Implementasi Algoritma Speeded Up Robust Features (SURF) Pada Pengenalan Rambu Rambu Lalu Lintas
|
|
|
- Shinta Chandra
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 e-issn : Implementasi Algoritma Speeded Up Robust Features (SURF) Pada Pengenalan Rambu Rambu Lalu Lintas Firma Firmansyah Adi #1, Muhammad Ichwan *2, Yusup Miftahuddin #3 # Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Nasional Jalan PH.H. Mustofa No.23, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung 1 [email protected] 3 [email protected] * Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Nasional Jalan PH.H. Mustofa No.23, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung 2 [email protected] Abstract One factor of increased violations on the highway is a violation of traffic signs, because the signs are not visible to the driver. In addition to this the conditions on road signs attached to the road have shortcomings such as twisting signs, imperfect beacons and non-standard beacons. So to be able to reduce the violation of traffic signs required a system that can recognize traffic. To be able to recognize traffic signs can be done visually and must be fast in recognizing. The image to be recognized can use the camera to retrieve information from signposts then the image is extracted with features of Speeded Up Robust Features (SURF) algorithm consisting of three stages: interest point detection, scale space, feature description and feature matching so that the system can recognize traffic signs. The research that has been done has resulted that the SURF algorithm in recognizing traffic signs is about 83,33% accurate to be the algorithm of introduction of traffic signs with the need to be fast and accurate. In addition, this algorithm is invariant to scale and invariant to rotation, so that the difference of slope and scale difference can still be recognized by using SURF algorithm. Keywords Traffic Sign, SURF, Kd-tree. I. PENDAHULUAN Pada saat mengemudikan kendaraan para pengemudi akan fokus terhadap keadaan jalan dan kearah kendaraan yang berada didepan, sehingga rambu rambu yang terpasang disepanjang jalan tidak sengaja terhiraukan yang menyebabkan pelanggaran. Pelanggaran rambu rambu lalu lintas merupakan salah satu faktor meningkatnya pelanggaran yang terjadi di jalan[1]. Salah satu solusi yang dapat mengurangi pelanggaran tersebut yaitu dengan membangun sistem yang dapat mengenali rambu rambu lalu lintas untuk pengingat terhadap pengendara. Rambu rambu lalu lintas merupakan salah satu dari perlengkapan jalan, berupa lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan[2]. Untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas yang disebabkan rambu, maka diperlukan sistem yang dapat mengenali rambu rambu lalu lintas. Rambu rambu lalu lintas dapat dideteksi dan dikenali secara visual dengan menggunakan kamera sebagai media pengambilan informasi dari sebuah rambu rambu lalu lintas. Tata letak pada rambu rambu lalu lintas yang berbeda beda dapat berpengaruh pada saat proses identifikasi, sehingga dalam melakukan identifikasi menggunakan metode Speeded Up Robust Features (SURF). SURF atau Speeded Up Robust Features bertujuan untuk ekstraksi fitur dengan cara mendeteksi fitur lokal suatu citra dengan handal dan cepat. Algoritma ini sebagian terinspirasi oleh algoritma SIFT (Scale- Invariant Feature Transform), terutama pada tahap scale space representation. Algoritma SURF menggunakan penggabungan algoritma citra integral (integral image) dan blob detection berdasarkan determinan dari matriks Hessian. Dalam implementasinya SURF memiliki empat tahapan yaitu Interest Point Detection Description dan Feature Matching[3]. II. LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka Terdapat penelitian penelitian yang pernah dilakukan yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu : 1. Alexander A S Gunawan, Pascal Gerardus A, Wikaria Gazali (2013), melakukan penelitian yang berjudul Pendeteksian Rambu Lalu Lintas Dengan Algoritma Speeded Up Robust Features (SURF), penelitian ini mendeskripsikan cara mendeteksi objek visual dengan kecepatan tinggi, dengan menggunakan algoritma Speeded Up Robust Features (SURF). Penelitian ini menghasilkan 575
2 e-issn : waktu pendeteksian rambu lalu lintas yang dapat dikenali dengan cukup cepat dengan waktu rata-rata pengenalan sebesar 101,2 milidetik. Selain itu algoritma SURF dapat mendeteksi dalam berbagai ukuran dan sudut yang ditolerir, dan bahkan memiliki kemampuan diskriminasi yang baik. 2. Muhammad Ilham, Z.k. Abdurahman Baizal, Leonardi (2013), melakukan penelitian yang berjudul Analisis Dan Implementasi Speeded Up Robust Features (SURF) Pada Content Based Image Retrieval. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem Content Based Image Retrieval dengan mengimplementasikan metode SURF dan untuk mengukur keakuratan sistem CBIR dalam memperoleh citra. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat akurasi sistem Speeded Up Robust Features (SURF) tidak bergantung dengan objek gambar yang diberikan. Sistem akan menangkap image berdasarkan keseluruhan ciri image baik itu berupa bentuk, warna dan tekstur yang ada pada ciri suatu gambar 3. Rastri Prathivi (2014), melakukan penelitian yang berjudul Feature Recognition Berbasis Corner Detection Dengan Metode Fast, Surf Dan Flann Tree Untuk Identifikasi Logo Pada Augmented Reality Mobile System. pada peneilitian ini dirancang dan dibangun aplikasi augmented reality pada perangkat mobile yang bertujuan untuk mengidentifikasi logo dengan menggunakan 3 metode yaitu FAST, SURF dan FLANN TREE. Setelah melakukan implementasi dan pengujian maka dihasilkan akurasi rata-rata 73 % untuk kondisi normal, 69% untuk kondisiscale invariant, 65% untuk kondisi rotation 90 0 dan 66% untuk kondisi rotation Kontribusi terhadap penelitian yang dilakukan adalah nilai akurasi dari metode SURF diatas 60% yang terdiri dari beberapa sudut pengambilan, sehingga nilai akurasi SURF cukup tinggi meskipun dilakukan dalam berbagai sudut. 