BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ratna Atmadjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 A. Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian instrumentasi sehingga desain penelitian yang sesuai untuk penelitian ini adalah desain penelitian instrumentasi (Instrumentation research design) (Adonu, 2014, hlm 63). Penelitian instrumentasi adalah penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen dalam pendidikan (Ali, 1996). Validasi merupakan proses invertigasi yang dilakukan untuk mengembangkan butir soal, sehingga butir soal dapat mengukur apa yang hendak diukur (Firman, 2013). Di samping itu, penelitian instrumentasi juga merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengenalkan konten baru atau modifikasi, prosedur, teknologi atau instrumen praktik pendidikan International Centre for Educational Evaluation (ICEE) (1982). B. Partisipan Partisipan pada penelitian adalah siswa kelas XI tahun ajaran semester II yang telah mempelajari materi gerak harmonik sederhana dari beberapa sekolah di kota cimahi. Partisipan dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan tahapan penelitian yang dilakukan, yaitu; 1) tes essay; dan, 2) three-tier test pada materi gerak harmonik sederhana. Sampel penelitian pada tes essay terdiri atas 102 siswa yang berasal dari SMA Negeri 1 Cimahi, dan untuk three-tier test terdiri atas 203 siswa yang berasal dari SMA Negeri 1 Cimahi, SMA Negeri 3 Cimahi dan SMA Negeri 5 Cimahi. C. Instrumen Penelitian 1. Tes essay Tes essay bertujuan untuk mengetahui konsep siswa tentang konsepkonsep dasar gerak harmonik sederhana, kemudian data dari hasil tes ini akan digunakan sebagai pelengkap dari studi literatur dan akan dijadikan pilihan alasan pada tingkat kedua. Pada tes essay ini, siswa diminta untuk 25
2 26 memberikan penjelasan-penjelasan tentang pertanyaan yang diberikan. Jawaban yang tidak tepat akan dijadikan dasar untuk mengembangkan pilihan alasan pada tingkat kedua. 2. Instrument Three-tier Test Three tier test merupakan soal pilihan ganda dengan jumlah pilihan sebanyak empat, dilengkapi dengan empat pilihan alasan ditambah satu pilihan kosong serta terdapat certainty of response index pada tingkat ketiga. Tes diagnosis ini dikembangkan oleh Hasan, Bagayoko, and Kelley. D. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian ini mengadaptasi dan memodifikasi prosedur pengembangan tes diagnostik menurut Treagust (2007, hlm. 161). Gambar 3.1. Menunjukkan prosedur pengembangan three-tier test.
3 27 Gambar 3.1. Prosedur pengembangan three-tier test. Dalam mengembangkan instrumen three-tier test harus melewati beberapa tahap seperti yang dikemukan oleh Treagust (2007, hlm. 161). 1. Tahap Mendefinisikan Konten Tahap pertama dari pengembangan tes diagnostik adalah mendefinisikan konten. Pendefinisian konten terdiri atas menentukan konten atau topik yang akan dikaji, pengumpulan propostional knowlegdement statement dari konten yang dikaji serta mengembangkan peta konsep dari materi yang dikaji. 2. Tahap Pengumpulan Informasi Tahap kedua dari pengembangan tes diagnostik adalah mengumpulan informasi mengenai konsepsi dan miskonsepsi melalui studi literatur dan pelaksaan tes essay. Data hasil tahap kedua ini kemudian akan digunakan untuk membangun pilihan pada soal yang akan dikembangkan. 3. Tahap Pengembangan Instrumen Three-tier test Tahap terakhir dari pengembangan adalah pengembangan three-tier test. Data yang didapat dari tahap pertama dan tahap kedua digunakan untuk menyusun draft awal soal. Setelah draft awal soal selesei kemudian dikonsultasikan ke para ahli untuk mendapatkan saran perbaikan untuk soal yang belum baik. Selanjutnya setelah soal diperbaiki, soal diujicobakan pada beberapa sekolah kemudian dianalisis untuk melihat kualitas tes yang telah dikembangkan. E. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil tes essay dan three-tier test kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel kemudian dianalisis. Berikut teknik pengolahan teknik tes essay dan three-tier tests. 1. Hasil Tes Essay Data hasil tes essay yang berupa jawaban siswa direkapitulasi. Data hasil jawaban siswa yang bernilai signifikan kemudian dipakai sebagai
4 28 dasar untuk membangun pilihan pada tingkat pertama dan alasan pada tingkat kedua. 2. Teknik Pengolahan Three-tier test Dengan menggunakan kunci jawaban benar dan kunci jawaban miskonsepsi, respon dari hasil tes akan menghasilkan tujuh skor berbeda yaitu: 1) skor benar-1; 2) skor benar-2; 3) skor benar-3; 4) skor miskonsepsi-1; 5) skor miskonsepsi -2; 6) skor miskonsepsi 3; dan, 7) tingkat keyakinan (Gurcay dan Gulbas, 2015, hlm 8). Perhitumgan terhadap false positif dan false negative pada tiap item soal juga dilakukan. Skor tersebut ditentukan dengan penggunaan kode yang ditunjukkan oleh tabel 3.1. Untuk tingkat keyakinan, jawaban siswa dianalisis hanya berdasarkan pada tingkat (tier) ketiga. Jika siswa merespon yakin (yakin, sangat yakin, sangat yakin sekali) pada tingkat (tier) ketiga, maka diberi kode 1; dan 0 untuk respon lainnya (hanya menebak, sangat tidak yakin, kurang yakin).
