PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK
|
|
|
- Bambang Atmadja
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2017 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017
2
3 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK L A P O R A N K E U A N G A N UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2018 DAN 2017 (TIDAK DIAUDIT) SERTA TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 (DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN Laporan Posisi Keuangan 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif 3-4 Laporan Perubahan Ekuitas 5 Laporan Arus Kas 6 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 1 Informasi Umum Kebijakan Akuntansi Pertimbangan Kritisi Akuntansi dan Estimasi Akuntansi yang Signifikan Kas 27 5 Giro pada Bank Indonesia 27 6 Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek-efek Tagihan dan Liabilitas Derivatif Kredit yang Diberikan Tagihan dan Liabilitas Akseptasi Biaya Dibayar Dimuka Aset tetap Aset Pajak Tangguhan Aset Tidak Berwujud Aset Lain Lain Liabilitas Segera Simpanan Simpanan dari Bank Lain Utang Pajak Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Beban Yang Masih Harus Dibayar Liabilitas Lain-lain Modal Saham Tambahan Modal Disetor Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain Pendapatan Bunga Beban Bunga Provisi Dan Komisi Selain Kredit - Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Beban (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan Beban Umum dan Administrasi Beban Tenaga Kerja Penjelasan Pendapatan dan Beban Non Operasional Laba per Saham Sifat,transaksi dan saldo dangan pihak-pihak berelasi Komitmen dan Kontinjensi Aset dan Liabilitas Dalam Mata Uang Asing Informasi Segmen Jaminan pemerintah terhadap kewajiban pembayaran Bank Umum Perhitungan Modal Posisi 31 Maret 2018 dan 31 Desember Manajemen Risiko 52-68
4 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) ASET Catatan 31-Des-17 Kas Giro Pada Bank Indonesia Giro Pada Bank Lain - Pihak Ketiga Penempatan Pada Bank Indonesia dan Bank Lain - Pihak Ketiga Efek-Efek - Pihak Ketiga Tagihan Derivatif - Pihak Ketiga Kredit Pihak Berelasi Pihak Ketiga Cadangan Kerugian Penurunan Nilai ( ) ( ) Jumlah Tagihan Akseptasi - Pihak Ketiga Biaya Dibayar Dimuka Aset Tetap - Bersih Aset Pajak Tangguhan - Bersih Aset Tak Berwujud - Bersih Aset Lain-lain - Bersih JUMLAH ASET Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 1
5 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan 31-Des-17 LIABILITAS Liabilitas Segera Simpanan Pihak Berelasi Pihak Ketiga Jumlah Simpanan dari Bank lain - Pihak Ketiga Liabilitas Derivatif - Pihak Ketiga Liabilitas Akseptasi - Pihak Ketiga Utang Pajak Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Beban yang Masih Harus Dibayar Liabilitas lain-lain JUMLAH LIABILITAS EKUITAS Modal saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham modal dasar saham modal ditempatkan dan disetor penuh saham pada 31 Maret 2018 dan saham pada 31 Desember 2017 Tambahan modal disetor - bersih Penghasilan (Rugi) komprehensif lain 26. (3.379) Saldo laba (Defisit) Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya ( ) ( ) JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 2
6 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2018 DAN 2017 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Catatan 31-Mar-17 Pendapatan Bunga Bunga yang diperoleh Komisi dan Fee dari kredit yang diberikan Jumlah Pendapatan Bunga Beban Bunga Bunga Provisi dan komisi yang harus dibayar Jumlah Beban Bunga Pendapatan Bunga - Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Pendapatan transaksi valuta asing - bersih Keuntungan bersih penjualan efek Provisi komisi dan fee selain kredit - bersih Penerimaan kembali kredit yang dihapus buku Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek yang diperdagangkan (2.008) 456 Lain - lain Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya Beban (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai 31. Aset Keuangan (66.622) Jumlah Beban (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai (66.622) Beban Operasional lainnya Umum dan administrasi Tenaga Kerja Beban Pensiun dan imbalan pasca kerja Lainnya Jumlah Beban Operasional lainnya Pendapatan (Beban) Operasional lainnya - Bersih ( ) LABA (RUGI) OPERASIONAL (65.039) Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 3
7 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2018 DAN 2017 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL Catatan 31-Mar-17 Hasil Sew a Keuntungan penjualan dan penghapusan aset tetap Rugi penjualan agunan yang diambil alih - (62) Lainnya - bersih (164) (72) BEBAN NON OPERASIONAL - BERSIH 34. (86) (13) LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK (65.052) MANFAAT (BEBAN) PAJAK (31.722) LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN (48.794) PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Perubahan nilai w ajar efek tersedia untuk dijual (7.990) Pajak penghasilan terkait pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi (2.454) Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain periode berjalan setelah pajak (5.993) JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (41.432) Laba (Rugi) per Saham 35. (dalam rupiah penuh) 4,59 (2,65) Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 4
8 Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Saldo 1 Januari (10.296) ( ) Laba bersih tahun berjalan Laba komprehensif lain - setelah pajak (3.436) Penawaran umum terbatas V dan pelaksanaan waran Modal Saham (2.835) PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2018 ( Disajikan Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) Tambahan Modal disetor Perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual Pengukuran kembali atas kewajiban imbalan pasti Saldo per 31 Desember (6.363) (357) ( ) Rugi bersih periode berjalan (48.794) (48.794) Penghasilan ( rugi) komprehensif lain - setelah pajak Saldo per 31 Maret (357) ( ) Saldo 1 Januari (6.363) (357) ( ) Rugi bersih tahun berjalan ( ) ( ) Laba komprehensif lain - setelah pajak Pelaksanaan waran seri II dan III Saldo per 31 Desember ( ) Laba bersih periode berjalan Pelaksanaan waran seri III Penghasilan komprehensif lainnya - setelah pajak - - (5.993) (5.993) Saldo per 31 Maret (3.575) ( ) Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 5 Saldo Laba Jumlah Ekuitas
9 PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 31-Mar-17 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Bunga, provisi dan komisi kredit yang diterima Bunga, provisi dan komisi yang dibayar ( ) ( ) Penerimaan pendapatan operasional lainnya Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan (63.164) (49.499) Pembayaran beban operasional lainnya (79.368) (44.914) Penerimaan pendapatan beban non-operasional Pembayaran beban non-operasional (206) (131) Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan Liabilitas Penurunan (kenaikan) aset operasi Penempatan pada bank indonesia dan bank lain ( ) Efek-efek ( ) ( ) Kredit Tagihan derivatif (308) (5.589) Tagihan akseptasi (22) (8.651) Aset lain-lain (99.646) (60.459) Kenaikan (penurunan) liabilitas Operasi Liabilitas segera Simpanan ( ) ( ) Simpanan dari bank lain Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Liabilitas derivatif 625 (1.471) Liabilitas akseptasi Liabilitas lain-lain Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasional ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap Perolehan Aset Tetap (1.538) (2.702) Perolehan Aset tak berwujud (64) (2.959) Penjualan efek tersedia untuk dijual Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan Modal Saham Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas ( ) ( ) Kas dan Setara Kas Pada Awal Periode Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode Kas dan setara kas terdiri dari : Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain jatuh tempo kurang dari 3 Bulan Jumlah Kas dan Setara Kas Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan 6
10 1. INFORMASI UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum Bank PT Bank MNC Internasional Tbk (selanjutnya disebut "Bank") didirikan di Indonesia dengan nama PT Bank Bumiputera Indonesia berdasarkan akta No 49 tanggal 31 Juli 1989 dari notaris Sri Rahayu, SH. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C HT TH.89 tanggal 9 Agustus 1989 serta diumumkan dalam tambahan No dari Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September Nama Bank telah mengalami beberapa kali perubahan,yang terakhir menjadi PT Bank MNC Internasional Tbk, berdasarkan akta No. 57 tanggal 16 Juli 2014 yang telah mendapat Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan No. AHU tanggal 24 Juli Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta No. 64 tanggal 27 Desember 2017 dari Aryanti Artisari,S.H.,Mkn, notaris di Jakarta, mengenai penambahan modal disetor dan ditempatkan penuh sehubungan dengan pelaksanaan waran Seri II dan waran Seri III sebanyak lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH tanggal 27 Desember Bank berkedudukan di Jakarta dan memiliki 16 kantor cabang, 29 kantor cabang pembantu, 19 kantor kas dan 93 ATM per tanggal 31 Maret Kantor pusat Bank beralamat di Gedung MNC Financial Center Lantai 6, 7 & 8, Jl. Kebon Sirih Raya No. 27, Jakarta 12930, Indonesia. Jumlah karyawan Bank masing-masing dan karyawan pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 17. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 12 Januari 1990, sesuai dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. 10/KMK.013/1990 tanggal 4 Januari Sesuai dengan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 30/146/KEP/DIR tanggal 5 Desember 1997, Bank telah mendapat persetujuan menjadi bank devisa. Bank tergabung dalam kelompok usaha MNC Group dengan entitas induk terakhir adalah PT MNC Investama Tbk. b. Penawaran Umum Efek Bank Penawaran Umum Perdana Saham Pada tanggal 27 Juni 2002, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan surat No. S- 1402/PM/2002 untuk melakukan penawaran umum saham atas (lima ratus juta) saham Bank kepada masyarakat. Nilai nominal per saham adalah sebesar Rp 100 (seratus Rupiah) dan harga penawaran adalah sebesar Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) per saham. Pada tanggal 15 Juli 2002, saham Bank telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Penawaran Umum Terbatas I Pada tanggal 23 November 2005, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan surat No. S-3278/PM/2005 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I atas (tiga miliar) saham 7
11 Bank dengan harga penawaran sama dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (seratus rupiah) per saham, disertai dengan penerbitan (enam ratus enam puluh enam juta enam ratus enam puluh enam ribu enam ratus lima puluh empat) Waran Seri I yang memberikan hak pemegang saham untuk membeli saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 120 (seratus dua puluh) per saham. Pembelian dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 30 Juni 2006 sampai dengan 29 Desember Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Januari Penawaran Umum Terbatas II Pada tanggal 22 Juni 2010, Bank memperoleh penyertaan efektif dari Ketua BAPEPAM-LK melalui surat No. S- 5539/BL/2010 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II ( PUT II ) kepada para pemegang saham perseroan dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu ( HMETD ) dengan penerbitan obligasi wajib konversi yang diberi nama obligasi wajib konversi Bank ICB Bumiputera tahun 2010 ( OWK ) dengan jumlah pokok sebesar Rp Setiap pemegang 10 (sepuluh) saham Bank yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Bank pada tanggal 2 Juli 2010 pukul WIB berhak atas 3 (tiga) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) satuan OWK, dengan harga penawaran sebesar Rp 100 (seratus rupiah) setiap 1 (satu) satuan OWK yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan OWK. Penawaran Umum Terbatas III Pada tanggal 20 Juni 2014, Bank memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. S-291/D.04/2014 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas III ( PUT III ) dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu ( HMETD ) sebanyak lembar saham dengan harga penawaran Rp 100 per saham yang disertai dengan penerbitan Waran Seri II sebanyak waran, dimana setiap 22 (dua puluh dua) saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 5 (lima) Waran Seri II yang memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham. Pelaksanaan Waran Seri II dapat dilaksanakan mulai tanggal 4 Februari 2015 sampai dengan tanggal 3 Juli 2017 dimana setiap pemegang 1 (satu) waran berhak untuk membeli 1 (satu) saham Bank. Pada tanggal 31 Desember 2016, jumlah waran yang belum dilaksanakan adalah waran. Penawaran Umum Terbatas IV Pada tanggal 25 September 2015, Bank memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.S-437/D.04/2015 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas IV ( PUT IV ) dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu ( HMETD ) sebanyak lembar saham dengan harga penawaran Rp 100 per saham. Pada tanggal 31 Desember 2016 hasil pelaksanaan PUT IV yang diterima Bank sebanyak lembar saham dan sisanya dikembalikan ke portepel. Penawaran Umum Terbatas V Pada tanggal 23 September 2016, Bank memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.S-531/D.04/2016 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas V ( PUT V ) dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu ( HMETD ) sebanyak lembar saham dengan harga penawaran Rp 100 per saham, yang disertai dengan penerbitan Waran Seri III sebanyak saham, dimana setiap 1 (satu) saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 1 (satu) Waran Seri III yang 8
