EVALUASI RANCANGAN KURIKULUM DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
|
|
|
- Yandi Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 EVALUASI RANCANGAN KURIKULUM DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Meity Martaleo 1, *) dan Togar M. Simatupang 2) 1) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung ) Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung ABSTRAK Pendidikan merupakan salah satu sektor jasa yang tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis namun juga memiliki misi sosial untuk meningkatkan taraf hidup manusia melalui ilmu pengetahuan. Saat ini persaingan antar penyedia layanan pendidikan tinggi berlangsung semakin ketat, baik antar sesama program studi maupun antar universitas. Program studi dituntut untuk selalu melakukan perbaikan dan inovasi secara berkelanjutan (continuous improvement). Objek penelitian merupakan salah satu penyedia layanan pendidikan tinggi di Kota Bandung. Sasaran akademis yang dirumuskan adalah menghasilkan lulusan sarjana yang unggul dan berdaya saing tinggi sesuai dengan bidang keahliannya. Selain menghasilkan lulusan yang bermutu, perlu juga diperhatikan mengenai faktor lama studi mahasiswa. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa rata-rata lama studi mahasiswa hingga Maret 2011 adalah 4,8 tahun, terjadi peningkatan sebanyak 0,4 tahun dibandingkan tahun Analisis akar masalah menunjukkan bahwa penyebab meningkatnya rata-rata lama studi mahasiswa karena adanya masalah pada rancangan kurikulum. Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan evaluasi kurikulum menggunakan QFD (Quality Function Deployment). Kata kunci: pendidikan tinggi, kurikulum, continuous improvement, quality function deployment. PENDAHULUAN Salah satu sektor jasa berdasarkan jenis kegiatannya adalah industri pendidikan, yang termasuk sekolah, universitas, pelatihan, dan pengembangan. Perkembangan sektor jasa erat kaitannya dengan tahap-tahap perkembangan aktivitas perekonomian. Bisnis pendidikan termasuk ke dalam tahap kuiner, di mana tahap ini merupakan tahap perbaikan dan peningkatan kapasitas manusia. Jasa pendidikan memiliki keunikan dibandingkan dengan sektor jasa lainnya, karena tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, namun juga memiliki misi sosial untuk meningkatkan taraf hidup manusia melalui ilmu pengetahuan. Jasa pendidikan bersifat kompleks karena berhubungan dengan banyak pemangku kepentingan baik. Jasa pendidikan merupakan jasa yang ditujukan pada pikiran manusia, artinya pelanggan harus hadir secara mental untuk dapat memperoleh manfaat dari jasa pendidikan tersebut. Seiring berjalannya waktu, jumlah institusi penyedia layanan pendidikan tinggi semakin banyak. Universitas maupun program studi mengalami persaingan dari pihak internal maupun eksternal. Dalam menghadapi persaingan tersebut, Menteri Pendidikan Nasional (2000) mensyaratkan bahwa pendidikan tinggi harus melakukan proses penjaminan mutu secara konsisten dan benar agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan A-31-1
2 berkelanjutan. Salah satu proses penjaminan mutu adalah dengan melakukan tindakan perbaikan internal secara berkelanjutan (continuous improvement) terhadap kurikulum. Peran kurikulum di dalam sistem pendidikan tinggi amatlah penting, karena kurikulum dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum seharusnya juga memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung, dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi. Hasil implementasi penyesuaian kurikulum pada program studi yang menjadi objek penelitian yaitu pengurangan waktu studi mahasiswa yang semula 8 semester menjadi 7 semester. Hal ini dilakukan karena adanya tuntutan dari pihak internal dan persaingan dari pihak eksternal. Penyesuaian juga dilakukan agar kurikulum tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan. Dengan pemberlakuan kurikulum baru diharapkan lama studi lulusan dapat mendekati 7 semester atau 3,5 tahun. Akan tetapi pada kenyataannya diketahui bahwa lama studi lulusan yaitu selama 4,8 tahun, atau selisih 1,3 tahun dengan lama studi yang diharapkan oleh program studi. Perbedaaan sebesar 1,3 tahun tersebut mengindikasikan terdapat gap antara lama studi lulusan yang diharapkan dengan kenyataan. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mahasiswa dapat lulus tepat waktu dan bermutu sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan oleh program studi. METODE Penelitian terdiri dari empat bagian utama yaitu penemuan ( discovery), diagnosis, desain ( design), dan penyampaian ( delivery). Tahap penemuan memuat penentuan latar belakang masalah yang mendasari mengapa penelitian ini dilakukan, yaitu pentingnya melakukan perbaikan internal secara berkelanjutan bagi institusi penyedia layanan pendidikan tinggi. Penelitian dilanjutkan dengan mencari isu bisnis melalui wawancara dengan pihak program studi yang diwakili oleh dosen dan mahasiswa. Tahap diagnosis dimulai dengan identifikasi masalah yang dicurigai menjadi penyebab terjadinya isu bisnis yang diperoleh dari tahap penemuan. Setelah menemukan masalah apa saja yang dianggap layak untuk diteliti, kemudian dilakukan analisis lanjutan untuk mengetahui akar masalah yang terjadi dengan metode Why-Why Chart (Doggett, 2005). Tahap diagnosis ini diakhiri dengan menetapkan hubungan antar masalah untuk menemukan akar masalah utama sehingga dapat ditentukan metode penyelesaian yang tepat. Tahap desain berisi penyusunan solusi dari akar masalah yang diperoleh dari tahap diagnosis. Penyusunan solusi akar masalah dilanjutkan dengan menyusun solusi bisnis menggunakan tool yang dianggap sesuai. Pemilihan tool yang tepat diharapkan mampu memberikan solusi bisnis yang tepat sasaran dan tepat guna sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tahap penyampaian merupakan tahap akhir dari penelitian ini berupa rekomendasi solusi. HASIL DAN PEMBAHASAN Isu bisnis yang dihadapi oleh program studi adalah adanya gap antara lama studi lulusan yang diharapkan dengan kenyataan. Ekplorasi isu bisnis dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk mengetahui penyebab terjadinya isu bisnis. Hasil yang diperoleh antara lain: 1. Mengulang kembali mata kuliah inti dengan syarat nilai akhir minimal C. 2. Adanya syarat lulus untuk mata kuliah tertentu sebelum mengambil mata kuliah lain. 3. Terhambat dalam proses pengerjaan tugas akhir atau skripsi. A-31-2
3 Gambar 1. Analisis Akar Masalah Hasil analisis akar masalah pada Gambar 1. menunjukkan bahwa terdapat dua permasalahan yang terletak pada rancangan kurikulum yaitu rancangan urutan MK prasyarat dan rancangan penyelesaian TA. Kedua permasalahan rancangan kurikulum tersebut mengakibatkan munculnya isu bisnis. Berdasarkan penemuan akar masalah dilakukan penyusunan solusi bisnis, namun sebelumnya perlu dilakukan tahapan pemecahan terhadap akar masalah yang ada. Tahapan pemecahan masalah dapat dipetakan seperti terlihat pada Gambar 2. Kebutuhan Rancangan Sistem MK Prasyarat Belum Mempertimbangkan Pelaksanaan di Lapangan Kelompok MK Rancangan Penyelesaian TA Belum Terpadu Dengan Agenda Penelitian Dosen & Terkait Evaluasi Rancangan Kurikulum Sehingga Pelaksanaan Kurikulum Menjadi Efektif Urutan MK Sistem Pembelajaran Gambar 2. Tahapan Pemecahan Masalah Salah satu metode yang dapat digunakan untuk evaluasi rancangan kurikulum adalah QFD ( Quality Function Deployment). Dalam QFD hubungan antar kolom dan HOW digambarkan melalui tiga simbol berbeda (Akao, 1990). Ketiga simbol tersebut memiliki arti yang berbeda, terdiri dari bulatan penuh [ ], bulatan kosong [ ], dan segitiga terbalik [ ]. Simbol [ ] berarti hubungan yang terjadi kuat, simbol [ ] berarti hubungan yang terjadi sedang, dan simbol [ ] berarti hubungan yang terjadi lemah. Studi kasus yang dilakukan Benjamin (1999) menyarankan penggunaan QFD dengan tiga level pada perancangan kurikulum, terdiri dari tahap perencanaan, perancangan, dan implementasi mata kuliah. A-31-3