5 Skor berdasarkan pada jawaban benar Skor berdasarkan pada jawaban miskonsepsi Skor Skor benar-1 Skor benar-2 Skor benar-3 Skor miskonsepsi-1 Skor miskonsepsi-2 Skor miskonsepsi-3 Skor berdasarkan pada kode Total skor Pertanyaan ingkat pertama Jika jawaban siswa pada pertanyaan tingkat pertama benar, diberi kode 1, dan 0 untuk jawaban lainnya pertama dijumlahkan dan skor benar-1 dikalkulasi Pertanyaan Tingkat kedua Jika jawaban siswa pada pertama dan tingkat kedua benar, diberi kode 1, dan 0 untuk lainnya. Skor siswa dari tiap pertanyaan tingkat kedua dijumlahkan dan skor benar-2 dikalkulasi Pertanyaa Tingkat ketiga Jika jawaban siswa pada tingkat pertama, tingkat kedua, benar dan pada tingkat ketiga yakin atas jawabannya (pilihan 4. yakin, 5. sangat yakin, 6. yakin sekali), diberi kode 1, dan 0 untuk jawaban lainnya. ketiga dijumlahkan dan skor benar-3 dikalkulasi Pertanyaan ingkat pertama Jika siswa pada pertama memilih jawaban yang mengindikasikan adanya miskonsepsi, diberi kode 1, dan 0 untuk jawaban lainnya pertama dijumlahkan dan skor miskonsepsi- 1 dikalkulasi Pertanyaan Tingkat kedua Jika siswa pada pertanyaan tingkat pertama memilih jawaban yang mengindikasikan adanya miskonsepsi Dan memilih alas an yang berkaitan dengan jawaban miskonsepsi, diberi kode 1, dan 0 untuk lainnya. kedua dijumlahkan dan skor miskonsepsi-2 dikalkulasi Pertanyaa Tingkat ketiga Jika siswa pada pertama memilih jawaban yang mengindikasikan adanya miskonsepsi dan memilih alas an yang berkaitan dengan jawaban miskonsepsi serta pada tingkat 3 yakin atas jawabannya (pilihan 4. Yakin, 5. yakin sekali, 6. Sangat yakin sekali.), diberi kode 1, dan 0 untuk lainya ketiga dijumlahkan dan miskonsepsi-3 dikalkulasi SMA PADA POKOK BAHASAN GERAK HARMONIK SEDERHANA 29
6 30 Data yang telah diolah kemudian dianalisis. Berikut ini adalah teknik analisis data terhadap instrumen-instrumen yang diujikan. 1. Validitas Teknik validitas yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas empat teknik yaitu: 1) teknik CVR; 2) korelasi hasil skor tingkat dua dengan tingkat keyakinan siswa; 3) analisis item; dan, 4) perhitungan false positif dan false negatif. Empat teknik validasi terbagi untuk dua tahap yaitu: 1) validasi pada draft soal; dan, 2) validasi pada soal hasil uji coba. a. Validasi pada draft soal Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan untuk menilai draft awal soal yang dikembangkan yaitu dengan menggunakan Content Validity Ratio (CVR) seperti yang dikemukan oleh Lawshe (1975). CVR merupakan perhitungan validasi isi yang berdasarkan pada rasio kecocokan para ahli, yang menilai penting atau tidak penting suatu alat ukur. Untuk mengetahui nilai CVR, maka digunakan persamaan berikut: n e= Jumlah responden yang menyatakan Ya N= Total respon Ketentuan: a) Saat kurang dari ½ total responden yang menyatakan ya maka nilai CVR = - b) Saat ½ dari total responden yang menyatakan Ya maka nilai CVR = 0 c) Saat seluruh responden menyatakan Ya maka nilai CVR = 1 (hal ini diatur menjadi 0.99 disesuaikan dengan jumlah responden).