12 memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Hasil Pelaksanaan PUT V yang diterima Bank sebanyak dan sisanya dikembalikan keportapel. Pada tanggal 31 Maret 2018, sejumlah saham Bank telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan sejumlah saham yang merupakan saham pendiri tidak dicatatkan di bursa, sebagai pemenuhan ketentuan Peraturan Pemerintah No.29 tahun 1999 tentang pembelian saham Bank Umum. c. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Dewan Komisaris 31-Des-17 Presiden Komisaris (Independen) Eko B. Supriyanto Eko B. Supriyanto Komisaris Purnadi Hardjono* Purnadi Hardjono* Komisaris Independen Rusli Witjahjono Rusli Witjahjono Direksi Presiden Direktur Benny Purnomo Benny Purnomo Direktur Keuangan - - Direktur Sumber Daya Manusia Nerfita Primasari ** Nerfita Primasari Direktur Kepatuhan Chisca Mirawati Chisca Mirawati Direktur Operasional & IT Widiatama Bunarto Widiatama Bunarto Komite Audit Ketua Rusli Witjahjono Rusli Witjahjono Anggota Eko B. Supriyanto Eko B. Supriyanto Tri Restu Ramadhan Putra Tri Restu Ramadhan Putra H.Eddy Yantho Sofwan H.Eddy Yantho Sofwan Komite Pemantau Risiko Ketua Eko B. Supriyanto Eko B. Supriyanto Anggota Purnadi Hardjono* Purnadi Hardjono* Rusli Witjahjono Rusli Witjahjono Arifin S. Haris Arifin S. Haris Muhammad Sumarsono Muhammad Sumarsono Komite Remunerasi dan Nominasi Ketua Eko B. Supriyanto Eko B. Supriyanto Anggota Purnadi Hardjono* Purnadi Hardjono* Sari Wulandari Budi Satrio Kepala Audit Internal Riva Yan Abdillah Riva Yan Abdillah Sekretaris Perusahaan Andri Latif Andri Latif * Purnadi Hardjono mengajukan surat pengunduran diri pada tanggal 11 Desember 2017, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku ** Nerfita Primasari mengajukan surat pengunduran diri pada tanggal 16 Maret 2018, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. b. Dasar Penyusunan Dasar penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis, kecuali instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan 9
13 akuntansi di bawah ini. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp), yang merupakan mata uang fungsional Bank. Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas, Bank memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas, jika pelaku pasar memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan dalam laporan keuangan ditentukan berdasarkan basis tersebut, kecuali untuk transaksi pembayaran berbasis saham dalam ruang lingkup PSAK 53, transaksi sewa dalam ruang lingkup PSAK 30, dan pengukuran yang memiliki beberapa kemiripan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi neto dalam PSAK 14 dan nilai pakai dalam PSAK 48. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Dalam penyusunan laporan keuangan Bank, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir periode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan dengan menggunakan kurs laporan (penutupan) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu kurs spot Reuters pada pukul WIB untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter diukur dalam biaya historis dalam valuta asing yang tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya. Kurs spot Reuters pukul WIB dengan rincian sebagai berikut: 31-Des-17 1 Dollar Amerika Serikat (USD) , ,50 1 Dollar Singapura (SGD) , ,54 1 Yen Jepang (JPY) 129,09 120,52 1 Euro (EUR) , ,22 1 Dollar Hong Kong (HKD) 1.754, ,21 1 Dollar Australia (AUD) , ,19 1 Renmimbi (CNY) 2.191, ,00 10
14 d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Bank (entitas pelapor): a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). vii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan. e. Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Aset keuangan Bank diklasifikasikan sebagai berikut: a) Nilai wajar melalui laba rugi b) Dimiliki hingga jatuh tempo c) Tersedia untuk dijual d) Pinjaman yang diberikan dan piutang Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. 11
15 Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok diperdagangkan, jika: a) Diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat atau b) Pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual terkini; atau c) Merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai. Aset keuangan selain aset keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: a) Penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau b) Kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya, dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan, dan informasi tentang Bank disediakan secara internal kepada manajemen kunci entitas, misalnya direksi dan CEO. Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada Catatan 2i Dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta Bank mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki asset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai yang ada. Aset keuangan tersedia untuk dijual Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah itu, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur dan dicatat pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi revaluasi investasi AFS di ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai, bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset moneter yang diakui pada laba rugi. Jika aset keuangan dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui pada revaluasi investasi AFS, direklas ke laba rugi. Dividen atas instrumen AFS, jika ada, diakui pada laba rugi pada saat hak untuk memperoleh pembayaran dividen ditetapkan. 12
16 Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga dan beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Perhitungan dari suku bunga efektif termasuk semua fee dan pembayaran atau penerimaan poin yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Biaya transaksi termasuk biaya incremental yang secara langsung berkaitan dengan akuisisi atas penerbitan aset atau liabilitas keuangan. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang dalam nilai wajar dari instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif terjadinya penurunan nilai. Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: a) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau b) Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau c) Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan. 13
17 Kerugian penurunan nilai dihitung secara individual untuk asset keuangan yang signifikan secara individual serta kolektif untuk asset yang secara individual tidak signifikan dan secara individual signifikan namun tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai. Di dalam menentukan penurunan nilai kolektif, aset keuangan dikelompokkan pada kelompok asset keuangan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang serupa. Arus kas masa depan dari kelompok asset keuangan ini diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual dan pengalaman kerugian historis untuk aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. Pengalaman historis kerugian disesuaikan berdasarkan hasil pengamatan data pada masa kini, untuk merefleksikan efek dari kondisi masa kini yang tidak mempengaruhi periode dari pengalaman historis. Dalam melakukan penilaian secara kolektif, Bank harus menghitung: a) Probability of default ( PD ) model ini menilai probabilitas konsumen gagal melakukan pembayaran kembali secara penuh dan tepat waktu. b) Recoverable amount didasarkan pada identifikasi arus kas masa depan dan estimasi nilai kini dari arus kas tersebut (discounted cash flow). c) Loss given default ( LGD ) Bank mengestimasi kerugian ekonomis yang mungkin akan diderita Bank apabila terjadi tunggakan fasilitas kredit. LGD menggambarkan jumlah utang yang tidak dapat diperoleh kembali dan umumnya ditunjukkan dalam persentase dari exposure at default (EAD). Model perhitungan LGD mempertimbangkan jenis peminjam, fasilitas dan mitigasi risiko, misalnya ketersediaan agunan. d) Loss identification period ( LIP ) periode waktu antara terjadinya peristiwa yang merugikan dalam kelompok aset keuangan sampai bukti obyektif dapat diidentifikasi atas fasilitas kredit secara individual. e) Exposure at default ( EAD ) Bank mengestimasi tingkat utilisasi yang diharapkan dari fasilitas kredit pada saat terjadi tunggakan. PD, LGD dan LIP diperoleh dari observasi data fasilitas kredit selama minimal empat tahun. Cadangan kerugian penurunan nilai yang dinilai secara kolektif dilakukan dengan mengkalikan nilai baki debet fasilitas kredit pada posisi laporan dengan probability default (PD), loss identification period (LIP) dan loss given default (LGD). Kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan nilai tercatat dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai yang terbentuk. Pada saat penurunan nilai diakui dalam aset keuangan atau kelompok aset keuangan, pendapatan bunga diakui berdasarkan nilai tercatat setelah penurunan nilai menggunakan tarif bunga yang digunakan untuk mendiskontokan estimasi arus kas masa depan pada saat menghitung penurunan nilai. Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi. Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan. 14
18 Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke pendapatan komprehensif lain. Penghentian pengakuan aset keuangan Bank menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau Bank mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Bank tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Bank mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Bank memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Bank masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba rugi. Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Bank masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer), Bank mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut. Aset dihapus bukukan dari cadangan kerugian penurunan nilai pada saat manajemen berpendapat bahwa aset tersebut harus dihapuskan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar dan/atau sulit untuk ditagih. Penerimaan kembali aset yang telah dihapuskan pada tahun berjalan dicatat sebagai penambahan cadangan kerugian penurunan nilai yang bersangkutan selama tahun berjalan. Penerimaan kembali aset yang telah dihapuskan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional tahun berjalan. f. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Keuangan Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Bank diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. 15
19 Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Bank dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL atau pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan diklasifikasi sebagai FVTPL pada saat liabilitas keuangan baik dimiliki untuk diperdagangkan atau ditetapkan pada FVTPL. Liabilitas keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika: a) Diperoleh terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau b) Pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual terkini; atau c) Merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai. Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: a) Penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau b) Kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya, dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan, dan informasi tentang Bank disediakan secara internal kepada manajemen kunci entitas, misalnya direksi dan CEO. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup setiap bunga yang dibayar dari liabilitas keuangan. Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, diakui pada nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan tersebut. Pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dimana beban bunga diakui berdasarkan tingkat pengembalian yang efektif, kecuali untuk liabilitas jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Bank menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, kewajiban Bank telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi. 16
20 g. Reklasifikasi Instrument Keuangan Reklasifikasi Aset Keuangan Bank tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset keuangan FVTPL. Bank hanya dapat melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang jika aset keuangan tersebut memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang dan Bank memiliki intensi dan kemampuan memiliki aset keuangan untuk masa depan yang dapat diperkirakan atau hingga jatuh tempo dari kelompok aset keuangan FVTPL atau dari kelompok tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersebut direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya perolehan diamortisasi yang baru. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diamortisasi ke laba rugi selama sisa umur aset keuangan (jika aset keuangan memiliki jatuh tempo tetap) atau tetap diakui dalam pendapatan komprehensif lain sampai aset keuangan tersebut dilepas atau dijual (jika aset keuangan tidak memiliki jatuh tempo tetap). Reklasifikasi Liabilitas Keuangan Bank tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi liabilitas keuangan dari atau ke kelompok liabilitas keuangan FVTPL. h. Saling Hapus Antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan Bank saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan, jika dan hanya jika: Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. i. Nilai Wajar Sejak 1 Januari 2015, nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran tanpa memperhatikan apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengukur nilai wajar atas suatu aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran, Bank memperhitungkan karakteristik suatu aset atau liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Sebelum 1 Januari 2015, nilai wajar adalah nilai yang digunakan untuk mempertukarkan suatu aset atau untuk menyelesaikan suatu liabilitas antara pihak-pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi secara wajar (arm s length transaction). Dalam rangka konsistensi dan perbandingan dalam pengukuran nilai wajar dan pengungkapan terkait, Bank melakukan pengukuran nilai wajar atas instrumen keuangan yang dimiliki dengan hirarki berikut: a. Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. 17
