UPTD SMA NEGRI 1 GRATI TAHUN PELAJARAN
|
|
|
- Suparman Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PROPOSAL KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI LAHAN BASAH Oleh : Tim Polisi Lingkungan UPTD SMA NEGRI 1 GRATI TAHUN PELAJARAN Jalan Raya Sumurwaru No.32 Nguling Telp Pasuruan Fax [email protected] PROPOSAL KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI LAHAN BASAH
2 Oleh : Tim Polisi Lingkungan Alfi Jauharo Dwi Wulandari Inda Mandasari Lanes Widayati Meli Astutik Nela Auliyatul Faizah UPTD SMA NEGRI 1 GRATI TAHUN PELAJARAN Jalan Raya Sumurwaru No.32 Nguling Telp Pasuruan Fax [email protected] PROPOSAL PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA PERINGATAN HARI LAHAN BASAH TAHUN PELAJARAN A. Latar Belakang Ekstensifikasi ke arah pantai menyebabkan kawasan mangrove sepanjang tepi pantai dan tambak berfungsi sebagai penahan gelombang air
3 dan angin serta aliran air laut menghilang, sehingga menimbulkan abrasi dan rob (banjir air laut ke arah daratan) yang mengalir deras ke daratan. Akibatnya sebagian tambak sepanjang pinggir pantai hilang, salinitas tambak meningkat, tegalan dan sawah menjadi salin serta hilangnya sebagian pemukiman. Produktivitas lahan menurun dan berdampak pada penurunan pendapatan bahkan hilangnya pendapatan menyebabkan kesejahteraan menurun. Bakau berperan penting dalam ekologi laut dan lingkungan pantai, mencegah pengikisan garis pantai. Pada garis pantai dan daratan, hutan bakau diantaranya bermanfaat sebagai pelindung terhadap gelombang dan angin, penahan intrusi air laut dan penahan lumpur serta perangkap sedimen. SMA Negeri 1 Grati merupakan salah satu sekolah yang memiliki predikat Adiwiyata mandiri, dimana siswanya diajarkan untuk memiliki wawasan tentang lingkungan dan mampu melestarikan lingkungan. SMA Negeri 1 Grati terletak di daerah yang tidak jauh dengan laut. Salah satunya di daerah pesisir pantai Penunggul, kecamatan Nguling. Di daerah tersebut sangat jarang sekali di temui hutan mangrove. Ditambah dengan minimnya kepeduian warga pesisir, kecamatan Nguling terhadap lingkungannya. Sehingga sering terjadi banjir rob akibat tidak adanya tumbuhan yang mampu menopang gelombang laut. Memperhatikan hal tersebut diatas maka Tim Polisi Lingkungan SMA Negri 1 Grati bermaksud menyelenggarakan kegiatan Penanaman Mangrove guna mengurangi/mencegah Rob dan Abrasi yang terjadi dilingkungan desa Nguling serta untuk memperingati hari Lahan Basah. B.Dasar Kegiatan Kegiatan ini didasarkan atas program kerja tim Polisi Lingkungan SMA Negeri 1 Grati masa jabatan C. Tujuan 1. Untuk mengurangi atau mencegah adanya banjir rob atau abrasi di pantai pesisir, desa Penunggul 2. Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Grati mengenai hutan mangrove 3. Untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan sesuai dengan visi dan misi SMAN 1Grati
4 4. Untuk meningkatkan peran generasi muda khususnya siswa SMAN 1 Grati dalam rangka pencegahan bencana alam 4. Untuk memperingati hari Lahan Basah yag diperingati setiap tanggal 2 februari D. MANFAAT Adapun Manfaat dari kegiatan ini adalah memperbaiki lingkungan untuk mencegah / mengurangi atau abrasi yang sering terjadi di desa pesisir, pantai Penunggul, kecamatan Nguling, serta meningkatkan pengetahuan siswa SMAN 1 Grati mengenai mangrove. E. Nama Kegiatan Nama kegiatan ini adalah Nguling Mangrove Care F. Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatannya adalah penanaman bibit bakau dan penyuluhan tentang pentingnya menanam mangrove didaerah pesisir G. Tema dan Semboyan 1. Tema Tema kegiatan ini adalah Dengan menanam mangrove, kita cegah pantai pesisir Nguling dari abrasi dan mewujudkan peran siswa SMAN 1 Grati terhadap lingkungan di masyarakat 2. Semboyan Mangrove, pohon penyelamat H. Waktu dan Tempat 1. Penyuluhan Hari : Minggu / Ahad Tanggal : 2 Februari 215 Waktu : Tempat : Aula Tambak, desa Penunggul. Peserta : Siswa SMAN 1 Grati 2. Penanaman Bibit Mangrove Hari : Minggu / Ahad Tanggal : 2 Februari 215 Waktu :
