BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
|
|
|
- Hadi Muljana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 130 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV, maka simpulan hasil penelitian sebagai berikut: Kemudian, hasil penelitian ini juga menemukan bahwa penulis mencoba mendekonstruksi gagasan mengenai pendidikan sebagai jalan menuju kayaraya, hidup bahagia, dan banyak. Pertama, terdapat dekonstruksi pemakaian bahasa kotor, umpatan, dan caci maki pada novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Hasil analisis menemukan bahwa pemakaian bahasa kotor, umpatan, dan caci maki dominan digunakan oleh sebagian besar tokoh guru, orangtua, dan pelajar. Pak saiful yang mencaci maki Bram dan Goris, yang memilih keluar kelas meninggalkan pelajaran agama, dengan menyebut mereka sebagai Garong dan anak kurang ajar. Paman Firman yang sering sekali mencaci maki saat memarahi Firman dengan sebutan anak tolol, anak goblok, anak setan, dan anak dungu. Rama, Goris, Bram, Andri, dll. Juga sering sekali mengumpat dengan bahasa kotor seperti Anjing! Bangsat! Monyet! Ngepet! Udik! Bego! Banci! Dangdut! Kodok! dll. Kedua, terdapat dekonstruksi struktur novel pada novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Dekonstruksi struktur yang ditemukan adalah dekonstruksi pada tokoh. Tokoh-tokoh yang mengalami dekonstruksi antara lain yaitu: tokoh Senioren dan kakak kelas, tokoh Kakak Goris, tokoh orangtua, dan tokoh guru. tokoh senioren dan kakak kelas, serta kakak Goris merupakan tokoh penting dalam novel ini sebab tokoh-tokoh tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter buruk tokoh Rama dan teman-temannya di sekolah. Selain itu tokoh orang tua dan guru yang dominan dalam novel ini adalah orangtua dan guru yang gagal dalam mendidik anak atau siswa sehingga anak atau siswa tidak memiliki karakter yang kuat dalam bersosialisasi dengan lingkungan sosial yang lebih kompleks. Ketiga, terdapat dekonstruksi atas gagasan-gagasan (logika) mengenai sekolah dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. 130
2 131 Penulis, Fahd Djibran melalui teks dalam novel mencoba mendobrak gagasan-gagasan yang ada dalam masyarakat mengenai sekolah bahwa sekolah bukanlah alat utama bagi seseorang untuk bisa menjadi sukses dan kaya raya. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang tidak menjamin ia untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan atau sesuai dengan bidangnya. Keempat, terdapat 13 nilai pendidikan karakter dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black, yaitu: bersahabat/komunikatif, mandiri, tahu berterima kasih, tangguh, tabah, santun, sabar, rajin, gigih, empati, keberanian, tanggung jawab, dan kesetiakawanan. tokoh Rama, Andri, Ayah Rama, Bunga, Bu Hilda, Firman, Goris, dan Bram adalah tokoh-tokoh yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan karakter yang mana ditemukan 13 nilai pendidikan karakter dalam novel ini. Kelima, relevansi novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA/MA yaitu dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XI karena sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang ada dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMA. Selain itu, novel tersebut cocok digunakan sebagai materi ajar untuk menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik. Serta sebagai pembanding dengan novel-novel yang memiliki tema pendidikan lainnya dengan syarat guru ikut masuk mengarahkan siswa kepada hal-hal yang baik untuk dicontoh dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan novel ini berisi hal-hal yang buruk mengenai karakter dan kebudayaan menyimpang. B. Implikasi Penelitian ini melakukan penganalisisan terhadap karya sastra novel Tak Senpurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Hasil penelitian ini memiliki implikasi terhadap aspek lain yang relevan dengan penelitian. Implikasi dari temuan penelitian ini mengacu dua hal, yakni implikasi teoretis dan praktis. Implikasi teoretis berhubungan dengan kontribusinya bagi teori-teori, pendekatan dan kajian tentang penelitian sastra (kajian dekonstruksionisme) dan implikasi praktis berkaitan dengan kontribusi temuan penelitian terhadap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia
3 132 terutama bidang sastra di sekolah. Rumusan implikasi hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Implikasi Teoritis Implikasi teoretis dari penelitian ini berdampak langsung pada perkembangan dan pendalaman teori sastra, khususnya teori dekonstruksi. Hal tersebut disebabkan penelitian ini mengkaji dekonstruksi dan pemakaian bahasa novel. Selain itu, pada penelitian ini ditemukan beberapa penemuan sehingga terdapat perkembangan dan pendalaman teori sastra, khususnya teori dekonstruksi. Dari hasil Penelitian ini dapat deketahui bahwa untuk menemukan dekonstrusi sebuah karya sastra (novel) terlebih dahulu perlu dilakukan analisis terhadap unsur interinsik. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan peneliti dalam menemukan sistem oposisi biner yang terdapat dalam teks novel. Sehingga dapat diketahui ada tidaknya dekonstruksi pada unsur pembangun novel tersebut. Penggunaan kajian dekonstruksionisme dalam penelitian ini memperkaya kajian teoritis studi sastra khususnya penelitian mengenai kajian dekonstruksionisme yang terbilang masih jarang dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk melakukan penelitian terhadap karya sastra dengan menggunakan kajian dekonstruksionisme. Penggunaan kajian dekonstruksionisme dalam penelitian ini merupakan jalan menuju pemikiran kritis untuk membongkar kebenaran-kebenaran mutlak yang disodorkan oleh kajian strukturalisme. Kajian dekonstruksionisme dilakukan atas pertimbangan bahwa teks sastra bukan satu-satunya informasi tunggal. Sebab paham dekonstruksi meyakini bahwa setelah dikaji, teks sastra justru akan menciptakan makna baru. Sehubungan dengan paragraf sebelumnya, implikasi selanjutnya adalah dapat memperkaya ataupun memperbanyak penelitian sastra di Indonesia. Hal tersebut disebabkan penelitian ini adalah penelitian yang fokus mengkaji dekonstruksi pemakaian bahasa, struktur novel (tema, alur, setting, tokoh, dan amanat), dan gagasangagasan (logika) novel. Model kajian secara analitik yang dilakukan dengan mengidentifikasi karya sastra secara struktural kemudian mengidentifikasi sistem oposisi biner pada teks novel dan yang terakhir mengidentifikasi dekonstruksi
4 133 pemakaian bahasa novel, struktur novel (tema, alur, setting, tokoh, dan amanat), gagasan-gagasan (logika) novel. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengkajian dekonstruksionisme. Implikasi selanjutnya adalah dapat menjadi acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai nilai-nilai pendidikan karakter dalam karya sastra, dan relevansinya dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Apresiasi terhadap novel Tak Sempurna berimplikasi pada bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Novel Tak Sempurna menggambarkan sisi lain dalam sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengangkatan novel ini tentunya akan membuat novel ini semakin banyak dibaca oleh khalayak banyak sehingga pemerintah, guru, orang tua, siswa, dan masyarakat mendapat informasi mengenai apa sebenarnya yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, mutu para guru, lingkungan sosial dan perkembangan psikologi anak SMA, bentuk keluarga, dan pola asuh orang tua terhadap anak serta lingkungan sosial yang mempengaruhi psikologi dari tumbuh kembangnya anak dan peserta didik. Bagi pemerintah, tentunya novel ini menjadi sebuah kritik pedas sekaligus masukan dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia yang mengacu pada pemberdayaan usia produktif sumber daya manusia Indonesia. Bagi para guru, novel ini berimplikasi pada pembenahan gaya mengajar di kelas dan masukan mengenai perkembangan teknologi yang berimbas pada perkembangan psikologi dan sistem sosialisasi peserta didik. Bagi orang tua, novel ini menjadi lampu merah untuk merenung dan berpikir serta belajar kembali mengenai apa dan bagaimana esensi mendidik dan pola asuh anak, menanamkan karakter-karakter baik yang kuat agar anak tidak terpengaruh ketika ia terjun ke lingkungan sosial yang lebih besar dan memiliki resiko tanggung jawab yang tinggi terhadap diri sendiri, dan bentuk keluarga dengan segala aturannya. Bagi siswa, novel ini berimplikasi terhadap perkembangan psikologi, sosialisasi dengan lingkungan, dan daya berpikir kritis siswa. Tokoh utama dan beberapa tokoh dalam novel ini juga dapat dijadikan sarana refleksi bagi siswa untuk tidak melakukan hal-hal bodoh yang mengorbankan diri sendiri maupun orang lain. Novel ini dapat dijadikan pembanding
5 134 bagi karakter-karakter baik yang ditanamkan kepada siswa baik oleh orang tua, guru, dan masyarakat dalam lingkungan sosial siswa. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dapat digunakan sebagai alternatif dan pembanding materi pembelajaran bahasa Indonesia karena isinya cukup kompleks. Nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel dapat diambil hikmahnya. Sedangkan hal-hal yang berhubungan dengan pemakaian bahasa kotor, umpatan, dan caci maki, pemberontakan, perlawanan, tawuran, dan hal-hal negatif lainnya dapat dijelaskan kepada siswa supaya tidak meniru. Sebab hasil akhir dari tindakan yang salah pasti akan menyisakan penyesalan di belakang hari. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black cocok diberikan untuk siswa kelas XI SMA. Silabus bahasa Indonesia di SMA kelas XI berisi standar kompetensi berupa memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan. Standar kompetensi tersebut berisi kompetensi dasar yang relevan dengan penelitian ini, yakni menjelaskan unsur-unsur interinsik novel Indonesia atau terjemahan. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black diapresiasi secara bebas oleh siswa sehingga siswa mampu memahami nilainilai pendidikan karakter dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black, baik secara tertulis maupun secara tersirat. Fungsi guru dalam memahami nilai pendidikan karakter adalah sebagai fasilitator siswa dan menambah penjelasan tentang nilai pendidikan karakter. Berdasarkan paparan yang telah dijabarkan pada paragraf-paragraf sebelumnya dapat diketahui bahwa implikasi dalam penelitian kajian dekonstruksionisme pemakaian bahasa novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black ditinjau dari nilai pendidikan karakter ini yaitu, pertama memberikan sumbangan keilmuan terhadap perkembangan dan pendalaman teori sastra. Kedua adalah dapat memperkaya ataupun memperbanyak khasanah penelitian sastra di Indonesia khususnya mengenai kajian dekonstruksionisme pada novel. Ketiga penggunaan kajian dekonstruksionisme dalam penelitian ini memperkaya kajian teoritis studi sastra khususnya penelitian mengenai kajian dekonstruksi pemakaian bahasa, dekonstruksi strukstur novel (tokoh), dan dekosntruksi logika (gagasan) yang terbilang masih jarang dilakukan di Indonesia. Keempat apresiasi terhadap novel Tak Sempurna berimplikasi