21 b. Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga). c. Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi). j. Giro pada Bank Indonesia dan Bank lain Giro pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan giro pada Bank Indonesia dan bank lain mengacu pada Catatan 2e, 2g dan 2i terkait aset keuangan. k. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain mengacu pada Catatan 2e, 2g dan 2i terkait aset keuangan. l. Efek-efek Efek-efek diklasifikasikan dalam kategori diperdagangkan, tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengukuran awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan efek-efek mengacu pada Catatan 2e, 2g dan 2i terkait aset keuangan. m. Tagihan dan Liabilitas Derivatif Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL). Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan tagihan dan liabilitas derivatif mengacu pada Catatan 2e, 2f, 2g dan 2i terkait aset keuangan dan liabilitas keuangan. n. Kredit Kredit diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan kredit mengacu pada Catatan 2e, 2g dan 2i terkait aset keuangan. o. Restrukturisasi Kredit Bermasalah Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah penerimaan kas yang akan datang yang telah ditentukan dalam persyaratan kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi seperti yang dibahas pada Catatan 2n. 18
22 p. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi Tagihan akseptasi diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Liabilitas akseptasi dikategorikan sebagai liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan penghentian pengakuan tagihan dan liabilitas akseptasi mengacu pada Catatan 2e, 2f, 2g dan 2i terkait aset keuangan dan liabilitas keuangan. q. Sewa Sewa merupakan suatu perjanjian yang mana lessor memberikan kepada lessee hak untuk menggunakan aset selama periode waktu yang disepakati. Sebagai imbalannya, lessee melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada lessor. Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Sebagai Lessor Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Sebagai Lessee Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontijen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya. Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna. r. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. s. Aset Tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya perolehan aset dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) masing-masing dengan tarif sebagai berikut: 19
23 Tahun Bangunan 20 Prasarana kantor (partisi dan renovasi kantor) 5 Kendaraan bermotor 5 Perabotan kantor 5 Peralatan kantor 5 Perangkat keras komputer 5 Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang dihentikan pengakuannya atau yang dijual nilai tercatatnya dikeluarkan dari kelompok aset tetap. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laba rugi. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. t. Aset Tak Berwujud Aset tak berwujud merupakan perangkat lunak yang dibeli oleh Bank dan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi. Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus (straight - line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 5 tahun. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode amortisasi direview setiap akhir periode. u. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan kecuali Goodwill Pada setiap akhir periode pelaporan, Bank menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Bank mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk pelepasan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. 20
24 Jika jumlah yang yang terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi. v. Agunan yang Diambil Alih Tanah dan aset lainnya (jaminan kredit yang telah diambil alih oleh Bank) disajikan dalam akun Agunan yang Diambil Alih dalam kelompok Aset lain-lain. Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih, dibebankan kedalam akun cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan. Manajemen mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Cadangan kerugian penurunan nilai agunan yang diambil alih dibentuk atas penurunan nilai agunan yang diambil alih. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi. w. Liabilitas Segera Liabilitas segera merupakan liabilitas Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan liabilitas segera mengacu pada Catatan 2f, 2g dan 2i terkait liabilitas keuangan. x. Simpanan Simpanan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan mengacu pada Catatan 2f, 2g dan 2i terkait liabilitas keuangan. y. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik local maupun luar negeri, dalam bentuk giro, inter-bank call money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari, tabungan dan deposito berjangka. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan simpanan dari bank lain mengacu pada Catatan 2f, 2g dan 2i terkait liabilitas keuangan. 21
25 z. Instrumen Utang dan Ekuitas yang Diterbitkan Surat Berharga yang Diterbitkan Obligasi yang diterbitkan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penentuan nilai wajar dan penghentian pengakuan instrumen utang dan ekuitas yang diterbitkan mengacu pada Catatan 2f, 2g dan 2h terkait liabilitas keuangan. Biaya emisi saham Biaya emisi saham yang menambah dan beratribusi secara langsung terhadap penerbitan saham baru disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. aa. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 2e). Pendapatan kredit yang mengalami penurunan nilai dihitung menggunakan suku bunga efektif atas dasar nilai kredit setelah memperhitungkan kerugian penurunan nilai. Pendapatan dan beban bunga yang diakui dalam laporan keuangan termasuk: a) Bunga pada aset dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi yang dihitung menggunakan suku bunga efektif. b) Bunga pada instrumen sekuritas investasi tersedia untuk dijual dihitung menggunakan suku bunga efektif. Perubahan nilai wajar pada efek-efek yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan diukur pada nilai wajar pada laba rugi dan derivatif lainnya yang digunakan untuk kepentingan manajemen risiko, dan aset dan liabilitas keuangan lainnya yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, akan mempengaruhi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. bb. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan ditangguhkan dan diamortisasi sesuai dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan atau pinjaman dan jangka waktu tertentu atau nilainya tidak material menurut Bank diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi. cc. Program Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja Lainnya Program Iuran Pasti Pembayaran kepada program dana pensiun pasti dibebankan pada saat jatuh tempo. Pembayaran kepada program dana pensiun didasarkan pada iuran pasti tertentu yang ditentukan program. Program Imbalan Pasti Bank juga memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti, untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pascakerja ini. 22
26 Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklas ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode amandemen program. Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: a) Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian) b) Beban atau pendapatan bunga neto c) Pengukuran kembali Bank menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam program imbalan pasti Bank. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomik yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program. Liabilitas untuk pesangon diakui pada lebih awal ketika entitas tidak dapat lagi menarik tawaran tersebut dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait. imbalan Imbalan kerja jangka panjang lainnya Bank memberikan penghargaan masa kerja kepada karyawan yang memenuhi persyaratan. Perhitungan imbalan kerja jangka panjang lainnya ditentukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Jumlah diakui sebagai provisi untuk imbalan kerja jangka panjang lainnya di laporan posisi keuangan adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti. dd. Pajak Penghasilan Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk satu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba 23
27 kena pajak akan tersedia sehingga peredaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Bank ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tecatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal atau kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis. ee. Laba (Rugi) per Saham Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Laba (rugi) per saham dilusian dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. ff. Segmen Operasi Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Bank yang secara regular direview oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b) Yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c) Dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk. 24
28 3. PERTIMBANGAN KRITISI AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Dalam penerapan kebijakan akuntansi Bank, yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut. Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode yang estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode tersebut, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi periode saat ini dan masa depan. Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Di bawah ini adalah pertimbangan kritisi, selain dari estimasi yang telah diatur, dimana manajemen telah membuat suatu proses penerapan kebijakan akuntansi Bank dan memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. Aset Keuangan Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Klasifikasi atas aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo memerlukan pertimbangan yang signifikan. Dalam membuat pertimbangan tersebut, Bank mengevaluasi tujuan dan kemampuan untuk memiliki suatu investasi hingga jatuh tempo. Jika Bank tidak dapat menjaga investasinya hingga jatuh tempo selain dalam kondisi tertentu - contohnya, menjual sekuritas dengan nilai tidak signifikan pada waktu yang mendekati jatuh tempo - hal ini mengharuskan reklasifikasi seluruh portofolio menjadi investasi tersedia untuk dijual. Investasi tersebut selanjutnya akan diukur pada nilai wajar dan bukan pada biaya perolehan diamortisasi.jumlah tercatat atas sekuritas dimiliki hingga jatuh tempo diuangkapkan dalam Catatan 8. Sumber Estimasi Ketidakpastian Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini. Rugi penurunan nilai aset keuangan Bank menilai penurunan nilai aset keuangan pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti obyektif bahwa kerugian telah terjadi. Suatu aset keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada bukti obyektif terjadinya peristiwa yang berdampak pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti tersebut meliputi data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa yang merugikan dalam status pembayaran debitur atau kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kelalaian membayar piutang. Cadangan kerugian penurunan nilai akan dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan nilai yang terjadi dalam portofolio aset keuangan. Manajemen menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman kerugian historis untuk aset dengan karakteristik risiko kredit dan bukti obyektif adanya penurunan nilai yang serupa dengan yang ada dalam portofolio pada saat penjadwalan arus kas masa depan. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direview secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. 25
29 Bank melakukan penilaian terhadap penurunan nilai dalam dua cara, yaitu: a. Individual, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang melebihi ambang batas (threshold) tertentu dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai yang telah teridentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan. Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi terbaik atas arus kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Estimasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas utang dan fleksibilitas keuangan debitur, kualitas pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus kas, industri di mana debitur beroperasi dan nilai realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu pemulihan masa depan akan membutuhkan banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan tergantung pada kinerja debitur pada masa mendatang dan nilai agunan, keduanya akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa depan, di samping itu agunan mungkin tidak mudah dijual. Nilai aktual arus kas masa depan dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual yang terjadi mungkin berbeda dengan yang diakui dalam laporan keuangan. b. Kolektif, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang tidak melebihi ambang batas (threshold) tertentu, tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai, namun belum diidentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan. Pembentukan kerugian penurunan nilai dilakukan secara kolektif dengan antara lain memperhitungkan jumlah dan lamanya tunggakan, agunan dan pengalaman kerugian masa lalu. Faktor paling penting dalam pembentukan cadangan adalah probability of default dan loss given default. Kualitas aset keuangan pada masa mendatang dipengaruhi oleh ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian aktual aset keuangan dapat berbeda secara material dari cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk. Ketidakpastian ini termasuk lingkungan ekonomi, suku bunga dan pengaruhnya terhadap pembelanjaan debitur, tingkat pengangguran dan perilaku pembayaran. Manfaat Karyawan Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Bank diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Bank dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca kerja Bank. Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap Masa manfaat setiap aset tetap Bank ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut. 26
