Modul Pratikum Sistem Pakar (Modul 3)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Modul Pratikum Sistem Pakar (Modul 3)"

Transkripsi

1 1 TOPIK : LOGIKA PROGRAM dengan PREDIKAT FAIL, TRUE, CUT dan NOT Turbo Prolog menyediakan dua predikat penting, yakni predikat fail yang selalu mengakibatkan kegagalan untuk memaksa lacak balik dan predikat cut (!) yang selalu berhasil untuk mencegah lacak balik. Predikat Fail dan True Seperti telah dikatehui, lacak balik terjadi bila menemui kegagalan. Dalam kedaaan tertentu kita perlu memaksa lacak balik untuk memperoleh alternatif jawaban yang lain. Untuk itu disediakan predikat fail yang selalu gagal dan memaksa lacak balik. Memanggil predikat fail berakibat sama seperti membandingkan 1 =2. Tuliskan program berikut ini : ibu(symbol,symbol) seseorang ibu(acih,uup) ibu(enah, bek) ibu(nani, asep) seseorang :- ibu(x,y), write(x, adalah ibu, Y), goal seseorang Jika program dijalankan, akan menjawab sebagai berikut : Jika diberi goal eksternal ibu(x,y) (bagian Goal di program ditutp dulu dengan tanda komentar) akan menyebutkan semua fakta yang ada sebagai berikut : X= acih, Y= uup X = enah, Y = bek X = nani, Y = asep Jika dengan goal internal seperti tampak pada program dan tidak ada predikat fail, maka Turbo Prolog hanya memberi satu jawaban : acih adalah ibu uup Tetapi karena ada fail, lihat apa yang dilakukan oleh Prolog. Ketika Prolog memanggil klausa Ibu, Prolog mencatat adanya jawaban lain karena fakta untuk ibu lebih dari satu. Hal ini disebut non deterministik, sebaliknya disebut deterministik.

2 2 Coba anda bandingkan goal yang memakai fail dengan yang tidak ada fail nya. Dari goal tersebut, jelas bahwa Prolog tidak akan pernah memanggil klausa setelah predikat fail karena begitu Prolog gagal akibat predikat fail, Prolog langsung melakukan lacak balik. Jadi tidak ada artinya meletakkan sesuatu setelah predikat Predikat Cut Cut berarti memotong. Dalam Turbo Prolog cut berarti memotong jejak untuk melakukan lacak balik. Predikat ini dilambangkan dengan tanda seru (!). Predikat cut tidak pernah gagal sebagaimana predikat true hanya saja predikat true tidak berpengaruh terhadap pemotongan jejak lacak balik. Pada goal atau aturan yang memungkinkan adanya lacak balik, Prolog memenuhi sub-goal dari atas ke bawah selangkah demi selangkah, kemudian naik lagi ke atas setingkat jika mengalami kegagalan. Cara meletakkan cut, seperti meletakkan predikat lain dalam tubuh aturan contoh : x :- a,b,!,c,d. x :- e. Perhatikan dua klausa untuk aturan x diatas. Setelah melakukan pemadanan dengan aturan x yang pertama, Prolog mencatat titik lacak balik karena ada x yang lain. Selanjutnya subgoal dipanggil. Jika gagal, lacak balik ke klausa x berikutnya. Jika berhasil lanjutkan ke b. Apabila b gagal, lacak balik ke a atau ke x berikutnya, jika a tidak mengandung titik lacak balik. Tapi apabila b berhasil, Prolog memasuki cut sehingga titik lacak balik sebelumnya terhapus semua. Akibatnya bila kemudian gagal, tidak terjadi lacak balik ke b, a atau tidak juga ke x berikutnya. Setelah memsuki cut, apabila c gagal, program berhenti dengan gagal, tetapi jika c berhasil, proses berlanjut ke d. Apabila d gagal, lcak balik hanya pada c. Jika d berhasil, program selesai dalam keadaan berhasil. Predikat cut berguna untuk : Apabila kita mengetahui sebelumnya bahwa kemungkinan mencari jawaban yang lain tidak akan memberi arti sama sekali yang hanya membuang waktu dan memori saja. Cut yang demikian disebut cut green, yakni kehadirannya tidak mengubah logika program, tetapi diperlukan untuk peningkatan efisiensi. Jika logika program memang membutuhkan cut untuk mencegah perhatian Prolog terhadap alternatif sub-goal. Cut ini disebut cut merah (red cut), karena secara logika memang perlu meletakkan cut. Tuliskan program berikut : trace minuman(symbol,symbol)

