BAB 2 DATA DAN ANALISA
|
|
|
- Suryadi Atmadjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data-data dan literatur didapat dari berbagai media seperti buku, e- book, internet, dan video. Semua sumber merupakan bahan-bahan untuk membantu memperkuat data untuk cerita dan visual dalam pembuatan animasi pendek ini. 1. Buku : Survival Selamat Dari Gunung Berapi (Hong Jaecheol - Jeong Jun-gyu ), Discovery Comics Gunung Api ( Hong Seosoo ), Gunung Berapi Science Quiz ( Yun Seonghyo Gwon Chanho), Animation Writing and Development ( Jean Ann Wright ), The Animator s Survival Kit ( Richard Williams ) 2. Internet : 3. Observasi : Observasi dilakukan dengan mengambil gambar di internet, kuisioner dan wawancara tokoh 4. Video : Video animasi edukasi Terjadinya Gempa dan Tsunami dan Letusan Krakatau Data Umum Animasi Animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannya sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang 3
2 4 menarik untuk disaksikan. Dan dalam pembuatan animasi, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu Objek (gambar) dan alur gerak. Animasi juga bisa didefinisikan sebagai suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan pada gambar yang ditampilkan. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi sebagai makna dari istilah gerakan. Perubahan seperti perubahan warna pun dapat dikatakan sebuah animasi Animasi 2D dan 3D Animasi 2d ini adalah animasi yang sudut pandangnya hanya dapat dilihat dari sudut x dan y. Animasi ini pada awal mula dikembangkan dibuat dengan gambar manual frame by frame. Pembuatan animasi 2d ini cukup sulit karena bisa menghabiskan banyak sekali frame dan cukup melelahkan. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi animasi 2d sekarang ini pembuatan animasi 2d menjadi lebih mudah. Perbedaan animasi 2d dengan 3d adalah sudut pandang animasi 3d lebih luas, karena menjangkau sudut x, y, dan z. Pembuatan animasi ini menggunakan komputer, melalui program program yang sudah didesain khusus untuk membuat obyek 3d, seperti 3Ds Max, Maya, Blender, Cinema 4D, dan sebagainya. Kemunculan animasi 3d itu menggeser peran animasi 2d karena pembuatannya yang lebih mudah dan lebih nyaman dibandingkan animasi 2d yang manual. Banyak fitur fitur yang diberikan dalam program program 3d yang memudahkan proses pembuatan sebuah animasi E-Learning E-Learning adalah suatu sistem belajar dimana pengajar dan siswa tidak harus bertatap muka secara langsung. Biasanya dilakukan melalui media teknologi dan internet. Menurut Mary Daniels Brow dan Dave Feasey (dalam Jurnal Teknodik), e-learning merupakan satu bentuk kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan, seperti : internet, Local Area Network (LAN), atau
3 5 Wider Area Network (WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai layanan belajar lainnya. Darin E. Hartley menyatakan definisi yang paling banyak diterima oleh orang : "e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain". Keuntungan dari menggunakan sistem e-learning ini selain menghemat waktu proses belajar mengajar, juga fleksibilitas yang tinggi karena dapat dibuka dimana saja dan kapan saja Fitur E-learning menurut Clark & Mayer ( 2008, p.10 ) 1. Konten relevan sesuai tujuan belajar 2. Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek 3. Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar 4. Pembelajaran dapat menggunakan instruktur ataupun individu 5. Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar Elemen E-learning menurut Clark & Mayer ( 2008, p.10 ) 1. Apa : terdapat informasi dan metode instruksional memudahkan orang mempelajari konten belajar 2. Bagaimana : Pendistribusian melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar yang didesain untuk dapat dipelajari secara individu ataupun melalui bimbingan instruktur 3. Mengapa : Ditujukan membantu pelajar dalam mencapai tujuan belajar ataupun dalam melakukan pekerjaannya Kelemahan dari e-learning ini adalah penerapannya yang mengharuskan menggunakan media teknologi informasi, dimana tidak semua orang, terutama orang awam paham dalam penggunaannya. Selain itu pembuatan e-learning yang interaktif dan sesuai dengan keinginan pengguna membutuhkan proses yang sedikit rumit sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama, dan biaya yang lebih tinggi. Selain itu, belum semua orang terbiasa dalam menggunakan e-learning.
