3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Sonny Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pembuatan sistem manajemen peresensi siswa ini bertujuan untuk membantu proses manajemen presensi siswa di sekolah dengan memberikan informasi tentang presensi siswa kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua siswa. Sistem ini akan menggunakan tag (label) yang terdapat pada sebuah kartu kemudian akan diidentifikasi oleh pembaca label (reader). Data berupa label diteruskan oleh reader kemudian diterima oleh sistem operasi yang terdapat pada router. Data tersebut diproses pada sistem operasi kemudian menghasilkan sebuah informasi presensi siswa yang ditampilkan melalui sistem informasi dengan antarmuka web. Informasi presensi siswa juga dikirimkan kepada orang tua siswa melalui SMS. Analisis Masalah Permasalahan atau kekurangan yang terdapat pada sistem manajemen presensi siswa berbasis RFID yang dibuat pada penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut: 1. Laporan presensi siswa yang tidak terbuat secara otomatis sebagai sebuah file. Untuk membuat sebuah laporan, data presensi siswa pada database dikonversi terlebih dahulu secara manual menjadi file laporan, atau dibutuhkan penulisan ulang baik manual maupun menggunakan aplikasi tertentu untuk menghasilkan sebuah laporan. 2. Waktu yang menentukan siswa tercatat hadir, terlambat, atau absen pada saat melakukan presensi bersifat statis. Maksud dari statis di sini adalah pengaturan waktu untuk menentukan presensi sudah terdapat pada sistem, sehingga harus dilakukan coding ulang apabila akan melakukan perubahan pada pengaturan waktu presensi tersebut. 3. Keterangan presensi yang didapatkan oleh siswa ketika siswa tidak membawa RFID masih dilakukan secara manual dan tidak sesuai waktu pada sistem. Petugas melakukan pencatatan identitas siswa beserta waktu
2 30 ketika presensi manual tersebut terjadi kemudian baru melakukan input data presensi melalui sistem setelah proses presensi selesai dilakukan. Pencatatan waktu secara manual tersebut sangat menentukan keterangan presensi yang didapatkan oleh siswa. Analisis Kebutuhan Analisis Kebutuhan Input Input yang dibutuhkan dalam sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt adalah: 1. Data berupa tag (label) yang dibaca dan diteruskan oleh RFID reader (pembaca label) menuju sistem operasi OpenWrt untuk diproses menjadi informasi presensi siswa. 2. Data siswa beserta tag (label) ketika melakukan proses tambah siswa. 3. Data keterangan presensi ketika melakukan pengubahan keterangan presensi siswa. 4. Data presensi ketika administrator melakukan presensi manual. 5. Data berupa waktu ketika administrator melakukan pengubahan pengaturan presensi. 6. Data berupa NIS (Nomor Induk Siswa) atau tanggal pada proses pencarian. 7. Data berupa pengelompokan kelas pada proses unduh laporan Analisis Kebutuhan Output Output yang dibutuhkan sistem manajemen presensi siswa adalah sebagai berikut: 1. Data berupa informasi presensi siswa yang dapat diakses melalui antarmuka web dengan menggunakan perangkat keras seperti laptop, komputer, smartphone, dan lain-lain. 2. Notifikasi berupa informasi presensi siswa yang didapatkan melalui SMS dengan menggunakan perangkat keras seperti telepon genggam, smartphone, dan lain-lain.
3 Analisis Kebutuhan Fungsional Kebutuhan Fungsional dari sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt adalah sebagai berikut: 1. Presensi RFID Fungsionalitas ini digunakan untuk melakukan proses presensi menggunakan teknologi RFID. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah: a. Sistem dapat membaca kode tag RFID kemudian mengolahnya menjadi data presensi. b. Sistem dapat menentukan keterangan presensi yaitu hadir atau terlambat sesuai dengan kapan waktu presensi RFID tersebut dilakukan. c. Sistem dapat menyimpan data presensi dengan keterangan Absen kepada semua siswa yang tidak melakukan proses presensi pada waktu yang telah ditentukan. d. Sistem dapat menampilkan informasi data presensi melalui antarmuka web. e. Sistem dapat mengirim informasi data presensi melalui SMS. 2. Presensi Manual Fungsionalitas ini digunakan untuk melakukan proses presensi ketika siswa tidak membawa kartu RFID. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah: a. Sistem dapat menyimpan data presensi. b. Sistem dapat menentukan keterangan presensi yaitu hadir atau terlambat sesuai dengan kapan waktu presensi manual tersebut dilakukan. c. Sistem dapat mengirim informasi data presensi melalui SMS. 3. Ubah Pengaturan Periode Presensi Fungsionalitas ini digunakan untuk menentukan kapan waktu siswa dinyatakan hadir, terlambat, atau absen saat proses presensi RFID atau
4 32 presensi manual dilakukan dan untuk mengubah kalimat terakhir dari SMS yang dikirimkan kepada orang tua siswa. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah sistem dapat mengubah pengaturan periode presensi dan kalimat terakhir dari SMS yang dikirimkan kepada orangtua siswa. 4. Unduh Laporan Fungsionalitas ini digunakan untuk mengunduh laporan berupa file data presensi dengan ekstensi PDF. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah: a. Sistem dapat menampilkan data presensi dalam tabel HTML. b. Sistem dapat mengelompokkan data presensi sesuai dengan kelas. c. Sistem dapat melakukan konversi data presensi berupa tabel HTML menjadi file laporan presensi dengan ekstensi PDF. 5. Ubah Keterangan Presensi Fungsionalitas ini digunakan untuk mengubah keterangan presensi. Status presensi siswa meliputi hadir, terlambat, izin, dan absen. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah sistem dapat mengubah kemudian menyimpan keterangan presensi. 6. Tambah Data Siswa Fungsionalitas ini digunakan untuk menambah data siswa dalam database. Dibutuhkan scan kartu RFID untuk fungsionalitas ini. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah: a. Sistem dapat membaca kemudian menampilkan kode tag RFID dalam form tambah data siswa. b. Sistem dapat menyimpan data siswa. 7. Ubah Data Siswa Fungsionalitas ini digunakan untuk mengubah data siswa dalam database. Proses scan kartu RFID dapat dilakukan ketika kode tag RFID hendak diubah. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah: a. Sistem dapat membaca kemudian menampilkan kode tag RFID dalam form ubah data siswa. b. Sistem dapat menyimpan pengubahan data siswa. 8. Hapus Data Siswa
5 33 Fungsionalitas ini digunakan untuk menghapus data siswa. Kebutuhan sistem yang diperlukan adalah: a. Sistem dapat menampilkan konfirmasi penghapusan. b. Sistem dapat menghapus data siswa Analisis Kebutuhan Perangkat Keras Perangkat keras yang dibutuhkan dalam sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt adalah sebagai berikut: 1. Router Wireless Access Point 2. Kartu RFID 3. RFID reader atau Pembaca tag (label) 4. USB to TTL Converter 5. Jumper wire 6. Modem 7. USB hub 8. USB flash drive 9. Kabel UTP Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Perangkat lunak digunakan untuk mendukung kinerja dari perangkat keras. Perangkat lunak yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sistem Operasi Windows Digunakan sebagai antarmuka untuk membangun sistem. 2. Putty dan WinSCP Aplikasi yang digunakan sebagai antarmuka antara sistem operasi windows dengan sistem operasi yang terdapat pada router untuk proses pembuatan sistem.
