JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
|
|
|
- Hartanti Jayadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGARUH KOMBINASI ANNONA MURICATA DENGAN ARTEMISININ-BASED COMBINATION THERAPY (ACT) TERHADAP PERSENTASE LIMFOBLAS LIMPA DAN PARASITEMIA MENCIT YANG TERINFEKSI MALARIA Dwi Fatimah Sari 1, R.A Kisdjamiatun RMD 2 1 Mahasiswa Program Pendidikan S-1 Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro 2 Staf Pengajar Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang-Semarang, Telp. (024) ABSTRAK Latar Belakang: Terapi kombinasi dibutuhkan untuk melindungi obat malaria saat ini dan yang akan datang.. Ada pendapat bahwa pengelolaan malaria serebral memerlukan terapi adjuvant. Belum diketahui efektivitas A.muricata sebagai adjuvant pada malaria serebral yang dinilai dari persentase limfoblas limpa mencit Swiss yang diinokulasi PbA. Tujuan: Membuktikan pengaruh kombinasi A.muricata dengan ACT terhadap persentase limfoblas limpa yang terinfeksi malaria. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium murni dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel 20 ekor mencit Swiss dengan kriteria tertentu, dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok K diberi air. Kelompok P1 diberi A.muricata 3.12 mg/kgbb/hari untuk pencegahan dan 6.24 mg/kgbb/hari untuk pengobatan. Kelompok P2 diberi ACT mg/kgbb/hari. Kelompok P3 diberi A.muricata 3.12 mg/kgbb/hari untuk pencegahan dan 6.24 mg/kgbb/hari untuk pengobatan dan ACT mg/kgbb/hari. Hari ke-21 diambil darah ekor untuk mengukur parasitemia dan diterminasi untuk isolasi splenosit untuk mengukur persentase limfoblas limpa. Uji statistik menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc untuk limfoblas limpa serta uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney untuk persentase parasitemia. Hasil: Rata - rata persentase limfoblas limpa kelompok K (26.7%), P1 (17.38%), P2 (11.142%), P3 (7.546%). Perbedaan yang signifikan terdapat pada kelompok K P1 (p=0.007), K P2 (p=0.000), K P3 (p=0.000), P1 P3 (p=0.005). Kelompok P1 P2 (p=0.056) dan P2 P3 (p=0.253) tidak ada perbedaan. Persentase parasitemia terdapat perbedaan antara kelompok K P2 (p=0.009), K P3 (p=0.009), P1 P2 (p=0.009), P1 P3 (p=0.009). Tidak terdapat perbedaan persentase parasitemia antara kelompok K-P1 (p=0.465) dan P2 P3 (p=0.209). Simpulan: Pengaruh kombinasi A.muricata dengan ACT terhadap persentase limfoblas limpa yang terinfeksi malaria tidak bermakna. Kata kunci: A.muricata, ACT, limfoblas limpa, PbA. ABSTRACT THE EFFECT OF THE COMBINATION OF ANNONA MURICATA AND ARTEMISININ- BASED COMBINATION THERAPY (ACT) TOWARD THE PERCENTAGE OF SPLENIC LYMPHOBLAST AND PARASITAEMIA OF MICE INFECTED BY MALARIA Background: Combination therapy is needed to protect antimalarial drugs at the time and in the future. There is an opinion stating that management of cerebral malaria needs adjuvant therapy. The efectivity of A.muricata as an adjuvant in cerebral malaria assessed from the percentage of splenic lymphoblast of Swiss mice inoculated with PbA is unknown. 54
2 Aim: Proving the effect of the combination of A.muricata and ACT towards the percentage of splenic lymphoblast infected by malaria. Method: Pure laboratory experimental with Post Test Only Control Group Design. Samples which consist of 20 Swiss mice with certain criteria, were divided into 4 groups. K group were given water. P1 group were given A.muricata 3.12 mg/kgbb/day for prevention and 6.24 mg/kgbb/day for treatment. P2 group were given ACT mg/kgbb/day. P3 group were given A.muricata 3.12 mg/kgbb/day for prevention and 6.24 mg/kgbb/day for treatment and ACT mg/kgbb/day. On day 21, blood tail was taken to measure the percentage of parasitaemia and was terminated for splenocytes isolation to measure the percentage of splenic lymphoblast. Statistical tests used in the research are One Way ANOVA test and Post-Hoc test for splenic lymphoblast and Kruskal Wallis test and Mann Whitney test for the percentage of parasitaemia. Result: The Average percentage of splenic lymphoblast K group are (26.7%), P1 (17.38%), P2 (11.142%), P3 (7.546%). Significant differences are found in groups K P1 (p=0.007), K P2 (p=0.000), K P3 (p=0.000), P1 P3 (p=0.005). Groups P1 P2 (p=0.056) and P2 P3 (p= 0.253) have no differences. There are significicant differences of the percentage of parasitaemia among groups K P2 (p=0.009), K P3 (p=0.009), P1 P2 (p=0.009), P1 P3 (p=0.009). There are no differences of the percentage of parasitaemia between groups K P1(p=0.465) and P2 P3 (p=0.209). Conclusion: The effect of the combination of A.muricata and ACT on the percentage of splenic lymphoblast infected by malaria is meaningless. Keywords: A.muricata, ACT, splenic lymphoblast, PbA. PENDAHULUAN Kemenkes RI melaporkan angka kesakitan malaria tahun 2009 mencapai 1,85% per 1000 penduduk. Penyebab malaria yang tertinggi pada tahun 2009 adalah P. vivax (55,8%), kemudian P. falciparum. 1 Spesies parasit yang dominan menyebabkan malaria di Indonesia adalah P. falciparum dan P. vivax, yang diketahui dapat menimbulkan malaria berat salah satunya malaria serebral yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. 