4 Fungsi E-learning Terdapat 3 fungsi penggunaan e-learning dalam kegiatan pembelajaran, yaitu : 1. Suplemen atau Tambahan Peserta didik memiliki kebebasan memilih untuk menggunakan metode pembelajaran e-learning. Walaupun demikian, peserta didik yang memanfaatkan sistem e-learning ini tentu akan memiliki tambahan pengetahuan dan wawasan. 2. Komplemen atau Pelengkap E-learning dijadikan sebagai pelengkap materi pembelajaran yang diberikan oleh instruktur. Untuk beberapa peserta didik yang dapat dengan cepat memahami dan menguasai materi dari instruktur, e-learning dapat diberikan untuk memantapkan tingkat penugasaan materi peserta didik. Juga berlaku untuk peserta didik yang kesulitan memahami materi yang diberikan oleh instruktur, maka e-learning dapat diberikan agar peserta didik mudah dalam memahami materi yang diberikan. 3. Subtitusi atau Pengganti Beberapa intitusi di negara negara maju memberikan alternatif sistem pembelajaran, yang dimaksudkan agar para peserta didik dapat mengelola jadwal mereka secara fleksibel. Terdapat 3 alternatif model pembelajaran, sepenuhnya tatap muka, sebagian tatap muka dan sebagian melalui internet, dan sepenuhnya melalui internet Proses Terjadinya Gunung Meletus Gunung berapi adalah gunung yang memiliki sistem saluran fluida panas ( batuan dalam wujud cair atau kita sebut magma/lava) yang memanjang dari kedalaman 10 km dibawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi. Letusan gunung berapi terjadi akibat endapan magma yang berada di dalam perut bumi didorong keluar
5 7 oleh gas bertekanan tinggi. Biasanya dipicu akibat pergeseran lempeng bumi, yang mengakibatkan gempa gempa dan mengaktifkan gunung berapi Proses Terbentuknya Gunung Berapi Gunung api terbentuk akibat pergerakan antar lempeng. Terdapat 4 macam pergerakan : 1. Pemekaran kerak benua, dimana lempeng saling bergerak menjauh satu sama lain sehingga ada celah bagi magma untuk naik ke permukaan, dan membentuk busur gunung api di tengah samudra. 2. Tumbukan antar kerak benua, dimana kerak samudra menujam dibawah kerak benua, yang mengakibatkan peleburan batuan dan lelehan batuan bergerak ke permukaan melalui rekahan dan membentuk busur gunung api di tepi benua. 3. Kerak benua saling menjauh satu sama lain, dimana menimbukan rekahan atau patahan yang menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma dan membentuk busur gunung api di tengah benua atau banjir lava disepanjang rekahan. 4. Penipisan kerak samudra akibat pergerakan lempeng, memberikan celah bagi magma untuk menerobos ke dasar samudra. Terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunung api perisai Klasifikasi Gunung Api di Indonesia 1. Tipe A : Gunung api yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang kurangnya 1 kali sesudah 1600 tahun.
6 8 2. Tipe B : Gunung api yang belum lagi mengalami erupsi magmatik sesudah 1600 tahun, tetapi masih memperlihatkan gejala kegiatan, misalnya solfatara (keluarnya gas gas berbau di gunung). 3. Tipe C : Gunung api yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumaola pada tingkat lemah Tipe tipe Gunung Berapi 1. Gunung berapi kerucut Bentuk gunung terbanyak di dunia. Letusan yang dihasilkan pun bisa dibilang kecil, dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Karena sering terjadi lelehan, makanya menyebabkan lereng gunung menjadi berlapis lapis sehingga disebut strato. Sebagian besar gunung di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut. Salah satunya adalah Gunung Merapi. 2. Gunung berapi perisai Gunung api jenis ini sangat sedikit ditemukan. Salah satu contohnya adalah Maona Loa Hawaii, yang ada di kepulauan Hawaii. Terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan, sehingga lereng gunung menjadi sangat landai. 3. Gunung berapi maar / cinder cone Bentuknya seperti danau kering. Dan jenis ini termasuk yang jarang. Terbentuk akibat adanya letusan besar yang membentuk lubang besar pada kawah. Gunung api maar ini memiliki corong. Contohnya
7 9 adalah Gunung Lamongan Jawa Timur dengan kawahnya Klakah. 4. Gunung berapi besar / kaldera Tipe gunung ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Contohnya adalah Gunung Bromo di Jawa Timur Ciri ciri Gunung Akan Meletus 1. Suhu di sekitar gunung meningkat 2. Mata air menjadi kering 3. Sering terdengar suara gemuruh bahkan gempa 4. Tumbuhan tumbuhan mulai melayu 5. Binatang disekitar gunung bermigrasi Hasil Letusan Gunung Berapi 1. Gas Vulkanik karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen (NO2) yang dapat membahayakan manusia. 2. Lava dan aliran pasir serta batu panas suhu lava yang dikelaurkan dapat mencapai derajat celcius. 3. Lahar lava yang telah bercampur dengan batuan, air dan material lainnya. 4. Hujan Abu material halus yang disemburkan ke udara, dapat tertiup angin sampai ratusan kilometer. Dapat membahayakan pernapasan. 5. Awan Panas hasil letusan yang bergulung seperti awan, terdapat batuan pijar panas dan material vulkanik dengan suhu lebih dari 600 derajat celcius. Dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh dan sesak napas.
8 Dampak Negatif 1. Partikel yang keluar dari gunung dapat menyebabkan gangguan pernapasan apabila sampai terhirup 2. Lumpuhnya kegiatan ekonomi sekitar gunung 3. Merusak pemukiman penduduk 4. Ekosistem alami disekitar gunung berapi terancam rusak 5. Material yang dikeluarkan dapat menyebabkan penyakit Dampak Positif 1. Tanah yang dilalui hasil vulkanis gunung berapi sangat baik untuk pertanian karena menjadi subur 2. Bebatuan yang disemburkan gunung dapat dijadikan bahan bangunan 3. Biasanya terdapat geyser atau sumber mata air panas 4. Muncul mata air makdani dimana kandungan mineralnya berlimpah 5. Pada daerah dimana sering terjadi letusan gunung berapi, dapat didirikan pembangkit listrik Tingkat Isyarat Gunung Berapi di Indonesia Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia Status Makna Tindakan NORMAL Tidak ada gejala Pengamatan rutin aktivitas tekanan Survei dan penyelidikan magma Level aktivitas dasar WASPADA Ada aktivitas apa pun bentuknya Terdapat kenaikan aktivitas di atas level Penyuluhan/sosialisasi Penilaian bahaya Pengecekan sarana
9 11 normal Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal Pelaksanaan piket terbatas SIAGA Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana Peningkatan intensif kegiatan seismik Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu Sosialisasi di wilayah terancam Penyiapan sarana darurat Koordinasi harian Piket penuh AWAS Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan Koordinasi dilakukan
10 12 yang menimbulkan bencana Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam secara harian Piket penuh Tabel 1 Tingkat Isyarat Gunung Berapi ( Sumber : ) Tabel 2 Diagram Alir Data dan Informasi Status Aktivasi Gunung Api ( Sumber : ) Gunung di Indonesia Dengan Letusan Yang Besar 1. Gunung Kelud Pada tahun 1586 meletus dan menyebabkan korban jiwa sektiar 10 ribu orang. Pada tahun 2014 kembali meletus setelah sebelumnya aktif pada tahun 2010.