4. Tri Harsono, Achmad Basuki, Nana Ramadijanti (2016), melakukan penelitian yang berjudul Pengenalan Gambar Rambu-Rambu Lalulintas Dengan Metode Kuantisasi Rerata yang membahas tentang pengenalan rambu rambu lalu lintas dengan memanfaatkan ciri bentuk dengan menggunakan teknik kuantisasi rata rata. Proses pengenalan dilakukan dengan menggunakan template matching antara vektor gambar ramburambu yang dimasukan (vector query) dengan semua tanda rambu-rambu yang ada dalam database (vector template). Hasil percobaan yang cukup baik pada saat ukuran sampling (segment) 4x4, didapatkan presentase error rata - rata sebesar 9.19% dengan performansi sebesar Charles Edison Chandra, Herland Jufry, Sofyan Tan (2013), melakukan penelitian yang berjudul Deteksi Marka Jalan Dan Estimasi Posisi Menggunakan Multiresolution Hough Transform yang menjelaskan mengenai membuat suatu algoritma untuk mendeteksi marka jalan serta mengestimasi posisi dan sudut dari kamera terhadap marka jalan yang ditemukan. Implementasinya menggunakan sebuah kamera untuk mengambil sample citra yang kemudian diproses menggunakan Multiresolution Hough Transform sebagai salah satu metode utama dalam pendeteksian marka jalan. Hasil Computional Cost yang didapatkan pada algoritma ini cukup lambat yaitu dengan waktu ratarata yang dibutuhkan sebesar detik. Namun, algoritma ini memiliki kelebihan tersendiri yaitu tidak hanya bisa mendeteksi marka jalan tapi juga dapat mengestimasi posisi dan sudut kamera terhadap marka jalan dengan baik, dengan error posisi rata-rata sebesar cm dan error sudut rata-rata sebesar Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan memiliki konstribusi terhadap penelitian yang dilakukan, maka dapat diuraikan kedalam pemetaan tinjauan pustaka seperti pada gambar
3 e-issn : Template Matching Integral Proyeksi untuk Pengenalan Rambu Lalu Lintas Muhammad Sofi i, Edy Mulyanto, 2015 Deteksi Marka Jalan Dan Estimasi Posisi Menggunakan Multiresolution Hough Transform Charles Edison Chandra, Herland Jufry, Sofyan Tan, 2013 Pengenalan Gambar Rambu-Rambu Lalulintas Dengan Metode Kuantisasi Rerata Rr. Octanty M., Dzuratul U, 2013 Implementasi Algoritma Speeded Up Robust Features Pada Pengenalan Rambu rambu Lalu Lintas Firma Firmansyah Adi, M. Ichwan, 2017 Pendeteksian Rambu Lalu Lintas Dengan Algoritma Speeded Up Robust Features (SURF) Alexander A S Gunawan, Pascal Gerardus A, Wikaria Gazali, 2013 Traffic-Sign Recognition For An Intelligent Vehicle/Driver Assistant System Using Hog Karthiga.PL S.Md.Mansoor Roomi, Kowsalya.J, 2016 Deteksi Gambar Rambu Lalu Lintas Dengan Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Rr. Octanty M., Dzuratul U, 2013 Analisis Dan Implementasi Speeded Up Robust Features (SURF) Pada Content Based Image Retrieval Muhammad Ilham, Z.k. Abdurahman Baizal, Leonardi, 2013 Real-Time Traffic Sign Recognition using SURF Descriptor Htet Wai Kyu, Lu Maw, Hla Myo Tun, 2016 Feature Recognition Berbasis Corner Detection Dengan Metode Fast, Surf Dan Flann Tree Untuk Identifikasi Logo Pada Augmented Reality Mobile System Rastri Prathivi, 2014 Deteksi Pelanggaran Marka Jalan Raya Berbasis Korelasi Citra Tessa Tioarina Simanjuntak, Bambang Hidayat, 2012 Gambar 1. Tinjauan Pustaka B. Rambu rambu Lalu Lintas Rambu rambu lalu lintas adalah salah satu dari perlengkapan jalan, berupa lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan yang diatur dalam peraturan perundang undangan[4]. Rambu rambu lalu lintas terdiri dari empat kategori yaitu : 1. Rambu Peringatan Rambu peringatan digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan ada bahaya atau tempat berbahaya di depan pengguna. Warna dasar rambu peringatan berwarna kuning dengan lambang atau tulisan berwarna hitam seperti digambarkan pada gambar 2. Gambar 2. Contoh rambu peringatan 577
4 e-issn : Rambu Larangan Rambu larangan menunjukkan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan. Warna dasar rambu larangan berwarna putih dan lambang atau tulisan bewarna hitam atau merah seperti yang digambarkan pada gambar 3. Gambar 5. Contoh rambu petunjuk Gambar 3. Contoh rambu larangan 3. Rambu Perintah Rambu perintah menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh pemakai jalan. Rambu perintah berbentuk bundar berwarna biru dan lambang atau tulisan berwarna putih serta merah untuk garis serong sebagai batas akhir perintah seperti yang digambarkan pada gambar 4. Gambar 4. Contoh rambu perintah 4. Rambu Petunjuk Rambu petunjuk merupakan rambu pendahulu petunjuk jurusan, rambu petunjuk jurusan dan dan rambu penegas jurusan yang menyatakan petunjuk arah untuk mencapai tujuan antara lain kota, daerah/wilayah serta rambu yang menyatakan nama jalan dinyatakan dengan warna dasar hijau dengan lambang dan/atau tulisan warna putih seperti yang digambarkan pada gambar 5. Untuk memenuhi kebutuhan adalah keseragaman bentuk dan ukuran rambu, desain rambu yang memenuhi standar dan mudah dipahami, lokasi rambu berhubungan dengan pengemudi sehingga pengemudiyang berjalan dengan kecepatan normal dapat memiliki waktu yang cukup untuk merespon, serta pemeliharaan rambu diperlukan agar rambu tetap terpelihara dengan baik. C. Speeded Up Robust Features SURF bertujuan untuk mendeteksi fitur lokal suatu citra dengan handal dan cepat. Algoritma ini sebagian terinspirasi oleh algoritma SIFT (Scale-Invariant Feature Transform). Algoritma SURF menggunakan penggabungan algoritma citra integral (integral image) dan blob detection berdasarkan determinan dari matriks Hessian. Seperti hal nya SIFT algoritma ini juga bersifat invariant scale sehingga rotasi dan skala tidak terlalu berpengaruh[3]. Dalam implementasinya, algoritma SURF dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Integral Image Tahap awal dari algoritma SURF ini adalah mempersiapkan citra masukan. Citra masukan adalah citra dengan format grayscale. Pada tahap ini, citra dari hasil kamera direpresentasikan menjadi citra integral yang kemudian akan menghasilkan representasi citra[3]. 2. Interest Point Detection Deteksi titik perhatian (interest point) digunakan untuk memilih titik yang mengandung banyak informasi dan sekaligus stabil terhadap gangguan lokal atau global dalam citra digital[3]. Dalam algoritma SURF, dipilih detektor titik perhatian yang mempunyai sifat invarian terhadap skala, yaitu blob detection. Blob merupakan area pada citra digital yang memiliki sifat yang konstan atau bervariasi dalam kisaran tertentu. Untuk melakukan komputasi blob detection ini, digunakan determinan dari matriks Hessian (DoH) dari citra pada rumus 1 berikut ini. Rumus 1. Hessian Matriks 578