7 31 d) Saat jumah responden yang menyatakan Ya lebih dari ½ total responden maka nilai CVR = Nilai CVR minimum ditentukan berdasarakan jumlah validator yang terlibat dalam proses valiadasi. Nilai CVR minimum yang dikemukakan oleh Lawshe adalah sebagai berikut: Jumlah validator Nilai minimum CVR 5 0,99 6 0,99 7 0,99 8 0,78 9 0, , , , , ,51 (Lawshe, 1975, hlm 568) b. Validasi hasil uji coba Teknik pertama untuk menguji validitas tes pada penelitian ini adalah mengkorelasi hasil skor pada tingkat kedua dan tingkat keyakinan siswa. Cataloglu (2002) menyatakan bahwa korelasi postif antara skor siswa pada suatu test dengan tingkat keyakinan siswa menjadi bukti validitas dari suatu tes (Gurcay & Gulbas, 2015, hlm. 9). Teknik korelasi pearson product moment digunakan untuk menguji korelasiskor tingkat kedua dan tingkat keyakinan siswa. Teknik kedua yang digunakan untuk menguji validitas tes yang dikembangkan adalah analisis item. Analisis item dilakukan dengan mengkorelasikan item tiap soal dengan skor total tiap soal. Item dikatakan valid jika nilai korelasi positif dan signifikan (r hitung > r tabel ). Teknik ketiga yang digunakan untuk menguji validitas tes yang dikembangkan adalah menghitung nilai rata-rata false positif dan rata-rata
8 32 false negatif. Hestens dan Halloum menyatakan bahwa perhitungan nilai rata-rata dari false positif dan false negatif dapat digunakan untuk menguji validitas isi dari suatu tes diagnostik. Mereka berpendapat bahwa nilai persentase false positif dan negatif seharusnya lebih kecil dari 10 % (Gurcay & Gulbas, Hlm 12). 2. Reabilitas Reliabilias adalah ukuran sejauh mana suatu alat ukur memberikan gambaran yang benar benar dapat dipercaya tentang kemampuan seseorang (Firman, 2013, hlm 42). Uji reliablitas dilakukan dengan uji Cronbach Alpha. Adapun rumus Cronbach Alpha sebagai berikut: ( ) ( ) Keterangan : r = koefisien reliabiltas Cronbach Alpha. k = Jumlah item pertanyaan yang diuji. = jumlah varians butir = varians total skor skor tes Pada penelitian ini, peneliti menggunakan Software SPSS 22 dalam menghitung nilai koefisien spearman Brown. Setelah koefisien spearman brown didapatkan, langkah selanjutnya adalah mengkonsultasi harga r hasil perhitungan tersebut dengan tabel r product moment. Instrumen dikatakan reliabel jika r lebih besar dari r tabel (Arikunto, 2013, hlm 231).