11 13 2. Gunung Merapi Letusan letusan kecil terjadi setiap 2-3 tahun sekali. Letusan besar sekitar tahun sekali. Pada tahun 1930 mengakibatkan 1300an meninggal. Pada tahun 2010 meletus dan menewaskan 138 korban jiwa. 3. Gunung Galunggung Pada desember 1882 menyebabkan 4011 jiwa meninggal dan 114 desa hancur. 4. Gunung Agung Sekitar 1100 orang meninggal akibat letusan pada tahun Gunung Krakatau Letusan yang cukup besar tahun 1883, menewaskan sekitar lebih jiwa akibat tsunami yang disebabkan. Ledakannya sebesar kali bom atom Hiroshima Nagasaki. Menyebabkan perubahan iklim global, dimana dunia sempat gelap selama dua setengah hari. 6. Gunung Maninjau Meletus sekitar tahun yang lalu, simpanan dari letusan ditemukan dalam distribusi radial membentang hingga 50 km dari timur maninjau, 75 km di tenggara dan barat. Kalderanya sendiri memiliki panjang 20 km dan lebar 8 km. 7. Gunung Tambora Ada lebih dari orang meninggal akibat letusan pada Abu vulkanik jatuh sampai di Kalimantan, Sulawesi, jawa, dan Maluku. Menyebabkan perubahan iklim dunia. Pada tahun 1816 disebut tahun tanpa musim panas akibat perubahan drastis cuaca di Amerika Utara dan Eropa. 8. Gunung Toba tahun yang lalu letusan dari gunung toba ini hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Krakatau hanya sepersekian dari ledakan gunung toba ini. Sebuah
12 14 gunung api aktif di Talang, sekitar 300 km dari Toba menjadi ketakutan bagi warga sekitar karena apabila meletus, dikhawatirkan toba akan kembali aktif Proses Evakuasi Berikut adalah hal yang dapat dilakukan apabila bahaya gunung meletus telah diumumkan : 1. Perhatikan berita pengumuman di radio, televisi, atau media lainnya dan ikuti petunjuk resmi yang dikeluarkan oleh aparat setempat. 2. Keluar dari daerah yang ditandai berbahaya. Efek dari letusan dapat mencapai puluhan kilometer, dan efeknya akan sangat berbahaya bagi anda yang berada disekitar area letusan. Walaupun tidak terdengar letusan, hal lain seperti abu vulkanik atau banjir lahar dapat mencapai tempat anda. 3. Selalu sediakan masker dan kacamata di rumah atau kemanapun anda pergi, untuk menghindar terhirupnya abu atau mengenai mata. 4. Hindari area sungai karena berpotensi banjir lahar. 5. Apabila anda terjebak didalam rumah, segera tutup semua pintu dan jendela, dan bawa hewan peliharaan kedalam rumah. 6. Apabila anda terjebak diluar rumah, segera cari lokasi pengungsian terdekat. Meringkuk dan lindungi kepala anda apabila terdapat hujan batu. Apabila berada di tepi sungai, segera berlari ke tempat yang lebih tinggi. 7. Jika terjebak dalam hujan abu, gunakan kacamata dan masker atau kain basah di wajah anda untuk membantu bernafas. Kenakan kemeja panjang dan celana panjang. Matikan mesin kendaraan.
13 Inspirasi Animasi Edukasi "Gunung Api" Penulis mendapatkan inspirasi untuk membuat animasi edukasi gunung meletus ini dikarenakan melihat fenomena bencana alam yang terjadi baru baru ini yaitu meletusnya Gunung Kelud, setelah sebelumnya pada tahun 2013 Gunung Sinabung meletus juga yang masih belum reda sampai sekarang. Karena itu penulis berniat untuk membuat animasi edukasi yang membahas tentang Gunung Meletus Data Observasi Lapangan Gambar gambar dibawah penulis ambil dari observasi penulis melalui media internet. Gambar 2.1 Gambar Gunung Sinabung (Sumber gambar : at : 12/3/2014 )
14 16 Gambar 2.2 Gambar Gunung Kelud (Sumber gambar : at : 12/3/2014) Gambar 2.3 Gambar Gunung Merapi (Sumber gambar : inilah-letusan-letusan-merapi-terheboh-dalam-sejarah, viewed at : 12/3/2014)
15 17 Gambar 2.4 Gambar Kawah Merapi (Sumber gambar : ries/ indonesia-mount-merapi-volcano-eruption-worldscience-pictures-photos/,viewed at : 12/3/2014) Gambar 2.5 Gambar Lahar di Kali Woro (Sumber gambar : Viewed at : 16/03/2014)
16 18 Gambar 2.6 Gambar Awan Panas Merapi 19 April 1992 (Sumber gambar : Viewed at : 16/03/2014) Wawancara Dalam mengumpulkan data data untuk menunjang pembuatan animasi pendek, penulis berkesempatan mewawancarai Bapak ir. Agus Solihin, Ka. Sub. Bidang Evaluasi Bencana Gempabumi dan Gerakan Tanah dari Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi yang bergerak dibawah Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral. Dari hasil wawancara dengan beliau, penulis mendapatkan banyak data data yang dapat mendukung dan melengkapi laporan yang penulis buat. Untuk hasil wawancara penulis sertakan sebagai lampiran Survei Visual Penulis melakukan survey melalui kuisioner dengan bertujuan untuk mencari tahu minat visual yang menarik yang akan penulis gunakan dalam proses produksi kedepannya.
