ASESMEN ULANG PASIEN
|
|
|
- Ari Susanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Panduan ASESMEN ULANG PASIEN Jl. Madya Kebantenan No.4, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara
2 PANDUAN ASESMEN ULANG PASIEN RS CILINCING I. DEFINISI Asesmen Pasien : Suatu proses pengkajian dan pengumpulan informasi tentang pasien yang membutuhkan pelayanan rumah sakit, guna mengidentifikasi kebutuhan pelayanan pasien serta pengambilan keputusan pengobatan yang akan dilakukan. ( Standar Akreditasi Rumah Sakit, 2012) Tujuan Asesmen pasien : 1. Untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh tentang pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan 2. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif guna pengambilan keputusan untuk pelayanan pasien 3. Untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien sesuai dengan kebutuhannya. (montana state hospital policy and procedure, 2012) Asesmen pasien terdiri dari 3 proses utama: 1. Mengumpulkan informasi dari data keadaan fisik, psikologis, sosial dan riwayat kesehatan pasien 2. Analisis informasi dan data termasuk hasil laboratorium dan imagon diagnostic (Radiologi ) untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan kesehatan pasien 3. Membuat rencana pelayanan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien yang telah diidentifikasi
3 (Standar Akreditasi Rumah Sakit, 2012) Definisi : Asesmen ulang pasien adalah suatu proses pengkajian ulang dalam interval tertentu terhadap pasien untuk mengkaji respons terhadap pengobatan berdasarkan asesmen awal pasien tersebut yang dilakukan oleh staf yang kompeten di rumah sakit. (Standar Akreditasi Rumah Sakit, 2012) Tujuan Asesmen Ulang adalah untuk memahami apakah pelayanan sudah tepat dan efektif, serta menetapkan respons terhadap pengobatan dan untuk merencanakan pengobatan lanjutan atau untuk rencana pemulangan pasien dari rumah sakit. (Standar Akreditasi Rumah Sakit, 2012) Proses asesmen ulang ini dilakukan berdasarkan hasil pengkajian awal yang dilakukan pada seluruh pasien di ruang rawat jalan, ruang rawat inap, dan ruang gawat darurat. Asesmen ulang oleh para pemberi pelayanan kesehatan adalah kunci untuk memahami apakah keputusan pelayanan sudah tepat dan efektif. Pasien dilakukan asesmen ulang selama proses pelayanan pada interval tertentu sesuai kebutuhan dan rencana pelayanan atau sesuai kebijakan dan prosedur. Hasil asesmen ulang kemudian dicatat dalam rekam medis untuk informasi dan digunakan oleh semua staf yang memberi pelayanan. II. RUANG LINGKUP DAN TATALAKSANA ASESMEN ULANG a. Asesmen Medis b. Asesmen Keperawatan c. Asesmen Gizi d. Asesmen Apoteker a. Asesmen Medis Asesmen ulang medis yaitu berdasarkan history taking / anamnesis yang berisi 4 pokok pikiran, yaitu dan dilakukan setiap 24 jam sekali oleh tenaga medis:
4 1. Riwayat Penyakit Sekarang (RPS): keluhan utama atau keluhan saat dilakukan asesmen ulang misal: demam, sesak nafas, nyeri. Kemudian dilakukan pengambilan informasi secara sistematis dengan menggunakan 7 butir mutiara anamnesis, yaitu: a. Lokasi (dimana?menyebar atau tidak?) b. Onset / awitan dan kronologis (kapan terjadinya?berapa lama) c. Kuantitas keluhan (ringan atau berat, seberapa sering terjadi?) d. Kualitas keluhan (rasa seperti apa?) e. Faktor-faktor yang memperberat keluhan f. Analisis sistem yang menyertai keluhan yang sama 2. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD): Apakah pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya, kapan dan sudah berapa kali dan telah diberikan obat apa saja, serta mencari penyakit yang relevan dengan keadaan sekarang dan penyakit kronik (hipertensi, diabetes), perawatan lama, rawat inap, imunisasi, riwayat pengobatan dan riwayat menstruasi (untuk wanita), riwayat alergi. 3. Riwayat Kesehatan Keluarga : Untuk mencari ada tidaknya penyakit keturunan dari pihak keluarga (diabetes, hipertensi, tumor, dll) atau riwayat penyakit menular. 4. Riwayat Sosial dan Ekonomi: untuk mengetahui status sosial pasien, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, kebiasaan yang sering dilakukan (pola tidur, minum alkohol atau merokok, obatobatan, aktivitas seksual, sumber keuangan, asuransi kesehatan, dan kepercayaan). Pemeriksaan Fisik 4 Teknik yang dilakukan dalam pemeriksaan Fisik 1. Inspeksi: pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan, meliputi: ukuran tubuh, warna, bentuk, posisi, simetris, dan perlu dibandingkan dengan bagian tubuh satu dengan yang lain.