C. Prosedur Penelitian Secara garis besar, alur penelitian yang dilakukan dapat dilihat sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Objek yang dijadikan sebagai bahan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Bandung, yaitu SMA Negeri 14 Bandung yang melibatkan 36 orang siswa untuk enam soal tes esai, 36
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan metodologi penelitian yang dilakukan. Metodologi penelitian yang dimaksud meliputi metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, prosedur penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di salah satu SMA swasta di Bandung. Pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan kesesuaian antara kurikulum
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di tiga SMA Negeri dan satu SMA Swasta di Kota Bandung. Subjek pada penelitian ini adalah instrumen tes diagnostik yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Swasta di Kota Bandung, yaitu di SMA Laboratorium Percontohan UPI Bandung. Pemilihan lokasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian dilaksanakan pada salah satu SMA Negeri di kota Cimahi. Objek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Objek ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Development and Validation (Pengembangan dan validasi) terdiri dari empat tahap (Adams dan Wieman,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Bandung, dimana peserta yang dilibatkan merupakan siswa yang telah mengikuti pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi. Pertimbangan pemilihan SMA Negeri adalah berdasarkan kesesuaian kurikulum
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan dan validasi (Development and Validation Method). Metode pengembangan dan validasi digunakan untuk menilai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Development and Validation atau metode pengembangan dan validasi. Metode penelitian pengembangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja yang valid dan reliabel dalam menilai kinerja siswa pada praktikum identifikasi keberadaan unsur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Pelaksanaan penelitian berlokasi di salah satu SMA swasta di kota Bandung, yaitu SMA Pasundan 2 Bandung. Pertimbangan pemilihan SMA swasta
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Subjek penelitian berupa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan. Subjek ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif-eksploratif dengan pendekatan non-eksperimen. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang
BAB III METODEI PENELITIAN
BAB III METODEI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di kota Cimahi untuk menguji cobakan produk instrumen penilaia autentik yang telah dikembangkan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan dan Validasi (Development and Validation Methods) yang dikembangkan oleh Adams dan Wieman (2010). Metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan pendidikan atau Research and Development. Metode penelitian pengembangan pendidikan adalah metode
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian... 1 B. Identifikasi
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dan validasi. Metode pengembangan dan validasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 23 Bandung. Dalam penelitian ini jumlah seluruh responden yang mengerjakan soal adalah 40 orang siswa di kelas
BAB III METODE PENELITIAN
15 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006), penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi pada penelitian ini yaitu sekolah SMA Negeri 1 Bandung yang berlokasi di Jl. Ir Juanda no 93. Subjek dari penelitian ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian yang memiliki aspek kualitatif dan kuantitatif adalah analisis konten.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian otentik yang valid dan reliabel dalam menilai pengetahuan dan keterampilan praktikum siswa SMK. Setelah itu,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode research and development(r&d) yang artinya penelitian dan pengembangan. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini diuraikan beberapa definisi operasional dari istilah yang terkait dalam permasalahan penelitian ini, di antaranya: 1. Pengembangan tes tertulis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experiment (eksperimen semu), metode mempunyai kelompok control, tetapi tidak berfungsi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi dan
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi dan deskriptif. Dalam penelitian ini, subyek penelitian dibagi dalam dua kelompok,
BAB III METODE PENELITIAN. Pengembangan (Research and Development/ R & D). Penelitian dan
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ R & D). Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terhadap critical thinking mahasiswa prodi Farmasi FKIK UMY. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016.
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional atau potong lintang. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk
BAB III METODE PENELITIAN
70 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis relevansi muatan lokal pengembangan potensi di. Analisis relevansi dilakukan terhadap relevansi eksternal antara tujuan muatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tabel 3.1 Nonequivalent Pretest and Posttest Control Group Design
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Metode eksperimen semu dapat memberikan informasi yang merupakan perkiraan
III. METODE PENELITIAN. SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al-
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester genap SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al- Azhar 3 Bandar
Kelurahan Bendan Duwur terdapat 40 pertanyaan yang masing-masing. pertanyaan memiliki empat alternatif jawaban, yaitu:
A. Metode Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Rumus deskriptif persentase digunakan untuk menampilkan datadata kualitatif (angka) ke dalam kalimat. Dalam angket penelitian, untuk menggambarkan implementasi
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang diambil adalah SD Negeri Cieunteung 2, yang terletak di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
1. BAB III METODE PENELITIAN
1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai yaitu peneliti ingin melihat peningkatan pemahaman konsep dan penurunan kuantitas siswa yang miskonsepsi pada suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai metode penelitian yang digunakan meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen,
METODOLOGI PENELITIAN
IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega di Jalan Soekarno Hatta No 216,
BAB III METODE PENELITIAN. sekarang (Arikunto, 2010:245). Hal yang digambarkan pada penelitian ini
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang bertujuan menggambarkan suatu gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi pada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di salah satu SMA negeri di kabupaten Bandung Barat. Subjek penelitian berupa soal-soal piktorial sebagai alat ukur dimensi
III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki
23 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penggunaan metode kuasi eksperimen dalam penelitian
III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Al-azhar 3
III. METDE PENELITIAN A. Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Al-azhar 3 Bandar Lampung pada semester ganjil Tahun Pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
55 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menguji penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7e berbantuan komputer dalam pembelajaran fisika terhadap penguasaan konsep
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMA N 1
24 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMA N 1 Gadingrejo, SMA N 2 Gadingerjo dan SMA Muhammadiyah Gadingerjo Kecamatan Gadingrejo,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Nazir (2009:54) Metode deskriptif adalah suatu metode dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian, Subjek Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung, yang beralamat di Jalan Pasirkaliki No.