30 Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan KAS Saldo Kas terdiri atas : 31-Des-17 Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Jumlah Saldo kas termasuk uang pada mesin ATM (Automated Teller Machines) sejumlah Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember GIRO PADA BANK INDONESIA 31-Des-17 Jumlah Persentase Jumlah Persentase Rupiah % % Dollar Amerika Serikat % % % % Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013 dan perubahannya PBI No. 17/21/PBI/2015 tanggal 26 November 2015, PBI No. 18/3/PBI/2016 tanggal 10 Maret 2016, PBI No. 18/14/PBI/2016 tanggal 18 Agustus 2016 dan PBI No. 19/6/PBI/2017 tanggal 18 April 2017 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum bagi Bank Umum konvensional dalam Rupiah dan Valuta Asing, setiap bank di Indonesia diwajibkan mempunyai saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah terdiri dari GWM Primer ditetapkan sebesar rata-rata 6,5% dan secara harian sebessar 5% dan GWM Sekunder ditetapkan sebesar 4% serta GWM Loan to Funding Ratio (LFR) sebesar perhitungan antara parameter disinsentif bawah atau parameter disinsentif atas dengan selisih antara LFR bank dan LFR target dengan memperhatikan selisih antara Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank dan KPMM Insentif. GWM dalam Dollar Amerika Serikat ditetapkan sebesar 8%. Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, rincian giro wajib minimum Bank adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Rupiah GWM Primer Harian 5,50% 5,61% Rata-rata 6,68% 6,86% GWM Sekunder 14,75% 14,85% Dollar Amerika Serikat GWM Primer 9,03% 8,29% Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, Bank telah memenuhi GWM yang harus disediakan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. 6. GIRO PADA BANK LAIN Rincian giro pada bank lain berdasarkan pihak dimana Bank menempatkan dananya dan jenis mata uang adalah sebagai berikut : 27
31 31-Dec-17 Rp Juta Rp Juta Pihak ketiga Rupiah Bank Central Asia Standard Chartered Bank Bank Maybank Indonesia 55 4 Bank Mandiri Bank CIMB Niaga 1 1 Sub jumlah Dollar Amerika Serikat Standard Chartered Bank, New York Bank Mandiri, Jakarta Bank Central Asia, Jakarta Standard Chartered Bank, Jakarta 2 2 Sub jumlah Dollar Singapura United Overseas Bank Ltd., Singapura Euro Standard Chartered Bank, Frankurt Dollar Australia Commonwealth Bank, Sydney Dollar Hongkong Standard Chartered Bank, Hongkong Yen Jepang Wells Fargo Bank, Tokyo Standard Chartered Bank, Tokyo Sub jumlah Renmimbi Bank ICBC Indonesia Jumlah Giro pada Bank Lain Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun : 31-Des-17 Rupiah 0,05% 0,07% Valuta Asing 0,01% 0,01% Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, tidak terdapat giro pada bank lain yang dijadikan agunan oleh Bank. Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai yang diakui karena manajemen berpendapat bahwa seluruh giro pada bank lain dapat ditagih. 7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut: 28
32 Jangka waktu 31 Maret Desember 2017 Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun Jumlah Jangka waktu Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun Pihak ketiga Rupiah Sertifikat Deposito Bank Indonesia hari 5,18% hari 5,67% Fasililtas Simpanan Bank Indonesia 4 hari 3,50% hari 3,91% Call money - 0,00% hari 4,37% Sertifikat Deposito - 0,00% hari 7,36% Sub jumlah Valas Call Money 4 hari 1,68% ,00% - Term deposit Bank Indonesia - 0,00% - 4 hari 1,01% Sub jumlah Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Jumlah Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan pihak dimana Bank menempatkan dananya adalah sebagai berikut: 31-Dec-17 Rp Juta Rp Juta Pihak ketiga Rupiah Bank Indonesia Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Bank BJB Bank Negara Indonesia Sub jumlah Valuta Asing Bank Negara Indonesia Bank Sinarmas Bank Indonesia Sub jumlah Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada bank lain pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 ditempatkan pada pihak ketiga dan dikelompokkan sebagai lancar. Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai yang diakui karena manajemen berpendapat bahwa seluruh penempatan pada bank lain dapat ditagih. 8. EFEK-EFEK Seluruh efek-efek dilakukan dengan pihak ketiga dan dalam mata uang rupiah. 29
33 Berdasarkan jenis dan tujuan investasi, efek-efek adalah sebagai berikut: 31-Dec-17 Rp Juta Rp Juta Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi Pemerintah Indonesia Tersedia untuk dijual Obligasi Pemerintah Indonesia Obligasi lainnya Reksadana Jumlah efek tersedia untuk dijual Diperdagangkan Obligasi Pemerintah Indonesia Obligasi lainnya Jumlah efek diperdagangkan Jumlah Efek-Efek Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun untuk efek-efek adalah sebagai berikut : 31-Des-17 Rupiah Obligasi Pemerintah Indonesia 6,94% 6,38% Obligasi lainnya 6,99% 8,12% Jangka waktu efek sejak tanggal pembelian hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Obligasi Pemerintah Indonesia 19 bulan - 31 tahun 8 bulan - 28 tahun Obligasi lainnya bulan bulan Rincian efek-efek berdasarkan penerbit dan peringkat obligasi berdasarkan beberapa perusahaan pemeringkat pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut: Rupiah Obligasi Rp Juta Peringkat Rp Juta Peringkat Pemerintah Republik Indonesia idbbb idbbb Perusahaan Lainnya PT Pegadaian Persero idaaa - - PT Sarana Multigriya Finance idaa idaaa Lembaga pembiayaan ekspor indonesia idaaa - - PT. Adira Dinamika Multifinace idaaa - - PT Surya Artha Nusantara idaa idaa- PT Pupuk Indonesia idaaa PT Hutama Karya idaaa PT Aneka Tambang idbbb+ Reksadana Danareksa Seruni Pasar Uang II Jumlah Efek-efek Des-17 Efek-efek telah diperingkat oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Rating Indonesia. Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, tidak terdapat efek-efek yang dijadikan agunan oleh Bank. 9. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF Bank melakukan transaksi derivatif dalam bentuk pembelian dan penjualan berjangka valuta asing (forward) dan swap untuk tujuan trading. 30
34 Risiko pasar dari transaksi derivatif timbul dari potensi perubahan nilai akibat fluktuasi kurs mata uang asing, sedangkan risiko kredit timbul dalam hal pihak lain tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada Bank. Rincian tagihan dan liabilitas derivatif pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Tagihan Liabilitas Tagihan Liabilitas Forward Spot Tagihan derivatif pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 merupakan transaksi pada pihak ketiga dan dikelompokkan sebagai lancar. 10. KREDIT YANG DIBERIKAN Kredit memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank terpapar resiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan resiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk) a. Kredit yang diberikan menurut jenisnya adalah sebagai berikut : Hubungan 31-Des-17 Hubungan Berelasi Pihak Ketiga Jumlah Berelasi Pihak Ketiga Jumlah Rupiah Modal Kerja Konsumsi Investasi Pinjaman Karyawan Jumlah Valuta Asing Modal Kerja Investasi Jumlah Jumlah Kredit Cadangan Kerugian Penurunan Nilai ( ) ( ) Kredit Bersih Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penurunan nilai untuk kredit yang diberikan pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 telah memadai. 31
35 b. Kredit yang diberikan berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut : 31-Dec-17 Rp Juta Rp Juta Rupiah Rumah Tangga Jasa-jasa dunia usaha Perindustrian Perdagangan, restoran dan hotel Konstruksi Angkutan, gudang dan komunikasi Jasa sosial/masyarakat Pertambangan Pertanian dan perhutanan Listrik, gas dan air Lainnya Jumlah - Rupiah Valuta asing Perindustrian Angkutan, gudang dan komunikasi Listrik, gas dan air Jumlah - Valuta asing Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) Jumlah Kredit - Bersih Sektor ekonomi lain-lain terdiri dari perikanan, pertambangan, penyediaan akomodasi, listrik, gas dan air, transportasi dan perantara keuangan c. Kredit yang diberikan berdasarkan penilaian internal bank sebagai berikut : 31-Dec-17 Rp Juta Rp Juta Kredit yang dinilai secara individual Baki debet Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) Jumlah Kredit yang dinilai secara kolektif Baki debet Cadangan kerugian penurunan nilai (35.932) (33.882) Jumlah Jumlah Kredit - Bersih d. Kredit yang diberikan berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut : Jangka waktu pinjaman diklasifikasikan berdasarkan periode pinjaman dalam perjanjian kredit adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Rupiah Valas Jumlah Rupiah Valas Jumlah 1 tahun tahun tahun > 5 tahun Jumlah Kredit Cadangan Kerugian Penurunan Nilai ( ) ( ) Kredit Bersih
36 e. Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun : 31-Des-17 Rupiah Investasi 18,10% 18,19% Modal Kerja 13,75% 13,73% Konsumsi 13,25% 13,22% Kartu kredit 28,21% 30,25% Pinjaman sindikasi 12,53% 12,61% Dollar Amerika Investasi 9,78% 7,39% Modal Kerja 7,07% 7,07% f. Kredit yang diberikan kepada karyawan Bank merupakan kredit untuk membeli rumah, kendaraan dan keperluan lainnya dengan jangka waktu 1 (satu) sampai 20 (dua puluh) tahun dan dibayar kembali melalui pemotongan gaji setiap bulan. g. Kredit kepada pihak berelasi kecuali kredit yang diberikan kepada karyawan diberikan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga. h. Rasio kredit usaha mikro dan kecil terhadap kredit yang diberikan adalah sebesar 5,23% dan 5,88% masingmasing pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember i. Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, rincian kredit yang direstrukturisasi menurut jenis pinjaman sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Rupiah Kredit modal kerja Kredit investasi Kredit konsumsi Jumlah - rupiah Valuta asing Kredit modal kerja Jumlah - valuta asing Jumlah kredit j. Berikut ini adalah saldo kredit pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas: 31-Des-17 Rupiah Valas Jumlah Rupiah Valas Jumlah Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Cadangan Kerugian Penurunan Nilai ( ) ( ) Kredit Bersih k. Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada Bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2018 tidak terdapat kredit yang tidak memenuhi ketentuan BMPK. l. Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, rincian kredit bermasalah menurut sektor ekonomi adalah sebagai berikut: 33
37 31-Des-17 Kredit bermasalah Penyisihan penurunan nilai Kredit bermasalah Penyisihan penurunan nilai Rupiah Konstruksi Perindustrian Perdagangan, restoran dan hotel Jasa-jasa dunia usaha Jasa sosial/masyarakat Transportasi, gudang dan komunikasi Pertanian dan perhutanan Lainnya Sub Jumlah Valas Perindustrian Listrik, gas dan air Sub Jumlah Jumlah m. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut : 31-Des-17 Rupiah Valas Jumlah Rupiah Valas Jumlah Saldo awal tahun Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan (Catatan 31) Individual (85.559) 225 (85.334) Kolektif (24) (39) Penghapusan (37.495) - (37.495) ( ) (11.161) ( ) Selisih Kurs - (111) (111) Saldo Periode Berjalan n. Rasio non-performing loan (NPL) yang dihitung berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 43/SEOJK.03/2016 tanggal 28 september 2016 adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Rasio NPL NPL Gross 5,76% 7,23% NPL Net 2,95% 2,82% 11. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI a. Tagihan dan Liabilitas akseptasi berdasarkan mata uang Tagihan Akseptasi Liabilitas Akseptasi 31-Des Des-17 Bukan bank - Pihak ketiga Mata uang asing Jumlah Tagihan akseptasi pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 dikelompokkan sebagai lancar. 34
38 b. Tagihan dan Liabilitas akseptasi berdasarkan jatuh tempo Tagihan Akseptasi Liabilitas Akseptasi 31-Des Des-17 Lebih dari 3 s/d 6 bulan Jumlah BIAYA DIBAYAR DIMUKA 31-Des-17 Akuisisi kartu kredit Sewa dibayar dimuka Beban promosi dibayar dimuka Pemeliharaan Lainnya Biaya dibayar dimuka lainnya terdiri atas premi LPS dan promosi tabungan MNC. 13. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari : Aset tetap 01-Jan-18 Biaya Perolehan Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Bangunan dan prasarana kantor Kendaraan bermotor Perabotan Kantor Peralatan Kantor Perangkat Keras Komputer Aset tetap dalam penyelesaian Jumlah Akumulasi penyusutan : Bangunan dan prasarana kantor Kendaraan Bermotor Perabotan Kantor Peralatan Kantor Perangkat Keras Komputer Jumlah Nilai Aset Tetap
39 Aset tetap 01-Jan Des-17 Biaya Perolehan Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Bangunan dan prasarana kantor Kendaraan bermotor Perabotan Kantor Peralatan Kantor Perangkat Keras Komputer Aset tetap dalam penyelesaian (2.162) 45 Jumlah Akumulasi penyusutan : Bangunan dan prasarana kantor Kendaraan Bermotor Perabotan Kantor Peralatan Kantor Perangkat Keras Komputer Jumlah Nilai Aset Tetap Rincian dan tingkat penyelesaian aset tetap dalam penyelesaian per 31 Maret 2018 adalah: Renovasi ruangan divisi Card Centre dengan tingkat penyelesaian sebesar 20% 45 Pada tanggal 31 Maret 2018, tidak terdapat proyek yang mengalami hambatan yang siginifikan dalam penyelesainnya. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset tetap masih lebih rendah dari pada nilai yang dapat dipulihkan, oleh karena itu tidak diperlukan penurunan nilai aset tetap. Aset tetap dalam penyelesaian merupakan prasarana kantor dan peralatan kantor yang diperkirakan akan selesai pada tahun Aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya kepada PT MNC Insurance dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp juta dan Rp juta masing masing pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 14. ASET PAJAK TANGGUHAN Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan Bank adalah sebagai berikut: 31-Des-17 Aset (liabilitas) pajak tangguhan Cadangan kerugian penurunan nilai kredit Liabilitas imbalan pasca kerja Penyusutan aset tetap Cadangan kerugian aset keuangan selain kredit yang diberikan Kerugian (keuntungan) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual (806) Lainnya (29.143) Rugi fiskal
