PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI MALUKU UTARA DI SOFIFI
|
|
|
- Harjanti Chandra
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI MALUKU UTARA DI SOFIFI IMPLEMENTASI SASADU SEBAGAI ARSITEKTUR TRADISIONAL MALUKU UTARA Disusun Oleh : Sudirman Ruslan 1 Judy. O. Waani 2 Surjadi Supardjo 3 ABSTRAK Perpustakaan daerah provinsi Maluku Utara di Sofifi adalah sebuah fasilitas pendidikan yang lebih menekankan pelayanan masalah pendidikan sebagai salah fasilitas yang mampu mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya dan punya daya saing. Maluku utara yang beribukota di Sofifi dan merupakan salah satu provinsi termuda, sudah tentunya harus memiliki fasilitas fasilitas penunjang hidup yang lebih maju agar dapat disetarakan dengan kota lain di Indonesia.Salah satunya adalah fasilitas dibidang pendidikan,hal ini dapat dilihat dari letak geografis dan dari banyak sekolah maupun perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Maluku Utara. Dengan menggunakan pendekatan desain berupa tema perancangan dengan Impelemnetasi sasadu sebagai arsitektur Tradisional Maluku Utara yaitu pengaplikasian ruang, bentuk, pola sirkulasi dan tatanan ruang luar yang diharapkan dapat membeikan warna tersendiri dalam pelayanan pendidikan di Maluku Utara. Kata Kunci : Perpustakaan Daerah, Sasadu PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perpustakaan sebagai salah satu wadah melestarikan bahan pustaka sebagai hasil budaya dan berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan sebagai modal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional mempunyai peranan penting dan akan mempengaruhi kebutuhan masayarakat dalam memperoleh informasi secara lengkap,dan mempunyai potensi sumber daya karya intelektual yang dapat dimanfaatkan oleh masayarakat. Kota Sofifi sebagai ibukota provinsi Maluku Utara dan merupakan salah satu provinsi termuda, sudah tentunya harus memiliki fasilitas fasilitas penunjang hidup yang lebih maju agar dapat disetarakan dengan kota lain di Indonesia. Salah satunya adalah fasilitas dibidang pendidikan, hal ini dapat dilihat dari letak geografis dan dari banyak sekolah maupun perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Maluku Utara. Hal ini menyebabkan secara tidak langsung jumlah pelajar maupun mahasiwa mengalami peningkatan dan pengguna jasa perpustakaan yang ingin mendapatakan informasi yang bersumber dari buku buku dan literatur juga akan bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. maka membutuhkan sebuah fasilitas penunjang dalam proses pembangunan yang ada di Provinsi Maluku Utara. Maka diharapkan adanya suatu keharusan Perpustakaan Daerah Propinsi Maluku Utara dengan pelayanan berbasis teknologi informasi sehingga mampu menjangkau keseluruh wilayah propinsi Maluku utara, selain itu juga menjadi sarana pendidikan non formal umum yang efektif dan efisiens. Perpustakaan daerah yang dimaksud seabagai wadah sumber informasi dan bahan bacaan bagi seluruh masayarakat yang ada di Provinsi Maluku Utara. 2. Rumusan Masalah Merancang suatu bagunan arsitektur yang representative sebagai suatu bagunan tersendiri yang dapat dipercaya, untuk menyimpan kearsipan daerah, sumber berita dan bahan bacaan secara lebih luas bagi semua lapisan masyarakat.dibutuhkan adanya sebuah wadah yang mampu menjangkau secara teknologi, komunikasi dan menjadi pusat informasi yang ada di MALUT. 1 Mahasiswa Prodi. S1.Arsitektur UNSRAT 2 Staf Pengajar Prodi. S1.Arsitektur UNSRAT 57
2 3. Maksud dan Tujuan Adapun dalam maksud perancangan ini dapat menghadirkan suatu desain Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku Utara yang mampu menunjang seluruh aktivitas pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan teknologi, yang mampu menjangkau keseluruh lapisan masayarakat.serta menonjolkan sebuah perpustakaan yang tidak formal, unik dan dirancang dengan konsep tematik yang berlandaskan pada arsitektur tradisional Maluku Utara. METO DE PERANCANGAN - Pendekatan perancangan Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku Utara di Sofifi meliputi tiga aspek utama perancangan yaitu : 1. Tipologi Objek 2. Pendekatan Tematik (ImplementasiSasaduSebagaiTradisonal Maluku Utara) 3. Pendekatan Tapak dan Lingkungan - Proses berpikir yang digunakan yaitu jalur spiralistik yang penuh dengan lompatan dari satu masalah ke masalah yang lain, dari satu forward ke feedback, dari alur maju ke alur mundur, dan sebaliknya, secara terus-menerus dan berdasarkan pertimbangan pemikiran dan pengalaman perancang. - Proses perancangan yang dipakai disini mengarah pada model desain generasi ke II yang di kembangkan oleh John Zeizel (1981), dimana proses desain merupakan suatu proses yang berulang-ulang terus menerus (cyclical/spiral). Model desain seperti ini dipilih sebagai proses perancangan karena meodel desain ini cenderung tidak membatasi permasalahan sehingga desain nantinya bisa optimal sesuai maksud dan tujuan perancangan. KAJIAN PERANCANGAN 1. Deskripsi O bjek Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku Utara di Sofifi dengan tema Implementasi Sasadu Sebaga iarsitektur Tradisonal Maluku Utara.Merupakan upaya untuk menerapkan karakteristik bagunan tradisonal dan mengembangkan budaya daerah setempat.perpustakaansebagai salah satu pendukung infrastruktur, dan sebagai daerah yang baru hal ini dapat