BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Iwan Budiono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Beberapa penelitian tentang pengendalian motor DC sebelumnya telah banyak dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pada penelitian (Putra, 2013) dijelaskan tentang bagaimana merancang sistem rotary parking dengan sistem elektriknya menggunakan modul Arduino Mega 2560 dengan bahasa pemrograman Arduino. Pada penelitian tersebut dilakukan penelitian dengan mengatur posisi motor DC dan posisi garasi berdasarkan kontrol PID agar sesuai dengan posisi tujuan. Bentuk dari model dari rotary parking dapat dilihat pada Gambar 2-1. Gambar 2-1 Skema rotary parking tampak depan (Putra, 2013). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Putra, diperoleh parameter kontroler PID dengan menggunakan metode kedua dari teori Ziegler-Nichols yaitu Kp = 4.8, Ki = 8,9, Kd = 0,64 dan toleransi error sebesar 2% - 10%. Hasil pengujian terhadap aplikasi kontroler PID ini menunjukkan bahwa respons sistem untuk tiap sudut mempunyai error steady state (ess) sebesar 0-0,146%. Sedangkan ts sudut 60 =1,169 detik (s), sudut 120 = 2,2415 detik (s), sudut 180 = 3,507 detik (s), sudut 240 = 4,342 detik (s), dan sudut 300 = 5,331 detik (s). Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kontroler PID menghasilkan respons sesuai yang direncanakan dan dapat diaplikasikan pada rotary parking untuk mencapai posisi yang dituju. Penelitian lain (Faekar, 2015) melakukan perancangan dan implementasi sistem kendali posisi untuk mereduksi ayunan pada simulator rotary crane 5
2 menggunakan Arduino berbasis PC. Pada penelitian tersebut dijelaskan bagaimana membuat simulator crane dan merancang sistem kendali untuk mereduksi ayunan yang diijinkan sebesar 5 saat simulator tower crane beroperasi dengan menggunakan kontroler PID dengan metode Ziegler-Nichols 2, dan trial and error. Pada penelitian juga digunakan software Matlab Simulink dan Arduino Mega 2560 R3 sebagai perangkat pemrosesnya. Pada Gambar 2-2 berikut adalah bentuk dari perangkat keras simulator yang dibuat. Gambar 2-2 Simulator tower crane (Faekar, 2015). Pada penelitian tersebut dihasilkan perhitungan kontroler PID pada setiap metode. Metode Ziegler-Nichols 2 didapat nilai Kp=56,4, Ki=829,41, dan Kd=0,095 dengan percent overshoot tanpa kendali ayun sekitar 15,11 %, settling time 3,99 detik, ayunan maksimum yang terjadi 15,75. Sedangkan untuk percent overshoot dengan kendali ayun sekitar 34,31, settling time 8,94 detik, ayunan maksimum yang terjadi 2,92. Pada metode trial and error nilai Kp=30, Ki=100, Kd=5, percent overshoot tanpa kendali ayun 14,72 %, settling time 4,82 detik, ayunan maksimum 18,45, sedangkan untuk percent overshoot dengan kendali ayun 13,06 %, settling time 18,95 detik, ayunan maksimum 3,60. Kedua metode ini yang mampu mereduksi ayunan beban tidak lebih dari 5 dimana metode Ziegler-Nichols 2 mampu mengurangi ayunan beban hingga 2,92 sedangkan dengan metode trial and error yang hanya mampu mencapai 3,60. Penelitian lain yang terkait dengan sistem kendali crane juga sudah dilakukan untuk menghilangkan ayunan yang berlebih saat crane beroperasi. Teknik feed forward input shaping digunakan untuk mereduksi sisa ayunan (Singhose, Porter, & Seering, 1997). Teknik input shaping juga digunakan pada automatic overhead crane untuk menghilangkan ayunan yang terjadi (Garrido, Abderrahim, Gimenez, & Balaguer, 2008). Sisa ayunan yang terjadi dihilangkan 6
3 dengan cara mentransformasi step input menjadi sinyal masukan yang memiliki kurva akselerasi yang terbentuk dari serangkain impuls yang muncul. Berdasarkan penelitian sebelumnya, maka untuk penelitian selanjutnya yang akan dilakukan menggunakan motor DC mabuchi rs-385ph with encoder 448 AB phase sebagai aktuator, Autonics incremental rotary encoder sebagai sensor, Adafruit motor shield v1 sebagai driver. Kemudian untuk sistem kendali dan kontroler yang digunakan adalah kendali posisi linier simulator troli guna mereduksi posisi ayunan. Metode kontroler PID yang digunakan ada 2, yaitu metode Ziegler-Nichols 2 dan metode trial and error. Perangkat lunak yang digunakan adalah Arduino IDE, Matlab Simulink R2014a, dan Arduino Mega 2560 R Dasar Teori Motor DC Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik digunakan untuk, misalnya memutar baling-baling kipas angin, memutar impeller pompa, dan lain sebagainya. Motor listrik digunakan pada rumah tangga (contoh: kipas angin, bor listik, dan pompa air) dan pada dunia industri. Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan pada motor DC disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen. Gambar 2-3 menunjukan ilustrasi motor DC sederhana. 7
4 Gambar 2-3 Motor DC sederhana (biondiocta, 2012) PWM (Pulse Widht Modulation) PWM (Pulse width Modulation), adalah sebuah metode untuk pengaturan kecepatan perputaran, dalam hal ini adalah motor DC. PWM dapat dihasilkan oleh empat metode, yaitu analog, digital, IC diskrit, dan mikrokontroler. Metode PWM dikerjakan oleh mikrokontroler. Metode ini akan mengatur lebar atau sempitnya periode pulsa aktif yang dikirimkan oleh mikrokontroler ke driver motor. Pada pengaturan kecepatan motor, nilai PWM mulai dari Secara analog besaran PWM dihitung dalam persentase, nilai ini didapat dari perbandingan: T high / (T high + T low )*100%. Dimana T adalah periode atau waktu tempuh untuk sebuah pulsa, yang terbagi menjadi bagian puncak positif (T high) dan puncak negatif (T low). Gambar 2-4 Ilustrasi PWM. Semakin rapat periode antar pulsa, maka frekuensi yang dihasilkan akan semakin tinggi, ini berarti kecepatan akan bertambah. Semakin lebar jarak antar pulsa, maka frekuensi semakin rendah berarti kecepatan berkurang atau menurun. 8