40 15. ASET TIDAK BERWUJUD Aset Tidak Berwujud 01-Jan-18 Biaya Perolehan Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Piranti Lunak Komputer Aset Tidak berwujud dalam penyelesaian Sub Jumlah Akumulasi Amortisasi Perangkat Lunak Komputer Sub Jumlah Jumlah Tercatat Aset Tidak Berwujud 01-Jan Des-17 Biaya Perolehan Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Piranti Lunak Komputer Aset Tidak berwujud dalam penyelesaian (4.997) 995 Sub Jumlah Akumulasi Amortisasi Perangkat Lunak Komputer Sub Jumlah Jumlah Tercatat Rincian dan tingkat penyelesaian aset tidak berwujud dalam penyelesaian per 31 Maret 2018 adalah: Enchancement sistem software dengan tingkat penyelesaian sebesar 28% ASET LAIN-LAIN Aset lain-lain terdiri dari : 31-Des-17 Agunan yang diambil alih Pendapatan yang masih akan diterima Biaya yang ditangguhkan Setoran Jaminan Lainnya Sub Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Non Keuangan (23.173) (23.173) Jumlah Agunan yang diambil alih untuk periode 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 masing masing sebesar Rp dan Rp Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penurunan nilai untuk agunan yang diambil alih pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 telah memadai. 37
41 17. LIABILITAS SEGERA Liabilitas segera terdiri dari : 31-Des-17 Transaksi pembelian Surat Berharga Trading Titipan dana kliring Transfer dana dalam proses Titipan nasabah Titipan Pajak Bumi dan bangunan Lain-lain Jumlah SIMPANAN Simpanan terdiri dari : 31-Des-17 Hubungan Hubungan Berelasi Ketiga Jumlah Berelasi Ketiga Jumlah Giro Tabungan Deposito Berjangka Jumlah Des-17 Simpanan Giro Tabungan Deposito Berjangka Jumlah Beban bunga yang masih harus dibayar (Catatan 22) Deposito Berjangka Jumlah a. Giro Giro terdiri dari : 31-Des-17 Pihak berelasi Rupiah Dollar Amerika Serikat Lainnya Sub jumlah Pihak ketiga Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Euro Lainnya Sub jumlah Jumlah Des-17 Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun adalah: Rupiah 2,27% 2,74% Valas 0,76% 0,88% 38
42 Jumlah giro yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 masing-masing sebesar Rp dan Rp b. Tabungan Tabungan terdiri dari : 31-Des-17 Tabungan MNC Tabungan MNC Bisnis Tabungan MNC Junior Tabungan Rencana MNC Tabungan MNC Program Hadiah Tabunganku Tabungan MNC Bunga Khusus Lainnya Total Tabungan Des-17 Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun adalah: Rupiah 1,69% 2,16% Jumlah tabungan yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 masing-masing sebesar Rp dan Rp c. Deposito Berjangka Deposito berjangka terdiri dari : 31-Des-17 Pihak berelasi Rupiah Dollar Amerika Serikat Sub jumlah Pihak ketiga Rupiah Dollar Amerika Serikat Lainnya Sub jumlah Jumlah Des-17 Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun adalah: Rupiah 6,42% 7,61% Valuta asing 1,42% 2,24% Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan periode adalah sebagai berikut : 39
43 31-Des-17 Rupiah Valas Jumlah Rupiah Valas Jumlah 1 bulan bulan bulan bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah Jumlah deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 masing-masing sebesar Rp dan Rp SIMPANAN DARI BANK LAIN Simpanan dari bank lain memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Simpanan dari bank lain terdiri : 31-Des-17 Pihak ketiga Call Money Giro Tabungan Deposito Berjangka Jumlah Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun : 31-Des-17 Call Money 5,13% 5,36% Giro 1,83% 2,04% Tabungan 2,07% 2,40% Deposito Berjangka 5,03% 4,92% Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi dari simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut : 31-Des-17 Simpanan dari bank lain Beban bunga yang masih harus dibayar (Catatan 22) Jumlah Deposito Berjangka Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan periode adalah sebagai berikut: 31-Des-17 1 bulan bulan bulan bulan Lebih dari12 bulan Jumlah
44 Call Money Pada tanggal 31 Maret 2018 jangka waktu call money rupiah masing-masing 4 sampai dengan 7 hari. 20. UTANG PAJAK Hutang pajak, terdiri dari: 31-Des-17 Pajak Penghasilan Pasal Pasal 23/ Pasal 4 ayat Pajak Pertambahan Nilai Jumlah LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA Bank menyelenggarakan program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan. Iuran untuk program ini dihitung berdasarkan gaji kotor karyawan, sebesar 2% yang ditanggung oleh karyawan dan antara 3,5% sampai 10% ditanggung oleh Bank. Program tersebut dikelola oleh DPLK Manulife Indonesia. Bagian iuran ditanggung oleh Bank dibebankan langsung pada operasi pada saat terjadinya. Bank memiliki kebijakan untuk menghitung dan mengakui selisih antara imbalan yang akan diterima karyawan berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku dengan manfaat yang diperoleh dari program dana pensiun iuran pasti di atas. Sehubungan dengan kebijakan Bank dan sejalan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (UU Tenaga Kerja) tanggal 25 Maret 2003 dan PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja, Bank melakukan penyisihan untuk taksiran kewajiban manfaat karyawan sebesar kekurangan manfaat yang diperoleh dari program dana pensiun iuran pasti, sebagaimana telah dijelaskan di atas, agar memenuhi manfaat minimum yang dipersyaratkan untuk dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan UU Tenaga kerja untuk dibayarkan kepada karyawan. Berdasarkan kebijakan Bank, umur pensiun normal adalah 55 tahun. Jumlah karyawan yang memenuhi persyaratan manfaat diatas adalah 797 dan 821 karyawan masing masing pada tahun 31 Maret 2018 dan 31 Desember Rincian liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut : 31-Des-17 Saldo Awal Tahun Beban Tahun Berjalan Pembayaran Manfaat (8.261) (9.196) Jumlah BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR Beban yang masih harus dibayar terdiri dari : 31-Des-17 Bunga yang masih harus dibayar Simpanan (catatan 18) Simpanan dari Bank lain (catatan 19) Sub Jumlah
45 31-Des-17 Beban yang masih harus dibayar lainnya Tunjangan karyawan Jasa Pihak Ketiga Promosi Sewa Komunikasi Lainnya Sub Jumlah Jumlah LIABILITAS LAIN-LAIN 31-Des-17 Pendapatan diterima dimuka Setoran jaminan Lainnya Jumlah Pendapatan diterima di muka Merupakan pendapatan diterima dimuka atas kredit yang diberikan dan pendapatan sewa atas agunan yang diambil alih. Setoran jaminan Merupakan setoran jaminan yang diterima dari pelanggan untuk keperluan transaksi luar negeri, bank garansi dan safe deposit box. 24. MODAL SAHAM Berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek, rincian pemegang saham Bank pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut: Jumlah Saham Persentase Kepemilikan Jumlah Modal Disetor PT MNC Kapital Indonesia Tbk ,12% Marco Prince Corp ,34% Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) ,55% Jumlah ,01% Jumlah Saham 31-Des-17 Persentase Kepemilikan Jumlah Modal Disetor PT MNC Kapital Indonesia Tbk ,43% Marco Prince Corp ,48% Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) ,09% Jumlah ,00% Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak satu suara per saham dan berpartisipasi dalam dividen. Perubahan jumlah saham beredar Bank adalah sebagai berikut : 42
46 Lembar Saldo 01 Januari Pelaksanaan waran seri II Pelaksanaan waran seri III Saldo 31 Desember Pelaksanaan waran seri III Saldo 31 Maret TAMBAHAN MODAL DISETOR Agio saham merupakan kelebihan di atas nominal dari penjualan saham perdana, penawaran umum terbatas (right issue) dan pelaksanaan waran dengan perincian sebagai berikut : Saldo 01 Januari Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penawaran terbatas IV kepada masyarakat (2.835) Saldo 31 Desember Pelaksanaan waran seri II 2 Saldo 31 Desember 2017 dan 31 Maret PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN 31-Des-17 Perubahan nilai wajar efek tersedia (3.575) untuk dijual Pengukuran kembali atas kewajiban imbalan pasti Jumlah rugi komprehensif lain (3.379) PENDAPATAN BUNGA 31-Mar-17 Rupiah Kredit yang diberikan Efek-efek Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Sub jumlah Mata uang asing Kredit yang diberikan Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Giro pada bank lain Sub jumlah Jumlah Mar-17 Pendapatan bunga kredit dari pihak berelasi Kredit
47 28. BEBAN BUNGA 31-Mar-17 Rupiah Simpanan Simpanan dari bank lain Surat Berharga Yang Diterbitkan Lainnya Sub jumlah Mata uang asing Simpanan Sub jumlah Jumlah PROVISI DAN KOMISI SELAIN KREDIT - BERSIH Provisi dan komisi selain kredit terdiri dari : 31-Mar-17 Kartu Kredit Komisi ATM Bersama Asuransi Kiriman Uang Lainnya Bersih Jumlah PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA 31-Mar-17 Pendapatan denda keterlambatan pembayaran kredit Pendapatan administrasi Lainnya Jumlah BEBAN (PEMULIHAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN 31-Mar-17 Kredit yang diberikan (66.622) Jumlah (66.622)
48 32. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 31-Mar-17 Biaya sewa gedung dan pemeliharaan Data komunikasi dan sewa komputer Keanggotaan kartu kredit Penyusutan dan amortisasi Transportasi dan sewa kendaraan Keamanan Outsourching Listrik dan air Jasa tenaga ahli Pemeliharaan dan perbaikan Promosi dan iklan Cetak dan alat tulis Telepon, teleks dan fax Administrasi bank Pengiriman Asuransi Perjalanan dinas Lainnya Jumlah BEBAN TENAGA KERJA 31-Mar-17 Gaji Tunjangan Honorarium dan bonus Beban pelatihan karyawan Lainnya 2 53 Jumlah Rincian gaji dan tunjangan atas kelompok direksi, dewan komisaris, komite audit dan pejabat eksekutif adalah sebagai berikut: Jumlah Pejabat Gaji dan Tunjangan Beban Manfaat Karyawan Jumlah Dewan Komisaris Direksi Anggota Komite Audit Pejabat Eksekutif Jumlah Mar-17 Jumlah Pejabat Gaji dan Tunjangan Beban Manfaat Karyawan Jumlah Dewan Komisaris Direksi Anggota Komite Audit Pejabat Eksekutif Jumlah
49 34. PENJELASAN PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 31-Mar-17 Keuntungan penjualan dan penghapusan aset tetap Kerugian penjualan AYDA - (62) Hasil sewa dan Lainnya (103) (7) Jumlah (86) (13) 35. LABA PER SAHAM Laba per saham terdiri dari : 31-Mar-17 Laba (rugi) bersih selama periode berjalan (48.794) Rata-rata tertimbang saham biasa Laba (rugi) bersih per saham biasa 4,59 (2,65) 36. SIFAT, TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI Sifat Relasi a) PT MNC investama adalah entitas induk terakhir Bank b) PT MNC Kapital Indonesia merupakan pemegang saham Bank c) Pihak berelasi yang pemegang saham utamanya sama dengan Bank: - PT MNC Asset Management - PT MNC Finance - PT MNC Sekuritas - PT MNC Life Assurance - PT MNC Asuransi Indonesia - PT MNC Guna Usaha Indonesia - PT Medan Nusantara Propertindo - PT Riau Nusantara Propertindo - PT Bandung Nusantara Propertindo - PT Semarang Nusantara Propertindo - PT Makasar Nusantara Propertindo - PT Jakarta Nusantara Propertindo - PT Surabaya Nusantara Propertindo - PT Palembang Nusantara Propertindo - PT Yogyakarta Nusantara Propertindo d) Pihak berelasi yang merupakan entitas dalam grup yang sama : - Innoform Media Pte Ltd - MNC International Ltd - MNC Lisensi Internasional - MNC Televisi Network - PT Bali Nirwana Resort - PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia - PT Flash Mobile 46
50 - PT GLD Property - PT Global Informasi Bermutu - PT Global Jasa Sejahtera - PT Infokom Elektrindo - PT Linktone Indonesia - PT Media Nusantara Citra - PT Media Nusantara Informasi - PT Mediate Indonesia - PT MNC Energi - PT MNC GS Home Shopping - PT MNC Infotainment Indonesia - PT MNC Kabel Mediacom - PT MNC Land - PT MNC Pictures - PT MNC Sky Vision Tbk - PT MNC Studios International - PT Nuansa Cipta Coal Investama - PT Nusadua Graha International - PT Putra Muba Coal - PT Rajawali Citra Televisi Indonesia - PT Star Media Nusantara Transaksi Berelasi Dalam kegiatan usahanya, Bank juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi transaksi tersebut meliputi antara lain: 1. Pemberian kredit dan penerimaan bunga. 2. Penempatan dana dari pihak-pihak berelasi dalam bentuk simpanan dan pembayaran bunga. 3. Pembelian kendaraan bermotor kepada PT. MNC Finance 4. Bank menyewa ruang kantor dari PT MNC Land dan PT GLD Property. 5. Aset tetap Bank, cash-in safe dan kesehatan diasuransikan pada PT MNC Asuransi Indonesia dan PT MNC Life Assurance. 6. Bank melakukan kegiatan promosi menggunakan jasa PT MNC Pictures, PT Mediate Indonesia dan PT Media Nusantara Citra. Persentase Kredit yang diberikan dari pihak berelasi terhadap jumlah aset adalah sebagai berikut: Persentase 31-Des-17 Persentase Kredit yang diberikan Modal kerja ,50% ,59% Konsumsi ,23% ,23% Pinjaman karyawan ,10% ,10% ,83% ,92% Persentase simpanan dari pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas adalah sebagai berikut: 47
51 Persentase 31-Des-17 Persentase Simpanan Giro ,89% ,91% Tabungan ,31% ,17% Deposito ,24% ,10% ,44% ,18% 37. KOMITMEN DAN KONTINJENSI 31-Des-17 Tagihan Komitmen Pembelian berjangka valuta asing Liabilitas Komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan ( ) ( ) L/C yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor (1.353) (1.333) Penjualan tunai valuta asing yang belum diselesaikan ( ) ( ) Jumlah Liabilitas Komitmen ( ) ( ) Jumlah Liabilitas Komitmen - Bersih ( ) ( ) 31-Dec-17 Tagihan kontinjensi Bank garansi Pendapatan bunga dalam penyelesaian Jumlah Tagihan Kontinjensi Liabilitas Kontijensi Bank garansi (5.374) (11.533) Stand-by L/C (8.261) (8.141) Jumlah Liabilitas Kontinjensi (13.635) (19.674) Lainnya Kredit hapus buku ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING Posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : 48