mendorong pengembangan pembangunan sumber daya manusia yang optimal secara fungsi maupun peran perpustakaan bagi masayarakat Maluku Utara. perpustakaan memiliki lima fungsi dasar yaitu: pelestarian, pelayanan informasi, pendidikan, penelitian dan pembudayaan. Perpustakaan memainkan suatu peranan penting dalam masyarakat. Sebagai suatu institusi, perpustakaan menyediakan informasi dan ilmu pengetahuan. Melalui perpustakaan, warga masyarakat dapat memberdayakan diri mereka sendiri dengan memperoleh berbagai informasi yang sesuai dengan kebutuhan profesi dan bidang tugas masing-masing yang pada akhirnya bernuara pada tumbuhnya warga masyarakat yang terinformasi dengan baik, berkualitas dan demokratis. Mengacu pada perencanaan pengembagan kota Sofifi disektor pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, diarahkan pada peningkatan kualitas serta pemerataan pendidikan. Dalam implementasinya arahan ini terkait dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar, jumlah dan kualitas pendidikan kejuruan, sehingga memenuhi kebutuhan pembangunan daerah dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu strategi dalam upaya pencerdasan dan dapat mempengaruhi minat dan gemar membaca.dengan adanya Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku Utara Aktivitas pendidikan dapat berlangsung secara optimal apabila didukung oleh ketersediaan fasilitas pendidikan dalam melakukan perencanaan terhadap fasilitas pendidikan yang perlu dipertimbangkan berbagai faktor yang didasarkan pada tujuan yang ingin diraih dari suatu kegiatan pendidikan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan melalui perbandingan antara kondisi eksisting fasilitas pendidikan dengan standar fasilitas perkotaan, dapat diketahui tingkat pelayanan untuk setiap jenis fasilitas pendidikapada tahun 2009 dan tingkat kebutuhan penduduk akan fasilitas pendidikan untuk tahun proyeksi
3 2. LokasidanTapak Gambar 1.1 Lokasi Tapak Penentuan lokasi merupakan prosedur awal dalam perencanaan dan perancangan tapak untuk menjamin fleksibilitas pemanfaatan potensi tapak serta pemanduan bentuk-bentuk alam atau buatan. Penentuan tapak ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu tapak dan mengembangkannya sebaik mungkin sesuai dengan tujuan dan sasaran perencanaan dan perancangan Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku Utara. Lokasi perancangan yang diambil merupakan lokasi peruntukan untuk pasar Sarimalaha yang mengacu pada RDTR Pemerintah Kota Sofifi , yang berada di kawasan pengembanganpendidikandanpusatpemerintahan Kota Sofifi. 1. Kajian Tema Melalui tema Implementasi Sasadu Sebagai ArsitekturTradisonal Malutdesain struktur danbentuksebagai penentu berdirinya suatu bangunan yang berperan penting di dalamnya. Dalam perancangan kali ini penerapan strukturdanbentukmengacupadabagunantradisionnal Maluku Utara, tidak hanya terbatas, tetapi mengekspor beberapa jenis struktur sehingga mengahasilkan desain struktur yang berestetika tanpa mengabaikan fungsi ruang dan kegunannya. Penerapan desain yang dipakaiyaituimplemnetasibentukmaupunstruktur pada Perpustakaan harus memperhatikan sudut pandang pada bangunan sasaduyang akan mendukung atap dan bangunan perpustakaan itu sendiri Gambar1.2 RumahSasadu 59
4 Kata Sasadu berasal dari Masayarakat desa Taraudu di kecamatansahumenyebutkansasadurumah Adat Sasadu ini mendiskripsikan kondisi rumah dan permukiman asli masarakat sahu berdasarkan apa yang ada di literatur dan kondisi lapangan yang mendekatiaslinya.untuk kasus lapangan ini di ambil dari desa taraudu segagai kondisi yang mendekati aslinya. Rumah adat,sabua(bahasa malayu maluku) atau sasadu (bahasa sahu)mempunyai makna budaya yang penting. Pada waktu masarakat sahu hidup di tengah-tengahkebun mereka, masarakat datang berkumpul ke desa hanya pada saat saat di adakan upacaraadat saja, rumah adat sasaduterletak ditengah kampung / (gam) dipingir jalan denga maksut muda di tempuh, dapat menhimpun seluruh masarakat dari berbagai penjuru kampumpung, merupan pusat kegiaatan adat masarakat dari masarakat sahu. Maksudnya sasadu merupakan pusat adat istiadat yang mengayomi seluruh aktifitas sosial kemasarakatan, muda dijangkau serta dapatmenghimpun seluruh lapisan masarakat. Arsitektur sebagai hasil tata atur lingkugan binaan manusia, merupakan wujud fisik budaya, menurut Amos Rapoport dalam cultural origin of arsitektural menguraikan kaitan yang erat antara system nilai dan tindakan dengan bentuk arsitektur baik denah, tampak,potongan, maupun ruang. Amos Rapoport mengajukan istilah ideal schemata yaitu suatu kerangka nilai nilai ideal yang berakibat pada tindakan manusia, yang diwujudkan pada bentuk arsitektur. 2. Analisis Perancangan Luas Total Site (TLS) : m² Sempadan jalan : 4 m L. Sempadan jalan : 615,2 m² Sempadan bangunan : 3 m L. Sempadan bangunan: 345,78 m² Total Luas Sempadan : 960,98 m² TLS Efektif : , m² TLS Efektif : m² BCR 40% : 40% x m² = 8094 m² Total L. Lantai : 8094 m² FAR : 60% 60% x 8094 m² = 4856 m² Tinggi Lantai : 8094 m² :4856 m² = Jadiketinggianbagunantidakkurangdari2 lantai 60