2 Skizon difagosit oleh sel makrofag dan limfosit pada limpa yang menyebabkan peradangan sel sehingga terjadi perbesaran limpa (splenomegaly). 3.4 Pembentukan limfoblas terjadi pada saat limfosit teraktivasi oleh rangsangan antigenic yang terjadi dalam organ limpa. 5 Hal tersebut akan mempengaruhi persentase limfoblas limpa pada penderita MS sehingga perlu adanya pengelolaan untuk terapi MS. Ekstrak methanol daun sirsak terbukti meningkatkan kadar CXCL12 produk sel limpa mencit Swiss fase MS. 6 Kombinasi terapi diperlukan untuk melindungi obat anti malaria saat ini dan yang akan datang. Artemisinin napthoquine (AN) dan DHP sangat efektif dan aman untuk setiap malaria serta kedua obat ini menjanjikan untuk terapi baris pertama kebijakan di Indonesia. 7 55
3 Terapi ACT (DHP)- A.muricata akan diuji efektivitasnya pada penelitian ini, sebelum diaplikasikan nantinya. Efektivitasnya dinilai dari persentase limfoblas limpa pada mencit Swiss yang diinokulasikan PbA. Semakin kecil persentase limfoblas limpa maka semakin efektif terapi kombinasi tersebut. METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium murni yang didesain menggunakan desain Post Test Only Control Group Design. Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit Swiss yang berjenis kelamin betina dengan berat mencit rata rata gram dan umur mencit adalah 8 minggu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tanggal 26 April sampai dengan 16 Mei Sampel diambil dengan cara simple random sampling, besar sampel minimal tiap kelompok adalah 5 ekor mencit dengan cadangan 10% dan terdapat 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol sehingga jumlah sampel seluruhnya adalah 24 ekor mencit. Mencit diadaptasikan selama 6 harikemudian diberikan perlakuan sesuai dengan ketentuan. Kelompok K diberi air. Kelompok P1 diberi A.muricata 3.12 mg/kgbb/hari untuk pencegahan dan 6.24 mg/kgbb/hari untuk pengobatan. Kelompok P2 diberi ACT mg/kgbb/hari. Kelompok P3 diberi A.muricata 3.12 mg/kgbb/hari untuk pencegahan dan 6.24 mg/kgbb/hari untuk pengobatan dan ACT mg/kgbb/hari. Hari ke-21 diambil darah ekor untuk mengukur parasitemia dan diterminasi untuk isolasi splenosit untuk mengukur persentase limfoblas limpa. Uji statistik untuk pengolahan data menggunakan uji Kolmogor Smirnov untuk uji normalitas dengan p value > 0.01 data berdistribusi normal. Uji Lavene Statistic untuk uji homogenitas dengan p value > 0.01 data homogen. Uji One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc untuk limfoblas limpa serta uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney untuk persentase parasitemia dengan p value < 0.01 ada perbedaan yang signifikan. HASIL Penelitian telah dilakukan selama 21 hari di Laboratorium Parasitologi FK UNDIP. Terdapat 1 ekor mencit mati pada kelompok kontrol sehingga tersisa 23 ekor mencit dan 56
4 sudah memenuhi untuk minimal sampel. Hari ke-21 sebanyak 20 ekor mencit diambil darah ekor untuk mengukur parasitemia dan diterminasi untuk isolasi splenosit untuk mengukur persentase limfoblas limpa. Limfoblas limpa ditunjukkan oleh panah. Gambar 1. Limfoblas Limpa Masing Masing Kelompok Gambar 1. Foto limfoblas limpa kelompok K, P1, P2, P3 (diurutkan dari sebelah kiri) dalam satu lapang pandang. Limfoblas limpa ditunjukkan oleh panah. Tabel 1. Analisis Deskriptif Sampel Rata-Rata Kontrol P P P Tabel 1. Menunjukkan nilai rata rata terendah terdapat pada kelompok perlakuan P3 yaitu 7.54%. Penurunan persentase limfoblas kelompok P1, P2, P3 terhadap rata-rata kelompok kontrol (K) yaitu 1.53x; 2.40x; 3.54x. Tabel 2. Uji normalitas Persentase Limfoblas Limpa (Kolmogorov Smirnov) Kelompok Kontrol P P P Gabungan Tabel 2. Menunjukkan semua kelompok perlakuan dan kelompok kontrol serta kelompok gabungan memiliki nilai yang signifikan dimana p value > 0.01 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. 57
5 Tabel 3. Uji Homogenitas dan ANOVA Persentase Limfoblas Limpa Uji Lavene Statistic One-Way ANOVA Tabel 3. Menunjukkan uji Lavene Statistic p value > 0.01 maka data homogen. Uji One- Way ANOVA p value < 0.01 maka terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok tersebut. Tabel 4. Uji Post Hoc Persentase Limfoblas Limpa Kelompok K P K P K P P1 P P1 P P2 P Tabel 4. Menunjukkan persentase limfoblas mengalami penurunan yang bermakna terdapat antara kelompok K P1, K P2, K P3, P1 P3. Hasil tidak berbeda didapatkan antara P1 P2 dan P2 P3. Tabel 5. Uji Normalitas Persentase Parasitemia (Kolmogorov Smirnov) Kelompok K P P P Gabungan Tabel 5 Menunjukkan masing masing kelompok memiliki nilai p value > 0.01 data berdistribusi normal, namun ketika digabung nilai p value < 0.01 sehingga data tidak berdistribusi normal. 58
