PT BANK PUNDI INDONESIA TBK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT BANK PUNDI INDONESIA TBK"

Transkripsi

1 Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 30 Agustus 2012 Tanggal Pencatatan Saham Hasil HMETD : 13 September 2012 ( RUPSLB ) di Bursa Efek Indonesia Tanggal Efektif : 30 Agustus 2012 Periode Perdagangan HMETD : September 2012 Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 6 September 2012 Periode Pelaksanaan HMETD : September 2012 Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 7 September 2012 Tanggal Terakhir Pembayaran Untuk Pemesanan Efek Tambahan : 26 September 2012 Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai : 11 September 2012 Periode Penyerahan Saham Yang Berasal : September 2012 Dari HMETD Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai : 12 September 2012 Tanggal Penjatahan : 27 September 2012 Tanggal Pencatatan (Recording Date) Untuk Memperoleh : 11 September 2012 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 01 Oktober 2012 HMETD Pembelian Saham (Refund) Tanggal Distribusi HMETD : 12 September 2012 BAPEPAM - LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk. ( PERSEROAN ) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PT BANK PUNDI INDONESIA TBK KEGIATAN USAHA Jasa Perbankan Berkedudukan di Jakarta, Indonesia KANTOR PUSAT Jl. RS. Fatmawati No. 12 Jakarta 12140, Indonesia Telepon: (021) (hunting) Faksimili: (021) Kantor Pusat Operasional, 47 Kantor Cabang yang tersebar di berbagai kota di tanah air (Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pematang Siantar, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Baturaja, Palembang, Lampung, Serang, Karawang, Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta, Sukabumi, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Purwokerto, Gresik, Kediri, Malang, Surabaya, Jember, Denpasar, Singaraja, Mataram, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Kupang, dan Papua Abepura) dan 157 Kantor Cabang Pembantu yang tersebar di beberapa Propinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat PENAWARAN UMUM TERBATAS III KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) Sebanyak-banyaknya (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) untuk setiap saham. Setiap pemegang 100 (seratus) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 11 September 2012 Pukul WIB berhak atas 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham sehingga total dana hasil Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) ini seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp (dua ratus sembilan puluh sembilan miliar sembilan ratus tujuh puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus empat puluh Rupiah) dan merupakan 21,26% (dua puluh satu koma dua puluh enam persen) dari jumlah saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT III. Saham yang ditawarkan dalam rangka PUT III dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, yang mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.IX.D.1, dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan. Jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini adalah saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan harga pesanan. PT Recapital Securities sebagai pemegang saham utama telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan sebagian hak yang dimilikinya sebesar (delapan ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III. Dalam hal terdapat sisa HMETD yang belum dilaksanakan maka terhadap sisa HMETD tersebut tidak akan dikeluarkan saham baru dari portepel. Sertifikat Bukti HMETD akan diperdagangkan di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek dalam jangka 8 (delapan) hari kerja mulai tanggal 13 September 2012 sampai dengan tanggal 24 September Tanggal terakhir Pelaksanaan HMETD adalah 24 September Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 September PENAWARAN UMUM TERBATAS INI MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PERSEROAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 30 AGUSTUS DALAM HAL RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA TIDAK MENYETUJUI PENAWARAN UMUM TERBATAS INI, MAKA KEGIATAN- KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADUAL TERSEBUT DI ATAS DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA. RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk. ADALAH RISIKO KREDIT, DIMANA DEBITUR ATAU COUNTERPARTY TIDAK MAMPU MEMBAYAR KEMBALI BAIK POKOK MAUPUN BUNGANYA,SEHINGGA MEMPENGARUHI TINGKAT KOLEKTIBILITAS DAN PENDAPATAN PERSEROAN. PENTING UNTUK DIPERHATIKAN Mengingat bahwa jumlah saham yang ditawarkan adalah dalam jumlah SEBANYAK-BANYAKNYA (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) saham BIASA, maka Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT III ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya dalam Perseroan (dilusi) dalam jumlah yang cukup material, yaitu maksimum sebesar 21,26% (DUA PULUH SATU KOMA DUA PULUH ENAM persen). Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 30 Agustus 2012

2 PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas III ( PUT III ) dalam rangka penerbitan HMETD kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) di Jakarta dengan surat No. 333/DIR-BPI/VIII/12 tertanggal 27 Juli 2012, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan No.IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No.Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No.64 tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No Perseroan, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT III ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua keterangan data, atau laporan dan kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta kode etik, norma dan standar profesinya masing-masing. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT III ini menyatakan bahwa tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan. Sehubungan dengan PUT III ini, setiap Pihak Terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan. Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.IX.D.1, dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan ( Undang-Undang Perbankan ) ditetapkan bahwa: a. Jumlah kepemilikan saham bank oleh Warga Negara Asing dan atau Badan Hukum Asing yang diperoleh melalui pembelian secara langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 3); b. Pembelian oleh Warga Negara Asing dan atau Badan Hukum Asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100% (seratus persen) dari jumlah saham bank yang tercatat di Bursa Efek (Pasal 4 ayat 1); c. Bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 4 ayat 2); d. Sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 yang tidak dicatatkan di Bursa Efek harus tetap dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia (Pasal 4 ayat 3). Sertifikat Bukti HMETD akan diperdagangkan di Bursa Efek dan di luar Bursa Efek dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 (delapan) hari kerja mulai tanggal 13 September 2012 sampai dengan tanggal 24 September Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 September Sesuai dengan pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No.Peng-10/BEJ-DAG/U/ tanggal 20 Mei 1999 perihal Porsi Kepemilikan Saham Perbankan oleh Pemodal Asing, ditetapkan porsi kepemilikan saham perbankan yang tercatat di Bursa Efek oleh pemodal asing akan dibatasi sebesar 99% (sembilan puluh sembilan persen) sampai dengan dipenuhinya Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dalam PP Nomor 29 tersebut diatas. Adapun saham yang akan tidak dicatatkan adalah sejumlah (seratus tujuh belas lima ratus delapan puluh tiga ribu seratus lima) saham biasa atau 1% dari modal ditempatkan dan disetor penuh merupakan milik PT Recapital Securities. PUT III ini tidak didaftarkan berdasarkan undang-undang atau peraturan lain selain yang berlaku di Indonesia. Barang siapa yang berada di luar wilayah Indonesia menerima Prospektus ini atau Sertifikat Bukti HMETD, maka dokumen tersebut tidak dimaksudkan sebagai dokumen penawaran untuk membeli saham PUT III ini atau melaksanakan HMETD, kecuali bila penawaran dan pembelian saham PUT III atau pelaksanaan HMETD tersebut tidak bertentangan atau bukan merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku di negara atau yurisdiksi tersebut. Perseroan telah mengungkapkan semua informasi yang wajib diketahui oleh publik dan tidak terdapat lagi informasi yang belum diungkapkan sehingga dapat mengakibatkan informasi yang tercantum dalam prospektus ini menjadi tidak benar dan atau menyesatkan publik.

3 DAFTAR ISI DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN i iii vi I. PENAWARAN UMUM TERBATAS III 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUMTERBATAS III 6 III. PERNYATAAN UTANG 7 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN Umum Analisa Laporan Keuangan Prinsip prinsip Perbankan Yang sehat Sumber Pendanaan Pembelanjaan Barang Modal Prospek Usaha Ringkasan Kebijakan Akuntansi Penting 34 V. RISIKO USAHA 35 VI. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN 37 VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN Riwayat Singkat Perseroan Perkembangan Modal dan Kepemilikan Saham Perseroan Keterangan Singkat Tentang Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum Pengurusan dan Pengawasan Audit Intern Sumber Daya Manusia Struktur Hubungan Kepemilikan Perseroan Keterangan Mengenai Aset Tetap Asuransi Transaksi Dan Saldo Dengan Pihak-pihak Berelasi Perjanjian Penting Dengan Pihak Ketiga Keterangan Tentang Perkara Hukum Yang Dihadapi Perseroan 65 VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN Umum Kegiatan Usaha Strategi Usaha Produk dan Jasa Pemasaran Pengendalian Kegiatan Usaha Tingkat Kesehatan Bank Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Prospek Usaha Persaingan Usaha 89 i

4 IX. INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 91 X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 103 XI. EKUITAS 105 XII. KEBIJAKAN DIVIDEN 107 XIII. PERPAJAKAN 108 XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL 110 XV. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM 112 XVI. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU 117 XVII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HMETD 119 XVIII. LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN 121 XIX. INFORMASI TAMBAHAN 237 ii

5 DEFINISI DAN SINGKATAN Afiliasi Aset Produktif ALCO API ATM ATMR BAPEPAM-LK BMPK Bursa Efek CAR Adalah afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Pasar Modal yaitu: (a) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal; (b) hubungan antara satu pihak dengan Pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut; (c) hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih angggota Direksi atau Komisaris yang sama; (d) hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; (e) hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau (f) hubungan antara Perusahaan dan Pemegang Saham Utama. Adalah penanaman dana bank dalam bentuk kredit, surat-surat berharga, penempatan dana antar bank, penyertaan, termasuk komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif. Adalah Asset and Liability Committee, atau Komite Aset dan Liabilitas, yaitu komite yang dimiliki oleh Perseroan yang mempunyai tugas untuk mengevaluasi posisi aset dan liabilitas Perseroan serta menjaga keselarasan posisi dana dan kredit Perseroan. Adalah Arsitektur Perbankan Indonesia, yaitu kebijakan Bank Indonesia yang mengarahkan proses konsolidasi industri perbankan nasional sehingga menjadi tulang punggung perekonomian yang sehat, kuat, dinamis dan bermanfaat dalam jangka waktu 10 hingga 15 tahun mendatang. Adalah Anjungan Tunai Mandiri, yaitu mesin elektronik yang memudahkan nasabah dalam kegiatan penarikan uang tunai, pemeriksaan saldo dan pemindahbukuan serta transaksi perbankan lainnya. Adalah singkatan dari Aset Tertimbang Menurut Risiko, yaitu jumlah aset yang telah dibobot sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, untuk digunakan sebagai penyebut (pembagi) dalam menghitung Capital Adequacy Ratio (CAR). Adalah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Adalah Batas Maksimum Pemberian Kredit, adalah persentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana yang diperkenankan terhadap modal bank yang diberikan kepada nasabah perorangan atau grupnya sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka, yang dalam hal ini adalah PT Bursa Efek Indonesia. Adalah singkatan dari Capital Adequacy Ratio yaitu rasio tingkat kecukupan modal bank yang dihitung dari jumlah modal bank, yang terdiri dari modal inti dan modal pelengkap dibagi jumlah ATMR. iii

6 DPS FPPS Hari Bursa Hari Kalender Hari Kerja KAP KSEI LDR Masyarakat NPL PBI Adalah Daftar Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang kepemilikan efek oleh pemegang efek dalam Penitipan Kolektif di KSEI berdasarkan data yang diberikan oleh pemegang rekening di KSEI. Adalah Formulir Pemesanan Pembelian Saham, formulir asli yang disediakan yang harus diisi, ditandatangani dan diajukan dalam rangkap 5 (lima) oleh calon pembeli kepada Penjamin Emisi Efek dan atau Agen Penjualan. Berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi perdagangan efek menurut peraturan perundangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut. Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan Gregorius Kalender tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa. Berarti hari Senin sampai dengan hari Jum at, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa. Adalah singkatan dari Kualitas Aset Produktif yaitu penilaian terhadap kualitas aset berdasarkan formula yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Adalah singkatan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta, yang menjalankan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal, yang dalam Emisi ini bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran dan mengadministrasikan saham berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Saham di KSEI. Adalah Loan to Deposit Ratio, yaitu rasio jumlah kredit yang diberikan terhadap dana yang diterima. Adalah perorangan dan/atau badan, baik Warga Negara Indonesia/ Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/ Badan Asing baik yang bertempat tinggal/ berkedudukan di Indonesia maupun yang bertempat tinggal berkedudukan di luar negeri. Adalah Non-Performing Loan, yaitu kredit dengan kualitas kurang lancar, diragukan dan macet. Adalah singkatan dari Peraturan Bank Indonesia. iv

7 Penawaran Umum Terbatas III Penitipan Kolektif Pernyataan Pendaftaran Perseroan KPB RUPS RUPSLB SBI UMKM UU Perbankan Kegiatan penawaran sebanyak-banyaknya (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham, yang ditawarkan dengan harga Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) untuk setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp (dua ratus sembilan puluh sembilan miliar sembilan ratus tujuh puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus empat puluh Rupiah). Setiap pemegang 100 (seratus) saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 11 September 2012 pukul WIB berhak atas 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan. Adalah jasa penitipan kolektif sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Adalah dokumen yang wajib diajukan kepada BAPEPAM-LK oleh Perseroan sebelum melakukan Penawaran Umum Terbatas III kepada masyarakat, berikut lampiran-lampirannya serta semua perubahan, tambahan dan pembetulannya yang dibuat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pasar Modal. Adalah PT Bank Pundi Indonesia Tbk, suatu Perseroan Terbatas, berkedudukan di Jakarta. Singkatan dari Kebijakan Perkreditan Bank Adalah Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Adalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Adalah Sertifikat Bank Indonesia, yaitu surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang diterbitkan dengan sistem diskonto oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Adalah Undang-Undang No.7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan, termasuk seluruh peraturan pelaksanaannya. v

8 RINGKASAN Ringkasan dibawah ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting menurut Perseroan serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan informasi yang lebih rinci, termasuk risiko usaha yang tercantum dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disajikan dalam mata uang Rupiah dan telah disusun sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 1. Pendahuluan Pada waktu didirikan Perseroan bernama PT Executive International Bank sebagaimana termaktub dalam Akta Perseroan Terbatas PT Executive International Bank No.34 tanggal 11 September 1992, dibuat di hadapan Sugiri Kadarisman, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.103 tanggal 26 Desember 1992, Tambahan No Nama Perseroan kemudian diubah menjadi PT Bank Eksekutif Internasional berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Executive International Bank No.65 tanggal 16 Januari 1996, dibuat oleh Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.78 tanggal 27 September 1996, Tambahan No Perseroan mulai beroperasi sebagai Bank Umum di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 1993 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.673/KMK.017/1993 tanggal 23 Juni 1993 tentang Pemberian Izin Usaha PT Executive International Bank di Jakarta. Anggaran dasar Perseroan telah disesuaikan dengan UU No.40/2007 sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.28 tanggal 22 Desember 2008, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.52 tanggal 30 Juni 2009, Tambahan No Nama Perseroan terakhir diubah menjadi PT Bank Pundi Indonesia Tbk sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.104 tanggal 30 Juni 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 28 Juli 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 28 Juli Anggaran Dasar Perseroan terakhir diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 8 Desember 2011 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 8 Desember Struktur Permodalan Pada tahun 2010 telah dilakukan PUT I oleh Perseroan dengan menerbitkan saham biasa atas nama sebesar (lima miliar seratus dua puluh dua juta lima ratus ribu) dengan harga penawaran sebesar Rp 100 (seratus Rupiah) per lembar saham sehingga terjadi peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp (lima ratus dua belas miliar dua ratus lima puluh juta Rupiah), peningkatan modal mana telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 97 tanggal 29 April 2011, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH., Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 11 Mei 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 11 Mei vi

9 Ditahun 2011, Perseroan melakukan PUT II dengan menerbitkan saham biasa atas nama sebesar (tiga miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus tiga puluh) dengan harga penawaran Rp 100 (seratus Rupiah) per lembar saham sehingga terjadi peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp (tiga ratus dua puluh delapan miliar dua ratus dua puluh enam juta dua ratus dua puluh tiga ribu Rupiah), peningkatan modal mana telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 8 Desember 2011 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 8 Desember Setelah terjadi peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas II di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Securities ,81 - IF Services Netherlands BV ,49 - Pershing LLC ,36 - Masyarakat ,34 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel Susunan modal saham dan pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2012 sesuai dengan Daftar Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Sirca Datapro Perdana selaku Biro Administrasi Efek Perseroan adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Saham Biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Securities ,81 - IF Services Netherlands B.V ,49 - Pershing LLC ,36 - Masyarakat ,34 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel Struktur Penawaran Umum Terbatas III Direksi atas nama Perseroan dengan ini melakukan PUT III kepada para Pemegang Saham dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp (dua ratus sembilan puluh sembilan miliar sembilan ratus tujuh puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus empat puluh Rupiah). Setiap pemegang 100 (seratus) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 11 September 2012 pukul WIB mempunyai 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham baru yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. vii

10 Penjatahan atas Pemesanan Saham Tambahan akan dilakukan secara proporsional menurut jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang Saham Yang Berhak, yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan. Saham yang ditawarkan dalam rangka PUT III dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, yang mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (rounded down). Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.IX.D.1, dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan. Jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini adalah saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan harga pesanan. PT Recapital Securities sebagai pemegang saham utama telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan sebagian hak yang dimilikinya sebesar (delapan ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III. Dalam hal terdapat sisa HMETD yang belum dilaksanakan maka terhadap sisa HMETD tersebut tidak akan dikeluarkan saham baru dari portepel. Sertifikat Bukti HMETD akan diperdagangkan di Bursa Efek dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) Hari Kerja mulai tanggal 13 September 2012 sampai dengan tanggal 24 September Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 September Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT III dilaksanakan seluruhnya menjadi Saham Perseroan, maka struktur permodalan Perseroan secara proforma pada tanggal tersebut di atas adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Saham Biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Sebelum PUT III Setelah PUT III Jumlah Jumlah Dalam % Jumlah Jumlah Dalam % Saham (Rp) Saham (Rp) ModalDasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh: - PT Recapital Securities , ,81 - IF Services Netherlands B.V , ,49 - Pershing LLC , ,36 - Masyarakat , ,34 Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor Penuh , ,00 Saham Dalam Portepel Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan tidak dilaksanakan seluruhnya oleh pemegang saham, namun tidak termasuk PT Recapital Securities sebagai pemegang saham utama yang telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan sebagian hak yang dimilikinya sebesar (delapan ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III, maka struktur permodalan Perseroan sesudah dilaksanakannya PUT III ini secara proforma adalah sebagai berikut: viii

11 MODAL SAHAM Saham Biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Sebelum PUT III Setelah PUT III Jumlah Jumlah Dalam % Jumlah Jumlah Dalam % Saham (Rp) Saham (Rp) ModalDasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh: - PT Recapital Securities , ,31 - IF Services Netherlands B.V , ,21 - Pershing LLC , ,26 - Masyarakat , ,23 Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor Penuh , ,00 Saham Dalam Portepel Rencana Penggunaan Dana Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT III ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi saham, sepenuhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk : 1. Sekitar 77% akan digunakan untuk capital expenditure (capex) Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu, meliputi: - Sekitar 15% untuk renovasi kantor - Sekitar 1% untuk sewa kantor - Sisanya sekitar 61% untuk inventaris (infrastruktur, furniture, perlengkapan kantor dan perangkat teknologi informasi) 2. Sisanya sekitar 23% akan digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan pemberian kredit yang akan difokuskan kepada UMKM. 5. Pernyataan Utang Berdasarkan laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2012 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan yang dalam laporannya tanggal 13 Agustus 2012, menyatakan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang diterapkan secara prospektif. Perseroan mempunyai liabilitas sebesar Rp juta dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 LIABILITAS Liabilitas segera Simpanan dari nasabah : Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Simpanan dari nasabah Simpanan dari bank lain pihak ketiga Utang pajak Pinjaman dari pihak berelasi Liabilitas imbalan pasca kerja Liabilitas lain-lain Jumlah Liabilitas ix

12 6. Risiko Usaha Berikut ini adalah beberapa risiko yang telah disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko tersebut terhadap kinerja keuangan Perseroan. 1. Risiko Kredit 2. Risiko Pasar 3. Risiko Likuiditas 4. Risiko Operasi 5. Risiko Hukum 6. Risiko Reputasi 7. Risiko Stratejik 8. Risiko Kepatuhan 7. Ikhtisar Data Keuangan Penting Di bawah ini disajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang diterapkan secara prospektif. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan tertentu. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan awal PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai kelangsungan usaha, serta 31 Desember 2008 dan 2007 dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Ishak, Saleh, Soewondo dan Rekan, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai risiko Perseroan di masa depan yang dapat secara langsung mempengaruhi kinerja Perseroan, sebagai berikut: x

13 LAPORAN POSISI KEUANGAN (dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Aset Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain bersih Penempatan pada BI dan bank lain bersih Efek-efek Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit bersih Pendapatan bunga yang masih akan diterima Biaya dibayar dimuka Aset tetap bersih Agunan yang diambil alih bersih Aset pajak tangguhan bersih Aset lain-lain Total Aset Liabilitas Liabilitas segera Simpanan dari nasabah Simpanan dari bank lain pihak ketiga Utang pajak Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Penghasilan diterima dimuka Pinjaman dari pihak berelasi Liabilitas imbalan pasca kerja Liabilitas lain-lain Total Liabilitas Modal saham Tambahan modal disetor (3.002) (3.002) Laba (rugi) belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual (1.515) Selisih penilaian kembali aset tetap Saldo defisit ( ) ( ) ( ) ( ) (4.865) (4.094) Total Ekuitas (Defisiensi modal) (46.694) Total Liabilitas dan Ekuitas LAPORAN LABA RUGI KETERANGAN (dalam jutaan rupiah) Untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Pendapatan bunga Beban bunga Pendapatan bunga bersih Pendapatan operasional lainnya Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai atas aset (35.875) (82.733) (95.677) (8.002) (1.654) keuangan Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai atas aset (21.477) (67.414) (4.206) (20.116) non keuangan Beban operasional lainnya Laba (rugi) operasional - bersih (17.366) ( ) ( ) ( ) (21.453) (10.163) Penghasilan (beban) non operasional bersih (9) (3.718) (1.963) (9.989) (6.565) (11.880) Laba/(rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (21.084) ( ) ( ) ( ) (28.018) Manfaat (beban) pajak penghasilan (10.050) (22.179) (3.994) (1.004) Laba/(rugi) bersih (16.364) ( ) (88.646) ( ) (32.012) 713 Laba/(rugi) per saham dasar (Rupiah penuh) 1,50 (2,74) (21,66) (25,96) (157,97) (38,55) 0,88 xi

14 Rasio Keuangan (dalam presentase) KETERANGAN 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Rasio Pertumbuhan Penghasilan Bunga bersih* 2.157,65 511,60-53,58 12,49-1,83 95,59 Jumlah Aset 16,87 283,77 9,54-4,46 10,55 0,78 Jumlah Liabilitas 18,16 323,72-11,36 4,86 13,82 0,80 Jumlah Ekuitas 1,43 80,56 649,45-152,96-24,11 0,62 Permodalan CAR untuk Risiko Kredit, Pasar, dan Operasional 10,67 12,02 41,42 8,02 9,34 11,82 Aset produktif Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 7,32 8,01 39,99 30,30 n.a n.a Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 6,09 6,54 36,19 24,04 n.a n.a NPL Gross 8,18 9,12 50,96 27,91 15,49 15,17 NPL Netto 2,76 3,95 4,03 20,51 14,57 14,64 Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 4,23 4,37 33,78 8,89 1,69 1,60 Rentabilitas ROA 1,44-4,75-12,90-7,88-2,00 0,05 ROE 13,26-50,55-84,44-135,69-36,3-0,61 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 13,91 11,94 5,09-31,53 15,92 10,62 Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,93 0,92 0,84 1,03 9,41 0,91 NIM 14,93 8,20 3,51 6,91 7,00 8,25 BOPO 96,71 118,69 157,50 150,90 111,7 100,40 Likuditas LDR 69,10 66,78 52,83 79,21 71,01 78,05 Kepatuhan Persentase Pelampauan BMPK 0,00 0,00 0,00 0,73 0,00 0,00 Persentase Pelanggaran BMPK 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Persentase pemenuhan CKPN yang wajib dibentuk Giro Wajib Minimum Primer 8,26 8,27 25,47 5,16 5,10 7,07 Giro Wajib Minimum LDR 0,68 1, Giro Wajib Minimum Sekunder 11,85 12,59 32,93 12, *Rasio pertumbuhan pendapatan bunga bersih merupakan rasio pertumbuhan dari pendapatan bunga-bersih 31 Maret Rasio tidak dapat diperbandingkan karena periode laporan keuangan terakhir yang tidak mencakup satu tahun buku. 8. Ekuitas Tabel di bawah ini menyajikan perubahan ekuitas Perseroan. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan modal disetor - bersih (3.002) (3.002) Laba (rugi) belum direaliasi atas efek tersedia untuk dijual (1.515) - Saldo defisit ( ) ( ) ( ) ( ) Jumlah Ekuitas (46.694) Modal dasar Perseroan telah ditingkatkan menjadi Rp (dua triliun Rupiah) sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No. 40 tanggal 20 Mei 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusannya No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei xii

15 9. Kebijakan Dividen Dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan dari waktu ke waktu, Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekali dalam setahun. Besarnya dividen yang akan dibagikan dikaitkan dengan keuntungan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Perseroan tidak akan membagikan dividen kepada seluruh Pemegang Saham selama masih membukukan akumulasi kerugian. Mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan seterusnya, Perseroan berencana membagikan dividen tunai minimal 10% (sepuluh persen) dari Laba Bersih Perseroan setelah Pajak dan kebijakan Perseroan dalam pembagian dividen tersebut akan diputuskan oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan setiap tahun. 10. Strategi dan Prospek Usaha Perseroan Meskipun ditengah kondisi ekonomi global yang belum pulih, perekonomian Indonesia tahun 2012 masih menjanjikan dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 6,7% atau 0,2% lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan tahun ini sebesar 6,5% (sumber: Kementrian Keuangan Dalam mengantisipasi makro ekonomi outlook dimaksud serta besarnya potensi pasar UMKM dan kesiapan SDM maupun infrastruktur, Perseroan menetapkan target jangka pendek sebagai berikut: i. Target pertumbuhan kredit (outstanding) pada akhir tahun 2012 adalah sebesar 84,85% dibandingkan tahun 2011 atau ekuivalen sebesar Rp juta menjadi sebesar Rp juta dengan fokus pada pembiayaan usaha produktif UMKM dengan plafond maksimum hingga Rp 350 juta ii. Pertumbuhan DPK di tahun 2012 ditargetkan sebesar 46,7% dibandingkan tahun 2011 atau ekivalen Rp juta menjadi sebesar Rp juta dengan komposisi pendanaan sebagian besar masih mengandalkan dari produk Deposito dari nasabah ritel iii. Pertumbuhan fee based income pada tahun 2012 ditargetkan sebesar Rp juta sejalan dengan pertumbuhan bisnis yang berasal dari Pendapatan Provisi dan Administrasi Kredit iv. Memelihara dan memperbaiki kualitas aktiva produktif terutama kredit melalui penyelesaian NPL sebesar Rp juta v. Melanjutkan pembukaan 24 jaringan kantor baru yang menjadi target 2011 dimana secara fisik gedung kantor telah selesai namun masih menunggu ijin operasional dari Bank Indonesia vi. Melakukan penggantian dan penambahan ATM di setiap kantor. vii. Melakukan penataan organisasi dan pemberdayaan SDM viii. Memperbaiki infrastruktur Teknologi Informasi Strategi Pengembangan Bisnis Strategi yang dilaksanakan Bank dalam upaya pengembangan bisnis adalah sebagai berikut: 1. Bisnis Mikro dan UKM - Melanjutkan pengembangan bisnis Mikro dengan tetap fokus pada kredit Rp 350 juta (Pembiayaan mikro Rp 5 juta Rp 500 juta). - Mengembangkan dan implementasi produk program (agribisnis) - Mengembangkan juga bisnis UKM (Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 miliar) - Implementasi proses kredit yang terintegrasi dengan menggunakan Loan Origination System (LOS) dansales Tracking and Activity Report (STAR) - Menyempurnakan skema insentif 2. Existing Business - Menyelesaikan NPL dan AYDA 3. Retail Funding - Meningkatkan Retail Funding jangka panjang dari produk tabungan - Membangun ATM pada setiap kantor - Melakukan Business Gathering, Mall Campaign dan Community Marketing xiii

16 Halaman ini sengaja dikosongkan i

17 I. PENAWARAN UMUM TERBATAS III Direksi atas nama Perseroan dengan ini melakukan PUT III kepada para Pemegang Saham dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp (dua ratus sembilan puluh sembilan miliar sembilan ratus tujuh puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus empat puluh Rupiah). Seluruh saham baru hasil pelaksanaan HMETD tersebut akan dikeluarkan dari saham portepel, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setiap pemegang 100 (seratus) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 11 September 2012 pukul 16:00 WIB mempunyai 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham baru yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Penjatahan atas Pemesanan Saham Tambahan akan dilakukan secara proporsional menurut jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang Saham Yang Berhak, yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan. HMETD akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan di luar Bursa sesuai Peraturan Bapepam IX.D.1 selama 8 (delapan) Hari Kerja mulai tanggal 13 September 2012 sampai dengan tanggal 24 September Pencatatan saham hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 September Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 24 September 2012, sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku lagi. PT BANK PUNDI INDONESIA TBK Kegiatan Usaha Jasa Perbankan Kantor Pusat Jl. RS. Fatmawati No. 12 Jakarta 12140, Indonesia Telepon: (021) (hunting) Faksimili: (021) Kantor Pusat Operasional, 47 Kantor Cabang yang tersebar di berbagai kota di tanah air (Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pematang Siantar, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Baturaja, Palembang, Lampung, Serang, Karawang, Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta, Sukabumi, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Purwokerto, Gresik, Kediri, Malang, Surabaya, Jember, Denpasar, Singaraja, Mataram, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Kupang, dan Papua Abepura) dan 157 Kantor Cabang Pembantu yang tersebar di beberapa Propinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk. ADALAH RISIKO KREDIT, DIMANA DEBITUR ATAU COUNTERPARTY TIDAK MAMPU MEMBAYAR KEMBALI BAIK POKOK MAUPUN BUNGANYA, SEHINGGA MEMPENGARUHI TINGKAT KOLEKTIBILITAS DAN PENDAPATAN PERSEROAN. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DIUNGKAPKAN PADA BAB V PROSPEKTUS INI. 1

18 Pada waktu didirikan Perseroan bernama PT Executive International Bank sebagaimana termaktub dalam Akta Perseroan Terbatas PT Executive International Bank No.34 tanggal 11 September 1992, dibuat di hadapan Sugiri Kadarisman, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.103 tanggal 26 Desember 1992, Tambahan No Nama Perseroan kemudian diubah menjadi PT Bank Eksekutif Internasional berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Executive International Bank No.65 tanggal 16 Januari 1996, dibuat oleh Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.78 tanggal 27 September 1996, Tambahan No Perseroan mulai beroperasi sebagai Bank Umum di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 1993 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.673/KMK.017/1993 tanggal 23 Juni 1993 tentang Pemberian Izin Usaha PT Executive International Bank di Jakarta. Dalam rangka Penawaran Umum saham perdana, seluruh Anggaran Dasar Perseroan selanjutnya diubah untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal ( UU Pasar Modal ) dan peraturan pelaksanaannya dan status Perseroan telah diubah dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka sebagaimana termaktub dalam Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional No.54 tanggal 12 Maret 2001 jo. Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional No.129 tanggal 23 Maret 2001, keduanya dibuat oleh Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tanggal 29 Juni 2001 Tambahan No Anggaran Dasar Perseroan telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 40/2007 sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.28 tanggal 22 Desember 2008, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.52 tanggal 30 Juni 2009, Tambahan No Nama Perseroan terakhir diubah menjadi PT Bank Pundi Indonesia Tbk sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.104 tanggal 30 Juni 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 28 Juli 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 28 Juli Anggaran Dasar Perseroan terakhir diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 8 Desember 2011 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 8 Desember Modal dasar Perseroan telah ditingkatkan menjadi Rp (dua triliun Rupiah) sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No. 40 tanggal 20 Mei 2010, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusannya No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei Pada tanggal 15 September 2011 Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam LK dengan Surat No. S-10116/BL/2011 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham sebesar (tiga miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus tiga puluh) saham biasa. Setiap pemegang saham yang memiliki 6 (satu) saham lama berhak membeli 5 (lima) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 100 (seratus Rupiah) per saham. 2

19 Peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas II di atas telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 8 Desember 2011 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 8 Desember Setelah terjadi peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas II di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Securities ,81 - IF Services Netherlands BV ,49 - Pershing LLC ,36 - Masyarakat ,34 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel Riwayat penerbitan saham Perseroan sejak IPO adalah sebagai berikut: Jenis Corporate Action Tanggal Efektif Tambahan Saham Akumulasi Jumlah saham (lembar) Penawaran Umum Perdana 22 Juni PUT Tanpa HMETD PUT Tanpa HMETD PUT I dalam rangka HMETD 30 Juni PUT II dalam rangka HMETD 15 September Susunan modal saham dan pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2012 sesuai dengan Daftar Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Sirca Datapro Perdana selaku Biro Administrasi Efek Perseroan adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Saham Biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Securities ,81 - IF Services Netherlands B.V ,49 - Pershing LLC ,36 - Masyarakat ,34 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT III ini dilaksanakan seluruhnya menjadi saham oleh seluruh Pemegang Saham Perseroan sesuai dengan haknya, maka struktur permodalan sesudah dilaksanakannya PUT III ini secara proforma adalah sebagai berikut: 3

20 MODAL SAHAM Saham Biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Sebelum PUT III Setelah PUT III Jumlah Jumlah Dalam % Jumlah Jumlah Dalam % Saham (Rp) Saham (Rp) ModalDasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh: - PT Recapital Securities , ,81 - IF Services Netherlands B.V , ,49 - Pershing LLC , ,36 - Masyarakat , ,34 Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor Penuh , ,00 Saham Dalam Portepel Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan tidak dilaksanakan seluruhnya oleh pemegang saham, namun tidak termasuk PT Recapital Securities sebagai pemegang saham utama yang telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan sebagian hak yang dimilikinya sebesar (delapan ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III, maka struktur permodalan Perseroan sesudah dilaksanakannya PUT III ini secara proforma adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Saham Biasa dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Sebelum PUT III Setelah PUT III Jumlah Jumlah Dalam % Jumlah Jumlah Dalam % Saham (Rp) Saham (Rp) ModalDasar Modal Ditempatkan & Disetor Penuh: - PT Recapital Securities , ,31 - IF Services Netherlands B.V , ,21 - Pershing LLC , ,26 - Masyarakat , ,23 Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor Penuh , ,00 Saham Dalam Portepel Saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, yang mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Semua saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham baru dalam rangka PUT III ini memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham yang telah dikeluarkan sebelumnya termasuk hak atas dividen. Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham dalam rangka PUT III ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 13 September 2012 sampai dengan 24 September 2012 melalui Bursa Efek Indonesia sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.IX.D.1 Lampiran Ketua BAPEPAM No.26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Apabila pemegang HMETD hanya mengambil sebagian dari haknya dalam PUT III ini, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD yang melakukan pemesanan lebih besar dari pada haknya, sebagaimana tercantum dalam HMETD secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Mengingat bahwa jumlah saham yang ditawarkan adalah dalam jumlah sebanyak-banyaknya (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) saham, maka Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT III ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya dalam Perseroan (dilusi) maksimum sebesar 21,26% (dua puluh satu koma dua puluh enam persen). 4

21 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.29 tahun 1999, bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah modal setor bank yang bersangkutan, dan seluruh saham yang dicatatkan tersebut dapat dibeli oleh investor asing. Sisanya sebesar 1% (satu persen) harus dimiliki oleh pemegang saham Warga Negara Indonesia dan/atau Badan Hukum Indonesia serta tidak dapat dicatatkan di Bursa Efek, saat ini Perseroan telah memenuhi Peraturan Pemerintah tersebut. Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam PUT III dilaksanakan menjadi saham oleh Pemegang Saham, maka jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di Bursa Efek Indonesia menjadi sejumlah (sebelas miliar enam ratus empat puluh juta tujuh ratus dua puluh tujuh ribu empat ratus dua puluh enam) saham biasa atau 99% dari modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah PUT III ini. Adapun saham yang akan tidak dicatatkan adalah milik PT Recapital Securites sejumlah (seratus tujuh belas lima ratus delapan puluh tiga ribu seratus lima) saham biasa atau 1% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan bermaksud untuk mengeluarkan saham baru atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, sejak Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas III ini menjadi Efektif. 5

22 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS III Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT III ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi saham, sepenuhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk : 1. Sekitar 77% akan digunakan untuk capital expenditure (capex) Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu, meliputi : - Sekitar 15% untuk renovasi kantor - Sekitar 1% untuk sewa kantor - Sisanya sekitar 61% untuk inventaris (infrastruktur, furniture, perlengkapan kantor dan perangkat teknologi informasi) 2. Sisanya sekitar 23% akan digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan pemberian kredit yang akan difokuskan kepada UMKM. Sesuai dengan Surat Edaran BAPEPAM-LK No.SE-05/BL/2006, tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, perkiraan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka PUT III ini adalah 1,12% yang meliputi: 1. Biaya jasa Lembaga Profesi dan Penunjang Pasar Modal seluruhnya sebesar 0,47% yang terdiri dari biaya jasa: a. Kantor Akuntan Publik, sebesar 0,21% b. Konsultan Hukum, sebesar 0,17% c. Notaris, sebesar 0,05% d. Biro Administrasi Efek, sebesar 0,04% 2. Biaya Pencatatan di PT Bursa Efek Indonesia dan biaya pendaftaran efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebesar 0,05%. 3. Biaya lain-lain (biaya percetakan, biaya iklan, biaya audit penjatahan dan lain-lain) adalah sebesar 0,10% 4. Biaya Penasihat Keuangan sebesar 0,50% Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaaan dana hasil PUT III ini secara periodik kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan dan kepada BAPEPAM-LK sesuai dengan Peraturan No.X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK Nomor 81/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 yang diubah dengan Nomor Kep-15/PM/1997 tanggal 30 April 1997 dan terakhir diubah dengan No.Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003, tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Apabila Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil PUT III ini tidak seperti yang diungkapkan dalam Prospektus, maka rencana tersebut harus dilaporkan terlebih dahulu kepada BAPEPAM-LK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dana hasil Penawaran Umum Terbatas II telah direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum sebagaimana tercantum dalam Prospektus Penawaran Umum Terbatas II. Berdasarkan Laporan Perseroan ke BAPEPAM dan LK perihal Laporan Penggunaan Dana Penawaran Umum Terbatas II PT Bank Pundi Indonesia Tbk tertanggal 13 April 2012 dengan Surat No. 163/DIR-BPI/IV/12, seluruh dana hasil PUT II telah habis digunakan. 6

23 III. PERNYATAAN UTANG Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2012 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan, dalam laporannya tanggal 13 Agustus 2012,menyatakan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang diterapkan secara prospektif. Perseroan mempunyai liabilitas sebesar Rp juta dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 LIABILITAS Liabilitas segera Simpanan dari nasabah : Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah Simpanan dari nasabah Simpanan dari bank lain pihak ketiga Utang pajak Pinjaman dari pihak berelasi Liabilitas imbalan pasca kerja Liabilitas lain-lain Jumlah Liabilitas A. Liabilitas 1. Liabilitas Segera Liabilitas segera dicatat pada saat timbulnya liabilitas atau diterima perintah dari pemberi amanat, baik dari masyarakat maupun dari bank lain. Liabilitas segera disajikan sebesar jumlah liabilitas Perseroan dan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortiasi. Liabilitas segera terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Utang bunga Lain-lain Jumlah Liabilitas Segera Simpanan dari nasabah Simpanan dari nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (pihak berelasi dan pihak ketiga) kepada Perseroan berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Termasuk dalam pos ini adalah giro, tabungan, deposito berjangka. Giro, tabungan, dan deposito berjangka disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Pihak Berelasi Pihak Ketiga Jumlah Giro Tabungan Deposito berjangka Jumlah Dana Simpanan dari nasabah Tidak ada giro dan tabungan yang diblokir dan digunakan sebagai jaminan atas kredit pada tanggal 31 Maret 2012, sedangkan untuk deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan jaminan atas kredit Bank adalah sebesar Rp juta Rupiah. 7

24 Deposito berjangka berdasarkan Jangka Waktu Kontrak (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Pihak Berelasi Pihak Ketiga Jumlah Kurang dari atau 1 bulan Lebih dari 1 s/d 3 bulan Lebih dari 3 s/d 6 bulan Lebih dari 6 s/d 12 bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah Dana Simpanan dari nasabah Deposito berjangka berdasarkan Jatuh Tempo (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Pihak Berelasi Pihak Ketiga Jumlah Kurang dari atau 1 bulan Lebih dari 1 s/d 3 bulan Lebih dari 3 s/d 6 bulan Lebih dari 6 s/d 12 bulan Lebih dari 12 bulan Jumlah Dana Simpanan dari nasabah Tingkat suku bunga per tahun Suku bunga per tahun berdasarkan jenis penempatan simpanan dari nasabah, berkisar antara: 31 Maret 2012 % Giro 0 2,5 Tabungan 4 Deposito berjangka 3,75 9,5 Pada simpanan dari nasabah, tidak ada biaya transaksi yang diamortisasi, sehingga suku bunga kontraktual di atas juga merupakan suku bunga efektif 3. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan. Simpanan dari bank lain disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Pihak ketiga: Giro 755 Tabungan 700 Deposito berjangka 15 Jumlah Simpanan dari Bank Lain Deposito berjangka berdasarkan Jangka Waktu Kontrak (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Kurang dari atau 1 bulan Lebih dari 1 s/d 3 bulan - Jumlah Simpanan dari Bank Lain

25 Tingkat suku bunga per tahun Suku bunga per tahun berdasarkan jenis penempatan simpanan dari bank lain, berkisar antara: 31 Maret 2012 % Giro 0 2,5 Tabungan 4 Deposito berjangka 3,75 5,5 Pada simpanan dari nasabah, tidak ada biaya transaksi yang diamortisasi, sehingga suku bunga kontraktual di atas juga merupakan suku bunga efektif 4. Utang Pajak Utang pajak Perseroan terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Pajak Penghasilan: Pasal 4 (2) Pasal Pasal Pasal 26 5 Pajak Pertambahan Nilai 5 Jumlah Utang Pajak Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi merupakan bagian dari beban penyisihan penghapusan aset keuangan. Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi pada tanggal 31 Maret 2012 adalah nihil. 6. Pinjaman dari Pihak Berelasi Pinjaman dari pihak berelasi awalnya adalah utang pemegang saham sebelumnya yang merupakan dana setoran modal dari Pemegang Saham Pengendali dalam rangka memperkuat struktur modal Perseroan. Dana setoran modal tersebut tidak dapat ditarik oleh Pemegang Saham Pengendali tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia (BI) sesuai dengan Surat Pernyataan Pemegang Saham Pengendali kepada BI. Penempatan dana ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Dana setoran modal ini akan digunakan untuk peningkatan modal disetor jika telah memperoleh persetujuan dari instansi terkait dan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan. Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Piutang tanggal 26 Mei 2010, Pemegang Saham Pengendali sebelumnya setuju untuk menjual semua tagihannya dari Perseroan kepada Green Resources International Ltd., yang merupakan perusahaan pihak berelasi dari PT Recapital Securities. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Pinjaman dari Pihak Berelasi dan Pemegang Saham Green Resources International Ltd Jumlah Pinjaman dari Pihak Berelasi dan Pemegang Saham Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja Liabilitas imbalan pasca-kerja merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui. Liabilitas imbalan pasca-kerja adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Nilai kini cadangan imbalan pasti Pembayaran imbalan (35) Keuntungan (kerugian) aktuarial yang belum diakui Jumlah Liabilitas imbalan pasca-kerja

26 8. Liabilitas lain-lain Liabilitas lain-lain Perseroan pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Kesejahteraan pegawai Asuransi Biaya yang masih harus dibayar Setoran jaminan 182 Lain-lain Jumlah Liabilitas lain-lain B. KOMITMEN DAN KONTINJENSI Perseroan memiliki transaksi komitmen dan kontinjensi sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 2012 Komitmen Tagihan komitmen: Tagihan kepada pihak berelasi - Surat berharga titipan kliring Inkaso dalam pengiriman - Jumlah tagihan komitmen Liabilitas komitmen: Komitmen kredit yang belum ditarik Lainnya 115 Jumlah liabilitas komitmen Jumlah Tagihan (Liabilitas) Komitmen - bersih (6.014) Kontinjensi Tagihan kontinjensi: Kredit yang hapus buku Penghasilan bunga dalam penyelesaian Jumlah tagihan kontinjensi Liabilitas kontinjensi: Bank garansi yang diberikan - Jumlah liabilitas kontinjensi - Jumlah Tagihan Kontinjensi - bersih Jumlah tagihan komitmen dan kontinjensi Seluruh liabilitas Perseroan per tanggal 31 Maret 2012 telah diungkapkan di dalam Prospektus. Setelah 31 Maret 2012 sampai dengan tanggal Laporan Auditor Independen dan setelah tanggal Laporan Auditor Independen sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan tidak memiliki liabilitas - liabilitas lain selain liabilitas - liabilitas yang timbul dari kegiatan usaha normal Perseroan serta liabilitas - liabilitas yang telah dinyatakan di dalam Prospektus ini dan yang telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan. Dengan adanya pengelolaan yang sistematis atas aset dan liabilitas serta peningkatan hasil operasi di masa yang akan datang, manajemen Perseroan menyatakan kesanggupannya untuk dapat menyelesaikan seluruh liabilitas sesuai dengan persyaratan sebagaimana mestinya. DARI DOKUMEN-DOKUMEN PERJANJIAN PERSEROAN DENGAN PIHAK KETIGA TIDAK ADA PEMBATASAN-PEMBATASAN YANG MERUGIKAN KEPENTINGAN PEMEGANG SAHAM (NEGATIVE COVENANT). 10

27 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 1. Umum Perseroan didirikan pada tahun 1992 dan memulai kegiatan operasinya pada tahun 1993 dalam bidang jasa perbankan. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan kegiatan umum perbankan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Kegiatan usaha Perseroan secara garis besar adalah menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman. Dalam menghimpun dana masyarakat, Perseroan menyediakan sarana seperti rekening Giro, Tabungan, Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito. Sedangkan pemberian kredit dilaksanakan dalam bentuk Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Untuk menunjang kegiatan usahanya per 30 Mei 2012 Perseroan telah memiliki 1 (satu) Kantor Pusat Operasional, 46 (empat puluh enam) Kantor Cabang Utama dan 154 (seratus lima puluh empat) Kantor Cabang Pembantu yang tersebar di berbagai lokasi di berbagai kota besar di Indonesia. Banyak negara, termasuk Indonesia mengalami kesulitan ekonomi termasuk tingginya inflasi, masalah likuiditas, dan kestabilan harga. Operasi industri Perbankan telah terpengaruh, dan diperkirakan akan terus terpengaruh oleh ketidakpastian di masa mendatang yang disebabkan karena kondisi ekonomi global. Pemulihan atas aset Perseroan tergantung dari situasi makro ekonomi yang berada di luar kendali Perseroan. Resolusi dari memburuknya kondisi ekonomi banyak tergantung dari kebijakan fiskal dan moneter yang akan ditempuh oleh Pemerintah. Tindakan tersebut adalah di luar kendali Perseroan dalam melakukan inisiasi dari pemulihan kondisi ekonomi. Pada saat ini, dampak dari memburuknya kondisi ekonomi yang mungkin timbul di masa mendatang terhadap likuiditas dan pendapatan Perseroan termasuk terhadap debitur dan kreditur Perseroan tidak dapat ditentukan. Kondisi ekonomi dan pasar pada tahun adalah terjadinya gejolak kondisi ekonomi dan pasar global pada tahun 2007, dimana terjadi gejolak finansial yang cukup signifikan terhadap bursa saham di dunia dan khususnya di Indonesia, sehingga memberikan dampak yang kurang menguntungkan terhadap perkembangan industri perbankan khususnya semakin ketatnya likuiditas yang berdampak pada kenaikan suku bunga. Dalam hal ini Perseroan mengambil langkah-langkah melalui perkuatan struktur permodalan, mengukur dan memantau aspek-aspek risiko sesuai dengan acuan Bank Indonesia yaitu 8 (delapan) aspek manajemen risiko yaitu risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi dan strategis serta kepatuhan, mengembangkan sistem Informasi dan Teknologi, meningkatkan fee based income, mempertimbangkan ekspansi kredit yang lebih terukur dan penyelesaian Kredit Bermasalah (NPL). Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan adalah : 1. Sebagai akibat kebijakan moneter yakni pengetatan likuiditas maka terjadi peningkatan biaya bunga atau cost of fund. Langkah Perseroan dalam mengantisipasi faktor-faktor tersebut adalah : - Meningkatkan pelayanan Perseroan untuk mempertahankan nasabah-nasabah yang ada atau menjaga loyalitas nasabah. - Fokus terhadap penghimpunan dana-dana murah, antara lain dengan meningkatkan jaringan kantor pelayanan Perseroran dan mempersiapkan produk serta infrastruktur yang memadai untuk meningkatkan minat pengguna rekening giro dan tabungan. 2. Terjadinya peningkatan kredit-kredit yang bermasalah yang disebabkan oleh menurunnya kondisi usaha debitur. Langkah Perseroan dalam mengantisipasi faktor-faktor tersebut adalah : - Ekspansi kredit yang lebih terukur dan dengan prinsip kehati-hatian. - Pembentukan Divisi Special Asset Management. - Melakukan restrukturisasi kredit selama debitur-debitur tersebut masih mempunyai prospek usaha yang cukup baik dan tingkat pembayaran kembali kreditnya masih terukur. 11

28 - Pemantauan terhadap kecukupan Kualitas Aktiva Produktif dan Penyediaan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sesuai ketentuan dari Bank Indonesia. - Menentukan target penyelesaian terhadap debitur-debitur yang bermasalah. - Melakukan penjualan terhadap Agunan yang Diambil Alih (AYDA) dan Non Performing Loan (NPL). 3. Terjadi penurunan rentabilitas Perseroan yang berdampak pada penurunan tingkat permodalan Perseroan. Langkah-langkah Perseroan dalam mengantisipasi faktor-faktor tersebut adalah dengan melakukan penambahan setoran modal melalui Right Issue seiring dengan ekspansi usaha Perseroan agar CAR tetap terjaga sesuai ketentuan Bank Indonesia. Langkah-langkah Perseroan dalam mengoptimalkan dana pihak ketiga adalah melakukan rekruitmen SDM baru di bidang pendanaan, melakukan pemasangan iklan pendanaan di surat-surat kabar, melakukan business gathering untuk dapat menarik nasabah baru dan mempertahankan nasabah-nasabah yang sudah ada, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah dengan memperluas jaringan ATM dan dengan bekerja sama dengan ATM Bersama dan ATM Prima (BCA) sejak tahun Langkah-langkah Perseroan dalam mengoptimalkan kredit adalah dengan melakukan perubahan strategi pengembangan bisnis yang fokus kepada pembiayaan UMKM (sektor perdagangan eceran, jasa lainlain, pengangkutan dan pergudangan), dengan area penyaluran kreditnya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan tujuan pembiayaan pada sektor produktif (modal kerja dan investasi). Hal ini dilakukan melalui pembukaan kantor hingga mencapai 205 kantor dan rekrutmen SDM yang kompeten di bidang UMKM. Persaingan antar bank dirasakan cukup kompetitif namun Perseroan sudah mempunyai base customer yang cukup loyal dan mereka sudah lama berhubungan dengan Perseroan. Perseroan juga senantiasa mengembangkan sarana dan prasarana untuk memudahkan nasabahnya bertransaksi seperti penyempurnaan on-line system untuk Kantor Cabang dan Cabang Pembantu di seluruh Indonesia. Perseroan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik kepada para nasabahnya sehingga kebutuhan nasabah dapat terlayani dengan baik. Perseroan selalu mengikuti peraturan-peraturan Akuntansi sesuai Standar Akuntansi Indonesia, antara lain yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang ada maupun sesuai aturan dari Bank Indonesia. Perubahan pada nilai tukar tidak mempunyai dampak langsung terhadap Perseroan mengingat Perseroan bukan merupakan bank devisa. Namun perubahan suku bunga berdampak langsung dalam hal perolehan dana pihak ketiga yang terkait dengan program penjaminan pemerintah (Lembaga Penjamin Simpanan). Perseroan senantiasa mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah. 2. Analisa Laporan Keuangan Analisa dan pembahasan manajemen di bawah ini, khususnya untuk bagian-bagian yang menyangkut kinerja keuangan Perseroan, disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang diterapkan secara prospektif. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan tertentu. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan awal PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. 12

29 A. Pendapatan dan Beban Operasional Penghasilan Perseroan diperoleh dari selisih Penghasilan bunga dan penghasilan provisi dan komisi dengan beban bunga, beban provisi dan komisi. Tabel berikut ini menjelaskan komposisi penghasilan dan beban bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2011, dan (dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Penghasilan bunga Provisi dan Komisi Jumlah penghasilan bunga dan penghasilan provisi & komisi Beban Bunga Provisi dan Komisi keuangan Jumlah beban bunga dan beban provisi & komisi Jumlah penghasilan bunga bersih Penghasilan Bunga & Provisi dan Komisi (dalam jutaan Rupiah) Beban Bunga & Provisi dan Komisi (dalam jutaan Rupiah) 13

30 Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Penghasilan bunga - bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 2157,65% dibandingkan dengan Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Hal ini dikarenakan meningkatnya pendapatan bunga yang berasal dari kredit yang diberikan, seiring dengan peningkatan portofolio kredit Perseoran. Pesatnya pertumbuhan bisnis perseroan di tahun 2012 ini ditunjang oleh jaringan kantor yang semakin luas dan peningkatan jumlah karyawan, khususnya tenaga pemasaran kredit. Penghasilan bunga dan penghasilan provisi dan komisi Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 774,60% dibandingkan dengan Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga dari kredit yang diberikan, baik portofolio kredit existing maupun kredit mikro sebagai fokus bisnis utama Perseroan. Selain itu, peningkatan penghasilan bunga ini juga didukung oleh peningkatan penghasilan bunga giro dan penghasilan bunga efek-efek. Sementara itu, beban bunga dan beban provisi dan komisi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 340,76% dibandingkan dengan Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan jumlah dana pihak ketiga, yang diperlukan sebagai salah satu sumber pendanaan untuk kredit yang diberikan. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Penghasilan bunga bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 511,60% dibandingkan dengan Rp pada tahun Penghasilan bunga dan penghasilan provisi dan komisi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 345,76% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya realisasi kredit mikro yang dimulai sejak Oktober Kredit Perseroan (gross) meningkat dari Rp juta pada tahun 2010 menjadi Rp juta pada tahun 2011 atau meningkat 480,06%, seiring dengan banyaknya cabang baru dan perekrutan tenaga pemasaran kredit pada tahun Beban bunga dan beban provisi dan komisi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 259,35% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban bunga kepada pihak ketiga bukan bank, seiring dengan peningkatan simpanan dari nasabah dari Rp juta 31 Desember 2010 menjadi Rp juta pada 31 Desember 2011 atau meningkat 358,91%. Hal ini merupakan wujud keberhasilan tim pemasaran dana pihak ketiga yang banyak direkrut selama tahun Penghasilan Bunga dan Provisi&Komisi, Beban Bunga dan Provisi&Komisi, dan Penghasilan Bunga Bersih (dalam jutaan Rupiah) 14

31 Penghasilan bunga Penghasilan bunga diperoleh dari kegiatan penempatan dana yang dikumpulkan dari masyarakat untuk ditempatkan dalam bentuk Kredit yang Diberikan, Efek-efek, Penempatan pada BI dan Bank Lain, Giro pada Bank Lain, dan Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali. Tabel di bawah ini menjelaskan komponen Penghasilan bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan (dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Penghasilan bunga: Kredit Efek-efek Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Giro pada Bank Lain Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali Total Penghasilan bunga Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Penghasilan bunga Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 774,60% dibandingkan dengan Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret Peningkatan terbesar terjadi pada penghasilan bunga yang berasal dar penyaluran kredit. Hal ini dikarenakan pada periode 2011, Perseroan telah melakukan perluasan jaringan kantor dan penambahan jumlah karyawan khususnya tenaga pemasaran kredit yang telah menjangkau seluruh Indonesia. Penurunan penghasilan bunga yang berasal dari efek-efek terjadi karena Manajemen Perseroan yang melakukan diversifikasi portofolio penempatan dana. Hal ini dapat dilihal dari peningkatan penghasilan bunga dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, giro pada bank lain, serta penghasilan bunga dari surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Penghasilan bunga Perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 346,07% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan yang terjadi cukup signifikan terutama penghasilan bunga dari kredit yang diberikan menjadi sebesar Rp juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp juta pada tahun 2010, meningkat sebesar Rp juta atau 420,02%. Peningkatan penghasilan bunga kredit tersebut disebabkan karena meningkatnya jumlah kredit mikro yang telah dicairkan. Hal ini tidak terlepas dari ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Perseroan selama tahun Selama tahun 2011, Perseroan telah membuka 31 Kantor Cabang Utama (KCU) dan 137 Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan telah menambah jumlah karyawan sebanyak orang. Beban Bunga Beban bunga terdiri dari beban bunga Deposito Berjangka, Tabungan, dan Giro serta amortisasi premium dari efek-efek. Tabel dibawah ini menjelaskan komponen beban bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010: 15

32 dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Beban Bunga : Simpanan: Simpanan dari Nasabah Premi Penjaminan Pemerintah Amortisasi premium efek Total Beban bunga Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Beban bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 340,76% dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 sebesar Rp juta. Peningkatan ini seiring dengan perluasan bisnis dan penambahan cabang yang menyebabkan peningkatan simpanan dari pihak ketiga yang berdampak pada peningkatan beban bunga atas simpanan dari nasabah. Hal ini telah diimbangi oleh Perseroan dengan peningkatan penghasilan bunga dari kredit yang diberikan dan dari investasi efek-efek. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Beban bunga untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 265,43% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan ini disebabkan karena adanya peningkatan simpanan nasabah. Selain itu, kenaikan yang besar juga terjadi karena adanya amortisasi premium efek-efek yang diakibatkan oleh kenaikan investasi Perseroan pada efek-efek. B. Penghasilan Operasional Lainnya Penghasilan operasional lainnya merupakan penghasilan yang berasal dari keuntungan (kerugian) penjualan efek, administrasi, dan lain-lain. Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Penghasilan operasional lainnya untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 1.027,60% dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 sebesar Rp juta. Peningkatan penghasilan operasional lainnya ini sebagian besar ditunjang oleh keuntungan penjualan efek, yaitu sebesar Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penjualan efek untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 yang menunjukkan kerugian sebesar Rp 313 juta. Untuk kedepannya, Manajemen akan mengelola portofolio efek yang dimiliki dengan lebih hati-hati, sehingga diharapkan tetap dapat membukukan keuntungan dari penjualan efek. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Penghasilan operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 186,83% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan ini terutama dihasilkan dari keuntungan penjualan efek. Hal ini membuktikan bahwa Perseroan mengelola investasinya dengan baik walaupun jumlah efek-efek yang dimiliki meningkat. 16

33 C. Pemulihan (Penyisihan) Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai atas aset keuangan merupakan pemulihan ataupun penyisihan kerugian atas pengelolaan aset keuangan yang terdiri dari Kredit yang Diberikan, Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, Giro pada Bank Lain, Efek-efek, dan Tagihan Lainnya. Tabel berikut ini menjelaskan komponen dari pemulihan ataupun penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 dan 2011 serta tahuntahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Pemulihan (penyisihan) Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan Kredit (35.875) (82.733) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Giro pada bank lain Efek-efek Tagihan lainnya - - (41.744) - Jumlah Pemulihan (Penyisihan) Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan (35.875) (82.733) Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 574,10% dibandingkan dengan pemulihan sebesar Rp juta yang dibentuk untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Peningkatan pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai ini seiring dengan semakin banyaknya pencairan kredit yang dilakukan. Jaringan kantor yang lebih banyak memungkinkan realisasi kredit yang lebih banyak dan hal ini mengakibatkan terjadinya pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai yang signifikan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp , meningkat sebesar Rp juta atau 129,45% dibandingkan dengan penyisihan sebesar Rp pada tahun Hal ini terutama disebabkan oleh pemulihan atas kredit yang diberikan, seiring dengan adanya penyelesaian beberapa kredit bermasalah di tahun Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan (dalam jutaan Rupiah) 17

34 D. Pemulihan (penyisihan) Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) (20.615) Properti terbengkalai - (906) - (783) Estimasi kerugian komitmen dan kontinjendi (79) Jumlah Pemulihan (Penyisihan) Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan (21.477) Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp 87 juta, menurun signifikan sebesar Rp juta atau 98,66% dibandingan dengan Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2010, dengan komponen terbesar pada pemulihan AYDA, manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan AYDA yang telah dibentuk per 31 Desember 2011 telah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak dapat terealisasinya AYDA tersebut, bahkan lebih dari yang seharusnya. Sehingga pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 terdapat pemulihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 87 juta. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah Rp juta, meningkat Rp juta atau 127,97% dibandingkan dengan Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset non Keuangan sebesar Rp juta pada tahun Peningkatan pemulihan kerugian nilai atas aset non keuangan yang terbesar terjadi pada AYDA dikarenakan adanya penjualan AYDA yang cukup besar pada tahun 2011 sehingga terdapat saldo lebih atas cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk dan harus dipulihkan. E. Beban Operasional Lainnya Beban operasional lainnya terdiri dari Beban Umum dan Administrasi serta Beban Tenaga Kerja dan Tunjangan. Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 Beban operasional lainnya untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 319,99% dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 sebesar Rp juta. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya beban tenaga kerja dan tunjangan secara signifikan menjadi Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012, meningkat Rp juta atau 387,10% dibandingkan dengan Rp pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Hal ini seiring dengan dengan peningkatan jumlah tenaga kerja dalam rangka pengembangan jaringan kantor. Jumlah karyawan Perseroan per 31 Maret 2012 adalah orang, meningkat sebanyak orang atau 131,28% dibandingkan dengan jumlah karyawan sebanyak orang per 31 Maret Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Beban operasional lainnya untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah Rp juta meningkat Rp juta atau 337,74% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun

35 Peningkatan disebabkan oleh meningkatnya beban tenaga kerja dan tunjangan pada tahun 2011 menjadi Rp juta, meningkat Rp juta atau 722,36% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan beban tenaga kerja dan tunjangan disebabkan oleh peningkatan jumlah tenaga kerja baru yang direkrut oleh Perseroan dalam rangka persiapan pengembangan jaringan kantor yang ada. Walaupun terjadi peningkatan beban operasional lainnya pada tahun 2011, tetapi peningkatan ini disertai dengan peningkatan pada penghasilan operasional Perseroan, sehingga Rasio Biaya Operasional terhadap Penghasilan Operasional (BOPO) pada 31 Desember 2011 menurun menjadi 118,69% dibandingkan dengan 157,50% pada tahun F. Laba (Rugi) Operasional Laba (rugi) operasional merupakan selisih antara penghasilan bunga bersih ditambah penghasilan operasional lainnya dengan beban operasional lainnya, kerugian penurunan nilai aset keuangan dan kerugian penurunan nilai aset non keuangan. Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Laba operasional bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, laba operasional meningkat dibandingkan dengan rugi operasional bersih sebesar Rp juta pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Peningkatan laba operasional ini terutama disebabkan oleh peningkatan penghasilan bunga bersih dan keuntungan penjualan surat berharga. Penghasilan bunga bersih meningkat dari Rp juta pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 menjadi sebesar Rp juta atau 2.157,65% pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Sedangkan keuntungan penjualan surat berharga meningkat dari Rp 313 juta pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 menjadi Rp juta atau 7.306,07% pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Rugi operasional bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, kerugian Perseroan meningkat dibandingkan dengan rugi operasional bersih sebesar Rp juta pada tahun Penurunan rugi operasional disebabkan karena adanya pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan sebesar Rp juta di tahun 2011, sementara sebelumnya pada tahun 2010 terdapat penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp juta. Hal ini menunjukan pada tahun 2011 terjadi penurunan penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp juta atau 129,45% dibandingkan dengan tahun Selain itu, terdapat pemulihan kerugian penurunan nilai aset non keuangan sebesar Rp juta di tahun 2011, sementara sebelumnya pada tahun 2010 terdapat penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp juta. Hal ini menunjukan pada tahun 2011 terjadi penurunan penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp juta atau 127, 97%. G. Penghasilan (beban) Non Operasional - bersih Tabel berikut ini menjelaskan komponen Penghasilan (beban) Non Operasional - bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan

36 dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Penghasilan Non Operasional: Penerimaan kembali Negotiable Certificate Deposit bersih Sewa Laba penjualan AYDA bersih Laba penjualan aset tetap Lain-lain Jumlah Penghasilan Non Operasional Beban Non Operasional: Rugi Penjualan AYDA bersih Lain-lain Jumlah Beban Non Operasional Bersih (9) (3.718) (1.963) (9.989) Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berkahir pada 31 Maret 2011 Penghasilan (beban) Non Operasional bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar negatif Rp 9 Juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 99,76% dibandingkan dengan Penghasilan (beban) Non Operasional bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 sebesar negatif Rp juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban non operasional lain-lain dari Rp juta pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 menjadi nihil pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Penghasilan (beban) Non Operasional bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 adalah sebesar negatif Rp juta atau mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 80,35% dibandingkan dengan penghasilan (beban) non operasional bersih sebesar negatif Rp juta pada tahun Peningkatan ini terjadi karena peningkatan laba penjualan AYDA dan laba penjualan aset tetap, masing-masing meningkat sebesar Rp juta dan Rp juta. H. Laba (rugi) Bersih Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Laba bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Peningkatan laba bersih ini disebabkan oleh peningkatan penghasilan bunga dan penghasilan operasional lainnya. Penghasilan bunga bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah Rp juta, meningkat pesat dibandingkan dengan Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011, seiring dengan peningkatan portofolio kredit. Penghasilan operasional lainnya bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah Rp juta, meningkat dibandingkan dengan Rp untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011, yang berasal dari keuntungan penjualan efek dan pendapatan administrasi. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Rugi bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 sebesar Rp juta. Kerugian Perseroan ini meningkat Rp juta atau 66,11% dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp juta pada tahun Rugi bersih meningkat karena beban operasional lainnya meningkat menjadi sebesar Rp juta di tahun 2011, yang terdiri dari beban umum dan administrasi, dan beban tenaga kerja dan tunjangan. Hal ini seiring dengan ekspansi bisnis sebagaimana telah diterapkan oleh manajemen Perseroan, baik dalam hal perluasan jaringan kantor maupun perekrutan tenaga kerja. 20

37 I. Perkembangan Pengelolaan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas a. Pertumbuhan Aset Tabel berikut ini menjelaskan komponen aset per tanggal 31 Maret 2012 dan per tanggal 31 Desember 2011 dan (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain - bersih Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - bersih Efek-efek Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit- bersih Penghasilan bunga yang masih akan diterima Biaya dibayar dimuka Aset pajak tangguhan - bersih Aset tetap - bersih Agunan yang diambil alih - bersih Aset lain - lain Total Aset Posisi keuangan per 31 Maret 2012 dibandingkan dengan posisi keuangan per 31 Desember 2011 Total Aset per 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 16,87% dibandingkan dengan total aset per 31 Desember 2011 sebesar Rp juta. Peningkatan terjadi disebabkan karena adanya peningkatan yang signifikan pada Giro pada Bank Indonesia, Efek-efek, Kredit bersih, Penghasilan bunga yang masih akan diterima, dan Biaya dibayar dimuka. Giro pada Bank Indonesia per 31 Maret 2012 sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 16,21% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Efek-efek per 31 Maret 2012 sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 42,45% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Kredit bersih per 31 Maret 2012 sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 23,40% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Sampai dengan 31 Maret 2012, kredit baru mikro dan UKM telah tumbuh mencapai Rp miliar (gross) dengan total debitur, sehingga total kredit per 31 Maret 2012 mejadi Rp miliar (gross). Penghasilan bunga yang akan diterima per 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 55,94% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Biaya dibayar dimuka per 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 10,40% dibandingan dengan Rp juta per 31 Desember Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Total Aset per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat signifikan sebesar Rp juta atau 283,77% dibandingkan pada tahun 2010 sebesar Rp juta. Peningkatan terjadi disebabkan karena adanya peningkatan yang signifikan pada Giro pada Bank Indonesia, Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain bersih, Efek-efek, Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali, Kredit bersih, Penghasilan bunga yang akan diterima, Biaya dibayar dimuka, dan Aset tetap. 21

38 Giro pada Bank Indonesia sebesar Rp juta, meningkat signifikan sebesar Rp juta atau 46,38% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain bersih sebesar Rp juta, meningkat sangat signifikan sebesar Rp juta atau 209,82% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Efek-efek sebesar Rp juta, meningkat signifikan sebesar Rp juta atau 103,82% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Perseroan memiliki portofolio Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tahun 2011 sebesar Rp juta. Kredit bersih sebesar Rp juta, meningkat sangat signifikan sebesar Rp juta atau 938,73% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan yang sangat signifikan dari portofolio Kredit yang dimiliki Perseroan dikarenakan perluasan jaringan kantor di seluruh Indonesia dan penambahan jumlah karyawan tenaga pemasaran di bagian kredit. Penghasilan bunga yang akan diterima sebesar Rp juta, meningkat sangat signifikan sebesar Rp juta atau 344,56% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Biaya dibayar dimuka sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 57,55% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Aset tetap bersih sebesar Rp juta, meningkat signifikan sebesar Rp juta atau 169,52% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Posisi keuangan per 31 Maret 2012 dibandingkan dengan posisi keuangan per 31 Desember 2011 Jumlah penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain bersih per 31 Maret 2012 adalah Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 0,28% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Peningkatan atas penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain tidak terlalu besar dikarenakan adanya strategi dari Manajemen Perseroan untuk menempatkan dana pada investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih besar yaitu dalam bentuk Efek-efek. 22

39 Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Jumlah penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain bersih per 31 Desember 2011 adalah Rp juta, meningkat signifikan sebesar Rp juta atau % dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Hal ini disebabkan oleh laju peningkatan simpanan dari nasabah yang belum dapat diimbangi oleh laju peningkatan kredit. Sehingga sesuai kebijakan manajemen, kelebihan dana pihak ketiga ini ditempatkan pada Bank Indonesia dan bank lain, terutama dalam bentuk fasilitas simpanan Bank Indonesia. Kredit Posisi keuangan per 31 Maret 2012 dibandingkan dengan posisi keuangan per 31 Desember 2011 Jumlah kredit bersih per 31 Maret 2012 adalah Rp juta, meningkat sebesar Rp juta atau 23,40% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Peningkatan ini disebabkan karena pada periode Januari-Maret 2012, Perseroan sudah berjalan dengan baik dalam mengembangkan bisnisnya yang ditopang oleh 201 kantor cabang yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Jumlah kredit bersih per 31 Desember 2011 adalah Rp juta, meningkat sangat signifikan sebesar Rp juta atau 938,73% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Peningkatan yang sangat signifikan ini dikarenakan Perseroan yang telah fokus dalam pengembangan bisnisnya yaitu kredit UMKM. Hal ini disertai dengan adanya penambahan jaringan kantor sebanyak 168 kantor di tahun 2011 dan penambahan tenaga kerja pemasaran di bidang kredit. b. Perkembangan Pengelolaan Liabilitas (dalam jutaan rupiah) LIABILITAS 31 Maret 31 Desember Liabilitas Segera Simpanan dari Nasabah Giro Tabungan Deposito Berjangka Simpanan dari bank lain pihak ketiga Utang pajak Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Penghasilan diterima dimuka Pinjaman dari pihak berelasi dan pemegang saham Liabilitas imbalan pasca kerja Liabilitas lain-lain Total Liabilitas Posisi keuangan per 31 Maret 2012 dibandingkan dengan posisi keuangan per 31 Desember 2011 Total Liabilitas per 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 18,16% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Peningkatan ini terutama terjadi pada: Simpanan dari Nasabah menjadi sebesar Rp juta per 31 Maret 2012, meningkat Rp juta atau 18,75% dibandingkan dengan Rp juta pada 31 Desember Simpanan dari nasabah ini terdiri atas giro, tabungan, dan deposito. Komponen yang mengalami peningkatan paling signifikan adalah deposito berjangka, yaitu Rp juta pada 31 Maret 2012, meningkat Rp juta atau 19,05% dibandingkan dengan Rp per 31 Desember Kemudian, tabungan juga meningkat Rp juta atau 15,34% dari Rp juta per 31 Desember 2011 menjadi Rp juta pada 31 Maret

40 Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Total Liabilitas per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 323,72% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Peningkatan ini terutama terjadi pada: Simpanan dari Nasabah menjadi sebesar Rp juta per 31 Desember 2011, meningkat Rp juta atau 358,91% dibandingkan dengan Rp juta pada 31 Desember Simpanan dari nasabah ini terdiri atas giro, tabungan, dan deposito. Komponen yang mengalami peningkatan paling signifikan adalah deposito berjangka, yaitu Rp juta pada 31 Desember 2011, meningkat Rp juta atau 502,17% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Kemudian, tabungan juga meningkat Rp juta atau 99,08% dari Rp juta per 31 Desember 2010 menjadi Rp juta pada 31 Desember Sementara itu, giro menurun menjadi Rp juta pada 31 Desember Simpanan dari Nasabah Posisi keuangan per 31 Maret 2012 dibandingkan dengan posisi keuangan per 31 Desember 2011 Jumlah simpanan dari nasabah per 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau 18,75% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Komponen simpanan dari nasabah yang mengalami peningkatan paling signifikan adalah deposito berjangka, yaitu menjadi sebesar RP juta pada 31 Maret 2012, atau meningkat sebesar 19,05% dibandingan dengan posisi per 31 Desember Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Jumlah simpanan dari nasabah per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 358,91% dibandingkan dengan Rp juta pada 31 Desember Komponen yang mengalami peningkatan paling signifikan adalah deposito berjangka, yaitu Rp juta pada 31 Desember 2011, meningkat Rp juta atau 502,17% dibandingkan dengan Rp per 31 Desember Peningkatan tersebut seiring dengan perekrutan tenaga pemasaran funding selama tahun 2011 dan kebijakan manajemen untuk dana pihak ketiga yang akan fokus kepada deposito melalui berbagai promosi dan program pemberian hadiah yang menarik untuk deposito dengan jumlah penempatan tertentu. c. Ekuitas Pemegang Saham (dalam jutaan rupiah) LIABILITAS 31 Maret 31 Desember Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan modal disetor - bersih (3.002) (3.002) 555 Laba (rugi) belum direaliasi atas efek tersedia untuk dijual (1.515) Saldo defisit ( ) ( ) ( ) Jumlah Ekuitas (Defisiensi) Posisi keuangan per 31 Maret 2012 dibandingkan dengan posisi keuangan per 31 Desember 2011 Total Ekuitas per 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 1,43% dibandingkan dengan Rp juta per 31 Desember Peningkatan ini terjadi karena per 31 Maret 2012, Perseroan sudah membukukan laba untuk kegiatan di tahun berjalan sehingga dapat mengurangi defisit pada ekuitas, yang muncul akibat kerugian di periode-periode sebelumnya. 24

41 Tahun 2011 dibandingkan dengan Tahun 2010 Total Ekuitas per 31 Desember 2011 sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 80.56% dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan modal ini terjadi karena adanya tambahan modal saham dari Penawaran Umum Terbatas II yang dilakukan Perseroan pada tahun J. Arus Kas Tabel berikut ini merupakan ringkasan arus kas Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011dan 2010: (dalam jutaan rupiah) LIABILITAS 31 Maret (3 Bulan) 31 Desember Arus kas dari aktivitas operasi ( ) Arus kas dari aktivitas investasi (14.615) (86.150) ( ) (45.113) Arus kas dari aktivitas pendanaan (Penurunan)/kenaikan bersih kas dan setara kas Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 Arus kas bersih dari aktivitas operasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 adalah arus kas masuk sebesar Rp juta, meningkat dibandingkan dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya arus kas masuk yang berasal dari penerimaan bunga, provisi dan komisi. Hal ini seiring dengan meningkatnya portofolio kredit yang diberikan Perseoran. Arus kas bersih dari aktivitas investasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 adalah sebesar negatif Rp juta (arus kas keluar) menurun dibandingkan dengan arus kas dari akivitas investasi sebesar negatif Rp juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret Penurunan pengeluaran arus kas untuk investasi ini disebabkan pengeluaran dalam rangka pembangunan jaringan kantor telah banyak dilakukan selama tahun 2011, sehingga selama periode Januari Maret 2012 pengeluaran untuk pembangunan jaringan kantor sudah mulai berkurang. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 sebesar nihil, sama halnya dengan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011, karena selama Januari-Maret 2012 dan 2011, Perseroan tidak melakukan penawaran umum dan juga tidak ada pinjaman yang diterima dari pihak berelasi, pemegang saham, maupun pihak ketiga. 25