5 Tempat Peserta : pantai penunggul, desa Pesisir, kecamatan Nguling : Siswa SMAN 1 Grati I. Peserta Peserta kegiatan adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Grati tahun pelajaran J. Penyelenggara Penyelenggara kegiatan ini adalah Tim Polisi Lingkungan SMA Negeri 1 Grati K. Panitia Kegiatan (Terlampir 1) L. Jadwal Kegiatan (Terlampir 2) M. Anggaran Dana (Terlampir 3) N. Penutup Demikian proposal ini kami buat, untuk dapat dipahami oleh semua pihak yang terkait, serta digunakan sebagaimana mestinya. Semoga proposal yang telah kami buat ini dapat terealisasi dengan sukses. Atas bantuan dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih. Ketua Panitia Lanes Widayati LEMBAR PENGESAHAN Proposal kegiatan Penanaman Mangrove dalam rangka memperingati hari Lahan Basah ini telah disetujui di Grati pada tanggal Januari 215 oleh : Mengetahui,
6 Pembina KPLH Ketua Panitia Nasori Ali, S.Pd NIP Lanes Widayati NIS Menyetujui, Kepala Sekolah SMAN 1 Grati Drs. Ariadi Nur Awalukianto NIP Lampiran 1 SUSUNAN KEPANITIAAN LOMBA PENGGALANG BEREGU II TAHUN 214 Pelindung Penasehat Penanggung Jawab : Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Grati Drs. Ariadi Nur Awalukianto : Wakasek. Kesiswaan SMA Negeri 1 Grati Mustofa, S.Pd : Pembina KPLH SMA Negeri 1 Grati Nasori Ali, S.Pd Ketua Pelaksana : Lanes Widayati
7 Wakil Ketua : Dwi Wulandari Sie.Kebersihan : Seluruh Panitia Sie.Dokumentasi : Melia Astutik (Co) Rahmad Hidayat Ryan Efendy Elissandra Agustin Sie.Perlengkapan : Nela Auliyatul Faizah (Co) Rahmad Bayu A Tegar Sanjaya Sovi Ayu Sie. Humas : Farich Ali R Nur Inayah Sie.Konsumsi : Inda Mandasari (Co) Rodeya Luh Oky Sie.Keamanan : Rendra Kusuma Aji (Co) M. Umam Hanafi R Sonyman Sie.Koordinator Lapangan : Robbi Andrean (Co) Siti Amina Roikatut Tria Melawati Sie. P3K : Alfi Jauharo (Co) Nur Inayah
8 Lutfi W Sayedeh Sie.Transportasi : Samsul Arifin (Co) Riduwan Zuhri Misbakhul Ulum Andreas Syekh Ali
9 Lampiran 2 JADWAL KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI LAHAN BASAH TAHUN Waktu Nama Kegiatan Tempat Penanggun g Jawab Perjalanan Menuju - Samsul Arifin WIB pantai Pesisir, desa Penunggul WIB Penyuluhan lingkungan Aula tambak, desa Penunggul Nasori Ali, S.Pd Kecamatan Nguling WIB Persiapan bibit mangrove Pantai pesisir desa Penunggul Tim Polisi Lingkungan WIB Apel dan Pengarahan kegiatan penanaman Pantai pesisir desa Penunggul Tim Polisi Lingkungan bibit Mangrove WIB Penanaman bibit Mangrove Pantai pesisir desa Penunggul Semua siswa SMAN 1 Grati WIB Apel Penutupan dan persiapan pulang Pantai pesisir desa Penunggul Tim Polisi Lingkungan Lampiran 3
10 ANGGARAN DANA Sumber Dana NO KETERANGAN JUMLAH KUANTITAS JUMLAH 1 Iuran Panitia Donatur Sponsorship 1.. JUMLAH TOTAL 16.. Pengeluaran N KUANTITA O KEBUTUHAN KETERANGAN S HARGA JUMLAH 1 Kesekretariata Kertas HVS 2 rim n 15., Amplop 2 pack 3. Proposal 1., 5 bendel Kegiatan 5. Proposal 15., 15 bendel Sponsorship 225. Pembuatan 15., 2 bendel Laporan 3. Refill Tinta 5., 4 pack Printer 2. Stempel 1 buah 5., 5. Stampel Dan 5., 1 pasang Tinta Konsumsi Dan Transportasi Publikasi Demokrasi Dan Dokumentasi Air Mineral 3 dus 2., 4. Snack Makanan Sewa Transport Spanduk Leaflet Cuci Cetak Digital 3 2., 6. Bibit Mangrove 5 1, 5.. Sewa Grobak P3K 1. Rp. JUMLAH TOTAL
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km. Wilayah pantai ini merupakan daerah yang sangat intensif
1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia, yakni tercatat sekitar 95.181 km. Panjang garis pantai tersebut menyimpan hutan bakau yang luas dan rindang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang termasuk rawan
V. ULASAN KARYA PAMERAN
V. ULASAN KARYA PAMERAN Sinopsis Pembuatan Kampanye sosialisasi hutan bakau dalam motion grafis adalah sebuah kampanye sosialisasi yang menggunakan teknik video motion grafis sebagai media kampanye sosialisasi.