6 34 Perancangan Perancangan Sistem Sistem manajemen presensi siswa ini menggunakan pengendali berupa sistem operasi yang terdapat pada router wireless access point untuk memproses dan mendistribusikan data presensi siswa. Data presensi siswa diperoleh dari tag (label) pada kartu RFID yang dibaca oleh RFID reader ketika siswa melakukan scan. Pada sistem operasi yang terdapat pada router terjadi pencocokan data antara tag yang telah diidentifikasi oleh RFID reader dengan tag yang sudah terintegrasi dengan data siswa yang terdapat pada database. Apabila pencocokan tersebut sesuai, output berupa informasi presensi siswa akan ditampilkan melalui sistem informasi dengan antarmuka web. Pada router wireless access point terdapat modem yang digunakan sebagai sarana untuk mengirimkan SMS berupa informasi presensi siswa. Rancangan sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt dapat dilihat pada Gambar Siswa Dengan Kartu RFID RFID Reader 2 Router Access Point 4 3 Database Antarmuka Web Modem 10 Pihak Sekolah Orangtua Siswa Telepon Genggam Gambar 3.1 Rancangan Sistem Adapun penjelasan lebih terperinci pada proses yang terdapat pada Gambar 3.1 sesuai dengan nomor yang tertera adalah sebagai berikut:
7 35 1. Siswa melakukan proses identifikasi dengan cara mendekatkan kartu RFID dengan RFID reader. 2. Data berupa tag (label) hasil identifikasi pada proses sebelumnya diteruskan oleh RFID reader ke sistem operasi yang terdapat pada router. 3. Data yang diterima oleh sistem operasi dikirimkan menuju database untuk proses pengecekan dan penyimpanan. 4. Data hasil pengecekan dikirimkan kembali oleh database ke sistem operasi kemudian diproses menjadi sebuah informasi presensi siswa. 5. Informasi presensi siswa diakses melalui sistem informasi yang terdapat pada router dan dapat diakses pada jaringan nirkabel melalui antarmuka web. 6. Pihak sekolah dapat mengakses informasi presensi siswa tersebut melalui antarmuka web. 7. Siswa mendapatkan notifikasi informasi presensi melalui antarmuka web setelah proses identifikasi sukses. 8. Informasi presensi siswa dikirim menggunakan aplikasi SMS Gateway. 9. Pengiriman SMS dilakukan dengan bantuan perangkat modem. 10. Orang tua siswa mendapatkan informasi presensi siswa berupa SMS tersebut melalui perangkat telepon genggam Perancangan Perangkat Lunak Use Case Diagram Use case diagram merupakan gambaran suatu urutan interaksi antara satu atau lebih aktor atau pengguna dengan sistem. Use case menggambarkan proses sistem dari sudut pandang pengguna. Gambar 3.2 merupakan use case diagram pada sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt, dengan aktor yaitu administrator dan siswa.
8 36 Ubah data siswa Hapus data siswa <<include>> Tambah data siswa <<include>> Ubah keterangan presensi <<include>> Login Administrator Ubah pengaturan periode presensi Unduh laporan <<include>> <<include>> Presensi manual <<include>> Presensi RFID Siswa Gambar 3.2 Use Case Diagram Adapun penjelasan dari use case diagram pada Gambar 3.2 yaitu sebagai berikut: 1. Administrator: Dapat melakukan proses ubah data siswa setelah melakukan login. Dapat melakukan proses hapus data siswa setelah melakukan login. Dapat melakukan proses tambah data siswa setelah melakukan login. Dapat melakukan proses ubah keterangan presensi setelah melakukan login. Dapat melakukan proses unduh laporan setelah melakukan login. Dapat melakukan proses ubah pengaturan presensi setelah melakukan login. Dapat melakukan proses presensi manual setelah melakukan login. 2. Siswa dapat melakukan presensi dengan RFID.
