PT TIMURAYA TUNGGAL TIMURAYA TUNGGAL
|
|
|
- Lanny Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TIMURAYA TUNGGAL BAB II PT PT TIMURAYA TUNGGAL 2.1 Sejarah PT Timuraya Tunggal PT. Timuraya Tunggal merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam tiga bidang utama, yaitu industri kimia, industri pupuk, dan suplai. Pada bidang industri kimia. Timuraya menghasilkan asam sulfat (H 2 SO 4 ), aluminium sulfat (Al 2 (SO 4 ) 3 ), dan asam sulfamat (HOSO 2 NH 2 ), pada bidang industri pupuk, menghasilkan ammonium sulfat (ZA) dan potassium sulfat (ZK), sedangkan pada bidang suplai, Timuraya dapat menyuplai bahan kimia oil drilling atau bahan kimia untuk pengeboran minyak.. PT. Timuraya Tunggal pertama kali dibangun pada tahun 1979 di Tangerang dengan luas m 2. Awal tahun 1980, pabrik mulai memproduksi asam sulfat, aluminium sulfat, dan alkyl benzene sulfonic acid, sedangkan untuk asam sulfamat mulai diproduksi pada tahun 1991 dengan kapasitas terpasang sebesar 7200 ton. PT. Timuraya Tunggal adalah sebagai pioner untuk produsen asam sulfamat di Indonesia. Saat ini, produk yang di hasilkan PT Timuraya Tunggal - Tangerang adalah Asam Sulfat, Asam Sulfamat, Aluminium Sulfat padat, dan Aluminium Sulfat cair. Kinerja PT. Timuraya Tunggal mendapatkan respon positif dari konsumen, sehingga pada tahun 1993 PT. Timuraya Tunggal melakukan ekspansi dengan membuka pabrik baru di daerah Karawang dengan luas m 2. Dua tahun setelah pabrik kedua didirikan, pabrik mulai memproduksi Asam Sulfat, Aluminium Sulfat padat, Aluminium Sulfat cair dan Asam Sulfamat. Berkat dukungan R & D yang cukup kuat, produk-produk yang ada terus di dikembangkan. Pada tahun 1999, PT Timuraya memperluas hasil produksi dengan merambah dunia pertanian, yaitu memproduksi pupuk seperti Amonium Sulfat (ZA) dan Potasium Sulfat (ZK). Aktifitas pabrik Timuraya berlangsung hingga saat ini. Hasil produksi PT Timuraya tidak hanya dapat dinikmati industri dalam Hal 4
2 negeri saja, namun juga sudah di ekspor, seperti Jepang, ASEAN, India, Australia, Amerika, Uni Eropa, Afrika, Skandinavia, dan Mediterania. 2.2 Tata Letak PT Timuraya Tunggal PT Timuraya memiliki tiga lokasi, dua diantaranya merupakan pabrik tempat proses produksi dan satu lainnya digunakan sebagai kantor pusat pemasaran. 1. Kantor pusat PT Timuraya Tunggal di Jakarta Perkantoran Permata Senayan, Blok D-35 Jl. Tentara Pelajar, Jakarta 12210, Indonesia Telepon : (62-21) Fax. : (62-21) Pabrik 1 di Tangerang, Banten Daan Mogot Km.20 Jl. Halim Perdana Kusuma, Kec. Batuceper, Tangerang 15122, Indonesia Telepon : (62-21) / Fax. : (62-21) / Pabrik 2 di Karawang, Jawa Barat Jalan Anggadita Raya No. 205, Desa Anggadita, Kec. Klari Karawang 41371, Indonesia Telepon : (62-267) Fax. : (62-267) Kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dilakukan sepenuhnya di kedua pabrik tersebut, sedangkan untuk pemasaran berada di kantor pusat. Wilayah pabrik di Tangerang dibatasi oleh PT Mayora di sebelah timur, saluran irigasi di sebelah utara, pemukiman warga dan pabrik aspal di sebelah selatan, serta jalan raya di sebelah barat. Hal 5
3 Gambar 2. 1 Lokasi PT Timuraya Tunggal Sumber : 6 Des 2013 : 13:30 Keterangan : 1 = Kantor Pusat PT Timuraya Tunggal di Jakarta 2 = Pabrik di Tangerang, Banten 3 = Pabrik di Karawang, Jawa Barat Hal 6
4 Gambar 2. 2 Tata Letak PT Timuraya Tunggal Tangerang Sumber : Arsip P2K3-5R PT Timuraya Tunggal 2.3 Profil PT Timuraya Tunggal Dalam kebijakan mutunya, PT Timuraya Tunggal memiliki misi yaitu PT Timuraya Tunggal Berkomitmen Menghasilkan Produk yang Bermutu dan Meningkatkan Efisiensi Terus-Menerus demi Tercapainya Kepuasan Pelanggan di Pasar Global. Gambar 2. 3 Logo PT Timuraya Tunggal Sumber : Arsip HRM PT Timuraya Tunggal Hal 7