4 Pada penelitian ini, disusun lima matriks yang akan menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi metode pembelajaran (Carew & Cooper, 2005). Penyusunan lima matriks seperti terlihat pada Gambar 3 membutuhkan enam data, yaitu kebutuhan konsumen, kompetensi lulusan, kelompok mata kuliah, mata kuliah, kebijakan penyusunan mata kuliah prasyarat, dan metode pembelajaran. Sumber data kebutuhan konsumen diperoleh melalui pihak eksternal, antara lain pengguna lulusan (perusahaan), alumni, maupun dari literatur. Sedangkan lima sumber data lainnya diperoleh melalui pihak internal program studi. HOW HOW HOW HOW HOW Kelompok MK Metode Pembelajaran Kebutuhan A B Kelompok MK C1 C2 D Gambar 3. QFD Evaluasi Kurikulum Setelah melakukan evaluasi kurikulum, langkah selanjutnya adalah menyusun rekomendasi solusi bisnis bagi permasalahan yang ada. Rekomendasi solusi bisnis menggunakan data yang diperoleh pada tahapan pemecahan masalah. Solusi bisnis yang direkomendasikan berkaitan dengan dua akar masalah, yaitu mengenai urutan mata kuliah dan pengerjaan tugas akhir (skripsi) dapat dilihat pada Gambar 4. Kedua solusi bisnis disusun dengan turut memperhatikan ketersediaan sumber daya serta sarana dan prasarana. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Gambar 4. Peta Solusi dan Efek Positif Rata-rata lama studi dan mutu lulusan adalah permasalahan yang diamati pada penelitian ini, diperoleh melalui hasil pengamatan serta wawancara. Dari hasil analisis akar masalah diperoleh kesimpulan bahwa penyebab utama terjadinya kedua permasalahan tersebut berhubungan dengan rancangan kurikulum. Masalah rancangan kurikulum ini dievaluasi melalui tahapan pemecahan masalah dengan menggunakan tool QFD ( Quality Function A-31-4
5 Deployment). Solusi yang diberikan yaitu penyusunan urutan mata kuliah serta pedoman pengerjaan tugas akhir (skripsi). Rekomendasi yang diberikan terhadap masalah urutan mata kuliah yaitu penggunaan struktur kurikulum yang membagi mata kuliah ke dalam lima kategori ilmu pengetahuan (Pérez, 2009). Struktur kurikulum ini digunakan untuk membantu penyusunan kebijakan mata kuliah prasyarat. Adapun rekomendasi yang diberikan bagi masalah pengerjaan tugas akhir (skripsi) terdiri dari dua hal, yaitu penyusunan pohon penelitian bagi dosen dan panduan penyusunan skripsi bagi mahasiswa. Penyusunan pohon penelitian bagi dosen ini bertujuan agar topik skripsi yang dipilih oleh mahasiswa sejalan dengan agenda penelitian dosen serta untuk meminimasi terjadinya duplikasi topik skripsi. Selain penyusunan pohon penelitian bagi dosen yang bermanfaat bagi tahap pemilihan topik skripsi, pihak mahasiswa juga memerlukan adanya sebuah panduan dalam menyusun skripsi. Panduan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam proses pembuatan skripsi. Panduan skripsi ini juga memuat persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa pada saat pengambilan skripsi, seminar skripsi, dan sidang skripsi. Dari panduan skripsi tersebut dapat dibuat sebuah diagram alir proses penyusunan skripsi DAFTAR PUSTAKA Akao, Y., ed., 1990, Quality Function Deployment, Cambridge MA, Productivity Press Becker Associates Inc. Benjamin, Collin O. et.al, 1999, A QFD Framework for Curriculum Planning, Tallahassee Florida: Florida A & M University. Carew, Anna L. dan Cooper, Paul., 2008, Engineering Curriculum Review: Processes, Frameworks and Tools, Melbourne: Proceedings of the Annual SEFI Conference. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, 2008, Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Berbasis Pendidikan Tinggi (Sebuah alternatif penyusunan kurikulum), Jakarta. Doggett, A. Mark, 2005, Root Cause Analysis: A Framework for Tool Selection, Humboldt State University: Quality Management Journal Vol. 12 No. 4. Menteri Pendidikan Nasional, 2002, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, Jakarta. Menteri Pendidikan Nasional, 2000, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, Jakarta. Pérez, Juan Sillero dan Aleu, Fernando González, 2009, Industrial Engineering Approach to Develop an Industrial Engineering Curriculum, México: 2009 Industrial Engineering Research Conference Tim Pengusul SBM ITB, 2011, Dokumen Studi Kelayakan Program Studi Sarjana Ekonomika, Bandung: SBM ITB. A-31-5
BAB I PENDAHULUAN. Perancangan adalah tindakan mewujudkan sebuah gagasan atau konsep
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perancangan adalah tindakan mewujudkan sebuah gagasan atau konsep menjadi informasi nyata. Persaingan yang ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk melakukan
BAB I PENDAHULUAN. dan perusahaan harus cepat tanggap terhadap perubahan pasar. Perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun membuat perusahaan harus terus berinovasi terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan keinginan
PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STMIK SUMEDANG. Oleh : Asep Saeppani, M.Kom. Dosen Tetap Program Studi Sistem Informasi S-1 STMIK Sumedang
PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STMIK SUMEDANG. Oleh : Asep Saeppani, M.Kom. Dosen Tetap Program Studi Sistem Informasi S-1 STMIK Sumedang ABSTRAK Arsitektur enterprise merupakan suatu upaya memandang
ANALISA PROSES BISNIS
ANALISA PROSES BISNIS Pertemuan 6: Improvement Planning & Improvement Credit to. Mahendrawati ER, Ph.D. Outline Materi 1 1. Quality Function Deployment 2. Improvement Tools 6.1 Quality Function Deployment
Penyusunan Kurikulum S1 Teknik Informatika ITB Ayu Purwarianti, Ph. D.
Penyusunan Kurikulum S1 Teknik Informatika ITB Ayu Purwarianti, Ph. D. 1 Informatika Organisasi pada STEI STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) 5 Program Studi Sarjana Teknik Informatika Sistem
Pengembangan Desain Produk Teh Gelas Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Untuk Meningkatkan Penjualan Di CV.
Pengembangan Desain Produk Teh Gelas Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Untuk Meningkatkan Penjualan Di CV.Tirta Indo Megah Putu Verdika 1, *, Ellysa Nursanti 2, Thomas Priyasmanu 3
BAB I PENDAHULUAN I.1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Institusi pendidikan tinggi di Indonesia dituntut untuk selalu melakukan peningkatan mutu atau perbaikan secara berkesinambungan / continuous improvement (Sudirman,1997)
BAB I PENDAHULUAN. pekerja dari bahaya panas, sengatan listrik dan kontaminasi dari zat kimia serta
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Perusahaan diwajibkan memberikan alat pelindung diri terhadap pekerja menurut Permenakertrans 08/MEN/VII/2010, alat pelindung diri adalah suatu alat yang mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Binus University adalah sebuah institusi pendidikan yang menyediakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Binus University adalah sebuah institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan di berbagai bidang mulai dari ilmu komputer, teknik, ekonomi, komunikasi, psikologi
BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang merupakan salah satu industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia pendidikan saat ini telah membawa para pelaku dunia pendidikan khususnya di perguruan tinggi ke persaingan yang sangat ketat. Perguruan tinggi sebagai
Informatika. Penyusunan Kurikulum S1 Teknik Informatika ITB. Organisasi pada STEI 6/14/2013
Penyusunan Kurikulum S1 Teknik Informatika ITB Ayu Purwarianti, Ph. D. 1 Informatika Organisasi pada STEI STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) 5 Program Studi Sarjana Teknik Informatika Sistem
BAB I PENDAHULUAN. terjadinya redesign (penyesuaian rancangan) sehingga mengakibatkan delay. Marketing (Analisis Kebutuhan Konsumen)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT Bintang Persada Satelit adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan parabola. Perusahaan ini menerapkan fase pengembangan produk secara sequential, dimana
TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :
TUGAS AKHIR Perancangan dan Pengembangan Produk Meja Sablon Rotari dengan Metode QFD (Quality Function Deployment), Ergonomi dan CAD (Computer Aided Design) Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini berkembang pesat setiap tahunnya. Menurut data Internet World Stats, Indonesia termasuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan teknik makin dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat pendidikan formal yang mampu menjanjikan lapangan pekerjaan yang luas bagi lulusannya,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian Penulisan tugas akhir ini melalui beberapa tahapan yang dilakukan. Tahapantahapan tersebut, antara lain: a. Menentukan Tempat Penelitian Tahap awal
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 011/ITDel/Rek/SK/I/18. Tentang SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL INSTITUT TEKNOLOGI DEL
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 011/ITDel/Rek/SK/I/18 Tentang SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL INSTITUT TEKNOLOGI DEL REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL Menimbang : a. bahwa Institut Teknologi
BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era reformasi yang sedang berjalan atau bahkan sudah memasuki pasca reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan, politik, moneter, pertahanan
AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI (AIPT)
AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI (AIPT) KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI o o o o o Anggota tim yang kurang cakap Data menyebar, sehingga sulit untuk dikumpulkan Data base yang jelek Sulit mengumpulkan
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 127/ITDel/Rek/SK/X/17 Tentang EVALUASI INTERNAL PROGRAM STUDI INSTITUT TEKNOLOGI DEL REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
52 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Flow Chart Metodologi Penelitian Dalam melakukan penelitian di PT. Citra Dinamika Interindo mengenai aplikasi Quality Assurance, peneliti menyusun suatu kerangka berpikir
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXIV Program Studi MMT-ITS, Surabaya 23 Januari 2016
EVALUASI STRATEGI PADA MISI PENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG INOVATIF PADA PRASARANA DI MMT-ITS DENGAN PENDEKATAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Gogor Arif Handiwibowo e-mail: [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Politeknik Negeri Sriwijaya merupakan lembaga pedidikan vokasional terkemuka, berkualitas, inovatif, adaptif terhadap ilmu pengetahuan dan seni (IPTEKS) yang mampu
Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Fakultas : Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
ROADMAP PENELITIAN KOMUNITAS BIDANG ILMU MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI TAHUN
ROADMAP PENELITIAN KOMUNITAS BIDANG ILMU MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI TAHUN 2007-2011 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL - FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN 2006 ROADMAP PENELITIAN KBI MANAJEMEN
MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000
MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2011 MODUL IX SISTEM MANAJEMEN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia menuju ke kehidupan yang lebih baik. Untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI...
iii ABSTRAK Saat ini lembaga pendidikan bukan hanya sekedar tempat untuk belajar dan memperoleh pendidikan. Hampir seluruh lembaga pendidikan berusaha untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan pengajaran
BAB I PENDAHULUAN. yang penuh persaingan,. Inovasi yang dilakukan harus disesuaikan dengan. agar merancang produk dengan fungsi yang maksimal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan cepatnya perubahan yang terjadi di dunia usaha. Perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi terhadap produk yang
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan persaingan dalam pasar global menyebabkan persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan persaingan dalam pasar global menyebabkan persaingan dalam dunia bisnis tidak hanya bergantung pada harga dan kualitas, tetapi juga pada bervariasinya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alur Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang akan di lewati dalam melakukan penelitian ini, yaitu seperti pada Gambar 3.1 berikut:
BAB I PENDAHULUAN. bisnis yang berdampak pada semakin luasnya kesempatan kerja. Sehingga persaingan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sektor jasa akhir-akhir ini memiliki kesempatan berkembang yang lebih luas, hal ini karena jasa dalam suatu perekonomian secara mutlak diperlukan untuk meningkatkan
ROADMAP PENELITIAN KOMUNITAS BIDANG ILMU MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI TAHUN
ROADMAP PENELITIAN KOMUNITAS BIDANG ILMU MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI TAHUN 2012-2016 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL - FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN 2012 ROADMAP PENELITIAN KBI MANAJEMEN
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Metodologi pemecahan masalah adalah model yang menggambarkan sistem dan terdapat langkah-langkah sistematis yang akan menjadi pedoman dalam penyelesaian masalah. Diharapkan
BERKAS PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