3 3 test_baik(symbol) minuman_baik minuman(susu, sehat). minuman (kopi, menyegarkan). minuman (arak, berbahaya). minuman (sirup, berenergi). minuman_baik :- minuman(jenis,sifat), tes_baik(sifat), write(jenis, minuman, Sifat), minuman_baik. tes_baik(berbahaya) :- test_baik (_). goal minuman_baik. Jalankan program diatas, lalu perhatikan pada jendel Trace,kenapa diperoleh hal tersebut... Deterministik dan Cut Diatas telah dikemukakan bahwa predikat kan bersifat non deterministik apabila kembali dari pemanggilan klausa, meningalkan titik lacak balik karena ada alternatif lain dalam klausa. Hal ini akan mempengaruhi penggunaan memori (jika ada pengulangan) sehingga bisa terjadi dalam kompilasi benar, tapi saat dijalankan program akan berhenti. Dengan predikat cut, yang dapat mencegah terjadinya lacak balik ke klausa berikutnya, kumpulan klausa menjadi seolah-olah satu klausa saja, karena apabila match dengan salah satu klausa, titik lacak balik dihapus sehingga menutup kemungkinan terjadinya lacak balik. Artinya klausa akan bersifat deterministik yang harus memberi satu jawaban Jadi predikat bersifat non deterministik apabila : Ada suatu klausa tanpa cut dan ada lagi klausa dibawahnya (ada alternatif lain). Ada klausa yang memanggil predikat non-deterministik. Perhatikan contoh berikut : a :- a1,!,a2,a3. a1 :- a11,a12. /* a1 bersifat non deterministik */ a1 :- a21,a22. Pada contoh ini, klausa a1 bersifat non deterministik karena ada dua kemungkinan aturan. Jika klausa a tidak menggunakan cut, maka klausa a bersifat non deterministik karena memanggil klausa non deterministik (a1). Cara lain mencegah non deterministik dalam contoh ini adalah dengan memberi tanda cut sebgai berikut :

4 4 a :- a1,a2,a3. a1 :- a11,!,a12. /* a1 bersifat non deterministik */ a1 :- a21,a22. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan cut bisa mengubah logika pemrograman atau dapat memberi hasil yang tidak terduga. Oleh karena itu gunakan terlebih dulu petunjuk kompiler check_determ untuk memeriksa adanya predikat yang non deterministik, baru kemudian diberi cut. Usahakanlah agar dalam setiap program hanya terdiri dari predikat deterministik, kecuali jika non deterministik memang sangat diperlukan. Kapankah kita menghendaki non-deterministik? jawabannya antara lain adalah apabila kita membutuhkan proses pengulangan dengan lacak balik. Predikat not Predikat not berfungsi untuk membalik keadaan. Dengan not, pemanggilan yang berhasil menjadi gagal dan sebaliknya. Penggunaan not khusus untuk atom atau mengandung variabel tapi harus sudah terikat dan not tidak boleh dipakai di kepala klausa (aturan), seperti : not(aturan1(...)) :- sc1,... /* salah */ not(besar(x)),... /* benar*/ Sub klausa besar diatas digunakan untuk memeriksa apakah sesuatu berukuran besr atau tidak. Kita bisa menyatakan bahwa sesuatu berukuran besar jika kita tahu sesuatu tersebut. Misalnya kita ditanya : Si anu besar atau tidak?. Kita akan bingung dan balik bertanya: siapa yang dimaksud?. Oleh karena itu, dalam Turbo Prolog akan diperingatkan jika variabel X diatas tidak terikat. Dalam hal ini Prolog mencegah terjadinya pengikatan variabel oleh klausa dalam predikat not, karena akan menimbulkan pertentangan. Contoh penggunaan not : sayang(symbol) ular(symbol) sayang(x) :- binatang(x), not(ular(x)), write( Dedi sayang, X), binatang(kucing). binatang(kobra). binatang(kambing). binatang(burung).

5 5 ular(kobra). ular(piton). goal sayang(x). Logika program dan Cut Telah kita ketahui bahwa cut dapat mengubah logika program atau logika program terkadang memerlukan cut. Hal ini wajar karena Prolog bekerja dengan lacak balik sedangkan cut dapat memotong jejak lacak balik tersebut. Untuk itu peletakan cut harus mempertimbangkan jangan sampai program menjadi salah atau menghasilkan sesuatu yang tidak terduga. Perhatikan contoh berikut : r :- s,t. r :- u. Secara deklaratif, r benar jika : 1. s dan t benar. 2. s gagal /salah dan u benar (atau not(s) dan u benar). 3. s benar, not(t) benar dan u benar. 4. u benar. Bandingkan jika ada cut seperti : r :- s,!,t. r :- u Secara deklaratif berarti r benar jika : s dan t benar not(s) dan u benar u benar Dengan demikian kita harus mengusahakan agar peletakan cut tidak sampai menghilangkan logika yang memang diperlukan. Dalam contoh diatas, misalkan kita menghendaki agar jika terjadi kegagalan di t, program harus lacak balik ke klausa r berikutnya, maka kita tidak boleh meletakkan cut seperti pada contoh diatas. Jika kita menghendaki agar r deterministik dan kegagalan di t harus lacak balik ke r berikutnya, maka letakkan cut diujung tubuh aturan r. cobakan...

Sistem Pakar Pencarian Silsilah Keluarga Menggunakan Pemrograman Prolog

Sistem Pakar Pencarian Silsilah Keluarga Menggunakan Pemrograman Prolog Sistem Pakar Pencarian Silsilah Keluarga Menggunakan Pemrograman Prolog Dwi Retnoningsih Program Studi Teknik Informatika, Universitas Sahid Surakarta Jl. Adi Sucipto 154, Jajar, Surakarta, 57144, Telp.