6 135 pada bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Kelima novel Tak Sempurna dapat digunakan sebagai pembanding atas karakter-karakter baik yang selama ini diajarkan dan ditanamkan oleh guru dan orang tua. 2. Implikasi Praktis Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan telaah sastra dalam rangka memperbaiki pembelajaran bahasa Indonesia. Kajian dekonstruksionisme terhadap novel merupakan salah satu cara dalam menelaah novel dengan menganalisis terlebih dahulu oposisi biner yang terdapat di dalam novel. Hal ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum masuk pada esensi dari kajian dekonstruksionisme yakni menghancurkan tatanan hierarki oposisi biner dengan cara menemukan ketidakutuhan makna teks yang ditutupi oleh dominasi oposisi yang dihadirkan oleh teks tersebut. Dan hal terakhir adalah mengajukan gagasan baru terhadap apa yang telah dilucuti dari hasil menemukan ketidakutuhan makna pada teks tersebut. Menilik teknik-teknik yang disuguhkan oleh kajian dekonstrusionisme pada paragraf sebelumnya, dapat diketahui bahwa kajian dekonstruksionisme sastra dalam dunia pendidikan dapat dilakukan untuk pembelajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi yang diawali dengan melakukan kajian cerpen atau novel. Proses pembelajaran apresiasi sastra seharusnya tidak hanya dilakukan dengan teori saja. Pembelajaran yang dilakukan harus mampu mendorong siswa agar dapat mengapresiasi, mengkritik, dan berkreasi dengan pemikiran yang kritis terhadap karya sastra khususnya novel. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black sebagai bahan bacaan dapat menambah pengetahuan siswa terhadap informasi baru sehingga dapat mengukur pemahaman siswa melalui bacaan tersebut. Karakter dan unsur intrinsik dapat disinggung guru untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengapresiasi teks sastra. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan mengapresiasi karya sastra bukan hanya sekedar menghafal, melainkan memaknai arti pada sebuah karya sastra. Keingintahuan siswa yang tidak terbendung dapat dibentengi oleh guru dengan membaca suatu teks terlebih dahulu sebelum diberikan kepada siswa. Guru berperan
7 136 penting dalam mensortir bacaan, menentukan kelayakan buku sebagai sarana pengetahuan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan minat mengapresiasi sastra dalam masyarakat dan bahan masukan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia dalam bidang pendidikan karena di dalam Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black terkandung kritikan yang pedas terhadap sistem pendidikan dan pengajaran. Selain itu sastra merupakan media yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesan positif dan mendidik karakter bagi siswa pada khususnya. Proses pembelajaran bahasa Indonesia khususnya tentang sastra seharusnya tidak hanya dilakukan untuk mengasah aspek kognitif saja. Namun kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat memberikan sumbangan dalam peningkatan aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa. Aspek kognitif yang dapat diperoleh siswa dari pembelajaran telaah sastra berupa pengetahuan siswa terhadap sastra meningkat. Sehingga dapat mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi. Aspek afektif melalui pembelajaran sastra dapat meningkatkan emotif atau perasaan siswa terhadap sastra. Aspek psikomotorik melalui pembelajaran telaah sastra adalah siswa bisa mencipta karya sastra dengan mengimajinasi karya sastra yang dibaca. Manfaat tersebut hendaknya mendapat dukungan yang maksimal dari pihak sekolah. Pengadaan novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah. Novel ini dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh perangkat sekolah baik siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Selain itu, novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black layak menjadi koleksi pustaka siswa karena kerugian yang diakibatkan dalam cerita novel ini bisa menjadi tanda bahaya apabila siswa melakukan perbuatan sebagaimana yang terdapat dalam cerita novel ini. Momok ketakutan akan hancurnya masa depan bahkan sampai pada kehilangan nyawa dapat dijadikan sebagai benteng agar siswa tidak sekali-kali meniru apa yang prilaku siswa SMA Lazuardi dan SMK Citra Bangsa yang diceritakan pada novel ini. Dengan membaca novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dapat membentuk kepribadian siswa menjadi lebih matang.
