BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Transkripsi

1 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor VixionPada PT. Alfa Scorpi imarelan Berbasis Web MenggunakanMetode Case Based Reasoning, analisis dilakukan agar dapat menemukan masalah-masalah dalam pengolahan dalam menentukan nilai dari setiap karakter agar mudah dalam menentukan penerima Kredit Sepeda Motor Pada PT. Alfa Scorpii. Adapun kelemahan sistem yang sedang berjalan adalah : c. Belum adanya suatu sistem aplikasi yang dapat membantu PT. Alfa Scorpii Marelan dalam mendeteksi kerusakan sepeda motor vixion. d. Belum adanya sebuah sistem aplikasi yang mendukung dalam mendeteksi kerusakan sepeda motor vixion dengan menggunakan metode case based reasoning. III.1.2. Strategi Pemecahan Masalah Adapun strategi pemecahan masalah yang diajukan oleh penulis untuk memperbaiki kelemahan sistem yang sedang berjalan adalah : c. Menciptakan sistem pakar yang dapat membantu mekanik dalam mendeteksi kerusakan sepeda motor vixion pada PT. Alfa Scorpii Marelan. d. Menciptaka nsistem pakar yang mudah digunakan bagi mekanik di PT. Alfa Scorpii dengan menggunakan metodecase Based Reasoning. 27

2 28 III.2. Penerapan Metode Case Based Reasoning Case Based Reasoning adalah metode untukmenyelesaikan masalah dengan mengingat kejadiankejadianyang sama/sejenis (similar) yang pernahterjadi di masa lalu kemudian menggunakan pengetahuan/informasi tersebut untuk menyelesaikanmasalah yang baru, atau dengan kata lainmenyelesaikan masalah dengan menghadapi solusisolusiyang pernah digunakan di masa lalu.rumus untuk menghitung bobot kemiripan (similarity) dengan nearest neighborretrieval adalah:...(1) Keterangan: S = similarity (nilai kemiripan) yaitu (sama) dan 0 (beda) W = weight (bobot yang diberikan) (Suriyanti ; 2013 : 36). III.2.1. Flowchart Metode Case Based Reasoning Flowchart adalah adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

3 29 Mulai Menginputkan data sepeda motor Menginputkan kerusakan sepeda motor Menentukan basis kasus Nilai Kerusakan Selesai Gambar III.1. Flowchart Metode Case Based Reasoning III.2.2. Studi Kasus Metode Case Based Reasoning a. Tabel Kerusakan Tabel III.1. Tabel Kerusakan ID Kerusakan K01 Nama Kerusakan Sekring putus

4 30 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 Selang bahan bakar bermasalah Kanvas kopling aus Shockbreaker sudah aus / bocor Gigi tarik (Gear) habis / aus Baterai habis daya Mangkuk stang aus / rusak Kanvas rem aus / habis Settingan CO injeksi terlalu tinggi Piston atau ring piston aus b. Tabel Masalah Tabel III.2. Tabel Masalah ID Masalah Masalah Jenis Bobot M01 Performa mesin lemah Masalah Penting 1 M02 Sepeda motor tidak hidup Masalah Penting 1 M03 Motor mati saat berkendara Masalah Penting 1 M04 Motor tidak hidup saat di starter Masalah Biasa 0,5 M05 Pergerakan motor tersendat Masalah Penting 1 M06 Keluar asap putih dari knalpot Masalah Penting 1 M07 Penggunaan bahan bakar boros Masalah Penting 1 M08 Suara kasar saat over gigi Masalah Biasa 0,5 M09 Kopling terasa slip Masalah Biasa 0,5