6 Tabel 6. Uji Kruskal Wallis persentase Parasitemia Uji Statistik Uji Kruskal Wallis Tabel 6. Menunjukkan bahwa nilai p value < 0.01 sehingga terdapat perbedaan bermakna pada setiap kelompok. Tabel 7. Uji Mann Whitney Persentase Parasitemia Kelompok K P K P K P P1 P P1 P P2 P Tabel 7. Menunjukkan persentase parasitemia mengalami penurunan secara bermakna antara kelompok K P2, K P3, P1 P2, P1 P3. Hasil tidak berbeda terlihat antara kelompok K P1 dan P2 P3. PEMBAHASAN Kondisi yang diberikan pada penelitian ini adalah kondisi infeksi dimana infeksinya adalah Plasmodium. Limpa merupakan salah satu organ yang paling aktif dalam memberikan respon imun selama infeksi malaria sampai akhirnya terjadi pembesaran limpa di dalamnya. Pulpa merah berguna untuk pembentukan eritrosit dan pulpa putih berguna untuk pembentukan sel sel kekebalan tubuh. Jika keduanya mungkin membesar maka terjadi proliferasi sel sel yang sangat aktif sehingga limfoblas yang terbentuk pun lebih tinggi lagi seperti yang ditunjukkan pada kelompok kontrol. Pada kelompok kontrol parasitemia tidak terkendali karena ada dua kemungkinan yaitu imunosupresi mulai bekerja atau imunitas tidak terkendali sama sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A.muricata dapat menurunkan persentase limfoblas secara bermakna. Hal itu menunjukkan bahwa A. muricata mampu untuk memodulasi respon imun selama terjadinya infeksi khususnya pada fase malaria serebral. Sehingga terbukti bahwa A. muricata mempunyai efek sebagai imunodulator. Namun 59
7 A.muricata belum terlalu bermakna dalam menurunkan persentase parasitemia. Hal ini mungkin dikarenakan dosis A.muricata yang digunakan untuk penelitian ini kurang besar sebagai terapi tunggal dalam pengobatan malaria serebral sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk dosis yang lebih variatif lagi dalam menanggulangi masalah malaria serebral. Walaupun parasitemia sama dan respon infeksi sama A.muricata memiliki persentase limfoblas limpa lebih rendah, sehingga perlu dipastikan apakah limfoblas pada limpa mempengaruhi survivalnya. Antara A.muricata dengan ACT ternyata didapatkan limfoblas tidak berbeda bermakna. Sementara itu parasitemia yang didapat pada kelompok yang diberi ACT ternyata lebih rendah secara bermakna dibandingkan dengan kelompok yang diberi A.muricata saja. Hal ini menunjukkan bahwa pada tingkat parasitemia yang berbeda dapat memicu respon imun yang sama, keterbatasannya yaitu apakah ini protektif untuk host yang menerima A.muricata saja. Sehingga perlu diteliti seperti yang telah disebut sebelumnya, diantaranya adalah survival. Limfoblas yang ditemukan pada kelompok yang diberi ACT kemungkinan menyesuaikan fase penyembuhan. Sementara pada kelompok yang diberi A.muricata masih dalam proses menanggulangi infeksi karena parasitemia masih tinggi. Ternyata setelah diberikan kombinasi ACT dan A.muricata tidak ada perbedaan pada tingkat parasitemia maupun limfoblas. Ini menunjukkan bahwa A.muricata memang masih perlu pemberian ACT sebagai terapi standar. Apakah ada efek menguntungkan secara respon imun harus ditelaah pada dua kelompok ini (ACT saja dengan ACT dan A.muricata). Kombinasi mempunyai dampak yang baik atau tidak misalnya pada waktu terjadi re-infeksi termasuk apakah terjadi kemungkinan kerusakan jaringan misalnya karena kombinasi A.muricata dan ACT memiliki dampak imunodulator. Penelitian terdahulu adanya peningkatan kemokin maupun sitokin anti inflamasi yaitu CXCL-12 dan IL-10 yang lebih tinggi pada kelompok yang diberi ekstrak metanol A.muricata saja. Gamma interferon dan IL- 12 pada kelompok yang diberi maupun tidak diberi A.muricata tetap sama yang naik adalah anti inflamasinya. 6 Sementara A.muricata dari penelitian terdahulu tidak memodulasi respon imun. Kemungkinan bahwa Th1 tidak dimodulasi oleh A.muricata tetapi A.muricata lebih memodulasi pada Th2 karena IL-10 lebih mendukung Th2. Dari sini terlihat bahwa kemungkinan ekstrak methanol A.muricata masih berefek secara protektif dengan 60
8 meningkatkan respon imun Th2 selama malaria serebral dan ini perlu ditindak lanjuti pada ekstrak air. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Persentase limfoblas lebih rendah kelompok yang diberi ekstrak air daun A. muricata dibanding kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan pre dan pasca inokulasi PbA. Persentase limfoblas pada kelompok yang diberi ekstrak air daun A. muricata dan obat ACT tidak lebih rendah dibanding kelompok yang diberi obat ACT saja pasca inokulasi PbA. Persentase limfoblas lebih rendah kelompok yang diberi ekstrak air daun A. muricata dan obat ACT dibanding kelompok yang diberi ekstrak air daun A. muricata pre dan pasca inokulasi PbA. Saran Saran yang dapat diberikan yaitu penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bahan aktif yang terkandung dalam A. muricata sebagai terapi adjuvant yang berperan pada mekanisme antimalaria. Penelitian lebih lanjut mengenai survival A.muricata sebagai adjuvant dalam pengobatan malaria serebral masih diperlukan. Penelitian lebih lanjut mengenai respon imun terkait dengan aktivasi sel Th2 pada malaria serebral yang diberi kombinasi ACT dengan A.muricata. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Dr. dr. RA. Kisdjamiatun RMD, M.Sc., Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc., Sp.ParK., Ph.D., dr. Rr. Mahayu Dewi Ariani, M.Si.Med., dr. Ariosta yang telah membantu peneliti dalam menyusun artikel Karya Tulis Ilmiah ini. Terima kasih peneliti ucapkan kepada Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Laboratorium Cebior serta pihak lain yang telah membantu dalam terselesaikannya artikel Karya Tulis Ilmiah ini. 61