Format Proposal Pengadaan Pameran Seni Rupa PAMERAN SENI RUPA. Disusun oleh Nama :. NIS :. Kelas:. Kompetensi Keahlian :.
Format Proposal Pengadaan Pameran Seni Rupa PAMERAN SENI RUPA Disusun oleh Nama. NIS. Kelas. Kompetensi Keahlian. http://preindo.com 1 A. LATAR BELAKANG Dalam suatu pameran karya seni rupa kita selalu
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Wilayah pesisir dan lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Wilayah pesisir dan lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alam dan jenis endemiknya sehingga Indonesia dikenal sebagai Negara dengan
PROPOSAL KEGIATAN LOMBA PERAWATAN KELUARGA DAN TANDU DARURAT SERTA BAKTI SOSIAL (PELUK SOSIAL) TINGKAT MADYA DAN WIRA SE-JAKARTA BEKASI TAHUN 2009
PROPOSAL KEGIATAN LOMBA PERAWATAN KELUARGA DAN TANDU DARURAT SERTA BAKTI SOSIAL (PELUK SOSIAL) TINGKAT MADYA DAN WIRA SE-JAKARTA BEKASI TAHUN 2009 I. PENDAHULUAN Dewasa ini setiap pelajar diharapkan mengikuti
STANDARD FORMAT PROPOSAL PENGAJUAN DANA KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA
STANDARD FORMAT PROPOSAL PENGAJUAN DANA KEGIATAN MAHASISWA A. Cover Warna mika pada cover proposal pengajuan dana adalah mika bewarna kuning. B. Content 1. Header 2. Nama Kegiatan 3. Tema Kegiatan 4. Latar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM
BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM Ada dua istilah tentang pantai dalam bahasa Indonesia yang sering rancu pemakaiannya, yaitu pesisir (coast) dan pantai (shore). Pesisir adalah daerah darat di tepi laut
I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin berkurangnya sabuk hijau (green belt) di Indonesia dan semakin berkurangnya luas daratan di daerah pesisir terutama didaerah Jakarta, disebabkan oleh gelombang air
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN : Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Indragiri Hulu
DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH NOMOR DPA SKPD.08.08.0 6 4 5 DPA - SKPD.. Urusan Pemerintahan Organisasi :.08 - LINGKUNGAN HIDUP PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU DI KECAMATAN TUTURKABUPATEN PASURUAN Oleh: Yuni Listiana, S.Pd., M.Si NIDN : 0708068903 UNIVERSITAS DR. SOETOMO 2016 i
BAB I PENDAHULUAN. Model Genesi dalam Jurnal : Berkala Ilmiah Teknik Keairan Vol. 13. No 3 Juli 2007, ISSN 0854-4549.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Wilayah pesisir merupakan pertemuan antara wilayah laut dan wilayah darat, dimana daerah ini merupakan daerah interaksi antara ekosistem darat dan ekosistem laut yang
TANAM POHONKU UNTUK ANAK CUCUKU
TANAM POHONKU UNTUK ANAK CUCUKU TEMA: Pelestarian Hutan PROPOSAL KEGIATAN OLEH: UNIT KEGIATAN MAHASISWA SEKUMPULAN PECINTA ALAM UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN (SEPILAR) UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN BADAN
PENDAHULUAN. didarat masih dipengaruhi oleh proses-proses yang terjadi dilaut seperti
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Wilayah pesisir bukan merupakan pemisah antara perairan lautan dengan daratan, melainkan tempat bertemunya daratan dan perairan lautan, dimana didarat masih dipengaruhi oleh
BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Wilayah pesisir adalah wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang seluruh anggota komunitasnya (manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan abiotis) saling
I. PENDAHULUAN. Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang terdapat di daerah pantai dan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang terdapat di daerah pantai dan selalu atau secara teratur digenangi oleh air laut atau dipengaruhi oleh pasang surut air laut,
PROPOSAL PELATIHAN JURNALISTIK HMJ KEHUTANAN/PC. SYLVA UNIVERSITAS HALU OLEO. dengan mempelajari hal-hal yang menyangkut tentang
I. LATAR BELAKANG PROPOSAL PELATIHAN JURNALISTIK HMJ KEHUTANAN/PC. SYLVA UNIVERSITAS HALU OLEO Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang mempunyai intelektual yang tinggi di harapkan tidak hanya mampu
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang terdiri dari 13.667 pulau dan mempunyai wilayah pantai sepanjang 54.716 kilometer. Wilayah pantai (pesisir) ini banyak
PENDAHULUAN. Indonesia memiliki hutan mangrove yang terluas di dunia. Hutan
PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia memiliki hutan mangrove yang terluas di dunia. Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon bakau yang mampu
PROPOSAL YUDISIUM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA DAN PENGANUGERAHAN ENGINEERING AWARDS 2010
PROPOSAL YUDISIUM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA DAN PENGANUGERAHAN ENGINEERING AWARDS 2010 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA SEPTEMBER 2010 LEMBAR PENGESAHAN YUDISIUM
PENDAHULUAN. beradaptasi dengan salinitas dan pasang-surut air laut. Ekosistem ini memiliki. Ekosistem mangrove menjadi penting karena fungsinya untuk
PENDAHULUAN Latar Belakang Ekosistem mangrove merupakan masyarakat tumbuhan atau hutan yang beradaptasi dengan salinitas dan pasang-surut air laut. Ekosistem ini memiliki peranan penting dan manfaat yang
BAB VI ALTERNATIF PENANGGULANGAN ABRASI
87 BAB VI ALTERNATIF PENANGGULANGAN ABRASI 6.1 Perlindungan Pantai Secara alami pantai telah mempunyai perlindungan alami, tetapi seiring perkembangan waktu garis pantai selalu berubah. Perubahan garis
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
PROPOSAL KEGIATAN PENSIL (Pesta Anak Sehat Islam Luar Biasa) SD 16 MUHAMMADIYAH SURAKARTA DiselenggarakanOleh: DOKTER MUDA PERIODE 16 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS 2015/2016 Kesehatan adalah hak asasi
BAB I PENDAHULUAN. tempat dengan tempat lainnya. Sebagian warga setempat. kesejahteraan masyarakat sekitar saja tetapi juga meningkatkan perekonomian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara yang sangat kaya raya akan keberagaman alam hayatinya. Keberagaman fauna dan flora dari dataran tinggi hingga tepi pantai pun tidak jarang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Hutan mangrove di DKI Jakarta tersebar di kawasan hutan mangrove Tegal Alur-Angke Kapuk di Pantai Utara DKI Jakarta dan di sekitar Kepulauan Seribu. Berdasarkan SK Menteri
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pesisir adalah wilayah bertemunya daratan dan laut, dengan dua karakteristik yang berbeda. Bergabungnya kedua karakteristik tersebut membuat kawasan pesisir memiliki
BAB I PENDAHULUAN. baik bagi pesisir/daratan maupun lautan. Selain berfungsi secara ekologis,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang sangat vital, baik bagi pesisir/daratan maupun lautan. Selain berfungsi secara ekologis, ekosistem mangrove memiliki
TINJAUAN PUSTAKA. A. Mangrove. kemudian menjadi pelindung daratan dan gelombang laut yang besar. Sungai
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Mangrove Mangrove adalah tanaman pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup di antara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut. Habitat mangrove seringkali ditemukan
PROPOSAL KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS)
CONTOH PROPOSAL LDKS PROPOSAL KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) KEMENTRIAN AGAMA MADRASAH ALIYAH NEGERI SELONG Jalan Hasanuddin No. 02 Selong Lotim Telp. (0376) - 21481 MADRASAH ALIYAH NEGERI
Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Retreat POSA PNJ 2009
Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Retreat POSA PNJ 2009 I. LATAR BELAKANG Memasuki era milennium yang baru, rakyat Indonesia diperhadapkan kepada kondisi bangsa dan negara yang penuh tantangan. Perjuangan
PROPOSAL KEGIATAN IMADIKLUS TRAINING 3
PROPOSAL KEGIATAN IMADIKLUS TRAINING 3 IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SE-INDONESIA (Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Se-Indonesia) DEPARTEMEN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN KADERISASI PENGURUS
BAB I PENDAHULUAN. membentang dari Sabang sampai Merauke yang kesemuanya itu memiliki potensi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang terpanjang di dunia, lebih dari 81.000 KM garis pantai dan 17.508 pulau yang membentang
BAB I PENDAHULUAN. karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hutan bakau / mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut (pesisir). Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan
Gambar 3. Peta Resiko Banjir Rob Karena Pasang Surut
