BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Veronika Budiman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 83 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab IV, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Keempat model dalam penelitian ini menghasilkan hasil regresi data panel yang sama, yaitu variabel kinerja lingkungan (PROPER) memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel kinerja keuangan yang diukur oleh market-based measure (total return) maupun yang diukur oleh accounting-based measure (return on equity, return on asset dan return on sales). Hasil regresi data panel untuk keempat model penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel PROPER memiliki hubungan yang negatif terhadap semua variabel kinerja keuangan. Kenaikan pada variabel kinerja lingkungan akan menyebabkan penurunan pada variabel kinerja keuangan perusahaan, namun pengaruhnya tidak signifikan. Hal ini sejalan dengan traditionalist view. Menurut pandangan tradisional ini hubungan antara kinerja lingkungan dengan kinerja ekonomi perusahaan adalah negatif karena biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan lingkungan tidak diikuti oleh kenaikan pendapatan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tujuan PROPER untuk meningkatkan komitmen para stakeholder dalam upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk menaati peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup belum dapat dicapai. Sistem peraturan pemerintah belum efektif dalam menciptakan insentif ekonomis agar perusahaan mengalokasikan sumber dayanya untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Stakeholder juga belum bisa berkomitmen dalam upaya pelestarian lingkungan. Stakeholder tidak memberikan apresiasi pada perusahaan
2 84 yang memiliki kinerja lingkungan yang baik sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan pengelolaan lingkungan melebihi keuntungan yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Dari hasil regresi data panel keempat model dapat dilihat bahwa risiko sistematis perusahaan atau beta memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap kinerja keuangan yang diukur oleh market-based measure (total return) maupun yang diukur oleh accounting-based measure (return on equity, return on asset dan return on sales). Selain itu, hasil regresi data panel untuk keempat model juga memberikan hubungan yang positif antara beta dengan semua variabel kinerja keuangan perusahaan yang dipakai dalam penelitian ini. Kenaikan pada variabel beta akan menyebabkan kenaikan pada variabel kinerja keuangan perusahaan, namun pengaruhnya tidak signifikan (high risk, high return). Menurut Fama French (1992), pengaruh yang tidak signifikan ini disebabkan oleh beta mengandung risiko yang terkait dengan variabel makro sehingga beta mempengaruhi seluruh perusahaan yang terdapat di pasar modal. Oleh karena itu risiko sistematis atau pasar ini tidak mempengaruhi kinerja keuangan secara signifikan. Keempat model dalam penelitian ini menghasilkan hasil regresi data panel yang sama, yaitu ukuran perusahaan atau firm size memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan yang diukur oleh market-based measure (total return) maupun yang diukur oleh accounting-based measure (return on equity, return on asset dan return on sales). Selain itu, hasil regresi data panel untuk keempat model juga memberikan hubungan yang positif antara firm size dengan semua variabel kinerja keuangan perusahaan yang dipakai dalam penelitian ini.