9 Activity Diagram Activity diagram merupakan diagram yang menjelaskan alur kerja sistem secara umum. Activity diagram dapat menggambarkan berbagai alir aktivitas pada sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana proses berakhir. 1. Activity Diagram Login Administrator diharuskan melakukan login dengan memberikan username dan password sebelum masuk pada halaman utama sistem. Terdapat validasi yang akan menampilkan pesan kesalahan ketika username dan password tidak sesuai. Activity diagram login dapat dilihat pada Gambar 3.3. start Buka alamat halaman utama sistem Tampil form untuk login Memberikan username dan password Cek validasi username dan password False True Tampil halaman utama sistem Tampil pesan kesalahan end Gambar 3.3 Activity Diagram Login
10 38 2. Activity Diagram Ubah Pengaturan Periode Presensi Pengaturan periode presensi dilakukan melalui sistem informasi dengan antarmuka web untuk menentukan kapan siswa dinyatakan hadir, terlambat, atau absen ketika terjadi proses presensi. Data pengaturan periode presensi yang diberikan administrator berisi jangka waktu dari setiap periode, yaitu hadir, terlambat dan absen. Terdapat validasi yang akan menampilkan pesan kesalahan ketika data pengaturan periode presensi tidak sesuai. Activity diagram ubah pengaturan periode presensi dapat dilihat pada Gambar 3.4. start Pilih menu ubah pengaturan presensi Tampil pengaturan periode presensi sebelumnya berupa form Memberikan data pengaturan periode presensi Cek validasi data pengaturan periode presensi Tampil pesan kesalahan False True Simpan pengubahan data pengaturan periode presensi end Gambar 3.4 Activity Diagram Ubah Pengaturan Periode Presensi
11 39 3. Activity Diagram Presensi RFID Sistem terlebih dahulu melakukan pengecekan periode. Pada periode hadir hingga terlambat, proses presensi RFID (scan kartu RFID) dapat dilakukan oleh siswa. Proses tersebut akan menghasilkan data presensi dengan keterangan hadir atau terlambat setelah dilakukan validasi kode tag RFID oleh sistem, yaitu apakah kode tag RFID terdaftar dalam sistem dan data siswa yang sudah terintegrasi dengan kode tag RFID tersebut belum tercatat dalam database presensi pada hari aktif. Setelah data presensi tersimpan, informasi dari data presensi hasil scan kartu RFID akan ditampilkan oleh sistem melalui antarmuka web, kemudian dikirimkan kepada orang tua siswa melalui SMS. Setelah itu sistem kembali melakukan cek periode hingga pada periode absen, proses scan kartu RFID tidak bisa dilakukan. Sistem akan mencari data siswa yang belum tercatat dalam database presensi pada hari aktif, kemudian menyimpan semua data siswa tersebut menjadi data presensi dengan keterangan absen. Informasi data presensi dengan keterangan absen tersebut juga dikirimkan kepada orang tua siswa melalui SMS. Activity diagram presensi RFID dapat dilihat pada Gambar 3.5.
12 40 start Cek periode Scan kartu RFID Periode presensi Hadir hingga periode presensi Terlambat Cek proses selanjutnya Baca kode tag RFID Cek validasi kode tag RFID Periode presensi Absen Pencarian data siswa yang belum melakukan presensi Simpan sebagai data presensi dengan keterangan Absen Kirim data informasi presensi melalui SMS False True Cek periode presensi Periode presensi Hadir Simpan data presensi dengan keterangan Hadir Tampil data informasi presensi Kirim data informasi presensi melalui SMS end Periode presensi Terlambat Simpan data presensi dengan keterangan Terlambat Tampil data informasi presensi Kirim data informasi presensi melalui SMS Gambar 3.5 Activity Diagram Presensi RFID 4. Activity Diagram Presensi Manual Presensi manual dilakukan oleh administrator melalui sistem informasi berbasis web ketika siswa tidak membawa kartu RFID. Sistem menampilkan form beserta tanggal sesuai dengan hari aktif. Administrator memberikan NIS siswa pada form kemudian dilakukan validasi NIS siswa oleh sistem, yaitu apakah input yang
13 41 diberikan sesuai, NIS siswa yang diberikan terdaftar dalam sistem, dan data siswa dengan NIS yang diberikan belum tercatat dalam database presensi pada hari aktif. Data presensi dengan keterangan hadir atau terlambat secara otomatis dihasilkan ketika waktu pada sistem berada pada periode hadir sampai dengan periode terlambat. Informasi data presensi kemudian dikirimkan melalui SMS kepada orang tua siswa. Apabila sistem berada pada periode absen, hanya akan ditampilkan pesan kesalahan. Activity diagram presensi manual dapat dilihat pada Gambar 3.6. start Pilih menu presensi manual Tampil form presensi manual Memberikan NIS siswa Cek Validasi NIS siswa Tampil pesan kesalahan False True Cek periode presensi Periode presensi Hadir Simpan data presensi dengan keterangan Hadir Periode presensi Terlambat Simpan data presensi dengan keterangan Terlambat Periode presensi Absen Tampil pesan kesalahan Kirim data informasi presensi melalui SMS Kirim data informasi presensi melalui SMS end Gambar 3.6 Activity Diagram Presensi Manual 5. Activity Diagram Tambah Data Siswa Penambahan data siswa dilakukan oleh administrator melalui sistem informasi dengan antarmuka web. Dibutuhkan proses scan kartu RFID yang hanya dapat dibaca sistem diluar periode presensi. Ketika sistem berada pada periode
14 42 presensi, proses tambah data siswa tidak dapat dilakukan. Setelah kode tag RFID terbaca dan ditampilkan dalam form tambah data siswa, administrator memberikan data siswa berupa nama, kelas, jenis kelamin, tanggal lahir, alamat, dan nomor hp orang tua siswa. Terdapat dua kali validasi yang dilakukan oleh sistem yaitu apakah data siswa yang diberikan sesuai, dan kode tag RFID belum digunakan oleh siswa lain. Apabila tidak sesuai, sistem akan menampilkan pesan kesalahan. Activity Diagram tambah data siswa dapat dilihat pada Gambar 3.7. start Pilih menu tambah siswa Tampil form tambah siswa Scan kartu RFID Cek apakah sistem berada pada periode presensi true Memberikan data siswa Tampil kode tag RFID pada form false Baca kode tag RFID Cek validasi data siswa Tampil pesan kesalahan false true Cek validasi kode tag RFID true Tampil pesan kesalahan false Simpan data tambah siswa end Gambar 3.7 Activity Diagram Tambah Data Siswa