Lebih terperinci

Logic Programming (GNU PROLOG)

Logic Programming (GNU PROLOG) Logic Programming (GNU PROLOG) Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB 2013 Prolog adalah bahasa yang deklaratif (dari sekumpulan fakta dan aturan, prolog akan menyelesaikan problem secara deduktif menarik

Lebih terperinci

BAB III LOGIC PROGRAMMING

BAB III LOGIC PROGRAMMING BAB III LOGIC PROGRAMMING PROLOG adalah kependekan dari PROgramming in LOGic, yang berarti pemrograman logika. Pemrograman Prolog menggunakan bahasa deklaratif, dimana pemrogram memberi fakta dan aturan

Lebih terperinci

hidup yang sebenarnya tidak hidup. Namun, selalu terlihat sangat nyata. Kadang aku bertanya, apa mungkin yang ku lihat di langit itu adalah apa yang

hidup yang sebenarnya tidak hidup. Namun, selalu terlihat sangat nyata. Kadang aku bertanya, apa mungkin yang ku lihat di langit itu adalah apa yang I Pengantar Kau tahu seluas apa itu langit? Langit itu sangat luas, selama apapun kita memandang ke atas, langit selalu terlihat lapang. Sangat luas. Bahkan jika awan-awan menutupi warna kebiruan langit,

Lebih terperinci

Tools Pembangun Sistem Pakar

Tools Pembangun Sistem Pakar Pengenalan PROLOG Tools Pembangun Sistem Pakar Language LISP Prolog CLIPS Planner Conniver Popler OPS5 AMORD SAIL LOGO Smaltalk Shell EXSYS PC+ CRYSTAL 1stClass EXPERT EASE INSIGHT2+ e2glite Dasar-Dasar

Lebih terperinci

BAB IV STRUKTUR PROGRAM PROLOG

BAB IV STRUKTUR PROGRAM PROLOG BAB IV STRUKTUR PROGRAM PROLOG Dalam buku ini digunakan program Turbo Prolog untuk melengkapi pembahasan pemrograman logika dengan Prolog. Turbo prolog mirip dengan Turbo Pascal, Turbo C, dan sejenisnya.

Lebih terperinci

KECERDASAN BUATAN MASALAH, RUANG KEADAAN DAN PENCARIAN ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

KECERDASAN BUATAN MASALAH, RUANG KEADAAN DAN PENCARIAN ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM KECERDASAN BUATAN MASALAH, RUANG KEADAAN DAN PENCARIAN ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM KERANGKA MASALAH Masalah Ruang Keadaan Pencarian DEFINISI MASALAH Sistem yang menggunakan kecerdasan buatan akan

Lebih terperinci

Penggunaan Algoritma Runut-Balik dalam Proses Resolusi Query dari Eksekusi Program dalam Bahasa Prolog

Penggunaan Algoritma Runut-Balik dalam Proses Resolusi Query dari Eksekusi Program dalam Bahasa Prolog Penggunaan Algoritma Runut-Balik dalam Proses Resolusi Query dari Eksekusi Program dalam Bahasa Prolog Edwin Rachman (NIM 13515042) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

BAB IV STRUKTUR PROGRAM PROLOG

BAB IV STRUKTUR PROGRAM PROLOG BAB IV STRUKTUR PROGRAM PROLOG Dalam buku ini digunakan program Turbo Prolog untuk melengkapi pembahasan pemrograman logika dengan Prolog. Turbo prolog mirip dengan Turbo Pascal, Turbo C, dan sejenisnya.

Lebih terperinci

Perkenalan. Kuliah Kecerdasan Buatan Semester genap 2006/2007. Feb 28, KB-Slide-01

Perkenalan. Kuliah Kecerdasan Buatan Semester genap 2006/2007. Feb 28, KB-Slide-01 Perkenalan Kuliah Kecerdasan Buatan Semester genap 2006/2007 Feb 28, 2007-1 Pendahuluan Bahasa Prolog Hubungan keluarga Kesimpulan #1 Aturan Kesimpulan #2 Materi Feb 28, 2007-2 Pendahuluan [1] Kecerdasan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Nilai dan Urutan (sequence) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai

Lebih terperinci

BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA

BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA 4.1 Pengenalan Bab ini membicarakan notasi khusus untuk susunan yang merupakan satu bentuk struktur yang paling mudah dan berguna. Operasi-operasi dasar susunan

Lebih terperinci

MENGENAL SISTEM PAKAR

MENGENAL SISTEM PAKAR MENGENAL SISTEM PAKAR Bidang teknik kecerdasan buatan yang paling popular saat ini adalah system pakar. Ini disebabkan penerapannya diberbagai bidang, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan terutama

Lebih terperinci

BAB 2 SINTAKs DAN LOGIKA PROLOG

BAB 2 SINTAKs DAN LOGIKA PROLOG BAB 2 SINTAKs DAN LOGIKA PROLOG 2.1 Pengenalan Setelah anda mendapat gambaran umum tentang bahasa pemprograman Prolog, maka seterusnya kita akan membahas sintak dan logika yang disediakan oleh Prolog.

