METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Sonny Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 53 MTDLGI PNLITIAN Kerangka Pemikiran Saat ini kebutuhan akan minyak bumi meningkat, sedangkan persediaannya makin menipis. Salah satu produk yang menggunakan bahan baku minyak bumi adalah pelumas. Keadaan ini memacu produksi pelumas dasar dari minyak nabati sebagai bahan dasar alternatif dalam pembuatan pelumas. Meskipun harga pelumas dasar ini lebih mahal daripada minyak mineral, namun pelumas dasar ini mempunyai sifat unggul dalam sifat friksi atau sifat pelumasannya, rendahnya volatilitas pelumas, tingginya indek viskositas, tingginya kelarutan untuk bahan aditif dan kemudahannya untuk saling larut dengan fluida lain. Banyak minyak nabati yang digunakan di dalam aplikasi pelumas, misalnya sebagai aditif pelumas sintetis, minyak mesin transmisi, pelumas motor 2 tak, pelumas hidraulik, dan gemuk. Konsumsi minyak nabati Amerika Serikat untuk pelumas adalah sebesar 8 juta kilogram per tahun. Konsumsi ini merupakan 9% dari total penggunaan minyak nabati untuk industri (Johnson 1990). Pasar ini mengkonsumsi 9.66 milyar liter minyak mineral yang telah dimurnikan per tahun untuk kebutuhan pelumas. Kira-kira 3.9 milyar liter digunakan untuk pelumas motor 4 tak (Johnson 1990). Total kebutuhan pelumas di Jerman kira-kira 1 juta ton per tahun (1998), segmen pasar terbesar adalah pelumas mesin dan pelumas roda gigi otomotif yaitu sebesar ton per tahun, dan selanjutnya kebutuhan yang lain adalah untuk mesin hidraulik dan mesin industri (Willing 2001). Penggunaan minyak nabati sebagai pelumas dasar mempunyai kelemahan karena adanya ikatan rangkap C=C, sehingga mengakibatkan rendahnya stabilitas termal dan oksidasi. Bahan baku minyak nabati yang akan digunakan sebagai pelumas dasar dipilih dari beberapa alternatif minyak nabati. Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan proses, yang merupakan proses kreatif dan berdisiplin untuk pemecahan masalah mencakup pendefinisian masalah dan penyelesaiannya. Prinsip dan metodologi ilmiah dan seni, informasi teknis dan imaginasi, yang digunakan untuk menentukan suatu struktur, mesin, proses, atau sistem baru yang memenuhi fungsi yang diinginkan dengan nilai ekonomis dan efisiensi tinggi Perancangan proses yang dihasilkan adalah
2 54 perancangan proses modifikasi secara kimiawi terhadap minyak jarak pagar (Jatropha curcas. L) untuk meningkatkan stabilitasnya, yaitu dengan melakukan reaksi esterifikasi terhadap poliol (alkohol polihidrat) minyak jarak pagar dengan katalis padat (bentonit). Pemilihan tanaman jarak pagar sebagai sumber bahan baku pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah biji jarak pagar, tingginya kandungan minyak pada biji dan merupakan non-drying oil atau semi-drying oil, sehingga sifat pelumasannya baik. Disamping itu minyak jarak pagar bukan komoditi pangan karena mengandung racun, sedangkan beberapa jenis minyak yang lain bersaing penggunaannya untuk keperluan pangan. Salah satu pemanfaatan minyak biji jarak pagar adalah sebagai bahan baku pembuatan biodisel. Selain memacu pemanfaatan minyak biji jarak pagar sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM), minyak ini juga dimanfaatkan untuk menjadi pelumas dasar yang diharapkan dapat memberikan alternatif produk yang mempunyai nilai tambah tinggi. Pada perancangan proses modifikasi minyak jarak pagar sebagai pelumas dasar, dilakukan seluruh tahapan yang harus dilalui, antara lain pemilihan jalur proses dan peralatan untuk menetapkan jalur proses yang efisien. Tahapan sintesis proses berdasarkan jalur yang dipilih dilakukan untuk mendapatkan kondisi proses terbaik. Uji kinerja pelumas dasar dan formulasinya dilakukan untuk mengetahui karakteristik produk. Analisis kinetika dan pemodelan dilakukan untuk memberikan hasil rancangan berupa data-data proses produksi pelumas dasar dan dapat digunakan untuk pemilihan alat pada skala komersial dan simulasi. ptimasi sistem produksi pelumas dasar untuk mendapatkan kapasitas optimum sehingga diperoleh biaya produksi minimum. Perancangan proses ini dilakukan sampai dengan pembuatan diagram blok proses dan diintegrasikan dalam bentuk Process ngineering Flow Diagram (PFD) dengan menggunakan jalur proses yang dinyatakan layak secara teknis maupun finansial. Manfaat perancangan proses yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang terkait, seperti investor, peneliti, industri kecil terkait, petani, pemerintah, dan pihak-pihak lain dalam pendirian industri pelumas dasar dari minyak jarak pagar. Kerangka pikir perancangan proses modifikasi minyak jarak pagar sebagai pelumas dasar disajikan pada Gambar 29.
3 55 Kegiatan 1. Pemilihan jalur proses dan alat pemroses 2. Proses poksidasi,hidroksilasi, Asetilasi 3. ptimasi proses 4. Karakterisasi produk dan uji kinerja 5. Pemodelan kinetika reaksi 6. Pembuatan blok diagram, penyusunan NM dan N, penentuan alat 7. ptimasi kapasitas produksi 8. Pembuatan PFD. 9. Penentuan kelayakan proses secara teknis dan finansial Luaran 1. Produk 2. Jalur Proses / Blok Diagram 3. Kondisi Proses dan perasi terbaik 4. Karakteristik, Identifikasi produk 5. Hasil Uji Kinerja 6. Parameter Kinetika dan Termodinamika 7. Alat dan komposisi tiap aliran 8. Kapasitas Produksi ptimum 9. Kelayakan proses secara teknis dan Tujuan PFD Mendapatkan rancangan proses produksi pelumas dasar berbahan baku minyak jarak pagar Gambar 29 Kerangka Pemikiran perancangan proses modifikasi minyak jarak pagar menjadi pelumas dasar.
4 56 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan nergi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor dan di Laboratorium Kimia Universitas Jayabaya, Jakarta. Beberapa pengujian dilakukan di Balai Besar Industri Agro-Bogor, LAPAN- Jakarta, dan Pro-Lab Jakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2006 sampai dengan September Bahan dan Alat Bahan baku yang digunakan dalam penelitian awal adalah biji Jarak Pagar (Jatropha curcas.l) asal Kebumen, Nusa Tenggara Barat dan Lampung, diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor. Sedangkan untuk keperluan pemrosesan digunakan biji Jarak Pagar (Jatropha curcas.l) asal Nusa Tenggara Barat. Bahan kimia yang dipergunakan terdiri dari asam asetat glasial 99%, hidrogen peroksida 50%, natrium hidrogen karbonat, natrium sulfat, asam sulfat encer 1%, larutan hidrogen bromida 47%, kristal violet, butanol, metanol, parafin, piridin, asam asetat anhidrat, katalis bentonit dan aquades. Alat-alat yang digunakan untuk memperoleh minyak jarak pagar terdiri dari oven dan kempa hidrolik. Pada proses epoksidasi diperlukan alat labu leher tiga, dilengkapi dengan pengaduk, termometer, pengaduk dengan pemanasan, batang magnet, gelas ukur, pipet volumetrik, erlenmeyer, dan gelas piala. Pada proses hidroksilasi dan esterifikasi dibutuhkan labu dengan pendingin balik. Alat uji stabilitas terhadap oksidasi. Metode Penelitian Penelitian ini meliputi beberapa tahapan kegiatan dapat dilihat pada Gambar 30
5 57 Pemilihan Bahan baku & Jalur reaksi Pemilihan satuan operasi dan alat SINTSIS Analisis Kelayakan teknis ANALISIS PMDLAN KINTIKA - TRMDINAMIKA SASARAN PTIMASI KAPASITAS PRDUKSI Analisis Kelayakan finansial pada kapasitas optimum Gambar 30 Tahapan penelitian. Penelitian perancangan proses ini mengikuti teori teori Seider et al 1999 dan tahap analisis / pemodelan mengikuti teori Hartmann et al TAHAP I : Pemilihan bahan baku dan jalur proses Pada tahap awal penelitian perancangan proses ini dilakukan pemilihan beberapa alternatif jalur proses dan alat pemroses. Bahan baku dan produk ditetapkan berdasarkan beberapa pertimbangan. Pemilihan proses dan alat proses meliputi: pemilihan jalur reaksi atau proses; kebutuhan bahan atau pereaksi; pertimbangan teknik pemisahan atau proses hilir. Metoda pemilihan yang digunakan berdasarkan aturan heuristik (kaidah umum) terhadap jalur proses dan teknik pemisahan. Pemilihan jalur proses atau proses ini adalah dengan jalan membandingkan beberapa proses (bahan baku, hasil samping, kondisi operasi, katalitis-non katalitis, jika reaksi katalitis menggunakan katalis homogen atau heterogen). Secara garis besar tahapan penelitian perancangan proses seperti pada Gambar 31 berikut ini.