42 Tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010 Arus kas keluar bersih dari aktivitas operasi tahun 2011 sebesar Rp juta, meningkat dibandingkan dengan arus kas bersih untuk tahun 2010 sebesar negatif Rp juta. Peningkatan ini disebabakan oleh peningkatan simpanan dari nasabah, seiring dengan perekrutan tim pemasaran Dana Pihak Ketiga selama tahun 2011.Selain itu, penerimaan dari bunga, provisi dan komisi juga meningkat seiring dengan meningkatnya portofolio kredit yang diberikan. Arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi tahun 2011 sebesar Rp juta, meningkat dibandingkan dengan arus kas keluar bersih dan aktivitas investasi sebesar Rp juta yang diperoleh dari tahun Peningkatan pengeluaran ini disebabkan karena meningkatnya investasi Bank untuk pembukaan cabang-cabang baru dalam rangka pembangunan jaringan kantor sebagaimana telah dicanangkan oleh manajemen. Arus kas masuk bersih dari aktivitas pendanaan tahun 2011 adalah sebesar Rp juta, yang disebabkan oleh penerbitan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas II di 2011 sebesar Rp juta untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan dalam rangka menunjang kegiatan ekspansi Perseroan. 3. Prinsip-Prinsip Perbankan Yang Sehat Dalam menjalankan kegiatan usahanya, kondisi kesehatan perbankan selalu dimonitor oleh Bank Indonesia. Salah satu indikator yang perlu diperhatikan oleh manajemen bank adalah CAMELS yang terdiri dari Capital Adequacy, Asset Quality, Management, Earnings Sustainability, Liquidity dan Sensitivity to Market Risk. a. Kecukupan Modal (Capital Adequacy) Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, bank-bank diwajibkan untuk memenuhi rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar minimum 8%. Posisi CAR Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebagai berikut: Keterangan 31 Maret 31 Desember CAR setelah memperhitungkan risiko kredit dan risiko operasional 10,67% 12,02% 41,42% CAR setelah memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar, dan operasional 10,67% 12,02% 41,42% Jika mengikuti PBI di atas, maka Perseroan telah dapat memenuhi kewajiban rasio kecukupan modal (CAR) yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia selama ini. Perseroan selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia termasuk dalam bidang permodalan, sehingga apabila terdapat perubahan ketentuan dalam perbankan Indonesia, manajemen akan segera menyusun perencanaan untuk memenuhi ketentuan tersebut serta memperhatikan peraturan Pasar Modal. Peningkatan CAR di tahun 2010 disebabkan karena adanya tambahan modal saham dari Penawaran Umum Terbatas I yang dilakukan Perseroan pada tahun Kemampuan Perseroan dalam meningkatkan posisi CAR akan mempengaruhi tingkat kesehatan Perseroan dan mendukung ekspansi kredit. Bank Indonesia senantiasa mewajibkan agar Perseroan selalu memenuhi persyaratan CAR sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan adalah dengan melakukan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III), dengan masuknya dana hasil dari PUT III maka CAR akan selalu dapat memenuhi ketentuan Bank Indonesia sehingga Perseroan akan mampu melakukan ekspansi usaha. 26

43 Proses Pengukuran Risiko Penerapan manajemen risiko dilakukan Perseroan berdasarkan pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 dan PBI No.11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Penyempurnaan atas Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, serta Surat Edaran Bank Indonesia No.13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Perubahan atas Surat Edaran No. 5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, dimana penerapan manajemen risiko mencakup 4 (empat) pilar, yaitu : (1) pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi, (2) kebijakan, prosedur, dan penetapan limit, (3) proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko serta system informasi manajemen risiko, dan (4) sistem pengendalian intern yang menyeluruh Proses pengukuran risiko dilakukan Perseroan dengan membuat Profil Risiko yang dibuat untuk mengetahui seberapa besar risiko yang melekat pada aktivitas Perseroan yang mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 13/1/PBI/2011 tanggal 5 Januari 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, serta Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Penilaian Profil Risiko merupakan kombinasi dari risiko-risiko yang melekat pada setiap aktivitas fungsional (inherent risk) dan kualitas penerapan manajemen risiko. Penilaian Profil Risiko dilakukan oleh Perseroan terhadap 8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko stratejik dan risiko kepatuhan yang terdapat pada aktivitas fungsional Perseroan yang memiliki potensi kerugian. Profil Risiko dibuat setiap triwulan dan dilaporkan kepada Bank Indonesia. Berdasarkan hasil Profil Risiko tersebut, Perseroan dapat melakukan mitigasi terhadap risiko dengan cara meningkatkan sistem pengendalian risiko khususnya pada risiko dan aktivitas fungsional yang memiliki peringkat risiko mulai dari Moderate sampai dengan High. Penetapan peringkat Profil Risiko terdiri dari 5 (lima) peringkat yaitu Peringkat 1 (Low), Peringkat 2 (Low to Moderate), Peringkat 3 (Moderate), Peringkat 4 (Moderate to High), dan Peringkat 5 (High). Risiko Inheren Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Strong Satisfactory Fair Marginal Unsastifactory Low Low to Moderate Moderate Moderate to High High PERINGKAT SKOR LOW 80<Skor< 100 LOW TO MODERATE 60<Skor< 80 MODERATE 40<Skor< 60 MODERATE TO HIGH 20<Skor< 40 HIGH 0 Skor< 20 Hasil self-assessment terhadap penilaian Profil Risiko posisi 31 Maret 2012 secara komposit memiliki peringkat Low to Moderate yang merupakan kombinasi dari Risiko Inheren Low to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Fair. 27

44 Secara rinci penilaian Profil Risiko 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut: PROFIL RISIKO RISIKO SISTEM RISIKO INHEREN KUALITAS PENERAPAN PERINGKAT MANAJEMEN RISIKO Kredit Low to Moderate Fair Low to Moderate Pasar Low Fair Low to Moderate Likuiditas Low tomoderate Fair Low to Moderate Operasional Low tomoderate Fair Low to Moderate Hukum Low Fair Low to Moderate Reputasi Low Fair Low to Moderate Strategik Low Fair Low to Moderate Kepatuhan Low Fair Low to Moderate Komposit Low to Moderate Fair Low to Moderate Atas setiap produk dan aktivitas baru, Perseroan terlebih dahulu melakukan identifikasi risiko yang melekat pada produk dan aktivitas baru tersebut sebelum produk dan aktivitas baru tersebut diluncurkan. Dari hasil identifikasi risiko tersebut, Perseroan melakukan pengendalian terhadap risiko yang timbul baik dengan membuat kebijakan dan prosedur, sistem akuntansi, aspek hukum serta transparansi mengenai risiko yang melekat pada produk dan aktivitas baru tersebut kepada nasabah. b. Kualitas Aset Keuangan (Asset Quality) Dalam menjaga kualitas asetnya, bank diwajibkan melakukan pencadangan (reserve) sejumlah tertentu yang besarnya ditentukan oleh kualitas aset yang bersangkutan sesuai Peraturan Bank Indonesia. Rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012, dan periode 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar 4,23%, 4,37% dan 33,78%. Pencadangan tersebut dimaksudkan sebagai antisipasi kemungkinan risiko memburuknya kualitas aset bank. CKPN aset keuangan yang dibentuk Perseroan per 31 Maret 2012, dan periode 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp juta, Rp juta dan Rp juta. Perseroan telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia terkait kewajiban pembentukan CKPN minimum per 31 Maret 2012, dan periode 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar yaitu Rp juta, Rp juta dan Rp juta. Persentase pemenuhan CKPN yang wajib dibentuk adalah sebesar 109%, 110% dan 127% masing-masing untuk periode 31 Maret 2012, dan periode 31 Desember 2011 dan Berikut ini adalah rincian dari CKPN untuk aset keuangan : (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Giro pada bank lain Penempatan Pada Bank Indonesia dan Bank Lain Kredit yang diberikan Total CKPN aset keuangan Total Aset Produktif Persentase CKPN aset keuangan terhadap aset produktif 4,23% 4,37% 33,78% 28

45 Kredit yang Diberikan Tabel berikut ini menunjukkan komposisi kredit yang diberikan Perseroan berdasarkan kolektibilitas: (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember 2012 % 2011 % 2010 % Lancar , , ,43 -/- CKPN (1.918) (31.721) (2.511) Dalam Perhatian Khusus , , ,62 -/- CKPN (9.597) (1.518) (1.351) Kurang Lancar , , ,57 -/- CKPN (15.947) (574) (3.521) Diragukan , , ,31 -/- CKPN (22.808) (2.309) (10.189) Macet , , ,07 -/- CKPN ( ) ( ) ( ) Jumlah Kredit yang Diberikan gross , , ,00 -/- Jumlah CKPN ( ) ( ) ( ) Jumlah Kredit yang Diberikan - Bersih NPL - gross 8,18 9,12 50,96 NPL - netto 2,76 3,95 4,03 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit yang Diberikan Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Saldo awal tahun Dampak atas penerapan awal PSAK 50&55 (revisi 2006) Penurunan nilai tahun berjalan Penghasilan bunga atas kredit yang mengalami penurunan nilai individual (4.153) (5.876) (2.328) Pemulihan (5.899) (66.108) - Penghapusan kredit (96) (2.981) (7.500) Saldo akhir tahun Jumlah kredit bermasalah (gross) per 31 Maret 2012 adalah Rp juta. Manajemen Perseroan berpendapat bahwa jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai yang dibentuk untuk kredit yang diberikan telah memadai. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - bersih Call Money Deposito Tabungan Kredit yang diberikan Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (100) (100) (100) Bersih Suku bunga atas penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain berkisar antara 3,75%-6,25% pada kuartal pertama tahun Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain adalah sebagai berikut: 29

46 (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Saldo awal tahun Dampak atas penerapan awal PSAK 50 & 55 (revisi 2006) - - (2) Pembentukan CKPN tahun berjalan Saldo akhir tahun Klasifikasi kolektibilitas penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain pada tanggal 31 Maret 2012 adalah Lancar kecuali untuk penempatan call money pada Bank Asiatic yang berkolektibilitas macet dan telah dicadangkan seluruhnya. Manajemen Perseroan berpendapat bahwa jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain adalah memadai. Efek-Efek Efek-efek yang dimiliki Perseroan diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diperdagangkan sebagai berikut: (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Tersedia untuk Dijual Obligasi Pemerintah Republik Indonesia FR FR FR FR FR FR FR FR Obligasi Pemerintah Syariah IFR IFR PBS SR Obligasi Korporasi PT Aetra Air Jakarta (TPJ) Seri C Diperdagangkan Sertifikat Bank Indonesia setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp 982 pada tahun Obligasi Pemerintah Republik Indonesia FR FR Bersih Cadangan Kerugian Penurunan Nilai yang dibentuk untuk efek-efek per 31 Maret 2012 adalah nihil. Sesuai yang disyaratkan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2006) dan PAPI 2008, evaluasi penurunan nilai untuk aset keuangan yang dikelompokkan dalam tersedia untuk dijual ditandai dengan penurunan nilai wajar yang signifikan dan berkelanjutan dibawah biaya perolehannya. Dalam evaluasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai kualitas aset keuangan, Perseroan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006, PBI No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007 dan PBI No.11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari c. Manajemen Untuk penilaian terhadap kualitas manajemen, Perseroan menekankan pada fungsi manajemen umum dan manajemen risiko yang melekat pada seluruh kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan, yaitu jasa perbankan, yang mencakup risiko likuiditas, risiko operasional, risiko kredit dan risiko pasar. 30

47 Perseroan telah membentuk komite dan satuan kerja untuk menjalankan fungsi sebagai Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko sesuai dengan arahan Bank Indonesia melalui PBI No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum jo. PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Atas PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. Wewenang dan tanggung jawab Komite Manajemen Risiko, sesuai dengan arahan Bank Indonesia melalui PBI No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum jo. PBI No. 11/25/ PBI/2009 tentang Perubahan Atas PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum adalah : Penyusunan kebijakan, strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko; Perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan dimaksud; Penetapan (justification) hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities). Wewenang dan tanggungjawab Satuan Kerja Manajemen Risiko, sesuai dengan arahan Bank Indonesia melalui PBI No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum jo. PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Atas PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum adalah : Pemantauan pelaksanaan strategi manajemen risiko yang telah disetujui oleh Direksi; Pemantauan posisi risiko secara keseluruhan (composite), per jenis risiko dan per jenis aktivitas fungsional serta melakukan stress testing; Kaji ulang secara berkala terhadap proses Manajemen Risiko; Pengkajian usulan aktivitas dan atau produk baru; Evaluasi terhadap akurasi model dan validitas data yang digunakan untuk mengukur risiko, bagi Bank yang menggunakan model untuk keperluan intern (internal model); Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja operasional (risk taking unit) dan/atau kepada Komite Manajemen Risiko, sesuai kewenangan yang dimiliki; Menyusun dan menyampaikan laporan profil/komposisi risiko kepada Direktur Utama atau Direktur yang ditugaskan secara khusus dan Komite Manajemen Risiko secara berkala. d. Rentabilitas (Earnings Sustainability) Laba bersih Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 adalah Rp juta. Rugi bersih Perseroan tahun 2011 adalah sebesar Rp juta, menunjukkan penurunan hasil dibandingkan dengan kerugian tahun 2010 sebesar Rp juta. Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Return On Asset (ROA) 1,44-4,75-12,90 Return On Equity (ROE) 13,26-50,55-84,44 Net Interest Margin (NIM) 14,93 8,20 3,51 Beban Operasional terhadap Penghasilan Operasional (BOPO) 96,71 118,69 157,50 Perseroan telah membukukan keuntungan per periode 31 Maret 2012, hal ini terlihat dari ROA Perseroan yang positif sebesar 1,44% dibandingkan dengan ROA periode sebelumnya yaitu ROA pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 yang menunjukkan persentase masing-masing -4,75% dan -12,90%. Begitu pula dengan rasio imbal hasil ekuitas atau ROE Perseroan yang telah menunjukkan hasil positif 13,26%, meningkat dibandingkan dengan ROE periode sebelumnya yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, dan 2010 yang menunjukkan persentase masing-masing -50,55% dan 84,44%. ROA dan ROE yang negatif pada periode 31 Desember 2011 dan 2010 disebabkan kredit keloaan yang macet dari bisnis lama Perseroan. Hal ini telah berhasil diperbaiki oleh manajemen baru Perseroan dengan strategi bisnis yang fokus pada segmentasi ritel khususnya kredit UMKM. Perseroan telah melakukan perbaikan kinerja yang dapat dilihat dari rasio ROA, ROE dan NIM yang meningkat dan BOPO yang terus menurun pada setiap periode. 31

48 e. Likuiditas (Liquidity) Keterangan 31 Maret 31 Desember Rasio Kredit yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) 69,10% 66,78% 52,83% Rasio GWM Primer 8,26% 8,27% 25,47% Rasio GWM LDR *) 0,68% 1,03% - Rasio GWM Sekunder 11,85% 12,59% 32,93% *) Persyaratan GWM LDR diterapkan sejak 1 Maret 2011 sesuai PBI No. 12/19/PBI/2010. Likuiditas merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajibannya yang diukur berdasarkan tingkat Giro Wajib Minimum (GWM) yang dipertahankan Perseroan, Rasio Kredit yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) dan Maturity Gap. Sejak November 2010, persyaratan minimum GWM Primer adalah 8% dan GWM Sekunder adalah 2.5%. Perhitungan pemenuhan minimum GWM LDR mulai dipersyaratkan semenjak tanggal 1 Maret 2011 dimana Perseroan dikenakan disinsentif yang disebabkan oleh rasio LDR nya masih dibawah 78% per 31 Maret Nilai LDR Perseroan per tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 adalah 69,10%, 66,78% dan 52,83%. Bank Indonesia menetapkan nilai moderat untuk LDR adalah berkisar antara 85% sampai dengan 100% atau rasio kurang dari 50%. Dalam usahanya untuk memaksimalkan posisi LDR, Perseroan akan meningkatkan pinjaman yang diberikan melalui realisasi pemberian pinjaman baru dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip prudent banking serta menerapkan manajemen risiko. Komposisi pendanaan Perseroan masih bergantung kepada produk deposito. Per 31 Maret 2012, komposisi produk deposito, tabungan, dan giro masing-masing sebesar 92,42%, 6,48%, dan 1,10%. Ketergantungan terhadap deposan inti cukup tersebar dengan baik, hal ini terbukti melalui rasio ketergantungan terhadap deposan inti yang tidak terlalu tinggi. Ketergantungan terhadap deposan inti per 31 Maret 2012 adalah 11,27% dan per 30 Juni 2012 menurun menjadi 8,85%. Seperti diketahui bahwa Bank Indonesia menetapkan batas maksimum rasio deposan inti sebagai salah satu parameter untuk mengukur risiko likuiditas pada tingkat moderate sebesar 20%. Dengan demikian menurut parameter Profil Risiko, tingkat risiko likuiditas Perseroan adalah Low to Moderate. Upaya untuk mengatasi masalah ini secara terus menerus dilakukan antara lain dengan cara memperluas cakupan nasabah Perseroan untuk sumber dana dari deposan baru, dengan tetap memelihara hubungan baik dengan deposan atau sumber dana yang lama sehingga meningkatkan tingkat loyalitas nasabah. Per 30 Juni 2012, Perseroan memiliki deposan loyal yaitu deposan yang memperpanjang terus menerus depositonya selama 12 bulan sebesar Rp 1,14 Triliun. f. Sensitivitas (Sensitivity to Market Risk) Risiko pasar adalah potensi timbulnya kerugian bagi Perseroan karena adanya perubahan yang tidak menguntungkan dalam tingkat bunga dan nilai tukar valas di pasar uang dimana Perseroan beroperasi. Namun mengingat bahwa Perseroan adalah bank non devisa, maka risiko pasar tidak terekspos risiko perubahan nilai tukar valas, sedangkan risiko pasar karena adanya perubahan tingkat suku bunga adalah nihil, hal ini dikarenakan Perseroan tidak mempunyai eksposur yang tercatat dalam trading book. Sesuai PBI No. 10/15/PBI/2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan Memperhitungkan Risiko Kredit, Risiko Pasar dan Risiko Operasional, Perseroan wajib melaporkan posisi yang diperhitungkan dalam Risiko Kredit dan Pasar secara bulanan dengan format yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia secara on-line dan mengacu kepada ketentuan tentang Laporan Berkala Bank Umum. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Perseroan dengan memperhitungkan Risiko Kredit, Risiko Pasar dan Risiko Operasional masing-masing sebesar 10,67%, 12,02%, dan 41,42%. 32

49 4. Sumber Pendanaan Tabel berikut ini menggambarkan sumber pendanaan Perseroan yang merupakan dana pihak ketiga (DPK) untuk menjalankan bisnis perbankan dalam 2 tahun terakhir: (dalam jutaan rupiah) Dana Pihak Ketiga 31 Maret 31 Desember Pihak berelasi Pihak Ketiga Total Total Dana Pihak Ketiga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebesar Rp juta. Total Dana Pihak Ketiga untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 sebesar Rp juta, meningkat Rp juta atau 358,91% dibanding tahun 2010 sebesar Rp juta. Peningkatan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Perseroan yang diimbangi dengan proses rekrutmen tim pemasaran Dana Pihak Ketiga untuk membentuk tim pemasaran Dana Pihak Ketiga yang kuat. Penghimpunan dana berasal dari giro, tabungan dan deposito berjangka. Tabel berikut ini menggambarkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga selama 2 tahun terakhir adalah: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember % 2010 % Tabungan , ,62 Giro , ,53 Deposito berjangka , ,10 Total Dana Pihak III , ,33 5. Pembelanjaan Barang Modal Tabel berikut ini menggambarkan pembelanjaan barang modal (capital expenditure) Perseroan dari tahun 2010 sampai dengan kuartal pertama tahun Peningkatan aset dimaksudkan untuk mendukung pengembangan bisnis. (dalam jutaan rupiah) Penambahan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Tanah Bangunan Renovasi bangunan Kendaraan Perlengkapan, mesin, dan peralatan kantor Aset dalam penyelesaian Total Pembelanjaan Pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012, Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp juta. Pada tahun 2011 Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp juta. Sumber dana belanja modal berasal dari hasil Penawaran Umum Terbatas II yang dilakukan di tahun Belanja modal dilakukan Perseroan dengan tujuan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pembangunan infrastruktur Perseroan, terutama dalam rangka pembangunan jaringan operasional Perseroan yang ditargetkan sebanyak 207 kantor pada tahun

50 Untuk memenuhi rencana pembangunan 207 kantor tersebut, sumber dananya berasal dari Penawaran Umum Terbatas maupun setoran/suntikan dana dari Pemegang Saham yang dapat dipersamakan dengan modal. Sebagian besar belanja modal yaitu sekitar 98% dalam denominasi mata uang Rupiah, sedangkan sisanya sekitar 2% dalam merupakan denominasi mata uang US Dollar yang digunakan untuk investasi di bidang IT. Mengingat nilai investasi dalam denominasi mata uang asing yang relatif tidak material, Perseroan tidak melakukan lindung nilai (hedging) atas mata uang Rupiah terhadap US Dollar. 6. Prospek Usaha Dengan dukungan tambahan modal sebesar Rp 300 milyar dari hasil PUT III, pada akhir 2012 Perseroan diharapkan dapat membukukan Pendapatan Bunga Bersih sebesar Rp juta dan Laba Bersih Setelah Pajak sebesar Rp juta. Proyeksi ROA sebesar 2,46%, ROE sebesar 20,65% dan CAR sebesar 14,03% serta keberhasilan menekan NPL Netto menjadi sebesar 2,95%. Perkiraan pencapaian usaha tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan kinerja tahun 2011 dimana Perseroan hanya membukukan Pendapatan Bunga Bersih sebesar Rp juta dan Rugi Bersih sebesar Rp juta. ROA tercatat sebesar -4,75%, ROE sebesar -50,55%, CAR sebesar 12,02% dan NPL Netto sebesar 3,95%. 7. Ringkasan Kebijakan Akuntansi Penting Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perseroan telah menetapkan PSAK revisi yakni sebagai berikut: a. PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. Pengungkapan didasarkan pada klasifikasi instrumen keuangan antara lain mewajibkan pengungkapan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan. b. PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang menetapkan dasar-dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan dan kontrak-konrtrak pembelian atau penjualan instrumen non keuangan. Dalam penerapan standar baru di atas, khususnya untuk evaluasi penurunan nilai aset keuangan, Perseroan mengikuit Buletin Teknis No. 4 mengenai Ketentuan Transisi Penerapan Awal PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006). 34

51 V. RISIKO USAHA Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha serta permasalahannya. Kegiatan usaha Perseroan antara lain meliputi penghimpunan dana masyarakat dan pemberian pinjaman. Pelaksanaan kegiatan tersebut dapat mengakibatkan timbulnya dampak yang positif ataupun negatif bagi kelangsungan usaha Perseroan. Berikut ini adalah beberapa risiko yang telah disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko tersebut terhadap kinerja keuangan Perseroan: 1. RISIKO KREDIT Risiko kredit yang dihadapi Perseroan adalah apabila debitur/counterparty tidak mampu untuk membayar kembali baik pokok maupun bunganya, yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kolektibilitas dan pendapatan Perseroan. Risiko ini bisa timbul dari berbagai lini bisnis seperti kredit, treasury dan investasi. Saat ini, Perseroan memiliki eksposure kredit terbesar pada industri perdagangan eceran. Risiko kredit dapat mempengaruhi likuiditas Perseroan apabila tidak dikelola dengan baik dengan melihat aspek yang melekat. 2. RISIKO PASAR Risiko pasar timbul karena adanya pergerakan dari variabel pasar dalam portofolio yang dimiliki Perseroan yang dapat menimbulkan kerugian pada Perseroan. Variabel pasar saat ini yang melekat pada Perseroaan adalah suku bunga. Risiko suku bunga timbul karena adanya perbedaan suku bunga (repricing gap) antara dana pihak ketiga yang diambil dengan penempatan yang dijalankan oleh Perseroan meliputi kredit, penempatan antar bank serta investasi lainnya. Kondisi ini akan mempengaruhi kinerja Perseroan apabila terjadi suatu perubahan yang mendadak pada suku bunga di pasar yang secara langsung akan meningkatkan suku bunga dana, sedangkan suku bunga penempatan dana tidak dapat secara serta merta meningkat. Risiko nilai tukar tidak ada pada Perseroan sehubungan dengan status bank non devisa. 3. RISIKO LIKUIDITAS Risiko likuiditas merupakan risiko yang disebabkan ketidakmampuan Perseroan untuk menyelesaikan liabilitas pada saat jatuh tempo. Hal ini timbul akibat adanya kesenjangan jumlah dan jangka waktu antara sumber pendanaan yang umumnya berjangka pendek dengan penempatan (aset) yang umumnya berjangka panjang. Sebagaimana umumnya bahwa sumber pendanaan bersifat jangka pendek, sehingga apabila dana pihak ketiga sebagai sumber pendanaan Perseroan tidak diperpanjang (roll over) dan terjadinya penarikan dana dalam jumlah yang signifikan pada waktu yang serentak maka akan mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo. Di sisi lain, penempatan dana khususnya dalam bentuk kredit bersifat jangka panjang dan tidak dapat sewaktuwaktu diminta untuk dilunasi sehingga Perseroan akan mengalami masalah likuiditas yang berdampak terhadap kelangsungan kegiatan usaha Perseroan. 4. RISIKO OPERASIONAL Risiko operasional merupakan risiko yang disebabkan karena ketidakcukupan dan atau terjadinya kegagalan dari proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha dari Perseroan. Apabila hal-hal tersebut tidak berjalan dengan semestinya maka dapat mempengaruhi kinerja Perseroan dalam berbagai aktivitas seperti tingkat pelayanan jasa transaksi perbankan, masalah pembukuan dan pelaporan serta kemungkinan timbulnya risiko lain seperti risiko hukum dan reputasi. Dalam hal ini kondisi tersebut dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat sehingga berdampak pada kesulitan dalam menghimpun pendanaan dan pada akhirnya dapat menurunkan kinerja usaha Perseroan. 35

52 5. RISIKO HUKUM Risiko hukum merupakan risiko yang timbul karena lemahnya posisi hukum akibat adanya tindakan hukum, kurangnya pemenuhan terhadap hukum dan perundangan seperti kegagalan dalam memenuhi persyaratan hukum atau kontrak serta kelemahan dalam sisi jaminan. Risiko ini tidak hanya timbul dalam aktivitas penyaluran kredit saja, tetapi juga karena adanya tuntutan pihak lain akibat adanya transaksi operasi Perseroan yang tidak dapat memenuhi kepuasan nasabah. Semakin banyak risiko hukum yang terjadi pada Perseroan akan meningkatkan biaya dari Perseroan dan mempengaruhi reputasi Perseroan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja Perseroan. 6. RISIKO REPUTASI Risiko reputasi timbul karena adanya publikasi negatif terhadap jalannya operasi Perseroan atau adanya persepsi yang negatif terhadap Perseroan. Adanya ketidakpuasan dari nasabah terhadap tingkat pelayanan Perseroan, baik secara langsung maupun melalui media lainnya, akan meningkatkan komplain dari nasabah yang akan disampaikan melalui media massa. Hal ini akan mempengaruhi reputasi Perseroan yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah kepada Perseroan. 7. RISIKO STRATEJIK Risiko stratejik timbul karena lemahnya penyusunan dan implementasi strategi, lemahnya pengambilan keputusan bisnis dan kurangnya respon terhadap perubahan eksternal. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya deviasi dari sasaran yang telah ditetapkan oleh Perseroan sehingga diperlukan adanya penyesuaian kembali atas target yang telah ditetapkan sebelumnya. Semakin ketatnya persaingan antar bank baik dalam wujud keragaman layanan dan produk-produk bank, promosi, suku bunga maupun pelayanan kepada nasabah telah mendorong pelaku pasar untuk semakin inovatif. Perseroan harus dapat mengkombinasikan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Ketidaktepatan dalam menentukan target market dan strategi yang ditempuh dapat menyebabkan kerugian bagi Perseroan. Perseroan harus mampu merumuskan dan menetapkan langkah-langkah strategis baik jangka pendek maupun jangka panjang yang selalu disesuaikan dengan rencana-rencana Perseroan dengan melihat perubahan dan sasaran yang ada. Ketidakmampuan Perseroan atau kesalahan Perseroan dalam merumuskan strateginya dapat menyebabkan Perseroan mengalami penurunan kinerja. 8. RISIKO KEPATUHAN Risiko kepatuhan timbul karena kegagalan Perseroan dalam memenuhi atau mengimplementasikan ketentuan hukum dan perundangan. Sebagai institusi yang highly regulated, bank harus memenuhi atau mengimplementasikan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Ketidakmampuan untuk memenuhi peraturan dan ketentuan dapat berakibat timbulnya denda dalam bentuk finansial bahkan dicabutnya ijin Perseroan. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan. 36

53 VI. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah Laporan Auditor Independen tertanggal 13 Agustus 2012 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (Anggota dari Crowe Horwarth) dan telah disajikan secara Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan. 37

54 VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Pada waktu didirikan Perseroan bernama PT Executive International Bank sebagaimana termaktub dalam Akta Perseroan Terbatas PT Executive International Bank No.34 tanggal 11 September 1992, dibuat di hadapan Sugiri Kadarisman, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 26 Desember 1992, Tambahan No Nama Perseroan kemudian diubah menjadi PT Bank Eksekutif Internasional sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Executive International Bank No.65 tanggal 16 Januari 1996 dibuat oleh Notaris Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.78 tanggal 27 September 1996, Tambahan No Perseroan mulai beroperasi sebagai Bank Umum di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 1993 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.673/KMK.017/1993 tanggal 23 Juni 1993 tentang Pemberian Izin Usaha PT Executive International Bank di Jakarta. Anggaran dasar Perseroan telah disesuaikan dengan UU No.40/2007 sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.28 tanggal 22 Desember 2008, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.52 tanggal 30 Juni 2009, Tambahan No Nama Perseroan terakhir diubah menjadi PT Bank Pundi Indonesia Tbk sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.104 tanggal 30 Juni 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 28 Juli 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 28 Juli Anggaran Dasar Perseroan terakhir diubah denganakta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 8 Desember 2011 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 8 Desember Kemudian nama Perseroan dirubah menjadi PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk., dengan transformasi bisnis baru yang fokus pada pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejalan dengan transformasi orientasi bisnis diatas, Perseroan menetapkan visi dan misi yang baru sebagai berikut: Visi : Mewujudkan masa depan gemilang melalui sinergi kemitraan yang menjembatani keragaman dinamika masyarakat Indonesia; Misi : Menjadikan bank ritel terdepan dan mitra terpercaya bagi masyarakat Indonesia melalui kemitraan, keragaman, kemakmuran. 38

55 Perseroan juga melalukan perubahan logo yang mengacu pada : 1. Corporate Identity bank (identitas perusahaan). 2. Mencerminkan Nilai Keunikan Yang Ditawarkan/Unique Value Proposition (UVP) dari bisnis, dimana salah satunya memberi kesempatan nasabah untuk tumbuh bersama dengan Bank Pundi. 3. Dapat fleksibel untuk berkembang kesektor bisnis lain seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan. 4. Merupakan satu entitas yang tidak terpisah dari bank, dapat mudah dan langsung diingat dan dimengerti artinya bagi masyarakat awam. 2. PERKEMBANGAN MODAL DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN Perkembangan kepemilikan saham Perseroan sejak pendirian hingga pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan tahun 2001 telah diuraikan dalam Prospektus Penawaran Umum Saham yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 28 Juni Tahun Sesuai Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional No.54 tanggal 12 Maret 2001 jo. Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional No.129 tanggal 23 Maret 2001, keduanya dibuat oleh Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.52 tanggal 29 Juni 2001, Tambahan No junctis, Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No. 148 tanggal 28 Maret 2001, dibuat oleh Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta dan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.117 tanggal 28 Juli 2003, dibuat di hadapan Misahardi Wilamata, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.77 tanggal 26 September 2003, Tambahan No.671, telah disetujui perubahan pasal 4 ayat 2 yaitu peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dari sebesar Rp (empat puluh sembilan miliar tujuh ratus lima puluh juta Rupiah) menjadi sebesar Rp (tujuh puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah), peningkatan mana berasal dari masuknya masyarakat melalui Penawaran Umum Saham perdana sebagai pemegang saham Perseroan. Setelah peningkatan modal ditempatkan dan disetor di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan selanjutnya menjadi sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - Lunardi Widjaja ,81 - Ny. Lusiana Widjaja ,81 - Irawati Widjaja ,58 - Masyarakat ,80 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel Tahun 2005 Sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No. 71 tanggal 20 Juli 2005 yang dibuat di hadapan Yana Valentina, S.H., sebagai pengganti dari Misahardi Wilamata, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.72 tanggal 9 September 2005, Tambahan No.862, telah disetujui perubahan pasal 4 ayat 2 yaitu peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan tanpa HMETD dari sebesar Rp (tujuh puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah) menjadi sebesar Rp (delapan puluh satu miliar tiga ratus tujuh puluh lima juta Rupiah) yang diambil bagian dan disetor tunai seluruhnya oleh Lusiana Widjaja. Peningkatan modal tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam No.IX.D.4. 39

56 1) Setelah peningkatan modal ditempatkan dan disetor di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan selanjutnya menjadi sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - Lunardi Widjaja ,15 - Ny. Lusiana Widjaja ,29 - Irawati Widjaja ,75 - Masyarakat ,81 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel Tahun 2008 Sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.28 tanggal 22 Desember 2008, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tanggal 30 Juni 2009, Tambahan No , telah disetujui untuk mengubah seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan UU No.40/2007 serta meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan Tanpa HMETD dari sebesar Rp (delapan puluh satu miliar tiga ratus tujuh puluh lima juta Rupiah) menjadi sebesar Rp (delapan puluh lima miliar tiga ratus tujuh puluh lima juta Rupiah), yang diambil bagian dan disetor tunai oleh Lusiana Widjaya. Peningkatan modal tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam - LK No.IX.D.4. Setelah peningkatan modal ditempatkan dan disetor di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan selanjutnya menjadi sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - Lunardi Widjaja ,66 - Ny. Lusiana Widjaja ,48 - Irawati Widjaja ,76 - Sinthyawati Widjaja ,76 - Setiawan Wijaya ,60 - Masyarakat ,74 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Tahun Sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No. 40 tanggal 20 Mei 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No.AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei 2010, telah disetujui untuk meningkatkan modal dasar Perseroan dari sebesar Rp (seratus sembilan puluh sembilan miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp (dua triliun Rupiah). 40

57 Setelah peningkatan modal dasar di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan selanjutnya menjadi sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - Lunardi Widjaja ,66 - Ny. Lusiana Widjaja ,48 - Irawati Widjaja ,76 - Sinthyawati Widjaja ,76 - Setiawan Wijaya ,60 - Masyarakat ,74 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Pada tahun 2010 telah dilakukan PUT I oleh Perseroan dengan menerbitkan saham biasa atas nama sebesar (lima miliar seratus dua puluh dua juta lima ratus ribu) dengan harga penawaran sebesar Rp 100 (seratus Rupiah) per lembar saham. RCS dan IF Services Netherlands B.V (perusahaan investasi yang didirikan dibawah hukum Netherlands /Belanda), masing-masing bertindak sebagai pembeli siaga dalam PUT I tersebut. Sehingga, peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan menjadi Rp (lima ratus dua belas miliar dua ratus lima puluh juta Rupiah) dimana peningkatan modal tersebut telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 97 tanggal 29 April 2011, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH., Notaris di Jakarta, yang telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 11 Mei 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 11 Mei Setelah terjadi peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang berasal dari PUT I di atas, susunan modal dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Securities ,02 - IF Services Netherlands BV ,00 - Masyarakat ,98 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel Pada tahun 2011 telah dilakukan PUT II oleh Perseroan dengan menerbitkan saham biasa atas nama sebesar (tiga miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus tiga puluh) saham dengan harga penawaran sebesar Rp 100 (seratus Rupiah) per lembar saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan menjadi Rp (tiga ratus dua puluh delapan miliar dua ratus dua puluh enam juta dua ratus dua puluh tiga ribu Rupiah) dimana peningkatan modal tersebut telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU AH tanggal 8 Desember 2011 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 8 Desember Setelah terjadi peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang berasal dari PUT II di atas dan sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per 30 Juni 2012 yang diterbitkan oleh PT Sirca Datapro Perdana selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, susunan modal dan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: 41

58 MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Securities ,81 - IF Services Netherlands B.V ,49 - Pershing LLC ,36 - Masyarakat ,34 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham Dalam Portepel KETERANGAN SINGKAT TENTANG PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM Pemegang saham Perseroan yang berbentuk badan hukum : PT Recapital Securites ( RCS ) Anggaran Dasar RCS didirikan dengan nama PT Putrajuang Sekupindo sebagaimana termaktub dalam akta Anggaran Dasar PT Putrajuang Sekupindo No.59 tanggal 19 Pebruari 1990, dibuat di hadapan Soebagjo Ronoatmodjo, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.104 tanggal 27 Desember 1991, Tambahan No Nama RCS terakhir diubah menjadi PT Recapital Securities dengan akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham PT Rifan Financindo Sekuritas No.6 tanggal 2 Desember 2004 dibuat di hadapan Agus Madjid, SH., notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.97 tanggal 6 Desember 2005, Tambahan No Anggaran Dasar RCS telah beberapa kali diubah termasuk perubahan seluruh anggaran dasar RCS dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar PT Recapital Securities No. 28 tanggal 16 Desember 2008, dibuat di hadapan Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-AHU AH Tahun 2009 tanggal 24 April 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2009 tanggal 24 April 2009 ( Akta No.28/2008 ). Anggaran Dasar RCS terakhir diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham PT Recapital Securities No. 7 tanggal 12 Juli 2012, dibuat di hadapan Agus Madjid, SH., notaris di Jakarta yang mengubah Pasal 4 ayat 1 (Modal) Anggaran Dasar RCS, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2012 tanggal 14 Agustus Menunjuk Pasal 12 Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/8/PBI/2012 tanggal 13 Juli 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, maka PT. Recapital Securities sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Perseroan dengan porsi kepemilikan sebesar 69,81% tidak perlu menyesuaikan kepemilikan sahamnya di Perseroan sepanjang penilaian Tingkat Kesehatan dan Good Corporate Governance (GCG) Perseroan Per 31 Desember 2013 dijaga dengan Peringkat Kesehatan (PK) 1 atau 2. Berdasarkan hasil self assessment periode semester I tahun 2012, Peringkat Kesehatan Perseroan adalah PK 2 (BAIK) dan Nilai Komposit GCG adalah 1,6 (BAIK). 42

59 Kegiatan Usaha Sesuai Akta No.28/2008, maksud dan tujuan RCS ialah berusaha dalam bidang perusahaan efek. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas RCS dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek dan penasihat investasi. Permodalan Sesuai Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham PT Recapital Securities No. 8 tanggal 13 September 2011, dibuat di hadapan Agus Madjid, SH., notaris di Kota Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 27 September 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 27 September 2011 jo.. Akta No. 26/ 2011, susunan modal dan pemegang saham RCS adalah sebagai berikut: MODAL SAHAM Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama dengan nominal Rp (satu juta Rupiah) per saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Dalam (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - PT Recapital Advisors ,9 - Rosan Perkasa ,1 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,0 Saham Dalam Portepel Laporan Keuangan Ringkas Berikut ini tabel ikhtisar data keuangan penting RCS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Drs Albert Silalahi & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material, dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Ahmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry dengan pendapat wajar tanpa pengecualian: NERACA (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Desember Total Aset Total Kewajiban Total Ekuitas (Defisiensi Modal) Total Kewajiban dan Ekuitas LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (dalam jutaan rupiah) Keterangan 31 Desember Pendapatan Bunga Beban Usaha Laba (Rugi) Usaha ( ) (47.315) (592) Beban (Pendapatan) lain-lain ( ) (4.724) Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan ( ) (50.050) Manfaat (Beban) Pajak - bersih (364) Hak minoritas (44.143) (3.770) - Laba (Rugi)Bersih (88.392)

60 Pengurusan dan Pengawasan Sesuai Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham PT Recapital Securities No. 26 tanggal 9 Desember 2010 jo. akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham PT Recapital Securities No. 88 tanggal 29 Juli 2011, keduanya dibuat di hadapan Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris RCS adalah sebagai berikut: Direksi Presiden Direktur : Abi Hurairah Mochdie Direktur : Hadi Widjaja Purnomo Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Elvin Komisaris : Ridwan IF Services Netherland B V ( IFS ) IFS adalah sebuah perusahaan atau korporasi yang didirikan dibawah hukum Netherlands (Belanda) yang beralamat di Naritaweg 165, 1043 BW, Amsterdam, The Netherlands. Kegiatan Usaha IFS IFS didirikan dengan tujuan atau kegiatan usaha antara lain investasi saham, obligasi, real estate dan surat berharga lainnya serta penyertaan saham. Permodalan Sesuai dengan Anggaran Dasar IFS adalah sebagai berikut: No Pemegang Saham Jumlah Saham % 1 IFS Luxembourg S.a.r.l Pengurusan dan Pengawasan Susunan pengurus atau manajemen IFS adalah sebagai berikut: Direktur : Mark Robert Harris Direktur : Stuart Michael Sarnoff Direktur : Joep Hamers Direktur : Siti Strijbosch Pershing LLC ( Pershing ) Pershing adalah sebuah perusahaan atau institusi keuangan di Amerika Serikat yang didirikan dibawah hukum Delaware, Negara Bagian Amerika Serikat yang beralamat di 1 Pershing Plaza, Jersey City, USA. Kegiatan Usaha Pershing Kegiatan usaha Pershing antara lain trading atau broker dealer saham, obligasi, dan surat berharga lainnya. Permodalan Pershing dimiliki 100% oleh The Bank of New York Mellon. 44

61 Manajemen - Brian Shea : Chief Executive Officer - Ron DeCicco : Chief Operating Officer - James Crowley: Chief Relationship Officer - Lisa Dolly : Managing Director - David Hopkins : Chief Financial Officer - Suresh Kumar : Chief Information Officer - Francis La Salla : Managing Director - Garry Lischin : General Counsel - Lucille Mayer : Co Chief Information Officer - Pat Mahon : Chief Operating Officer, Pershing Limited - Craig Messinger : Managing Director - Ram Nagappan : Co Chief Information Officer - Caroline O Connel : Chief Strategy Officer, Managing Director - Michael Row : Managing Director - Claire Santaniello : Chief Administrative Officer - Thomas Sholes : Managing Director - Gerald Tamburro : Managing Director - Mark Tibergien : Chief Executive Officer and Managing Director, Pershing Advisor Solutions - Gary Johnson : Managing Director - Jeff Horowitz : Chief Compliance Officer 4. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, ketentuan mengenai Direksi dan Dewan Komisaris antara lain adalah Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi dan diawasi oleh Dewan Komisaris yang masing-masing terdiri dari sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang, dimana salah seorang akan diangkat sebagai Direktur Utama dan Komisaris Utama, dengan memperhatikan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal. Para anggota Direksi dan Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, pengangkatan tersebut berlaku sejak tanggal yang ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham dimana ia (mereka) diangkat dan berakhir pada saat ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ke-2 (dua) setelah tanggal pengangkatan ia (mereka) kecuali apabila ditentukan lain dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No.22 tanggal 19 Maret 2010 jo. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 37 tanggal 22 Nopember 2011, keduanya dibuat oleh dan di hadapan Fathiah Helmi, SH., notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dengan Surat No. AHU-AH tanggal 8 Desember 2011 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 Tanggal 8 Desember 2011 serta telah dilaporkan kepada Bank Indonesia dibuktikan dengan cap Bank Indonesia tanggal 24 Maret 2010 dan tanggal 6 Januari 2012, berikut susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Endriartono Sutarto (merangkap sebagai Komisaris Independen) Komisaris : Dedy Rifdy Ramsey Komisaris Independen : I Goesti Viraguna Bagoes Oka 45

62 Direksi Direktur Utama : Gandhi Ganda Putra (merangkap sebagai Direktur Tidak Terafiliasi) Direktur : Teguh Wiyono Direktur : Maximianus Puguh Djiwanto Direktur : Beni Nurtantijo Direktur : Ramono Sukadis Berikut ini adalah keterangan mengenai riwayat singkat masing-masing anggota Dewan Komisaris Perseroan: ENDRIARTONO SUTARTO Komisaris Utama (Merangkap Komisaris Independen) Warga Negara Indonesia, 65 tahun Mengawali karirnya di dunia militer sejak lulus dari pendidikan AKABRI pada tahun 1971 dan dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Komandan Pleton hingga Komandan Kompi KOSTRAD pada tahun 1972 hingga tahun Menjabat sebagai Komandan KOREM 173/KODAM VII/TRIKORA pada tahun 1995, sekaligus menyelesaikan pendidikannya pada Royal Collage of Defense Studies UK, Inggris pada tahun yang sama, setelah itu menyelesaikan pendidikannya pada Perguruan Tinggi Militer pada tahun Menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 2000 hingga tahun 2002, dilanjutkan dengan jabatan sebagai Panglima TNI pada tahun 2002 hingga tahun Diluar karir militernya, Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina sejak tahun 2006 hingga 2009 dan bergabung dengan Perseroan sebagai Komisaris Utama sejak bulan Maret 2010 hingga saat ini. Pada bulan Oktober 2010, beliau menjabat Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi dan pada bulan Juli 2011 diangkat sebagai Ketua Komite Audit. DEDY RIFDY RAMSEY Komisaris Warga Negara Indonesia, 45 tahun Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jurusan Manajemen Keuangan pada tahun Mengawali karir di bidang Perbankan pada Corporate Banking Group PT. Bank Duta pada tahun 1989 hingga tahun Melanjutkan karirnya di bidang Pasar Modal dengan bergabung bersama PT. Bapindo Bumi Sekuritas pada tahun 1994 hingga tahun Pernah bekerja untuk PT. Trimegah Securities Tbk pada tahun 1996 hingga 2006 pada Divisi Equity Capital Market, Investment Banking dan Strategic Advisory, PT. BNI Life pada tahun 2006, PT. Republic Securities pada tahun 2006 hingga 2007, PT. Andalan Artha Advisindo Sekuritas pada tahun 2007 hingga 2008 dan selanjutnya menjabat sebagai Direktur PT. Recapital Securities sejak tahun 2008 hingga Juni Menjabat sebagai Anggota Komite Audit PT. Capitalinc Investment, Tbk. sejak tahun 2009 hingga saat ini dan mulai bergabung dengan Perseroan sebagai Komisaris sejak bulan Maret 2010 dan menjadi anggota Komite Remunerasi dan Nominasi pada bulan Oktober Beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT. Recapital Asset Management sejak Pebruari 2011 hingga kini. 46

63 I GOESTI VIRAGUNA BAGOES OKA Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 60 tahun Memperoleh gelar kesarjanaan di bidang Business Administration dari Universitas Indonesia pada tahun 1978, selanjutnya Beliau memulai karirnya sebagai Assistant Manager di PT. Meiji Indonesia pada tahun yang sama. Kemudian, beliau memulai karirnya di Bank Indonesia sebagai Internal Research and Development di Bank Indonesia pada tahun Setelah itu, pada tahun 1985 mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 dan meraih gelar Master di bidang Development Banking dari American University, Washington DC, Amerika Serikat pada tahun Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 1988, Beliau kembali bekerja di Bank Indonesia dan menjabat berbagai posisi penting hingga 2009 antara lain Internal Affair dan Examination Banking Bureau sebagai Senior Bank Supervisor ( ), Executive Bank Supervisor ( ), dan Deputy Director merangkap sebagai Task Force Coordinator on Site Supervisory Present for Systemic Important Bank/SIB ( ). Jabatan terakhir di Bank Indonesia adalah sebagai Regional Director of Bali-Nusa tenggara Bank Indonesia dari tahun 2007 hingga Pada bulan Agustus 2011, bergabung dengan Bank Pundi sebagai Komisaris Independen Perseroan. Berikut ini adalah keterangan mengenai riwayat singkat masing-masing anggota Direksi Perseroan: GANDHI GANDA PUTRA Direktur Utama Warga Negara Indonesia, 52 tahun Menyelesaikan pendidikannya dari Universitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Palembang pada tahun Mengawali karirnya di PT. Bank Niaga, Tbk. pada bulan Maret 1986 melalui Program Pendidikan Eksekutif hingga tahun 1987, selanjutnya ditempatkan pada Cabang Pembantu Cirebon, Jawa Barat sebagai Marketing Officer Manager hingga tahun Selanjutnya menjabat sebagai Assistant Manager untuk Divisi Corporate Banking Unit Head yang dijabat sejak tahun 1991 hingga Selanjutnya bekerja untuk PT. Bank Danamon, Tbk sebagai Deputy General Manager Corporate Banking pada tahun 1997 hingga Menjabat sebagai Small Medium Enterprise, Commercial & Trade Finance Division Head sejak tahun 2000 hingga 2003 dan sebagai Small Medium Entreprise Banking Head sejak tahun 2004 hingga Pada tahun 2005 hingga tahun 2008 menjabat sebagai Direktur Bisnis pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk. dan pada tahun 2008 hingga 2009 menjabat sebagai Direktur Bisnis untuk PT. Bank Mega Syariah Indonesia. Bergabung dengan Perseroan dan menjabat sebagai Direktur Utama sejak bulan Maret 2010 hingga saat ini. 47

64 TEGUH WIYONO Direktur Kepatuhan Warga Negara Indonesia, 58 tahun Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1985 dan mengawali karir perbankannya pada PT. Bank Niaga, Tbk. melalui Program Pendidikan Eksekutif pada tahun 1983 hingga Pernah menjabat sebagai Sub Manager, Credit Administration Department Head pada tahun 1985 hingga 1987, kemudian menjabat sebagai Assistant Manager untuk Regional Credit Compliance & Support Head pada tahun 1987 hingga Selanjutnya Beliau menjabat sebagai Manager pada tahun 1990 hingga 1993 dan menjabat sebagai Senior Manager pada tahun 1993 hingga Pada tahun 1995 hingga 2009 melanjutkan karirnya di PT. Bank Bumiputera Indonesia, Tbk. sebagai Assistant Vice President untuk Credit Policy & Administration Group Head pada tahun 1995 hingga jabatan terakhir sebagai Vice President untuk Compliance Group Head pada tahun Pensiun dari PT. Bank Bumiputera Indonesia, Tbk. pada tahun Selanjutnya menjabat sebagai Anggota Komite Pemantau Risiko di PT. Bank Kesejahteraan Ekonomi sejak tahun 2009 hingga Bergabung dengan Perseroan sebagai Direktur Kepatuhan sejak bulan Maret 2010 hingga saat ini. MAXIMIANUS P. DJIWANTO Direktur Keuangan Warga Negara Indonesia, 44 tahun Menyelesaikan pendidikannya di Universitas Trisaksti, Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi pada tahun Mengawali karir perbankannya pada PT. Bank Ficorinvest, Tbk. sebagai Senior Assistant Manager Corporate Finance Division pada tahun 1996 hingga 1999, kemudian sebagai Deputy Senior Manager Loan Workout Division di BPPN sejak tahun 1999 sampai dengan 2002, dan sebagai Deputy Senior Manager Asset Disposal Division sejak tahun 2002 hingga Pada Juni 2004 hingga bulan Agustus 2004 menjabat sebagai Vice President PT. Capitalinc Investment, Tbk. dan kemudian menjadi Direktur Utama sejak bulan Agustus 2004 hingga Mei Pada bulan Juni 2008 sampai dengan Agustus 2009 Beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT. Lupita Amanda (Losari Resort & Spa), kemudian menjadi Direktur PT. Kemang Jaya Raya (Hotel Grand Kemang) pada bulan Maret 2008 hingga September Sejak Maret 2008 hingga September 2009 Beliau menjabat sebagai Direktur Utama di PT. Restyle Concept. Pada bulan Desember 2007 hingga Desember 2010 menjabat sebagai Direktur di PT. Retower Asia. Bergabung di Perseroan sejak bulan Agustus 2010 sebagai Staf Ahli Direksi kemudian sebagai Group Head Keuangan dan Corporate Planning & Budget Control sampai dengan tanggal 15 Juni 2011, selanjutnya Beliau menjabat sebagai Direktur Keuangan hingga saat ini. 48

65 BENI NURTANTIJO Direktur Operasional Warga Negara Indonesia, 46 tahun Menyelesaikan pendidikan dari FISIP Universitas Katholik Parahyangan pada tahun Mengawali karir di perbankan sebagai Commercial Credit Reviewer di PT. Bank Central Asia pada tahun 1989 hingga 1990 dan kemudian sebagai Credit Analyst di PT. Bank Umum Nasional dari tahun 1990 sampai dengan Mengikuti Program Manager Development di PT. Bank Umum Nasional dari tahun 1992 hingga 1993, kemudian sebagai Account Officer pada tahun 1993 hingga kemudian di tahun 1995 menjabat sebagai Senior Account Officer lalu sebagai Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Bagian Divisi Perencanaan dan Pengembangan di PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional dari tahun 1996 hingga 1997, kemudian menjabat sebagai Kepala Bagian Dana Jasa pada Divisi Treasury dari 1997 hingga 1999 kemudian sebagai Pjs. Wakil Kepala Divisi Treasury. Pada tahun 1999 sampai dengan2003 menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi kemudian naik menjadi Kepala Divisi Treasury di PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional dan menjadi Kepala Divisi Treasury merangkap Kepala Divisi Penghimpun Dana dari tahun 2004 hingga 2006, selanjutnya menjadi Staff Ahli Direksi pada Business Task Force pada tahun 2007 dan Kepala Divisi Keuangan (Pejabat Eksekutif) pada tahun 2007 sampai dengan Pada Tahun 2009 Beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Pembiayaan Pensiun di PT. Bank Syariah Mega Indonesia pada tahun 2009 kemudian menjadi Konsultan di HS & Partner Consulting. Di bulan Maret 2010 bergabung sebagai Staf Ahli Direksi di PT. Bank Eksekutif International, Tbk dan selanjutnya menjadi Group Head Task Force PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. hingga saat ini menjabat sebagai Direktur Operasional Perseroan. RAMONO SUKADIS Direktur Bisnis Warga Negara Indonesia, 52 tahun Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun Mengawali karir di perbankan sebagai Marketing Officer PT. Bank Niaga Cabang Medan pada tahun 1987, kemudian menjadi Marketing Department Head di PT. Bank Niaga Cabang Cirebon pada tahun 1990 hingga 1991, kemudian menjabat Branch Manager Cabang Kyai Tapa pada tahun 1991 hingga Sebagai Branch Manager Cabang Gambir pada tahun 1994 hingga 1997, kemudian menjabat sebagai Area Credit Compliance dan Support Head (AVP) pada tahun 1997 hingga 1999 dan Credit Reviewer Head (AVP) pada tahun 1999 hingga Pada tahun 2000 sampai dengan 2001 menjabat sebagai Deputy Chief Credit Officer (VP) di PT. Bank Danamon, kemudian menjabat sebagai Head Regional SME Surabaya (VP) dan pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 sebagai Head Regional SME Jakarta (SVP). Pada tahun 2006 hingga 2008 menjabat sebagai Business Development Head/ Pension Business Development Head (EVP) di PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, kemudian bergabung ke Perseroan menjabat sebagai Group Head Business pada bulan September 2010 dan hingga kini menjabat sebagai Direktur Bisnis Perseroan. Penunjukan Komisaris dan Direksi Perseroan telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan BAPEPAM - LK No.IX.I.6 tentang Direksi dan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik. 49

66 Di samping itu seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah lulus uji kemampuan dan kepatutan (Fit & Proper Test) sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 12/23/PBI/2010 tentang Uji Kemampuan Dan Kepatutan (Fit & Proper Test), yaitu sebagai berikut: No. Nama Jabatan No. Surat Gubernur Indonesia 1 Endriartono Sutarto Komisaris Utama / Komisaris Independen No. 2/71/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 7 Juni Dedy Rifdy Ramsey Komisaris 12/96/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 20 Juli I Goesti V. Bagoes Oka Komisaris Independen 13/118/GBI/DPIP/ Rahasia tanggal 28 Oktober Gandhi Ganda Putra Direktur Utama 12/60/GBI/DPIP/ Rahasia tanggal 12 Mei Teguh Wiyono Direktur Kepatuhan 12/96/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 20 Juli Beni Nurtantijo Direktur Operasional 13/83/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 1 Agustus Maximianus Puguh Djiwanto Direktur Keuangan 13/83/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 1 Agustus Ramono Sukadis Direktur Bisnis 13/83/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 1 Agustus 2011 Kompensasi Direksi dan Komisaris Dewan Komisaris dan Direksi memperoleh kompensasi sebagaimana ditetapkan dalam RUPS dan dibayarkan setiap bulan. Berikut ini adalah jumlah gaji, tunjangan dan bonus untuk Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode 2 (dua) tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010: (jutaan Rupiah) Keterangan 31 Desember Desember 2010 Kompensasi Direksi dan Komisaris Pemberian tantiem ditentukan oleh RUPS, dan dibayarkan tahunan berdasarkan pada pencapaian target kinerja yang ditentukan oleh Direksi Perseroan. Selain susunan direksi dan pengawas tersebut di atas, Perseroan juga telah membentuk Komite, Satuan Kerja dan Sekretaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan Berdasarkan Peraturan BAPEPAM No.IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan, setiap emiten atau perusahaan publik wajib membentuk fungsi Sekretaris Perusahaan. Tugas Sekretaris Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut: a. mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal; b. memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi emiten atau perusahaan publik; c. memberikan masukan kepada direksi Emiten atau Perusahaan Publik untuk mematuhi ketentuan UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya; d. sebagai penghubung atau contact person antara emiten atau perusahaan publik dengan BAPEPAM dan masyarakat; dan e. fungsi Sekretaris Perusahaan dapat dirangkap oleh Direktur emiten atau perusahaan publik. Perseroan telah memiliki Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary), yaitu Christina Maria Damanik yang bertugas sebagai Corporate Secretary Division Head dengan unit kerja Kantor Pusat yang telah ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 131/SK/DIR-BPI/III/2012 tanggal 29 Maret

67 Komite Audit Berdasarkan PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) jo. Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Bagi Bank Umum, tugas Komite Audit adalah untuk melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan. Komite Audit juga wajib memberikan rekomendasi mengenai penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Perseroan No. 006/SK-KOM/BPI/IX/2011 tanggal 9 September 2011 Perseroan telah membentuk Komite Audit Perseroan sesuai dengan Peraturan Bapepam Nomor IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit dengan susunan keanggotaan sebagai berikut: Ketua : Endriartono Sutarto Anggota : Lungguk Goeltom Anggota : Troy Trijono Berikut ini adalah keterangan mengenai riwayat singkat masing-masing anggota Komite Audit Perseroan: Lungguk Goeltom Warga Negara Indonesia, saat ini berusia 58 tahun. Lulus dari Universitas Parahyangan Bandung, jurusan Ekonomi pada tahun 1979 dan melanjutkan pendidikannya Pasca Sarjana di LM FEUI, Jakarta pada tahun Mengawali kariernya pada tahun 1982 hingga tahun 1999 di PT Bank Niaga Tbk dengan posisi terakhir sebagai Corporate Banking Group Head. Selanjutnya, pada tahun bertugas di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BBPN) dengan jabatan Asset Management Investment dan sejak tahun 2001 hingga sekarang bekerja di PT Bank Danamon Tbk sebagai Adviser. Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2011 sebagai anggota Komite Audit. Troy Trijono Warga Negara Indonesia, saat ini berusia 35 tahun. Lulus dari Queensland University pada tahun 1995 dengan gelar Bachelor of Business. Mengawali kariernya pada tahun 1996 hingga tahun 1998 di Solomon Smith Barney Australia, sebagai analyst, tahun berkarir di specialist investment advisor di FINH Inc, Australia, dan selanjutnya menjabat sebagai country manager di FINH & UHG JV sejak 2001 hingga Mulai tahun 2003 hingga kini bekerja di PT Finansia Arta Persada, Jakarta, dengan posisi terakhir sebagai Direktur. Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2011 sebagai anggota Komite Audit. Komite Pemantau Risiko Berdasarkan PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) jo. Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Bagi Bank Umum, Komite Pemantau Risiko mempunyai tugas untuk melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan dan pemantauan serta evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko untuk kemudian memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. 51

68 Berdasarkan Surat Keputusan Komisaris No. 011/SK-KOM/BPI/XI/2011 tanggal 11 Nopember 2011 tentang Pengangkatan Anggota Komite Pemantau Risiko, Perseroan telah menetapkan susunan keanggotaan Komite Pemantau Risiko yang terdiri dari: Ketua : I Goesti V. Bagoes Oka Anggota : Lungguk Goeltom Anggota : Taufik Hakim Komite Remunerasi dan Nominasi Berdasarkan Berdasarkan PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) jo. Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Bagi Bank Umum: a. Terkait dengan kebijakan remunerasi: 1) Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi; dan 2) Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: a) kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; b) kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi; 3) Komite Remunerasi dan Nominasi wajib memastikan bahwa kebijakan Remunerasi paling kurang sesuai dengan: a) kinerja keuangan dan pemenuhan cadangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan yang berlaku; b) presentasi kerja individual; c) kewajaran dan peer group; dan b) pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang Perseroan. b. Terkait dengan kebijakan nominasi: 1) Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; 2) Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; 3) Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite kepada Dewan Komisaris. Sesuai Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 009/SK-KOM/BPI/XI/11 tanggal 1 Nopember 2011 tentang Perubahan Atas Pembentukan dan Pedoman Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi, Perseroan telah menetapkan perubahan atas pembentukan dan pedoman kerja Komite Remunerasi dan Nominasi dengan susunan keanggotaan yang terdiri dari: Ketua : Endriartono Sutarto Anggota : Dedy R Ramsey Anggota : Lieke Roosdianti Komite Manajemen Risiko Berdasarkan PBI No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum jo. PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Atas PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, dalam rangka pelaksanaan proses dan sistem manajemen risiko yang efektif bank wajib membentuk Komite Manajemen Risiko. Wewenang dan tanggung jawab Komite Manajemen Risiko adalah memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama, yang sekurang-kurangnya meliputi: a. Penyusunan kebijakan, strategi dan pedoman penerapan manajemen risiko; b. Perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan dimaksud; dan c. Penetapan (justification) hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities). 52

69 Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 428/SK-DIR/BPI/XI/2011 tanggal 30 Nopember 2011 tentang Perubahan Keanggotaan Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee), Perseroan telah membentuk Komite Manajemen Risiko dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Direksi yang membidangi Manajemen Risiko Anggota : Direksi, Business Head, Funding Head, Task Force Head, Finance Head,Treasury Head, Risk Management Head, Corporate Plan and Budget Control Head and Head of Compliance and KYC Sekretaris : Risk Management Head Komite Kredit dan Penetapan Persetujuan Kredit Berdasarkan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB), Perseroan memiliki Komite Kredit yang berfungsi melakukan evaluasi dan pemutus kredit atas permohonan pemberian fasilitas kredit dari Unit Bisnis. 1. Seluruh proses persetujuan kredit baik nasabah baru maupun perpanjangan harus melalui persetujuan Komite Kredit sesuai dengan Batas Wewenang Memutus Kredit yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Direksi. 2. Proses pengambilan keputusan kredit oleh Komite Kredit dapat dilakukan melalui rapat Komite Kredit maupun melalui proses sirkulasi (circulate). 3. Keanggotaan Komite Kredit: a. Jumlah dan keanggotaan Komite Kredit ditetapkan berdasarkan Keputusan Komite Kebijakan Kredit secara tertulis. b. Komite Kredit berada pada tingkat Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang. c. Komite Kredit Kantor Pusat merupakan komite kredit tertinggi dan pemberi keputusan kredit final. d. Kewenangan memutus kredit berada di Kantor Pusat, kecuali diberikan kewenangan khusus oleh Direksi, dan batas kewenangan Direksi dalam memutus kredit ditetapkan oleh Dewan Komisaris. e. Komite Kredit Kantor Wilayah yaitu jabatan yang diberikan kewenangan oleh Direksi untuk memutus kredit di Kantor Wilayah dan bertanggung jawab kepada Direksi f. Komite Kredit Kantor Cabang yaitu jabatan yang diberikan kewenangan oleh Direksi untuk memutus kredit di Kantor Cabang dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Wilayah dan Direksi. 4. Wewenang dan Tanggung Jawab Komite Kredit : a. Komite Kredit berwenang dan bertanggung jawab untuk menganalisa, mengevaluasi tingkat risiko kredit, merekomendasikan serta memutus kredit atas setiap proposal kredit baik proposal baru maupun perubahan dan perpanjangan fasilitas kredit sesuai dengan batas wewenang memutus kredit yang diberikan. b. Komite Kredit berwenang dan bertanggung jawab untuk mengevaluasi kondisi debitur dan portofolio kredit dalam wewenangnya secara berkala. c. Komite Kredit berwenang dan bertanggung jawab untuk melaporkan setiap keputusan kredit baru, perubahan dan perpanjangan fasilitas kredit yang berada dalam wewenangnya kepada Komite Kredit diatasnya. d. Komite Kredit bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kredit yang diberikan telah memenuhi ketentuan perbankan dan sesuai dengan azas-azas perkreditan yang sehat dan prudent. e. Komite Kredit bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pelaksanaan pemberian kredit telah sesuai dengan Kebijakan Pekreditan Bank dan Peraturan Pelaksanaan Pemberian Kredit. f. Komite Kredit bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pemberian kredit telah didasarkan pada penilaian yang jujur, obyektif, cermat dan seksama serta terlepas dari pengaruh pihakpihak yang berkepentingan dengan pemohon kredit. 53

70 g. Komite Kredit meyakini bahwa kredit yang akan diberikan dapat dilunasi kembali pada waktunya dan tidak akan berkembang menjadi kredit bermasalah. h. Melakukan koordinasi dengan Assets Liabilities Committee (ALCO) dalam aspek pendanaan kredit. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. SK 312/DIR-BPI/VI/12 tanggal 25 Juni 2012 tentang Komite Kredit dan Penetapan Persetujuan Kredit. Perseroan telah membentuk Komite Kredit dengan susunan kepengurusan sebagai berikut: Level Level 1 (Kantor Pusat) Level 2 (Kantor Pusat) Level 3 (Kantor Pusat) Level 4 (Kantor Pusat) Level 5 (Regional) Level 6 (Area) Level 7 (Kantor Cabang) Komite Kredit Komisaris Utama, Komisaris, Direktur Utama Direktur Utama, Salah satu Direktur (kecuali Direktur Kepatuhan) Direktur, Business Head Business Head, Credit Policy & Support Head Regional Head, Post Booking Review, dan Credit Review Regional Area Business Lending Manager, Booking Review Area, Credit Review Area Team Leader Branch Manager, Booking Review, Credit Review dan Team Leader Satuan Kerja Manajemen Risiko Berdasarkan PBI No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum jo. PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang Perubahan Atas PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, dalam rangka pelaksanaan proses dan sistem manajemen risiko yang efektif bank wajib membentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko. Satuan Kerja Manajemen Risiko bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama atau kepada Direktur yang ditugaskan secara khusus. Adapun wewenang dan tanggung jawab Satuan Kerja Manajemen Risiko meliputi: a. Pemantauan pelaksanaan strategi Manajemen Risiko yang telah disetujui oleh Direksi; b. Pemantauan posisi risiko secara keseluruhan (composite), per jenis risiko dan per jenis aktivitas fungsional serta melakukan stress testing; c. Kaji ulang secara berkala terhadap proses manajemen risiko; d. Pengkajian usulan aktivitas dan atau produk baru; e. Evaluasi terhadap akurasi model dan validitas data yang digunakan untuk mengukur risiko, bagi bank yang menggunakan model untuk keperluan intern (internal model); f. Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja operasional (risk taking unit) dan atau kepada Komite Manajemen Risiko, sesuai kewenangan yang dimiliki; g. Menyusun dan menyampaikan laporan profil/komposisi risiko kepada Direktur Utama atau direktur yang ditugaskan secara khusus dan Komite Manajemen Risiko secara berkala. Perseroan telah membentuk satuan-satuan kerja untuk memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No.8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Satuan Kerja Manajemen Risiko yang dibentuk oleh Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No.004/SK DIR/BEI/I/2004 tanggal 28 Januari 2004 tentang Pembentukan Satuan Kerja Manajemen Risiko jis. Surat Keputusan No. 012A/SK-DIR-BEI/VII/2010 tanggal 27 Juli 2010 tentang Struktur Organisasi PT Bank Eksekutif Internasional Tbk, Surat Perseroan kepada Bank Indonesia No. 231/DIR-BPI/BPI/X/2010 tanggal 20 Oktober 2010 perihal Laporan Pengangkatan Pejabat Eksekutif, dan Surat Keputusan PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. SK.071/PJ/HCM/X/2010 tanggal 1 Oktober 2010, Surat Keputusan PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. SK.026/PJ/HCM/II/2011 tanggal 1 Pebruari 2011, Surat Keputusan PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. SK.4211/HCM/X/2011 tanggal 17 Oktober 2011 dan Surat Keputusan PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. SK.1374/HCM/III/2011 tanggal 31 Maret 2011, dipimpin oleh Totok Wibisono sebagai Risk Management Head. 54

71 Assets and Liabilities Committee (ALCO) Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 beserta lampirannya, dalam melaksanakan fungsi pengendalian risiko suku bunga dan risiko likuiditas, bank sekurang-kurangnya menerapkan Assets and Liabilities Management (ALMA). Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan ALMA, Perseroan membentuk ALCO. Adapun cakupan kebijakan ALCO meliputi: a. Uraian tentang tanggung jawab, frekuensi pertemuan ALCO, dan keanggotaan ALCO; b. Uraian tentang jalur pelaporan antara ALCO dan Direksi; c. Uraian tentang strategi penanaman dana; d. Strategi hedging; e. Strategi pendanaan; f. Strategi penetapan harga; g. Pengelolaan risiko suku bunga, yaitu: 1) penetapan limit terhadap eksposur tertentu, baik dari sisi produk dan juga counterparty; 2) pengukuran risiko dengan menggunakan Gap Analysis dan Duration Analysis. Tanggung jawab ALCO antara lain mencakup: a. Pengembangan, kaji ulang dan modifikasi strategi ALMA; b. Evaluasi posisi risiko suku bunga Bank dan strategi ALMA guna memastikan bahwa hasil risk taking position Perseroan telah konsisten dengan tujuan pengelolaan risiko suku bunga; c. Kaji ulang penetapan harga (pricing) aset dan liabilitas untuk memastikan bahwa pricing tersebut dapat mengoptimalkan hasil penanaman dana, meminimumkan biaya dana, dan memelihara struktur neraca bank, sesuai dengan strategi ALMA Perseroan; d. Kaji ulang deviasi antara hasil actual dengan proyeksi anggaran dan rencana bisnis Perseroan; dan e. Penyampaian informasi kepada Direksi mengenai setiap perkembangan ketentuan dan peraturan terkait yang mempengaruhi strategi dan kebijakan ALMA. Perseroan memiliki ALCO dimana susunan keanggotaan ALCO terakhir menurut Surat Keputusan Direksi No. SK.200/DIR BPI/V/12 tanggal 1 Mei 2012 tentang Perubahan Susunan Keanggotaan ALCO yang terdiri dari: Ketua : Direktur Utama Anggota : Direksi, Group Head Funding, Kepala Divisi Risk Management, Kepala Divisi Treasury, Kepala Divisi Corporate Planning & Budget Control, Kepala Divisi Compliance & KYC, Corporate Secretary. 5. Audit Intern Perseroan memiliki Unit Audit Internal untuk diselaraskan dengan Peraturan IX.I.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK No. Kep-496/BL/2008 tanggal 28 Nopember 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. SK.043/DIR/BPI/III/2011 tanggal 7 Maret 2011 tentang Perubahan Piagam Audit Intern, telah ditetapkan perubahan atas Piagam Audit Intern PT Bank Pundi Indonesia Tbk, sebagaimana terlampir pada Piagam Audit Intern PT Bank Pundi Indonesia Tbk tanggal 1 Pebruari

72 Berikut ini adalah susunan keanggotaan audit internal Perseroan: 6. Sumber Daya Manusia Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa kekuatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aset terpenting bagi operasional dan kelangsungan usaha Perseroan, sehingga pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia ini akan dilakukan secara terencana dan berkesinambungan agar nantinya setiap individu dapat berkembang dan selalu memberikan kontribusi yang maksimal terhadap kinerja Perseroan. Salah satu kunci keberhasilan dan kelangsungan usaha Perseroan hingga saat ini terletak pada karyawan yang berdedikasi tinggi dan berkualitas. Guna menunjang pencapaian tujuan-tujuan tersebut, Perseroan selalu berusaha menciptakan suasana kerja yang baik, yang dapat mendorong karyawannya untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya melalui kompetisi yang sehat, dengan tetap mengutamakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Dalam hal ini Perseroan selalu memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawan untuk mengembangkan diri seluas-luasnya sesuai kemampuan, minat, dan potensi yang dimiliki, melalui program-program pendidikan internal maupun eksternal yang diadakan secara berkesinambungan. Perseroan berusaha memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan dalam bentuk seminar, lokakarya, atau kursus tertentu sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Program-program ini bertujuan sebagai penyegaran dan menambah pengetahuan atau keterampilan tiap individu maupun untuk meningkatkan pengetahuan perbankan karyawan pada umumnya sehingga Perseroan mampu mengantisipasi tingginya tingkat persaingan di bidang usahanya. Disamping menyediakan berbagai fasilitas dan program pengembangan diri, Perseroan melakukan perbaikan kualitas sumber daya manusianya yang dimulai dengan menempatkan setiap individu sesuai dengan minat dan kompetensinya, membangun sistem sumber daya manusia termasuk sistem remunerasi berdasarkan keahlian dan akuntabilitasnya. Dalam hal remunerasi dan penggajian, Perseroan telah sepenuhnya mengikuti dan mematuhi tentang Upah Minimum Regional yang ditentukan oleh Departemen Tenaga Kerja. 56

73 Dalam hal upah kerja, Perseroan telah memenuhi Upah Minimum Propinsi/Kota yang ditentukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Kesejahteraan karyawan memperoleh perhatian dalam rangka meningkatkan motivasi serta produktivitas kerja. Fasilitas yang diberikan untuk kesejahteraan karyawannya meliputi: - Jaminan kesehatan untuk karyawan dan keluarganya - Fasilitas pinjaman karyawan - Jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) - Tunjangan Hari Raya (THR) dan tunjangan pendidikan - Penghargaan kinerja tahunan dengan nama Bonus atau Tunjangan Prestasi - Imbalan paska kerja sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun Fasilitas-fasilitas kesejahteraan karyawan diberikan kepada setiap karyawan dengan jumlah dan batas yang disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu (jabatan/masa kerja/posisi dan lain-lain). Disesuaikan dengan perkembangan usaha Perseroan, jumlah sumber daya manusia yang dimiliki terus mengalami peningkatan, dan per tanggal 31 Maret 2012, Perseroan memiliki karyawan tetap dan 656 karyawan kontrak (tidak termasuk dewan komisaris) yang melayani nasabah di berbagai kota besar di seluruh Indonesia. Seluruh karyawan Perseroan merupakan tenaga kerja lokal dan hingga saat ini Perseroan tidak mempekerjakan tenaga kerja asing. Hingga saat ini tidak terdapat serikat pekerja yang dibentuk oleh karyawan Perseroan. Perkembangan jumlah dan komposisi karyawan berdasarkan jenjang jabatan, jenjang pendidikan dan jenjang usia disajikan dalam tabel-tabel berikut ini: Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan Perseroan adalah sebagai berikut: Keterangan 31 Maret 31 Desember Direksi Vice President General Manager Manajer Supervisor Pelaksana Jumlah Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan: 31 Maret 31 Desember Keterangan Tetap Kontrak Tetap Kontrak Tetap Kontrak Tetap Kontrak Pasca Sarjana Sarjana Sarjana Muda Non Sarjana Jumlah Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia: 31 Maret 31 Desember Keterangan Tetap Kontrak Tetap Kontrak Tetap Kontrak Tetap Kontrak tahun tahun tahun tahun > 60 tahun Jumlah

74 7. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN PERSEROAN Hubungan kepengurusan dan pengawasan Perseroan dan pemegang saham berbentuk badan hukum Nama Perseroan PT Recapital IF Services Pershing Securities Netherland B.V. LLC Endriartono Sutarto Komisaris Utama (Independen) Dedy R Ramsey Komisaris I Goesti V Bagoes Oka Komisaris Independen - - Gandhi Ganda Putra Direktur Utama Teguh Wiyono Direktur Maximianus Puguh Djiwanto Direktur Ramono Sukadis Direktur Beni Nurtantijo Direktur KETERANGAN MENGENAI ASET TETAP Pada saat prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 21 bidang tanah dan bangunan serta beberapa unit ruangan yang merupakan seluruh aset tetap yang dimiliki dan terdaftar atas nama Perseroan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan. Uraian tentang bidang-bidang tanah dan bangunan serta unit ruangan yang dimiliki oleh Perseroan tersebut adalah sebagai berikut: 58