5 2.2.3 Catu Daya Catu daya adalah sebuah peralatan penyedia tegangan atau sumber daya untuk peralatan elektronika dengan prinsip mengubah tegangan listrik yang tersedia dari jaringan distribusi transmisi ke level yang diinginkan sehingga berimplikasi pada pengubahan daya listrik. Dalam sistem pengubah daya, terdapat empat jenis proses yang telah dikenal yaitu sistem pengubah daya AC ke DC, DC ke DC, DC ke AC, dan AC ke AC. Masing-masing sistem pengubahan memiliki keunikan aplikasi tersendiri, tetapi ada dua yang implementasinya kemudian berkembang pesat dan luas yaitu sistem pengubahan AC ke DC (DC power supply) dan DC ke DC (DC-DC converter) Rotary Encoder Rotary inremental encoder adalah alat elektromekanik yang berfungsi membaca dan memonitor gerakan atau posisi benda yang berputar. Pada rotary incremental encoder biasanya terdapat sensor optik yaitu optocoupler yang berfungsi membaca jumlah pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi maupun arah yang kemudian diolah menjadi informasi kode digital dan dikirimkan atau diteruskan ke rangkaian kendali. Rotary incremental encoder tersusun dari suatu piringan tipis yang memiliki lubang-lubang pada bagian lingkaran piringan. LED ditempatkan di salah satu sisi piringan yang kemudian cahaya akan menuju ke piringan, disisi lainnya terdapat photo-transistor sehingga photo-transitor ini dapat mendeteksi cahaya yang ada dipancarkan oleh LED. Piringan tipis kemudian dihubungkan dengan poros motor, atau perangkat berputar lainnya yang ingin kita ketahui posisinya, sehingga ketika motor berputar piringan juga akan ikut berputar. Apabila posisi piringan mengakibatkan cahaya dari LED dapat mencapai photo-transistor melalui lubang-lubang yang ada, maka photo-transistor akan mengalami saturasi dan akan menghasilkan suatu pulsa gelombang persegi. Gambar 2-5 menunjukkan bagan skematik sederhana dari rotary incremental encoder. Semakin banyak deretan pulsa yang dihasilkan pada satu putaran menentukan akurasi rotary incremental encoder tersebut. 9
6 Gambar 2-5 Incremental rotary encoder (Rotary Encoders Information, 2016) Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu chip berupa IC (Integrated Circuit) yang dapat menerima sinyal input, mengolahnya dan memberikan sinyal output sesuai dengan program yang diisikan ke dalamnya. Sinyal input mikrokontroler berasal dari sensor yang merupakan informasi dari lingkungan sedangkan sinyal output ditujukan kepada aktuator yang dapat memberikan efek ke lingkungan. Jadi secara sederhana mikrokontroler dapat diibaratkan sebagai otak dari suatu perangkat/produk yang mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mikrokontroler pada dasarnya adalah komputer dalam satu chip, yang didalamnya terdapat perangkat mikroprosesor, memori, jalur input/output, (I/O) dan perangkat pelengkap lainnya. Kecepatan mikrokontroler pada umumnya berkisar antara 1-16 Mhz, begitu juga kapasitas RAM dan ROM hanya berkisar pada orde byte/kbyte. Mikrokonktroler juga digunakan dalam produk dan alat yang dikendalikan secara automatis, seperti sistem kontrol mesin, remote controls, mesin kantor, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan. Bentuk dari mikrokontroler dapat dilihat pada gambar 2-6 dibawah ini. 10
7 Gambar 2-6 Bentuk dari mikrokontroler (Immersa Lab, 2016) Gambar 2-7 Komponen dari suatu mikrokontroler (Budiman, 2013). Pada Gambar 2-7 diatas menunjukan komponen-komponen dari suatu mikrokontroler yang mempunyai fasilitas lengkap beserta peranti eksternal yang biasanya dihubungkan ke/dari mikrokontroler. Tidak semua mikrokontroler mempunyai semua komponen tersebut, misalnya converter A/D dan D/A hanya terdapat pada beberapa jenis mikrokontroler tertentu Arduino Untuk memahami Arduino, terlebih dahulu kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan physical computing. Physical computing adalah membuat sebuah sistem atau perangkat fisik dengan menggunakan software dan hardware yang sifatnya interaktif yaitu dapat menerima rangsangan dari lingkungan dan merespons balik. Physical computing adalah sebuah konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang sifat alaminya adalah analog dengan dunia digital. Pada prakteknya konsep ini diaplikasikan dalam desain-desain alat yang menggunakan sensor dan mikrokontroler untuk menerjemahkan input analog ke dalam sistem software 11
8 untuk mengontrol gerakan alat elektromekanik seperti lampu, motor, dan sebagainya. Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembang, tetapi ia adalah kombinasi dari hardware, bahasa pemograman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih. IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory mikrokontroler. Ada banyak projek dan alat-alat dikembangkan oleh akademis dan professional dengan menggunakan Arduino, selain itu juga banyak modul-modul pendukung (sensor, tampilan, penggerak dan sebagainya) yang dibuat oleh pihak lain untuk bisa disambungkan dengan Arduino. Arduino dikembangkan oleh sebuah tim yang beranggotakan orangorang dari belahanan dunia. Anggota inti dari tim ini adalah Massimo Banzi (Italy), David Cuartielles Malmoe (Sweden), Tom Igoe (NY, US), Gianluca Martino Torino (Italy), dan David A. Mellis Boston (MA, USA) (Tim Arduino, 2016). Secara umum Arduino terdiri dari 2 bagian, yaitu : 1. Hardware : papan input/output (I/O) 2. Software : software Arduino meliputi IDE untuk menulis program, driver untuk koneksi dengan komputer, contoh program dan library untuk pengembangan program. Bentuk dari salah satu jenis perangkat Arduino tersebut dapat kita lihat pada Gambar 2-8. Gambar 2-8 Salah satu jenis papan Arduino (geeetech.com, 2014). 12