5 31 M10 Shock depan tidak bekerja Masalah Biasa 0,5 M11 Stang terasa goyang / Baling Masalah Biasa 0.5 M12 Rem tidak cakram Masalah Penting 1 c. Basis Kasus ID Basis Kasus B01 Tabel III.3. Tabel Basis Kasus Nama Masalah M02. Sepeda motor tidak hidup M03. Motor mati saat berkendara M04. Motor tidak hidup saat di starter Kerusakan Sekring putus B02 M03. Motor mati saat berkendara M05. Pergerakan motor tersendat M07. Penggunaan bahan bakar boros Selang bahan bakar bermasalah B03 M09. Kopling terasa selip Kanvas kopling aus B04 M10. Shock depan tidak bekerja Shockbreaker sudah aus / bocor B05 M05. Pergerakan motor tersendat Gigi tarik (Gear) M08. Suara kasar saat over gigi habis / aus B06 B07 B08 B09 M04. Motor tidak hidup saat di starter M11. Stang terasa goyang / Baling M12. Rem tidak cakram M07. Penggunaan bahan bakar boros Baterai habis daya Mangkuk stang aus / rusak Kanvas rem aus / habis Settingan CO injeksi terlalu

6 32 tinggi B10 M06. Keluar asap putih dari knalpot Piston atau ring piston aus Contoh Kasus : Diketahui seorang pasien mengalami Masalah sebagai berikut : 1. Penggunaan bahan bakar boros 2. Motor mati saat berkendara 3. Suara kasar saat over gigi Perhitungan manual per basis kasus : 1. Perhitungan Kasus B01 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B01 -Sepeda Motor Tidak Hidup -Motor mati saat berkendara -Motor tidak hidup saat di starter Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 40 %

7 33 Tingkat kemiripan kasus B01 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 40 % 2. Perhitungan Kasus B02 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B02 -Motor mati saat berkendara -Pergerakan motor tersendat -Penggunaan bahan bakar boros Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, 66,67 % * 100 = Tingkat kemiripan kasus B02 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 66,67 % 3. Perhitungan Kasus B03 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

8 34 Kasus Lama B03 -Kopling terasa selip Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 0 % Tingkat kemiripan kasus B03 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 4. Perhitungan Kasus B04 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B04 -Shock depan tidak bekerja Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 0 % Tingkat kemiripan kasus B04 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 5. Perhitungan Kasus B05

9 35 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B05 -Pergerakan motor tersendat -Suara kasar saat over gigi Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 33,3 % Tingkat kemiripan kasus B05 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 33,3 % 6. Perhitungan Kasus B06 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B06 -Motor tidak hidup saat di starter Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 0 %

10 36 Tingkat kemiripan kasus B06 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 7. Perhitungan Kasus B07 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B07 -Stang terasa goyang / baling Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 0 % Tingkat kemiripan kasus B07 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 8. Perhitungan Kasus B08 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

11 37 Kasus Lama B08 -Rem tidak cakram Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 0 % Tingkat kemiripan kasus B08 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 9. Perhitungan Kasus B09 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B09 -Penggunaan bahan bakar boros Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 100 % Tingkat kemiripan kasus B09 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 100 % 10. Perhitungan Kasus B10

12 38 Keterangan : S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah) Kasus Lama B10 -Keluar asap putih dari knalpot Kasus Baru -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi Maka, * 100 = 0 % Tingkat kemiripan kasus B10 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % Berdasarkan perhitungan manual, maka urutan kemungkinan kerusakan sepeda motor vixion pengguna sebagai berikut : Tabel III.4. Tabel Hasil Keputusan Persentase Kerusakan 100 % Settingan CO injeksi terlalu tinggi 66,67 % Selang bahan bakar bermasalah 40 % Sekring putus 33,33 % Gigi tarik habis / aus

13 39 III.3. Desain Sistem Desain sistem pada penelitian ini dibagi menjadi dua desain, yaitu desain sistem secara global untuk penggambaran model sistem secara garis besar dan desain sistem secara detail untuk membantu dalam pembuatan sistem. III.3.1. Desain Sistem Secara Global Desain sistem secara global menggunakan bahasa pemodelan UML yang terdiri dari Activity Diagram, UsecaseDiagram, ClassDiagram, dan SequenceDiagram. III Usecase Diagram Secara garis besar, bisnis proses sistem yang akan dirancang digambarkan dengan usecase diagram yang terdapat pada Gambar III.2 : Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Vixion Pada PT. Alfa Scorpi Marelan Berbasis Web Menggunakan Metode Case Based Reasoning <include> Input Data Mekanik Login Home Mekanik <include> <include> <include> Input Data masalah Input Data Kerusakan <extends> <extends> <extends> Melakukan Cek Kerusakan <extends> Pengguna <extends> <extends> Hasil Analisa Kelolah Data basis kasus <extends> Laporan Hasil Analisa Gambar III.2. Use CaseDiagram Sistem PakarMendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Vixion Pada PT. Alfa Scorpii Marelan

14 40 III Class Diagram Rancangan kelas-kelas yang akan digunakan pada sistem yang akan dirancang dapat dilihat pada gambar III.3 : Basis_kasus Id_kasus 1 Id_kerusakan Tambah Batal Detail_konsultasi konsultasi Detail_basis Id_konsultasi 1 1 Id_konsultasi Id_kasus Id_kerusakan tanggal Id_masalah persentase nama Tambah Lanjut Tahun_produksi batal Lanjut 1..* 1..* 1..* 1 Kerusakan masalah mekanik Id_kerusakan Id_masalah Id_mekanik nama nama nama keterangan jenis username penanganan baru password Baru simpan baru Simpan edit simpan Edit hapus edit Hapus hapus Pengguna Id_pengguna nama usia alamat password baru simpan edit hapus Gambar III.3. Class Diagram Sistem III ActivityDiagram 1. Activity Diagram Data Analisis Aktifitas sistem yang dilakukan oleh pelanggan pada pengolahan data analisis dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.4 berikut :

15 41 Data Analisa Kerusakan Pelanggan Sistem Form Analisa Kerusakan Menjawab pertanyaan Menampilkan data Menekan tombol cetak laporan Menampilkan laporan Phase Gambar III.4. Activity Diagram Data Analisis 2. Activity Diagram LoginMekanik Aktifitas sistem login yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.5 berikut:

16 42 Login admin Admin Sistem Buka Sistem Login Isi Username Gagal Isi Password Click Login Berhasil Phase Gambar III.5. Activity DiagramLoginMekanik 3. Activity Diagram Data Mekanik Aktifitas sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.6 berikut :

17 43 Data mekanik mekanik Sistem Memilih aksi pada form Menu Click Form mekanik Form mekanik Mengisi Data Tambah Data Menekan tombol simpan Menyimpan data Memilih Data Edit Data tidak Mengubah Data Menyimpan Data Hapus Data Memilih data Konfimrasi Penghapusan Ya Menghapus Data Phase Gambar III.6. Activity Diagram Data Mekanik 4. Activity Diagram Data Kerusakan Aktifitas sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data Kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.7 berikut :

18 44 Data kerusakan Teknisi Sistem Memilih aksi pada form Menu Click Form kerusakan Form kerusakan Mengisi Data Tambah Data Menekan tombol simpan Menyimpan data Memilih Data Edit Data tidak Mengubah Data Menyimpan Data Hapus Data Memilih data Konfimrasi Penghapusan Ya Menghapus Data Phase Gambar III.7. Activity Diagram Data Kerusakan 5. Activity Diagram Data Masalah Aktifitas sistem yang dilakukan oleh mekanik pada pengolahan data masalah dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.8 berikut :

19 45 Data masalah Teknisi Sistem Memilih aksi pada form Menu Click Form masalah Form masalah Mengisi Data Tambah Data Menekan tombol simpan Menyimpan data Memilih Data Edit Data tidak Mengubah Data Menyimpan Data Hapus Data Memilih data Konfimrasi Penghapusan Ya Menghapus Data Phase Gambar III.8. Activity Diagram Data Masalah 6. Activity Diagram Data Basis aturan Aktifitas sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data basis aturan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.9 berikut :

20 46 Data basis aturan Teknisi Sistem Memilih aksi pada form Menu Click Form basis aturan Form basis aturan Mengisi Data Tambah Data Menekan tombol simpan Menyimpan data Memilih Data Edit Data tidak Mengubah Data Menyimpan Data Hapus Data Memilih data Konfimrasi Penghapusan Ya Menghapus Data Phase Gambar III.9. Activity Diagram Data Basis aturan 7. Activity Diagram Daftar Riwayat Analisa Aktifitas sistem daftar pelanggan yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.10 berikut :

21 47 Daftar Riwayat Analisa Admin Sistem Form Riwayat Analisa Lihat detail analisa Click Tampilkan Menampilkan data Menekan tombol cetak laporan Menampilkan laporan Phase. Gambar III.10. Activity DiagramDaftar Riwayat Analisa III Sequence Diagram Rangkaian kegiatan pada setiap terjadi event sistem digambarkan pada sequence diagram berikut: 1. Sequence Diagram Data Cek Kerusakan Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh pengguna pada pengolahan data analisis dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.11 berikut :

22 48 Pelanggan Main form Form Analisa Kerusakan Proses Tampilkan Fom () Menu () Analisa Kerusakan () Mulai analisa () Koneksi database () Laporan () Koneksi database () Close form () Gambar III.11. Sequence Diagram Data Cek Kerusakan 2. Sequence Diagram LoginMekanik Serangkaian kinerja sistem login yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.12 berikut :

23 49 mekanik Form Login Proses Tabel Halaman mekanik mekanik Form login Validasi nama dan password () Koneksi Database () Invalid () Login sukses () Gambar III.12. Sequence DiagramLoginMekanik 3. Sequence Diagram Data Mekanik Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh mekanik pada pengolahan data mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.13 berikut :

24 50 Tampilkan Fom () Main Form Form mekanik Proses Tabel mekanik mekanik Menu () click form mekanik () Click baru () Click simpan () Koneksi database () Click Edit () Koneksi database () Click Hapus () Close form () Koneksi database () Gambar III.13. Sequence Diagram Data Mekanik 4. Sequence Diagram Data Kerusakan Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data Kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.14 berikut :

25 51 Tampilkan Fom () Main Form Form kerusakan Proses Tabel kerusakan Teknisi Menu () click form kerusakan () Click baru () Click simpan () Koneksi database () Click Edit () Koneksi database () Click Hapus () Close form () Koneksi database () Gambar III.14. Sequence Diagram Data Kerusakan 5. Sequence Diagram Data Masalah Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data masalah dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.15 berikut :

26 52 Tampilkan Fom () Main Form Form masalah Proses Tabel masalah Teknisi Menu () click form masalah () Click baru () Click simpan () Koneksi database () Click Edit () Koneksi database () Click Hapus () Close form () Koneksi database () Gambar III.15. Sequence Diagram Data Masalah 6. Sequence Diagram Data Basis Kasus Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh mekanik pada pengolahan data basis aturan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.16 berikut :

27 53 Main Form Form basis aturan Form Input aturan Proses Tabel basis_aturan Tampilkan Fom () Teknisi Menu () click form basis aturan () Tambah gejala () simpan gejala () Koneksi database () Hapus Gejala () Koneksi database () Close form () Gambar III.16. Sequence Diagram Data Basis aturan 7. Activity Diagram Daftar Riwayat Analisa Aktifitas sistem daftar pelanggan yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.17 berikut :

28 54 Teknisi Main form Form Riwayat Analisa Proses Tampilkan Fom () Menu () Form riwayat analisa () Laporan () Koneksi database () Close form () Gambar III.17. Activity DiagramDaftar Riwayat Analisa III.3.2.Desain Basis Data Desain basis data terdiri dari tahap melakukan normalisasi tabel, merancang struktur tabel, dan membangun Entity Relationship Diagram (ERD). III Normalisasi Tahap normalisasi ini bertujuan untuk menghilangkan masalah berupa ketidakkonsistenan apabila dilakukannya proses manipulasi data seperti penghapusan, perubahan dan penambahan data sehingga data tidak ambigu.

29 55 III Normalisasi Data Konsultasi Normalisasi data nilai dilakukan dengan beberapa tahap normalisasi sampai data nilai ini masuk ke tahap normal dimana tidak ada lagi redundansi data. Berikut ini adalah tahapan normalisasinya: 1. Bentuk Tidak Normal Bentuk tidak normal dari data nilai ditandai dengan adanya baris yang satu atau lebih atributnya tidak terisi, bentuk ini dapat dilihat pada tabel III.5 dibawah ini: Tabel III.5 Data Nilai Tidak Normal id_konsultasi tanggal nama tahun_produksi Kerusakan K /08/ :32 Firman Maulana K Indra 2010 Sekring Putus Selang bahan bakar bermasalah 2. Bentuk Normal Pertama (1NF) Bentuk normal pertama dari data nilai merupakan bentuk tidak normal yang atribut kosongnya diisi sesuai dengan atribut induk dari record-nya, bentuk ini dapat dilihat pada tabel III.6 diberikut ini: Tabel III.6 Data Nilai Normal Pertama tahun id konsultasi tanggal nama Kerusakan produksi K /08/ :32 Firman Maulana Penanganan 2010 Sekring Putus Ganti sekring baru K /08/ :22 Indra 2010 Selang bahan bakar bermasalah Cek selang dari tangki menuju karburator, jika bahan bakar tidak mengalir, sebaiknya anda mengganti selang bahan bakar dari tangki menuju karburator.

30 56 3. Bentuk Normal Kedua (2NF) Bentuk normal kedua dari data nilai merupakan bentuk normal pertama, dimana telah dilakukan pemisahan data sehingga tidak adanya ketergantungan parsial. Setiap data memiliki kunci primer untuk membuat relasi antar data, bentuk ini dapat dilihat pada tabel III.7berikut ini: Tabel III.7. Data Kerusakan2NF id_kerusakan nama keterangan penanganan K01 Sekring putus Sekring sebagai penyeimbang daya dari baterai rusak diakibatkan karena terkena air (terkena air hujan saat berkendara, terkena air saat mencuci sepeda motor). Ganti sekring baru K02 Selang bahan bakar bermasalah Bahan bakar yang mengalir dari tangki tidak mencapai karburator sehingga pengapian gagal. Cek selang dari tangki menuju karburator, jika bahan bakar tidak mengalir, sebaiknya anda mengganti selang bahan bakar dari tangki menuju karburator. K03 Kanvas kopling aus Kanvas sudah aus karna usia Ganti kanvas kopling baru III.3.3. Desain Tabel Setelah melakukan tahap normalisasi, maka tahap selanjutnya yang dikerjakan yaitu merancang struktur tabel pada basis data sistem yang akan dibuat, berikut ini merupakan rancangan struktur tabel tersebut : 1. StrukturTabelBasis_kasus Tabelbasis_kasusdigunakanuntukmenyimpan data id_kasus, id_kerusakan, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.8 di bawahini: Nama Database Tabel III.8RancanganTabelBasis_kasus alfa_scorpi

31 57 NamaTabel basis_kasus No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_kasus char(5) Tidak Primary Key 2. id_kerusakan char(4) Tidak Foreign Key 2. StrukturTabelDetail_basis Tabeldetail_basisdigunakanuntukmenyimpan data id_kasus, id_masalah, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.9 di bawahini: Nama Database NamaTabel Tabel III.9RancanganTabelDetail_basis alfa_scorpi detail_basis No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_kasus char(5) Tidak Foreign Key 2. id_masalah char(4) Tidak Foreign Key 3. StrukturTabelDetail_konsultasi Tabeldetail_konsultasidigunakanuntukmenyimpan data id_konsultasi, id_kerusakan, persentase, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.10 di bawahini: Nama Database Tabel III.10RancanganTabelDetail_konsultasi alfa_scorpi NamaTabel detail_konsultasi No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_konsultasi char(10) Tidak Foreign Key 2. id_kerusakan char(4) Tidak Foreign Key 3. Persentase decimal(10,2) Tidak -

32 58 4. StrukturTabelKerusakan Tabelkerusakandigunakanuntukmenyimpan data id_kerusakan, nama, keterangan, penanganan, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.11 di bawahini: Nama Database NamaTabel Tabel III.11RancanganTabelKerusakan alfa_scorpi kerusakan No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_kerusakan char(4) Tidak Primary Key 2. Nama varchar(100) Tidak - 3. Keterangan Text Tidak - 4. Penanganan Text Tidak - 5. StrukturTabelKonsultasi Tabelkonsultasidigunakanuntukmenyimpan data id_konsultasi, tanggal, nama, tahun_produksi, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.12 di bawahini: Nama Database NamaTabel Tabel III.12RancanganTabelKonsultasi alfa_scorpi konsultasi No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_konsultasi char(10) Tidak Primary Key 2. Tanggal datetime Tidak - 3. Nama varchar(30) Tidak - 4. tahun_produksi int(11) Tidak -

33 59 6. StrukturTabelMasalah Tabelmasalahdigunakanuntukmenyimpan data id_masalah, nama, jenis, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.13 di bawahini: Nama Database NamaTabel Tabel III.13RancanganTabelMasalah alfa_scorpi Masalah No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_masalah char(4) Tidak Primary Key 2. Nama varchar(100) Tidak - 3. Jenis varchar(15) Tidak - 7. StrukturTabelMekanik Tabelmekanikdigunakanuntukmenyimpan data id_mekanik, nama, username, password, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.14 di bawahini: Nama Database NamaTabel Tabel III.14RancanganTabelMekanik alfa_scorpi mekanik No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_mekanik char(4) Tidak Primary Key 2. Nama varchar(30) Tidak - 3. Username varchar(15) Tidak - 4. Password varchar(15) Tidak -

34 60 8. StrukturTabelPengguna Tabelpenggunadigunakanuntukmenyimpan data id_pengguna, nama, usia, alamat, , password, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.15 di bawahini: Nama Database NamaTabel Tabel III.15RancanganTabelPengguna alfa_scorpi pengguna No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_pengguna char(10) Tidak Primary Key 2. Nama varchar(30) Tidak - 3. Usia int(11) Tidak - 4. Alamat Text Tidak varchar(30) Tidak - 6. Password varchar(15) Tidak - III.3.4. Desain Sistem Secara Detail Tahap perancangan berikutnya yaitu desain sistem secara detail yang meliputi desain output sistem, desain input sistem, dan desain database. III Desain Output Berikut ini adalah rancangan tampilan desainoutputyang akan dihasilkan oleh sistem: 1. DesainFormMelihatRiwayat Konsultasi

35 61 Desain form untuk sistem yang dilakukan dalam melihat informasimengenailaporan hasil konsultasi dapat diterangkan pada gambar III.17 : Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Home Cek Kerusakan Vixion Hasil Analisa Cetak Laporan Gambar III.17. DesainFormMelihatRiwayat Konsultasi Laporan Analisa ID Konsultasi : Tanggal : Nama : Gambar III.18. DesainFormLaporanRiwayat Konsultasi

36 62 III.5.2. Desain Input Berikut ini adalah rancangan atau desain input sebagai antarmuka pengguna: 1. DesainForm Data Cek Kerusakan Desain sistem yang dilakukan oleh pelanggan pada pengolahan data cek kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.19 berikut : Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Home Cek Kerusakan Vixion Nama : Tahun Produksi : Lanjut Gambar III.19. Desain Form Data Cek Kerusakan 2. DesainFormLoginMekanik Desain form untuk sistemlogin yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah stateyang ditunjukkan pada gambar III.20 berikut :

37 63 Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Home Cek Kerusakan Vixion Username : Password : Login Gambar III.20. DesainFormLoginMekanik 3. DesainFormData Mekanik Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.21 berikut : Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Mekanik Kerusakan Masalah Basis Kasus Logout Tambah Mekanik ID Mekanik : Nama : Username : Password : Tambah Batal Gambar III.21. DesainForm Data Mekanik

38 64 4. DesainFormData Kerusakan Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data Kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.22 berikut : Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Mekanik Kerusakan Masalah Basis Kasus Logout Tambah Kerusakan ID Kerusakan : Nama : Keterangan : Penanganan : Tambah Batal Gambar III.22. DesainForm Data Kerusakan 5. DesainFormData Masalah Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data masalah dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.23 berikut :

39 65 Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Mekanik Kerusakan Masalah Basis Kasus Logout Tambah Masalah ID Masalah : Nama : Jenis : Tambah Batal ambar III.23. DesainForm Data Masalah 6. DesainFormData Basis aturan Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data basis aturan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.24 berikut : Pakar Vixion Cepat, Akurat dan Terpercaya Mekanik Kerusakan Masalah Basis Kasus Logout Tambah Kasus ID Kasus : Tambah Batal Gambar III.24. DesainForm Data Basis aturan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Mendiagnosa Sistem Pakar Menggunakan Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Penunjang Keputusan Untuk Menentukan Kualitas Ekspor

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Mendiagnosa Penyakit Akromegali Dengan Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1.Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Standar Mutu Jagung

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Evaluasi Kinerja Dosen Menggunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Sistem Informasi Geografis Lokasi Pemetaan Daerah Daerah Lokasi Aman Banjir Dikota Medan Berbasis Web, masih bersifat manual, yaitu untuk pencarian

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Penentuan Jumlah Produksi Keramik pada PT. Jui Shin Medan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Seiring pertumbuhan ekonomi yang semakin berkembang saat ini, masyarakat tidak bisa lepas dari kebutuhan jasa layanan suatu bank. Mengingat hal

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa pada sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Jumlah Produksi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem pakar mendeteksi penyakit rheumatic pada manusia dengan menggunakan metode dempster shafer yang meliputi analisa sistem

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pengolahan Pembayaran

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Penentuan Kualitas Buah Apel Menggunakan Metode SAW Pada Swalayan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Proses yang sedang berjalan dalam penginformasian data akuntansi masih bersifat manual, banyaknya kendala yang terdapat pada penginformasian

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan

Lebih terperinci

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut :

Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses. deteksi adanya viskositas darah dalam tubuh adalah sebagai berikut : 37 3. Jenis Kelamin Contoh input data jenis kelamin adalah : Jenis Kelamin : Laki-Laki III.1.2. Analisa Proses Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan proses deteksi adanya viskositas

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Proses yang sedang berjalan dalam penginformasian Lokasi Akper dan Akbid ini masih bersifat manual. Bentuk manual yang dibuat oleh

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 28 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS MASALAH DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisi masalah pada sistem yang sedang berjalan adalah terdapat kelemahan mengenai pengolahan data khususnya dalam pengadaan barang konstruksi.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem geografis tata letak les bahasa inggris

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Mendiagnosa Penyakit Alzheimer Dengan Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem Analisis sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada perusahaan. Analisis

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem geografis menentukan jalur terpendek pemadam kebakaran,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi Sistem Informasi Geografis Lokasi Support Center Resmi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa pada sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem aplikasi Android pada E-News, dikarenakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Proses yang sedang berjalan dalam pengolahan data pendapatan dan pengeluaran masih bersifat manual. Bentuk manual yang dibuat oleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Valentine Ponsel dalam melakukan pemilihan perangkat Android masih dilakukan secara manual berdasarkan model dan merk. Cara seperti ini menyebabkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang ada guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah penelitian yang dilakukan oleh kursus pengemudi mobil, diperoleh data-data yang dibutuhkan untuk membuat sistem informasi geografis.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Sistem penjualan pada para penjual barang elektronik hanya dilakukan dengan menunggu konsumen untuk datang menyinggahi tokonya, kemudian konsumen

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas dan menguraikan tentang masalah Sistem Informasi Geografis Lokasi Baby Shop di Kota Medan. Adapun

