BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Harjanti Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. 1 PTK dapat diartikan sebagai upaya atau tindakan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memecahkan masalah pembelajaran melalui kegiatan penelitian. Pelaksanaan penelitian bersifat kolaboratif yaitu peneliti bekerja sama dengan guru mata pelajaran matematika yang bersangkutan. Tindakan yang direncanakan berupa penerapan Model Eliciting Activities (MEA) sebagai upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas IX B M.Ts. Taris Lengkong Batangan Pati tahun pelajaran 2014/2015. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian tindakan kelas ini adalah di M.Ts. Taris Lengkong Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. 1 Suharsimi Arikunto, dkk., Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm
2 2. Waktu Penelitian Penelitian Tindakan ini dilaksanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2014/2015 tepatnya tanggal 06 September sampai 24 September 2014 di kelas IX B M.Ts. Taris Lengkong Batangan Pati tahun pelajaran 2014/2015. C. Subjek dan Kolaborator Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah kelas IX B M.Ts. Taris Lengkong Batangan Pati tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 16 putra dan 8 putri. Mata pelajarannya adalah matematika dalam materi pokok bangun ruang sisi lengkung. 2. Kolaborator Penelitian Dalam penelitian ini peneliti berkolaboratif dengan guru mata pelajaran matematika yaitu dengan Bapak Legiman, S.Pd. yang bertindak sebagai pengamat yang mengamati aktivitas dan keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pelajaran dengan menggunakan Model Eliciting Activities (MEA). D. Siklus Penelitian Kegiatan penelitian tindakan ini dirancang dan akan dilaksanakan dalam tiga tahap siklus, yaitu tahap pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Pra siklus dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang belum menggunakan model 58
3 pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA) dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sedangkan siklus 1 dan siklus 2 terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan tiap siklus akan diambil satu kelas yang sama. Hal ini ditempuh untuk membandingkan dan menggambarkan proses pembelajaran pada tiap-tiap siklus. Adapun tahapan tiap siklus dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut: Perencanaan Refleksi SIKLUS 1 Pelaksanaan Pengamatan Refleksi Perencanaan SIKLUS II Pengamatan Pelaksanaan? Gambar 3.1 Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas 2 2 Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan 2010, (Yogyakarta: Aditya Media, 2011), hlm
4 1. Pra Siklus Dalam pra siklus ini akan melihat pembelajaran matematika pada materi pokok bangun ruang sisi lengkung (tabung) di kelas yang menjadi subjek penelitian. Pada pelaksanaan pembelajaran ini guru masih menggunakan metode konvensional yakni guru tersebut belum menggunakan model pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA). Dalam pelaksanaan pembelajaran pra siklus ini juga akan diukur dengan indikator penelitian yaitu rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah dan kategori skor kemampuan pemecahan masalah secara klasikal dari evaluasi yang dilakukan, serta rata-rata skor disposisi matematis dan kategori skor disposisi matematis siswa secara klasikal dari angket yang diberikan. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA) pada siklus 1 dan siklus 2. a. Melakukan Observasi Awal Kegiatan yang dilakukan berupa wawancara dengan guru kelas mata pelajaran matematika untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas IX B M.Ts. Taris Lengkong Batangan Pati tahun 60
5 pelajaran 2014/2015, serta data-data lain yang mendukukung guna mengidentifikasi masalah. b. Mempersiapkan Instrumen Instrumen yang digunakan berupa RPP, lembar observasi aktivitas siswa, soal tes kemampuan pemecahan masalah dan angket disposisi matematis siswa. c. Menyusun Alat Evaluasi Alat evaluasi yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah. 2. Siklus 1 a. Rencana Tindakan 1) Peneliti mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah 2) Mempersiapkan instrumen yang dibutuhkan seperti: a) Membuat rencana pembelajaran (RPP), sesuai materi pokok yang diambil yaitu kerucut b) Membuat lembar observasi aktivitas siswa c) Membuat lembar observasi guru d) Membuat lembar kerja peserta didik (LKPD) dan lembar permasalahan kerucut e) Membuat soal-soal tes untuk siklus 1 f) Membuat kunci jawaban untuk siklus 1 g) Membuat kisi-kisi angket disposisi matematis siswa h) Membuat angket disposisi matematis siswa 61