5 e-issn : Feature Description Fitur didefinisikan sebagai bagian yang mengandung banyak informasi suatu citra, dan fitur ini digunakan sebagai titik awal untuk algoritma deteksi objek [3]. Tujuan dari proses deteksi fitur ini adalah untuk mendapatkan deskripsi dari fitur-fitur dalam citra yang diamati. Langkah pertama adalah melihat orientasi yang dominan pada titik perhatian yang terdapat dalam citra, kemudian membangun suatu area yang akan diambil nilainya dan mencari fitur korespondensi pada citra pembanding 4. Feature Matching Dalam tahap ini yaitu membandingkan fitur hasil perhitungan proses sebelumnya tetapi hanya bila terdapat perbedaan kontras, yang dideteksi melalui tanda dari trace matriks Hessian. Dengan cara ini, biaya komputasi dari algoritma SURF bisa dikatakan sangat minim [3] A. Gambaran Sistem III. METODE PENELITIAN Sistem pengenalan rambu rambu lalu lintas digambarkan kedalam blok diagram untuk mengetahui gambaran umum sistem yang dijelaskan pada gambar 5.. TAHAP UJI Integral Image Interest Point Detection Feature Description Feature Matching Hasil Pengenalan Citra Integral Image Interest Point Detection Feature Description Dataset TAHAP PELATIHAN Gambar 6. Blok Diagram Sistem Berdasarkan pada gambar 6 yang merupakan sistem yang dirancang, terdapat terdapat 3 tahapan utama yaitu : 1. Proses awal, merubah format RGB menjadi Grayscale dengan menghitung nilai representasi citra integral (integral image). 2. Mendeteksi titik-titik fitur, mencari fitur-fitur bloblike pada citra dengan menggunakan matriks Hessian a. Membentuk piramid citra: melakukan konvolusi tapis kotak dengan ukuran yang semakin besar dengan citra untuk membentuk piramid citra b. Mencari ekstrema dari determinan matriks Hessian: menghitung nilai dari determinan matriks Hessian kemudian mencari nilai ekstremanya (nilai maksima atau minima dibandingkan dengan nilai-nilai tetangganya) c. Lokalisasi calon fitur: mencari lokasi calon fitur pada setiap ruang skala (scale space) dengan menggunakan metoda non-maximum supression terhadap eksterma dari determinan matriks Hessian. 3. Pendeskripsian fitur, mendeskripsikan titik-titik fitur yang sudah di deteksi 4. Pencocokan fitur, yaitu mencari nilai kemiripan dari setiap titik titik yang menarik antara citra uji dan citra latih dengan menggunakan FLANN, yaitu dengan mencari nilai tetangga dari keypoint yang memiliki nilai kemiripan dengan menghasilkan nilai NNDR(Nearest Neighbour Distance Ratio) sehingga dari nilai kemiripan tersebut sistem dapat mengenali rambu rambu lalu lintas B. Flow Chart Sistem Alur Kerja Sistem bertujuan untuk menampilkan urutan atau langkah langkah dari sebuah sistem. Alur 579
6 e-issn : kerja yang dijelaskan merupakan sistem yang bekerja pada sistem sehingga dapat mengenali rambu rambu lalu lintas yang digambarkan secara keseluruhan pada Gambar 7 Sistem dimulai dengan menampilkan menu utama kemudian menghubungkan kamera dengan sistem, jika kamera terhubung maka menampilkan tampilan kamera dan mengaktifkan tombol capture. Setelah mengcapture image langkah selanjutnya adalah melakukan ekstraksi fitur pada citra tersebut yang menghasilkan keypoint yang berguna pada tahap selanjutnya untuk melakukan klasifikasi citra. START Masukan citra RGB Konversi ke Citra Grayscale START Citra Integral Capture Image Deteksi Titik Fitur Citra RGB Representasi Ruang Skala Ekstraksi Fitur Pendeskripsian Fitur Klasifikasi keypoint Hasil pengenalan END Gambar 7. Flowchart Sistem Pada alur kerja yang digambarkan pada gambar 7 terdapat 2 sub proses yaitu ekstraksi fitur dimana menggunakan algoritma surf dan klasifikasi keypoint yang akan diuraikan pada Gambar 8 dan Gambar 9. Pada ekstraksi fitur menggunakan algoritma SURF yang bertujuan untuk menghasilkan nilai nilai keypoint yang dapat digunakan untuk pengklasifikasian pada tahap selanjutnya. Keypoint END Gambar 8. Flowchart Ekstraksi Fitur Tahap awal ekstraksi fitur adalah dengan mengkonversi citra menjadi citra grayscale yang tujuan nya adalah untuk menghitung citra integral yang bertujuan untuk mempercepat proses komputasi. Kemudian langkah selanjutnya adalah dengan mengimplementasikan algoritma SURF yang terdiri dari deteksi titik fitur, representasi ruang skala dan pendeskripsian fitur. 580
7 e-issn : START Masukan deskriptor citra latih, query keypoint Membentuk tree Mencari indeks query dengan depth first search Menghitung jarak terdekat antara query dan hasil indeks Euclidien Distance END Gambar 9. Flowchart Klasifikasi Klasifikasi keypoint hasil ekstraksi fitur berguna untuk mengenali citra uji rambu rambu lalu lintas, tahap ini menggunakan metode kd-tree dimana metode ini menggunakan binary tree yang kemudian mencari nilai terdekat dengan menggunakan euclidien distance. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Implementasi Implementasi pada sistem pengenalan rambu rambu lalu lintas menggunakan bahasa pemograman java dan opencv. Pada tahap implementasi terdiri dari implementasi ekstraksi fitur, implementasi klasifikasi dan implementasi system 1) Implementasi Ekstraksi Fitur Pada tahap implementasi ekstraksi ciri dengan menggunakan algoritma SURF yang bertujuan untuk mencari point point yang menarik dengan menggunakan opencv. Proses ekstraksi pada algoritma SURF ini terdiri dari 3 tahapan yaitu, citra integral, deteksi titik fitur dan pendsekripsian fitur a. Implementasi citra integral yaitu dengan menggunakan citra graysale yang kemudian dihitung integral citra nya dengan menambahkan pixel kiri dan pixel atas dari suatu citra. Proses pada tahapan ini digambarkan pada gambar
8 e-issn : Gambar 10. Integral Image b. Interest Point Detectionmenggunakan fungsi featuredetector.detect(param1, param2); dimana parameter 1 merupakan matriks citra yang akan di deteksi berupa nilai masukan pada fungsi ini dan parameter 2 merupakan variabel untuk menyimpan list hasil deteksi berupa output yang dihasilkan yang digambarkan pada gambar 11. Gambar 11. Interest Point Detection Feature descriptor menggunakan fungsi descriptorextractor.compute(param1,param2,param3); dimana parameter 1 (nilai masukan) adalah matriks citra yang akan dideteksi, parameter 2((nilai masukan)) adalah nilai keypoint hasil dari tahapan interest point detectiondan parameter 3 adalah output pada fungsi ini berupa list dari keypoint. Setelah point yang menarik diketahui maka dilakukan draw pada citra uji berdasarkan point point yang telah dihasilkan. Tahapan ini digambarkan pada gambar 12 Gambar 12. Feature Description 582