Lebih terperinci

BAB 4 SENARAI, OPERATOR DAN ARITMETIK. Pengenalan. Objektif. 4.1 Perwakilan Senarai. TS Sistem Cerdas

BAB 4 SENARAI, OPERATOR DAN ARITMETIK. Pengenalan. Objektif. 4.1 Perwakilan Senarai. TS Sistem Cerdas BAB 4 SENARAI, OPERATOR DAN Pengenalan ARITMETIK Bab ini membincangkan notasi khas untuk senarai yang merupakan satu bentuk struktur yang paling mudah dan berguna. Operasi-operasi asas senarai turut dibincangkan

Lebih terperinci

Citra Kurniawan, ST, MM 1 Program Studi Teknik Elektronika Sekolah Tinggi Teknik Malang

Citra Kurniawan, ST, MM 1 Program Studi Teknik Elektronika Sekolah Tinggi Teknik Malang IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENYELESAIAN MASALAH DENGAN METODE UNIFICATION DAN BACK TRACKING VISUAL PROLOG (Studi Kasus: pemilihan mahasiswa terbaik) Citra Kurniawan, ST, MM 1 Program Studi

Lebih terperinci

Konsep. Bahasa Pemrograman. Evangs Mailoa. Pertemuan 7

Konsep. Bahasa Pemrograman. Evangs Mailoa. Pertemuan 7 Konsep Bahasa Pemrograman Pertemuan 7 Evangs Mailoa PROLOG PROgramming in LOGic Kebanyakan dikembangkan untuk Artificial Intelligence Dibuat oleh Alain Colmerauer dan Phillipe Roussel (University of Aix-Marseille)

Lebih terperinci

Pendahuluan. Bab I Logika Manusia

Pendahuluan. Bab I Logika Manusia Bab I Pendahuluan 1.1. Logika Manusia Manusia, diantara makhluk yang lain, merupakan pengolah informasi. Kita membutuhkan informasi mengenai dunia dan menggunakan informasi ini untuk kepentingan yang lebih

Lebih terperinci

ilmu bahasa pemrograman ilmu c++ Copyright izie ilmu c++

ilmu bahasa pemrograman ilmu c++ Copyright izie  ilmu c++ ilmu c++ Tutorial ini untuk siapa saja, walaupun anda belum pernah melakukan pemrograman, atau jika andapun berpengalaman dalam pemrograman dengan bahasa pemrograman lain tapi ingin mempelajari bahasa

Lebih terperinci

DAFTAR PERTANYAAN (Kuesioner) a. Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang sebenarnya.

DAFTAR PERTANYAAN (Kuesioner) a. Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang sebenarnya. DAFTAR PERTANYAAN (Kuesioner) No. Responden :... Petunjuk pengisian : a. Isilah pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang sebenarnya. b. Pilihlah jawaban yang sesuai atau yang paling mendekati dengan

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto [email protected] liyantanto.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Pengantar Prolog Hand On Lab 1 Inteligensi Buatan 100 menit

PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Pengantar Prolog Hand On Lab 1 Inteligensi Buatan 100 menit Jl Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Telpon : +62711 353414 PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Pengantar Prolog Hand On Lab 1 Inteligensi Buatan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ASERTIF MENDONGKRAK TINGKAT KEPUASAN PEMANGKU KEPENTINGAN

KOMUNIKASI ASERTIF MENDONGKRAK TINGKAT KEPUASAN PEMANGKU KEPENTINGAN KOMUNIKASI ASERTIF MENDONGKRAK TINGKAT KEPUASAN PEMANGKU KEPENTINGAN Oleh Sumaryo Widyaiswara Madya BDK Palembang I. Pendahuluan Seorang pejabat/ pegawai tertentu, seperti pegawai yang bertugas yang melayani

Lebih terperinci

Sekilas C DAN C++ DISUSUN OLEH. Sebuah bahasa, yaitu: 1. Bahasaa tingkat tinggi. High. dapat. lunak

Sekilas C DAN C++ DISUSUN OLEH. Sebuah bahasa, yaitu: 1. Bahasaa tingkat tinggi. High. dapat. lunak DISUSUN OLEH : ADAM MUKHARIL BACHTIAR, S..Kom. DIKTAT MATAA KULIAH PEMROGRAMAN I BAB I PENDAHULUAN C DAN C++ IF Sekilas Tentang C dan C+ ++ Sebuah bahasa pemrograman dapat dikategorikan ke dalam tiga level

Lebih terperinci

Modul 1 Pengenalan Prolog

Modul 1 Pengenalan Prolog Modul 1 Pengenalan Prolog A. Tujuan Setelah menyelesaikan modul ini, diharapkan mahasiswa mampu: 1. Mengetahui sejarah dan pengertian prolog. 2. Mengenal dan memahami penggunaan SWI Prolog. 3. Membuat

Lebih terperinci

IT132. Ramos Somya, S.Kom.

IT132. Ramos Somya, S.Kom. IT132 Ramos Somya, S.Kom. Menekankan pada logika berpikir untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan efektif dan efisien. Tidak ditekankan dalam pembuatan program dengan algoritma yang rumit. Distribusi

Lebih terperinci

Pemrograman Logika 03/09/2014. Julio Adisantoso 1. Learning Outcomes KOM204 : BAHASA PEMROGRAMAN. Outline Materi. Logic Programming.

Pemrograman Logika 03/09/2014. Julio Adisantoso 1. Learning Outcomes KOM204 : BAHASA PEMROGRAMAN. Outline Materi. Logic Programming. KOM204 : BAHASA PEMROGRAMAN Pemrograman Logika Pertemuan 5 Learning Outcomes Mahasiswa dapat memahami prinsip dasar pemrograman logika, horn clause, logika predikat Mahasiswa dapat menulis program sederhana

Lebih terperinci

MODUL-1 TOPIK-2 PERAN ARSITEK DALAM TIAP TAHAPAN PROYEK PROYEK ARSITEKTUR DAN JASA ARSITEK. Lanjutan...