8 137 C. Saran Berdasarkan hasil simpulan dan implikasi di atas, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi siswa, Siswa hendaknya dapat memilih bacaan yang bermutu sehingga dapat memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Selain itu, diharapkan siswa dapat mengambil hikmah dari membaca novel. Siswa hendaknya memanfaatkan Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black sebagai pembanding bagi karakter-karakter baik yang diajarkan oleh guru dan orang tua. Siswa juga dapat menerapkan kajian dekonstruksionisme untuk mengapresiasi karya sastra (novel) untuk lebih mengembangkan daya lenting siswa dalam proses berpikir kritis. 2. Bagi guru, Kepada guru yang setuju bahwa novel ini dapat digunakan sebagai pembanding terhadap novel-novel yang memiliki isi cerita yang lebih memotivasi dan sebagai pembanding terhadap karakter-karakter yang baik, maka guru dapat memanfaatkan novel ini sebagai sumber pembelajaran bahasa Indonesia di SMA karena sesuai dengan kurikulum yang ada. Guru bisa menugaskan siswa untuk mengapresiasi unsur intrinsik, ekterinsik, dan nilai pendidikan karakter yang ada dalam Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Selain itu, guru juga harus berfungsi sebagai fasilitator dan pengarah siswa sehingga siswa tidak sampai mengimitasi hal-hal buruk yang terdapat pada novel ini. 3. Bagi peneliti lain, Sebagaimana telah dijelaskan oleh para pakar bahwa pengkajian dekonstruksionisme terhadap karya sastra dapat dilakukan dari berbagai arah untuk menemukan sistem oposisi biner teks karya sastra. Walaupun kajian dekonstruksionisme menentang kestrukturan aliran strukturalisme akan tetapi pada penelitian-penelitian kualitatif deksriptif tertentu kita dituntut untuk melakukan penelitian secara ajek dan runtut.
9 138 Kajian dekosntruksionisme dan Nilai Pendidikan Karakter Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black ini dapat memperkaya sudut pandang dan wawasan peneliti lain serta memperdalam penelitian-penelitan sastra selanjutnya.
KAJIAN DEKONSTRUSIONISME DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL TAK SEMPURNA KARYA FAHD DJIBRAN DAN BONDAN PRAKOSO & FADE2BLACK TESIS
KAJIAN DEKONSTRUSIONISME DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL TAK SEMPURNA KARYA FAHD DJIBRAN DAN BONDAN PRAKOSO & FADE2BLACK TESIS Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister
I. PENDAHULUAN. Setiap manusia pasti pernah mengalami konflik di dalam hidupnya. Konflik
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap manusia pasti pernah mengalami konflik di dalam hidupnya. Konflik merupakan bagian penting dari kehidupan manusia dan merupakan situasi yang wajar dalam
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa simpulan penelitian, yaitu: 1. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karya sastra merupakan manifestasi kehidupan manusia yang kompleks. Manifestasi tersebut meliputi berbagai segi kehidupan sosial budaya antara individu dengan individu,
BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembelajaran sastra, khususnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembelajaran sastra, khususnya Bahasa Indonesia. Dalam pemaknaan terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan wujud dari pengabdian perasaan dan pikiran pengarang yang muncul ketika ia berhubungan dengan lingkungan sekitar. Sastra dianggap sebagai
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab IV, maka simpulan hasil penelitian sebagai berikut: Pengkajian perwatakan novel Di Kaki Bukit Cibalak
BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Rincian Waktu dan Jadwal Kegiatan Penelitian
44 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian yang berjudul Kajian Dekonstruksionisme Dan Nilai Pendidikan Karakter Novel Tak Sempurna Karya Fahd Djibran Dan Bondan Prakoso & Fade2black
BAB I PENDAHULUAN. hidup yang dialaminya. Hal ini sesuai dengan pendapat E. Kosasih ( 2012: 2)
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sastra yang lahir di tengah-tengah masyarakat merupakan hasil imajinasi atau ungkapan jiwa sastrawan, baik tentang kehidupan, peristiwa, maupun pengalaman
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus dimiliki untuk mencapai kesuksesan. Setiap manusia harus dapat membiasakan diri melihat setiap masalah yang muncul
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Psikologi berasal dari kata Yunani, psycheyang berarti jiwa dan logosyang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan (Jaenudin, 2012:1). Psikologi terus berkembang seiring
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan analisis data pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan tokoh-tokoh pada novel tersebut, dapat ditemukan beberapa nilai pendidikan karakter
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini, peneliti akan menyajikan latar belakang masalah, rumusan masalah,
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini, peneliti akan menyajikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan ruang lingkup penelitian mengenai karakterisasi dalam novel
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini, peneliti mengungkapkan mengenai: (a) latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, dan (d) manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran
I. PENDAHULUAN. Sastra merupakan tulisan yang bernilai estetik dengan kehidupan manusia sebagai