9 e-issn : c. Feature Matching, pada tahap ini dilakukan matching pada citra yang diuji dan citra latih. Karena pada sistem ini bersifat pengenalan maka citra latih yang diperlukan adalah data latih yang lebih dari satu, maka untuk kebutuhan tesebut pada proses feature matching ditambahkan tahapan klasifikasi pada keypoint hasil deteksi untuk dapat mengenali citra tersebut. Tahap ini merupakan proses pengenalan dengan menggunakan k- dimensional tree dengan mencari nilai tetangga terdekat, dalam sistem ini yang terdapat dalam algoritma SURF pada tahap feature matching dengan menggunakan fungsi sebagai berikut : descriptormatcher.knnmatch(objectdescriptors, scene Descriptors, matches, 2); terdapat tiga parameter yang memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Parameter 1 adalah nilai dari deskriptor hasil dari feature deskriptor pada tahap ekstraksi fitur berupa nilai keypoint dari data latih. 2. Parameter 2 adalah nilai dari deskriptor hasil dari feature deskriptor pada tahap ekstraksi fitur berupa nilai keypoint dari data uji. 3. Parameter 3 adalah variabel untuk menyimpan hasil dari proses matching deskriptor 1 dan deskriptor 2 yang menghasilkan index dari keypoint data latih dan index dari keypoint data uji yang memiliki kemiripan, serta menghasilkan nilai NNDR (Nearest Neighbour Distance Ratio). 4. Parameter 4 adalah nilai k berupa nilai jumlah tetangga terkecil yang akan disimpan. Gambar 13. Klasifikasi Pada tahap ini yang digambarkan pada gambar 13, citra uji dibandingkan dengan semua citra latih dimana nilai yang dibandingkan adalah nilai keypoint antara data uji dan data latih sehingga akan menghasilkan nilai tetangga terdekat yang disebut dengan NNDR (Nearest Neighbour Distance Ratio). Sehingga nilai terdekat tersebut dijadikan dasar untuk menentukan kemiripan dari citra yang diuji. 583
10 e-issn : Setelah citra uji dikenali pada tahap klasifikasi maka tahap selanjutnya adalah melakukan draw keypoint yaitu menghubungkan keypoin antara keypoint pada citra uji dan keypoint pada citra latihyang digambarkan pada gambar 14. 2) Implementasi Aplikasi Tampilan hasil pengenalan adalah tampilan yang berfungsi untuk menampilkan hasil pengenalan Gambar 14. Hasil Pengenalan pada rambu rambu lalu lintas yang beberapa gambar hasil pengenalan, diantaranya yaitu citra hasil ekstraksi fitur citra latih dan citra uji, citra hasil matching serta nilai dari hasil pengenalan yang telah dilakukan berupa nilai nilai dari keypoint yang mirip antara citra uji dan citra latih serta terdapat NNDR (Nearest Neighbour Distance Ratio) seperti yang digambarkan pada gambar 15. Gambar 15. Tampilan Sistem Pengenalan Rambu Lalu Lintas B. Pengujian Pengujian sistem merupakan pengujian untuk menguji kemampuan kemampuan dan ketepatan dari algoritma SURF pada saat sistem melakukan pengenalan rambu rambu lalu lintas. Pengujian sistem dilakukan dengan cara simulasi menggunakan gambar rambu rambu lalu lintas yang kemudian diambil gambarnya oleh kamera dengan resolusi VGA dan resolusi 5 MP sebagai perbandingan dengan berbagai parameter yaitu keadaan lingkungan luar/outdoor yang bertujuan untuk menyesuaikan sistem dengan keadaan real, parameter kemiringan, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengenali suatu rambu rambu lalu lintas. Untuk menghitung tingkat akurasi keberhasilan 584
11 No Citra Uji Kemiringan Jumlah Keypoint yang yang mirip Waktu (ms) Hasil No Citra Uji Kemiringan Jumlah Keypoint yang mirip Waktu (ms) Hasil e-issn : pengenalan dari setiap rambu dapat dihitung dengan menggunkan persamaan : a) Pengujian Skala 640x480 Pengujian dilakukan dengan menggunakan citra masukan dengan ukuran 640x480 yang dilakukan rotasi sebanyak 5 kali yaitu 90 o, 75 o, 60 o, 45 o dan 30. TABEL I PENGUJIAN SISTEM SKALA 640X480 Berdasarkan pada pengujian nilai akurasi pada sistem pengenalan rambu rambu lalu lintas sebesar 83,33% pada skala 640x480 yang dijelaskan pada Tabel I dengan rata rata keypoint yang cocok adalah sejumlah 40,84 keypoint dengan jumlah keypoint yang cocok terkecil sebesar 7 keypoint dan jumlah keypoint terbesar adalah 136 keypoint. Rata rata waktu pengenalan selama 1261,66 ms atau 1,261 detik dengan waktu pengenalan tercepat adalah 451 ms atau 0,451 detik dan waktu pengenalan terlama adalah 2500 ms atau 2,5 detik. 1 0 o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o X o X o X o X o X 26 0 o o o o o Jumlah rambu yang dikenali 25 Rata rata waktu pengenalan(ms) 1261,66 Rata rata keypoint yang mirip 36,3 Pada pengujian yang ditampilkan pada Tabel I dengan menggunakan skala 640x480 didapatkan nilai akurasi dari sistem dengan cara pethitungan sebagai berikut : a) Pengujian Skala 800x600 Pengujian dilakukan dengan menggunakan citra masukan dengan ukuran 640x480 yang dilakukan rotasi sebanyak 5 kali yaitu 90 o, 75 o, 60 o, 45 o dan 30 o. TABEL III PENGUJIAN SISTEM SKALA 800X o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o X o X o X o X o X 26 0 o o o o
12 No Citra Uji Kemiringan Jumlah Keypoint yang yang mirip Waktu (ms) Hasil No Citra Uji Kemiringan Jumlah Keypoint yang yang mirip Waktu (ms) Hasil No Citra Uji Kemiringan Jumlah Keypoint yang yang mirip Waktu (ms) Hasil e-issn : o Jumlah rambu yang dikenali 25 Rata rata waktu pengenalan(ms) 959,1 Rata rata keypoint yang mirip 36,73 Pada pengujian yang ditampilkan pada Tabel II dengan menggunakan skala 800x600didapatkan nilai akurasi dari sistem dengan cara pethitungan sebagai berikut : Berdasarkan pada pengujian nilai akurasi pada sistem pengenalan rambu rambu lalu lintas sebesar 83,33% pada skala 800x600 yang dijelaskan pada Tabel II dengan rata rata keypoint yang cocok adalah sejumlah 36,73 keypoint dengan jumlah keypoint yang cocok terkecil sebesar 7 keypoint dan jumlah keypoint terbesar adalah 136 keypoint. Rata rata waktu pengenalan selama 959,1 ms atau 0,959 detik dengan waktu pengenalan tercepat adalah 451 ms atau 0,451 detik dan waktu pengenalan terlama adalah 2500 ms atau 2,5 detik. b) Pengujian Skala 1024x720 Pengujian dilakukan dengan menggunakan citra masukan dengan ukuran 640x480 yang dilakukan rotasi sebanyak 5 kali yaitu 90 o, 75 o, 60 o, 45 o dan 30. TABEL IIIII PENGUJIAN SISTEM SKALA 1024X o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o X o X o X o X o X 26 0 o o o o o Jumlah rambu yang dikenali 25 Rata rata waktu pengenalan(ms) 1531,033 Rata rata keypoint yang mirip 46,3 Pada pengujian dengan menggunakan skala 1024x720 didapatkan nilai akurasi dari sistem dengan cara pethitungan sebagai berikut : Berdasarkan pada pengujian nilai akurasi pada sistem pengenalan rambu rambu lalu lintas sebesar 83,33% pada skala 1024x720 yang dijelaskan pada Tabel III dengan rata rata keypoint yang cocok adalah sejumlah 46,3 keypoint dengan jumlah keypoint yang cocok terkecil sebesar 2 keypoint dan jumlah keypoint terbesar adalah 136 keypoint. Rata rata waktu pengenalan selama 1531,033 ms atau 1,531 detik dengan waktu pengenalan tercepat adalah 1112 ms atau 1,112 detik dan waktu pengenalan terlama adalah 2313 ms atau 2,313 detik. c) Hasil Perhitungan Pengujian Hasil perhitungan pengujian didapatkan dari pengujian dengan menggunakan, sehingga untuk hasil perhitungan akurasi sistem secara keseluruhan dapat dihitung dengan mengambil nilai rata rata dari nilai akurasi kamera 5MP dan kamera VGA. 586