9 DAFTAR PUSTAKA 1. Kemenkes RI. Epidemologi Malaria di Indonesia. Triwulan I. Jakarta : Kemenkes RI Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar Jakarta: Kemenkes RI Gartner, Leslie P. dan Hiatt, James L. Buku Ajar Berwarna Histologi. Singapura: Elsevier Harijanto, P.N. Malaria dari Molekuler ke Klinis Edisi 2. Jakarta: EGC Dorland, W.A. Newman. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 31Jakarta: EGC Kisdjamiatun; Sudaryanto; Wijayahadi, Noor. Efek Daun Annona muricata Linn terhadap Kadar Angiopoietin-2 dan CXCL12 Darah serta Korelasi Kadar CXCL12 dan IFN-γ Limpa. Semarang: FK Universitas Diponegoro Tjitra, Emiliana; Hasugian, Armedy R.; Siswantoro, Hadjar; Prasetyorini, Budi; Ekowatiningsih, Riyanti; Yusnita, Endah A; Purnamasari, Telly; Driyah, Srilaning; Salwati, Ervi; Nurhayati; Yuwarni, Eni; Januar, Lidwina; Labora, Joseph; Wijayanto, Bambang; Amansyah, Fajar; Dedang, Tersila AD; Purnama, Asep; Trihono. Efficacy and Safety of Artemisinin-Naphthoquine versus Dihydroartemisinin-Piperaquine in Adult Patients with Uncomplicated Malaria: a Multi-Centre Study in Indonesia. Malaria Jurnal. 2012;11(1):1-14. Available from journal.com/content/11/1/
BAB I PENDAHULUAN. tahun 2009 mencapai 1,85% per 1000 penduduk. Penyebab malaria yang tertinggi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang WHO melaporkan 3,2 milyar orang atau hampir setengah dari populasi dunia beresiko terinfeksi malaria. 1 Kemenkes RI melaporkan angka kesakitan malaria tahun 2009
Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang -Semarang 50275, Telp
PENGARUH KOMBINASI ANNONA MURICATA DAN ARTEMISININ- BASED COMBINATION TERAPHY (ACT) TERHADAP LAMA HIDUP DAN PARASITEMI PADA MENCIT YANG MENDERITA MALARIA (STUDI INFEKSI PLASMODIUM BERGHEI ANKA PADA MENCIT
PENGARUH PEMBERIAN GABUNGAN EKSTRAK Phaleria macrocarpa DAN Phyllanthus niruri TERHADAP PERSENTASE LIMFOBLAS LIMPA PADA MENCIT BALB/C
PENGARUH PEMBERIAN GABUNGAN EKSTRAK Phaleria macrocarpa DAN Phyllanthus niruri TERHADAP PERSENTASE LIMFOBLAS LIMPA PADA MENCIT BALB/C LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini meliputi bidang keilmuan imunologi, farmakologi, dan pengobatan tradisional. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian
ABSTRAK. PENGARUH FRAKSI AIR KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) DAN ARTEMISININ TERHADAP PARASITEMIA PADA MENCIT YANG DIINOKULASI Plasmodium berghei
ABSTRAK PENGARUH FRAKSI AIR KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) DAN ARTEMISININ TERHADAP PARASITEMIA PADA MENCIT YANG DIINOKULASI Plasmodium berghei Fina Yunita, 2012 Pembimbing I : Prof. Dr. Susy Tjahjani,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Malaria merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi penyakit endemis di beberapa daerah tropis dan subtropis dunia. Pada tahun 2006, terjadi 247 juta kasus malaria,
ABSTRAK. EFEKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT KULIT MANGGIS TERHADAP PARASITEMIA PADA MENCIT YANG DINOKULASI Plasmodium berghei
ABSTRAK EFEKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT KULIT MANGGIS TERHADAP PARASITEMIA PADA MENCIT YANG DINOKULASI Plasmodium berghei Yonathan Leonardo Vincensius Biantoro, 2014 Pembimbing I : Khie Khiong, dr., S.Si.,M.Si.,
PENYEMBUHAN LUKA INSISI SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS-WEBSTER
ABSTRAK PENGARUH TUMBUKAN DAUN SIRIH (Piper betle) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS-WEBSTER Dandy Pasandha, 2016 Pembimbing Utama Pembimbing
PENGARUH PEMBERIAN TOLAK ANGIN ANAK CAIR TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA (NO) PADA MENCIT SWISS LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH
PENGARUH PEMBERIAN TOLAK ANGIN ANAK CAIR TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA (NO) PADA MENCIT SWISS THE EFFECT OF TOLAK ANGIN ANAK CAIR ON NITRIC OXIDE LEVEL IN SWISS MICE LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA
BAB I PENDAHULUAN. Lingkungan di sekitar manusia mengandung berbagai jenis unsur patogen,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lingkungan di sekitar manusia mengandung berbagai jenis unsur patogen, misalnya bakteri, virus, jamur, fungus, protozoa dan parasit yang dapat menyebabkan infeksi pada
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria masih menjadi masalah kesehatan di dunia baik di negara maju maupun di negara berkembang. Penyakit malaria telah menjangkiti 103 negara di dunia. Populasi orang
BAB VI PEMBAHASAN. Mencit Balb/C yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari. Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah
BAB VI PEMBAHASAN Mencit Balb/C yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Banyaknya mencit yang digunakan adalah 24
ABSTRAK. Stefany C.K, Pembimbing I : Laella Kinghua Liana, dr., Sp.PA, M.Kes. Pembimbing II: Endang Evacuasiany, Dra., MS., AFK.