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sastra merupakan tulisan yang bernilai estetik dengan kehidupan manusia sebagai objeknya dan bahasa sebagai mediumnya. Menurut Esten (2000: 9), sastra merupakan pengungkapan
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
200 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil pada bab IV, diperoleh simpulan sebagai berikut: 1. Analisis unsur intrinsik novel Sepatu Dahlan Unsur-unsur
BAB I PENDAHULUAN. dalam menggambarkan kehidupan baik kehidupan dari diri pengarang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan manusia semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Manusia dilahirkan dengan berbagai permasalahan hidup yang dihadapinya. Perasalahan hidup manusia dapat
BAB I PENDAHULUAN. oleh siswa. Sastra terbagi menjadi beberapa jenis misalnya puisi, cerpen, novel,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran sastra merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. Sastra terbagi menjadi beberapa jenis misalnya puisi, cerpen, novel, roman
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN TOKOH UTAMA NOVELTAK SEMPURNAKARYA FAHD DJIBRAN BONDAN PRAKOSO DAN FADE2BLACK DAN SKENARIO PEMBELAJARANSASTRA DI SMA
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN TOKOH UTAMA NOVELTAK SEMPURNAKARYA FAHD DJIBRAN BONDAN PRAKOSO DAN FADE2BLACK DAN SKENARIO PEMBELAJARANSASTRA DI SMA Oleh: Tati Mulyani Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. puisi. Latar belakang kehidupan yang dialami pengarang, sangat berpengaruh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lahirnya sebuah karya sastra tentu tidak akan terlepas dari kehidupan pengarang baik karya sastra yang berbentuk novel, cerpen, drama, maupun puisi. Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN. Kehadiran karya sastra di tengah-tengah masyarakat pembaca merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehadiran karya sastra di tengah-tengah masyarakat pembaca merupakan pencerminan dari kehidupan manusia. Karya sastra menyuguhkan potret kehidupan dengan
BAB I PENDAHULUAN. Sastra sebagai cabang dari seni, yang keduanya unsur integral dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sastra sebagai cabang dari seni, yang keduanya unsur integral dari kebudayaan. Usianya sudah cukup tua. Kehadiran hampir bersamaan dengan adanya manusia. Karena ia diciptakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan masyarakat dalam suatu karya sastra, karena hakekatnya sastra merupakan cermin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan membaca karya sastra pembaca atau masyarakat umum dapat mengetahui kehidupan masyarakat dalam suatu karya sastra, karena hakekatnya sastra merupakan cermin dari
NILAI PENDIDIKAN NOVEL PAK GURU KARYA AWANG SURYA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA
NILAI PENDIDIKAN NOVEL PAK GURU KARYA AWANG SURYA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Oleh: Rahmat Hidayat Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia [email protected] ABSTRAK: Tujuan
I. PENDAHULUAN. Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang di antaranya adalah novel.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang di antaranya adalah novel. Novel memiliki dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik
BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan sebuah karya sastra yang bermanfaat bagi masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan buah karya dari seorang pengarang, dengan menghasilkan sebuah karya sastra pengarang mengharapkan karyanya dapat dinikmati dan dipahami
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil kreasi sastrawan melalui kontemplasi dan refleksi setelah menyaksikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil kreasi sastrawan melalui kontemplasi dan refleksi setelah menyaksikan berbagai fenomena kehidupan dalam lingkungan sosialnya. Fenomena
BAB I PENDAHULUAN. maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali, mengolah, dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan ungkapan pikiran dan perasaan, baik tentang kisah maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali, mengolah, dan mengekspresikan gagasan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bangsa Indonesia kaya dengan keberagaman, yang masing-masing
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia kaya dengan keberagaman, yang masing-masing memiliki keunikan sendiri-sendiri, demikian pula dibidang sastra, Indonesia sangat kaya dengan
BAB I PENDAHULUAN. secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar dengan tujuan untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan, dan pendapat
ANALISIS TOKOH UTAMA NOVEL BATAS KARYA AKMAL NASERY BASRAL, RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA
ANALISIS TOKOH UTAMA NOVEL BATAS KARYA AKMAL NASERY BASRAL, RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Oleh: Heri Sutrisno Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. untuk diteladani. Berdasarkan isi karya sastra itu, banyak karya sastra yang dipakai
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Sastra banyak diminati masyarakat karena bersifat mendidik dan menghibur (sebagai bacaan). Selain
BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan. Kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan pengungkapan realitas kehidupan masyarakat secara imajiner. Dalam hal ini, pengarang mengemukakan realitas dalam karyanya berdasarkan
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING SISWA KELAS X AK 1 SMK MUHAMMADIYAH 2 KARANGANYAR TAHUN DIKLAT 2008/2009 SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang kaya kebudayaan. Kebudayaan tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara yang kaya kebudayaan. Kebudayaan tersebut tersebar di daerah-daerah sehingga setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra diciptakan berdasarkan imajinasi dan berlandaskan pada bahasa yang digunakan untuk memperoleh efek makna tertentu guna mencapai efek estetik. Sebuah
BAB 1 PENDAHULUAN. pada jiwa pembaca. Karya sastra merupakan hasil dialog manusia dengan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang dapat menimbulkan kesan pada jiwa pembaca. Karya sastra merupakan hasil dialog manusia dengan problematika yang
I. PENDAHULUAN. dalamnya terdapat pengilustrasian, pelukisan, atau penggambaran kehidupan
` I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil ciptaan manusia melalui kesadaran yang tinggi serta dialog antara diri pengarang dengan lingkungannya. Sebuah karya sastra di dalamnya
NILAI MORAL NOVEL KUTITIPKAN AZEL KEPADAMU KARYA ZAYYADI ALWY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA
NILAI MORAL NOVEL KUTITIPKAN AZEL KEPADAMU KARYA ZAYYADI ALWY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Oleh: Febri Rizki Ananda Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas
BAB I PENDAHULUAN. Pada bab pendahuluan ini, akan diuraikan beberapa hal sebagai berikut: (1)
BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini, akan diuraikan beberapa hal sebagai berikut: (1) latar belakang penelitian, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, dan (4) manfaat penelitian. Keempat hal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra diciptakan oleh sastrawan untuk dinikmati dan dipahami serta dimanfaatkan oleh masyarakat pembaca. Karya sastra memberikan kesenangan dan pemahaman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum adalah program kegiatan yang terencana disusun guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu kurikulum yang pernah berjalan di
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan sebuah karya fiksi yang berisi imajinasi seorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karya sastra merupakan sebuah karya fiksi yang berisi imajinasi seorang pengarang dalam memaparkan berbagai permasalahan-permasalahan dan kejadian-kejadian dalam kehidupan
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN Pada bagian ini akan diuraikan secara berturut-turut: simpulan, implikasi, dan saran A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sebuah karya seni (Wellek dan Warren, 1990: 3). Karya sastra adalah suatu kegiatan kreatif, hasil kreasi pengarang. Ide
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan 1. Unsur Intrinsik Novel Bulan Nararya a. Tema Tema dari novel Bulan Nararya adalah kepedulian
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan 1. Unsur Intrinsik Novel Bulan Nararya a. Tema Tema dari novel Bulan Nararya adalah kepedulian sosial. Kepedulian sosial tersebut dikerucutkan pada orang-orang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rahayu Yulistia, 2013
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang memegang peranan sangat penting. Manusia mampu mengungkapkan pikiran, ide, gagasan, dan perasaannya kepada orang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan bahasa sebagai alat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan bahasa sebagai alat berkomunikasi satu sama lain dan saling berbagi berbagai informasi antar individu. Kemampuan berbahasa
BAB I PENDAHULUAN. Dalam karya sastra terdapat nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dituangkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Dalam karya sastra terdapat nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan dengan media bahasa. Orang dapat mengetahui nilai-nilai
89. Mata Pelajaran Sastra Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) Program Bahasa
89. Mata Pelajaran Sastra Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) Program Bahasa A. Latar Belakang Mata pelajaran Sastra Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran sastra
I. PENDAHULUAN. Sastra merupakan sebuah ciptaan, sebuah kreasi, bukan semata-mata sebuah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sastra merupakan sebuah ciptaan, sebuah kreasi, bukan semata-mata sebuah imitasi (Luxemburg, 1984: 1). Sastra, tidak seperti halnya ilmu kimia atau sejarah, tidaklah
Oleh: Tri Wahyuningsih Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL SURAT DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SMA Oleh: Tri Wahyuningsih Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. Karya sastra muncul karena karya tersebut berasal dari gambaran kehidupan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra selalu muncul dari zaman ke zaman di kalangan masyarakat. Karya sastra muncul karena karya tersebut berasal dari gambaran kehidupan manusia yang
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran bahasa Indonesia adalah menyimak, berbicara, membaca, dan. kesatuan dari aspek bahasa itu sendiri (Tarigan, 2008: 1).