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kajian Peta Daerah Berpotensi Banjir Rob Karena Pasang Surut Analisis daerah yang berpotensi terendam banjir rob karena pasang surut dilakukan dengan pemetaan daerah berpotensi
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TANAM CEGAH ROB SEBAGAI KEGIATAN PENANAMAN POHON MANGROVE DI SEPANJANG PANTAI MULAI DARI RM.WIROTO KE BARAT (TIMUR KREMATORIUM) KECAMATAN PEKALONGAN UTARA BIDANG KEGIATAN
PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1 agustus merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena pda saat itu bansa Indonesia telah menyatakan merdeka dan bebas dari penjajahan dan awal
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Dusun Bauluang termasuk salah satu Dusun di Desa Mattirobaji. Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar dan
IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Letak Wilayah Dusun Bauluang termasuk salah satu Dusun di Desa Mattirobaji Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar dan merupakan sebuah pulau yang terpisah dari
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hutan mangrove adalah hutan yang terdapat di wilayah pesisir yang selalu atau secara teratur tergenang air laut dan terpengaruh oleh pasang surut air laut tetapi tidak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang khusus terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang khusus terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut (Tjardhana dan Purwanto,
FESTIVAL HOCKEY 2008
FESTIVAL HOCKEY 2008 A. LATAR BELAKANG Olahraga hockey adalah olahraga permainan yang sangat menarik. Dalam perkembangannya cabang yang satu ini memang kurang pesat. Namun kalau kita lihat di negara-negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang berkawasan tropis yang memiliki kekayaan dan keanekaragaman
PROPOSAL. Pelatihan Jurnalistik dan Kepenulisan bagi Ustadz/Ustadzah TPA Se-Kecamatan Kasihan. 18 Maret 2012
Tutorial by: Yaufani Adam FB: Yaufani Adam Ditulis untuk www.ginilho.com PROPOSAL Pelatihan Jurnalistik dan Kepenulisan bagi Ustadz/Ustadzah TPA Kerjasama antara: & IMM Korkom AR. Fakhruddin UMY Latar
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO 2016
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE UNTUK MENANGGULANGI ABRASI DI PANTAI SARI DESA TOLAI BARAT KECAMATAN TORUE KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ni Ketut Rediasti No. Stb A 351 10 052 Diajukan
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM GETAR GAWAT (Gerakan Pelestarian Gamelan Jawa Tengah) Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Kreatif dan Cinta Budaya Indonesia Bagi Anak dan Pemuda Dusun
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan pesisir sangat luas,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan pesisir sangat luas, karena Indonesia merupakan Negara kepulauan dengangaris pantai mencapai sepanjang 81.000 km. Selain
PENDAHULUAN. Di dalam perkembangan dan kemajuan zaman saat ini, hasil-hasil. teknologi maupun sumber-sumber daya manusia sangatlah dibutuhkan,
PENDAHULUAN Di dalam perkembangan dan kemajuan zaman saat ini, hasil-hasil teknologi maupun sumber-sumber daya manusia sangatlah dibutuhkan, khususnya di bidang Teknologi Komputer. Ilmu pengetahuan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang tertinggi dan air surut terendah. Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan
BAB I PENDAHULUAN. atas pulau, dengan garis pantai sepanjang km. Luas laut Indonesia
BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari atas 17.508 pulau, dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Luas laut Indonesia sekitar 3,1
1. Latar Belakang Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Bogor adalah organisasi sosial yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap hubungan
1. Latar Belakang Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Bogor adalah organisasi sosial yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap hubungan silaturahim, persaudaraan dan kekeluargaan antar-alumni SMA
PROPOSAL WOW DAY AW LP 90. Dengan Kebersamaan dan Kebahagiaan Memberi Inspirasi untuk Sesama
PROPOSAL WOW DAY AW LP 90 Dengan Kebersamaan dan Kebahagiaan Memberi Inspirasi untuk Sesama BUMI PERKEMAHAN RAGUNAN 27 SEPTEMBER 2009 KATA PENGANTAR Di Jakarta saat ini sudah tersedia banyak sekali sekolah