9 Komponen utama didalam papan Arduino adalah sebuah mikrokontroler 8 bit dengan merk Atmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation. Berbagai papan Arduino menggunakan tipe Atmega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya, sebagai contoh Arduino Uno menggunakan Atmega 328 sedangkan Arduino Mega 2560 yang lebih canggih menggunakan Atmega Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat didalam sebuah mikrokontroler, pada Gambar 2-9 berikut ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari mikrokontroler Atmega328 (dipakai pada Arduino Uno). Gambar 2-9 Diagram blok sederhana Arduino Uno Blok-blok diatas dijelaskan sebagai berikut : 1. UART (Universal Asynchronous Receive-Transmitter) adalah antar muka yang digunakan untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS KB RAM pada memori kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakan oleh variabel-variabel didalam program KB RAM flash memory bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan program yang dimuat dari computer. Selain program, flash memory juga menyimpan bootloader. Bootloader adalah program inisiasi yang ukurannya kecil, dijalankan oleh CPU saat daya dihidupkan. Setelah bootloader selesai dijalankan, berikutnya program dalam RAM akan dieksekusi. 13
10 4. 1KB EEPROM bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan data yang tidak boleh hilang saat daya dimatikan. 5. CPU (Central Processing Unit), bagian dari mikrokontroler untuk menjalankan setiap instruksi dari program. Port (I/O) Input/Output, pin-pin untuk menerima data (input) digital atau analog, dan mengeluarkan data (output) digital atau analog Komponen Dasar Sistem Kendali Komponen dasar sistem kendali adalah sebagai berikut : 1. Masukan (Input) 2. Sistem kontrol 3. Hasil atau keluaran (Output) Hubungan dasar antara ketiga komponen ini diterangkan pada gambar Masukan (input) adalah rangsangan dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem kendali untuk memperoleh tanggapan tertentu dari sistem, dan hasilnya disebut keluaran (output) atau variabel yang dikendalikan. Secara umum, tujuan sistem kendali adalah untuk mengendalikan keluaran dengan berbagai masukan tertentu melalui unsur-unsur sistem kendali. Gambar 2-10 Komponen dasar sistem kendali Sistem Kendali Open Loop Sistem kendali open loop adalah sistem kendali yang sinyal keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengendaliannya (Ogata, 2002). Dalam hal ini sinyal keluaran tidak diukur atau di umpan balikkan untuk dibandingkan dengan sinyal masukannya. Gambar 2-11 menunjukan hubungan dari masukan dan keluaran suatu sistem kendali open loop. Sebuah contoh praktis adalah memanggang/pemanas roti atau toaster. Prinsip kerja dari toaster hanya memanaskan roti yang dimasukan yang berperan 14
11 sebagai input. Input pada toaster merupakan waktu berapa lama roti dipanaskan. Setelah waktu diatur, roti tersebut akan dipanaskan selama waktu yang ditentukan dengan panas yang tetap. Toaster tidak memberikan pilihan beberapa tingkat kematangan roti akan keluar setelah dipanaskan melainkan hanya bekerja memanaskan roti dengan panas yang tetap pada waktu yang telah ditentukan. Gambar 2-11 Diagram blok sistem kendali open loop Jadi pada sistem kendali open loop, keluaran tidak dibandingkan dengan masukan acuannya. Oleh sebab itu, untuk setiap masukan acuan terdapat suatu kondisi operasi yang tetap. Perlu diketahui bahwa sistem kendali open loop harus dikalibrasi dengan hati-hati, agar ketelitian sistem tetap terjaga dan berfungsi dengan baik. Dengan adanya gangguan, sistem kendali open loop tidak dapat bekerja seperti yang diharapkan. Sistem kendali open loop dapat digunakan dalam praktek hanya jika hubungan masukan dan keluaran diketahui dan jika tidak terdapat gangguan internal maupun gangguan eksternal. Dengan demikian jelas bahwa sistem semacam ini bukan sistem kendali berumpan-balik. Demikian pula bahwa setiap sistem kendali yang bekerja berdasar basis waktu adalah sistem kendali open loop Sistem Kendali Closed Loop Sistem kendali closed loop adalah sistem kendali yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi pengendaliannya. Dengan kata lain sistem kendali closed loop adalah sistem kendali berumpan-balik. Sinyal kesalahan (error), yang merupakan selisih antara sinyal masukan (+) dan sinyal umpan-balik (-), diumpankan ke elemen kendali untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan. Hal ini berarti bahwa pemakaian aksi umpan-balik pada sistem kendali closed loop bertujuan untuk memperkecil kesalahan sistem. Diagram blok sistem kendali closed loop dapat dilihat dari Gambar