15 43 6. Activity Diagram Ubah Data Siswa Proses ubah data siswa dilakukan oleh administrator melalui halaman database siswa. Administrator melakukan pencarian data siswa dengan memberikan NIS siswa. Kemudian data siswa beserta kode tag RFID sebelumnya berupa form ditampilkan oleh sistem. Administrator hanya dapat mengubah kode tag RFID diluar periode presensi dengan melakukan scan kartu RFID. Terdapat dua kali cek validasi yaitu apakah data siswa yang diberikan sesuai, dan apakah kode tag belum dipakai siswa lain. Activity diagram ubah data siswa dapat dilihat pada Gambar 3.8. start Memberikan NIS siswa pada form pencarian Pencarian data siswa sesuai NIS Memberikan perintah ubah data siswa Tampil hasil cari data siswa Mengubah kode tag RFID Tampil data siswa sebelumnya berupa form ubah data siswa true Scan kartu RFID Cek apakah sistem berada pada periode presensi false true Memberikan data siswa Tampil kode tag RFID pada form false Baca kode tag RFID Cek validasi data siswa Tampil pesan kesalahan false true Cek validasi kode tag true false Simpan pengubahan data siswa end Gambar 3.8 Activity Diagram Ubah Data Siswa
16 44 7. Activity Diagram Hapus Data Siswa Proses hapus data siswa dilakukan oleh administrator melalui halaman database siswa. Administrator melakukan pencarian data siswa dengan memberikan NIS siswa. Setelah perintah hapus diberikan oleh administrator, sistem akan menampilkan konfirmasi penghapusan. Activity diagram hapus data siswa dapat dilihat pada Gambar 3.9. start Memberikan NIS siswa pada form pencarian Pencarian data siswa sesuai NIS Memberikan perintah hapus data siswa Tampil hasil cari data siswa Tampil konfirmasi hapus data siswa Ya Hapus data siswa Tidak end Gambar 3.9 Activity Diagram Hapus Data Siswa 8. Activity Diagram Ubah Keterangan Presensi Proses ubah keterangan presensi dilakukan oleh administrator melalui halaman database presensi. Administrator memberikan data pencarian berupa NIS siswa, tanggal, atau NIS dan tanggal secara bersamaan. Kemudian sistem menampilkan form ubah keterangan presensi. Sistem akan menampilkan pesan
17 45 kesalahan ketika tidak ada keterangan presensi yang diberikan. Activity Diagram ubah keterangan presensi dapat dilihat pada Gambar start Memberikan data pada form pencarian Memberikan NIS siswa Memberikan tanggal Memberikan NIS siswa dan tanggal Pencarian data presensi sesuai NIS siswa dan tanggal Pencarian data presensi sesuai NIS siswa Pencarian data presensi sesuai tanggal Tampil hasil cari data presensi Memberikan keterangan presensi Tampil form ubah data keterangan presensi Cek validasi keterangan presensi Tampil pesan kesalahan false true Simpan pengubahan data keterangan presensi end Gambar 3.10 Activity Diagram Ubah Keterangan Presensi 9. Activity Diagram Unduh Laporan Proses unduh presensi dilakukan oleh administrator melalui sistem informasi dengan antarmuka web. Setelah administrator masuk pada halaman unduh laporan,
18 46 sistem menampilkan data presensi dari semua kelas berupa tabel HTML. Administrator dapat mengelompokkan data tersebut berdasarkan kelas. Setelah perintah unduh laporan dilakukan, sistem akan melakukan konversi data presensi berupa tabel HTML menjadi file laporan dengan format PDF. Activity diagram unduh laporan dapat dilihat pada Gambar start Pilih menu unduh laporan Pencarian data presensi pada hari aktif Tampil data presensi semua kelas berupa tabel HTML Cek proses selanjutnya Memberikan pengelompokkan data presensi berdasarkan kelas false true Pencarian data presensi sesuai pengelompokan kelas Tampil data presensi sesuai pengelompokan kelas berupa tabel HTML Memberikan perintah unduh laporan Konversi data presensi berupa tabel HTML menjadi file PDF Unduh laporan data presensi berupa file PDF end Gambar 3.11 Activity Diagram Unduh Laporan
19 Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras pada sistem ini yaitu menghubungkan RFID reader yang berfungsi untuk membaca input berupa kode tag dengan router sebagai pengendali sistem. Kemudian memasang USB flash drive sebagai media penyimpanan pada router dan USB modem sebagai sarana pengirim SMS melalui port USB 2.0. Karena hanya terdapat 2 port USB 2.0 pada router, dibutuhkan USB hub. USB flash drive dipasang pada port USB 2.0 yang terdapat pada router, sedangkan Modul RFID RDM6300 dan USB modem dipasang pada USB hub. RFID reader RDM6300 memilki antarmuka TTL RS232 sehingga dibutuhkan PL2303 yaitu USB 2.0 to TTL RS232 converter agar router dan RFID reader dapat terkoneksi. Skema untuk menghubungkan Modul RFID RDM6300 dengan PL2303 dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.12 Skema Hubungan RFID RDM6300 dengan PL Perancangan Antarmuka Perangkat Lunak Antarmuka ini dibuat sesederhana mungkin dengan tujuan untuk memudahkan pengguna. Di bawah ini merupakan rancangan antarmuka dari sistem
20 48 informasi yang terdapat pada sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt. 1. Halaman Login Halaman login merupakan halaman sebelum administrator masuk ke dalam sistem. Dalam halaman login administrator harus memasukan username dan password yang sudah terdaftar untuk masuk ke dalam sistem. Rancangan antarmuka dari halaman login dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.13 Rancangan Antarmuka Halaman Login 2. Halaman Presensi Hari Ini Halaman presensi hari ini merupakan halaman setelah administrator masuk ke sistem. Halaman ini menampilkan daftar presensi siswa pada hari aktif. Administrator dapat melakukan pencarian berdasarkan NIS (Nomor Induk Siswa). Terdapat link untuk melakukan ubah data di setiap akhir kolom data presensi siswa. Rancangan antarmuka halaman presensi hari ini dapat dilihat pada Gambar 3.14.