6 3) Menyiapkan alat dokumentasi b. Pelaksanaan Tindakan 1) Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan dilanjutkan untuk berdo a 2) Guru menyiapkan peserta didik agar siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran 3) Guru memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik 4) Bersama guru, peserta didik melakukan tanya jawab untuk mengingat kembali rumus luas dan volume tabung beserta unsur-unsurnya 5) Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 3-4 orang peserta didik 6) Peserta didik disajikan LKPD yang berisi permasalahan untuk menghasilkan model matematika yang digunakan untuk memecahkan masalah tentang luas dan volume kerucut, dengan sebelumnya mereka diminta untuk mempelajarinya terlebih dahulu 7) Guru menanyakan kepada peserta didik apakah mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Kemudian peserta didik diminta untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan pemecahan masalah 62
7 8) Guru membacakan permasalahan bersama peserta didik dan memastikan bahwa setiap kelompok mengerti apa yang sedang ditanyakan 9) Peserta didik menyelesaikan masalah melalui LKPD dan mengerjakan soal-soal pemecahan masalah yang ada 10) Guru memberikan bimbingan kepada peserta didik 11) Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat laporan proses dan hasil pemecahan masalah yang telah mereka lakukan 12) Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan model penyelesaian masalah mereka di depan kelas 13) Dengan menggunakan model yang dihasilkan peserta didik, guru membimbing mereka untuk bersama-sama menemukan solusi pemecahan masalah 14) Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap konsep pemecahan masalah yang telah ditemukan peserta didik pada pembelajaran tersebut 15) Secara individual peserta didik diberikan pekerjaan rumah. 16) Peserta didik diminta untuk mengisi angket disposisi matematis siswa yang telah disediakan. c. Pengamatan 1) Pengamatan terhadap peserta didik, meliputi: 63
8 a) Mengamati keaktifan peserta didik, keberhasilan dan hambatan peserta didik dalam melakukan percobaan b) Memberikan penilaian untuk masing-masing peserta didik tentang indikator keberhasilan 2) Pengamatan terhadap guru, meliputi: a) Penampilan guru di kelas b) Mengamati guru saat menyajikan materi c) Cara pengelolaan kelas d) Cara guru dalam menyampaikan bimbingan kelompok yang membutuhkan 3) Pengamatan secara kolaboratif, meliputi: a) Mengamati jalannya proses pembelajaran b) Mengamati hasil evaluasi akhir apakah sudah mengalami peningkatan rata-rata c) Peneliti mengamati keberhasilan dan hambatanhambatan yang dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian d. Refleksi Refleksi merupakan langkah untuk mengevaluasi hasil kerja peserta didik. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus 1. Data yang dieroleh dari hasil pengamatan selama berlangsungnya proses pembelajaran dianalisis 64
9 dan dikaji keberhasilan dan kekurangannya untuk perbaikan. 3. Siklus 2 Pada siklus 2, topik yang dibahas adalah luas dan volume bola. Pada prinsipnya, semua kegiatan siklus 2 mirip dengan kegiatan siklus 1,. Siklus II merupakan perbaikan dari siklus I, terutama didasarkan atas hasil refleksi pada siklus I. a. Tahapannya tetap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. b. Materi pelajaran berkelanjutan. c. Diharapkan, kerjasama kelompok semakin meningkat. Data skor kemampuan pemecahan masalah diambil dari hasil nilai evaluasi akhir pada tiap siklus. Sedangkan disposisi matematis siswa diambil dari hasil pengisian angket disposisi matematis pada saat pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA) selesai pada tiap siklus. Data tentang refleksi dan perubahan perubahan yang terjadi di kelas diambil dari jurnal, angket, dan hasil tes akhir pembelajaran. Nilai kemampuan pemecahan masalah dikatakan meningkat apabila nilai rata rata evaluasi akhir pada siklus 2 lebih besar dari siklus 1. Disposisi matematis siswa dikatakan meningkat apabila nilai rata rata angket semua peserta didik pada siklus 2 lebih tinggi daripada siklus 1. 65