6 58 I. Sintesis Proses II. Analisis / Pemodelan : Kinetika reaksi, laju reaksi, total biaya III. ptimasi kapasitas produksi Akhir Perancangan Proses Gambar 31 Tahapan penelitian perancangan proses. Secara rinci tahapan penelitian perancangan proses selanjutnya meliputi: perlakuan pendahuluan terhadap biji jarak pagar, proses pengambilan minyak jarak, proses epoksidasi minyak jarak, proses hidroksilasi, proses asetilasi, karakterisasi atau uji sifat fisikokimia minyak jarak pagar dan hasil modifikasinya, uji stabilitas oksidasi, uji kinerja formulasi pelumas pada motor 2 tak. Tahap berikutnya adalah pemodelan dan optimasi kapasitas produksi. Diagram alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 32. TAHAP 2 : Proses poksidasi, Hidroksilasi, dan Asetilasi Pada proses pembuatan produk dengan menggunakan bahan baku dan jalur proses yang telah dipilih, akan diperoleh kondisi operasi terbaik. Peubah proses yang digunakan adalah suhu, nisbah mol pereaksi, dan konsentrasi katalis (%). Pengambilan minyak jarak pagar. Minyak jarak pagar diekstrak dari bijinya dengan cara terbaik yaitu untuk memperoleh kualitas minyak jarak yang jernih, kadar kotoran yang rendah, bilangan asam yang rendah dan kadar air yang rendah. Biji jarak
7 59 yang masih ada tempurungnya terlebih dahulu dioven selama 1 jam, kemudian dikupas untuk memisahkan tempurung dari bijinya, daging bijinya digiling sampai halus dan secepatnya dipres dingin menggunakan alat pres hidrolik manual (20 ton). Analisis yang dilakukan terhadap minyak jarak pagar yaitu : 1 komposisi asam lemak dengan menggunakan Gas-Chromatography (GC) dan menentukan gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa menggunakan Fourier Transfer Infra Red (FTIR), dan penentuan struktur menggunakan NuclearMagnetic Resonance (NMR). Ikatan kimia dalam suatu senyawa akan mengabsorb energi infra merah pada frekuensi tertentu (panjang gelombang tertentu) dan menentukan struktur molekul organik. 2 analisis minyak jarak pagar tanpa aditif terdiri dari analisis sifat kimia (bilangan iod, bilangan penyabunan, kadar air, bilangan asam), analisis sifat fisik (titik nyala, titik tuang, densitas, viskositas pada 40 C dan 100 C, indeks viskositas dan indeks bias) 3 analisis ketahanan terhadap oksidasi dari minyak jarak pagar pada waktu oksidasi tertentu.
8 60 Biji Jarak Pagar Pengambilan Minyak Jarak Dengan perlakuan awal dioven dan pengepresan hidraulik pada suhu ruang Analisis sifat fisiko kimia, GC, dan FTIR Minyak Jarak TAHAP Proses Karakterisasi Produk Penentuan kondisi proses epoksidasi minyak jarak pagar meggunakan katalis H 2 S 4. Variasi peubah : suhu º C, nisbah pereaksi, konsentrasi katalis (%). Karakterisasi : bilangan oksiran. Analisa sifat fisiko kimia, GC, dan FTIR Penentuan kondisi proses hidroksilasi /pembentukan poliol (katalis Bentonit). Variasi peubah: Suhu ºC; nisbah mol pereaksi; konsentrasi katalis (%). Karakterisasi : bilangan hidroksil, oksiran. Analisa sifat fisiko kimia, GC dan FTIR Proses asetilasi poliol dengan katalis bentonit Karakterisasi : bilangan hidroksil. Analisa sifat fisiko kimia, dan FTIR TAHAP Uji Kinerja Uji stabilitas oksidasi minyak jarak, epoksi, poliol, asetilasi poliol Uji kinerja formula pelumas pada mesin otomotif (sifat fisikokimia, analisis logam) TAHAP Pemodelan TAHAP ptimasi Pembuatan model laju reaksi dan kinetika reaksi proses epoksidasi, hidroksilasi, asetilasi ptimasi kapasitas produksi untuk mendapatkan biaya minimum Analisis finansial produksi pelumas dasar (NPV, IRR, Net B/C, dan PBP) skala optimum Penentuan kelayakan jalur proses modifikasi minyak jarak pagar secara teknis dan finansial Gambar 32 Diagram alir kegiatan penelitian perancangan proses.
9 61 Proses epoksidasi minyak jarak. Proses epoksidasi minyak jarak pagar terdiri dari: 1 penelitian pendahuluan epoksidasi. Mula-mula minyak jarak pagar, asam asetat 99% dimasukkan ke dalam labu leher tiga. Hidrogen peroksida (H 2 2 ) 50% dan katalis H 2 S 4 encer 1% dimasukkan secara bertetes-tetes ke dalam labu leher tiga. Campuran dipanaskan selama 2 jam sambil diaduk dengan menggunakan pengaduk magnetik. Pengadukan dilakukan agar minyak terdispersi secara sempurna. Produk epoksidasi selanjutnya dinetralisasi untuk menghilangkan sisa asam dan didinginkan dengan menggunakan larutan jenuh natrium hidrogen karbonat (NaHC 3 ). Beberapa mililiter (ml) air suling ditambahkan untuk mencuci sisa asam. Campuran dimasukkan ke dalam labu pemisah dan dikocok, untuk memisahkan sisa air. Lapisan air yang berada di bagian bawah corong pisah dikeluarkan. Pada penelitian ini dilakukan uji pengaruh suhu reaksi, rasio (nisbah) pereaksi, dan konsentrasi katalis (% (v/v)). Pada pembuatan epoksi minyak jarak pagar, suhu reaksi yang akan digunakan 53 C-87 C, nisbah mol pereaksi (hidrogen peroksida : asam asetat) = 1:5.4 1: 6.2, dan konsentrasi katalis 0.5%-1.84% (v/v). Analisis terhadap produk yang dihasilkan menggunakan bilangan oksiran. Tahapan kegiatan selanjutnya bertujuan menguji keandalan model hubungan antara respon dan peubah-peubah proses serta untuk mengoptimasi respon pada proses produksi epoksi dari minyak jarak pagar skala laboratorium. Hasil yang diharapkan adalah mendapatkan suhu, konsentrasi katalis (%) dan nisbah mol pereaksi terbaik. Disain eksperimen dan optimasi peubah proses yang berpengaruh dilakukan dengan menggunakan Response Surface Method (RSM) (Montgomery 1998). Rancangan percobaan produksi epoksi dari minyak jarak pagar dapat dilihat pada Tabel 10 di bawah ini
10 62 Tabel 10 Rancangan percobaan proses produksi epoksi dari minyak jarak pagar Run X 1 Suhu X 2 Konsentrasi katalis X 3 Nisbah Pereaksi Respon (Bilangan ksiran) Analisis yang dilakukan terhadap epoksi minyak jarak pagar yaitu: 1 komposisi asam lemak dengan menggunakan Gas-Chromatography (GC) dan menentukan gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa menggunakan Fourier Transfer Infra Red (FTIR), dan penentuan struktur menggunakan Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Ikatan kimia dalam suatu senyawa akan mengabsorb energi infra merah pada frekuensi tertentu (panjang gelombang tertentu) dan menentukan struktur molekul organik. 2 analisis epoksi minyak jarak pagar tanpa aditif, terdiri dari analisis sifat kimia (bilangan iod, bilangan penyabunan, kadar air, bilangan asam) dan analisa sifat fisik (titik nyala, titik tuang, densitas, viskositas pada 40 C dan 100 C, indeks viskositas dan indeks bias) 3 analisis ketahanan terhadap oksidasi dari epoksi minyak jarak pagar
11 63 2 perpindahan massa katalis H 2 S 4 dalam H 2 2. Pada tahapan ini dilakukan analisis pengaruh waktu pencampuran terhadap perpindahan massa katalis dan pereaksi, yang ditunjukkan dengan kurva pengaruh waktu terhadap perpindahan massa katalis. Hasil pengolahan data pada tahap ini dapat digunakan untuk keperluan perancangan reaktor. Pada suatu reaksi katalitis, sebelum reaksi kimia terlebih dahulu terjadi perpindahan massa katalis ke dalam pereaksi. Perpindahan massa katalis cair H 2 S 4 (A) dalam pereaksi H 2 2 (B). Tetapan perpindahan massa heterogen (k l ) pereaksi H 2 2 dalam katalis H 2 S 4. Zat A berpindah dari fasa I ke fasa II dengan laju : N A ( ( waktu gmol )( volumcampu ran ) / = K X a ( x a x * a ) Data yang dibutuhkan adalah perubahan konsentrasi tiap satuan waktu. Persamaan matematis yang digunakan adalah : Keterangan: N H22 kc C H22 C H22S ( C C ) dn H 2 2 / dt = kg H 22 H 22s = perpindahan massa H 2 2 / satuan waktu. luas = tetapan perpindahan massa = konsentrasi A dilarutan = konsentrasi jenuh A di larutan Pembuatan Poliol. Pembuatan Poliol dari epoksi minyak jarak pagar terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : 1 pemilihan jenis dan jumlah katalis padat. Pemilihan jenis dan konsentrasi katalis yang harus ditambahkan dalam proses dilakukan dengan melakukan pencobaan untuk mendapatkan pengaruh katalis (jenis dan jumlah) pada penurunan bilangan oksiran reaksi hidroksilasi epoksi jarak pagar dengan metanol. Analisis terhadap data yang diperoleh adalah analisis keragaman, yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah katalis yang ditambahkan terhadap penurunan bilangan oksiran pada pembukaan cincin oksiran