75 Bukti Kepemilikan Aset Alamat 1 HGB No.460 Tanah, luas M2, Bangunan, Kantor dan Sarana Pelengkap Jl.R.S Fatmawati No.12, Kel.Gandaria Utara, Kec. Kebayoran Baru, Kodya JKT Selatan, DKI JKT Berakhirnya Hak Atas Tanah Peruntukan 22 Juni 2023 Kantor Pusat Operasional Nilai Buku per 31 Maret 2012 (Rp) HGB No HGB No HGB No unit ruko, 3,5 lantai, luas tanah 333 M2, luas bangunan 666M2 (HGB 721 : 95 M2) (HGB 722 : 88 M2) (HGB 723 : 150 M2) Jl.Kyai Maja No.37, Blok D No.8, Kel. Pela, Kec. Kebayoran Baru, JKT Sel, DKI JKT 30 Juni 2012 Sesuai Surat Keterangan tanggal 19 Juli 2012, yang dibuat oleh Irma Yousfrita, SH., MKn., notaris di Jakarta, kantor notaris Yousfrita SH., Mkn., Notaris sedang melakukan pengurusan perpanjangan SHGB. Perkiraan lama pengurusan adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keterangan. Kantor Cabang Pembantu Mayestik, Jakarta HGB No unit ruko, 3 lantai, luas tanah 274M2, luas bangunan 822 M2 Jl.Pemuda No.13, Kel.Aur, Kec.Medan Maimun, Kodya Medan, Prop.Sumatera Utara 6 HGB No unit ruko, 3,5 lantai, luas Jl. Bubakan Baru Blok 1 dan 7 HGB No.650 tanah 166 M2, luas bangunan A.2, Kel.Tamanwinangun, 484 M2 Kec.Semarang Utara, Prop. (HGB 649 : 96 M2) Jawa Tengah (HGB 650 : 70 M2) 8 HGB No.1908 Tanah, luas 743 M2, Jl.Jendral Sudirman No.301, Bangunan Kantor dan Sarana Kel.Gisikdrono, Kec. Pelengkap Semarang Barat, Prop.Jawa Tengah 9 HGB No unit ruko, 3 lantai, luas Jl. Pluit Karang No.269 Blok tanah 150 M2, luas bangunan A6 Utara Kav. No. 17, 200 M2 28 Desember 2014 Kantor Cabang Medan 8 Pebruari 2018 Kantor Cabang Pembantu Semarang 2 Mei 2014 Kantor Cabang Semarang 30 Juli 2032 Kantor Cabang Pembantu Muara Karang, Jakarta HGB No unit ruko, 3 lantai, luas tanah 144 M2, luas bangunan 314 M2 11 HGB No.4178 (HGB 4177 : 72 M2) (HGB 4178 : 72 M2) Komplek Ruko Kelapa Gading Blok FY-1 No.16-17, Jl.Kelapa Gading Bulevar, Kel.Kelapa Gading, Kec. Kelapa Gading, Kodya JKT Utara, DKI JKT 5 Januari 2011 Sesuai Surat Keterangan No. 636/K-Not/V/2012 tanggal 29 Mei 2012, yang dibuat oleh Irma Devita Purnamasari, SH., M.Kn., notaris di Jakarta Utara, yang menerangkan antara lain bahwa sertifikat ini sedang dalam proses perpanjangan SHGB pada instansi yang berwenang. Dalam hal pembayaran uang pemasukan dan pajakpajak telah dapat Notaris bayarkan, maka selambat-lambat ± 4 (empat) bulan sejak tanggal pembayaran tersebut, asli 3 (tiga) buah sertifikat yang dimaksud akan diserahkan kepada Perseroan Kantor Cabang Kelapa Gading, Jakarta

76 Bukti Kepemilikan Aset Alamat 12 HGB No HGB No Tanah, luas 540 M2, Jl.Sulawesi No.59-61, Kel. Bangunan Kantor dan Sarana Pattunuang, Kec.Wajo, Kota Pelengkap Makasar, Prop.Sulawesi (HGB : 325 M2) Selatan (HGB : 215 M2) 14 HGB No.04 Tanah, luas 576 M2, Jl.Sam Ratulangi No.214, Bangunan Kantor dan Sarana Kel.Titiwungen Selatan, Pelengkap Kec.Sario, Manado, Prop. Sulawesi Utara 15 HGB No.54 Tanah, luas 355 M2, Jl.Astana Anyar No.42-44, Bangunan Kantor dan Sarana Kel.Cibadak, Kec.Astana Pelengkap Anyar, Kodya Bandung, Prop,Jawa Barat 16 HGB No.752/ ps. Tanah, luas 435 M2, Jl.Laksamana Malahayati Bangunan Kantor dan Sarana No.230, Kel.Pesawahan, Kec. Pelengkap Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Prop.Lampung 17 HGB No.308 Tanah, luas 437 M2, Jl.Basuki Rachmat No.76, Bangunan Kantor dan Sarana Kel.Klojen, Kec.Klojen, Pelengkap Malang, Prop.Jawa Timur 18 HGB No.504 Tanah, luas 980 M2, Jl.Diponegoro No.105, Kel. Bangunan Kantor dan Sarana Dauh Puri, Kec.Denpasar Pelengkap Barat, Denpasar, Prop,Bali 19 HGB No.580 Tanah, luas 645 M2, Jl.Basuki Rachmat No.17-19, Bangunan Kantor dan Sarana Kel.Embongkaliasin, Kec. Pelengkap Genteng, Surabaya, Prop. (HGB 580 : 500 M2) Jawa Timur (HGB 413 : 145 M2) Berakhirnya Hak Atas Tanah HGB berakhir tanggal 13 Juni 2037 HGB berakhir tanggal 16 Nopember 2031 Peruntukan Kantor Cabang Makassar 19 Pebruari 2034 Kantor Cabang Manado 7 September 2029 Kantor Cabang Bandung 1 September 2012 Kantor Cabang Lampung 1 April 2031 Kantor Cabang Malang 12 Nopember 2017 Kantor Cabang Denpasar No.580 berakhir tanggal HGB No.413 No.413 berakhir tanggal 8 Maret HGB No.473 Tanah, luas 712 M2, Jl.Jaksa Agung Suprapto Bangunan Kantor dan Sarana No.32, Kel.Ketabang, Kec. Pelengkap Genteng, Surabaya, Prop. Jawa Timur 27 Maret 2030 Kantor Cabang Pembantu Surabaya Nilai Buku per 31 Maret 2012 (Rp) Kantor Cabang Surabaya Total aset tetap Kendaraan Bermotor Seluruh kendaraan bermotor yang dimiliki dan digunakan Perseroan merupakan milik dan terdaftar atas nama Perseroan. Saat ini, Perseroan memiliki dan menguasai 17 (tujuh belas) kendaraan bermotor roda dua. 9. ASURANSI Sudah menjadi kebijakan Perseroan untuk mengasuransikan dalam jumlah yang memadai untuk seluruh properti yang dimiliki terhadap risiko kebakaran dan risiko umum lainnya. Untuk itu Perseroan telah mengadakan perjanjian asuransi dengan beberapa perusahaan asuransi untuk melindungi harta kekayaannya maupun operasional usahanya, meliputi asuransi cash in premises/cash in safe/asuransi cash in cashier box, asuransi cash in transit, dan asuransi gedung. Asuransi cash in premises/cash in safe/asuransi cash in cashier box adalah asuransi yang melindungi risiko terhadap uang dan/atau surat-surat berharga dan/atau barang-barang yang dapat dipersamakan dengan uang yang disimpan di dalam lemari besi milik Perseroan yang berada di masing-masing kantor bank dalam jaringan kantor Perseroan. Asuransi cash in transit merupakan asuransi yang melindungi terhadap risiko pengiriman uang dari satu wilayah kantor bank tertentu ke wilayah tertentu lain yang meliputi wilayah kerja masing-masing kantor cabang Perseroan. Sedangkan asuransi gedung merupakan asuransi yang melindungi dari risiko kebakaran atau risiko umum lainnya terhadap bangunan kantor beserta inventaris kantor Perseroan. Perseroan juga memiliki kebijakan yang mewajibkan penutupan asuransi untuk seluruh agunan/jaminan yang diberikan oleh nasabah, khususnya jika agunan/jaminan kredit tersebut berupa tanah/bangunan dan barang bergerak lainnya. Selain aset tetap, Perseroan juga memiliki polis asuransi jiwa kredit untuk mengcover pinjaman yang diberikan kepada nasabahnya, dimana jumlah asuransi itu sebesar 100% dari jumlah pinjaman yang diberikan kepada debitur. 60

77 Perseroan telah mengadakan perjanjian asuransi dengan perusahaan asuransi yaitu PT Asuransi Recapital (afiliasi), PT Asuransi Wahana Tata (tidak terafiliasi), dan PT Asuransi Sinar Mas (tidak teafiliasi) untuk melindungi harta kekayaannya maupun operasional usahanya, meliputi asuransi Cash in Safe, asuransi Cash in Transit dan asuransi gedung yang seluruhnya masih berlaku sampai dengan tanggal Prospektus ini. PT Asuransi Recapital merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan melalui kepemilikan secara langsung PT Recapital Securites di PT Asuransi Recapital. Perseroan menyatakan tidak ada perbedaan syarat dan kondisi yang berlaku antara perusahaan asuransi terafiliasi dengan perusahaan asuransi lainnya. Berikut ini keterangan tentang pertanggungan asuransi cash in safe, asuransi cash in transit, dan asuransi gedung yang dimiliki Perseroan per tanggal 31 Mei 2012: A. Asuransi Cash in Safe (CIS) dan Cash in Transit (CIT) Sesuai dengan Polis No. HDO/MI-01/2012/0255 dengan tipe Money Insurance (CIS & CIT) dengan periode asuransi dari tanggal 14 Januari 2012 s/d 14 Januari 2013 dimana PT Asuransi Recapital bertindak sebagai penanggungnya, baik Kantor Pusat, maupun seluruh kantor-kantor cabang dan kantor-kantor cabang pembantu Perseroan telah termasuk ke dalam pertanggungan dari Polis tersebut kecuali kantor cabang Cirebon, kantor cabang pembantu Ciranjang, kantor cabang pembantu Kroya, dan kantor cabang pembantu Ketahun yang sedang dalam proses pengurusan oleh Perseroan B. Asuransi Gedung Sesuai dengan Polis No. HDO/FF-02/2012/00068 dengan periode asuransi sejak tanggal 10 Februari 2012 s/d 10 Februari 2013 dimana PT Asuransi Recapital bertindak sebagai penanggungnya, Polis No dengan periode asuransi sejak tanggal 10 Februari 2012 s/d 10 Februari 2013 dimana PT Asuransi Wahana Tata bertindak sebagai penanggungnya, dan Polis No dengan periode asuransi sejak tanggal 10 Februari 2012 s/d 10 Februari 2013, baik Kantor Pusat, maupun seluruh kantor-kantor cabang dan kantor-kantor cabang pembantu Perseroan telah termasuk ke dalam pertanggungan dari Polis tersebut kecuali kantor cabang Cirebon, kantor cabang pembantu Ciranjang, kantor cabang pembantu Kroya, dan kantor cabang pembantu Ketahun yang sedang dalam proses pengurusan oleh Perseroan. Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa premi asuransi yang dibayarkan telah mencukupi untuk menutupi kemungkinan kerugian yang mungkin timbul terkait dengan kegiatan usaha Perseroan. 10. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan juga memiliki transaksi atau hubungan usaha dengan pihak-pihak afiliasi atau pihak-pihak berelasi (yang mempunyai hubungan istimewa), yaitu pihak yang mempunyai hubungan secara langsung atau tidak langsung, mengendalikan, dikendalikan atau di bawah satu pengendalian dan mempunyai hubungan sebagai pemegang saham utama dari Perseroan. Perseroan melakukan beberapa transaksi usaha atau transaksi keuangan berikut ini dengan pihak-pihak berelasi, yang dilaksanakan berdasarkan syarat dan kondisi yang sama seperti yang dilakukan dengan pihak ketiga lainnya, kecuali pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Transaksi-transaksi Perseroan dengan pihak berelasi adalah berupa transaksi: a. Giro dari pihak-pihak berelasi; b. Tabungan dari pihak-pihak berelasi; c. Deposito dari pihak-pihak berelasi; dan d. Transaksi sewa menyewa. 61

78 Berikut ini adalah uraian tentang transaksi-transaksi Perseroan yang dilakukan dengan pihak - pihak berelasi pada tanggal 31 Maret 2012 dan pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Aset Kredit yang diberikan Jumlah Jumlah Aset Persentase terhadap jumlah Aset 0% 0% 0% 1,39% Liabilitas Giro Tabungan Deposito berjangka Simpanan dari bank lain Pinjaman dari pihak berelasi dan pemegang saham Jumlah Jumlah Liabilitas Persentase terhadap jumlah Liabilitas 3,09% 3,86% 27,45% 9,88% Penghasilan bunga pihak berelasi Penghasilan bunga total Persentase terhadap jumlah penghasilan bunga 0% 0% 0,17% 1,28% Beban Bunga pihak berelasi Beban Bunga total Presentase terhadap jumlah beban bunga 0,36% 1,90% 4,60% 4,16% Beban sewa pihak berelasi Beban Umum dan Administrasi total Persentase terhadap Beban Umum dan Administrasi 4,43% 0,27% 1,79% 0,65% Penjualan Agunan Yang Diambil Alih Transaksi-transaksi yang dilakukan Perseroan dengan pihak-pihak berelasi antara lain sebagai berikut: Pihak - pihak berelasi Bentuk Hubungan PT Capitalinc Investment Tbk Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Recapital Advisors Pemegang Saham RCS PT Recapital Securities Pemegang Saham Perseroan PT Recapital Asset Management Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Restyle Concept Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Retower Asia Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Capitalinc Finance Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Asuransi Jiwa Recapital Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Asuransi Recapital Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Berau Coal Energy Tbk Entitas sepengendali dengan Perseroan PT Berau Coal Entitas sepengendali dengan Perseroan PT First Security Perusahaan pihak berelasi PT Capital Mitra Usaha Perusahaan pihak berelasi PT Selaras Indah Sejati Perusahaan pihak berelasi Green Resources International Ltd Perusahaan pihak berelasi PT Prima Sahaja Perusahaan pihak berelasi Lunardi Widjaja * Pemegang saham dan komisaris utama Lusiana Widjaja * Pemegang saham Irawati Widjaja * Pemegang saham Sinthyawati Widjaja * Pemegang saham Setiawan Widjaja* Pemegang saham PT Global Lestari Motorindo * Perusahaan pihak berelasi PT Global Sulsel Motor * Perusahaan pihak berelasi PT Lunardi Sentra * Perusahaan pihak berelasi PT Mintuna Nagareksa * Perusahaan pihak berelasi PT Transpay Indonesia * Perusahaan pihak berelasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) * Perusahaan pihak berelasi BPR Jember Lestari BPR Babat Lestari BPR Porong Lestari BPR Dewaninusa Direksi, Komisaris dan Pejabat Eksekutif Pengurus Perseroan (*) Perusahaan dan perseorangan termasuk pihak yang berelasi sampai dengan 26 Mei

79 11. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA Selain perjanjian-perjanjian yang dibuat dengan para nasabah sehubungan dengan kegiatan pendanaan dan/atau penyaluran dana bank, Perseroan telah menandatangani perjanjian-perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga sehubungan dengan penyediaan jasa fasilitas perbankan, teknologi informasi, dan sewa mesin ATM antara lain dengan PT Sigma Cipta Caraka, PT Rintis Sejahtera, PT Bank Perkreditan Rakyat Semoga Jaya Artha, PT Artajasa Pembayaran Elektronis, PT. Titan Sarana Niaga, dan PT Datindo Infonet Prima. Perjanjian Kerjasama Dengan Pihak Ketiga Sehubungan Dengan Penyediaan Jasa Fasilitas Perbankan: i. Perjanjian Kerjasama sebagai Issuer Bank No 021/DIR-BEI/II/05; No: PKS/RS-Eksekutif/001/ II/2005 tanggal 1 Februari 2005 jo. Addendum I Perjanjian Kerjasama sebagai Issuer Bank Nomor Perseroan: 008/PKS/DIR-BPI/II/12; Nomor Rintis: RS-SWC antara Perseroan dan PT Rintis Sejahtera ( Rintis ). Lingkup Perjanjian ini adalah, Perseroan bermaksud untuk bekerjasama dengan Rintis sehubungan dengan akan digunakannya ATM Acquirer dan EDC Acquirer agar dapat digunakan oleh nasabahnya untuk mengadakan transaksi. Perjanjian berlaku untuk jangka waktu selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal pada saat keseluruhan Biaya Anggota Peserta dan Uang Jaminan telah dibayar oleh Perseroan dan telah diterima oleh Rintis. Jika salah satu Pihak berniat untuk tidak memperpanjang perjanjian, maka pihak tersebut harus memberitahukan pihak lainnya dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari. Jika tidak ada pemberitahuan, perjanjian diperpanjang secara otomatis dan berlangsung demikian seterusnya. ii. Perjanjian Kerjasama sebagai Acquirer Bank No: 022/DIR-BEI/II/05; No: PKS/RS-Eksekutif/002/ II/2005 tanggal 1 Februari 2005 antara Perseroan dan PT Rintis Sejahtera ( Rintis ). Lingkup Perjanjian ini adalah, Rintis sebagai switching service provider bermaksud mengadakan kerjasama dengan Perseroan untuk menggunakan fasilitas jaringan ATM Acquirer sehingga dapat digunakan oleh nasabah dari Issuer bank serta bermaksud menggabungkan ATM Acquirer ke dalam jaringan ATM dan atau EDC yang dimiliki bank lainnya yang juga telah dan atau akan bergabung dalam jaringan sistim switching Rintis yang dapat digunakan oleh nasabah dari Issuer Bank. Para Pihak akan mempergunakan jasa BCA sebagai lembaga penyelesaian kewajiban dari Rintis, Issuer Bank dan Perseroan yang timbul berdasarkan Perjanjian ini. Jangka Waktu Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal pada saat keseluruhan Biaya Anggota Peserta dan Uang Jaminan telah dibayar oleh Perseroan dan telah diterima oleh Rintis pada saat Perseroan mengadakan kerjasama dengan Rintis untuk menjadi Issuer Bank. Jika salah satu Pihak berniat untuk tidak memperpanjang perjanjian, maka pihak tersebut harus memberitahukan pihak lainnya dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari. Jika tidak ada pemberitahuan, perjanjian diperpanjang secara otomatis dan berlangsung demikian seterusnya. iii. Perjanjian Kerjasama Nomor Bank Eksekutif: 120/BPR-SJA/DIR/XI/2007; Nomor Perseroan: 001A/DIR BEI/PRJ/XI/2007 tanggal 8 November 2007 antara PT Bank Perkreditan Rakyat Semoga Jaya Artha ( BPR SJA ). Lingkup Perjanjian ini adalah, BPR SJA bermaksud bergabung ke dalam jaringan ATM Bersama yang diselenggarakan oleh PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Untuk proses penyelesaian transaksi atas segala Hak maupun Kewajiban yang akan timbul akibat dari transaksi keuangan yang dilakukan melalui jaringan ATM Bersama, BPR SJA menunjuk Perseroan untuk melakukan penyelesaian. Perjanjian Kerjasama berlaku sejak saat ditandatangani. Jika tidak ada pemberitahuan pengakhiran dalam waktu 60 (enam puluh) hari sebelum jangka waktu berakhir dari salah satu pihak, maka perjanjian diperpanjang secara otomatis. 63

80 iv. Perjanjian Pemanfaatan ATM Bersama Untuk Principle Perseroan No. Artajasa 023/PKS- BPI/AJ/000/2011; No. Perseroan 174A/DIR-BPI/PRJ/VIII/2011 tanggal 8 Agustus 2011 antara Perseroan dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis ( Artajasa ). Lingkup Perjanjian ini adalah, Perseroan bekerjasama dengan Artajasa untuk menyelenggarakan ATM Perseroan di jaringan ATM bersama yang ditetapkan Artajasa. Jangka Waktu Perjanjian ini selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditandatangani Perjanjian, apabila Perseroan tidak akan memperpanjang Perjanjian, maka selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian, Perseroan wajib memberikan pemberitahuan tertulis yang menyatakan maksudnya tersebut kepada Artajasa. Perjanjian Kerjasama Dengan Pihak Ketiga Sehubungan Dengan Teknologi Informasi: i. Perjanjian Jasa Manajemen Teknologi Informasi No.022/FIN/BEKS/A/1O tanggal 1 September 2010 antara Perseroan dan PT Sigma Cipta Caraka ( Sigma ). Lingkup Perjanjian ini adalah Perseroan bermaksud menggunakan jasa alih daya (outsourcing) Sigma dalam rangka pengadaan maupun pengoperasian aplikasi untuk mendukung operasional dari aktivitas usaha perbankan, termasuk komponen-komponen sistim IT lainnya yang diperlukan agar Perseroan dan nasabah dapat menggunakan dan memanfaatkan fungsi-fungsi aplikasi secara terus menerus. Jangka waktu jasa adalah 3 (tiga) tahun yang dihitung sejak tanggal ditandatanganinya Berita Acara Live Operasional. ii. Perjanjian Penyediaan Lisensi Aplikasi No.0174/SCC/BBPI/A/11 tanggal 1 Desember 2011 antara Perseroan dan PT Sigma Cipta Caraka ( Sigma ). Lingkup Perjanjian ini adalah Perseroan berkeinginan untuk menggunakan program aplikasi integrated transaction management middleware solutions (Aplikasi) dan beberapa jasa yang berkaitan dengan Aplikasi untuk mendukung kebutuhan operasional dan bisnis Perseroan dan Sigma dapat menyediakan lisensi atas Aplikasi dan memberikan jasa yang terkait dengan Aplikasi. Jangka waktu jasa berlaku sejak ditandatanganinya Perjanjian hingga masa waktu yang ditentukan kecuali salah satu pihak mengakhiri Perjanjian. Perjanjian Kerjasama Dengan Pihak Ketiga Sehubungan Dengan Sewa Mesin ATM: i. Perjanjian Sewa Mesin ATM No. TADV/PKS/TSN/004/XII/2011 tanggal 1 November 2011 antara Perseroan dengan PT Titan Sarana Niaga ( Titan ). Lingkup Perjanjian ini adalah Penyewaan 50 (lima puluh) unit mesin ATM merk NCR oleh Perseroan dari Titan. Jangka waktu Perjanjian adalah 4 (empat) tahun atau 48 (empat puluh delapan) bulan terhitung sejak 1 November 2011 s/d 1 November ii. Perjanjian Sewa Mesin ATM No. /PKS/196/DIR-BPI/X/2011 tanggal 31 Oktober 2011 antara Perseroan dan PT Datindo Infonet Prima ( Datindo ). Lingkup Perjanjian ini adalah Penyewaan 20 (dua puluh) unit mesin ATM merk Nautilius Hyosung tipe MX-5600 (MX-5600) oleh Perseroan Datindo. Jangka waktu Perjanjian adalah sejak 4 (empat) tahun atau 48 (empat puluh delapan) bulan terhitung sejak 1 November 2011 s/d 31 Oktober

81 Tidak ada perjanjian dengan pihak ketiga yang mengikat Perseroan dengan syarat-syarat tertentu sehingga merugikan pemegang saham publik (negative covenants). 12. KETERANGAN TENTANG PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN Perseroan terlibat beberapa kasus hukum yang berhubungan dengan kegiatan usahanya selama ini, dan perkara-perkara litigasi yang melibatkan Perseroan seluruhnya adalah perkara perdata dimana Perseroan sebagai penggugat, terlibat sebagai tergugat atau turut tergugat, adalah sebagai berikut: Perkara-perkara dimana kedudukan Perseroan sebagai Penggugat: No. Kedudukan Perseroan Status Perkara 1. Penggugat/Terbanding: Perseroan Tergugat/Pembanding: Berlin Mukin Dkk Perkara No. 27/PDT.G/2008/PN. Kdi tanggal 18 April 2008 mengenai perbuatan melawan hukum sehubungan dengan dialihkannya aset-aset jaminan penyelesaian kewajiban Tergugat I. Putusan Pengadilan Negeri Kendari No. 27/PDT.G/2008/PN. Kdi tanggal 3 Maret 2009, antara lain sebagai berikut: 1. Menyatakan Tergugat I,II dan Turut Tergugat I,II,III berkewajiban membayar hutangnya kepada Penggugat sebesar Rp ,12; 2. Menyatakan jual beli yang telah dilakukan oleh Tergugat I dengan Tergugat IV dan Tergugat VI adalah batal; 3. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslaag) telah dilakukan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Kendari pada tanggal 12 Juni Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara No. 39/Pdt/2009/PT.Sultra tanggal 14 Agustus 2009, antara lain sebagai berikut : Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Kendari tanggal 3 Maret 2009 No. 27/PDT.G/2008/PN Kdi yang dimohonkan banding Status akhir : Perkara No. 27/Pdt.G/2008/PN. Kdi masih dalam proses pemeriksaan Kasasi di Mahkamah Agung, dan Peseroan belum menerima pemberitahuan lebih lanjut dari Mahkamah Agung mengenai status Perkara tersebut. Perkara-perkara dimana kedudukan Perseroan sebagai Tergugat: No. Kedudukan Perseroan Status Perkara 1. Penggugat/Pembanding: Eddy Martono Tergugat/Terbanding: Perseroan sebagai Tergugat III Perkara No.85/PDT.G/2007/PN.PTK, tanggal 21 November 2007 mengenai perbuatan melawan hukum terhadap para Penggugat yaitu tindakan Tergugat yang meminta Penggugat menandatangani beberapa akta Notaris dalam keadaan terpaksa. Putusan Pengadilan Negeri Pontianak No.85/PDT.G/2007/PN.PTK tanggal 5 Juni 2008, antara lain sebagai berikut: 1. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya; 2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini yang hingga saat ini ditaksir sebesar Rp ,- Putusan Pengadilan Tinggi Pontianak No. 54/PDT/2008/PT.PTK tanggal 19 Desember 2008, antara lain sebagai berikut: 1. Membatalkan putusan Pengadilan negeri Pontianak tanggal 5 Juni 2008 No.85/PDT.G/2007/PN.PTK yang dimohonkan Banding tersebut; 2. Menyatakan perbuatan Tergugat I, Tergugat II dan tergugat III telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum; 3. Menyatakan batal dan tidak sah Perjanjian dan Surat Kuasa termasuk yang menjadi lampiran minuta asli akta-akta Notaris yang dibuat oleh Notaris Ali, S.H. Status Akhir : Perkara No. 85/PDT.G/2007/PN.PTK masih dalam proses pemeriksaan Kasasi di Mahkamah Agung, dan Peseroan belum menerima pemberitahuan lebih lanjut dari Mahkamah Agung mengenai status Perkara tersebut. 65

82 2. Penggugat/Terbanding: Ny, R A Peni Surti Setiti Tergugat/Pembanding: Perseroan sebagai Tergugat I Perkara No.161/PDT.G/2008/PN.JKT.BRT, tanggal 22 April 2008 mengenai Gugatan Penggugat kepada Para Tergugat sehubungan dengan kelanjutan Perkara Perdata No.117/Pdt.G/2003/PN JKT BRT. dengan dalil Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum, dan Penggugat menginginkan uang tebusan Rp dikembalikan kepada Pengugat yang dalam proses kasasi Perkara Perdata No. 117/Pdt.G/2003/PN JKT BRT. diberikan oleh Penggugat kepada Tergugat I sebagai uang tebusan agar sertifikat tanah HGB 21/Kelapa Dua dapat dikembalikan. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 161/PDT.G/2008/PN.JKT.BRT tanggal 14 Oktober 2008, antara lain sebagai berikut: 1. Menyatakan Tergugat I telah melakukan perbuatan melanggar hukum; 2. Menghukum Tergugat I untuk mengembalikan uang Penggugat sebesar Rp setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 135/Pdt/2009/PT.DKI jo. No. 161/PDT.G/2008/PN.JKT.BRT, antara lain sebagai berikut: Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 161/PDT.G/2008PN JKT BAR tanggal 14 Oktober 2008 yang dimohonkan banding sekedar penambahan amar putusan tentang eksepsi, sehingga amar selengkapnya sebagai berikut: 1. Menyatakan Pembanding semula Tergugat I untuk mengembalikan uang kepada Penggugat sebesar Rp setelah putusan berkekuatan hukum tetap; 2. Menolak gugatan Terbanding I semula Penggugat untuk selain dan selebihnya. Status Akhir : Perkara No.161/PDT.G/2008/PN.JKT.BRT masih dalam proses pemeriksaan Kasasi di Mahkamah Agung, dan Peseroan belum menerima pemberitahuan lebih lanjut dari Mahkamah Agung mengenai status Perkara tersebut. 3. Penggugat/Terbanding/ Termohon Kasasi: H. Nur Ain Para Tergugat/Pembanding/ Pemohon: Perseroan sebagai Tergugat IX Perkara No. 410/PDT.G/2006/PN. TNG tanggal 24 Nopember 2006 mengenai, gugatan Penggugat kepada Tergugat IX sebagai pemegang Hak tanggungan untuk mengembalikan Sertifikat Hak Milik No.188/Desa Neglasari yang diserahkan oleh Tergugat VIII sebagai jaminan, dengan alasan Tergugat VIII memperoleh tanah tersebut dengan tidak sah. Putusan Pengadilan Negeri Tangerang No. 410/PDT.G/2006/PN. TNG tanggal 28 Juni 2007, antara lain sebagai berikut: Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Putusan Pengadilan Tinggi Banten No. 68/PDT/2007/PT Banten tanggal 22 November 2007 antara lain sebagai berikut: Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 28 Juni 2007 No. 410/PDT.G/2006/PN.TNG yang dimohonkan banding tersebut. Status Akhir : Perkara No. 410/PDT.G/2006/PN.TNG masih dalam proses pemeriksaan Kasasi di Mahkamah Agung, dan Peseroan belum menerima pemberitahuan lebih lanjut dari Mahkamah Agung mengenai status Perkara tersebut. 66

83 4. Penggugat/Terbanding: PT Super Adi Teknik Indonesia Tergugat V,Pembanding I: Perseroan Perkara No. 292/PDT.G/2001/PN. JakSel. tanggal 19 Juni 2001 mengenai perbuatan melawan hukum sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit sindikasi yang telah diberikan oleh Perseroan bersama-sama dengan Para Tergugat lainnya (Tergugat II, III dan IV) dengan total pinjaman sebesar Rp Perseroan memberikan pinjaman kepada Penggugat sejumlah Rp Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 292/PDT. G/ 2001/ PN. Jakarta Selatan tanggal 16 Mei 2002, antara lain sebagai berikut: a. Menyatakan Tergugat I dan Tergugat VI telah melakukan perbuatan melawan hukum; b. Menyatakan dalam hubungan hukum hutang Pokok antara Penggugat dengan Tergugat II adalah sebesar Rp ; c. Penggugat dengan Tergugat III adalah sebesar Rp ; d. Menyatakan dalam hubungan bunga antara Penggugat dengan Tergugat II dan Tergugat III tidak ada kewajiban pembayaran; e. Menghukum para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara yang timbul, yang hingga putusan ini diucapkan dianggarkan sebesar Rp Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 458/PDT/2003/PT.DKI tanggal 24 Juni 2004, antara lain sebagai berikut: a. Menerima permohonan banding yang diajukan oleh Pembanding I semula Tergugat V, Pembanding II semula Tergugat II, Pembanding III semula Tergugat I; b. Menguatkan dengan perbaikan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 16 Mei 2002 No.292/PDT.G/2001 PN Jakarta Selatan yang dimohonkan banding tersebut sekedar mengenai pertimbangan hukumnya saja; c. Menghukum Pembanding I semula Tergugat V, Pembanding II semula Tergugat II, Pembanding III semula Tergugat I untuk mebayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingakat banding sebesar Rp , dan dalam tingkat pertama menghukum Para Tergugat yaitu Pembanding I, semual tergugat V, Pembanding II semula Tergugat II Pembanding III semula Tergugat I, Turut Terbanding I semula Tergugat III, Turut Terbanding II semula tergugat IV, Turut Terbanding III semula Tergugat VI untuk membayar biaya perkara ini dalam tingkat pertama secara tanggung renteng sebesar Rp Status Akhir: Perkara No. 292/Pdt.G/2001/PN.JakSel masih dalam proses pemeriksaan Kasasi di Mahkamah Agung, dan Peseroan belum menerima pemberitahuan lebih lanjut dari Mahkamah Agung mengenai status Perkara tersebut. 5. Penggugat: Drs. Handoyo, MM Tergugat: Perseroan sebagai Tergugat I 6. Penggugat: Ir. David Manariur Nababan Tergugat: Perseroan sebagai Tergugat I Perkara No. 248/PDT.G/2011/PN JKT.PST tanggal 8 Juni 2011, mengenai gugatan Penggugat terhadap Tergugat karena Tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Penggugat dan merugikan Penggugat karena Tergugat mengalihkan kredit bermasalah kepada Penggugat dan menjadikan harta Penggugat sebagai jaminan penyelesaian kredit. Status Akhir: Perkara No. 248/PDT.G/2011/PN JKT.PST tanggal 8 Juni 2011 masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Perkara Perdata No.131/Pdt.G/2012/PN.BDG tanggal 12 Maret 2012, mengenai gugatan Penggugat terhadap Tergugat karena Tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Penggugat karena telah mengijinkan Tergugat III untuk mengambil dana dari rekening Penggugat dan perbuatan tersebut tidak diketahui sama sekali oleh Penggugat. Status Akhir: Perkara No.131/Pdt.G/2012/PN.BDG masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Bandung. 67

84 7. Penggugat: Sulaiman. S Tergugat: Perseroan sebagai Tergugat III 8. Penggugat: Ir. David Manariur Nababan selaku Direktur PT. Jedds Constructs bertindak untuk dan atas nama PT. Jedds Constructs selanjutnya disebut sebagai Para Penggugat Tergugat: Perseroan sebagai Tergugat I 9. Penggugat: Sunarno Irawan Kristiono Tergugat: Direktur Utama Perseroan untuk atas nama diri sendiri, jajaran Direksi dan atas nama Perseroan. 10. Pelawan: Teguh Wiyono, SE dan Titik Wahyuni, SE Terlawan: Perseroan sebagai Terlawan II Perkara No.593/Pdt.G/2011/Pn.Mdn tanggal 28 November 2011, mengenai gugatan Penggugat terhadap Tergugat karena Tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan meletakkan tanah dan bangunan milik Penggugat menjadi jaminan atas hutang milik Tergugat I. Status Akhir: Perkara No.593/Pdt.G/2011/Pn.Mdn masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Medan. Perkara Perdata No.653/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tanggal 8 Desember 2011, mengenai gugatan Para Penggugat terhadap Tergugat karena Tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum karena Tergugat mempunyai itikad tidak baik, dimana Tergugat I melalui Direksinya hendak membangkrutkan Para Penggugat dan ada tujuan memiliki dan atau merampas harta Para Penggugat dengan mengajukan lelang pada Turut Tergugat I. Status Akhir: Perkara No.653/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perkara No.38/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Sel tanggal 25 Januari 2012, mengenai gugatan Penggugat terhadap Tergugat karena Tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menuntut ganti rugi kepada Tergugat atas perbuatan Tergugat melakukan kesalahan, kelalaian dan ketidak hati-hatian selaku perbankan dan atau menjalankan Perseroan, terbukti dengan Tergugat membeli debitur bodong dan mencantumkan Penggugat sebagai Debitur dari Tergugat dengan catatan angsuran tidak lancar bahkan dinyatakan macet sehingga nama Penggugat masuk daftar hitam Bank Indonesia. Status Akhir: Perkara No.38/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Sel masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perkara No. 139/Pdt.G/2012/PN.Smg tanggal 23 April 2012, mengenai perlawanan Para Pelawan kepada Terlawan karena Terlawan dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum atas pengadaan lelang atas barang milik Para Pelawan berupa tanah dan bangunan SHM No. 3339/ Kelurahan Kembang Arum Kecamatan Semarang Barat. Status Akhir: Perkara No. 139/Pdt.G/2012/PN.Smg masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Semarang. Perseroan telah mengungkapkan seluruh perkara yang dihadapi Perseroan, dan atas perkara-perkara yang dihadapi Perseroan tersebut, manajemen berkeyakinan bahwa apapun hasil dari keputusan perkaraperkara tersebut, tidak mempengaruhi secara material kegiatan, kelangsungan usaha dan keadaan keuangan Perseroan. Tidak ada somasi yang diterima oleh Perseroan dari pihak lain. Hak atas Kekayaan Intelektualitas Hingga saat ini, Perseroan belum memiliki lisensi, franchise, Konsesi Utama dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). 68

85 VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN 1. Umum Pada saat prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 1 (satu) Kantor Pusat Operasional, 47 (empat puluh tujuh) Kantor Cabang Utama yang tersebar di berbagai kota di tanah air (Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pematang Siantar, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Baturaja, Palembang, Lampung, Serang, Karawang, Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta, Sukabumi, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Purwokerto, Gresik, Kediri, Malang, Surabaya, Jember, Denpasar, Singaraja, Mataram, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Kupang,, dan Papua Abepura). Perseroan juga memiliki 157 (seratus lima puluh tujuh) Kantor Cabang Pembantu yang tersebar di beberapa Propinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat. Perseroan mengendalikan seluruh kegiatan usahanya melalui Kantor Pusat yang berkedudukan di Jakarta, dan diantara 205 (dua ratus lima) kantor operasional tersebut, 15 (lima belas) kantor dimiliki sendiri oleh Perseroan dan 190 (seratus sembilan puluh) lainnya melalui hak sewa. Untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul dikemudian hari, harta kekayaan Perseroan telah diasuransikan pada perusahaan asuransi, PT. Asuransi Recapital yang merupakan afiliasi, PT. Asuransi Sinar Mas dan PT Asuransi Wahana Tata yang bukan merupakan afiliasi dengan jumlah pertanggungan yang memadai meliputi asuransi cash in safe, cash in transit dan asuransi gedung sebagaimana diungkapkan pada Bab VII sub bab 8 Prospektus tentang Asuransi Perseroan. Berikut ini adalah daftar kantor operasional Perseroan pada saat prospektus ini di terbitkan: No Kantor Alamat Status Kepemilikan 1. Kantor Pusat Operasional Jl. RS. Fatmawati No. 12, Jakarta Selatan Milik Sendiri 2. KC Jakarta Kelapa Gading Jl. Boulevard Raya Blok FY-1 No , Jakarta Milik Sendiri 3. KC Tangerang Komplek Pertokoan Sutera Niaga Sewa (s/d ) Jl. Alam Sutera No. 29/30, Tangerang 4. KCP Kotabumi Ruko Sastra Plaza Blok B No. 53 Sewa (s/d ) Jl. Gatot Subroto Km 5,4, Tangerang 5. KCP Cimone Jl. Imam Bonjol No. 6, Karawaci, Tangerang Sewa (s/d ) 6. KCP Balaraja KO Citra Raya CUBIC L 15/20, Cikupa, Tangerang Sewa (s/d ) 7. KC Jakarta AM Sangaji Jl. AM Sangaji No. 1A, Jakarta Pusat Sewa (s/d ) 8. KCP Jakarta Muara Karang Jl. Muara Karang Raya No. 269 Blok A6 Utara Kav.17, Jakarta Milik Sendiri 9. KCP Jakarta Adityawarman Jl. Adityawarman Kav 55, Jakarta Sewa (s/d ) 10. KCP Ciledug Jl. HOS Cokroaminoto No. 8A, Ciledug, Tangerang Sewa (s/d ) 11. KCP Ciputat Jl. Dewi Sartika No. 12A-12B, Ciputat, Tangerang Sewa (s/d ) 12. KCP Jakarta Glodok Jl. Mangga Dua Raya No. 31/2, Jakarta Sewa (s/d ) 13. KCP Jakarta Pasar Senen Jl. Letnan Suprapto No. 8C (dahulu No. 579), Jakarta Sewa (s/d ) 14. KC Banda Aceh Jl. Teuku Hasan Dek No. 126 A-B, Banda Aceh Sewa (s/d ) 15. KCP Sigli Jl. Professor Abdul Majid Ibrahim No. 32, Sigli Sewa (s/d ) 16. KC Lhokseumawe Jl. Samudera No. 7, Lhokseumawe Sewa (s/d ) 17. KCP Langsa Ruko No. 7 Blok A, Jl. Teuku Umar, Langsa, Aceh Sewa (s/d ) 18. KC Pematang Siantar Jl. Sutomo No. 5 G dan 5 H, Pematang Siantar Sewa (s/d ) 19. KCP Rantau Prapat Jl. Gatot Subroto No. 2 C-D, Rantau Utara Sewa (s/d ) 20. KCP Kisaran Jl. Cokroaminoto No. 26, Kisaran, Asahan Sewa (s/d ) 21. KCP Tebing Tinggi Jl. Thamrin No. 125 JJ, Tebing Tinggi Sewa (s/d ) 22. KCP Kota Pinang Jl. Jend. Sudirman No. 68 B, Kota Pinang Sewa (s/d ) 23. KCP Padang Sidempuan Jl. Jend Sudirman No. 62 A, Padang Sidempuan Sewa (s/d ) 24. KC Medan Pemuda Jl. Pemuda No. 13, Medan Milik Sendiri 25. KCP Medan Binjai Jl. Jenderal Sudirman No.77, Binjai Sewa (s/d ) 26. KCP Medan Petisah Jl. Jend. Gatot Subroto No. 311, Medan Sewa (s/d ) 27. KCP Medan Deli Tua Jl. Brigadir jenderal Zein Hamid No. 9C, Medan Sewa (s/d ) 28. KCP Medan Medan Deli Jl. Komodor Laut Yos Sudarso Blok A No. 2, Medan Sewa (s/d ) 29. KCP Medan Sei Sikambing Jl. Gatot Subroto Blok A-8 No. 71, Ruko Tomang Elok, Medan Sewa (s/d ) 69

86 30. KC Pekanbaru Jl. Jend. Sudirman No. 14, Pekanbaru Sewa (s/d ) 31. KCP Arengka Jl. HR. Soebrantas No. 71 A, Kota Pekanbaru Sewa (s/d ) 32. KCP Duri Jl. Jend. Sudirman No. 888, Bengkalis, Riau Sewa (s/d ) 33. KCP Pangkalan Kerinci Jl. Lintas Timur No. 8, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau Sewa (s/d ) 34. KCP Air Molek Jl. Jend. Sudirman No. 06, Indragiri Hulu Sewa (s/d ) 35. KCP Teluk Kuantan Jl. Imam Muanandar No. 18, Kuantan Singingi, Riau Sewa (s/d ) 36. KC Padang Jl. Belakang Olo No. 54 B dan C, Padang Sewa (s/d ) 37. KCP Bukitinggi Jl. Sutan Syahrir No. 4B, Bukittinggi Sewa (s/d ) 38. KCP Kotobaru Jl. Lintas Samudera No. 99B, Koto Baru, Dharmasraya Sewa (s/d ) 39. KCP Payakumbuh Jl. Veteran No. 25, Payakumbuh Sewa (s/d ) 40. KC Palembang Atmo Jl. Kolonel Atmo No , Palembang Sewa (s/d ) 41. KCP Palembang KM 5 Jl. Kolonel Haji Burlian No. 133/C-D, Palembang Sewa (s/d ) 42. KCP Palembang KM 12 Jl. Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang Sewa (s/d ) 43. KCP Palembang Betung Jl. Raya Palembang-Betung Sewa (s/d ) 44. KCP Palembang Seberang Ulu Jl. Jenderal A. Yani, Seberang Ulu, Palembang Sewa (s/d ) 45. KC Lampung - Malahayati Jl. Laks. Malahayati No. 230, Bandar Lampung Milik Sendiri 46. KCP Lampung Tanjung Karang Jl. Kartini No.2, Bandar Lampung Sewa (s/d ) 47. KCP Lampung Metro Komplek Pertokoan Sumur Bandung Blok C No Sewa (s/d ) 48. KCP Lampung Bandar Jaya Jl. Proklamator No. 58, Bandarjaya Sewa (s/d ) 49. KCP Pringsewu Jl. Ahmad yani No. 1004, Pringsewu Bandar Lampung Sewa (s/d ) 50. KCP Tulang Bawang Jl. Raya Lintas Timur, Komplek Pertokoan Simpang Lima Sewa (s/d ) No. 28 dan 29, Tulang Bawang 51. KC Bandung Astana Anyar Jl. Astana Anyar No , Bandung Milik Sendiri 52. KCP Bandung BKR Jl. BKR No.154 C, Bandung Sewa (s/d ) 53. KCP Bandung Setiabudi Jl. Dr. Setiabudi No. 188A, Bandung Sewa (s/d ) 54. KCP Bandung - Cimahi Jl. Amir Machmud No. 815, Cimahi Sewa (s/d ) 55. KCP Bandung Kopo Jl. KH Wahid Hasyim No. 62 Cilampeni, Bandung Sewa (s/d ) 56. KCP Bandung Dago Jl. Ir. H. Djuanda 171 Dago, Bandung Sewa (s/d ) 57. KCP Bandung Ujung Berung Jl. Abdul Haris Nasution No. 198B Sewa (s/d ) (d/h Jl. Raya Ujung Berung), Bandung 58. KC Tasikmalaya Jl. H.Z. Mustofa No. 218, Tasikmalaya Sewa (s/d ) 59. KCP Indihiang Jl. Letjen Haji Ibrahim Adjie No. 118, Indihiang, Tasikmalaya Sewa (s/d ) 60. KCP Garut Jl. Ciledug No. 193, Garut Sewa (s/d ) 61. KCP Banjar Jl. Letjen Suwanto No. 133, Banjar, Ciamis Sewa (s/d ) 62. KC Purwakarta Jl. RE. Martadinata, sekarang Jl. RE. Martadinata No. 49C Sewa (s/d ) Purwakarta 63. KCP Subang Jl. Damodiharjo No. 18 A2, Sukamelang, Subang Sewa (s/d ) 64. KCP Pamanukan Jl. Ion Martasasmita No. 283 A Sewa (s/d ) (dahulu Jl. Ion Ujung Subang), Subang 65. KC Sukabumi Jl. Bhayangkara No. 21A, Kota Sukabumi Sewa (s/d ) 66. KCP Cianjur Jl. HOS Cokroaminoto No. 136A, Solokpandan, Cianjur Sewa (s/d ) 67. KCP CIbadak Jl. Raya Cibadak, sekarang Jl. Surya Kencana No. 4, Cibadak Sewa (s/d ) 68. KC Semarang Sudirman Jl. Jend. Sudirman No. 301, Semarang Barat Milik Sendiri 69. KCP Semarang Bubakan Jl. MT. Haryono Bubakan Baru A No. 1&2, Semarang Selatan Milik Sendiri 70. KCP Semarang Ungaran Jl. Gatot Subroto No.168, Ungaran, Kabupaten Semarang Sewa (s/d ) 71. KCP Semarang Peterongan Jl. Mataram No.719 Blok A-2, Wonodri, Semarang Selatan Sewa (s/d ) 72. KCP Kendal Jl. Utama Tengah No.298, Weleri, Kendal Sewa (s/d ) 73. KC Solo Sutan Syahrir Jl. Sutan Syahrir No. 213, Surakarta Sewa (s/d ) 74. KCP Solo Palur Jl. Raya Palur No.307, Sukoharjo Sewa (s/d ) 75. KCP Boyolali Jl. Pandanaran No. 179A, Boyolali Sewa (s/d ) 76. KCP Wonogiri Jl. Ahmad Yani No. 39C, Wonogiri Sewa (s/d ) 77. KC Tegal Jl. Ahmad Yani No. 58, Tegal Sewa (s/d ) 78. KCP Brebes Jl. Ahmad Yani No. 51, Brebes, Jawa Tengah Sewa (s/d ) 79. KCP Pekalongan Jl. Sultan Agung No. 30, Pekalongan, Jawa Tengah Sewa (s/d ) 80. KCP Pemalang Jl. Jend. Sudirman No. 243, Pemalang, Jawa Tengah Sewa (s/d ) 81. KCP Batang Jl. Jend. Sudirman No Batang, Jawa Tengah Sewa (s/d ) 82. KCP Bumiayu Jl. Diponegoro No. 9, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah Sewa (s/d ) 83. KC Purwokerto Jl. Jend. Sudirman No. 626, Purwokerto Sewa (s/d ) 84. KCP Cilacap Jl. R. Suprapto No. 11A, Cilacap Sewa (s/d ) 85. KCP Purbalingga Jl. Achmad Yani No. 39, Purbalingga Sewa (s/d ) 86. KCP Banjarnegara Jl. S. Parman No E, Banjarnegara Sewa (s/d ) 87. KC Gresik Jl. Raden Ajeng Kartini No. 106-A, Gresik Sewa (s/d ) 88. KCP Mojokerto Jl. PB Sudirman No. 62A, Mojokerto Sewa (s/d ) 89. KCP Surabaya Jombang Jl. Merdeka No. 17 A, Jombang Sewa (s/d ) 90. KCP Lamongan Jl. Lamongrejo No. 124, Lamongan Sewa (s/d ) 91. KCP Bojonegoro Jl. Veteran Ruko No. 2, Ruko SBD, Sukorejo, Bojonegoro Sewa (s/d ) 92. KCP Probolinggo Jl. Dr. Sutomo No. 157, Probolinggo Sewa (s/d ) 93. KCP Lumajang Jl. Slamet Riyadi No. 135, Lumajang Sewa (s/d ) 94. KC Kediri Jl. Brawijaya No. 29, Kediri Sewa (s/d ) 95. KCP Nganjuk Jl. Dermojoyo No. 34, Nganjuk Sewa (s/d ) 96. KCP Tulungagung Jl. Diponegoro No. 100, Tulungagung Sewa (s/d ) 70

87 97. KCP Blitar Jl. Veteran No. 109, Blitar Sewa (s/d ) 98. KCP Madiun Jl. Kol. Mahardi No. 15, Medan Sewa (s/d ) 99. KCP Pare Jl. PK Bangsa No. 5A, Pare-Kediri Sewa (s/d ) 100. KCP Sragen Jl. Raya Sukowati No.285, Sragen Sewa (s/d ) 101. KCP Solo Kartosuro Jl. A. Yani No.296 A1, Pabelan, Kartosuro Sewa (s/d ) 102. KCP Klaten Jl. Raya Veteran No.131, Klaten Sewa (s/d ) 103. KC Malang Basuki Rahmat Jl. Jend. Basuki Rachmat No. 76, Malang Milik Sendiri 104. KCP Malang Singosari Jl. Raya Mondoroko No. 3 Kavling A dan B, Singosari, Malang Sewa (s/d ) 105. KCP Pandaan Ruko Sentral Niaga Blok D1, Kecamatan Pandaan Sewa (s/d ) Kabupaten Pasuruan 106. KC Surabaya Basuki Rahmat Jl. Basuki Rachmat No , Surabaya Milik Sendiri 107. KCP Surabaya Jaksa Agung Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 32, Surabaya Milik Sendiri 108. KCP Surabaya Wonokromo Jl. Mayjend Sungkono No. 65 C Surabaya (Wonokromo) Sewa (s/d ) 109. KCP Surabaya Waru Ruko Gateway B-6, Jalan Raya Waru, Sidoarjo Sewa (s/d ) 110. KCP Surabaya Pasar Turi Jl. Dupak No. 65/A-18, Surabaya Sewa (s/d ) 111. KCP Surabaya Kertajaya Jl. Ngagel Jaya Selatan 169, Surabaya Sewa (s/d ) 112. KCP Pamekasan Jl. Trunojoyo 79-80, Barurambat, Kota Pamekasan Sewa (s/d ) 113. KC Denpasar Diponegoro Jl. Diponegoro No. 105, Denpasar Milik Sendiri 114. KCP Denpasar Buluh Indah Jl. Buluh Indah No. 198E, Ubung-Denpasar Utara Sewa (s/d ) Denpasar, Bali 115. KCP Denpasar Tohpati Jl. W.R. Supratman No. 311X, Denpasar Sewa (s/d ) 116. KCP Denpasar Sunset Road Jl. Raya Sunset Road No. 101 Blok D, Kuta Sewa (s/d ) 117. KCP Gianyar Jl. Dharma Giri No. 218, Gianyar Sewa (s/d ) 118. KCP Tabanan Jl. By Pass Kediri No. 99X, Tabanan Sewa (s/d ) 119. KCP Negara Jl. Ngurah Rai No. 99X, Negara Sewa (s/d ) 120. KCP Klungkung Jl. Anyelir No. 99X, Klungkung Sewa (s/d ) 121. KC Manado Sam Ratulangi Jl. Sam Ratulangi No. 214, Manado Milik Sendiri 122. KC Makassar Sulawesi Jl. Sulawesi No , Makassar Milik Sendiri 123. KCP Daya Jl. Perintis Kemerdekaan Kilometer 10, Makassar Sewa (s/d ) 124. KCP Rantepao Jl. Pongtiku No. 60, Tana Toraja Sewa (s/d ) 125. KCP Sengkang Jl. Bau Mahmud No. 4, Sengkang Sewa (s/d ) 126. KC Kendari Jl. MT Haryono Blok 142 L dan 142 K, Kendari Sewa (s/d ) 127. KCP Kolaka Jl. Chairil Anwar No. 47, Kolaka Sewa (s/d ) 128. KCP Bau-Bau Jl. Murhum No. 61A, Bau-Bau Sewa (s/d ) 129. KCP Tomohon Jl. Raya Kolongan No. 198 A, Tomohon Sewa (s/d ) 130. KCP Atambua Jl. I.J. Kasimo No. 99X, Atambua Sewa (s/d ) 131. KCP Soe Jl. Diponegoro No. 50, Timor Tengah Selatan Sewa (s/d ) 132. KCP Bitung Jl. Wolter Monginsidi No. 10 A, Bitung Sewa (s/d ) 133. KC Yogyakarta Adisucipto Jl. Laksda Adi Sucipto No , Yogyakarta Sewa (s/d ) 134. KC Jambi Angso Duo Jl. Sultan Thaha, Komplek Ruko WTC Blok A No.17-18, Jambi Sewa (s/d ) 135. KCP Jambi Sipin Jl. Kapten A. Bakarudin No. 44 C-D, Simpang Tiga Sipin, Jambi Sewa (s/d ) 136. KCP Jambi Jelutung Jl. Hayam Wuruk No. 128, H. Jelutung, Jambi Sewa (s/d ) 137. KCP Bangko Jl. Jend. Sudirman No. 10, Bangko, Merangin, Jambi Sewa (s/d ) 138. KCP Muara Bungo Kompek Ruko Wiltop Muara Bungo Sewa (s/d ) Jl. Jend. Sudirman Blok A No. 2, Muara Bungo 139. KCP Sarolangun Jl. Lintas Sumatera Kilometer 1 No. 304, Sarolangun, Jambi Sewa (s/d ) 140. KCP Tugu Mulyo Jl. Lintas Timur Km 125, Ogan Komering Ilir Sewa (s/d ) 141. KCP Belitang Jl.Charitas Pasar BAru No. 157, Ogan Komering Ulu Timur Sewa (s/d ) 142. KCP Lubuklinggau Jl. Yos Sudarso No. 51, Kel. Taba Jamekeh Sewa (s/d ) Kec. Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau 143. KC Bengkulu Jl. Jend. Sudirman No , tengah Padang, Teluk Segara Sewa (s/d ) Kota Bengkulu 144. KC Baturaja Jl. Sutan Syahrir no. 52, Sumatera Selatan Sewa (s/d ) 145. KC Bogor Juanda Jl. Ir. H. Juanda No. 12, Bogor Sewa (s/d ) 146. KC Bekasi Ahmad Yani Jl. Jend. Ahmad Yani Blok A6 No. 1-2, Bekasi Sewa (s/d ) 147. KC Serang Jl. Juhdi 28, Kota Serang, Banten Sewa (s/d ) 148. KC Karawang Kertabumi Jl. Kertabumi No. 77, Karawang Sewa (s/d ) 149. KC Jember Gajah Mada Ruko gajah Mada Square Blok A2 dan A3, Jember Sewa (s/d ) 150. KCP Situbondo Jl. Jawa No. 11, Situbondo Sewa (s/d ) 151. KCP Genteng Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim, Ruko Jinggo No. 1, Banyuwangi Sewa (s/d ) 152. KC Singaraja Jl. Ahmad Yani No. 102, Singaraja Sewa (s/d ) 153. KC Mataram Jl. Pejanggik No. 65 B, Mataram Sewa (s/d ) 154. KCP Pancor Jl. Tgh Zainuddin Abdul Majid No. 46C, Pancor Sewa (s/d ) 155. KCP Bima Jl. Tongkol No. 21, Kota Bima Sewa (s/d ) 156. KCP Sumbawa Jl. Hasanuddin No. 68, Sumbawa Sewa (s/d ) 157. KCP Praya Jl. Jenderal Sudirman No. 10A, Praya Sewa (s/d ) 158. KC Banjarmasin Jl. Jend. Achmad Yani Kilometer 1 No. 45, Kota Banjarmasin Sewa (s/d ) 159. KC Balikpapan Jl. Jend. Achmad Yani No. 74, Balikpapan, Kalimantan Timur Sewa (s/d ) 160. KC Samarinda Jl. Pahlawan Komplek Ruko Permata Kaltim No. 10, Samarinda Sewa (s/d ) 161. KC Palu Jl. Emmy Saelan No. 65, Kota Palu Sewa (s/d ) 162. KC Gorontalo Jl. Kartini No. 2, Gorontalo Sewa (s/d ) 71

88 163. KC Ambon Jl. A.Y. Patty No. 68, Ambon Sewa (s/d ) 164. KC Kupang Jl. A.Yani No. 69X, Kupang Sewa (s/d ) 165. KCP Mayestik Jl. Kyai maja No. 37 Mayestik, Jakarta Selatan Milik Sendiri 166. KCP Jakarta Pasar Minggu Jl. Warung Buncit No. 4A, Jakarta Selatan Sewa (s/d ) 167. KCPJakarta Jatinegara Jl. Raya Matraman Blok A2, Kav. 10, Jakarta Timur Sewa (s/d ) 168. KCP Jakarta Kelapa Gading Jl. Raya Gading Indah Blok M4C/12 Sewa (s/d ) Kelapa Gading,Jakarta Utara 169. KCP Cengkareng Komplek Tol Boulevard Blok F No Sewa (s/d ) Jl. Lingkar Luar Blok E No. 1, Jakarta Barat 170. KCP Bogor Cibinong Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 42 No. 1, Bogor Sewa (s/d ) 171. KCP Bogor Parung Jl. Raya Gunung Sindur, Bogor Sewa (s/d ) 172. KCP Bogor Ciawi Jl. Raya Tajur No. 110, Kota Bogor Sewa (s/d ) 173. KCP Depok Jl. Margonda Raya No. 1F, Depok Sewa (s/d ) 174. KCP Bekasi Harapan Indah Ruko Sentra Niaga, Jl. Sentra Niaga Boulevard Hijau II Sewa (s/d ) Blok SN No. 15, Harapan Indah Bekasi 175. KCP Bekasi Cibitung Jl. Inspeksi Kalimalang, Ruko Sentra Niaga Kalimas B-28 Sewa (s/d ) Cibitung, Bekasi 176. KCP Bekasi Pondok Gede Jl. Jatiwaringin No. 186, Pondok Gede, Bekasi Sewa (s/d ) 177. KCP Bekasi Cikarang Ruko Golden Boulevard Sewa (s/d ) Jl. Niaga Raya Blok CC 5 No. 5, Bekasi 178. KCP Medan S. Parman Jl. S. Parman No. 302, Medan Sewa (s/d ) (Ladies Branch) 179. KCP Prabumulih Jl. Jend. Sudirman, Kota Prabumulih Sewa (s/d ) 180. KCP Palembang Kenten Jl. R. Soekamto No. 81, Palembang Sewa (s/d ) 181. KCP Palembang Veteran Jl. Veteran No. 282 AB, Palembang Sewa (s/d ) (Ladies Branch) 182. KCP Karawang Rengasdengklok Jl. Raya Rengasdengklok No. 8, Karawang Sewa (s/d ) 183. KCP Karawang Cikampek Ruko Cluster Primadona No. B-3 Sewa (s/d ) Jl. Jend. A. Yani Cikampek, Karawang 184. KCP Karawang Cilamaya Jl. Raya Cilamaya No. 14, Karawang Sewa (s/d ) 185. KCP Serang Rangkasbitung Jl. Sunan Kalijaga 126, Banten Sewa (s/d ) 186. KCP Serang Pandeglang Jl. Raya Serang Kilometer 1 No. 15C, Pandeglang Sewa (s/d ) 187. KCP Serang Cilegon Jl. Achmad Yani No. 135D, Sukmajaya, CIlegon Sewa (s/d ) 188. KCP Semarang Brumbungan Jl. Gajah Mada No. 148, Semarang Sewa (s/d ) 189. KCP Yogyakarta Bringharjo Jl. Mayor Suryotomo No. 13, Yogyakarta Sewa (s/d ) 190. KCP Parangtritis Jl. Parangtritis No. 209, Desa bangunharjo Sewa (s/d ) Kec. Sewon, Kab. Bantul 191. KCP Sleman Jl. Magelang km. 4 No. 210 Sewa (s/d ) Kel. Sinduadi, Kec. Mlati, Kab. Sleman 192. KCP Purworejo Jl. Kyai Haji Achmad Dahlan No. 7 C, Purworejo Sewa (s/d ) 193. KCP Magelang Ruko Top Square, Jl. Tentara Pelajar Kav. D No. 4, Magelang Sewa (s/d ) 194. KCP Wonosobo Jl. Sumbing No. 20 C, Wonosobo Sewa (s/d ) 195. KCP Kebumen Jl. Sutoyo No. 49, Kebumen Sewa (s/d ) 196. KCP Kudus Jl. Jend Sudirman, Ruko No. 7, Desa barongan Sewa (s/d ) Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus 197. KCP Pati Jl. Dokter Susanto No. 33B, Pati Sewa (s/d ) 198. KC Papua Abepura Jl. Ayapo No. 1, Abepura, Papua Sewa (s/d ) 199. KCP Timika Jl. Budi Utomo No. 88A, Mimika, Papua Sewa (s/d ) 200. KCP Sorong Jl. Ahmad Yani No. 7, Sorong, Papua Barat Sewa (s/d ) 201. KCP Manokwari Jl. Trikora Wosi No. 37, Manokwari Barat, Papua Barat Sewa (s/d ) 202. KCP CIranjang Jl. Hegarmanah No. 140 Ciranjang-Cianjur Sewa (s/d ) (Jalan Raya Bandung) 203. KCP Kroya Jl. Ahmad Yani No. 24 RT 001 RW 008 Sewa (s/d ) Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Cilacap 204. KCP Ketahun Jl. Flamboyan No. 219, Desa Girikencana DI, Ketahun Sewa (s/d ) 205. KC Cirebon Jl. Siliwangi No. 189, Cirebon Jawa Barat Sewa (s/d ) Dalam pengembangan ATM, Perseroan telah bekerjasama dengan jaringan ATM Bersama dan ATM Prima sejak tahun Perseroan berencana terus mengembangkan jaringan ATM yang dimiliki dan terus mencari lokasi yang paling menguntungkan untuk jaringan ATM Perseroan guna meningkatkan pendapatan dari biaya transaksi dan memberikan kemudahan yang maksimal untuk pemegang kartu ATM Perseroan, sehingga kedepannya jaringan ATM Perseroan akan berada di seluruh Kantor Cabang dan beberapa Kantor Cabang Pembantu. Pada saat prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 64 (enam puluh empat) unit ATM yang terletak di 44 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Serang, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Solo, Tegal, Yogyakarta, Purwakarta, Purwokerto, Surabaya, Gresik, Kediri, Jember, Malang, Denpasar, Kupang, Mataram, Aceh, Medan, Pematang Siantar, Padang, Baturaja, Pekanbaru, 72

89 Palembang, Lampung, Bengkulu, Jambi, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Manado, Kendari, Palu, Gorontalo, Ambon, Daya, Abepura, serta lebih dari kartu ATM dalam sirkulasi. Seluruh mesin ATM yang dioperasikan oleh Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Tabel berikut ini menunjukkan jumlah kartu ATM Perseroan untuk periode-periode berikut: Keterangan 31 Maret 31 Desember Jumlah Kartu ATM KEgiatan Usaha Sejak didirikan pada tahun 1993 hingga saat ini, Perseroan bergerak di bidang perbankan yang secara garis besar melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat untuk kemudian disalurkan dalam bentuk pemberian pinjaman baik kepada perorangan maupun badan usaha. Perseroan menawarkan berbagai produk dan jasa keuangan yang komprehensif dan kompetitif kepada para nasabahnya melalui jaringan kantor cabang dan kantor cabang pembantu yang dimilikinya. Sejak tahun 2010, Perseroan fokus kepada pembiayaan ke sektor UMKM dan menggalang pendanaan retail, serta yang masih dalam rencana kerja tahun 2012 adalah mempersiapkan pengembangan unit usaha syariah yang menawarkan produk dan jasa pembiayaan serta pendanaan yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. 3. STRATEGI USAHA 3.1 Strategi Usaha Perseroan Sebagai langkah awal, Perseroan melakukan review atas kebijakan bisnis yang ada dan menyesuaikan dengan fokus bisnis Perseroan yang baru sesuai harapan dan kebijakan dari Pemegang Saham Pengendali yang baru. Pada bulan September 2010, Perseroan memperkenalkan logo baru sebagai strategi identitas baru dalam bersinergi dengan Pemegang Saham Pengendali yang baru dan dilanjutkan dengan penetapan strategi baru untuk pengembangan bisnis di bidang UMKM di masa mendatang, serta memperkenalkan core value yang baru, yaitu: Kemitraan, Keragaman, Kemakmuran. Manajemen telah melakukan review atas kebijakan Perseroan, khususnya berkaitan dengan perbaikan dan peningkatan kinerja sebagai berikut: Arah Kebijakan Bank Jangka Pendek Melanjutkan penetrasi penyaluran kredit Mikro. Melanjutkan penghimpunan DPK ritel. Pengembangan kredit program di sektor perkebunan dan pertanian. Optimalisasi infrastruktur Bank. Arah Kebijakan Bank Jangka Menengah Perluasan pangsa pasar. Pengembangankredit UKM. Pengembangan dana murah (CASA). Pengkajian dan penentuan penggunaan core banking system. Persiapan bisnis Syariah. 3.2 Langkah Strategis yang akan ditempuh Perseroan Memasuki tahun 2012, manajemen menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan semangat optimisme untuk keberhasilan pengembangan bisnis di masa yang akan datang. Keyakinan ini ditopang oleh dukungan yang kuat dari Pemegang Saham Pengendali dan menguatnya fundamental perekonomian Indonesia serta pulihnya perekonomian global. 73

90 Beberapa rencana dan inisiatif penting yang akan dilakukan Perseroan pada tahun 2012 yaitu sebagai berikut: i. Melakukan kajian dan perbaikan kondisi keuangan Perseroan: - Meningkatkan pendapatan melalui peningkatan portfolio kredit dan fee based income. - Menurunkan jumlah kredit bermasalah melalui collection, write-off dan/atau penjualan Agunan Yang Diambil Alih (AYDA). - Menekan biaya bunga melalui perbaikan struktur Dana Pihak Ketiga (DPK). - Mengendalikan biaya overhead (Biaya Umum dan Biaya Tenaga Kerja). ii. iii. iv. Pengembangan bisnis: - Membuka kantor Perseroan didaerah potensi UMKM. - Melanjutkan kegiatan promosi produk DPK antara lain melalui Business Gathering. - Melakukan rekrutmen SDM pemasaran yang handal serta memberikan pelatihan melalui program Pundi Management Trainee (PMT). Meningkatkan citra bank dan konsolidasi internal: - Mengembangkan budaya perusahaan (Corporate Culture). - Melakukan perbaikan aktivitas layanan Perseroan seperti call center dan help desk untuk melayani pengaduan nasabah. - Membentuk Pundi Club sebagai sarana sosialisasi dan interaksi antar karyawan. Penerapan prinsip Manajemen Risiko dan Kepatuhan: - Meningkatkan budaya sadar risiko dan budaya kepatuhan. - Menyempurnakan kebijakan dan penerapan Manajemen Risiko. - Membangun infrastruktur Manajemen Risiko. - Melakukan kajian terhadap ketentuan internal Perseroan. v. Perbaikan organisasi dan infrastruktur pendukung. - Melakukan pengembangan struktur organisasi dan kajian atas kompetensi karyawan. - Melakukan kajian dan penyempurnaan terhadap core banking system dan prasarana infrastruktur Perseroan. 3.3 Target Jangka Pendek dan Jangka Menengah Target Jangka Pendek Meskipun ditengah kondisi ekonomi global yang belum pulih, perekonomian Indonesia tahun 2012 masih menjanjikan dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 6,7% atau 0,2% lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan tahun ini sebesar 6,5% (sumber: website Kementrian Keuangan Dalam mengantisipasi macro economic outlook dimaksud serta besarnya potensi pasar UMKM dan kesiapan SDM maupun infrastruktur, Perseroan menetapkan target jangka pendek sebagai berikut: i. Target pertumbuhan kredit (outstanding) pada akhir tahun 2012 adalah sebesar 84,85% dibandingkan tahun 2011 atau ekuivalen sebesar Rp juta menjadi sebesar Rp juta dengan fokus pada pembiayaan usaha produktif UMKM dengan plafond maksimum hingga Rp 350 juta ii. Pertumbuhan DPK di tahun 2012 ditargetkan sebesar 46,7% dibandingkan tahun 2011 atau ekivalen Rp juta menjadi sebesar Rp juta dengan komposisi pendanaan sebagian besar masih mengandalkan dari produk Deposito dari nasabah ritel iii. Pertumbuhan fee based income pada tahun 2012 ditargetkan sebesar Rp juta sejalan dengan iv. pertumbuhan bisnis yang berasal dari Pendapatan Provisi dan Administrasi Kredit Memelihara dan memperbaiki kualitas aktiva produktif terutama kredit melalui penyelesaian NPL sebesar Rp juta v. Melanjutkan pembukaan 24 jaringan kantor baru yang awalnya menjadi target 2011 dimana secara fisik gedung kantor telah selesai namun masih menunggu ijin operasional dari Bank Indonesia vi. Melakukan penggantian dan penambahan ATM di setiap kantor. vii. Melakukan penataan organisasi dan pemberdayaan SDM viii. Memperbaiki infrastruktur Teknologi Informasi 74

91 Target Jangka Menengah Bank menargetkan untuk dapat menjadi Bank Transaksional Usaha Mikro dan UKM ditahun 2015 dengan 3 fondasi yaitu Kualitas, Profitabilitas dan Likuiditas sehingga diperlukan strategi berupa langkah-langkah penting sebagai berikut: i. Melanjutkan pengembangan infrastruktur jaringan kantor hingga wilayah Kabupaten/Kotamadya yang memiliki potensi UMKM ii. Melakukan peningkatan struktur modal untuk mendukung pertumbuhan bisnis Bank antara lain melalui penerbitan instrumen pasar modal iii. Pengembangan e-banking seperti internet banking dan mobile banking iv. Persiapan Unit Usaha Syariah (UUS) 3.4 Strategi Pengembangan Bisnis Strategi yang dilaksanakan Perseroan dalam upaya pengembangan bisnis adalah sebagai berikut: Bisnis Mikro dan UKM Melanjutkan pengembangan bisnis Mikro dengan tetap fokus pada kredit Rp 350 juta (Pembiayaan mikro Rp 5 juta hingga Rp 500 juta). Mengembangkan dan implementasi produk program (agribisnis). Mengembangkan juga bisnis UKM (Rp 500 juta sampai dengan Rp1 miliar). Implementasi proses kredit yang terintegrasi dengan menggunakan Loan Origination System (LOS) dan Sales Tracking and Activity Report (STAR). Menyempurnakan skema insentif. Existing Business Menyelesaikan NPL dan AYDA. Retail Funding Meningkatkan Retail Funding jangka panjang dari produk tabungan. Membangun ATM pada setiap kantor. Melakukan Business Gathering, Mall Campaign dan Community Marketing. 4. Produk dan Jasa 4.1. Penghimpunan Dana Produk-produk simpanan utama Perseroan adalah deposito berjangka, tabungan dan giro, yang per tanggal 31 Maret 2012 memiliki total simpanan nasabah sebesar Rp juta dan rekening simpanan dimana sebagian besar diantaranya adalah rekening simpanan nasabah perorangan/individu. Perseroan selalu berusaha untuk meningkatkan dan memanfaatkan jumlah nasabahnya yang besar untuk mendukung strategi Perseroan sebagai agen penyimpanan nasional yang senantiasa mampu menjaga mutu pelayanan dan keamanan dana masyarakat. Di samping itu, inovasi produk, program dan jasa perbankan merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan agar dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan nasabah yang terdiri dari berbagai segmen pasar serta semakin kompleks. Strategi yang ditempuh Perseroan dalam menghimpun dana masyarakat adalah dengan memfokuskan pada peningkatan nasabah tabungan, giro dan deposito dari segmen pasar perorangan/individu. Walaupun biaya pendanaan dari deposito dan tabungan umumnya lebih mahal dibandingkan dengan giro, Perseroan percaya bahwa sumber-sumber dana tersebut umumnya lebih stabil. Tingkat bunga yang ditawarkan pada produk pendanaan pada umumnya bervariasi tergantung pada kondisi pasar dan persaingan serta dalam beberapa kasus tertentu didasarkan pada persyaratan dan jumlah simpanan. Seluruh produk simpanan Perseroan, umumnya memberikan bunga yang direview setiap bulan oleh ALCO. Peninjauan atas tingkat suku bunga itu akan dilakukan lebih sering jika 75

92 terdapat perubahan pada peraturan yang berlaku atau perubahan kondisi pasar. Perseroan akan terus mempertahankan tingkat suku bunga yang kompetitif sesuai dengan kondisi pasar agar dapat bersaing. Saat ini Perseroan menetapkan tingkat suku bunga on bilyet yang sama dengan atau di bawah tingkat suku bunga maksimum program penjaminan simpanan yang diatur oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Berikut ini disajikan tabel mengenai komposisi dan persentase pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dimiliki Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Tabungan , , , Giro , , , Deposito berjangka , , , Total Dana Pihak III , , , Dari tabel di atas, tampak bahwa deposito merupakan bagian terbesar dari jumlah keseluruhan dana pihak ketiga yang dihimpun Perseroan. Dengan asumsi jangka waktu pengendapan dana pada rekening giro dan tabungan adalah 1 (satu) bulan, berikut ini disajikan komposisi dan persentase pertumbuhan DPK berdasarkan jangka waktunya: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % bulan , , , bulan , , , bulan , , , bulan , , , Total Dana Pihak III , , , Tabungan Perseroan menawarkan Produk Tabungan Pundi yang merupakan salah satu sumber pendanaan bagi Perseroan. Jenis Produk Tabungan yang dimiliki oleh Perseoran yaitu Tabungan Pundi dan Tabungan Mikro Pundi. Tabungan Pundi merupakan Produk Tabungan yang ditawarkan untuk Nasabah Funding dalam mata uang Rupiah dengan suku bunga tunggal yang dibayarkan setiap bulan, dimana simpanan dapat ditarik dengan menggunakan buku tabungan maupun kartu ATM. Per tanggal 31 Maret 2012, terdapat rekening nasabah perorangan dari seluruh segmen masyarakan dengan jumlah dana yang terhimpun sekitar Rp juta. Perseroan mempromosikan produk Tabungan ini secara aktif melalui cross selling dari produk deposito dengan menjadikan pembukaan rekening tabungan sebagai syarat untuk mengikuti program deposito yang Perseroan tawarkan dan juga penawarang langsung oleh marketing ke nasabah. Produk Tabungan Mikro Pundi merupakan tabungan yang Perseroan siapkan untuk nasabah debitur. Pencairan kredit diterima oleh debitur melalui Tabungan Mikro Pundi, sehingga nasabah tidak perlu membawa dananya secara tunai. Penarikan pencairan kredit di tabungan dapat menggunakan buku tabungan. Selain itu, Tabungan Mikro Pundi berfungsi sebagai penampungan dana untuk angsuran bulanan nasabah kreditur. Per tanggal 31 Maret 2012, terdapat rekening nasabah kreditur dengan jumlah dana yang terhimpun sekitar Rp juta. Selain dua jenis Produk Tabungan yang Perseroan tawarkan, masih ada satu jenis tabungan yang Perseroan tidak tawarkan yaitu tabungan berjangka (Tabungan Premiere) yang merupakan produk lama dari PT. Bank Eksekutif namun masih memiliki rekening aktif sampai dengan saat ini. Per tanggal 31 Maret 2012, terdapat rekening nasabah perorangan dengan dana yang dihimpun sebesar Rp Juta. 76