13 e-issn : % Berdasarkan dari pengujian skala optimal adalah skala 800x600 yang memerlukan waktu tercepat antara ketiga skala, skala makin besar maka nilai jumlah keypoint yang cocok semakin besar. Namun nilai keypoint dipengaruhi juga oleh cahaya pada citra seperti dari perbandingan citra dibawah ini : TABEL IVV PERBANDINGAN CITRA 640x x x720 Terlihat seperti pada Tabel IV bahwa pada pengujian skala 800x600 citra yang dihasilkan adalah citra yang memiliki cahaya yang cukup jika dibandingkan dengan skala 640x480 dan skala 1024x720, sehingga dapat disimpulkan cahaya pada saat pengambilan gambar berpengaruh terhadap waktu dan jumlah keypoint yang cocok. V. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan mengimplementasikan metode SURF untuk melakukan pengenalan rambu rambu lalu lintas maka dapat disimpulkan bahwa algoritma SURF cukup baik untuk mengenali rambu rambu lalu lintas dengan nilai akurasi sistem pengenalan rambu rambu lalu lintas sebesar 83,33 % pada hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan skala 640x480, 800 x600 dan 1024 x720 dengan rotasi 90 o, 75 o, 60 o, 45 o dan 30 o yang menghasilkan rata rata waktu pengenalan adalah 1250,6 ms atau 1,2506 detik dengan jumlah keypoint rata rata adalah 39,77 dimana cahaya pada saat pengambilan citra mempengaruhi waktu dan jumlah dari keypoint yang cocok. Sehingga dengan waktu pengenalan sekitar 1,25 detik memiliki kemampuan yang cepat untuk mendeteksi rambu rambu lalu lintas dengan memiliki kemampuan untuk mendeteksi rambu pada sudut sudut tertentu. DAFTAR PUSTAKA [1] Sadono, Soni. Budaya Tertib Berlalu Lintas Kajian Fenomenologis Atas Masyarakat Pengendara Sepeda Motor Di Kota Bandung [2] Kementrian Perhubungan. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm 13 Tahun Kementrian Perhubungan Republik Indonesia [3] Lowe, D. G Object Recognition From Local Scale-Invariant Features. Proceeding of the International Conference on Computer Vision, Corfu Sept [4] Zhou, Huiyu., Wu, Jiahua. Digital Image Processing Part I, Ventus Publishing London [5] Affandi Faisal Rambu rambu Lalu Lintas Di Indonesia. [Online] ( [6] Simanjuntak, T Tessa., Hidayat, Bambang., Atmaja Dwi, Ratri.Deteksi Pelanggaran Marka Jalan Raya Berbasis Korelasi Citra Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom [7] Sofi i, Muhammad., Mulyanto, Edy.Template Matching Integral Proyeksi untuk Pengenalan Rambu Lalu Lintas. Jurusan Teknik Informatika, Universitas Dian Nuswantoro Semarang [8] Yannis, G. and Antoniou, C. State-of-the-art on advanced driver assistance systems. Workshop on The role of Advanced Driver Assistance Systems on traffic safety and efficiency, 4 18, National University of Athens [9] Kyu, Htet Wai., Maw, Lu., Tun, Hla Myo. Real-Time Traffic Sign Recognition using SURF Descriptor. International Journal Of Scientific & Technology Research [10] Laganiere, Robert. OpenCV 2 Computer Vision Application Programming Cookbook, Packt Publishing, Birmingham [11] M. Shneier. Road Sign Detection And Recognition, IEEE Computer Society International Conference on Computer Vision and Pattern Recognition [12] Petter, M. Stefan. Real-time System. Department of Communications, Information Technology and the Art, Australian Research Council
PENDETEKSIAN RAMBU LALU LINTAS DENGAN ALGORITMA SPEEDED UP ROBUST FEATURES (SURF)
PENDETEKSIAN RAMBU LALU LINTAS DENGAN ALGORITMA SPEEDED UP ROBUST FEATURES (SURF) Alexander A S Gunawan, Pascal Gerardus A, Wikaria Gazali Mathematics & Statistics Department, School of Computer Science,
... BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Citra
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Citra atau image adalah suatu matriks dimana indeks baris dan kolomnya menyatakan suatu titik pada citra tersebut dan elemen matriksnya (yang disebut sebagai elemen gambar
DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM
DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM Charles Edison Chandra; Herland Jufry; Sofyan Tan Computer Engineering Department, Faculty of Engineering, Binus University
Descriptor Clustering SURF for Bag of Visual Words Representation in Fingerprint Images Using K-MEANS and Hierarchical Agglomerative Clustering
2015 International Conference on Information, Communication Technology and System Descriptor Clustering SURF for Bag of Visual Words Representation in Fingerprint Images Using K-MEANS and Hierarchical
1BAB I. 2PENDAHULUAN
1BAB I. 2PENDAHULUAN 2.1. Latar Belakang Pelacak objek (object tracking) pada saat ini merupakan penelitian yang menarik dalam bidang computer vision. Pelacak objek merupakan langkah awal dari berbagai
SISTEM POSITIONING MENGGUNAKAN SIMBOL DENGAN MENGGUNAKAN SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) oleh. Mario Bunda Setiawan NIM :
SISTEM POSITIONING MENGGUNAKAN SIMBOL DENGAN MENGGUNAKAN SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) oleh Mario Bunda Setiawan NIM : 612009016 Skripsi Untuk melengkapi salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana
Sistem Pendeteksi Gambar Termanipulasi Menggunakan Metode SIFT
Sistem Pendeteksi Gambar Termanipulasi Menggunakan Metode SIFT Regina Lionnie 1, Mudrik Alaydrus 2 Program Studi Magister Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana, Jakarta 1 [email protected],
DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM
DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM Charles Edison Chandra; Herland Jufry; Sofyan Tan Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara,
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
Fourier Descriptor Based Image Alignment (FDBIA) (1)
Fourier Descriptor Based Image Alignment (FDBIA) (1) Metode contour tracing digunakan untuk mengidentifikasikan boundary yang kemudian dideskripsikan secara berurutan pada FD. Pada aplikasi AOI variasi
IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS) Inung Wijayanto¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Ukiran Bali dengan Metode ORB
Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Ukiran Bali dengan Metode ORB I Gusti Lanang Trisna Sumantara, I Putu Agung Bayupati, Ni Kadek Ayu Wirdiani Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas
PENDETEKSI DOCKING STATION MENGGUNAKAN ROTATION INVARIANT LOCAL BINARY PATTERN PADA VISUAL BASED SERVICE ROBOT
PENDETEKSI DOCKING STATION MENGGUNAKAN ROTATION INVARIANT LOCAL BINARY PATTERN PADA VISUAL BASED SERVICE ROBOT Riza Agung Firmansyah 1), Djoko Purwanto 2), Ronny Mardiyanto 3) 1), 2),3) Teknik Elektro
ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE
ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE HANANTO DHEWANGKORO A11.2009.04783 Universitas Dian Nuswantoro. Semarang, Indonesia Email: [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Video Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang citra bergerak. Teknologi ini biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik,
PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM)
PENGEMBANGAN SISTEM PEROLEHAN CITRA BERBASIS ISI PADA CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED COLOR AND INTENSITY CO-OCCURRENCE MATRIX (ICICM) Rima Tri Wahyuningrum *) Program Studi Teknik Informatika,
PENDETEKSI DOCKING STATION MENGGUNAKAN ROTATION INVARIANT LOCAL BINARY PATTERN PADA VISUAL BASED SERVICE ROBOT
PENDETEKSI DOCKING STATION MENGGUNAKAN ROTATION INVARIANT LOCAL BINARY PATTERN PADA VISUAL BASED SERVICE ROBOT Riza Agung Firmansyah1) Djoko Purwanto2) Ronny Mardiyanto3) 1) 2)3) Teknik Elektro Institut
PERBANDINGAN METODE SURF DAN SIFT DALAM SISTEM IDENTIFIKASI TANDA TANGAN A COMPARISON OF SURF AND SIFT METHOD ON SIGNATURE IDENTIFICATION SYSTEM
Abstrak PERBANDINGAN METODE SURF DAN SIFT DALAM SISTEM IDENTIFIASI TANDA TANGAN A COMPARISON OF SURF AND SIFT METHOD ON SIGNATURE IDENTIFICATION SYSTEM Felix Pidha Hilman Prodi S1 Teknik Telekomunikasi
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SPEEDED UP ROBUST FEATURES (SURF) PADA CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SPEEDED UP ROBUST FEATURES (SURF) PADA CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL Muhammad Ilham¹, Z.k. Abdurahman Baizal², Leonardi³ ¹Teknik Informatika,, Universitas Telkom Abstrak Saat
BAB I PENDAHULUAN. (terlibat 8%) (Austroads, 2002). Salah satu faktor terbesar penyebab kecelakaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingkat kecelakaan lalu lintas diindonesia tergolong cukup tinggi. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, terdapat sebanyak 117.949 kecelakaan lalu lintas pada
BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI
BAB IV IMPLEMENTASI & EVALUASI Pada bab ini membahas tentang bagaimana cara mengimplementasikan dan pengambilan data serta melakukan evaluasi terhadap data-data yang sudah didapatkan. Pertama disini digunakan
Purwarupa Sistem Penggabungan Foto Udara Pada UAV Menggunakan Algoritma Surf (Speeded-Up Robust Features)
IJEIS, Vol.5, No.2, October 2015, pp. 165~176 ISSN: 2088-3714 165 Purwarupa Sistem Penggabungan Foto Udara Pada UAV Menggunakan Algoritma Surf (Speeded-Up Robust Features) Farida Dewanti* 1, R. Sumiharto
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN WEBCAM UNTUK ABSENSI DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING Mohamad Aditya Rahman, Ir. Sigit Wasista, M.Kom Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Konsep Penambahan High Pass Filter pada Pengenalan Pola Metode SIFT
Konsep Penambahan High Pass Filter pada Pengenalan Pola Metode SIFT Argo Wibowo 1 1 Universitas Atma Jaya Yogyakarta,Yogyakarta 55281 ABSTRAK Salah satu tools pengenalan obyek yang sedang banyak dikembangkan
PENCOCOKAN OBYEK WAJAH MENGGUNAKAN METODE SIFT (SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM)
Jurnal Ilmiah NERO Vol. 1 No. 1 2014 PENCOCOKAN OBYEK WAJAH MENGGUNAKAN METODE SIFT (SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM) Meidya Koeshardianto, S. Si., M. T. Program Studi D3Manajemen Informatika, Universitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian ini merupakan penelitian di bidang pemrosesan citra. Bidang pemrosesan citra sendiri terdapat tiga tingkatan yaitu operasi pemrosesan citra tingkat rendah,
Antony Eka Aditya 1, Catur Supriyanto 2. Jl. Imam Bonjol Semarang
IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 35 Bag of Visual Words pada Citra Sidik Jari Berbasis Hierarchical Agglomerative Clustering Bag of Visual Words on Fingerprint Image Based On Hierarchical
IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH
IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH Fitri Afriani Lubis 1, Hery Sunandar 2, Guidio Leonarde Ginting 3, Lince Tomoria Sianturi 4 1 Mahasiswa Teknik Informatika, STMIK Budi Darma
CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL UNTUK MENGIDENTIFIKASI MOTIF KARAWO MENGGUNAKAN METODE INVARIANT GENERALIZED HOUGH TRANSFORM
1 CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL UNTUK MENGIDENTIFIKASI MOTIF KARAWO MENGGUNAKAN METODE INVARIANT GENERALIZED HOUGH TRANSFORM Venny Mar atul Jannah Ismail 1, Arip Mulyanto 2, Abd. Aziz Bouty 3 1 Mahasiswa
BAB 2 LANDASAN TEORI. metode yang digunakan sebagai pengawasan kendaraan yang menggunakan pengenalan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Automatic Number Plate Recognition Automatic Number Plate Recognition atau yang disingkat dengan ANPR adalah metode yang digunakan sebagai pengawasan kendaraan yang menggunakan
1. BAB I PENDAHULUAN
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi pengolahan citra semakin pesat. Salah satu bidang pengolahan citra tersebut adalah bidang identifikasi citra
IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM
IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) Vikri Ahmad Fauzi (0722098) Jurusan Teknik Elektro email: [email protected]
PENGELOMPOKAN GAMBAR BERDASARKAN WARNA DAN BENTUK MENGGUNAKAN FGKA (FAST GENETIC KMEANS ALGORITHM) UNTUK PENCOCOKAN GAMBAR
PENGELOMPOKAN GAMBAR BERDASARKAN WARNA DAN BENTUK MENGGUNAKAN FGKA (FAST GENETIC KMEANS ALGORITHM) UNTUK PENCOCOKAN GAMBAR Farah Zakiyah Rahmanti 1, Entin Martiana K. 2, S.Kom, M.Kom, Nana Ramadijanti
PERBANDINGAN TEKNIK SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT)
PERBANDINGAN TEKNIK SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) DAN MULTISCALE LOCAL BINARY PATTERN (MLBP) DALAM PENGENALAN WAJAH DENGAN CITRA MASUKAN BERUPA CITRA SKETSA WAJAH Yuwono (0922013) Jurusan Teknik
Identifikasi Sidik Jari Menggunakan Akurasi POC dan SIFT Fingerprint Identification Using POC Accuracy and SIFT
IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 1 Identifikasi Sidik Jari Menggunakan Akurasi POC dan SIFT Fingerprint Identification Using POC Accuracy and SIFT Tendi Tri Wiyanto 1, Pulung Nurtantio
1. Pendahuluan Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Meningkatnya kebutuhan manusia akan sistem keamanan berbasis tracking yang dapat bekerja secara otomatis membuat ilmuwan mulai menciptakan berbagai macam teknologi dan
Pendeteksian Objek Pada Citra Menggunakan Pencocokan Titik-Titik Fitur Berbasis Algoritma SURF dan MSER
KOMPUTASI, Vol.13, No.2, Juli 2016, pp. 71-79 ISSN: 1693-7554 71 Pendeteksian Objek Pada Citra Menggunakan Pencocokan Titik-Titik Fitur Berbasis Algoritma SURF dan MSER Homa. P. Harahap Sistem Informasi,
PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI
PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI Nadia R.W (0822084) Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof. Drg.