52 31-Des-17 Aset Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Kredit Tagihan akseptasi Aset lain-lain Jumlah Cadangan kerugian penurunan nilai (7.258) (6.540) Jumlah Aset Liabilitas Liabilitas Segera Simpanan Liabilias Akseptasi Liabilitas Lain - lain Jumlah Liabilitas Mata uang asing dalam nilai penuh Ekuivalen dalam Rupiah Aset Kas USD SGD Giro pada Bank Indonesia USD Giro pada Bank Lain USD EUR SGD JPY HKD AUD CNY Penempatan Bank Indonesia Dan Bank lain USD Kredit USD Tagihan Akseptasi USD Aset lain-lain USD SGD 4 - Cadangan kerugian penurunan nilai USD ( ) (7.258) Jumlah Aset Liabilitas Liabilitas Segera USD Simpanan Pihak Berelasi USD AUD SGD Pihak Ketiga USD AUD SGD EUR JPY Liabilitas Akseptasi USD Liabilitas Lain - lain USD JPY EUR 72 1 AUD SGD HKD Jumlah Liabilitas Jumlah Aset - Bersih
53 39. INFORMASI SEGMEN a. Segmen Operasi Sejak 1 Januari 2011, Bank telah menyajikan segmen operasi berdasarkan PSAK no. 5 (Revisi 2009) "Segmen Operasi" segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal bank yang disiapkan untuk mengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya ke segmen tertentu dan penilaian atas performanya. Untuk kepentingan manajemen, Bank diorganisasikan kedalam empat segmen operasi berdasarkan produk dan jasa sebagai berikut: Segmen Bisnis Perbankan Segmen Konsumer Segmen treasury Segmen Lain Lain Business Banking Consumer Banking Treasury Lain-lain Jumlah Pendapatan Pendapatan bunga Pendapatan operasional lainnya Jumlah Beban Beban bunga (76.154) (66.149) (2.218) (4.702) ( ) Beban operasional (12.330) (1.050) - (48.796) (62.176) Jumlah (88.484) (67.199) (2.218) (53.498) ( ) Beban Non Operasional (86) (86) Laba (Rugi) sebelum Pajak Laba bersih periode berjalan Jumlah laba komprehensif INFORMASI LAINNYA ASET Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain Efek - efek Kredit bersih Aset tetap bersih Aset lainnya Jumlah Aset LIABILITAS Simpanan Simpanan dari bank lain Liabilitas lainnya Jumlah Liabilitas
54 31-Mar-17 Business Banking Consumer Banking Treasury Lain-lain Jumlah Pendapatan Pendapatan bunga Pendapatan operasional lainnya Jumlah Beban Beban bunga ( ) (6.825) (4.349) (5.901) ( ) Beban operasional (69.686) (670) ( ) - ( ) Jumlah ( ) (7.495) ( ) (5.901) ( ) Pendapatan (beban) Non Operasional (17) (13) Laba (Rugi) Sebelum Pajak (64.719) (84.234) (65.052) Rugi bersih periode berjalan (48.794) Jumlah rugi komprehensif (41.432) 31-Des-17 Business Banking Consumer Banking Treasury Lain-lain Jumlah INFORMASI LAINNYA ASET Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain Efek - efek Kredit bersih Aset tetap bersih Aset lainnya Jumlah Aset LIABILITAS Simpanan Simpanan dari bank lain Liabilitas lainnya Jumlah Liabilitas b. Segmen Geografis Seluruh kegiatan operasional Bank berada di wilayah negara Indonesia. 40. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan No. 1/PLPS/2005 pada tanggal 26 September 2005 tentang Program Penjaminan Simpanan yang menyatakan bahwa sejak tanggal 22 September 2005, Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan yang meliputi giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008, yang menyatakan bahwa sejak tanggal 13 Oktober 2008 besaran nilai simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan untuk setiap nasabah pada satu bank yang semula maksimal Rp 100 Juta. diubah menjadi maksimal Rp Juta. 51
55 Beban premi penjaminan Pemerintah yang dibayar pada tahun 2018 dan 2017 Rp juta dan Rp juta. masing-masing sebesar 41. PERHITUNGAN MODAL POSISI 31 MARET 2018 DAN 31 MARET 2017 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2016 tanggal 26 Januari 2016 dan perubahannya POJK No. 34/POJK.03/2016 tanggal 22 September 2016, tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dimana bank wajib membentuk tambahan modal minimum sesuai profil risiko yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) yaitu Capital Conservation Buffer, Countercyclical Buffer dan Capital Surcharge untuk Domestic Systematically Important Bank. Berdasarkan profil risiko Bank pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017, yaitu peringkat 3 (tiga), maka KPMM minimum per 31 Maret 2018 dan 2017 ditetapkan masing- masing sebesar 10% sampai dengan kurang dari 11%. Rasio kewajiban penyediaan modal Bank dengan memperhatikan risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 masing-masing dihitung sebagai berikut: 31-Mar-17 Modal Modal Inti Modal Pelengkap Jumlah Modal Aset Tertimbang Menurut Resiko Untuk resiko kredit Untuk resiko operasional Untuk resiko pasar Jumlah ATMR Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dengan memperhitungkan : Rasio CET 1 13,77% 17,47% Rasio Tier 1 13,77% 17,47% Rasio Tier 2 0,82% 0,87% Rasio Total 14,59% 18,34% Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017, Bank telah memenuhi rasio sesuai yang diisyaratkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk rasio kecukupan modal. 42. MANAJEMEN RISIKO Penerapan manajemen risiko di Bank berpedoman pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum berikut perubahannya serta dokumen-dokumen dari Basel Committee on Banking Supervision, terutama konsep Basel Accord II. Pengelolaan risiko di Bank mencakup seluruh jenis risiko dari semua aktivitas fungsional Bank berdasarkan kebutuhan akan keseimbangan antara pertumbuhan usaha dengan pengelolaan risikonya. Untuk mengakomodasi tren perbankan dan pertumbuhan bisnis, Bank secara terus menerus melakukan evaluasi secara berkala dan mengembangkan serta meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko perusahaan terpadu dan struktur pengendalian internal yang komprehensif, agar dapat memberikan informasi secara dini mengenai terdapatnya potensi risiko kepada manajemen, sehingga manajemen dapat mengambil langkah-langkah yang 52
56 memadai untuk meminimalisasi dampak risiko tersebut. Kerangka manajemen risiko perusahaan terpadu tersebut dituangkan dalam kebijakan, prosedur, batas-batas transaksi, kewenangan dan ketentuan lain serta berbagai perangkat manajemen risiko, yang berlaku di seluruh lingkup aktivitas fungsional. Selain itu Bank juga menerapkan kerangka manajemen risiko perusahaan terpadu yang merupakan sarana untuk menentukan strategi, organisasi, kebijakan dan pedoman untuk memastikan bahwa semua risiko yang dihadapi Bank dapat dikenali, diukur, diatasi dan dilaporkan dengan baik. Bank memiliki Komite Manajemen Risiko di level Direksi dan Komite Pemantau Risiko di level Dewan Komisaris untuk menentukan kebijakan dan membahas permasalahan risiko yang dihadapi Bank secara keseluruhan. Selain komite-komite tersebut, terdapat komite-komite lain yang bertugas untuk menangani risiko-risiko secara lebih spesifik, antara lain: komite pemutus kredit dan komite manajemen aset dan kewajiban (ALCO). Terkait dengan produk atau aktivitas bisnis baru, penilaian risiko dilakukan untuk memastikan bahwa semua risiko telah diidentifikasi, dinilai dan dimitigasi secara tepat. Bank secara berkala membuat profil risiko yang mencerminkan tingkat risiko yang dimiliki Bank berdasarkan 8 (delapan) jenis risiko yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan. Manajemen Risiko Kredit Risiko kredit diartikan sebagai risiko kerugian akibat kegagalan debitur atau pihak lain dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Risiko kredit dikelola baik pada tingkat transaksi maupun portofolio. Pengelolaan risiko kredit dirancang untuk menjaga independensi dan integritas proses penilaian risiko, serta diversifikasi risiko kredit. Kebijakan manajemen dalam pemberian kredit didasarkan pada prinsip kehati-hatian, yang meliputi: a. Menghindari pemberian kredit pada debitur yang mengandung risiko tinggi, tujuan usaha yang bersifat spekulatif atau usaha dimana Bank tidak memiliki pengalaman atau keahlian signifikan dalam menilai dan menghindari pemberian kredit pada debitur yang bermasalah, tidak terbatas pada debitur yang namanya tercantum dalam daftar hitam Otoritas Jasa Keuangan. b. Menghindari konsentrasi pemberian kredit hanya di satu sektor ekonomi. c. Melakukan pemantauan dan pemeriksaan yang ketat, berkala dan terus menerus pada kredit yang telah disalurkan. Pengawasan risiko kredit di tangani oleh divisi khusus di bawah manajemen Satuan Kerja Manajemen Risiko, dikerjakan bersama-sama dengan unit bisnis pemberi kredit, unit evaluasi kredit yang mengevaluasi kelayakan pemberian kredit, unit pemulihan kredit yang menangani kredit bermasalah, Satuan Kerja Audit Internal, dan audit eksternal. Risiko kredit di kelola melalui kebijakan kredit yang mengatur seluruh aktivitas kredit, antara lain pengaturan berdasarkan sasaran pasar, jenis kredit, lapangan usaha, wilayah geografis, mata uang, dan jangka waktu. Pengelolaan risiko kredit secara portfolio diatur dalam kebijakan Risk Appetite & Risk Tolerance yang menetapkan alokasi kredit maksimum pada tiap sektor konsentrasi, seperti konsentrasi pada debitur inti, ekonomi tertentu, mata 53
57 uang asing tertentu, dan sektor-sektor lainnya. Untuk konsentrasi kredit per debitur atau grup debitur Perseroan menetapkan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dengan mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Bank telah melaksanakan pengelolaan portofolio kredit secara konsisten dan berkelanjutan serta melaporkannya kepada manajemen senior dan Dewan Komisaris secara berkala. Agunan Bank menerapkan kebijakan untuk memitigasi risiko kredit, antara lain dengan meminta agunan sebagai jaminan pelunasan kredit jika jaminan berupa sumber pembayaran utama debitur berdasarkan arus kas tidak terpenuhi. Jenis agunan yang dapat diterima dalam rangka memitigasi risiko meliputi kas, tanah dan/atau bangunan, mesin, kendaraan bermotor, piutang dagang, dan persediaan. Untuk meminimalisir kerugian kredit, Bank akan meminta tambahan agunan dari debitur ketika terdapat penurunan nilai atas agunan untuk pinjaman yang terkait. Perkiraan nilai wajar dari agunan yang digunakan oleh Bank didasarkan pada nilai agunan yang dinilai oleh penilai internal maupun eksternal. Korporasi Ritel Mikro Kredit pemilikan Lainnya Jumlah rumah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Eksposur kredit Nilai agunan *) Jumlah eksposur kredit tanpa agunan Porsi eksposur kredit tanpa agunan (%) 45,81% 9,55% Jenis agunan : Kas (deposito dan tabungan) Tanah dan/atau bangunan Mesin-mesin Kendaraan Piutang usaha Persediaan Kapal Lainnya Jumlah *) Berdasarkan penilaian yang dilakukan Bank 54
58 31-Dec-17 Korporasi Ritel Mikro Kredit pemilikan rumah Lainnya Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Eksposur kredit Nilai agunan *) Jumlah eksposur kredit tanpa agunan Porsi eksposur kredit tanpa agunan (%) % 8.96% Jenis agunan : Kas (deposito dan tabungan) Tanah dan/atau bangunan Mesin-mesin Kendaraan Piutang usaha Persediaan Kapal Lainnya Jumlah *) Berdasarkan penilaian yang dilakukan Bank Eksposur Maksimum Risiko Kredit Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum Bank terhadap risiko kredit (sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai) untuk instrumen keuangan pada laporan posisi keuangan maupun rekening administratif dengan memperhitungkan agunan yang dimiliki atau perlindungan kredit lainnya. Laporan Posisi Keuangan Rp Juta 31-Dec-17 Rp Juta Giro pada Bank Indonesia Giro Pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek Efek Tagihan Derivatif Kredit Yang Diberikan Tagihan Akseptasi Aset Lain lain Jumlah Komitmen dan kontinjensi Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan L/C yang Irrevocable dan masih berjalan Bank garansi yang diterbitkan Jumlah Risiko konsentrasi kredit Risiko konsentrasi kredit timbul ketika sejumlah nasabah yang memiliki aktivitas usaha yang serupa atau memiliki kemiripan karakteristik yang akan menyebabkan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi dan kondisi lainnya. Berikut ini adalah tabel dari konsentrasi aset keuangan dan rekening administratif berdasarkan jenis counterparty (sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai): 55
59 Pemerintah dan Bank Indonesia Bank lain Korporasi dan perseorangan Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Giro pada Bank Indonesia Giro Pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek Efek Tagihan Derivatif Kredit Tagihan Akseptasi Aset Lain lain Komitmen dan kontinjensi Jumlah Pemerintah dan Bank Indonesia Bank lain 31-Dec-17 Korporasi dan perseorangan Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Giro pada Bank Indonesia Giro Pada Bank Lain Penempatan pada Bank - Indonesia dan Bank Lain Efek Efek Tagihan Derivatif Kredit Tagihan Akseptasi Aset Lain lain Komitmen dan kontinjensi Jumlah Pengungkapan konsentrasi risiko kredit maksimum berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut : Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah & Jogjakarta Jawa Timur & Bali Sumatera Indonesia Timur Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Giro pada Bank Indonesia Giro Pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek Efek Tagihan Derivatif Kredit Tagihan Akseptasi Aset Lain lain Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan L/C yang Irrevocable dan masih berjalan Bank garansi yang diterbitkan Jumlah
60 Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah & Jogjakarta 31-Dec-17 Jawa Timur & Bali Sumatera Indonesia Timur Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Giro pada Bank Indonesia Giro Pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek Efek Tagihan Derivatif Kredit Tagihan Akseptasi Aset Lain lain Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan L/C yang Irrevocable dan masih berjalan Bank garansi yang diterbitkan Jumlah Kualitas Kredit Berdasarkan Kelas Aset Keuangan Sebagai bagian dari manajemen risiko kredit, Bank mengadopsi bobot resiko dalam perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk mengukur kualitas kredit dari aset keuangan. Pedoman perhitungan bobot risiko dalam ATMR risiko kredit mengacu kepada Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 42/SEOJK.03/2016. Kualitas kredit aset keuangan berdasarkan bobot risiko diklasifikasikan sebagai berikut : - Grade A = bobot risiko 0% - Grade B = bobot risiko 20% - Grade C = bobot risiko 35% - Grade D = bobot risiko 50% - Grade E = bobot risiko 75 % - Grade F = bobot risiko 100% - Grade G = bobot risiko 150% Kelas aset keuangan di atas adalah untuk aset keuangan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai. Untuk aset keuangan yang sudah jatuh tempo dibagi menjadi dua bagian : a. Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai b. Mengalami penurunan nilai Tabel dibawah ini menyajikan kualitas aset keuangan berdasarkan kelas risiko kredit, jumlah yang disajikan adalah sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. 57