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Seorang pengarang bebas untuk mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan imajinasinya untuk dituangkan dalam sebuah karya sastra. Karya sastra lahir karena adanya
BAB I PENDAHULUAN. khususnya bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang penting dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia. Kemampuan berbahasa seseorang dapat menunjukkan kepribadian serta pemikirannya.
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. A. Simpulan
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan uraian hasil penelitian dan analisis data mengenai struktur, nilai pendidikan karakter, dan relevansi novel Pethite Nyai Blorong karya Peni
BAB I PENDAHULUAN. Cerpen merupakan sebuah karya yang didalamnya terkandung berbagai aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cerpen merupakan sebuah karya yang didalamnya terkandung berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Cerpen dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jati diri atau
BAB I PENDAHULUAN. hal itulah yang juga tercipta dalam Antologi Cerpen Ironi-ironi Kehidupan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengkajian cerpen sebagai suatu objek yang akan diteliti bukanlah hal baru lagi. Cerpen sebagai bagian dari karya sastra dalam kehidupan bisa mencakup beberapa
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL HADIAH KECIL DARI TUHAN KARYA ADI RUSTANDI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL HADIAH KECIL DARI TUHAN KARYA ADI RUSTANDI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Oleh: Ika Chandra Deviana Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Secara etimologis kata kesusastraan berasal dari kata su dan sastra. Su berarti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara etimologis kata kesusastraan berasal dari kata su dan sastra. Su berarti baik dan sastra (dari bahasa Sansekerta) berarti tulisan atau karangan. Dari pengertian
KIRNILAI MORAL DALAM NOVEL PELANGI DI ATAS CINTA KARYA CHAERUL AL-ATTAR DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA
KIRNILAI MORAL DALAM NOVEL PELANGI DI ATAS CINTA KARYA CHAERUL AL-ATTAR DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA Oleh: Anifah Restyana Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas
I. PENDAHULUAN. tentang kisah maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali, seseorang dengan menggunakan bahasa yang indah.
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang dapat menimbulkan kesan pada diri pembaca. Karya juga merupakan ungkapan pikiran dan perasaan, baik tentang
I. PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa mencakup empat komponen, yaitu menyimak/
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa mencakup empat komponen, yaitu menyimak/ mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak merupakan keterampilan berbahasa awal yang
BAB I PENDAHULUAN. menyimak (listening skills); (2) keterampilan berbicara (speaking skills); (3)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, siswa diharapkan mampu memiliki kompetensi dengan menguasai empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan
BAB I PENDAHULUAN. pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah. Materi yang diajarkan terus mengalami perubahan seiring perkembangan dan perubahan kurikulum.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan bagian dari kehidupan manusia, yang berkaitan dengan memperjuangkan kepentingan hidup manusia. Sastra merupakan media bagi manusia untuk berkekspresi
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik, dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. kontemplasi dan refleksi setelah menyaksikan berbagai fenomena. kehidupan dalam lingkungan sosialnya (Al- Ma ruf 2009: 1).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karya sastra merupakan hasil kreasi sastrawan melalui kontemplasi dan refleksi setelah menyaksikan berbagai fenomena kehidupan dalam lingkungan sosialnya (Al- Ma ruf
BAB I PENDAHULUAN. global. Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan tersebut adalah kurikulum,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik ditingkat lokal, nasional, maupun global.
