Unnes Physics Education Journal
|
|
|
- Johan Lesmono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 UPEJ 2 (2) (2013) Unnes Physics Education Journal PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS BERBASIS EKSPERIMEN K.V Zaki, S. Khanafiyah, Khumaedi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Indonesia, Info Artikel SejarahArtikel: Diterima Juli 2013 Disetujui Juli 2013 Dipublikasikan November 2013 Keywords: STAD, Experiments, Science Process Skills, Social Skills. Abstrak Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran fisika masih rendah. Hal ini mengindikasikan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa rendah. Oleh karena itu, akan diupayakan peningkatan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa dengan menerapkan model. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Lembar observasi dan LKS digunakan untuk mengamati keterampilan proses sains, sedangkan angket skala sikap digunakan untuk mengamati keterampilan sosial. Peningkatan dari siklus satu ke siklus berikutnya dapat diketahui dengan menggunakan uji gain (g). Hasil ketuntasan klasikal keterampilan proses sains pada siklus I sebesar 36,67%, siklus II sebesar 90,00% dan siklus III sebesar 96,67%. Hasil ketuntasan klasikal keterampilan sosial pada awal pembelajaran sebesar 50,00% dan pada akhir pembelajaran sebesar 60,00%. Hasil ketuntasan kasikal aspek kognitif pada siklus I sebesar 33,33%, siklus II sebesar 63,33% dan siklus II sebesar 86,67%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model dapat meningkatkan keterampilan proses sains, keterampilan sosial dan hasil belajar siswa. Abstract The student s cognitive learning outcomes on the physics subject are still low. This indicates student s science process skills and social skills are still low. Therefore, an effort to improve student s skill of science process and social process will be carried out by implementing the STAD cooperative learning model based on experiment. The method was a class action research that conducted in three cycles. The observation sheets and work sheets were used to observe the science process skills, while attitude scale questionnaires were used to observe the social skills. The improvement from one cycle to the next cycle can be determined by using gain test (g). The result of classical achievement of science skills process in the cycle I was 36,67%, in the cycle II was 90,00%, and in the cycle III was 96,67 %. The result of the classical achievement of the social skills in the first lesson was 50,00% and 60,00% at the end of the lesson. The result of the achievement of the classical cognitive aspect in the cycle I was 33,33%, in the cycle II was 63,33% and 86,67% in the cycle III. Therefore, it can be concluded that the implementation of the STAD type cooperative learning can improve the science process skills, social skills, and the student s learning outcomes. 2013UniversitasNegeri Semarang Alamatkorespondensi: Gedung D7 Lantai 2 Kampus UNNES,Semarang, [email protected] ISSN
2 PENDAHULUAN Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa kelas VIII SMP N 2 Kemangkon Kabupaten Purbalingga tahun ajaran 2011/2012, didapatkan informasi bahwa keterampilan sosial yang dimiliki siswa masih rendah. Hal ini ditunjukan dengan siswa masih kurang aktif bertanya dalam pembelajaran, siswa cenderung diam dan tidak berani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dan siswa masih takut untuk menyampaikan pendapat dalam diskusi. Selain itu juga didapatkan informasi keterampilan proses sains yang dimiliki siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan siswa kurang dapat memahami langkah-langkah kerja dalam melakukan kegiatan laboraturium, siswa masih mengalami kesulitan dalam mengolah data dan menyimpulkan hasil percobaan, dan masih merasa canggung menggunakan alat dalam kegiatan laboraturium. Peran guru dalam kegiatan laboraturium masih sangat besar. Keterampilan proses sains dan keterampilan sosial sangat penting dimiliki oleh setiap siswa. Keterampilan sosial perlu dimiliki siswa karena keterampilan sosial mendasari siswa untuk dapat bersosialisasi dengan masyarakat atau teman satu kelas, selain itu keterampilan sosial juga membuat siswa berani menyampaikan pendapat mereka pada suatu diskusi. Menurut Semiawan (1987:18), dengan mengembangkan keterampilan proses sains para siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah suatu model pembelajaran yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal (Isjoni, 2011:74). Pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai beberapa keunggulan (Slavin, 2005:17), diantaranya sebagai berikut: siswa bekerjasama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi nilai kelompok, siswa aktif dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama, aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk meningkatkan keberhasilan kelompok, dan ineraksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat. Selain itu pembelajaran kooperatif tipe STAD juga mempunyai kekurangan yaitu: membutuhkan waktu yang lebih lama dan membutuhkan kemampuan khusus guru. Eksperimen adalah suatu cara mengajar yang melibatkan siswa untuk melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu dibuat laporan serta dismpaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru (Roestiyah, 2008:80). Ketika melakukan eksperimen siswa dituntut untuk menggunakan keterampilan proses sains yang mereka miliki. Keterampilan proses sains yang digunakan antara lain merancang percobaan, melakukan percobaan, mengamati, menginterpretasi data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Keterampilan proses sains tersebut dapat dilatih ketika siswa terlibat langsung dalam kegiatan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 2 Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester 2 tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklusnya meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Secara sistematis tindakan yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar 1. 33
