BAB II KAJIAN PUSTAKA
|
|
|
- Lanny Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Suprijono, (2012:46) model pembelajaran yaitu pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan memberi petunjuk pada guru. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial (Trianto, 2007:1). Dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan guru sebagai suatu pedoman dalam kegiatan pembelajaran, agar tercapaianya tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran lebih afektif. Salah satu model pembelajaran yang sering di gunakan guru dalam kegiatan pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (Rusman, 2012:202). Hal yang sama dikemukakan oleh Slavin (dalam Purnamasari, 2010:12) menyatakan bahwa Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen Menurut Shoimin (2014:45) Cooperatif learning merupakan suatu model pembelajaran yang mana 11
2 12 siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Menurut Slavin (dalam Zulkifli, 2008:4) mengatakan bahwa pembelajaran koperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran di mana para siswa belajar dalam kelompok kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi pembelajaran. Menurut Johson dan Johnson (dalam Warsono & Hariyanto, 2012 :166) menyatakan pembelajaran kooperatif adalah suatu pengajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja sama dalam tim, menyelesaikan suatu tujuan bersama, dalam suatu kondisi. Sedangkan menurut Warsono dan (Hariyanto, 2012 :164) pembelajaraan kooperatif terbukti merupakan pembelajaran yang efektif bagi bermacam karakteristik dan latar belakang sosial siswa karena mampu meningkatkan prestasi akademis siswa, baik bagi siswa yang berbakat, siswa yang kecakapannya rata-rata maupun mereka yang tergolong lambat belajar. Kemudian (Huda, 2011:29) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial diantara kelompok-kelompok pembelajar yang didalamnya sendiri dan didorong untuk meningktkan pembelajaran anggota-anggota yang lain. Jadi dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran kelompok yang memungkinkan siswa belajar bersama teman sebaya yang terdiri dari 4-6 orang. Model pemelajaran koperatif bila di terapkan dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan semangat dan kemampuan siswa dalam memecahkan setiap persoalan, karena peserta didik belajar dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu dalam proses pembelajaran. Model
3 13 pembelajaran kooperatif dapat melatih siswa untuk memiliki rasa sikap menghargai dan bertanggungjawab. Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif menurut Isjoni (2011:20) : (1) Setiap anggota memiliki peran, (2) Terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa, (3) Setiap anggota kelompok bertanggungjawab belajarnya dan juga teman kelompoknya, (4) Guru kelas membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, (5) Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat di perlukan. Menurut Rusman (2012: ) ciri-ciri pembelajaran kooperatif dapat di jelaskan sebagai berikut : yaitu : (1) Siswa bekerja kedalam kelompok secara kolaboratif untuk menuntaskan materi belajarnya, (2) Kelompok dibentuk dan siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, rendah, (3) Bila mana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda, (4) Penghargaan kelompok lebih berorientasi kepada kelompok ketimbang individu. Adapun ciri-ciri model pembelajaran kooperatif menurut Hamdani, (2001:31) (1) Setiap anggota memiliki peran, (2) Terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa, (3) Setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas cara belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya, (4) Guru membantu mengembangkanketerampilanketerampilan interpersonal kelompok, (5) Guru hanya berinteraksi di kelompok saat di perlukan. Pernyataan di atas dapat di tarik kesimpulan, bahwasanya pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri di antaranya 1) Setiap anggota dalam kelompok memiliki peran 2) Siswa secara kolaboratif bekerja sama dengan kelompoknya, jadi terciptalah hubungan timbal balik antar anggota kelompok