12 Gambar 2-12 Diagram blok sistem kendali closed loop Berikut ini adalah uraian mengenai fungsi-fungsi elemen di atas : 1. Elemen Pembanding berfungsi untuk membandingkan nilai yang dikehendaki (setpoint/posisi target) dari variabel yang sedang dikontrol dengan nilai terukur yang diperoleh dan menghasilkan sebuah sinyal error. Sinyal error merupakan hasil dari sinyal dengan nilai yang dikehendaki (setpoint/posisi target) dikurangi dengan nilai aktual yang terukur. 2. Kontroler Pengendali Elemen kontroler pengendali menentukan aksi atau tindakan apa yang akan diambil bila diterima sebuah sinyal error. Kontrol akan mengarahkan/mengatur sistem untuk menghilangkan sinyal error. 3. Plant/Proses Plant/Proses adalah sebuah variabel atau objek yang dikontrol. 4. Sensor Elemen sensor dimaksudkan untuk dapat menghasilkan sebuah sinyal yang berhubungan dengan kondisi variabel dari proses yang sedang dikontrol Kontrol PID (Proportional, Integrative, Derivative) Komponen dasar pembentuk kontroler PID adalah Proporsional, Integral, dan derivative. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula pada suatu sistem (Wescott, 2000). Gambar 2-13 menunjukan diagram blok PID dalam suatu sistem kendali. Persamaan sinyal keluaran kontroler PID dapat dituliskan sebagai berikut : 16
13 U(t) = K p e(t) + K i t e 0 (t)dt + K d de(t) dt Transformasi Laplace digunakan untuk menghasilkan fungsi alih : (2-1) U(s) = (K p + K i s + K ds) E(s) (2-2) Dimana : U(s) = Sinyal keluaran K p = Konstanta proporsional K i K d = Konstanta integral = Konstanta derivatif e(t) = Sinyal error Gambar 2-13 Diagram blok kendali PID Seperti dalam penjelasan kontrol PID terbagi atas 3 komponen utama yaitu : 1. Kontrol Proporsional Kontrol proporsional berfungsi sebagai gain (penguat) output agar responsnya mendekati nilai input, P juga memelihara sistem untuk selalu dalam keadaan stabil. 2. Kontrol Integrative Kontrol integral berfungsi memaksa sistem untuk tetap berada pada steady state dan juga mengurangi error atau kesalahan. Integral memperkokoh sistem terhadap gangguan. 3. Kontrol Derivative Kontrol derivatif berfungsi menambah nilai zerro sehingga parameter ini mempercepat respons. Selain itu juga mengurangi osilasi akibat dari gain. 17
14 Metode Ziegler-Nichols 2 Pada metode Ziegler-Nichols penalaan parameter kontrol PID didasarkan pada respons fungsi tangga satuan eksperimental atau pada nilai K p yang menghasilkan kestabilan marginal dengan hanya menggunakan tindakan kontrol proporsional. Aturan-aturan pada metode Ziegler-Nichols berdasarkan pada karakteristik respons transien suatu sistem yang diketahui. Metode ini ditujukan dalam pencapaian 25% lonjakan maksimum dalam respons step. Seperti pada gambar 2-14 dibawah ini. Gambar 2-14 Kurva respons tangga satuan memperlihatkan 25% lonjakan maksimum. Metode osilasi ini didasarkan pada reaksi sistem closed loop. Plant disusun serial dengan kontroler PID. Semula parameter-parameter integrator disetel tak berhingga dan parameter diferensial disetel nol (Ti = ~ ; Td = 0). Parameter proporsional kemudian dinaikkan bertahap. Mulai dari nol sampai mencapai nilai yang mengakibatkan reaksi sistem berosilasi secara berkesinambungan. Reaksi sistem harus berosilasi dengan magnitude tetap (sustain oscillation). Gambar 2-15 menunjukkan rangkaian sistem closed loop pada metode osilasi. Gambar 2-15 Sistem kendali closed loop dengan kontrol proporsional Nilai penguatan proporsional pada saat sistem mencapai kondisi sustain oscillation disebut ultimate gain atau penguatan kritis (Kcr). Periode dari sustained oscillation disebut ultimate period atau periode (Pcr). Gambar 2-16 menggambarkan kurva reaksi sistem closed loop ketika berosilasi. 18
15 Gambar 2-16 Osilasi berkesinambungan dari periode P cr. Ziegler dan Nichols menyarankan penyetelan nilai parameter Kp, Ti, dan Td berdasarkan rumus yang diperlihatkan pada Tabel 2-2. Tabel 2-2 Aturan penalaan Ziegler-nichols didasarkan pada penguatan K cr dan Periode P cr kritis (Ogata, 2002). Tipe kontroler Kp Ti Td P 0,5 K Cr 0 PI 0,45 K Cr 1 1,2 P Cr 0 PID 0,6 K cr 0,5 P Cr 0,125 P Cr Untuk mencari nilai Ki dan Kd menggunakan persamaan 2-3 dan 2-4. K i = K p T i (2-3) K d = K p T d (2-4) Karakteristik Respons Sistem Salah satu teknik untuk mengetahui karakteristik sistem adalah dengan memberinya sinyal uji sebagai input dan mengamati sinyal output/keluaran atau respons alihnya (transien). Respons tersebut dapat ditunjukan pada gambar
16 Gambar 2-17 Respons transien sistem pengendalian. Berikut keterangan karakteristik respons transien yang terdapat pada Gambar Delay time, td : waktu tunda, ukuran waktu yang menyatakan faktor keterlambatan respons output terhadap input. Diukur mulai, t = 0 sampai dengan respons mencapai 50% dari respons steady state. 2. Risetime, tr : Waktu naik, ukuran waktu yang diukur mulai dari respons t = 0 sampai dengan respons memotong sumbu steady state yang pertama. 3. Peak time, tp : Waktu puncak, ukuran waktu yang diperlukan respons mulai dari t = 0 hingga mencapai puncak pertama overshoot. 4. Maximum overshoot, Mp : Respons lonjakan maksimum/nilai relatif yang menyatakan perbandingan harga maksimum respons yang melampaui harga steady state dibanding dengan nilai steady state. 5. Settling time, ts: Waktu tunak, ukuran waktu yang menyatakan respons telah masuk ±5%, ±2%, atau ±0,5% dari keadaan steady state Crane Crane dikategorikan sebagai mesin yang dipergunakan untuk mengangkat beban, memindahkan secara horisontal dan menurunkan ketempat yang dituju dengan jangkauan terbatas. Crane digunakan dalam pekerjaan transportasi, industri, dan konstruksi. Dalam bidang transportasi crane digunakan untuk bongkar muat barang (loading and unloading) di pelabuhan, ataupun terminal 20