3 Permasalahan: keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa rendah serta hasil belajar kognitif siswa kurang optimal. Perencanaan: merumuskan tindakan berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen, menyusun instrumen penelitian, dan menguji coba instrumen penelitian. Pelaksanaan: menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen. Refleksi: melakukan evaluasi proses pembelajaran secara keseluruhan berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hasil refleksi digunakan untuk merumuskan tindakan pada siklus selanjutnya. Pengamatan: pengamatan dilakukan untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran, peningkatan keterampilan proses sains, keterampilan sosial dan hasil belajar kognitif siswa. Siklus selanjutnya Gambar 1. Desain Penelitian Tindakan Kelas Tahap perencanaan penelitian ini dimulai dengan menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan tahapan dan menyusun perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi, angket sklala sikap, dan tes tertulis. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan model untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa. Tahap pengamatan dilakukan untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran, peningkatan keterampilan proses sains, keterampilan sosial, dan hasil belajar siswa. Sedangkan pada tahap refleksi, guru melakukan evaluasi proses pembelajaran secara keseluruhan berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hasil refleksi digunakan untuk merumuskan tindakan pada siklus selanjutnya. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, LKS, angket skala sikap dan soal tes. Lembar observasi dan LKS digunakan untuk menilai keterampilan proses sains siswa. Pengujian instrumen lembar observasi dan LKS dalam penelitian ini menggunakan validitas isi, yaitu instrumen yang disusun penulis telah disesuaikan dengan materi atau pelajaran yang diberikan. Angket skala sikap siswa digunakan untuk mengetahui perkembangan keterampilan sosial siswa. Pengujian instrumen angket skala sikap siswa dalam penelitian ini menggunakan persamaan korelasi product moment untuk mengetahui validitas pernyataan skala sikap serta menggunakan persamaan formula alpha untuk mengetahui reliabilitas pernyataan skala sikap siswa. Sedangkan tes yang digunakan untuk menilai hasil belajar kognitif siswa berbentuk tes tertulis uraian yang dilakukan di akhir pembelajaran pada setiap siklus. Pengujian instrumen tes tertulis uraian menggunakan validitas isi, yaitu instrumen yang disusun penulis telah disesuaikan dengan materi atau pelajaran yang diberikan. Peningkatan keterampilan proses sains, keterampilan sosial, dan hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan uji gain. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah adanya peningkatan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa. Indikator keberhasilan hasil belajar kognitif yaitu jika hasil belajar siswa mencapai nilai KKM yaitu sebesar 65% secara individu dan 85% secara klasikal. 34
4 Hubungan pengaruh penerapan model pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan lembar angket dapat dilihat pada Gambar 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan social siswa dilaksanakan dalam tiga siklus. Siklus 1 sifat-sifat lensa cembung dan lensa cekung, siklus 2 membahas pembentukan bayangan pada lensa cembung, dan pada siklus 3 membahas pembentukan bayangan pada lensa cekung dan kekuatan lensa. Pada penelitian ini, kegiatan pembelajaran ditunjang dengan RPP, lembar observasi, LKS, angket skala sikap, dan soal evaluasi. Sintaks pembelajaran dengan menerapkan model dalam penelitian ini adalah di awal pembelajaran, guru melakukan apersepsi berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Selanjutnya, guru memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan permasalahan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Kegiatan kedua adalah guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dan satu kelompok terdiri terdiri dari lima orang. Guru membagikan LKS kepada setiap siswa di dalam kelompok, kemudian guru membimbing siswa melakukan kegiatan eksperimen sesuai petunjuk di dalam LKS. Siswa menyelesaikan LKS dengan cara berdiskusi. LKS kemudian dikumpulkan, hal ini bertujuan agar guru dapat langsung menilai keterampilan proses sains siswa, di samping itu juga mencegah adanya pengubahan data. Kegiatan ketiga setelah LKS dikembalikan kepada siswa, kemudian siswa dengan dipimpin oleh guru melakukan diskusi kelas. Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas, dan kelompok lain menanggapi. Guru bersama-sama dengan siswa membahas hasil diskusi kelas untuk kemudian menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari. Kegiatan keempat siswa mengerjakan soal latihan secara kelompok yang dipimpin oleh ketua kelompok. Siswa harus bertanggung jawab terhadap kebaikan kelompok dengan cara saling membantu ketika memahami materi, mengerjakan soal latihan, dan bekerjasama ketika melakukan eksperimen serta saat kegiatan diskusi. Selanjutnya kelas dipimpin oleh guru membahas soal, kemudian siswa mengerjakan evaluasi tes kognitif secara individual. Kegiatan diakhiri dengan membahas soal evaluasi di depan kelas. Langkah-langkah pembelajaran seperti tersebut di atas dapat melatih keterampilan proses sains siswa karena dalam kegiatan eksperimen siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Roestiyah (2008:80), eksperimen adalah suatu cara mengajar yang melibatkan siswa untuk melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya, serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu dibuat laporan serta disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Penelitian yang dilakukan oleh Sudarwati (2010), menyimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan bantuan media dan alat praktikum dapat meningkatkan keterampilan proses belajar siswa yang pada ahirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Nugroho et al. (2009), menyimpulkan penerapan metode kooperatif tipe STAD berorientasi keterampilan proses dapat meningkatkan aktivitas siswa. Keterampilan sosial siswa juga dapat dikembangkan melaluai langkah-langkah pembelajaran seperti tersebut di atas. Hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan adanya aktivitas dan interaksi antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Menurut Slavin (2005:17), pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai beberapa keunggulan sebagai berikut: siswa bekerjasama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi nilai kelompok, siswa aktif dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama, aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk meningkatkan keberhasilan kelompok, dan interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat. Penelitian yang dilakukan oleh Ruhadi (2008), menyimpulkan pembelajaran kooperatif model STAD dapat melatih siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Maryani & Syamsudin (2009), menyimpulkan pembelajaran kooperatif, baik melalui sistem STAD ataupun Jigsaw, dengan menggunakan evaluasi non tes, sumber belajar lingkungan, media film, kunjungan kerja lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial. Hasil Belajar Keterampilan Proses Sains Siswa Setelah dilakukan penelitian dengan menerapkan pada materi Fisika pokok bahasan pembiasan cahaya, diperoleh data ketarampilan proses sains siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III yang dituliskan pada Tabel 1. 35
5 Tabel 1. Keterampilan Proses Sains Siswa Aspek yang diamati Siklus I Siklus II Siklus III Nilai Rata Kriteria Nilai Rata Kriteria Nilai Rata Kriteria rata rata rata Merancang Percobaan 57,50 Cukup 57,50 Cukup 60,00 Cukup Melakukan Percobaan 56,67 Cukup 55,00 Kurang 61,67 Cukup Menuliskan Hasil 43,33 Kurang 66,67 Cukup 74,17 Cukup Percobaan Membuat Tabel Data 28,33 Tidak 62,50 Cukup 77,50 Menganalisis Data 48,33 Kurang 65,00 Cukup 85,83 Menyimpulkan 46,67 Kurang 63,33 Cukup 77,50 Rata-Rata 46,81 Kurang 61,67 Cukup 72,78 Cukup Ketuntasan Klasikal (%) 36,67 90,00 96,67 Uji Gain 0,39 Sedang 0,42 Sedang Dari Tabel 1. dapat dilihat bahwa pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa, hal ini ditunjukkan dari hasil uji gain yang mempunyai kategori sedang. Peningkatan tersebut terjadi karena model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen dapat menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan berkembangnya keterampilan proses sains siswa. Hal itu sejalan dengan pendapat dari Roestiyah (2008 : 80), eksperimen merupakan suatu cara mengajar, yang melibatkan siswa untuk melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu dibuat laporan serta disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Kegiatan eksperimen akan melatih dan memacu berkembangnya kemampuan proses sains, karena dengan eksperimen siswa akan aktif melakukan percobaan, dalam melakukan percobaan siswa menggunakan keterampilan proses sains tersebut. Hal ini sejalan denagan pendapat dari Semiawan ( 1987 : 15 ), tugas guru bukanlah memberikan pengetahuan, melainkan menyiapkan situasi yang menggiring anak untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta-fakta dan konsep sendiri. Keterampilan proses sains akan mengalami peningkatan jika dilatih terus menerus, hal ini sesuai dengan pendapat Purwanto (2010:103), kecakapan dan pengetahuan akan dapat semakin dikuasai secara mendalam jika dilatihkan secara terus-menerus. Keterampilan proses sains pada siklus I masih dalam kategori kurang baik, terutama pada indikator mengamati dan menginterpretasi data. Hal ini disebabkan siswa masih mengalami kesulitan dalam merangkai alat dan bahan walaupun sudah disediakan sesuai yang dibutuhkan. Selain itu tidak adanya gambar rangkaian alat dalam LKS mengakibatkan siswa kurang memahami petunjuk percobaan sehingga proses merangkai alat membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Ketika melakukan pengamatan siswa belum dapat menggunakan dan membaca skala alat ukur secara benar, hal ini menyebabkan data yang diperoleh tidak akurat. Melihat kendala di atas, guru melakukan beberapa perbaikan antara lain: pada LKS disertakan gambar rangkain alat dan memperjelas petunjuk percobaan. LKS dibagikan sehari sebelum pembelajaran dilakukan, hal ini bertujuan agar siswa dapat mempelajari LKS tersebut. Guru memberikan contoh cara menggunakan dan membaca skala alat ukur secara benar, selain itu guru meminta agar kelompok melakukan pembagian tugas kepada setiap anggotanya ketika melakukan percobaan. Selain itu guru juga memberi pengetahuan kepada siswa bagaimana cara 36