3 85 Kenaikan pada variabel firm size akan menyebabkan kenaikan pada variabel kinerja keuangan perusahaan dan pengaruhnya signifikan. Firm size memiliki hubungan yang searah dengan kinerja keuangan karena perusahaan yang lebih kecil memiliki kecenderungan untuk kehilangan market value karena kinerja yang buruk, kegiatan operasional yang tidak efisien, financial leverage yang tinggi dan memiliki masalah dalam arus kas. Secara teoritis perusahaan yang lebih besar memiliki akses yang lebih besar kepada individu ataupun pihak-pihak tertentu yang dapat membantu peningkatan kinerja perusahaan dan memiliki metode pendanaan yang lebih bervariasi dari perusahaan kecil. Selain itu perusahaan besar juga ditangani dan diatur secara berbeda dari perusahaan kecil (Johnson, 1995). Penelitian ini mencoba melihat hubungan antara kinerja lingkungan dan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan di industri pertambangan yang mengikuti program PROPER dan terdaftar di BEI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diujikan terbukti bahwa kinerja lingkungan tidak memiliki hubungan negatif yang tidak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini menggambarkan regulasi yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup belum dapat dijalankan dengan sempurna, belum ada sanksi yang jelas bagi perusahaan yang melanggar dan belum ada standar kinerja lingkungan yang diketahui secara umum dan diapresiasi oleh masyarakat. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan lingkungan dianggap faktor yang akan mengurangi daya kompetisi perusahaan sebagai produsen yang menekankan biaya murah (traditionalist view). Tujuan PROPER belum tercapai karena stakeholders belum berkomitmen dalam kegiatan pengelolaan lingkungan. Dalam sampel penelitian ini terdapat tiga BUMN yaitu Aneka Tambang (Persero) Tbk, Timah (Persero) Tbk, dan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. Aneka Tambang (Persero) Tbk dan Timah (Persero) Tbk sudah mengalokasikan dana untuk CSR melebihi ketentuan yang diharuskan. Sedangkan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk telah mengalokasikan dana
4 86 sesuai undang-undang No.19 Tahun 2003, yaitu sebesar 1% dari laba untuk Program Kemitraan dan 1% dari laba untuk Program Bina Lingkungan. Sementara itu peraturan tentang pengalokasian dana CSR untuk perusahaan swasta masih berupa rancangan undang-undang. Ketentuan tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Perseroan Terbatas pasal 74. Analisis tentang hubungan antara kinerja lingkungan dan kinerja keuangan yang cukup komprehensif serta analisis alokasi dana CSR ini merupakan kelebihan penelitian ini dibandingkan penelitian-penelitian terdahulu yang dijadikan rujukan oleh penelitian ini. 5.2 Saran Dengan melihat pada hasil penelitian maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagi pemerintah, sebaiknya menggalakan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup. Perusahaan yang melanggar peraturanperaturan tersebut haruslah diberikan sanksi yang sesuai. Sehingga perusahaan lain menyadari pentingnya pengelolaan lingkungan hidup karena pelanggaran peraturan tersebut akan menimbulkan biaya dan merugikan perusahaan. BAPEPAM dapat membentuk suatu daftar perusahaan yang tergolong kelompok yang mencemari lingkungan dan kelompok yang mendukung pengelolaan lingkungan hidup. Daftar ini dapat diterbitkan secara berkala melalui media massa sehingga membuat insentif dan hukuman terhadap perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini mengikuti cara pemerintah Amerika Serikat dan EPA (Environmental Protection Agency). BAPEPAM juga dapat meminta BEI untuk
5 87 menghentikan perdagangan saham perusahaan yang melanggar peraturanperaturan yang telah ditetapkan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu memperbaiki mekanisme dan sistem alokasi dana dari program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility), khususnya yang terkait dengan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) diharapkan dapat mendorong semua perusahaan untuk mengikuti program PROPER dan mengawasi tiap perusahaan agar selalu menjalankan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Bagi eksekutif dan manajer perusahaan diharapkan mulai mempertimbangkan pemikiran greening of management dalam menjalankan usahanya. Pemikiran ini meyakini bahwa terdapat hubungan yang dekat antara kegiatan operasional perusahaan dan dampaknya terhadap kelestarian lingkungan hidup. Perusahaan juga diharapkan memenuhi segala peraturan yang telah ditetapkan. Stakeholders sebaiknya ikut berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan hidup. Investor dapat melakukannya dengan mempertimbangkan kriteria kinerja lingkungan perusahaan kedalam strategi berinvestasi, atau juga dapat disebut green portfolio strategy. Stakeholders lain juga sebaiknya memberikan apresiasi pada perusahaan yang memiliki kinerja lingkungan yang baik. Perusahaan akan menjalankan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup ketika terdapat insentif ekonomis dalam melakukannya. Oleh karena itu, sistem yang dibangun oleh stakeholder serta masyarakat luas untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya dapat menciptakan keuntungan finansial bagi perusahaan.
6 88 Bagi peneliti berikutnya sebaiknya menggunakan sampel yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif dan general. Peneliti dapat menambahkan sektor industri lain yang memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan seperti sektor industri manufaktur. Jika tetap ingin menguji khusus pada sektor industri pertambangan yang memang mempunyai dampak besar terhadap lingkungan maka disarankan untuk memperpanjang periode penelitian. Peneliti berikutnya juga diharapkan dapat memperbanyak variabel kinerja lingkungan seperti ISO dan alokasi dana CSR, selain itu variabel kontrol juga dapat diperbanyak seperti market share dan firm leverage. Penelitian berikutnya juga diharapkan dapat melihat pengaruh dan hubungan antara kinerja lingkungan dan kinerja keuangan perusahaan tidak hanya dari satu arah saja, akan tetapi dapat dilihat dari dua arah sehingga dapat melihat hubungan kausalitas diantara keduanya.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Sejarah perkembangan akuntansi yang berkembang pesat setelah terjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah perkembangan akuntansi yang berkembang pesat setelah terjadi revolusi industri di Inggris (1760-1860), menyebabkan pelaporan akuntansi lebih banyak digunakan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Deskriptif Statistik Variabel Terikat, Variabel Bebas dan Variabel Kontrol
51 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Statistik Variabel Terikat, Variabel Bebas dan Variabel Kontrol Tabel dibawah ini menunjukkan statistik deskriptif atas variabel-variabel yang
BAB I PENDAHULUAN. sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility), tentang komitmen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu isu menarik di tahun ini adalah pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility), tentang komitmen perusahaan dalam berkontribusi terhadap
N, 2015 PENGARUH PENGUNGKAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sebagai makhluk sosial haruslah berinteraksi dengan manusia lain maupun dengan alam. Dan juga dengan semakin berkembangnya kegiatan
I. PENDAHULUAN. Analisis laporan keuangan merupakan perhitungan rasio dari data keuangan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Analisis laporan keuangan merupakan perhitungan rasio dari data keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengevaluasi keadaan keuangan pada masa lalu. Analisis rasio
BAB I PENDAHULUAN. keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat hutang (obligasi),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis saat ini semakin memudahkan para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya terlebih bagi perusahaan yang telah go public. Dalam upaya
Disusun Oleh : : Lian Ismaya NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Syntha Noviyana, SE., MMSI
PROFITABILITAS DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Disusun Oleh : Nama : Lian Ismaya NPM : 24210012
BAB I PENDAHULUAN. untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Di antaranya konsumen, stakeholder,
1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Pencemaran lingkungan di Indonesia kini semakin parah. Ini merupakan dampak dari pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kurangnya
Dian Wahyu Anita NIM. F UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAB I PENDAHULUAN. Corporate Social Responsibility (CSR), merupakan wacana yang sedang
Pengaruh corporate social responsibility disclosure dan institutional ownership terhadap firm value (studi empiris pada perusahaan konstruksi, property dan real estate di Bei tahun 2005-2007) Dian Wahyu
BAB I PENDAHULUAN. sosial dan lingkungan atau Corporate Social Responbility (CSR) sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sejak DPR dan pemerintah sepakat memasukan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau Corporate Social Responbility (CSR) sebagai suatu kewajiban dalam Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN. saham dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan untuk memperoleh profit tentunya harus didukung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan adalah suatu bentuk organisasi yang merupakan tempat terjadinya kegiatan operasional dan berkumpulnya semua faktor pendukung kegiatan operasional.
Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Profitabilitas (Studi pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun )
Prosiding Akuntansi ISSN: 2460-6561 Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Profitabilitas (Studi pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013-2014) 1 Shelly Anggita, 2 Nurleli, 3
BAB I PENDAHULUAN. tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berlaku bagi perseroan yang mengelola atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai dengan pasal 74 Undang Undang No 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berlaku bagi perseroan yang mengelola atau
BAB I PENDAHULUAN. berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna. Perseroan Terbatas (PT) mempunyai tanggung jawab sosial terhadap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan dalam mewujudkan peran aktif perusahaan dalam pembangunan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sebuah organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebuah organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang maupun badan dengan memberikan modal usaha dalam bentuk saham yang digunakan untuk menjalankan
BAB 1 PENDAHULUAN. yang kemudian mencuat dan memunculkan agency theory. dan kemakmuran para pemegang saham atau stakeholder. Nilai perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan ekonomi yang semakin pesat, persaingan antar perusahaan semakin kompetitif yang harus di dukung dengan penyajian laporan keuangan yang rapi
BAB I PENDAHULUAN. pemerataan kesejahteraan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan bidangbidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai negara berkembang, Indonesia masih perlu merealisasikan pemerataan kesejahteraan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan bidangbidang lainnya sebagai
BAB I PENDAHULUAN. saham sebuah perusahaan, maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan maksimal dan memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham yaitu dengan cara
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh
95 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Solvabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham perusahaan
kepentingan pembangunan di Indonesia. Setiap perusahaan di Indonesia melakukan berbagai kegiatan terencana untuk mencapai tujuan khusus maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai pelaku dunia usaha adalah salah satu dari pemangku kepentingan pembangunan di Indonesia. Setiap perusahaan di Indonesia melakukan berbagai kegiatan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. para peneliti dapat mentindaklanjuti pada penelitian berikutnya.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan simpulan, keterbatasan dan saran-saran untuk penelitian berikutnya. Simpulan diambil berdasarkan hasil bukti empiris yang diperoleh pada penelitian ini. Keterbatasan
BAB I PENDAHULUAN. menentukan antara arah dan kinerja perusahaan (Monks & Minow,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Corporate Governance merupakan tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara berbagai pihak dalam perusahaan yang menentukan antara arah dan kinerja perusahaan
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN LANJUTAN
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN LANJUTAN A. Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kebijakan dividen dan return on equity (ROE) pada nilai
BAB I PENDAHULUAN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibandingkan dengan sumber penerimaan lain (non pajak).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini, pajak memegang peranan penting dalam perekonomian negara dikarenakan pajak memiliki kontribusi yang paling besar pada pos penerimaan negara pada Anggaran
BAB 1 PENDAHULUAN. melakukan perluasan usaha agar dapat terus bertahan dan bersaing. Tujuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persaingan bisnis dalam industri manufaktur semakin ketat seiring dengan perkembangan perekonomian yang mengakibatkan adanya tuntutan bagi perusahaan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin kuat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk sarana mendapatkan dana dalam jumlah besar dari masyarakat pemodal (investor), baik dari dalam
BAB I PENDAHULUAN. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari komponen corporate
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari komponen corporate governance terhadap manajemen laba di industri perbankan Indonesia. Konsep good corporate
BAB I PENDAHULUAN UKDW. environmental responsibility (Bakdi Soemanto dkk, 2007). Dari penjelasan diatas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Of course, the development of the corporation is not only be followed by rising expectations, but also various matters concerning the social and environmental
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Masalah perekonomian selalu menjadi faktor yang penting untuk mendorong kemajuan suatu negara. Perusahaan akan selalu menghadapi hambatan-hambatan dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. fungsi pasar modal inilah maka kebutuhan atas informasi yang relevan dalam
17 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperoleh dana, baik dari dalam maupun luar negeri dimana terjadi alokasi dana dari pihak
BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang terhadap mata uang asing khususnya terhadap dolar
BAB I PENDAHULUAN. kelola perusahaan yang baik dikenal dengan istilah Good Corporate Governance
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Negara-negara didunia pada era globalisasi dan pasar bebas saat ini, dituntut untuk menerapkan sistem pengelolaan bisnis yang berbasis prinsip tata kelola perusahaan
keterkaitannya dalam investasi lebih dari satu tahun. Berdasarkan definisi
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teori 2.1.1 Pasar Modal Pasar modal merupakan sarana pembentukan modal dan akumulasi dana yang diarahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengarahan dana
BAB I PENDAHULUAN. Fenomena perkembangan isu Corporate Social Responsibility (CSR) cukup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fenomena perkembangan isu Corporate Social Responsibility (CSR) cukup popular di Indonesia dalam beberapa tahun ini. Banyak perusahaan yang mulai antusias dalam menjalankan
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, yang kemudian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, yang kemudian dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari hasil tambang batubara. Keberadaan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan era globalisasi yang terjadi saat ini telah berdampak pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan era globalisasi yang terjadi saat ini telah berdampak pada perubahan lingkungan yang menyebabkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia industri. Makin
BAB I PENDAHULUAN. dipakai investor ketika menanamkan dananya pada suatu perusahaan dan juga para
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya, laporan keuangan merupakan sumber informasi yang dipakai investor ketika menanamkan dananya pada suatu perusahaan dan juga para pemangku kepentingan
BAB I PENDAHULUAN. Investor dalam menanamkan dananya di pasar modal tidak hanya. bertujuan dalam jangka pendek tetapi bertujuan untuk memperoleh
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu sektor pendukung untuk kelangsungan suatu industri adalah tersedianya dana. Sumber dana murah dapat diperoleh oleh suatu industri adalah dengan
BAB I PENDAHULUAN. dasar bagi investor, kreditor, calon investor, calon kreditor dan pengguna
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan sarana atau media informasi bagi para stakeholders. Dengan diterbitkannya laporan keuangan dapat memberikan informasi tentang kinerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terdapat beberapa teori yang dapat menjelaskan pengaruh green accunting
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori Terdapat beberapa teori yang dapat menjelaskan pengaruh green accunting terhadap profitabilitas. Diantaranya adalah legitimacy theory (teori legitimasi), stakeholder
II. TINJAUAN PUSTAKA. guna menunjang pembiayaan pembangunan nasional. Sebagai salah satu elemen
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teori 2.1.1 Pasar Modal Pasar modal merupakan sarana pembentukan modal dan akumulasi dana yang diarahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengarahan dana
BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini persaingan dalam dunia bisnis semakin tinggi. Semakin banyak perusahaan baru yang muncul untuk bersaing dengan perusahaan lama. Tujuan perusahaan
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN
54 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui pengujian statistik serta pembahasan seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,
I. PENDAHULUAN. industri industri sekuritas pada negara tersebut. Pasar modal didefinisikan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengetahui tingkat perkembangan pasar modal dan industri industri
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis penilaian kinerja saham-saham BUMN dan portofolio BUMN dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio Sharpe dan rasio Treynor untuk mengukur tingkat return-nya
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Analisis Statistik Deksriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penlitian seperti nilai minimum, maksimum, rata-rata dan standard
BAB I PENDAHULUAN. social responsibility (CSR) bukanlah hal yang baru, karena CSR telah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbincangan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bukanlah hal yang baru, karena CSR telah berkembang sejak era
BAB I PENDAHULUAN. Bagi sebuah perusahaan, pasar modal digunakan sebagai alternatif penghimpun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagi sebuah perusahaan, pasar modal digunakan sebagai alternatif penghimpun dana dengan biaya yang cukup rendah. Sedangkan bagi investor, pasar modal menyediakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teoritis 1. Struktur Modal Struktur modal pada dasarnya berkaitan dengan sumber dana, baik itu sumber internal maupun sumber eksternal. Sumber dana internal berasal dari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Saat ini, stakeholder semakin menyadari betapa pentingnya lingkungan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, stakeholder semakin menyadari betapa pentingnya lingkungan hidup dan bagaimana cara melestarikan lingkungan di sekitar. Hal itu diakibatkan karena semakin
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan adalah Corporate Social Responsibility (CSR). bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban financial
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Informasi merupakan hal mendasar yang diperlukan oleh investor dancalon investor untuk pengambilan keputusan berinvestasi. Informasi yang lengkap, akurat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan adalah mekanisme bagi suatu organisasi untuk secara sukarela mengintegrasikan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Struktur Modal Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto,
BAB 1 PENDAHULUAN. dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya. Kontribusi dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menjaga eksistensinya di dunia bisnis, perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya. Kontribusi dan harmonisasi
BAB 1 PENDAHULUAN. untuk memajukan dan menjalankan perusahaan, sehingga perusahaan. membutuhkan laporan keuangan sebagai pegangan untuk mengetahui
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian dan kemajuan teknologi di Indonesia yang semakin pesat membuat para pelaku bisnis semakin ketat dalam bersaing. Persaingan tersebut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laporan keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kinerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan adalah mencapai laba yang sebesar-besarnya dan memakmurkan pemilik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Didirikannya sebuah perusahaan memiliki tujuan yang jelas. Tujuan perusahaan adalah mencapai laba yang sebesar-besarnya dan memakmurkan pemilik perusahaan