5 KO NSEP-KO NSEP DAN HASIL PERANCANGAN Konsep Perancangan Perletakan Sirkulasi, Parkir dan Entrance Konsep perancangan Perletakan Entrance Dan Sirkulasi Tapak : Sirkulasi pada Objek terdiri dari sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki Merupakan konsep yang diterapkan dalam sirkulasi pelayanan pada objek dimana pengunjung hanya boleh membawa kendaraannya sampai area parkir. Dibatasinya pergerakan pengunjung tersebut dengan tujuan untuk menghindari terganggunya kegiatanyang lain yang ada didalam site. Sirkulasi Pejalan Kaki (Pedestrian way ) Pada dasarnya sirkulasi pejalan kaki terpisah dari sirkulasi kendaraan. Hal ini untuk mendapatkan rasa aman, nyaman dan kemudahan bagi pejalan kaki. Konsep Gubahan Bentuk dan Tata Masa Diambil dari bentuk dasar sasadu sebagai awal dalam rancangan proses ada penambahan dengan memungkinkan bentuk dapat berfungsi secara optimal Fasade bangunan atau tampilan bangunan mengunakan dari sasadu yang merupakan rumah adat provinsi Maluku Utara yang dieksplor menjadi lebih variatif hal ini agar karakteristik dari daerah bias menjadi nilai lebih untuk objek rancangan karena berbedah dengan bangunan sekitar. 61
6 Konsep Tata Masa Penerapan pada objek perancangan yaitu dengan mengelompokan beberapa jenis ruan g sehingga tercipta tatanan massa yang beraturan dengan satu massa utama Dalam konsep perancangan ini orientasi bangunan menjadi fokus utama dalam perletakan masa yakni dengan memperhatikan sirkulasi dan klimatologi site. Hal ini guna menunjang fungsibagunan yang optimal danmemerlukan perkiraan yang tepat disetiap aspek bentuk dan fungsi. Area Service Parkirdan RTH Area publik Massa Utama Area Service Area Drop Buku Area Service parkir Area Service Parkirdan RTH Area Semi PublikfasilitasP enunjang (Taman Baca) Gambar 5.3 Zooning Area Terbangun Dan Area Terbuka 62
7 HASIL PERANCANGAN Hasil perancangan dari kajian konsep perancangan baik secara struktural maupun arsitektural dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Gambar 7 Lay Outdan Site Plan Gambar 8 PerpektifdanEkterior Gambar 8 IsometridanPotongan 63
8 PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan yang telah dideskripsikan maka dapat disimpulkan bahwa Perpustakaan Daerah Provinsi Maluku Utara Di Sofifi sebagai salah satu wadah pengembangan dan peelestarikan bahan pustaka sebagai hasil budaya dan berfungsi sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. sebagai modal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.khususnya pengembangan sumber daya manusia yang dapat bersaing secara intelektual. Perancangan dihasilkan dari proses pengumpulan data yang kemudian dianalisa dan diproses melalui tahapan-tahapan perancangan. Objek ini juga mengimplementasikan gaya arsitektur tradisional sebagai pengembangan budaya dan nila - nilai arsitektur Maluku Utara. Dalam rancangan ini juga mengutamakan tingkat kenyamanan bagi masayarakat maupun pengunjung. Sehingga dapat melayani, khususnya informasi pendidikan secara umum kepada masayarakat di Maluku Utara yang dapat diakses secara menyeluruh dan berbagai lapisan masarakat,dan mendapatkan informasi maupun berita secara luas. Saran Dari keseluruhannya, perancangan tugas akhir ini dirasa masih memiliki banyak kekurangan, untuk itu sangat diharapkan masukan berupa saran ataupun kritik dari pembaca untuk penyempurnaan tugas akhir ini kedepan, sehingga bisa lebih berguna lagi bagi pembaca sekalian. DaftarPustaka Anonimous, Laporan Akhir RDTR Kota Sofifi BAPPEDA Provinsi, Maluku Utara.,,, Penelitian Arsitektur Tradisonal Daerah Maluku Utara;Pusat Pengembangan Penelitian Provinsi Maluku Utara Abdul Main, Teknologi informasi dalam sistem jaringan perpustakaan perguruan tinggi.jurnal IAIN Sunan Ampel, Edisi Desember 1998-Februari 1999, hal Dinse amas,2008. Ternate sejarah kebudyaan maluku utara, ternate ; LeKRa Hikmansyah, proses perubahan rumah sasadu akibat urbanisasih Halmahera; Maluku Utara. 64
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN LAUT DI SOFIFI METAFORA; KORA-KORA
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN LAUT DI SOFIFI METAFORA; KORA-KORA Disusun Oleh : Yunus R. Yusuf 1,Surjadi Supardjo 2, Andy Malik 2 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Manado Email
RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN )
RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN ) Riza Stephani Ester Suot 1 Ir. Sonny Tilaas, MSi 2 Ir. Pierre. H. Gosal, MEDS 3 ABSTRAK Tomohon merupakan salah satu kota di Sulawesi
REVITALISASI PASAR TRADISIONAL SARIMALAHA DI TIDORE RETROFITTING ARCHITECTURE
REVITALISASI PASAR TRADISIONAL SARIMALAHA DI TIDORE RETROFITTING ARCHITECTURE Disusun Oleh: Siti Humairah 1), M.M Rengkung 2), Linda Tondobala 2) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi Daerah Ibukota Yogyakarta mulai dari tahun 2008 yang memiliki jumlah penduduk 374.783 jiwa, pada tahun
SEKOLAH TINGGI SENI TEATER JAKARTA
BAB V KONSEP 5.1 KONSEP DASAR PERANCANGAN Dalam konsep perancangan Sekolah Tinggi Seni Teater ini, yang digunakan sebagai konsep dasar adalah INTERAKSI. Interaksi dapat diartikan sebuah bangunan yang dirancang
Sekolah Luar Biasa Untuk Tunarungu Difabel Antropometri
Sekolah Luar Biasa Untuk Tunarungu Difabel Antropometri Rezka Levie Nender 1 DR. Judi O. Waani. ST.MT 2 Rieneke L.E.Sela. ST.MT 3 ABSTRAK Pendidikan adalah satu modal utama yang harus kita miliki untuk
BAB III METODE PERANCANGAN
BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 IdePerancangan Ide perancangan muncul karena melihat potensi kebudayaan di Madura yang memiliki tempat yang kurang layak untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut.