4 14 3) Anggota kelompok bersifat heterogen, dengan kemampuan yang berbedabeda, jadi terciptalah hubungan saling membantu antara anggota kelompok. 4) Mengembangkan keterampilan yang di miliki setiap individu dalam kelompok 5) Penghargaan kelompok. Menurut Ibrahim (dalam Zulkifli, 2014:66) ada enam langkah/fase dalam pembelajaran kooperatif yaitu : 2.1Tabel fase pembelajaran kooperatif Fase Fase-1 menyampaikan tujuan dan memotifasi siswa Fase -2 Menyajikan Informasi Fase- 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif Fase-4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase-5 Evaluasi Aktifitas Guru Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotifasi siswa belajar Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demostrasi atau lewat bacaan Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membuat kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efesien Guru membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil belajarnya Fase-6 Memberikan Penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok 2. Team Game Tournamend (TGT) Menurut Shoimin, (2014:203) pembelajaran kooperatif tipe TGT merupakan suatu model pembelajaran yang mudah di terapkan bagi siswa, melibatkan aktivitas
5 15 semua siswa, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan penghargaan kelompok. Sedangkan menurut Huda (2013:197) TGT merupakan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktifitas semua siswa dimana siswa bekerja sama dalam kelompok yang berfungsi untuk membantu siswa dalam mereview dan menguasai materi pelajaran. Jadi dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran TGT (Team Game Tournamend) merupakan salah satu model pembelajaran yang dimana peserta didik bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling interaksi dan bekerja sama.pada pembelajaran TGT peserta didik perwakilan pada setiap kelompok akan berkompetisi dalam permainan.dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotifasi siswa untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Menurut Slavin (dalam purnamasari, 2009: ) berpendapat bahwa ada langkah-langkah atau komponen utama yang dilakukan dalam model pembelajaran kooperatif teams games-tournament (TGT) yaitu sebagai berikut : a. Presentasi Kelas b. Belajar Kelompok (Tim) c. Game/Turnamen d. Rekognisi Tim. TGT yaitu: Sedangkan menurut Hamdani (2011:92-93) ada lima komponen utama dalam a. penyajian kelas, pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Dilakukan dengan pengajaran langsung/ceramah dan diskusi sehinggah memudahkan siswa bekerja lebih baik pada saat
6 16 kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. b. Kelompok (team) kelompok biasanya terdiri dari 4-5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin,ras, atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game c. Game, game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar akan mendapatkan skor. Skor ini dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan d. Turnamen, turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada akhir setiap unit setelah guru melakukan persentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Pada turnamen pertama guru membagi siswa kedalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa yang tertinggi prestasinya dikelompokan pada meja 1, tiga siswa selanjutnya pada meja 2, dan seterusnya. e. Team Recognize (penghargaan kelompok) guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang dan masing-masing kelompok akan mendapat sertifikas/hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Kelompok yang mendapatkan julukan super team jika rata-rata skor mencapai 45 atau lebih, great team apabila rata-rata mencapai 40-45, dan good team apabila rata-ratanya Menurut Shoimin ( ) langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT) terdiri dari 5 Langkah yaitu : a. Penyajian kelas (Class Presentation) awal pembelajaran, guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau sering juga di sebut persentasi kelas (class resentation). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok materi, dan penjelasan singkat tentang LKS yang dibagikan kepada kelompok. Kegiatan ini biasanya di lakukan dengan pengajaran langsung yang di pimpin oleh guru. Pada saat penyajian kelas peserta didik harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang di sampaikan oleh guru, karena nanty pada saat belajar dalam kelompok akan membantu peserta didik belajar lebih baik dan juga pada saat game atau permainan akan menentukan skor kelompok b. Belajar dalam kelompok (Teamas) Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok, kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 6 orang peserta didik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya agar