SISTEM TEMU KEMBALI CITRA UNTUK E- COMMERCE MENGGUNAKAN PROSEDUR PENCARIAN DUA FASE DENGAN FITUR HISTOGRAM MULTI TEKSTON
SISTEM TEMU KEMBALI CITRA UNTUK E- COMMERCE MENGGUNAKAN PROSEDUR PENCARIAN DUA FASE DENGAN FITUR HISTOGRAM MULTI TEKSTON Nurissaidah Ulinnuha 1), Halimatus Sa dyah 2) Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas
Sistem Pembaca Teks Bahasa Indonesia Otomatis Menggunakan Kamera Web Dengan Metode Integral Proyeksi
Sistem Pembaca Teks Bahasa Indonesia Otomatis Menggunakan Kamera Web Dengan Metode Sigit Wasista, Siwi Dian Priyanti Jurusan Teknik Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya- Institut Teknologi
PENGENALAN RAMBU LALU LINTAS TERTENTU DENGAN MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING ABSTRAK
PENGENALAN RAMBU LALU LINTAS TERTENTU DENGAN MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING Ivan Jesse (0322025) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia [email protected]
MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 MENENTUKAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN PENGHITUNGAN JUMLAH KENDARAAN BERBASIS VIDEO PROCESSING Muahamd Syukur¹, Iwan Iwut Tritoasmoro², Koredianto Usman³
IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2009 IMPLEMENTASI PERHITUNGAN KECEPATAN OBJEK BERGERAK BERBASIS WEBCAM DAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Bambang Hermanto¹, Koredianto Usman², Iwan Iwut Tirtoasmoro³
Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007
Pengantar PENGOLAHAN CITRA Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007 TUJUAN Mahasiswa dapat membuat aplikasi pengolahan citra Mahasiswa dapat menerapkan konsep-konsep pengolahan citra untuk menghasilkan suatu
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA
Seminar Nasional Teknologi Terapan SNTT 2013 (26/10/2013) COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA Isnan Nur Rifai *1 Budi Sumanto *2 Program Diploma Elektronika & Instrumentasi Sekolah
MEMBANDINGKAN CITRA DIGITAL UNTUK MEMPREDIKSI KETERHUBUNGANNYA
A7 Seminar Nasional Teknologi Informasi 2016 MEMBANDINGKAN CITRA DIGITAL UNTUK MEMPREDIKSI KETERHUBUNGANNYA Pradita Chandra Kurniawan 1) Yulius Denny Prabowo 2) Teknik Informatika Institut Teknologi dan
PENGENALAN OBJEK PADA CITRA BERDASARKAN SIMILARITAS KARAKTERISTIK KURVA SEDERHANA
PENGENALAN OBJEK PADA CITRA BERDASARKAN SIMILARITAS KARAKTERISTIK KURVA SEDERHANA Dina Indarti Pusat Studi Komputasi Matematika, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya no. 100, Depok 16424, Jawa Barat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori yang berkaitan dengan pemrosesan data untuk sistem pendeteksi senyum pada skripsi ini, meliputi metode Viola Jones, konversi citra RGB ke grayscale,
Sistem Pentautan Citra Udara Menggunakan Algoritme SURF dan Metode Reduksi Data
IJEIS, Vol.7, No.2, October 2017, pp. 127~138 ISSN: 2088-3714 127 Sistem Pentautan Citra Udara Menggunakan Algoritme dan Metode Reduksi Data Zaki Hamizan* 1, Raden Sumiharto 2 1 Program Studi Elektronika
DAFTAR ISI. BAB 3 PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK 3.1 Diagram Alir Utama Kamera Web iii
Aplikasi Kamera Web Untuk Mengidentifikasi Plat Nomor Mobil Jemmy / 0322042 E-mail : [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha Jalan Prof. Drg. Suria
ESTIMASI LOCAL MOTION MENGGUNAKAN ALGORITMA PENCARIAN FOUR STEP. Rosida Vivin Nahari 1*, Riza Alfita 2 2 1,2
Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 5 017 ISSN:339-08X ESTIMASI LOCAL MOTION MENGGUNAKAN ALGORITMA PENCARIAN FOUR STEP Rosida Vivin Nahari 1*, Riza Alfita 1, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo
PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL
Makalah Nomor: KNSI-472 PENCARIAN CITRA BERDASARKAN BENTUK DASAR TEPI OBJEK DAN KONTEN HISTOGRAM WARNA LOKAL Barep Wicaksono 1, Suryarini Widodo 2 1,2 Teknik Informatika, Universitas Gunadarma 1,2 Jl.
Ekstraksi Keyframe dengan Entropy Differences untuk Temu Kembali Konten Video berbasis Speeded-Up Robust Feature
Ekstraksi Keyframe dengan Entropy Differences untuk Temu Kembali Konten Video berbasis Speeded-Up Robust Feature M Misbachul Huda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya [email protected]
APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK
APLIKASI IDENTIFIKASI ISYARAT TANGAN SEBAGAI PENGOPERASIAN E-KIOSK Wiratmoko Yuwono Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo Surabaya 60111
PENGENALAN BILANGAN ARAB MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) PENGENALAN BILANGAN ARAB MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING Muhammad Hanif Dwiadi¹, Sofia Naning Hertiana², Gelar Budiman³ ¹Teknik Telekomunikasi,, Universitas Telkom Abstrak
Template Matching Integral Proyeksi untuk Pengenalan Rambu Lalu Lintas Integral Projection Template Matching for Traffic Sign Recognition
IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 45 Template Matching Integral Proyeksi untuk Pengenalan Rambu Lalu Lintas Integral Projection Template Matching for Traffic Sign Recognition Muhammad
PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING SEBAGAI SISTEM STARTER SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Oleh : Margito Hermawan
PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING SEBAGAI SISTEM STARTER SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Oleh : Margito Hermawan 6907040024 Fajar Indra 6907040026 ABSTRACT Face recognition
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Marka Jalan Marka jalan merupakan suatu penanda bagi para pengguna jalan untuk membantu kelancaran jalan dan menghindari adanya kecelakaan. Pada umumnya marka jalan
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN
44 BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Analisa yang dilakukan terdiri dari : a. Analisa terhadap permasalahan yang ada. b. Analisa pemecahan masalah. 3.1.1 Analisa Permasalahan Pengenalan uang kertas
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA. Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah Oleh : Endah Sudarmilah, S.T, M.Eng Umi Fadlillah, S.T Dibiayai oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah
APLIKASI PENGENALAN NAMA BARANG PADA SEBUAH PENITIPAN BARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA SURF TUGAS AKHIR
APLIKASI PENGENALAN NAMA BARANG PADA SEBUAH PENITIPAN BARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA SURF TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang
APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN FITUR WARNA DAN BENTUK
APLIKASI CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL DENGAN FITUR WARNA DAN BENTUK Arwin Halim 1, Hardy 2, Alvin Yufandi 3, Fiana 4 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 122, 124, 140 Medan
Fitur Matriks Populasi Piksel Untuk Membedakan Frame-frame Dalam Deteksi Gerakan
Fitur Matriks Populasi Piksel Untuk Membedakan Frame-frame Dalam Deteksi Gerakan Teady Matius Surya Mulyana [email protected], [email protected] Teknik Informatika Universitas Bunda Mulia Abstrak
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Posisi Target dengan Kamera Stereo untuk Pengarah Senjata Otomatis
A216 Rancang Bangun Sistem Pengukuran Posisi Target dengan Kamera Stereo untuk Pengarah Senjata Otomatis Anas Maulidi Utama, Djoko Purwanto, dan Ronny Mardiyanto Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi
Aplikasi Citra Mosaik Panoramik
Aplikasi Citra Mosaik Panoramik Reyza Rizki Mahaputra dan Karmilasari Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Tekonologi Informasi, Universitas Gunadarma, Depok - Indonesia, [reyza riz, karmila]@staff.gunadarma.ac.id
Gambar 15 Contoh pembagian citra di dalam sistem segmentasi.
dalam contoh ini variance bernilai 2000 I p I t 2 = (200-150) 2 + (150-180) 2 + (250-120) I p I t 2 = 28400. D p (t) = exp(-28400/2*2000) D p (t) = 8.251 x 10-4. Untuk bobot t-link {p, t} dengan p merupakan
Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter. Roslyn Yuniar Amrullah
Pengenalan Benda di Jalan Raya dengan Metode Kalman Filter Roslyn Yuniar Amrullah 7406040026 Abstrak Computer Vision merupakan disiplin ilmu perpanjangan dari pengolahan citra digital dan kecerdasan buatan.