MODUL-1 TOPIK-2 PERAN ARSITEK DALAM TIAP TAHAPAN PROYEK PROYEK ARSITEKTUR DAN JASA ARSITEK. Lanjutan... Lanjutan... MODUL-1 PROYEK ARSITEKTUR DAN JASA ARSITEK http://hotpulsa.page.tl/1.htm TOPIK-2 PERAN ARSITEK DALAM TIAP TAHAPAN PROYEK Dr. Cut Nuraini, ST., MT. Architecture Program, Institut Teknologi Medan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar mengenali kemampuan diri dan lingkungan.

BAB I PENDAHULUAN. belajar mengenali kemampuan diri dan lingkungan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang pesat merupakan salah satu karya manusia sebagai pemimpin di bumi ini. Memecahkan misteri alam, menemukan sumber energi baru, dan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 Pendahuluan Algoritma

Lebih terperinci

SINTAKS DAN SEMANTIK PADA LOGIKA PROPOSISI. Matematika Logika Semester Ganjil 2011/2012

SINTAKS DAN SEMANTIK PADA LOGIKA PROPOSISI. Matematika Logika Semester Ganjil 2011/2012 SINTAKS DAN SEMANTIK PADA LOGIKA PROPOSISI Matematika Logika Semester Ganjil 2011/2012 PROPOSISI Proposisi atau kalimat dalam logika proposisi bisa berupa Atom/kalimat sederhana Kalimat kompleks, komposisi

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN HASIL PENELITIAN. Sekolah ini berada di sebelah Kantor Kepala Desa yang merupakan pusat desa.

BAB IV PAPARAN HASIL PENELITIAN. Sekolah ini berada di sebelah Kantor Kepala Desa yang merupakan pusat desa. BAB IV PAPARAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di MTs Negeri Sumberejo yang beralamatkan di Jln. Jawa No. 1B, Desa Sumberjo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Kegiatan PPL dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gamping, kelurahan Banyuraden, kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan PPL dimaksudkan agar

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-7 (Pengulangan atau Looping [2]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Struktur WHILE Struktur REPEAT S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 Struktur

Lebih terperinci

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1)

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1) # Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1) Arif Basofi Materi Komunikasi sebagai Penyelesaian Masalah Bebas Bicara Sesuai Kehendak Tanpa Ada Ketakutan Bicara jujur, Benar dan Akurat Menunda Pembicaraan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 (Nilai dan Urutan [Sequence]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai

Lebih terperinci

Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai

Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN [IS6110102] Dosen: Yudha Saintika, S.T., M.T.I Sub-Capaian Pembelajaran MK Mahasiswa mampu menerapkan konsep nama, tipe, ekspresi, nilai ke dalam

Lebih terperinci

Findra Kartika Sari Dewi

Findra Kartika Sari Dewi Teknik dan Logika Pemrograman [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),

Lebih terperinci

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-1 Pengantar Algoritma

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-1 Pengantar Algoritma Algoritma dan Pemrograman Bab I Pengantar Algoritma Pertemuan Ke-1 Pengantar Algoritma Disusun Oleh : Wilis Kaswidjanti, S.Si., M.Kom. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 9 ORGANISASI FILE/PENGOLAHAN DATA DENGAN FILE BERTIPE

PRAKTIKUM 9 ORGANISASI FILE/PENGOLAHAN DATA DENGAN FILE BERTIPE PRAKTIKUM 9 ORGANISASI FILE/PENGOLAHAN DATA DENGAN FILE BERTIPE 1. Judul Materi / Pokok Bahasan : Organisasi File/Pengolahan Data dengan File Bertipe 2. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat membuat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahasa tulis dan bahasa lisan. Variasi bahasa tulis tidak sedinamis variasi bahasa

BAB I PENDAHULUAN. bahasa tulis dan bahasa lisan. Variasi bahasa tulis tidak sedinamis variasi bahasa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa sebagai salah satu alat interaksi sosial. Terdapat dua bahasa yaitu bahasa tulis dan bahasa lisan. Variasi bahasa tulis tidak sedinamis variasi bahasa

Lebih terperinci

3.1 Aktif dalam Safe Mode

3.1 Aktif dalam Safe Mode Virus dan Safe Mode Safe mode? Ya Windows biasanya akan diperlengkapi dengan modus safe mode. Dimaksudkan agar pemakai dapat memperbaiki Windows jika terjadi suatu musibah. Windows safe mode sebetulnya

Lebih terperinci

KALIMAT DEKLARATIF (Minggu ke-1 dan 2)

KALIMAT DEKLARATIF (Minggu ke-1 dan 2) KALIMAT DEKLARATIF (Minggu ke-1 dan 2) 1 1 Kalimat Definisi 1.1 Kalimat dikatakan lengkap jika paling sedikit memuat subyek dan predikat. Contoh: 1. Toni makan L 2. Menulis buku TL 3. Setiap hari matahari

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN BAHASA C BAB II 2.1 STRUKTUR BAHASA C

PEMROGRAMAN BAHASA C BAB II 2.1 STRUKTUR BAHASA C 1 BAB II PEMROGRAMAN BAHASA C 2.1 STRUKTUR BAHASA C Program Bahasa C pada hakekatnya tersusun atas sejumlah blok fungsi., dan sebuah program minimal mengandung satu bentuk fungsi. Setiap fungsi dapat terdiri