5 2. Palpasi: Suatu teknik yang menggunakan indera peraba, tangan dan jari jari adalah instrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data, contoh: temperatur, turgor, bentuk, kelembaban, vibrasi, ukuran 3. Perkusi: Pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya dengan tujuan untuk menghasilkan suara, tujuannya untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi jaringan. Hasil suara yang dihasilkan: sonor: suara perkusi jaringan normal, redup: suara perkusi jaringan yang padat, pekak: suara perkusi jaringan yang padat seperti di daerah jantung atau hepar, hipersonor/timpani: suara perkusi pada daerah yang lebih berongga 4. Auskultasi: adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh dengan menggunakan stetoskop. Suara yang tidak normal: rales: suara yang dihasilkan dari eksudat lengket saat saluran halus pernapasan mengembang pada inspirasi. Ronchi: nada rendah dan sangat kasar terdengar baik saat inspirasi maupun saat ekspirasi. Wheezing: bunyi yang terdengar : ngiiik pada fase ekspirasi atau inspirasi. Pleura friction rub: bunyi yang terdengar kering seperti suara amplas pada kayu. Pemeriksaan Tanda vital: Tekanan darah, nadi, respirasi dan suhu Pemeriksaan fisik Head to Toe 1. Keadaan rambut dan kepala: rambut hitam, coklat, pirang, mudah rontok, kulit kepala kotor 2. Palpebra: edema, memar, atau cekung pada pasien kekurangan cairan 3. Sclera dan konjungtiva: ikterik, anemis 4. Tekanan intraokular: meningkat pada pasien glaukoma 5. Hidung: simetris, pembesaran konka, epistaxis, kotoran hidung, pernapasan cuping hidung
6 6. Mulut: higienitas rongga mulut, radang mukosa mulut, gigi dan geligi adanya karies, sisa makanan, perdarahan, abses, gigi tanggal, lidah: kotor, tonsil: terdapat pembesaran tonsil, hiperemis. Faring: kemerahan, sekret 7. Kelenjar getah bening: pembesaran 8. Kelenjar tiroid: pembesaran 9. Dada dan punggung: - Inspeksi: simetris, bentuk/postur, gerakan nafas (frekuensi, irama, kedalaman, upaya nafas), warna kulit, lesi, edema, pembengkakan - Palpasi: simetris, pergerakan dada, massa atau lesi, nyeri, taktil fremitrus - Perkusi: suara paru - Auskultasi: suara nafas, trakea, bronkus, paru dengan stetoskop 10. Abdomen: - Inspeksi: abdomen membuncit atau datar, tepi perut menonjol atau tidak, umbilicus menonjol atau tidak, ada massa atau tidak - Auskulasi: suara peristaltik usus 5-35x/menit, bunyi keras dan panjang disebut borborygmi, pada gastroenteritis atau obstruksi usus awal, peristaltik berkurang pada ileus paralitik. - Palpasi: daerah yang nyeri harus di palpasi terakhir, palpasi terhadap seluruh dinding perut untuk melihat adanya peritonitis, pankreatitis. Adanya massa/tumor, turgor kulit pasien, nyeri tekan 11. Anus: adanya hemoroid eksterna, fisura, fistula, tanda keganasan b. Asesmen Keperawatan Asesmen keperawatan adalah suatu proses yang dilakukan oleh tenaga keperawatan kepada pasien secara terus-menerus untuk mengumpulkan informasi atau data dalam menentukan masalah
7 keperawatan yang dialami oleh pasien. Proses asesmen keperawatan yang efektif akan menghasilkan keputusan tentang asuhan keperawatan yang harus segera dilakukan dan kebutuhan pasien berkelanjutan. (PPNI, 1999) Tujuan Asesmen keperawatan pasien adalah: 1. Mengidentifikasi masalah dan memprioritaskan masalah 2. Memilih dan membuat intervensi keperawatan 3. Mengukur dampak asuhan keperawatan yang telah diberikan 4. Mengevaluasi kriteria dan tujuan yang sudah direncanakan Asesmen ulang keperawatan adalah asesmen ulang yang dilakukan selama proses keperawatan dalam interval waktu tertentu sesuai dengan kebijakan dan prosedur rumah sakit. Asesmen ulang keperawatan sesuai dengan asuhan keperawatan dilaksanakan dalam bentuk proses keperawatan yang meliputi beberapa tahap: - Pengkajian - Diagnosis keperawatan - Perencanaan (intervensi) - Pelaksanaan (implementasi) - evaluasi Standar asesmen ulang keperawatan sesuai dengan asuhan keperawatan sesuai dengan SK Dirjen Pelayanan Medik tahun 1993, terdiri dari: a. Standar I: pengkajian keperawatan : - Identitas Pasien: nama, tanggal lahir, tempat tinggal, agama, pekerjaan, status sosial, status perkawinan, sosial ekonomi, budaya, kewarganegaraan, status mental (kooperatif atau tidak)
8 - Masalah kesehatan sekarang: kapan timbulnya, mendadak atau bertahap, gejala terus-menerus atau hilang timbul, kuantitas, kualitas keluhan - Riwayat kesehatan dahulu: pengalaman perawatan sebelumnya, riwayat operasi, riwayat alergi obat, makanan, penggunaan obat-obatan, rokok, alkohol, kafein,dll. - Riwayat penyakit keluarga: untuk menentukan pasien ini memiliki risiko penyakit genetika dengan tujuan pencegahan penyakit - Riwayat psikososial: sistem pendukung klien (teman, pasangan, anakanak, anggota keluarga lain, teman dekat) - Kesehatan spiritual: tinjau tentang keyakinan pasien mengenai kehidupan pasien. - Pengkajian fisik: keadaan umum tampak sakit ringan atau berat, pengukuran berat badan, tinggi badan pasien, pemeriksaan tanda-tanda vital pasien, pemeriksaan tubuh dari kepala hingga kaki, pemeriksaan setiap sistem organ dengan teknik inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi - Pengkajian data laboratorium dan diagnostik: berdasarkan penyakit pasien b. Standar II: diagnosis keperawatan : dirumuskan berdasarkan data status kesehatan pasien, dianalisis dan dibandingkan dengan norma fungsi kehidupan pasien. c. Standar III: perencanaan keperawatan: disusun berdasarkan diagnosis keperawatan, komponennya meliputi: 1. Prioritas masalah, dengan kriteria: masalah-masalah yang mengancam kehidupan menjadi prioritas utama, masalah-masalah yang mengancam kesehatan seseorang adalah prioritas kedua,
9 masalah-masalah yang mempengaruhi perilaku merupakan prioritas ketiga. 2. Tujuan asuhan keperawatan, dengan kriteria: spesifik, bisa diukur, bisa dicapai, realistik, ada batas waktu 3. Rencana tindakan : disusun berdasarkan tujuan asuhan keperawatan, melibatkan pasien/keluarga, mempertimbangkan latar belakang budaya pasien/keluarga, menentukan alternatif tindakan yang tepat, mempertimbangkan kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku, lingkungan, sumberdaya dan fasilitas yang ada, menjamin rasa aman dan nyaman bagi pasien. d. Standar IV: intervensi keperawatan: pelaksanaan rencana tindakan agar kebutuhan pasien terpenuhi secara maksimal dengan kriteria: 1. Dilaksanakan sesuai dengan rencana keperawatan 2. Menyangkut keadaan bio, psiko, sosial, spiritual pasien 3. Menjelaskan setiap tindakan keperawatan yang akan dilakukan kepada pasien/keluarga 4. Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan 5. Menggunakan sumber daya yang ada 6. Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik 7. Menerapkan prinsip aman, nyaman, ekonomis, privasi, dan mengutamakan keselamatan pasien 8. Melaksanakan perbaikan tindakan berdasarkan respon pasien 9. Merujuk dengan segera bila ada masalah yang mengancam keselamatan pasien 10. Mencatat semua tindakan yang telah dilaksanakan 11. Merapikan pasien dan alat setiap selesai melakukan tindakan