BAB IV ANALISA PERENCANAAN
BAB IV ANALISA PERENCANAAN 4.1. Analisa Non Fisik Adalah kegiatan yang mewadahi pelaku pengguna dengan tujuan dan kegiatannya sehingga menghasilkan besaran ruang yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatannya.
TERMINAL BUS ANTARMODA DI ISIMU (GORONTALO) (MOBILITAS SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) ABSTRAK
TERMINAL BUS ANTARMODA DI ISIMU (GORONTALO) (MOBILITAS SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Muh. Zulkifli S aida 1 Alvin J. Tinangon 2 Andy A. Malik 3 ABSTRAK Salah satu prasarana yang dibutuhkan Provinsi Gorontalo
BAB VI HASIL PERANCANGAN
1 BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Site Plan Akses masuk ke site ini melalui jalan utama. Jalan utama tersebut berasal dari arah Cicaheum Bandung. Jalur mobil/ kendaraan di dalam bangunan dibuat satu arah
REDESAIN PERPUSTAKAAAN PROVINSI SULAWESI UTARA (HIBRIDASI PROGRAM)
REDESAIN PERPUSTAKAAAN PROVINSI SULAWESI UTARA (HIBRIDASI PROGRAM) Alvonco Salaila 1 Surijadi Supardjo 2, Michael M. Rengkung 3 ABSTRAK Masalah utama yang dihadapi bangsa kita, khususnya dalam bidang pendidikan,
BAB III METODE PERANCANGAN. Ide perancangan ini muncul dikarenakan tidak adanya suatu tempat untuk
BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Ide Perancangan Ide perancangan ini muncul dikarenakan tidak adanya suatu tempat untuk menjaga dan melestarikan potensi kesenian tradisional dan kuliner yang ada di Trenggalek.
Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang BAB I PENDAHULUAN. commit to user
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini, akan dibahas mengenai, pengertian dan esensi judul, latar belakang munculnya gagasan atau ide dan judul, tujuan dan sasaran perencanaan dan perancangan, permasalahan
didirikannya dekat dengan lingkungan kampus.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Jakarta Merupakan Ibukota negara dan pusat kegiatan pemerintahan. Oleh karena itu Jakarta memiliki berbagai macam fasilitas untuk mendukung semua kegiatan masyarakat.
BAB III METODE PERANCANGAN. pengumpulan data, analisis, dan proses sintesis atau konsep perancangan.
BAB III METODE PERANCANGAN Pada perancangan hotel resort dalam seminar ini merupakan kajian berupa penjelasan dari proses perancangan yang disertai dengan teori-teori dan data-data yang didapat dari studi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilakukan, beserta jalan dan kotanya. Dalam penelitian ini peneliti mengambil
PENDEKATAN KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pendekatan konsep untuk tata ruang dan tata fisik
BAB IV PENDEKATAN KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 4. 1 Pendekatan Konsep Dasar Perencanaan 4. 1. 1 Pendekatan Konsep Tata Ruang Makro Pendekatan konsep untuk tata ruang dan tata fisik bangunan
BAB I PENDAHULUAN. 1 diakses tanggal 25 Juni 2009.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan cabang ilmu yang harus dikuasai dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan
BAB VI HASIL PERANCANGAN. konsep lagu blues Everyday I Have Blues, menerapkan nilai serta karakter lagu
BAB VI HASIL PERANCANGAN Perancangan Pusat Seni Musik Blues di Kota Malang ini menggunakan konsep lagu blues Everyday I Have Blues, menerapkan nilai serta karakter lagu tersebut dengan memasukkan tiap
International Fash on Institute di Jakarta
BAB V KONSEP PERENCANAAN 5.1. Konsep Dasar Perancangan Pemikiran Konsep: - Fungsi bangunan - Analisis Tapak - Bentuk bangunan sebagai lambang wujud fashion. PEMIKIRAN KONSEP KONSEP FASHION Fashion: - Busana
BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN
BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN Kerangka kajian yang digunakan dalam proses perancangan Hotel Resort Batu ini secara umum, diuraikan dalam beberapa tahap antara lain: 3.1 Pencarian Ide/Gagasan Tahapan kajian
BAB III METODE PERANCANGAN. Ide perancangan muncul setelah melihat potensi kebudayaan di Madura
BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Ide Perancangan Ide perancangan muncul setelah melihat potensi kebudayaan di Madura yang tidak memiliki tempat yang layak untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut.