21 49 Gambar 3.14 Rancangan Antarmuka Halaman Presensi Hari Ini 3. Halaman Presensi Manual Halaman presensi manual digunakan untuk melakukan input data presensi secara manual bagi siswa yang tidak membawa kartu RFID pada periode presensi. Data yang dibutuhkan adalah NIS (Nomor Induk Siswa), sedangkan untuk keterangan presensi yaitu hadir atau terlambat akan terpilih secara otomatis berdasarkan waktu pada sistem. Rancangan antarmuka dari halaman presensi manual dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.15 Rancangan Antarmuka Halaman Presensi Manual
22 50 4. Halaman Unduh Laporan Halaman unduh laporan digunakan untuk mengunduh laporan presensi yang terbuat secara otomatis pada hari aktif setelah proses presensi selesai dilaksanakan. Administrator dapat mengelompokkan laporan sesuai kelas kemudian mengunduh laporan presensi tersebut. Rancangan antarmuka dari halaman unduh laporan dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.16 Rancangan Antarmuka Halaman Unduh Laporan 5. Halaman Ubah Pengaturan Periode Presensi Halaman ini digunakan untuk melakukan pengaturan presensi yaitu kapan waktu siswa dinyatakan hadir, terlambat, atau absen dan untuk mengubah kalimat terakhir dari SMS yang dikirimkan kepada orang tua siswa. Terdapat tiga periode pada pengaturan presensi, yaitu preiode hadir, periode terlambat, dan periode absen. Pada masing-masing kolom periode tersebut administrator dapat menentukan waktu mulai dan selesai dari masing-masing periode, dan menentukan kalimat yang akan dikirimkan pada akhir SMS. Rancangan antarmuka dari halaman ubah pengaturan presensi dapat dilihat pada Gambar 3.17.
23 Gambar 3.17 Rancangan Antarmuka Halaman Ubah Pengaturan Periode Presensi 51
24 52 6. Halaman Real Time Presensi Halaman ini digunakan untuk menampilkan informasi presensi siswa ketika siswa melakukan proses presesi dengan RFID. Rancangan antarmuka dari halaman Real Time Presensi dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.18 Rancangan Antarmuka Halaman Real Time Presensi 7. Halaman Tambah Siswa Halaman ini digunakan untuk menambah siswa baru. Data yang dibutuhkan sistem adalah tag RFID, nama, kelas, jenis kelamin, tanggal lahir, alamat, dan nomor hp orangtua atau wali siswa. Data tag RFID diberikan dengan melakukan scan kartu RFID. Rancangan antarmuka dari halaman tambah siswa dapat dilihat pada Gambar 3.19.
25 53 Gambar 3.19 Rancangan Antarmuka Halaman Tambah Siswa 8. Halaman Database Presensi Halaman database presensi ini menampilkan seluruh data presensi siswa. Administrator dapat melakukan pencarian berdasarkan tanggal dan NIS (Nomor Induk Siswa). Terdapat link untuk melakukan ubah data di setiap akhir kolom data presensi siswa. Rancangan antarmuka dari halaman database presensi dapat dilihat pada Gambar 3.20.
26 54 Gambar 3.20 Rancangan Antarmuka Halaman Database Presensi 9. Halaman Database Siswa Halaman ini menampilkan data siswa. Data dari setiap siswa adalah NIS, RFID, nama, kelas, gender, birth, alamat dan nomor hp wali siswa. Pada setiap akhir kolom data siswa, terdapat link untuk melakukan ubah dan hapus data. Pencarian data siswa dapat dilakukan sesuai dengan NIS. Rancangan antarmuka dari halaman database siswa dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.21 Rancangan Antarmuka Halaman Database Siswa
27 Halaman Ubah Keterangan Presensi Halaman ini digunakan untuk melakukan ubah keterangan presensi siswa. Halaman ini dapat diakses melalui halaman presensi hari ini dan halaman database presensi. Data yang dibutuhkan adalah keterangan presensi yang meliputi hadir, terlambat, absen, atau izin. Rancangan antarmuka dari halaman ubah data presensi dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.22 Rancangan Antarmuka Halaman Ubah Keterangan Presensi 11. Halaman Ubah Data Siswa Halaman ini digunakan untuk melakukan ubah data siswa. Halaman ini dapat diakses melalui halaman database siswa. Data-data yang dapat diubah meliputi RFID tag, nama, kelas, jenis kelamin, tanggal lahir, alamat, dan nomor HP wali
28 56 siswa. Rancangan antarmuka dari halaman ubah data siswa dapat dilihat pada Gambar Gambar 3.23 Rancangan Antarmuka Halaman Ubah Data Siswa Perancangan Basisdata Perancangan basisdata meliputi pembentukan struktur tabel dan pembentukan relasi tabel yang akan digunakan dalam sistem Struktur Tabel 1. Tabel Admin Tabel admin berisi id, username, dan password. Tabel ini digunakan untuk menyimpan data username dan password dari administrator. Struktur tabel admin dapat dilihat pada Tabel 3.1.
29 57 Tabel 3.1 Struktur Tabel Admin Nama Tipe Keterangan id Int(11) Primary Key, Not Null username Varchar(50) Not Null password Varchar(50) Not Null 2. Tabel Presensi Tabel Presensi berisi id_presensi, keterangan, keterangan_sms, start, stop. Tabel ini digunakan untuk menyimpan keterangan atau status presensi, menyimpan tambahan pesan di akhir kalimat ketika pengiriman sms informasi presensi siswa, dan menentukan kapan waktu presensi siswa dilakukan. Struktur tabel presensi dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Struktur Tabel Presensi Nama Tipe Keterangan id_presensi Int(11) Primary Key, Not Null keterangan Varchar(20) Not Null keterangan_sms Varchar(100) Not Null start Varchar(10) Not Null stop Varchar(10) Not Null 3. Tabel Siswa Tabel siswa berisi id_siswa, rfid, nama, kelas, gender, birth, alamat, nohp. Tabel ini digunakan untuk menyimpan data siswa. Struktur tabel siswa dapat dilihat pada Tabel 3.3.