12 64 2 penelitian pendahuluan hidroksilasi. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan rasio pereaksi terhadap reaksi pembukaan cincin oksiran (poliol) dan perkiraan kisaran kondisi operasi terbaik. Pada pembuatan poliol minyak jarak pagar, suhu reaksi yang akan digunakan 43 C - 77 C, rasio mol pereaksi (hidrogen peroksida : asam asetat) = 1:7.3 1:14.8, dan konsentrasi katalis bentonit 0.66% % (v/v). Poliol disintesis di dalam labu leher tiga 500 ml yang dilengkapi dengan pendingin balik. Mula-mula 30 ml epoksi minyak jarak pagar dicampur dengan metanol pada berbagai variasi perbandingan terhadap epoksi. Campuran dipanaskan pada beberapa variasi suhu. Campuran diendapkan untuk memisahkan katalis dengan campuran poliol dan metanol. Metanol dipisahkan dengan penguapan. Analisis yang dilakukan terhadap produk poliol adalah bilangan hidroksil dan analisis yang dilakukan terhadap sisa epoksi adalah bilangan oksiran. Tahapan kegiatan ini bertujuan menguji keandalan model hubungan antara respon dan peubah-peubah proses dan untuk mengoptimasi respon (bilangan oksiran dan/atau bilangan hidroksil) pada proses produksi poliol dari epoksi minyak jarak pagar pada skala laboratorium, sehingga didapatkan suhu, konsentrasi katalis dan nisbah pereaksi terbaik. Disain eksperimen dan analisis hasil optimasi peubah proses yang berpengaruh dilakukan dengan menggunakan Response Surface Method (RSM) (Montgomery 1998). ptimasi proses ptimasi proses untuk mendapatlan kondisi operasi terbaik dilakukan dengan Response Surface Method (RSM). Metoda optimasi dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial membuat data menjadi dalam bentuk ortogonal dan akan mencegah permasalahan dalam memperkirakan koefisien model Metoda ini menggunakan peubah yang relatif penting dan berpengaruh pada proses, sehingga didapatkan model yang efisien. Metoda optimasi ini menggunakan perencanaan yang sistematis, peubah berubah secara simultan pada satu waktu sehingga dapat mengurangi jumlah percobaan. Sifat ortogonal dari rancangan faktorial mengakibatkan pengujian statistik menjadi lebih efektif dan dapat memberikan perkiraan sum of square tiap-tiap peubah sebaik kombinasi peubah. Perkiraan koefisien model persamaan mempunyai variasi yang lebih rendah
13 65 dibandingkan dengan perancangan percobaan nonortogonal. (Montgomery et al, 1998). RSM dalah suatu kumpulan dari teknik statistika dan matematika yang berguna untuk menganalisis permasalahan tentang beberapa peubah bebas yang mempengaruhi peubah tak bebas atau respon, serta bertujuan mengoptimumkan respon itu. Metodologi permukaan respon dapat dipergunakan peneliti untuk: (1) mencari fungsi pendekatan yang cocok untuk meramalkan respon yang akan datang, (2) menentukan nilai nilai dari peubah bebas yang mengoptimumkan respon. Pada dasarnya analisis permukaan respon adalah serupa dengan analisis regresi yaitu menggunakan prosedur pendugaan parameter fungsi respon berdasarkan metoda kuadrat terkecil (least square method) dan diperluas dengan menerapkan teknik matematik untuk menentukan titik titik optimum agar dapat ditemukan respon yang optimum (maksimum atau minimum). Biasanya bentuk hubungan antara respon dan peubah bebas tidak diketahui. Maka langkah pertama dari metodologi permukaan respon adalah mencari suatu pendekatan yang cocok untuk menggambarkan hubungan fungsional yang tepat di antara respon Y dan sekumpulan peubah bebas yang dispesifikasikan. Pada tahap awal dirumuskan model regresi polinomial dengan ordo yang rendah (satu), merupakan regresi linier : Y β + β X + β X β + ε = X b b Jika terdapat lengkungan dalam kurva, maka dapat dirumuskan model polinomial dengan derajat yang lebih tinggi, misalnya seperti model polinomial ordo kedua. Pada dasarnya Steepest Ascent Method (metoda dakian tercuram) merupakan suatu prosedur untuk mencari daerah respon maksimum. Prosedur untuk mencari respon minimum disebut dengan Steepest Descent Method (metoda turunan tercuram), keduanya merupakan prosedur efisien untuk mencari titik-titik optimum (maksimum atau minimum). Langkah-langkah prosedural metoda dakian tercuram adalah sebagai berikut: (1) menetapkan fungsi respon ordo pertama dalam suatu daerah yang dibatasi oleh peubah-peubah bebas (x 1, x 2..., x k ). Pada tahap awal ini digunakan rancangan faktorial sederhana berukuran 2 k untuk menduga koefisien koefisien persamaan dengan menggunakan metoda kuadrat terkecil, (2) menetapkan lintasan dakian tercuram. Jika terdapat dua peubah bebas (x 1,x 2, k=2), maka respon dari kontur-kontur Y merupakan
14 66 sederet garis-garis paralel, (3) percobaan dilanjutkan sepanjang lintasan dakian tercuram itu, sampai tidak diperoleh lagi peningkatan respon yang diamati. Untuk menentukan kondisi yang dapat memaksimumkan hasil, digunakan dua peubah yang akan mempengaruhi hasil. Kondisi optimum sudah diketahui pada penelitian sebelumnya, maka akan dicari daerah operasi optimum dengan menggunakan metoda dakian tercuram. Selanjutnya ditetapkan daerah percobaan awal pada taraf kedua faktor. Untuk mengumpulkan data digunakan percobaan faktorial 2x2 atau 2 2 yang diperluas dengan 5 titik pusat, dimana titik pusat adalah titik optimum yang sudah diketahui pada penelitian sebelumnya apabila dinyatakan dalam peubah kode menjadi (X 1 =0, X 2 =0). Pengulangan pengamatan pada titik pusat dimaksudkan untuk menduga galat percobaan serta memeriksa ketepatan model ordo pertama. Untuk memudahkan proses komputasi guna menduga parameter model polinomial ordo pertama, maka dapat mengubah peubah asli W dan T ke dalam peubah kode X 1 dan X 2 yang saling ortogonal, bentuk perubahannya adalah : ( W W opt ) Dw X = / 1 ( T T opt ) DT X = / 2 W opt = W kondisi optimum ; D W = interval taraf W T opt = T kondisi optimum ; D T = interval taraf T Maka peubah asli W dan T dapat diubah ke dalam bentuk peubah kode X 1 dan X 2. Model ordo pertama yang dirumuskan adalah : Y = X 2 β + β X + β + ε Y = respon ; X 1 = kode peubah W ; X 2 = kode peubah T Peubah X 1 dan X 2 bersifat ortogonal, dimana X 1 = 0, X 2 = 0 maka proses pendugaan parameter model menjadi lebih mudah :
15 67 ( Y ) n b = Y = / 0 2 ( X1Y ) ( 1 ) b 1 = / X 2 ( X 2Y ) ( 2 ) b 2 = / X Selanjutnya perlu memeriksa keandalan model ordo pertama berdasarkan data percobaan, model ini cukup diandalkan bagi penetapan lintasan dakian tercuram. Untuk mengetahui kondisi optimum digunakan Analisis Ragam dengan paket program statistik. Tahapan selanjutnya dapat disusun fungsi respon ordo kedua dengan menggunakan Rancangan Komposit Pusat (RKP = Central Composite Design) untuk mengumpulkan data percobaan. Pada dasarnya RKP adalah rancangan faktorial 2k atau faktorial sebagian, dimana terdapat dua taraf dari setiap peubah yang diberi kode -1 dan +1, serta diperluas dengan suatu matriks menggunakan nilai α. α = 2 k/4 α = 2 (k-1)/4 ; untuk ulangan penuh ; untuk setengah ulangan Sehingga RKP dipergunakan untuk menduga model ordo kedua yang dirumuskan sebagai berikut: Y = X β + β X + β X + β X + β X + β X + ε Pengujian koefisien regresi dilakukan dengan Analisis Varian, ketepatan model ditentukan berdasarkan uji simpangan model, sedangkan kriteria lainnya seperti besaran R 2 yang tinggi, uji persamaan regresi yang bersifat nyata, serta kriteria lainnya hanyalah bersifat mendukung. Suatu model dikatakan tepat dan cocok dengan suatu permasalahan apabila uji simpangan bersifat tidak nyata secara statistik, serta suatu model dikatakan tidak tepat untuk menerangkan suatu fenomena sistem apabila uji simpangan bersifat nyata secara statistik. Apabila model ini merupakan model yang tepat untuk menerangkan kasus percobaan ini, maka dapat ditentukan titik-titik yang dapat memaksimumkan fungsi respon dengan menerapkan konsep optimasi (kalkulus), dengan syarat perlu: Y / X 1
16 68 = 0 dan Y / X 2 = 0. Penyelesaian persamaan ini, akan memberikan titik stasioner X 1 dan X 2. Pada proses hidroksilasi, optimasi bertujuan untuk menentukan suhu, rasio alkohol dan epoksi dan konsentrasi katalis yang sesuai, sehingga menghasilkan respon bilangan oksiran terendah atau bilangan hidroksil tertinggi. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1 menentukan taraf taraf faktor percobaan seperti terlihat pada Tabel 11 2 melakukan pengumpulan data percobaan berdasarkan matrik pengamatan 3 melakukan pengujian ordo satu, jika hasil pengujian menunjukkan berbeda nyata secara statistik maka dilanjutkan pembuatan model permukaan respon ordo dua 4 melakukan analisis regresi dan komputasi. Menentukan pendugaan hasil berdasarkan data yang dimiliki dan perhitungan nilai R 2 5 melakukan pengujian ketepatan model. Tabel 11 Rancangan percobaan proses produksi poliol dari epoksi minyak jarak pagar dengan respon bilangan oksiran dan bilangan hidroksil Run X 1 Suhu X 2 Konsentrasi katalis X 3 Nisbah pereaksi Respon (Bilangan ksiran & Bilangan Hidroksil)