93 Berikut ini disajikan komposisi dan persentase pertumbuhan tabungan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Jumlah Rekening , , , Jumlah Dana Simpanan , , , Giro/Rekening Koran Perseroan menyediakan produk Giro atau Rekening Koran dalam mata uang Rupiah yang merupakan simpanan pihak ketiga dengan bunga yang dibayarkan secara bulanan, dengan dana yang dapat diambil setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan. Tabel berikut ini menggambarkan jumlah rekening dan jumlah dana simpanan beserta persentase pertumbuhan untuk Giro/Rekening Koran: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Jumlah Rekening 497 1, , ,2 485 Jumlah Dana Simpanan , , , Deposito Berjangka Perseroan menawarkan deposito berjangka dalam Rupiah untuk jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Untuk nasabah yang hendak menyimpan dana dalam jumlah besar dan dalam periode pendek, Perseroan juga memberikan pelayanan deposito dengan jangka waktu kurang dari 1 (satu) bulan yang disebut Deposit On Call dengan periode dan tingkat bunga yang disepakati dengan nasabah. Deposito berjangka merupakan produk yang memberikan kontribusi terbesar dalam penghimpunan dana masyarakat, yaitu rata-rata lebih dari 90% dari tahun 2009 dan tahun 2010 terhadap total dana masyarakat. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Perseroan, telah mengakibatkan volume deposito berjangka meningkat. Jangka waktu penempatan deposito berjangka di Perseroan rata-rata 1 (satu) bulan, yang mencerminkan rata-rata jangka waktu yang umum berlaku di seluruh bank di Indonesia di mana suku bunga sangat fluktuatif, sehingga nasabah cenderung memilih simpanan dengan jangka waktu yang pendek. Tabel berikut ini menggambarkan jumlah rekening dan jumlah dana simpanan beserta persentase pertumbuhan untuk Deposito Berjangka: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % bulan , , , bulan , , , bulan , , , bulan , , , Total Dana Deposito Berjangka , , , (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Jumlah Rekening , , , Jumlah Dana Deposito Berjangka , , ,

94 Perseroan selalu dapat memenuhi kewajiban pembayaran kepada para kreditur atau nasabah tepat pada waktunya, dan hingga saat prospektus ini diterbitkan Perseroan juga tidak pernah menerima Bantuan Likuiditas dari Bank Indonesia Penempatan Dana Perseroan menempatkan dananya dalam aset produktif yang terdiri dari Giro pada bank lain, Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain, Efek-Efek, Kredit kepada nasabah. Dalam menempatkan dananya tersebut, Perseroan selalu berpedoman pada prinsip kehati-hatian. Dana yang berhasil dihimpun oleh Perseroan sebagian besar disalurkan kembali kepada masyarakat melalui pemberian kredit yang tersebar pada berbagai sektor ekonomi serta lapisan masyarakat. Kebijakan ini juga sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kredit. Seluruh Kredit tersebut diberikan dalam mata uang Rupiah dan umumnya berjangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Komposisi kredit berdasarkan jenis kredit, jangka waktu dan sektor ekonomi dapat dilihat pada tabel berikut: Komposisi Kredit berdasarkan jenis beserta persentase pertumbuhannya : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Kredit Konsumsi , , , Kredit Modal Kerja , , , Kredit Investasi , , , Total Kredit , , , Komposisi Kredit berdasarkan jangka waktu beserta persentase pertumbuhannya: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Sampai dengan 1 tahun , , , Lebih dari 1 tahun sampai dengan 2 tahun , , , Lebih dari 2 tahun sampai dengan 5 tahun , , , Lebih dari 5 tahun , , , Total Kredit , , ,

95 Komposisi Kredit berdasarkan sektor ekonomi beserta persentase pertumbuhannya : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) 2012 % 2011 % 2010 % 2009 Industri , , , Jasa dunia usaha , , , Konstruksi , , , Jasa pelayanan social , , , Perdagangan, perhotelan, dan restoran , , , Pengangkutan, pergudangan, dan komunikasi , , , Pembiayaan perumahan , , , Pembiayaan kendaraan bermotor , , , Total Kredit , , , Sampai dengan Maret 2012, tingkat pertumbuhan Kredit yang diberikan oleh Perseroan meningkat sebesar 22,9% jika dibandingkan dengan akhir tahun Hal ini terkait dengan perubahan Pemegang Saham Pengendali pada tahun 2010 yang menyebabkan Perseroan melakukan perubahan segmen kredit, dari kredit kendaraan bermotor (KKB) dan menjadi Kredit UMKM serta seiring dengan peningkatan jumlah tenaga pemasaran kredit dan penambahan jumlah kantor. Kebijakan Perkreditan Bank Kebijakan Perkreditan Bank yang dimiliki oleh Bank Pundi telah melalui proses evaluasi oleh Komite Kebijakan Kredit yang terdiri dari Direksi (Direktur Utama, Direktur Bisnis dan Direktur Compliance), Divisi Risk Management, Compliance, SKAI dan Credit Policy & Support. Dalam kebijakan kredit Bank telah membentuk Komite Kredit dari tingkat Kantor Pusat sampai dengan tingkat Kantor Cabang Pembantu yang merupakan satuan kerja bisnis.untuk Komite Kredit di tingkat Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu terdiri dari Area Business Lending Manager / Branch Manager (ABLM/BM), Team Leader (TL) dan Credit Review (CR) Melalui kebijakan kreditnya, Perseroan berusaha menjaga kualitas kredit melalui proses analisis kredit dan proses Komite Kredit yang mengacu pada prinsip kehati-hatian, pemantauan secara periodik, kebijakan diversifikasi portofolio kredit, kecukupan agunan dan pengendalian internal. Pengajuan proposal kredit Perseroan harus dilengkapi dengan informasi yang lengkap mengenai calon debitur, misalnya latar belakang, bidang usaha, tujuan pengajuan kredit, analisis risiko baik kualitatif maupun kuantitatif. Umumnya, pemberian kredit kepada debitur didasarkan pada analisa sebagai berikut: Karakter melalui BI Checking (Sistem informasi Debitur) Pengalaman usaha calon debitur dengan melakukan trade checking; Kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo melalui analisa keuangan calon debitur; Kondisi permodalan yang dimiliki debitur. Asset yang diagunkan. Kondisi industri, termasuk tingkat persaingan, prospek usaha serta peraturan-peraturan yang mungkin dapat mempengaruhi kegiatan usaha calon debitur. 79

96 Berikut ini adalah gambar skema pemberian kredit yang dilakukan Perseroan: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Kredit Perseroan membentuk CKPN Kredit berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas dan nilai yang dapat direalisasi dari masing-masing aset pada akhir tahun, tetapi tidak lebih rendah dari penyisihan yang diwajibkan oleh Peraturan Bank Indonesia No.7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, sebagaimana telah diubah dengan PBI No.8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006, PBI No.9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007 dan PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari Adapun perkembangan CKPN Kredit sampai dengan 31 Maret 2012 dan persentase pertumbuhannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember % 2010 % 2009 Saldo Awal Periode , , Dampak atas penerapan awal PSAK No. 55 (revisi 2006) - - n.a n.a. - Penurunan nilai tahun berjalan n.a Penghasilan bunga atas kredit yang mengalami penurunan nilai secara individual (4.153) (5.876) -152,4 (2.328) n.a. - Pemulihan (5.899) (66.108) n.a. - n.a. - Penghapusan Kredit (96) (2.981) -60,3 (7.500) (8.397) Saldo Akhir Periode , ,

97 Berikut ini rincian dari kredit bermasalah terhadap jumlah seluruh kredit yang diberikan (rasio NPL gross) berdasarkan posisi per tanggal 31 Maret 2012, untuk Perseroan: - Kredit dengan kategori Kurang Lancar 0,40% - Kredit dengan kategori Diragukan 0,59% - Kredit dengan kategori Macet 7,19% Per 31 Maret 2012 jumlah kredit bermasalah (NPL gross) sebesar Rp juta dan Perseroan telah membentuk CKPN sebesar Rp juta sehingga rasio NPL neto adalah sebesar 2,76%. Manajemen berpendapat bahwa jumlah CKPN yang dibentuk cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya kredit dan rasio NPL neto telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Dalam penanganan kredit bermasalah, terutama kredit korporasi dan otomotif eks Bank Eksekutif, Perseroan telah berupaya menangani secara khusus dengan membentuk Divisi Special Asset Management sejak Bulan April Upaya penagihan intensif serta upaya hukum lainnya terus dilakukan dalam rangka menurunkan kredit bermasalah ini. Pada Tahun 2012, selain upaya penagihan intensif dan upaya hukum, perseroan berencana untuk melakukan upaya penjualan NPL kepada pihak ketiga untuk mempercepat penurunan rasio NPL yang ada Jasa Lainnya Untuk meningkatkan pendapatan operasional, maka Perseroan berusaha mengembangkan jasa-jasa sebagai berikut: Pengiriman Uang Perseroan memberikan pelayanan pengiriman uang yang dapat dilakukan antar bank, dimana nasabah tidak diharuskan memiliki rekening pada Perseroan untuk mendapatkan pelayanan ini. Safe Deposit Box Suatu jasa yang diberikan oleh Perseroan untuk penyimpanan dokumen atau surat-surat berharga, dan sebagainya. Jasa ini diberikan kepada nasabah dengan berbagai ukuran dengan biaya yang bersaing serta keamanan dari bahaya kebakaran maupun kriminal selama 24 jam penuh. Setiap penyewa dapat menyimpan, melihat dan mengambil barang berharga miliknya setiap saat selama jam kerja. Jasa Safe Deposit Box ini tersedia di cabang Kelapa Gading, Jakarta, cabang Basuki Rahmat, Surabaya, dan cabang Pemuda, Medan. 5. PEMASARAN Dalam menghadapi persaingan di dunia perbankan yang semakin ketat, akibat dari sifat produk-produk perbankan yang homogen telah membuat Perseroan dipacu untuk selalu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para nasabahnya dalam hal inovasi penghimpunan dana pihak ketiga maupun jenis kredit yang diberikan. Pelayanan yang dimaksud berorientasi kepada nasabah penyimpan perorangan/ individu serta debitur UMKM yang tersebar luas di Indonesia. Untuk melayani nasabah penyimpan perorangan/individu serta debitur UMKM tersebut dilakukan melalui Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu Bank yang tersebar di seluruh Indonesia dari Banda Aceh sampai ke Papua dengan total kantor sebanyak 205 unit, terdiri dari 1 Kantor Pusat Operasional, 47 Kantor Cabang dan 157 Kantor Cabang Pembantu. Sedangkan untuk pemasaran pendanaan, Perseroan melakukan identifikasi wilayah pemasaran melalui metode Channeling. Proses penentuan Channeling didasarkan pada klasifikasi kota dimana Cabang tersebut berada, berdasarkan market share dan tipe kota. Adapun 7 kota besar di Indonesia yang menjadi wilayah utama pemasaran pendanaan, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, Palembang dan Makasar. Di masa mendatang, Perseroan akan memperluas wilayah pemasaran ke seluruh kota-kota di Indonesia. 81

98 Dalam menjalankan usahanya Perseroan dikelola secara profesional berdasarkan prinsip kehatianhatian dengan strategi pemasaran yang lebih difokuskan pada retail banking mengingat sebagian besar populasi masyaratakat Indonesia berada di level ini dan Perseroan percaya bahwa meningkatkan taraf hidup masyarakat di level ini akan berdampak secara langsung pada peningkatan level ekonomi atas sebagian besar masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian Negara Republik Indonesia secara lebih luas. Hal ini dilakukan melalui penawaran produk-produk dan pelayanan perbankan yang berkualitas dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dan konservatif. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas keberadaan Perseroan serta pelayanan jasa keuangannya, Perseroan melakukan promosi secara melalui media cetak pada saat peluncuran program-program yang dikeluarkan perseroan, maupun program-program akuisisi nasabah melalui program Business Gathering pada periode tertentu, Join Event, Small and Medium Customers Gathering. Untuk menjalankan strategi pemasarannya, Perseroan secara rutin mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan-kegiatan mempromosikan produk dan fasilitas/jasa yang ditawarkan Perseroan. Adapun program-program pemasaran yang akan terus dilakukan oleh Perseroan antara lain: - Membangun dan meningkatkan corporate image kepada seluruh stakeholder maupun masyarakat; - Iklan atas profil bank serta seluruh produk yang ditawarkan pada media massa; - Sponsorship untuk acara-acara tertentu yang melibatkan masyarakat luas; 6. PENGENDALIAN KEGIATAN USAHA Untuk mengawasi posisi aset dan liabilitas Perseroan serta menjaga keseimbangan posisi dana pihak ketiga dan pinjaman yang diberikan, Perseroan membentuk Asset and Liabilities Committee (ALCO). Komite ini beranggotakan Direksi, Group Head dan beberapa Kepala Divisi yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan posisi aset produktif dan liabilitas Perseroan dari perubahan sewaktu-waktu atas kondisi internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan. Komite ini dalam kegiatannya selalu mengadakan pertemuan secara berkala untuk membahas perkembangan kondisi dan kinerja Perseroan. Perseroan juga telah menerapkan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) sesuai dengan ketetapan Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem perbankan yang sehat dan mengamankan kegiatan usaha. Berdasarkan SPFAIB tersebut Perseroan membentuk Komite Audit dan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yaitu satuan kerja yang melaksanakan fungsi audit internal. Sesuai isi Peraturan Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum, tugas SKAI adalah membantu Direktur Utama dan Dewan Audit dengan menjabarkan secara operasional perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan atas hasil audit. Dalam melaksanakan hal ini Auditor Intern mewakili pandangan dan kepentingan profesinya dengan membuat analisis dan penilaian di bidang keuangan, akuntansi, operasional serta kegiatan lainnya melalui pemeriksaan dan pemantauan secara langsung di Kantor Pusat dan Kantor Cabang atau Cabang Pembantu, serta memberikan saran perbaikan dan infomasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa kepada semua tingkatan manajemen. Disamping itu SKAI juga harus mampu mengidentifikasikan segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta meningkatkan kualitas seluruh kegiatan yang dilakukan Perseroan. 7. TINGKAT KESEHATAN BANK Dalam menjalankan kegiatan usaha perbankan, kondisi kesehatan perbankan selalu menjadi perhatian dan dimonitor oleh pihak otoritas, dalam hal ini adalah Bank Indonesia. Perseroan melakukan penilaian tingkat kesehatan dengan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank menggunakan pendekatan Risiko (Risk-based Bank Rating /RBBR). 82

99 Tingkat Kesehatan Bank Umum menggunakan pendekatan risiko mencakup penilaian terhadap faktorfaktor sebagai berikut: a. Profil risiko (risk profile); b. Good Corporate Governance (GCG); c. Rentabilitas (earnings); dan d. Permodalan (capital). Berdasarkan perhitungan tingkat kesehatan menggunakan pendekatan risiko, Bank Indonesia menggolongkan ke dalam 5 predikat komposit. Berturut-turut peringkat komposit 1 (PK-1) mencerminkan kondisi Bank Sangat Sehat, peringkat komposit 2 (PK-2) mencerminkan Sehat, peringkat komposit 3 (PK-3) mencerminkan Cukup Sehat, peringkat komposit 4 (PK-4) mencerminkan Kurang Sehat dan peringkat komposit 5 (PK-5) mencerminkan Tidak Sehat. Secara konsisten, manajemen Perseroan selalu mengikuti prinsip kehati-hatian dalam melakukan kegiatan usahanya (prudent banking) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Bank Indonesia, sehingga Perseroan hingga saat ini selalu dapat menjaga tingkat kesehatannya dengan baik. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank sesuai ketentuan ini dilaporkan setiap semester dan efektif dilaksanakan sejak tanggal 1 Januari 2012 yaitu untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember Hasil assesment Tingkat kesehatan Perseroan pada Semester I tahun 2012 adalah pada peringkat komposit 2. Detail atas komponen Tingkat Kesehatan Perseroan adalah sebagai berikut : a. Penilaian Profil Risiko Penilaian faktor Profil Risiko merupakan penilaian terhadap Risiko inheren dan kualitas penerapan Manajemen Risiko dalam aktivitas operasional Bank. Risiko yang dinilai Perseroan terdiri atas 8 (delapan) jenis Risiko yaitu Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Stratejik, Risiko Kepatuhan, dan Risiko Reputasi. Dalam menilai Profil Risiko, Perseroan memperhatikan cakupan penerapan Manajemen Risiko sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Penetapan peringkat Profil Risiko terdiri dari 5 (lima) peringkat yaitu Peringkat 1 (Low), Peringkat 2 (Low to Moderate), Peringkat 3 (Moderate), Peringkat 4 (Moderate to High), dan Peringkat 5 (High). Pada Semester I tahun 2012, peringkat profil risiko Perseroan berada pada Peringkat 2 (Low to Moderate). b. Penilaian Good Corporate Governance (GCG) Penilaian faktor GCG merupakan penilaian terhadap kualitas manajemen Perseroan atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Prinsip-prinsip GCG dan fokus penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip GCG berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No.9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 perihal Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. Peringkat faktor GCG dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat yaitu Peringkat 1, Peringkat 2, Peringkat 3, Peringkat 4, dan Peringkat 5. Urutan peringkat faktor GCG yang lebih kecil mencerminkan penerapan GCG yang lebih baik. Pada Semester I tahun 2012, peringkat GCG Perseroan berada pada Peringkat 2. c. Penilaian Rentabilitas Penilaian faktor Rentabilitas meliputi evaluasi terhadap kinerja Rentabilitas, sumber-sumber Rentabilitas, kesinambungan (sustainability) Rentabilitas, dan manajemen Rentabilitas. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat, trend, struktur, stabilitas Rentabilitas Bank, dan perbandingan kinerja Bank dengan kinerja peer group, baik melalui analisis aspek kuantitatif maupun kualitatif. 83

100 Penetapan faktor Rentabilitas dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat yakni Peringkat 1, Peringkat 2, Peringkat 3, Peringkat 4, dan Peringkat 5. Urutan peringkat faktor Rentabilitas yang lebih kecil mencerminkan kondisi Rentabilitas Bank yang lebih baik. Pada Semester I tahun 2012, peringkat Rentabilitas Perseroan berada pada Peringkat 2. Rentabilitas merupakan kemampuan Perseroan dalam meraih laba. Perkembangan indikator rentabilitas Perseroan dalam kurun waktu 31 Desember 2010 s/d 30 Juni 2012 menunjukkan trend yang meningkat. Gambaran rentabilitas Perseroan dalam kurun waktu 31 Desember 2010 s/d 31 maret 2012 adalah sebagai berikut : Keterangan 31 Maret Desember Desember 2010 Return On Asset (ROA) 1,44% -4,75% -12,90% Net Interest Margin (NIM) 14,93% 8,20% 3,51% Pada Semester I tahun 2012, ROA Perseroan tercatat sebesar 2,51%, dan NIM tercatat sebesar 15,43% atau ROA mengalami peningkatan sebesar 1,07% dan NIM mengalami peningkatan sebesar 0,5% dibandingkan 31 Maret Berdasarkan Laporan Keuangan Audited posisi Maret 2012, rasio Net Interest Margin (NIM) Perseroan sebesar 14,93%. Angka tersebut berada di atas rata-rata kinerja Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) non devisa, dimana rata-rata NIM BUSN non devisa sebesar 8,78%. d. Penilaian Permodalan Penilaian atas faktor Permodalan meliputi evaluasi terhadap kecukupan Permodalan dan kecukupan pengelolaan Permodalan. Dalam melakukan perhitungan Permodalan, Perseroan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No.10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum. Penetapan faktor Permodalan dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat yakni Peringkat 1, Peringkat 2, Peringkat 3, Peringkat 4, dan Peringkat 5. Urutan peringkat faktor Permodalan yang lebih kecil mencerminkan kondisi pemodalan Bank yang lebih baik. Pada Semester I tahun 2012, peringkat Permodalan Perseroan berada pada Peringkat 2. Capital Adequacy ratio (CAR) Perseroan setelah memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional per tanggal 30 Juni 2012, 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 31 Desember 2010 berturut-turut adalah sebesar 10,86%, 10,67%, 12,02% dan 41,42%. Jika menunjuk pada CAR tersebut di atas, maka Perseroan telah memenuhi kewajiban CAR yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia selama ini, yaitu sebesar 8%. Perseroan akan selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia termasuk dalam bidang permodalan, sehingga apabila terdapat perubahan ketentuan dalam perbankan Indonesia, manajemen akan segera menyusun perencanaan untuk memenuhi ketentuan tersebut dengan memperhatikan peraturan pasar modal. 84

101 Tabel di bawah ini menyajikan besarnya modal dan CAR Perseroan pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember , dan 2009 adalah sebagai berikut : Keterangan 31 Maret 31 Desember I Komponen Modal: A Modal Inti Modal Disetor Cadangan Tambahan Modal ( ) ( ) ( ) (4.575) B Modal Pelengkap II Total Modal Inti dan Modal Pelengkap III Penyertaan IV Total Modal V Komposisi Permodalan (rasio modal inti terhadap modal pelengkap) 743,78% 843,42% 1.669,77% 1.384,75 VI Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) VII CAR Perseroan (%) 10,67% 12,02% 41,42% 8,02% VIII CAR Minimum Sesuai PBI (%) 8,00% 8,00% 8,00% 8% Posisi CAR pada Semester I tahun 2012 sebesar 10,86% atau mengalami peningkatan sebesar 0,19% dibandingkan 31 Maret Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Dengan semakin kompleksnya risiko yang dihadapi dan guna meningkatkan kinerja, mendukung transparansi, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, melindungi kepentingan stakeholders serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada industri perbankan, perlu dilandasi dengantata Kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.8/4/PBI/2006 sebagaimana telah diubah dengan PBI No.8/14/PBI/2006, Perseroan telah memiliki Pedoman Good Corporate Governance sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan No. 019/SK-DIR/BEI/XI/07 tanggal 30 Nopember Pelaksanaan prinsip dasar GCG diwujudkan dalam: - Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi Dewan Komisaris dan Direksi mempunyai peran yang penting dan strategis dalam struktur tata kelola Perseroan. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan Pedoman dan Tata Tertib Kerja, yang merujuk pada Undang- Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bank Indonesia tentang Pelaksanaan GCG. Dewan Komisaris adalah sebagai wakil pemegang saham Perseroan yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara independen dalam melakukan pengawasan dan memberi arahan kepada Direksi dalam rangka menjalankan kepengurusan Perseroan yang dilandasi oleh prinsip-prinsip GCG. Direksi Perseroan bertanggung jawab penuh dalam mengelola jalannya Perseroan untuk mencapai maksud dan tujuannya yang dilandasi prinsip-prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran. Dalam menunjang tugasnya Direksi dibantu oleh jajaran Group Head, Division Head dan Regional Head bidang perkreditan, penghimpunan dana, keuangan, operasional dan penunjang lainnya. - Komite-komite Dewan Komisaris. Untuk meningkatkan efektifitas fungsi pengawasan Bank, Dewan Komisaris telah membentuk Komite-komite yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi. 85

102 Komite Audit Perseroan dibentuk berdasarkan SK Direksi No. 015/SK-DIR/BEI/VIII/07 tanggal 31 Agustus 2007 sebagaimana telah diubah dengan Surat Keputusan No.002/SK-KOM/BPI/I/2011 tanggal 3 Januari 2011 tentang Perubahan Komite Audit PT Bank Pundi Indonesia,Tbk. Komite Audit melaksanakan tugasnya dengan cara meningkatkan kualitas laporan keuangan Perseroan, memantau dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan audit intern dalam rangka meningkatkan fungsi pengendalian internal, memantau kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku serta memberikan rekomendasi atas penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk disampaikan ke RUPS. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dibantu oleh 2 (dua) pihak independen yang masing-masing memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, serta bidang hukum dan perbankan. Komite Pemantau Risiko Perseroan dibentuk berdasarkan SK Direksi No.016/SK-DIR/BEI/VIII/07 tanggal 31 Agustus 2007 yang diubah berdasarkan Surat Keputusan No. 001/SK-KOM/BPI/I/2011 tanggal 3 Januari 2011 tentang Perubahan Komite Pemantau Risiko PT Bank Pundi Indonesia, Tbk. Komite Pemantau Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam melakukan evaluasi kesesuaian antara kebijakan dan pelaksanaan manajemen risiko dan merekomendasikannya kepada Dewan Komisaris. Komite Pemantau Risiko diketuai oleh Komisaris Independen dibantu oleh 2 (dua) pihak independen yang masing-masing ahli dibidang keuangan dan bidang manajemen risiko. Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan dibentuk berdasarkan SK Direksi No.016/SK-DIR/ BEI/VIII/07 tanggal 31 Agustus 2007 yang diubah sesuai Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 001/SK-DIR/BPI/X/2010 tanggal 1 Oktober 2010 tentang Perubahan Komite Remunerasi dan Nominasi PT Bank Pundi Indonesia Tbk. Adapun tugas Komite Remunerasi dan Nominasi yang terkait dengan kebijakan remunerasi adalah memberikan rekomendasi tentang remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi dengan memperhatikan kondisi keuangan Perseroan serta sasaran dan strategi jangka panjang Perseroan. Komite juga memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris tentang paket remunerasi bagi karyawan dan pejabat eksekutif Perseroan. Terkait dengan kebijakan nominasi, Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan telahmemiliki sistem dan prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Komite Remunerasi dan Nominasi diketuaioleh Komisaris Independen dibantu oleh anggota yang terdiri dari Anggota Komisaris dan Pejabat Eksekutif Perseroan bidang sumber daya manusia. - Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Manajemen Risiko. Pelaksanaan fungsi kepatuhan dikoordinir oleh Direktur Kepatuhan dan dibantu oleh Divisi Compliance yang semuanya independen terhadap kegiatan operasional Perseroan. Perseroan telah memiliki Piagam Kepatuhan (compliance charter), Kode Etik Kepatuhan (compliance code of conduct), Pedoman dan Prosedur Kepatuhan (compliance policies and procedures) yang mengatur pelaksanaan Fungsi Kepatuhan untuk memastikan bahwa aktivitas operasional Perseroan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perbankan. Fungsi Audit Intern Perseroan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang merupakan unit kerja independen dari kegiatan operasional Perseroan yang berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia tentang Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum (SPFAIB). SKAI telah melakukan pemeriksaan terhadap unit-unit kerja Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabang dengan audit berbasis risko (risk based audit) sesuai program audit yang direncanakan. SKAI selalu melaporkan hasil temuan pemeriksaan kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris dan Direktur Kepatuhan. Sedangkan pokok-pokok pelaksanaan audit intern selalu dilaporkan setiap semester kepada Bank Indonesiasesuai ketentuan yang berlaku. Dalam penerapan Manajemen Risiko, Perseroan telah menyempurnakan Kebijakan Manajemen Risiko Bank,terakhir pada bulan Desember Teknis penerapan Manajemen Risiko, antara lain dilakukan melalui penetapan limit dan kewenangan memutus pemberian kredit, operasional, pengeluaran biaya investasi maupun biaya operasional dan penunjang lainnya termasuk mitigasi risiko dilakukan Perseroan dengan pengalihan fokus pembiayaan kepada UMKM dan penambahan modal baru melalui mekanisme right issue. 86

103 Guna memperkuat sistem pengendalian intern, Perseroan telah menerapkan Strategi Anti Fraud pada seluruh aktivitas operasional melalui 4 (empat) pilar utama, yaitu: Pilar 1 : Pencegahan; Pilar 2: Deteksi, Pilar 3: Investigasi, Pelaporan dan Sanksi; dan Pilar 4 : Evaluasi, Pemantauan dan Tindak Lanjut. - Penyediaan Dana kepada Pihak Berelasi dan Penyediaan Dana Besar. Terkait kepatuhan Bank terhadap ketentuan tentang batas maksimum pemberian kredit (BMPK), Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis dan jelas yang mengatur tentang penyediaan dana kepada Pihak Terkait dan penyediaan Dana Besar (large exposures) berikut monitoring dan penyelesaian masalahnya. Pedoman tertulis ini merupakan bagian dari Kebijakan Perkreditan Bank (SK No. 017/SK-DIR/BPI/IX/10 tanggal 30 September 2010). Perseroan fokus menyalurkan kredit ke sektor UMKM sejak Oktober 2010 sehingga tidak terdapat pemberian kredit kepada Pihak Berelasi maupun penyediaan Dana Besar yang baru. Namun demikian, Perseroan telah memiliki Kebijakan Prekreditan Bank yang diantaranya mengatur tentang Penyediaan Dana kepada Pihak Berelasi dan Penyediaan Dana Besar. - Rencana Bisnis Bank (RBB) Rencana strategis dan rencana bisnis Perseroan disusun dengan cukup realistis, komprehensif, terukur dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan responsif terhadap perubahan faktor intern dan ekstern. - Transparansi kondisi keuangan, non-keuangan dan Pengurus Perseroan Aspek transparansi Perseroan tercermin dari tidak adanya anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perseroan, Bank lain, baik di dalam maupun luar negeri serta tidak memiliki hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan sesama Anggota Dewan Komisaris, Direksi dan atau pemegang saham pengendali Perseroan. Selain itu, aspek transparansi juga tercermin dari pemberian paket remunerasi dan fasilitas lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi. Perseroan tidak menerapkan kebijakan share option kepada Anggota Komisaris, Direksi maupun pejabat eksekutif Perseroan. Bank selalu mentransparansikan kondisi keuangan dan non keuangan kepada stakeholders melalui: - Publikasi Laporan Tahunan (annual report), Laporan Keuangan Tahunan (audited) dan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku. - Mentransparansikan informasi produk Bank dan tata cara penanganan pengaduan nasabah sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku. - Menyampaikan Laporan Pelaksanaan GCG tahunan berdasarkan hasil self assessment kepadapihak-pihak Eksternal secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku. Laporan-laporan tersebut di atas juga dimuat pada homepage Perseroan. - Penyimpangan internal dan Permasalahan Hukum Dari aspek permasalahan hukum, Perseroan hanya terlibat dalam perkara perdata karena wanprestasi debitur, baik dalam statusnya sebagai Penggugat, Tergugat atau Turut Tergugat. Perseroan berkeyakinan bahwa apapun hasil dari putusan perkara tersebut tidak memiliki dampak negatif dan material yang akan berpengaruh terhadap kinerja dan kelangsungan usaha maupun keadaan keuangan Perseroan. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, Perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tanggung jawab social perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa keberhasilan Perseroan selama ini tidak terlepas dari dukungan 87

104 masyarakat. Oleh karenanya, sudah semestinya apabila manfaat yang berasal dari keberhasilan Perseroan ini juga dirasakan oleh masyarakat. Komitmen Perseroan tersebut juga didorong oleh kenyataan bahwa kegiatan CSR merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. Dalam kegiatan sosial, Perseroan telah mengadakan acara buka puasa bersama anak yatim pada bulan puasa secara serentak di seluruh Kantor Cabang Perseroan serta turut berpartisipasi dalam acara program penghijauan lingkungan (gogreen) bersama Recapital Group dengan melakukan penanaman pohon bersama di lereng Gunung Pangrango, Lido Sukabumi. 9. PROSPEK USAHA 9.1. Perekonomian Indonesia Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Pada tahun 2010 Indonesia mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,1% yang didukung oleh kuatnya konsumsi domestik. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang dapat mencatat pertumbuhan PDB positif selama krisis global berlangsung di tahun Sehingga, di tahun 2010 dan 2011, lembagalembaga peringkat kredit internasional (seperti Fitch dan Moody s) telah meningkatkan peringkat kredit Indonesia menjadi BB+. Alasan peningkatan ini karena ketahanan ekonomi Indonesia terhadap krisis global, meningkatnya kemampuan Pemerintah dalam mengendalikan tantangan politik untuk menciptakan agenda reformasi tanpa merusak efektifitas peraturan dan kebijakan terkait. Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5% di tahun Proyeksi kedepan mengindikasikan bahwa ekonomi sepertinya akan mencapai pertumbuhan yang cenderung menurun dikarenakan keadaan krisis dinegara-negara eropa serta meningkatnya harga minyak dunia. Tingkat Inflasi Indonesia pernah mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi yaitu sebesar 11,1% pada tahun Namun kondisi ini kemudian menurun sebesar 2,8% pada tahun 2009 karena harga minyak global menurun serta didukung oleh menurunnya pertumbuhan permintaan domestik. Laju inflasi yang dimulai dengan tingginya harga makanan serta kenaikan tarif listrik beberapa waktu belakangan ini telah meningkatkan laju inflasi menjadi 7,0% di tahun 2010, namun turun cukup drastis di tahun 2011 sebesar 3,8%. Diperkirakan pada tahun 2012 ini tingkat inflasi akan berada di angka 5,5%. Indikator Ekonomi Estimasi Pertumbuhan Ekonomi (% YoY) 6,1 6,5 6,2 Inflasi (%) 7,0 3,8 5,5 Nilai Tukar (Rp/US$) Tingkat Bunga BI Rate 6,5 6,0 5,8 Sumber : website resmi Bank Indonesia dan Biro Pusat Statistik (BPS) Januari 2012 Kebijakan Moneter Sinergi antara kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah dirasa penting untuk mempertahankan stabilitas makro ekonomi dan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang terus berkelanjutan. Setelah beberapa kali mengurangi tingkat suku bunga sebagai reaksi terhadap krisis keuangan global, maka pada tahun 2011 yang lalu Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan Suku Bunga BI sebesar 6,0%. Bank Indonesia akan menerapkan kebijakan moneter dan perbankan yang diperlukan dalam rangka memastikan agar kondisi makroekonomi tetap stabil. Bank Indonesia juga akan terus memantau dan mengambil tindakan guna memastikan bahwa inflasi dimasa datang sesuai dengan target yang telah ditetapkan sekitar 5,8% ditahun

105 Nilai Tukar Rupiah Selama tahun 2010, Rupiah terus mengalami penguatan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kinerja neraca pembayaran yang solid, tingkat imbal hasil investasi dalam Rupiah yang masih menarik bagi para investor, cadangan devisa yang meningkat, risiko fluktuasi kurs valuta asing pada sistem perbankan yang terkendali, kebijakan fiskal yang ketat dan kelebihan likuiditas dari pasar global yang masuk ke Indonesia sehingga mendorong penguatan Rupiah lebih lanjut. Namun itu tak terjadi di tahun 2011 dimana Rupiah sedikit melemah dibanding tahun sebelumnya. Secara umum, Rupiah pada tahun 2012 diperkirakan akan sedikit melemah walaupun fundamental ekonomi yang cukup kokoh ditengah kondisi eksternal yang lebih kondusif Prospek Usaha Perseroan Didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif, Perseroan optimis akan memiliki peluang yang besar dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi keuangan yang akan turut menggerakkan sektor keuangan di Indonesia, khususnya pada sektor pembiayaan UMKM. Hal ini seiring dengan usaha Pemerintah yang mendorong para pelaku dunia perbankan agar lebih berperan aktif dalam menjangkau usaha mikro, kecil dan menengah. Infrastruktur yang lebih lengkap di banding tahun sebelumnya serta jaringan kantor yang kini telah ada di seluruh Indonesia, akan lebih memudahkan Perseroan menjangkau pasar. Pertumbuhan hingga pertengahan tahun 2012 yang mencakup peningkatan laba, kredit, dana pihak ketiga serta asset membuat Perseroan optimis untuk terus tumbuh teratur sehingga menjadi bank tradisional bagi pelaku UMKM pada tahun Untuk meningkatkan daya saing, penyempurnaan produk dan layanan, pengembangan SDM menjadi salah satu fokus perhatian manajemen. Fitur pada mesin ATM akan terus ditingkatkan untuk menciptakan kenyamanan perbankan pada Perseroan bagi nasabah. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan mengenai target pasar merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk meminimalkan risiko usaha. Disamping itu, Perseroan akan terus menyempurnakan tata kelola perusahaan dan standar pengelolaan risikonya sebagai sarana untuk mewujudkan layanan perbankan yang lebih berkualitas. Rencana Penawaran Umum Terbatas III ini juga merupakan strategi Perseroan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan modal minimal bank di masa mendatang. Dalam upaya untuk terus meningkatkan posisi Perseroan di kancah persaingan Industri Perbankan Indonesia, Perseroan terus melakukan beberapa hal berikut ini: Menempatkan lokasi kantor tepat di tengah-tengah lokasi nasabah beraktifitas, sebagian besar berada di pasar-pasar tradisional, sehingga mudah dijangkau oleh nasabah yang berada di sekitar lokasi tersebut. Mengembangkan produk dan program yang sesuai dengan tingkat persaingan pasar dengan mempertimbangkan Profil Bank dan kebutuhan nasabah. Membina dan menjaga hubungan baik dengan nasabah, baik dalam komunikasi maupun meningkatkan kualitas pelayanan yang ada. Menyusun tim marketing kredit yang lebih banyak di Kantor Cabang, yang terdiri dari 3 tim dimana 1 tim terdiri dari 1 Team Leader dan 8 Account Officer, sehingga total tim marketing di cabang adalah 3 Team Leader dan 24 Account Officer. Proses kredit yang mudah, cepat namun tetap prudent. 10. PERSAINGAN USAHA Persaingan dalam industri perbankan saat ini sangat kompetitif. Dalam hal penyaluran kredit mikro, saat ini hampir semua Bank telah masuk ke dalam bisnis mikro, baik itu Bank Konvensional, Bank Syariah, selain itu juga terdapat lembaga keuangan non bank, seperti koperasi simpan pinjam. Tingginya tingkat persaingan ini terjadi melalui suku bunga, kemudahan bertransaksi pelayanan yang cepat. Selain itu tingginya tingkat marjin yang diperoleh dari penyaluran ke bisnis mikro ini menjadikan ketatnya persaingan di bisnis ini. 89

106 Posisi Perseroan dalam kancah persaingan Menurut majalah INFOBANK edisi Juni 2012, Perseroan menduduki peringkat ke 30 dari 31 peringkat dalam kategori Rating Bank Go Public. Sementara itu, untuk kategori bank dengan modal Rp 100 miliar sampai dengan Rp 1 triliun, Perseroan berada di peringkat ke 60. Walaupun berada dalan peringkat yang masih dibawah, Perseroan tetap optimis untuk dapat terus meraih posisi yang semakin baik dengan memperluas cakupan wilayah kerja ke seluruh pelosok tanah air sehingga Perseroan dapat terus tumbuh dan berkembang dengan maksimal di masa yang akan datang. Untuk menghadapi tingginya tingkat persaingan ini, Perseroan melakukan beberapa hal seperti : Perseroan menggunakan konsep Account Officer dibanding konsep Sales Officer yang dijalankan oleh pesaingnya. Dalam konsep Account Officer (AO), AO berfungsi tidak hanya mencari calon debitur, tapi juga melakukan proses analisa kelayakan debitur dan maintenance setelah kredit dicairkan. Kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah kantor sebanyak 205 kantor, dari propinsi Aceh sampai ke Papua. Jumlah AO minimal 24 orang di setiap kantor untuk melakukan penetrasi pasar. Proses kredit yang cepat dan mudah Perseroan hanya fokus kepada usaha mikro, pemberian kredit dilakukan hanya untuk usaha produktif melalui produk yang bervariasi dan maksimal pemberian kredit yang dilakukan adalah Rp 350 juta per debitur. Sementara itu, dalam hal pendanaan, tingkat persaingan juga tak kalah kompetitif. Bank kompetitor menawarkan produk, program dan tingkat suku bunga yang menarik sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan pendanaan yang didukung oleh pelayanan dan infrastruktur yang kuat. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk menghadapi persaingan dalam hal pendanaan ini dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut : 1. Merekrut Sales Officer yang berpengalaman di bidang pendanaan 2. Mengembangkan Program-Program pendanaan yang menarik untuk nasabah dengan mengikuti pola kebutuhan pasar. 3. Mengembangkan Infrastruktur IT untuk meningkatkan manfaat produk dan layanan, seperti yang sedang dikembangkan oleh Perseroan sekarang yaitu Biller Payment. 4. Memacu motivasi Sales Officer untuk mendapatkan pendanaan dengan program Sales Rewards dan Sales Insentif. 90

107 IX. INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 1. Tahapan Konsolidasi Industri Perbankan di Indonesia Periode Deregulasi Pada awal tahun 1988, Pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan deregulasi industri perbankan yang berdampak pada meningkatnya persaingan dalam industri perbankan. Langkah-langkah deregulasi yang telah dijalankan antara lain adalah memberikan fleksibilitas bagi bank-bank untuk menetapkan sendiri tingkat suku bunga kredit dan simpanan, menghapuskan pagu kredit, menurunkan GWM, dan memperkenalkan instrumen pasar uang, termasuk SBI dan Surat Berharga Pasar Uang. Sebelum tahun 1988, sektor perbankan Indonesia didominasi oleh 7 (tujuh) bank Pemerintah, yang menguasai lebih dari 60,0% total kredit perbankan yang ada. Dalam rangka pengembangan sektor industri perbankan Indonesia, mobilisasi simpanan dalam negeri dan pengembangan iklim persaingan antar bank di Indonesia, Pemerintah melalui Menteri Keuangan, telah mengeluarkan beberapa paket deregulasi pada bulan Oktober Salah satu kebijakan reformasi perbankan yang penting yaitu meringankan persyaratan untuk mendapat izin pendirian bank baru, yang mengakibatkan berdirinya bank-bank baru dengan pesat pada tahun-tahun berikutnya. Kebijakan deregulasi perbankan tersebut telah berhasil meningkatkan persaingan serta jumlah simpanan dan pinjaman secara signifikan pada tahun 1989 dan Melalui beberapa langkah kebijakan lanjutan, Pemerintah berusaha untuk meningkatkan sistem perbankan dan meningkatkan iklim perbankan yang lebih baik. Pada bulan Pebruari 1991, Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang lebih rinci untuk melengkapi paket kebijakan deregulasi bulan Oktober Kebijakan tersebut kemudian diperbaiki dengan paket deregulasi Agustus 1994 yang menerapkan batas Posisi Devisa Neto sebesar maksimal 25,00% dari modal bank. Sesuai dengan peraturan Bank for International Settlements (BIS), Pemerintah juga menerapkan peraturan mengenai minimum CAR sebesar 8,00% atas ATMR dan diterapkan di seluruh bank pada bulan Pebruari Periode Pertumbuhan Ekonomi Semenjak kebijakan uang ketat diberlakukan pada awal tahun 1991, sektor perbankan Indonesia mengalami periode konsolidasi dan melambatnya pertumbuhan kredit yang terjadi sampai pertengahan tahun Pada periode ini, beberapa bank Pemerintah dan bank swasta nasional mengalami penurunan tingkat pertumbuhan kredit dan harus meningkatkan modal untuk menaikkan CAR hingga tingkat minimum yang disyaratkan oleh ketetapan BI. Selama periode tahun 1992 dan 1993, tingkat suku bunga simpanan dan kredit mengalami penurunan secara bertahap. Dimulai pada awal tahun 1994, tingkat suku bunga di Indonesia meningkat kembali sebagai reaksi terhadap naiknya tingkat suku bunga luar negeri yang diakibatkan oleh naiknya tingkat suku bunga diskonto Bank Sentral Amerika Serikat. Namun setelah penurunan tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat pada bulan Juli 1995, tingkat suku bunga di Indonesia mulai stabil dan kemudian secara perlahan menurun. Sebagai akibat dari deregulasi pada sektor perbankan pada periode 1988 dan 1991 serta pertumbuhan ekonomi yang dialami Indonesia pada periode tahun 1991 dan 1996, peran sektor perbankan swasta pada perekonomian Indonesia meningkat sangat tinggi. Pada periode Desember 1988 dan Juni 1977, jumlah bank-bank swasta di Indonesia meningkat dari 63 menjadi 160, atau meningkat sebesar 254,00%, sementara pangsa pasar sektor perbankan swasta dibandingkan total aset seluruh bank di Indonesia meningkat dari 24,00% menjadi 54,00%. 91

108 Krisis Ekonomi dan Proses Pemulihan Perbankan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah memberikan beban yang besar bagi industri perbankan di Indonesia dan sebagian besar bank mengalami masalah likuiditas yang serius. Akibat semakin banyaknya bank yang gagal memenuhi ketentuan tingkat GWM, Pemerintah mengambil langkah untuk memberikan BLBI. BLBI adalah pinjaman yang diberikan BI kepada bank yang mengalami masalah likuiditas dalam operasi sehari-hari. Selama krisis ekonomi, masalah likuiditas terjadi antara lain karena penarikan dana secara berlebihan dan dalam skala besar oleh nasabah akibat turunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional. Perpanjangan BLBI hanya diberikan kepada bank dengan persyaratan yang ketat. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) BPPN yang dibentuk pada tanggal 26 Januari 1998 berdasarkan Keputusan Presiden, merupakan lembaga otonomi dari Departemen Keuangan sebagai reaksi atas krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun BPPN dibentuk untuk menyelesaikan tiga tujuan utama dalam penyehatan perbankan, yaitu: (i) melakukan administrasi program penjaminan Pemerintah kepada bank umum yang diatur dalam Keputusan Presiden; (ii) memonitor dan merestrukturisasi bank yang tidak sehat; (iii) mengambil tindakan hukum yang diperlukan dalam rangka restrukturisasi perbankan. Implementasi dari kewewenangan BPPN tersebut adalah melakukan restrukturisasi dan penjualan, penagihan kembali kredit serta pemantauan penjualan aset korporasi. Tujuan akhir Pemerintah adalah untuk mempunyai bank-bank umum yang jumlahnya lebih sedikit namun lebih sehat dengan jaringan cabang yang luas yang memberikan beragam jasa bagi semua lapisan ekonomi dan segmen industri. BPPN memiliki keberadaan secara hukum selama 5 (lima) tahun mulai dari Pebruari 1999 hingga Pebruari Pada tanggal 27 Pebruari 2004 BPPN telah mengakhiri masa tugasnya. Program Penjaminan Pemerintah Dalam menghadapi krisis perekonomian nasional dan dengan maksud untuk memberikan dukungan terhadap sektor perbankan Indonesia yang kondisinya memburuk sejak tahun 1998, Pemerintah, sebagai jawaban atas krisis ekonomi dan dukungan atas menurunnya industri perbankan di Indonesia, menerapkan program penjaminan Pemerintah (Government Guarantee Program) dan program penawaran pertukaran (Program Exchange Offer), untuk memberikan jaminan kepada deposan bank dan kreditur. Program Penjaminan Pemerintah tersebut diatur di dalam Keputusan Presiden tanggal 28 Januari 1998 yang kemudian dilaksanakan dengan Keputusan Menteri Keuangan tanggal 26 Mei 2000 dan dilengkapi dengan Surat Keputusan Ketua BPPN tanggal 4 April 2001 serta Peraturan BI tanggal 2 April Secara umum, kewajiban yang dijamin oleh Pemerintah dalam program ini adalah pembayaran atas kewajiban bank umum nasional baik yang tercatat di laporan posisi keuangan (on-balance sheet) maupun yang tidak tercatat dalam laporan posisi keuangan(off-balance sheet) termasuk kewajiban Kantor Cabang Luar Negeri bank-bank tersebut kepada deposan asing dan dalam negeri serta para kreditur, termasuk kewajiban untuk membayar dalam mata uang Rupiah atau mata uang asing sesuai dengan ketentuan dalam program tersebut. Sesuai dengan ketentuan dalam Program Penjaminan Pemerintah, jangka waktu penjaminan akan dengan sendirinya terus diperpanjang setiap enam bulan, kecuali Menteri Keuangan sebelum akhir dari jangka waktu enam bulan tersebut menyatakan tidak akan memperpanjang program tersebut. Program Exchange Offer Program Exchange Offer diterbitkan setelah adanya 2 (dua) kesepakatan yang dicapai antara BI dengan kreditur tertentu dari bank di Indonesia. Program Exchange Offer yang pertama diperkenalkan pada akhir tahun 1998 setelah adanya kesepakatan yang dicapai pada tanggal 18 Agustus 1998, dan yang kedua 92

109 diperkenalkan pada pertengahan tahun 1999 setelah adanya kesepakatan pada tanggal 25 Mei Program yang disponsori oleh Pemerintah tersebut bertujuan untuk membantu restrukturisasi hutang dengan mengubah, misalnya, tingkat suku bunga atau jangka waktu. Dalam Program Exchange Offer ini, BI menyediakan jaminan pasti dan tanpa syarat untuk kewajiban yang dimiliki oleh para obligor. Dalam Program Exchange Offer 1998, pinjaman yang memenuhi syarat dalam program tersebut ditukar menjadi perjanjian kredit baru yang dibagi ke dalam 4 (empat) tahap dengan periode jatuh tempo: satu, dua, tiga, dan empat tahun. Peserta dari Program Exchange Offer 1999, menukarkan pinjaman yang memenuhi syarat menjadi pinjaman baru yang dibagi ke dalam 4 (empat) tahap dengan periode jatuh tempo: tiga, empat, lima, dan enam tahun. Pinjaman yang memenuhi syarat dalam Program Exchange Offer 1998 didefinisikan sebagai saldo pinjaman non-rupiah dari (i) kewajiban pinjaman antar bank dan kewajiban jangka pendek obligor yang jatuh tempo sebelum tanggal 1 April 1999, (ii) porsi lancar dari kewajiban jangka menengah dan panjang obligor yang akan jatuh tempo sebelum tanggal 1 April Pinjaman yang memenuhi syarat dalam Program Exchange Offer 1999 didefinisikan sebagai saldo pinjaman non-rupiah dari (i) kewajiban simpanan antar bank dan kewajiban jangka pendek obligor yang jatuh tempo sebelum tanggal 1 Januari 2002, (ii) porsi lancar dari kewajiban jangka menengah dan panjang obligor yang akan jatuh tempo sebelum tanggal 1 Januari 2002 (selain dari kewajiban yang jatuh temponya dipercepat, kecuali percepatan tersebut terjadi sebelum tanggal 15 Maret 1999 sesuai kontrak yang ada). Obligor didefinisikan sebagai bank Pemerintah dan swasta nasional, dan anak-entitas anaknya di luar negeri, cabang-cabangnya di luar negeri, maupun kantor perwakilannya di luar negeri. Dalam Program Exchange Offer, BI memberikan jaminan tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali atas kewajiban-kewajiban pihak yang dijamin. Program Rekapitalisasi Perbankan Program Rekapitalisasi Perbankan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan CAR para peserta menjadi sekurangnya 4,00%. Untuk bank yang ikut serta di dalam Program Rekapitalisasi (kecuali untuk Bank Pemerintah, Bank Milik Pemerintah Daerah dan Bank Bank Take Over/BTO), pemegang saham pengendali diharuskan untuk menyetor dana tunai sebesar minimum 20,00% dari kekurangan modal yang diperlukan untuk mencapai CAR sebesar 4,00%. Setiap pemegang saham berhak untuk membeli kembali saham yang dimiliki Pemerintah dan Pemerintah juga dapat menjual saham kepemilikannya kepada masyarakat melalui mekanisme Penawaran Umum, setelah saham tersebut ditawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham lainnya. Sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 26 Maret 1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Perbankan Bagi Bank Berstatus BTO. Pemerintah melakukan penyertaan sementara dalam bank-bank tertentu untuk jumlah minimum agar memenuhi CAR 4,00%. Besarnya penyertaan sementara Pemerintah ditentukan berdasarkan hasil uji tuntas pihak independen yang ditunjuk oleh BPPN. Bank umum milik Pemerintah juga di rekapitalisasi untuk mencapai CAR 4,00% berdasar Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 29 Juli Pemenuhan Kewajiban Modal Minimum Bank Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BI No.26/20/KEP/DIR Tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank, ditetapkan bahwa Bank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8,00% (delapan persen) dari aset tertimbang menurut risiko. 93

110 A. Struktur Industri Perbankan ke depan Bertitik tolak dari kebutuhan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan sebagai upaya lanjutan dalam program penyehatan perbankan nasional, BI mulai tahun 2004 telah mulai mengimplementasikan landscape atau blue print mengenai tatanan industri perbankan dalam Arsitektur Perbankan Indonesia - API yang telah disusun berdasarkan masukan-masukan dari berbagai stakeholders. Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang oleh API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Guna kemudahan dalam merumuskan arah kebijakannya, fokus penyusunan API dibagi dan diarahkan pada proses pembentukan 6 (enam) pilar infrastruktur yang dibutuhkan oleh perbankan nasional yaitu: struktur perbankan nasional yang kokoh, pengaturan dan pengawasan bank yang efektif, kondisi internal individual bank yang sehat, infrastruktur pendukung industri perbankan yang memadai, dan juga terpenuhinya aspek perlindungan dan pemberdayaan konsumen pengguna jasa perbankan yang dapat diandalkan. Sistem perbankan yang sehat, kuat, dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Struktur Perbankan yang Sehat Sistem Pengawasan yang Independen dan Efektif Infrastruktur Pendukung yang Mencukupi Sistem Pengaturan yang Efektif Industri Perbankan yang Kuat Perlindungan Konsumen Pilar 1P ilar 2 Pilar 3 Pilar 4 Pilar 5 Pilar 6 Setidaknya ada beberapa poin yang akan dibenahi oleh Bank Sentral sebagai upaya untuk menyiapkan perbankan nasional dalam memasuki persaingan global, yang di antaranya adalah sebagai berikut : Pertama adalah program penguatan struktur perbankan nasional. Program ini bertujuan untuk memperkuat permodalan bank umum (konvensional dan syariah) dan meningkatkan daya saing, dan akses kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam rangka meningkatkan kapasitas pertumbuhan kredit perbankan. Implementasi program penguatan permodalan bank dilaksanakan secara bertahap dalam jangka waktu lima sampai dengan tujuh tahun, sehingga pada tahun 2011 bank-bank sudah memiliki modal minimum yang telah disesuaikan. Upaya peningkatan modal bank-bank tersebut dapat dilakukan dengan membuat business plan yang memuat target waktu, cara dan tahapan pencapaian. Adapun cara pencapaiannya dapat dilakukan melalui: a. Penambahan modal baru, baik dari pemegang saham lama maupun investor baru. b. Memberi kesempatan kepada bank-bank tersebut untuk melakukan merger dengan bank (atau beberapa bank) lain untuk mencapai persyaratan modal minimum baru. c. Menerbitkan saham baru atau melakukan secondary offering di pasar modal. d. Menerbitkan subordinated loan. 94

111 Dalam waktu tahun ke depan diharapkan telah terjadi konsolidasi sektor perbankan secara menyeluruh yang mengarah kepada struktur perbankan yang lebih optimal, yaitu terdiri dari : i. Dua sampai tiga bank yang mengarah kepada bank internasional dengan kapasitas dan kemampuan untuk beroperasi di wilayah internasional serta memiliki modal di atas Rp50 triliun. ii. Tiga sampai lima bank nasional yang memiliki cakupan usaha yang luas dan beroperasi secara nasional serta memiliki modal antara Rp10 triliun s/d Rp50 triliun. iii. 30 sampai 50 bank yang kegiatan usahanya terfokus pada segmen usaha tertentu sesuai dengan kapabilitas dan kompetensi setiap bank. Bank-bank tersebut memiliki modal antara Rp100 miliar s/d Rp10 triliun. iv. BPR dan bank-bank dengan cakupan usaha terbatas yang lebih solid dan mampu berperan secara lebih efektif sesuai pangsa pasarnya, dengan modal kurang dari Rp100 miliar. Kedua, adalah program peningkatan kualitas pengaturan perbankan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan yang dilakukan oleh BI serta memenuhi standar pengaturan yang mengacu pada international best practices. Program tersebut dapat dicapai dengan penyempurnaan proses penyusunan kebijakan perbankan serta penerapan 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision secara bertahap dan menyeluruh. Dalam jangka waktu lima tahun ke depan diharapkan BI akan dapat sejajar dengan negara-negara lain dalam penerapan international best practices termasuk 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision. Dari sisi proses penyusunan kebijakan perbankan, dalam waktu dua tahun ke depan, BI diharapkan telah memiliki sistem penyusunan kebijakan perbankan yang efektif dengan melibatkan pihak-pihak terkait dalam proses penyusunannya. Ketiga, adalah program perbaikan fungsi pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi BI sebagai otoritas pengawas perbankan. Hal ini dicapai dengan penyempurnaan proses pembuatan kebijakan perbankan, peningkatan koordinasi antar lembaga pengawas, peningkatan kompetensi pemeriksa bank, pengembangan dan penajaman pengawasan berbasis risiko, peningkatan efektivitas enforcement, dan konsolidasi organisasi sektor perbankan di BI. Dalam jangka waktu dua tahun ke depan diharapkan fungsi pengawasan bank yang dilakukan oleh BI akan lebih efektif dan sejajar dengan pengawasan yang dilakukan oleh otoritas pengawas di negara lain. Keempat, program peningkatan kualitas manajemen dan operasional perbankan. Program ini difokuskan untuk meningkatkan Good Corporate Governance (GCG), kualitas manajemen risiko dan kemampuan operasional manajemen.semakin tingginya standar GCG dengan didukung oleh kemampuan operasional (termasuk manajemen risiko) yang handal diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perbankan.dalam waktu 2 (dua) sampai 5 (lima) tahun ke depan kondisi internal perbankan nasional akan menjadi semakin kuat. Kelima, program pengembangan infrastruktur perbankan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sarana pendukung operasional perbankan yang efektif seperti credit bureau dan lembaga pemeringkat kredit domestik. Pengembangan credit bureau akan membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas keputusan kreditnya dan penggunaan lembaga pemeringkat kredit dalam publicly-traded debt yang dimiliki akan meningkatkan transparansi dan efektivitas manajemen keuangan bank. Dalam waktu 3 (tiga) tahun ke depan diharapkan telah tersedia infrastruktur pendukung perbankan yang mencukupi. Keenam, adalah program peningkatan perlindungan nasabah. Program ini ditujukan untuk menciptakan standar bagi perbankan dalam menyusun mekanisme pengaduan nasabah dan transparansi informasi produk perbankan. Selain itu, diharapkan program ini dapat mendorong pembentukan lembaga mediasi independen yang menjembatani nasabah dan perbankan serta mendorong perbankan dalam memberikan edukasi bagi nasabah. Program-program tersebut diharapkan dalam kurun waktu 2 (dua) sampai 5 (lima) tahun ke depan akan lebih meningkatkan kepercayaan nasabah pada sistem perbankan. 95

112 B. Prospek Industri Perbankan Tahun 2012 Sebagai sebuah industri yang sangat teregulasi, semua bank di Indonesia harus menjalankanusahanya berdasarkan prinsip-prinsip kehati-hatian sebagaimana yang diatur oleh bank sentral, Bank Indonesia. Bank Umum dan Bank Pembangunan Daerah berdasarkan Arsitektur Perbankan Indonesia(API), harus memiliki modal minimal sebesar Rp100 miliar pada akhir tahun Peraturan ini diharapkan mampu memperkuat sektor perbankan nasional. Saat ini terdapat 122 bank di Indonesia yang terdiri dari empat bank milik pemerintah, bank devisa (36), bank non devisa (31), bank pembangunan daerah (26), bank campuran (14), dan bank asing (10). Kondisi ekonomi makro diperkirakan makin membaik namun tidak meningkat tajam. Tahun 2010, PDB Indonesia telah mengalami pertumbuhan sebesar 6,10% atau meningkat bila dibandingkan PDB tahun 2009 yang sebesar 4,50% (sumber: Badan Pusat Statistik, Nopember 2011). Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada 6,6% di tahun 2011 dan 6,3%-6,7% ditahun Hingga bulan Nopember, tingkat inflasi Indonesia sebesar 4,15% atau telah mencapai target BI yang sebesar 5±1%. Sikap BI diperkirakan tetap akomodatif sehingga policy rate diperkirakan akan bertahan pada tingkat yang rendah. Sementara, untuk mengatur kondisi likuiditas pasar, BI memilih untuk mengambil kebijakan moneter non bunga, yaitu dengan menaikkan giro wajib dari 5,00% menjadi 8,00% yang efektif berlaku sejak tanggal 1 Nopember Tujuan kebijakan ini adalah agar bank lebih terpacu untuk melakukan penyaluran kredit dan transaksi lain diluar penempatan dana di bank sentral sehingga dapat menjaga kondisi likuiditas yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap inflasi. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih belum optimal, perbankan diperkirakan bersikap konservatif. Pertumbuhan kredit di tahun 2010 (termasuk channeling) mencapai 22,1% (yoy), hingga September 2011 pertumbuhan kredit mencapai 25,3%, sedangkan tahun 2011 diprediksi di kisaran 20%-25% year on year. Pertumbuhan kredit ini berada dibawah kondisi normal yang berkisar di 30,00% year on year. Di sisi lain pertumbuhan mobilisasi dana diperkirakan tidak akan terlalu terganggu. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 18,5% year on year di Tahun 2010, meningkatnya pertumbuhan DPK bersumber dari peningkatan pertumbuhan uang kuasi, terutama deposito. Porsi deposito mencapai 45,7% dari total DPK (sumber: Pebruari 2011).Ditahun 2011 Dana Pihak Ketiga (DPK) diproyeksikan dan 20,0 % year on year. Untuk mendorong pertumbuhan kredit di tahun 2011, BI mengeluarkan peraturan yang mengkaitkan besaran giro wajib minimum perbankan dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio - LDR). Peraturan ini mulai berlaku efektif tanggal 1 Maret Meskipun BI mendorong perbankan untuk meningkatkan kredit, namun BI menekankan agar perbankan tetap menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian agar rasio kredit macet tetap berada di bawah 5,00% pada tahun C. Pengawasan dan Peraturan Perbankan Indonesia Sejak diberlakukannya Undang-undang No.7 Tahun 1992 tanggal 25 Maret 1992, sebagaimana diubah dengan Undang-undang No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimuat dalam Lembaran Negara No.182 tahun 1998, Tambahan Lembaran Negara No.3790 ( Undang-undang Perbankan ), dan sesuai dengan Undang-undang No.23 Tahun 1999 tanggal 17 Mei 1999, tentang BI, yang dimuat dalam Lembaran Negara No.66 tahun 1999, Tambahan Lembaran Negara No.3843, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.3 Tahun 2004 tanggal 15 Januari 2004 tentang BI yang dimuat dalam Lembaran Negara No.7 tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara No.4357 ( Undang-undang BI ), BI menjadi lembaga pemerintah utama yang mengawasi sistem perbankan Indonesia. Menurut Undang-undang Perbankan dan Undang-undang BI, BI adalah suatu lembaga yang independen dan bebas dari intervensi dan/atau pihak lain. Tujuan BI adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai tugas sebagai berikut: a. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter; b. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; c. mengatur dan mengawasi bank. 96

113 Untuk menunjang tugas pokoknya, BI diberikan wewenang untuk mengeluarkan dan mengatur peredaran Rupiah. BI juga menerbitkan kebijakan mengenai wewenang kesehatan, solvabilitas dan likuiditas bank, mengatur lalu lintas pembayaran kredit, menyelenggarakan kliring, dan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank. Undang-undang Perbankan dan Undang-undang BI adalah landasan hukum utama yang mengatur pemberian ijin-ijin usaha dan pengaturan sektor perbankan. Undang-undang ini memberikan kewenangan yang besar kepada BI. Perbankan Indonesia juga tunduk pada peraturan-peraturan, keputusan-keputusan dan peraturan pelaksanaan yang diterbitkan oleh BI dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Perubahan Penghitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Kredit Usaha Kecil, Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Pegawai/Pensiunan Berdasarkan Surat Edaran BI No.8/3/DPNP tanggal 30 Januari 2006 mengenai Perubahan Penghitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Kredit Usaha Kecil, Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Pegawai/ Pensiunan, dalam penghitungan ATMR, kredit pegawai/pensiunan dikenakan bobot risiko sebesar 50,00% (lima puluh persen). Kredit pegawai/ pensiunan yang dapat dikenakan bobot risiko tersebut adalah kredit yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: i. Karyawan/pensiunan karyawan penerima pinjaman haruslah: a. PNS, anggota TNI/POLRI atau pegawai lembaga negara atau pegawai BUMN/BUMD; atau b. Pensiunan PNS, pensiunan TNI/POLRI, pensiunan dari pegawai lembaga negara atau pensiunan dari pegawai BUMN/BUMD. ii. iii. iv. Plafon kredit keseluruhan maksimum sebesar Rp500 juta per pegawai/pensiunan; Pegawai/pensiunan karyawan wajib dilindungi dengan asuransi jiwa dari perusahaan asuransi yang berstatus sebagai BUMN atau perusahaan asuransi swasta yang memiliki peringkat paling kurang peringkat investasi dari lembaga pemeringkat yang diakui BI; Pembayaran cicilan/pelunasan pinjaman harus berasal dari gaji/uang pensiun berdasarkan surat kuasa memotong gaji/pensiun kepada bank pemberi kredit. Dalam hal pembayaran gaji/pensiun dilakukan melalui bank lain atau BUMN lain, maka bank pemberi kredit harus memiliki perjanjian kerjasama dengan bank lain atau BUMN lain pembayar gaji/pensiun untuk melakukan pemotongan gaji/pensiun dalam rangka pembayaran angsuran/pelunasan kredit; dan v. Bank-bank pemberi pinjaman wajib menyimpan asli sertifikat atau surat pengangkatan karyawan atau surat keputusan pensiun atau kartu registrasi induk pensiun (KARIP) serta polis asuransi jiwa atas nama peminjam. Jumlah Modal Inti Minimum Bank Umum Berdasarkan Peraturan BI No.7/15/PBI/2005 tanggal 1 Juli 2005 tentang Jumlah Modal Inti Minimum Bank Umum, bank wajib memenuhi modal inti paling kurang sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember 2007, dan selanjutnya wajib memenuhi jumlah modal inti paling kurang sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Pemenuhan Kewajiban Modal Minimum Bank Berdasarkan PBI No.10/15/PBI/2008 ditetapkan bahwa bank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8,00% (delapan persen) dari ATMR. Pengawasan dan Pengaturan Bank Indonesia Sejak diberlakukannya Undang-undang Perbankan dan sesuai dengan ketentuan Undang-undang BI, BI menjadi lembaga pemerintah utama yang mengawasi perbankan Indonesia.Sebelumnya tugas pengawasan terhadap sistem perbankan Indonesia dilakukan secara bersama-sama oleh BI dan Menteri Keuangan Republik Indonesia.Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini terus mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan administrasi obligasi pemerintah yang diterbitkan dalam rangka program rekapitalisasi perbankan. 97

114 Tugas pokok BI adalah untuk: a. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter; b. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; dan c. mengatur dan mengawasi bank. Untuk menunjang tugas pokoknya, BI diberikan wewenang untuk mengeluarkan dan mengatur peredaran Rupiah. BI juga mengeluarkan kebijakan mengenai kesehatan, solvabilitas dan likuiditas bank, mengatur lalu lintas pembayaran kredit, menyelenggarakan kliring, dan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank. Undang-undang Perbankan dan Undang-undang BI adalah landasan hukum utama yang mengatur pemberian ijin-ijin usaha dan pengaturan sektor perbankan. Undang-undang ini memberikan kekuasaan yang besar kepada BI. Perbankan Indonesia juga tunduk pada peraturan-peraturan, keputusan-keputusan dan peraturan pelaksanaan yang dikeluarkan oleh BI dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Perijinan dan Pembatasan Kegiatan Bank Berdasarkan Undang-undang Perbankan dan Undang-undang BI, setiap pihak yang melakukan kegiatan perbankan termasuk kegiatan penerimaan simpanan dan penyaluran kredit, harus mendapatkan ijin dari BI. Pembukaan kantor cabang serta kantor perwakilan di luar negeri juga harus mendapatkan ijin dari BI. Bank umum di Indonesia dibatasi dalam melakukan kegiatan usahanya antara lain tidak dapat: 1. memiliki saham pada perusahaan lain, kecuali: i. penyertaan modal pada bank atau pada perusahaan lain yang bergerak dalam bidang keuangan (yang meliputi sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, dan asuransi serta perusahaan yang menawarkan jasa kliring, penyelesaian dan kustodian); ii. penyertaan sementara sehubungan dengan restrukturisasi kredit non-performing atau kegagalan pembiayaan yang diberikan oleh Bank berdasarkan prinsip syariah (sebagaimana didefinisikan dalam Undang-undang Perbankan). 2. bergerak dalam bidang asuransi (kecuali untuk penyertaan saham atau modal atau untuk menawarkan produk pihak ketiga); atau 3. melakukan kegiatan yang dilarang Undang-undang Perbankan, seperti bertindak selaku penjamin emisi dalam penerbitan surat berharga (commercial paper) atau melakukan kegiatan perdagangan saham di bursa efek. Kepemilikan Bank Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.29 Tahun 1999 tanggal 7 Mei 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum, bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di bursa efek sebanyak-banyaknya 99,00% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah modal disetor bank yang bersangkutan dan seluruh saham yang dicatatkan tersebut dapat dibeli oleh investor asing. Sisanya sebesar 1,00% (satu persen) harus dimiliki oleh pemegang saham warga negara Indonesia dan/atau Badan Hukum Indonesia serta tidak dicatatkan di bursa efek. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BI No.32/50/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pembelian Saham Bank Umum, setiap pihak yang dapat membeli saham bank adalah pihak-pihak yang: a. tidak termasuk dalam daftar orang tercela di bidang perbankan sesuai dengan yang ditetapkan oleh BI; b. menurut penilaian BI, yang bersangkutan memiliki integritas yang baik. Berdasarkan Peraturan BI No.5/25/PBI/2003 tanggal 10 Nopember 2003 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), setiap pemegang saham pengendali atau calon pemegang saham pengendali dari suatu bank harus menjalani penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh BI. 98

115 Penilaian kemampuan dan kepatutan dilakukan untuk menilai bahwa pemegang saham pengendali atau calon pemegang saham pengendali suatu bank memenuhi persyaratan integritas dan kelayakan keuangan. Faktor integritas meliputi: (i) akhlak dan moral yang baik, (ii) komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, (iii) komitmen yang tinggi terhadap pengembangan operasional bank yang sehat dan (iv) tidak termasuk dalam daftar orang yang dilarang untuk menjadi pemegang saham bank. Faktor kelayakan keuangan meliputi penilaian atas hal-hal sebagai berikut: (i) persyaratan kemampuan keuangan dimana jika calon pemegang saham bank berbentuk badan hukum maka calon pemegang saham tersebut harus menyampaikan analisa kemampuan keuangan dan proyeksinya untuk jangka waktu minimal 3 (tiga) tahun yang disusun oleh konsultan independen, (ii) tidak termasuk dalam daftar kredit macet, (iii) tidak memiliki hutang yang jatuh tempo dan bermasalah, (iv) tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi direksi atau komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu bank dinyatakan pailit dalam jangka waktu 5 tahun sebelum pencalonan, dan (v) kesediaan untuk mengatasi kesulitan permodalan dan likuiditas yang dihadapi bank dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pembelian saham oleh investor secara langsung atau melalui bursa yang menyebabkan kepemilikan mencapai 25,00% atau lebih dari modal bank yang disetor atau kurang dari 25,00% namun mengakibatkan beralihnya pengendalian, wajib terlebih dahulu mendapatkan ijin dari BI. Akan tetapi, ijin tersebut tidak diharuskan apabila pembeli saham bank tersebut tidak bermaksud mencatatkan kepemilikannya dalam Daftar Pemegang Saham. Pengertian investor mencakup individu dan badan hukum. Pelaporan kepemilikan saham kepada Bapepam dan LK dan BI wajib dilakukan apabila investor membeli saham baik secara Iangsung maupun melalui bursa efek tidak kurang dari 5,00% sampai dengan kurang dari 25,00% dari modal ditempatkan dan modal disetor. Pelaporan kepada Bapepam dan LK dan BI dilakukan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sejak investor tersebut tercatat sebagai pemegang saham dalam Daftar Pemegang Saham bank yang bersangkutan. Apabila investor tidak memenuhi persyaratan sebagai pemegang saham maka investor wajib mengalihkan saham tersebut kepada pihak lain yang memenuhi persyaratan dalam waktu 90 hari sejak pemberitahuan dari BI kepada pemilik saham yang bersangkutan. Dalam hal pengalihan tidak dilakukan dalam jangka waktu tersebut maka investor tersebut dilarang untuk bertindak sebagai pemegang saham bank dan bank dilarang untuk mencatatkan saham tersebut dalam Daftar Pemegang Saham dan/atau dilarang untuk memberikan hak-hak apapun sebagai pemegang saham kepada investor tersebut, termasuk hak untuk hadir dan memberikan suara dalam RUPS dan hak untuk menerima dividen. Divestasi atau penurunan kepemilikan saham sampai dengan jumlah dibawah 10,00% harus dilakukan apabila pemegang saham yang telah ada dianggap tidak memenuhi persyaratan kelayakan dan kepatutan oleh BI. Manajemen Bank Di Indonesia, bank umum dikelola oleh Direksi dibawah pengawasan komisaris. Berdasarkan Peraturan BI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana diubah dengan Peraturan BI No.8/14/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan BI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum tanggal 5 Oktober 2006, anggota Direksi bank umum harus terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) orang sementara anggota Dewan Komisaris bank umum harus terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi. Bank umum yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pihak asing, dapat menempatkan warga negara asing sebagai anggota Dewan Komisaris dan Direksi, dengan syarat bahwa sekurang-kurangnya terdapat 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris dan 1 (satu) orang Direksi yang berkewarganegaraan Indonesia. Calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi wajib memperoleh persetujuan dari BI sebelum diangkat dan menduduki jabatannya. Anggota Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pejabat eksekutif pada bank, perusahaan, dan/atau lembaga lain. Di samping itu anggota Direksi dilarang baik sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki saham melebihi 25,00% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain. Anggota dewan komisaris hanya dapat merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pejabat eksekutif pada 1 (satu) lembaga / perusahaan bukan lembaga keuangan. 99

116 Sesuai peraturan BI, semua bank umum wajib menugaskan salah seorang anggota Direksi sebagai direktur kepatuhan yang memastikan bahwa bank telah memenuhi seluruh peraturan BI, peraturanperaturan Iainnya yang mengatur kegiatan bank dan seluruh perjanjian serta komitmen yang dibuat oleh bank kepada BI. Sesuai dengan peraturan pasar modal, suatu perusahaan terbuka harus mempunyai : a. Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30,00% dari jumlah anggota Dewan Komisaris di perusahaan tersebut b. Sedikitnya 1 (satu) orang direktur yang tidak terafiliasi c. Sekretaris Perusahaan dengan tugas sebagai penghubung antara perusahaan, Bapepam dan LK dan publik, serta d. Komite Audit yang dibentuk dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris serta membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya. Ketentuan Permodalan Modal Disetor Minimum Peraturan BI mensyaratkan bank-bank di Indonesia untuk menjaga tingkat minimum modalnya. BI mengharuskan bank-bank umum yang baru didirikan untuk memiliki modal disetor minimal sebesar Rp3 triliun. Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) Pada tahun 1991, BI mengeluarkan ketentuan mengenai Rasio Kecukupan Modal (CAR) yang didasarkan pada standar Bank for International Settlements (BIS) yang tercakup dalam Basel Accord 1988 dengan beberapa modifikasi. CAR adalah kewajiban bank untuk menjaga modal minimum pada persentase tertentu atas ATMR seperti yang telah ditentukan oleh BI. BI telah mengeluarkan peraturan tanggal 13 Desember 2001 yang merubah persyaratan dan cara perhitungan CAR. Berdasarkan peraturan ini, bank-bank Indonesia diharuskan untuk mempertahankan CAR minimal 8,00% dari ATMR pada akhir Desember Bank-bank di Indonesia yang tidak memenuhi ketentuan ini dapat ditempatkan dibawah pengawasan khusus berdasarkan peraturan yang berlaku. CAR suatu bank berasal dari pembagian antara jumlah modal dengan rata-rata ATMR. Berdasarkan peraturan BI, jumlah modal terdiri dari modal inti (Tier I) dan modal pelengkap (Tier II) dan harus bersih dari penyertaan ekuitas eksternal yang dilakukan oleh Bank. Modal Tier I terdiri dari (A) modal disetor, dan (B) cadangan yang telah ditentukan penggunaanya, dan harus bersih dari goodwill. Peraturan ini menetapkan bahwa cadangan yang telah ditentukan penggunaannya terdiri dari (i) tambahan modal (agio, tambahan modal diterima dari penjualan saham-saham bank pada harga premium), (ii) modal pinjaman, (iii) provisi dari laba ditahan, (iv) cadangan, (v) laba ditahan setelah dikurangi pajak (termasuk laba ditahan tahun sebelumnya yang belum ditentukan penggunaannya), (vi) 50,00% dari laba bersih tahun berjalan (vii) ketidaksesuaian nilai tukar (positif) dari cabang luar negeri dan (viii) provisi modal (tambahan dana dibayar yg ditujukan untuk tambahan modal tetapi belum disetujui pemegang saham). Cadangan yang telah ditentukan penggunaannya ini harus dikurangi (i) pengurangan modal (pengurangan modal sebagai akibat dari penjualan saham bank dengan harga yang lebih rendah dari harga nominal) (ii) rugi dari tahun sebelumnya (iii) rugi pada tahun berjalan, (iv) ketidaksesuaian nilai tukar (negatif) dari cabang luar negeri, dan (v) penurunan nilai portfolio. Semua kalkulasi laba dan rugi, akun dan provisi digunakan untuk kalkulasi CAR dengan tidak memperhitungkan pajak tangguhan. Tier II terdiri dari (i) selisih penilaian kembali aset tetap, (ii) penyisihan penghapusan aset produktif maksimum 1,25% dari ATMR, (iii) berbagai macam kredit yang memiliki karakteristik seperti modal, (iv) pinjaman subordinasi (maksimal 50,00% dari modal Tier I) dan (v) peningkatan nilai portofolio (maksimum peningkatan 45,00%). Untuk penghitungan CAR modal Tier II hanya dapat diperhitungkan apabila jumlahnya tidak melebihi 100,00% dari modal Tier I. ATMR terdiri dari seluruh aset pada laporan posisi keuangan Perseroan serta beberapa akun pada komitmen dan kontinjensi yang diberikan bobot sesuai dengan kadar risikonya. Peraturan BI tanggal 8 Nopember 2000 menyatakan bahwa pajak tangguhan tidak dimasukkan dalam perhitungan CAR. 100