10 12. Melaksanakan tindakan keperawatan berpedoman pada prosedur teknis yang telah ditentukan Intervensi keperawatan berorientasi pada komponen keperawatan dasar meliputi: a. Memenuhi kebutuhan oksigen b. Memenuhi kebutuhan Nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit: Pengukuran berat badan, tinggi badan, bentuk sajian makanan, nafsu makan pasien, perubahan berat badan, berapa banyak minum sehari, rasa haus, mukosa mulut kering atau tidak, turgor kulit, edema atau tidak,dll. c. Memenuhi kebutuhan Eliminasi: Frekuensi buang air kecil, warna bak, jumlah sehari, frekuensi buang air besar, warna bab, konsistensi d. Memenuhi kebutuhan Keamanan: rasa takut pada pasien e. Memenuhi kebutuhan Kebersihan dan kenyamanan fisik: rasa nyeri (lihat manajemen nyeri), penurunan kesadaran, penggunaan alat bantu f. Memenuhi kebutuhan Istirahat dan tidur: jumlah tidur, pengggunaan obat tidur g. Memenuhi kebutuhan Gerak dan kegiatan jasmani: kebutuhan olahraga, keterbatasan gerak, perubahan gaya berjalan, butuh alat bantu dalam melakukan aktivitas sehari-hari h. Memenuhi kebutuhan Spiritual: agama pasien, kebutuhan ibadan di rumah sakit i. Memenuhi kebutuhan Emosional : nilai wajah tegang pada pasien, bingung, cemas, perasaan sedih, mengkritik diri sendiri, kontak mata
11 j. Memenuhi kebutuhan Komunikasi: berbicara lancar atau tidak, pembicaraan koheren atau tidak, ada disorientasi atau tidak, menarik diri secara sosial atau tidak, apatis k. Memenuhi kebutuhan Reaksi fisiologis l. Memenuhi kebutuhan Pengobatan dan membantu proses penyembuhan m. Memenuhi kebutuhan Penyuluhan: pengetahuan tentang penyakit, pengetahuan tentang tindakan, pengetahuan tentang obat n. Memenuhi kebutuhan rehabilitasi e. Standar V: evaluasi keperawatan dilakukan secara periodik, sistematis dan berencana f. Standar VI : catatan asuhan keperawatan : dilakukan selama pasien dirawat inap dan rawat jalan, dapat digunakan sebagai bahan informasi, komunikasi dan laporan, dilakukan segera setelah tindakan dilaksanakan, penulisannya harus jelas dan ringkas serta menggunakan istilah yang baku, setiap pencatatan harus mencantumkan initial/paraf/nama perawat yang melaksanakan tindakan dan waktunya. C. Asesmen Gizi Asesmen ulang gizi adalah proses pengkajian ulang pasien-pasien yang berisiko kurang gizi, sudah mengalami kurang gizi dan atau kondisi khusus dengan penyakit tertentu, berdasarkan hasil asesmen awal. Proses asesmen gizi ini dilakukan di rawat jalan dan rawat inap. Proses asesmen gizi di rawat jalan adalah sebagai berikut:
12 Pasien Rawat Jalan Poli klinik Poliklinik Poliklinik Poliklinik Poliklinik Skrining Gizi awal oleh Perawat Pasien Malnutrisi & Kondisi Khusus dikirim ke Dietisien Konseling Gizi oleh D ietisien Sedangkan proses asesmen gizi di ruang rawat inap merupakan serangkaian kegiatan yang berulang (siklus), sebagai berikut:
13 Asesmen / Pengkajian ulang gizi dikelompokkan ke dalam 5 kategori yaitu: 1. Anamnesis riwayat gizi Anamnesis riwayat gizi adalah data meliputi asupan makanan termasuk komposisi, pola makan, diet saat ini dan data lain yang terkait. Selain itu diperlukan data kepedulian pasien terhadap gizi dan kesehatan, aktivitas fisik dan olahraga dan ketersediaan makanan di lingkungan pasien. kuantitatif. Gambaran asupan makanan dapat digali melalui: anamnesis kualitatif dan a. Anamnesis kualitatif: dilakukan untuk memperoleh gambaran kebiasaan makan/pola makan sehari berdasarkan frekuensi penggunaan bahan makanan. b. Anamnesis kuantitatif: dilakukan untuk mendapatkan gambaran asupan zat gizi sehari melalui recall makanan 24 jam dengan alat bantu food model. Kemudian dilakukan analisis zat gizi yang merujuk kepada daftar makanan penukar, atau daftar makanan penukar, atau daftar komposisi zat gizi makanan. Riwayat gizi kuantitatif diterjemahkan ke dalam jumlah bahan makanan dan komposisi zat gizi. (lihat lampiran) 2. Data Biokimia, tes Data biokimia meliputi a. hasil pemeriksaan laboratorium, b. pemeriksaan yang berkaitan dengan status gizi, c. status metabolik dan d. gambaran fungsi organ yang berpengaruh terhadap timbulnya masalah gizi. Pengambilan kesimpulan dari data laboratorium terkait masalah gizi harus selaras dengan data asesmen gizi lainnya seperti riwayat gizi yang lengkap, termasuk penggunaan suplemen, pemeriksaan fisik, dsb. Disamping itu proses penyakit,
14 tindakan, pengobatan, prosedur dan status hidrasi (cairan) dapat mempengaruhi perubahan kimiawi darah dan urin, perlu menjadi pertimbangan. 3. medis dan prosedur (termasuk data laboratorium) 4. Pengukuran antropometri Antropometri merupakan pengukuran fisik pada individu. Antropometri dapat dilakukan dengan berbagai cara : 1. Pengukuran TB (tinggi badan) 2. Pengukuran BB (berat badan) 3. Tinggi lutut 4. Rentang lengan 5. Lingkar lengan atas (LiLA) 6. Tebal lipatan kulit (Skinfold) 7. Lingkar kepala 8. Lingkar dada 9. Lingkar pinggang 10. Lingkar pinggul 11. Indeks Massa Tubuh (IMT) Yang paling mudah dilakukan adalah pengukuran Berat badan pada pasien rawat inap, sebaiknya dicatat saat pasien masuk rawat inap dan dilakukan pengukuran bb secara periodik selama pasien dirawat minimal setiap 7 hari. 5. Pemeriksaan fisik klinis Dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan klinis yang berkaitan dengan gangguan gizi atau dapat menimbulkan masalah gizi. Pemeriksaan fisik terkait gizi merupakan kombinasi dari tanda-tanda vital dan antropometri yang dapat dikumpulkan dari catatan medik pasien serta wawancara. Contoh: edema, ascites, kondisi gigi geligi, massa otot yang hilang, lemak tubuh yang menumpuk, dll
15 6. Riwayat personal Data riwayat personal meliputi 4 area yaitu : a. riwayat obat-obatan atau suplemen yang sering dikonsumsi, b. sosial budaya: status sosial ekonomi, budaya, kepercayaan/agama, situasi rumah, dukungan pelayanan kesehatan dan sosial serta hubungan sosial c. riwayat penyakit: keluhan utama yang terkait masalah gizi, riwayat penyakit dulu dan sekarang, riwayat pembedahan, penyakit kronis atau risiko komplikasi, riwayat penyakit keluarga, status kesehatan mental/emosi, kemampuan kognitif contoh pada pasien stroke d. data umum pasien: umur, pekerjaan dan tingkat pendidikan D. Asesmen Farmasi Klinik Ruang lingkup farmasi klinik adalah fungsi instalasi farmasi sebagai bagian terpadu dari perawatan pasien atau memerlukan interaksi dengan profesional kesehatan lain yang secara langsung terlibat dalam pelayanan pasien. Mutu fungsi farmasi klinik memerlukan asesmen antardisiplin. sakit, yaitu: Lingkup fungsi farmasi klinik mencakup fungsi farmasi yang dilakukan dalam program rumah 1. Pemantauan terapi obat (PTO) 2. Evaluasi pemantauan obat (EPO) 3. Penanganan bahan sitotoksik 4. Pelayanan di unit perawatan kritis 5. Pemeliharaan formularium, penelitian, pengendalian infeksi rumah sakit 6. Sentra informasi obat