17 69 Analisis yang dilakukan terhadap poliol minyak jarak pagar yaitu : 1 komposisi asam lemak dengan menggunakan Gas-Chromatography (GC) dan menentukan gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa menggunakan Fourier Transfer Infra Red (FTIR), dan penentuan struktur menggunakan NuclearMagnetic Resonance (NMR). Ikatan kimia dalam suatu senyawa akan mengabsorb energi infra merah pada frekuensi tertentu (panjang gelombang tertentu) dan menentukan struktur molekul organik. 2 analisis poliol minyak jarak pagar tanpa aditif, meliputi sifat kimia (bilangan iod, bilangan penyabunan, kadar air, bilangan asam), analisa sifat fisik (titik nyala, titik tuang, densitas, viskositas pada 40 C dan 100 C, indeks viskositas dan indek bias) 3 analisis ketahanan terhadap oksidasi dari poliol minyak jarak pagar pada waktu tertentu. Perpindahan massa alkohol dalam katalis bentonit Pada tahapan ini dilakukan analisis pengaruh waktu pencampuran terhadap perpindahan massa katalis dan pereaksi, yang ditunjukkan dengan kurva pengaruh waktu terhadap perpindahan massa. Hasil pengolahan data pada tahap ini digunakan untuk keperluan perancangan reaktor. Pada reaksi katalitis, sebelum terjadi reaki terlebih dahulu terjadi perpindahan massa katalis ke dalam pereaksi. Perpindahan massa metanol pada permukaan katalis bentonit. Data yang dibutuhkan adalah perubahan konsentrasi tiap satuan waktu. Persamaan matematis yang digunakan adalah : dn alkohol = k dt G ( C C ) alkohol alkohols Pembuatan Asetilasi Poliol. Asetilasi poliol disintesis di dalam labu leher tiga 500 ml pada suhu 90 C selama 30 menit. Pada tahapan ini akan dicari kinetika reaksi asetilasi. Mula-mula 60 ml poliol minyak jarak pagar, dicampur dengan asam asetat anhidrat 6 ml dan katalis bentonit 2% berat campuran reaksi. Campuran dipanaskan sampai dengan suhu 90 C dan sampel diambil untuk dianalisis bilangan hidroksil-nya setiap 5 menit. Campuran sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi untuk memisahkan endapan katalis dengan campuran asetilasi poliol yang dihasilkan dan sisa asam asetat
18 70 anhidrat. Asam tersisa dinetralisasi dengan natrium karbonat. Analisis yang dilakukan terhadap produk poliol terasetilasi adalah bilangan hidroksil dan bilangan asam. Analisis yang dilakukan terhadap asetilasi poliol minyak jarak pagar yaitu : 1 komposisi asam lemak dengan menggunakan Gas-Chromatography (GC) dan menentukan gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa menggunakan Fourier Transfer Infra Red (FTIR), dan penentuan struktur menggunakan NuclearMagnetic Resonance (NMR). Ikatan kimia dalam suatu senyawa akan mengabsorb energi infra merah pada frekuensi tertentu (panjang gelombang tertentu) dan menentukan struktur molekul organik. 2 analisis asetilasi poliol minyak jarak pagar tanpa aditif. Analisis terdiri dari analisis sifat kimia (bilangan iod, bilangan penyabunan, kadar air, bilangan asam) dan analisa sifat fisik (titik nyala, titik tuang, densitas, viskositas pada 40 C dan 100 C, indeks viskositas dan indeks bias) 3 analisis ketahanan terhadap oksidasi dari asetilasi poliol minyak jarak pagar pada waktu tertentu. TAHAP 3 : Analisis / Pemodelan 1 Analisis atau pemodelan terhadap kinetika reaksi epoksidasi, hidroksilasi, dan asetilasi dilakukan untuk mendapatkan parameter kinetika reaksi, konversi, rendemen, parameter termodinamika. Metoda yang dilakukan adalah dengan mengolah data secara analitis terhadap hasil proses di laboratorium menggunakan persamaan neraca massa di reaktor. Hasil pengolahan data digunakan untuk perancangan reaktor. 2 Analisis atau pemodelan makroskopis reaktor pengadukan ideal. Perhitungan waktu curah ideal pada proses epoksidasi, hidroksilasi, dan asetilasi. Pemodelan laju reaksi dan penentuan parameter kinetika reaksi epoksidasi terhadap minyak jarak pagar. Proses pembuatan epoksi dengan kondisi terbaik dilakukan untuk menentukan laju reaksi ( r a ) pada tahapan epoksidasi minyak jarak pagar dengan katalis H 2 S 4, penentuan tetapan laju reaksi (k) dan parameter-parameter kinetika reaksi. Data percobaan yang dibutuhkan adalah perubahan bilangan oksiran sebelum dan sesudah proses epoksidasi dengan fungsi waktu proses. Contoh diambil setiap 30 menit
19 71 selama waktu proses tertentu dengan variasi suhu. Perhitungan laju reaksi dan tetapan laju reaksi dilakukan dengan menggunakan metoda analitis. Dari data percobaan dapat ditentukan: faktor frekuensi tumbukan (A), energi aktivasi (a), dan konversi (x). Data awal yang dibutuhkan adalah ph, bilangan asam, dan bilangan iod. 1 persamaan kinetika epoksidasi. Pada proses epoksidasi, yang mengontrol reaksi selama proses berlangsung adalah pembentukan asam perasetat (Rangarajan et al 1995). Mekanisme reaksi epoksidasi minyak terdiri dari beberapa tahapan : H 2 S 4 CH 3 - C- -H + H 2 2 H 2 + CH 3 - C --H 1) Asam asetat (A) Hidrogen peroksida (B) Air (C) Asam perasetat (D) CH 3 C C ~ C=C-..(R) CH 2 C - C ~C=C-..(R) + CH 3 - C --H CH 3 - C - C ~C=C-..(R) Trigliserida (F) Asam Perasetat (D) CH 3 C C ~ C - C-..(R) CH 2 C - C ~C - C-..(R) + CH 3 C- -H 2) CH 2 C - C ~C - C-..(R) poksi minyak Asam Asetat A
20 72 Persamaan kecepatan reaksi pembentukan asam perasetat dc D dt = k C k C C 3) 1 ACB 2 D F Persamaan kecepatan reaksi pembentukan epoksi minyak dc dc D dt dt = k C C 4) 2 D F = dc k C C 1 A B 5) dt Perubahan konsentrasi Asam perasetat terhadap waktu sangat kecil dibandingkan dengan perubahan konsentrasi trigliserida terepoksidasi, atau dc D /dt << C /dt. Sehingga persamaan pembentukan epoksi minyak dc dt = k C C 6) 1 A0 B C A0 = konsentrasi asam asetat mula-mula, gek L -1 Dari neraca massa diperoleh : C B = C B0 C 7) C B0 = konsentrasi H 2 2 mula-mula, gek L -1 dc dt = k CA0 B0 Bila k 1 C A0 = k ( C C ) 1 8) dc dt ( C C ) = k B0 ' 9) dc = k' dt ( C C ) B0 10) Persamaan 10) diintegrasikan, sehingga didapatkan persamaan : C ( C C ) k' t ln B 0 = 0 ln C ( C C ) = kt C B 0 ln B0 +
21 73 C ln k' t ( C C ) B 0 = B0 11) Y = a + bx Persamaan ini merupakan persamaan linier dengan nilai k sebagai intersep garis tersebut. Dari hubungan nilai tetapan laju reaksi ln k dengan (1/T) diperoleh persamaan linier dengan nilai /R sebagai kemiringan dan nilai ln A sebagai intersep. ( ) RT k' = Ae 12) ln k = ln A RT Keterangan : k : tetapan laju reaksi A: faktor frekuensi tumbukan : energi aktivasi R : tetapan gas ideal, kal/gmol K T : suhu Harga entalpi reaksi (ΔH R ) dan entropi (ΔS) dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan teori keadaan transisi (Levenspiel 1972) sebagai berikut: k T ln A = ln B H + ΔS RT h Δ RT R ΔH = ( 1 Δn)RT Δ S = ln R A k BT h ( Δ H )/ RT Keterangan : k B : tetapan Boltzmann, 1.3 x erg/k h : tetapan Planck, 6.63 x erg.detik ΔH: entalpi, panas reaksi ΔS : entropi Δn : molekularitas
22 74 2 perhitungan waktu curah ideal pada proses epoksidasi minyak jarak pagar. Neraca Massa dalam reaktor curah isotermal (endotermis/ eksotermis) digunakan untuk menentukan waktu curah ideal. Persamaan yang dihasilkan digunakan untuk menghitung waktu curah ideal dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil percobaan di laboratorium. Pemodelan Laju reaksi dan data Kinetika reaksi hidroksilasi terhadap epoksi minyak jarak pagar. Proses pembuatan poliol dengan kondisi optimum dilakukan untuk menentukan laju reaksi pada tahapan hidroksilasi epoksi minyak jarak pagar dengan katalis padat, serta penentuan tetapan laju reaksi. Data percobaan yang dibutuhkan adalah perubahan bilangan hidroksil dan bilangan oksiran saat sebelum dan sesudah proses hidroksilasi dengan fungsi waktu proses. Contoh diambil setiap 30 menit selama waktu proses tertentu. Perhitungan laju reaksi dan tetapan laju reaksi dilakukan dengan menggunakan metoda analitis. Dalam percobaan ini dilakukan pengambilan data bilangan oksiran, ph, dan bilangan hidroksil pada proses pembukaan cincin oksiran, dengan variasi suhu. Data awal epoksi minyak yang dibutuhkan adalah ph, bilangan asam, bilangan iod, dan bilangan oksiran. Parameter kinetika meliputi nilai tetapan laju reaksi (k), faktor frekuensi tumbukan (A) dan energi aktivasi ( A ) dapat ditentukan dengan mengolah data hasil percobaan di atas. Menentukan persamaan laju reaksi pembukaan cincin oksiran, yaitu menentukan orde reaksi maupun tipe reaksi (reversibel atau irreversibel). 1 persamaan kinetika hidroksilasi. Model yang didapatkan adalah model laju reaksi untuk asumsi reaksi orde 2 bolak-balik dan tidak bolak-balik. Penyelesaian persamaan laju reaksi menggunakan metoda integral. + M P Keterangan : C C M C P = konsentrasi epoksi minyak jarak pagar (bilangan oksiran) = konsentrasi metanol = konsentrasi poliol (bilangan hidroksil)
23 75 CH 3 C C ~ C - C-..(R) CH 2 C - C ~C - C-..(R) + CH 3 H CH 2 C - C ~C - C-..(R) poksi minyak, Metanol, M H CH 3 CH 3 C C ~ C - C-..(R) H CH 3 CH 2 C - C ~ C - C-..(R) H CH 3 CH 2 C - C ~ C - C-..(R) Poliol, P dc, C dt M konstan sehingga persamaan menjadi : ( r ) = = k. C. CM dc ( r ) = = k'. C Stoikiometris : C B dt ( X )...i) = C ii) CM CM 0 CM 0 = X iii) Persamaan ii dan iii disubstitusi ke persamaan i dan diselesaikan secara analitis, sehingga didapatkan nilai k. Dengan cara yang sama dilakukan terhadap data pada suhu yang berbeda, sehingga didapatkan data k pada beberapa suhu, jika nilai k mendekati tetap pemisalan orde dan jenis reaksi sudah benar. Dari data k = f (T) bisa dihitung nilai A dan a Jika nilai k berbeda, maka pemisalan jenis reaksi belum benar.