117 BI akan terus melakukan evaluasi terhadap bank-bank umum setiap enam bulan untuk menjamin bahwa bank-bank tersebut memenuhi target minimum untuk CAR. Apabila CAR suatu bank lebih rendah dari 4,00%, maka pemegang saham bank diharuskan untuk menyuntikkan dana sehingga kebutuhan minimum CAR terpenuhi. Berdasarkan peraturan BI, BI dapat mengkategorikan bank umum dalam pengawasan khusus, jika berdasarkan evaluasi BI, CAR bank umum tersebut: (a) sama dengan atau kurang dari 6,00%, (b) lebih dari 6,00% dan kurang dari 8,00% dan tidak mengajukan rencana perbaikan permodalan, (c) lebih dari 6,00% dan kurang dari 8,00% dan tidak melaksanakan rencana perbaikan permodalan, (d) lebih dari 6,00% dan kurang dari 8,00% dan BI tidak menyetujui revisi rencana perbaikan permodalan. Pada tahun 2008, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, yang didasari pada perkembangan standar internasional mengenai Basel II dan standar akuntansi yang terkait dengan perhitungan kecukupan modal serta mengantisipasi perkembangan pasar keuangan global yang telah mengeluarkan berbagai varian instrumen modal. Bank diwajibkan menyediakan modal minimum sebesar 8% dari aktiva tertimbang menurut risiko baik bank secara individual maupun secara konsolidasi dengan entitas anak. Bank wajib menyediakan modal inti minimal 5% selain itu bank juga dapat memiliki modal inovatif setinggi-tingginya atau sama dengan 10% dari modal inti (Tier 1). Modal pelengkap (Tier 2) terdiri dari modal pelengkap level atas dan modal pelengkap level bawah. Untuk modal level atas setinggi-tingginya atau sama dengan sebesar 100% dari modal Tier 1 sedangkan modal pelengkap level bawah setinggi-tingginya atau sama dengan 50% dari modal Tier 1. Modal pelengkap tambahan (Tier 3) hanya dapat digunakan untuk menghitung Risiko Pasar. Modal pelengkap tambahan (tier 3) setinggi-tingginya atau sama dengan sebesar 250% dari modal Tier 1 yang dialokasikan untuk menghitung Risiko Pasar serta jumlah jumlah modal Tier 2 ditambah modal tier 3 setinggi-tingginya atau sama dengan modal Tier 1. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) mencakup ATMR Risiko Kredit dan ATMR Risiko Operasional sedangkan bagi bank yang memenuhi kriteria tertentu ditambah ATMR untuk Risiko Pasar. Perhitungan beban modal Risiko Operasional dalam perhitungan ATMR Risiko Operasional dilakukan secara bertahap, yaitu: Sejak tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010 perhitungan beban modal Risiko Operasional sebesar 5% dari rata-rata pendapatan bruto positif tiga tahun terakhir. Sejak tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 perhitungan beban modal Risiko Operasional sebesar 10% dari rata-rata pendapatan bruto positif tiga tahun terakhir. Sejak tanggal 1 Januari 2011 perhitungan beban modal Risiko Operasional sebesar 15% dari ratarata pendapatan bruto positif tiga tahun terakhir. Kualitas Aset Produktif, Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif dan Restrukturisasi Kredit Bank Indonesia telah melakukan beberapa revisi atas peraturan mengenai kualitas aset produktif, pembentukan penyisihan penghapusan aset produktif dan restrukturisasi kredit. Kualitas Aset Produktif (KAP) Bank Indonesia mengharuskan bank-bank umum untuk mengklasifikasikan aset produktif dalam salah satu dari lima kategori. Klasifikasi ini digunakan untuk menentukan tingkat minimum penyisihan penghapusan aset produktif yang harus dilakukan oleh bank umum. Kredit lancar terbagi dalam dua kategori yaitu lancar dan dalam perhatian khusus. Kredit Non-Performing terbagi dalam tiga kategori, yang masing-masing memiliki tingkat pembentukan penyisihan yang berbeda, yaitu kategori kurang lancar, diragukan, dan macet. KAP dinilai berdasarkan tiga kriteria yaitu: (a) prospek usaha, (b) kondisi keuangan dalam penekanan pada arus kas debitur dan (c) kemampuan membayar. Peraturan atau ketentuan tersebut juga menetapkan bahwa pendapatan dari aset produktif dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet, hanya boleh diakui apabila telah diterima secara tunai. Pendapatan dari aset produktif dengan kualitas lancar dan dalam perhatian khusus yang telah diakui secara akrual, harus dikoreksi apabila kualitas aset produktif menjadi kurang lancar, diragukan dan macet. 101

118 Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP) BI mewajibkan bank umum untuk membentuk PPAP. Bank wajib membentuk PPAP berupa cadangan umum dan cadangan khusus untuk menutup risiko kemungkinan kerugian. Cadangan umum PPAP sekurang-kurangnya sebesar 1,00% dari Aset Produktif yang digolongkan lancar (tidak termasuk SBI dan Surat Utang Pemerintah). Cadangan khusus PPAP ditetapkan sekurang-kurangnya 5,00% dari Aset Produktif yang digolongkan dalam perhatian khusus ; 15,00% dari Aset Produktif yang digolongkan kurang lancar setelah dikurangi nilai agunan; 50,00% dari Aset Produktif yang digolongkan diragukan setelah dikurangi nilai agunan; dan 100,00% dari Aset Produktif yang digolongkan macet setelah dikurangi nilai agunan. Bank umum diberikan waktu untuk membentuk PPAP yang diberikan dalam jangka waktu 2 (dua) tahun dan sekarang telah dilaksanakan penuh dan telah dilaporkan sesuai dengan tabel di bawah ini : Periode Laporan Cadangan Umum Cadangan Khusus Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Khusus Lancar s/d ,25% 1,25% 3,75% 50,00% 100,00% s/d ,50% 1,88% 5,50% 50,00% 100,00% s/d ,63% 2,50% 7,50% 50,00% 100,00% s/d ,75% 3,00% 10,00% 00,00% 100,00% s/d ,88% 4,00% 12,50% 00,00% 100,00% dan seterusnya 1,00% 5,00% 5,00% 5,00% 100,00% Penilaian agunan wajib dilakukan oleh penilai independen untuk aktiva produktif kepada debitur atau kelompok peminjam dengan jumlah lebih dari Rp 5 miliar. 102

119 X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Di bawah ini disajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang diterapkan secara prospektif. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan tertentu. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan awal PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai kelangsungan usaha, serta 31 Desember 2008 dan 2007 dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Ishak, Saleh, Soewondo dan Rekan, dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai risiko Perseroan di masa depan yang dapat secara langsung mempengaruhi kinerja Perseroan, sebagai berikut: LAPORAN POSISI KEUANGAN (dalam jutaan rupiah) KETERANGAN 31 Maret 31 Desember Aset Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain bersih Penempatan pada BI dan bank lain bersih Efek-efek Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit bersih Pendapatan bunga yang masih akan diterima Biaya dibayar dimuka Aset tetap bersih Agunan yang diambil alih bersih Aset pajak tangguhan bersih Aset lain-lain Total Aset Liabilitas Liabilitas segera Simpanan dari nasabah Simpanan dari bank lain pihak ketiga Utang pajak Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Penghasilan diterima dimuka Pinjaman dari pihak berelasi Liabilitas imbalan pasca kerja Liabilitas lain-lain Total Liabilitas Modal saham Tambahan modal disetor (3.002) (3.002) Laba (rugi) belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual (1.515) Selisih penilaian kembali aset tetap Saldo defisit ( ) ( ) ( ) ( ) (4.865) (4.094) Total Ekuitas (Defisiensi modal) (46.694) Total Liabilitas dan Ekuitas

120 LAPORAN LABA RUGI (dalam jutaan rupiah) KETERANGAN Untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Pendapatan bunga Beban bunga Pendapatan bunga bersih Pendapatan operasional lainnya Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (35.875) (82.733) (95.677) (8.002) (1.654) Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai atas aset non keuangan (21.477) (67.414) (4.206) (20.116) Beban operasional lainnya Laba (rugi) operasional - bersih (17.366) ( ) ( ) ( ) (21.453) (10.163) Penghasilan (beban) non operasional bersih (9) (3.718) (1.963) (9.989) (6.565) (11.880) Laba/(rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (21.084) ( ) ( ) ( ) (28.018) Manfaat (beban) pajak penghasilan (10.050) (22.179) (3.994) (1.004) Laba/(rugi) bersih (16.364) ( ) (88.646) ( ) (32.012) 713 Laba/(rugi) per saham dasar (Rupiah penuh) 1,50 (2,74) (21,66) (25,96) (157,97) (38,55) 0,88 Rasio Keuangan (dalam persentase) KETERANGAN 31 Maret 31 Desember (3 Bulan) (1 Tahun) Rasio Pertumbuhan Penghasilan Bunga bersih* 2.157,65 511,60-53,58 12,49-1,83 95,59 Jumlah Aset 16,87 283,77 9,54-4,46 10,55 0,78 Jumlah Liabilitas 18,16 323,72-11,36 4,86 13,82 0,80 Jumlah Ekuitas 1,43 80,56 649,45-152,96-24,11 0,62 Permodalan CAR untuk Risiko Kredit, Pasar, dan Operasional 10,67 12,02 41,42 8,02 9,34 11,82 Aset produktif Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 7,32 8,01 39,99 30,30 n.a n.a Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 6,09 6,54 36,19 24,04 n.a n.a NPL Gross 8,18 9,12 50,96 27,91 15,49 15,17 NPL Netto 2,76 3,95 4,03 20,51 14,57 14,64 Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 4,23 4,37 33,78 8,89 1,69 1,60 Rentabilitas ROA 1,44-4,75-12,90-7,88-2,00 0,05 ROE 13,26-50,55-84,44-135,69-36,3-0,61 Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 13,91 11,94 5,09-31,53 15,92 10,62 Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,93 0,92 0,84 1,03 9,41 0,91 NIM 14,93 8,20 3,51 6,91 7,00 8,25 BOPO 96,71 118,69 157,50 150,90 111,7 100,40 Likuditas LDR 69,10 66,78 52,83 79,21 71,01 78,05 Kepatuhan Persentase Pelampauan BMPK 0,00 0,00 0,00 0,73 0,00 0,00 Persentase Pelanggaran BMPK 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Persentase pemenuhan CKPN yang wajib dibentuk Giro Wajib Minimum Primer 8,26 8,27 25,47 5,16 5,10 7,07 Giro Wajib Minimum LDR 0,68 1, Giro Wajib Minimum Sekunder 11,85 12,59 32,93 12, *Rasio pertumbuhan pendapatan bunga bersih merupakan rasio pertumbuhan dari pendapatan bunga-bersih 31 Maret Rasio tidak dapat diperbandingkan karena periode laporan keuangan terakhir yang tidak mencakup satu tahun buku. 104

121 XI. EKUITAS Tabel di bawah ini menyajikan perubahan ekuitas Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang diterapkan secara prospektif. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar dalam semua hal yang material dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan tertentu. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan awal PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan dengan pendapat Wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai kelangsungan usaha, sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Maret 31 Desember Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan modal disetor - bersih (3.002) (3.002) Laba (rugi) belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual (1.515) - Saldo defisit ( ) ( ) ( ) ( ) Jumlah Ekuitas (defisiensi modal) (46.694) Modal dasar Perseroan telah ditingkatkan menjadi Rp (dua triliun Rupiah) sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT Bank Eksekutif Internasional Tbk No. 40 tanggal 20 Mei 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusannya No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 27 Mei Sebelum Perseroan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas III ini, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp (sembilan ratus dua puluh lima miliar delapan ratus lima puluh satu juta dua ratus dua puluh tiga ribu Rupiah) terdiri dari (sembilan miliar dua ratus lima puluh juta lima ratus dua belas ribu dua ratus tiga puluh) saham biasa atas nama. Perseroan telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada BAPEPAM-LK pada tanggal 27 Juli 2012 sehubungan dengan rencana PUT III dalam rangka penerbitan HMETD atas saham yang terdiri dari sebanyak-banyaknya (dua miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus dua) Saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham. Setiap pemegang 100 (seratus) saham biasa atas nama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 11 September 2012 pukul WIB memiliki 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) per saham, yang harus dibayar penuh saat pengajuan pemesanan pembelian saham. 105

122 Seandainya peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor melalui PUT III terjadi, maka struktur ekuitas Perseroan secara proforma pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut: PROFORMA EKUITAS PER TANGGAL 31 MARET 2012 SEHUBUNGAN PENERBITAN HMETD (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Modal Tambahan Laba (rugi) Saldo Rugi Jumlah Ditempatkan Modal Belum Ekuitas dan Disetor Disetor Direalisasi atas Efek AFS Posisi ekuitas pada tanggal 31 Maret 2012 dengan modal dasar Rp 2 triliun dengan nilal nominal Rp 100 setiap saham sebelum Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan HMETD (3.002) ( ) Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dan harga pelaksanaan Rp 120 setiap saham Proforma posisi ekuitas pada tanggal 31 Maret 2012 setelah Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan HMETDsebanyak-banyaknya Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dan harga pelaksanaan Rp 120 setiap saham ( ) Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan tidak terdapat perubahan struktur permodalan Perseroan. 106

123 XII. KEBIJAKAN DIVIDEN Para pemegang saham baru yang berasal dari Penawaran Umum ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan pemegang saham lama Perseroan termasuk hak atas pembagian dividen sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dividen yang diterima oleh pemegang saham non Warga Negara Indonesia (WNI) akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Untuk definisi pemegang saham non WNI dan informasi mengenai perpajakan di Indonesia selanjutnya, dapat dilihat pada Bab XIV mengenai Perpajakan dalam prospektus ini. Dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan dari waktu ke waktu, Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekali dalam setahun. Besarnya dividen yang akan dibagikan dikaitkan dengan keuntungan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Perseroan tidak akan membagikan dividen kepada seluruh Pemegang Saham selama masih membukukan akumulasi kerugian. Mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan seterusnya, Perseroan berencana akan membagikan dividen tunai minimal 10% (sepuluh persen) dari Laba Bersih Perseroan setelah Pajak dan kebijakan Perseroan dalam pembagian dividen tersebut akan diputuskan oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan setiap tahun. Informasi mengenai pelaksanaan pembagian dividen Perseroan sejak Penawaran Umum sampai saat ini adalah sebagai berikut: No Tahun Jumlah Laba Bersih Jumlah Dividen Dividen Tunai Buku (Rp Juta) (Rp Juta) Per Saham (Rp) , , ,53 Perseroan tidak melaksanakan pembagian dividen pada tahun buku 2001, 2004, 2005, 2006, 2008, 2009, 2010 dan 2011 hal ini disebabkan oleh kinerja Perseroan dalam posisi rugi, sedangkan tahun 2007 Perseroan mencatatkan laba, namun Perseroan tidak melakukan pembagian dividen dengan tujuan untuk memperkuat struktur modal Perseroan. Perseroan tidak memiliki negative covenant sehubungan dengan pembatasan pihak ketiga dalam rangka pembagian dividen. 107

124 XIII. PERPAJAKAN Pajak Penghasilan atas dividen saham akan dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, dividen atau bagian keuntungan yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia tidak termasuk sebagai objek Pajak Penghasilan dengan syarat: 1. dividen berasal dari cadangan laba ditahan; dan 2. bagi perseroan terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 234/PMK-03/2009 tanggal 29 Desember 2009 tentang Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun Yang Dikecualikan Sebagai Objek Dari Pajak Penghasilan, maka penghasilan yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan apabila penghasilan tersebut diterima atau diperoleh dari penanaman modal antara lain dividen dari saham pada perseroan terbatas yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1997 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek, telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,1% (satu per seribu) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan dan bersifat final. Penyetoran Pajak Penghasilan yang terhutang dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham. 2. Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 0,5% (lima per seribu) dari nilai seluruh saham pendiri yang dimilikinya pada saat Penawaran Umum Perdana. 3. Penyetoran tambahan Pajak Penghasilan yang terutang dapat dilakukan oleh Perseroan atas nama masing-masing pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah saham tersebut diperdagangkan di Bursa Efek. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memilih metode pembayaran berdasarkan 0,5% Pajak Penghasilan yang bersifat final, maka penghitungan Pajak Penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku umum sesuai pasal 17 Undang-undang No. 36 tahun Peraturan Pemerintah atas penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa efek di atas juga berlaku untuk Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sesuai dengan Undang-Undang No.36 tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas Dividen yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri maka penghasilan berupa dividen yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri dikenai pajak penghasilan sebesar 10% dan bersifat final. Dividen yang diterima atau diperoleh pemegang saham wajib pajak dalam negeri selain dari pihak-pihak yang memenuhi syarat di atas dan bentuk usaha tetap dari wajib pajak luar negeri dikenakan Pajak Penghasilan sesuai pasal 23 Undang-Undang No.36 tahun Perusahaan yang membayar dividen harus memotong pajak penghasilan pasal 23 sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto sesuai dengan pasal 23 Undang-Undang Pajak Penghasilan. Pemotongan pajak penghasilan pasal 23 ini merupakan kredit pajak untuk pajak penghasilan tahunan yang terutang oleh pemegang saham wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap. 108

125 Dividen yang dibayar atau terutang kepada wajib pajak luar negeri akan dikenakan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) dari kas yang dibayarkan (dalam hal dividen tunai) atau 20% (dua puluh persen) dari nilai pari (dalam hal dividen saham). Kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu negara yang telah menandatangani suatu Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Indonesia, dengan memenuhi Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-03/PJ.101/1996 tanggal 29 Maret 1996 tentang P3B, dapat memperoleh fasilitas tarif yang lebih rendah dengan ketentuan harus menyerahkan Sertifikat Domisili asli yang diterbitkan Kantor Pajak negara asal. Sertifikat ini berlaku untuk masa 1 (satu) tahun dan selanjutnya harus diperpanjang. Namun untuk bank, selama bank tersebut tidak mengubah alamat seperti yang tercantum pada sertifikat tersebut, sertifikat tersebut tetap berlaku. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2000, dokumen sehubungan dengan penjualan saham terhutang bea meterai. Pada saat ini, bea meterai dikenakan sebesar Rp untuk transaksi di atas Rp dan sebesar Rp untuk transaksi dibawah Rp Bea meterai ini terhutang pada saat dokumen dipergunakan. Pemenuhan Perpajakan Perseroan Per 31 Maret 2012, hutang pajak konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut: (dalam miliar Rupiah) Keterangan Saldo Pajak penghasilan: Pasal 4(2) Pasal Pasal Pasal 26 5 Pajak pertambahan nilai 5 Jumlah Atas hutang pajak tersebut tersebut Perseroan telah melaporkan dan menyetorkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Calon Pembeli Saham dalam PUT III ini diharapkan untuk berkonsultasi dengan konsultan pajak masing-masing mengenai akibat perpajakan yang timbul dari pembelian, pemilikan maupun penjualan saham yang dibeli melalui PUT III ini. 109

126 XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang membantu dan berperan dalam pelaksanaan PUT III Perseroan ini adalah sebagai berikut: AKUNTAN PUBLIK KOSASIH, NURDIYAMAN, TJAHJO & REKAN (ANGGOTA DARI CROWE HORWARTH) Wisma 46 Kota BNI, Lantai 37, Suite 3708 Jl. Jenderal Sudirman Kav.1 Jakarta 10220, Indonesia Nomor STTD: 345/PM/STTD-AP/2003 Nomor Ijin Akuntan Publik: Nomor Anggota IAPI: 1034 Pedoman Kerja: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Fungsi utama Akuntan Publik dalam rangka PUT III ini adalah untuk melaksanakan audit berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan Akuntan Publik merencanakan dan melaksanakan audit agar diperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Akuntan Publik bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan berdasarkan audit yang dilakukan. Audit yang dilakukan Akuntan Publik meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara menyeluruh. KONSULTAN HUKUM ROOSDIONO & PARTNERS Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, Lantai 12 Jl. Jenderal Sudirman Kav Jakarta Nomor STTD: 32/STTD-KH/PM/1993 Nomor Keanggotaan HKHPM: Pedoman Kerja: Standar Profesi Kosultan Hukum Pasar Modal Lampiran dari Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No.CAP/01/HKHPM/2005 tanggal 18 Pebruari 2005 Ruang lingkup tugas Konsultan Hukum dalam rangkat PUT III ini adalah melakukan pemeriksaan dari segi hukum atas fakta mengenai Perseroan yang disampaikan oleh Perseroan kepada Konsultan Hukum. Hasil pemeriksaan dari segi hukum tersebut telah dimuat dalam laporan Pemeriksaan Hukum (Legal Audit) yang merupakan penjelasan atas Perseroan dari segi hukum dan menjadi dasar dan bagian yang tidak terpisahkan dari Pendapat Segi Hukum (Legal Opinion) yang diberikan secara obyektif dan mandiri. NOTARIS FATHIAH HELMI, S.H. Graha Irama, Lantai 6C Jl. H.R.Rasuna Said Blok X-1, Kav.1-2 Kuningan, Jakarta Selatan Nomor STTD: 02/STTD-N/PM/1996 tanggal 12 Pebruari 1996 Nomor Keanggotaan Ikatan Notaris Indonesia : Pedoman Kerja: Pernyataan Undang-Undang No.30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris Indonesia 110

127 Ruang lingkup tugas Notaris selaku Profesi Penunjang dalam rangka PUT III ini antara lain menyiapkan dan membuat akta-akta yang berhubungan dengan PUT III ini, antara lain Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham, Perjanjian Pembeli Siaga dan perjanjian-perjanjian lainnya yang terkait serta aktaakta perubahannya, sesuai dengan peraturan jabatan dan kode etik Notaris. BIRO ADMINISTRASI EFEK PT SIRCA DATAPRO PERDANA Wisma SIRCA, Jl. Johar No.18, Menteng Jakarta 10340, Indonesia Nomor Ijin BAPEPAM-LK: No.92/KMK010/1990 tanggal 29 Januari 1990 Ruang lingkup tugas Biro administrasi Efek (BAE) dalam PUT III ini meliputi; menyiapkan Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas PUT III, mendistribusikan Sertifikat Bukti HMETD atau HMETD dalam bentuk elektronik kedalam penitipan kolektip di KSEI, menerima permohonan pelaksanaan HMETD, dan melakukan rekonsiliasi dana atas pembayaran permohonan tersebut dengan bank yang ditunjuk oleh Perseroan, melakukan proses penjatahan atas pemesanan pembelian saham tambahan, melakanakan proses penerbitan dan pendistribusian saham dalam bentuk elektronik ke dalam penitipan kolektip KSEI serta membuat daftar pengembalian uang pemesanan pembelian saham. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam PUT III ini, bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran data, keterangan, atau laporan serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam prospektus sesuai dengan bidang tugas serta kode etik dan norma profesinya masing-masing. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal tersebut juga menyatakan dengan tegas tidak terafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan, sebagaimana tertera di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal. 111

128 XV. PERSYARATAN PEMBELIAN SAHAM Dalam rangka PUT III ini, Perseroan telah menunjuk PT Sirca Datapro Perdana sebagai Pelaksana Pengelolaan Administrasi Saham dan sebagai Agen Pelaksanaan dalam rangka PUT III sesuai dengan Akta Perjanjian. Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 37 tanggal 26 Juli 2012 dan Addendum Akta Perjanjian. Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III PT Bank Pundi Indonesia Tbk No. 42 tanggal 28 Agustus 2012 yang keduanya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Berikut ini adalah persyaratan dan tata cara pemesanan pembelian saham sehubungan dengan PUT III Perseroan: 1. PEMESAN YANG BERHAK Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 September 2012 pukul WIB berhak untuk membeli saham baru dalam rangka PUT III ini dengan ketentuan bahwa setiap pemilik sebanyak 100 (seratus) lembar saham mempunyai 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) saham memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) saham baru dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah) yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp 120 (seratus dua puluh Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat pengajuan pemesanan pembelian. Pemesan yang berhak melakukan pembelian saham baru adalah: a. Para Pemegang Sertifikat Bukti HMETD yang namanya tercantum dalam Sertifikat HMETD atau yang memperoleh HMETD secara sah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau b. Pemegang HMETD Elektronik yang tercatat dalam Penitipan Kolektif pada KSEI sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan HMETD. Pemesan dapat terdiri dari perorangan dan/atau Badan Hukum Indonesia maupun Asing, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1995, tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal. Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, para pemegang saham yang akan menggunakan haknya untuk memperoleh HMETD diharuskan untuk melakukan pendaftaran di BAE sebelum batas akhir pendaftaran pemegang saham yaitu tanggal 11 September 2012 jam WIB. 2. DISTRIBUSI HMETD a. Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD-nya (HMETD Elektronik) akan didistribusikan secara elektronik melalui rekening efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-lambatnya 1 hari kerja setelah tanggal pencatatan pada DPS yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 12 September b. Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI (pemegang saham warkat), Perseroan akan menerbitkan Sertifikat HMETD atas nama Pemegang Saham. Para Pemegang Saham yang beralamat di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) dapat mengambil Sertifikat Bukti HMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan Formulir lainnya di Biro Administrasi Efek yang ditunjuk Perseroan pada setiap hari kerja dan jam kerja pada tanggal 12 September 2012 dengan menunjukkan asli kartu tanda pengenal yang sah (KTP/Paspor/KITAS) dan menyerahkan fotocopynya serta asli surat kuasa bagi yang tidak bisa mengambil sendiri. 112

129 Perseroan akan mengirimkan paket Sertifikat Bukti HMETD, Prospektus dan formulir lainnya kepada para pemegang saham yang berada diluar Jabotabek melalui Pos Tercatat hanya bila ada permintaan tertulis dari pemegang saham yang bersangkutan. Perseroan tidak akan mengirimkan paket tersebut diatas kepada para pemegang saham yang beralamat di Amerika Serikat sehubungan dengan peraturan United States Securities Act 1933 No.5 yang berlaku di Negara tersebut. 3. PENDAFTARAN / PELAKSANAAN HMETD Pendaftaran pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 13 September 2012 sampai dengan 24 September 2012 pada hari dan jam kerja (Senin s/d Jumat) pukul WIB. a. HMETD Elektronik Para Pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI (scriptless) yang bermaksud melaksanakan haknya untuk membeli saham yang dikeluarkan Perseroan berdasarkan HMETD yang dimilikinya dapat mengajukan permohonan pelaksanaan haknya melalui Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang mengelola efeknya. Selanjutnya Perusahaan Efek/Bank Kustodian harus memberikan instruksi pelaksanaan pemesanan pembelian saham dalam rangka HMETD tersebut kepada KSEI dengan peraturan dan prosedur operasional yang telah ditetapkan KSEI. Untuk dapat memberikan instruksi pemesanan pembelian saham tersebut maka Perusahaan Efek/Bank Kustodian harus telah memenuhi ketentuan sebagai berikut: - Pemegang HMETD harus telah memiliki dana yang cukup untuk sejumlah HMETD yang akan dilaksanakannya pada saat mengajukan permohonan tersebut. - Kecukupan HMETD dan dana tersebut harus telah tersedia di dalam Rekening Efek yang melakukan pemesanan pembelian saham. - Perusahaan Efek/Bank Kustodian harus telah membuka sub account untuk pemegang HMETD yang akan melakukan pemesanan pembelian saham. Pada hari kerja berikutnya setelah Perusahaan Efek/Bank Kustodian memberikan instruksi pelaksanaan pembelian saham, maka KSEI akan menyampaikan kepada BAE Daftar Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI yang melaksanakan haknya dan menyetorkan dana pembayaran pelaksanaan HMETD tersebut ke rekening bank Perseroan. Instruksi pelaksanaan pemesanan pembelian saham secara elektronik oleh Perusahaan Efek/Bank Kustodian harus telah efektif paling lambat pada tanggal 24 September HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan lewatnya batas waktu yang telah ditetapkan oleh Perseroan akan dihapuskan pencatatannya dalam Rekening Efek oleh KSEI. Untuk ini KSEI akan menyampaikan konfirmasi mengenai penghapusan pencatatan efek tersebut kepada Perusahaan Efek/ Bank Kustodian yang bersangkutan. b. Sertifikat Bukti HMETD (HMETD Warkat) Para Pemegang Sertifikat Bukti HMETD yang akan melaksanakan HMETD-nya harus mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE yang ditunjuk Perseroan, yaitu: PT SIRCA DATAPRO PERDANA Wisma SIRCA, Jl. Johar No.18, Menteng Jakarta 10340, Telp: (021) , Fax: (021) , Dengan membawa dokumen sebagai berikut: SBHMETD asli yang telah ditanda tangani dan diisi lengkap Bukti Pembayaran asli bank berupa bukti transfer/bilyet giro/cek/tunai/pemindah bukuan 113

130 Surat Kuasa Asli yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp (enam ribu Rupiah) dilampiri dengan fotocopy KTP/SIM/Paspor/KITAS dari pemberi dan penerima kuasa. Fotocopy KTP/SIM/Paspor/KITAS (untuk pemesan perorangan) yang masih berlaku atau fotocopy AD (bagi Badan Hukum/Lembaga) dengan lampiran susunan Direksi / Pengurus terbaru serta fotocopy identitas dirinya. Perseoan akan menerbitkan saham hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk warkat (Surat Kolektif Saham). Apabila pemegang HMETD menghendaki saham hasil pelaksanaan dalam bentuk elektronik maka permohonan pelaksanaan kepada BAE harus diajukan melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodian, yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen tambahan berupa: - Asli Surat Kuasa dari Pemegang HMETD kepada Anggota Bursa / Bank Kustodian untuk mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan efek atas saham hasil pelaksanaan HMETD dalam penitipan Kolektif KSEI atas nama pemberi kuasa. - Asli Formulir Penyetoran Efek (FPE) yang telah diisi lengkap untuk keperluan pendistribusian saham hasil pelaksanaan HMETD. Bilamana pengisian Sertifikat Bukti HMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan pembelian saham ataupun persyaratan pembayaran sebagaimana yang tercantum dalam HMETD dan Prospektus untuk pelaksanaan HMETD ini tidak dipenuhi oleh pemegang HMETD, maka hal ini dapat mengakibatkan penolakan pemesanan. HMETD hanya dianggap telah dilaksanakan pada saat pembayaran tersebut telah diterima dengan baik (in good fund) di rekening Perseroan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat pembelian di Prospektus. 4. PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM TAMBAHAN Pemegang saham yang HMETD-nya tidak laku dijual atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum dalam pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI dapat memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi FPPS Tambahan dalam jumlah sekurangkurangnya 500 (lima ratus) lembar saham atau kelipatannya. a. Pemegang Sertifikat Bukti HMETD (diluar penitipan kolektif KSEI) dapat melakukan pemesanan saham tambahan melebihi porsi yang ditentukan dengan mengisi kolom Pemesanan Saham Tambahan yang telah disediakan pada Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan (FPPS Tambahan). b. Bagi pemegang HMETD Elektronik yang bermaksud melakukan pemesanan saham tambahan melebihi porsi yang ditentukan sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki, dapat mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian, dengan menyerahkan dokumen-dokumen seperti: - Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar - Instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) yg dilakukan melalui C-Best - Formulir Penyetoran Efek (FPE) yang telah lengkap - Bukti Pembayaran dengan transfer/pemindah bukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari bank tempat menyetorkan pembayaran. Pembayaran pemesanan pembelian saham tambahan sudah harus diterima dengan baik (in good fund) di rekening Perseroan selambat-lambatnya tanggal 26 September Penolakan dapat dilakukan terhadap pemesan yang tidak mematuhi petunjuk sesuai dengan yang tercantum dalam FPPS Tambahan dan Prospektus. 5. PENJATAHAN PEMESANAN SAHAM TAMBAHAN Penjatahan pemesanan pembelian saham tambahan akan ditentukan pada tanggal 27 September 2012 secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan. Manajer Penjatahan wajib menunjuk Akuntan yang terdaftar di Bapepam dan LK untuk melakukan audit Penjatahan dan menyampaikan laporan hasil pemerikasaan Akuntan kepada Bapepam dan LK mengenai 114

131 kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman kepada peraturan Bapepam No. VIII.G.12 tentang Pedoman Pemeriksaan oleh Akuntan atas pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan Bapepam No. IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaan Umum paling lambat 30 hari sejak tanggal Penjatahan. 6. PERSYARATAN PEMBAYARAN PEMESANAN SAHAM TAMBAHAN a. Asli bukti pembayaran dari bank berupa bukti transfer bilyet/giro/cek/tunai Pembayaran Pemesanan pembelian saham dalam rangka PUT III, harus dibayar penuh (full amount) dalam mata uang Rupiah secara tunai, cek, bilyet giro atau pemindah bukuan/transfer pada saat pengajuan pemesanan pembelian saham dengan mencantumkan nama pemesan dan nomor HMETD kepada rekening Perseroan pada: PT Bank Pundi Indonesia Tbk Kantor Pusat Jl. RS. Fatmawati No. 12, Jakarta 12140, Indonesia Nomor Rekening: Atas Nama: PT Bank Pundi Indonesia Tbk. Dalam hal ini, Perseroan akan memberikan tembusan bukti pembayaran di mana tercantum didalamnya nama pemesan dan nomor Sertifikat HMETD. Semua biaya bank yang timbul dalam rangka pembelian saham menjadi beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi. b. Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Apabila pada saat pencairan cek atau wesel bank tersebut ditolak oleh bank yang bersangkutan, maka pemesanan pembelian saham dianggap batal. Tanggal pembayaran dihitung berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindah bukuan/giro dan dananya telah diterima dengan baik (in good fund) pada rekening Perseroan tersebut diatas. Untuk pemesanan pembelian saham tambahan, pembayaran dilakukan pada hari yang mana pembayaran tersebut sudah harus diterima dengan baik dan telah nyata dalam rekening Perseroan (in good fund) paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal akhir perdagangan HMETD. 7. BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM Pada saat menerima pengajuan pemesanan pembelian saham, BAE akan menyerahkan kepada pemesan Bukti Tanda Terima Pembelian Saham yang merupakan bagian dari HMETD yang telah dicap dan ditandatangani untuk kemudian dijadikan sebagai salah satu bukti pada saat mengambil SKS/atau pengembalian uang untuk pemesanan yang tidak terpenuhi. Bagi pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI akan mendapat konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD (exercise) dari C-BEST di KSEI melalui pemegang rekening KSEI. 8. PEMBATALAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan saham secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pembatalan pemesanan saham tersebut di antaranya dapat disebabkan oleh karena pengisian formulir yang tidak benar atau tidak Iengkap, pembayaran untuk pemesanan tidak diterima dengan baik (not in good fund) di rekening Perseroan, dan/atau kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi pada saat mengajukan permohonan pemesanan saham. Pemberitahuan mengenai pembatalan pemesanan saham tambahan akan disampaikan dengan surat pemberitahuan penjatahan dan pengembalian uang pembelian saham pada tanggal 01 Oktober

132 9. PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruhnya dari pemesanan pembelian saham yang Iebih besar dari pada haknya atau dalam hal terjadinya pembatalan pemesanan saham maka pengembalian uang akan dilakukan oleh Perseroan selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah tanggal penjatahan yaitu tanggal 01 Oktober Dalam hal terjadi keterlambatan pengembalian uang, jumlah uang yang dikembalikan akan disertai bunga yang diperhitungkan sejak tanggal 01 Oktober 2012 berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) bulan dari bank umum milik negara. Hal tersebut diatas tidak berlaku dalam hal keterlambatan tersebut disebabkan oleh kesalahan pemesan yang tidak mencantumkan nama bank dan nomor rekening pada FPPST. Pengembalian uang dilakukan dalam mata uang Rupiah dengan pemindah bukuan/transfer atas nama Pemesan. Surat pemberitahuan penjatahan dan pengembalian uang pemesanan dapat diambil oleh pemesanan mulai tanggal 01 Oktober 2012 di BAE Perseroan pukul WIB sampai WIB setiap hari kerja. Bagi pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI yang melakukan haknya melalui KSEI, pengembalian uang pemesanan akan dilakukan oleh KSEI. 10. PENYERAHAN SAHAM HASIL PELAKSANAAN HMETD Untuk Saham yang telah masuk dalam Penitipan Kolektif KSEI; a. Saham hasil pelaksanaan HMETD akan diterbitkan dalam bentuk elektronik oleh Perseroan melalui BAE dan didepositkan kedalam Rekening Efek yang telah ditentukan oleh KSEI selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima oleh KSEI dan pembayaran telah efektif (in good fund) di rekening Perseroan. b. Untuk saham hasil Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan dikreditkan atau didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam penitipan kolektif KSEI selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah tanggal penjatahan. 116

133 XVI. KETERANGAN TENTANG HMETD Saham yang ditawarkan dalam PUT III ini diterbitkan berdasarkan HMETD yang akan dikeluarkan Perseroan kepada Pemegang Saham yang berhak. HMETD dapat diperdagangkan selama masa perdagangan melalui Bursa maupun di luar Bursa. 1. Pihak yang Berhak Menerima Sertifikat Bukti HMETD Para Pemegang Saham Perseroan yang namanya dengan sah tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 11 September 2012 sampai dengan pukul WIB berhak memperoleh HMETD. Setiap pemegang sebanyak 100 (seratus) lembar saham lama mempunyai 27 (dua puluh tujuh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan sebanyak 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama Perseroan. 2. Pemegang HMETD Yang Sah Para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam DPS tanggal 11 September 2012 pukul WIB yang HMETD-nya tidak dijual dan/atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum di kolom endosemen sertifikat HMETD, serta para pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan HMETD. 3. Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD Pemegang HMETD dapat memperdagangkan HMETD yang dimilikinya selama periode perdagangan yaitu mulai tanggal 13 September 2012 sampai dengan tanggal 24 September Perdagangan HMETD harus memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk tetapi tidak terbatas pada ketentuan perpajakan dan ketentuan di bidang Pasar Modal termasuk peraturan Bursa dimana HMETD tersebut diperdagangkan, yaitu Bursa Efek Indonesia, serta peraturan di KSEI. Bila pemegang HMETD mengalami keraguraguan dalam mengambil keputusan sebaiknya berkonsultasi dengan penasihat investasi atau penasehat profesional lainnya. HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif di KSEI diperdagangkan di BEI sedangkan HMETD yang berbentuk Sertifikat Bukti HMETD hanya bisa diperdagangkan di Luar Bursa. Penyelesaian perdagangan HMETD yang dilakukan melalui Bursa akan dilaksanakn dengan cara pemindah bukuan atas rekening efek atas nama Bank Kustodian atau Perusahaan Efek di KSEI. Segala biaya dan pajak yang timbul akibat perdagangan dan pemindah tanganan HMETD menjadi tanggung jawab dan beban Pemegang HMETD atau Calon Pemegang HMETD. 4. Bentuk HMETD Bagi pemegang saham yang sahamnya belum dimasukkan dalam sistem kolektif di KSEI, Perseroan akan menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD yang mencantumkan nama dan alamat Pemegang HMETD, jumlah saham yang dimiliki, jumlah HMETD yang dapat digunakan untuk membeli saham, jumlah saham yang dibeli, jumlah harga yang harus dibayar, jumlah pemesanan tambahan saham, kolom endosemen dan keterangan lain yang diperlukan. 5. Nilai HMETD a. Nilai HMETD yang ditawarkan oleh Pemegang HMETD yang sah akan berbeda-beda dari HMETD yang satu dan yang lainnya, berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar yang ada. 117

134 b. Sebagai contoh, perhitungan nilai HMETD di bawah ini merupakan salah satu cara untuk menghitung nilai HMETD, tetapi tidak menjamin bahwa hasil perhitungan nilai HMETD yang diperoleh adalah nilai HMETD yang sesungguhnya. Penjabaran di bawah ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum untuk menghitung nilai HMETD: Diasumsikan harga pasar satu saham = Rp a Harga Saham PUT III = Rp c PUT III dengan perbandingan d : e (pemegang d lembar saham lama mempunyai hak membeli e lembar saham baru) Harga Teoritis Saham Baru = (Rp a x d) + (Rp c x e) ( d + e) = Rp f Harga HMETD = Rp f - Rp c 5. Pecahan HMETD Sesuai dengan Peraturan No. IX.D.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, maka atas pecahan HMETD tersebut harus dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. 7. Penggunaan Sertifikat Bukti HMETD Sertifikat Bukti HMETD ini adalah untuk memesan saham yang ditawarkan oleh Perseroan. Sertifikat Bukti HMETD ini tidak dapat ditukarkan dengan uang atau apapun pada Perseroan, dan Sertifikat Bukti HMETD ini tidak dapat diperjualbelikan dalam bentuk fotokopi. Bukti kepemilikan HMETD untuk pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI akan diberikan oleh KSEI melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya. 8. Lain-Lain Segala biaya yang timbul dalam rangka pemindahan hak (HMETD) menjadi beban Pemegang HMETD atau calon Pemegang HMETD. 118

135 XVII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HMTED Perseroan telah mengumumkan informasi penting berkaitan dengan PUT III ini melalui iklan di 1 (satu) surat kabar. 1. Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam sistem penitipan kolektif di KSEI, HMETD akan didistribusikan secara elektronik melalui rekening efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pencatatan pada Daftar Pemegang Saham yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 12 September Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir lainnya akan didistribusikan oleh Perseroan kepada Biro Administrasi Efek Perseroan dan dapat diperoleh pemegang saham dari masing-masing Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya. 2. Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem penitipan kolektif di KSEI, Perseroan akan menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD atas nama pemegang saham. Para pemegang saham baik yang beralamat di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) maupun yang beralamat di luar Jabotabek dapat mengambil sendiri Sertifikat Bukti HMETD, FPPS Tambahan dan formulir lainnya mulai tanggal 12 September 2012 dengan menunjukkan asli kartu tanda pengenal yang sah (KTP/Paspor/KITAS) dan menyerahkan fotokopinya serta asli Surat Kuasa bagi yang tidak bisa mengambil sendiri, pada BAE Perseroan: BIRO ADMINISTRASI EFEK PT SIRCA DATAPRO PERDANA Wisma SIRCA Jl. Johar No.18, Menteng Jakarta 10340, Indonesia Telp: (021) , Fax: (021) , Apabila sampai dengan tanggal 24 September 2012 pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 11 September 2012 belum mengambil Sertifikat Bukti HMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir lainnya dan tidak menghubungi Biro Administrasi Efek Perseroan, maka segala risiko ataupun kerugian yang mungkin timbul bukan menjadi tanggung jawab Perseroan ataupun Biro Administrasi Efek, melainkan merupakan tanggung jawab para pemegang saham yang bersangkutan. 119

136 Halaman ini sengaja dikosongkan 120

137 XVIII. LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN 121

138 Halaman ini sengaja dikosongkan 122

139 kemitraan, keragaman, kemakmuran. SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2011 DAN 2O1O PT BANK PUNDI INDONESIA TbK pundl BOARD O F D,IRECTORS' STATEMENT REGARDING IHE RESPO'VS'B I LITY FO R TH E FINANCIAL STATEMENTS FO R TH REE M OA'IHS PER'ODS ENDED MARCH 31,2012 AND 2011 AND FORTHEYEARS ENDED DECEMBER 31, AND 201 O PT BANK PUNDI INDONESIA ThK - Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama Alamat kantor Alamat rumah Nomor TelePon Jabatan 2. Nama Alamat kantor Alamat rumah Nomor TelePon Jabatan menyatakan bahwa: : Gandhi Ganda Putra : Jl. RS Fatmawati No. 12 Jakarta Selatan : Jl. Gaharu U92, RT 009, RW 004, Kelurahan CiPete Selatan, Kecamatan Cilandak' Jakarta Selatan ' : Direktur Utama : Maximianus Puguh Djiwanto : Jl. RS Fatmawati No. 12 Jakarta Selatan : Jl. KH Muhasyim lv/38' RT 009, RW 006' Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan ' : Direktur Keuangan 1. Bertanggung jawab atas penyusunan.dll. penyajian ' taporari-feuingan PT Bank Pundi lndonesia Tbk; 2. Laporan keuangan PT Bank Pundi lndonesia Tbk i"tln Oi"utun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia; 3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan PT Bank Pundi lndonesia Tbk telah dimuat secara lengkap dan benar; O. t-aporan keuangan PT Bank Pundi lndonesia Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan lidak menghilangkan informasi atau fakta material; 4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern PT Bank Pundi lndonesia Tbk. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya' We, the undersigned: 1. Name Office address Residential address Telephone Title 2. Name Office address Residential address Telephone Title declare that: : Gandhi Ganda Putra : J/. RS Fatmawati No. 12 Jakafta Selatan : Jl. Gaharu l/92, RT 009' RT OO4, Kelurahan CiPete Set atan, Kecam atan Cilan d ak, Jakarta Selatan : : President Director : Maximianus Puguh Diiwanto : J/. RS Fatmawati No 12 Jakafta Selatan : Jl. KH MuhasYim lv/38' RT OO9, RW 006, Kelurahan Citandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakafta Selatan : : Finance Director 1. We are responsible for the preparation and persentation of financiat statements of PT Bank Pundi lndonesta I Dx: 2. PT Bank Pundi lndonesia Tbk financial statements have - neei prepared and presented in. accordance with lndonesian Financial Accounting Standard; 3. a. Alt information in the PT Bank Pundi lndonesia Tbk - - financiat statements has been disc/osed in a complete and truthful manner; t. if eanx Pundi tndonesia Tbk financial statements do not contain any inconect information or material fact' nor do they omit information or mateial fact; 4. We are responsibte for intemal control system of PT Bank Pundi lndonesia Tbk. This statement has been made truthfully' Jakarta, 1 3 Agustus/August 1 3' 2012 AtasnamadanmewakiliDteksilForandonbehalfoftheBoardofDirectors Gandhi Ganda Putra Direktur Ulamal P resident Director Maximianus Puquh Diiwanto Direktur Keuanganl Finance Director 123

140 Crowe Honruath,, KosnstH, NURDIYRMAN, Tlnnlo & Rrrnx Registered PublicAccountants No. 1053/KM.1/2009 (Branch) Member Crowe Horwath lnternational Wisma 46 - Kota BNl, 37th Floor Suite 3708 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, J'akarta '1 0220, lndonesia +62 (21\ (21) Fax LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN REPORT OF INDEPENDENT AUDITORS Laporan No. KNT&R-C/0095/1 2 Report No. KNT&R-C/0095/1 2 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT BANK PUNDI INDONESIA TbK The Stockholders, Boards of Commissioners and Directors PT BANK PUNDI INDONESIA TbK Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan PT Bank Pundi lndonesia Tbk (Bank) pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 serta laporan laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas dan arus kas untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 serla untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Bank. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan lnstitut Akuntan Publik lndonesia. Standar lersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Bank Pundi lndonesia Tbk pada tanggal 31 Maret 2012, 3'l Desember 2011 dan 2010, serta hasil usaha dan arus kas untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2Q12 serla untuk tahun yang berakhir pada tanggal{anggal 31 Desember 2Q11 dan 2010 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia" Seperti yang diungkapkan pada Catatan 2b atas laporan keuangan, Bank telah menerapkan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2Q12 yang diterapkan secara prospektif. We have audited the statements of financial position of PT Bank Pundi lndonesia Tbk (the Bank) as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 and the related sfafemenfs of comprehensive income, changes in equity and cash flows for the three months periods ended March 31, 2012 and for the years ended December 31, 2011 and Ihese financial statements are the responsibility of the Bank's management. Our responsibility is to express an opinion on these financial statements based on our audits. We conducted our audit in accordance with auditing standards established by the lndonesian lnstitute of Ceftified Public Accountants. Those standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of mateial misstatement. An audit includes examining, on a test basis, evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. An audit also includes assessing the accounting pinciples used and significant estimates made by management, as well as evaluating the overall financial statement presentation. We believe that our audit provides a reasonable basis for our opinion. ln our opinion, the financial statements referred to above present faidy, in all material respecfs, the financial position PT Bank Pundi lndonesia Tbk as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 and resu/fs of operations and cash flows for the three months peiods ended March 31, 2012 and for the yearc ended December 31, 2011 and 2010 in accordance with Financial Accounting Standards in lndonesia. As disclosed in Note 2b to the financial statements, the Bank has adopted ceftain Sfafemenfs of Financial Accounting Standard (SFAS) that become effective as of January 1, 2012, which were applied prospectively" 124

141 Kosnstn, NuRorvRl,lnru, TlRnlo & Rernru Registered PublicAccountants No. 1053/Ki\r.1/2009 (Branch) Member Crowe HoMath lnternational Sebelum laporan ini, kami telah menerbitkan laporan Pior to this repoft, we have lssued repoft No. KNT&R-C10078fi2 tanggal 22 Juni 2012 atas No. KNT&R-C/0078/12 dated June 22, 2012 to the laporan keuangan PT Bank Pundi lndonesia Tbk financial sfafemenfs of PT Bank Pundi Indonesia Tbk untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal forthethreemonthperiodsendedmarch3l,20l2and 31 Maret 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada for the years ended December 31, 2011 and tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan ln connection with the Third Limited Public Offeing to Sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas lll Shareholders in order of Preemptive Rrghfs /ssue kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka (HMETD), the Bank has reissued ifs financial Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu statements for the years ended March 31, 2012, (HMETD), Bank telah menerbitkan kembali laporan December 31, 2011 and 2010 to conform with keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal- prevailing capital market regulations, as disclosed rn tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan Note40toFinancialSfafemenfs untuk disesuaikan dengan peraturan pasar modal yang berlaku, sebagaimana diungkapan pada Catatan 40 atas Laporan Keuangan. KosASrH, **"ryn, TJAHJo & REKAN I Tjiong Eng {in, sr, cen N AP/LicenselNo. AP Agustus/Aufoust 13, 2012 The accompanying financial statements are not intended to present the financial position and results of operations, and cash flows in accordance with accounting pinciples and practices generally accepted in countries and jurisdictions other than fhose in lndonesia. The standards, procedures and practices to audit such financial statements are those generally accepted and applied in lndonesia. 125

142 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ Notes March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 ASET ASSETS Kas 2e,3, Cash Giro pada Bank Indonesia 2e,2f,4,36, Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain 2e,2f,5,36, Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain and other banks Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan Third parties - net of allowance for kerugian penurunan nilai sebesar Rp 100 impairment loss of Rp 100 pada tanggal 31 Maret 2012, as of March 31, 2012, 31 Desember 2011 dan e,2i,6,36, December 31, 2011 and 2010 Efek-efek 2e,2g,7,36, Securities Surat berharga yang dibeli dengan Marketable securities purchased janji dijual kembali 2e,2h,8,36, with agreement to resell Kredit Loans Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan Third parties - net allowance for kerugian penurunan nilai sebesar Rp impairment loss of Rp 248,069 pada tanggal 31 Maret 2012, Rp as of March 31, 2012, Rp 216,443 pada tanggal 31 Desember 2011 dan Rp as of December 31, 2011 and pada tanggal 31 Desember e,2j,9,26,36, Rp 291,408 as of December 31, 2010 Pendapatan bunga yang masih akan diterima 2e,10,36, Accrued interest receivable Biaya dibayar dimuka 2k, Prepaid expenses Aset tetap - Fixed assets - setelah dikurangi akumulasi penyusutan net of accumulated depreciation of sebesar Rp pada tanggal 31 Maret 2012, Rp 75,400 as of March 31, 2012 and Rp pada tanggal 31 Desember 2011 dan Rp 62,172 as of December 31, 2011 and Rp pada tanggal 31 Desember c,2l, Rp 50,382 as of December 31, 2010 Agunan yang diambil alih - Foreclosed assets - setelah dikurangi cadangan kerugian net allowance for impairment loss of penurunan nilai sebesar Rp pada tanggal Rp 37,804 as of March 31, 2012 and 31 Maret 2012 dan Rp pada tanggal Rp 37,891 as of December Desember 2011 dan Rp Rp 86,084 as of December 31, 2010 pada tanggal 31 Desember m,2q,13, Aset pajak tangguhan 2c,2u, Deferred tax assets Aset lain-lain 2e,2m,2q,14,26,36, Other assets JUMLAH ASET TOTAL ASSETS - - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an integral part of the financial statements. 126

143 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ Notes March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES Liabilitas segera 2e,2n,15,36, Liabilities due immediately Simpanan dari nasabah 2e,2o,16,36,37 Deposit from customers Pihak berelasi 2d, Related parties Pihak ketiga Third parties Jumlah simpanan dari nasabah Total deposit from customers Simpanan dari bank lain - pihak ketiga 2e,2p,17,36, Deposits from other banks - third parties Utang pajak 2u, Taxes payable Estimasi kerugian komitmen 2q,26, Estimated losses on commitments dan kontinjensi and contingencies Pinjaman dari pihak berelasi 2d,19, Loan from affiliates Liabilitas imbalan pasca-kerja 2c,2v, Post-employment benefits obligation Liabilitas lain-lain 2e,20,36, Other liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) Share capital - Rp 100 (full amount) per saham par value per share Modal dasar saham Authorized - 20,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor penuh - Issued and fully paid saham pada tanggal 9,258,512,230 shares 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan as of March 31, 2012 and saham pada tanggal December 31, 2011 and 5,976,250, Desember as of December 31, 2010 Tambahan modal disetor 22 (3.002) (3.002) 555 Additional paid-in capital Laba (rugi) belum direalisasi atas Unrealized gain (loss) on efek tersedia untuk dijual 2e,2g (1.515) available-for-sale securities Defisit ( ) ( ) ( ) Deficit Jumlah Ekuitas Total Equity JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an integral part of the financial statements. 127

144 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal For The Three Months Periods Ended 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal March 31, 2012 and 2011 and 31 Desember 2011 dan 2010 For The Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ Catatan/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 Notes (3 bulan/months) (3 bulan/months) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) PENDAPATAN DAN BEBAN REVENUES AND EXPENSES Pendapatan Bunga 2e,2r,2s,23 Interest Income Bunga Interest Provisi dan komisi Fees and commissions Jumlah Pendapatan Bunga Total Interest Income Beban Bunga 2e,2r,2s,24 Interest Expense Bunga Interest Provisi dan komisi Fees and commissions Jumlah Beban Bunga Total Interest Expense Pendapatan Bunga - bersih Interest Income - net Pendapatan Operasional Lainnya Other Operating Income Keuntungan penjualan efek 2e,2g Gain on sale of securities Administrasi Administrative Lain-lain - bersih Others - net Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya - bersih Total Other Operating Income - net JUMLAH PENDAPATAN OPERASI TOTAL OPERATING INCOME Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai atas aset Reversal (provision) of impairment keuangan - bersih 2e,9,26 (35.875) (82.733) losses on financial assets - net Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai aset Reversal (provision) of Impairment losses non keuangan - bersih 2q,13,14, (21.477) on non-financial assets- net Beban Operasional Lainnya Other Operating Expenses Umum dan administrasi General and administrative Tenaga kerja dan tunjangan Personnel Jumlah Beban Operasional Lainnya Total Other Operating Expenses LABA (RUGI) OPERASIONAL BERSIH (17.366) ( ) ( ) NET OPERATING INCOME (LOSS) BEBAN NON OPERASIONAL - BERSIH 29 (9) (3.718) (1.963) (9.989) NON-OPERATING EXPENSE - NET LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT PAJAK INCOME (LOSS) BEFORE INCOME PENGHASILAN (21.084) ( ) ( ) TAX BENEFIT (BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 2u,30 INCOME TAX (EXPENSE) BENEFIT Tangguhan (10.050) Deferred LABA (RUGI) BERSIH (16.364) ( ) (88.646) NET INCOME (LOSS) Laba (rugi) komprehensif lain - Keuntungan (kerugian) atas perubahan Other comprehensive Income (loss) - nilai wajar dari efek-efek dalam Net (loss) gain from changes in fair value of kelompok tersedia untuk dijual - bersih 2e,2g (7.325) (2.911) (1.515) available-for-sale securities JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (19.275) ( ) (90.161) TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR BASIC EARNING (LOSS) PER SHARE (Rupiah Penuh) 2w,32 1,50 (2,74) (21,66) (25,96) (Full Amount) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an integral part of the financial statements. 128

145 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal For The Three Months Periods Ended 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir March 31, 2012 and 2011 and Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 For The Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Laba (Rugi) Belum Modal Direalisasi atas Ditempatkan dan Efek Tersedia Disetor Penuh/ Tambahan untuk Dijual/ Issued and Modal Disetor/ Unrealized Gain (Loss) Catatan/ Fully Paid Additional on Available for Defisit/ Jumlah Ekuitas/ Notes Share Capital Paid-in Capital Sale Securities Deficit Total Equity Saldo per 1 Januari ( ) (46.694) Balance as of January 1, 2010 Dampak atas penerapan awal Effect of first adoption of PSAK 50/55 2b ( ) ( ) SFAS 50/55 Saldo setelah penerapan awal Balance after effect of first adoption PSAK 50/ ( ) ( ) of SFAS 50/55 Penerbitan saham baru 21, (7.111) Issuance of new shares Kerugian atas perubahan nilai wajar Net loss from changes in dari efek-efek dalam kelompok fair value of available-for-sale tersedia untuk dijual 2e,2g - - (1.515) - (1.515) securities Jumlah rugi bersih tahun berjalan (88.646) (88.646) Total net loss for the year Saldo per 31 Desember (1.515) ( ) Balance as of December 31, 2010 Penerbitan saham baru 21, (3.557) Issuance of new shares Keuntungan atas perubahan Net gain from changes in nilai wajar dari efek-efek dalam fair value of available-for-sale kelompok tersedia untuk dijual securities Jumlah rugi bersih tahun berjalan ( ) ( ) Total net loss for the year Saldo per 31 Desember (3.002) ( ) Balance as of December 31, 2011 Saldo per 1 Januari (1.515) ( ) Balance as of January 1, 2011 Kerugian atas perubahan nilai wajar dari Net loss from changes in efek-efek dalam kelompok fair value of available-for-sale tersedia untuk dijual - bersih 2e,2g - - (2.911) - (2.911) securities Rugi bersih periode berjalan (16.364) (16.364) Net loss for the period Saldo per 31 Maret (4.426) ( ) Balance as of March 31, 2011 Saldo per 1 Januari (3.002) ( ) Balance as of January 1, 2012 Kerugian atas perubahan nilai wajar dari Net loss from changes in fair efek-efek dalam kelompok fair value of available-for-sale tersedia untuk dijual - bersih 2e,2g - - (7.325) - (7.325) securities Laba bersih periode berjalan Net income for the period Saldo per 31 Maret (3.002) ( ) Balance as of March 31, 2012 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an integral part of the financial statements. 129

146 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal For The Three Months Periods Ended 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal March 31, 2012 and 2011 and 31 Desember 2011 dan 2010 For The Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ Catatan/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 Notes (3 bulan/months) (3 bulan/months) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan bunga, provisi dan komisi 2e,2r Receipts of interest, fees and commissions Pembayaran bunga, provisi dan komisi 2e,2r ( ) (20.060) ( ) (76.276) Payment of interest, fees and commissions Penghasilan operasional lainnya - bersih Receipts of other operating income - net Pembayaran beban umum dan administrasi (44.499) (16.092) ( ) (65.869) Payment of general and administrative expenses Pembayaran beban tenaga kerja dan tunjangan ( ) (23.051) ( ) (41.738) Payment of personnel expenses and benefit Pendapatan (beban) non operasional - bersih 73 (4.294) (24.885) Non-operating income (expenses) - net Arus Kas Sebelum Perubahan Aset Cash Flows Before Changes in Operating Assets dan Liabilitas Operasi (19.678) ( ) (66.353) and Liabilities (Kenaikan) penurunan aset operasi: (Increase) decrease in operating assets: Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 2e,2i ( ) 136 Placements with Bank Indonesia and other banks Efek-efek 2e,2g ( ) (52.824) ( ) ( ) Securities Surat-surat berharga yang dibeli Marketable securities purchased dengan janji dijual kembali 2e,2h ( ) - with agreement to resell Kredit 2e,2j ( ) ( ) ( ) Loans Biaya dibayar dimuka 2k,2t (11.430) (34.156) (40.150) (45.622) Prepaid expenses Aset lain-lain 2e,2m,2q (38.502) (53.418) (15.798) Other assets Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi: Increase (decrease) in operating liabilities: Liabilitas segera 2e,2n (859) (289) Liabilities due immediately Simpanan dari nasabah 2e,2o ( ) Deposit from customer Simpanan dari bank lain 2e,2p (9.698) (18.883) Deposits from other banks Utang pajak 2u Taxes payable Penghasilan diterima dimuka (664) Unearned revenue Liabilitas lain-lain 2e (1.684) Other liabilities Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used in) Aktivitas Operasi ( ) Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Hasil penjualan aset tetap Proceeds from sale of fixed assets Penjualan agunan yang diambil alih Sales of foreclosed assets Perolehan aset tetap 12 (15.121) (86.829) ( ) (60.196) Acquisition of fixed assets Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (14.615) (86.150) ( ) (45.113) Net Cash Used in Investing Activities ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Penerbitan saham baru - bersih 21, Net proceeds from issuance of new shares Biaya emisi saham 21, (3.557) (7.111) Share issuance costs Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan Net Cash Provided by Financing Activities NET INCREASE IN CASH AND KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE BEGINNING OF PERIODS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE END OF PERIODS Cash and cash equivalents at the end Kas dan setara kas akhir periode terdiri dari: of the periods consist of: Kas 2e, Cash Giro pada Bank Indonesia 2e,2f, Current account with Bank Indonesia Giro pada bank lain 2e,2f, Current account with other banks Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 2e,2i, Placements with Bank Indonesia and other banks Jumlah Total PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ADDITIONAL DISCLOSURES Aktivitas investasi yang tidak mempengaruhi kas: Investing activities not affecting cash: Kenaikan (penurunan) efek tersedia untuk dijual yang Increase (decrease) in available-for-sale securities berasal dari perubahan nilai wajar (4.426) (1.515) arising from changes in fair value Reklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain Reclassification from fixed assets to other assets Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an integral part of the financial statements. 130

147 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM 1. GENERAL a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT Bank Pundi Indonesia Tbk ( Bank ), didirikan pada tanggal 11 September Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 10 November 1992 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 103, Tambahan No tanggal 26 Desember Bank memulai aktivitas operasi di bidang Perbankan pada tanggal 9 Agustus Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 37 tanggal 22 November 2011 dari Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai tugas dan wewenang Direksi dan peningkatan modal disetor. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH tahun 2011 tanggal 8 Desember Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank bergerak dalam bidang keuangan dan pembiayaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Saat ini Bank berstatus Bank non devisa yang fokus pada pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. PT Recapital Securities dan PT Recapital Advisors, didirikan di Republik Indonesia, masing-masing adalah entitas induk dan entitas induk terakhir Bank. Pada tanggal 31 Desember 2010 Kantor Pusat Bank berlokasi di Jl. MH. Thamrin Kav. 9 Jakarta. Per 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, Kantor Pusat Bank berlokasi di Jl. Fatmawati No. 12 Jakarta. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010, jumlah jaringan cabang-cabang dan kantorkantor pembantu Bank adalah sebagai berikut: PT Bank Pundi Indonesia Tbk ( the Bank ) was established on September 11, The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia on November 10, 1992 and published in Supplement No of the State Gazette of Republic Indonesia No. 103 dated December 26, The Bank started its commercial Banking operations on August 9, The Bank s Articles of Association has been amended several times, most recently by Deed No. 37 dated November 22, 2011 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, concerning duties and powers of directors and increase of paid in capital. These amendments were approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-AH Year 2011 dated December 8, Based on Article 3 of the Bank s Articles of Association, the scope of its activities is in finance business and all other financing in accordance with the Laws prevailing in Indonesia. Currently the Bank is a non-foreign exchange bank focusing on financing Micro, Small and Medium Enterprises. PT Recapital Securities and PT Recapital Advisors, incorporated in the Republic of Indonesia, are the parent company and ultimate parent company of the Bank, respectively. As of December 31, 2010, the Bank s head office is located in Jl. MH. Thamrin Kav. 9 Jakarta. As of March 31, 2012 and December 31, 2011, the Bank s head office is located in Jl. Fatmawati No. 12 Jakarta. As of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010, the number of the Bank s branches and representative offices were as follows: 31 Maret/ March 31, Desember/ December 31, Desember/ December 31, 2010 Kantor Pusat Head Office Kantor Cabang Branch Office Kantor Cabang Pembantu Supporting Branch Officeee 131

148 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information (continued) Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 Bank memiliki masing-masing 64 Anjungan Tunai Mandiri (ATM), 31 ATM dan 23 ATM. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan Akta No. 37 tanggal 22 Nopember 2011 dari Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank owns 64 Automated Teller Machines (ATMs), 31 ATMs and 23 ATMs, respectively. As of March 31, 2012 and December 31, 2011, the members of the Bank s Boards of Commissioners and Directors based on Notarial dated No. 37 dated November 22, 2011 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, are as follow: Board of Commissioners Komisaris Utama (Independen) Endriartono Sutarto President Commissioner (Independent) Komisaris Dedy Rifdy Ramsey Commissioner Komisaris (Independen) I Goesti V. Bagoes Oka *) Commissioner (Independent) Direksi Board of Directors Direktur Utama Gandhi Ganda Putra President Director Direktur Kepatuhan Teguh Wiyono Compliance Director Direktur Operasional Beni Nurtantijo **) Operational Director Direktur Keuangan Maximianus Puguh Djiwanto **) Finance Director Direktur Bisnis Ramono Sukadis **) Business Director *) Telah lulus uji kemampuan dan kepatuhan berdasarkan Surat Gubernur Bank Indonesia No. 13/118/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 28 Oktober *) Complied the fit and proper test from Bank Indonesia through letter from Bank Indonesia No. 13/118/GBI/DPIP/Rahasia dated October 28, **) Telah lulus uji kemampuan dan kepatuhan berdasarkan Surat Gubernur Bank Indonesia No. 13/83/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 1 Agustus **) Complied the fit and proper test from Bank Indonesia through letter from Bank Indonesia No. 13/83/GBI/DPIP/Rahasia dated August 1, Pada tanggal 31 Desember 2010, susunan Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan Akta No. 22 tanggal 19 Maret 2010 dari Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris As of December 31, 2010, the members of the Bank s Boards of Commissioners and Directors based on Notarial Deed No. 22 dated March 19, 2010 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, are as follows: Board of Commissioners Komisaris Utama (Independen) Endriartono Sutarto President Commissioner (Independent) Komisaris (Independen) Herman Sugiarto *) Commissioner (Independent) Komisaris Thomas Warren Shreve **) Commissioners Dedy Rifdy Ramsey 132

149 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) a. Establishment and General Information (continued) Direksi Board of Directors Direktur Utama Gandhi Ganda Putra President Director Direktur Operasional Andy Sutanto ***) Operational Director Direktur Kepatuhan Teguh Wiyono Compliance Director Direktur Maximianus Puguh Djiwanto *) Tonny Antonius ****) Directors *) Tidak lulus uji kemampuan dan kepatuhan dari Bank Indonesia berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 12/96/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 20 Juli **) Telah mengundurkan diri efektif terhitung tanggal 5 April ***) Telah mengundurkan diri efektif terhitung tanggal 1 Agustus ****) Telah mengundurkan diri efektif terhitung tanggal 25 Oktober *) Not fulfill the fit and proper test from Bank Indonesia through letter from Bank Indonesia No. 12/96/GBI/DPIP/Rahasia dated July 20, **) Resigns effective since April 5, ***) Resigns effective since August 1, ****) Resigns effective since October 25, Susunan Komite Audit Bank pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: The Bank s Audit Committee as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 are as follows: 31 Maret/ March 31, Desember/ December 31, Desember/ December 31, 2010 Komite Audit Ketua, merangkap anggota Anggota Endriartono Sutarto Lungguk Goeltom Troy Trijono Susunan Corporate Secretary dan Ketua Satuan Kerja Audit Internal pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Endriartono Sutarto Lungguk Goeltom Troy Trijono Reginald Maukar Suryanto Santoso Achmad Herlanto Anggono Audit Committee Chairman, concurrent member Members The Bank s Corporate Secretary and Head of Internal Audit as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 are as follows: 31 Maret/ March 31, Desember/ December 31, Desember/ December 31, 2010 Corporate Secretary Christiana M. Damanik Hery Hartawan Hery Hartawan Corporate Secretary Ketua Satuan Kerja Audit Internal Haryadi Haryadi Haryadi Head of Internal Audit Jumlah karyawan Bank pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing adalah 7.065, dan karyawan. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank has a total of 7,068, 6,691 and 1,500 employees, respectively. 133

150 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Penawaran Umum b. Public Offering Pada tanggal 22 Juni 2001, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1531/PM/2001 untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 140 per saham. Secara bersamaan diterbitkan Waran Seri I yang menyertai seluruh saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum tersebut secara cuma-cuma. Waran tersebut memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham baru yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga Rp 175 per saham mulai tanggal 13 Januari 2003 sampai dengan tanggal 12 Juli Pada tanggal 13 Juli 2001, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2004, tidak ada waran yang dikonversi menjadi saham dan semua hak untuk membeli saham sudah berakhir. Pada tanggal 30 Juni 2010, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-5949/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham sejumlah saham biasa. Setiap pemegang saham yang memiliki 1 saham lama berhak membeli 6 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. Pada tanggal 15 September 2011, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua (Bapepam-LK) dengan suratnya No /BL/2011 untuk melakukan penawaran umum terbatas II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham berjumlah saham biasa. Setiap pemegang saham yang memiliki 6 saham lama berhak membeli 5 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. On June 22, 2001, the Bank obtained approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) in his letter No. S-1531/PM/2001 to offer its shares to the public at a maximum of 277,500,000 shares with a nominal value of Rp 100 per share for an offering price of Rp 140 per share. Simultaneously, the Bank issued 55,500,000 Series I Warrants accompanying the shares offered in the Public Offering. The warrants entitle the holder to purchase newly issued shares of the portfolio with a nominal value of Rp 100 per share at a price of Rp 175 per share from January 13, 2003 until July 12, On July 13, 2001, these shares were listed on the Jakarta Stock Exchange. As of December 31, 2004, no conversion of warrants is made and all the rights to purchase through warrants expire. On June 30, 2010, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Board (Bapepam-LK) in his Letter No. S-5949/BL/2010 related to its approval of the public offering I for the issuance of pre-emptive rights for existing shareholders at 5,122,500,000 common shares. The holder can exercise the right to purchase 6 new shares for every 1 share held with a nominal value of Rp 100 per share at Rp 100 per share. On September 15, 2011, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of the (Bapepam-LK) in his Letter No /BL/2011 related to its approval of the public offering II for the issuance of pre-emptive rights for existing shareholders amounted to 4,980,208,333 common shares. The holder can exercise the right to purchase 5 new shares for every 6 share held with a nominal value of Rp 100 per share at Rp 100 per share. 134

151 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan dan Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam LK No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan perubahannya, Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 September 2010, serta Surat Edaran Ketua Bapepam-LK No. SE-02/BL/2008 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum, Minyak dan Gas Bumi dan Perbankan tanggal 31 Januari Seperti diungkapkan dalam Catatan 2b, beberapa Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012, 2011 dan Berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 disebutkan bahwa Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan berlaku sepanjang tidak diatur atau tidak bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) dan apabila timbul pertentangan maka penyusunan dan penyajian laporan keuangan wajib mengacu pada PSAK tersebut. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep nilai historis, kecuali dinyatakan secara khusus. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan metode akrual, kecuali laporan arus kas dan beberapa akun yang diukur berdasarkan penjelasan kebijakan akuntansi dari akun yang bersangkutan. 4 Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Basis of Financial Statements Preparation and Measurement and Statement of Compliance The financial statements for three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and years ended December 31, 2011 and 2010 were prepared in accordance with Financial Accounting Standards in Indonesia and Regulation No. VIII.G.7 regarding Financial Statements Presentation Guidelines included in the Appendix of the Bapepam-LK No. KEP-06/PM/2000 March 13, 2000 and its amendment, The Decision Decree of the Chairman of BAPEPAM-LK No. KEP-554/BL/2010 and Circular Letter of the Chairman of Bapepam-LK No. SE-02/BL/2008 regarding Guidelines for Financial Statements Preparation and Presentation of Public Company in General Mining, Oil and Gas Industry and Banking" dated January 31, As discussed further in Note 2b, several amended and published report Financial Accounting Standards in Indonesia were adopted effective January 1, 2012, 2011 and Based on the Decree of Chairman of the Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 dated December 30, 2010, it mentions that Regulation No. VIII.G.7 regarding Financial Statements Presentation Guidelines is applicable as long as it is not regulated or arising a conflict with the Statement of Financial Accounting Standard ( SFAS ) and if there is a conflict therefore the financial statements are presented based on those SFAS. The financial statements have been prepared using the historical cost basis, unless otherwise stated. The preparation of these financial statements was based on accrual method, except for cash flows and certain accounts which are measured on the basis explained in the related accounting policies. The statements of cash flows are prepared using modified direct method, with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities. The reporting currency used in the preparation of the financial statements is Indonesian Rupiah (Rupiah). All figures in the financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah, unless otherwise stated. 135

152 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Revisi Efektif tanggal 1 Januari 2010, Bank telah menerapkan PSAK revisi secara prospektif sebagai berikut: (1) PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, yang berisi persyaratan pengungkapan instrumen keuangan dan kriteria informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan pengungkapan diterapkan berdasarkan klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, yakni aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian bunga, dividen, keuntungan dan kerugian yang terkait; dan situasi tertentu dimana saling hapus aset dan liabilitas keuangan diizinkan. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan. Standar ini menggantikan PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu. (2) PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang menetapkan dasar-dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan dan kontrak-kontrak pembelian atau penjualan instrumen non-keuangan. PSAK ini menjelaskan diantaranya definisi derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penentuan kriteria lindung nilai. Standar ini menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999) Akuntansi Instrumen Derivatif dan Lindung Nilai. Dalam penerapan standar baru di atas, Bank telah mengidentifikasi sejumlah penyesuaian transisi terutama mengenai penurunan nilai aset keuangan sesuai dengan Buletin Teknis No. 4 mengenai Ketentuan Transisi Penerapan Awal PSAK 50 dan PSAK 55 (Revisi 2006) yang telah disesuaikan secara prospektif pada saldo defisit pada tanggal 1 Januari 2010 sebagaimana dijelaskan di bawah ini: 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards (SFASs) The Bank has adopted, prospectively, the following revised SFASs effective January 1, 2010: (1) SFAS 50 (Revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures, contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that should be disclosed. The presentation requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of related interest, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. This SFAS also requires the disclosure of, among others, information about factors that affect the accounting policies applied to those instruments. This standard superseded SFAS 50, Accounting for Certain Investments in Securities. (2) SFAS 55 (Revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurement, establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial items. This SFAS provides the definitions and characteristics of derivatives, the categories of financial instruments, recognition and measurement, hedge accounting and determination of hedging relationships, among others. This standard superseded SFAS 55 (Revised 1999), Accounting for Derivative Instruments and Hedging Activities. In adopting the above new standards, the Bank has identified the transition adjustments mainly pertaining to impairment losses for financial assets in accordance with the Technical Bulletin No. 4 concerning the Transition Provisions for the First Adoption of SFAS 50 and SFAS 55 (Revised 2006) that have been prospectively adjusted in the January 1, 2010 deficit as summarized below: 136

153 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Revisi (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards (SFASs) (continued) Sebagaimana dilaporkan Setelah 1 Januari 2010/ Penyesuaian disesuaikan As previously Transisi/ 1 Januari 2010/ reported at Transition As adjusted at January 1, 2010 adjustments January 1, 2010 Giro pada bank lain 33 (33) - Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and dan bank lain 102 (2) 100 other banks Kredit Loans Penyesuaian transisi dilakukan atas Transition adjustments made on saldo cadangan kerugian penurunan the balance impairment loss nilai pada tanggal 1 Januari reserves as of January 1, 2010 Efektif tanggal 1 Januari 2011, Bank telah menerapkan PSAK revisi sebagai berikut: (1) PSAK No. 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan, mengatur penyajian laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus, perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif, konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif lainnya, penyimpangan dari Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan pernyataan kepatuhan. (2) PSAK No. 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim, mengatur penyajian minimum laporan keuangan interim, serta prinsip pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan lengkap atau ringkas untuk periode interim. (3) PSAK No. 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi, mengatur pengungkapan yang memudahkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. The Bank has adopted the following revised SFASs effective January 1, 2011: (1) SFAS No. 1 (Revised 2009), Presentation of Financial Statements, regulates presentation of financial statements as to, among others, the reporting objective, component of financial statements, fair presentation, materiality and aggregation, offsetting, distinction between current and non-current assets and short-term and long-term liabilities, comparative information and consistency of presentation and introduces new disclosures, among others, key of uncertainty estimations and judgements, capital management, other comprehensive income, departures from Financial Accounting Standards in Indonesia and statement of compliance. (2) SFAS No. 3 (Revised 2010), Interim Financial Reporting regulates minimum presentation of interim financial statements, and also the principles of recognition and measurement in the complete or condensed interim financial statements. (3) SFAS No. 5 (Revised 2009), Operating Segments, requires disclosures that will enable users of financial statements to evaluate the nature and financial effects of the business activities in which the entity engages and the economic environments in which the entity operates. 137

154 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Revisi (lanjutan) (4) PSAK No. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak Berelasi, mengatur pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan dan kompensasi secara keseluruhan dan masing-masing kategori kompensasi yang diberikan kepada semua personil manajemen kunci. (5) PSAK No. 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset, menetapkan prosedur-prosedur yang diterapkan entitas agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya. Suatu aset dicatat melebihi jumlah terpulihkannya jika jumlah tersebut melebihi jumlah yang akan dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan aset. Pada kasus demikian, aset mengalami penurunan nilai dan pernyataan ini mensyaratkan entitas mengakui rugi penurunan nilai. PSAK yang direvisi ini juga menentukan kapan entitas membalik suatu rugi penurunan nilai dan pengungkapan yang diperlukan. (6) PSAK No. 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, menetapkan pengakuan dan pengukuran liabilitas diestimasi, liabilitas kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memudahkan para pengguna laporan keuangan memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut. Selain standar akuntansi revisi yang telah disebutkan sebelumnya, Bank juga telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2011 yang dianggap relevan terhadap laporan keuangan namun tidak menimbulkan dampak yang signifikan: i. PSAK No. 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas. ii. PSAK No. 8 (Revisi 2009), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan. iii. PSAK No. 19 (Revisi 2009), Aset tak Berwujud. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards (SFASs) (continued) (4) SFAS No. 7 (Revised 2010), Related Parties Disclosure, requires disclosure of related party relationships, including commitments in financial statements and compensation in total an for each category of compensation given to all key management personnel. (5) SFAS No. 48 (Revised 2009), Impairment of Assets, prescribes the procedures to be applied by an entity to ensure that its assets are carried at no more than their recoverable amount. An asset is carried at more than its recoverable amount if its carrying amount exceeds the amount to be recovered through use or sale of the asset. In this case, the asset is described as impaired and this revised SFAS requires the entity to recognise an impairment loss. This revised SFAS also specifies when an entity should reverse an impairment loss and prescribes disclosures. (6) SFAS No. 57 (Revised 2009), Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets, prescribes the recognition and measurement of estimated liabilities, contingent liabilities and contingent assets and to ensure that sufficient information is disclosed in the notes to enable users in understanding the nature, timing and amount related to the information. Other than the revised accounting standards previously mentioned, the Bank also adopted the following revised accounting standards on January 1, 2011, which are considered relevant to the financial statements but did not have significant impact: i. SFAS No. 2 (Revised 2009), "Statements of Cash Flows". ii. iii. SFAS No. 8 (Revised 2009), "Events after The Reporting Period". SFAS No. 19 (Revised 2009), "Intangible Assets". iv. PSAK No. 23 (Revisi 2010), Pendapatan. iv. SFAS No. 23 (Revised 2010), Revenue. v. PSAK No. 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. v. SFAS No. 25 (Revised 2009), Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors. 138

155 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Revisi (lanjutan) Dampak dari perubahan kebijakan akuntansi Bank sehubungan dengan implementasi dan standar akuntansi baru di atas tidak signifikan kecuali perubahan dalam penyajian sebagai berikut: Penyajian Laporan Keuangan Bank mengimplementasikan PSAK No. 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan), yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari Perubahan tersebut sebagai berikut: - Laporan keuangan terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. - Penambahan pengungkapan mengenai reklasifikasi akun. Karena perubahan pada kebijakan akuntansi hanya mempengaruhi aspek pengungkapan, maka tidak ada dampak terhadap laba per saham. Manajemen telah mengevaluasi apakah penyajian kembali laporan posisi keuangan pada tanggal 1 Januari 2010 perlu dilakukan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Manajemen berpendapat bahwa dengan tidak menyajikan laporan posisi keuangan awal (1 Januari 2010), tidak akan memberikan gambaran yang keliru dalam membaca laporan keuangan mengingat jumlah dan sifat reklasifikasi yang dilakukan, oleh karena itu laporan posisi keuangan awal tersebut tidak disajikan. Efektif tanggal 1 Januari 2012, Bank telah menerapkan PSAK revisi sebagai berikut: a. PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja, mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards (SFASs) (continued) The impacts from the changes in the Bank accounting policies related with the above new accounting standards implementation are not significant except for changes in disclosures, as follows: Presentation of Financial Statements The Bank apply SFAS No. 1 (Revised 2009), Presentation of Financial Statements, which became effective since January 1, The changes are as follows: - The financial statements comprise of statement of financial position, statement of comprehensive income, statement of changes in equity, statement of cash flows and notes to financial statements. - Additional disclosures regarding reclassification of account. Since the change in accounting policy only impacts disclosure aspects, there is no impact on earnings per share. The management also has evaluated whether the presentation of the January 1, 2010 financial statements need to be restated. After the evaluation, the Management believes that omitting the presentation of beginning financial statements would not users distractions for readers of the financial statements (January 1, 2010), regarding the amount and nature of the reclassification being made, thus the year beginning financial statements was not presented. The Bank has adopted the following revised SFASs effective January 1, 2012: a. SFAS No. 24 (Revised 2010), Employee Benefits, establishes the accounting and disclosures for employee benefits. 139

156 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Revisi (lanjutan) b. PSAK No. 46 (Revisi 2010), Akuntansi Pajak Penghasilan, mengatur perlakukan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan; serta transaksitransaksi dan kejadian-kejadian lain pada periode kini yang diakui pada laporan keuangan. c. PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian, menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. d. PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan, mensyaratkan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan; dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut. Selain standar akuntansi revisi yang telah disebutkan sebelumnya, Bank juga telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2012 yang dianggap relevan terhadap laporan keuangan namun tidak menimbulkan dampak yang signifikan: a. PSAK No. 18 (Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya. b. PSAK No. 53 (Revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham. c. ISAK No. 15, PSAK No Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya. d. ISAK No. 20, Pajak Penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards (SFASs) (continued) b. SFAS No. 46 (Revised 2010), Accounting for Income Taxes, prescribes the accounting treatment for income taxes to account for the current and future tax consequences of the future recovery (settlement) of the carrying amount of assets (liabilities) that are recognized in the statement of financial position; and transactions and other events of the current period that are recognized in the financial statements. c. SFAS No. 50 (Revised 2010), Financial Instruments: Presentation, establishes the principle for presenting financial instruments as liabilities or equity and for offsetting financial assets and financial liabilities. d. SFAS No. 60, Financial Instruments: Disclosures, requires disclosures in financial statements that enable users to evaluate the significance of financial instruments for financial position and performance; and the nature and extent of risks arising from financial instruments to which the entity is exposed during the period and at the end of the reporting period and how the entity manages those risks. Other than the revised accounting standards previously mentioned, the Bank also adopted the following revised accounting standards on January 1, 2012, which are considered relevant to the financial statements but did not have significant impact: a. SFAS No. 18 (Revised 2010), Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans. b. SFAS No. 53 (Revised 2010), Share-based Payment. c. Interpretation No. 15, SFAS No The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction. d. Interpretation No. 20, Income Taxes - Changes in the Tax Status of an Entity or its Shareholders. 140

157 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: Nilai aset dan liabilitas dilaporkan, pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan posisi keuangan. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Use of Judgements, Estimates and Assumptions The preparation of financial statements in conformity with Financial Accounting Standards in Indonesia, requires the use of judgements, estimates and assumptions that affects: The reported amounts of assets and liabilities, and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements. Jumlah pendapatan dan beban dilaporkan selama periode pelaporan. Amounts of revenues and expenses reported during reporting period. Pertimbangan Judgements Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilities Bank menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Bank seperti diungkapkan pada Catatan 2e. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Bank mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Bank. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. The Bank determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by considering if they meet the definition set forth in SFAS No. 55 (Revised 2006). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are recognized for in accordance with the Bank s accounting policies disclosed in Note 2e. Estimates and Assumptions The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Bank based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Bank. Such changes are reflected in the assumptions as they occur. 141

158 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit Bank melakukan review atas kredit pada setiap tanggal laporan untuk melakukan penilaian atas cadangan penurunan nilai yang telah dicatat. Justifikasi manajemen diperlukan untuk melakukan estimasi atas jumlah dan timing arus kas dalam menentukan tingkat cadangan yang dibutuhkan. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. Nilai tercatat dari kredit Bank sebelum cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 9. Aset pajak tangguhan Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Justifikasi manajemen diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan timing dan tingkat laba fiskal di masa mendatang sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke depan. Liabilitas imbalan pasca-kerja Liabilitas imbalan pasca-kerja ditentukan berdasarkan perhitungan dari aktuarial. Perhitungan aktuaria mengunakan asumsiasumsi seperti tingkat diskonto, tingkat pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian, tingkat pengunduran diri dan lain-lain. Nilai tercatat atas estimasi liabilitas imbalan pasca-kerja Bank pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Use of Estimates and Assumptions (continued) Allowance for impairment losses on loans Bank reviews its loans at reporting date to evaluate the allowance for impairment losses. Management s judgment is applied in the estimation of the amount and timing of future cash flows when determining the level of allowance required. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment loss. The carrying amount of the Bank s loans before allowance for impairment loss as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp 4,367,177, Rp 3,554,336 and Rp 612,751, respectively. Further details are shown in Note 9. Deferred tax assets Deferred tax assets are recognized for the recoverable taxable income for the future from temporary difference. Management judgement is required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based on timing and level of future taxable profits inline with future tax planning strategies. Post-employment benefit obligation Post-employment benefit obligation is determined based on actuarial valuation. The actuarial valuation involves making assumptions about discount rate, expected rate of return on investments, future salary increases, mortality rate, resignation rate and others. The carrying amount of the Bank s estimated liabilities for post-employment benefits as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp 29,180, Rp 25,259 and Rp 4,939, respectively. Further details are discussed in Note

159 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Penyusutan aset tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 3 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Bank menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya beban penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Bank pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Use of Estimates and Assumptions (continued) Depreciation of fixed assets The costs of fixed assets are depreciated on a straight-line basis over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these fixed assets to be within 3 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Bank conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Bank s fixed assets as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp 349,966, Rp 348,095 and Rp 129,153, respectively. Further details are disclosed in Note 12. d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties Sebelum 1 Januari 2011, Bank melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2007) mengenai Pengungkapan Pihakpihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa". Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: 1. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Bank (termasuk induk perusahaan, anak perusahaan dan perusahaan afiliasi); Before January 1, 2011, Bank have transactions with related parties as defined in SFAS No. 7 (Revised 2007) on Related Parties Disclosure. Related parties consist of the following: 1. Companies that, through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the Bank (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries); 2. Perusahaan asosiasi; 2. Associated companies; 3. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Bank yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Bank); 3. Individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the Bank that gives them significant influence over the Bank and close family members of such individuals (close family members are those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Bank); 143

160 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan) 4. Karyawan kunci, yaitu orangorang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Bank yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Bank serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan 5. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Bank dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Bank. Efektif tanggal 1 Januari 2011, Bank menerapkan perubahan PSAK No. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut memberikan pengaruh terhadap pengungkapan terkait dalam laporan keuangan Bank Suatu pihak dianggap berelasi dengan Bank jika: 1) langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Bank; (ii) memiliki kepentingan dalam Bank yang memberikan pengaruh signifikan atas Bank; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Bank; 2) suatu pihak yang berelasi dengan Bank; 3) suatu pihak adalah ventura bersama dimana Bank sebagai venture; 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Transactions with Related Parties (continued) 4. Key management personnel, that is, those persons having authority and responsibility for planning, directing and controlling the activities of the Bank, including commissioners, directors, and officers of the Bank and close family members of such individuals; and 5. Companies in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in (3) or (4) or over which such person is able to exercise significant influence. These include companies owned by commissioners, directors or major shareholders of the Bank and companies that have a common member of key management with that of the Bank. Effective on January 1, 2011, the Bank implemented amendment of SFAS No. 7 (Revised 2010), Related Parties Disclosure. This revised SFAS requires disclosure of the relationships, transactions and balances related parties, including commitment in the financial statement. Implementation of revised SFAS give effect to relevant disclosures in the financial statements of Bank. A party is considered to relate to the Bank if: 1) Directly, or indirectly through one or more intermediaries, the party (i) controlling, or controlled by, or under common control with, the Bank; (ii) have an interest in the Bank that gives significant influence over the Bank; or (iii) have joint control over the Bank; 2) a party which relate to the Bank; 3) a party is a joint venture in which the Bank as a venturer; 144

161 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan) 4) suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Bank atau induk; 5) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4); 6) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); dan 7) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Bank dan Entitas Anak atau entitas yang terkait dengan Bank. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 33 atas laporan keuangan. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Transactions with Related Parties (continued) 4) a party is a member of key management personnel of the Bank or the parent; 5) a party is a close family member of an individual described in clause (1) or (4); 6) a party is an entity that is controlled, controlled together or significantly influenced by or for which significant voting rights in some entity, directly or indirectly, individually, as described in slause (4) or (5); and 7) a party is a post-employment benefit plans for employee benefit from the Bank and the entity or entities Children related to the Bank. This transaction is based on the terms agreed by both parties, where such requirements may not be the same as other transactions undertaken with related parties that do not relate. The entire material transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the financial statements and the relevant details have been presented in Note 33 to the financial statements. e. Instrumen Keuangan e. Financial Instruments Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal liabilitas keuangan). Nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu pada harga transaksi atau harga pasar yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan, kecuali untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, termasuk biaya transaksi. Financial instruments are recognized initially at fair value, which is the fair value of the consideration given (in case of an asset) or received (in case of a liability). The fair value of cash delivered or received is determined by reference to the transaction price or other market prices. If such market prices are not reliably determinable, the fair value of cash delivered or received is estimated as the sum of all future cash payments or receipts, discounted using the prevailing market rates of interest for similar instruments with similar maturities. The initial measurement of financial instruments, except for financial instruments at fair value through profit or loss (FVPL), includes transaction costs. 145

162 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode suku bunga efektif. Metode suku bunga efektif ( EIR ) adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan, menggunakan suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Bank mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari EIR. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issuance of financial liability and they are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. Such transaction costs are amortized over the terms of the instruments based on the effective interest rate method. Effective interest rate ( EIR ) method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability and allocating the interest income or expense over the relevant period by using an interest rate that exactly discounts estimated future cash payments or receipts through the expected life of the instrument, or if more appropriate, a shorter period to the net carrying amount of the financial instruments. When calculating the effective interest, the Bank estimates future cash flows considering all contractual terms of the financial instruments excluding future credit losses and includes all commission and other form paid or received that are an integral part of the EIR. A. Aset Keuangan A. Financial Assets (1) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan kedalam dua sub-kategori sebagai berikut: - Aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan apabila aset keuangan tersebut diperoleh terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat. - Aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal jika telah memenuhi kriteria tertentu. (1) Financial Assets at Fair Value through Profit and Loss (FVPL) Financial assets at FVPL are classified into two sub-categories as follows: - Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling in the near term. - Financial assets are designated at initial recognition at FVPL if certain criteria are met. 146

163 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) (1) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (lanjutan) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini. (1) Financial Assets at Fair Value through Profit and Loss (FVPL) (continued) Financial assets at FVPL are recorded in the statements of financial position at fair value. Changes in fair value are recognized directly in the statements of comprehensive income. Interest earned is recorded as interest income. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank has no financial assets classified under this category. (2) Pinjaman yang diberikan dan piutang (2) Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Loans and receivables are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They are not intended to sale in the near term immediate or short-term resale and are not classified as financial assets at FVPL, held to maturity (HTM) financial assets or AFS financial assets. After initial measurement, loans and receivables are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, less allowance for impairment loss. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees and costs that are an integral part of the effective interest rate. The amortization is recorded as part of interest income in the statements of comprehensive income. The losses arising from impairment are recognized in the statements of comprehensive income. 147

164 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) (2) Pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan) Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank mengklasifikasikan kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, surat berharga yang dibeli dengan janji jual kembali, kredit, pendapatan bunga yang masih akan diterima dan tagihan kepada pihak ketiga di dalam aset lain-lain sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. (3) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dan manajemen Bank memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Apabila Bank menjual atau mereklasifikasi aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut harus direklasifikasi menjadi aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (tainting rule). (2) Loans and receivables (continued) As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank classifies its cash, current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks, placements with Bank Indonesia and other banks, marketable securities purchased with agreements to resell, loans, accrued interest receivable and third party receivables under other assets as loans and receivables. (3) Held to maturity (HTM) financial assets HTM financial assets are quoted nonderivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities for which the Bank s management has the positive intention and ability to hold to maturity. When the Bank sells more than an insignificant amount of HTM financial assets, the entire category would be tainted and reclassified as AFS financial assets. 148

165 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) (3) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo (lanjutan) Setelah pengukuran awal, aset keuangan ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif, setelah dikurangi cadangan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kategori ini. (3) Held to maturity (HTM) financial assets (continued) After initial measurement, these financial assets are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, less allowance for impairment loss. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees that are an integral part of the effective interest rate. The amortization is recorded as part of interest income in the statements of comprehensive income. The losses arising from impairment are recognized in the statements of comprehensive income. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank has no financial asset classified under this category. (4) Aset keuangan tersedia untuk dijual (4) Available-for-sale (AFS) financial assets Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam kategori instrumen keuangan yang lain. Aset keuangan ini diperoleh dan dimiliki untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dan dapat dijual sewaktuwaktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena perubahan kondisi pasar. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar. Komponen hasil (yield) efektif dari surat berharga utang tersedia untuk dijual diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Laba atau rugi yang belum direalisasi yang timbul dari penilaian pada nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual tidak diakui dalam laporan laba rugi, melainkan dilaporkan sebagai laba atau rugi komprehensif yang belum direalisasi pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan dan laporan perubahan ekuitas. AFS financial assets are non-derivative financial assets which are designated as available-for-sale or not classified in any of the other categories. They are purchased and held indefinitely and may be sold to meet the liquidity requirements or changes in market conditions. After initial measurement, AFS financial assets are subsequently measured at fair value. The effective yield component of AFS debt securities is reported in the statements of comprehensive income. The unrealized gains and losses arising from the fair valuation of AFS financial assets are excluded from the income statements and are reported as net unrealized statements of comprehensive income on AFS financial assets in the equity section of the statements of financial position and in the statements of changes in equity. 149

166 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) (4) Aset keuangan tersedia untuk dijual (lanjutan) Apabila aset keuangan dilepaskan, atau dihentikan pengakuannya, maka laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas langsung diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Jika Bank memiliki lebih dari satu jenis surat berharga yang sama, maka diterapkan dasar metode identifikasi khusus. Bunga yang diperoleh dari aset keuangan tersedia untuk dijual diakui sebagai pendapatan bunga yang dihitung berdasarkan suku bunga efektif. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai aset keuangan juga diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank mengklasifikasikan efek-efek sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual. (4) Available-for-sale (AFS) financial assets (continued) When the financial asset is disposed of or derecognized, the cumulative gain or loss previously recognized in equity is recognized in the statements of comprehensive income. When the Bank holds more than one investment in the same security, a specific identification basis is applied. Interest earned on holding AFS financial assets are reported as interest income using the effective interest rate. Losses arising from impairment of such financial assets are also recognized in the statements of comprehensive income. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank classifies its securities as AFS financial asset. B. Liabilitas Keuangan B. Financial Liabilities (1) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila liabilitas tersebut diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, atau jika Bank memilih untuk menetapkan liabilitas keuangan tersebut dalam kategori ini. Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank tidak memiliki liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. (1) Financial Liabilities at Fair Value through Profit and Loss (FVPL) Financial liabilities are classified in this category if the liabilities are classified from trading activities or when the Bank elects to designate a financial liability under this category. Changes in fair value are recognized directly in the statements of comprehensive income. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank has no financial liabilities classified under this category. 150

167 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) B. Liabilitas Keuangan (lanjutan) B. Financial Liabilities (continued) (2) Liabilitas Keuangan yang Diukur Pada Biaya Perolehan Diamortisasi Kategori ini merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Bank untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut tidak diselesaikan melalui penukaran kas atau aset keuangan lain melainkan dengan saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar dan sesudah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga efektif atas premi, diskonto dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank mengklasifikasikan liabilitas segera, simpanan dari nasabah, simpanan dari bank lain dan liabilitas lainnya sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. (2) Financial Liabilities Measured at Amortized Cost Other financial liabilities represent financial liabilities that are not held for trading or not designated at FVPL in initial recognition. Issued financial instruments or their components, which are not classified as financial liabilities at FVPL are classified as financial liabilities measured at amortized cost, where the substance of the contractual arrangement required the Bank to deliver cash or another financial asset to the holder, or to satisfy the obligation other than by the exchange of a fixed amount of cash or another financial asset for a fixed number of own equity shares. Financial liabilities measured at amortized cost are recognized initially at fair value and are subsequently carried at amortized cost, taking into account the impact of amortization (or accretion) based on EIR method for any related premium, discount and any directly attributable transaction costs. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank classifies its liabilities due immediately, deposits from customer, deposits from other banks and other liabilities are financial liabilities measured at amortized cost. 151

168 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada tanggal laporan posisi keuangan adalah berdasarkan kuotasi harga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer (bid price untuk posisi beli dan ask price untuk posisi jual), tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Apabila bid price dan ask price yang terkini tidak tersedia, maka harga transaksi terakhir yang digunakan untuk mencerminkan bukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan dalam perekonomian sejak terjadinya transaksi. Untuk seluruh instrumen keuangan yang tidak terdaftar pada suatu pasar aktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi teknik nilai kini (net present value) dan perbandingan terhadap instrumen sejenis yang memiliki harga pasar yang dapat diobservasi. Saling Hapus Aset dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Bank memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto (master netting agreements) tidak dapat dijadikan dasar untuk menyajikan saling hapus antara aset dan liabilitas yang terkait dalam laporan posisi keuangan. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; Determination of Fair Value The fair value of financial instruments traded in active markets at the statement of financial position date is based on their quoted market price or dealer price quotations (bid price for long positions and ask price for short positions), without any deduction for transaction costs. When current bid and asking prices are not available, the last price is used since it provides evidence of the current fair value as long as there has not been a significant change in economic circumstances since the transaction occurs. For all other financial instruments not listed in an active market, except investment in unquoted equity securities, the fair value is determined by using appropriate valuation techniques. Valuation techniques include net present value techniques and comparison to similar instruments that have observable market prices. Offsetting of Financial Assets and Financial Liabilities Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable right to offset the recognized amounts and there is intention to settle on a net basis, or to realize the asset and settle the liability simultaneously. The master netting agreement can not be based for presenting offset between assets and liabilities related in the statement of financial position. Derecognition of Financial Assets and Financial Liabilities Financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: a. The rights to receive cash flows from the asset have expired; 152

169 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) b. Bank tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau c. Bank telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa. Reklasifikasi Instrumen Keuangan Bank tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi instrumen keuangan dari atau ke klasifikasi yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan. Bank tidak diperkenankan untuk mereklasifikasikan aset keuangan dari kategori dimiliki hingga jatuh tempo. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi aset keuangan dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo (selain dari kondisi spesifik tententu), maka seluruh aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo harus direklasifikasi menjadi aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Selanjutnya, Bank tidak diperkenankan mengklasifikasi aset keuangan sebagai aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo selama dua tahun. Derecognition of Financial Assets and Financial Liabilities (continued) b. The Bank retains the right to receive cash flows from the asset, but has assumed an obligation to pay them in full without material delay to a third party under a pass-through arrangement; or c. The Bank has transferred their rights to receive cash flows from the asset and either (i) has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (ii) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but have transferred control of the asset. A financial liability is derecognized when the contractual obligation under the liability is discharged, cancelled or has expired. Reclassification of Financial Instrument The Bank shall not reclassify any financial instrument out and into the fair value through profit and loss classification while it is held or issued. The Bank shall not reclassify any financial assets under the category of HTM. If there is a sale or reclassification of HTM financial asset for more than an insignificant amount before maturity (other than in certain specific circumstances), the entire HTM financial assets will have to be reclassified as AFS financial assets. Subsequently, the Bank shall not classify the financial assets as HTM during the following two years. 153

170 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Reklasifikasi Instrumen Keuangan (lanjutan) Reclassification of Financial Instrument (continued) Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok yang dimiliki hingga jatuh tempo ke kelompok tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui dalam ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan pada saat itu keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas diakui pada laporan laba rugi komprehensif. Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok tersedia untuk dijual ke kelompok yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada nilai tercatat. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi harus diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif sampai dengan jatuh tempo aset tersebut. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan yang dievaluasi penurunan nilainya dihitung secara individual dan kolektif serta cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk masing-masing untuk kelompok individual dan kolektif tersebut. Suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai, aset keuangan yang dievaluasi penurunan nilainya dihitung secara individual dan kolektif serta cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk untuk masing-masing kelompok individual dan kolektif tersebut, jika dan hanya jika, terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal dari suatu aset (suatu kejadian yang merugikan) dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi dengan andal. Bukti mengenai penurunan nilai meliputi indikasi bahwa peminjam atau kelompok peminjam mengalami kesulitan keuangan secara signifikan, gagal dalam melakukan pembayaran bunga atau pokok, kemungkinan akan mengalami kebangkrutan atau reorganisasi keuangan lainnya dan terdapat hasil observasi data yang mengindikasikan terdapat penurunan nilai pada estimasi arus kas masa depan, seperti perubahan kondisi ekonomi yang berhubungan dengan gagal bayar. Reclassifications of financial assets from HTM to AFS are recorded at fair value. The unrealized gain or loss is recognized in equity until that financial asset is derecognized and at the time the cumulative gain or loss previously recognized in equity shall be recognized on the statements of comprehensive income. Reclassification of financial asset from available for sale to held to maturity is recorded at book value. Unrealized gains or losses have to be amortized using the effective interest rate method until the maturity of the asset. Impairment of Financial Assets The Bank assesses, at each reporting date, whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. Impairments for financial assets that are being evaluated are assessed individually and collectively, along with the allowance for impairment loss incurred for both individually and collectively assessment. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, impairments for financial assets that are being evaluated are assessed individually and collectively, along with the allowance for impairment loss incurred for both individually and collectively assessment, if and only, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (an incurred loss event ) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated. Evidence of impairment may include indications that the borrower or a group of borrowers is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization and where observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as changes in arrears or economic conditions that correlate with defaults. 154

171 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi Bank pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika Bank menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan kerugian penurunan nilai tersebut tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dilaporkan pada biaya amortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Penurunan nilai diakui secara terpisah dengan nilai bruto aset dan jumlah kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi. Impairment of Financial Assets (continued) (1) Financial Assets Carried at Amortized Cost The Bank first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Bank determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. Assets that the impairment are individually assessed and for which an impairment loss is or continues to be recognized are not included in a collective assessment for impairment. If there is objective evidence that an impairment loss on loans and receivables or held to maturity financial assets that carried at amortized cost for individually assessed has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset s original effective interest rate (i.e., the effective interest rate computed at initial recognition). Loss is recognized separately from the gross value of assets and losses are recognized in the statement of income. 155

172 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi (lanjutan) Untuk tujuan evaluasi penurunan nilai kolektif atas kredit, Bank telah menerapkan Surat Edaran No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang mengatur mengenai estimasi penurunan nilai kolektif kredit dengan keterbatasan pengalaman kerugian spesifik. Dalam surat ini, bank yang belum memiliki data kerugian historis yang memadai, untuk menentukan besarnya penurunan nilai atas kredit secara kolektif sesuai dengan persyaratan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2006) dan PAPI, maka pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai dapat menggunakan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Jika dalam periode selanjutnya, nilai dari kerugian menurun karena adanya suatu kejadian setelah kerugian diakui, pengakuan kerugian yang sebelumnya harus dipulihkan. Pemulihan ini diakui dalam laporan laba rugi, dengan syarat nilai tercatat aset pada tanggal pemulihan tidak melebihi biaya perolehan diamortisasinya. Sejak tanggal 1 Januari 2012, Bank memakai data kerugian historis untuk menentukan besarnya penurunan nilai atas kredit secara kolektif sesuai dengan PSAK. Data historis yang digunakan adalah data kerugian historis yang ada dalam Bank sesuai kelompok kredit yang mempunyai tingkat risiko kredit yang sama. Impairment of Financial Assets (continued) (1) Financial Assets Carried at Amortized Cost (continued) For the purposes of collective impairment evaluation of loans, the Bank has adopted Circular Letter No. 11/33/DPNP as of December 8, 2009 issued by Bank Indonesia (Letter) which regulates the estimation of collective allowance for impairment loss of loans with limited experience of specific losses. Under this Letter, banks that have not been able to make reasonable estimates and do not have sufficient historical loss data to determine the amount of impairment losses for loans that are collectively evaluated in accordance with the requirements of SFAS No. 55 (Revised 2006) and PAPI, the allowance for impairment losses is calculated using the estimates based on the applicable Bank Indonesia regulations regarding Asset Quality Ratings for Commercial Banks. If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is reversed. Any subsequent reversal of an impairment loss is recognized in the statement of income, to the extent that the carrying value of the asset does not exceed its amortized cost at the reversal date. Since January 1, 2012, the Bank used historical data to determine the impairment on loans collectively in accordance with the requirements of the SFAS. The historical data used is the existing data in accordance the Bank s credit groups having the same level of credit risk. 156

173 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) (2) Aset Keuangan yang Dikelompokan dalam Tersedia untuk Dijual Dalam hal instrumen ekuitas dikelompokkan dalam kelompok tersedia untuk dijual, penelaahan penurunan nilai ditandai dengan penurunan nilai wajar yang signifikan dan berkelanjutan dibawah biaya perolehannya. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai kumulatif yang dihitung dari selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui dalam laporan laba rugi komprehensif, dikeluarkan dari ekuitas dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Kerugian penurunan nilai instrumen ekuitas tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi. Kenaikan nilai wajar setelah terjadinya penurunan nilai diakui pada ekuitas. Dalam hal instrumen utang dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai ditelaah berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Bunga tetap diakru berdasarkan suku bunga efektif asal yang diterapkan pada nilai tercatat aset yang telah diturunkan nilainya dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif. Jika pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang meningkat dan peningkatan nilai wajar tersebut karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif. Dalam penentuan cadangan kerugian penurunan nilai dan penilaian kualitas aset secara kolektif sebelum 1 Januari 2012, Bank menerapkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006, PBI No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007, PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/33/DPN tanggal 8 Desember Impairment of Financial Assets (continued) (2) Financial Assets Classified as Available-for Sale In case of equity investments classified as AFS, assessment of any impairment would include a significant or prolonged decline in the fair value of the investments below its cost. Where there is objective evidence of impairment, the cumulative loss measured as the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized in the statements of comprehensive income than removed from equity and recognized in the statements of comprehensive income. Impairment losses on equity investments are not reversed through the statements of comprehensive income. Increases in fair value after impairment are recognized directly in equity. In the case of debt instruments classified as AFS, impairment is assessed based on the same criteria as financial assets carried at amortized cost. Interest continues to be accrued at the original effective interest rate on the reduced carrying amount of the asset and is recorded as part of interest income in the statements of comprehensive income. If, in subsequent period, the fair value of a debt instrument increased and the increase can be objectively related to an event occurring after the impairment loss than it recognized in the statements of comprehensive income, the impairment loss is reversed through the statements of comprehensive income. In determining the allowance for impairment losses and asset quality rating before January 1, 2012, the Bank applied Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 7/2/PBI/2005 on January 20, 2005, as amended by PBI No. 8/2/PBI/2006 dated January 30, 2006, PBI No. 9/6/PBI/2007 dated March 30, 2007, PBI No. 11/2/PBI/2009 dated January 29, 2009 and Bank Indonesia Circular Letter No. 11/33/DPN dated December 8,

174 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) Berdasarkan peraturan tersebut, aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia, efek-efek, surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, serta komitmen dan kontinjensi dari transaksi laporan posisi keuangan (Off-Statement of financial position) yang mempunyai risiko kredit. Impairment of Financial Assets (continued) Based on the above regulations, earning assets include current accounts with other banks, placements with other banks and Bank Indonesia, securities, securities purchased with agreement to resell, loans, acceptances receivables, and commitments and contingencies arising from Off Statement of financial position transactions which carry credit risk. Berdasarkan peraturan tersebut, aset produktif diklasifikasikan dalam 5 (lima) kategori masingmasing dengan tarif persentase cadangan kerugian penurunan nilai atas aset sebagai berikut: Kategori Minimum Persentase/ Minimum Percentage Based on those regulations, earning assets are classified into 5 (five) categories with the related percentages of allowance for impairment losses on earning assets as follows: Category Lancar 1% Current Dalam perhatian khusus 5% Special Mention Kurang lancar 15% Sub-standard Diragukan 50% Doubtful Macet 100% Loss Persentase cadangan kerugian penurunan nilai di atas diterapkan terhadap saldo aset produktif setelah dikurangi dengan nilai agunan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, kecuali atas aset produktif yang diklasifikasikan lancar dan tidak dijamin atau yang dijamin dengan agunan non-tunai, dimana persentase cadangan kerugian penurunan nilai diterapkan terhadap saldo aset produktif yang bersangkutan. Cadangan kerugian penurunan nilai tidak dibentuk atas aset produktif berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Penempatan pada Bank Indonesia, efek-efek dan instrumen hutang lainnya yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan aset produktif yang dijamin dengan agunan tunai berupa giro, deposito, tabungan, setoran jaminan, emas, Sertifikat Bank Indonesia atau Surat Utang Negara, Jaminan Pemerintah Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, standby Letters of Credit dari prime bank yang diterbitkan sesuai dengan Uniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCP) atau Internasional Standard Practice (ISP) yang berlaku. The above percentages are applied to the earning assets after deducting collateral value in accordance with Bank Indonesia regulation, except for earning assets classified as current and not guaranteed with collateral or guaranteed with non-cash collaterals, whereby the percentage of allowance for impairment losses is directly applied to its related outstanding balance of earning assets. No allowance for impairment losses should be provided for Certificates of Bank Indonesia (SBI), placements with Bank Indonesia, securities and other debt instruments which issued by the Government of Republic of Indonesia and earning assets that are guaranteed by cash collateral such as current accounts, time deposits, savings accounts, margin deposits, gold, Certificates of Bank Indonesia or Surat Utang Negara, Government of Republic of Indonesia s Guarantee, and stand-by LC from prime bank which is issued in accordance with the Uniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCP) or International Standard Practices (ISP). 158

175 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain f. Current accounts with Bank Indonesia and Other Banks Giro pada Bank Indonesia dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Giro pada bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif pada bank lain dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Kebijakan akuntansi untuk pinjaman yang diberikan dan piutang diungkapkan pada Catatan 2e. Current accounts with Bank Indonesia are stated at amortized cost using the effective interest method less allowance for impairment loss and classified as loans and receivables. Current accounts with other banks are classified as loans and receivables and are stated at their amortized cost using the effective interest method less allowance for impairment losses. The specific accounting policy for loans and receivables is disclosed in Note 2e. g. Efek-efek g. Securities Efek-efek terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi pemerintah dan obligasi korporasi yang dikategorikan sebagai efek utang dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Kebijakan akuntansi untuk efek-efek diungkapkan dalam Catatan 2e. h. Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali disajikan sebesar harga jual kembali surat berharga yang bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum diamortisasi. Pendapatan bunga yang belum diamortisasi merupakan selisih antara harga beli dan harga jual kembali surat berharga yang diakui sebagai pendapatan bunga dan diamortisasi selama jangka waktu sejak surat berharga dibeli hingga dijual kembali. Surat-surat berharga yang dibeli tidak dicatat sebagai aset dalam laporan posisi keuangan karena secara substansi kepemilikan surat-surat berharga tetap berada pada pihak penjual. Pendapatan bunga diamortisasi dengan menggunakan metode EIR. Securities represent investments in Certificates of Bank Indonesia (SBI), government bonds and corporate bonds are considered as debt securities and classified as AFS financial assets. The accounting policy for these securities is disclosed in Note 2e. h. Marketable Securities Purchased with Agreement to Resell Marketable securities purchased with agreements to resell are presented at their resale price less unamortized interest income. Unamortized interest income is the difference between the purchase price and the selling price which is recognized as interest income and amortized during the period from the purchase of marketable securities to the date of resale. Marketable securities purchased are not recorded as assets on statement of financial position since in substance the ownership of marketable securities remains with the seller. The interest income is amortized using EIR method. 159

176 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) i. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penempatan dalam bentuk Fasilitas Simpanan Bank Indonesia, call money, deposito berjangka, tabungan dan kredit. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan EIR dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Kebijakan akuntansi untuk pinjaman yang diberikan dan piutang diungkapkan pada Catatan 2e. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Placements with Bank Indonesia and Other Banks Placements with Bank Indonesia and other banks represent placements in Bank Indonesia Deposit Facility, call money, time deposit, saving deposit and loan. Placements with Bank Indonesia and other banks are classified as loans and receivables and are stated at amortized cost using EIR less any allowance for impairment losses. The specific accounting policy for loans and receivables is disclosed in Note 2e. j. Kredit j. Loans Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Kebijakan akuntansi untuk pinjaman yang diberikan dan piutang dijelaskan pada Catatan 2e. Kredit dalam rangka perjanjian sindikasi, dinyatakan sebesar porsi kredit yang risikonya ditanggung oleh Bank. Restrukturisasi kredit meliputi adanya perpanjangan jangka waktu pembayaran dan ketentuan kredit yang baru. Setelah syarat dan ketentuan telah dinegosiasi ulang, penurunan nilai yang ada sebelumnya akan diukur dengan menggunakan suku bunga efektif awal sebelum ketentuan kredit dimodifikasi dan kredit tersebut tidak lagi dalam kategori past due. Manajemen akan melakukan kaji ulang kredit yang direstrukturisasi secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh syarat terpenuhi dan pembayaran dimasa datang akan terjadi. Kredit tersebut akan dimasukkan dalam perhitungan penurunan nilai secara individual atau kolektif, yang dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif awal dan mengikuti perlakuan atas perhitungan penurunan nilai kreditnya. Penerimaan kembali atas kredit yang telah dihapusbukukan, disajikan sebagai pendapatan operasional lainnya. Loans are classified as loans and receivables and are stated at amortized cost less allowance for impairment losses. The specific accounting policy for loans and receivables is described in Note 2e. Syndicated loans are stated at the principal amount in accordance with the risk portion borne by the Bank. Loan restructuring may involve extending the payment arrangements and the agreement of new loan conditions. Once the terms have been renegotiated, any previous impairment is measured using the original EIR as calculated before the modification of the terms and the loan is no longer considered past due. Management continuously reviews renegotiated loans to ensure that all criteria are met and that the future payments are likely to occur. The loans continue to be subject to an individual or collective impairment assesment, which calculated using the loan s original EIR and follow the impairment assessment of loans. The recoveries of loans written-off presented as other operational income. 160

177 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Biaya Dibayar Dimuka k. Prepaid Expenses Biaya dibayar dimuka adalah biaya yang telah dikeluarkan tetapi belum diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya dibayar dimuka akan diakui sebagai beban pada laporan laba rugi komprehensif pada saat diamortisasi sesuai dengan masa manfaatnya. Prepaid expenses are expenses which have been incurred but have not been recognized as expenses in the related period. Prepaid expenses are recognized as expenses in the statements of comprehensive income during amortization in accordance with the expected beneficial period. l. Aset Tetap l. Fixed Assets Sesuai dengan PSAK No. 16 (Revisi 2007) mengenai Aset Tetap, Bank memilih model biaya untuk pengukuran aset tetapnya. Aset tetap (kecuali tanah tidak disusutkan) dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: In accordance with SFAS No. 16 (Revised 2007) regarding Fixed Assets, the Bank has decided to use the cost model for fixed asset measurement. Fixed assets (except land that is not depreciated) are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses, if any. Such costs include the cost of replacing part of the fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. When each major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the item of fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. Such major inspection is capitalized and amortized over the next major inspection activity. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in statement of comprehensive income when incurred. Depreciation are computed using straight-line method, based on the estimated useful lives of the fixed assets as follows: Tahun/Years Bangunan 20 Building Renovasi bangunan yang disewa 3-5 Leasehold improvement Kendaraan Perlengkapan dan peralatan kantor Mesin kantor Vehicles Fixtures and office equipment Office machinery Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun buku untuk memastikan bahwa nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan telah diterapkan secara konsisten sesuai dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari aset tersebut. The estimated residual values, useful lives and depreciation methods are reviewed at each reporting date to ensure that such residual values, useful lives and depreciation methods are consistent with the expected pattern of economic benefits from those assets. 161

178 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Aset Tetap (lanjutan) l. Fixed Assets (continued) Ketika suatu aset dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, dikeluarkan dari akun tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah, biaya-biaya sehubungan dengan perolehan hak atas tanah ditangguhkan dan disajikan terpisah dari perolehan tanah. Biaya-biaya tertentu yang terdiri atas biaya legal, biaya notaris, biaya pajak dan biaya lainnya, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Sejak 1 Januari 2012, PSAK No. 47 telah dicabut dan tidak berlaku. PSAK No. 48 mengenai Penurunan Nilai Aset mensyaratkan manajemen Bank untuk menelaah nilai aset untuk setiap penurunan dan penghapusan ke nilai wajar jika keadaan menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak bisa diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan kerugian penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi komprehensif periode berjalan. Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Setiap rugi penurunan atau pemulihan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif periode berjalan. Aset dalam penyelesaian merupakan aset yang masih dalam proses penyelesaian dan belum siap untuk digunakan, serta dimaksudkan untuk dipergunakan dalam kegiatan usaha. Aset ini dicatat sebesar biaya yang telah dikeluarkan. When an asset is disposed or when no future economic benefits are expected from its use or disposal, the cost and accumulated depreciation and accumulated impairment losses, if any, are removed from the accounts. Any resulting gain or loss from derecognition of an item of fixed assets is included in the statement of comprehensive income. In accordance with the SFAS No. 47, Accounting for Land, all incidental costs incurred in relation with the acquisitions of landrights are deferred and presented separately from the main acquisition cost of the land. Such costs, which consist of legal fees, notarial fees, taxes and other fees, are to be amortized over the lower of legal term or useful life of the related land. Effective January 1, 2012 the SFAS No. 47 was withdrawal and not applicable. In compliance with SFAS No. 48, Impairment in Asset Value, asset values are reviewed for any impairment and possible write-down to their fair values whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying value may not be fully recovered. On the other hand, a reversal of an impairment loss is recognized whenever there is indication that the asset is not impaired anymore. The amount of impairment loss (reversal of impairment loss) is recognized in the current period s statement of comprehensive income. The carrying values of fixed assets are reviewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that the carrying values may not be recoverable. Any impairment loss is recognized in the statements of comprehensive income in the current period. Construction in progress consist of assets that are still in progress of construction and not yet ready for use and are intended to be used in business activity. This account is recorded based on the amount paid. 162

179 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) m. Agunan yang Diambil Alih dan Properti Terbengkalai Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit dicatat berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan atau nilai outstanding kredit mana yang lebih rendah. Selisih lebih antara saldo kredit yang tidak dapat ditagih dengan nilai agunan yang diambil alih tersebut dibebankan pada cadangan kerugian penurunan nilai aset non keuangan. Properti terbengkalai adalah aset tetap dalam bentuk properti yang dimiliki Bank tetapi tidak digunakan untuk kegiatan usaha operasional Bank. Properti terbengkalai ini dicatat berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasi. Biaya-biaya pemeliharaan dan perbaikan periode berjalan dibebankan pada saat terjadinya. Laba atau rugi yang diperoleh atau berasal dari penjualan agunan yang diambil alih dibebankan pada laporan laba rugi periode berjalan. Atas agunan yang diambil alih dan properti terbengkalai, dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan ketentuan PSAK yang berlaku yang berlaku (Catatan 2q). 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Foreclosed Assets and Abandoned Properties Foreclosed assets acquired through loan foreclosures are stated at net realizable value, which is the fair value of the foreclosed asset, net of estimated cost to sell or stated as loan outstanding amount, whichever is lower. The excess of the uncollectible loan balance over the value of the collateral is charged to allowance for impairment losses on non financial asset. Abandoned properties represent Bank s fixed assets in from of property which was not used for the Bank s business operational activity. These properties are stated at net realizable value. Repairs and maintenance expenses for the current perio are charge to expense as incurred. Gain or losses earned or incurred from the sale of foreclosed assets are credited or charged to statements of comprehensive income for the current period. Foreclosed assets and abandoned properties are provided with allowance for impairment losses in accordance with the regulation of SFAS (Note 2q). n. Liabilitas Segera n. Liabilities Due Immediately Liabilitas segera dicatat pada saat timbulnya liabilitas atau diterima perintah dari pemberi amanat, baik dari masyarakat maupun dari bank lain. Liabilitas segera disajikan sebesar jumlah liabilitas bank dan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kebijakan akuntansi untuk liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2e. Liabilities due immediately are recognized at the time of the obligations occurred or receipt of transfer order from customers or other banks. Liabilities due immediately payable are stated at the liability amount and classified as financial liabilities measured at amortized cost. The specific accounting policy for financial liabilities measured at amortized cost is explained in Note 2e. 163

180 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) o. Simpanan dari Nasabah o. Deposits from Customers Giro merupakan dana nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Tabungan merupakan dana nasabah yang bisa ditarik setiap saat berdasarkan persyaratan tertentu yang disepakati bersama. Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang dapat ditarik dalam jangka waktu tertentu berdasarkan kesepakatan antara nasabah dengan Bank. Simpanan dari nasabah diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kebijakan akuntansi untuk liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2e. Demand deposits represent deposits from customers that can be used as instruments of payment and can be withdrawn at any time through cheques or transfer of funds with clearing account or other forms. Savings accounts represent deposits from customers that can be withdrawn at anytime based on certain conditions agreed by both parties. Time deposits represent deposits from customers that can be withdrawn after a certain time in accordance with the agreement between the customers and the Bank. Deposits from customers are classified as financial liabilities at amortized cost. The specific accounting policy for financial liabilities at amortized cost is explained in Note 2e. p. Simpanan dari Bank Lain p. Deposits from Other Banks Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan. Simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Kebijakan akuntansi untuk kewajiban keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2e. q. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan dan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Sebelum tanggal 1 Januari 2011, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2e, Bank juga diwajibkan untuk membentuk cadangan kerugian penurunan nilai pada aset non keuangan, seperti agunan yang diambil alih, aset yang terbengkalai, pos antar cabang dan rekening sementara serta estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi. Deposits from other banks represent liabilities to other banks in the form of demand deposits, time deposits and saving deposits. Deposits from other banks are classified as financial liabilities at amortized cost. The specific accounting policy for financial liabilities at amortized cost is explained in Note 2e. q. Allowance for Impairment Losses on Non-financial Assets and Estimated Losses on Commitments and Contingencies Before January 1, 2011, in accordance with Bank Indonesia Regulation No. 7/2/PBI/2005 dated January 20, 2005 on Asset Quality Ratings for Commercial Banks as discussed in Note 2e, the Bank is also required to provide a special allowance for impairment losses on non-financial assets, such as foreclosed assets, abandoned properties, interbranch accounts and suspense accounts and on estimated losses on commitments and contingencies. 164

181 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) q. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan dan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan) Klasifikasi dan besarnya persentase cadangan kerugian penurunan nilai untuk agunan yang diambil alih dan aset yang terbengkalai adalah sebagai berikut: 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Allowance for Impairment Losses on Non-financial Assets and Estimated Losses on Commitments and Contingencies (continued) The classification and related percentage of allowance for impairment losses on foreclosed assets and abandoned properties are summarized as follows: Persentase atas Cadangan Kerugian/ Batas Waktu/ Percentage of Allowance Kategori Holding Period for Losses Category Lancar Sampai dengan 1 tahun/up to 1 year 0% Current Kurang lancar Lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun/ 15% Sub-standard More than 1 to 3 years Diragukan Lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun/ 50% Doubtful More than 3 to 5 years Macet Lebih dari 5 tahun/more than 5 years 100% Loss Klasifikasi dan persentase cadangan kerugian penurunan nilai untuk rekening antar kantor dan rekening sementara ditetapkan sebagai berikut: The classification and the related percentage of allowance for impairment losses on interbranch and suspense accounts are as follows: Persentase atas Cadangan Kerugian/ Batas Waktu/ Percentage of Allowance Kategori Holding Period for Losses Category Lancar Sampai dengan 180 hari/ 0% Current Up to 180 days Macet Lebih dari 180 hari/more than 180 days 100% Loss Klasifikasi dan persentase cadangan kerugian transaksi komitmen dan kontinjensi ditetapkan sebagai berikut: Kategori Minimum Persentase/ Minimum Percentage The classification and the related percentage of allowance for losses on commitments and contingencies are as follows: Category Lancar 1% Current Dalam perhatian khusus 5% Special Mention Kurang lancar 15% Sub-standard Diragukan 50% Doubtful Macet 100% Loss Penyisihan kerugian untuk komitmen dan kontinjensi yang dibentuk disajikan sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan dalam akun Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi. The estimated losses on commitments and contingencies are presented in the liabilities section in the statements of financial position as Estimated Losses on Commitments and Contingencies account. 165

182 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) q. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non Keuangan dan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan) Sejak tanggal 1 Januari 2011, Bank menentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset non keuangan sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/658/DPNP/IDnP tanggal 23 Desember Bank tidak diwajibkan lagi untuk membentuk penyisihan kerugian atas aset non produktif dan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi. Namun, Bank tetap harus menghitung cadangan kerugian penurunan nilai mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Allowance for Impairment Losses on Non-financial Assets and Estimated Losses on Commitments and Contingencies (continued) Starting January 1, 2011, the Bank determines allowance for impairment losses from non-financial assets, based on Bank Indonesia Letter No.13/658/DPNP/IDPnP dated December 23, 2011, the Bank no longer required to provide the provision for possible losses on non-earning assets and estimated losses on commitments and contingencies. However, the Bank still need to calculate the allowance for impairment losses accordance with applicable Financial Accounting Standards. r. Pendapatan dan Beban Bunga r. Interest Income and Expense Instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset dan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, pendapatan maupun beban bunganya diakui dengan menggunakan metode EIR, yaitu suku bunga yang akan mendiskonto secara tepat estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang sepanjang perkiraan umur instrumen keuangan tersebut atau, masa yang terpendek, mana yang lebih sesuai sebagai nilai bersih aset atau liabilitas keuangan. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh syarat dan ketentuan kontraktual instrumen keuangan termasuk fee/biaya tambahan yang terkait secara langsung dengan instrumen tersebut yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari EIR. Nilai tercatat aset atau liabilitas keuangan disesuaikan jika Bank merevisi estimasi pembayaran maupun penerimaan. Nilai tercatat yang disesuaikan tersebut dihitung dengan menggunakan EIR awal dan perubahan nilai tercatat dicatat di laporan laba rugi komprehensif. Tetapi untuk aset keuangan yang telah direklasifikasi, dimana pada tahun berikutnya Bank meningkatkan estimasi penerimaan kas sebagai hasil dari peningkatan pengembalian penerimaan kas, dampak peningkatan pemulihan tersebut diakui sebagai penyesuaian EIR sejak tanggal perubahan estimasi. Financial instruments measured at amortized cost, financial assets and liabilities classified as AFS is recorded using the EIR method, which is the rate that exactly discounts of estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or a shorter period, where appropriate, to the net carrying amount of the financial asset or financial liability. The calculation takes into account all contractual terms of the financial instrument and includes any fees or incremental costs that are directly attributable to the instrument and as an integral part of the EIR. The carrying amount of the financial asset or financial liability is adjusted if the Bank revises its estimates of payments or receipts. The adjusted carrying amount is calculated based on the original EIR and the change in carrying amount is recorded in the statements of comprehensive income. However, for a reclassified financial asset for which the Bank subsequently increases its estimates of future cash receipts as a result of increased recoverability of those cash receipts, the effect of that increase is recognized as an adjustment to the EIR from the date of the change in estimate. 166

183 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. Pendapatan dan Beban Bunga (lanjutan) r. Interest Income and Expense (continued) Pada saat nilai tercatat aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang serupa telah diturunkan akibat adanya kerugian penurunan nilai, penghasilan bunga tetap diakui dengan menggunakan tingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas masa mendatang dalam pengukuran kerugian penurunan nilai. Penerimaan dari kredit yang diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai penghasilan bunga. Once the recorded value of a financial asset or a group of similar financial assets has been reduced due to an impairment loss, interest income continues to be recognized using the rate of interest used to discount the future cash flows for the purpose of measuring the impairment loss. Collection from loans classified as doubtful and loss is recognized as a deduction of loans outstanding. The excess payment from loans outstanding is recognized as interest income. s. Pendapatan dan Biaya Lain-lain s. Other Income and Expenses Provisi yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap aset keuangan diakui sebagai penyesuaian atas EIR aset keuangan tersebut. Seluruh penghasilan dan beban lain-lain yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Fees that are directly attributable to the financial asset are recognized as adjustments to the EIR on such asset. All of these other income and expenses are recorded in the statement of income when incurred. t. Sewa t. Lease Penentuan apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung unsur sewa adalah berdasarkan substansi kontrak pada tanggal awal sewa, yakni apakah pemenuhan syarat kontrak tergantung pada penggunaan aset tertentu dan kontrak tersebut berisi hak untuk menggunakan aset tersebut sesuai dengan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa. Evaluasi ulang atas perjanjian sewa dilakukan setelah tanggal awal sewa hanya jika salah satu kondisi berikut terpenuhi: a. Terdapat perubahan dalam persyaratan perjanjian kontraktual, kecuali jika perubahan tersebut hanya memperbarui atau memperpanjang perjanjian yang ada; b. Opsi pembaruan dilakukan atau perpanjangan disetujui oleh pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, kecuali ketentuan pembaruan atau perpanjangan pada awalnya telah termasuk dalam masa sewa; The determination of whether an arrangement is, or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date of whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets and the arrangement conveys a right to use the asset in accordance with SFAS No. 30 (Revised 2007), Leases. A reassessment is made after inception of the lease only if one of the following applies: a. There is a change in contractual terms, other than a renewal or extension of the agreement; b. A renewal option is exercised or extension granted, unless the term of the renewal or extension was initially included in the lease term; 167

184 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) t. Sewa (lanjutan) t. Lease (continued) Evaluasi ulang atas perjanjian sewa dilakukan setelah tanggal awal sewa hanya jika salah satu kondisi berikut terpenuhi (lanjutan): c. Terdapat perubahan dalam penentuan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada suatu aset tertentu; atau d. Terdapat perubahan subtansial atas aset yang disewa. Apabila evaluasi ulang telah dilakukan, maka akuntansi sewa harus diterapkan atau dihentikan penerapannya pada tanggal dimana terjadi perubahan kondisi pada skenario a, c atau d dan pada tanggal pembaharuan atau perpanjangan sewa pada skenario b. Dalam perlakuan akuntansi sewa oleh lessee, sewa pembiayaan, dimana terdapat pengalihan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset kepada Bank, dikapitalisasi pada awal sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan ke laba rugi komprehensif periode berjalan. Aset sewaan disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Bank akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi komprehensif dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. A reassessment is made after inception of the lease only if one of the following applies (continued): c. There is a change in the determination of whether the fulfillment is dependent on a specified asset; or d. There is a substantial change to the asset. Where a reassessment is made, lease accounting shall commence or cease from the date when the change in circumstances gave rise to the reassessment for scenarios a, c or d and the date of renewal or extension period for scenario b. Under the lessee accounting, finance leases, which transfer to the Bank substantially all the risks and benefits incidental to ownership of the leased item, are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased property or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. Lease payments are apportioned between the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Finance charges are charged directly against statement of comprehensive income. Capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the asset and the lease term, if there is no reasonable certainty that the Bank will obtain ownership by the end of the lease term. Operating lease payments are recognized as an expense in the statements of comprehensive income on a straight-line basis over the lease term. 168

185 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Pajak Penghasilan u. Income Tax Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Perubahan atas liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau, jika Bank mengajukan banding, ketika hasil banding telah ditetapkan. Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to the differences between the financial statement carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and carryforward tax benefit of unused fiscal losses as long as the probable taxable income will be available in future periods against the deductible and carryforward tax benefit. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at statement of financial position date. Deferred tax is charged to or credited in the statements of income, except when it relates to items charged to or credited directly in equity, the deferred tax is also charged to or credited directly in equity. Deferred tax assets and liabilities are presented in the statements of financial position in the same manner the current tax assets and liabilities are presented. Amendments to tax obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against by the Bank, when the result of the appeal is determined. 169

186 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) v. Imbalan Pasca-kerja v. Post-employment Benefits Bank menghitung dan mencatat imbalan pascakerja atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU No. 13/2003). Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laporan laba rugi komprehensif periode berjalan. Beban jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan dan keuntungan atau kerugian aktuarial diamortisasi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan. The Bank calculates and recognizes postemployment benefit obligation for severance pay, gratuity and compensation in accordance with Labor Law No. 13 dated March 25, 2003 (UU No. 13/2003). Post-employment benefits are unfunded which amounts are determined based on years of service and salaries of the employees at the time of pension. The actuarial valuation method used to determine the present value of defined-benefit obligation, related current service costs and past service costs is the Projected Unit Credit. Current service costs, interest costs, past service costs which are already vested, and effects of curtailments and settlements (if any) are charged directly to statement of comprehensive income. Past service costs which are not yet vested and actuarial gains or losses for working (active) employees are amortized during the employees average remaining years of service, until the benefits become vested. w. Laba Bersih per Saham (LPS) w. Earnings per Share (EPS) Sesuai dengan PSAK No. 56, Laba Per Saham, laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama periode yang bersangkutan (dikurangi perolehan kembali saham beredar). LPS dasar dihitung dengan membagi laba bersih periode berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan, yaitu sejumlah lembar saham dan lembar saham untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta lembar saham dan lembar saham masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan Bank tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi komprehensif. In accordance with SFAS No. 56, Earnings per Share, earnings per share is computed based on the weighted-average number of issued and fully paid shares during the period (less treasury stock). Basic EPS is computed by dividing the net income for the period with the weighted average number of shares outstanding during the period, which is 9,258,512,230 and 5,976,250,000 shares for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011, and 6,796,815,558 shares and 3,415,000,000 shares for the years ended December 31, 2011 and 2010, respectively. The Bank has no outstanding dilutive potential ordinary shares as of March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010, and accordingly, no diluted earnings per share is calculated and presented in the statements of comprehensive income. 170

187 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) x. Informasi Segmen x. Segment Information Sebelum tanggal 1 Januari 2011, Bank menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2000) Pelaporan Segmen dalam menyajikan informasi segmennya. Bank melaporkan informasi segmen berdasarkan segmen geografis dan produk sesuai kebijakan pelaporan internal Bank. Efektif tanggal 1 Januari 2011, Bank menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi. PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Tidak terdapat dampak signifikan atas penerapan standar akuntansi yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan. Segmen adalah bagian khusus dari Bank yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa untuk lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada manajemen untuk tujuan mengalokasikan sumber daya dalam satu segmen dan menilai kinerjanya. Pendapatan, beban, laba rugi bersih, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo transaksi antar kelompok usaha dieliminasi. Provisi diakui jika Bank memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi tidak diakui. Before January 1, 2011 the Bank adopts SFAS No. 5 (Revised 2000) Segment Reporting, to present their segment information. The Bank reports segment information based on segment of geographical areas and segment of products delivered in accordance with the Bank s internal reporting policy. Effective January 1, 2011, the Bank applied SFAS No. 5 (Revised 2009), Operating Segments. The revised SFAS requires disclosures that will enable users of financial statements to evaluate the nature and financial effects of the business activities in which the entity engages and the economic environments in which it operates. There is no significant impact on the adoption of the revised accounting standard on the financial statements. A segment is a distinguishable component of the Bank that is engaged either in providing certain products and services (business segment), or in providing products and services within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those of other segments. The amount of each segment item reported shall be the measure reported to the management for the purposes of allocating resources to the segment and assessing its performance. Segment revenue, expenses, net income, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. Segments are determined before intra-group balances and intragroup transactions are eliminated. Provisions are recognized when the Bank has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation. Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. 171

188 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 3. KAS 3. CASH Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, dalam saldo tersebut termasuk uang pada mesin ATM masing-masing sebesar Rp 1.893, Rp dan Rp On March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the balance includes cash at ATM amounting to Rp 1,893, Rp 1,624 and Rp 1,298, respectively. 4. GIRO PADA BANK INDONESIA 4. CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA Seluruh saldo giro pada Bank Indonesia dalam mata uang Rupiah. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010, saldo giro pada Bank Indonesia masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp Pada tanggal 23 Oktober 2008, BI mengeluarkan peraturan No. 10/25/PBI/2008 tentang perubahan atas PBI No. 10/19/PBI/2008 tentang Giro Wajib Minimum (GWM) Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing yang kemudian diperbaharui dengan PBI No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010 dan terakhir dengan PBI No. 13/10/PBI/2011 tanggal 9 Pebruari Berdasarkan peraturan tersebut, GWM dalam Rupiah terdiri dari GWM Primer, GWM Sekunder dan GWM LDR. GWM Primer dalam Rupiah ditetapkan sebesar 8% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Rupiah dan GWM Sekunder dalam Rupiah ditetapkan sebesar 2,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Rupiah. GWM LDR dalam Rupiah sebesar perhitungan antara Parameter Disinsentif bawah sebesar 0,1 (nol koma satu) atau Parameter Disinsetif atas sebesar 0,2 (nol koma dua) dengan selisih antara LDR Bank dan LDR Target dengan memperhatikan selisih antara KPMM Bank dan KPMM Insentif. GWM dalam valuta asing ditetapkan sebesar 8% dari DPK dalam valuta asing. Peraturan ini berlaku efektif 9 Pebruari Pemenuhan GWM Utama dan GWM LDR wajib menggunakan saldo Rekening Giro Rupiah pada Bank Indonesia, sedangkan GWM Sekunder dapat berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara, dan/atau kelebihan dari GWM utama. All the current accounts with Bank Indonesia balances are denominated in Rupiah. On March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010, the current accounts with Bank Indonesia amounting to Rp 539,901, Rp 464,607 and Rp 317,396, respectively. On October 23, 2008, BI issued a regulation No. 10/25/PBI/2008 concerning amendment of PBI No. 10/19/PBI/2008 regarding Statutory Reserves at Bank Indonesia for Commercial Banks in Rupiah and Foreign Currencies which update with PBI No. 12/19/PBI/2010 dated October 4, 2010 and the latest with PBI No. 13/10/PBI/2011 dated February 9, In accordance with the regulation, statutory reserves in Rupiah consists of primary reserve, secondary reserve and LDR reserve. The minimum primary reserve is designated at 8% of third party funds (TPF) in Rupiah and minimum secondary reserve is designated at 2.5% of third party funds (TPF) in Rupiah. The minimum LDR reserve in Rupiah is designated at the amount of computation between under Disincentive Parameter of 0.1 (zero point one) or over Disincentive Parameter of 0.2 (zero point two) with the difference between Bank s LDR and LDR Target by taking into account the difference between the Bank s Capital Adequacy Ratio (CAR) and CAR incentive. Reserves requirement in foreign country is set at 8% from TPF in foreign currency. This regulation was effective as of February 9, The primary and LDR reserve is to be maintained in the form of current accounts with Bank Indonesia in Rupiah currency while the additional reserve should be maintained in the form of SBI, Surat Utang Negara, and/or excess of primary reserve. 31 Maret/March 31, 31 Desember/December 31, Rasio Kredit yang diberikan terhadap Ratio of loans to Dana Pihak Ketiga (LDR) 69,10% 66,78% 52,83% Third Parties Funds (LDR) Rasio GWM Primer 8,26% 8,27% 25,47% Primary reserve ratio Rasio GWM LDR *) 0,68% 1,03% - LDR reserve ratio *) Rasio GWM Sekunder 11,85% 12,59% 32,93% Secondary reserve ratio *) Sesuai PBI No. 12/19/PBI/2010, rasio GWM LDR dimulai 1 Maret *) In accordance PBI No. 12/19/PBI/2010, LDR Reserve ratio starting March 1,

189 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 5. GIRO PADA BANK LAIN 5. CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak ketiga Third parties Rupiah Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT BPD Nusa Tenggara Barat PT BPD Nusa Tenggara Barat PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk Jumlah Total Kisaran suku bunga untuk giro pada bank lain dalam mata uang rupiah disajikan dalam Catatan 37. Klasifikasi kolektibilitas giro pada bank lain pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 adalah Lancar dan tidak ada giro pada bank lain yang diblokir dan digunakan sebagai jaminan. Manajemen berpendapat bahwa seluruh giro pada bank lain dapat ditagih sehingga tidak perlu dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai. The average interest rates for current accounts with other banks in Rupiah are disclosed in Note 37. All the above current accounts with other banks are classified as Current and are not blocked nor used as collateral as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and No allowance for impairment loss, were provided as management believes that all current accounts with other banks are collectible. 6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN Akun ini terdiri dari: 6. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANKS This account consists of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak ketiga Third parties Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Bank Indonesia Deposit Facility Diskonto (80) (1.773) (1.459) Discounted Sub-jumlah Sub-total Call Money Call Money Bank Asiatic Bank Asiatic Deposito berjangka Time deposit BPR Karyajatnika Sadaya BPR Karyajatnika Sadaya Tabungan Saving deposit BPR Karyajatnika Sadaya BPR Karyajatnika Sadaya Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai (100) (100) (100) Allowance for impairment losses Bersih Net Kisaran suku bunga untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dalam mata uang rupiah diungkapkan dalam Catatan 37. The average interest rates for placements with Bank Indonesia and other banks in Rupiah are disclosed in Note

190 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan) Klasifikasi kolektibilitas penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 adalah Lancar kecuali untuk penempatan call money pada Bank Asiatic yang berkolektibilitas macet sejak tahun 2005 dan telah dicadangkan seluruhnya. Bank Asiatic saat ini telah dilikuidasi. Tidak ada penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang diblokir dan digunakan sebagai jaminan. Jangka waktu penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dari tanggal penempatannya adalah sebagai berikut: 6. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANKS (continued) All the above placements with Bank Indonesia and other banks are classified as Current as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 except for call money placement to Bank Asiatic which is classified as loss since 2005 and was fully impaired. Currently, Bank Asiatic is in liquidation. These placements are not blocked nor used as collaterals. Clasification of placements with Bank Indonesia and other banks from the dates of placements as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kurang dari atau sama dengan 1 bulan month or less Lebih dari 1 sampai 3 bulan More than 1 month until 3 months Lebih dari 3 sampai 6 bulan More than 3 months until 6 months Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai (100) (100) (100) Allowance for impairment losses Bersih Net Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Changes of allowance for impairment losses are as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Saldo awal periode Balance at beginning of period Dampak atas penerapan awal Effect of first adoption of PSAK No. 55 (Revisi 2006) - - (2) SFAS No. 55 (Revised 2006) Saldo akhir periode Balance at end of period Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain adalah memadai. Management believes that allowance for impairment losses for placements with Bank Indonesia and other banks is adequate. 174

191 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 7. EFEK-EFEK 7. SECURITIES Akun ini terdiri dari obligasi pemerintah dan obligasi korporasi yang dikelompokkan sebagai tersedia untuk dijual sebagai berikut: This account represents government bonds and corporate bonds classified as available-for-sale as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Tersedia untuk dijual Available-for-sale Obligasi pemerintah Government bonds Obligasi Pemerintah Government bonds of Republik Indonesia Republic Indonesia FR FR0058 FR FR0062 ORI ORI008 FR FR0059 FR FR0061 FR FR0045 FR FR0047 FR FR0056 FR FR0054 Sub-jumlah Sub-total Obligasi Pemerintah Syariah Syariah Government bonds PBS PBS003 IFR IFR006 IFR IFR010 SR SR03 Sub-jumlah Sub-total Obligasi korporasi Corporate bonds PT Aetra Air Jakarta PT Aetra Air Jakarta (TPJ) Seri C (TPJ) Seri C Jumlah Total Nilai wajar dari efek-efek pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 berdasarkan sisa umur jatuh tempo perjanjian adalah sebagai berikut: The details of securities based on maturity as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 are as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Lebih dari 1 bulan sampai 5 tahun More than 1 month until 5 years Lebih dari 5 tahun More than 5 years Jumlah Total 175

192 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. SECURITIES (continued) Jatuh tempo dan tanggal pembayaran bunga dari efek-efek adalah sebagai berikut: The maturity periods and interest payment dates of the securities are as follows: Obligasi Pemerintah Republik Indonesia FR0045 FR0047 FR0054 FR0056 FR0058 FR0059 FR0061 FR0062 ORI008 Jatuh Tempo/ Maturity Period 15 Mei 2037/ May 15, Pebruari 2028/ February 15, Juli 2031/ July 15, September 2026/ September 15, Juni 2032/ June 15, Mei 2027/ May 15, Mei 2022/ May 15, April 2042/ April 15, Oktober 2014/ October 15, 2014 Tanggal Pembayaran Bunga/ Interest Payment Date 15 Mei dan 15 Nopember/ May 15 and November Pebruari dan 15 Agustus/ February 15 and August Januari dan 15 Juli/ January 15 and July Maret dan 15 September/ March 15 and September Juni dan 15 Desember/ June 15 and December Mei dan 15 November/ May 15 and November Mei dan 15 November/ May 15 and November April dan 15 Oktober/ April 15 and October 15 Tanggal 15 setiap bulannya/ Every 15 th of each month Government Bonds of Republic Indonesia FR0045 FR0047 FR0054 FR0056 FR0058 FR0059 FR0061 FR0062 ORI008 Obligasi Pemerintah Syariah IFR006 IFR010 PBS003 SR03 15 Maret 2030/ March 15, Pebruari 2036/ February 15, Januari 2027/ January 15, Pebruari 2014/ February 23, Maret dan 15 September/ March 15 and September Pebruari dan 15 Agustus/ February 15 and August Januari dan 15 Juli/ January 15 and July 15 Tanggal 23 setiap bulannya/ Every 23 rd of each month Government Bonds Syariah IFR006 IFR010 PBS003 SR03 Obligasi Korporasi PT Aetra Air Jakarta (TPJ) Seri C 13 Maret 2015/ March 13, 2015 Corporate Bonds 15 Maret, 15 Juni, 15 September, dan 15 Desember/ March 15, June 15, September 15, and December 15 PT Aetra Air Jakarta (TPJ) Seri C Kisaran suku bunga untuk efek-efek diungkapkan dalam Catatan 37. Klasifikasi kolektibilitas efek-efek pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 adalah lancar. Peringkat obligasi korporasi PT Aetra Air Jakarta Seri C berdasarkan PT Fitch Ratings Indonesia pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah A(idn). The average interest rates for securities are disclosed in Note 37. The collectibility classifications of securities as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 are current. The ratings of PT Aetra Air Jakarta bonds Seri C by PT Fitch Ratings Indonesia as of March 31, 2012 and December 31, 2011 are A(idn). 176

193 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 8. SURAT BERHARGA YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI Surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2011 terdiri dari: 8. MARKETABLE SECURITIES PURCHASED WITH AGREEMENT TO RESELL Marketable securities purchased with agreement to resell as of December 31, 2011 are as follows: 31 Desember/December 31, 2011 Liabilitas Bunga yang Jumlah Penjualan Belum Nilai Jenis Efek/ Nominal/ Tanggal Kembali/ Direalisir/ Tercatat/ Counterparty/ Type of Nominal Dimulai/ Jatuh Tempo/ Resale Unrealized Carrying Counterparty Securities Amount Start Date M aturity Date Liabilities Interest Value Bank Indonesia Surat Utang Desember/ 12 Januari/ Negara/ December 20, January 12, Treasury Bonds Tidak terdapat surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember Kisaran suku bunga untuk surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali diungkapkan dalam Catatan 37. Klasifikasi kolektibilitas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2011 adalah lancar. There is no marketable securities purchased with agreement to resell as of March 31, 2012 and December 31, The average interest rates for securities purchased with agreement to resell are disclosed in Note 37. The collectibility classification of securities purchased with agreement to resell as of December 31, 2011 is current. 9. KREDIT 9. LOANS a. Jenis Kredit a. Type of Loans 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pihak ketiga Third parties Investasi Investment Modal kerja Working capital Konsumsi Consumer Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment loss Bersih Net 177

194 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. KREDIT (lanjutan) 9. LOANS (continued) b. Berdasarkan Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas Bank Indonesia. b. By Economic Sector and Collectibility of Bank Indonesia. Lancar/ Current Dalam Perhatian Khusus/ Special Mention 31 Maret/March 31, 2012 Kurang Lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Jumlah/ Total Perdagangan, perhotelan dan restoran Trading, hotel and restaurant Jasa dunia usaha Business services Industri Manufacturing Pengangkutan, pergudangan Transportation, warehousing dan komunikasi and communication Pembiayaan rumah Housing loan Konstruksi Construction Pembiayaan kendaraan bermotor Car loan Jasa pelayanan sosial Social services Jumlah Sub-total Cadangan kerugian penurunan nilai (1.918) (9.597) (15.947) (22.808) ( ) ( ) Allowance for impairment losses Jumlah Total Macet/ Loss Lancar/ Current Dalam Perhatian Khusus/ Special Mention 31 Desember/December 31, 2011 Kurang Lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Jumlah/ Total Perdagangan, perhotelan dan restoran Trading, hotel and restaurant Jasa dunia usaha Business services Industri Manufacturing Pengangkutan, pergudangan Transportation, warehousing dan komunikasi and communication Pembiayaan rumah Housing loan Konstruksi Construction Pembiayaan kendaraan bermotor Car loan Jasa pelayanan sosial Social services Jumlah Sub-total Cadangan kerugian penurunan nilai (31.721) (1.518) (574) (2.309) ( ) ( ) Allowance for impairment losses Jumlah Total Macet/ Loss Lancar/ Current Dalam Perhatian Khusus/ Special Mention 31 Desember/December 31, 2010 Kurang Lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Jumlah/ Total Perdagangan, perhotelan dan restoran Trading, hotel and restaurant Jasa dunia usaha Business services Industri Manufacturing Pengangkutan, pergudangan Transportation, warehousing dan komunikasi and communication Pembiayaan rumah Housing loan Konstruksi Construction Pembiayaan kendaraan bermotor Car loan Jasa pelayanan sosial Social services Jumlah Sub-total Cadangan kerugian penurunan nilai (2.511) (1.351) (3.521) (10.189) ( ) ( ) Allowance for impairment losses Jumlah Total Macet/ Loss 178

195 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. KREDIT (lanjutan) 9. LOANS (continued) c. Menurut Jenis Konsumen c. By Type of Customers 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Individu % % % Individual Korporat % % % Corporate Jumlah % % % Total Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment loss Bersih Net d. Berikut ini adalah saldo kredit pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas: d. The collectibility classification of loans as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 is as follows: 31 Maret/ March 31, Desember/ December 31, Desember/ December 31, 2010 Cadangan Cadangan Cadangan kerugian kerugian kerugian penurunan nilai/ penurunan nilai/ penurunan nilai/ Allowance Allowance Allowance Jumlah kredit/ for impairment Bersih/ Jumlah kredit/ for impairment Bersih/ Jumlah kredit/ for impairment Bersih/ Total loans losses Net Total loans losses Net Total loans losses Net Lancar (1.918) (31.721) (2.511) Current Dalam perhatian khusus (9.597) (1.518) (1.351) Special mention Kurang lancar (15.947) (574) (3.521) - Sub-standard Diragukan (22.808) (2.309) (10.189) Doubtful Macet ( ) ( ) ( ) Loss Jumlah ( ) ( ) ( ) Total e. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010, rincian kredit bermasalah menurut sektor ekonomi adalah sebagai berikut: e. The details of non-performing loans as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 based on economic sector, is as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Cadangan Kerugian Cadangan Kerugian Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Pokok/ Allowance for Pokok/ Allowance for Pokok/ Allowance for Principal Impairment Losses Principal Impairment Losses Principal Impairment Losses Jasa dunia usaha Business services Perdagangan, perhotelan dan restoran Trading, hotel and restaurant Konstruksi Construction Pembiayaan kendaraan bermotor Car loan Pengangkutan, pergudangan Transportation, warehousing dan komunikasi and communication Pembiayaan perumahan Housing loan Industri Manufacturing Jasa pelayanan sosial Social services Jumlah Total 179