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Tahapan analisa merupakan tahapan awal dalam perekayasaan perangkat lunak. Pada tahapan ini menjelaskan apa yang dilakukan sistem, siapa yang menggunakannya
RANCANG BANGUN APLIKASI TRACKING IMAGES UKIRAN BALI DENGAN METODE ORB BERBASIS ANDROID
RANCANG BANGUN APLIKASI TRACKING IMAGES UKIRAN BALI DENGAN METODE ORB BERBASIS ANDROID TUGAS AKHIR Diajukan Guna Memenuhi Sebagai Persyaratan Dalam Rangka Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Strata Satu (S1)
UKDW BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan pola adalah proses mengenali suatu objek berdasarkan data yang tersedia. Dengan pengenalan pola, komputer dapat mengenali pola dan bentuk yang dikenali
PENGELOMPOKAN GAMBAR BERDASARKAN FITUR WARNA DAN TEKSTUR DENGAN FGKA CLUSTERING (FAST GENETICS K-MEANS ALGORITHM) UNTUK PENCOCOKAN GAMBAR
PENGELOMPOKAN GAMBAR BERDASARKAN FITUR WARNA DAN TEKSTUR DENGAN FGKA CLUSTERING (FAST GENETICS K-MEANS ALGORITHM) UNTUK PENCOCOKAN GAMBAR Dewi Wulansari, S.ST 1, Entin Martiana K, M.Kom 2, Nana Ramadijanti,
DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL
DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL Muhammad Affandes* 1, Afdi Ramadani 2 1,2 Teknik Informatika UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kontak Person : Muhammad
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Implementasi dan Evaluasi yang dilakukan penulis merupakan implementasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem secara keseluruhan
Implementasi Principal Component Analysis - Scale Invariant Feature Transform pada Content Based Image Retrieval
e-issn : 2443-2229 Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Volume 3 Nomor 3 Desember2017 Implementasi Principal Component Analysis - Scale Invariant Feature Transform pada Content Based Image Retrieval
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana
Oleh: Riza Prasetya Wicaksana 2209 105 042 Pembimbing I : Dr. I Ketut Eddy Purnama, ST., MT. NIP. 196907301995121001 Pembimbing II : Muhtadin, ST., MT. NIP. 198106092009121003 Latar belakang Banyaknya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini akan diuraikan penjelasan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan
ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX
ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX Mohammad imron (1), Yuliana Melita (2), Megister Teknologi Informasi Institusi
MENGENAL RAMBU-RAMBU LALU LINTAS Disunting oleh : EDI NURSALAM
MENGENAL RAMBU-RAMBU LALU LINTAS Disunting oleh : EDI NURSALAM Rambu lalu lintas adalah salah satu fasilitas keselamatan lalu lintas yang termasuk dalam kelompok alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu
Pengenalan Plat Nomor Berdasarkan Klasikasi K-Nearest Neighbor (KNN)
Pengenalan Plat Nomor Berdasarkan Klasikasi K-Nearest Neighbor (KNN) Iman Ilmawan Muharam Manajemen Sistem Informasi Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424, Jawa Barat [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang 1.2. Perumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Salah satu implementasi di bidang komputer yang ditampilkan pada ciri kendaraan saat ini atau masa datang adalah proses Computer Vision Image Processing (CVIP), maksudnya
DAFTAR ISTILAH. Bag-of-Words
DAFTAR ISTILAH Bag-of-Words Blob Computer Vision Fitur Interest Point / Keypoint Konvolusi Region of Interest / ROI : Sebuah konsep yang diambil dari analisis teks, yaitu merepresentasikan dokumen sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C-
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Studi Pendahuluan Sebelumnya telah ada penelitian tentang sistem pengenalan wajah 2D menggunakan PCA, kemudian penelitian yang menggunakan algoritma Fuzzy C- Means dan jaringan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem Sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah Implementasi Algoritma Template Matching dan Feature Extraction untuk Pengenalan Pola Angka Untuk
IMPLEMENTASI METODE SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM DAN METODE CAMSHIFT PADA PENJEJAKAN OBJEK BERGERAK LOGO
IMPLEMENTASI METODE SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM DAN METODE CAMSHIFT PADA PENJEJAKAN OBJEK BERGERAK Oleh : Shanty Eka Agustina (1207.1000.24) Dosen Pembimbing: Dr. Imam Mukhlas, S.si, MT Jurusan Matematika
Aplikasi Findgo-ITATS Berbasis Android Dengan Algoritma SURF Untuk Menampilkan Informasi Lokasi Di ITATS
Hapsari, Aplikasi Findgo-ITATS Berbasis Android Dengan Algoritma SURF Untuk Menampilkan Informasi.. 37 Aplikasi Findgo-ITATS Berbasis Android Dengan Algoritma SURF Untuk Menampilkan Informasi Lokasi Di
BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk identitas citra adalah nama file, tanggal pengambilan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seiring berkembangnya teknologi, makin banyak pulalah hasil-hasil citra digital di berbagai aspek. Citra tersebut bisa merupakan hasil digitalisasi foto-foto analog,
Implementasi Deteksi Copy-move Forgery pada Citra menggunakan Metode Histogram of Oriented Gradients (HOG)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Implementasi Deteksi Copy-move Forgery pada Citra menggunakan Metode Histogram of Oriented Gradients (HOG) Ni Luh Made Asri Mulyasari,
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Spesifikasi minimum dari perangkat keras yang diperlukan agar dapat. Graphic Card dengan memory minimum 64 mb
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Driver 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi minimum dari perangkat keras yang diperlukan agar dapat menjalankan driver ini adalah: Prosesor Pentium
Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt
Penjejakan Objek Visual berbasis Algoritma Mean Shift dengan menggunakan kamera Pan-Tilt Sulfan Bagus Setyawan 1, Djoko Purwanto 2 Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1 [email protected]
PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN
PENERAPAN GRABBERPADA OPTICAL FLOWUNTUK MENGGERAKKAN CURSORMOUSEMENGGUNAKAN BOLPOIN PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN Anton Setiawan Honggowibowo,
Tracking Markerless Augmented Reality Untuk Design Furniture Room
ANNUAL RESEARCH SEMINAR 216 6 Desember 216, Vol 2 No. 1 ISBN : 979-587-626- UNSRI Tracking Markerless Augmented Reality Untuk Design Furniture Room Sri Desy Siswanti Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer
Deteksi Keypoint pada Markerless Augmented Reality untuk Design Furniture Room
Jurnal Komputer Terapan Vol.2, No. 2, November 2016, 179-194 179 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Deteksi Keypoint pada Markerless Augmented Reality untuk Design Furniture Room Sri
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 PENGENALAN KARAKTER ANGKA DARI SEGMENTASI CITRA PLAT NOMOR KENDARAAN DENGAN METODE SOMs Winda Marlia
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Permasalahan Aplikasi ini tergolong sebagai sistem kecerdasan buatan karena akan menggantikan peran seseorang yang mampu mengenali ekspresi wajah. Tiga ekspresi
DETEKSI PLAT KENDARAAN MENGGUNAKAN HOG DAN LVQ. Muhammad Imron Rosadi 1
DETEKSI PLAT KENDARAAN MENGGUNAKAN HOG DAN LVQ Muhammad Imron Rosadi 1 Prodi Teknik Informatika, Universitas Yudharta Pasuruan Purwosari 67162 Pasuruan Jawa Timur 1 Email : [email protected] ABSTRAK
Implementasi Metode Speed Up Robust Feature dan Scale Invariant Feature Transform untuk Identifikasi Telapak Kaki Individu
178 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TENOLOGI, Vol. 3, No. 4, September 2016 Implementasi Metode Speed Up Robust Feature dan Scale Invariant Feature Transform untuk Identifikasi Telapak aki Individu
LAPORAN TUGAS AKHIR. Disusun Oleh :
LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS GAMBAR MENGGUNAKAN RGB TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA GAMBAR BAWAH LAUT Disusun Oleh : NAMA NIM Program Studi : JEFRI
PENGENALAN RAMBU LALU LINTAS MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING INTEGRAL PROYEKSI
PENGENALAN RAMBU LALU LINTAS MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING INTEGRAL PROYEKSI Muhammad Sofi i 1, Edy Mulyanto 2 1,2 Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Jl.Nakula