Lebih terperinci

BAB 1 PENGENALAN BAHASA PROLOG

BAB 1 PENGENALAN BAHASA PROLOG 1.1 Pengenalan BAB 1 PENGENALAN BAHASA PROLOG Modul ini memberi penekanan kepada aspek pemprograman dengan menggunakan bahasa pemprograman Prolog. Disamping itu dalam modul ini juga akan dibahas tentang

Lebih terperinci

Konstruksi Dasar Algoritma

Konstruksi Dasar Algoritma Konstruksi Dasar Algoritma ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN [IF6110202] Yudha Saintika, S.T., M.T.I. Sub-Capaian Pembelajaran MK Pendahuluan Instruksi dan Aksi Algoritma merupakan deskripsi urutan pelaksanaan

Lebih terperinci

Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online

Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online http://www.membacacepat.com Modul 2 Bagian 2 Membaca Aktif dan Kritis Terima kasih Anda telah bergabung kembali bersama saya, Muhammad Noer dalam

Lebih terperinci

2.3 Algoritma Tidak Berhubungan dengan Bahasa Pemrograman Tertentu

2.3 Algoritma Tidak Berhubungan dengan Bahasa Pemrograman Tertentu DAFTAR ISI BAB 1 Pengantar Sistem Komputer Dan Pemrograman 1.1 Sistem Komputer 1.2 Program, Aplikasi, Pemrogram, dan Pemrograman 1.3 Kompiler dan Interpreter 1.4 Kesalahan Program BAB 2 Pengantar Algoritma

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti

Lebih terperinci

BAB I PENGENALAN BAHASA C

BAB I PENGENALAN BAHASA C DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I BAB I PENGENALAN BAHASA C IF Pendahuluan Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada

Lebih terperinci

MIND HACKING PERSUASION

MIND HACKING PERSUASION MIND HACKING PERSUASION 3 Langkah Sederhana Mempengaruhi Pikiran, Perasaan dan Perilaku Orang Lain Dalam 10 Detik (Atau Kurang) { BOOK 1 } Putu Yudiantara www.putuyudiantara.com DAFTAR ISI Pendahuluan

Lebih terperinci

Implementasi OOP Pada Perangkat Lunak Pemrograman

Implementasi OOP Pada Perangkat Lunak Pemrograman Silabus Pertemuan ke- Pokok Bahasan Keterangan 1 Pengenalan Dasar Pemrograman 2 Konsep Dasar Pemrograman 3 Tahapan Pembuatan Program 4 Elemen-Elemen Bahasa Pemrograman 5 Analisa Struktur Program 6 Analisa

Lebih terperinci

POLIS DAN HAK-HAK ASAS ANDA

POLIS DAN HAK-HAK ASAS ANDA 1. APABILA DIBERHENTIKAN POLIS POLIS DAN HAK-HAK ASAS ANDA 1.1 Sekiranya polis tersebut tidak memakai pakaian seragam Tanya beliau mengenai kad kuasa beliau 1.2 Kad Kuasa Polis Warna Merah: Anggota polis

Lebih terperinci

Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu menjelaskan teknik pemrograman menggunakan Modul.

Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu menjelaskan teknik pemrograman menggunakan Modul. Pertemuan 3 Waktu : 135 menit Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu menjelaskan teknik pemrograman menggunakan Modul. Substansi Materi : Modul Tabulasi Kegiatan Perkuliahan No Tahap Kegiatan Kegiatan Pengajar

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 (Nilai dan Urutan [Sequence]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai

Lebih terperinci

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S.

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S. ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika Dosen : Asep M. Yusuf, S.T UNIVERSITAS NASIONAL PASIM DAFTAR ISI A. Algoritma Percabangan...

Lebih terperinci

STMIK Banjarbaru LOGIKA PROPOSISIONAL. 9/24/2012 H. Fitriyadi & F. Soesianto

STMIK Banjarbaru LOGIKA PROPOSISIONAL. 9/24/2012 H. Fitriyadi & F. Soesianto 1 LOGIKA PROPOSISIONAL PENDAHULUAN STMIK Banjarbaru 2 Logika adalah pernyataan-pernyataan, yang berarti suatu kalimat yang memiliki arti tertentu dan memiliki nilai benar atau salah. Dilihat dari bentuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum merupakan hal penting dalam sistem pendidikan Indonesia. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan perkembangan

Lebih terperinci

PERTANYAAN UNTUK PAKAR: 1. APA SAJA MANFAAT JUS ALPUKAT UNTUK KESEHATAN? 2. SEBERAPA BESAR PENGARUH DARI JUS ALPUKAT UNTUK KESEHATAN?

PERTANYAAN UNTUK PAKAR: 1. APA SAJA MANFAAT JUS ALPUKAT UNTUK KESEHATAN? 2. SEBERAPA BESAR PENGARUH DARI JUS ALPUKAT UNTUK KESEHATAN? Eps 9 SEGMENT 1 HOST OPENING: SELAMAT SIANG PEMIRSA/ APA KABAR? SAYA HADIR KEMBALI DI HADAPAN ANDA DENGAN SEJUMLAH INFORMASI MENARIK UNTUK ANDA SIMAK/ TENTUNYA SEPUTAR DUNIA PEREMPUAN// MENJADI SEHAT PASTINYA

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PROGRAM BAHASA C

KONSEP DASAR PROGRAM BAHASA C KONSEP DASAR PROGRAM BAHASA C AGENDA Pengantar Kelebihan Kekurangan Penulisan Program Bahasa C Fungsi Penyusun Pengantar (1) Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL (Basic Combine Programming