6 Keterampilan Sosial K.V Zaki,dkk/ Unnes Physic Education Journal 2 (2) (2013) membuat tabel pengamatan dan cara menuliskan hasil pengamatan yang benar. Keterampilan proses sains siswa pada siklus II mengalami peningkatan dan masuk dalam kategori cukup baik. Hal ini dikarenakan siswa sudah dapat menampilkan data yang diperoleh dalam bentuk tabel, hal ini mengakibatkan data yang diperoleh mudah untuk dianalisis. Pemberian pertanyaan yang menuntun siswa dalam menyimpulkan hasil percobaan mengakibatkan kesimpulan yang diperoleh sesuai dengan tujuan percobaan. Kendala selama proses pembelajaran pada siklus II yaitu siswa kurang memahami petunjuk percobaan sehingga masih cukup banyak membutuhkan bimbingan dari guru. Guru memperbaiki kendala yang ditemui pada siklus II dengan cara memberikan arahan agar sebelum percobaan siswa membaca terlebih dahulu petunjuk percobaan. LKS dibagikan sehari sebelum pembelajaran dimulai, selain itu guru juga menanyakan bagian LKS yang belum dipahami oleh siswa. Keterampilan proses sains pada siklus III mengalami peningkatan dan termasuk dalam katergori cukup baik. Peningkatan ini diakibatkan percobaan pada siklus III hampir mirip dengan siklus I. Siswa sudah terbiasa dengan alat dan bahan yang digunakan, hal ini mengakibatkan siswa lebih terampil dalam menggunakannya. Kendala yang terjadi pada siklus III disebabkan karena terbatasnya jumlah lensa. Siswa harus bergantian dalam menggunakan lensa, hal ini mengakibatkan waktu untuk merancang dan melakukan percobaan melebihi waktu yang diperkirakan. Hasil Belajar Keterampilan Sosial Siswa Setelah dilakukan penelitian dengan menerapkan pada materi Fisika pokok bahasan pembiasan cahaya, diperoleh data keterampilan sosial siswa pada awal dan akhir pembelajaran yang dituliskan dalam Tabel 2. Tabel 2. Keterampilan Sosial Siswa Keterangan Awal Akhir Nilai rata-rata Nilai rata-rata Kerjasama 62,99 68,25 Tanggungjawab 43,71 54,51 Menyampaikan pendapat 56,66 59,42 Menanggapi pendapat 63,11 61,38 Pendengar yang baik 61,79 75,32 Nilai rata-rata 57,65 63,77 Ketuntasan klasikal (%) 50,00 60,00 Uji gain 0,25 Rendah Keterampilan sosial siswa pada penelitian ini mengalami kenaikan karena model pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi antar siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal (Isjoni, 2011:74). Interaksi siswa dalam pembelajaran akan melatih keterampilan sosial siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Azwar (2011:30), yang menyatakan bahwa sikap sosial terbentuk dari adanya interaksi sosial yang dialami individu, dalam interaksi sosial terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara individu yang satu dengan yang lain, terjadi hubungan timbal balik yang turut mempengaruhi pola perilaku masing-masing individu. Peningkatan keterampilan sosial siswa dalam penelitian ini masih dalam kategori rendah. Rendahnya peningkatan terjadi karena untuk meningkatkan keterampilan sosial secara signifikan diperlukan waktu yang lama Hal ini sesuai dengan pendapat dari Ramly (2010:iii), perubahan sikap hanya dapat dikembangkan 37
7 melalui pendidikan dalam jabatan yang terfokus, berkelanjutan, dan sistemik. Keterampilan sosial akan meningkat jika terus dilatih, hal ini sesuai dengan pendapat Purwanto (2010:103), kecakapan dan pengetahuan akan dapat semakin dikuasai secara mendalam jika dilatihkan secara terus-menerus. Pada awal pembelajaran siswa masih canggung untuk melakukan kerjasama dengan teman satu kelompok. Siswa semula menolak dengan pembagian kelompok yang dilakukan, siswa berpendapat mereka tidak dapat menyesuaikan diri dan bekerjasama bila tidak dengan teman yang telah mereka kenal baik. Siswa tidak tepat waktu ketika mamasuki laboratorium dan mengumpulkan LKS. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung siswa masih sering berjalan-jalan melihat kelompok lain, selain itu siswa sering mengabaikan tugas yang diberikan. Siswa tidak merapikan meja kerja serta alat dan bahan yang telah digunakan. Siswa saling tunjuk untuk menyampaikan hasil diskusi. Siswa masih ragu-ragu ketika menyampaikan pendapat dan sering menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Siswa belum secara aktif menanggapi pendapat yang disampaikan kelompok lain. Siswa pada kegiatan diskusi sering tidak memperhatikan saat kelompok lain menyampaikan pendapat. Siswa sering berdiskusi sendiri dengan teman satu kelompok dan membuat gaduh ketika ada yang menyampaikan pendapat. Guru melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi kendala di atas. Tindakan tersebut antara lain: guru memberikan penjelasan agar siswa mau menerima pembagian kelompok tersebut. Guru memberikan teguran dan pengurangan nilai kepada siswa yang terlambat masuk kelas, siswa yang berjalan jalan saat pembelajaran, siswa yang membuat gaduh dan kepada siswa yang terlambat mengumpulkan tugas. Guru menyarankan agar setiap kelompok melakukan pembagian tugas untuk setiap anggota kelompok. Siswa diminta agar dalam menyampaikan pendapat menggunakan bahasa Indonesia K.V Zaki,dkk/ Unnes Physic Education Journal 2 (2) (2013) Tabel.3. Hasil Belajar Kognitif Siswa yang baik dan benar, serta diminta untuk tidak ragu-ragu dalam menyampaikan pendapat. Guru membuat peraturan dalam kegiatan diskusi yaitu minimal ada dua kelompok yang menanggapi untuk setiap pendapat yang disampaikan kelompok lain. Keterampilan sosial siswa pada akhir pembelajaran mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan pada akhir pembelajaran siswa sudah mulai menyesuaikan diri, siswa sudah bisa menerima pembagian kelompok yang dilakukan oleh guru. Kerjasama dalam kelompok sudah terlihat antara siswa yang mempunyai akademik tinggi dan siswa yang mempunyai kemampuan akademik rendah, hal ini mengakibatkan skor pada akhir pembelajaran meningkat. Siswa sudah tepat waktu ketika memasuki laboratorium. Selama pembelajaran siswa tetap berada di dalam kelompok dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh kelompok. Siswa sudah tidak lagi saling tunjuk ketika menyampaikan pendapat mereka. Siswa pada akhir pembelajaran sudah lebih aktif ketika menanggapi pendapat dan tidak gaduh selama proses pembelajaran. Kendala yang ditemui pada akhir pembelajaran antara lain: setelah membereskan alat dan bahan siswa belum meletakannya di tempat yang telah di