10 E. Teknik Pengumpulan Data Dalam bagian ini, akan dibahas menegenai bagaimana cara pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti. Adapun metode yang digunakan peneliti dalam teknik pengumpulan datanya, sebagai berikut:. 1. Metode Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. 3 Dalam penelitian ini, metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang jumlah guru matematika di M.Ts. Taris Lengkong, model pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru di kelas IX B, hambatan-hambatan yang dirasakan guru mengajar di kelas B dan besarnya KKM yang ditetapkan sekolah untuk pelajaran matematika. 2. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai nama-nama peserta didik kelas IX B M.Ts.Taris Lengkong tahun 2014/2015 dan daftar nilai ulangan harian materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX tahun 2013/2014, selain itu juga digunakan untuk 3 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm
11 tertentu. 4 Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan pengambilan gambar/foto dan video pembelajaran guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA). 3. Metode Tes Tes adalah cara yang dapat dipergunakan atau prosedur yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab, atau perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh testee, sehingga dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee; nilai mana dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai oleh testee lainnya, atau dibandingkan dengan nilai standar data tes uraian. Tes diberikan kepada semua siswa pada akhir tiap siklus. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. 4. Metode Angket (Kuesioner) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien 4 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), hlm
12 bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. 5 Angket diberikan kepada semua siswa pada akhir tiap siklus. Hasil data ini digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yaitu pada disposisi matematis. Angket ini berisi pernyataan-pernyataan positif dan negatif untuk mengetahui disposisi matematis siswa terhadap pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA). F. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. 6 Analisis data dilakukan pada waktu data diperoleh dari hasil tindakan oleh peneliti. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif berdasarkan kategori skor tes kemampuan pemecahan masalah maupun kategori skor angket disposisi matematis siswa sebelum penelitian dengan akhir siklus 1 jika penelitian berakhir 5 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan..., hlm Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan..., hlm
13 pada siklus 1 atau dengan akhir siklus 2 jika penelitian berakhir pada siklus 2. Teknik analisis data tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan Model Eliciting Activities (MEA) dalam pembelajaran matematika. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Analisis Data Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Untuk mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis, diberikan soal tes akhir siklus. Soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa berbentuk uraian. Pemberian skor hasil tes siswa didasarkan pada indikator sebagai berikut: a. Siswa mampu memahami masalah (mengidentifikasi masalah), yaitu mengetahui maksud dari soal/masalah tersebut dan dapat menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan dari masalah. b. Siswa mampu memilih strategi penyelesaian masalah yang akan digunakan dalam memecahkan masalah tersebut, misalnya apakah siswa dapat membuat sketsa/gambar/model, rumus atau algoritma yang digunakan untuk memecahkan masalah. 69
14 c. Siswa mampu menyelesaikan masalah dengan benar, lengkap, sistematis, teliti. d. Siswa mampu menafsirkan solusinya, yaitu menjawab apa yang ditanyakan dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil tes akhir siklus yang dikerjakan oleh siswa, setiap indikatornya diberi skor. Setelah diperoleh skor tes kemampuan pemecahan masalah, peneliti menentukan kategori skor yang diperoleh siswa. Pedoman bobot penskoran nilai tes kemampuan pemecahan masalah berdasarkan langkah-langkah dalam memecahkan masalah dapat dilihat pada Tabel berikut: Tabel 3.1 Pedoman Bobot Penskoran Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Tiap Indikator Bobot skor langkah-langkah dalam No. Soal Mema -hami masal ah memecahkan masalah Merencanakan Melaksanakan Menaf cara -sirkan penyelesaiannya rencana Hasilnya Skor Nilai Skor Maksimal
15 Adapun perhitungan skor data hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik selama mengikuti pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA) adalah sebagai berikut: Keterangan: n = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik N = Jumlah skor maksimal Berdasarkan pedoman bobot penskoran nilai tes hasil belajar tersebut, setiap langkah dalam memecahkan masalah mempunyai rubik penskoran sebagai pada tabel berikut: Tabel 3.2 Rubrik Penskoran Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Skor Tes Aspek yang diukur Skor Keterangan Kemampuan memahami masalah Jika salah menuliskan apa yang 0 diketahui dan ditanya pada soal Atau jika tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanya dari soal. Jika menuliskan saah satu saja apa yang diketahui atau ditanyakan dari 1 soal Atau jika menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tetapi salah satunya salah 2 Jika benar menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal. 71
16 Kemampuan merencanakan penyelesaian masalah Kemampuan menyelesaikan masalah sesuai rencana Kemampuan menafsirkan hasil 0 Jika tidak menuliskan gambar/model/rumus/algoritma Jika salah menuliskan 1 gambar/model/rumus/algoritma Atau jika hanya sebagian yang benar dari gambar/model/rumus/algoritma 2 Jika benar menuliskan gambar/model/rumus/algoritma 0 Jika tidak menuliskan penyelesaian dari soal 1 Jika salah menuliskan penyelesaian dari soal 2 Jika sistematis masalah dari soal tidak urut tetapi benar solusinya 3 Jika benar menuliskan penyelesaian soal tetapi tidak lengkap Jika benar, lengkap dan sistematis 4 dalam menyelsaiakan masalah dari soal Jika tidak menjawab apa yang 0 ditanyakan atau tidak menuliskan kesimpulan 1 Jika salah menjawab apa yang ditanyakan 2 Jika benar dan tepat apa yang dtanyakan dari soal Rentang skor tes kemampuan pemecahan masalah sebagaimana pada tabel berikut: 72
17 Tabel 3.3 Kualifikasi Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Skor Tes Rentang skor tes kemampuan pemecahan masalah Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang 2. Analisis Data Hasil angket Skala disposisi matematis merupakan salah satu bentuk skala sikap. Skala sikap disusun untuk mengungkap sikap pro dan kontra, positif dan negatif, setuju dan tidak setuju terhadap suatu objek sosial. Dalam skala sikap, objek sosial tersebut berlaku sebagai objek sikap. Skala disposisi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat disposisi matematika siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan Model Eliciting Activities (MEA). Skala disposisi ini menggunakan skala likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, sangat terkenal dan sering digunakan untuk mengungkap sikap peserta didik. 7 Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Angket disposisi matematis ini sebanyak 30 butir pernyataan yang 7 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, hlm
18 terdiri dari 15 butir pernyataan positif dan 15 butir pernyataan negatif. Pedoman penskoran skala disposisi matematis siswa menggunakan skala likert sebagaimana terlihat pada tabel 3. berikut: Tabel 3.4 Rubrik Penskoran Angket Disposisi Skor Per Butir Kategori Pernyataan Positif Penyataan Negatif Sangat Sesuai (SS) 4 1 Sesuai (S) 3 2 Tidak Sesuai (TS) 2 3 Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 4 Hasil angket mengenai disposisi matematis siswa terhadap pembelajaran Model Eliciting Activities (MEA) dianalisis dengan langkah sebagai berikut: a. Masing-masing butir angket dikelompokkan sesuai dengan indikator yang diamati. b. Berdasarkan pedoman penskoran angket yang telah dibuat, kemudian dihitung jumlah skor tiap-tiap butir pernyataan sesuai dengan aspek-aspek yang diamati. c. Dari jumlah skor yang diperoleh pada setiap aspek selanjutnya dihitung skor akhirnya dengan cara sebagai berikut: 74
19 Keterangan: n = Jumlah skor angket yang diperoleh peserta didik N = Jumlah skor angket maksimal d. Skor akhir angket disposisi yang diperoleh selanjutnya dikualifikasikan dengan ketentuan sebagaimana tertera pada tabel berikut: Tabel 3.5 Kualifikasi Hasil Skor Angket Disposisi Matematis Siswa Rentang skor angket Kategori Tinggi Sedang Kurang Rendah G. Indikator Keberhasilan Pemberian pembelajaran matematika dengan Model Eliciting Activities (MEA) dikatakan berhasil untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa jika terdapat peningkatan kategori skor kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa sebagai berikut: 1. Rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa mencapai 70 (KKM) 2. Terdapat 75% jumlah siswa yang memperoleh kategori skor tes kemampuan pemecahan masalah dengan kategori baik dan sangat baik 75
20 3. Terdapat 75% jumlah siswa yang memperoleh kategori skor angket disposisi matematis dengan kategori sedang dan tinggi. 76
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di M.Ts. Tarbiyatul Islamiyah (Taris) Lengkong yang letaknya di Desa Lengkong, Batangan, Pati, Jawa Tengah. M.Ts. ini berstatus
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ilmiah ini tidak dapat dipisahkan atau dilepaskan dari tahapan-tahapan yang saling berkaitan. Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah tahapan-tahapan atau cara dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan
BAB III METODE PENENLITIAN
BAB III METODE PENENLITIAN A. Jenis dan pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. PTK (CAR-Classroom Action Research), yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penilitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) Suharsimi Arikunto (2012: 3) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas
BAB III METODE PENELITIAN. adalah siswa kelas IV A Sekolah Dasar Negeri 181 Pekanbaru tahun ajaran. 2013/2014 yang terdiri dari 46 orang siswa.
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV A Sekolah Dasar Negeri 181 Pekanbaru
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jeruklegi tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 34 siswa yang terdiri dari 16
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Jeruklegi tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 34 siswa yang terdiri dari 16 siswa putra dan
BAB III METODE PENELITIAN. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di MI Falahiyyah Rowosari yang berjumlah 18 siswa.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian PTK ini terdiri dari dua siklus dan diawali dengan pra siklus. Setiap siklus terdiri
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas atau yang dikenal dengan Classroom Action
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan yang dirancang menggunakan metode penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat: 1. Mengetahui penerapan strategi index card match khususnya pada materi pokok binatang yang halal dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Model Penelitian Model penelitian ini merupakan model jenis penelitian tindakan kelas (PTK), istilah dalam bahasa Inggris Classroom Action Research (CAR). Pengertian dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah Penelitian Tindakan (action research)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu kajian sistematik dari
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Mangunharjo 01 Kecamatan Subah Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah sebagai suatu bentuk kajian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian. sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini menerapkan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang merupakan penelitian model Kemmis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A MTs NU Miftahut Tolibin Kudus yang berjumlah 43 peserta didik terdiri dari 23 peserta didik laki-laki
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV B SDN 181 Pekanbaru. Adapun siswanya berjumlah 46 orang yang terdiri dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas adalah sebagai suatu bentuk kajian
BAB III METODE PENELITIAN. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, guru dapat menemukan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang berjudul; Peningkatan hasil Belajar Matematika Materi Bilangan Romawi Dengan Menggunakan Metode Inquiry Kelas IV MI Al- Hidayah Margorejo
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah pencerminan dalam bentuk tindakan terhadap kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
Bumi Aksara, 2008 ) cet. 5, hlm : Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, ( Jakarta : PT
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( classroom action research), yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan mengajar berupa sebuah
METODE PENELITIAN. kolaboratif. Menurut Wardhani (2009: 1.4) penelitian tindakan kelas adalah. aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat.