61 Telah jatuh tempo tetapi Mengalami tidak penurunan Jumlah Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan mengalami nilai A B C D E F penurunan Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Aset keuangan Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Kredit yang diberikan Tagihan akseptasi Aset lain-lain Jumlah Dec-17 Telah jatuh tempo tetapi Mengalami tidak penurunan Jumlah Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan mengalami nilai A B C D E F penurunan Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Aset keuangan Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Tagihan derivatif Kredit yang diberikan Tagihan akseptasi Aset lain-lain Jumlah Risiko Pasar Risiko Pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk risiko perubahan harga option. Bank menggunakan standar model untuk menghitung dan memantau risiko pasar sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK-03/2016 tentang kewajiban penyediaan modal minimum. Hasil perhitungan risiko pasar yang berdampak terhadap rasio kewajiban penyediaan modal minimum dilaporkan kepada Dewan Komisaris, Direksi dan manajemen senior secara berkala. Tujuan utama Manajemen Risiko untuk Risiko Pasar adalah untuk meminimalkan kemungkinan dampak negatif akibat perubahan kondisi pasar terhadap aset dan permodalan Bank. Pengelolaan risiko pasar Bank mengelola risiko pasar yang inheren pada portofolio trading book dan banking book menggunakan pengukuran sebagai berikut: Sensitivitas dari posisi atau portofolio terhadap perubahan faktor risiko pasar yang mempengaruhinya; Maksimal perubahan dari faktor risiko pasar dalam horison waktu tertentu dengan tingkat keyakinan tertentu; pengukuran yang dimaksud ini adalah volatilitas. 58
62 Sebagai tambahan dari pendekatan tersebut, Bank juga melakukan stress testing untuk mengetahui kemampuan Bank dalam menghadapi pergerakan atau kondisi pasar yang tidak normal. Risiko suku bunga Pengelolaan risiko pasar dilakukan dengan berbagai analisa risiko dan limit. Sementara itu, pengelolaan risiko pasar pada posisi non trading (banking book) difokuskan pada pengelolaan risiko suku bunga melalui analisis imbal hasil suku bunga bulanan untuk penelaahan dampak dari perubahan suku bunga aktual terhadap aset dan liabilitas yang sensitif terhadap perubahan suku bunga dan pengukuran dengan menggunakan analisis repricing gap, dalam analisis ini aset yang akan di-reprice dalam suatu periode tertentu akan dikurangi dengan pasiva yang akan di-reprice dalam periode yang sama untuk menghasilkan net repricing gap untuk periode waktu tersebut. Tabel berikut merangkum aset dan liabilitas Bank yang sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga: Sampai dengan 1 bulan >1 bulan s/d 3 bulan >3 bulan s/d 12 bulan >1 tahun s/d 5 tahun >5 tahun Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Aset Keuangan Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek-efek Kredit Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Simpanan Simpanan dari bank lain Jumlah Liabilitas Keuangan Jumlah aset (liabilitas)-bersih ( ) ( ) Dec-17 Sampai dengan 1 bulan >1 bulan s/d 3 bulan >3 bulan s/d 12 bulan >1 tahun s/d 5 tahun >5 tahun Jumlah Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Aset Keuangan Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Efek-efek Kredit Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Simpanan Simpanan dari bank lain Jumlah Liabilitas Keuangan Jumlah aset (liabilitas)-bersih ( ) ( )
63 Jika terjadi perubahan suku bunga yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja Bank, maka Bank dapat segera merestruktur aset dan liabilitas yang dimiliki, baik tanggal repricing date-nya ataupun jenis suku bunganya (tetap atau variabel). Risiko mata uang Risiko mata uang adalah risiko-risiko dimana nilai instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan dalam nilai tukar mata uang asing. Bank telah menetapkan limit posisi berdasarkan mata uang. Posisi tersebut dimonitor harian dan strategi lindung nilai akan digunakan untuk meyakinkan bahwa posisi dijaga agar dalam batasan yang telah ditetapkan. Sesuai Peraturan Bank Indonesia nomor. 5/13/PBI/2003, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bank Indonesia nomor. 17/5/PBI/2015, Bank wajib mengelola dan memelihara Posisi Devisa Neto (PDN) pada akhir hari kerja secara keseluruhan paling tinggi 20% dari modal. Bank menetapkan limit internal PDN sebesar 17% dari modal dalam rangka mencegah terjadinya pelampauan terhadap limit yang ditetapkan oleh regulator. Rasio PDN pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, adalah sebagai berikut: Aset Liabilitas Nilai Bersih Nilai Bersih Absolut Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Laporan Posisi Keuangan Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura (209) 209 Euro Renmimbi Dollar Hongkong Dollar Australia Yen Jepang Jumlah Rekening Administratif Dollar Amerika Serikat (47.510) Yen Jepang (65) 65 Dollar Singapura Euro Jumlah (47.286) Jumlah (25.785) Presentase PDN 6,08% 60
64 31-Dec-17 Aset Liabilitas Nilai Bersih Nilai Bersih Absolut Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Laporan Posisi Keuangan Dollar Amerika Serikat Dollar Hongkong Dollar Singapura (1.031) Yen Jepang Euro (499) 499 Renminbi Dollar Australia (61) 61 Jumlah Rekening Administratif Dollar Amerika Serikat ( ) ( ) Jumlah ( ) ( ) Jumlah (65.143) Presentase PDN 6,95% Tabel di bawah menggambarkan analisa sensitivitas 10 basis poin kenaikan atau penurunan dalam nilai tukar terhadap PDN Bank per tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember Mata Uang kenaikan / (penurunan) Dalam basis poin Sensitivitas dalam posisi mata uang 31-Dec-17 Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Dollar Amerika Serikat 10/(10) (28.716) (28.710) Yen Jepang 10/(10) Euro 10/(10) (499) (499) Dollar Singapura 10/(10) (1.032) (1.030) Dollar Hongkong 10/(10) Dollar Australia 10/(10) (61) (61) Renminbi China 10/(10) Risiko likuiditas Risiko Likuiditas adalah risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/ atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Tujuan utama Manajemen Risiko untuk Risiko Likuiditas adalah untuk meminimalkan kemungkinan ketidakmampuan Bank dalam memperoleh sumber pendanaan arus kas. Pemantauan dan perhitungan risiko likuiditas dilakukan dengan menggunakan indikator risiko likuiditas seperti Giro Wajib Minimum Primer dan Sekunder, Loan to Funding Ratio (LFR), rasio aset lancar terhadap dana pihak ketiga, konsentrasi 50 nasabah terbesar serta maturity mismatch, dilaporkan kepada Dewan Komisaris, Direksi dan manajemen senior secara harian, mingguan dan bulanan maupun dalam rapat bulanan ALCO. Secara berkala Bank melakukan kaji ulang terhadap kebijakan dan limit risiko likuiditas. Selain itu, Bank memiliki kebijakan contingency funding plan sebagai pedoman bagi Bank untuk mengantisipasi situasi krisis likuiditas. Untuk mengetahui dampak perubahan pasar maupun faktor internal pada kondisi ekstrim (krisis) terhadap kondisi 61
65 likuiditas yang dapat berdampak pada kecukupan modal Bank, Bank melakukan stress test terhadap posisi likuiditas Bank secara regular. Melalui stress test, Bank dapat mengantisipasi lebih awal dan mengambil langkahlangkah pengendalian dan solusi yang paling optimal sebagai strategi jangka pendek maupun jangka panjang pemulihan likuiditas. Tabel berikut menggambarkan profil maturitas aset dan liabilitas Bank (sebelum dikurangi penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai) berdasarkan behavioral dana pihak ketiga dan sisa jatuh tempo, sebagai berikut: Sampai dengan 1 bulan >1 bulan s/d 3 bulan >3 bulan s/d 12 bulan >1 tahun s/d 5 tahun >5 tahun Jumlah Aset Keuangan Tanpa suku bunga Kas Giro pada Bank Indonesia Tagihan derivatif Tagihan akseptasi Aset lain-lain Suku bunga variabel - Kredit Suku bunga tetap - Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - Efek-efek Kredit Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Tanpa suku bunga Liabilitas segera Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Liabilitas lain-lain Biaya yang masih harus dibayar Suku bunga variabel Simpanan Simpanan dari bank lain Suku bunga tetap Simpanan Simpanan dari bank lain Jumlah Liabilitas Keuangan
66 31-Dec-17 Sampai dengan 1 bulan >1 bulan s/d 3 bulan >3 bulan s/d 12 bulan >1 tahun s/d 5 tahun >5 tahun Lain-lain Jumlah Aset Keuangan Tanpa suku bunga Kas Giro pada Bank Indonesia Efek-efek Tagihan derivatif Tagihan akseptasi Aset lain-lain Suku bunga variabel Kredit Suku bunga tetap Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek Kredit Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Tanpa suku bunga Liabilitas segera Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Biaya yang masih harus dibayar Liabilitas lain-lain Suku bunga variabel Simpanan Simpanan dari bank lain Suku bunga tetap Simpanan Simpanan dari bank lain Jumlah Liabilitas Keuangan Analisa Jatuh Tempo untuk Liabilitas Keuangan Tabel di bawah menunjukkan arus kas kontraktual tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan dan rekening administratif bank didasarkan pada sisa jatuh tempo kontrak dari tanggal pelaporan per 31 Maret 2018 dan 31 Desember
67 Sampai dengan 1 bulan >1 bulan s/d 3 bulan >3 bulan s/d 12 bulan >1 tahun s/d 5 tahun >5 tahun Lain-lain Jumlah Liabilitas Keuangan Tanpa suku bunga Liabilitas segera Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Biaya yang masih - harus dibayar Liabilitas lain-lain Suku bunga variabel Simpanan Simpanan dari bank lain Suku bunga tetap Simpanan Simpanan dari bank lain Sub jumlah Liabilitas komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan L/C yang irrevocable dan masih berjalan Sub jumlah liabilitas komitmen Liabilitas kontijensi Bank garansi yang diterbitkan Jumlah Dec-17 Sampai dengan 1 bulan >1 bulan s/d 3 bulan >3 bulan s/d 12 bulan >1 tahun s/d 5 tahun >5 tahun Lain-lain Jumlah Liabilitas Keuangan Tanpa suku bunga Liabilitas segera Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Biaya yang masih harus dibayar Liabilita lain-lain Suku bunga variabel Simpanan Simpanan dari bank lain Suku bunga tetap Simpanan Simpanan dari bank lain Sub jumlah Liabilitas komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan L/C yang irrevocable dan masih berjalan Sub jumlah liabilitas komitmen Liabilitas kontijensi Bank garansi yang diterbitkan Jumlah
68 Risiko Operasional Risiko operasional adalah akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Perseroan. Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis, kegiatan operasional, sistem dan produk Bank, dari mulai Kantor Pusat sampai Kantor Kas. Kegagalan mengelola risiko operasional dapat menyebabkan kerugian keuangan, keselamatan karyawan dan reputasi Perseroan. Tujuan Bank dalam mengelola risiko operasional adalah meminimalisasi dampak kegagalan/ketidakcukupan proses internal, faktor manusia, sistem atau kejadian-kejadian eksternal yang dapat mempunyai dampak kerugian keuangan dan merusak reputasi Perseroan Dalam rangka penerapan manajemen risiko khususnya untuk risiko operasional, Satuan Kerja Manajemen Risiko memiliki divisi khusus yang mengelola risiko operasional melalui kebijakan dan perangkat risiko operasional. Mekanisme yang digunakan Bank untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko operasional antara lain dilakukan melalui perangkat risiko operasional. Dalam melakukan pengukuran risiko operasional, Perseroan menggunakan pendekatan Basic Indicator Approach (BIA) untuk menghitung Asset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risiko Operasional yang kemudian digunakan dalam pengukuran Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM). Mitigasi risiko operasional dilakukan oleh Pemilik Risiko dan dipantau oleh Lini Kedua dan Ketiga. Hasil pemantauan risiko operasional disampaikan kepada Direksi maupun kepada Risk Taking Unit untuk diupayakan proses mitigasi guna mengendalikan risiko sekaligus memperbaiki proses operasional Bank. Menyadari Sumber Daya Manusia adalah aset yang berharga dan merupakan unsur kunci didalam pengelolaan risiko operasional, Bank telah melakukan rekrutmen tenaga kerja professional dari industri perbankan untuk membawa kontribusi didalam penyempurnaan proses. Bank juga telah melakukan banyak pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan didalam bekerja. Risiko Reputasi Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Risiko ini melekat dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Bank. Kegagalan Bank dalam menjaga reputasinya dimata masyarakat dapat menimbulkan pandangan maupun persepsi negatif masyarakat terhadap Bank. Apabila risiko ini dihadapi oleh Bank, maka dalam waktu singkat dapat terjadi penurunan atau hilangnya kepercayaan nasabah terhadap Bank yang pada akhirnya akan memberikan dampak negatif terhadap pendapatan dan volume aktivitas Bank. Untuk memitigasi risiko reputasi, Bank telah menunjuk Divisi Corporate Secretary untuk melakukan pengamatan terhadap pemberitaan media guna memantau publikasi negatif atau keluhan nasabah yang muncul di media. Untuk pemberitaan negatif dan keluhan nasabah yang muncul di media selanjutnya dibuatkan klarifikasi dan tanggapan sesuai dengan langkah yang ditempuh Bank. Pemantauan atas keluhan nasabah, Bank memiliki fasilitas seperti call center dan website, sedangkan keluhan yang datang dari cabang Bank diakomodasi dengan sistem CDS (Customer Desk Solution) yang disampaikan langsung ke Bank melalui unit kerja Quality Service untuk kemudian ditindaklanjuti penyelesaiannya. 65