tentukan. Sebagian siswa juga masih belum tepat waktu dalam mengumpulkan LKS. Siswa masih ragu-ragu dan masih menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah ketika menyampaikan pendapat. Ketika menanggapi pendapat hanya didominasi oleh kelompok tertentu, hal ini menyebabkan kelompok lain akan kehilangan giliran dan menjadi pasif, selain itu masih ada sedikit siswa yang berdiskusi sendiri saat kelompok lain menyampaikan pendapat. Hasil Belajar Kognitif Siswa Dari analisis hasil tes, diperoleh data hasil belajar kognitif siswa pada pokok bahasan pembiasan cahaya. Data yang diperoleh pada siklus I, siklus II dan siklus III disajikan dalam Tabel 3. Keterangan Siklus I Siklus II Siklus III Nilai tertinggi 80,00 90,00 90,00 Nilai terendah 25,00 50,00 60,00 Nilai rata-rata 57,50 68,50 75,67 Ketuntasan klasikal (%) 33,33 63,33 86,67 Uji Gain 0,34 0,31 Sedang SIMPULAN Dari tabel 3 menunjukkan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen mengakibatkan peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Peningkatan ini disebabkan karena siswa tidak lagi pasif menerima dan menghafal informasi yang diberikan oleh guru, tetapi siswa berusaha menemukan konsep melalui penyelidikan 38 terhadap permasalahan yang disajikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Semiawan (1987 : 14 ), anak-anak mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh kongkret, contoh-contoh yang wajar sesuai dengan kondisi yang dihadapi, dengan mempraktekkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik, melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata.
8 Permasalahan yang berkaitan dengan pembiasan cahaya pada kehidupan sehari-hari serta fenomenanya dapat diamati secara langsung, sehingga tidak menyulitkan siswa dalam memecahkannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Dale, sebagaimana dikutip oleh Dimyati & Mudjiono (2006:45), belajar yang paling baik adalah melalui belajar langsung, dengan belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekedar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam pembuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Pembelajaran langsung menuntut siswa menjadi lebih aktif dalam menemukan pengetahuan. Siswa dapat berdiskusi dengan teman satu kelompok ketika mengalami kesulitan, sehingga siswa tidak hanya pasif menerima pengetahuan dari guru, tetapi berusaha menemukan pengetahuan itu sendiri. Kegiatan seperti ini akan mengakibatkan kemampuan kognitif siswa menjadi lebih baik. Hal ini merupakan salah satu prinsip pembelajaran, yaitu pembelajaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa (Isjoni, 2011 : 14). Siswa akan mendapatkan hasil belajar yang optimal ketika mereka belajar dengan melakukan sendiri. Hasil belajar kognitif pada siklus I dan siklus II belum memenuhi indikator keberhasilan, hal ini dilihat dari ketuntasan klasikal yang masih dibawah 85%. Siswa mengalami kesulitan dalam menginterpretasi data, hal ini menyebabkan analisis data yang dilakukan tidak tepat, sehingga kesimpulan yang didapatkan tidak sesuai dengan tujuan praktikum. Kesimpulan yang tidak tepat mengakibatkan pemahaman siswa terhadap materi kurang maksimal. Hasil belajar kognitif pada siklus III sudah memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan pada LKS menjadikan siswa lebih tepat dalam menyimpulkan hasil percobaan yang kemudian berakibat meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi. Siswa di dalam kelompok belajar bersama dan saling bertukar pendapat. Kesulitan-kesulitan yang ditemui didiskusikan di dalam kelompok untuk mendapatkan pemecahannya. Siswa yang kurang memahami materi bisa meminta bantuan kepada teman satu kelompok untuk menjelaskannya. Hal tersebut mengakibatkan pemahaman siswa terhadap materi meningkat dan merata. Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa pada penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen dapat digunakan sebagai salah satu model untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Nugroho et al. (2009), pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis keterampilan proses dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran fisika. Selain itu hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian Khan & Inamullah (2011), hasil belajar siswa yang menggunakan metode STAD lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode tradisional, tetapi perbedaan hasil keduanya tidak begitu signifikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Adesoji & Ibraheem (2009), menyatakan metode STAD berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa SMP. PENUTUP Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tiga siklus. Tindakan perbaikan tersebut dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa karena penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis eksperimen melibatkan peran aktif siswa sehingga keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa dapat dikembangkan selama pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains dan keterampilan sosial siswa mengalami peningkatan. Selain itu, hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada uji gain yang menunjukkan adanya peningkatan gain untuk tiap siklusnya. DAFTAR PUSTAKA Adesoji, F. A. & T. L. Ibraheem Effects of Student Team Achievement Divisions Strategy and Mathematics Knowlegde on Learning Outcomes in Chemical Kinetics. The Journal Of International Social Research, 2(6) : Azwar, S Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Dimyati & Mudjiono Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Isjoni Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi antar Peserta Didik. Yogjakarta : Pustaka Pelajar. Khan, G. N. & H. M. Inamullah Effect of Student s Team Achievement Division (STAD) on Academic Achievement of Student. Canadian Center of Science and Education, 7(12): Maryani, E. & H. Syamsudin Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Sosial. Jurnal Penelitian, 9(1) :