Program Studi ADMINISTRASI BISNIS BERKAS PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Mata Kuliah : Strategi dan Kebijakan Bisnis Kode Mata Kuliah : SKS : 3 SKS Semester : - Tahun Akademik : 2016/2017
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Persaingan yang semakin kompetitif dalam dunia pendidikan terutama bagi Akademi yang dikelola oleh masyarakat (Swasta), menuntut pihak pengelola untuk mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. Tidak ada yang menyangkal bahwa kualitas menjadi karakteristik utama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tidak ada yang menyangkal bahwa kualitas menjadi karakteristik utama dalam perusahaan agar tetap survive. Buruknya kualitas ataupun penurunan kualitas akan
Sejarah Quality Function Deployment
Rahmi Yuniarti Sejarah Quality Function Deployment Diperkenalkan Yoji Akao, profesor Manajement Engineering dari Tamagawa University Dikembangkan 1972 oleh Mitsubishi 1978 diadopsi oleh Toyota WHAT IS
BAB I PENDAHULUAN. Penerapan model..., Deni Juharsyah, FT UI, 2009.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Pada era persaingan global seperti saat ini, setiap perusahaan dituntut untuk dapat memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) agar dapat bertahan
Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Perpustakaan Terintegrasi (PTUKM) merupakan pengintegrasian dari perpustakaan terdistribusi yang sebelumnya dimiliki oleh fakultas-fakultas yang terdapat di (UKM). Pengintegrasian ini dilakukan
Product Design & Development Hubungan Kebutuhan Pekerja Terhadap Karakteristik Teknik Pada Perancangan Alat Pengepres Melinjo Dengan Metode QFD
Malikussaleh Industrial Engineering Journal Vol.3 No. (014) 8-33 ISSN 30 934X Product Design & Development Hubungan Kebutuhan Pekerja Terhadap Karakteristik Teknik Pada Perancangan Alat Pengepres Melinjo
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi adalah suatu proses berpikir yang dilakukan dalam penulisan suatu laporan, mulai dari menentukan judul dan permasalahan, melakukan pengumpulan data yang akan digunakan
BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan belajar mengajar yang efektif.
2 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Binus University sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk mengikuti perkembangan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan dunia industri di Indonesia semakin kreatif dari tahun ke tahun, ini membuat persaingan di dunia industri semakin ketat terutama pada bidang IT. Persaingan
ANALISIS DAN PENINGKATAN KUALITAS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
ANALISIS DAN PENINGKATAN KUALITAS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Luluk Suryani 1), Daniel O. Siahaan 2), dan Indung Sudarso 3) 1) dan 3) Magister
BAB I PENDAHULUAN. kualitas produk dan jasa pada perusahaan bertambah. Satu hal yang sangat berarti dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Dewasa ini, persaingan global semakin ketat. Tuntutan konsumen atas peningkatan kualitas produk dan jasa pada perusahaan bertambah. Satu hal yang sangat berarti dalam
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini dipaparkan kesimpulan dari hasil perancangan metode, alat pengukuran kinerja dan hasil pengukuran kinerja yang sudah dilakukan beserta saran sebagai masukan bagi
PERANCANGAN ARSITEKTUR BISNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA BERBASIS ORGANIZATIONAL LEARNING DENGAN PENDEKATAN TOGAF ADM
PERANCANGAN ARSITEKTUR BISNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA BERBASIS ORGANIZATIONAL LEARNING DENGAN PENDEKATAN TOGAF ADM Heriyono Lalu Program Studi Teknik Industri, Fakultas
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL
No. Dok: LPM.04 No. Rev : 0 Berlaku: Januari 2018 Hal : 1/ 13 INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL No. Dok: LPM.04 No. Rev : 0 Berlaku: Januari 2018 Hal : 2/ 13 BAB I VISI dan MISI A. Visi ISTA Visi Institut
PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (STMIK) MITRA LAMPUNG
PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (STMIK) MITRA LAMPUNG Lampiran 1 : Format Rencana Pembelajaran Semester RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER NAMA
DAFTAR ISI. Halaman Judul... ii. Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah Untuk Kepentingan Akademis... Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan.
x DAFTAR ISI Halaman Judul... ii Persetujuan Laporan Tugas Akhir... Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. iii Pengesahan Dewan Penguji... Kesalahan! Bookmark tidak ditentukan. iv Pernyataan Keaslian Tugas
MANUAL SPMI POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
MANUAL SPMI POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KODE : TGL BERLAKU : UNIT KERJA : Bagian Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) BERLAKU PADA UNIT KERJA : 1. Jurusan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metodologi yang digunakan dalam penelitian serta penjelasan pada setiap tahapannya. Secara detail penjelasan untuk setiap tahapan penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan penelitian ini membutuhkan berbagai macam data untuk di analisis lebih lanjut. Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini setiap perusahaan yang bergerak dibidang minuman dihadapkan pada tingkat persaingan yang semakin ketat dengan perubahan-perubahan yang
BAB I PENDAHULUAN. persaingan antara perusahaan spring bed memaksa perusahaan harus melakukan inovasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah penduduk rumah tangga yang semakin meningkat dan tingginya persaingan antara perusahaan spring bed memaksa perusahaan harus melakukan inovasi terhadap produk
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi pada dunia perekonomian dewasa ini menyebabkan
BAB I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Era globalisasi pada dunia perekonomian dewasa ini menyebabkan persaingan dunia usaha semakin ketat, perusahaan tidak hanya bersaing
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KANTIN MENGGUNAKAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (Studi Kasus : Kantin Fakultas Teknik Universitas Pasundan)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KANTIN MENGGUNAKAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (Studi Kasus : Kantin Fakultas Teknik Universitas Pasundan) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Pada saat sekarang ini persaingan dalam bidang perindustrian semakin ketat, yang menyebabkan setiap perusahaan untuk dapat bertahan dalam bidang usahanya dan
PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Tri Juwita N. 1) dan Moses L. Singgih 2) 1,2) Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Bandung merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi turis dari dalam maupun luar negeri. Banyak turis lokal dengan keluarga berlibur menikmati
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan sistem informasi saat ini telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Hal ini mengakibatkan timbulnya persaingan yang semakin ketat pada sektor bisnis
kecil, menghilangkan pemborosan, memperbaiki aliran proses produksi, menyempurnakan kualitas produk, orang-orang yang tanggap, menghilangkan
ix M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Manajemen Kualitas termasuk ke dalam rumpun manajemen Operasi. Manajemen Kualitas berisi penjelasan tentang Manajemen Kualitas, Total Quality Management (TQM), Just
UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS : ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI : SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS : ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI : SISTEM INFORMASI No. Dokumen 02-3.04.1.02 Distribusi Tgl. Efektif RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah Kode Rumpun MK Bobot (SKS) Semester
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan sosial selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Salah satunya perkembangan dalam bidang teknologi dan informasi. Semakin banyak teknologi yang
Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici
Topik Khusus ~ Pengantar Six Sigma ~ [email protected] Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Participative
BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilakukan melalui pengelolaan strategi pendidikan dan pelatihan, karena itu pembangunan
PANDUAN ANALISIS AKAR MASALAH ( ROOT CAUSE ANALYSIS / RCA ) Root Cause Analysis (RCA) adalah suatu metode analisis terstruktur yang
PANDUAN ANALISIS AKAR MASALAH ( ROOT CAUSE ANALYSIS / RCA ) A. Pengertian Root Cause Analysis (RCA) adalah suatu metode analisis terstruktur yang mengidentifikasi akar masalah dari suatu insiden, dan proses
Analisis Kesesuaian dan Variasi Pola Pengambilan Mata Kuliah Terhadap Kurikulum Dengan Teknik Penggalian Proses
A301 Analisis Kesesuaian dan Variasi Pola Kuliah Terhadap Kurikulum Dengan Teknik Penggalian Proses Fariz Khairul A, Mahendrawathi ER, S.T., M.Sc., Ph.D Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi,
BAB 3 METODE PENULISAN
74 BAB 3 METODE PENULISAN 3.1. Model Rumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan Di bawah ini merupakan diagram alir yang menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan penulis pada penulisan di PT. Baria Trandinco:
Kode Dokumen. Versi. Kemahasiswaan. Institut Teknologi. 8 April
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi Doktor Teknik Sipil Fakultas: Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode Dokumen