16 7. Pemantauan dan pelaporan reaksi obat merugikan (ROM) 8. Program edukasi in-service bagi apoteker, dokter, perawat Fungsi farmasi klinik yang berkaitan secara langsung dengan penderita, yaitu fungsi dalam proses penggunaan obat, mencakup wawancara sejarah obat penderita, konsultasi dengan dokter tentang pemilihan regimen obat penderita tertentu, interpretasi resep/obat, pembuatan profil pengobatan penderita, konsultasi dengan perawat tentang regimen obat penderita, pemantauan efek obat pada penderita, edukasi pasien, konseling pasien yang dibebaskan dari rs, pelayanan farmakokinetik klinik. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah pendekatan profesional yang bertanggung jawab dalam menjamin penggunaan obat dan alat kesehatan sesuai indikasi, efektid, aman dan terjangkau oleh pasien melalui penerapan pengetahuan, jeahlian, keterampial dan perilaku apoteker serta bekerja sama dengan pasien dan profesi kesehatan lainnya. Kegiatan: a. Pengkajian resep Kegiatan dalam pelayanan kefarmasian yang dimulai dari seleksi persyaratan administrasil, persyaratan farmasi dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Persyaratan administrasi meliputi: 1. Nama, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien 2. Nama, nomor ijin, alamat dan paraf dokter 3. Tanggal resep 4. Ruangan/unit asal resep Persyaratan farmasi meliputi:
17 1. Bentuk dan kekuatan sediaan 2. Dosis dan jumlah obat 3. Stabilitas dan ketersediaan 4. Aturan, cara dan teknik penggunaan Persyaratan klinis meliputi: 1. Ketepatan indikasi, dosis dan waktu penggunaan obat 2. Duplikasi pengobatan 3. Alergi, interaksi dan efek samping obat 4. Kontra indikasi 5. Efek aditif b. Dispensing Merupakan kegiatan pelayanan yang dimulai dari tahap validasi, interpretasi, menyiapkan/meracik obat, memberikan label/etiket, penyerahan obat dengan pemberian informasi obat yang memadai disertai sistem dokumentasi. Tujuan: 1. Mendapatkan dosis yang tepat dan aman 2. Menyediakan nutrisi bagi penderita yang tidak dapat menerima makanan secara oral atau emperal 3. Menurunkan total biaya obat c. Pemantauan dan pelaporan efek samping obat Merupakan kegiatan pemantauan setiap respon terhadap obat yang merugikan atau tidak diharapkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi. Tujuan:
18 1. Menemukan ESO (Efek samping obat) sedini mungkin terutama yang berat, tidak dikenal, frekuensinya jarang 2. Menentukan frekuensi dan insidensi efek samping obat yang sudah dikenal sekali, yang baru saja ditemukan. 3. Mengenal semua faktor yang mungkin dapat menimbulkan/mempengaruhi timbulnya efek samping obat atau mempengaruhi angka kejadian dan hebatnya efek samping obat. Faktor yang perlu diperhatikan: 1. Kerjasama dengan panitia farmasi dan terapi dan ruang gawat 2. Ketersediaan formulir monitoring efek samping obat d. Pelayanan informasi obat Merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara akurat, tidak bias dan terkini kepada dokter, apoteker, perawat, profesi kesehatan lain dan pasien. e. Konseling Merupakan suatu proses yang sistematik untuk mengidentifikasi dan penyelesaian masalah pasien yang berkaitan dengan pengambilan dan penggunaan obat pasien rawat jalan dan pasien rawat inap. Tujuan konseling adalah memberikan pemahaman yang benar mengenai obat kepada pasien dan tenaga kesehatan mengenai nama obat, tujuan pengobatan, jadwal pengobatan, cara menggunakan obat, lama penggunaan obat, efek samping obat, tanda-tanda toksisitas, cara penyimpanan obat dan penggunaan obat-obat lain. Faktor yang perlu diperhatikan:
19 1. Kriteria Pasien: pasien rujukan dokter, pasien dengan penyakit kronis, pasien dengan obat yang berindeks terapetik sempit dan polifarmasi, pasien geriatrik, pasien pediatrik, pasien pulang. 2. Sarana dan prasarana: ruangan khusus, kartu pasien/catatan konseling f. Pemantauan Kadar obat Dalam Darah Melakukan pemeriksaan kadar beberapa obat tertentu atas permintaan dari dokter yang merawat karena indeks terpai yang sempit Tujuan : 1. Mengatur kadar obat dalam darah 2. Memberikan rekomendasi pada dokter yang merawat g. Ronde/ Visite Pasien Merupakan kegiatan kunjungan ke pasien rawat inap bersama tim dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Tujuan: 1. Pemilihan obat 2. Menerapkan secara langsung pengetahuan farmakologi terapetik 3. Menilai kemajuan pasien 4. Bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain Kegiatan: 1. Apoteker harus memperhatikan diri dan menerangkan tujuan dari kunjungan tsb ke pasien 2. Untuk pasien baru dirawat, apoteker harus menanyakan terapi obat terdahulu dan memperkirakan masalah yang mungkin terjadi 3. Apoteker memberikan keterangan pada formulir resep untuk menjamin penggunaan obat yang benar
20 4. Melakukan pengkajian terhadap catatan perawat akan berguna untuk pemberian obat 5. Setelah kunjungan membuat catatan mengenai permasalahan dan penyelesaian masalah dalam satu buku dan buku ini digunakan oleh setiap apoteker yang berkunjung ke ruang pasien untuk menghindari pengulangan kunjungan. Faktor-Faktor yang perlu dipehatikan: 1. Pengetahuan cara berkomunikasi 2. Memahami teknik edukasi 3. Mencatat perkembangan pasien h. Pengkajian Penggunaan obat Merupakan program evaluasi penggunaan obat yang terstruktur dan berkesinambungan untuk menjamin obat-obat yang digunakan sesuai indikasi, efektif, aman dan terjangkau oleh pasien. Asuhan farmasi klinik di rumah sakit, meliputi beberapa tahapan, yaitu: (SOAP oleh Farmasi KARS,2015) 1. Pengumpulan data pasien (subjektif dan objektif): dari rekam medis pasien, profil pengobatan pasien/ catatan penggunaan obat, wawancara dengan pasien, keluarga, atau tenaga kesehatan lainnya. 2. Identifikasi masalah terkait obat (Asesmen): mengidentifikasi adanya drug-related problem Yaitu: 1. Ada indikasi medis yang tidak diterapi 2. Pemilihan obat yang tidak tepat 3. Dosis yang tidak sesuai: terlalu rendah atau terlalu tinggi 4. Kegagalan dalam konsumsi obat: kepatuhan pasien
21 5. Efek samping obat 6. Interaksi obat 7. Penggunaan obat tanpa indikasi 3. Rekomendasi Terapi (Plan) : berdasarkan masalah yang teridentifikasi di atas, dapat diberikan rekomendasi terapi dengan mengubah obat, dosis, rute pemberian, waktu pemberian, penghentian obat atau pemberian obat tambahan, lakukan pemantauan obat (hasil laboratorium, gejala klinis), edukasi pasien (cara penggunaan obat,modifikasi gaya hidup) 4. Rencana Pemantauan (Plan) Pantau hasil rekomendasi yang diberikan, yaitu: - Efek terapeutik - Efek yang tidak diharapkan - Kepatuhan pasien - Hasil terapi : kualitas hidup pasien Semua yang dilakukan dalam asuhan farmasi didokumentasikan ke dalam rekam medis pasien secara integratif bersama dengan petugas kesehatan lain III. DOKUMENTASI Mendokumentasikan pemeriksaan pasien dalam rekam medis merupakan langkah kritikal dan penting dalam proses asuhan pasien. Secara umum kegunaan rekam medis menurut DEPKES RI, yaitu: 1. Sebagai alat komunikasi antar dokter dengan tenaga ahli lainnya yang ikut ambil bagian dalam pelayanan pengobatan dan perawatan terhadap pasien.