30 58 Tabel 3.3 Struktur Tabel Siswa Nama Tipe Keterangan id_siswa Int(11) Primary Key, Not Null rfid Varchar(20) Unique Key, Not Null nama Varchar(256) Not Null kelas Varchar(20) Not Null gender Varchar(20) Not Null birth date Not Null alamat Varchar(256) Not Null nohp Varchar(20) Not Null 4. Tabel Presensi_Siswa Tabel presensi_siswa berisi id_presensi_siswa, id_presensi, id_siswa, dan tanggal. Tabel ini digunakan untuk menyimpan data presensi siswa yang berisi nama siswa, keterangan presensi, dan tanggal. Struktur tabel presensi_siswa dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Struktur Tabel Presensi_Siswa Nama Tipe Keterangan id_presensi_siswa Int(11) Primary Key, Not Null id_presensi Int(11) Foreign Key, Not Null id_siswa Int(11) Foreign Key, Not Null tanggal date Not Null Relasi Tabel Relasi tabel basis data pada sistem informasi yang terdapat pada sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt dapat dilihat pada Gambar 3.24.
31 59 Gambar 3.24 Relasi Tabel Implementasi Implementasi sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt dilakukan sesuai dengan perancangan sistem. Implementasi dilakukan dengan membuat sistem, mulai dari merancang perangkat keras yang dibutuhkan, konfigurasi pada sistem operasi OpenWrt, penulisan kode program, dan pembuatan sistem informasi berbasis web sehingga sistem tersebut dapat digunakan Pengujian dan Analisis Sistem Pengujian yang akan dilakukan pada sistem manajemen presensi siswa menggunakan RFID dan OpenWrt adalah sebagai berikut: 1. Pengujian proses presesi menggunakan RFID. 2. Pengujian proses presensi manual. 3. Pengujian proses unduh laporan. 4. Penanganan kesalahan atau error handling dalam sistem informasi berbasis web.
32 60 Setelah dilakukan pengujian pada sistem, maka selanjutnya perlu dilakukan analisis terhadap kelebihan dan kekurangan sistem yang telah dibangun. Analisis ini penting untuk keberlanjutan penelitian dan perbaikan sistem yang telah dibuat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Analisis Analisis kebutuhan bertujuan untuk menentukan kebutuhan yang diperlukan pada sebuah aplikasi.
9 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Analisis Analisis kebutuhan bertujuan untuk menentukan kebutuhan yang diperlukan pada sebuah aplikasi. Analisis kebutuhan juga berfungsi sebagai bagaimana
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam Sistem Informasi Geografis Lokasi Rekreasi Waterboom di Kota Medan.
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA 4.1. Pengujian Sistem Pada bab ini dilakukan pengujian alat dari seluruh rangkaian yang telah dibuat. Proses pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari alat
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Bab ini berisi penjelasan tentang analisis, identifikasi masalah, perancangan sistem kerangka pemikiran, struktur tabel basis data dan perancangan antarmuka aplikasi. Dalam
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
38 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Seperti langkah-langkah yang dilakukan pada salah satu model proses rekayasa perangkat lunak yaitu model waterfall, maka pada bab ini akan dibahas tentang
Aplikasi Surat Keluar Masuk Versi 1.0
Aplikasi Surat Keluar Masuk Versi 1.0 1 Implementasi Bagian ini menjelaskan kebutuhan pengguna untuk membuat Aplikasi Surat Keluar Masuk Studi Kasus Biro Kerjasama Dan Kemahasiswaan Bagian ini juga menjelaskan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berjalannya perancangan dan implementasi website, antara lain: perangkat keras yang digunakan.
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Penelitian membutuhkan berbagai perangkat untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi website, antara lain: 3.1.1 Perangkat Keras Dalam
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 4.1 Implementasi Sistem Pada implementasi sistem ini akan dijelaskan implementasi dari aplikasi sistem yang digunakan dengan menggunakan beberapa fungsi yang di
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan dari suatu sistem informasi. Hasil akhir dari analisis sistem
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis yang Berjalan Analisis sistem merupakan proses memilah-milah suatu permasalahan menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk dipelajari guna mempermudah
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Di Kota Medan Berbasis Web yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis meliputi analisis
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang di analisis
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
31 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Gambaran Umum Sistem Sistem yang dibangun dalam Skripsi ini adalah Sistem Informasi Reminder guna membantu mengingatkan mahasiswa dalam mengikuti perbaikan nilai,
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Untuk memudahkan pembuatan aplikasi sistem pakar berbasis website, maka akan dibuat model menggunakan UML (Unified Modeling Language). Perlu diketahui metode
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Tahapan analisa masalah yang dimaksud merupakan masalah penerimaan siswa baru pada sekolah yang masih menggunakan cara manual. Dalam beberapa sekolah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
46 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah Perusahaan Batalion Barbershop adalah salah satu usaha jasa perawatan rambut yang berada di Jakarta Selatan. Batalion Barbershop merupakan usaha yang
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah 1 strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan itu. Perancangan sistem adalah termasuk
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Langkah awal dalam pembuatan sistem adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang disajikan dalam
BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan Proses Bisnis Dari hasil observasi di lembaga Indonesia College, proses bisnis bimbingan privat di
BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan 3.1.1 Proses Bisnis Dari hasil observasi di lembaga Indonesia College, proses bisnis bimbingan privat di lembaga Indonesia College adalah sebagai berikut: 1. Siswa
`BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Material Requirement Planning (MRP) berbasis web pada CV. Mitra Techno Sains.