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kaya yang dikenal sebagai negara kepulauan. Negara ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia adalah negara kaya yang dikenal sebagai negara kepulauan. Negara ini memiliki banyak wilayah pesisir dan lautan yang terdapat beragam sumberdaya alam. Wilayah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh pada daerah yang berair payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan mangrove memiliki ekosistem khas karena
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 10. PELESTARIAN LINGKUNGANLatihan soal 10.4
SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 10. PELESTARIAN LINGKUNGANLatihan soal 10.4 1. Penanaman pohon bakau di pinggir pantai berguna untuk mencegah.. Abrasi Erosi Banjir Tanah longsor Jawaban a Sudah
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu sumberdaya pesisir yang penting adalah ekosistem mangrove, yang mempunyai fungsi ekonomi dan ekologi. Hutan mangrove dengan hamparan rawanya dapat menyaring dan
KARANG TARUNA KEC. BISSAPPU, KEL. BONTO MANAI BANTAENG
PROJECT PROPOSAL BAKTI SOSIAL KARANG TARUNA I. DASAR PEMIKIRAN Manusia sebagai makhluk zoon politicoon atau makhluk sosial, sudah menjadi hakikatnyalah jikalau mereka hidup dan berbagi bersama. Sesuai
I. PENDAHULUAN. 16,9 juta ha hutan mangrove yang ada di dunia, sekitar 27 % berada di Indonesia
1.1 Latar Belakang I. PENDAHULUAN Wilayah pesisir dan lautan merupakan salah satu wilayah yang kaya akan sumberdaya alam hayati dan non hayati. Salah satu sumberdaya alam hayati tersebut adalah hutan mangrove.
PENDAHULUAN. garis pantai sepanjang kilometer dan pulau. Wilayah pesisir
PENDAHULUAN Latar belakang Wilayah pesisir merupakan peralihan ekosistem perairan tawar dan bahari yang memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup kaya. Indonesia mempunyai garis pantai sepanjang 81.000
LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT OLEH PAPDI CABANG MALANG BAKTI SOSIAL DI DUSUN SEDAWUN, DESA PANDANSARI, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG
LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT OLEH PAPDI CABANG MALANG BAKTI SOSIAL DI DUSUN SEDAWUN, DESA PANDANSARI, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG PERHIMPUNAN DOKTER PENYAKIT DALAM INDONESIA CABANG MALANG 2014
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Indragiri Hulu
DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH NOMOR DPA SKPD...0 7 0 5 DPA - SKPD.. Urusan Pemerintahan Organisasi PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN 04 :. - PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PERSEKUTUAN ALUMNI KRISTEN SUMATERA UTARA
PROPOSAL KEGIATAN I. PENDAHULUAN Persekutuan Alumni Kristen Sumatera Utara (PAKSU) adalah suatu wadah pembinaan serta pelayanan para Alumni Kristen yang berasal dari universitas, institut dan sekolah tinggi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Orisinalitas (State of the Art)
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin berkurangnya sabuk hijau (green belt) di Indonesia terutama didaerah Jakarta, disebabkan oleh gelombang air laut yang langsung mengenai daratan sehingga mengakibatkan
KEBAHAGIAAN (HAPPINESS) PADA REMAJA DI DAERAH ABRASI
KEBAHAGIAAN (HAPPINESS) PADA REMAJA DI DAERAH ABRASI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana (S-1) Psikologi Disusun oleh : DENI HERBYANTI F 100 050 123 FAKULTAS PSIKOLOGI
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN 2014
DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH NOMOR DPA SKPD.06.06.0 4 07 5 DPA - SKPD.. Urusan Pemerintahan Organisasi PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN 04 :.06 - PERENCANAAN
TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU
TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani ([email protected]) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi
SD NEGERI KALIKUDI 01
PROPOSAL LOMBA TATA UPACARA BENDERA DAN BARIS- BERBARIS (TUB BB) SEKOLAH DASAR GUGUS JENDRAL SOEDIRMAN TAHUN 2017 SD NEGERI KALIKUDI 01 Jl. Polisi Sanmukhid No 100 Desa Kalikudi UPT KABUPATEN CILACAP Kalikudi,
RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG DAN JASA TAHUN ANGGARAN Penyusunan Perencanaan Kelurahan Tahun 2011 APBD Januari s/d desember 2011