9 Nugroho. U., Hartono, & Edi. S.S Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berorientasi Keterampilan Proses. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5(2): Purwanto. M. N Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Ramly, M Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta. Kemendiknas. Roestiyah Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka cipta. Ruhadi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Salah Satu Alternatif dalam Mengajarkan Sains IPA yang Menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, 8(1) : Semiawan, C Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia. Slavin, E. R Cooperative Learning. Bandung : Nusa Media. Sudarwati, Y Meningkatkan Kualitas Belajar Fisika Siswa Menerapkan Model Cooperatif Learning Type STAD pada Materi Pesawat Sederhana. Seminar Nasional Lesson Study 4. 40
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 2 (1) (2013) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIIIA
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
JPII 1 (1) (2012) 57-62 Jurnal Pendidikan IPA Indonesia http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii UPAYA MENGEMBANGKAN LEARNING COMMUNITY SISWA KELAS X SMA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5 (2009): PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES
ISSN: 1693-1246 Juli 2009 Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5 (2009): 108-112 J P F I http://journal.unnes.ac.id PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES 1 2 2 U. Nugroho,
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 4 WONOSARI MELALUI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISONS
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 4 WONOSARI MELALUI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISONS Setiawati, Benedictus Kusmanto Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
50 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Yunie Nurhazannah SMP Negeri 21 Pontianak E-mail: [email protected]
JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika di FKIP Universitas Mataram.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII.F SMP NEGERI 14 MATARAM TAHUN PELAJARAN
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD Oleh: Anggit Sriwidodo, A.Y. Soegeng IKIP PGRI SEMARANG Abstract Learning
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI 1 Ota Mulyono, 2 Yakobus Bustami, dan 3 Hendrikus Julung 123 Program studi Pendidikan Biologi, STKIP
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 BULUKUMBA
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 BULUKUMBA Hari Aningrawati Bahri* ABSTRACT This research is Classroom Action
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Okmi Muji Rahayu 1, Suhartono 2, M. Chamdani 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 5 (2) (2016) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PROSES PEMBELAJARAN MODEL PAIR CHECKS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Hesti Rizqi
skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS BERBASIS EKSPERIMEN skripsi disajikan sebagai
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP ARTIKEL PENELITIAN OLEH : SUCI SEKARWATI NIM F15111030 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN
Asmarita 1, Sehatta Saragih 2, Zuhri D 3 Contact :
1 IMPLEMENTATION OF THINK TALK WRITE (TTW) STRATEGY IN COOPERATIVE LEARNING TYPE OF STAD TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING RESULT IN GRADE VII D SMP NEGERI 18 PEKANBARU Asmarita 1, Sehatta Saragih 2, Zuhri
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (1) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI IPA SMA ISLAM
Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan
1 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SUB POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (1) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej IMPLEMENTASI MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS PROBLEM POSING (PP) PADA PEMBELAJARAN FLUIDA DINAMIS U.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN MIND MAPPING
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN MIND MAPPING Novitana Sundora, Teti Rostikawati, Triasianingrum Afrikani Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI ASAM DAN BASA DENGAN MENGGUNAKAN INQUIRY BASED LEARNING (IBL) PADA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 5 MAKASSAR
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI ASAM DAN BASA DENGAN MENGGUNAKAN INQUIRY BASED LEARNING (IBL) PADA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 5 MAKASSAR EFFORTS TO INCREASE LEARNING OUTCOMES OF CHEMICAL ACID
Departement of Mathematic Education Mathematic and Sains Education Major Faculty of Teacher Training and Education Riau University
1 THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL WITH STRUCTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) APPROACH TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING ACHIEVEMENT IN CLASS VII 3 SMP NEGERI 16 SIJUNJUNG Nadhilah Andriani
Akhmad Suyono *) Dosen FKIP Universitas Islam Riau
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA YLPI P-MARPOYAN PEKANBARU (Applied
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011): 106-110
ISSN: 1693-1246 Juli 2011 Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011): 106-110 J P F I http://journal.unnes.ac.id PEMBELAJARAN SAINS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Santi Helmi et al., Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA (Fisika)...