17 kontainer. Agar lebih jelasnya bagian-bagian crane dapat dilihat pada gambar Bagian-bagian crane dan fungsinya, antara lain : 1. Pemberat penyeimbang Untuk menyeimbangkan lengan crane (jib) ketika mengangkat beban. 2. Jib Lengan panjang yang mampu berputar 360 derajat secara horisontal. 3. Ruang Operator Tempat pengendali/kontrol crane yang dikendalikan oleh operator. 4. Katrol troli Tempat beradanya kabel yang terhubung dengan blok pengangkat dan pengait untuk mengangkat beban yang mampu bergerak secara linier. 5. Lintasan crane Tempat berjalannya katrol troli secara linier. Gambar 2-18 Bagian-bagian crane (Morrow Company Store, 2016). 21
andri_mz Pengenalan Arduino Copyright Andri Marzuki Pengenalan Arduino
Pengenalan Arduino Untuk memahami Arduino, terlebih dahulu kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan physical computing. Physical computing adalah membuat sebuah system atau perangkat
UJI PERFORMANSI PADA SISTEM KONTROL LEVEL AIR DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN KONTROLER PID
UJI PERFORMANSI PADA SISTEM KONTROL LEVEL AIR DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN KONTROLER PID Joko Prasetyo, Purwanto, Rahmadwati. Abstrak Pompa air di dunia industri sudah umum digunakan sebagai aktuator
SISTEM PENGATURAN POSISI SUDUT PUTAR MOTOR DC PADA MODEL ROTARY PARKING MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO MEGA 2560
1 SISTEM PENGATURAN POSISI SUDUT PUTAR MOTOR DC PADA MODEL ROTARY PARKING MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Adityan Ilmawan Putra, Pembimbing 1: Purwanto, Pembimbing 2: Bambang Siswojo.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Mikrokontroller AVR Mikrokontroller adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan serta keluaran serta dapat di read dan write dengan cara khusus. Mikrokontroller
IV. PERANCANGAN SISTEM
SISTEM PENGATURAN KECEPATAN PUTARAN MOTOR PADA MESIN PEMUTAR GERABAH MENGGUNAKAN KONTROLER PROPORSIONAL INTEGRAL DEFERENSIAL (PID) BERBASIS MIKROKONTROLER Oleh: Pribadhi Hidayat Sastro. NIM 8163373 Jurusan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perancangan Perangkat Keras
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Perancangan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai hasil perancangan meliputi hasil perancangan perangkat keras dan perancangan sistem kendali. 4.1.1 Hasil Perancangan
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC pada Alat Ektraktor Madu Menggunakan Kontroler PID
1 Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC pada Alat Ektraktor Madu Menggunakan Kontroler PID Rievqi Alghoffary, Pembimbing 1: Purwanto, Pembimbing 2: Bambang siswoyo. Abstrak Pengontrolan kecepatan pada alat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori dasar yang digunakan untuk pembuatan pintu gerbang otomatis berbasis Arduino yang dapat dikontrol melalui komunikasi Transifer dan Receiver
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC pada Alat Pengaduk Adonan Dodol Menggunakan Kontroler PID
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC pada Alat Pengaduk Adonan Dodol Menggunakan Kontroler PID Arga Rifky Nugraha, Pembimbing 1: Rahmadwati, Pembimbing 2: Retnowati. 1 Abstrak Pengontrolan kecepatan pada
Perancangan Alat Fermentasi Kakao Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno
1 Perancangan Alat Fermentasi Kakao Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Anggara Truna Negara, Pembimbing 1: Retnowati, Pembimbing 2: Rahmadwati. Abstrak Perancangan alat fermentasi kakao otomatis
Kendali Perancangan Kontroler PID dengan Metode Root Locus Mencari PD Kontroler Mencari PI dan PID kontroler...
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING... i LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI... ii HALAMAN PERSEMBAHAN... iii HALAMAN MOTTO... iv KATA PENGANTAR... v ABSTRAK... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL...
Eka Mandayatma *a), Fahmawati Hamida a), Hanifa Hasna Fawwaz a),
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Elektro Terapan 2017 Vol.01 No.01, ISSN: 2581-0049 Eka Mandayatma *a), Fahmawati Hamida a), Hanifa Hasna Fawwaz a), Abstrak: Jahe merupakan salah satu jenis tanaman
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC Pada Alat Penyiram Tanaman Menggunakan Kontoler PID
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC Pada Alat Penyiram Tanaman Menggunakan Kontoler PID 1 Ahmad Akhyar, Pembimbing 1: Purwanto, Pembimbing 2: Erni Yudaningtyas. Abstrak Alat penyiram tanaman yang sekarang
BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
SISTEM KONTROL KECEPATAN MOTOR DC D-6759 BERBASIS ARDUINO MEGA 2560
1 SISTEM KONTROL KECEPATAN MOTOR DC D-6759 BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 Muhamad Faishol Arif, Pembimbing 1: Erni Yudaningtyas, Pembimbing 2: Rahmadwati. Abstrak Hampir seluruh industri didunia saat ini memanfaatkan
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Analisa Kebutuhan Sistem Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu kesatuan sistem yang berupa perangkat lunak, perangkat keras, dan manusianya itu sendiri.
PEMODELAN DINAMIS PENGATURAN FREKUENSI MOTOR AC BERBEBAN MENGGUNAKAN PID
PEMODELAN DINAMIS PENGATURAN FREKUENSI MOTOR AC BERBEBAN MENGGUNAKAN PID Oleh : 1.Eka Agung Renata S 6907040019 2.Nurul Mahabbah 6907040023 LATAR BELAKANG Penggunaan motor AC 3 fasa saat ini banyak digunakan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Perangkat Keras Sistem perangkat keras yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan oleh blok diagram berikut: Computer Parallel Port Serial Port ICSP Level
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan
TUGAS AKHIR RESUME PID. Oleh: Nanda Perdana Putra MN / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang
TUGAS AKHIR RESUME PID Oleh: Nanda Perdana Putra MN 55538 / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang PROPORSIONAL INTEGRAL DIFERENSIAL (PID) Pendahuluan Sistem
Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC
Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC Andhyka Vireza, M. Aziz Muslim, Goegoes Dwi N. 1 Abstrak Kontroler PID akan berjalan dengan baik jika mendapatkan tuning
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI. III, aspek keseluruhan dimulai dari Bab I hingga Bab III, maka dapat ditarik
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI Pada bab ini akan dibahs mengenai pengujian control reheat desuperheater yang telah dimodelkan pada matlab sebagaimana yang telah dibahas pada bab III, aspek
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran alat, perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat peraga sistem kendali pendulum terbalik. 3.1.
BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak ( Software). Pembahasan perangkat keras meliputi perancangan mekanik
BAB II DASAR TEORI. kontrol, diantaranya yaitu aksi kontrol proporsional, aksi kontrol integral dan aksi
BAB II DASAR TEORI 2.1 Proporsional Integral Derivative (PID) Didalam suatu sistem kontrol kita mengenal adanya beberapa macam aksi kontrol, diantaranya yaitu aksi kontrol proporsional, aksi kontrol integral
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.
BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. Gambar 3. 1 Diagram Blok Sistem Kecepatan Motor DC
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Bab ini menjelaskan tentang perancangan dan pembuatan sistem kontrol, baik secara software dan hardware yang akan digunakan untuk mendukung keseluruhan sistem yang
Output LED. Menggunakan Arduino Uno MinSys
Output LED Menggunakan Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program output LED dengan Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino Uno Minsys
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sudah menjadi trend saat ini bahwa pengendali suatu alat sudah banyak yang diaplikasikan secara otomatis, hal ini merupakan salah satu penerapan dari perkembangan teknologi dalam
Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys
Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program Analog to Digital Convertion dengan Arduino Uno
SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam
SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam I. Tujuan 1. Mampu melakukan analisis kinerja sistem pengaturan posisi motor arus searah.. Mampu menerangkan pengaruh kecepatan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan dan pembuatan sistem kontrol, baik secara software maupun hardware yang digunakan untuk mendukung keseluruhan sistem
Komunikasi Serial. Menggunakan Arduino Uno MinSys
Komunikasi Serial Menggunakan Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program komunikasi serial di Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini penulis akan membahas prinsip kerja rangkaian yang disusun untuk merealisasikan sistem alat, dalam hal ini potensiometer sebagai kontroler dari motor servo, dan
II. PERANCANGAN SISTEM
Sistem Pengaturan Intensitas Cahaya Dengan Perekayasaan Kondisi Lingkungan Pada Rumah Kaca Alfido, Ir. Purwanto, MT., M.Aziz muslim, ST., MT.,Ph.D. Teknik Elektro Universitas Brawijaya Jalan M.T Haryono
REZAN NURFADLI EDMUND NIM.
MEKATRONIKA Disusun oleh : REZAN NURFADLI EDMUND NIM. 125060200111075 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK MALANG 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Respon berasal
Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys
Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program pembacaan LDR Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino
Display LCD. Menggunakan Arduino Uno MinSys
Display LCD Menggunakan Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program Display dengan Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino Uno Minsys
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Arduino Uno Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembangan, tetapi ia adalah
PERANCANGAN SISTEM KESEIMBANGAN BALL AND BEAM DENGAN MENGGUNAKAN PENGENDALI PID BERBASIS ARDUINO UNO. Else Orlanda Merti Wijaya.
PERANCANGAN SISTEM KESEIMBANGAN BALL AND BEAM DENGAN MENGGUNAKAN PENGENDALI PID BERBASIS ARDUINO UNO Else Orlanda Merti Wijaya S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya e-mail : [email protected]
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses alur penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang peneliti lakukan mulai dari proses perancangan model hingga hasil akhir dalam
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor Ultrasonik HCSR04. Gambar 2.2 Cara Kerja Sensor Ultrasonik.