22 2. Sebagai dasar untuk perencanaan pengobatan atau perawatan yang harus diberikan 3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan, perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung atau dirawat di rumah sakit. 4. Sebagai bahan yang berguna untuk analisis, penelitian, dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien 5. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum Asesmen ulang seluruh asuhan harus didokumentasikan di dalam rekam medis pada lembar catatan terintegrasi (CPPT) dengan metode ( S/O/A/P ) yaitu : Subjektif, objektif, asesmen, plan. 1. Subjektif: berisi informasi tentang pasien meliputi informasi yang diberikan oleh pasien, anggota keluarga, orang lain yang penting, atau orang yang merawat. Jenis informasi dalam bagian ini meliputi: a. Keluhan / gejala-gejala atau alasan utama pasien datang ke rumah sakit, menggunakan kata-katanya sendiri (keluhan utama) b. Riwayat Penyakit saat ini yang berkenaan dengan gejalanya c. Riwayat penyakit terdahulu d. Riwayat pengobatan, termasuk kepatuhan dan efek samping dari pasien e. Riwayat Alergi f. Riwayat sosial dan atau keluarga g. Tinjauan sistem organ 2. Objektif : berisi informasi tentang pemeriksaan fisik, tes-tes diagnostik dan laboratorium serta hasil imajing (rontgen) 3. Asesmen : Penilaian berdasarkan analisis menyeluruh dari informasi yang didapat sebelumnya untuk selanjutnya direncanakan pemberian terapi
23 4. Plan : berisi renana pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan, rencana terapi yang dibutuhkan dan akan diberikan serta rencana pemantauan khusus yang akan dilakukan untuk menilik perkembangan kondisi pasien. REFERENSI 1. MATERI SEMINAR DAN WORKSHOP KARS, PEDOMAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT, DEPKES RI, FARMASI RUMAH SAKIT Teori dan Penerapan, EGC 2003
Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari Jln. Bhayangkara No. 01 Manokwari Papua Barat
Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari Jln. Bhayangkara No. 01 Manokwari Papua Barat Pengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari
Stabat dalam rangka pembinaan Puskesmas. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pusat Kesehatan Masyarakat yang disingkat puskesmas adalah unit
Puskesmas dan sebagai bahan masukan kepada Dinas Kesehatan Kota Stabat dalam rangka pembinaan Puskesmas. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat yang disingkat puskesmas
BAB I DEFENISI A. LATAR BELAKANG
BAB I DEFENISI A. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan secara bio,psiko,sosial dan spiritual dengan tetap harus memperhatikan pasien dengan kebutuhan khusus dengan melakukan
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSIA KEMANG NOMOR : 056/SK/DIR/5/2017 TENTANG PEMBERLAKUAN PANDUAN ASESMEN PASIEN RSIA KEMANG
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSIA KEMANG NOMOR : 056/SK/DIR/5/2017 TENTANG PEMBERLAKUAN PANDUAN ASESMEN PASIEN RSIA KEMANG Menimbang : a. Bahwa semua pasien yang dilayani di RSIA Kemang harus diidentifikasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN I. Latar Belakang Rekam medis berdasarkan sejarahnya sejarahnya selalu berkembang mengikuti kemajuan ilmu kesehatan dan kedokteran. Sejak masa pra kemerdekaan, rumah sakit di Indonesia sudah
Ditetapkan Tanggal Terbit
ASSESMEN ULANG PASIEN TERMINAL STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur O1 dari 04 Ditetapkan Tanggal Terbit dr. Radhi Bakarman, Sp.B, FICS Direktur medis Asesmen ulang pasien
BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 20 Juni 2011 di Ruang Lukman Rumah Sakit Roemani Semarang. Jam 08.00 WIB 1. Biodata a. Identitas pasien Nama : An. S Umur : 9
Data Administrasi diisi oleh Nama: NPM/NIP:
1 Berkas Pasien Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : No Berkas : No Rekam Medis : Pasien Ke : dalam keluarga Data Administrasi tanggal diisi oleh Nama: NPM/NIP: Nama Umur / tgl. Lahir Alamat Jenis kelamin
PEDOMAN PELAYANAN REKAM MEDIS
PEDOMAN PELAYANAN REKAM MEDIS I. PENDAHULUAN Rekam medis berdasarkan sejarahnya selalu berkembang mengikuti kemajuan ilmu kesehatan dan kedokteran. Sejak masa pra kemerdekaan rumah sakit di Indonesia sudah
BAB IV PEMBAHASAN. sakit yang berbeda. Hasil karakteristik dapat dilihat pada tabel. Tabel 2. Nama Rumah Sakit dan Tingkatan Rumah Sakit
BAB IV PEMBAHASAN A. Karakteristik Sampel Penelitian ini bertujuan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Lombok untuk melihat gambaran Penerapan Farmasi Klinik rumah sakit sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUROTTAL
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUROTTAL A. Pengertian Terapi murottal adalah rekaman suara Al-Qur an yang dilagukan oleh seorang qori (pembaca Al-Qur an), lantunan Al-Qur an secara fisik mengandung
Metodologi Asuhan Keperawatan
Metodologi Asuhan Keperawatan A. Pendahuluan Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan
Diam dan sentuhan kalau diperlukan d. Terminasi.
