHULUAN. adalah generasi penerus yang menentukan nasib bangsa di masa depan.

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hak bagi semua warga Negara Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. manusia di dalam penyelenggaraan pendidikan sangat penting. pengelolaan sumber daya manusia dapat berjalan sesuai dengan apa yang

Diskusikan secara kelompok, apa akibat apabila Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diubah. Bagaimana sikap kalian terhadap hal ini?

Transkripsi:

KOPI - Presiden kini dipilih langsung oleh rakyat, sehingga suara rakyat sangat menentukan masa depan bangsa ini. Dengan demikian, maka rakyat harus cerdas untuk memilih presiden. Lalu siapakah calon presiden yang tepat dan layak untuk bangsa kita ke depan? Menurut Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik LIPI, Latar belakang calon presiden mendatang tidak penting, apakah dari kalangan pengusaha, akademisi, aktivis, dan lainnya. Kriteria yang paling penting adalah berani mengatakan tidak pada kepentingan asing (kompas.com/read/kriteria presiden/2011/08/05). Oleh itu pilih presiden yang berkarakter pemimpin sejati dan mampu menjadi guru bangsa. Menurut hemat kami calon presiden tersebut memiliki 12 kriteria yang terangkum dalam eka keyakinan, catur diri, dan sapta bakti. Artinya pertama: sebagai guru bangsa, maka presiden harus memiliki keyakinan yang kokoh untuk memimpin bangsa dan negara. Kedua: calon presiden harus memiliki empat karakter diri atau kepribadian tangguh, sebab presiden adalah teladan bagi rakyatnya. Ketiga: presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan harus memiliki tujuh kecakapan sosial untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara. Sebab presiden berfungsi sebagai the fisrt decision maker bagi bangsa dan negara. 12 kriteria tersebut adalah sebagai berikut: 1. Memiliki keyakinan, tidak ragu Presiden harus memiliki keyakinan yang kokoh terhadap Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Inilah pilar dasar atau eka keyakinan yang mampu membentuk karakter diri yang tangguh. Keyakinan adalah radar yang akan mampu mengarahkan kepribadian dan membentuk karakter diri. Sadarilah, bahwa karakter diri itu akan berimbas pada kecakapan sosial. Termasuk dalam keyakinan ini adalah, bahwa ia mampu memimpin bangsa Indonesia yang besar. Oleh itu jangan pilih presiden yang ragu. Ragu terhadap nilai ketuhanan, tidak memiliki kesadaran diri, serta tidak memiliki kesadaran sosial. Sebab jika presiden ragu, maka rakyatpun akan menjadi gagu. 2. Jujur, tidak pendusta 1 / 7

Presiden harus seorang yang jujur, yakni jujur pemikiran, ucapan, dan perbuatan. Sadarilah, bahwa kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kemakmuran. Sebab apa yang terbesit dalam pemikiran, terucap dalam lisan, dan teraplikasikan dalam perbuatan seorang yang jujur adalah untuk kebaikan dan kemakmuran bangsa dan negara. Oleh itu jangan pilih presiden yang pendusta. Sebab seorang pendusta hanya akan berjanji semata tanpa bukti dalam perbuatan yang nyata yang akan membuat kita bersama nesta. 3. Bertanggungjawab, tidak pengkhianat Presiden harus seorang yang bertanggungjawab, baik secara moral, pribadi, dan sosial. Presiden yang bertanggungjawab akan mampu mengemban tugas sebagai pemimpin bangsa dan menjadi contoh terdepan dalam mengatur roda kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh itu jangan pilih presiden yang pengkianat. Sebab dengan mudah akan mengkianati amanah rakyat, amanah kepemimpinan. Pada akhirnya rakyatlah yang semakin melarat. 4. Cerdas, tidak bodoh Presiden harus seorang yang cerdas, memiliki kecerdasan untuk mengatur bangsa dan negara yang besar, memiliki kecerdasan memimpin pemerintahan. Presiden yang cerdaslah yang memiliki kemampuan dan strategi membawa bangsa dan negaranya lebih bermartabat di mata dunia. Oleh itu jangan pilih presiden yang bodoh, sebab akan ceroboh mengatur bangsa dan negaranya untuk mengambil keuntungan sesaat atas dorongan sahwat. Sehingga akan menyebabkan bangsa dan negara kita tak bermartabat dan akan roboh. 5. Aspiratif, tidak kamuflatif 2 / 7

Presiden harus seorang yang aspiratif, yakni mampu menangkap aspirasi rakyat dan aspirasi bawahannya dalam menjalankan tugasnya. Presiden yang aspiratif akan berfikir, berkata, dan bertindak positif. Sehingga menjadi sosok yang solutif terhadap permasalahan yang mengungkung bangsa dan negara saat ini. Oleh itu jangan pilih presiden yang kamuflatif, sebab ia hanya akan tebar pesona untuk mencari dukungan suara. Dengan demikian, maka akan membiarkan rakyatnya merana. 6. Adil, tidak zalim Presiden harus seorang yang adil, yakni adil dalam memutuskan perkara, tidak tebang pilih, tidak pandang kawan atau lawan. Siapa saja yang salah harus ditindak tegas secara berkeadilan. Presiden yang adil akan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang harkat dan martabat menuju Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh itu jangan pilih presiden yang zalim, sebab akan merugikan bangsa dan negaranya demi kepentingan pribadi dan golongannya. Sementara rakyatnya disuguhi drama mafia peradilan yang kasat mata. Sehingga menyebabkan rakyat semakin menderita dalam kezaliman. 7. Bijaksana, tidak egois Presiden harus seorang yang bijaksana, yakni memiliki kearifan melihat yang terjadi dan akan terjadi, serta mampu memutuskan perkara secara arif dan bijaksana sesuai perundangan yang berlaku. Presiden yang arif dan bijaksana akan mampu membawa perubahan bangsa menjadi lebih baik. Oleh itu jangan pilih presiden yang egois, sebab picik dalam berfikir dan bengis dalam bertindak. Sehingga akan menyebabkan rakyat menangis karena terlilit oleh ketidak pastian dalam segala lini kehidupannya. 3 / 7

8. Memiliki kesadaran, tidak pelupa Presiden harus memiliki kesadaran diri, yakni sadar bahwa dirinya adalah pemimpin bangsa dan negara, serta teladan bagi rakyatnya. Presiden yang memiliki kesadaran diri akan mampu membawa citra terbaik bagi bangsa dan negara di mata dunia. Oleh itu jangan pilih presiden yang pelupa, sebab akan lupa terhadap dirinya serta bangsanya. Pada akhirnya akan membawa bangsa pelupa dan tidak memiliki jasa di mata dunia. 9. Pemberani, tidak lemah Presiden harus seorang yang pemberani, yakni berani berkata dan bertindak benar, berani menolak kepentingan asing yang merugikan bangsa dan negara. Presiden yang pemberani memiliki keberanian menanggung resiko untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Oleh itu jangan pilih presiden yang lemah, sebab hanya akan berdalih mengalah padahal ia tidak memiliki keberanian memajukan rakyat dan keberanian membela kepentingan bangsa dan negaranya. 10. Visioner, tidak dungu Presiden harus seorang yang visioner, berpandangan luas dan jauh ke depan. Sehingga mampu melihat peluang ke depan yang lebih gemiling, serta mampu menutupi kekurang di masa lalu yang kelam. Presiden yang visioner memiliki visi dan misi yang baik dan benar untuk mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur. 4 / 7

Oleh itu jangan pilih presiden yang dungu, sebab hanya akan membeo terhadap kepentingan asing. Ujung-ujungnya akan menjual aset bangsa dan negara kepada fihak asing. Sehingga rakyat dibuat semakin asing dan pusing di negerinya sendiri. 11. Pengasih, tidak pilih kasih Presiden harus seorang yang pengasih tidak pilih kasih, yakni memiliki sifat kasihan jika rakyatnya menderita. Presiden yang pengasih akan berupaya mensejahterakan rakyatnya melalui kebijakan dan tidakan yang populis selaku presiden. Oleh itu jangan pilih presiden yang pilih kasih, sebab tak akan bertindak bijaksana dalam menjalankan roda pemerintahan dan negara. Sehingga rakyatlah yang akan menanggung beban kebijakkannya. 12. Penyayang, tidak pandang bulu Presiden harus seorang yang penyayang, yakni memiliki keinginan agar rakyatnya sejahtera lahir dan batin. Presiden yang penyayang memiliki kesadaran diri dan berupaya mengentaskan jeratan dekadensi moral seluruh rakyatnya. Sebab dekadensi moral inilah yang telah meruntuhkan martabat kemanusian kita. Oleh itu presiden tidak boleh bersikap pandang bulu, sebab jika akan tidak tegas untuk membangun moral bangsa. Sehingga akhirnya akan merusak moral serta harga diri bangsa kita yang religius ~sebagaimana sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagai penutup, jika kita memilih presiden dengan 12 kriteria di atas, maka kita akan memiliki presiden yang terbaik untuk bangsa dan negara. Pemimpin yang baiklah yang mampu menyelamatkan kehidupan bangsa dan negara di masa mendatang. Namun rakyat juga memiliki kewajiban dalam menentukan nasib bangsa ke depan yaitu, pertama: harus berani menolak politik uang agar presiden terpilih berani berjuang untuk bangsa kita yang besar. Kedua: yakinilah bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiaban yang sama dan presiden adalah pemimpin dan contohnya. Semoga kita mampu keluar dari permasalah yang 5 / 7

melilit bangsa tercinta ~yaitu: dekadensi moral dan sosial, korupsi, serta manipulasi~ dengan kesatria. Akhirnya, jayalah Indonesia! Data Penulis Nama : Agus Salim Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 4 Agustus 1970 Pekerjaan : Guru Nama Sekolah : SD al muslim Alamat Sekolah : Jl. Raya Wadungasri no 39 F Kec. Waru, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur Alamat Rumah : Jl. Berbek no 12 D RT 05 RW 01 Desa Berbek, Kec. Waru, Kab Sidoarjo No Telepon : 031-8679394 No HP : 0856 4528 7700 email : agussalim.sim99@yahoo.com 6 / 7

akun facebook : Agus Salim (email: simsalamsim@yahoo.co.id) 7 / 7