1 Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA (Fisika) dengan Model Pembelajaran Inkuiri disertai LKS Terbimbing pada Siswa Kelas 8A SMPN 10 Jember Tahun 2014/2015 Improving Science (Physics) Learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATERI FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA
Tjiptaning Suprihati, Mirisa Izzatun Haniyah. Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) DENGAN LKS INKUIRI PADA SISWA KELAS XI-TPHP SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION Edi Suriadi MAS Ulumul Qur an Stabat, kab. Langkat e-mail: [email protected] Abstract:
BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari pembentukan Negara RI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini tentunya menuntut adanya penyelenggaraan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Kemampuan Berpendapat
Jurnal Pesona, Volume 3. No. 2, (2017), 133-143 ISSN Cetak : 2356-2080 ISSN Online : 2356-2072 DOI: https://doi.org/ 10.26638/jp.443.2080 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan
STUDI KOMPARASI TIPE STAD DAN TGT PADA MATERI KOLOID DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN 2011/2012
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 7-14 STUDI KOMPARASI TIPE STAD DAN TGT PADA MATERI KOLOID DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI SISWA
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE CO-OP CO-OP DISERTAI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI SMP NEGERI 2 RAMBIPUJI
Kata Kunci: metode inkuiri, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, kegiatan ekonomi
1 Penerapan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas VA Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Kegiatan Ekonomi di SDN Kepatihan 06 Jember (Implementation of
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT Yusnidar Polem SMP Negeri 5 Gunungsitoli, kota Gunungsitoli Abstract: This research was conducted in SMP Negeri 5 Gunungsitoli.
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Pada Siswa Kelas V SDN No. 2 Sikara Kecamatan Sindue Tobata
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Pada Siswa Kelas V SDN No. 2 Sikara Kecamatan Sindue Tobata Mustimah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan
Dita Tria Putri, Made Sukaryawan, Bety Lesmini Universitas Sriwijaya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) PADA MATA PELAJARAN KIMIA KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 5 PALEMBANG Dita Tria Putri,
Key Word : Students Math Achievement, Realistic Mathematics Education, Cooperative Learning Model of STAD, Classroom Action Research.
1 PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VIII 6 SMP NEGERI 20 PEKANBARU Andita
ARTIKEL SKRIPSI OLEH NAHWAN SHOLIHAN ZIKKRI E1R PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN SEGI EMPAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 4 NARMADA TAHUN AJARAN 2015/2016 ARTIKEL SKRIPSI OLEH NAHWAN
KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA
KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA PROCESS SKILL STUDENT THROUGH COOPERATIVE LEARNING MODELS STAD ON REACTION
Amelia dan Syahmani. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Scientific 32
Amelia dan Syahmani. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Scientific 32 MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 1.1, hlm
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG STRUKTUR BAGIAN TUMBUHAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI ARGOSARI TAHUN
ARTIKEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division) PADA PEMBELAJARAN KUBUS DAN BALOK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII-B MTs. NEGERI 3 MATARAM TAHUN
ARTIKEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BERGULING SENAM LANTAI
ARTIKEL MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BERGULING SENAM LANTAI Oleh I Wayan Sudarsana NIM 0816011124 JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN Nurhaidah, Japet Ginting, Suhermi Program Studi Pendidikan
ilmiah serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut dapat tercapai salah
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD Retno Megawati 1, Suripto 2, Kartika Chrysti Suryandari 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 53-57
ISSN: 1693-1246 Januari 2010 J P F I http://journal.unnes.ac.id PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP 2 1 2 2 M. A. Hertiavi, H. Langlang
Automotive Science and Education Journal
ze ASEJ 3 (2) (2014) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK
Pancasakti Science Education Journal
PSEJ 1 (1) (2016) 60-67 Pancasakti Science Education Journal http://e-journal.ups.ac.id/index.php/psej email: [email protected] EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL INTEGRASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Pendahuluan. Yunita et al., Penerapan Metode Resitasi untuk Meningkatkan Aktivitas...
47 Penerapan Metode Resitasi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Pendapatan Nasional (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kompetensi Dasar Pendapatan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Aliffah Fajarwati
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP VALUTA ASING SERTA HASIL
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI Aliran Daeli SMP Negeri 4 Gunungsitoli, kota Gunungsitoli Abstract: Problems in this study is the low quality and student
ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika. Oleh:
i PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE (TPSq) PADA MATERI RUANG DIMENSI TIGA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XA SMA ISLAM TERPADU PUTRI ABU HURAIRAH MATARAM TAHUN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA
Asma Yani dkk (2017). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student 315 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Anna Hartati MTs Negeri Barabai Abstract
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IX H DI MTsN BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA Elly Suryani SMP Negeri 1 Stabat, kab. Langkat e-mail: [email protected] Abstract: The purpose of this study to
Rusdel Syam, Rini Dian Anggraini, Jalinus No. HP.