ABSTRAK EFEK EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Linn. Var. rubrum) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ULKUS GASTER PADA MENCIT GALUR Swiss Webster JANTAN YANG DIINDUKSI ASETOSAL Stefany C.K,
ABSTRAK. PENGARUH SARI BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) TERHADAP PARASITEMIA PADA MENCIT JANTAN STRAIN BALB/c YANG DIINOKULASI Plasmodium berghei
ABSTRAK PENGARUH SARI BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) TERHADAP PARASITEMIA PADA MENCIT JANTAN STRAIN BALB/c YANG DIINOKULASI Plasmodium berghei Lisa Marisa, 2009 Pembimbing I : Dr. Susy Tjahjani,
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang. masih menjadi masalah di negara tropis dan subtropis
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah di negara tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Penyebab penyakit malaria ini adalah parasit
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini meliputi bidang Histologi, Mikrobiologi, dan Farmakologi.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini meliputi bidang Histologi, Mikrobiologi, dan Farmakologi. 3.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium
BAB I PENDAHULUAN. benda asing dan patogen di lingkungan hidup sekitar seperti bakteri, virus, fungus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem imun berfungsi dalam mempertahankan kondisi tubuh terhadap benda asing dan patogen di lingkungan hidup sekitar seperti bakteri, virus, fungus dan parasit. Sistem
PENGARUH PROPOLIS SECARA TOPIKAL TERHADAP FIBROBLAS PASCA LUKA BAKAR PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Oleh : RAUZATUL FITRI
PENGARUH PROPOLIS SECARA TOPIKAL TERHADAP FIBROBLAS PASCA LUKA BAKAR PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Oleh : RAUZATUL FITRI 120100185 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 i LEMBAR PENGESAHAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Berdasarkan data WHO (2010), terdapat sebanyak
Maria Caroline Wojtyla P., Pembimbing : 1. Endang Evacuasiany, Dra., MS., AFK., Apt 2. Hartini Tiono, dr.
ABSTRAK EFEK EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK MUKOSA LAMBUNG MENCIT MODEL GASTRITIS YANG DI INDUKSI ASETOSAL Maria Caroline Wojtyla P., 0710110. Pembimbing
BAB I PENDAHULUAN. patogen di lingkungan, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tubuh memiliki sistem imun sebagai pelindung dari berbagai jenis patogen di lingkungan, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit yang dapat menyebabkan infeksi. 1
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2006 HALAMAN PENGESAHAN
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) TERHADAP JUMLAH KUMAN PADA HEPAR MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PRODUK X SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PRODUK X SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran
ABSTRAK. EFEK PROPOLIS INDONESIA MEREK X DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT JANTAN GALUR Swiss-Webster
ABSTRAK EFEK PROPOLIS INDONESIA MEREK X DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT JANTAN GALUR Swiss-Webster Kamajaya Mulyana, 2014; Pembimbing : Sri Nadya J. Saanin, dr., M.Kes Luka pada kulit sering
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. Ar11l ELVIEN LAHARSYAH
/' Ar11l fv\a'-af2-'al.~ CA E SA L ". {t PI r1ll1 CE: At. ELVIEN LAHARSYAH UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK METANOL KAYU SECANG (CAESALPINlA SAPPAN LINN.) TERHADAP PLASMODIUM BERGHEI SECARA IN VIVO PADA
ABSTRAK EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG
ABSTRAK EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG ( Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT BETINA GALUR SWISS WEBSTER Niken Tania Wijaya, 2014. Pembimbing I: Rita Tjokropranoto,
ABSTRAK. EFEK JUS BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BERAT BADAN MENCIT Swiss Webster JANTAN
ABSTRAK EFEK JUS BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BERAT BADAN MENCIT Swiss Webster JANTAN Sylvia Sari Dewi, 2012. Pembimbing I : Rosnaeni, Dra., Apt. Pembimbing II: Sylvia Soeng, dr.,
THE AGENT OF ANTIMALARIAL ACTIVITY OF LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum Val) RHIZOME JUICE ON SWISS MALE MICE INFECTED Plasmodium berghei
of THE AGENT OF ANTIMALARIAL ACTIVITY OF LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum Val) RHIZOME JUICE ON SWISS MALE MICE INFECTED Plasmodium berghei Richa Yuswantina, Agitya Resti Erwiyani, Leni Puspitasari
ABSTRAK. EFEK HIPOGLIKEMI TEH JIAOGULAN (Gynostemma pentaphyllum) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT Swiss Webster JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN
ABSTRAK EFEK HIPOGLIKEMI TEH JIAOGULAN (Gynostemma pentaphyllum) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT Swiss Webster JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Daniel Wirawan, 2012 Pembimbing I : Jo Suherman, dr., M.S.,
Diajukan guna memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran OLEH
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK Pandanus conoideus TERHADAP DERAJAT PARASITEMIA MENCIT Swiss YANG DIINFEKSI Plasmodium berghei ANKA ARTIKEL PENELITIAN Diajukan guna memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam
ABSTRAK. Pembimbing I : Dr. Meilinah Hidayat, dr., M.Kes Pembimbing II : Hartini Tiono, dr., M.Kes
ABSTRAK EFEK SAMPING EKSTRAK ETANOL KEDELAI (Glycine max L.merr) DETAM I, DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia) DAN KOMBINASINYA TERHADAP PERUBAHAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIK JEJUNUM TIKUS WISTAR JANTAN DENGAN
EFEK ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH. (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP CACING. Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO
EFEK ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP CACING Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana
PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH
PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN (Studi pada mahasiswa tingkat awal (2014) Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang)
PENGARUH PEMBERIAN KLOROFIL TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS MODEL ANEMIA
PENGARUH PEMBERIAN KLOROFIL TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS MODEL ANEMIA SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran FAISAL HAFIDH G0010076 FAKULTAS KEDOKTERAN
PENGARUH INDUKSI KETAMIN DOSIS 2 MG/KgBB DAN. DEKSAMETASON DOSIS 0,2 MG/KgBB INTRAVENA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR
PENGARUH INDUKSI KETAMIN DOSIS 2 MG/KgBB DAN DEKSAMETASON DOSIS 0,2 MG/KgBB INTRAVENA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk
ABSTRAK. EFEK KOMBINASI JUS STROBERI (Fragraria vesca) DAN JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola Linn.) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL WANITA DEWASA
ABSTRAK EFEK KOMBINASI JUS STROBERI (Fragraria vesca) DAN JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola Linn.) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL WANITA DEWASA Laura L. S., 2010, Pembimbing I : Pinandojo Djojosoewarno,dr.,Drs.,AIF
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN LEMBAYUNG (Vigna unguiculata) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS DENGAN INDUKSI ALOKSAN
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN LEMBAYUNG (Vigna unguiculata) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS DENGAN INDUKSI ALOKSAN Tia Afelita 1, Indah Permata Sari 1, Rizki Chairani Zulkarnain
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Mencapai Derajat Sarjana Kedokteran DISUSUN OLEH : WAHYU FAIZAL SULAIMAN J FAKULTAS KEDOKTERAN
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMBINASI VITAMIN C DAN ZINK DENGAN PEMBERIAN TUNGGAL VITAMIN C ATAU ZINK TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS ALVEOLUS PARU MENCIT BALB/C YANG DIBERI PAPARAN ASAP
Kata kunci: salep ekstrak herba meniran, triamcinolone acetonide, penyembuhan luka
ABSTRAK Luka di dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh trauma maupun tindakan pembedahan. Proses penyembuhan luka dapat secara alami, dan dapat dipercepat dengan bantuan obat-obatan, dalam bidang kedokteran
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti seminar hasil Karya Tulis Ilmiah mahasiswa program strata-1 kedokteran umum
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JINTAN HITAM (NIGELLA SATIVA) TERHADAP KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) PLASMA PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG TERPAPAR ASAP ROKOK LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pada ilmu kedokteran bidang forensik dan patologi anatomi. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan
III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan pre-post test with
43 III. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan pre-post test with randomized control group design. Pemilihan subjek penelitian untuk pengelompokan
ABSTRAK Penggunaan asam glycyrrhizic yang merupakan bahan aktif dari Viusid Pet sudah lazim digunakan untuk meningkatkan respon imun.
ii ABSTRAK Penggunaan asam glycyrrhizic yang merupakan bahan aktif dari Viusid Pet sudah lazim digunakan untuk meningkatkan respon imun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Viusid Pet terhadap
BAB IV METODE PENELITIAN
23 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang Lingkup Keilmuan Penelitian ini mencakup bidang Histologi, Patologi Anatomi, dan Farmakologi. 4.1.2 Ruang Lingkup Tempat Penelitian
Daftar Pustaka. Arubusman M., Evaluasi Hasil Guna Kombinasi. Artesunate-Amodiakuin dan Primakuin pada Pengobatan
Daftar Pustaka Arubusman M., 2009. Evaluasi Hasil Guna Kombinasi Artesunate-Amodiakuin dan Primakuin pada Pengobatan Malaria Falciparum tanpa Komplikasi di Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur (Tesis).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inflamasi merupakan reaksi yang kompleks terhadap agen penyebab jejas, seperti mikroba dan kerusakan sel. Respon inflamasi berhubungan erat dengan proses penyembuhan,
BAB 5 PEMBAHASAN. Mencit yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari Laboratorium
49 BAB 5 PEMBAHASAN Mencit yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari Laboratorium Biokimia Universitas Muhammdiyah Jogjakarta. Banyaknya mencit yang digunakan adalah 24 ekor, di mana tiap kelompok
EFEK CENDAWAN ULAT CINA
ABSTRAK EFEK CENDAWAN ULAT CINA (Cordyceps sinensis [Berk.] Sacc.) TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 1 PADA MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Banu Kadgada Kalingga Murda, 2009. Pembimbing I
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Bidang ilmu yang tercakup dalam penelitian ini adalah Biologi, Farmakologi, dan Kimia. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Laboratorium
EFEK ANTIDIARE EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Ness.) PADA MENCIT Swiss Webster YANG DIINDUKSI Oleum ricini
EFEK ANTIDIARE EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Ness.) PADA MENCIT Swiss Webster YANG DIINDUKSI Oleum ricini Agustina Indah G., 2015; Pembimbing I : Dr. Sugiarto Puradisastra, dr., M.Kes
BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan eksperimental murni, dengan rancanganpost-test control
22 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan eksperimental murni, dengan rancanganpost-test control group design. Pada jenis penelitian ini, pre-test tidak dilakukan karena
LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH
UJI TOKSISITAS AKUT RAMUAN EKSTRAK PRODUK X TERHADAP PERUBAHAN MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS SPRAGUE DAWLEY LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian
ABSTRAK. Samuel Widodo, Pembimbing 1 : Khie Khiong, dr., S.Si., M.Si., M.Pharm.Sc., PhD., PA(K). Pembimbing 2 : Sijani Prahastuti, dr., M.Kes.
ABSTRAK EFEK EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr), DOMPERIDON, DAN KOMBINASINYA TERHADAP EKSPRESI GEN OKSITOSIN PADA MENCIT Balb/c MENYUSUI Samuel Widodo, 2015. Pembimbing 1 : Khie Khiong,
ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
PENURUNAN EKSPRESI TNF-α DAN PENINGKATAN JUMLAH PEMBULUH DARAH PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA PENCABUTAN GIGI SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK GARDENIA JASMINOIDES (Penelitian Eksperimental dengan menggunakan binatang
ABSTRAK. Rhenata Dylan, Pembimbing I : Diana K. Jasaputra, dr., M.Kes Pembimbing II: Dr. Slamet Santosa, dr., M.Kes
ABSTRAK PERBANDINGAN EFEK EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri. L) TERHADAP PERSENTASE JUMLAH EOSINOFIL PADA MENCIT GALUR Swiss Webster DENGAN DERMATITIS ALERGIKA Rhenata Dylan,
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 Kedokteran Umum
PENGARUH PEMBERIAN TIGA JENIS KOMBINASI HERBAL A, B DAN C TERHADAP KAPASITAS PRODUKSI INTERFERON GAMMA (IFN-γ) DAN INTERLEUKIN 4 (IL-4) PADA MENCIT BALB/C LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum
PENGARUH PEMBERIAN PERMEN KARET XYLITOL TERHADAP LAJU ALIRAN SALIVA (Studi Kasus Pada Pasien Radioterapi Kepala dan Leher di RSUP Dr. Kariadi Semarang) LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi
BAB 4 HASIL PENELITIAN. Penelitian telah dilakukan tentang pengaruh pemberian ekstrak etanol
44 BAB 4 HASIL PENELITIAN Penelitian telah dilakukan tentang pengaruh pemberian ekstrak etanol umbi bidara upas (Merremia mammosa) terhadap fagositosis makrofag dan produksi nitrit oksida makrofag pada
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL ISOLAT PROPOLIS GUNUNG LAWU TERHADAP HITUNG SPERMATOZOA MENCIT MODEL INFERTILITAS PRIA
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL ISOLAT PROPOLIS GUNUNG LAWU TERHADAP HITUNG SPERMATOZOA MENCIT MODEL INFERTILITAS PRIA SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran Christian
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu kedokteran forensik, farmakologi dan ilmu patologi anatomi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Adaptasi
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan penelitian ini mencakup bidang Histologi, Patologi Anatomi, dan Farmakologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian
ABSTRAK. PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP MUKOSA GASTER PADA MODEL MENCIT SWISS WEBSTER YANG DIINDUKSI ASETOSAL
ABSTRAK PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP MUKOSA GASTER PADA MODEL MENCIT SWISS WEBSTER YANG DIINDUKSI ASETOSAL Yan Nie, 0810167 Pembimbing : 1. Laella Kinghua Liana,
BAB III METODE PENELITIAN. dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan lalu dibandingkan kerusakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorik. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan pada sampel yang telah dibagi menjadi
ABSTRAK. Albert Christopher Ryanto, Pembimbing I: Heddy Herdiman, dr., M.Kes. Pembimbing II: Christine Sugiarto, dr., Sp.PK.
ABSTRAK PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MADU HUTAN DAN MADU TERNAK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER YANG DIINDUKSI OLEH ALOKSAN Albert Christopher Ryanto, 2014.
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan ke manusia melalui nyamuk yang terinfeksi protozoa obligat intraseluler dari
PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH
PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga Linn) TERHADAP JUMLAH GELIATAN MENCIT BALB/C YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT THE EFFECT OF ETANOL RHIZOME EXTRACT (Kaempferia galanga Linn) TO THE
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kedokteran Forensik dan Ilmu Patologi Anatomi. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan selama
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Malaria merupakan salah satu penyakit infeksius. yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina.
1 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Malaria merupakan salah satu penyakit infeksius disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit menjadi penyakit endemis di negara-negara tropis, salah penyertanya
PENGARUH INTERVENSI MUSIK KLASIK MOZART DIBANDING MUSIK INSTRUMENTAL POP TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENTAL PASIEN ODONTEKTOMI
PENGARUH INTERVENSI MUSIK KLASIK MOZART DIBANDING MUSIK INSTRUMENTAL POP TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENTAL PASIEN ODONTEKTOMI LAPORAN AKHIR HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan
TERAPI TOPIKAL AZELAIC ACID DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE+ZINC PADA AKNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH
TERAPI TOPIKAL AZELAIC ACID DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE+ZINC PADA AKNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti seminar hasil Karya Tulis Ilmiah
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Farmakologi. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Biokimia, Gizi dan 4.2 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. : Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini memiliki ruang lingkup pada ilmu Farmakologi dan Biokimia. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat : Laboratorium Penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN. Semarang, Laboratorium Sentral Fakultas Kedokteran Universitas
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian 3.1.1. Lingkup Tempat Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Semarang, Laboratorium Sentral Fakultas Kedokteran
ABSTRAK. Ronald S.Budhy, 2009 Pembimbing : 1. Endang Evacuasiany, Dra, Apt, M.S.AFK 2. Hartini Tiono, dr.