BAB IV : KONSEP. 4.1 Konsep Dasar. Permasalahan & Kebutuhan. Laporan Perancangan Arsitektur Akhir
BAB IV : KONSEP 4.1 Konsep Dasar Table 5. Konsep Dasar Perancangan Permasalahan & Kebutuhan Konsep Selama ini banyak bangunan atau gedung kantor pemerintah dibangun dengan hanya mempertimbangkan fungsi
KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO GEOMETRI MODULAR. Rocky Brian Wongkar 1 Judy O. Waani 2 Hendriek H. Karongkong 3
KANTOR DINAS PEMADAM KEBAKARAN DI MANADO GEOMETRI MODULAR Rocky Brian Wongkar 1 Judy O. Waani 2 Hendriek H. Karongkong 3 ABSTRAK Di kota Manado telah menunjukan pertumbuhan yang sangat pesat terutama di
BAB I PENDAHULUAN. Bambang Herawan ( ) Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kota Medan, ibukota propinsi Sumatera Utara, merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang utama Indonesia di wilayah
BAB VI HASIL PERANCANGAN. terdapat pada konsep perancangan Bab V yaitu, sesuai dengan tema Behaviour
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Dasar Perancangan Hasil perancangan Sekolah Dasar Islam Khusus Anak Cacat Fisik di Malang memiliki dasar konsep dari beberapa penggambaran atau abstraksi yang terdapat pada
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Konsep yang mendasari perancangan Pusat Pelatihan Sepakbola Bandung ini adalah sebagai berikut; 1. Konsep Filosofis yaitu Kerjasama yang terarah. Konsep tersebut
BAB VI DESAIN PERANCANGAN
BAB VI DESAIN PERANCANGAN 6.1 Perancangan Terkait dengan tema perancangan Prambanan Heritage Hotel dan Konvensi sebagai bangunan sebagai lanskap candi Prambanan dan tidak menonjolkan karakter bangunan
BAB III METODE PERANCANGAN. untuk mencapai tujuan penelitian dilaksanakan untuk menemukan,
BAB III METODE PERANCANGAN Metode pada dasarnya diartikan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan. Penelitian adalah suatu penyelidikan dengan prosedur ilmiah untuk mengetahui dan mendalami suatu
INPUT PROSES OUTPUT PERENCANAAN ARSITEKTUR FENOMENA. Originalitas: Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, terletak di srengseng
INPUT PROSES OUTPUT PERENCANAAN ARSITEKTUR FENOMENA PROBLEMATIKA Aktualita: Originalitas: Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, terletak di srengseng Pembangunan wisata budaya betawi yang mengharuskan Perencanaan
BAB V KONSEP PERANCANGAN. Tapak perancangan merupakan area yang berada jauh dari kota. Lokasi ini
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Tapak 5.1.1 Pemilihan Tapak Tapak perancangan merupakan area yang berada jauh dari kota. Lokasi ini dipilih karena dapat meningkatkan perasaan kembali ke alam dan menyepi
BAB IV: KONSEP. c) Fasilitas pendukung di hotel (event-event pendukung/pengisi kegiatan kesenian di hotel)
BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Dasar Menitikberatkan HERITAGE sebagai acuan dasar konsep perancangan agar menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan wujud produknya, meliputi antara lain: a) Aspek arsitektural
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN V.1 KONSEP DASAR PERANCANGAN Konsep dasar ini tidak digunakan untuk masing-masing ruang, tetapi hanya pada ruang-ruang tertentu. 1. Memperkenalkan identitas suatu tempat Karena
BAB III METODE PERANCANGAN. Pembahasan yang dikemukakan dalam bagian bab ini ditujukan untuk
BAB III METODE PERANCANGAN Pembahasan yang dikemukakan dalam bagian bab ini ditujukan untuk dijadikan metode serta acuan dasar perancangan arsitektur, baik secara umum maupun khusus terkait dengan rancangan
DAFTAR ISI BAB I... 0 PENDAHULUAN PENGERTIAN JUDUL LATAR BELAKANG Kawasan Betawi Condet Program Pemerintah
DAFTAR ISI BAB I... 0 PENDAHULUAN... 0 1.1 PENGERTIAN JUDUL... 0 1.2 LATAR BELAKANG... 0 1.2.1 Kawasan Betawi Condet... 0 1.2.2 Program Pemerintah Terkait Kawasan Betawi Condet... 1 1.2.4 Kawasan Wisata
KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center
KONSEP RANCANGAN Latar Belakang Surabaya semakin banyak berdiri gedung gedung pencakar langit dengan style bangunan bergaya modern minimalis. Dengan semakin banyaknya bangunan dengan style modern minimalis
BAB V. KONSEP PERENCANAAN dan PERANCANGAN. Bina Nusantara adalah sebagai berikut :
112 BAB V KONSEP PERENCANAAN dan PERANCANGAN V.1. Konsep Perancangan Kegiatan Adapun jenis kegiatan dan sifat kegiatan yang ada di dalam asrama mahasiswa Bina Nusantara adalah sebagai berikut : Jenis Kegiatan
BAB V KONSEP DASAR. Konsep dasar yang digunakan dalam perancangan Kepanjen Educaion. Prinsip-prinsip tema Arsitektur Perilaku
BAB V KONSEP DASAR 5.1 Konsep Perancangan Konsep dasar yang digunakan dalam perancangan Kepanjen Educaion Park ini mencangkup tiga aspek yaitu: Prinsip-prinsip tema Arsitektur Perilaku Kriteria dalam behaviour
BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,
BAB VI HASIL RANCANGAN Perancangan Museum Anak-Anak di Kota Malang ini merupakan suatu wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik, serta film untuk anak-anak. Selain sebagai
BAB V HASIL RANCANGAN
BAB V HASIL RANCANGAN 5.1 RENCANA TAPAK Pencapaian melalui tapak melalui jalan R. E. Martadinata dapat diakses oleh pejalan kaki, kendaraan umum, maupun kendaraan pribadi. Jalan dengan lebar 8 m ini, dapat
BAB V KONSEP PERANCANGAN
1 BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Konsep dasar perancangan ini adalah bangunan yang menyatu dengan alamnya/ keadaan sitenya. Contour as a part of building atau kontur sebagai bagian dari bangunan.