24 76 2 perhitungan waktu curah ideal pada proses hidroksilasi terhadap epoksi minyak jarak pagar. Neraca Massa dalam reaktor curah isotermal (endotermis/ eksotermis) digunakan untuk menentukan waktu curah ideal. Persamaan yang dihasilkan digunakan untuk menghitung waktu curah ideal dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil percobaan di laboratorium. Pemodelan laju reaksi dan penentuan parameter kinetika reaksi asetilasi terhadap poliol minyak jarak pagar. Persamaan reaksi asetilasi terhadap poliol menggunakan asam asetat anhidrat adalah sebagai berikut: H CH 3 CH 3 C C ~ C - C-..(R) H CH 3 CH 2 C - C ~C - C-..(R) H CH 3 + (CH 2 C) 2 Katalis Asam H + CH 2 C - C ~C - C-..(R) Poliol P R R Asam asetat anhidrat An CH 3 C C ~ C - C-..(R) R R CH 2 C - C ~C - C-..(R) R R + CH 3 CH CH 2 C - C ~C - C-..(R) P AA R = CH 3 atau C 2 H 5 ; R = CCH 2 Tahapan penelitian proses pembuatan asetilasi poliol dilakukan untuk menentukan persamaan laju reaksi tahap esterifikasi poliol minyak jarak pagar dengan katalis padat dan penentuan tetapan laju reaksi. Data percobaan yang dibutuhkan adalah perubahan bilangan hidroksil saat sebelum dan sesudah proses hidroksilasi dengan fungsi waktu
25 77 proses. Contoh diambil setiap 5 menit selama waktu proses tertentu. Perhitungan kecepatan reaksi dan tetapan kecepatan reaksi dilakukan dengan menggunakan metoda analitis. Pada percobaan ini dilakukan pengambilan data bilangan hidroksil dengan variasi suhu. Data awal poliol minyak yang dibutuhkan adalah bilangan asam, bilangan oksiran dan bilangan hidroksil. 1 persamaan kinetika asetilasi. Persamaan reaksi asetilasi diasumsikan orde 2 dengan nisbah mol pereaksi tinggi, sehingga salah satu pereaksi bisa dianggap tetap. dc p ( r p ) = = kc pcan ; C dt An tetap sehingga persamaan menjadi : = dc - r dt = -dc / dt = k. C...i) ( r ) k ' = Stoikiometris : C ( X ) = C ii) CM CM 0 CM 0 = X iii) Persamaan ii dan iii disubstitusi ke persamaan i, persamaan yang dihasilkan diselesaikan secara analitis sehingga didapatkan nilai k. Dengan cara yang sama dilakukan terhadap data pada suhu yang berbeda, sehingga didapatkan data k pada beberapa suhu, jika nilai k mendekati tetap pemisalan orde dan jenis reaksi sudah benar. Dari data k = f (T) bisa dihitung nilai A dan Jika nilai k sangat berbeda, maka pemisalan jenis reaksi tidak benar, maka dicoba pemisalan yang lain. 2 perhitungan waktu curah ideal pada proses asetilasi terhadap poliol minyak jarak pagar. Neraca Massa dalam reaktor curah isotermal (endotermis/ eksotermis) digunakan untuk menentukan waktu curah ideal. Persamaan yang dihasilkan digunakan untuk menghitung waktu curah ideal dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil percobaan di laboratorium. TAHAP 4 : Karakterisasi Produk Pada minyak jarak pagar dan hasil modifikasinya: epoksi, poliol, dan asetilasi poliol dilakukan analisis sifat fisik, sifat kimia, penentuan gugus fungsi yang terdapat
26 78 dalam senyawa menggunakan FTIR, dan penentuan struktur menggunakan NMR. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan sifat fisik, kimia dan struktur molekulnya, sehingga bisa digunakan sebagai dasar analisis terhadap kemampuan hasil modifikasi minyak jarak pagar sebagai pelumas dasar. TAHAP 5 : Pengujian kinerja formula pelumas Kinerja pelumas dievaluasi dengan menggunakan 2 jenis pengujian, yaitu : Pengujian kinerja pelumas dasar - daya tahan terhadap oksidasi. Data yang digunakan sebagai parameter respon pada pengujian kinerja pelumas dasar adalah kestabilan oksidasi. Pengaruh penambahan antioksidan dan modifikasi minyak terhadap kestabilan oksidasi dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap parameter bilangan asam dan viskositas. Prosedur pelaksanaan penelitian kestabilan oksidasi pelumas dasar adalah sebagai berikut: sampel minyak, epoksi, poliol dan asetilasi poliol masing-masing dimasukkan ke dalam rangkaian alat oksidasi kemudian dipanaskan pada suhu 100 C selama 3 jam, setiap 30 menit diambil sampel untuk diuji bilangan asam dan viskositas. Pada data hasil pengujian kinerja pelumas dasar terhadap kestabilan oksidasi dengan parameter bilangan asam dan viskositas, selanjutnya dilakukan analisis keragaman untuk mengetahui pengaruh oksidasi terhadap kedua parameter di atas. Pengujian kinerja formulasi pelumas. Sebelum melakukan pengujian kinerja formulasi pelumas, dilakukan analisis terhadap karakteristik pelumas dasar yang dihasilkan untuk mengetahui aplikasinya. Tahap selanjutnya adalah pencampuran antara pelumas dasar yang dihasilkan dengan pelumas komersial dengan perbandingan tertentu. Pengujian kinerja dilakukan dengan pencampuran pelumas dasar dari minyak jarak pagar dengan pelumas komersial dengan perbandingan tertentu. Mengevaluasi kinerja formula pelumas sintetis pada mesin otomotif setelah digunakan selama 100 jam. Pengujian dilakukan terhadap campuran pelumas sebelum digunakan dan sesudah digunakan selama waktu tertentu. Beberapa pengujian sifat/kinerja minyak pelumas digunakan pada mesin sepeda motor adalah sebagai berikut: 1 bilangan basa dalam mg KH / g, dengan cara ASTM D viskositas 40 C -100 C
27 79 3 indeks viskositas 4 kandungan air 5 titik tuang 6 titik nyala 7 analisis kandungan logam TAHAP 6: Integrasi Proses Pengintegrasian seluruh tahapan proses dari perancangan proses modifikasi minyak jarak pagar menjadi pelumas dasar sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, dinyatakan dalam bentuk blok diagram dan PFD (Process ngineering Flow Diagram) Data-data kinetika dari proses yang sudah dilakukan pada skala laboratorium digunakan untuk simulasi dengan menggunakan paket program Hysis. Jalur proses yang digunakan dibandingkan dengan hasil simulasi dari data percobaan pada penelitian yang sudah ada sebelumnya. TAHAP 7: Penyusunan neraca massa di setiap tahapan proses Penyusunan neraca massa di setiap alat pada tiap-tiap proses, baik pada reaktor maupun alat pemisah, dilakukan dengan menggunakan data aliran bahan hasil penelitian di laboratorium. Perhitungan selanjutnya dilakukan pada skala yang lebih besar. Hasil perhitungan ini digunakan untuk menentukan spesifikasi alat. TAHAP 8 : Simulasi dan ptimasi Kapasitas Produksi untuk meminimumkan biaya produksi total per satuan produksi Kapasitas produksi tergantung pada beberapa faktor, yaitu jumlah jam operasi per hari, per minggu, per bulan atau per tahun, beban alat, ketersediaan bahan. Pada tahapan ini akan dilakukan optimasi untuk menentukan kapasitas produksi ekonomis per tahun. Biaya produksi total per satuan waktu dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu: biaya operasi (Variabel Cost) yang tergantung pada kapasitas produksi, misalnya tenaga kerja, bahan baku, utilitas, dan biaya organisasi (Fixed Cost) tidak tergantung pada kapasitas produksi.