17 `BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang identifikasi masalah, analisis dan perancangan sistem, rancangan pengujian, dan evaluasi sistem dalam rancang bangun aplikasi
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
25 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Sistem Secara umum pengertian dari sistem adalah sekelompok elemen atau komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Gambaran Umum Sistem Perancangan kendali kelistrikan rumah menggunakan web dimulai dari perancangan hardware yaitu rangkaian pengendali dan rangkaian pemantau seperti rangkaian
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1. Analisa Sistem Dalam melakukan sebuah analisa sistem penulis melakukan wawancara ke salah satu objek yang diambil dalam sebuah penelitian untuk proses pengembangan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Masalah Sub ini membahas pemesanan dan pelayanan untuk pelanggan yang tersedia di Salon Meylan. Banyak pengunjung yang datang untuk memesan rias atau perawatan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
36 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisa Perancangan aplikasi E-Learning ini membahas seputar materi Microsoft Word 2003. Setiap penjelasan disertai dengan arahan berupa suara untuk melanjutkan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu menganalisis sistem yang sedang berjalan di Distro yang akan dibangun
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Sistem penjualan pada para penjual barang elektronik hanya dilakukan dengan menunggu konsumen untuk datang menyinggahi tokonya, kemudian konsumen
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Gambaran umum system Tugas Akhir Sistem Monitoring Local Area Network Kabupaten Sukoharjo Berbasis PHP dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar
Bab 3. Metode Dan Perancangan Sistem
Bab 3 Metode Dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Perancangan Sistem Pada bagian ini menjelaskan tentang bagaimana metode penelitian dalam perancangan sistem. Metode yang dipakai adalah metode PPDIOO. PPDIOO
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III. 1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem dilakukan guna mengetahui gambaran umum sistem informasi geografis letak lokasi baliho di Kota Medan, yakni menganalisis
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Berdasarkan analisis yang terhadap kondisi yang saat ini berjalan, proses pemantauan terhadap status koneksi dalam suatu jaringan komputer
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mampu memperkirakan dan merincikan seluruh dokumen ataupun prosedur yang
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis terhadap sistem yang berjalan dimaksudkan untuk mempelajari terhadap suatu sistem yang sedang dijalanakan oleh suatu organisasi,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 ANALISIS DAN PROSES BISNIS YANG BERJALAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 ANALISIS DAN PROSES BISNIS YANG BERJALAN Proses pengelolaan surat yang sedang berjalan di Departemen Pengawasan Bank adalah 1. Dalam mengelola surat masih dengan manual
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah dapat didefenisikan sebagai
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. b. Microprocessor minimal Pentium IV. c. VGA dengan resolusi 1280 x 600 dan mendukung Microsoft Windows
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian RFID dengan Database Online Pengujian RFID dengan database online dilakukan dengan menguji kinerja dari program kelayakan sebagai user interface. 4.1.1 Tujuan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Tahap pertama yang dilakukan agar bisa menghasilkan suatu sistem yang baik adalah dengan mempelajari dan menganalisa sistem yang sedang berjalan
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Analisis Kebutuhan Komponen komponen yang digunakan untuk menganalisis kebutuhan dari suatu sistem yang akan dibangun antara lain sistem pendukung, diagram alir sistem,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan berupa perangkat keras dan perangkat lunak. 8 GB Random Access Memmory (RAM), Sistem Operasi Windows 10.
11 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Dalam penelitian dibutuhkan beberapa peralatan pendukung untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi aplikasi. Alat yang digunakan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Tahap yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis dan perancangan sistem pada aplikasi presensi kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Tahap yang dilakukan adalah
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
34 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah dilakukan untuk mengetahui gambaran umum mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Pesantren Di Kota Medan. Sehubungan dengan
BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN
29 BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 3.1. Metode Rekayasa Perangkat Lunak Dalam membangun sebuah perangkat lunak dibutuhkan metode pengerjaan sehingga perangkat lunak yang akan dibuat dapat berjalan
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Analisa sistem dilakukan guna mengetahui gambaran umum Sistem Informasi Geografis Lokasi Loket Pemesanan Tiket Bus Antar Provinsi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. System Development Life Cycle (SDLC) yang berfungsi untuk memberi gambaran
11 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pembuatan sistem informasi ini pada dasarnya menerapkan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang berfungsi untuk memberi gambaran tahapan-tahapan utama
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Tahap yang perlu dilakukan sebelum mengembangkan suatu sistem ialah menganalisis sistem yang sedang berjalan kemudian mencari
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Obejek Penelitian 3.1.1 Sejarah Agen Agen AHS Sabna merupakan tempat untuk melakukan isi ulang air mineral resmi dari brand aqua, selain galon AHS Sabna juga
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Activity Diagram Pada perancangan activity diagram ini didasarkan pada analisis use case yang telah di lakukan penulis pada bab sebelumnya. Berikut merupakan gambaran
3.2 Alur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode SDLC Waterfall menurut Roger S. Pressman. Dapat dilihat pada Gambar 3.1.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat Dan Bahan Pada saat penelitian dibutuhkan beberapa alat dan bahan untuk mendukung dalam perancangan sistem maupun implementasi aplikasi. 3.1.1 Alat Dalam penelitian pembuatan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas dan menguraikan tentang masalah Sistem Informasi Geografis Lokasi Baby Shop di Kota Medan. Adapun
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bonus Berdasarkan Penilaian Kinerja Karyawan Pada PT. Telkom, Tbk Medan Dengan Metode
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan Aplikasi Sistem Sumber Daya Perangkat Keras (Hardware)
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Spesifikasi Sistem 4.1.1. Kebutuhan Sumber Daya Sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan Aplikasi Sistem Informasi Akademik Melalui SMS di SMU Dharma Karya terdiri
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1. Analisis Menganalisis sistem merupakan tahapan dalam menganalisis kebutuhankebutuhan sistem. Menurut Kendall & Kendall (2003: 13), perangkat atau teknik untuk menentukan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN. Analisis Sistem ini merupakan penguraian dari suatu sistem pengolahan aplikasi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1 Analisis Sistem Analisis Sistem ini merupakan penguraian dari suatu sistem pengolahan aplikasi yang utuh kedalam berbagai bagian-bagian komponennya serta hubungan antar
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Sebelum merancang suatu sistem, ada baiknya terlebih dahulu kita menganalisis sistem yang sedang berjalan di perusahaan yang