I. PENDAHULUAN. problematika yang dialaminya dalam kehidupan. Problematika dapat timbul
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang dapat menimbulkan kesan pada jiwa pembaca. Karya sastra merupakan hasil dialog manusia dengan problematika yang dialaminya
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu usaha untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan terutama pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu usaha untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan terutama pada pembelajaran apresiasi sastra khususnya apresiasi puisi perlu dibuat sebuah bahan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Tarigan (dalam PLPG, 2009: 28) Menulis atau mengarang adalah. wacana yang kemudian dileburkan menjadi tulisan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan salah satu aspek belajar yang harus diajarkan guru kepada siswa selain aspek lainnya, yaitu membaca, mendengar, dan berbicara. Menurut Tarigan
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan pada hasil temuan penelitian dan analisis data mengenai struktur, pandangan dunia pengarang, struktur sosial pengarang, nilai edukatif, dan
BAB I PENDAHULUAN. Wida Kartika Ayu, 2016
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Puisi sebagai suatu karya sastra pada dasarnya merupakan sarana ekspresi seseorang. Perwujudan ekspresi pengarang lewat puisi selanjutnya difasilitasi melalui
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan termasuk salah satu dasar pengembangan karakter seseorang. Karakter merupakan sifat alami jiwa manusia yang telah melekat sejak lahir (Wibowo, 2013:
BAB I PENDAHULUAN. berarti di dalamnya bernuansakan suasana kejiwaan sang pengarang, baik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan hasil ungkapan kejiwaan seorang pengarang, yang berarti di dalamnya bernuansakan suasana kejiwaan sang pengarang, baik suasana pikir maupun
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra sebagai karya seni bersifat kreatif, artinya sebagai hasil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Karya sastra sebagai karya seni bersifat kreatif, artinya sebagai hasil ciptaan manusia yang berupa karya bahasa. Dari zaman ke zaman sudah banyak orang menciptakan
BAB I PENDAHULUAN. pendapat Sumardjo (Mursini 2010:17) yang mengemukakan bahwa sastra adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses kegiatan mengubah perilaku individu ke arah kedewasaan dan kematangan. Salah satu bentuk pendidikan adalah pendidikan yang berupa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan induk dari seluruh disiplin ilmu. Pengetahuan sebagai hasil proses belajar manusia baru tampak nyata apabila dikatakan, artinya diungkapkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia masih sering dilaksanakan dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia masih sering dilaksanakan dengan menggunakan metode konvensional (ceramah). Kegiatan pembelajaran dengan metode ceramah
Raden Ayu Mantri guru, Den Bei Mantri gudang, Den Ayu Mantri gudang, Mantri Guru Kedungwuni, Istri Mantri Guru, Kerta, Kasna dan Salijem.
digilib.uns.ac.id BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. SIMPULAN 1. Penokohan dalam Novel Ngulandara Karya Margana Djajaatmadja. a. Tokoh Protagonis Tokoh protagonis dalam novel ini adalah Rapingun, Raden
BAB I PENDAHULUAN. dibedakan atas empat aspek keterampilan, yaitu keterampilan menyimak,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar siswa terampil menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik serta mampu menggunakannya sebagai alat komunikasi yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik yang berdasarkan aspek kebahasaan
BAB I PENDAHULUAN. kompetensi (SK) : 13. Memahami pembacaan cerpen (KD) : 13.1
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra mempunyai peran yang penting di dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan pembelajaran adalah terwujudnya efisiensi dan efektivitas kegiatan belajar
BAB I PENDAHULUAN. memberikan atau menyampaikan suatu hal yang di ungkapkan dengan cara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan wujud dari daya imajinasi pengarang yang dituangkan dalam sebuah wadah. Sastra sendiri adalah bentuk rekaman dari bahasa yang akan disampaikan
BAB I PENDAHULUAN. ekspresi, maka karya sastra sangat banyak mengandung unsur kemanusiaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kata sastra diambil dari bahasa latin dan juga sansekerta yang secara harafiah keduanya diartikan sebagai tulisan. Sastra merupakan seni dan karya yang berkaitan dengan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam keberagaman sering kali lupa terhadap nilai-nilai kebudayaan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam menjalani kehidupannya di masyarakat yang penuh dengan berbagai macam keberagaman sering kali lupa terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dimilikinya.
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil temuan penelitian dan analisis data mengenai struktur, nilai pendidikan karakter, dan relevansinya terhadap materi pembelajaran bahasa
NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM CERPEN JALAN LAIN KE ROMA KARYA IDRUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA
NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM CERPEN JALAN LAIN KE ROMA KARYA IDRUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Oleh: Ika Yuliastuti Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas
NILAI PENDIDIKAN KARAKTERNOVEL BURLIANKARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBALAJARANNYA DI SMA
NILAI PENDIDIKAN KARAKTERNOVEL BURLIANKARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBALAJARANNYA DI SMA Oleh: Dwi Erfiana Kurniawati Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia [email protected] ABSTRAKPenelitian ini bertujuanuntuk
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasar pada hasil penelitian dan analisis data mengenai struktural, keterjalinan unsur-unsur, nilai pendidikan, dan relevansi dalam kumpulan cerkak Lelakone
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. yang terkandung dalam novel tersebut sebagai berikut.
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan analisis data pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa novel Sebelas Patriot merupakan novel yang berlatar belakang kecintaan terhadap tanah air,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Karya sastra merupakan cermin dari sebuah realitas kehidupan sosial
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan cermin dari sebuah realitas kehidupan sosial masyarakat. Sebuah karya sastra yang baik akan memiliki sifat-sifat yang abadi dengan memuat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Karya sastra merupakan kreativitas seseorang terhadap ide, pikiran, dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karya sastra merupakan kreativitas seseorang terhadap ide, pikiran, dan perasaan yang dimilikinya. Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang mengambil kehidupan