17 19 Tipe A (Sumber gambar : dan Tipe B (Sumber gambar : dan
18 20 Tipe C (Sumber gambar : Cuplikan Animasi Edukasi Letusan Krakatau 1883 ) Berikut adalah hasil dari survei yang penulis lakukan : Tipe Pilihan Responden Tipe A 8 Tipe B 32 Tipe C 10 Jumlah Data Pembanding Dibawah ini adalah beberapa film animasi sebagai perbandingan dari animasi pendek yang akan penulis buat. a. Animasi edukasi Terjadinya Gempa dan Tsunami Animasi ini menjelaskan tentang proses terjadinya gempa bumi dan tsunami dalam bentuk 2d.
19 21 Gambar 2.7 Cuplikan Animasi Edukasi Terjadinya Gempa Bumi b. Animasi edukasi Letusan Krakatau 1883 Animasi ini menjelaskan tentang meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883 yang dikemas dalam bentuk 3d. Gambar 2.8 Cuplikan Animasi Edukasi Letusan Krakatau 1883 c. Animasi edukasi Mega Disaster Kedasyatan Gunung Toba Animasi edukasi ini menjelaskan tentang kejadian meletusnya Gunung Toba, yang hampir menyebabkan kepunahan di seluruh bumi.
20 22 Gambar 2.9 Cuplikan Animasi Edukasi Mega Disaster Kedasyatan Gunung Toba
21 Landasan Teori Teori Prinsip Dasar Animasi 1. Solid Drawing Dasar utama yang memegang peranan penting dalam menentukan hasil sebuah animasi, terutama animasi klasik. Sebagai seorang animator, harus peka pada anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, pencahayaan, dan lainnya yang dapat dilatih dan dipelajari melalui observasi dan pengamatan, dimana menggambar menjadi salah satu poin penting. Pada film yang penulis buat, akan menggunakan banyak objek 2 dimensi sehingga membutuhkan penggambaran bentuk yang baik. 2. Timing and spacing Menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerak. Motion grafis membutuhkan penyusunan waktu, penempatan, dan percepatan yang baik agar gerakan terlihat baik. 3. Easy In & Easy Out Gerakan dimana gaya gravitasi, kecepatan, dan lainnya menjadi poin penghalus sebuah gerakan. Dalam motion grafis yang penulis buat, akan terdapat banyak gerakan masuk dan keluar dari frame, sehignga gerakan harus dibuat dengan halus agar tetap menarik Warna Bumi Warna merupakan unsur penting dalam dunia desain. Adanya warna dapat memberikan suasana hidup atau mati bagi karya desain. Penulis memakai warna bumi atau earth color dalam animasi edukasi yang dibuat. Warna yang terkandung dalam earth color ini yaitu warna coklat, tan, abu, hijau, biru, dan warna lain yang kebanyakan diambil dari warna warna alam, seperti coklat tanah, hijau daun, biru langit, sampai merah matahari. Susunan warna ini dapat menciptakan nuansa hangat. Penulis memakai tone warna ini untuk memperlihatkan nuansa hangat dalam film agar lebih menarik.
22 Teori Narasi Pada dasarnya teori narasi adalah studi yang mempelajari tentang hakikat narasi, bercerita, tulisan atau sebaliknya. Menurut KBBI, narasi adalah menjelaskan atau menguraikan, atau sebuah prosa yang subyeknya merupakan rangkaian suatu kejadian Teori Tipografi Tipografi adalah perpaduan antara seni dan teknik mengatur tulisan, dengan maksud arti dan makna tulisan tersampaikan dengan baik secara visual kepada pembaca. Pengolahan tipografi ini mencakup pemilihan jenis, ukuran huruf, dekorasi huruf, bentuk huruf, dan tata letak dari tulisan itu sendiri Teori Komunikasi Verbal Komunikasi verbal adalah komunikasi yang diberikan oleh komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis ataupun lisan. Dengan penyampaian informasi secara lisan atau tertulis, isi dari informasi dapat lebih mudah dipahami. Proses penyampaian informasi ini bisa melalui video, telepon, apabila secara lisan, atau menggunakan media surat, gambar, lukisan, grafik, dan lainnya apabila secara tertulis. 2.4 Analisa Analisa akan penulis lakukan menggunakan metode S.W.O.T Strength 1. Desain visual yang menarik 2. Penyampaian pesan yang mudah dimengerti 3. Tema yang diangkat sedang hangat di masyarakat, khususnya di Indonesia 4. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara dengan tokoh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, masyarakat yang tinggal disekitar gunung berapi lebih
23 25 menyukai teknik penyuluhan dengan melihat gambar berwarna Weakness Teknologi yang belum merata diarea kependudukan di sekitar gunung berapi Opportunity 1. Belum ada animasi edukasi lokal dengan tema yang penulis angkat yang berisikan informasi tentang penanggulangan bencana gunung api. 2. Berdasarkan pengamatan penulis, penggunaan sistem pembelajaran e-learning di Indonesia sudah mulai diterapkan Threat 1. Penggunaan e-learning dalam bentuk animasi masih belum terbiasa digunakan oleh masyarakat Indonesia. 2. Proses pembuatan animasi yang tidak mudah, sehingga proses pembuatan membutuhkan waktu lebih banyak.