KELURAHAN PASAR MANGGIS RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG DAN JASA TAHUN ANGGARAN 2011 No Kegiatan/Paket Pekerjaan Volume Satuan Lokasi Perkiraan Biaya ( Rp. ) Sumber dana Perkiraan Pelaksanaan Kegiatan Ket
PENGEMBANGAN POTENSI LAUT BERBASIS KEARIFAN LOKAL
PROPOSAL SPONSORSHIP PENGEMBANGAN POTENSI LAUT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KOLO, KECAMATAN ASAKOTA, KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT KKN-PPM UGM 2015 l Latar Belakang Secara geografis kawasan Kolo merupakan
KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN WILAYAH PESISIR KABUPATEN DEMAK TUGAS AKHIR
KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN WILAYAH PESISIR KABUPATEN DEMAK TUGAS AKHIR Oleh: TAUFIQURROHMAN L2D 004 355 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2009 KESESUAIAN
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik dalam lingkungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik dalam lingkungan hidup. Oleh karena adanya pengaruh laut dan daratan, dikawasan mangrove terjadi interaksi kompleks
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lahan basah memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia dan lingkungan. Fungsi lahan basah tidak saja dipahami sebagai pendukung kehidupan secara langsung seperti
BAB I PENDAHULUAN. dengan yang lain, yaitu masing-masing wilayah masih dipengaruhi oleh aktivitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesisir (coast) dan pantai (shore) merupakan bagian dari wilayah kepesisiran (Gunawan et al. 2005). Sedangkan menurut Kodoatie (2010) pesisir (coast) dan pantai (shore)
I. PENDAHULUAN. (21%) dari luas total global yang tersebar hampir di seluruh pulau-pulau
I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia yakni 3,2 juta ha (21%) dari luas total global yang tersebar hampir di seluruh pulau-pulau besar mulai dari Sumatera,
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH SMK NEGERI 22 Jakarta Jl. Raya Condet, Kel. Gedong Kec. Pasar Rebo PROPOSAL MOPDB
PROPOSAL MOPDB JAKARTA, 16-18 JULI 2012 ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH 1 I. PENDAHULUAN Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan Nasional, peranan pendidikan sangat menentukan. Pendidikan pada umumnya dilaksanankan
TUJUAN Kegiatan tersebut bertujuan agar Siswa/i dapat menyalurkan bakat dan kemampuan serta aspirasi nya demi mewujudkan pembangunan bangsa.
CONTOH PROPOSAL PENGAJUAN DANA Latar Belakang Dengan semakin dewasanya kehidupan, membawa kita pada masa Moderenisasi yang tak terbelenggu lagi keadaannya. Mengupayakan agar selalu tetap dalam keadaan
KUESIONER. Lampiran 1. Judul Penelitian : Analisis kesesuaian Lahan dan Kebijakan Permukiman Kawasan Pesisir Kota Medan
Lampiran 1. KUESIONER Judul Penelitian : Analisis kesesuaian Lahan dan Kebijakan Permukiman Kawasan Pesisir Kota Medan Nama : Rabiatun NIM : 097004004 Institusi : Mahasiswa Pascasarjana, Program Studi
PROPOSAL Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Piatu Meraih Berkah Ramadhan dengan Silaturahmi
PROPOSAL Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Piatu Meraih Berkah Ramadhan dengan Silaturahmi BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK, MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS INDRAPRASTA
PROPOSAL PEKAN PENDIDIKAN NASIONAL
PROPOSAL PEKAN PENDIDIKAN NASIONAL I. PENDAHULUAN Pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi semakin menuntut kita untuk belajar lebih dari sebelumnya ditambah dengan terjadinya globalisasi yang menuntut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Hutan mangrove merupakan ekosistem yang penting bagi kehidupan di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hutan mangrove merupakan ekosistem yang penting bagi kehidupan di wilayah pesisir. Hutan mangrove menyebar luas dibagian yang cukup panas di dunia, terutama
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3.700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km. Wilayah pantai ini merupakan daerah yang cukup banyak
[HUT RI 17 AGUSTUS 2013]
2013 CULSTER CARISSA RW 14 PONDOK JAGUNG TIMUR Panitia Peringatan 17 Agustus 2013 [HUT RI 17 AGUSTUS 2013] SILATURAHMI DAN KEBERSAMAAN Daftar Isi I. PENDAHULUAN... 2 I.1 LATAR BELAKANG... 2 I.2 MAKSUD
JALAN SEHAT MINGGU PAGI
JALAN SEHAT MINGGU PAGI TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG SEHAT KELUARGA BESAR KKN IKIP PGRI SEMARANG TAHUN 2012 DI DESA NGOMBAK KECAMATAN KEDUNG JATI- GROBOGAN http://preindo.com 1 PROPOSAL I. PENDAHULUAN KKN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Ko TEPOS (Komunitas The Powerfull of ASI) sebagai sebuah Wadah Untuk Para Ibu Menyusui Agar Lebih Banyak Lagi Ibu yang Menyusui Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kecamatan Legonkulon berada di sebelah utara kota Subang dengan jarak ± 50 km, secara geografis terletak pada 107 o 44 BT sampai 107 o 51 BT
Gubernur Jawa Barat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT,
Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 48 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BANTUAN KEUANGAN KEPADA KABUPATEN/KOTA UNTUK KEGIATAN PENANAMAN MASSAL DALAM RANGKA PROGRAM GREEN SCHOOL
PENDAHULUAN. terluas di dunia. Hutan mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia
PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Hutan mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia dan hidup serta tumbuh berkembang
BAB I PENDAHULUAN. ekologis yaitu untuk melakukan pemijahan (spawning ground), pengasuhan (nursery
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ekosistem mangrove adalah suatu lingkungan yang memiliki ciri khusus yaitu lantai hutannya selalu digenangi air, dimana air tersebut sangat dipengaruhi oleh pasang
PROPOSAL KEGIATAN PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 63 WARGA RT 03/RW 02 KELURAHAN KELAPA GADING BARAT
PROPOSAL KEGIATAN PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 63 WARGA RT 03/RW 02 KELURAHAN KELAPA GADING BARAT http://preindo.com 1 PROPOSAL KEGIATAN DALAM RANGKA PERINGATAN HUT RI KE 63 I. PENDAHULUAN I.1 LATAR
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN BUAH MANGROVE
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN BUAH MANGROVE Oleh: T.Said Raza i, S.Pi, M.P 1002108203 (Ketua) Ir. Hj. Khodijah,
BAB I PENDAHULUAN. Jawa yang rawan terhadap bencana abrasi dan gelombang pasang. Indeks rawan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kabupaten Rembang merupakan salah satu daerah di pesisir utara Pulau Jawa yang rawan terhadap bencana abrasi dan gelombang pasang. Indeks rawan bencana yang terhitung
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau dengan garis pantai sepanjang 99.023 km 2 (Kardono, P., 2013). Berdasarkan UNCLOS
Merawat Kearifan Lokal
Merawat Kearifan Lokal P r o p o s a l SABSfest #05 LATAR BELAKANG Sekolah Alam Bengawan Solo adalah sekolah alternatif yang didirikan oleh Yayasan Taruna Bengawan Solo. Secara geografis Sekolah Alam Bengawan
BAB I PENDAHULUAN. Ekosistem pesisir tersebut dapat berupa ekosistem alami seperti hutan mangrove,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam suatu wilayah pesisir terdapat beragam sistem lingkungan (ekosistem). Ekosistem pesisir tersebut dapat berupa ekosistem alami seperti hutan mangrove, terumbu karang,
PROPOSAL EKONOMI SESEPEDAHAN DAN REBOISASI (EKSPEDISI)
PROPOSAL EKONOMI SESEPEDAHAN DAN REBOISASI (EKSPEDISI) 2012 KEMENTERIAN PENGABDIAN MASYARAKAT BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012 KABINET
Diusulkan oleh: UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG KOTA SEMARANG
1 PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM REBOISASI KAMPUS GUNA MENGATASI PEMANASAN GLOBAL BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Diusulkan oleh: 1. Anisa Ratri Cahyani 1401414047/
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan yang mempunyai 13.466 pulau dan mempunyai panjang garis pantai sebesar 99.093 km. Luasan daratan di Indonesia sebesar 1,91 juta
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
1 BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 42 TAHUN 2014 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 42 TAHUN 2014 RENCANA STRATEGIS WILAYAH PESISIR DAN PULAU PULAU KECIL PROVINSI NUSA TENGGARA
BAB I PENDAHULUAN. dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, pengertian hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber