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merealisasikan sistem. Teori-teori yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini terdiri dari sensor
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari 2015. Perancangan dan pengerjaan perangkat keras (hardware) dan laporan
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
PERANCANGAN PENGENDALI POSISI LINIER UNTUK MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN PID
PERANCANGAN PENGENDALI POSISI LINIER UNTUK MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN PID Endra 1 ; Nazar Nazwan 2 ; Dwi Baskoro 3 ; Filian Demi Kusumah 4 1 Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
Pengendalian Temperatur pada Proses Pengeringan Gabah Menggunakan Alat Rotary Dryer Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno
Pengendalian Temperatur pada Proses Pengeringan Gabah Menggunakan Alat Rotary Dryer Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Afriandika Brillian, Purwanto, Rahmadwati. Abstrak Salah satu kendala yang di hadapi
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN Setelah perancangan alat selesai, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengujian dan analisa alat yang bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan dalam perancangan
KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) UNTUK MOTOR DC MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER
KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) UNTUK MOTOR DC MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER Erwin Susanto Departemen Teknik Elektro, Institut Teknologi Telkom Bandung Email: [email protected] ABSTRACT
BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari trainer kendali kecepatan motor DC menggunakan kendali PID dan
BAB I PENDAHULUAN. menggerakan belt conveyor, pengangkat beban, ataupun sebagai mesin
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Motor DC atau motor arus searah yaitu motor yang sering digunakan di dunia industri, biasanya motor DC ini digunakan sebagai penggerak seperti untuk menggerakan
PENGATURAN POSISI MOTOR SERVO DC DENGAN METODE P, PI, DAN PID
PENGATURAN POSISI MOTOR SERVO DC DENGAN METODE P, PI, DAN PID Nanang Budi Hartono, Kemalasari, Bambang Sumantri, Ardik Wijayanto Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Kampus
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER
SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER Nursalim Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucipto-Penfui Kupang,
BAB VII METODE OPTIMASI PROSES
BAB VII METODE OPTIMASI PROSES Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah membaca bab ini diharapkan mahasiswa dapat memahami Metode Optimasi Proses Pengendalian dalam Sistem Kendali. Tujuan Pembelajaran Khusus:
BAB III PERANCANGAN. Microcontroller Arduino Uno. Power Supply. Gambar 3.1 Blok Rangkaian Lampu LED Otomatis
BAB III PERANCANGAN Bab ini membahas perancangan Lampu LED otomatis berbasis Platform Mikrocontroller Open Source Arduino Uno. Microcontroller tersebut digunakan untuk mengolah informasi yang telah didapatkan
DAFTAR ISTILAH. : perangkat keras sistem : perangkat lunak sistem. xiii
DAFTAR ISTILAH USART : Jenis komunikasi antar mikrokontroler tipe serial yang menggunakan pin transmitter dan receiver. Membership function : Nilai keanggotaan masukan dan keluaran dari logika fuzzy. Noise
Gambar 1. Screw conveyor dan Belt conveyor
APLIKASI KONTROL PID UNTUK PENGATURAN PUTARAN MOTOR DC PADA ALAT PENGEPRES ADONAN ROTI (SCREW CONVEYOR) Oleh: Vincentius Nyorendra Febrianto NIM. 0810630101 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas
BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh terhadap sebuah fitur tambahan pada alat transportasi. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada era teknologi ini sudah banyak alat yang diciptakan untuk mempermudah aktifitas atau kinerja pada manusia. Bahkan pada dunia elektronikapun sudah bukan sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu mikroposesor plus. Mikrokontroler adalah otak dari suatu sistem elektronika seperti halnya mikroprosesor sebagai otak komputer.
PENERAPAN ALGORITMA KENDALI PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE PADA SISTEM REAL TIME UNTUK MEMPELAJARI TANGGAPAN TRANSIEN
PENERAPAN ALGORITMA KENDALI PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE PADA SISTEM REAL TIME UNTUK MEMPELAJARI TANGGAPAN TRANSIEN Isnan Nur Rifai 1, Panji Saka Gilab Asa 2 Diploma Elektronika Dan Instrumentasi Sekolah
RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC
RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC Dwiana Hendrawati Prodi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto, SH.,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 1.1 Metode Pengasapan Cold Smoking Ikan asap merupakan salah satu makanan khas dari Indonesia. Terdapat dua jenis pengasapan yang dapat dilakukan pada bahan makanan yaitu hot smoking
Kontrol PID Pada Miniatur Plant Crane
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Kontrol PID Pada Miniatur Plant Crane E. Merry Sartika 1), Hardi Sumali 2) Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen
BAB III PERANCANGAN ALAT. menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat diperlikan adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengujian dan analisis alat peraga sistem kendali pendulum terbalik yang meliputi pengujian dimensi mekanik, pengujian dimensi dan massa
PERANCANGAN KONTROLER PI ANTI-WINDUP BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 PADA KONTROL KECEPATAN MOTOR DC
Presentasi Tugas Akhir 5 Juli 2011 PERANCANGAN KONTROLER PI ANTI-WINDUP BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 PADA KONTROL KECEPATAN MOTOR DC Pembimbing: Dr.Ir. Moch. Rameli Ir. Ali Fatoni, MT Dwitama Aryana
BAB 2 LANDASAN TEORI. robotika. Salah satu alasannya adalah arah putaran motor DC, baik searah jarum jam
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jenis Jenis Motor DC Motor DC merupakan jenis motor yang paling sering digunakan di dalam dunia robotika. Salah satu alasannya adalah arah putaran motor DC, baik searah jarum jam
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perkembangan Excavator Excavator pertama kali diciptakan pada tahun 1835 oleh William Smith Otis, seorang ahli mekanik asal Amerika Serikat. Pada awalnya Excavator dijalankan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Jalan MT Haryono 167 Telp & Fax. 341 554166 Malang 65145 KODE PJ-1 PENGESAHAN PUBLIKASI HASIL PENELITIAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri skala kecil hingga skala besar di berbagai negara di belahan dunia saat ini tidak terlepas dari pemanfaatan mesin-mesin industri sebagai alat
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PENYATAAN... INTISARI... ABSTRACT... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... PRAKATA...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PENYATAAN... INTISARI... ABSTRACT... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... i iii iv
BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan sistem kendali yang efektif, efisien dan tepat. Sesuai dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motor DC (Direct Current) adalah motor yang menggunakan sumber tegangan searah. Terdapat beberapa jenis motor DC yang tersedia, diantaranya adalah motor DC dengan kumparan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka
59 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat Mulai Tinjauan pustaka Simulasi dan perancangan alat untuk pengendali kecepatan motor DC dengan kontroler PID analog
Oleh : Dia Putranto Harmay Dosen Pembimbing : Ir. Witantyo, M.Eng. Sc
Oleh : Dia Putranto Harmay 2105.100.145 Dosen Pembimbing : Ir. Witantyo, M.Eng. Sc Latar Belakang Usman Awan dkk, 2001 Merancang dan membuat dynamometer jenis prony brake dengan menggunakan strain gauge
(Dimasyqi Zulkha, Ir. Ya umar MT., Ir Purwadi Agus Darwito, MSC)
(Dimasyqi Zulkha, Ir. Ya umar MT., Ir Purwadi Agus Darwito, MSC) Latar Belakang Tujuan Tugas Akhir merancang sistem pengendalian kecepatan pada mobil listrik 2 1 Mulai No Uji sistem Studi literatur Marancang
Implementasi Modul Kontrol Temperatur Nano-Material ThSrO Menggunakan Mikrokontroler Digital PIC18F452
Implementasi Modul Kontrol Temperatur Nano-Material ThSrO Menggunakan Mikrokontroler Digital PIC18F452 Moh. Hardiyanto 1,2 1 Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Indonesia 2 Laboratory of
Kampus PENS-ITS Sukolilo, Surabaya
1. JUDUL PROYEK AKHIR Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Kontrol Kecepatan Motor DC Secara Nirkabel Untuk Jarak Jauh. 2. ABSTRAK Untuk menunjang teori yang telah dipelajari, praktikum menjadi suatu bagian
Rancang Bangun Modul Praktikum Teknik Kendali dengan Studi Kasus pada Indentifikasi Sistem Motor-DC berbasis Arduino-Simulink Matlab
Rancang Bangun Modul Praktikum Teknik Kendali dengan Studi Kasus pada Indentifikasi Sistem Motor-DC berbasis Arduino-Simulink Matlab Fahmizal, Nur Sulistyawati, Muhammad Arrofiq Departemen Teknik Elektro
BAB II KAJIAN PUSTAKA.