24 26
Definisi Vulkanisme. Vulkanisme
VULKANISME Definisi Vulkanisme Vulkanisme Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme. Gerakan magma itu terjadi karena magma mengandung gas yang merupakan sumber
Beda antara lava dan lahar
lahar panas arti : endapan bahan lepas (pasir, kerikil, bongkah batu, dsb) di sekitar lubang kepundan gunung api yg bercampur air panas dr dl kawah (yg keluar ketika gunung meletus); LAHAR kata ini berasal
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1046, 2014 KEMENPERA. Bencana Alam. Mitigasi. Perumahan. Pemukiman. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gunung Merapi merupakan gunung api tipe strato, dengan ketinggian 2.980 meter dari permukaan laut. Secara geografis terletak pada posisi 7 32 31 Lintang Selatan dan
TEKANAN PADA ERUPSI GUNUNG BERAPI
TEKANAN PADA ERUPSI GUNUNG BERAPI ARINI ROSA SINENSIS SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) NURUL HUDA 2017 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki
TUGAS MITIGASI BENCANA LETUSAN GUNUNG API. Virgian Rahmanda
TUGAS MITIGASI BENCANA LETUSAN GUNUNG API Virgian Rahmanda 1215051054 A. Pengertian Letusan Gunung Api Letusan gunung merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong
BAB I PENDAHULUAN. Permukaan Bumi mempunyai beberapa bentuk yaitu datar, berbukit. atau bergelombang sampai bergunung. Proses pembentukan bumi melalui
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Permukaan Bumi mempunyai beberapa bentuk yaitu datar, berbukit atau bergelombang sampai bergunung. Proses pembentukan bumi melalui berbagai proses dalam waktu yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu Negara di dunia yang dilewati oleh dua jalur pegunungan muda dunia sekaligus, yakni pegunungan muda Sirkum Pasifik dan pegunungan
BAB I PENDAHULUAN. letusan dan leleran ( Eko Teguh Paripurno, 2008 ). Erupsi lelehan menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gunungapi Merapi merupakan gunung yang aktif, memiliki bentuk tipe stripe strato yang erupsinya telah mengalami perbedaan jenis erupsi, yaitu erupsi letusan dan leleran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di ring of fire (Rokhis, 2014). Hal ini berpengaruh terhadap aspek geografis, geologis dan klimatologis. Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. samudra Hindia, dan Samudra Pasifik. Pada bagian selatan dan timur
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Secara geografis Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng benua Eurasia, lempeng samudra Hindia,
STANDAR KOMPETENSI. kehidupan manusia. 1.Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan.
STANDAR KOMPETENSI Memahami Lingkungan kehidupan manusia. 1.Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan. INDIKATOR : I. Mendeskripsikan proses alam endogen
Letusan Gunung Agung bisa menghasilkan tanah tersubur
1 of 5 10/7/2017, 5:35 AM Disiplin ilmiah, gaya jurnalistik Letusan Gunung Agung bisa menghasilkan tanah tersubur di dunia Oktober 5, 2017 4.02pm WIB Petani Bali dengan latar Gunung Agung. Wilayah dengan
5.5. G. LAWARKAWRA, Kepulauan Banda, Maluku
5.5. G. LAWARKAWRA, Kepulauan Banda, Maluku G. Lawarkawra di P. Nila, dilihat dari arah utara, 1976 KETERANGAN UMUM Nama Lain : Kokon atau Lina Lokasi a. Geografi Puncak b. Administratif : : 6 o 44' Lintang
Peristiwa Alam yang Merugikan Manusia. a. Banjir dan Kekeringan
Peristiwa Alam yang Merugikan Manusia a. Banjir dan Kekeringan Bencana yang sering melanda negara kita adalah banjir dan tanah longsor pada musim hujan serta kekeringan pada musim kemarau. Banjir merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.3. linier. effusif. sentral. areal. eksplosif
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.3 1. Erupsi gunung api berupa ledakan yang mengeluarkan benda-benda padat seperti batu, kerikil dan debu vulkanik merupakan erupsi....
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NOMOR 57 BANDUNG 40122 JALAN JENDERAL GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 TELEPON: 022-7215297/021-5228371 FAKSIMILE:
BAB I PENDAHULUAN. sampai Maluku (Wimpy S. Tjetjep, 1996: iv). Berdasarkan letak. astronomis, Indonesia terletak di antara 6 LU - 11 LS dan 95 BT -
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia dikenal sebagai suatu negara kepulauan yang mempunyai banyak sekali gunungapi yang berderet sepanjang 7000 kilometer, mulai dari Sumatera, Jawa,
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang secara geografis, geologis,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan yang secara geografis, geologis, hidrologis, dan demografis, merupakan wilayah yang tergolong rawan bencana. Badan Nasional Penanggulangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana geologi yang sangat besar, fakta bahwa besarnya potensi bencana geologi di Indonesia dapat dilihat dari
BAB I PENDAHULUAN. terbanyak di dunia dengan 400 gunung berapi, terdapat sekitar 192 buah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia dengan 400 gunung berapi, terdapat sekitar 192 buah gunung berapi yang masih aktif
BERITA GUNUNGAPI ENAM GUNUNGAPI WASPADA JANUARI MARET 2008
BERITA GUNUNGAPI ENAM GUNUNGAPI WASPADA JANUARI MARET 2008 ESTU KRISWATI Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Selama Januari - Maret 2008 terdapat 2 gunungapi berstatus Siaga (level 3) dan 11
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari letusan gunungapi, pada
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari letusan gunungapi, pada saat gunungapi meletus mengeluarkan tiga jenis bahan yaitu berupa padatan, cair, dan gas.
Jenis Bahaya Geologi
Jenis Bahaya Geologi Bahaya Geologi atau sering kita sebut bencana alam ada beberapa jenis diantaranya : Gempa Bumi Gempabumi adalah guncangan tiba-tiba yang terjadi akibat proses endogen pada kedalaman
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 15 TAHUN 2011 TANGGAL : 9 SEPTEMBER 2011 PEDOMAN MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 15 TAHUN 2011 TANGGAL : 9 SEPTEMBER 2011 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang PEDOMAN MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI Indonesia adalah negara
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Lokasi Penelitian Gunungapi Sinabung adalah gunungapi stratovolkano berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 2460 mdpl. Lokasi Gunungapi Sinabung secara administratif masuk
24 November 2013 : 2780/45/BGL.V/2013
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371
BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dan melalui
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dan melalui garis astronomis 93⁰BT-141 0 BT dan 6 0 LU-11 0 LS. Dengan morfologi yang beragam dari
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424,021-5228371
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424,021-5228371
BAB I PENDAHULUAN. imbas dari kesalahan teknologi yang memicu respon dari masyarakat, komunitas,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Parker (1992), bencana ialah sebuah kejadian yang tidak biasa terjadi disebabkan oleh alam maupun ulah manusia, termasuk pula di dalamnya merupakan imbas dari
ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA (VULKANIK)
ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA (VULKANIK) Makalah Dipresentasikan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah IPBA Jurusan Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar Oleh KELOMPOK II ASDAR ASHAR
AKTIVITAS GUNUNGAPI SEMERU PADA NOVEMBER 2007
AKTIVITAS GUNUNGAPI SEMERU PADA NOVEMBER 27 UMAR ROSADI Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Sari Pada bulan Oktober akhir hingga November 27 terjadi perubahan aktivitas vulkanik G. Semeru. Jumlah
1) Panduan Keselamatan... i
1) Panduan Keselamatan... i 2.1. Keselamatan Lalu Lintas... i 2.2. Bahaya Kebakaran... i 2.3. Bahaya PohonTumbang... i 2.4. Puting Beliung... i 2.5. Gempa Bumi... i 2.6. Letusan Gunung Api... i 2.7. Bahaya
geografi Kelas X LITOSFER II KTSP & K-13 H. VULKANISME a. Pengertian Vulkanisme b. Gejala Vulkanisme
KTSP & K-13 Kelas X geografi LITOSFER II H. VULKANISME a. Pengertian Vulkanisme Vulkanisme adalah peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari mantel bawah Bumi, baik magma yang berwujud padat,
GUNUNG BERAPI! CERITA TENTANG PERAN MASYARAKAT DESA SAAT MENGHADAPI BENCANA LETUSAN GUNUNG BERAPI
! CERITA TENTANG PERAN MASYARAKAT DESA SAAT MENGHADAPI BENCANA LETUSAN Dibuat oleh Yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID & Masyarakat Indonesia Buku cerita ini adalah
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL BAB 7
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL BAB 7 1. Usaha mengurangi resiko bencana, baik pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Menurut Schieferdecker (1959) maar adalah suatu cekungan yang umumnya terisi air, berdiameter mencapai 2 km, dan dikelilingi oleh endapan hasil letusannya.
1. Kebakaran. 2. Kekeringan
1. Kebakaran Salah satunya kebakaran hutan adalah bentuk kebakaran yang tidak dapat terkendali dan seringkali terjadi di daerah hutan belantara. Penyebab umum hal ini seperti petir, kecerobohan manusia,
7.4. G. KIE BESI, Maluku Utara
7.4. G. KIE BESI, Maluku Utara G. Kie Besi dilihat dari arah utara, 2009 KETERANGAN UMUM Nama Lain : Wakiong Nama Kawah : Lokasi a. Geografi b. : 0 o 19' LU dan 127 o 24 BT Administrasi : Pulau Makian,
BAB I PENDAHULUAN. 1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bencana alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh gejala alam sehingga mengakibatkan timbulnya
II. PENGAMATAN 2.1. VISUAL
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 4122 JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 1295 Telepon: 22-7212834, 5228424, 21-5228371
BAB I BENTUK MUKA BUMI
BAB I BENTUK MUKA BUMI Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mendeskripsikan proses alam endogen yang menyebabkan terjadinya bentuk muka bumi. 2. Peserta didik mempu mendeskripsikan gejala diastropisme
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI EDUKASI GUNUNG API
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL ANIMASI EDUKASI GUNUNG API Budhi Suryokencono Universitas Bina Nusantara Jln. K.H. Syahdan no.9, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480 [email protected] Kadek Satria Adidharma,
4.10. G. IYA, Nusa Tenggara Timur
4.10. G. IYA, Nusa Tenggara Timur G. Iya KETERANGAN UMUM Nama : G. Iya Nama Lain : Endeh Api Nama Kawah : Kawah 1 dan Kawah 2 Tipe Gunungapi : Strato Lokasi Geografis : 8 03.5' LS dan 121 38'BT Lokasi
MITIGASI BENCANA ALAM TSUNAMI BAGI KOMUNITAS SDN 1 LENDAH KULON PROGO. Oleh: Yusman Wiyatmo ABSTRAK
MITIGASI BENCANA ALAM TSUNAMI BAGI KOMUNITAS SDN 1 LENDAH KULON PROGO Oleh: Yusman Wiyatmo Jurdik Fisika FMIPA UNY, [email protected], HP: 08122778263 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui
Telepon: , , Faksimili: ,
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371
ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) II SDN MEKARWANGI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Mata Pelajaran: PLH Sabtu, 12 Maret 2016 Waktu:
Nama :. Kelas :. ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) II Mata Pelajaran: PLH Sabtu, 12 Maret 2016 Waktu: 07.30-08.40 I. Pilih jawaban yang paling tepat! 1. Berikut ini bencana alam yang diakibatkan karena ulah
Geografi. Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
Geografi A. Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia status Cirri-ciri tndakan 1. awas Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana Letusan
Bersama ini dengan hormat disampaikan tentang perkembangan kegiatan G. Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371
Contents BAB I... 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pokok Permasalahan Lingkup Pembahasan Maksud Dan Tujuan...