7 17 bekerja dengan baik dan optimal pada saat permainan. Pada saat belajar kelompok peserta didik dalam kelompok bersama-sama memecahkan masalah-masalah suatu pertanyaan, membandingkan jawaban serta memperbaiki dan memeriksa kesalahan-kesalahan konsep teman kelompoknya. c. Permainan (Game) Game atau permainan terdiri dari berbagai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang di rancang oleh guru untuk mengetahui pengetahuan peserta didik. Kebanyakan permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Peserta didik memilih kartu bernomor yang sudah di sedikan oleh guru dan kemudian mencoba menjawab. Peserta didik yang menjawab dengan benar akan mendapat skor. d. Turnament atau lomba Turnament atau lomba adalah struktur belajar, dimana game atau permainan terjadi. Turnament akan di adakan ketika setiap kelompok telah belajar dalam kelompok dan telah mengerjakan LKS. e. Penghargaan kelompok (Team Recognition) Setelah turnament berakhir, guru kemudian mengumumkan kelompok-kelompok yang menang. Setiap kelompok yang menang akan mendapatkan hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang telah di tentukan. Tim atau kelompok mendapatkan julukan super teman jika rata-rata skor 50 atau lebih, Great Tema apabila rata-rata mencapai dan Good Tema apabila rata-ratanya 40 ke bawah. Kesimpulannya dari uraian Langkah kegiatan model pembelajaran TGT diatas ada 5 tahapan dalam proses penerapan model pembelajaran TGT yaitu penyajian kelas, pembentukan kelompok, game, turnament dan penghargaan kelompok. Disini peneliti mengadopsi komponen/langkah-langkah penerapan model pembelajaran menurut (Shoimin,2014:203). Kelebihan model pembelajaran TGT menurut Shoimin (2014: ) : (a) Model pembelajaran tipe TGT tidak hanya membuat peserta yang didik cerdas (berkemampuan akademik tinggi) lebih menonjol dalam pembelajaran, tetapi peserta didik yang berkemampuan akademik rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan penting dalam kelompoknya. (b)model pembelajaran ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya. (c) Dalam model pembelajaran ini, membuat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran, karena pada model ini guru
8 18 menjanjikan sebuah penghargaan pada peserta didik atau kelompok terbaik. (d) Dalam model pembelajaran ini,membuat peserta didik menjadi bersemangat mengikuti pelajaran di karenakan adanya sintak kegitan berupa turnament Kelebihan lain dari penerapan model TGT menurut Suarjana(2000:10) adalah sebagai berikut : a. Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas b. Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu c. Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam d. Proses belajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa e. Mendidik siswa untuk lebih bersosialisasi dengan orang lain f. Motivasi belajar lebih tinggi g. Hasil belajar lebih baik h. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleran. Adapun kekurangan model TGT menurut Shoimin (2014:208) di antaranya : a. Membutuhkan waktu yang lama b. Guru di tuntuk untuk pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini c. Guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sebelum di terapkan. Misalnya membuat soal untuk setiap meja turnament atau lomba, dan guru harus tahu urutan akademis peserta didik dari yang tertinggi hingga terendah. B. Kajian Penelitian yang Relevan Lazim, (2014:41) dalam penelitiannya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament (TGT) untuk menigkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IVC Sekolah Dasar Negeri 108 Pekanbaru aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran meningkat dari pertemuan pertama sampai pertemuan akhir. Hasil belajar siswa meningkat dari skor dasar dengan rata-rata 62,41 menjadi 75,64 pada siklus I dan 81,12 pada siklus II.
9 19 Sedangkan dalam penelitian Fajri, (93-93:2012) yang berjudul upaya peningkatan prosesdan hasil belajar kimia materi koloid melalui pembelajaran kooperatifdalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT (teams games tournament) dilengkapi dengan teka-teki silang bagi siswa kelas XI IPA 4 SMANegeri 2 Boyolali pada semester genap tahun ajaran 2011/2012 hasil penelitian yang di dapatkan yaitu adanya peningkatan kualitas proses pembelajaran. Hal ini apat dilihat dari keaktifan siswa pada siklus I dan II. Presentase keaktifan siswa pada siklus I 60,72% dan 71,43% pada siklus II. Persamaan dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Perbedaannya adalah subjek, objek, waktu dan tempat penelitiannya berbeda serta pada penelitian terdahulu lebih fokus terhadap pembelajaran IPS dan IPA yang materi dan tema pembelajarannya berbeda-beda. Sedangkan dalam penelitian kali ini dengan menerapkan model pembelajaran TGT untuk meningkatkan kerja sama peserta didik pada pembelajaran tematik di SDN Torongrejo 01 Batu.