BAB III METODE PERANCANGAN. Dalam proses perancangan Kepanjen Education Park ini dibutuhkan
BAB III METODE PERANCANGAN Dalam proses perancangan Kepanjen Education Park ini dibutuhkan sebuah metode perancangan yang memudahkan perancang untuk mengembangkan sebuah ide perancangannya secara deskriptif.
2016 BANDUNG SPORTS CLUB
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia, pada perkembangannya tergolong cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya populasi
AR 40Z0 Laporan Tugas Akhir Rusunami Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah susun ini dirancang di Kelurahan Lebak Siliwangi atau Jalan Tamansari (lihat Gambar 1 dan 2) karena menurut tahapan pengembangan prasarana perumahan dan permukiman
BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Banyak daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata yang dapat diolah dan dikembangkan untuk dikenalkan kepada wisatawan mancanegara bahwa Indonesia
5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung
5. HASIL RANCANGAN 5.1 Hasil Rancangan pada Tapak Perletakan massa bangunan pada tapak dipengaruhi oleh massa eksisting yang sudah ada pada lahan tersebut. Di lahan tersebut telah terdapat 3 (tiga) gedung
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Simpulan dalam laporan ini berupa konsep perencanaan dan perancangan yang merupakan hasil analisa pada bab sebelumnya. Pemikiran yang melandasi proyek kawasan transit
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1 KONSEP DASAR DESAIN Konsep dasar dari Area Olahraga Saparua Bandung ini adalah gedung dengan memanfaantkan bentang lebar untuk memperoleh ruang yang luas. Sesuai dengan fungsinya
1. ASPEK PENAMPAKAN SIMBOL KULTURAL
1. ASPEK PENAMPAKAN SIMBOL KULTURAL SIMBOL LANGGAM JAWA GAMBAR 1 GAMBAR 2 GAMBAR 3 GAMBAR 5 SIMBOL DESIGN YANG PERTAMA INI MENGGUNAKAN LANGGAM JAWA YANG SAYA LETAKKAN DI FRAME JENDELA GAMBAR 1 GAMBAR 6
BAB I. PENDAHULUAN. umat manusia tanpa termakan oleh waktu. Bentuk tertulis ini membutuhkan sebuah media,
BAB I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Buku pada mulanya berawal dari keinginan manusia untuk mengimplementasikan ucapan kata kata kedalam bentuk tertulis supaya dapat diketahui secara luas oleh seluruh
PERENCANAAN BLOK PLAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI MASTER PLAN SARANA DAN PERASARANA BAGIAN A PERENCANAAN BLOK PLAN 2015-2020 A-1 BAB I TINJAUAN UMUM KONTEKSTUALITAS PERENCANAAN 1.1. Tinjauan Konteks Tipologi Kawasan Unsrat di
BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.
BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan Beberapa hal yang menjadi dasar perencanaan dan perancangan Asrama Mahasiwa Bina Nusantara: a. Mahasiswa yang berasal dari
BAB III METODE PERANCANGAN. dalam mengembangkan ide sebuah rancangan. Langkah-langkah ini meliputi
BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metode Umum Dalam melakukan perancangan membutuhkan metode untuk mempermudah dalam mengembangkan ide sebuah rancangan. Langkah-langkah ini meliputi survey obyek komparasi,
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
BAB V KONSEP PERANCANGAN
5.1 FILOSOFI 5.1.1 Filosofi Dasar BAB V KONSEP PERANCANGAN merupakan kawasan perdagangan di kawasan yang terdiri dari beberapa pasar yang diharapkan penataan kawasan harus saling medukung pasar-pasar tersebut.