1 PENGERTIAN Pengkajian adalah bagian dari setiap aktifitas yang dilakukan oleh perawat dengan dan untuk pasien. ( Arkinson & Murray, 1990) Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan yang merupakan
PEDOMAN PELAYANAN GIZI KLINIK
PEDOMAN PELAYANAN GIZI KLINIK RS HERMINA SOLO TAHUN 2015 1 PANDUAN PELAYANAN GIZI KLINIK I. Definisi Pelayanan gizi di rumah sakit adalah merupakan bagian dari pelayanan medik di rumah sakit untuk memenuhi
Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian RSUD Bangka Selatan
LAMPIRAN 57 Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian RSUD Bangka Selatan 58 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian RSUD Bangka Tengah 59 Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian RSUD Depati Hamzah 60 Lampiran 4. Surat Ijin
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. rumah sakit. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1 Definisi Rumah Sakit Salah satu sarana untuk penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah rumah sakit. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan
Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Kanker Usus Besar Kanker usus besar merupakan kanker yang paling umum terjadi di Hong Kong. Menurut statistik dari Hong Kong Cancer Registry pada tahun 2013, ada 66 orang penderita kanker usus besar dari
Metode Pemecahan Masalah Farmasi Klinik Pendekatan berorientasi problem
Metode Pemecahan Masalah Farmasi Klinik Pendekatan berorientasi problem Komponen dalam pendekatan berorientasi problem Daftar problem Catatan SOAP Problem? A problem is defined as a patient concern, a
Proses Keperawatan pada Bayi dan Anak. mira asmirajanti
Proses Keperawatan pada Bayi dan Anak mira asmirajanti introduction Perawat merawat manusia sebagai mahluk yang unik dan utuh, menerapkan pendekatan komprehensif dan merencanakan perawatan bersifat individual
Bagaimana Penulisan SOAP oleh Farmasi? Tim KARS
Bagaimana Penulisan SOAP oleh Farmasi? Tim KARS Standar Akreditasi RS (KARS versi 2012) AP 2 EP 1: Pasien dilakukan asesmen ulang untuk menentukan respons mereka terhadap pengobatan. AP 2 EP 6: Asesmen
III. RIWAYAT KESEHATANSEKARANG A.
Asuhan Keperawatan kasus I. PENGKAJIAN Nama/Inisial : Tn. S Jenis kelamin : Laki-laki Umur : 28 tahun Status perkawinan : Belum menikah Agama : Islam Pendidikan : SMA Pekerjaan : - Alamat :Jl. Dusun I
PENILAIAN KETERAMPILAN KELAINAN THORAX (ANAMNESIS + PEMERIKSAAAN FISIK)
PENILAIAN KETERAMPILAN KELAINAN THORAX (ANAMNESIS + PEMERIKSAAAN FISIK) Nama Mahasiswa : Tanggal Pemeriksaan : No. 1. 2. 3. 4. Aspek yang dinilai Membina sambung rasa, bersikap baik dan sopan, serta menunjukkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pelayanan Kefarmasian Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian
PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita
Saat menemukan penderita ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya, baik itu untuk mengatasi situasi maupun untuk mengatasi korbannya. Langkah langkah penilaian pada penderita
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1 Definisi Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 983/MenKes/SK/XI/1992, rumah sakit merupakan suatu unit yang mempunyai organisasi
CEKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN AKREDITASI POKJA ASESMEN PASIEN (AP)
CEKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN AKREDITASI POKJA ASESMEN PASIEN (AP) NO MATERI DOKUMEN NILAI KETERANGAN Elemen Penilaian AP.1 1 Pelaksanaan asesmen informasi dan informasi yang harus tersedia untuk pasien
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1. Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan dengan memberdayakan berbagai kesatuan personel terlatih
STANDAR TERKINI PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT (PGRS)
STANDAR TERKINI PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT (PGRS) Marina Damajanti Kasubdit Bina Gizi Klinik Direktorat Bina Gizi Disampaikan pada Temu Ilmiah Internasional-PERSAGI Jogyakarta, 27 November 2014 DEFINISI
BAB V PENUTUP. Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post
BAB V PENUTUP Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post ovarektomi dextra atas indikasi kista ovarium yang merupakan hasil pengamatan langsung pada klien yang dirawat di ruang Bougenvile
5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan
5. Pengkajian a. Riwayat Kesehatan Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam. Anoreksia, sukar menelan, mual dan muntah. Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN PUSKESMAS LENEK Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM. 50 Desa Lenek Kec. Aikmel
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN PUSKESMAS LENEK Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM. 0 Desa Lenek Kec. Aikmel EVALUASI LAYANAN KLINIS PUSKESMAS LENEK 06 GASTROENTERITIS AKUT. Konsistensi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pelaksanaan Farmasi Klinik di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan di beberapa rumah sakit
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Farmasi Klinik di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan di beberapa rumah sakit Amal Usaha Milik Muhammadiyah di Daerah Istimewa
PANDUAN REKAM MEDIK PUSKESMAS KARANGLEWAS. No Dokumen :PD/C.VII/UKP/ /IV/2016 Tanggal Terbi:4 April No Revisi : -
PANDUAN REKAM MEDIK PUSKESMAS KARANGLEWAS No Dokumen :PD/C.VII/UKP/ /IV/2016 Tanggal Terbi:4 April 2016. No Revisi : - DINAS KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur
PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN
PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Pendidikan pasien dan keluarga membantu pasien berpartisipasi lebih baik dalam asuhan yang diberikan dan mendapat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini digunakan landasan teori yang membahas tentang teori yang dijadikan sebagai acuan dalam menyelesaikan permasalahan. 2.1 Sistem Informasi Kesehatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rumah sakit Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 983/Menkes/SK/XI/1992 Rumah Sakit merupakan salah satu tempat dari sarana kesehatan menyelenggarakan kesehatan, bertujuan
maupun sebagai masyarakat profesional (Nursalam, 2013).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, menuntut perawat bekerja secara profesional yang didasarkan pada standar praktik keperawatan dan
BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance base dan
BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan Bab ini membahas tentang gambaran pengelolaan terapi batuk efektif bersihan jalan nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance
CHECKLIST KELUHAN UROGENITAL. Nama mahasiswa : Penguji : Tanggal : Nilai :
CHECKLIST KELUHAN UROGENITAL Nama mahasiswa : Penguji : Tanggal : Nilai : No Aspek yang dinilai Nilai 0 1 2 Anamnesis 1 Memberi salam dan memperkenalkan diri keduanya 0 : melakukan< 2 3 Menanyakan identitas
DRUG RELATED PROBLEMS KATEGORI DOSIS LEBIH, DOSIS KURANG DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.MOEWARDI SURAKARTA PERIODE TAHUN 2007
DRUG RELATED PROBLEMS KATEGORI DOSIS LEBIH, DOSIS KURANG DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.MOEWARDI SURAKARTA PERIODE TAHUN 2007 SKRIPSI Oleh: TOUDA KURNIA ANDRIYA K 100 040 180 FAKULTAS
Fungsi Makanan Dalam Perawatan Orang Sakit
P e n g e r t i a n D i e t DASAR DIETETIK M u s l i m, M P H l m u D i e t I Cabang ilmu gizi yang mengatur pemberian makan pada kelompok/perorangan dalam keadaan sehat/sakit dengan memperhatikan syarat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Badan hukum yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jaminan Kesehatan Nasional Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA A. PENGKAJIAN 1. IDENTITAS No. Rekam Medis : 55-13-XX Diagnosa Medis : Congestive Heart Failure
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Pembangunan kesehatan diarahkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mempertinggi
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA Jl. Walang Permai No. 39 Jakarta Utara PANDUAN ASESMEN PASIEN TERMINAL
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA Jl. Walang Permai No. 39 Jakarta Utara PANDUAN ASESMEN PASIEN TERMINAL I. DEFINISI Pelayanan pada tahap terminal adalah pelayanan yang diberikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian berjudul Profil Penerapan Pelayanan Farmasi Klinik di Rumah
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian berjudul Profil Penerapan Pelayanan Farmasi Klinik di Rumah Sakit Umum Daerah di Pulau Bangka merupakan penelitian noneksperimental. Metode dalam
BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam 14.30 1. Identitas klien Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama : An. R : 10 th : Perempuan : Jl. Menoreh I Sampangan
Bismillaahirrahmaanirrahiim PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PROF. DR. TABRANI NOMOR : 092/RSTAB/PER-DIR/III/2015
Bismillaahirrahmaanirrahiim PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PROF. DR. TABRANI NOMOR : 092/RSTAB/PER-DIR/III/2015 Menimbang : TENTANG KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN DIREKTUR RUMAH SAKIT PROF. DR. TABRANI a. Bahwa
BED SITE TEACHING. Dani Dania D Siti Fatimah Lisa Valentin S Perceptor dr. Octo Indradjaja, Sp.
BED SITE TEACHING Dani Dania D - 12100113044 Siti Fatimah - 12100113045 Lisa Valentin S - 12100113001 Perceptor dr. Octo Indradjaja, Sp.PD SMF ILMU PENYAKIT DALAM P3D FAKULTAS KEDOKTERAN UNISBA RS MUHAMMADIYAH
Kanker Paru-Paru. (Terima kasih kepada Dr SH LO, Konsultan, Departemen Onkologi Klinis, Rumah Sakit Tuen Mun, Cluster Barat New Territories) 26/9
Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru merupakan kanker pembunuh nomor satu di Hong Kong. Ada lebih dari 4.000 kasus baru kanker paru-paru dan sekitar 3.600 kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini setiap
KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT
KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT INSTRUMEN AKREDITASI RUMAH SAKIT STANDAR AKREDITASI VERSI 212 Edisi 1, tahun 212 Bab PP BAB 4. PELAYANAN PASIEN STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN >8% Terpenuhi
BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan sectio
DRUG RELATED PROBLEMS
DRUG RELATED PROBLEMS KATEGORI DOSIS LEBIH, DOSIS KURANG DAN OBAT SALAH DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM ISLAM KUSTATI SURAKARTA PERIODE TAHUN 2007 SKRIPSI Oleh: AMALIA FATIMAH K 100 040 178 FAKULTAS
Peran Kefarmasian dari Aspek Farmasi Klinik dalam Penerapan Akreditasi KARS. Dra. Rina Mutiara,Apt.,M.Pharm Yogyakarta, 28 Maret 2015
Peran Kefarmasian dari Aspek Farmasi Klinik dalam Penerapan Akreditasi KARS Dra. Rina Mutiara,Apt.,M.Pharm Yogyakarta, 28 Maret 2015 Akreditasi RS Upaya Peningkatan Mutu RS SK MENKES NOMOR 428/2012 TENTANG
DRUG RELATED PROBLEMS KATEGORI DOSIS LEBIH, DOSIS KURANG, DAN OBAT SALAH DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA PERIODE TAHUN 2007 SKRIPSI
DRUG RELATED PROBLEMS KATEGORI DOSIS LEBIH, DOSIS KURANG, DAN OBAT SALAH DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA PERIODE TAHUN 2007 SKRIPSI Oleh: ARI TYAS UTAMININGSIH K 100 040 176 FAKULTAS
I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Jenis Kelamin : Laki - laki. Status Perkawinan : Menikah
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. A Jenis Kelamin : Laki - laki Umur : 50 tahun Status Perkawinan
PENGKAJIAN PNC. kelami
PENGKAJIAN PNC Tgl. Pengkajian : 15-02-2016 Puskesmas : Puskesmas Pattingalloang DATA UMUM Inisial klien : Ny. S (36 Tahun) Nama Suami : Tn. A (35 Tahun) Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh Harian Pendidikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Rekam Medis a. Definisi Rekam Medis Definisi Rekam Medis dalam berbagai kepustakaan dituliskan dalam berbagai pengertian: 1) M.Jusuf Hanafiah dan Amri Amir
Saat ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian. utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang terjadi di
KERANGKA ACUAN POSBINDU PTM PENDAHULUAN A.Latar Belakang Saat ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang terjadi di seluruh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sistem perkemihan merupakan salah satu system yang tidak kalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem perkemihan merupakan salah satu system yang tidak kalah pentingnya dalam tubuh manusia. Sistem perkemihan terdiri dari ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA NOMOR : 224/RSPH/I-PER/DIR/VI/2017 TENTANG PEDOMAN REKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA NOMOR : 224/RSPH/I-PER/DIR/VI/2017 TENTANG PEDOMAN REKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA, Menimbang Mengingat : a.
KONSEP TEORI. 1. Pengertian
KONSEP TEORI 1. Pengertian Kolik Abdomen adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus intestinal (Nettina, 2001). Obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya aliran
Kanker Payudara. Breast Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Kanker Payudara Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum diderita oleh para wanita di Hong Kong dan negara-negara lain di dunia. Setiap tahunnya, ada lebih dari 3.500 kasus kanker payudara baru
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Definisi Rumah Sakit Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 pasal 1 tentang Rumah Sakit, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
riwayat personal-sosial
KASUS OSCE PEDIATRIK 1. (Gizi Buruk) Seorang ibu membawa anaknya laki-laki berusia 9 bulan ke puskesmas karena kha2atir berat badannya tidak bisa naik. Ibu pasien juga khawatir karena anaknya belum bisa
PANDUAN SKRINING PASIEN RSU BUNDA JEMBRANA
PANDUAN SKRINING PASIEN RSU BUNDA JEMBRANA 2015 BAB I DEFINISI Skrining merupakan pemeriksaan sekelompok orang untuk memisahkan orang yang sehat dari orang yang memiliki keadaan fatologis yang tidak terdiagnosis
A. Pengertian Defisit Perawatan Diri B. Klasifikasi Defisit Perawatan Diri C. Etiologi Defisit Perawatan Diri
A. Pengertian Defisit Perawatan Diri Kurang perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Maslim, 2001). Kurang perawatan diri adalah
BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dalam pleura berupa transudat atau eksudat yang diakibatkan terjadinya ketidakseimbangan
PANDUAN PELAYANAN PASIEN DENGAN ALAT PENGIKAT (RESTRAINT) RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN MEDAN
PANDUAN PELAYANAN PASIEN DENGAN ALAT PENGIKAT (RESTRAINT) RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN MEDAN I. DEFINISI Pelayanan pasien adalah penyediaan jasa oleh Rumah Sakit kepada orang sakit yang dirawat di Rumah
Esti Nurwanti, S.Gz., Dietisien., MPH
Esti Nurwanti, S.Gz., Dietisien., MPH Suatu model problem solving yang sistematis, menggunakan cara berpikir kritis dalam membuat keputusan menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan nutrisi dan
SKRINING DAN PENILAIAN NUTRISI
SKRINING DAN PENILAIAN NUTRISI Skrining nutrisi adalah alat yang penting untuk mengevaluasi status nutrisi seseorang secara cepat dan singkat. - Penilaian nutrisi merupakan langkah yang peting untuk memastikan
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Program Studi : D III Kebidanan Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) Kode Mata Kuliah : KEB. 301 Semester : II (dua) SKS : 4 SKS (T : 1 SKS, P : 3 SKS) Dosen
PANDUAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT AULIA TAHUN 2015
PANDUAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT AULIA TAHUN 2015 I. PANDUAN PELAYANAN GIZI RAWAT JALAN II. PANDUAN PELAYANAN GIZIRAWAT INAP III. PANDUAN PENYELENGGARAAN MAKANAN IV. PANDUAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI A. PENGERTIAN Chikungunya berasal dari bahasa Shawill artinya berubah bentuk atau bungkuk, postur penderita memang kebanyakan membungkuk
PERATURAN DIREKTUR RS ROYAL PROGRESS NOMOR /2012 TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ROYAL PROGRESS
PERATURAN DIREKTUR RS ROYAL PROGRESS NOMOR /2012 TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ROYAL PROGRESS Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Royal Progress, maka diperlukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pelayanan Kefarmasian Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Asia saat ini terjadi perkembangan ekonomi secara cepat, kemajuan industri, urbanisasi dan perubahan gaya hidup seperti peningkatan konsumsi kalori, lemak, garam;
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan sistem simbol (Wilkinson, 2012) keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG KASUS Hambatan komunikasi verbal adalah penurunan, keterlambatan, atau tidak adanya kemampuan untuk menerima, memproses, menghantarkan, dan menggunakan sistem simbol
TABULASI POKJA PAP ( PELAYANAN ASUHAN PASIEN)
TABULASI POKJA PAP ( PELAYANAN ASUHAN PASIEN) Standar / No Elemen Penilaian PAP 1 1 Rumah Sakit menetapkan regulasi bagi pimpinan unit pelayanan untuk bekerja sama memeberikan proses asuhan yang seragam
BAB I PENDAHULUAN. jalan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan jalan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Definisi Rumah Sakit Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009, rumah sakit adalah Institusi pelayanan kesehatan
Pelayanan Kesehatan bagi Anak. Bab 7 Gizi Buruk
Pelayanan Kesehatan bagi Anak Bab 7 Gizi Buruk Catatan untuk fasilitator Ringkasan kasus Joshua adalah seorang anak laki-laki berusia 12 bulan yang dibawa ke rumah sakit kabupaten dari rumah yang berlokasi
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA
KAJIAN PERESEPAN BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1197/MENKES/SK/X/2004 PADA RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN
MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA
MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA ` Di Susun Oleh: Nursyifa Hikmawati (05-511-1111-028) D3 KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2014 ASUHAN KEPERAWATAN
METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian ini merupakan cross sectional survey karena pengambilan data dilakukan pada satu waktu dan tidak berkelanjutan (Hidayat 2007). Penelitian dilakukan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jogja yang merupakan rumah sakit milik Kota Yogyakarta. RS Jogja terletak di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Yogyakarta atau Rumah Sakit Jogja yang merupakan rumah sakit milik Kota
PELAYANAN TERPADU (PANDU) PTM DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) (KONSEP DASAR & RUANG LINGKUP)
PELAYANAN TERPADU (PANDU) PTM DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) (KONSEP DASAR & RUANG LINGKUP) DR.dr.H.RACHMAT LATIEF, SPpD-KPTI.,M.Kes., FINASIM Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
PANDUAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT
PANDUAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT 2015 RSU KECAMATAN JOHAR BARU JL. TANAH TINGGI XII JAKARTA PUSAT BAB I DEFINISI A. PENGERTIAN 1. Pelayanan Gizi adalah suatu upaya memperbaiki, meningkatkan gizi, makanan,
PENGARUH KOMPETENSI BIDAN DI DESA DALAM MANAJEMEN KASUS GIZI BURUK ANAK BALITA TERHADAP PEMULIHAN KASUS DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2008 ARTIKEL
PENGARUH KOMPETENSI BIDAN DI DESA DALAM MANAJEMEN KASUS GIZI BURUK ANAK BALITA TERHADAP PEMULIHAN KASUS DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2008 ARTIKEL Untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2
BAB I PENDAHULUAN. laporan dari kabupaten/kota Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Angka Kematian Ibu (AKI) mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh status gizi ibu, keadaan sosial ekonomi, keadaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN
Lampiran 1 A. Asuhan Keperawatan Kasus Pengkajian dalam laporan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan format yang telah ditentukan seperti berikut ini. FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS
Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. A Jenis Kelamin : Laki - laki Umur : 50 tahun Status Perkawinan : Menikah Agama : Islam Pendidikan : SMA Pekerjaan
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN S IDENTITAS PASIEN S NAMA: MUH FARRAZ BAHARY S TANGGAL LAHIR: 07-03-2010 S UMUR: 4 TAHUN 2 BULAN ANAMNESIS Keluhan utama :tidak
PAB: Maksud Anestesi, sedasi, dan intervensi bedah adalah sering dilakukan dan kompleks Hal-hal tersebut membutuhkan: Pengkajian yang lengkap dan meny
Perawatan Anestesi dan Bedah (PAB) PAB: Maksud Anestesi, sedasi, dan intervensi bedah adalah sering dilakukan dan kompleks Hal-hal tersebut membutuhkan: Pengkajian yang lengkap dan menyeluruh Perencanaan
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan
BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1. Defenisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan dengan memberdayakan berbagai kesatuan personel terlatih