BAB III METODE PENELITIAN. Gambar 3.1. Desain Penelitian Kuantitatif (Sugiyono, 2014, hlm. 112 )
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kombinasi (Mixed Methods). Penelitian kombinasi menggabungkan antara penelitian kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan memuat 3 komponen utama yaitu
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. B. Tempat dan waktu 1. Tempat : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu
III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Wiyatama Bandar Lampung pada semester genap Tahun Pelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
A III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian Uji coba soal tes open-ended problem melibatkan responden siswa SMA kelas XI IPA di sekolah yang berbeda. Untuk uji coba 1 dan uji coba 2 melibatkan
III. METODE PENELITIAN. pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan
38 III. METDE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sekampung pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 013/014 yang terdiri atas 6 kelas dengan
METODE PENELITIAN. Penelitian dalam pengembangan modul kesetimbangan kimia berbasis multipel
69 III. METODE PENELITIAN 3. Pendekatan Penelitian Penelitian dalam pengembangan modul kesetimbangan kimia berbasis multipel representasi ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi
49 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design (Nazir, 2003)
BAB III METODE PENELITIAN. data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar,
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitif. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Quasi experiment), yaitu penelitian yang secara khas meneliti mengenai
BAB III METODE PENELITIAN
21 A. Jenis Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research Development) diawali dengan studi pendahuluan sampai tahap uji produk. Dalam Sugiyono dijelaskan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi
43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperiment dan metode deskriptif. Untuk mendapatkan gambaran peningkatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap miskonsepsi siswa pada topik stoikiometri melalui tes diagnostik dengan tes two-tier. Merujuk pada tujuan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. menentukan obyek-obyek penelitian yang akan diteliti dan besarnya
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu peneliti harus menentukan obyek-obyek penelitian yang akan diteliti dan besarnya
III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Abung. yang terdiri atas 7 kelas berjumlah 280 siswa.
8 III. METDE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri Abung Semuli, Lampung Utara pada semester genap Tahun Pelajaran 0/0 yang terdiri atas 7 kelas
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian di salah satu SMAN di kota Bandung pada siswa kelas XII. Subjek penelitian pada tahap uji coba I berjumlah 12 orang. Subjek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk kepentingan suatu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada kualitas validitas isi dan validitas konstruk pada alat ukur penilaian literasi sains yang dikembangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Pada penelitian ini, jenis yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan
Ketika konsepsi siswa ada yang berbeda dari yang biasa diterima, dalam Tan (2005) hal itu disebut alternative frameworks, misconceptions, student
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa mencapai kemajuan secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Seorang guru
BAB II KAJIAN PUSTAKA...
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii ABSTRAK... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN... 1 Latar
III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas X di Bandarlampung
20 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas X di Bandarlampung pada tahun pelajaran 2014/2015. B. Sampel Penelitian Teknik pengambilan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development. Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau
III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas XI SMA PGRI 2 Pringsewu
III. METDE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas XI SMA PGRI Pringsewu pada semester genap Tahun Pelajaran 0/0 yang terdiri atas kelas. B. Sampel Penelitian
METODE PENELITIAN. kualitatif yaitu untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa
19 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa
Tabel 3.1 Variabel Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini hanya memiliki satu variabel, yaitu implementasi ujian berbasis online pada kurikulum 2013 di SMA Negeri Kota Bandung. Sebagaimana yang dikemukakan
BAB III METODOLOGI PENEITIAN. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment), di mana
BAB III METODOLOGI PENEITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment), di mana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh.
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yang menurut Sugiyono (2012) dikatakan metode kuantitatif karena data penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah sekolah SMP Negeri 1 Tapa Kabupaten Bone Bolango,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Tempat Penelitian Lokasi penelitian adalah sekolah SMP Negeri 1 Tapa Kabupaten Bone Bolango, khususnya kelas VII.8 dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1) Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di kota Bandung, lokasi yang dijadikan tempat penelitian adalah tiga sekolah menengah petama yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai lokasi dan subjek/objek penelitian, model penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, alur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu
8 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu metode Deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian bukan eksperimen karena tidak
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Menurut Panggabean (1996:27) penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research &
BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R & D). Metode penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Tujuan penelitian eksperimen semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang mengarahkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang suatu
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 3 Tegineneng pada
24 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 3 Tegineneng pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas berjumlah 150