Lebih terperinci

Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST

Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Tujuan Menjelaskan system komputer unit masukkan/keluaran

Lebih terperinci

Masmimar Mangiang, Dasar-dasar Penulisan materi kuliah Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Indonesia

Masmimar Mangiang, Dasar-dasar Penulisan materi kuliah Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Indonesia Menulis adalah merekonstruksi fakta, dan alat untuk merekonstruksi itu adalah bahasa. Kata atau pilihan kata menjadi sangat menentukan dalam hal mengungkapkan makna atau pengertian yang hendak kita nyatakan

Lebih terperinci

Pentingnya Android Device Manager Bagi Pengguna Smartphone Android

Pentingnya Android Device Manager Bagi Pengguna Smartphone Android Pentingnya Android Device Manager Bagi Pengguna Smartphone Android Fahmi Muhammad [email protected] :: Abstrak Banyak orang saat ini sudah bahkan hampir semua orang menggunakan hp smartphone

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal,

BAB II LANDASAN TEORI. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Membaca Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual,

Lebih terperinci

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Kerugian adalah hal yang pasti pernah dialami oleh trader manapun, bahkan sejago apapun pasti pernah merasakan kerugian satu-dua kali. Baik itu trader pemula maupun yang

Lebih terperinci

BAB II PERKAWINAN DAN PUTUSNYA PERKAWINAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

BAB II PERKAWINAN DAN PUTUSNYA PERKAWINAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN BAB II PERKAWINAN DAN PUTUSNYA PERKAWINAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN 2.1 Pengertian Perkawinan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kecerdasan buatan merupakan sub-bidang ilmu komputer yang khusus ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi

Lebih terperinci

Penggunaan bahasa. Tujuan pembelajaran:

Penggunaan bahasa. Tujuan pembelajaran: Penggunaan bahasa Tujuan pembelajaran: "Penggunaan bahasa" fokus pada bagaimana sebuah pengertian dari fungsi-fungsi bahasa itu penting dalam logika. Bahasa adalah sebuah alat yang kompleks, dan sebagai

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-3 (Tipe Data dan Nama) 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Tipe Dasar Tipe Bentukan Nama 2 Pendahuluan Tipe adalah pola representasi data dalam komputer Tipe data dapat dikelompokkan

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN DASAR ( PASCAL ) PERTEMUAN I

PEMROGRAMAN DASAR ( PASCAL ) PERTEMUAN I PEMROGRAMAN DASAR ( PASCAL ) PERTEMUAN I I. Pengertian Algoritma Algorithm sebenarnya berasal dari kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka Arab. Perencanaan dan perancangan program komputer

Lebih terperinci

INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN

INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN Pendahuluan Inferensi adalah suatu program komputer yang merupakan suatu algoritma yang mengontrol beberapa proses penalaran dan

Lebih terperinci

1. Bagaimana Mordekhai dan orang-orang Yahudi menerima berita itu?

1. Bagaimana Mordekhai dan orang-orang Yahudi menerima berita itu? Ester Bagian ke-2 Pengantar Dalam bagian pertama dari pelajaran ini, kita telah belajar bagaimana Ester menjadi ratu dari penguasa tertinggi pada jaman ini dan bagaimana perbuatan satu orang jahat hampir

Lebih terperinci

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Struktur Data Struktur dan Data Struktur suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan Data suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode

Lebih terperinci

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PEMROGRAMAN LOGIK

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PEMROGRAMAN LOGIK ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PEMROGRAMAN LOGIK Indah Wahyuni PARADIGMA-PARADIGMA PEMROGRAMAN Bahasa pemrograman (programming language): notasi yang dipakai untuk menentukan, mengorganisasi, dan melakukan penalaran

Lebih terperinci

BAHASA KOMPUTER. Komunikasi antara manusia dengan komputer (HUMAN COMPUTER INTERACTION HCI)

BAHASA KOMPUTER. Komunikasi antara manusia dengan komputer (HUMAN COMPUTER INTERACTION HCI) BAHASA KOMPUTER Komunikasi antara manusia dengan komputer (HUMAN COMPUTER INTERACTION HCI) Bahasa Sebagai Media Komunikasi Manusia dapat melakukan tugas dari manusia lain dengan perantara bahasa. Hewan

Lebih terperinci

Bahasa Pemrograman :: Pemrograman List

Bahasa Pemrograman :: Pemrograman List Bahasa Pemrograman :: Pemrograman Julio Adisantoso ILKOM IPB 2 Maret 2011 Scheme dituliskan dengan menggunakan notasi Cambridge-prefix. Seluruh instruksi dalam Scheme membentuk pola list, dimana data dan

Lebih terperinci

ALGORITMA PEMOGRAMAN SEMESTER GENAP 2017/2018

ALGORITMA PEMOGRAMAN SEMESTER GENAP 2017/2018 ALGORITMA PEMOGRAMAN SEMESTER GENAP 2017/2018 INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA 2018 MODUL 2 Petunjuk Praktikum Modul ini dilaksanakan dalam 1 (satu) sesi praktikum. Tiap sesi praktikum dilaksanakan dalam 3

Lebih terperinci

PENGENALAN C++ Bab 1

PENGENALAN C++ Bab 1 PENGENALAN C++ Bab 1 1.1 SEJARAH C++ Bahasa C++ diciptakan oleh Bjarne Stroustrup di AT&T Bell Laboratories awal tahun 1980-an berdasarkan C ANSI (American National Standard Institute). Pertama kali, prototype