ABSTRAK Efek Ekstrak Air Buah Stroberi ( Fragaria vesca L.) Terhadap Gambaran Histopatologik Kolitis Ulseratif Mencit Galur Swiss Webster yang Diinduksi Dextran Sodium Sulfate Ronald S.Budhy, 2009 Pembimbing
ABSTRAK. PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI SEMANGKA (Citrullus lanatus Thunb.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN DEWASA
ABSTRAK PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI SEMANGKA (Citrullus lanatus Thunb.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN DEWASA Fredrica, 2016. Pembimbing I : Roro Wahyudianingsih, dr.,
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan penelitian ini adalah bidang Histologi, Patologi Anatomi, dan Farmakologi. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terutama di negara tropis dan subtropis. Di dunia terdapat 207 juta kasus malaria dan 627.000 kematian akibat
ABSTRAK EFEK INFUSA DAUN GANDARUSA
ABSTRAK EFEK INFUSA DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm. f.) TERHADAP CACING Ascaris suum SECARA IN VITRO Manasye Jutan, 2014 ; Pembimbing I : Rita Tjokropranoto, dr.,m.sc Askariasis adalah infeksi
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kedokteran Forensik dan Ilmu Patologi Anatomi. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Pengambilan data dilakukan hanya pada saat akhir penelitian
ABSTRAK. EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) PADA MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN
ABSTRAK EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) PADA MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN Elfira Teresa Anugrah, 2011; Pembimbing Utama : Dr. Sugiarto Puradisastra, dr., M.Kes Pembimbing
PENGARUH EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata L) DALAM MENGURANGI KERUSAKAN TESTIS MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPAR ASAP ROKOK SKRIPSI
PENGARUH EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata L) DALAM MENGURANGI KERUSAKAN TESTIS MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPAR ASAP ROKOK SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana NURUL FAJRI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kedokteran khususnya ilmu Biokimia dan Farmakologi.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kedokteran khususnya ilmu Biokimia dan Farmakologi. 3.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini telah dilakukan
ABSTRAK. PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN KATUK ( Sauropus androgynus (L.) Merr.) DAN DOMPERIDON TERHADAP BERAT BADAN MENCIT (Swiss-webster) MENYUSUI
ABSTRAK PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN KATUK ( Sauropus androgynus (L.) Merr.) DAN DOMPERIDON TERHADAP Stephanie Nathania, 2014; BERAT BADAN MENCIT (Swiss-webster) MENYUSUI Pembimbing 1: Lusiana Darsono,dr.,
EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (A
EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn) TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMIC PIRUVIC TRANSAMINASE MENCIT YANG DIPAPAR MINYAK JELANTAH SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
PENGARUH PARASETAMOL DOSIS ANALGESIK TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMAT OKSALOASETAT TRANSAMINASE TIKUS WISTAR JANTAN
PENGARUH PARASETAMOL DOSIS ANALGESIK TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMAT OKSALOASETAT TRANSAMINASE TIKUS WISTAR JANTAN LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan
ABSTRAK. PENGARUH BUBUK KULIT TELUR AYAM PETERNAK (Gallus gallus domesticus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT Swiss-Webster JANTAN
ABSTRAK PENGARUH BUBUK KULIT TELUR AYAM PETERNAK (Gallus gallus domesticus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT Swiss-Webster JANTAN Rahman Abdi Nugraha, 2015. Pembimbing 1 : Harijadi Pramono,
ABSTRAK. EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL HDL PADA TIKUS WISTAR JANTAN
ABSTRAK EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL HDL PADA TIKUS WISTAR JANTAN Steffanny H H Katuuk, 1310114, Pembimbing I : Lusiana Darsono,
BAB V HASIL PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada 24 ekor mencit betina strain C3H berusia 8
BAB V HASIL PENELITIAN Penelitian dilakukan pada 24 ekor mencit betina strain C3H berusia 8 minggu dengan berat mencit 20-30 gram. Kemudian dilakukan aklimatisasi selama 1 minggu, dan diberikan pakan standar.
PENGARUH PEMBERIAN METHANIL YELLOW PERORAL DOSIS BERTINGKAT SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR MENCIT BALB/C
PENGARUH PEMBERIAN METHANIL YELLOW PERORAL DOSIS BERTINGKAT SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR MENCIT BALB/C LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian
GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ETANOL DAN SOFT DRINK
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ETANOL DAN SOFT DRINK THE EFFECT OF Muntingia calabura LEAVES EXTRACTS IN KIDNEY
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. DESAIN PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain Randomized post test only control group design yang menggunakan binatang percobaan
DAYA HAMBAT EKSTRAK SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN
DAYA HAMBAT EKSTRAK SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DARI INFEKSI LUKA PASCA OPERASI SECARA IN VITRO SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan
BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dari penelitian ini adalah Histologi, Patologi
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup keilmuan dari penelitian ini adalah Histologi, Patologi Anatomi dan Farmakologi. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan