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET Program Studi : Pendidikan Teknik Mesin Semester : 8 Matakuliah : Pengendalian Mutu SKS : 2 Kode Matakuliah
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XX Program Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014
ANALISIS KUALITAS LAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL), MODEL KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus: Restoran X Lokasi Surabaya) Soca Waskitha 1) dan Suparno 2)
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Banyak produsen sepeda motor yang memproduksi sepeda motor untuk dijual di pasar dan terjadilah persaingan yang sangat ketat karena dalam industri ini akan meraup
Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam menghadapi persaingan di era informasi ini, suatu organisasi membutuhkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Pengambilan keputusan itu
Pengukuran Kinerja Program Studi Teknik Industri Universitas Trunojoyo
Pengukuran Kinerja Program Studi Teknik Industri Universitas Trunojoyo Ernaning Widyaswanti Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura Jalan Raya Telang PO BOX 2 Kamal,
PERTEMUAN 4 (PENGEMBANGAN DAN PEMILIHAN KONSEP) SELASA & KAMIS, 1 & 3 NOVEMBER 2016
PERTEMUAN 4 (PENGEMBANGAN DAN PEMILIHAN KONSEP) SELASA & KAMIS, 1 & 3 NOVEMBER 2016 TAHAP PERANCANGAN PRODUK DEFINISI KONSEP PRODUK Sebuah gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja, dan
Jakarta, Januari 2016 Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Hamid Muhammad, Ph.D. NIP iii
KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan
PENGEMBANGAN PRODUK KONSUMEN DENGAN FOKUS KEBUTUHAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Produk Minuman Teh PT XYZ)
1 TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN PRODUK KONSUMEN DENGAN FOKUS KEBUTUHAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Produk Minuman Teh PT XYZ) Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu
Sistem Penjaminan Mutu. Sistem Penjaminan Mutu Akademik* Akademik
Sistem Penjaminan Mutu Akademik* * Reference : Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Institut Teknologi Bandung Disusun : Pudjo Soekarno Dewan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Jakarta,
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. yang berada di Universitas Bina Nusantara yang memiliki tanggung jawab untuk
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Organisasi Quality Management Center (QMC) merupakan salah satu organisasi internal yang berada di Universitas Bina Nusantara yang memiliki tanggung jawab
1.1 Sejarah Perusahaan ITB School of Business and Management (SBM-ITB)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan 1.1.1 ITB School of Business and Management (SBM-ITB) ITB mulai merencanakan membuka program bisnis dan manajemen sejak tahun 1970. Pada akhir tahun 1980, Departemen
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan lingkungan bisnis yang semakin kompleks saat ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan lingkungan bisnis yang semakin kompleks saat ini menyebabkan perusahaan-perusahaan harus mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan efektif dan efisien
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Diagram Alir Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 70 Gambar 3.2 Diagram Alir Penelitian (lanjutan) 71 2 Penentuan spesifikasi target Penyusunan dan Seleksi Konsep Pembuatan
BAB I P E N D A H U L U A N. pengetahuan dan keahlian ( skill and knowledge ) yang dibutuhkan untuk
BAB I P E N D A H U L U A N A. Latar Belakang Masalah Selama ini ekspansi sekolah tidak menghasilkan lulusan dengan pengetahuan dan keahlian ( skill and knowledge ) yang dibutuhkan untuk membangun masyarakat
Perancangan Model Relasi Data Dokumen Akreditasi Program Studi
Petunjuk Sitasi: Mardiono, I., & Dharma, I. G. (2017). Perancangan Model Relasi Data Dokumen Akreditasi Program Studi. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. G30-35). Malang: Jurusan Tenik Industri Universitas
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Peta Kota Bandung (Sumber: Pengadilan Negeri Bandung, 2017 )
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat dan juga merupakan ibu kota provinsi tersebut. Kota ini merupakan kota terbesar
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN Bab Pendahuluan ini memuat isi yang hampir sama dengan usulan penelitian, dapat dikatakan sebagai usulan penelitian yang direvisi ditemukan dengan kenyataan yang ditemui selama pelaksanaan
Manajemen Mutu Pelayanan KIA-Kespro
Pendidikan S2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Manajemen Mutu Pelayanan KIA-Kespro KR010 Konsentrasi KIA - Kespro Kurikulum Program Pasca Sarjana - MIKM Universitas Udayana Daftar
SPMI Politeknik Negeri Jakarta
Politeknik Negeri Jakarta SATUAN PENJAMINAN MUTU Jln. Prof. Dr.G.A. Siwabessy, Kampus UI Depok 16425 Telephone : (021) 7270036, Hunting, Fax (021) 7270034 No: KM/PNJ//111 Halaman: 1 dari 15 1. Visi, Misi