196 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. KREDIT (lanjutan) 9. LOANS (continued) f. Jangka Waktu f. By Maturity Jangka waktu kredit diklasifikasikan berdasarkan periode kredit sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit dan waktu yang tersisa sampai dengan saat jatuh temponya sebagai berikut: Berdasarkan Periode Perjanjian Classification of loans by maturity based on the term of the loans as stated in the loan agreements and the remaining period until its maturity as follows: By Period of Contract 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kurang dari atau sama dengan 1 tahun year or less Lebih dari 1 sampai 2 tahun More than 1 year until 2 years Lebih dari 2 sampai 5 tahun More than 2 years until 5 years Lebih dari 5 tahun More than 5 years Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment losses Bersih Net Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo By Remaining Period to Maturity 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kurang dari atau sama dengan 1 tahun year or less Lebih dari 1 sampai 2 tahun More than 1 year until 2 years Lebih dari 2 sampai 5 tahun More than 2 years until 5 years Lebih dari 5 tahun More than 5 years Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) Allowance for impairment losses Bersih Net g. Kisaran suku bunga untuk kredit yang diberikan diungkapkan dalam Catatan 37. h. Kredit dijamin dengan giro, tabungan, deposito berjangka, agunan yang diikat dengan hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual dan jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank. i. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010, saldo kredit yang direstrukturisasi Bank masing-masing adalah sebesar Rp , Rp dan Rp 186 dengan cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 655, Rp 32 dan Rp 5 pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan Kredit yang direstrukturisasi dilakukan dengan mengubah persyaratan pokok dan bunga serta perpanjangan waktu kredit. g. The average interest rates for loans are disclosed in Note 37. h. Loans are secured by demand deposits, savings deposits, time deposits, registered mortgages over collateral or power of attorney to sell and by other guarantees generally acceptable to the Bank. i. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the balance of restructured loans amounted to Rp 18,528, Rp 5,693 and Rp 186, respectively, with related allowance for impairment loss of Rp 655, Rp 32 and Rp 5 as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, respectively. Restructured loans represent change of principal and interest terms and extension in loan terms. 180

197 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. KREDIT (lanjutan) 9. LOANS (continued) Berikut ini adalah saldo kredit yang direstrukturisasi pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 The collectibility classification of restructured loans as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 is as follows: Lancar Current Dalam perhatian khusus Special mention Kurang lancar Sub-standard Diragukan Doubtful Macet Loss Jumlah Total Cadangan kerugian penurunan nilai (655) (32) (5) Allowance for impairment loss Bersih Net Tidak ada laba atau rugi atas kredit yang direstrukturisasi pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan j. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut: There were no gain or loss on restructured loans as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and j. Changes in allowances for impairment losses on loans are as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Saldo awal Beginning balance Dampak atas penerapan awal Effect of first adoption of SFAS PSAK No. 55 (Revisi 2006) No. 55 (Revised 2006) Penurunan nilai periode berjalan Impairment during the period Penghasilan bunga atas kredit yang mengalami penurunan nilai secara Interest income on individually individual (4.153) (5.876) (2.328) impaired loan Pemulihan (5.899) (66.108) - Reversals Penghapusan kredit (96) (2.981) (7.500) Write-off of loans Saldo akhir Ending balance Berikut ini adalah saldo kredit bruto dan cadangan kerugian penurunan nilai yang dievaluasi secara individual dan kolektif pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010: As of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010, the gross loan balances and allowance for impairment losses that are assessed from individual and collective impairment, are as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kredit yang dievaluasi secara Loan assessed by individual individual impairment Penurunan nilai individual ( ) ( ) ( ) Individual impairment Sub jumlah - bersih Sub total - net Kredit yang dievaluasi secara Loan assessed by collectively kolektif impairment Penurunan nilai kolektif ( ) (95.602) (89.185) Collective impairment Sub jumlah - bersih Sub total - net Bersih Net Nilai bruto kredit yang dievaluasi secara individual yang mengalami penurunan nilai sebelum dikurangi cadangan penurunan nilai secara Gross amount of individually assessed loans determined to be impaired before deducting the individually assessed impairment individual allowance 181

198 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. KREDIT (lanjutan) 9. LOANS (continued) Tingkat Pemenuhan Penurunan Nilai Compliance of Impairment 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Penurunan nilai sesuai dengan Compliance of impairment pemenuhan ketentuan in accordance with Bank Indonesia Bank Indonesia regulation Tingkat pemenuhan 109% 110% 127% The level of compliance Manajemen berpendapat bahwa cadangan The management believes that the allowance for kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat impairment loss is adequate to cover impairment loss on uncollectible loan. tidak tertagihnya kredit. k. Mutasi kredit yang dihapus tagih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: k. The movement of loans written-off for the three months periods ended March 31, 2012 and for the years ended December 31, 2011 and 2010 are as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Saldo awal Beginning balance Penambahan Additions Hapus tagih (2.263) - (439) Write-off of claim Penerimaan kembali (727) (539) (473) Recovery Saldo akhir Ending balance l. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, tidak terdapat penyediaan dana kepada pihak berelasi dan pihak ketiga yang melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). m. Rasio Non-performing Loan (NPL) Bank sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/11/DPNP tanggal 31 Maret Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 rasio NPL secara bruto masingmasing sebesar 8,18%, 9,12% dan 50,96%, sedangkan rasio NPL secara neto masingmasing sebesar 2,76%, 3,95% dan 4,03 %. n. Kredit konsumsi terdiri dari kredit kendaraan bermotor, kredit pemilikan rumah dan kredit perorangan lainnya. o. Kredit modal kerja terdiri dari kredit berjangka, kredit rekening koran, kredit akseptasi dan cerukan yang diberikan kepada debitur untuk keperluan modal kerja. p. Kredit investasi merupakan kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan kepada debitur untuk pembelian barang modal. l. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, there is no loan granted to related and third parties which has exceeded the Bank s Legal Lending Limit (LLL). m. The ratio of Non-performing Loans (NPL) in accordance with Bank Indonesia Circular Letter No. 12/11/DPNP dated March 31, As of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 gross of allowance for impairment losses is 8.18%, 9.12% and 50.96%, respectively, while the ratio of NPL (net of allowance for impairment losses) is 2.76%, 3.95% and 4.03%, respectively. n. Consumer loans consist of motor vehicle loans, mortgage loans and other personal loans. o. Working capital loans consist of term loans, overdraft loans acceptances loan and overdrafts granted to borrowers for working capital purposes. p. Investment credit is a medium or long-term loans granted to debtor for the purchase of capital assets. 182

199 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. KREDIT (lanjutan) 9. LOANS (continued) q. Kredit sindikasi merupakan kredit kepada nasabah berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain. Jumlah kredit sindikasi yang diberikan oleh Bank sebesar Rp pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan Persentase keikutsertaan Bank sebagai anggota dalam kredit sindikasi sebesar 25%, dari fasilitas kredit sindikasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan r. Tidak ada kredit yang diberikan kepada pihak berelasi per tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan s. Kredit yang diberikan kepada karyawan Bank dibebani bunga 6% per tahun untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan tahun 2011 dan 6% - 17,25% per tahun untuk tahun 2010 dengan jangka waktu pelunasan berkisar antara 1 sampai dengan 15 tahun dan dibayar melalui pemotongan gaji bulanan. t. Rasio kredit usaha mikro kecil terhadap jumlah kredit sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/11/DPNP tanggal 31 Maret 2010 adalah sebesar 89,40%, 88,03% dan 6,70% pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan u. Jumlah kredit yang dijamin dengan agunan tunai masing-masing sebesar Rp 8.077, Rp dan Rp pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan q. Syndicated loans are loans granted to customers under joint financing agreements (syndicated) with other banks. The syndicated loans of the Bank amounted to Rp 3,000 as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and Bank's percentage of participation as a member of the syndicated loan is 25%, of the syndicated credit facility for the three months periods ended March 31, 2012 and for the years ended December 31, 2011 and r. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, there were no loans to related parties. s. The Bank charged interest for loans granted to employees for 6% per annum for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and 6% % per annum in 2010 with repayment periods ranging from 1 to 15 years and paid through monthly payroll deductions. t. The ratio of micro business loans to total loans in accordance with Bank Indonesia Circular Letter No. 12/11/DPNP dated March 31, 2010 is 89.40%, 88.03% and 6.70% on March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, respectively. u. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, total loans with cash collateral amounted to Rp 8,077, Rp 7,894 and Rp 27,848, respectively. v. Seluruh saldo kredit dalam mata uang Rupiah. v. All loans are denominated in Rupiah. w. Jumlah biaya transaksi (provisi) yang menjadi bagian dari kredit adalah Rp , Rp dan Rp 753 pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan w. Total of transaction costs (fees), which became part of the loan is Rp 34,900, Rp 28,559 and Rp 753 on March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, respectively. 183

200 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 10. PENDAPATAN BUNGA YANG MASIH AKAN DITERIMA 10. ACCRUED INTEREST RECEIVABLE 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kredit Loans Efek-efek Securities Jumlah Total 11. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 11. PREPAID EXPENSES 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Sewa Lease Asuransi Insurance Promosi dan hadiah Promotions and gifts Operasional Operational Lain-lain Others Jumlah Total 12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/March 31, 2012 Perubahan selama periode berjalan/changes during the period 1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Maret/ January 1, 2012 Additions Deductions Reclassifications March 31, 2012 Biaya perolehan Cost Tanah Land Bangunan Building Renovasi bangunan yang disewa Leasehold improvement Kendaraan Vehicles Perlengkapan, mesin dan Office equipment, machine peralatan kantor and furnitures Aset dalam penyelesaian (5.815) Constructions in progress Jumlah Total Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan Building Renovasi bangunan yang disewa Leasehold improvement Kendaraan Vehicles Perlengkapan, mesin dan Office equipment, machine peralatan kantor and furnitures Jumlah Total Nilai Buku Net Book Value 184

201 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember/December 31, 2011 Perubahan selama tahun berjalan/changes during the year 1 Januari 2011/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember 2011/ January 1, 2011 Additions Deductions Reclassifications December 31, 2011 Biaya perolehan Cost Tanah Land Bangunan Building Renovasi bangunan yang disewa Leasehold improvement Kendaraan Vehicles Perlengkapan, mesin dan Office equipment, machine and peralatan kantor furniture Aset dalam penyelesaian ( ) Constructions in progress Jumlah Total Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan Building Renovasi bangunan yang disewa Leasehold improvement Kendaraan Vehicles Perlengkapan, mesin dan Office equipment, machine and peralatan kantor furniture Jumlah Total Nilai Buku Net Book Value 31 Desember/December 31, 2010 Perubahan selama tahun berjalan/changes during the year 1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1, 2010 Additions Deductions Reclassifications December 31, 2010 Biaya perolehan Cost Tanah Land Bangunan Building Kendaraan Vehicles Perlengkapan, mesin dan Office equipment, machine and peralatan kantor furniture Aset dalam penyelesaian Constructions in progress Jumlah Total Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan Building Kendaraan Vehicles Perlengkapan, mesin dan Office equipment, machine and peralatan kantor furniture Jumlah Total Nilai Buku Net Book Value Beban penyusutan yang dibebankan pada laba rugi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 dan 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp , Rp 1.606, Rp dan Rp (Catatan 27). Depreciation charged to profit and loss amounted to Rp 13,250, Rp 1,606, Rp 22,963 and Rp 6,049 for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and for the years ended December 31, 2011 and 2010, respectively (Note 27). Rincian penjualan aset tetap sebagai berikut: The detail disposal of fixed asset as follow: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kendaraan Vehicles Biaya perolehan Cost Akumulasi penyusutan (22) (5.324) (2.347) Accumulated depreciation Nilai buku Net book value Harga jual Proceeds from sale Laba penjualan aset tetap Gain on sale of fixed assets 185

202 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Pada tahun 2010, pengurangan bangunan sebagian besar merupakan pembatalan pembelian ruangan di gedung Topas lantai 1, 2 dan 16 (d/h Menara Eksekutif) di Jl. MH. Thamrin Kav. 9 Jakarta dengan PT Mintuna Nagareksa, pihak berelasi (Catatan 14). Bangunan tersebut dibeli pada tahun 2009 dengan harga Rp sesuai dengan Akta Penjualan No. 101 tanggal 25 Mei 2009 dari Emmy Halim, S.H., Notaris di Jakarta. Transaksi ini telah memenuhi peraturan No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-02/PM/2001 tanggal 20 Pebruari 2001 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta No. IX.E.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-32/PM/2000 tanggal 22 Agustus 2000 tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Bank memiliki beberapa bidang tanah dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu tahun dan akan jatuh tempo antara tahun 2011 sampai dengan Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Aset tetap diasuransikan pada PT Asuransi Recapital (pihak berelasi, Catatan 33), PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Sinarmas, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp , Rp dan Rp pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tersebut. Aset dalam penyelesaian merupakan bangunan dan renovasi bangunan yang sedang dibangun oleh Bank, yang diperkirakan akan selesai tahun Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut rata-rata sekitar 99% dan 84%. The deduction of building in 2010, mainly represents of purchase cancellation of Topas Tower floor 1, 2 and 16 (formerly Eksekutif Tower) located on Jl. MH. Thamrin Kav. 9 Jakarta to PT Mintuna Nagareksa, a related party (Note 14). This building was purchased in 2009 amounting to Rp 28,000 based on Notarial Deed No. 101 dated May 25, 2009 as documented by Emmy Halim, S.H., Notary in Jakarta. This transaction is in compliance with Regulation No. IX.E.2 Attachment of Bapepam-LK Chairman No. Kep-02/PM/2001 dated February 20, 2001 concerning Material Transaction and Change of Main Business Activity and No. IX.E.1 Attachment of Bapepam-LK Chairman No. Kep-32/PM/2000 dated August 22, 2000 regarding the Conflict of Interest on Certain Transaction. The Bank owns several parcels of land with Building Use Rights (Hak Guna Bangunan or HGB) for 20 to 30 years until 2011 to Management believes that there will be no issue with the extension of land rights since all land was legally acquired and is supported by sufficient ownership. All fixed assets are insured with PT Asuransi Recapital (related party, Note 33), PT Asuransi Wahana Tata and PT Asuransi Sinarmas, amounted to Rp 375,075, Rp 183,402 and Rp 36,585 as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010, respectively. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover impairment loss on the assets insured. Management believes that there is no impairment in value of the aforementioned assets. Constructions in progress include building and building renovations being constructed by the Bank, which are estimated to be completed in As of March 31, 2012 and December 31, 2011, the percentage of completion of construction in progress is about 99% and 84%. 186

203 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH 13. FORECLOSED ASSETS Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Nilai tercatat Cost Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai (37.804) (37.891) (86.084) impairment loss Jumlah Total Agunan yang diambil alih terutama terdiri dari tanah, bangunan dan kendaraan bermotor. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Foreclosed assets consist mainly of land, buildings and motor vehicles. Changes in the allowance for impairment losses are as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Saldo awal Beginning balance Penyisihan selama Provisions during periode berjalan the period Penghapusan - (42.289) (3.926) Write-off Pemulihan penyisihan (87) (5.904) - Reversal for provisions Saldo akhir Ending balance Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai agunan yang diambil alih adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak dapat terealisasinya agunan yang diambil alih tersebut. Pengurangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 merupakan penjualan agunan yang diambil alih sebagai berikut: Management believes that the allowance for impairment losses of the foreclosed assets is adequate to cover all possible losses that may arise. Deductions for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and for the years ended December 31, 2011 and 2010 pertains to sale of certain foreclosed asset with details as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 ( 3 bulan/months) ( 3 bulan/months) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Harga jual Selling price Nilai buku agunan yang Net book value of diambil alih (587) - (30.019) (23.920) foreclosed assets Laba (rugi) penjualan Gain (loss) on sale agunan yang of foreclosed diambil alih (Catatan 29) (87) (9.154) assets (Note 29) 187

204 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 14. ASET LAIN-LAIN 14. OTHER ASSETS Rincian akun ini adalah sebagai berikut: This account consist of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Uang muka Advances Perangkat lunak Software Setoran jaminan Security deposits Hak atas tanah - bersih Land rights - net Persediaan kantor Office supplies Properti terbengkalai - bersih Abandoned property - net Tagihan kepada pihak ketiga - bersih Third party receivables - net Lain-lain Others Jumlah Total Uang muka merupakan pembayaran untuk kegiatan operasi seperti uang muka kepada pemasok yang berhubungan dengan pembelian perlengkapan kantor, uang muka untuk sistem informasi manajemen, uang muka personalia dan uang muka lainnya. Tagihan kepada pihak ketiga sebagian besar merupakan tagihan kepada PT Mintuna Nagareksa sebesar Rp , yaitu atas pembatalan pembelian ruangan di Gedung Menara Topas lantai 1, 2 dan 16 (Catatan 12). Sesuai dengan surat pengalihan utang No. 035/MN/SW/IV/10, PT Mintuna Nagareksa telah mengalihkan utangnya kepada Tn. Lunardi Widjaja. Tagihan kepada pihak ketiga lain selain tagihan di atas merupakan tagihan terkait dengan transaksi ATM. Pada tahun 2011, Bank sudah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai atas tagihan kepada pihak ketiga. Rincian tagihan kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut: Advances represent advances for operations such as payment to suppliers related to purchase of office supplies, payment for management information system, payment to employess and other payments. Third party receivables are from PT Mintuna Nagareksa amounted to Rp 28,000 for the cancellation of the purchase of space in the Topas Tower Building floors 1, 2 and 16 (Note 12). In accordance with letter of loan transfer No. 035/MN/SW/IV/10, PT Mintuna Nagareksa transferred their debt to Mr. Lunardi Widjaja. Other third party receivables pertain to receivables related with ATM transactions. In 2011, the Bank has provided allowance for impairment loss of the third party receivables. Details of third party receivables are as follow: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Tagihan pihak ketiga Third party receivables Tn. Lunardi Widjaja Mr. Lunardi Widjaja Tagihan ATM ATM transaction Tagihan kepada pihak Third party receivables - ketiga - lainnya other Jumlah Total Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai (41.744) (41.744) - impairment loss Bersih Net 188

205 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 14. ASET LAIN-LAIN (lanjutan) 14. OTHER ASSETS (continued) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai tagihan kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut (Catatan 26): Changes in allowances for impairment losses on third party receivables are as follows (Note 26): 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Saldo awal Beginning balance Penambahan Additions Tn. Lunardi Widjaja Mr. Lunardi Widjaja Tagihan ATM ATM transaction Saldo akhir Ending balance Setoran jaminan merupakan jaminan atas penggunaan jaringan ATM yang dapat diminta kembali setelah selesai masa kontrak. Hak atas tanah merupakan biaya pengurusan sertifikat dan bea balik nama tanah. Hak atas tanah ini diamortisasi selama masa berlakunya hak atas tanah yaitu tahun. Beban amortisasi masingmasing sebesar Rp 50, Rp 202 dan Rp 200 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan Properti terbengkalai merupakan tanah yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha, yang terletak di Kabupaten Pasuruan. Kerugian penurunan nilai properti terbengkalai untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp Nihil, Rp 906, Rp Nihil dan Rp 783 (Catatan 26). Security deposits represent deposit on rental of ATM networks and can be refunded at the end of the contract. Land rights represent costs incurred in connection with the legal processing of the property. These land rights are deferred and amortized over years. Amortization expense amounted to Rp 50, Rp 202 and Rp 200 for the three months periods ended March 31, 2012 and years ended December 31, 2011 and 2010, respectively. Abandoned property is a land not used in operations, located in Kabupaten Pasuruan. Impairment loss recognized on these asset for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and for the years ended December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp Nil, Rp 906, Rp Nil and Rp 783, respectively (Note 26). 15. LIABILITAS SEGERA 15. LIABILITIES DUE IMMEDIATELY Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Utang bunga Interest payable Kewajiban transaksi ATM ATM transaction liabilities Lain-lain Others Jumlah Total 189

206 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 16. SIMPANAN DARI NASABAH 16. DEPOSITS FROM CUSTOMERS Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/March 31, 2012 Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Third parties Total Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Jumlah Total 31 Desember/December 31, 2011 Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Third parties Total Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Jumlah Total 31 Desember/December 31, 2010 Pihak berelasi/ Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Third parties Total Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Jumlah Total a. Giro a. Demand deposits Tidak ada giro yang diblokir dan digunakan sebagai jaminan atas kredit pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan There were no demand deposits blocked and pledged as loan collateral as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and Kisaran suku bunga dalam Catatan 37. untuk giro diungkapkan The ranges of interest rates for demand deposits are disclosed in Note 37. b. Tabungan b. Savings deposits Tabungan yang diblokir dan digunakan sebagai jaminan atas kredit sebesar Rp Nihil, Rp Nihil dan Rp 327 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan Kisaran suku bunga untuk tabungan diungkapkan dalam Catatan 37. Savings blocked and pledged as loan collateral amounted to Rp Nil, Rp Nil and Rp 327, on March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, respectively. The ranges of interest rates for savings deposits are disclosed in Note

207 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 16. SIMPANAN DARI NASABAH (lanjutan) 16. DEPOSITS FROM CUSTOMERS (continued) c. Deposito berjangka c. Time deposits Berdasarkan Jangka Waktu Kontrak By Period of Contract 31 Maret/March 31, Desember/December 31, Desember/December 31, 2010 Pihak Pihak Pihak Berelasi Berelasi Berelasi (Catatan 33)/ (Catatan 33)/ (Catatan 33)/ Related parties Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Pihak ketiga/ Jumlah/ (Note 33) Third parties Total (Note 33) Third parties Total (Note 33) Third parties Total Kurang dari atau 1 bulan month or less Lebih dari 1 s/d More than 1 month 3 bulan until 3 months Lebih dari 3 s/d More than 3 months 6 bulan until 6 months Lebih dari 6 s/d More than 6 months 12 bulan until 12 months Lebih dari 12 bulan More than 12 months Jumlah Total Berdasarkan Jatuh Tempo By Remaining Period to Maturity 31 Maret/March 31, Desember/December 31, Desember/December 31, 2010 Pihak Pihak Pihak Berelasi Berelasi Berelasi (Catatan 33)/ (Catatan 33)/ (Catatan 33)/ Related parties Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Pihak ketiga/ Jumlah/ Related parties Pihak ketiga/ Jumlah/ (Note 33) Third parties Total (Note 33) Third parties Total (Note 33) Third parties Total Kurang dari atau 1 bulan month or less Lebih dari 1 s/d More than 1 month 3 bulan until 3 months Lebih dari 3 s/d More than 3 months 6 bulan until 6 months Lebih dari 6 s/d More than 6 months 12 bulan until 12 months Lebih dari 12 bulan More than 12 months Jumlah Total Kisaran suku bunga untuk deposito berjangka diungkapkan dalam Catatan 37. Deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan jaminan atas kredit Bank adalah sebesar Rp 9.176, Rp dan Rp masingmasing pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan The ranges of interest rates for time deposits are disclosed in Note 37. Time deposits blocked and pledged as loan collateral amounted to Rp 9,176, Rp 9,296 and Rp 27,521 as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010, respectively. 191

208 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 17. SIMPANAN DARI BANK LAIN - PIHAK KETIGA 17. DEPOSITS FROM OTHER BANKS - THIRD PARTIES Rincian simpanan dari bank lain terdiri atas: Deposits from other banks consist of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Giro Demand deposits Deposito berjangka Time deposits Tabungan Saving deposit Jumlah Total Berdasarkan Jangka Waktu Kontrak By Period of Contract 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kurang dari atau 1 bulan month or less More than 1 month Lebih dari 1 s/d 3 bulan until 3 months Jumlah Total Kisaran suku bunga untuk deposito berjangka diungkapkan dalam Catatan 37. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 tidak ada simpanan dari bank lain yang diblokir dan digunakan sebagai jaminan atas kredit. The ranges of interest rates for time deposits are disclosed in Note 37. There were no deposits from other banks that were blocked and pledged as loan collateral as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and UTANG PAJAK 18. TAXES PAYABLE Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Pajak penghasilan: Income tax: Pasal 4 (2) Article 4 (2) Pasal Article 21 Pasal Article 23 Pasal Article 26 Pajak pertambahan nilai Value-added tax Jumlah Total Besarnya pajak penghasilan terhutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak. Berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2007 mengenai Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang berlaku mulai tahun 2008, Direktorat Jenderal Pajak ( DJP ) dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal terhutangnya pajak. Ketentuan peralihan dari Undang-undang tersebut mengatur bahwa perpajakan untuk tahun fiskal 2007 dan sebelumnya dapat ditetapkan oleh DJP paling lambat pada akhir tahun The filing of tax returns is based on the Bank s self-assessment of tax liabilities. Based on the Law No. 28 Year 2007 regarding Third Amendment of Law No. 6 Year 1983 Regarding General Rules and Procedures of Taxation which are applicable starting 2008, the Directorate General of Tax ( DGT ) may assess or amend taxes within 5 years from the date the tax becomes due. The transitional provisions of the said Law stipulate that taxes for fiscal year 2007 and before maybe assess by the DGT at the latest at the end of

209 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 19. PINJAMAN DARI PIHAK BERELASI 19. LOAN FROM AFFILIATES Akun ini awalnya merupakan dana setoran modal dari Pemegang Saham Pengendali sebelumnya dalam rangka memperkuat Struktur Modal Bank. Dana setoran modal tersebut tidak dapat ditarik oleh Pemegang Saham Pengendali tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia (BI) sesuai dengan Surat Pernyataan Pemegang Saham Pengendali kepada BI. Dana setoran modal ini akan digunakan untuk peningkatan modal disetor setelah memperoleh persetujuan dari instansi terkait dan Rapat Umum Pemegang Saham. Pinjaman dari pihak berelasi tidak dikenakan bunga. Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Piutang tanggal 26 Mei 2010, Pemegang Saham pengendali sebelumnya setuju untuk menjual semua tagihannya dari Bank kepada Green Resources International Ltd., yang merupakan perusahaan afiliasi dari PT Recapital Securities. Pokok-pokok perjanjian ini meliputi: Pemegang Saham Pengendali (PSP) saat itu telah memasukkan cadangan tambahan modal sebesar Rp dan telah disetor penuh dalam Bank untuk tujuan penambahan modal Bank yang tidak boleh ditarik kembali oleh para Pemegang Saham. Piutang PSP kepada Bank sebesar Rp tersebut dijual kepada Green Resources Internasional Ltd. yang merupakan afiliasi dari PT. Recapital Securities, efektif sejak Perjanjian Jual Beli Piutang ditandatangani yaitu tanggal 26 Mei Penyerahan piutang dilakukan pada saat PT Recapital Securities menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank dan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Initially, this account pertains to placement of funds to Bank Indonesia (BI) for capital injection of the previous controlling shareholders to strengthen the Bank's Capital Structure. The funds for capital stock cannot be withdrawn by the controlling shareholders without prior approval from BI in accordance with the Representation Letter of Controlling Shareholders to BI. This placement of funds will be used for the increase of share capital after getting approval from the related institution and General Shareholders Meeting. Loan from affiliates is not subject to interest. Based on the Deed of Sales Purchase of the Receivable Agreement dated May 26, 2010, the previous controlling shareholders agreed to sell receivable of the Bank to Green Resources International Ltd., an affiliated company of PT Recapital Securities.The points of this agreement include: Controlling Shareholder (PSP) at that time has paid-in an additional reserve capital of Rp 129,638 and have been fully paid to the Bank for the purpose of the Bank s capital increase which should not be withdrawn by the Shareholders. PSP receivable to the Bank amounting to Rp 129,638 were sold to Green Resources International Ltd. which is an affiliate of PT. Recapital Securities, effective as of the Receivables Purchase Agreement that was signed on May 26, Submission of receivables carried at PT Recapital Securities became controlling shareholders of the Bank and can be done in accordance with the provisions of the legislation applicable. 20. LIABILITAS LAIN-LAIN 20. OTHER LIABILITIES Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Kesejahteraan pegawai Employee welfare Asuransi Insurance Biaya yang masih harus dibayar Accrued expenses Setoran jaminan Security deposits Lain-lain Others Jumlah Total 193

210 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. MODAL SAHAM 21. SHARE CAPITAL Rincian pemegang saham dan kepemilikan saham Bank pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: The details of the Bank s shareholders and their shareholdings as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 are as follows: 31 Maret/March 31, 2012 dan/and 31 Desember/December 31, 2011 Jumlah Saham Persentase (Jumlah Penuh)/ Kepemilikan/ Number of Shares Percentage of Jumlah/ Nama Pemegang Saham (Full Amount) Ownership (%) Total Name of Shareholders PT Recapital Securities , PT Recapital Securities IF Services Netherlands BV , IF Services Netherlands BV Pershing LLC , Pershing LLC Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) , Public (each below 5%) Jumlah , Total 31 Desember/December 31, 2010 Jumlah Saham Persentase (Jumlah Penuh)/ Kepemilikan/ Number of Shares Percentage of Jumlah/ Nama Pemegang Saham (Full Amount) Ownership (%) Total Name of Shareholders PT Recapital Securities , PT Recapital Securities IF Services Netherlands BV , IF Services Netherlands BV Far East Opportunities Limited , Far East Opportunities Limited Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) , Public (each below 5%) Jumlah , Total Pada tanggal 15 September 2011, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No /BL/2011 untuk melakukan penawaran umum terbatas II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham berjumlah sebanyak-banyaknya saham biasa. Setiap pemegang saham yang memiliki 6 saham lama berhak membeli 5 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. Berdasarkan perjanjian jual beli saham pada tanggal 28 April 2011, Far East Opportunities Ltd, menjual saham yang dimiliki sebanyak saham biasa atas nama yang merupakan 13,67% dari seluruh saham Bank kepada PT Recapital Securities. On September 15, 2011, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of the Bapepam-LK in his letter No /BL/2011 related to its approval of the public offering II for the issuance of pre-emptive rights for existing shareholders amounted to as much as 4,980,208,333 common shares. The holder can exercise the right to purchase 5 new shares for every 6 share held with a nominal value of Rp 100 per share at Rp 100 per share. Based on the shares purchase agreement on April 28, 2011, Far East Opportunities Ltd sold its 816,690,500 common shares which is 13.67% of the total issued and fully paid Bank shares to PT Recapital Securities. 194

211 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Sesuai dengan akta akuisisi No. 28 tanggal 27 Juli 2010 dari Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Bank melakukan penambahan modal melalui penawaran umum terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ("HMETD") sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal ("rights issue" atau "Penawaran Umum Terbatas I"). PT Recapital Securities dan IF Services Netherlands BV bertindak selaku pembeli siaga untuk membeli sisa saham baru sebesar nilai nominal yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham atau pemegang HMETD berdasarkan suatu Perjanjian Pembelian Sisa Saham Penawaran Umum Terbatas I Bank No. 39 tanggal 29 April Pada saat rights issue, PT Recapital Securities dan IF Services Netherlands BV membeli sisa saham baru masing-masing sejumlah saham dan saham sebesar nilai nominal Rp 100 per saham. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 104 tanggal 30 Juni 2010 dari Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta para pemegang saham Bank telah menyetujui penawaran umum terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya Saham Biasa Atas Nama. Setiap pemegang saham yang memiliki 1 saham lama berhak membeli 6 saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. Pada tanggal 30 Juni 2010, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan Suratnya No. S-5949/BL/2010. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 26 Mei 2010 Tn. Lunardi Widjaja, Ny. Lusiana Widjaja, Ny. Irawati Widjaja, Ny. Sinthyawati Widjaja dan Tn. Setiawan Widjaja (Keluarga Widjaja) menjual sejumlah sahamnya kepada Far East Opportunities Limited yang merupakan pihak berelasi dengan PT Recapital Securities. Berdasarkan Akta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 38 tanggal 20 Mei 2010 dari Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, pemegang saham Bank menyetujui peningkatan modal dasar dari menjadi saham. Pada tanggal 27 Mei 2010, Bank memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-2720.AH.01.02/2010. In accordance with the acquisition deed No. 28 dated July 27, 2010 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, Bank increased its capital through issuance of shares with pre-emptive rights ("Rights") in accordance with the provisions of capital market regulations ("rights issue" or "Limited Public Offering I"). PT Recapital Securities and IF Services Netherlands BV act as standby buyers and purchased the remaining new shares at nominal value not acquired by the shareholders or holders of the rights under the Purchase Agreement for the remaining shares of the Bank through the Rights Issue I No. 39 dated April 29, At the time of rights issue, PT Recapital Securities and IF Services Netherlands BV purchased the remaining Bank s authorized capital shares totaling to 3,644,618,968 shares and 1,434,300,000 shares at par value of Rp 100 per share, respectively. Based on the Extraordinary Shareholders Meeting, as documented in Notarial Deed No. 104, dated June 30, 2010 of Fathiah Helmi, S.H., a Notary in Jakarta, the Bank s shareholders approved the limited public offering I in issuance of Rights for existing shareholders at a maximum of 5,122,500,000 common shares. The shareholder can exercise the Rights to purchase 6 new shares for every 1 share held at Rp 100 per share. On June 30, 2010, the Bank obtained the notice of effectivity from the Chairman of Bapepam-LK in his Letter No. S-5949/BL/2010. Based on the Deed of Sale and Purchase of Shares agreement dated May 26, 2010 Mr. Lunardi Widjaja, Ms. Lusiana Widjaja, Ms. Irawati Widjaja, Ms. Sinthyawati Widjaja and Mr. Setiawan Widjaja (Widjaja Family) sold their shares totalling to 676,718,000 shares to Far East Opportunities Limited, an affiliate of PT Recapital Securities. Based on deed of the Extraordinary Shareholders Meeting No. 38 dated May 20, 2010 of Fathiah Helmi, S.H., a Notary in Jakarta, the Bank s shareholders approved the increase of authorized share from 1,990,000,000 to 20,000,000,000 shares. On May 27, 2010, the Bank obtained the notice of effectivity from Ministry of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in his letter No. AHU-2720.AH.01.02/

212 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 22. TAMBAHAN MODAL DISETOR 22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL Akun ini merupakan agio saham sehubungan dengan penawaran umum pada tahun 2001, 2010 dan 2011 setelah dikurangi biaya emisi saham dengan perincian sebagai berikut: This account represents additional paid-in capital in connection with public offering in 2001, 2010 dan 2011 after deducting share issuance costs as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Perbedaan antara harga Difference between the offering penawaran saham dangan nilai price and par value nominal per saham tahun per share in year 2001 Biaya emisi saham Share issuance costs Tahun 2001 (3.434) (3.434) (3.434) Year 2001 Tahun 2010 (7.111) (7.111) (7.111) Year 2010 Tahun 2011 (3.557) (3.557) - Year 2011 Jumlah (3.002) (3.002) 555 Total 23. PENDAPATAN BUNGA 23. INTEREST INCOME Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Kredit Loans Efek-efek Securities Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain and other bankss Giro pada Bank Indonesia dan Current accounts with Bank Indonesia bank lain and other banks Surat berharga yang dibeli dengan Marketable securities purchased with janji dijual kembali agreement to resell Jumlah Total Pendapatan bunga dari efek-efek berasal dari obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Pendapatan bunga dari pihak berelasi untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan 2011 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp Nihil, Rp Nihil, Rp Nihil dan Rp 197 (Catatan 33). Interest income from securities comes from goverment bonds and corporate bonds. Interest income from related parties for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and years ended December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp Nil, Rp Nil, Rp Nil and Rp 197, respectively (Note 33). 24. BEBAN BUNGA 24. INTEREST EXPENSE Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Simpanan dari nasabah Deposits from customers Deposito berjangka Time deposits Tabungan Saving deposits Giro Demand deposits Premi penjaminan pemerintah Government guarantee premium (Catatan 38) (Note 38) Amortization of premium on Amortisasi premium efek securities Jumlah Total 196

213 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 25. PENDAPATAN ADMINISTRASI 25. ADMINISTRATIVE INCOME Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Administrasi kredit Loan administration Denda dan pinalti Late payment and penalties Lain-lain Others Jumlah Total 26. KERUGIAN PENURUNAN NILAI 26. IMPAIRMENT LOSSES Akun ini terdiri dari: Aset Keuangan This account consists of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Financial Asset Pemulihan kerugian Reversal of penurunan nilai: impairment loss: Kredit (Catatan 9) Loans (Note 9) Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai: impairment loss: Kredit (Catatan 9) (41.774) (27.429) - (82.733) Loans (Note 9) Tagihan kepada pihak ketiga (Catatan 14) - - (41.744) - Third party receivables (Note 14) Pemulihan (penyisihan) Reversal (provision) of kerugian penurunan nilai impairment loss for aset keuangan (35.875) (82.733) financial assets Aset Non-keuangan Non-financial Asset Pemulihan kerugian penurunan nilai: Reversal of impairment loss: Agunan yang diambil alih (Catatan 13) Foreclosed assets (Note 13) Properti terbengkalai Abandoned properties (Catatan 14) (Note 14) Estimasi kerugian komitmen Estimated losses on commitments dan kontinjensi and contingencies Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai: impairment loss: Agunan yang diambil alih (Catatan 13) - (2.956) - (20.615) Foreclosed assets (Note 13) Properti terbengkalai (Catatan 14) - (1.689) - (783) Abandoned properties (Note 14) Estimasi kerugian komitmen Estimated losses on commitments dan kontinjensi - (80) - (79) and contingencies Pemulihan (penyisihan) Reversal of (provision for) kerugian penurunan nilai impairment loss for aset non-keuangan (21.477) non financial assets 197

214 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 27. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Penyusutan (Catatan 12) Depreciation (Note 12) Sewa Operating lease Jasa tenaga kerja Man power outsourcing Iklan, promosi dan Advertising, promotion pemasaran and marketing Transportasi dan perjalanan dinas Transportation and travelling Komunikasi Telecommunication Listrik, air dan gas Electricity, water and gas Perlengkapan kantor Office supplies Iuran dan administrasi Administration and contributions Pajak dan perijinan Taxes and licenses Perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance Penagihan kredit Loan collection Honorarium tenaga ahli Professional fees Asuransi Insurance Lain-lain Others Jumlah Total 28. TENAGA KERJA DAN TUNJANGAN 28. PERSONNEL EXPENSES Rincian akun terdiri: This account consist of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Gaji dan upah Salaries and wages Kesejahteraan karyawan Social security cost Imbalan pasca-kerja (Catatan 31) Post-employment benefits (Note 31) Pelatihan Training Jumlah Total Perincian gaji dan tunjangan atas dewan komisaris, direksi dan komite audit adalah sebagai berikut: 31 Maret/March 31, 2012 (3 bulan/months ) Jumlah/ Gaji/ Tunjangan/ Jumlah/ Total Salaries Allowances Total The details of salaries and allowances of commisioners, directors and audit committee are as follows: Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Komite audit Audit committee Jumlah Total 31 Maret/March 31, 2011 (3 bulan/months ) Jumlah/ Gaji/ Tunjangan/ Jumlah/ Total Salaries Allowances Total Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Komite audit Audit committee Jumlah Total 198

215 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 28. TENAGA KERJA DAN TUNJANGAN (lanjutan) 28. PERSONNEL EXPENSES (continued) 31 Desember/December 31, 2011 (1 tahun/year ) Jumlah/ Gaji/ Tunjangan/ Jumlah/ Total Salaries Allowances Total Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Komite audit Audit committee Jumlah Total 31 Desember/December 31, 2010 (1 tahun/year ) Jumlah/ Gaji/ Tunjangan/ Jumlah/ Total Salaries Allowances Total Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Komite audit Audit committee Jumlah Total Bank belum dapat merealisasikan kewajiban pendanaan pendidikan dan pelatihan sebesar 5% dari biaya sumber daya manusia tahun sebelumnya dikarenakan Bank menyesuaikan anggaran pendidikan dengan situasi dan kondisi Bank secara keseluruhan. The Bank has not been able to realize the obligation for education and training expense by 5% of prior year s human resources expense since the Bank adjusted the education budget based on the overall current situation and condition of the Bank. 29. PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL BERSIH Akun ini terdiri dari: 29. NON-OPERATING INCOME (EXPENSE) - NET This account consists of: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Laba (rugi) penjualan agunan yang Gain (loss) on sale of foreclosed diambil alih - bersih (Catatan 13) (87) (9.154) assets - net (Note 13) Lain-lain 78 (4.397) (3.808) (835) Others Jumlah (9) (3.718) (1.963) (9.989) Total 30. PAJAK PENGHASILAN 30. INCOME TAX a. Bank mengalami laba fiskal untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan rugi fiskal untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2011 dan a. The Bank is in tax income position for the three months periods ended March 31, 2012 and tax loss position for the three months periods ended March 31, 2011 and for the years ended December 31, 2011 and

216 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 30. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 30. INCOME TAX (continued) b. Pajak Kini b. Current Tax Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi komprehensif dengan laba (rugi) fiskal adalah sebagai berikut: A reconciliation between income (loss) before tax per statements of comprehensive income and tax income (loss) is as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Laba (rugi) sebelum pajak menurut Income (loss) before tax per laporan laba rugi komprehensif (21.084) ( ) ( ) statements of comprehensive income Perbedaan temporer: Temporary differences: Penyusutan aset tetap (4.177) (813) Depreciation of fixed assets Cadangan imbalan pasti pasca- Provision for post-employment kerja - bersih benefits - net Lain-lain (128) Others Bersih Net Perbedaan tetap: Permanent differences: Beban yang tidak dapat diakui Non-deductible expenses Laba (rugi) fiskal periode berjalan (16.948) (81.239) ( ) Fiscal income (loss) for the period Ditambah akumulasi rugi fiskal Add accumulated fiscal losses from periode sebelumnya ( ) ( ) ( ) ( ) previous period Dikurangi akumulasi rugi fiskal yang tidak dapat diperhitungkan lagi Less expired fiscal losses Akumulasi rugi fiskal Accumulated tax losses at the akhir periode ( ) ( ) ( ) ( ) end of period Akumulasi rugi fiskal akhir periode Bank tahun 2011 dan 2010 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan kepada Kantor Pajak. Menurut peraturan perpajakan, rugi fiskal dapat dikompensasikan dengan laba fiskal pada masa lima tahun mendatang sejak terjadinya kerugian fiskal. Akumulasi rugi fiskal sebesar Rp , Rp , Rp dan Rp masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan Bank s accumulated tax losses at the end of periods in 2011 and 2010 have been in accordance with the Annual Tax Return (SPT) submitted to the Tax Office. In accordance with Indonesia tax regulations, tax loss can be offset against the taxable income immediately within a period of five years after the tax loss had incurred. The tax loss amounted to Rp 326,948, Rp 323,161, Rp 376,009 and Rp 306,213 for the three months periods March 31, 2012 and 2011 and for the years ended December 31, 2011 and 2010, respectively. c. Pajak Tangguhan c. Deferred Tax Dikreditkan Dikreditkan (Dibebankan) ke (Dibebankan) ke Laporan Laba Rugi Laporan Laba Rugi Komprehensif/ Komprehensif/ Credited (Charged) to Credited (Charged) to 1 Januari/ Statements of 31 Maret/ 1 Januari/ Statements of 31 Maret/ January 1, 2011 Comprehensive Income March 31, 2011 January 1, 2012 Comprehensive Income March 31, 2012 Rugi fiskal (12.266) Fiscal loss Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation of aset tetap (203) (1.044) fixed assets Liabilitas imbalan pasca-kerja Post-employment benefits Lain-lain 213 (32) Others Jumlah (10.050) Total 200

217 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 30. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan) 30. INCOME TAX (continued) c. Pajak Tangguhan (lanjutan) c. Deferred Tax (continued) Dikreditkan Dikreditkan (Dibebankan) ke (Dibebankan) ke Laporan Laba Rugi Laporan Laba Rugi Komprehensif/ Komprehensif/ Credited (Charged) to Credited (Charged) to 1 Januari/ Statements of 31 Desember/ Statements of 31 Desember/ January 1, 2010 Comprehensive Income December 31, 2010 Comprehensive Income December 31, 2011 Rugi fiskal Fiscal loss Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation of aset tetap fixed assets Liabilitas imbalan pasca-kerja Post-employment benefits Lain-lain Others Jumlah Total Manajemen berpendapat bahwa terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut. d. Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak dan hasil perkalian laba (rugi) akuntansi sebelum pajak Bank dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: Management believes that it is probable that future taxable profit will be available against which the temporary differences, which results in deferred tax assets, can be utilized. d. A reconciliation between the total tax expense (benefit) and the amounts computed by applying the effective tax rates to income (loss) before tax is as follow: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Income (loss) before tax per Laba (rugi) sebelum pajak menurut statements of comprehensive laporan laba rugi komprehensif (21.084) ( ) ( ) income Tarif yang berlaku 25% 25% 25% 25% Effective tax rates Beban (manfaat) pajak berdasarkan Income tax expense (benefit) tarif pajak yang berlaku (5.271) (42.894) (41.578) based on prevailing tax rates Pengaruh pajak: Tax effects of: Perbedaan tetap Permanent differences Pajak tangguhan yang diakui (76.553) Recognized deferred taxes Penyesuaian dan perubahan tarif Adjustment and changes in pajak yang berlaku tax rates Beban (manfaat) pajak penghasilan (4.720) (24.322) (77.666) Income tax expense (benefit) 31. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA 31. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION Bank menghitung dan mencatat imbalan pasca-kerja tanpa pendanaan khusus untuk karyawan yang berhak menurut Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 berdasarkan perhitungan aktuaria independen dari PT Pointera Aktuarial Strategis, yang laporannya tertanggal 11 Mei 2012, 16 Pebruari 2012 dan 18 Pebruari 2011 masingmasing dalam menghitung liabilitas imbalan pascakerja pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 31 Desember Jumlah karyawan yang berhak masing-masing sebanyak 6.379, dan karyawan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 serta tahun yang berakhir pada 31 Desember 2011 dan The Bank calculated and recorded unfunded defined post-employment benefits to its qualified employees in accordance with Labor Law No. 13/2003 based on actuarial calculations performed by PT Pointera Aktuarial Strategis, independent actuaries, in its reports dated May 11, 2012, February 16, 2012 and February 18, 2011 to recalculate the postemployment benefit obligation as of March 31, 2012, December 31, 2011 and December 31, 2010, respectively. The number of eligible employees is 6,379, 6,069 and 1,467 for the three months periods ended March 31, 2012 and years ended as of December 31, 2011 and 2010, respectively. 201

218 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 31. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan) 31. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION (continued) Rincian liabilitas imbalan pasca-kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: The detail of defined post-employment benefit obligation is as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Nilai kini cadangan imbalan pasti Present value of obligation Pembayaran imbalan (35) (23) (860) (686) Payment of benefits Keuntungan (kerugian) Unrecognized actuarial aktuarial yang belum diakui (5.588) (8.161) (4.435) gain (loss) Liabilitas imbalan Post-employment benefit pasca-kerja obligation Beban imbalan pasca-kerja yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut: The post-employment benefits expense recognized in the statements of comprehensive income are as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Beban jasa kini Current service cost Beban bunga Interest cost Amortization of past Amortisasi biaya jasa lalu service cost Amortisasi kerugian Amortization of actuarial (keuntungan) aktuarial loss (gain) Jumlah Total Mutasi liabilitas imbalan pasca-kerja adalah sebagai berikut: The movement of post-employment benefits obligation is as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Saldo awal Beginning balance Beban periode berjalan Benefit expense Pembayaran imbalan (35) (23) (860) (686) Payment of benefits Saldo akhir Ending balance 202

219 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 31. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan) 31. POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION (continued) Asumsi utama yang digunakan untuk menghitung imbalan pasti pasca-kerja adalah sebagai berikut: The principal assumptions used in the valuation of the defined post-employment benefits are as follows: Umur pensiun normal 55 tahun/55 years old Normal pension age Tingkat kenaikan gaji 4% per tahun/annum in 2012 Salary increases 7,5% per tahun/annum in 2011 dan/and 10% per tahun/annum in 2010 Tingkat bunga diskonto 7% per tahun/annum in 2012 dan/and 2011 Discount rate 10% per tahun/annum in 2010 Tingkat pengunduran diri 1,2% per tahun antara usia Withdrawal/resignation rate 40 sampai dengan 50 tahun lalu menurun menjadi 0% per tahun antara usia 53 sampai dengan 55 tahun/ 1.2% per annum at age 40 up to 50 years old, then decrease to 0% per annum at age 53 up to 55 years old 32. LABA (RUGI) PER SAHAM 32. EARNING (LOSS) PER SHARE Perhitungan laba (rugi) per saham dasar adalah sebagai berikut: The calculation of basic earning (loss) per share is as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Laba (rugi) bersih untuk perhitungan Net income (loss) for computation laba (rugi) per saham dasar (16.364) ( ) (88.646) of basic earning (loss) per share Jumlah rata-rata tertimbang Weighted average number of ordinary saham biasa untuk perhitungan shares for computation of basic laba per saham dasar earning per share Laba (rugi) per saham dasar Basic earning (loss) per share (rupiah penuh) 1,50 (2,74) (21,66) (25,96) (full amount) 203

220 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 33. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI 33. RELATED PARTY TRANSACTIONS Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 yang diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/13/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum, pihak-pihak berelasi adalah perusahaan dan perorangan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara langsung maupun tidak langsung dengan Bank. Dalam kegiatan normal usahanya, Bank memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi, yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama yang berlaku kepada pihak ketiga. Sifat Hubungan Pihak Berelasi Sifat hubungan dengan pihak berelasi dan transaksinya adalah sebagai berikut: Based on Bank Indonesia Regulation No. 7/3/PBI/2005 dated January 20, 2005, as amended by Bank Indonesia Regulation No. 8/13/PBI/2006 dated October 5, 2006 concerning the Legal Lending Limit for Commercial Banks, related parties are companies and individuals who have relationship with the Bank through ownership or management. In the normal course of business, the Bank has transactions with related parties, which are made under terms and conditions similar to those granted to third parties. Nature of Related Parties Relationship The nature of relationship with related parties and transactions are as follows: Pihak Berelasi/ Related Parties Sifat Hubungan/ Nature of Relationship Transaksi/ Transaction PT Capitalinc Investment Tbk Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company PT Recapital Advisors Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company PT Recapital Securities Pemegang saham/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Stockholder - Jasa manajemen/management fee PT Recapital Asset Management Perusahaan afiliasi/ - Deposito berjangka (Catatan 16)/ Time deposit (Note 16) Affiliated company - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) PT Restyle Concept Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company - Sewa ruang kantor (Catatan 27)/Rental of office space (Note 27) - Renovasi gedung kantor (Catatan 12)/Office building renovation (Note 12) PT Retower Asia Perusahaan afiliasi/ - Deposito berjangka (Catatan 16)/ Time deposit (Note 16) Affiliated company PT Capitalinc Finance Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company PT Asuransi Jiwa Recapital Perusahaan afiliasi/ - Deposito berjangka (Catatan 16)/ Time deposit (Note 16) Affiliated company - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) - Asuransi kesehatan karyawan (Catatan 28)/ Employees' health insurance (Note 28) PT Asuransi Recapital Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company - Asuransi aset tetap (Catatan 12)/Fixed assets insurance (Note 12) PT Berau Coal Energy Tbk Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company PT Berau Coal Perusahaan afiliasi/ - Deposito berjangka (Catatan 16)/ Time deposit (Note 16) Affiliated company - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) PT First Security Perusahaan afiliasi/ - Deposito berjangka (Catatan 16)/ Time deposit (Note 16) Affiliated company - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) - Beban outsourcing (Note 27)/Outsourcing expense (Note 27) PT Capital Mitra Usaha Perusahaan afiliasi/ - Deposito berjangka (Catatan 16)/ Time deposit (Note 16) Affiliated company - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) - Beban outsourcing (Note 27)/Outsourcing expense (Note 27) PT Selaras Indah Sejati Perusahaan afiliasi/ - Giro (Catatan 16)/Demand deposit (Note 16) Affiliated company Green Resources International Ltd. Perusahaan afiliasi/ - Pinjaman dari afiliasi (Catatan 19)/ Loan from affiliates (Note 19) Affiliated company Direksi, Komisaris dan pejabat eksek Pengurus/ - Tabungan (Catatan 16)/Savings deposit (Note 16) Directors, Commissioners and Management - Deposito berjangka (Catatan 16)/Time deposit (Note 16) executive officers 204

221 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 33. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan) 33. RELATED PARTY TRANSACTIONS (continued) Sifat Hubungan Pihak Berelasi (lanjutan) Sifat hubungan dengan pihak berelasi dan transaksinya adalah sebagai berikut: Nature of Related Parties Relationship (continued) The nature of relationship with related parties and transactions are as follows: Pihak Berelasi/ Related Parties Sifat Hubungan/ Nature of Relationship Transaksi/ Transaction PT Prima Sahaja Perusahaan afiliasi/ - Sewa kendaraan dinas (Catatan 27) /Operational car rental (Note 27) Affiliated company Direksi, Komisaris dan pejabat eksekutif/ Pengurus/ - Tabungan (Catatan 16)/Savings deposit (Note 16) Directors, Commissioners and Management - Deposito berjangka (Catatan 16)/Time deposit (Note 16) executive officers Transaksi-transaksi Pihak Berelasi Transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut: Transactions with Related Parties Significant transactions and balances with related parties are as follows: 31 Maret/March 31, Desember/December 31, Desember/December 31, 2010 Persentase Persentase Persentase Terhadap Jumlah Terhadap Jumlah Terhadap Jumlah Aset dan Aset dan Aset dan Liabilitas/ Liabilitas/ Liabilitas/ Percentage to Percentage to Percentage to Total Assets Total Assets Total Assets Jumlah/ and Liabilities Jumlah/ and Liabilities Jumlah/ and Liabilities Total (%) Total (%) Total (%) Liabilitas Liabilities Simpanan dari nasabah (Catatan 16) , , ,52 Deposits from customers (Note 16) Pinjaman dari pihak berelasi dan Loan from affiliates pemegang saham (Catatan 19) , , ,93 and shareholders (Note 19) Jumlah , , ,45 Total 31 Maret/ March 31, Maret/ March 31, Desember/December 31, Desember/December 31, 2010 (3 bulan/months ) (3 bulan/months ) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Persentase Persentase Persentase Persentase Terhadap Jumlah Terhadap Jumlah Terhadap Jumlah Terhadap Jumlah Penghasilan Bunga Penghasilan Bunga Penghasilan Bunga Penghasilan Bunga dan Beban Bunga/ dan Beban Bunga/ dan Beban Bunga/ dan Beban Bunga/ Percentage to Percentage to Percentage to Percentage to Total Interest Income Total Interest Income Total Interest Income Total Interest Income and and and and Jumlah/ Total Interest Expense Jumlah/ Total Interest Expense Jumlah/ Total Interest Expense Jumlah/ Total Interest Expense Total (%) Total (%) Total (%) Total (%) Beban bunga 468 0, , , ,60 Interest expense Pendapatan bunga ,17 Interest income Bank mengadakan perjanjian sewa dengan PT Restyle Concept, pihak berelasi, untuk ruang kantor KCP Adityawarman dengan jangka waktu 12 bulan dari Pebruari 2012 hingga Pebruari 2013 sebesar Rp dan kantor pusat dengan jangka waktu 12 bulan dari September 2011 hingga Agustus 2012 sebesar Rp 651. Bank mengadakan perjanjian renovasi gedung kantor dengan PT Restyle Concept, pihak berelasi, dengan total pembayaran selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp Nihil dan Rp The Bank entered into lease agreement with PT Restyle Concept, a related party, for the lease of office space for Adityawarman sub-branch for a period of 12 months from February 2012 to February 2013 for Rp 1,210 and head office for a period of 12 months from September 2011 to August 2012 for Rp 651. The Bank entered into office building renovation agreement with PT Restyle Concept, a related party, with total payment during the three months periods ended March 31, 2012 and year ended December 31, 2011 amounting to Rp Nil and Rp 3,901, respectively. 205

222 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 33. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan) 33. RELATED PARTY TRANSACTIONS (continued) Transaksi-transaksi Pihak Berelasi (lanjutan) Bank mengadakan perjanjian asuransi kesehatan karyawan dengan PT Asuransi Jiwa Recapital untuk periode pertanggungan 25 Oktober 2011 sampai dengan 25 Oktober 2012 untuk periode yang berakhir 31 Maret 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 dan 25 Agustus 2010 sampai dengan 25 Agustus 2011 untuk periode yang berakhir 31 Maret 2011 dan tahun yang berakhir 31 Desember Beban asuransi kesehatan karyawan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebesar Rp , Rp 1.584, Rp dan Rp Penempatan dana dari pihak berelasi dalam bentuk simpanan (Catatan 16) Giro Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, persentase rekening giro pihak berelasi dari jumlah rekening giro masing-masing sebesar 51,78%, 70,34% dan 91,85%. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta 31 Desember 2011 dan 2010, tingkat bunga yang diberikan masing-masing berkisar antara 0% - 2,5%, 0,5% - 1%, 0% - 2,5% dan 1% - 3,56%. Tabungan Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, persentase tabungan pihak berelasi dari jumlah tabungan masing-masing sebesar 2,79%, 0,68% dan 0,19%. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta 31 Desember 2011 dan 2010, tingkat bunga yang diberikan berkisar antara 4%, 3,5% - 4%, 4% dan 1% - 5,63%. Deposito Berjangka Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, persentase deposito berjangka pihak berelasi dari jumlah deposito berjangka masing-masing sebesar 0,43%, 0,79% dan 9,24%. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta 31 Desember 2011 dan 2010, tingkat bunga yang diberikan berkisar antara 6% - 9%, 7,10% - 9%, 6,5% - 9,5 % dan 5% - 10%. Transactions with Related Parties (continued) The Bank entered into employees health insurance agreement with PT Asuransi Jiwa Recapital for the period October 25, 2011 to October 25, 2012 for the period ended March 31, 2012 and August 25, 2010 to August 25, 2011 for the period ended March 31, Employees health insurance expense for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and years ended December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp 13,595, Rp 1,584, Rp 33,845 and Rp 2,956, respectively. Placement of funds from related parties in the form of deposits (Note 16) Demand Deposits In March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the percentage of demand deposits from related parties to the total demand deposits is 51.78%, 70.34% and 91.85%, respectively. As of March 31, 2012 and 2011 and December 31, 2011 and 2010, interest rates are in the range of 0% - 2.5%, 0.5% - 1%, 0% - 2.5% and 1% %, respectively. Saving Deposits In March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the percentage saving deposits from related parties to the total saving deposits is 2.79%, 0.68% and 0.19%, respectively. As of March 31, 2012 and 2011 and December 31, 2011 and 2010, interest rates are in the range 4%, 3,5% - 4%, 4% and 1% %, respectively. Time Deposits In March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the percentage of time deposits from related parties to the total time deposits is 0.43%, 0.79% and 9.24%, respectively. As of March 31, 2012 and 2011 and December 31, 2011 and 2010, interest rates are in the range 6% - 9%, 7.10% - 9%, 6.5% - 9.5% and 5-10%, respectively. 206

223 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 33. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan) 33. RELATED PARTY TRANSACTIONS (continued) Transaksi-transaksi Pihak Berelasi (lanjutan) Pihak berelasi yang memiliki saldo simpanan di atas Rp adalah sebagai berikut: Transactions with Related Parties (continued) Related parties with more than Rp 1,000 outstanding deposits are as follows: Giro 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Demand Deposits PT Berau Coal PT Berau Coal PT Recapital Asset Management PT Recapital Asset Management PT Berau Coal Energy Tbk PT Berau Coal Energy Tbk Deposito Berjangka Time Deposits PT Asuransi Jiwa Recapital PT Asuransi Jiwa Recapital Sandiaga Salahuddin Uno (pemegang Sandiaga Salahuddin Uno (shareholder saham PT Recapital Advisors) of PT Recapital Advisors) Komisaris Utama President Commissioner PT Recapital Asset Management PT Recapital Asset Management Elvin (Komisaris Elvin (Commissioner of PT Recapital Securities) PT Recapital Securities) PT Berau Coal PT Berau Coal PT Retower Asia PT Retower Asia Tabungan Savings Deposits Elvin (Komisaris Elvin (Commissioner of PT Recapital Securities) PT Recapital Securities) Jasa Manajemen Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, Bank membayar jasa manajemen sebesar Rp dan Rp sebagai konsultan manajemen sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas kepada PT Recapital Securities, pemegang saham. Jasa manajemen ini dicatat sebagai pengurang tambahan modal disetor di ekuitas di laporan posisi keuangan (Catatan 22). Management Fee As of December 31, 2011 and 2010 the Bank paid management fee as financial advisor amounting to Rp 1,805 and Rp 5,635 related with rights issue to PT Recapital Securities, a shareholder. This amount is recognized as a deduction in Additional Paid-in Capital in the equity in the statements of financial position (Note 22). 207

224 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES a. Bank memiliki transaksi komitmen dan kontinjensi dengan rincian sebagai berikut: a. The Bank has commitment and contingent transactions as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 KOMITMEN COMMITMENTS Tagihan komitmen Commitment receivables Surat berharga titipan kliring Securities deposits clearing Inkaso dalam pengiriman Bills of collection Jumlah Total Liabilitas Komitmen Commitment Payables Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Lainnya Others Jumlah Total Jumlah Tagihan (Liabilitas) Total Commitment Komitmen - bersih (6.014) (7.972) Receivables (Payables) net KONTINJENSI CONTINGENCIES Tagihan Kontinjensi Contingent Receivables Kredit yang hapus buku Loans written-off Penghasilan bunga dalam penyelesaian Past due interest income Jumlah Total Liabilitas Kontinjensi Contingent Payables Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Tagihan Kontinjensi - Bersih Contingent Receivables - Net Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, Bank tidak memiliki saldo transaksi komitmen dan kontinjensi dengan pihak berelasi. b. Komitmen Sewa Bank memiliki beberapa komitmen sewa operasi untuk kantor-kantor cabang dengan pihak ketiga. Jangka waktu penyewaan berkisar antara 3-5 tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Beban sewa untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp dan Rp 2.216, Rp dan Rp As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, the Bank does not have commitment and contingent transactions with related parties. b. Lease commitments The Bank has entered into various operating lease commitments for its branches premises with third parties. The terms of the rentals range from 3 to 5 years and renewable upon mutual agreement of both parties. Rental expense for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and for the years ended December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp 10,856 and Rp 2,216, Rp 25,505 and Rp 4,401, respectively. 208

225 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) c. Litigasi c. Litigation (1) Berdasarkan Putusan Perkara No. 292/Pdt.G/2001/PN.Jak.Sel tanggal 14 Mei 2003, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan memenangkan sebagian gugatan PT Super Adi Teknik Indonesia terhadap beberapa anggota bank sindikasi yang digugatnya. Gugatan tersebut sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit oleh bank sindikasi sebesar Rp dan porsi Bank adalah sebesar Rp Terkait dengan gugatan terhadap Bank, putusannya adalah pengadilan menolak permohonan debitur untuk meminta pengurangan atas pokok pinjaman dan tunggakan bunga kepada bank. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2012, perkara ini masih dalam proses dengan Mahkamah Agung. (2) Bank melakukan permohonan eksekusi jaminan PT Malfindo Primatama (debitur Ny. Ilya Malfun, Ny. R.A. Peni Surti Setiti dan Ny. Astuti Benitasari) sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit kepada debitur karena wanprestasi. Berdasarkan Surat Penetapan No. 25/PEN.EKS/APHT/ 2003/PN/TNG dan No. 26/PEN.EKS/APHT/ 2003/PN/TNG masing-masing tanggal 27 Desember 2003, serta No. 52/2004 Eks.Jo No. 50/KJ/2000 tanggal 30 Desember 2003, ditetapkan sita eksekusi atas jaminan-jaminan debitur dan dilakukan pelelangan pada tanggal 17 Pebruari Berdasarkan Berkas Perkara No. 117/PDT.G/2004/PN.JKT.BAR, pihak pemilik jaminan melakukan perlawanan terhadap permohonan lelang yang diajukan oleh Bank di PN Jakarta Barat. Majelis Hakim PN Jakarta Barat, memutuskan gugatan penggugat diterima, sehingga pihak Bank mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 61/PDT/2005/PT.DKI jo No. 117/PDT/G/2004/PN.JKT.BARAT memutuskan mengabulkan permohonan penggugat dan pihak Bank mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. (1) Based on Case Decision No. 292/Pdt.G/2001/PN.Jak.Sel dated May 14, 2003, the South Jakarta District Court decide PT Super Adi Teknik Indonesia to win some lawsuits against several members of the syndication. These lawsuits are in connection with the portion of syndicated credit facilities by the syndication bank amounted to Rp 12,000 and the portion of Bank amounted to Rp 3,000. Related to the lawsuit against Bank, the decision was to refused the request of the debtor to request a reduction of loan principal and interest to the bank. As of March 31, 2012, this litigation case is still in the process with the Supreme Court. (2) Bank requests to execute the collateral of PT Malfindo Primatama (debtor Mrs. Ilya Malfun, Mrs. RA Peni Surti Setiti and Mrs. Astuti Benitasari) due to the debtor s default facility. Based on letter No. 25/PEN.EKS/APHT/2003/PN/TNG and No. 26/PEN.EKS/APHT/2003/PN/TNG dated December 27, 2003, and No. 52/2004 Eks.Jo. No. 50/KJ/2000 dated December 30, 2003, set the execution of the collateral of the debtor and the date of auction February 17, Based on File Case No. 117/PDT.G/2004/PN.JKT.BAR, the collateral owner s take the fight against the auction request filed by the Bank in West Jakarta District Court. West Jakarta District Court s judges decide to grant the plaintiff s petition, so the Bank has submitted appeal to the High Court. Based on Decision of the Jakarta High Court No. 61/PDT/2005/PT.DKI jo No. 117/PDT/G/2004/PN.JKT.BARAT decided to grant the plaintiff's petition and the Bank appeal to the Supreme Court. 209

226 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung No K/PDT/G/2003/ PN.JKT.BAR tanggal 21 April 2006 memutuskan menolak permohonan Kasasi dari Bank. Pada tahun 2006, pemilik jaminan melakukan penebusan jaminan sebesar Rp 669 sebagai tindak lanjut proses lelang yang dilakukan oleh Bank. Pihak Bank mengajukan Peninjauan Kembali (PK) yang saat ini sedang dalam proses di Mahkamah Agung. Berdasarkan Berkas Perkara No. 161/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Brt., pemilik jaminan yaitu RA Peni Surti Setiti mengajukan gugatan karena proses pengikatan jaminan dilakukan secara melawan hukum sehingga penggugat meminta pengembalian harga penebusan jaminan seharga Rp 635. Dalam putusannya PN Negeri Jakarta Barat mengabulkan sebagian gugatan Penggugat dan memutuskan Bank untuk mengembalikan uang kepada Penggugat sebesar Rp 635. Bank mengajukan upaya banding dalam perkara No. 135/Pdt/2009/PT.DKI., jo No. 161/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Brt., yang memutuskan Bank untuk mengembalikan uang kepada penggugat sebesar Rp 635 setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Pada tanggal 14 Oktober 2008 Bank mengajukan upaya kasasi. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2012, Mahkamah Agung belum mengeluarkan keputusan mengenai kasasi yang diajukan oleh Bank. (3) Berdasarkan Perkara Perdata No. 82/PDT.G/2001/PN.BDG tanggal 20 Maret 2001, Bank mengajukan gugatan kepada Denny Muliana selaku Direktur PT Sumber Mas Karya Abadi (debitur), Sugiarto Muliana, Fanny Muliana dan Benny Muliana (selaku penjamin pinjaman) sehubungan dengan wanprestasi debitur atas kredit oleh Bank. Per tanggal 19 Maret 2001, Bank mengajukan gugatan sebesar Rp ditambah bunga sebesar 2% per bulan. Gugatan Bank tidak dapat diterima karena perbuatan melawan hukum para tergugat belum terbukti. Based on the Decision of the Supreme Court No K/PDT/G/2003/PN.JKT.BAR dated April 21, 2006 decided to reject an appeal from the Bank. In 2006, the collateral owner s made collateral redemption amounting to Rp 669 as a follow-up auction process undertaken by the Bank. The Bank filed a judicial review (PK), which is currently in the process in the Supreme Court. Based on File Case No. 161/Pdt.G/2008/ PN.Jkt.Brt, the collateral owner s, i.e. RA Peni Surti Setiti filed lawsuit since the collateral binding process made in contravention of law that the plaintiff asks the return of the collateral redemption amounting to Rp 635. Based on its decision, West Jakarta District Court approved the plaintiff s claims partially and decided Bank to return the plaintiff amounting to Rp 635. The Bank has submitted appeal based on the case No. 135/Pdt/2009/PT.DKI., jo No. 161/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Brt., which decided the Bank to return the plaintiff amounting to Rp 635 after the decision has firm legal authority. On October 14, 2008 the Bank has submitted cessation. As of March 31, 2012, the supreme count has not yet issued the decision regarding the cessation that was submitted by Bank. (3) Based on the Civil Case No. 82/PDT.G/2001/PN.BDG dated March 20, 2001, the Bank has filed a lawsuit against Denny Muliana as Director of PT Sumber Mas Karya Abadi (debtor), Sugiarto Muliana, Fanny Muliana and Benny Muliana (as a loan guarantor) due to the debtor s default facility. As of March 19, 2001, Bank s claim amounted to Rp 28,782 plus interest at 2% per month. Bank lawsuit is unacceptable because the lawsuit against the defendants have not been proven. 210

227 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Berdasarkan Putusan No. 310/PDT.G/2001/ PN.JKT.BAR tanggal 26 September 2001, gugatan Bank untuk melakukan sita jaminan berupa 5 set mesin, 2 kendaraan bermotor dan 7 bidang tanah dan bangunan disetujui oleh PN Jakarta Barat. Berdasarkan penetapan tersebut Ketua PN Jakarta Barat melalui surat No. W7.Db.Ht tanggal 2 Oktober 2001 mendelegasikan kepada PN Bandung untuk melaksanakan sita jaminan. Berdasarkan Penetapan No. 667/PDT/DEL/ 2001/PN.BDG jo No. 310/PDT.G/2001/ PN.JAK.BAR tanggal 19 Oktober 2001, PN Bandung menetapkan sita jaminan dan memerintahkan Panitera/Jurusita PN Bandung untuk melakukan sita jaminan. Berdasarkan keputusan Majelis Hakim pada Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 7 K/Pdt/2005 tanggal 12 April 2006, Mahkamah Agung menolak kasasi debitur seperti tersebut diatas. Pihak debitur mengajukan Peninjauan Kembali. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung tanggal 13 Juni 2008, Mahkamah Agung menolak Peninjauan Kembali tersebut. Berdasarkan perkara perdata No. 41/PDT.G/2002/PN/BDG tanggal 6 Agustus 2002, gugatan Bank untuk melakukan sita jaminan atas tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Budiasih, Jl. Kopo, Jl. Asia Afrika, Jl. Gang Cikapundung, Jl. Setra Duta, 5 set mesin dan 2 unit kendaraan dikuatkan oleh putusan No. 491/PDT/2003/PT.BDG tanggal 12 Nopember Gugatan Bank diterima oleh Pengadilan Tinggi dan untuk keputusan ini debitur mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung yang diterima dan diregistrasi di Mahkamah Agung dengan No. 908K/PDT/2003. Putusan Mahkamah Agung, membatalkan sita atas tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Asia Afrika, Jalan Budi Asih, Jalan Kopo dan Sentra Duta Blok B 3/6. Based on Decision No. 310/PDT.G/2001/PN. JKT.BAR September 26, 2001, Bank claim to execute confiscation of 5 sets of machines, 2 vehicles and 7 land and buildings was approved by the West Jakarta District Court. Based on the decision of the Chairman of the West Jakarta District Court by letter No. W7.Db.Ht dated October 2, 2001 delegate Bandung District Court to execute confiscation. Based on Decision No. 667/PDT/DEL/2001/ PN.BDG jo No. 310/PDT.G/2001/ PN.JAK.BAR dated October 19, 2001, Bandung District Court decided to execute confiscation and ordered the Registrar/Bailiff of Bandung District Court to execute it. Based on the decision of the judges on the Supreme Court of the Republic of Indonesia No. 7 K/Pdt/2005 dated April 12, 2006, the Supreme Court rejected an appeal of the debtor as above. The debtor filed for Judicial Review (PK). Based on the Supreme Court s decision dated June 13, 2008, the Supreme Court refused the Judicial Review. Based on the civil case No. 41/PDT.G/2002/PN/BDG dated August 6, 2002, the Bank s lawsuit to execute confiscation of land and buildings located on Jl. Budiasih, Jl. Kopo, Jl. Asia Afrika, Jl.Gang Cikapundung, Jl. Setra Duta, 5 sets of machinery and 2 units of vehicles, reinforced by the decision No. 491/PDT/2003/PT.BDG dated November 12, The Bank s claim approved by the High Court and the debtor filed an appeal against this decision to the Supreme Court, which has been received and registered in the Supreme Court with No. 908K/PDT/2003. The Supreme Court s decision cancelled the confiscation of the lands and buildings in Jalan Asia Afrika, Jalan Budi Asih, Jalan Kopo and Sentra Duta Block B 3/6. 211

228 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Berdasarkan putusan PN Bale Bandung No. 112/PDT.G/2004/PN.BB, Bank sebagai pihak tergugat didakwa melakukan tindakantindakan untuk mengeksekusi aset para penggugat (Denny Muliana dkk) berupa tanah berikut bangunan yang telah menimbulkan kerugian bagi para penggugat secara moril. PN memutuskan mengabulkan sebagian gugatan tersebut. Putusan Pengadilan Tinggi Bandung No. 12/PDT/2006/PT.BDG tanggal 20 Desember 2006, menguatkan putusan PN Bale Bandung. Permohonan kasasi dari Bank ditolak Mahkamah Agung. Perkara telah memiliki kekuatan hukum tetap. Berdasarkan putusan Perkara No. 272/PDT.G/2004/PN.BDG, Bank mengajukan gugatan kepada Denny Muliana dkk telah melakukan perbuatan melawan hukum sehubungan dengan pemberian fasilitas Kredit KMK, KI dan Kredit akseptasi. Putusan Pengadilan No. 272/PDT.G/2004/PN.BDG, menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima. Putusan Pengadilan Tinggi Bandung No. 272/PDT/2005/PT.BDG tanggal 26 September 2006 menguatkan Putusan PN Bandung. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2012, perkara ini masih dalam proses dengan Mahkamah Agung. (4) Berdasarkan perkara perdata No. 111/Pdt.G/2004/PN.Bale Bandung tanggal 19 Oktober 2004, pemilik jaminan yang dimohonkan sita dan eksekusi jaminan oleh Bank dalam penyelesaian kewajiban debitur atas nama Denny Muliana mengajukan keberatan dan gugatan serta permohonan ganti kerugian sebesar Rp 500 kepada Bank. PN Bale Bandung mengabulkan sebagian gugatan penggugat dan menghukum Bank untuk membayar kepada para penggugat sebesar Rp 500. Bank mengajukan upaya banding dalam perkara No. 392/Pdt/2005/PT.Bandung tanggal 30 Agustus 2004 yang menguatkan putusan PN Bale Bandung No. 111/Pdt.G/2004/PN.BB. Upaya Bank dalam Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung dalam perkara No. 506/PK/Pdt/2007 tanggal 26 Pebruari 2008 ditolak oleh MA sehingga eksekusi untuk membayar ganti kerugian kepada penggugat telah dilaksanakan oleh PN Bale Bandung namun Bank selaku termohon eksekusi mengajukan penundaan dan oleh karena itu Kantor Cabang Astana Anyar diletakkan sita jaminan. Based on the decision of Bale Bandung District Court No. 112/PDT.G/2004/PN.BB, the Bank as the defendant accused of committing actions to execute the plaintiff s assets (Denny Muliana et al) in the form of land and buildings which had cause moral damage of the Plaintiffs. District court decided to approve the plaintiff s claims partially. Bandung High Court's Decision No. 12/PDT/2006/PT.BDG dated December 20, 2006, reinforced the Bale Bandung District Court s decision. The Bank s cassation memorandum was rejected by the Supreme Court. This case has firm legal authority. Based on the Case decision No. 272/PDT.G/2004/PN.BDG, Bank filled a lawsuit against Denny Muliana et al for committed unlawful acts in relation to the granting of the working capital loans, investment loans and acceptance loans. Bandung District Court s Decision No. 272/PDT.G/2004/PN.BDG stated that plaintiff s claim cannot be accepted. Bandung High Court's Decision No. 272/PDT/2005/ PT.BDG dated September 26, 2006 reinforced the Bandung District Court s decision. As of March 31, 2012, this litigation case is still in the process with the Supreme Court. (4) Based on the Civil Case No. 111/Pdt.G/2004/PN.Bale Bandung dated October 19, 2004, the owner of collateral which being applied for confiscated and collateral execution by the Bank in settlement of debtor s liabilities on behalf of Denny Muliana filed an objection and lawsuit and request for compensation amounting to Rp 500 to the Bank. Bale Bandung District Court approved the plaintiffs claims partially and decided the Bank to pay to the plaintiff amounting to Rp 500. Bank has submitted appeal based on the case No. 392/Pdt/2005/PT.Bandung dated August 30, 2004 which reinforced the decision of Bale Bandung District Court No. 111/Pdt.G/2004/PN.BB. Bank efforts in judicial review in the Supreme Court based on case No. 506/PK/Pdt/2007 dated February 26, 2008 was rejected by the Supreme Court so that the execution to make restitution to the plaintiff has been done by the Bale Bandung District Court but the Bank as the defendant filed a delay of execution and therefore Anyar Astana Branch Office has been executed confiscation. 212