GEDUNG PEMUDA DI MANADO ARSITEKTUR PERILAKU LINGKUNGAN
GEDUNG PEMUDA DI MANADO ARSITEKTUR PERILAKU LINGKUNGAN Disusun Oleh : Abdul Hafid Tome Luther Betteng 1 Hanny Poli 2 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Manado Email : [email protected]
- BAB I - PENDAHULUAN
- BAB I - PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mal salah satu obyek rekreasi yang banyak dinikmati oleh masyarakat sebagai tempat hiburan untuk merelaksasikan diri, karena tuntutan aktifitas kesibukan sehari-hari
BAB V. KONSEP PERANCANGAN
BAB V. KONSEP PERANCANGAN A. KONSEP MAKRO 1. Youth Community Center as a Place for Socialization and Self-Improvement Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota pendidikan tentunya tercermin dari banyaknya
BAB II RUANG BAGI KEHIDUPAN
BAB II RUANG BAGI KEHIDUPAN Untuk memperoleh hasil pemrograman yang maksimal, proses analisa yang dilakukan sebaiknya bersumber pada data yang tersusun dengan sempurna. Data yang sudah terkumpul kemudian
BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1 Organisasi Ruang a. organisasi ruang
BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1 Organisasi Ruang a. organisasi ruang MAIN ENTRANCE INFORMASI HALL / LOBBY FREE FUNCTION ROOM COFEE SHOP PERPUSTAKAAN TOILET PAMERAN AMPLETHEATRE PENERIMAAN ENTRANCE PENYIMPANAN
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Kebutuhan akan pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipungkiri
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kebutuhan akan pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipungkiri ikut serta dalam munculnya berbagai permasalahan kebutuhan akan hunian, terutama pada tingkat
BAB III METODE PERANCANGAN. di Kota Malang dibutuhkan suatu metode yang merupakan penjelas tentang
BAB III METODE PERANCANGAN Dalam perancangan Pusat Pengembangan Musik Tradisional Jawa Timur di Kota Malang dibutuhkan suatu metode yang merupakan penjelas tentang langkah-langkah yang dilakukan dalam
HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR DIAGRAM... vii DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... ix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pasar tradisional merupakan salah satu tempat untuk melakukan transaksi jual beli yang masih menggunakan sistem secara tradisional, dimana adanya interaksi dan tawar
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Terdapat beberapa faktor yang harus dianalisis dalam perencanaan sebuah bangunan, yaitu analisis lingkungan, manusia, dan bangunan itu sendiri. Perancangan bangunan
SEKOLAH MENENGAH TUNANETRA BANDUNG
V. KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam merancang sebuah sekolah mengengah luar biasa tunanetra ialah dengan cara membuat skenario perancangan pada desain yang
BAB I PENDAHULUAN. Winda Inayah W L2B
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia disamping sebagai pusat kegiatan Pemerintahan, perdagangan dan jasa, pariwisata dan kebudayaan juga sekaligus merupakan
PASAR TRADISIONAL DI TALAUD GREEN ARCHITECTURE Olvis Tamalihis 1 Ir. Julianus A.R. Sondakh, MT 2 ABSTRAK
PASAR TRADISIONAL DI TALAUD GREEN ARCHITECTURE Olvis Tamalihis 1 Ir. Julianus A.R. Sondakh, MT 2 ABSTRAK Perkembangan pembangunan kabupaten Talaud semakin meningkat tiap tahunnya. Khususnya sektor industri
BAB II STEP BY STEP, UNDERSTANDING THE WHOLE PICTURE
BAB II STEP BY STEP, UNDERSTANDING THE WHOLE PICTURE Pemograman merupakan bagian awal dari perencanaan yang terdiri dari kegiatan analisis dalam kaitan upaya pemecahan masalah desain. Pemograman dimulai
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Rumusan konsep ini merupakan dasar yang digunakan sebagai acuan pada desain studio akhir. Konsep ini disusun dari hasil analisis penulis dari tinjauan pustaka
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta mengingat jumlah penduduk Jakarta yang terus bertambah, sehingga saat ini di Jakarta banyak
BAB VI HASIL PERANCANGAN
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Konsep Dasar Perancangan Konsep dasar perancangan Pusat Studi dan Budidaya Tanaman Hidroponik ini adalah Arsitektur Ekologis. Adapun beberapa nilai-nilai Arsitektur Ekologis
negara kita sebagai negeri bahari yang kuat. Trend masa kini ternyata tidak hanya terjadi pada gaya hidup dan mode tetapi juga olah raga. Saat ini ola
SNORKELING AND DIVING CENTER DI TANJUNG LESUNG Evans Persadagubta L. Tobing 20305014 ABSTRAKSI Trend masa kini ternyata tidak hanya terjadi pada gaya hidup dan mode tetapi juga olah raga. Saat ini olah
BAB V KONSEP PERANCANGAN. Konsep dasar yang digunakan dalam Perancangan Kembali Terminal Bus. Tamanan Kota Kediri mencangkup tiga aspek yaitu:
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Konsep Perancangan Konsep dasar yang digunakan dalam Perancangan Kembali Terminal Bus Tamanan Kota Kediri mencangkup tiga aspek yaitu: Standar Perancangan Objek Prinsip-prinsip
BAB III : DATA DAN ANALISA
BAB III : DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik Gambar 29. Lokasi Tapak 1. Data Teknis Lokasi : Area Masjid UMB, JL. Meruya Selatan Luas lahan : 5.803 m 2 Koefisien Dasar Bangunan : 60 % x 5.803
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Penjelasan konsep dibagi menjadi dua bagian yaitu: A. Konsep Tapak yang meliputi: a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi b. Sirkulasi e. Orientasi c. Lingkungan f. Skyline
KANTOR GUBERNUR BOLAANG MONGONDOW RAYA (Arsitektur Nusantara)
KANTOR GUBERNUR BOLAANG MONGONDOW RAYA (Arsitektur Nusantara) Anjar Fiky Sutrisno 1 Ir. Suryono, MT 2 Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus UNSRAT Bahu,
MANADO RACKET SPORTS CENTER (Folding Architecture)
MANADO RACKET SPORTS CENTER (Folding Architecture) Ronald Nelwan 1 Vicky H. Makarau 2 Johannes Van Rate 2 ABSTRAK Manado Racket Sports Center merupakan suatu pusat olahraga raket yang terletak di kota
by NURI DZIHN P_ Sinkronisasi mentor: Ir. I G N Antaryama, PhD
by NURI DZIHN P_3204100019 Sinkronisasi mentor: Ir. I G N Antaryama, PhD Kurangnya minat warga untuk belajar dan mengetahui tentang budaya asli mereka khususnya generasi muda. Jawa Timur memiliki budaya
MALL KECANTIKAN DI MANADO (Building As Capital Investment)
MALL KECANTIKAN DI MANADO (Building As Capital Investment) Julita Anestasya Lumantouw 1 Frits O.P Siregar ST. M.,Sc 2 Abstrak Mall adalah kata serapan dari bahasa Inggris Mall yang diterjemahkan menjadi
BAB III METODE PERANCANGAN. dilakukan berbagai metode perancangan yang bersifat analisa yang
BAB III METODE PERANCANGAN Dalam perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa, telah dilakukan berbagai metode perancangan yang bersifat analisa yang bertujuan untuk menunjang proses perancangan selanjutnya.
REDESAIN PERPUSTAKAAN DAERAH DI MANADO PENELUSURAN MAKNA EDUKATIF DAN REKREATIF DALAM ARSITEKTUR
REDESAIN PERPUSTAKAAN DAERAH DI MANADO PENELUSURAN MAKNA EDUKATIF DAN REKREATIF DALAM ARSITEKTUR Iqnasya Eliza Pinkan Sampouw 1 Julianus A. R. Sondakh 2 Surjadi Supardjo 3 ABSTRAK Perpustakaan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Service), serta media alam sebagai media pembelajaran dan tempat. school melalui penyediaan fasilitas yang mengacu pada aktivitas
1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Berdirinya Boarding School bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendidikan dan menanamkan nilai-nilai tertentu yang tidak didapatkan pada sekolah-sekolah
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan - Luas lahan : 30.400,28 m² - KDB 20% : 20% x 30.400,28 m² = 6.080,06 m² - KLB 0,8 : 0,8 x 30.400,28 m² = 24.320,22 m² -
BAB VI KONSEP PERENCANAAN
BAB VI KONSEP PERENCANAAN VI.1 KONSEP BANGUNAN VI.1.1 Konsep Massa Bangunan Pada konsep terminal dan stasiun kereta api senen ditetapkan memakai masa gubahan tunggal memanjang atau linier. Hal ini dengan
STUDIO TUGAS AKHIR BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sepakbola adalah salah satu cabang olang raga yang sangat popular di seluruh dunia, hampir jutaan orang disetiap penjuru dunia turut mengambil bagian dalam dunia persepakbolaan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab ini akan diuraikan mengenai kesimpulan studi berupa temuantemuan yang dihasilkan selama proses analisis berlangsung yang sesuai dengan tujuan dan sasaran studi,
KAWASAN WISATA BETAWI DI CONDET DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME
KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA BETAWI DI CONDET DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME Disusun oleh : Ardi Hirzan D I0212021 Dosen Pembimbing: Ir. Marsudi, M.T NIP. 195603141986011001
dengan view sungai Serayu sebagai daya tariknya. Resort yang menjadi sarana akomodasi wisata arung jeram memiliki fasilitas penunjang lainnya, yaitu
DESAIN PREMIS Resort arung jeram di wisata arung jeram sungai Serayu Banjarnegara dirancang sebagai sarana akomodasi di kawasan tersebut. Potensi alam yang ada berupa sungai Serayu yang memiliki jeram
BAB VI HASIL PERANCANGAN Hasil Perancangan Tata Masa dalam tapak. mengambil objek Candi Jawa Timur (cagar budaya)sebagai rujukannya, untuk
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1. HasilPerancanganTapak 6.1.1 Hasil Perancangan Tata Masa dalam tapak Pada PerancanganPusat Industri Jajanan di Sanan Kota Malang ini mengambil objek Candi Jawa Timur (cagar
PENATAAN KORIDOR JALAN KASONGAN DI BANTUL
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENATAAN KORIDOR JALAN KASONGAN DI BANTUL Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun oleh : BOGI DWI CAHYANTO
BAGIAN 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Persoalan Perancangan
BAGIAN 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persoalan Perancangan Karakteristik kawasan permukiman kumuh di Kota Yogyakarta adalah kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan bangunan yang tinggi dan terletak
4.1 IDE AWAL / CONSEPTUAL IDEAS
BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 IDE AWAL / CONSEPTUAL IDEAS Beberapa pertimbangan yang muncul ketika hendak mendesain kasus ini adalah bahwa ini adalah sebuah bangunan publik yang berada di konteks urban. Proyek
Sekolah Luar Biasa Bagian B di Manado Arsitektur Bagi Penyandang Cacat Tunarungu, Mata Yang Mendengar
Sekolah Luar Biasa Bagian B di Manado Arsitektur Bagi Penyandang Cacat Tunarungu, Mata Yang Mendengar Steward Fransisco Bolang 1 Johannes Van Rate 2 Faizah Mastutie 3 ABSTRAK Karakteristik yang dimiliki
Penerapan Budaya Sunda dalam Perancangan Pasar Rakyat Kasus: Pasar Sederhana, Bandung
TEMU ILMIAH IPLBI 2016 Penerapan Budaya Sunda dalam Perancangan Pasar Rakyat Atika Almira (1), Agus S. Ekomadyo (2) (1) Mahasiswa Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Setiap manusia selalu membutuhkan adanya rekreasi dan Olah raga. Jakarta sebagai kota metropolitan kususnya di Jakarta utara, dimana perkembangan penduduknya sangat
BAB VI PENERAPAN KONSEP PADA RANCANGAN. memproduksi, memamerkan dan mengadakan kegiatan atau pelayanan yang
BAB VI PENERAPAN KONSEP PADA RANCANGAN 6.1 Dasar Perancangan Kabupaten Pamekasan paling berpotensi untuk membangun sentra batik di Madura. Sentra batik di pamekasan ini merupakan kawasan yang berfungsi