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan sebagai penunjang keberhasilan penelitian. Alat dan bahan tersebut adalah sebagai berikut:
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi Sistem Informasi Geografis Lokasi Support Center Resmi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Pada SMEC (Sumatera Medical Eye Center) kegunaan obat-obatan sudah menjadi kebutuhan primer, sehingga stok obat harus selalu terjaga agar kebutuhan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
29 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Aplikasi database berbasis desktop sekarang ini sangat membantu dalam dunia bisnis, banyaknya manfaat yang di miliki aplikasi ini antara lain; dapat berjalan dengan independen,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem membahas tentang kondisi sistem yang sedang berjalan saat ini, kebutuhan yang diperlukan dalam membangun aplikasi, serta metode dan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Permasalahan Pada langkah analisa permasalahan ini dilakukan tahapan-tahapan untuk mengetahui permasalah yang dialami oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Dalam tahap ini membahas tentang perancangan aplikasi yang penulis rencanakan, yaitu sebuah aplikasi yang bertujuan memberikan layanan absensi Sekolah
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem pendukung keputusan pemberian bonus berdasarkan penilaian kinerja karyawan pada PT. Centra Material Bangunan dengan
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. PT. INKA menggunakan prosedur pembuatan work instruction (WI) secara
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN PT. INKA menggunakan prosedur pembuatan work instruction (WI) secara manual dengan cara memproses secara bertahap dengan menulis. Kerja praktek ini dilakukan selama 160 jam dengan
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. berbeda dengan beberapa institusi pendidikan lain. Hal ini disebabkan karena
BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN SMA Kristen Kalam Kudus memiliki prosedur sistem yang sedikit berbeda dengan beberapa institusi pendidikan lain. Hal ini disebabkan karena sistem yang dijalankan masih tergolong
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. mampu mempengaruhi prestasi dari sumber daya manusia khususnya untuk
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Analisa sistem Dalam pengembangan teknologi informasi ini dibutuhkan analisa dan perancangan sistem pengolah data. Sistem pengolah data tersebut diharapkan mampu mempengaruhi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian Dalam pembangunan sistem, penelitian menggunakan model Software Development Life Cycle). Model-model yang digunakan pada SDLC yaitu : a) Waterfall, b)
Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem
Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan, diselesaikan melalui tahapan penelitian yang terbagi dalam empat tahapan, yaitu: (1) Identifikasi Masalah, (2) Perancangan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Saat ini pencatatan dan pengelolaan penginventarisan dan penyusutan barang-barang pada PT. Langkat Nusantara Kepong masih dilakukan secara manual
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Infrastruktur Aplikasi Pemesanan Tiket Bus Berbasis Android Setelah melakukan analisis dan perancangan diharapkan agar aplikasi yang telah dibuat dapat menjadi solusi
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Sistem siklus anggaran yang saat ini sedang berjalan di CV. Surat Kabar ICWPost masih dilakukan secara pembukuan manual, pencatatan
BAB III PERANCANGAN PENELITIAN
BAB III PERANCANGAN PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Peralatan pendukung dalam pembuatan aplikasi berbasis website terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk mendukung
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. dan pengujian merupakan langkah yang dilakukan setelah melakukan
75 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Berdasarkan perancangan software pada bab sebelumnya, maka dihasilkan sebuah aplikasi fingerscan untuk keamanan ruang kelas. Implementasi dan pengujian merupakan langkah
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
31 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), belum memiliki sebuah sistem informasi yang terprogram, belum adanya aplikasi khusus yang digunakan untuk
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada. Analisa dilakukan agar
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Toko Buku Family merupakan sebuah toko yang menjual buku-buku
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Toko Buku Family merupakan sebuah toko yang menjual buku-buku pelajaran. Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai Analisis Sistem
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
III.1 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisis Sistem yang Berjalan Sistem yang sedang berjalan belum tersedia sistem informasi yang berbasis komputer atau dengan kata lain masih dengan cara manual.
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk memahami informasi-informasi
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan Toko SparePart Tunas Muda Variasi adalah nama sebuah bentuk usaha penjualan peralatan dan perlengkapan variasi mobil yang beralamatkan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
27 BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Sistem Analisa sistem adalah uraian keseluruhan bagaimana sistem yang berjalan saat ini baik dilihat dari analisis fungsional dan analaisis
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Identifikasi Masalah Ujian tryout untuk para siswa kelas enam sekolah dasar merupakan salah satu hal terpenting dalam menghadapi ujian sekolah dan ujian Nasional. Biasanya
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Bahan Dan Alat Penelitian 3.1.1 Bahan Penelitian Bahan yang digunakan di dalam penelitian ini berupa data, meliputi data master dan data pendukung. Data master adalah data
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Data
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Data skenario yang digambarkan dalam bentuk diagram sequence
BAB III. Analisa Dan Perancangan
BAB III Analisa Dan Perancangan 3.1 Analisa Masalah 3.1.1 Analisa Kondisi Terkini Pada saat ini PT. XYZ belum memiliki sistem yang dapat menghitung jumlah pengunjung event yang berbasis web. Sehingga dalam
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA Pada bab ini dilakukan pengujian alat dari seluruh rangkaian yang telah dibuat. Proses pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari alat yang telah dibuat dan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkembangan dunia bisnis yang ada pada saat ini terutama nasabah perkreditan, dimana tiap-tiap nasabah selalu memiliki system masing-masing dalam
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 3.1 Perencanaan Kebutuhan Situs web kini mulai digandrungi oleh pelaku sektor bisnis untuk memasarkan produknya, melalui situs web yang berfungsi sebagai media
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. (Studi kasus Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sub Kepegawaian dan Umum) ada
BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 5.1. Lingkungan Implementasi Dalam tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakkan sistem supaya dapat siap untuk dioperasikan. Dalam implementasi Sistem Aplikasi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Proses Berbelanja Pada Minimarket Proses berbelanja merupakan langkah-langkah yang terjadi pada minimarket dalam melakukan kegiatan jual beli, dimana pihak
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
37 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISEM III.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Analisa sistem sangat berguna untuk mengetahui gambaran umum mengenai sistem informasi geografis lokasi wedding solution
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan
BAB III ANALISIS DAN UJI COBA
BAB III ANALISIS DAN UJI COBA III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi sistem informasi geografis lokasi toko pancing di kota Medan