229 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) Pada 31 Maret 2012, gedung masih disita dan sampai saat ini belum dilaksanakan eksekusi oleh Pengadilan. Bank terus mengajukan penundaan ke pengadilan agar tidak dilakukan eksekusi. (5) Berdasarkan putusan Perkara No. 410/PDT.G/2006/PN.TNG tanggal 27 Juni 2007, Bank digugat oleh H. Nur ain sehubungan dengan jaminan fasilitas yang macet, dimana Bank sebagai pemegang hak tanggungan atas jaminan tersebut. Pengadilan Negeri memutuskan gugatan tidak dapat diterima. Putusan Pengadilan Tinggi No. 68/PDT/2007/PT.Banten tanggal 22 Nopember 2007, menguatkan Putusan Pengadilan Negeri. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2012, perkara ini masih dalam proses dengan Mahkamah Agung. (6) Berdasarkan putusan PN Kendari No. 27/PDT.G/2008 tanggal 3 Maret 2009, Bank menggugat Berlin Mukin dkk atas perbuatan melawan hukum sehubungan dengan dialihkannya aset-aset jaminan penyelesaian liabilitas yang timbul dari perjanjian kredit. Pengadilan Negeri memutuskan mengabulkan sebagian gugatan. Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara No. 39/PDT/G/2009/ PN.Kendari tanggal 14 Agustus 2009 menguatkan putusan PN Kendari sebelumnya. Sampai dengan tanggal laporan, Mahkamah Agung belum mengeluarkan keputusan mengenai kasasi yang diajukan oleh pemohon kasasi. (7) Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri No. 85/PDT.G/2007/PN.PTK tanggal 5 Juni 2008, Bank digugat oleh Eddy Martodho (CV Ponti Indo Perkasa) mengenai perbuatan melawan hukum yaitu tindakan tergugat yang meminta Penggugat menandatangani beberapa akta notaris dalam keadaan terpaksa. Total gugatan adalah sebesar Rp Pengadilan Negeri memutuskan menolak keseluruhan gugatan. Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat No. 54/PDT/2008/PT.PTK tanggal 18 Mei 2009 menyatakan mengabulkan sebagian gugatan penggugat. Per tanggal 31 Maret 2012, Mahkamah Agung belum mengeluarkan keputusan mengenai kasasi yang diajukan oleh pemohon kasasi. On March 31, 2012, the building was confiscated and so far have not carried out executions by the Court. Bank continues to apply to the court to delay execution is not performed. (5) Based on the Case decision No. 410/PDT.G/2006/PN.TNG dated June 27, 2007, the Bank was sued by H. Nur ain in accordance with the collateral of the NPL, where the Bank as holder of the rights of the collateral. District Court decided the lawsuit is not acceptable. High Court s Decision No. 68/PDT/2007/PT.Banten dated November 22, 2007, reinforced the District Court s decision. As of March 31, 2012, this litigation case is still in the process with the Supreme Court. (6) Based on the Kendari District Court s decision No. 27/PDT.G/2008 dated March 3, 2009, Banks sue Berlin Mukin et al in unlawful acts in connection with the transfer of the assets of insurance settlement obligations arising from the credit agreement. District Court decided to approvex the claims partially. South East Sulawesi High Court s decision No. 39/PDT/G/2009/PN.Kendari dated August 14, 2009 reinforced the Kendari District Court s decision. As of March 31, 2012, the Supreme Court has not yet issued the decision regarding the cessation that was submitted by the cessation applicant. (7) Based on District Court s Decision No. 85/PDT.G/2007/PN.PTK dated June 5, 2008, the Bank was sued by Eddy Martodho (CV Ponti Indo Perkasa) regarding the unlawful acts done by defendant who asked Plaintiff to sign some deeds. Total claims amounted to Rp 11,000. The District Court decided to reject all of the plaintiff s claims. Based on West Kalimantan High Court s decision No. 54/PDT/2008/PT.PTK dated May 18, 2009 granted the plaintiff's claim for the most part. As of March 31, 2012, the Supreme Court has not yet issued the decision regarding the cessation that was submitted by the cessation applicant. 213

230 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) (8) Berdasarkan Perkara Perdata No. 52/PDT/G/2011/PN.Bdg tanggal 31 Januari 2011, mengenai gugatan HR Bagus Kurmana Thahir (sebagai pemilik asal barang jaminan) bahwa Debitur telah melakukan perbuatan ingkar janji atau wanprestasi kepada Penggugat dalam melaksanakan Akta Perjanjian No. 26 tanggal 19 April Berdasarkan surat panggilan sidang No. 52/PDT/G/2011/PN.Bdg, Bank dipanggil untuk menghadap dipersidangan Pengadilan Negeri KL. 1A Bandung pada tanggal 12 Mei Saat ini perkara telah selesai berdasarkan Perjanjian Perdamaian tanggal 12 Oktober (9) Berdasarkan Perkara Perdata No. 248/2011/PN.JKT.PST tanggal 8 Juni 2011, mengenai gugatan Drs. Handoyo, MM bahwa Bank telah melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan penggugat karena Bank melakukan pengalihan kredit bermasalah dan menjadikan harta Drs. Handoyo, MM sebagai jaminan penyelesaian kredit. Pengadilan Negeri memutuskan gugatan tidak dapat diterima. Pada tanggal 31 Maret 2012, Bank menunggu upaya hukum banding oleh penggugat. (10) Berdasarkan Perkara Perdata No. 653/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tanggal 8 Desember 2011, PT Jedds Constructs mengajukan gugatan terhadap Bank (Tergugat I) dan Hartono Tjandra (Tergugat II) karena atas fasilitas kreditnya yang telah disetujui Bank sebesar Rp hanya dipergunakan oleh Penggugat sebesar Rp sedangkan sisanya sebesar Rp dipergunakan oleh Tergugat. Per 31 Maret 2012, perkara dalam pemeriksaan tingkat pertama di PN Jakarta Selatan. (11) Berdasarkan Perkara Perdata No. 593/Pdt.G/2011/PN.Mdn tanggal 28 November 2011, penggugat adalah pemilik barang jaminan yang menyatakan bahwa barang jaminan atas fasilitas kredit Ariadi (debitur) adalah milik penggugat. Beralihnya kepemilikan jaminan dari penggugat kepada debitur adalah atas dasar jual beli fiktif. Per 31 Maret 2012, perkara dalam pemeriksaan tingkat pertama di PN Medan. (8) Based on the Civil Case No. 52/PDT/G/2011/PN.Bdg dated January 31, 2011, regarding the lawsuit against HR Bagus Kurmana Thahir (as the owner of collateral), the Bank has broken a promise or breach of contract action to the defendant in executing the Deed of Agreement No. 26 dated April 19, Based on Civil Case No. 52/PDT/G/2011/ PN.Bdg, the Bank was summoned to appear before the District Court in KL. 1A Bandung on May 12, The case has been closed through agreement dated October 12, (9) Based on the Civil Case No. 248/2011/PN.JKT.PST dated June 8, 2011, regarding the lawsuit against Drs. Handoyo, MM, the Bank has committed acts against the law and harm the plaintiff because the Bank made non-performing loans and transfer of property of Drs. Handoyo, MM, as a settlement as collateral of loan. District Court decided the lawsuit is not acceptable. As of March 31, 2012, the Bank is waiting for the appeal submitted by the plaintiff. (10) Based on the Civil Case No. 653/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel dated December 8, 2011, PT Jedds Constructs submitted the lawsuit against the Bank (Defendant I) and Hartono Tjandra (Defendant II) regarding its approved loan facility amouting to Rp 19,120 which only utilized by the plaintiff amounting to Rp 7,925 while the rest amounting to Rp 13,115 was utilized by the defendants. As of March 31, 2012, the case is in first investigation in the South Jakarta District Court. (11) Based on the Civil Case No. 593/Pdt.G/2011/PN.Mdn dated November 28, 2011, plaintiff is the owner of a collateral who stated that the collateral for credit facilities of Ariadi (debtor) is owned by the plaintiff. Transfer of ownership of collateral to the debtor from the the plaintiff is based on fictitious selling. As of March 31, 2012, the case is in first investigation in the Medan District Court. 214

231 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 34. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan) 34. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) (12) Berdasarkan Perkara Perdata No. 38/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Sel tanggal 25 Januari 2012, Sunarno Irawan Kristiono (debitur) mengajukan gugatan karena merasa bahwa fasilitas kreditnya di PT Patra Multifinance yang dialihkan hak tagihnya ke Bank telah lunas, namun namanya masih tercantum dalam daftar hitam Bank Indonesia sehingga debitur merasa sangat dirugikan. Sampai dengan, 31 Maret 2012, perkara dalam pemeriksaan tingkat pertama di PN Jakarta Selatan. (13) Berdasarkan Perkara Perdata No. 135/Pdt.G/2012 tanggal 5 Maret 2012, Balakrishnan Vijay Raj (debitur) menyatakan bahwa Bank telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan intimidasi dalam proses penagihan kredit. Per 31 Maret 2012, perkara dalam pemeriksaan tingkat pertama di PN Medan. (14) Berdasarkan Perkara Perdata No. 131/Pdt.G/2012/PN.Bdg tanggal 12 Maret David Manariur Nababan (debitur) menyatakan bahwa atas fasilitas kredit yang telah disetujui oleh Bank sebesar Rp 750 tidak seluruhnya dipergunakan oleh penggugat karena sebesar Rp 532 dipergunakan oleh Hartono Tjandra (Tergugat II) yang diketahui oleh Bank (Tergugat I). Per 31 Maret 2012, perkara dalam pemeriksaan tingkat pertama di PN Bandung. (12) Based on the Civil Case No. 38/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Sel dated January 25, 2012, Sunarno Irawan Kristiono (debtor) filed a lawsuit regarding his loan facilities at PT Patra Multifinance which collection right has been transferred to the Bank has paid off, but his name is still listed in the blacklist of Bank Indonesia, so the debtor feel very aggrieved. As of March 31, 2012, the case is in first investigation in the South Jakarta District Court. (13) Based on the Civil Case No. 135/Pdt.G/2012 dated March 5, 2012, Balakrishnan Vijay Raj (debtor) filed a lawsuit stating that the Bank has committed acts against the law by performing loan collection with intimidation. As of March 31, 2012, the case is in first investigation in the Medan District Court. (14) Based on the Civil Case No. 131/Pdt.G/2012/PN.Bdg dated March 12, 2012, David Manariur Nababan (debtor) stated that his approved loan facility amouting to Rp 750 wasn t fully utilized by him that amounting to Rp 532 was utilized by Hartono Tjandra (Defendant II) and known by the Bank (Defendant I). As of March 31, 2012, the case is in first investigation in the Bandung District Court. 215

232 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 35. INFORMASI SEGMEN 35. SEGMENT INFORMATION Kegiatan Bank sepenuhnya adalah bank konvensional sehingga informasi segmen Bank tidak dikelompokkan per segmen usaha hanya dikelompokkan berdasarkan segmen geografis. Bank activities are entirely conventional bank so that bank segment information is not classified as business segments and is only classified by geographical segment. Berikut ini adalah informasi segmen geografis: The following is a geographical segment information: 31 Maret/March 31, 2012 DKI Luar DKI Jakarta/ Jakarta/Jakarta outside Jakarta Jumlah/Total PENDAPATAN REVENUE Pendapatan bunga Interest income Pendapatan lainnya Other income HASIL INCOME Laba (rugi) bersih (59.149) Net income (loss) INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION ASET ASSETS Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek - bersih Securities - net Kredit - bersih Loans - net Aset tetap - bersih Fixed asset - net Aset lainnya Other assets Jumlah Aset Total Asset LIABILITAS LIABILITIES Simpanan nasabah dan dari bank lain Deposit from customer and from other banks Liabilitas lainnya Other liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities Pengeluaran modal Capital expenditure Penyusutan Depreciation 31 Maret/March 31, 2011 DKI Luar DKI Jakarta/ Jakarta/Jakarta outside Jakarta Jumlah/Total PENDAPATAN REVENUE Pendapatan bunga Interest income Pendapatan lainnya Other income Jumlah Total HASIL INCOME Laba (rugi) bersih (18.324) (16.364) Net income (loss) INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION ASET ASSET Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - Placements with Bank Indonesia bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Aset tetap - bersih Fixed asset - net Aset lainnya Other assets Jumlah Aset Total Asset LIABILITAS LIABILITIES Simpanan nasabah dan Deposit from customer and from dari bank lain other banks Liabilitas lainnya Other liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities Pengeluaran modal Capital expenditure Penyusutan Depreciation 216

233 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 35. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 35. SEGMENT INFORMATION (continued) 31 Desember/December 31, 2011 DKI Luar DKI Jakarta/ Jakarta/Jakarta outside Jakarta Jumlah/Total PENDAPATAN REVENUE Pendapatan bunga Interest income Pendapatan lainnya Other income HASIL INCOME Rugi bersih (47.565) (99.688) ( ) Net loss INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION ASET ASSETS Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek - bersih Securities - net Kredit - bersih Loans - net Aset tetap - bersih Fixed asset - net Aset lainnya Other assets Jumlah Aset Total Asset LIABILITAS LIABILITIES Simpanan nasabah dan dari bank lain Deposit from customer and from other banks Liabilitas lainnya Other liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities Pengeluaran modal Capital expenditure Penyusutan Depreciation 31 Desember/December 31, 2010 DKI Luar DKI Jakarta/ Jakarta/Jakarta outside Jakarta Jumlah/Total PENDAPATAN REVENUE Pendapatan bunga Interest income Pendapatan lainnya Other income HASIL INCOME Rugi bersih (55.054) (33.592) (88.646) Net loss INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION ASET ASSETS Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek - bersih Securities - net Kredit - bersih Loans - net Aset tetap - bersih Fixed asset - net Aset lainnya Other assets Jumlah Aset Total Asset LIABILITAS LIABILITIES Simpanan nasabah dan dari bank lain Deposit from customer and from other banks Liabilitas lainnya Other liabilities Jumlah Liabilitas Total Liabilities Pengeluaran modal Capital expenditure Penyusutan Depreciation 217

234 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 36. ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN Tabel dibawah ini adalah nilai tercatat dan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010: 36. FINANCIAL ASSETS AND FINANCIAL LIABILITIES The table below sets out the carrying values and fair values of financial assets and liabilities in statements of financial position as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010: Aset Keuangan 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/ Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/ Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/ Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Carrying Value Fair Value Financial Assets Pinjaman yang Diberikan dan Piutang: Loans and Receivables: Kas Cash Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and dan bank lain - bersih other banks - net Surat berharga yang dibeli dengan Marketable securities purchased janji dijual kembali with agreement to resell Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Tersedia untuk Dijual: Available-for-sale: Efek-efek Securities Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Liabilitas segera Liabilities due immediately Simpanan dari nasabah Deposit from customers Simpanan dari bank lain Deposit from other banks Liabilitas lain-lain Other liabilities Jumlah Total Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dengan dasar sebagai berikut: Aset Keuangan Nilai wajar atas aset keuangan jangka pendek (umumnya kurang dari satu tahun) seperti giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, dan aset lainnya adalah sebesar nilai tercatat karena telah mendekati estimasi nilai wajarnya. Nilai wajar atas efek-efek ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar terakhir yang dipublikasikan pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan Estimasi nilai wajar kredit yang diberikan (umumnya kredit dengan bunga mengambang) merupakan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang diharapkan akan diterima yang didiskontokan pada suku bunga pasar. Kredit yang diberikan disajikan bersih setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. The fair values of the above financial assets and liabilities are determined based on the following: Financial Assets The fair values of financial assets that are short-term in nature (generally less than 1 year) such as current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks, placements with Bank Indonesia and other banks and other assets represent their carrying amounts as these approximates their fair values. The fair values of securities are determined based on the latest published quoted price as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and The estimated fair value of loans (normally floating interest bearing loans) represents the present value of estimated future cash flows which expected to be received at discounted current market rate. Loans are presented net of allowance for impairment losses. 218

235 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 36. ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) Liabilitas Keuangan Nilai wajar liabilitas keuangan jangka pendek (biasanya kurang dari satu tahun) seperti simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank lain dan liabilitas lainnya adalah sebesar nilai tercatat karena telah mendekati estimasi nilai wajarnya. Estimasi nilai wajar simpanan tanpa jatuh tempo adalah sebesar jumlah terutang ketika utang tersebut harus segera dibayar pada saat ditagih. Pengukuran nilai wajar yang diakui pada laporan posisi keuangan 36. FINANCIAL ASSETS AND FINANCIAL LIABILITIES (continued) Financial Liabilities The fair values of financial liabilities that are shortterm in nature (generally less than 1 year) such as deposits from customers and deposits from other banks, and other liabilities represent their carrying amounts as these approximates their fair values. The estimated fair value of deposits with no stated maturity is the amount payable on demand. Fair value measurements recognized in the statements of financial position Tingkat pertama pengukuran nilai wajar berasal dari kuotasi harga (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset dan liabilitas yang identik. Tingkat kedua pengukuran nilai wajar berasal dari masukan lain selain dari kuotasi harga pasar yang sudah termasuk dalam tingkat pertama yang dapat diamati untuk aset maupun kewajiban, baik secara langsung (contohnya harga) atau tidak langsung (contohnya yang berasal dari harga). Tingkat ketiga pengukuran nilai wajar yang berasal dari teknik penilaian yang meliputi input untuk aset atau liabilitas jika tidak berdasarkan data pasar yang dapat diamati (masukan yang tidak dapat diamati). Level 1 fair value measurements are those derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities. Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (i.e. as prices) or indirectly (i.e. derived from prices). Level 3 fair value measurements are those derived from valuation techniques that include inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs). Bank memiliki aset keuangan AFS yaitu efek-efek. Nilai wajar instrumen keuangan ini pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 hanya ada di tingkat pertama masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp The Bank has securities as financial asset at AFS. The fair value of this financial instrument as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 only in the level 1 of Rp 711,346, Rp 499,360 and Rp 244,996, respectively. 37. MANAJEMEN RISIKO 37. RISK MANAGEMENT Bank, sebagai penyedia jasa keuangan, menghadapi risiko dalam kegiatan operasionalnya seperti risiko kredit, risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko kepatuhan serta risiko reputasi dan risiko strategis. Dalam mengelola risiko-risiko tersebut, Bank telah menyempurnakan Kebijakan Manajemen Risiko, Profil Risiko dan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank yang mengacu pada: Peraturan Bank Indonesia No.11/25/PBI/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. The Bank, being in a financial service industry, is facing various inherent risks in its day-to-day business activities such as credit risk, interest rate risk, liquidity risk, operational risk, compliance risk, reputation risk and strategic risk. In managing those risks, Bank has improved the Risk Management Policy, Risk Profile and Bank Rating Assessment which refers to: Bank Indonesia regulation No. 11/25/PBI/2009 regarding Amendment to Bank Indonesia Regulation No. 5/8/PBI/2003 regarding Application of Risk Management for Commercial Banks. 219

236 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Bank sudah menyusun Laporan Profil Risiko dan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank sesuai ketentuan Bank Indonesia tersebut sejak periode Desember Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab penuh atas manajemen risiko Bank. Penerapan manajemen risiko dilakukan melalui pembentukan struktur organisasi, kebijakan dan prosedur, serta beberapa komite khusus seperti Komite Manajemen Risiko, Komite Pemantau Risiko, Komite Audit, Komite Aset-Liabilitas, Komite Kredit, serta Komite Teknologi Informasi. Komite-komite tersebut bertugas mengarahkan Bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memantau dan meminimalkan risiko-risiko. Internal Audit juga bertanggung jawab atas penilaian independen atas manajemen risiko dan kepatuhan atas kebijakan. Bank Indonesia Circular Letter No. 13/23/DPNP dated October 25, 2011 regarding Amendment to Bank Indonesia Circular Letter No. 5/21/DPNP regarding Application of Risk Management for Commercial Banks. Bank Indonesia regulation No. 13/1/PBI/2011 regarding Commercial Banks Rating Assessment. Bank Indonesia Circular Letter No. 13/24/DPNP dated October 25, 2011 regarding Commercial Banks Rating Assessment. The Bank has prepared Risk Profile Report and Bank Rating Assessment based on BI regulation since December The members of the Boards of Commissioners and Directors are overall responsible for the risk management of the Bank. Risk management implementation is carried out through establishment of organizational structure, policies and procedures, and various committees such as Risk Management Committee, Risk Monitoring Committee, Audit Committee, Asset-Liability Committee, Credit Committee, and Information Technology Committee. These committees provide guidance to the Bank to identify, measure, monitor and mitigate risks. The Internal Audit also responsible for the independent evaluation on risk management and compliance of policies. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan debitur Bank untuk membayar pokok dan bunga pinjaman. Bank memonitor risiko kredit untuk meyakinkan bahwa kemungkinan kerugian yang terjadi akibat gagal bayar debitur Bank serta pemenuhan kontrak perjanjian dapat diminimalkan, baik untuk debitur individu maupun kelompok. Pengelolaan eksposur risiko kredit adalah sebagai berikut: a. Standarisasi struktur kredit untuk menjamin penerapan kebijakan dan pemberian kredit yang hati-hati (prudent). Standar kebijakan dan prosedur pemberian kredit disusun berdasarkan pengalaman manajemen dalam pemberian kredit yang didasarkan pada suatu kerangka acuan khusus pemberian kredit dan disetujui serta diketahui oleh pejabat Bank yang berwenang. Mulai tahun 2011, proses persetujuan kredit ditambahkan dengan metode presentasi proposal kredit oleh Account Officer di hadapan Komite Kredit Cabang. Credit Risk Credit risk is the risk that occurs due to the failure of debtors to pay principal and interest on loans. The Bank monitors credit risk to ensure that the potential loss from default on the loans and fulfillment of contractual agreements is minimized, at both on individual debtor and group of debtor. Exposures to credit risk is managed through: a. A formalized credit structure to ensure prudent lending policies and practices are adopted. Formal lending procedures and policies are made based on the experience of lending, who operates within a defined framework specially for lending and are approved and noted at the appropriate level of responsibility within the Bank. Since 2011, lending approval process is added by the method of credit proposals presentation by Account Officer in the presence of Branch Credit Committee. 220

237 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Kredit (lanjutan) b. Analisa berkala atas kemampuan debitur untuk membayar pokok dan bunga pinjaman. c. Pemantauan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) sesuai peraturan Bank Indonesia. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010, kredit kepada pihak berelasi dan pihak ketiga masih dalam BMPK yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. d. Sejalan dengan misi Bank, maka sejak tahun 2011, Bank fokus pada pembiayaan usaha mikro dan usaha kecil dengan maksimum plafond Rp 200 juta. e. Bank melengkapi sistem pemantauan kinerja cabang dan kualitas portofolio kredit secara nasional dan harian. f. Permintaan jaminan atas kredit kepada debitur, berdasarkan kriteria yang ditetapkan Bank. g. Pengakuan cadangan kerugian penurunan nilai untuk tujuan pelaporan keuangan hanya dibentuk atas kerugian yang terjadi pada tanggal laporan keuangan berdasarkan bukti obyektif atas penurunan nilai. Cadangan kerugian penurunan nilai yang tidak didukung dengan bukti obyektif mengenai adanya penurunan nilai dibentuk secara kolektif berdasarkan peraturan Bank Indonesia. h. Eksposur maksimum risiko kredit tanpa memperhitungkan agunan ataupun pendukung kredit lainnya yang tercatat dalam laporan posisi keuangan maupun rekening administratif pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 sebagai berikut: Credit Risk (continued) 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 b. Regular analysis of the ability of debtors to meet interest and principal repayment obligations. c. Monitor Legal Lending Limits (LLL) as required by Bank Indonesia. As of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010, the credit granted to related parties and third parties are still within the LLL required by Bank Indonesia. d. In line with the Bank s mission, since 2011, the Bank focuses on financing micro and small enterprises with maximum plafond by Rp 200 million. e. Bank controls the branches performance and loan portfolio quality nationally and daily. f. Collateral requirement as an assurance from debtors are based on the Bank s criteria. g. Allowance for impairment losses are recognized for financial reporting purposes only for losses that have been incurred at the date of the statements of financial position based on objective evidence of impairment. For those assets that have no objective evidence, these are assessed using collective assessment in accordance with Bank Indonesia rules. h. The maximum exposure to credit risk before collateral or other credit enhancements relating to on-balance items and off-statement of financial position items as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 are as follows: Laporan posisi keuangan On-financial Position Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia and dan bank lain - bersih other banks - net Efek-efek Securities Surat berharga yang dibeli Marketable securities purchased dengan janji dijual kembali with agreement to resell Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening administratif Off-financial position Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan Unused loan facilities Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Jumlah Total 221

238 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Kredit (lanjutan) Manajemen berkeyakinan bahwa Bank memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mempertahankan eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimal. Untuk aset laporan posisi keuangan, eksposur risiko kredit maksimal adalah berdasarkan nilai tercatat dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 dengan memperhitungkan agunan. Manajemen berkeyakinan bahwa Bank memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mempertahankan eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimal. Konsentrasi risiko aset keuangan yang memiliki eksposur risiko kredit. Credit Risk (continued) Management believes that it has the ability to continue to control and sustain minimal exposure of credit risk. For on-statement of financial position items, the maximum credit risk exposures are based on the net carrying amounts reflected in the statements of financial position as of March 31, 2012, December 31, 2011 and 2010 considering the related collateral. Management believes that it has the ability to continue to control and sustain minimal exposure of credit risk. Concentration of risks of financial assets with credit risk exposure. a. Sektor geografis a. Geographical sectors Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010, eksposur risiko kredit atas aset laporan posisi keuangan dan rekening administratif adalah sebagai berikut: The table below shows the credit risk exposure relating to on-statement of financial position and off-statement of financial position items as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010: 31 Maret/March 31, 2012 Jakarta Medan Bandung Semarang Palembang Lainnya/Others Jumlah/Total Laporan posisi keuangan On-financial position Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening adminstrasi Off-financial position Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Jumlah Total 31 Desember/December 31, 2011 Jakarta Medan Bandung Semarang Palembang Lainnya/Others Jumlah/Total Laporan posisi keuangan On-financial position Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Surat berharga yang dibeli Marketable securities purchased dengan janji dijual kembali with agreement to resell Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening adminstrasi Off-financial position Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Jumlah Total 222

239 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Kredit (lanjutan) Credit Risk (continued) a. Sektor geografis (lanjutan) a. Geographical sectors (continued) 31 Desember/December 31, 2010 Jakarta Medan Bandung Semarang Palembang Lainnya/Others Jumlah/Total Laporan posisi keuangan On-balance sheet Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening adminstrasi Off-balance sheet Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Jumlah Total b. Sektor industri b. Industry sectors Eksposur risiko kredit atas aset laporan posisi keuangan dan rekening administratif adalah sebagai berikut: Credit risk exposure relating to on-statement of financial position and off-statement of financial position items are as follows: 31 Maret/March 31, 2012 Lembaga Keuangan/ Jasa Pemerintah/ Financial Industri/ Dunia Usaha/ Pertanian/ Lainnya/ Jumlah/ Government Institution Manufacturing Services Agriculture Others Total Laporan posisi keuangan On-financial position Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening Administratif Off-financial position Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Jumlah Total 31 Desember/December 31, 2011 Lembaga Keuangan/ Jasa Pemerintah/ Financial Industri/ Dunia Usaha/ Pertanian/ Lainnya/ Jumlah/ Government Institution Manufacturing Services Agriculture Others Total Laporan posisi keuangan On-financial position Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Surat berharga yang dibeli dengan Marketable securities janji dijual kembali purchased with agreement to resell Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening Administratif Off-financial position Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Jumlah Total 223

240 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Kredit (lanjutan) Credit Risk (continued) b. Sektor industri (lanjutan) b. Industry sectors (continued) 31 Desember/December 31, 2010 Lembaga Keuangan/ Jasa Pemerintah/ Financial Industri/ Dunia Usaha/ Pertanian/ Lainnya/ Jumlah/ Government Institution Manufacturing Services Agriculture Others Total Laporan posisi keuangan On-financial position Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Rekening administratif Off-financial position Komitmen kredit yang belum ditarik Unused customer loan facilities Bank garansi yang diberikan Bank guarantees issued Jumlah Total c. Konsentrasi kredit menurut sektor ekonomi dan jenis konsumen diungkapkan pada Catatan 9. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga merupakan bagian risiko pasar bagi Bank. Risiko suku bunga timbul dari semua layanan perbankan bagi nasabah dalam bentuk simpanan atau dana pihak ketiga (deposito berjangka, giro dan tabungan), kredit, surat berharga, penempatan antar bank dan rekening administratif. Manajemen Bank bertanggung jawab atas penerapan dan pengawasan kebijakan manajemen risiko suku bunga sesuai dengan batasan, sistem dan prosedur yang telah dibuat untuk menghadapi risiko suku bunga ini. Tujuan utama manajemen risiko suku bunga adalah untuk membatasi dampak buruk dan pergerakan suku bunga terhadap laba dan untuk meningkatkan pendapatan di dalam batasan tertentu. Sebagian besar suku bunga atas simpanan nasabah adalah suku bunga mengambang yang langsung berhubungan dengan suku bunga pasar atau suku bunga yang diumumkan secara periodik, sementara kredit adalah suku bunga tetap. c. Loan concentrations per economic sector and per type of customer are disclosed in Note 9. Interest Rate Risk Interest rate risk is a part of market risk. The interest rate risk arises from a variety of banking services such as customers deposits (time deposits, demand deposits, and savings deposits), loans, securities, inter-bank placement and off statement of financial position accounts. The Bank s management is responsible for implementing and monitoring the interest risk management policies in accordance with defined limits, system procedures and policy to manage the risk of interest rate. The main objectives of which are to limit the adverse effect of interest rate movements to profits and to enhance earnings within defined parameters. A substantial portion of deposits from customers are entered at floating interest rates, either directly linked to market rates or based upon published rates, while loans are entered at fix interest rates. 224

241 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Suku Bunga (lanjutan) Untuk memperkecil dampak perubahan risiko suku bunga terhadap pendapatan Bank, Bank tetap menjaga rasio RSA (rate sensitivity asset) terhadap RSL (rate sensitivity liabilities) agar tidak terlalu jauh dari 100%. Pada posisi 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 rasio RSA/RSL masingmasing sebesar 98,66%, 98,60% dan 98,93%. Dengan rasio yang tidak jauh dari 100% tersebut apabila terjadi perubahan suku bunga secara paralel pada aset dan liabilitas, Bank tidak terekspos risiko suku bunga yang besar. Bank juga senantiasa memantau repricing profile setiap pengelompokan waktu (time bucket) untuk mengetahui dampak perubahan suku bunga terhadap Net Interest Income (NII) Bank secara lebih akurat. Tabel di bawah ini menunjukkan repricing profile aset dan liabilitas Bank yang sensitif terhadap suku bunga dan diurutkan berdasarkan rentang waktu suku bunga tersebut akan di-repricing (untuk floating rate) atau tanggal jatuh temponya (untuk fixed rate), pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010: Interest Rate Risk (continued) To minimize the impacts of interest rate exchange risk, the Bank made efforts to reduce the gap between assets and liabilities that were sensitive to such risk. In March 31, 2012, December 2011 and 2010 the gap was 98.66%, 98.60% and 98.93%, respectively. With that small gap between the assets and liabilities, the Bank would not be significantly exposed when interest rate changes were applied in parallel to both the assets and liabilities. The Bank also monitored the repricing profile over time to identify the impacts of the risk on its Net Interest Income (NII). The table below showed the repricing profile of the assets and liabilities that were sensitive to interest rate exchange arranged by its periodic repricing for floating rates and by its tenor for fixed rates, as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010: Aset Keuangan Sampai dengan 1 bulan/ 1-3 bulan/ 3-12 bulan/ 1-5 tahun/ Lebih dari 5 tahun/ Jumlah/ Up to 1 month 1-3 months 3-12 months 1-5 years More than 5 years Total Financial Assets Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada Bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih 31 Maret/March 31, 2012 Jangka Waktu Kontrak/Period of Contract akan diterima Accrued interest receivable Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Simpanan dari nasabah Deposit from customer Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Simpanan dari bank lain Deposits from other banks Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Jumlah Total 225

242 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Suku Bunga (lanjutan) Interest Rate Risk (continued) Aset Keuangan Sampai dengan 1 bulan/ 1-3 bulan/ 3-12 bulan/ 1-5 tahun/ Lebih dari 5 tahun/ Jumlah/ Up to 1 month 1-3 months 3-12 months 1-5 years More than 5 years Total Financial Assets Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada Bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Surat berharga yang dibeli dengan Marketable securities janji dijual kembali purchased with agreement to resell Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih 31 Desember/December 31, 2011 Jangka Waktu Kontrak/Period of Contract akan diterima Accrued interest receivable Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Simpanan dari nasabah Deposit from customer Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Simpanan dari bank lain Deposits from other banks Giro Demand deposits Deposito berjangka Time deposits Jumlah Total Aset Keuangan Sampai dengan 1 bulan/ 1-3 bulan/ 3-12 bulan/ 1-5 tahun/ Lebih dari 5 tahun/ Jumlah/ Up to 1 month 1-3 months 3-12 months 1-5 years More than 5 years Total Financial Assets Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada Bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit Loans - net Pendapatan bunga yang masih 31 Desember/December 31, 2010 Jangka Waktu Kontrak/Period of Contract akan diterima Accrued interest receivable Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Simpanan dari nasabah Deposit from customer Giro Demand deposits Tabungan Savings deposits Deposito berjangka Time deposits Simpanan dari bank lain Deposits from other banks Giro Demand deposits Tabungan Saving deposits Deposito berjangka Time deposits Jumlah Total 226

243 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Suku Bunga (lanjutan) Kisaran suku bunga atas aset dan liabilitas keuangan adalah sebagai berikut: Interest Rate Risk (continued) The ranges of interest rates for financial assets and liabilities are as follows: Aset Keuangan 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 Financial Assets Giro pada Bank Indonesia 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain 3,75-6,25% 5, % 4,50-6,45% 5,55-6,65% and other banks Efek-efek 6,00-13,25% 8,38-13,25% 7,00-13,25% 9,50-10,25% Securities Surat berharga yang dibeli Marketable securities purchased with dengan janji dijual kembali - - 4,57% - agreement to resell Kredit 6,00-70,26% 6,00-65,91% 6,00-70,26% 6,00-62,09% Loans Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Simpanan dari nasabah Deposit from customers Giro 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% Demand deposits Tabungan 4,00% 1,00-7,00% 4,00% 3,50-4% Savings deposits Deposito berjangka 3,75-9,50% 5,00-10,00% 6,25-13,00% 5,00-13,00% Time deposits Simpanan dari bank lain Deposit from other banks Giro 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% 0-2,50% Demand deposits Tabungan 4,00% 1,00-6,00% - 3,50-4,00% Savings deposits Deposito berjangka 3,75-5,50% 5,00-13,00% 4,00-9,50% 5,00-13,00% Time deposits Sensitifitas Suku Bunga Analisis sensitivitas suku bunga diukur dengan kemampuan ekses modal Bank untuk menyerap potential loss dari perubahan suku bunga/fluktuasi suku bunga (BI rate). Berdasarkan historical data BI rate selama satu tahun terakhir, fluktuasi suku bunga (standar deviasi) untuk posisi Maret 2012, Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar 0,11%, 0,18% dan 0,00%. Hal ini disebabkan karena ekses modal bank yang tinggi untuk menutup perubahan suku bunga pada laporan posisi keuangan sehingga Bank dinilai sangat tidak rentan terhadap pergerakan suku bunga. Profil Risiko Pasar Bank untuk posisi Maret 2012 secara Komposit dinilai Low to Moderate, berdasarkan hasil perhitungan Risiko Inheren berada pada kisaran Low dan Kualitas Penerapan Manajemen Resiko dinilai Fair. Tren Profil Risiko Pasar sejak Triwulan IV sampai dengan Maret 2012 secara Komposit terpantau stabil pada pringkat Low to moderate. Interest Rate Sensitivity Interest rate sensitivity analysis is measured with capital excess capability to cover interest rate exchange potential loss, by making an interest rate/fluctuation interest rate (BI rate). Based on historical data BI rate over the past year, interest rate fluctuation (standard deviation) as of March 2012, December 2011 and 2010 is 0.11%, 0.18% and 0.00%, respectively. This was due to Bank s capital excess was high enough to cover the impact to interest rate exchange so that the Bank was assessed as not vulnerable to interest rate exchange movements. The Bank s Market Risk Profile for March 2012 was Low to Moderate, based on the Inherent Risk that was Low and Quality Risk Management that was Fair. The trend for the market risk profile since end of 2011 up to March 2012 was relatively stable at Low to moderate. 227

244 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Bank tidak dapat memenuhi liabilitasnya kepada nasabah dan pihak lawan pada saat jatuh tempo. Bank memantau likuiditasnya dengan menganalisa profil jatuh tempo dari aset dan liabilitas. Liquidity Risk Liquidity risk is the risk that the Bank may unable to meet its obligations to customers and counterparties at maturity. The Bank monitors its liquidity by analyzing its maturity profile of assets and liabilities. 31 Maret/March 31, 2012 Tidak mempunyai jatuh tempo Kurang dari/ Lebih dari/ kontraktual/ Less than More than Nilai tercatat/ No contractual 1 bulan/ bulan/ bulan/ bulan/ 12 bulan/ Carrying value maturity month months months months months Aset Keuangan Financial Assets Kas Cash Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Liabilitas segera Liabilities due immediately Simpanan dari nasabah Deposit from customers Simpanan dari bank lain Deposit from other banks Liabilitas lain-lain Other liabilities Jumlah Total Gap Likuiditas (7.673) (16.555) ( ) ( ) Liquidity Gap 31 Desember/December 31, 2011 Tidak mempunyai jatuh tempo Kurang dari/ Lebih dari/ kontraktual/ Less than More than Nilai tercatat/ No contractual 1 bulan/ bulan/ bulan/ bulan/ 12 bulan/ Carrying value maturity month months months months months Aset Keuangan Financial Assets Kas Cash Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Surat berharga yang dibeli Marketable securities purchased with dengan janji dijual kembali agreement to resell Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Liabilitas segera Liabilities due immediately Simpanan dari nasabah Deposit from customers Simpanan dari bank lain Deposit from other banks Liabilitas lain-lain Other liabilities Jumlah Total Gap Likuiditas (18.613) (6.895) ( ) ( ) Liquidity Gap 228

245 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Likuiditas (lanjutan) Liquidity Risk (continued) 31 Desember/December 31, 2010 Tidak mempunyai jatuh tempo Kurang dari/ Lebih dari/ kontraktual/ Less than More than Nilai tercatat/ No contractual 1 bulan/ bulan/ bulan/ bulan/ 12 bulan/ Carrying value maturity month months months months months Aset Keuangan Financial Assets Kas Cash Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank lain Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia dan bank lain - bersih and other banks - net Efek-efek Securities Kredit - bersih Loans - net Pendapatan bunga yang masih akan diterima Accrued interest receivable Aset lain-lain Other assets Jumlah Total Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Liabilitas segera Liabilities due immediately Simpanan dari nasabah Deposit from customers Simpanan dari bank lain Deposit from other banks Liabilitas lain-lain Other liabilities Jumlah Total Gap Likuiditas ( ) Liquidity Gap Bank telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perbedaan jatuh tempo (gap) antara lain dengan cara menggeser simpanan jangka pendek menjadi simpanan dengan jangka waktu yang lebih panjang. Disamping itu, Bank telah mengelola pola penarikan simpanan nasabah. Risiko Operasional Risiko operasional adalah risiko timbulnya kerugian akibat sistem dan pengendalian yang tidak memadai, kesalahan manusia atau kegagalan pengendalian manajemen, termasuk bencana alam, kegagalan sistem, risiko pengelolaan dana, risiko operasi kustodian dan kecurangan (fraud). Kerangka kerja dibentuk untuk memastikan adanya identifikasi dan pengendalian terhadap risiko operasional, termasuk pengendalian melalui kebijakan dan prosedur standar, praktik usaha serta pengawasan kepatuhan. Pengendalian tersebut akan terus ditinjau kembali dan disempurnakan secara berkala. The Bank undertakes actions to overcome the maturity gap, among others over a longer period of time. In addition, the Bank has been managing the pattern of withdrawals of customer deposits. Operational Risk Operational risk is the risk arising from losses as a result of inadequate systems and controls, human error or management failure. It includes the threat of natural disasters, systems failure, funds management risk, custodian operations risk dan fraud. A framework is in place to ensure operational risk is identified and controlled. This includes a variety of controls including formal policies and standard procedures, business practices and compliance monitoring. These controls are subject for regular reviews and updates. 229

246 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Kepatuhan Risiko kepatuhan adalah risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Pada prakteknya risiko kepatuhan melekat pada Bank, seperti terkait dengan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Umum, Kualitas Aset Produktif, Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan risiko lain yang terkait dengan ketentuan tertentu. Risiko Reputasi Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank. Reputasi berkaitan erat dengan kepercayaan. Tanpa reputasi, maka kepercayaan tidak akan ada karena reputasi merupakan komponen yang sangat penting dalam industri perbankan. Reputasi merupakan salah satu aset Bank yang terpenting, namun justru paling sulit untuk dilindungi. Reputasi dapat menjadi suatu keunggulan kompetitif, namun berpotensi untuk rusak terutama karena perkembangan media dan komunikasi, regulasi yang makin ketat, juga loyalitas nasabah yang menurun. Untuk mengidentifikasi risiko reputasi di Bank, komponen-komponen atau kegiatan-kegiatan yang diukur meliputi, perkreditan, treasury dan investasi, operasional dan jasa, teknologi sistem informasi dan Management Information System (MIS) serta sumber daya manusia. Risiko Stratejik Risiko stratejik adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat atau pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. Bank mengukur risiko stratejik pada aktivitas yang meliputi aktivitas perkreditan, treasury dan investasi, operasional dan jasa layanan. Compliance Risk Compliance risk is the risk that may arise due to the non-compliance by the Bank with prevailing regulations and laws. In practice, compliance risks are inherent with the Bank s risks, such as to comply with Minimum Reverse Requirment, Quality of Earning Assets, Allowance for Impairment Loss, Legal Lending Limit and other risk that may arise relating to certain regulations. Reputation Risk Reputation risks are risks which are caused by, among others, negative publication of the Bank s business or negative perception of the Bank itself. Reputation is closely related with trust. Without reputation, there will be no trust since reputation is a crucial component in a banking industry. Reputation is one of the Bank s precious assets, nonetheless it is also the most difficult to guard. Reputation can be a competitive advantage, but also potential to be damaged due to development of news and communication, more tightened regulations and declining in customers loyalty. In identifying the Bank s reputation risks, components or activities measured includes credit, treasury and investment, operations and service, information technology system and Management Information System (MIS) and human resources. Strategic Risk Strategic risks are risks which are caused by, among others, inappropriate or less responsive in application of the Bank s strategy and making business decisions. The Bank has measured its existing strategic risks which include activities in credit, treasury and investments, and operations and service. 230

247 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Pengelolaan Modal Peraturan Permodalan Bank Indonesia (BI) menetapkan dan memonitor ketentuan dan persyaratan modal untuk Bank sebagai entitas individu. Bank diharuskan untuk mematuhi peraturan BI sebagai badan pengawas modal. Bank menggunakan pendekatan Model Standar untuk mengukur risiko kredit, sedangkan untuk risiko operasional menggunakan pendekatan Indikator Dasar. Perhitungan modal bank umum sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dikelompokkan menjadi modal inti (tier 1), modal pelengkap (tier 2), dan modal pelengkap tambahan (tier 3). Capital Management Regulatory Capital Bank Indonesia (BI) establishes and monitors the terms and conditions for the Bank's capital as an individual entity. Banks are required to comply with regulatory capital of BI as a supervisory board. The Bank is using the Standard Model approach for measuring credit risk, while for operational risk is measured using the Basic Indicator approach. The calculation of capital for commercial banks is in accordance with the regulations of Bank Indonesia which are grouped into core capital (tier 1), supplementary capital (tier 2), and additional supplementary capital (tier 3). Modal Inti (tier 1) Core Capital (tier 1) Bank wajib menyediakan modal inti (tier 1), paling kurang 5% (lima persen) dari aset tertimbang menurut resiko (ATMR). Modal inti terdiri dari: Banks are required to provide the core capital (tier 1), at least 5% (five percent) of risk weighted assets (RWA). Core capital consists of: a. Modal disetor a. Paid-in capital b. Cadangan tambahan modal (disclosed reserve) b. Additional reserve capital (disclosed reserves) c. Modal inovatif (innovative capital instrument) c. Innovative capital (innovative capital instruments) Modal Pelengkap (tier 2) Supplementary capital (tier 2) Terdiri dari modal pelengkap level atas (upper tier 2) dan modal pelengkap level bawah (lower tier 2). Modal pelengkap level atas (upper tier 2) meliputi: a. Instrumen modal dalam bentuk saham atau instrumen modal lainnya b. Bagian dari modal inovatif yang tidak dapat diperhitungkan dalam modal inti Supplementary capital consists of the upper level (upper tier 2) and supplementary capital below the level (lower tier 2). Level of supplementary capital (upper tier 2) shall include: a. Capital instruments in the form of shares or other equity instruments b. Part of an innovative capital that can not be taken into account in the core capital c. Revaluasi aset tetap c. Revaluation of fixed assets d. Cadangan umum penyisihan penghapusan atas aset produktif yang wajib dibentuk d. Common reserve allowance for earning assets which shall be established e. Pendapatan komprehensif lainnya e. Other comprehensive income 231

248 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Pengelolaan Modal (lanjutan) Modal pelengkap level bawah (lower tier 2) dapat diperhitungkan paling tinggi sebesar 50% dari modal inti. Modal Pelengkap Tambahan (tier 3) meliputi: a. Pinjaman subordinasi atau obligasi subordinasi jangka pendek. b. Modal pelengkap yang tidak dialokasikan untuk menutup beban modal untuk Risiko Kredit dan/atau beban modal untuk Risiko Operasional namun memenuhi syarat sebagai modal pelengkap. c. Bagian dari modal pelengkap level bawah (lower tier 2) yang melebihi batasan modal pelengkap level bawah (lower tier 2). Bank tidak memiliki modal tambahan lainnya yang memenuhi kriteria modal tier 3 dalam peraturan BI yang berlaku. Berbagai batasan diterapkan untuk unsur-unsur dari modal dasar. Pengaruh pajak tangguhan telah dikecualikan dalam menentukan jumlah laba ditahan untuk modal tier 1, hanya 50 persen dari laba tahun berjalan sebelum pajak tangguhan yang termasuk dalam modal tier 1 dan kualifikasi modal tingkat 2 tidak dapat melebihi modal tier 1. Ada juga pembatasan pada jumlah cadangan penurunan kolektif yang dapat dimasukkan sebagai bagian dari modal tier 2. Operasi perbankan dikategorikan sebagai pembukuan perdagangan (trading book) atau pembukuan perbankan (banking book) dan ATMR yang ditentukan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan yang mencerminkan berbagai tingkat risiko yang melekat pada aset dan eksposur yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan. Seperti disebutkan di atas, aset tertimbang menurut risiko memperhitungkan risiko operasional. Kebijakan Bank untuk mempertahankan modal dasar yang kuat sehingga dapat menjaga kepercayaan investor, kreditur dan pasar serta untuk mempertahankan pengembangan bisnis masa depan. Dampak tingkat pengembalian modal pada pemegang saham juga diakui dan Bank mengakui kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari tingkat utang yang lebih besar dan keuntungan dan keamanan dari posisi modal yang sehat. Capital Management (continued) Capital complement the lower level (lower tier 2) may be taken into account a maximum of 50% of core capital. Additional Supplementary Capital (tier 3) include: a. Subordinated loans or short-term subordinated bonds. b. Supplementary capital is not allocated to cover capital charges for credit risk and / or capital charges for Operational Risk yet qualify as supplementary capital. c. Part of the supplementary capital below the level (lower tier 2) which exceeds the limits below the level of supplementary capital (lower tier 2). The Bank does not have any other supplementary capital which meets the criteria of tier 3 capital under prevailing BI regulation. Various limits are applied to elements of the capital base. The effect of deferred taxation has been excluded in determining the amount of retained earnings for tier 1 capital; only 50 percent of the profit for the year before deferred taxation being included in tier 1 capital; and qualifying tier 2 capital cannot exceed tier 1 capital. There also are restrictions on the amount of collective impairment allowances that may be included as part of tier 2 capital. Banking operations are categorized as either trading book or banking book, and RWA are determined according to specified requirements that reflect the varying levels of risk attached to assets and exposures that were not recognized in the statement of financial position. As noted above, risk weighted asset in respect of operational risk is included in the measurement. The Bank's policy is to maintain a strong capital base so as to maintain investor, creditor and market confidence and to sustain future development of the business. The impact of the level of capital on shareholders' return is also recognized and the Bank recognizes the need to maintain a balance between the higher returns from the bigger rate of loan that might be possible with greater gearing and the advantages and security afforded by a strong capital position. 232

249 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 37. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (continued) Pengelolaan Modal (lanjutan) Bank telah memenuhi semua persyaratan modal ditetapkan sepanjang tahun. Rasio kecukupan modal Bank diungkapkan di Catatan 38. Manajemen menggunakan rasio permodalan untuk memantau modal dasar dan rasio-rasio modal sesuai standar industri untuk kecukupan modal. Pendekatan BI untuk pengukuran tersebut terutama didasarkan pada pemantauan hubungan kebutuhan sumber daya modal (diukur sebagai 8 persen dari ATMR ke sumber daya modal yang tersedia). Alokasi modal antara operasi dan kegiatan khusus, untuk pengembangan usaha, didorong oleh optimalisasi pengembalian yang dicapai pada modal yang dialokasikan. Jumlah modal yang dialokasikan untuk setiap operasi atau kegiatan didasarkan terutama pada peraturan modal, tetapi dalam beberapa kasus peraturan tidak mencerminkan sepenuhnya berbagai tingkat risiko yang terkait dengan kegiatan yang berbeda. Dalam kasus seperti ini, kebutuhan modal dapat mencerminkan profil risiko yang berbeda, sesuai dengan tingkat keseluruhan modal untuk mendukung operasi atau kegiatan tertentu yang tidak di bawah persyaratan minimum yang diperlukan untuk tujuan pemenuhan peraturan. Proses mengalokasikan modal untuk operasi dan kegiatan khusus dilakukan secara independen dari mereka yang bertanggung jawab untuk operasi oleh Risiko Bank dan Kredit Bank, dan ditinjau apakah sudah sesuai atau belum oleh Komite Kredit Bank atau ALCO. Meskipun memaksimalkan pengembalian modal yang disesuaikan dengan risiko adalah dasar utama yang digunakan dalam menentukan bagaimana modal dialokasikan didalam Bank untuk operasi atau kegiatan tertentu, tetapi itu bukan satu-satunya dasar yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Namun juga memperhitungkan sinergi dengan operasi dan kegiatan lain, ketersediaan manajemen dan sumber daya lainnya dan kesesuaian dari aktivitas dengan tujuan jangka panjang Bank. Kebijakan Bank dalam hal manajemen dan alokasi modal ditinjau secara teratur oleh Direksi. Capital Management (continued) The Bank has complied with all externally imposed capital requirements throughout the year. The capital adequacy ratio of the Bank is disclosed in Note 38. Management uses regulatory capital ratios in order to monitor its capital base and these capital ratios remain the industry standards for measuring capital adequacy. BI's approach to such measurement is primarily based on monitoring the relationship of the capital resources requirement (measured as 8 percent of RWA to available capital resources). The allocation of capital between specific operations and activities is, to a large extent, driven by optimization of the return achieved on the capital allocated. The amount of capital allocated to each operation or activity is based primarily upon the regulatory capital, but in some cases the regulatory requirements do not reflect fully the varying degree of risk associated with different activities. In such cases the capital requirements may be flexed to reflect differing risk profiles, subject to the overall level of capital to support a particular operation or activity not falling below the minimum required for regulatory purposes. The process of allocating capital to specific operations and activities is undertaken independently of those responsible for the operation by Bank Risk and Bank Credit, and is subject to review by the Bank Credit Committee or ALCO as appropriate. Although maximization of the return on risk-adjusted capital is the principal basis used in determining how capital is allocated within the Bank to particular operations or activities, it is not the sole basis used for decision-making. Synergies with other operations and activities, the availability of management and other resources, and the fit of the activity with the Bank's longer term strategic objectives are also taken into consideration. The Bank's policies regarding capital management and allocation are reviewed regularly by the Board of Directors. 233

250 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 38. INFORMASI LAINNYA 38. OTHER INFORMATION a. Berdasarkan PBI No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank wajib memperhitungkan Aset Tertimbang Menurut Risiko ( ATMR ) untuk risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional. Perhitungan ATMR untuk risiko kredit diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/6/DPNP tanggal 18 Februari 2011, perihal Pedoman Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Kredit dengan menggunakan Pendekatan Standar. a. The Bank s capital adequacy ratio (CAR) is calculated in accordance with Bank Indonesia regulation No. 10/15/PBI/2008 dated September 24, 2008 regarding Minimum Capital Adequacy Requirement. Under this regulation, the Bank is required to calculate Risk Weighted Asset ( RWA ) with credit risk, market risk and operational risk. The calculation of RWA with credit risk is stipulated in Bank Indonesia Circular Letter No. 13/6/DPNP dated February 18, 2011 regarding RWA with Credit Risk Calculation using Standard Approach. Perhitungan ATMR untuk risiko operasional diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009 tentang Perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Indikator Dasar. Berdasarkan surat edaran tersebut, Bank wajib memperhitungkan ATMR untuk risiko operasional dengan perhitungan beban modal risiko operasional sebesar 5%; 10% dan 15% dari rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga periode terakhir yang berlaku berturut-turut sejak tanggal 1 Januari 2010, 1 Juli 2010 dan 1 Januari Bank telah memenuhi ketentuan BI yang berlaku tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Perhitungan ATMR. Perhitungan rasio kecukupan modal pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: The calculation of RWA with operational risk is stipulated in Bank Indonesia Circular Letter No. 11/3/DPNP dated January 27, 2009 regarding RWA with Operational Risk Calculation using Basic Indicator Approach. Based on this circular letter, bank is required to calculate RWA with operational risk in which capital charge with operational risk at 5%; 10% and 15% of average annual positive gross income for the last three periods which effective January 1, 2010, July 1, 2010 and January 1, 2011, respectively. The Bank has fulfilled BI s regulation regarding Capital Adequacy Ratio and Calculation of RWA. The calculation of CAR as of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010 is as follows: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 December 31, 2011 December 31, 2010 Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risk weighted assets Untuk risiko kredit With credit charge Untuk risiko operasional With operational credit charge Modal inti Core capital Modal pelengkap Supplementary capital Jumlah modal inti dan pelengkap Total core and supplementary capital Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Capital Adequacy Ratio (CAR) Dengan memperhitungkan risiko kredit with credit and dan operasional 10,67% 12,02% 41,42% operational risk Dengan memperhitungkan risiko kredit, with credit, operational operasional dan pasar 10,67% 12,02% 41,42% and market risk Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang diwajibkan 8,00% 8,00% 8,00% Required Capital Adequacy Ratio Rasio modal inti terhadap aset tertimbang Ratio of core capital to risk menurut risiko 9,41% 10,74% 39,08% weighted assets 234

251 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 38. INFORMASI LAINNYA (lanjutan) 38. OTHER INFORMATION (continued) b. Jaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum Sehubungan dengan Program Penjaminan Pemerintah untuk menjamin kelangsungan liabilitas pembayaran bank umum, Pemerintah telah membentuk suatu lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menggantikan Unit Pelaksana Program Penjaminan (UP3) berdasarkan Undangundang Republik Indonesia No. 24 tahun 2004 tanggal 22 September 2004 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Pemerintah No. 3 tanggal 13 Oktober 2008 dimana LPS menjamin dana masyarakat termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang setara. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang Besaran Nilai Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan, jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp untuk masing-masing nasabah per masing-masing bank dengan kriteria suku bunga deposito tertentu. Beban premi penjaminan Pemerintah untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 dan 2011 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp dan Rp 452, Rp dan Rp dibukukan pada akun beban bunga (Catatan 24) dalam laporan laba rugi komprehensif. b. Government Guarantee on Obligations of Banks In connection with Indonesian Government guarantee program to continuously guarantee the payment of banks liabilities, the Government has established an independent institution, Indonesia Deposit Insurance Corporation (LPS), replacing the Government Guarantee Implementation Unit (UP3) in accordance with the Republic of Indonesia Law No. 24 Year 2004 dated September 22, 2004 and as further amended by the Government Regulation No. 3, dated October 13, 2008, whereby LPS guarantees third party deposits including deposits from other banks in the form of current accounts, time deposits, certificates of deposit, savings deposits and/or other equivalent forms. As of March 31, 2012 and December 31, 2011 and 2010, based on Government Regulation No. 66/2008 dated October 13, 2008 regarding the amount of deposit guaranteed by Indonesia Deposit Insurance Corporation, the amount of deposits covered by LPS is up to Rp 2,000 per depositor per bank subject to certain criteria of interest rates of deposits. The goverment guarantee premium incurred for the three months periods ended March 31, 2012 and 2011 and for the years ended December 31, 2011 and 2010 amounted to Rp 4,132 and Rp 452, Rp 4,146 and Rp 2,166, respectively, are recognized as part of interest expense (Note 24) in the statements of comprehensive income. c. Perjanjian-perjanjian Signifikan c. Significant Agreement Perjanjian atas Pemanfaatan ATM Bersama untuk Principle Member tertanggal 8 Agustus 2011 dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis dengan jangka waktu 3 tahun. Perjanjian Kerjasama Pengembangan dan Penyelenggaraan Jasa Internet Banking tertanggal 1 September 2010 dengan PT Sigma Cipta Caraka dengan tujuan penyediaan Jasa Manajemen Teknologi Informasi. Agreement on Joint Utilization of ATM Bersama for Principle Member dated August 8, 2011 by PT Artajasa Pembayaran Elektronis with a term of 3 years. Agreement for Developing and Implementing Internet Banking Service dated September 1, 2010 with PT Sigma Cipta Caraka with the purpose of providing of Information Technology Management Services. 235

252 PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Maret 2012 dan 2011, 31 Desember 2011 dan 2010 serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 serta Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS March 31, 2012 and 2011, December 31, 2011 and 2010 and For the Three Months Periods Ended March 31, 2012 and 2011 and For the Years Ended December 31, 2011 and 2010 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 39. AKTIVITAS NON KAS Aktivitas investasi yang tidak mempengaruhi arus kas sebagai berikut: 39. NON-CASH ACTIVITIES Non-cash investing activities, as follows: 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Desember/ March 31, 2012 March 31, 2011 December 31, 2011 December 31, 2010 (3 bulan/months) (3 bulan/months) (1 tahun/year ) (1 tahun/year ) Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) efek tersedia untuk dijual yang in available-for-sale securities berasal dari perubahan nilai wajar (4.426) (1.515) arising from changes in fair value 40. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN Dalam rangka rencana Penawaran Umum Terbatas III kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), Bank telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 untuk disesuaikan dengan peraturan pasar modal yang berlaku. Tidak terdapat perbedaaan yang material antara laporan keuangan terdahulu dengan laporan keuangan yang diterbitkan kembali, kecuali laporan posisi keuangan, laporan arus kas serta Catatan 1b, 2a, 2b, 2d, 2e, 2f, 2j, 2k, 2l, 2p, 2q, 2w, 2x, 4, 5, 9, 12, 14, 19, 26, 30, 32, 33, 37, 39 dan REISSUANCE OF FINANCIAL STATEMENTS In order to plan the Third Limited Public Offering to Shareholders in the Context of Publishing Preemptive Rights (HMETD), The Bank has reissued the financial statements for the three months ended March 31, 2012, and for the years ended December 31, 2011 and 2010 to conform prevealing capital market regulations. There is no material difference between the previous financial report with financial statements issued again, except for statement of financial position, statement of cash flows and Notes 1b, 2a, 2b, 2d, 2e, 2f, 2j, 2k, 2l, 2p, 2q, 2w, 2x, 4, 5, 9, 12, 14, 19, 26, 30, 32, 33, 37, 39 and PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN 41. APPROVAL OF FINANCIAL STATEMENTS Laporan keuangan telah disetujui Direksi untuk diterbitkan tanggal 13 Agustus The financial statements were approved and authorized for issue by the Directors on August 13,

253 XIX. INFORMASI TAMBAHAN Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas dari Prospektus ini atau apabila pemegang saham menginginkan tambahan informasi sehubungan dengan PUT III ini, para pemegang saham dipersilahkan menghubungi: PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk. Jl. RS. Fatmawati No. 12 Jakarta 12140, Indonesia Telepon: (021) (hunting) Faksimili: (021) Up. Corporate Secretary atau PT SIRCA DATAPRO PERDANA Wisma SIRCA Jl. Johar No.18, Menteng Jakarta 10340, Indonesia Telp: (021) , Fax: (021) ,

254 Halaman ini sengaja dikosongkan 124

255

PT Bank QNB Indonesia Tbk

PT Bank QNB Indonesia Tbk INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PROSPEKTUS RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN DAN/ATAU PENAMBAHAN INFORMASI ATAS INFORMASI TAMBAHAN YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE BURSA EFEK INDONESIA

Lebih terperinci

PT Bank MNC Internasional Tbk. Kegiatan Usaha Utama: Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

PT Bank MNC Internasional Tbk. Kegiatan Usaha Utama: Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN TBK

PROSPEKTUS PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN TBK PROSPEKTUS Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 31 Oktober 2016 Tanggal Pencatatan Saham Hasil HMETD : 8 Desember 2016 ( RUPSLB ) di Bursa Efek Indonesia Tanggal Efektif : 24 November 2016 Periode

Lebih terperinci

PT Bank Yudha Bhakti Tbk

PT Bank Yudha Bhakti Tbk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 10 Maret 2016 Periode Perdagangan HMETD 18 24 Mei 2016 Tanggal Efektif 2 Mei 2016 Periode Pelaksanaan HMETD 18 24 Mei 2016 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 54 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM Dalam Rangka Memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM TEBATAS VI INI TELAH DISAMPAIKAN

Lebih terperinci

PEMESANAN DAN PENJATAHAN SAHAM SERTA PROSEDUR PENJATAHAN SAHAM PT BANK QNB KESAWAN Tbk UMUM Berdasarkan Prospektus Penawaran Umum Terbatas IV yang diterbitkan pada tanggal 2 Juni 2014, PT Bank QNB Kesawan

Lebih terperinci

PT Guna Timur Raya Tbk

PT Guna Timur Raya Tbk KETERBUKAAN INFORMASI DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN NAMUN

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM TEBATAS V INI TELAH DISAMPAIKAN

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PMHMETD kepada OJ

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PMHMETD kepada OJ JADWAL PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT BANK RAKYAT INDONESIA AGRONIAGA TBK P R O S P E K T U S Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham : 12 April 2017 Periode Perdagangan

Lebih terperinci

PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK.

PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK. PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK TERKAIT RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI

Lebih terperinci

Prospektus. PT Bahana Securities (Terafiliasi) PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi) PT Mandiri Sekuritas (Terafiliasi)

Prospektus. PT Bahana Securities (Terafiliasi) PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi) PT Mandiri Sekuritas (Terafiliasi) Prospektus Permohonan Pencatatan Saham Tambahan yang Berasal dari Penawaran Umum 6 November 2012 Terbatas I dengan HMETD Tanggal Pernyataan Pendaftaran Penawaran HMETD Menjadi Efektif 6 November 2012 Tanggal

Lebih terperinci

Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD

Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI

Lebih terperinci

Nilai Nominal Rp100,- per saham Sebelum Penawaran Umum. Setelah Penawaran Umum Keterangan Jumlah Nilai % Jumlah Nilai Jumlah Saham

Nilai Nominal Rp100,- per saham Sebelum Penawaran Umum. Setelah Penawaran Umum Keterangan Jumlah Nilai % Jumlah Nilai Jumlah Saham PENAWARAN UMUM Jumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebanyak 766.000.000 (tujuh ratus enam puluh enam juta) saham baru atas nama atau sebanyak 35,00% (tiga puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor

Lebih terperinci

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PMHMETD kepada OJ

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PMHMETD kepada OJ Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham 12 April 2017 Periode Perdagangan HMETD 3 s/d 7 Juli 2017 Tanggal Pernyataan Pendaftaran HMETD menjadi Efektif Tanggal Terakhir Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh

Lebih terperinci

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat No. 10/ 45 /DKBU Jakarta, 12 Desember 2008 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat Sehubungan dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

PT TD RESOURCES Tbk.

PT TD RESOURCES Tbk. Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) : 18 September 2008 Tanggal Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 7 Oktober 2008 Tanggal Efektif Pengesahan RUPSLB : 18 September 2008 Tanggal Pencatatan

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT BANK PERMATA Tbk. Kegiatan Usaha: Jasa Perbankan

PROSPEKTUS. PT BANK PERMATA Tbk. Kegiatan Usaha: Jasa Perbankan PROSPEKTUS Jadwal Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 29 Maret 2017 Tanggal distribusi HMETD : 22 Mei 2017 Tanggal Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif : 8 Mei 2017 Tanggal pencatatan Efek

Lebih terperinci

PEMBELI SIAGA PT ANCORA RESOURCES

PEMBELI SIAGA PT ANCORA RESOURCES Tanggal Efektif Pengesahan RUPSLB : 11 September 2009 Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB ) : 11 September 2009 Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 24 September 2009 Tanggal

Lebih terperinci

I. PENAWARAN UMUM TERBATAS IV

I. PENAWARAN UMUM TERBATAS IV I. PENAWARAN UMUM TERBATAS IV Direksi atas nama Perseroan dengan ini melakukan PUT IV dalam rangka penerbitan HMETD kepada para pemegang saham Perseroan atas sebanyak-banyaknya 3.846.035.599 (tiga milyar

Lebih terperinci

PT Bank Yudha Bhakti Tbk

PT Bank Yudha Bhakti Tbk INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS II ( PUT II ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PENAWARAN UMUM TERBATAS II INI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Pusat, Indonesia

Lebih terperinci

MATRIKS RANCANGAN POJK KPMM BPRS

MATRIKS RANCANGAN POJK KPMM BPRS MATRIKS RANCANGAN POJK KPMM BPRS BATANG TUBUH PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.03/... TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM DAN PEMENUHAN MODAL INTI MINIMUM BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

Lebih terperinci

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA.

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PENGUMUMAN INI MERUPAKAN INFORMASI

Lebih terperinci

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.03/2015 TENTANG TRANSPARANSI DAN PUBLIKASI

Lebih terperinci

PROSPEKTUS RINGKAS PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

PROSPEKTUS RINGKAS PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PROSPEKTUS RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk.

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (selanjutnya

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal

ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal ANGGARAN DASAR PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk ----------------------------------------------- Pasal 1 ---------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT LOTTE CHEMICAL TITAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OLEH PERUSAHAAN MENENGAH ATAU KECIL KETUA BADAN PENGAWAS PASAR

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN 32 /POJK.04/2015 TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.38/POJK.04/2014 tentang Penambahan

Lebih terperinci

PT RADANA BHASKARA FINANCE Tbk. Kegiatan Usaha: Bergerak dalam bidang usaha Jasa Pembiayaan. Berkedudukan di Jakarta Barat, Indonesia

PT RADANA BHASKARA FINANCE Tbk. Kegiatan Usaha: Bergerak dalam bidang usaha Jasa Pembiayaan. Berkedudukan di Jakarta Barat, Indonesia PROSPEKTUS JADWAL Tanggal Pernyataan Pendaftaran Penawaran HMETD Menjadi Efektif 26 Juni 2015 Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 29 Juni 2015 Tanggal Laporan Hasil RUPSLB Mengenai Persetujuan

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan

Lebih terperinci

UU No. 8/1995 : Pasar Modal

UU No. 8/1995 : Pasar Modal UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT BANK QNB KESAWAN Tbk.

PROSPEKTUS. PT BANK QNB KESAWAN Tbk. Kantor Pusat QNB Kesawan Tower 18 Parc SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Telp.: (021) 515-5155 Faksimili: (021) 515-5388 Situs Internet: www.qnbkesawan.co.id PROSPEKTUS Jadwal Tanggal Efektif

Lebih terperinci

PT Guna Timur Raya Tbk

PT Guna Timur Raya Tbk INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN ATAS KETERBUKAAN INFORMASI DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN ATAS KETERBUKAAN INFORMASI DALAM

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. Jadwal PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT MARGA ABHINAYA ABADI TBK

PROSPEKTUS. Jadwal PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT MARGA ABHINAYA ABADI TBK PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT MARGA ABHINAYA ABADI TBK PROSPEKTUS Jadwal Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham : 19 Oktober 2017 Periode Perdagangan HMETD : 22 Desember

Lebih terperinci

PT Bank Harda Internasional Tbk

PT Bank Harda Internasional Tbk Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar : 30 Agustus 2017 Tanggal Distribusi Bukti HMETD : 3 Juli 2018 Biasa Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran : 8 Juni 2018 Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia

Lebih terperinci

PROSPEKTUS JADWAL. Website:

PROSPEKTUS JADWAL. Website: PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM TERBATAS I PT RIMO INTERNATIONAL LESTARI Tbk TAHUN 2017 Kantor Pusat: Jl. Palmerah Barat No. 32B Grogol Utara, Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12210 Telepon : +62 21 535 66 01

Lebih terperinci

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA No.45, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Prospektus. Efek Bersifat Ekuitas. Bentuk dan Isi. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6029) PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALSINAN SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2015 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Jun 2015

PROSPEKTUS. Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Jun 2015 PROSPEKTUS Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Jun 2015 Periode Pelaksanaan Sertifikat Bukti HMETD 9 Jul 2015 22 Jul 2015 Tanggal Cum HMETD Periode Penyerahan Saham dan Waran Seri

Lebih terperinci

PT EQUITY DEVELOPMENT INVESTMENT TBK.

PT EQUITY DEVELOPMENT INVESTMENT TBK. JADWAL Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 29 Januari 2016 Tanggal Distribusi HMETD 12 Februari 2016 Tanggal Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif 29 Januari 2016 Tanggal Pencatatan

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.C.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.C.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM PERATURAN NOMOR IX.C.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM Suatu Prospektus harus mencakup semua rincian dan fakta material mengenai Penawaran Umum dari Emiten,

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR I-D: TENTANG PENCATATAN SERTIFIKAT PENITIPAN EFEK INDONESIA (SPEI) DI BURSA

PERATURAN NOMOR I-D: TENTANG PENCATATAN SERTIFIKAT PENITIPAN EFEK INDONESIA (SPEI) DI BURSA LAMPIRAN Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor : Kep-00389/BEI/06-2009 Tanggal dikeluarkan :12 Juni 2009 Tanggal diberlakukan : 12 Juni 2009 PERATURAN NOMOR I-D: TENTANG PENCATATAN SERTIFIKAT

Lebih terperinci

PROSPEKTUS SAHAM-SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA ( BEI )

PROSPEKTUS SAHAM-SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA ( BEI ) PENAWARAN UMUM TERBATAS II PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK TAHUN 2015 ( PUT II ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PROSPEKTUS Tanggal Rapat Umum

Lebih terperinci

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2017 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk.

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2017 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2017 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (selanjutnya

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA MEMENUHI PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) NO. 38/POJK.04/2014 TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/22/PBI/2004 TENTANG BANK PERKREDITAN RAKYAT GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/22/PBI/2004 TENTANG BANK PERKREDITAN RAKYAT GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/22/PBI/2004 TENTANG BANK PERKREDITAN RAKYAT GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung perkembangan usaha

Lebih terperinci

PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK

PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK Tanggal Efektif 16 September 2016 Tanggal Distribusi Saham 27 September 2016 Masa Penawaran Umum 19 21 September 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pesanan 27 September 2016 Tanggal Penjatahan 23 September

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS - POS

NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 (Dalam Jutaan Rupiah) NO POS - POS NERACA PER 31 MARET 2005 & 2004 NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 68.597 55.437 2 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 1.410.533 982.799 b. Sertifikat Bank Indonesia 743.202 800.000 c. Lainnya

Lebih terperinci

PROSPEKTUS RINGKAS. Berkedudukan Di Jakarta Timur, Indonesia

PROSPEKTUS RINGKAS. Berkedudukan Di Jakarta Timur, Indonesia PROSPEKTUS RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris

Lebih terperinci

RENCANA PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PT BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK DENGAN PERATURAN POJK No. 32/ POJK.04/2014 dan No. 33/POJK.

RENCANA PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PT BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK DENGAN PERATURAN POJK No. 32/ POJK.04/2014 dan No. 33/POJK. RENCANA PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PT BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK DENGAN PERATURAN POJK No. 32/ POJK.04/2014 dan No. 33/POJK.04/2014 Pasal Anggaran Dasar BLD Sebelum Disesuaikan Dengan POJK Ps. 1 Ayat (1)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI DALAA PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI PT RED PLANET INDONESIA TBK KEPADA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM TERBATAS II DENGAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

No.12/ 27 /DPNP Jakarta, 25 Oktober 2010 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA. Perihal : Rencana Bisnis Bank Umum

No.12/ 27 /DPNP Jakarta, 25 Oktober 2010 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA. Perihal : Rencana Bisnis Bank Umum No.12/ 27 /DPNP Jakarta, 25 Oktober 2010 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA Perihal : Rencana Bisnis Bank Umum Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 35 /PBI/2008 TENTANG FASILITAS PENDANAAN JANGKA PENDEK BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 35 /PBI/2008 TENTANG FASILITAS PENDANAAN JANGKA PENDEK BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 35 /PBI/2008 TENTANG FASILITAS PENDANAAN JANGKA PENDEK BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berhubung

Lebih terperinci

LAMPIRAN: Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep- 67/BL/2007 Tanggal : 13 April 2007 PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH

LAMPIRAN: Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep- 67/BL/2007 Tanggal : 13 April 2007 PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH PERATURAN NOMOR IX.C.13: PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH 1. Umum a. Seluruh definisi yang tercantum dalam Peraturan Nomor IX.C.12 tentang Pedoman

Lebih terperinci

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DAN PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM EFEK

Lebih terperinci

(corporate guarantee) oleh Perseroan dan/atau untuk memberikan persetujuan, dalam kapasitas Perseroan sebagai Pemegang Saham, kepada anak-anak

(corporate guarantee) oleh Perseroan dan/atau untuk memberikan persetujuan, dalam kapasitas Perseroan sebagai Pemegang Saham, kepada anak-anak PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk. ( Perseroan ) SERTA JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PENAWARAN UMUM UNTUK PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU IV ( PMHMETD IV ) OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("Perseroan )

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. (Perseroan ) KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("Perseroan ) Keterbukaan Informasi ini penting untuk diperhatikan oleh para Pemegang Saham Perseroan untuk mengambil keputusan yang

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /POJK.03/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /POJK.03/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /POJK.03/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM DAN PEMENUHAN MODAL INTI MINIMUM BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

Kamus Istilah Pasar Modal

Kamus Istilah Pasar Modal Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK.

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK. PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK. Untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Rencana

Lebih terperinci

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002 NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 78.536 88.602 2 3 4 5 6 7 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 1.145.346 1.029.529 b. Sertifikat

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37 /POJK.03/2016 TENTANG RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37 /POJK.03/2016 TENTANG RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37 /POJK.03/2016 TENTANG RENCANA BISNIS BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN

Lebih terperinci

Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka HMETD

Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka HMETD Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia F / +62 21 2965 1222 www.nacounsels.com

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK

ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK Sesuai Dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Trimegah Securities Tbk No. 51 tanggal 27 Mei 2015, yang dibuat dihadapan Fathiah

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK KEPADA PEMODAL PROFESIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Pusat, Indonesia ( Perseroan ) Kegiatan Usaha:

Lebih terperinci

N E R A C A Per 30 September 2009 Dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) Pos - Pos

N E R A C A Per 30 September 2009 Dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) Pos - Pos N E R A C A A K T I V A 1. K a s 22,951 21,458 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 117,863 165,135 b. Sertifikat Bank Indonesia 154,903 89,736 c. Lainnya - - 3. Giro pada bank lain

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/3/PBI/2013 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/3/PBI/2013 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/3/PBI/2013 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 67/BL/2007 TENTANG PEDOMAN MENGENAI

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 53 /POJK.04/2017 TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT Bank MNC Internasional Tbk

PROSPEKTUS. PT Bank MNC Internasional Tbk Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 15 Jul 2016 Tanggal Efektif : 23 Sep 2016 Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di - Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 30 Sep 2016 - Pasar Tunai : 5 Okt 2016

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/11/PBI/2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA.

SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA. JADWAL Tanggal Efektif : 16 Maret 2018 Awal Perdagangan Waran Seri I : 27 Maret 2018 Masa Penawaran Umum : 19-20 Maret 2018 Akhir Perdagangan Waran Seri I Tanggal Penjatahan : 22 Maret 2018 - Pasar Reguler

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 66 /POJK.03/2016 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM DAN PEMENUHAN MODAL INTI MINIMUM BANK PEMBIAYAAN RAKYAT

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT BANK SINARMAS Tbk. Kegiatan Usaha Bergerak dalam bidang usaha perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

PROSPEKTUS. PT BANK SINARMAS Tbk. Kegiatan Usaha Bergerak dalam bidang usaha perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 15 Juni 2012 Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 3 Juli - 10 Juli 2012 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD Tanggal Terakhir Pembayaran

Lebih terperinci