48 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan jenis penelitian yang pada umumnya digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek penelitian Subjek penelitiannya adalah seluruh peserta didik kelas IV MI Darussalam Ngepreh Sayung tahun ajaran 2015/2016 yang jumlahnya 30 peserta didik, terdiri dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah tahapan tahapan atau cara dalam melakukan penelitian, Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan telah menjadi suatu hal yang sangat penting, bahkan kebutuhan akan pendidikan hampir disejajarkan dengan kebutuhan pokok. Begitu pula dengan teknologi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas Classroom Action Research (CAR) atau sering disebut dengan PTK. PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu kajian sistematik dari
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Hubungan keempat komponen. Bagan 2. Alur Pelaksanaan Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur dan Alur Penelitian Penelitian dilakukan dengan mengacu pada PTK yang dirumuskan oleh Arikunto, yang terdiri dari empat komponen: perencanaan, pelaksanaan tindakan,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Class Action
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Class Action Research), yaitu penelitian yang dilakukan seorang pendidik untuk memahami apa yang terjadi di kelas untuk
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) atau class room action research (CAR). Hermawan
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Classroom Action Research
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah PTK. Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Kutowinangun 09 Kota Salatiga. Waktu penelitian dimulai pada awal semester
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Mengacu pada rumusan masalah dalam penelitian ini, maka penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hal ini disebabkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tindakan Kelas ini adalah mulai bulan November Negeri 1 Pajerukan. Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis, tempat, Waktu, dan Subyek penelitian Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan kolaborasi dan kerja sama antara peneliti,
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sidomulyo 03 Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Adapun
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Sambong 01 Kecamatan Batang Kabupaten Batang pada semester
BAB III METODE PENELITIAN. Sanjaya (2009: 26) mengemukakan penelitian tindakan kelas merupakan proses
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Wina Sanjaya (2009: 26) mengemukakan penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan dalam kawasan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas atau biasa disebut dengan class room action research
1 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini berusaha mengkaji, merefleksikan secara
Tabel 3.1. Juli Agustus September Studi lapangan x 2 Penyusunan Proposal x
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kelas V SD N Kalimanggis, Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Adapun
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Langgenharjo 02 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati pada semester I (gasal) tahun pelajaran 2013/2014.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME. Dina Hikmah Safariyah
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 6, No. 2, April 2016 ISSN 0854-2172 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP
EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, Nomor 1, April 2015, hlm 75-83 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP Ati Sukmawati, Muliana
BAB III METODE PENELITIAN. dan kuantitatif. Hal ini dikarenakan dalam penelitian, peneliti membuat deskripsi
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hal ini dikarenakan dalam penelitian, peneliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research).penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, waktu yang digunakan penulis untuk mulai mengadakan penelitian sampai menyelesaikannya adalah selama satu bulan, mulai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas, yang dapat dilakukan oleh guru atau pengajar sebagai pengelola program pendidikan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai tempat, waktu dan subjek penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun mengenai hal tersebut
BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian di MTs Negeri Mranggen tepatnya dijalan karangboyo. Dengan dasar pertimbangan sebagai berikut:
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat penelitian Tempat penelitian di MTs Negeri Mranggen tepatnya dijalan karangboyo. Dengan dasar pertimbangan sebagai berikut: a. Lokasi sekolah yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis Penelitian yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. dengan baik dan benar (Kunandar, 2011: 41). Adlan (2011: 4) menjelaskan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu
BAB III METODE PENELITIAN. memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut I G A K Wardani dan Kuswaya Wihardit (2009: 1.4), penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), maksud dari penelitian ini adalah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena
BAB III METODE PENELITIAN. Prambon kabupaten Sidoarjo pada semester genap tahun pelajaran 2014 / 2015
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di MI Ar Rosyad Simogirang kecamatan Prambon kabupaten Sidoarjo pada semester genap tahun pelajaran 2014 / 2015 dengan
BAB III METODE PENELITIAN
43 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 7 Kutosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen yang beralamat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK atau yang biasa dikenal dengan classroom action research
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang berusaha menerapkan
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran problem
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Subjek dan Karakteristik Subjek Penelitian Peneliti ini dilakukan di SDN Tlogo. SDN Tlogo terletak di lingkungan perdesaan dan jauh dari pasar sehingga suasana di SDN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan, yang fokusnya pada kegiatan di kelas sehingga penelitiannya berupa penelitian tindakan kelas. Aqib,
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action
39 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Sesuai dengan masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian