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Tinjauan Mutakhir Penelitian ini diperuntukkan untuk Tugas Akhir penulis dengan judul Detektor Kebocoran Tabung LPG Menggunakan Sensor MQ-2 Berbasis Mikrokontroler ATMega 328.
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV Pengujian Alat dan Analisa BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4. Tujuan Pengujian Pada bab ini dibahas mengenai pengujian yang dilakukan terhadap rangkaian sensor, rangkaian pembalik arah putaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Implementasi Dalam kehidupan sehari-hari, kebersihan merupakan hal yang diinginkan setiap orang, kebersihan adalah sebahagian dari iman. Salah satu sarana yang dapat digunakan
Perancangan Sistem Kontrol Posisi Miniatur Plant Crane dengan Kontrol PID Menggunakan PLC
88 ISSN 1979-2867 (print) Electrical Engineering Journal Vol. 5 (215) No. 2, pp. 88-17 Perancangan Sistem Kontrol Posisi Miniatur Plant Crane dengan Kontrol PID Menggunakan PLC E. Merry Sartika dan Hardi
CLOSED LOOP CONTROL MENGGUNAKAN ALGORITMA PID PADA LENGAN ROBOT DUA DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16
CLOSED LOOP CONTROL MENGGUNAKAN ALGORITMA PID PADA LENGAN ROBOT DUA DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16 Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi S-1 Jurusan Teknik
PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3
PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3 Sofyan 1), Catur Budi Affianto 2), Sur Liyan 3) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra Jalan Tentara
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Tujuan dari pengujian alat pada tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat dan untuk mengetahui penyebabpenyebab ketidaksempurnaan
PENGONTROL PID BERBASIS PENGONTROL MIKRO UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT BERODA. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Kristen Maranatha
PENGONTROL PID BERBASIS PENGONTROL MIKRO UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT BERODA Hendrik Albert Schweidzer Timisela Jl. Babakan Jeruk Gg. Barokah No. 25, 40164, 081322194212 Email: [email protected] Jurusan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah
PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT
PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT Ripki Hamdi 1, Taufiq Nuzwir Nizar 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer Unikom, Bandung 1 [email protected], 2 [email protected] ABSTRAK
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo,Surabaya
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3ø dengan Kontrol PID melalui Metode Field Oriented Control (FOC) ( Rectifier, Inverter, Sensor arus dan Sensor tegangan) Denny Septa Ferdiansyah 1, Gigih Prabowo 2,
BAB I PENDAHULUAN. manfaat, baik itu pada bumi dan pada manusia secara tidak langsung [2].
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matahari adalah salah satu fenomena alam yang memiliki manfaat bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi. Intensitas radiasi matahari merupakan salah satu fenomena fisis
BAB 3 PERANCANGAN KENDALI MOTOR DC. Perancangan kendali motor DC dalam skripsi ini meliputi perancangan motor
BAB 3 PERANCANGAN KENDALI MOTOR DC Perancangan kendali motor DC dalam skripsi ini meliputi perancangan motor DC, perancangan blok kendali, perancangan kendali PID, perancangan perangkat lunak, dan perancangan
SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA TUNGKU BAKAR MENGGUNAKAN KONTROLER PID
SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA TUNGKU BAKAR MENGGUNAKAN KONTROLER PID Raditya Wiradhana, Pembimbing 1: M. Aziz Muslim, Pembimbing 2: Purwanto. 1 Abstrak Pada saat ini masih banyak tungku bakar berbahan
Rancang Bangun PLC ( Programmable Logic Control ) Dengan Mempergunakan Mikrokontroler ATmega8
Rancang Bangun PLC ( Programmable Logic Control ) Dengan Mempergunakan Mikrokontroler ATmega8 OLEH : Kamaruddin, Bidayatul Armynah, Dahlang Tahir Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
PEMBUATAN SISTEM PENGATURAN PUTARAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL-INTEGRAL-DERIVATIVE (PID) DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR KMZ51
Jurnal MIPA 35 (2): 130-139 (2012) Jurnal MIPA http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jm PEMBUATAN SISTEM PENGATURAN PUTARAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL-INTEGRAL-DERIVATIVE (PID) DENGAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Konverter elektronika daya merupakan suatu alat yang mengkonversikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konverter Elektronika Daya Konverter elektronika daya merupakan suatu alat yang mengkonversikan daya elektrik dari satu bentuk ke bentuk daya elektrik lainnya di bidang elektronika
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... iii. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...
DAFTAR ISI COVER...i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... Error! Bookmark not defined. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... iii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v HALAMAN MOTTO... vi KATA PENGANTAR...