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN Kegiatan PPL dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gamping, kelurahan Banyuraden, kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan PPL dimaksudkan agar

Lebih terperinci

Penjadwalan Proses. Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut : Proses yang harus berjalan. Kapan dan selama berapa lama proses berjalan

Penjadwalan Proses. Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut : Proses yang harus berjalan. Kapan dan selama berapa lama proses berjalan Penjadwalan Proses Deskripsi Penjadwalan Proses Kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan bertugas memutuskan

Lebih terperinci

BAB 4 ALJABAR RELASIONAL

BAB 4 ALJABAR RELASIONAL BAB 4 ALJABAR RELASIONAL Bahasa Query Relasional (Relational Query Language) Bahasa Query : memungkinkan manipulasi dan pemanggilan data dari suatu basis data. Model Relasional mendukung kesederhanaan,

Lebih terperinci

LAB SHEET PRAKTIK PEMROGRAMAN KOMPUTER

LAB SHEET PRAKTIK PEMROGRAMAN KOMPUTER No. LST/TE/EKA5221/02 Revisi: 00 Tgl: September 2015 Page 1 of 6 1. Kompetensi Dengan mengikuti perkuliahan praktek, diharapkan mahasiswa memiliki sikap tanggung jawab, mandiri dan dapat berinteraksi dengan

Lebih terperinci

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PRAGMATIK

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PRAGMATIK ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PRAGMATIK Indah Wahyuni PENDAHULUAN Pragmatic sebuah bahasa pemrograman berhubungan dengan : Kemudahan Implementasi Efisiensi dari suatu Aplikasi Metodologi Pemrograman Contoh

Lebih terperinci

BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR

BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR Setelah selesai pembahasan pada bab ini, diharapkan Anda dapat : Mengenal dan dapat menggunakan tipe data Mengenal dan menggunakan variable Mengenal dan menggunakan

Lebih terperinci

Algoritma Dan Pemrograman. Pengampu : Muhammad Zidny Naf an, Lc., S.Kom., M.Kom

Algoritma Dan Pemrograman. Pengampu : Muhammad Zidny Naf an, Lc., S.Kom., M.Kom Algoritma Dan Pemrograman Pengampu : Muhammad Zidny Naf an, Lc., S.Kom., M.Kom Algoritma Dan Pemrograman Algoritma adalah jantung ilmu komputer dan informatika. Banyak cabang dari ilmu komputer yang diacu

Lebih terperinci

KONTRAK PERKULIAHAN BAHASA PEMROGRAMAN KOM204

KONTRAK PERKULIAHAN BAHASA PEMROGRAMAN KOM204 KONTRAK PERKULIAHAN BAHASA PEMROGRAMAN KOM204 PROGRAM STUDI SARJANA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER INSTITUT PERTANIAN BOGOR SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah : BAHASA

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah : Kecerdasan Buatan Kode Mata Kuliah : TI 037 Bobot Kredit : 3 SKS Semester Penempatan : VI Kedudukan Mata Kuliah : Mata Kuliah Keahlian Berkarya Mata Kuliah

Lebih terperinci

Review : Sifat Implementasi Linear List dengan Array

Review : Sifat Implementasi Linear List dengan Array Pertemuan 10 Linked List Disusun oleh : PH. Prima Rosa, S.Si., M.Sc. Sri Hartati Wijono, S.Si. 2003/2004 Pert. 10 Struktur Data - FMIPA USD - 2003 Hal. 1 Review : Sifat Implementasi Linear List dengan

Lebih terperinci

FORWARD & BACKWARD CHAINING SISTEM PAKAR

FORWARD & BACKWARD CHAINING SISTEM PAKAR FORWARD & BACKWARD CHAINING SISTEM PAKAR Inferensi Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia Merupakan proses untuk menghasilkan informasi

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) :: NoorIfada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 1 Pendahuluan Algoritma

Lebih terperinci

Universitas Komputer Indonesia. Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S.

Universitas Komputer Indonesia. Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S. 3.1. Statement Aspek awal yang perlu anda ketahui dalam bahasa pemograman adalah Reserved Word dan statement. Reserved word harus kita kenal bahkan harus dihapalkan, layaknya menghapal kata-kata baru apabila

Lebih terperinci

Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-3

Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-3 Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-3 Pengantar Dalam dua bagian pertama pelajaran ini, kita telah belajar pentingnya menerima Roh Kudus, membaca Alkitab, dan berkembang di mana kita ditanamkan. Dalam

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data I Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

Algoritma dan Struktur Data I Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Runtunan Algoritma dan Struktur Data I Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom Runtunan terdiri dari satu atau lebih pernyataan Tiap pernyataan dikerjakan secara berurutan sesuai urutannya Urutan instruksi menentukan

Lebih terperinci

Cara Melaksanakan. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Cara Melaksanakan. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana siap mental bagi siswa serta menarik perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang

Lebih terperinci

Arkavi vs Raja Setan

Arkavi vs Raja Setan Arkavi vs Raja Setan Kerajaan Arkavidia dalam bahaya! Putri Arkavidia diculik oleh Raja Setan dan dibawanya ke goa tempatnya bersembunyi. Goa tersebut benar-benar membingungkan sehingga orang yang sembarangan

Lebih terperinci