10 20 C. Kerangka Pikir 1. UU RI No 20 tahun 2003 tentang SPN 2. UU RI No 20 tahun 2003 pasal 5 ayat 1 dan 5 3. Kurikulum 2013 dengan pendektan Saintific 4. Kompetensi Mengajar Guru Kondisi Ideal 1. Siswa pada saat kegiatan belajar mengajar di jadikan subjek bukan sebagai objek 2. Guru bisa memilih beberapa metode/model pembelajaran yang menarik minat sesuai sesuai dengan karateristik siswa dan materi pembelajaran 3. Membangun komunikasi/interaksi dari segalah arah serta kerja sama antara peserta didik 4. Pada saat siswa berperilaku tidak sesuai tatakrama sebaiknya guru memberikan punishment/hukuman yang membangun kesadaran siswa agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama Masalah Dilapangan: 1. Kurangnya penerapan kerja sama antara siswa 2. Kurangnya penerapan pembelajaran kelompok 3. Siswa tidak ada kesempatan untuk membentuk pengetahuan sendiri 4. Lebih banyak siswa laki-laki dari pada perempuan 5. Masi ada anak yang prestasinya di bawah KKM dan 2 orang siswa kurang bisa membaca 6. Sering terganggunya fokus siswa dalam proses belajar mengajar yang membuat siswa sering ramai dan bermain bersama. 7. Kurangnya tatakrama yang dimiliki siswa Sol Penerapan model pembelajaran kooperatif tipetgt di kelas III SDN Torongrejo 01 Batu Hasil 1. Mendapatkan Hasil belajar di atas KKM 2. Meningkatkan keaktifan, hasil belajar dan kerja sama 3. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan menghargai antara sesama langkah-langkah TGT : 1. penyajian kelas 2. kelompok (team) 3. game 4. turnamen 5. penghargaan kelompok Terjalinnya suatu aktifitas, interaksi dan kerja sama antara peserta didik,
BAB II KAJIAN PUSTAKA
4 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Model Pembelajaran TGT Ismail (2002:12) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran mengutamakan adanya kerja sama, yakni
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. subjek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses psikis yang berlangsung dalam interaksi antara subjek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengatahuan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pembelajaran Matematika Menurut isjoni (2010:11), pembelajaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1 Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Rusman (2011:201) Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah teori kontruktivisme. Soejadi dalam Teti Sobari,
TINJAUAN PUSTAKA. A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. siswa. Siswa yang belajar akan mengalami perubahan baik dalam pengetahuan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan terutama
BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Kemampuan Pemecahan Masalah
BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Menurut NCTM (2000) pemecahan masalah adalah suatu penyelesaian yang belum diketahui sebelumnya dengan cara penugasan sehingga
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran koperatif adalah rangkaian kegiatan belajar siswa dalam kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Pembelajaran
II. TINJAUAN PUSTAKA. satunya model pembelajaran kooperatif. Secara bahasa kooperatif berasal dari
7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Model Pembelajaran Kooperatif Pada masa sekarang banyak model pembelajaran yang sering digunakan, salah satunya model pembelajaran kooperatif. Secara bahasa kooperatif
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa, agar dia mencapai kedewasaan. Bantuan yang diberikan oleh pendidik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan dan pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam menyajikan materi pelajaran dapat membantu siswa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan dan pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam menyajikan materi pelajaran dapat membantu siswa dalam memahami semua pelajaran yang disampaikan guru.
BAB I PENDAHULUAN. dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Usaha untuk mencapai tujuan. yang melibatkan siswa aktif dalam proses pembelajaran.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan pelajaran yang wajib dipelajari siswa di Sekolah Dasar (SD). Secara umum tujuan pembelajaran IPS di SD menurut Permendiknas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM PELAJARAN EKONOMI SMA PADA ERA MEA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM PELAJARAN EKONOMI SMA PADA ERA MEA Widyo Pramono Universitas Negeri Surabaya [email protected]
Wendri, Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Berbantu
Wendri, Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Berbantu 1 Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Berbantu Media Ular Tangga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUMBERPUCUNG MALANG
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA Volume 1 Nomor 1 (2015) ISSN: 2460-3481 PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUMBERPUCUNG
BAB II. 1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif. menurut Majid (2013: 174) mengemukakan bahwa Pembelajaran
BAB II MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI LOGARITMA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA A. Model Pembelajaran Kooperatif 1. Pengertian
Kata kunci: Aktivitas, Hasil belajar Matematika, dan Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) PENDAHULUAN
ABSTRAK RINAWAHYUNI. Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Team Game Tournament (TGT) Pada siswa kelas VIII Putri SMP IT SyuhadaTahun ajaran 2014/2015. Skripsi. Fakultas
TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Menurut Nurhadi (2004: 112), pembelajaran kooperatif adalah pendekatan
7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Menurut Nurhadi (2004: 112), pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok
BAB II KAJIAN PUSTAKA
7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran Kooperatif Menurut E. Slavin (2008), pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam suatu kelas dijadikan
BAB II KAJIAN TEORI. Sehubungan dengan keberhasilan belajar, Slameto (1991: 62) berpendapat. bahwa ada 2 faktor yang mempengaruhi belajar siswa.
BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori 1. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses yang ditandai adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukan
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI Abstrak. Yulia Ayu Astuti. K8409074. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS
BAB I PENDAHULUAN. siswa. Matematika beragam manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang wajib dikuasai oleh siswa. Matematika beragam manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) tanggung jawab, kejujuran, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. KAJIAN TEORI 2.1.1. Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif memungkinkan siswa dapat belajar
MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK
Journal of Mechanical Engineering Education, Vol.1, No.2, Desember 2014 323 MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK Wisnu D. Yudianto 1, Kamin Sumardi 2, Ega
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, kaena dengan pendidikan manusia dapat hidup sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
KAJIAN PUSTAKA. Aktivitas mengikuti proses pembelajaran meliputi mendengarkan
7 B A B II KAJIAN PUSTAKA A. Aktivitas Belajar Aktivitas mengikuti proses pembelajaran meliputi mendengarkan keterangan guru, berpikir, berpendapat, berbuat, bertanya, dan berbagai aktifitas baik fisik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Model Cooperative Learning
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Model Cooperative Learning 2.1.1 Pengertian Model Cooperative Learning Cooperative learning dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama pembelajaran kooperatif. Cooperative
MAKALAH SIMPOSIUM GURU 2015
MAKALAH SIMPOSIUM GURU 2015 UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XI.IA-3 SMA N 9 SEMARANG PADA PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA NUMBER CARD Oleh : Wiwik Indah Kusumaningrum,
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN Nelli Ma rifat Sanusi 1, Fitri Widyaningsih 2 1 Fakultas Keguruan
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IIIA SDN SEMBORO 01 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Kasmiati 10 Abstrak. Tujuan pembelajaran
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Kajian teori ini merupakan uraian dari pendapat beberapa ahli yang mendukung penelitian. Dari beberapa teori para ahli tersebut mengkaji objek yang sama yang mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Menurut UU No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses mendidik, yaitu suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik agar mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. tipe Team Games Tournament (TGT). Pada siswa kelas VIII SMP Islam
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Pada siswa kelas VIII SMP Islam Prestasi Almubtadi-IEN Bantul
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab penuh dalam menjalankan tujuan pendidikan, sebagaimana yang telah dirumuskan dalam pembukaan
Keywords: Teams Games Tournament (TGT), visual media, social science
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA VISUAL DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SDN 1 BRECONG TAHUN AJARAN 2015/2016 Nurul Hidayati¹, Suripto²,
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang membagi siswa kedalam beberapa kelompok dengan
BAB I PENDAHULUAN. Selain sebagai pengajar, guru dituntut berlaku sebagai pembimbing dan pendidik siswa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa, guru mempunyai peranan yang penting. Guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat luas. Selain sebagai
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) Novita Sari, Hairida, Tulus Junanto Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Tanjungpura,
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Teori Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Tujuan Ilmu Pengetahuan Alam
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Teori 2.1.1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam yang dapat dirumuskan kebenarannya secara empiris. Ilmu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif memungkinkan siswa dapat belajar lebih santai
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERISTIWA ALAM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERISTIWA ALAM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT Hartina Apriyati 1), H. Soegiyanto 2), MG. Dwiji Astuti 3) PGSD FKIP Universitas
II. TINJAUAN PUSTAKA. yang tinggi dalam proses belajar, tidak sekedar aktivitas fisik semata. Siswa
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori Belajar aktif, ditunjukkan dengan adanya keterlibatan intelektual dan emosional yang tinggi dalam proses belajar, tidak sekedar aktivitas fisik semata. Siswa diberi
UJI COBA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BROKEN SQUARE
TRIAL APLICATION OF COOPERATIVE LEARNING TYPE TEAM GAMES TOURNAMENT ON THE DEVERSITY OF LIVING THINGS CONCEPT IN CLASS VII SMP PLUS QURROTA A YUN LEUWISARI SUB-DISTRICT TASIKMALAYA DISTRICT Usep Abdul,
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT ( TGT) PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 29 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT ( TGT)
PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD
PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD Oleh: Restu Heri Suryana 1), Suhartono 2), Ngatman 3) FKIP, PGSD Universitas Sebelas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang lebih
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti akan menunjukkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang
II. KERANGKA TEORITIS. 2.1 Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) yang efektif untuk kelompok kecil. Model ini menunjukkan efektivitas untuk
II. KERANGKA TEORITIS A. Tinjauan Pustaka 2.1 Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif untuk kelompok kecil. Model
BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Nasional :
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang tiada henti di dalam kehidupan manusia, karena pendidikan mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN JEJANGKIT MUARA 2
18 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN JEJANGKIT MUARA 2 Rahidatul Laila Agustina Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Noor Muhamad 1, Dadang Kurnia 2, Maulana 3. Program Studi PGSD Kelas UPI Kampus Sumedang Jl. Mayor Abdurachman No. 211 Sumedang 1
Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1, No. 1 (2016) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DENGAN BERBANTUAN KARTU SOAL BERNOMOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
Charlina Ribut Dwi Anggraini
METODE PEMBELAJARAN TGT MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI BEDIWETAN KECAMATAN BUNGKAL KABUPATEN PONOROGO Charlina
BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut tercantum pada Undang-
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian terpenting bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut tercantum pada Undang- Undang No.20 tahun
Oleh: Naftalia Palimbong Alumni Prodi PPKn FKIP Universitas Tadulako Palu. Kata kunci: Model Pembelajaran, TGT, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 1 DOLO Oleh: Naftalia Palimbong Alumni
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Kerjasama a. Definisi Kerjasama Kerjasama adalah sebuah sikap mau melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama tanpa melihat latar belakang orang yang diajak
BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan
34 BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan bentuk kajian reflektif yang dilakukan peneliti untuk tujuan perbaikan
II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Kajian Teori. 1. Aktivitas Belajar. Anak senantiasa berinteraksi dengan sekitarnya dan selalu berusaha
6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Aktivitas Belajar Anak senantiasa berinteraksi dengan sekitarnya dan selalu berusaha mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya di lingkungan itu" (Piaget dalam
1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 42-47 STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TEAMS
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemajuan kehidupan masyarakat dalam suatu negara sangat dipengaruhi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan kehidupan masyarakat dalam suatu negara sangat dipengaruhi oleh dunia pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan yang wajib diterima bagi setiap
57126, Indonesia. *Keperluan Korespondensi, telp: ,
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 5 No. 1 Tahun 2016 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret Hal. 64-70 ISSN 2337-9995 http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia PENERAPAN PEMBELAJARAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar dan Pembelajaran a. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sejak lahir manusia telah memulai
II. KAJIAN TEORI. 2.1 Belajar dan Pembelajaran Pengertian Belajar dan Pembelajaran. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui
II. KAJIAN TEORI 2.1 Belajar dan Pembelajaran 2.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOLABORASI ANTAR TGT DAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI
1 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOLABORASI ANTAR TGT DAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI Hermia Kurnia Putri (1) Pargito (2) Sudarmi (3) Abstract: This research aimed to determine: (1) The
PENERAPAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMAN 3 MADIUN
PENERAPAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMAN 3 MADIUN Fida Rahmantika Hadi [email protected] FKIP UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. Peneliti menjelaskan di dalam bab ini tentang: latar belakang masalah,
1 BAB I PENDAHULUAN Peneliti menjelaskan di dalam bab ini tentang: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi istilah. 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan
Lazim. N, Zulkifli & Rima Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau, Pekanbaru
40 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IVC SEKOLAH DASAR NEGERI 108 PEKANBARU Lazim. N, Zulkifli & Rima [email protected],
JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: halaman 60-65
JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 halaman 60-65 Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode TGT (Team Game Tournament) Materi Sistem Pencernaan Makanan
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP ARTIKEL PENELITIAN OLEH : SUCI SEKARWATI NIM F15111030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN