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SDN 12 BUNGARAYA Rusdel Syam, Rini Dian Anggraini, Jalinus
Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA 6 SMA NEGERI 5 PEKANBARU Riwa Giyantra *) Armis,
Jurusan Pedidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jl. Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya )
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DENGAN BANTUAN MEDIA POWERPOINT PADA KONSEP EKOSISTEM (Penelitian
Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur Dra.Jalinus Pendidikan Matematika, Universitas Riau
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKAPESERTA DIDIK KELAS VIII.2 SMP NEGERI 21 PEKANBARU Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN OPERASI BILANGAN PECAHAN DI KELAS VIIA SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 MUNCAR
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X AKT 1 SMK NEGERI 2
UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 4, No. 2, pp , May 2015
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK ASAM BASA KELAS XI MIA SMAN 2 MAGETAN IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE
Putri Wahyu Kinanti 7, Joko Waluyo 8, Slamet Hariyadi 9
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN PERMAINAN TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI (POKOK BAHASAN EKOSISTEM DI SMP NEGERI 14 JEMBER
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 3 (3) (2014) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN
Joyful Learning Journal
JLJ 2 (3) (2013) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN SETS PADA KELAS V Isti Nur Hayanah Sri Hartati, Desi Wulandari
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII.B SMP NEGERI 3 BAHOROK
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII.B SMP NEGERI 3 BAHOROK Suwardi Guru Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Bahorok Surel
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PEMBENTUKAN TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PEMBENTUKAN TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS 5 SD NEGERI TUNTANG 02 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ARTIKEL SKRIPSI
Jurnal Pena Sains Vol. 3, No. 2, Oktober 2016 p-issn: e-issn:
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMPN 7 BANGKALAN PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) R Ida Wahyuni 1 dan Eka Evriani
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ulfatun Rohmah 1, Suhartono 2, Ngatman 3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jalan Kepodang 67A Panjer Kebumen
Fatma Kumala 1, Sehatta Saragih 2, Nahor Murani Hutapea 3 No. Hp.
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 3 SMP NEGERI 4 TAPUNG Fatma Kumala 1, Sehatta Saragih 2, Nahor Murani
Unnes Physics Education Journal
UPEJ (1) (2012) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN
ABSTRACT. Candra Rian Irawan 1 & Slamet Priyanto 2 1 & 2
PENERAPAN METODE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SISTEM STATER DAN PENGISIAN SISWA KELAS XI TKR SMK PUTRA TAMA BANTUL TAHUN AJARAN 2014/2015 APPLICATION
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS SISWA
Kata Kunci: cooperative learning of jigsaw type, student activities and learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA POKOK BAHASAN KETERBAGIAN BILANGAN BULAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS MAHASISWA SEMESTER VI TAHUN AJARAN 2014-2015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH. Info Artikel. Abstra
UJME (1) (013) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Ahmad Munif Nugroho, Hardi Suyitno, Mashuri Jurusan
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 2 (2) (2013) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE CERAMAH BERVARIASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERKELOMPOK TIPE
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PESAWAT SEDERHANA DI SMP Nuria, Edy Tandililing, Hamdani Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untan Pontianak Email:
Unnes Physics Education Journal
UPJ 3 (1) (2014) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER
ARTIKEL SKRIPSI. Oleh
i PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI PROGRAM LINIER KELAS X TKJ-2 SMK NEGERI 6 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ARTIKEL
UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2, Juli 2015
UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2, Juli 2015 PENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS VIIIC TAMAN DEWASA IBU
UNESA Journal of Chemistry Education ISSN: Vol. 6, No. 1, pp January 2017
KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI MAN 2 GRESIK PADA MATERI LAJU REAKSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE EKSPERIMEN SCIENCE PROCESS SKILLS OF THE STUDENTS OF CLASS XI MAN 2 GRESIK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH. Oon Rehaeni.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH Oon Rehaeni [email protected] SMK Negeri I Majalengka ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk
Nora Efmawati Syahrilfuddin, Hendri Marhadi,
1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V.A SD NEGERI 37 PEKANBARU Nora Efmawati Syahrilfuddin, Hendri
ARTIKEL. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. oleh : Nur Aeni Ratna Dewi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SEMESTER 2 SEKOLAH DASAR NEGERI KALIGENTONG 01 TAHUN PELAJARAN 2015/2016
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG JENIS- JENIS TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS EKSPERIMEN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG JENIS- JENIS TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS EKSPERIMEN Anisah Rahmawati 1), Hadi Mulyono 2), Sularmi 3) PGSD
ARTIKEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 2 LEMBAR DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) PADA PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI TAHUN PELAJARAN
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES BTN IKIP II MAKASSAR
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES BTN IKIP II MAKASSAR Hasaruddin Hafid Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Email: [email protected] Abstrak
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS Sukarjo SMP Negeri 2 Satu Atap Batang Serangan, kab. Langkat Abstract: This research applies cooperative
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS DAN RESITASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL SISWA KELAS VII
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR Fransisko Iko, K.Y.Margiyati, Siti Halidjah Program Studi PGSD Jurusan Pemdas FKIP Untan, Pontianak
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN Hias Bersih Dakhi SD Negeri 074038, kota Gunungsitoli Abstract: Problems observed in this study is the low learning outcomes
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian ABSTRAK ABSTRACT
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA N 1 BANGUN PURBA
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERMAIN DRAMA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW II
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERMAIN DRAMA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW II Linna Perbowati 1), Rukayah 2), Hartono 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutarmi 36 A, Surakarta
Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.
1 Pendahuluan Penerapan Teori Bruner dalam Metode Diskusi Kelompok untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pokok Bahasan Keliling dan Luas Persegi dan Persegi Panjang Siswa Kelas III SDN Kemuningsari