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN UJI COBA BAB III ANALISIS DAN UJI COBA III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi sistem informasi geografis lokasi toko pancing di kota Medan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan STMIK Terbaik Di

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan STMIK Terbaik Di BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan STMIK Terbaik Di Medan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisis sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Menentukan Kualitas Buah Dikotil Terbaik Pada

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Produk

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang berjalan pada sistem

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi saat ini, masyarakat umum tidak bisa lepas dari penggunaan alat transportasi pribadi guna membantu

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem ng berjalan in bertujuan untuk mencari informasi mengenai masalah ng ada guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Melihat kebutuhan akan informasi tentang Lokasi Bimbingan Belajar merupakan hal yang penting bagi setiap masyarakat yang ingin mengetahui

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Untuk menunjang kualitas produksi furniture pada PT. Nitori Furniture Indonesia, maka perlu diperhatikan kualitas bahan baku kayu yang akan digunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Setelah melakukan penelitian pada PT. Rubber Hock Lie Sunggal maka penulis menemukan beberapa masalah yang menjadi penghambat dari sistem yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis masalah untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan pada sistem yang akan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Penjualan cake dan bakery pada Zahara bakery yang selalu laris, membuat karyawan Zahara bakery harus mempersiapkan penjualan sesuai dengan tingkat

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan selama ini masih menggunakan sistem yang manual. Analisa input yang ada pada sistem yang sedang berjalan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN

BAB III ANALISA DAN DESAIN BAB III ANALISA DAN DESAIN Analisis sistem digunakan untuk melakukan penguraian terhadap suatu sistem informasi secara nyata yang bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap masalah yang mungkin akan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Banyaknya jenis beras yang berasal dari varietas padi unggulan membuat konsumen bisa memilih jenis, sifat dan mutu beras sesuai yang di kehendaki

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Pada SMEC (Sumatera Medical Eye Center) kegunaan obat-obatan sudah menjadi kebutuhan primer, sehingga stok obat harus selalu terjaga agar kebutuhan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah ada pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem yang berjalan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai masalah yang ada guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Pada bab ini akan dibahas mengenai Aplikasi Sistem Informasi Perhotelan pada Hermes Palace Hotel Medan yang meliputi analisa

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisis masalah pada sistem yang sedang berjalan adalah adanya kelemahan dalam mengelola data-data penyusutan khususnya dalam pengolaan akuntansi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 25 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pakar mendiagnosa herpes

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III. 1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem dilakukan guna mengetahui gambaran umum sistem informasi geografis letak lokasi baliho di Kota Medan, yakni menganalisis

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap bagaimana seseorang memilih smartphone

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisis masalah bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem. Adapun pengolahan pengendalian surat masuk dan surat

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh PT. Matahari Department Store Grand Palladium Medan sulit dalam mengelola diskon aging akan suatu produk

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 37 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISEM III.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Analisa sistem sangat berguna untuk mengetahui gambaran umum mengenai sistem informasi geografis lokasi wedding solution

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Tahap analisis sistem yang berjalan in bertujuan untuk mencari informasi mengenai masalah yang ada guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Dalam hal ini, seorang karyawan harus diberitahu tentang hasil pekerjaannya dalam arti baik, sedang atau kurang. Memberikan karyawan sebuah penghargaan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Rute jalur terpendek merupakan suatu persoalan untuk mencari lintasan menuju toko Majestyk yang dilalui dengan jumlah yang paling minimum. Maka

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Sistem informasi pengolahan petty cash yang berjalan saat ini di PT. Langkat Nusantara Kepong dapat memberikan hasil yang cukup akurat, namun dari

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam Sistem Informasi Geografis Lokasi Rekreasi Waterboom di Kota Medan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 24 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada ng berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pakar mendiagnosa kanker

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Proses yang sedang berjalan dalam pengolahan data pendapatan dan pengeluaran bersistem semi komputerisasi. Administrasi keuangan menginputkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Penyewaan Gaun Pengantin di Kota Medan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain

Lebih terperinci