69 Risiko Hukum Risiko hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/ atau kelemahan aspek yuridis. Risiko Hukum timbul antara lain karena ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak atau pengikatan agunan yang tidak sempurna. Proses identifikasi risiko hukum dilakukan dengan menganalisis seluruh sumber risiko hukum yang sekurangkurangnya dilakukan terhadap risiko hukum dari produk dan aktivitas usaha Bank serta risiko hukum dari produk dan aktivitas baru melalui proses pengendalian manajemen risiko hukum yang layak sebelum diperkenalkan atau dijalankan. Proses identifikasi risiko hukum yang melekat pada Bank dilakukan dengan menggunakan indikator/parameter: a. faktor litigasi. b. faktor Kelemahan Perikatan. c. faktor Ketiadaan/Perubahan Perundang-undangan. Hasil pengukuran risiko hukum tercermin dalam Profil Risiko Hukum. Pemantauan risiko hukum dilakukan guna mengevaluasi eksposur risiko hukum yang melekat terutama yang bersifat material atau yang berdampak pada permodalan Bank. Hasil pemantauan yang mencakup evaluasi terhadap eksposur risiko hukum tersebut dilaporkan secara berkala termasuk tindak lanjut yang diperlukan Risiko Kepatuhan Risiko kepatuhan merupakan risiko akibat Bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan kegiatan usaha pada industri perbankan, Bank diwajibkan untuk selalu tunduk terhadap peraturan perbankan yang diterbitkan baik oleh Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bank Indonesia. Selain itu, Bank juga wajib tunduk kepada beberapa ketentuan lainnya, seperti peraturan yang mengatur Penjaminan Simpanan, Perseroan Terbatas, Perpajakan dan peraturan di bidang Pasar Modal yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK, sebelumnya Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( BAPEPAM-LK )), dan Bursa Efek Indonesia Bank memiliki satuan kerja divisi kepatuhan yang bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Kepatuhan. Tugas utama pada satuan kerja divisi kepatuhan adalah melakukan koordinasi atas pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank yaitu : 1. Mewujudkan terlaksananya Budaya kepatuhan pada semua tingkatan organisasi dan kegiatan usaha Bank. 2. Mengelola risiko kepatuhan yang dihadapi oleh bank. 3. Memastikan agar kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Memastikan kepatuhan Bank terhadap komitmen yang dibuat oleh bank kepada otoritas pengawas yang berwenang. Mitigasi risiko kepatuhan dilakukan dalam rangka pengendalian aspek kepatuhan yang setidaknya meliputi: 1. Menerbitkan kebijakan terkait dengan penetapan limit risiko, konsistensi kebijakan manajemen risiko, penerapan kepatuhan pada jenjang organisasi, kebijakan penyimpangan dalam pengambilan keputusan guna 66
70 menyelaraskan dengan struktur organisasi yang berlaku, kebijakan pemantauan kepatuhan, kebijakan whistleblowing dan kebijakan pelaporan kepada Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. 2. Menerbitkan prosedur terkait dengan ketepatan waktu pengkomunikasian kebijakan kepada seluruh pegawai, pengendalian dan analisa terhadap produk dan aktivitas baru, kewajiban pelaporan dan sistem data, kecukupan pengawasan komisaris dan direksi, pemisahan fungsi dan lain-lain. 3. Melakukan analisa kepatuhan untuk memberikan saran, masukan serta rekomendasi atas draft kebijakan internal Bank termasuk review terhadap produk dan aktivitas baru yang akan diterbitkan untuk memastikan bahwa kebijakan internal yang dikeluarkan oleh manajemen dan produk/aktivitas baru tersebut telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Melakukan pengawasan (monitoring) dan memastikan kepatuhan terhadap perjanjian dan komitmen yang dibuat dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, serta bertanggung jawab untuk mengirimkan semua laporan perkembangan atas temuan dan tindakan perbaikan kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sekaligus bertindak sebagai pejabat perantara antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dengan Bank. 5. Memberikan pelatihan tentang pelaksanaan fungsi kepatuhan Bank dan ketentuan Bank Indonesia kepada karyawan baru, karyawan frontliner, karyawan yang sedang mengikuti pelatihan internal dan juga karyawan di kantor cabang. 6. Menerapkan kebijakan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.03/2017 perihal Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Perbankan. 7. Dalam rangka untuk memperkuat sistem pengendalian internal, khususnya dalam mengendalikan fraud, maka telah diterapkan dan diterbitkan kebijakan dan prosedur penerapan strategi anti fraud, sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/28/DPNP perihal Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Bank Umum. Risiko Stratejik Risiko stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi sebuah institusi keuangan terdepan di Indonesia, Bank membutuhkan serangkaian strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Ketidakmampuan Bank dalam melakukan penyusunan strategi yang tepat dapat menimbulkan kegagalan bisnis Bank di masa yang akan datang. Risiko stratejik berhubungan dengan perencanaan strategi yang baik untuk menghindari terjadinya kerugian atau dampak negatif lainnya sebagai akibat dari kesalahan dalam proses pengambilan keputusan dimana kesalahan dalam dalam proses pengambilan keputusan berpotensi memiliki dampak luas dan atau berjangka panjang Bank secara berkelanjutan memantau kondisi pasar dan mengumpulkan informasi penting sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan serta strategi Bank. Seiring dengan 67
71 pemantauan kondisi pasar tersebut, Bank memiliki portfolio beragam produk yang variatif agar rencana stratejik yang ditetapkan dapat tercapai. Bank memiliki kebijakan mengidentifikasi dan merespon atas perubahan lingkungan yaitu: 1. Analisa lingkungan bisnis Menganalisa faktor internal dan eksternal, menangkap peluang dan tantangan dari perubahan lingkungan bisnis dan menganalisa kelebihan internal dan kekurangan. 2. Perencanaan Menyusun sasaran yang ingin dicapai disesuaikan dengan kompleksitas, profil risiko maupun risk bearing capacity, menetapkan strategi dan direksi menetapkan kebijakan untuk dijadikan dasar keputusan. 3. Implementasi Mengalokasikan sumber daya berupa keuangan maupun manusia, menyelesaikan program kerja, dan komitmen direksi untuk mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan. 4. Evaluasi Evaluasi terhadap kondisi aktual dengan apa yang telah direncanakan, dan melakukan corrective action untuk perbaikan. Secara triwulanan melalui pengukuran profil risiko, Bank melakukan pengukuran risiko stratejik dengan menggunakan indikator atau parameter berupa tingkat kompleksitas strategi bisnis Bank, posisi bisnis Bank di industri perbankan, pencapaian rencana bisnis, dan kesesuaian strategi dengan kondisi lingkungan bisnis. 68
PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2017 ( UNAUDITED) DAN 31 DESEMBER 2016 (AUDITED)
PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2017 ( UNAUDITED) DAN 31 DESEMBER 2016 (AUDITED) PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2017 ( UNAUDITED) DAN 31 DESEMBER
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2015
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2015 BANK BUMI ARTA SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGI.ING JA\MAB ATAS LAPORAN KEUANGAN TINTUK'TANGGAL YANG BERAKHIR 30 JTINI 2015 DAN 31 DESEMBER
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2018 DAN 2017 DAN TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 (31 MARET 2018 DAN 2017 TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2015
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2015 P.T. BANK BUMI ARTA Tbk DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Maret 2015 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan
PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2014 DAN 2013 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (AUDITAN) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN Untuk periode
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2012 DAN 2011 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
31 MARET 2014 (TIDAK DAN 31 DESEMBER 2013 ( SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2014 (TIDAK DAN 31 MARET 2013 (TIDAK 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Clipan Finance
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT. PT BANK GANE SHA
PT. BANK GANESHA TBK LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2017 (TIDAK DIAUDIT), 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT VICTORIA INSURANCE
` PT VICTORIA INSURANCE Laporan Keuangan 30 September 2015 (Tidak Diaudit), 31 December2014 Dan Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2015 dan 2014 (Tidak Diaudit) LAPORAN
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman
PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014
PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET 31 Desember 31 Desember
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 (MATA UANG RUPIAH)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 (MATA UANG RUPIAH) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2015 Daftar
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
Jumlah aset lancar
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 3.290.851.940 3.950.247.926
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2017 DAN 2016 (2016 - TIDAK DIAUDIT) DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013 (Audited) dan Laporan Keuangan
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014
PT Bank Mayapada Internasional Tbk Laporan Keuangan Interim Per 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 serta periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
PT Bank Mayapada Internasional Tbk Laporan Keuangan Interim Per 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 serta periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2014 dan 2013 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited)
DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...
DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited) dan Laporan Keuangan
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan
PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi
PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk
PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2011 DAN 2010 DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk
Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2013 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (Audited) dan Laporan
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 LAPORAN KEUANGAN
- 0 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2014 DAN 2013
- 0 - LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2014 DAN 2013 - 1 - LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan bank
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016
PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2012 DAN 2011 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN Untuk periode
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Surat
PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...
PT BII FINANCE CENTER
LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 1 LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Desember 2011,
PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2015
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 Daftar Isi Halaman
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH LAMPUNG LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 (Unaudited) 31 Desember 2016 (Audited) (Unaudited) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK REVISI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2013 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2012 (AKUN-AKUN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN 31 MARET 2018 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2017 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 (Audited)
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASIAN Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 dan 31 Maret 2011 (tidak
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (Audited) dan Laporan Keuangan
PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN Diaudit) DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) (AKUN-AKUN PADA LAPORAN POSISI KEUANGAN) DAN ANGKA
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 30 September 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit)
PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 30 September 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian untuk
P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan
PT LIPPO SECURITIES Tbk
Laporan Keuangan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak Diaudit), serta Laporan Posisi Keuangan Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit)
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2015
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2015 BANK BUMI ARTA ': ".:'l ll:ll''""" :.,.r! i1''..,:r,..,'".,1r.'r ' jl:aiii, : :' ;;:::: l!ri!i;i3r ] r;.,,,' t'j 'r'"'"; ' :lallt:ilri "..,
Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen
PT. NUSANTARA INTI CORPORA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 Beserta Laporan Auditor Independen DAFTAR ISI Halaman I.
PT GARUDA METALINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan
LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e,2h,4 3.481.123.418 22.905.396.860 Dana yang dibatasi penggunaannya 2e,2i,5 38.299.113.429 43.658.804.298 Piutang usaha 2e,6 Pihak
PT MITRA INVESTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER
PT MITRA INVESTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (AUDITAN) SERTA PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN
PT VICTORIA INSURANCE LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2014 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan...
LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2014 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September
PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September 2012 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK
PT NUSA KONSTRUKSI ENJINIRING Tbk (d/h PT DUTA GRAHA INDAH Tbk) DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN)