28 80 Biaya Produksi total per satuan produksi (c T ) merupakan total biaya dari biaya operasi dan biaya organisasi : C c T = h + mp n c' + P ' = ct. P = + P n c ( h + mp ) P T. r = s = s h mp n c /P R = rp=(s h mp n c /P) P Keterangan : h + mp n = biaya operasi per satuan produksi (Variabel Cost) c c T C T P c T = biaya organisasi per satuan produksi (Fixed Cost) = biaya produksi total per satuan produksi = biaya produksi total per satuan waktu = total satuan produksi per satuan waktu m, n = tetapan r = keuntungan s = harga penjualan per satuan produksi ptimasi kapasitas produksi dilakukan untuk mendapatkan biaya per satuan produksi minimum. Penyelesaian optimasi dari hasil simulasi menggunakan persamaanpersamaan neraca massa, neraca energi, spesifikasi alat, data kinetika atau konversi dan lain sebagainya dengan program Hysis. ptimasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencari kondisi yang optimum, dalam arti yang paling menguntungkan. ptimasi bisa berupa maksimasi atau minimasi. Bila kita berhadapan dengan masalah keuntungan, keadaan optimum adalah keadaan yang memberikan keuntungan maksimum (maksimasi), sedangkan bila berhadapan dengan masalah pengeluaran/pengorbanan keadaan optimum adalah yang memberikan pengeluaran/pengorbanan minimum (minimal). Secara umum fungsi yang akan dimaksimumkan atau diminimumkan disebut fungsi obyektif, sedangkan hargaharga yang berpengaruh dan bisa dipilih disebut variabel (perubah). Secara analitis, nilai maksimum atau minimum dari suatu persamaan :
29 81 y = f (x) Dapat diperoleh pada harga x yang memenuhi 1 1 y ( x) = f ( x) = 0 Untuk fungsi yang sukar untuk diturunkan atau mempunyai turunan yang sukar dicari akarnya, proses optimasi dapat dilakukan secara numeris. Golden section merupakan salah satu cara optimasi numeris yang bisa dipakai untuk fungsi yang bersifat unimodal (Ruud and Watson, 1968). Kedua tipe optimasi, yaitu maksimasi dan minimasi dapat diselesaikan dengan cara ini. xa sampai Misal dilakukan maksimasi terhadap persamaan y = f (x) dalam interval x β. Dipilih 2 titik untuk evaluasi, misalnya x p dan x q. Diharapkan dengan berdasar pada harga y pada 2 titik tersebut maka ada sebagaian interval yang dapat dieliminasi. Diharapkan pula bahwa pada evaluasi langkah selanjutnya, salah satu titik lama bisa dipakai lagi. Jadi hanya diperlukan 1 titik baru, misal titik P dan Q masingmasing berjarak l x interval awal dari titik B dan A. Dalam hal ini harga l akan dicari. ( x x ) lama = ( x x )baru Q P Selanjutnya : P { 1 ( 1 l) }( xb xa) lama = ( 1 l)( xb xa)baru ( 2 l 1)( xb xa) lama = ( 1 l). l. ( xb xa)lama 2l 1 = 1 () 1 2 () l 1 = 0 A 5 1 l = = 0,618 2 Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada eliminasi dengan cara Golden Section adalah : Maksimasi : x P = x Q ; x β = xβ x Q = dicari Yp > YQ x A = x A x = β x Q ; x Q = xp yp < yq x A = x P
30 82 x P = dicari Minimasi : Y < Y x = x P Q x B = x Q ; x Q = xp x P = dicari Y > Y x = x P Q x = ; x B = xb P x Q x Q = dicari A A A P TAHAP 9 : Analisis kelayakan finansial produksi pelumas dasar dari minyak jarak pagar melalui modifikasi kimiawi pada kapasitas optimum Pengkajian dilakukan pada skala optimum dengan tujuan agar mengetahui bahwa jalur proses yang dipilih merupakan jalur yang dinyatakan layak secara finansial. Analisis kelayakan finansial dilakukan setelah ditentukan kapasitas optimum produksi asetilasi poliol terbaik (optimum). Biaya produksi dihitung berdasarkan konversi, biaya bahan baku, biaya bahan untuk proses, biaya air dan listrik yang dibutuhkan, biaya tenaga kerja, dan biaya tetap untuk proses tersebut. Kajian kelayakan jalur proses secara finansial untuk produksi asetilasi poliol dari minyak jarak pagar meliputi NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), Net B/C (Net Benefit Cost), (PBP) Payback Period dan analisis sensitifitas. 1 persamaan untuk menghitung NPV NPV = n Bt Ct t ( i) t= 0 1+ dengan : Bt : benefit bruto pada tahun ke-t Ct : biaya bruto proyek pada tahun ke-t i : tingkat suku bunga t : lama investasi (t = 0, 1, 2,, n) 2 persamaan untuk menghitung IRR i = i NPV ( i ) i1 NPV1 NPV2
31 83 dengan : NPV 1 : nilai NPV yang positif NPV 2 : nilai NPV yang negatif i : IRR (%) 3 persamaan untuk menghitung Net B/C NetB / C = n t = 0 n t = 0 B C t t ( 1+ i) t t C B t t ( 1+ i), untukb, untukb t t C 0 t C 0 dengan :B t : benefit bruto pada tahun tertentu (t) C t i n : biaya bruto pada tahun tertentu (t) : tingkat bunga : umur ekonomis proyek 3 persamaan untuk menghitung payback period PBP = k i=0 I ( Rk k) dengan : R k : penerimaan pada tahun ke-k k : pengeluaran pada tahun ke-k PBP : payback period I : investasi t TAHAP 10 : Penentuan Kelayakan Proses Modifikasi Minyak Jarak Pagar Luaran dari tahapan ini adalah penentuan kelayakan teknis dan finansial terhadap jalur proses yang ddigunakan untuk menghasilkan pelumas dasar dari minyak jarak pagar sesuai dengan spesifikasi produk yang diinginkan.
PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Fungsi utama pelumas (oli) adalah mencegah terjadinya friksi dan keausan (wear) antara dua bidang atau permukaan yang bersinggungan, memperpanjang usia pakai mesin, dan fungsi
III METODOLOGI A Kerangka Pemikiran
III METODOLOGI A Kerangka Pemikiran Perancangan proses dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan rancangan proses produksi vanilin dari eugenol minyak daun cengkeh dan sebagai upaya peningkatan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. BAHAN DAN ALAT Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji karet, dan bahan pembantu berupa metanol, HCl dan NaOH teknis. Selain bahan-bahan di atas,
Gambar 7 Desain peralatan penelitian
21 III. METODE PENELITIAN 3.1. Bahan dan Alat Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah pemucat bekas yang diperoleh dari Asian Agri Group Jakarta. Bahan bahan kimia yang digunakan adalah
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di sisi lain ketersediaan bahan bakar minyak bumi dalam negeri semakin hari semakin
METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Prosedur Penelitian 1. Epoksidasi Minyak Jarak Pagar
METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : minyak jarak pagar, asam Akrilat (Sigma), natrium hidrogen karbonat (E.Merck), natrium sulfat anhydrous (E.Merck),
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. BAHAN DAN ALAT Bahan yang digunakan dalam penelitian kali ini terdiri dari bahan utama yaitu biji kesambi yang diperoleh dari bantuan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
III. METODOLOGI F. ALAT DAN BAHAN
III. METODOLOGI F. ALAT DAN BAHAN 1. Alat Alat-alat yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan rangkaian peralatan proses pembuatan faktis yang terdiri dari kompor listrik,panci, termometer, gelas
BAB III RANCANGAN PENELITIAN
BAB III RANCANGAN PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian Surfaktan methyl ester sulfonat (MES) dibuat melalui beberapa tahap. Tahapan pembuatan surfaktan MES adalah 1) Sulfonasi ester metil untuk menghasilkan
METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran
METDE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Sebagian besar sumber bahan bakar yang digunakan saat ini adalah bahan bakar fosil. Persediaan sumber bahan bakar fosil semakin menurun dari waktu ke waktu. Hal ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lemak dan minyak adalah trigliserida yang berarti triester (dari) gliserol. Perbedaan antara suatu lemak adalah pada temperatur kamar, lemak akan berbentuk padat dan
3 METODOLOGI PENELITIAN
3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Peningkatan nilai tambah produk turunan minyak jarak pagar mutlak diperlukan agar industri biodiesel jarak pagar dapat berkembang dengan baik. Saat ini, perkembangan
BAB III METODA PENELITIAN. yang umum digunakan di laboratorium kimia, set alat refluks (labu leher tiga,
24 BAB III METODA PENELITIAN A. Alat dan Bahan 1. Alat Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah semua alat gelas yang umum digunakan di laboratorium kimia, set alat refluks (labu leher tiga,
METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT 1. Bahan a. Bahan Baku b. Bahan kimia 2. Alat B. METODE PENELITIAN 1. Pembuatan Biodiesel
METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT 1. Bahan a. Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk penelitian ini adalah gliserol kasar (crude glycerol) yang merupakan hasil samping dari pembuatan biodiesel. Adsorben
III. METODOLOGI. Gambar 5. Reaktor eterifikasi gliserol
III. METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah biodiesel CPO dan jarak pagar, gliserol, tert-butyl alkohol (TBA), bentonit, zeolit, asam fosfat, HCl, alkohol, aquades
Bab III Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian 3.1 Alat dan Bahan Peralatan yang diperlukan pada penelitian ini meliputi seperangkat alat gelas laboratorium kimia (botol semprot, gelas kimia, labu takar, erlenmeyer, corong
HASIL DAN PEMBAHASAN
84 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tentang perancangan proses pembuatan pelumas dasar dari minyak jarak pagar ini, didasarkan pada besarnya kebutuhan pelumas di dalam negeri, dan menurut data BPS tahun
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agustus 2011 di laboratorium Riset Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2011 di laboratorium Riset Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas
Gambar 2.1 Reaksi Saponifikasi tripalmitin
I. JUDUL : Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat II. TANGGAL PERCOBAAN : Rabu, 16 November 2011 III. TUJUAN : 1. Untuk memberikan gambaran bahwa reaksi penyabunan etil asetat oleh ion hidroksida adalah
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian,
22 III. BAHAN DAN METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian, Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Laboratorium Pengolahan Limbah Hasil Pertanian
Bab IV Hasil dan Pembahasan. IV.2.1 Proses transesterifikasi minyak jarak (minyak kastor)
23 Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Penyiapan Sampel Kualitas minyak kastor yang digunakan sangat mempengaruhi pelaksanaan reaksi transesterifikasi. Parameter kualitas minyak kastor yang dapat menjadi
BAB III RANCANGAN PENELITIAN
BAB III RANCANGAN PENELITIAN 3.1. Metodologi Merujuk pada hal yang telah dibahas dalam bab I, penelitian ini berbasis pada pembuatan metil ester, yakni reaksi transesterifikasi metanol. Dalam skala laboratorium,
Bab IV Hasil dan Pembahasan
19 Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Sintesis Biodiesel Minyak jelantah semula bewarna coklat pekat, berbau amis dan bercampur dengan partikel sisa penggorengan. Sebanyak empat liter minyak jelantah mula-mula
4 Pembahasan Degumming
4 Pembahasan Proses pengolahan biodiesel dari biji nyamplung hampir sama dengan pengolahan biodiesel dari minyak sawit, jarak pagar, dan jarak kepyar. Tetapi karena biji nyamplung mengandung zat ekstraktif
PROSES PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN TRANSESTERIFIKASI SATU DAN DUA TAHAP. Oleh ARIZA BUDI TUNJUNG SARI F
PROSES PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN TRANSESTERIFIKASI SATU DAN DUA TAHAP Oleh ARIZA BUDI TUNJUNG SARI F34103041 2007 DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS
BAB III BAHAN, ALAT DAN CARA KERJA
BAB III BAHAN, ALAT DAN CARA KERJA Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi Fisik, Kimia, dan Formulasi Tablet Departemen Farmasi FMIPA UI, Depok. Waktu pelaksanaannya adalah dari bulan Februari
Bab III Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu, tahap isolasi kitin yang terdiri dari penghilangan protein, penghilangan mineral, tahap dua pembuatan kitosan dengan deasetilasi
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Tahap Sintesis Biodiesel Pada tahap sintesis biodiesel, telah dibuat biodiesel dari minyak sawit, melalui reaksi transesterifikasi. Jenis alkohol yang digunakan adalah metanol,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Analisis Kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Analisis Kuantitatif Departemen Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Depok, pada
Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi)
Proses Pembuatan Biodiesel (Proses TransEsterifikasi) Biodiesel dapat digunakan untuk bahan bakar mesin diesel, yang biasanya menggunakan minyak solar. seperti untuk pembangkit listrik, mesinmesin pabrik
BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Kuantitatif
BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Kuantitatif Departemen Farmasi FMIPA UI, dalam kurun waktu Februari 2008 hingga Mei 2008. A. ALAT 1. Kromatografi
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli September 2013 bertempat di
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli September 2013 bertempat di Laboratorium Pengolahan Limbah Pertanian, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Laboratorium
3 METODOLOGI PENELITIAN
3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium SBRC LPPM IPB dan Laboratorium Departemen Teknologi Industri Pertanian FATETA IPB mulai bulan September 2010
3. Metodologi Penelitian
3. Metodologi Penelitian 3.1 Alat dan bahan 3.1.1 Alat Peralatan gelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas kimia, gelas ukur, labu Erlenmeyer, cawan petri, corong dan labu Buchner, corong
III. METODOLOGI A. Bahan dan Alat 1. Alat 2. Bahan
III. METODOLOGI A. Bahan dan Alat 1. Alat Peralatan yang digunakan untuk memproduksi MESA adalah Single Tube Falling Film Reactor (STFR). Gambar STFR dapat dilihat pada Gambar 6. Untuk menganalisis tegangan
Bab III Metodologi. III.1 Alat dan Bahan. III.1.1 Alat-alat
Bab III Metodologi Penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu isolasi selulosa dari serbuk gergaji kayu dan asetilasi selulosa hasil isolasi dengan variasi waktu. Kemudian selulosa hasil isolasi dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
y BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Bahan dan Alat Bahan-bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini, adalah : heksana (Ceih), aquades, Katalis Abu Tandan Sawit (K2CO3) pijar, CH3OH, Na2S203, KMn04/H20,
BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Konsumsi Bahan Bakar Diesel Tahunan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan BBM mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan bahan bakar ini untuk kegiatan transportasi, aktivitas industri, PLTD, aktivitas
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mengetahui kinerja bentonit alami terhadap kualitas dan kuantitas
BAB III METODE PENELITIAN Untuk mengetahui kinerja bentonit alami terhadap kualitas dan kuantitas minyak belut yang dihasilkan dari ekstraksi belut, dilakukan penelitian di Laboratorium Riset Kimia Makanan
3 Metodologi Penelitian
3 Metodologi Penelitian 3.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam tahapan sintesis ligan meliputi laboratory set dengan labu leher tiga, thermolyne sebagai pemanas, dan neraca analitis untuk penimbangan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia dan banyak sekali produk turunan dari minyak sawit yang dapat menggantikan keberadaan minyak
ESTERIFIKASI MINYAK LEMAK [EST]
MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA ESTERIFIKASI MINYAK LEMAK [EST] Disusun oleh: Lia Priscilla Dr. Tirto Prakoso Dr. Ardiyan Harimawan PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini pemakaian bahan bakar yang tinggi tidak sebanding dengan ketersediaan sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis. Cepat atau lambat cadangan minyak bumi
BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang telah
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang telah dilakukan. Sub bab pertama diuraikan mengenai waktu dan lokasi penelitian, desain penelitian, alat dan bahan
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penelitian Pendahuluan (Pembuatan Biodiesel)
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penelitian Pendahuluan (Pembuatan Biodiesel) Minyak nabati (CPO) yang digunakan pada penelitian ini adalah minyak nabati dengan kandungan FFA rendah yaitu sekitar 1 %. Hal ini diketahui
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian Teknologi Hasil
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Pada penelitian yang telah dilakukan, katalis yang digunakan dalam proses metanolisis minyak jarak pagar adalah abu tandan kosong sawit yang telah dipijarkan pada
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini dimulai pada bulan Mei hingga Desember 2010. Penelitian dilakukan di laboratorium di Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (Surfactant
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian (Ruang
20 III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian (Ruang Analisis Pati dan Karbohidrat), Laboratorium Pengolahan Limbah Hasil
BAB V METODOLOGI. Gambar 6. Pembuatan Minyak wijen
18 BAB V METODOLOGI 5.1 Pengujian Kinerja Alat Press Hidrolik 5.1.1 Prosedur Pembuatan Minyak Wijen Biji Wijen Pembersihan Biji Wijen Pengovenan Pengepresan Pemisahan Minyak biji wijen Bungkil biji wijen
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU. Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : DIBIAYAI OLEH
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : 19630504 198903 2 001 DIBIAYAI OLEH DANA DIPA Universitas Riau Nomor: 0680/023-04.2.16/04/2004, tanggal
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. ALAT DAN BAHAN Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah jarak pagar varietas Lampung IP3 yang diperoleh dari kebun induk jarak pagar BALITRI Pakuwon, Sukabumi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Minyak Nabati Minyak nabati adalah cairan kental yang diambil atau diekstrak dari tumbuhtumbuhan. Komponen utama penyusun minyak nabati adalah trigliserida asam lemak, yang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.8. Latar Belakang Indonesia mulai tahun 2007 dicatat sebagai produsen minyak nabati terbesar di dunia, mengungguli Malaysia, dengan proyeksi produksi minimal 17 juta ton/tahun di areal
BAHAN DAN METODE. Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara,
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2013 di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian, Medan. Bahan Penelitian Bahan utama yang
II. TINJAUAN PUSTAKA. sawit kasar (CPO), sedangkan minyak yang diperoleh dari biji buah disebut
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Minyak Kelapa Sawit Sumber minyak dari kelapa sawit ada dua, yaitu daging buah dan inti buah kelapa sawit. Minyak yang diperoleh dari daging buah disebut dengan minyak kelapa
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April September 2013 bertempat di
27 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan April September 2013 bertempat di Laboratorium Kimia dan Biokimia, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian,
Rendemen APG dihitung berdasarkan berat APG yang diperoleh setelah dimurnikan dengan berat total bahan baku awal yang digunakan.
Lampiran 1 Prosedur analisis surfaktan APG 1) Rendemen Rendemen APG dihitung berdasarkan berat APG yang diperoleh setelah dimurnikan dengan berat total bahan baku awal yang digunakan. % 100% 2) Analisis
Potensi Produk Transesterifikasi Minyak Dedak Padi (Rice Bran Oil) sebagai Bahan Baku Pembuatan Base Oil Epoksi Metil Ester
Potensi Produk Transesterifikasi Minyak Dedak Padi (Rice Bran Oil) sebagai Bahan Baku Pembuatan Base Oil Epoksi Metil Ester Yuti Mentari, Miftahul Hasanah, Ratri Ariatmi Nugrahani Jurusan Teknik Kimia,
BAB V METODOLOGI. 5.1 Alat yang digunakan: Tabel 3. Alat yang digunakan pada penelitian
14 BAB V METODOLOGI 5.1 Alat yang digunakan: Tabel 3. Alat yang digunakan pada penelitian No. Nama Alat Jumlah 1. Oven 1 2. Hydraulic Press 1 3. Kain saring 4 4. Wadah kacang kenari ketika di oven 1 5.
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT Penelitian dilaksanakan mulai 1 Agustus 2009 sampai dengan 18 Januari 2010 di Laboratorium SBRC (Surfactant and Bioenergy Research Center) LPPM IPB dan Laboratorium
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian penetapan kadar krom dengan metode spektrofotometri
3 METODE 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian
9 3 METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2012. Laboratorium yang digunakan yaitu Laboratorium Biokimia Hasil Perairan I untuk preparasi sampel
c. Kenaikan suhu akan meningkatkan konversi reaksi. Untuk reaksi transesterifikasi dengan RD. Untuk percobaan dengan bahan baku minyak sawit yang
KESIMPULAN Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Studi eksperimental pembuatan biodiesel dengan Reactive Distillation melalui rute transesterifikasi trigliserida
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada penelitian ini, proses pembuatan monogliserida melibatkan reaksi gliserolisis trigliserida. Sumber dari trigliserida yang digunakan adalah minyak goreng sawit.
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Jurusan
16 III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
METANOLISIS MINYAK KOPRA (COPRA OIL) PADA PEMBUATAN BIODIESEL SECARA KONTINYU MENGGUNAKAN TRICKLE BED REACTOR
Jurnal Rekayasa Produk dan Proses Kimia JRPPK 2015,1/ISSN (dalam pengurusan) - Astriana, p.6-10. Berkas: 07-05-2015 Ditelaah: 19-05-2015 DITERIMA: 27-05-2015 Yulia Astriana 1 dan Rizka Afrilia 2 1 Jurusan
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Mensintesis Senyawa rganotimah Sebanyak 50 mmol atau 2 ekivalen senyawa maltol, C 6 H 6 3 (Mr=126) ditambahkan dalam 50 mmol atau 2 ekivalen larutan natrium hidroksida,
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Januari Februari 2014.
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Januari Februari 2014. 2. Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Teknik Pengolahan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini didahului dengan perlakuan awal bahan baku untuk mengurangi pengotor yang terkandung dalam abu batubara. Penentuan pengaruh parameter proses dilakukan dengan cara
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Percobaan Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap berkesinambungan agar tujuan dari penelitian ini dapat tercapai. Penelitian dilakukan di laboratorium
HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN JENIS BAHAN PENGENTAL
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN JENIS BAHAN PENGENTAL Pada awal penelitian ini, telah diuji coba beberapa jenis bahan pengental yang biasa digunakan dalam makanan untuk diaplikasikan ke dalam pembuatan
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah Minyak goreng bekas
BABHI METODA PENELITIAN 3.1. Bahan dan Alat 3.1.1. Bahan-bahan yang digunakan Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah Minyak goreng bekas yang diperoleh dari salah satu rumah makan di Pekanbaru,
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Karakterisasi Minyak Jarak. B. Pembuatan Faktis Gelap
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakterisasi Minyak Jarak Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui karakteristik minyak jarak yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan faktis gelap. Karakterisasi
3 Metodologi Penelitian
3 Metodologi Penelitian Penelitian tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Kimia Fisik Material dan Laboratorium Kimia Analitik Program Studi Kimia ITB, serta di Laboratorium Polimer Pusat Penelitian
3 Metodologi Penelitian
3 Metodologi Penelitian 3.1 Peralatan Peralatan yang digunakan dalam tahapan sintesis ligan meliputi laboratory set dengan labu leher tiga, thermolyne sebagai pemanas, dan neraca analitis untuk penimbangan
4023 Sintesis etil siklopentanon-2-karboksilat dari dietil adipat
NP 4023 Sintesis etil siklopentanon-2-karboksilat dari dietil adipat NaEt C 10 H 18 4 Na C 2 H 6 C 8 H 12 3 (202.2) (23.0) (46.1) (156.2) Klasifikasi Tipe reaksi and penggolongan bahan Reaksi pada gugus
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. BAHAN 1. Standar DHA murni (Sigma-Aldrich) 2. Standar DHA oil (Tama Biochemical Co., Ltd.) 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform, metanol,
5007 Reaksi ftalat anhidrida dengan resorsinol menjadi fluorescein
57 Reaksi ftalat anhidrida dengan resorsinol menjadi fluorescein CH H H + 2 + 2 H 2 H C 8 H 4 3 C 6 H 6 2 C 2 H 12 5 (148.1) (11.1) (332.3) Klasifikasi Tipe reaksi dan penggolongan bahan Reaksi pada gugus
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. BAHAN 1. Bahan Baku Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah santan segar. Sedangkan sumber papain diambil dari perasan daun pepaya yang mengandung getah pepaya dan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4:1, MEJ 5:1, MEJ 9:1, MEJ 10:1, MEJ 12:1, dan MEJ 20:1 berturut-turut
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL 5. Reaksi Transesterifikasi Minyak Jelantah Persentase konversi metil ester dari minyak jelantah pada sampel MEJ 4:1, MEJ 5:1, MEJ 9:1, MEJ 10:1, MEJ 12:1, dan MEJ
BAB III METODE PENELITIAN. FPMIPA UPI, Laboratorium Kimia Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI, dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Riset Kimia Lingkungan Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI, Laboratorium Kimia Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Sifat Fisikokimia Minyak Jarak Pagar Sifat fisikokimia minyak jarak pagar merupakan salah satu informasi awal yang harus diperoleh untuk memproduksi biodiesel jarak pagar. Informasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian konversi lignoselulosa jerami jagung (corn stover) menjadi 5- hidroksimetil-2-furfural (HMF) dalam media ZnCl 2 dengan co-catalyst zeolit,
4002 Sintesis benzil dari benzoin
4002 Sintesis benzil dari benzoin H VCl 3 + 1 / 2 2 + 1 / 2 H 2 C 14 H 12 2 C 14 H 10 2 (212.3) 173.3 (210.2) Klasifikasi Tipe reaksi dan penggolongan bahan ksidasi alkohol, keton, katalis logam transisi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2012. Cangkang kijing lokal dibawa ke Laboratorium, kemudian analisis kadar air, protein,
3 Metodologi Penelitian
3 Metodologi Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metoda analisis dengan menggunakan elektroda yang telah dimodifikasi dengan buah pisang dan buah alpukat untuk menentukan kadar parasetamol.
PRODUKSI BIOFUEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN KATALIS PADAT CaO/γ-Al 2 O 3 dan CoMo/γ-Al 2 O 3
PRODUKSI BIOFUEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN KATALIS PADAT CaO/γ-Al 2 O 3 dan CoMo/γ-Al 2 O 3 Maya Kurnia Puspita Ayu 238.1.66 Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Achmad Roesyadi, DEA 2. Ir. Ignatius Gunardi,
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian Secara Keseluruhan
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Secara umum penelitian akan dilakukan dengan pemanfaatan limbah media Bambu yang akan digunakan sebagai adsorben dengan diagram alir keseluruhan
MODUL I Pembuatan Larutan
MODUL I Pembuatan Larutan I. Tujuan percobaan - Membuat larutan dengan metode pelarutan padatan. - Melakukan pengenceran larutan dengan konsentrasi tinggi untuk mendapatkan larutan yang diperlukan dengan
PERANCANGAN PROSES PEMBUATAN PELUMAS DASAR SINTETIS DARI MINYAK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) MELALUI MODIFIKASI KIMIAWI
i PERANCANGAN PROSES PEMBUATAN PELUMAS DASAR SINTETIS DARI MINYAK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) MELALUI MODIFIKASI KIMIAWI Ratri Ariatmi Nugrahani SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Metode Penelitian Pembuatan zeolit dari abu terbang batu bara (Musyoka et a l 2009).
BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Pada penelitian ini alat yang digunakan adalah timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg, shaker, termometer, spektrofotometer serapan atom (FAAS GBC), Oven Memmert, X-Ray
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Minyak Goreng 1. Pengertian Minyak Goreng Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanya
BAB III METODE PENELITIAN. selulosa Nata de Cassava terhadap pereaksi asetat anhidrida yaitu 1:4 dan 1:8
34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini diawali dengan mensintesis selulosa asetat dengan nisbah selulosa Nata de Cassava terhadap pereaksi asetat anhidrida yaitu 1:4 dan 1:8
BAB III METODE PENELITIAN. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dimulai dari bulan
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dimulai dari bulan Januari 2011. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika Material jurusan
METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 dengan
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 dengan tahapan isolasi selulosa dan sintesis CMC di Laboratorium Kimia Organik
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. SIFAT FISIKO-KIMIA BIJI DAN MINYAK JARAK PAGAR Biji jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari PT. Rajawali Nusantara Indonesia di daerah