Contents BAB I... 1 PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2 Pokok Permasalahan... 2 1.3 Lingkup Pembahasan... 3 1.4 Maksud Dan Tujuan... 3 1.5 Lokasi... 4 1.6 Sistematika Penulisan... 4 BAB I PENDAHULUAN
UJI KOMPETENSI SEMESTER I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling tepat!
UJI KOMPETENSI SEMESTER I Latihan 1 Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling tepat! 1. Bencana alam yang banyak disebabkan oleh perbuatan manusia yang tidak bertanggung
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk. Akibat tumbukan antara
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.3
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.3 1. Daerah di Indonesia yang memiliki risiko terhadap bencana gempa bumi adalah... Palangkaraya
Definisi dan Jenis Bencana
Definisi dan Jenis Bencana Definisi Bencana Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan definisi bencana sebagai berikut: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa
I. PENDAHULUAN. dan berada di jalur cincin api (ring of fire). Indonesia berada di kawasan dengan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kawasan kepulauan Indonesia merupakan daerah pertemuan lempeng bumi dan berada di jalur cincin api (ring of fire). Indonesia berada di kawasan dengan curah hujan yang relatif
Definisi dan Jenis Bencana
Definisi dan Jenis Bencana Definisi Bencana Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan definisi bencana sebagai berikut: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa
GARIS-GARIS BESAR ISI PROGRAM MEDIA (GBIM) : Pengembangan Fungsional Geologi : Pemahaman Magma dan Vulkanisme
Jenis diklat Mata Diklat Jumlah Jam TIU GARIS-GARIS BESAR ISI PROGRAM MEDIA (GBIM) : Pengembangan Fungsional Geologi : Pemahaman Magma dan Vulkanisme : 16 JP : Setelah mengikuti mata diklat ini, peserta
KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI: Proses Pembentukan, dan Dampaknya Terhadap Kehidupan
KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI: Proses Pembentukan, dan Dampaknya Terhadap Kehidupan 1. Proses Alam Endogen Hamparan dataran yang luas, deretan pegunungan yang menjulang tinggi, lembah-lembah dimana sungai
Vulkanisme. Yuli Ifana Sari
Vulkanisme Yuli Ifana Sari Konsep Penting Vulkanisme: transpot magma dr dlm ke permukaan bumi. Proses alam yg berhubungan dg kegiatan kegunungapian, mulai dr asal usul pembentukan magma di dlm bumi hingga
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Ringkasan Temuan Penahapan penanggulangan bencana erupsi Gunung Kelud terdapat lima tahap, yaitu tahap perencanaan penanggulangan bencana erupsi Gunung Kelud 2014, tahap
Studi Pengaruh Lahar Dingin Pada Pemanfaatan Sumber Air Baku Di Kawasan Rawan Bencana Gunungapi (Studi Kasus: Gunung Semeru)
Studi Pengaruh Lahar Dingin Pada Pemanfaatan Sumber Air Baku Di Kawasan Rawan Bencana Gunungapi (Studi Kasus: Gunung Semeru) Disusun oleh: Anita Megawati 3307 100 082 Dosen Pembimbing: Ir. Eddy S. Soedjono.,Dipl.SE.,MSc.,
MEMAHAMI PERINGATAN DINI TSUNAMI
MEMAHAMI PERINGATAN DINI TSUNAMI TSUNAMI ADALAH... Ÿ Serangkaian gelombang laut yang sangat besar, akibat dari gempa bumi yang sangat kuat bersumber di laut. Ÿ Gempa bumi membuat perubahan mendadak pada
BAB 2 DATA DAN ANALISA
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Data dan Literatur 2.1.1 Data tentang Gempa Bumi 2.1.1.1 Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau utama dan ribuan pulau kecil disekelilingnya. Dengan 17.508 pulau, Indonesia menjadi negara
UNIT X: Bumi dan Dinamikanya
MATERI KULIAH IPA-1 JURUSAN PENDIDIKAN IPA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FOTO YANG RELEVAN UNIT X: Bumi dan Dinamikanya I Introduction 5 Latar Belakang Pada K-13 Kelas VII terdapat KD sebagai
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.2
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.2 1. Serangkaian peristiwa yang menyebabkan gangguan yang mendatangkan kerugian harta benda sampai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung merapi cukup banyak yang tersebar di seluruh penjuru nusantara meliputi Sumatera, Jawa, dan Irian Jaya. Di Sumatera
BAB I PENDAHULUAN. tinggi. Secara historis, Indonesia merupakan Negara dengan tingkat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia adalah Negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan dari flora dan faunanya, serta kekayaan dari hasil tambangnya. Hamparan bumi Indonesia
PENGENALAN. Irman Sonjaya, SE
PENGENALAN Irman Sonjaya, SE PENGERTIAN Gempa bumi adalah suatu gangguan dalam bumi jauh di bawah permukaan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda di permukaan. Gempa bumi datangnya sekonyong-konyong
BAB I PENDAHULUAN. faktor alam dan non alam yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan non alam
Gambar 1.1 Jalur tektonik di Indonesia (Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2015)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasific. Pada
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan letak astronomis, Indonesia terletak diantara 6 LU - 11 LS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dan memiliki kurang lebih 17.504 buah pulau, 9.634 pulau belum diberi nama dan 6.000 pulau tidak berpenghuni
BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan negara kepulauan terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Wilayah negara Indonesia memiliki kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia. Hal ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Pada daerah pertemuan
1.1. G. PUET SAGOE, NANGGROE ACEH DARUSSALAM
1.1. G. PUET SAGOE, NANGGROE ACEH DARUSSALAM KETERANGAN UMUM Nama Lain : Puet Sague, Puet Sagu atau Ampat Sagi Lokasi a. Geografi Puncak b. Administrasi : : 4 55,5 Lintang Utara dan 96 20 Bujur Timur Kabupaten
Bab III. Analisa Masalah
Bab III Analisa Masalah 3.1 Analisa Permasalahan Secara Umum Penduduk Indonesia kurang memiliki pengetahuan mengenai bencana-bencana yang sering terjadi di Indonesia. Akibatnya, kerusakan harta, benda
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Indonesia terletak diantara 2 benua yaitu benua asia dan benua australia
BENTUK-BENTUK MUKA BUMI
BENTUK-BENTUK MUKA BUMI Lili Somantri,S.Pd Dosen Jurusan Pendidikan Geografi UPI Disampaikan dalam Kegiatan Pendalaman Materi Geografi SMP Bandung, 7 September 2007 Peserta workshop: Guru Geografi SMP
Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Mars, Dewa Perang.
Mars, Dewa Perang http://www.msss.com/mars/pictures/usgs_color_mosaics/usgs-color.html Planet Merah Dalam cerita Yunani kuno Mars disebut dengan Ares. Ares merupakan Dewa Perang. Mars adalah planet keempat
BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK
BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK Bentuklahan asal vulkanik merupakan bentuklahan yang terjadi sebagai hasil dari peristiwa vulkanisme, yaitu berbagai fenomena yang berkaitan dengan gerakan magma naik ke permukaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah salah satu negara yang sangat rentan akan bencana, diantaranya bencana letusan gunungapi, tsunami, gempa bumi dan sebagainya. Bencana tidak
BAB I PENGANTAR. menjadi dua yaitu bahaya primer dan bahaya sekunder. Bahaya primer
BAB I PENGANTAR 1.1. Latar Belakang Indonesia memiliki 129 gunungapi yang tersebar luas mulai dari Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Banda, Kepulauan Halmahera dan Sulawesi
EVALUASI SEISMIK DAN VISUAL KEGIATAN VULKANIK G. EGON, APRIL 2008
EVALUASI SEISMIK DAN VISUAL KEGIATAN VULKANIK G. EGON, APRIL 28 KRISTIANTO, AGUS BUDIANTO Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Sari Letusan G. Egon
Gunung api yang meletus akan mengeluarkan berbagai jenis debu serta gas dari dalam perut. Debu Vulkanik Dan Gangguan Kesehatan
Umumnya gejala yang timbul seolah-olah ada benda asing di mata, mata terasa nyeri, gatal atau merah, mata terasa lengket, kornea mata lecet atau terdapat goresan, mata terasa seperti terbakar dan sensitif
6.padang lava Merupakan wilayah endapan lava hasil aktivitas erupsi gunungapi. Biasanya terdapat pada lereng atas gunungapi.
BENTUK LAHAN ASAL VULKANIK 1.Dike Terbentuk oleh magma yang menerobos strata batuan sedimen dengan bentuk dinding-dinding magma yang membeku di bawah kulit bumi, kemudian muncul di permukaan bumi karena
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.4
1. Pernyataan : SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.4 1. lindungi kepala dan badan serta tempat berpijak 2. belajar menggunakan alat
DANAU SEGARA ANAK. Gambar 1. Lokasi Danau Segara Anak di Pulau Lombok. Gambar 2. Panorama Danau Segara Anak Rinjani dengan kerucut Gunung Barujari.
DANAU SEGARA ANAK Danau Segara Anak adalah danau kawah (crater lake) Gunung Rinjani yang berada di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara
4.7 G. INIELIKA, Nusa Tenggara Timur
4.7 G. INIELIKA, Nusa Tenggara Timur Komplek G. Inie Lika dengan latar depan Kota Bajawa (sumber PVMBG) KETERANGAN UMUM Nama Lain Tipe Gunungapi Nama Kawah : Inielika, Koek Peak : Strato : Wolo Inielika;
BAB II KAJIAN MENGENAI INFORMASI DAN ANTISIPASI BENCANA GEMPA BUMI
BAB II KAJIAN MENGENAI INFORMASI DAN ANTISIPASI BENCANA GEMPA BUMI 2.1 Pengertian Informasi Menurut Wiryanto dalam Pengantar Ilmu Komunikasi (2004:29) menerangkan bahwa informasi adalah hasil dari proses
Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.
Tipe-Tipe Tanah Longsor 1. Longsoran Translasi Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. 2. Longsoran Rotasi Longsoran
Bersama ini dengan hormat disampaikan tentang perkembangan kegiatan G. Kelud di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Provinsi Jawa Timur.
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gunung Merapi adalah salah satu gunung api yang sangat aktif di Indonesia yang terletak di daerah berpenduduk padat di Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Daerah Istimewa