5 Untuk mencapai misi tersebut perusahaan berusaha memenuhi kepuasan konsumen dengan memegang komitmen kuat secara terus-menerus terhadap kualitas, pelayanan, dan efisiensi sesuai dengan perkembangan dan inovasi. Di sisi lain, PT Timuraya Tunggal terus-menerus mengembangkan perusahaannya dengan upaya-upaya sebagai berikut. 1. Mendedikasikan sumber daya dalam hal riset dan pengembangan produk baru serta peningkatan kualitas produk yang telah ada. 2. Mengembangkan bisnis lebih jauh lagi dalam hal pendistribusian bahanbahan kimia dan pupuk di Indonesia. 3. Menjaga perkembangan perusahaan agar seimbang baik di Indonesia maupun dalam persaingan Internasional. 4. Secara terus-menerus memperkuat manajemen perusahaan agar dapat menjadi yang terbaik. 2.4 Struktur Organisasi Di PT Timuraya diterapkan adanya struktur organisasi agar jalur komando dapat berjalan dengan teratur. Struktur organisasi perusahaan ini sesuai dengan gambar Gambar 2.4, sedangkan untuk struktur organisasi perusahaan cabang Tangerang sesuai dengan Gambar 2.5. Gambar 2. 4 Stuktur Organisasi PT Timuraya Tunggal Sumber : HRM PT Timuraya Tunggal Hal 8
6 Kepala Pabrik Tangerang Hans Tjahjadi Wirawan Wakil Kepala Pabrik Tangerang Herriberthus Staff Kepala Pabrik Irwan Paiman Kepala Teknik Erik Soetanto Kepala Asam & Alum Kepala Sulfamic Acid Kepala Persediaan Kepala Laboratorium Kepala Keamanan Kepala Personalia & Umum Hedy Rizal M. Agung. W I Yong A a n Sumadi Ngarukman Kepala Pemeliharaan & Utilitas Edy Hendra Gambar 2. 5 Struktur Organisasi PT Timuraya Tunggal Tangerang Sumber : HRM PT Timuraya Tunggal Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa setiap plant manager bertanggung jawab terhadap direktur operasi yang selanjutnya dapat disampaikan pertanggungjawaban tersebut ke presiden direktur. Setiap plant manager di PT Timuraya Tunggal memiliki beberapa unit. Unit-unit ini dikepalai oleh seorang supervisor. Tiap unit memiliki sub-unit yang diatur oleh operator dengan mempertanggungjawabkan kegiatan kepada group leader. 2.5 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di PT Timuraya Tunggal-Tangerang, terdapat peraturan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peraturan dan tata tertib K3 berupa ketentuan bahaya secara tertulis, ketentuan pemakaian alat keamanan yang disediakan pabrik, dan juga penempatan ramburambu dan tanda bahaya di area vital. Semua orang yang berada di dalam lokasi pabrik harus menaati peraturan tersebut untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Standar K3 dapat dilihat pada Tabel 2.1. Hal 9
7 Tabel 2. 1 Standar K3 PT Timuraya Tunggal-Tangerang NO ITEM STANDAR 1 ALAT PEMADAM API RINGAN 2 HIDRAN 3 KOTAK P3K Syarat pemasangan: Dipasang di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau. Tabung alat pemadam api ringan tidak diperbolehkan ditaruh langsung di atas lantai. Dipasang dengan digantung dengan penguat sengkang pada ketinggian minimal 10 cm dari lantai atau bagian paling tinggi tidak boleh melebihi 120 cm. Pada tiap jarak sekurangkurangnya 15 m terpasang satu buah tabung alat pemadam api ringan. Pemasangan dilengkapi dengan tanda pemasangan berupa segitiga merah bertuliskan APAR atau APK (alat pemadam kebakaran). Alat pemadam api ringan harus terbebas dari barang-barang yang menghalanginya. Standar perawatan: Kondisi tabung dipelihara dalam kondisi bersih, bebas dari debu dan karat. Tabung dibolak-balik untuk menjaga dan memastikan agar serbuk pemadam atau isinya tidak menggumpal. Harus dapat dipastikan bahwa tekanan dalam tabung cukup. Harus dipastikan bahwa selang pemadam tidak tersumbat. Syarat pemasangan: Dipasang di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau. Tidak terhalang barang-barang atau terbebas dari tempat penyimpanan barang-barang. Selang hidran dapat menjangkau ke seluruh ruangan / wilayah yang dilindungi. Standar penempatan: Dipasang di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau. Tidak terhalang barang-barang. Tidak terkunci, atau jika terkunci pada kotak bagian depannya harus terbuat dari bahan yang mudah untuk dipecahkan dalam kondisi darurat. Diberi tanda pemasangan yang jelas. Standar isi kotak P3K: Isi minimal untuk kotak P3K adalah: obat merah / obat luka; kassa steril; kapas steril; plester ; verband; obat diarrhea; balsem untuk luka memar dan untuk merangsang kesadaran korban pingsan; gunting stainless serta alkohol 70 %. Isi tambahan disesuaikan dengan faktor resiko kecelakaan di tempat kerja masing-masing, misalnya salep luka bakar. Standar perawatan: Harus dipastikan obat-obatan yang disimpan tidak kadaluarsa. Kondisi kotak, peralatan dan isi selalu dalam keadaan bersih, bebas dari debu. Hal 10
8 4 ALAT PELINDUNG DIRI : 5 Alat pelindung kepala. Alat pelindung mata dan pelindung wajah Alat pelindung wajah Alat pelindung pernapasan Alat pelindung pendengaran Pakaian pelindung Pelindung tangan Sabuk keselamatan Sepatu keselamatan PENGAMAN MESIN Standar: dapat melindungi kepala dari benturan, jatuhnya benda keras, tetesan bahan kimia cair yang berbahaya; benda-benda yang melayang dan sebagainya. Standar: dapat melindungi mata atau wajah dari percikan bahan kimia atau debu-debu berbahaya, benda-benda yang melayang ; sinar yang terlalu kuat seperti ultra violet atau infra merah dan sebagainya. Standar: dapat melindungi wajah dari percikan bahan kimia, percikan logam atau kayu atau debudebu berbahaya, benda-benda yang melayang / terlempar dan sebagainya. Standar: Dapat melindungi pernapasan dari debu, asap, gas atau uap bahan kimia yang berbahaya. Standar: Dapat melindungi pendengaran dari kebisingan dengan intensitas tinggi. Nilai ambang batas kebisingan di tempat kerja adalah 85 db (decibell) untuk 8 jam kerja per hari. Standar: Dapat melindungi tubuh / badan dari debu, hujan, panas api, percikan benda melayang seperti percikan api las, tumpahan bahan kimia cair yang berbahaya dan sebagainya. Standar: Dapat melindungi tangan dari benda yang panas, tajam, debu atau bahan berbahaya, bahan cair berbahaya, bahaya sentuhan listrik dan sebagainya. Standar: Dapat melindungi tubuh / badan dari kemungkinan terjatuh dari ketinggian, atau kemungkinan terlempar dari suatu pengurangan atau penghentian kecepatan yang mendadak. Standar: Dapat melindungi kaki dari benda tajam, panas, jatuhnya benda berat, permukaan yang licin, bahan atau tumpahan bahan cair berbahaya, bahaya listrik dan sebagainya. Dapat melindungi atau mengamankan hingga bagian yang paling kecil dari tubuh seperti jari kelingking atau untaian rambut masuk ke dalam area bahaya dari mesin yang bergerak/berputar, bagian mesin yang tajam, panas, dapat mengamankan dari bahaya terpotong, tertusuk, tergencet, terjepit, tergilas, tergerus, terpental serpihan, tersentuh bagian panas atau bertegangan listrik dan sebagainya. Konstruksi: kuat / kokoh, stabil terpasang, memerlukan peralatan untuk membukanya, tidak mengganggu kelancaran proses produksi, tidak mengganggu dalam perawatan mesin dan tidak menimbulkan bahaya baru. Hal 11
9 6 7 8 PANEL LISTRIK / KELISTRIKAN LIFT; HOIST / ALAT ANGKAT KENDARAAN / ALAT ANGKUT 9 BOILER 10 TABUNG / TANGKI / BEJANA BERTEKANAN 11 PIPA Isolasi atau tutup yang baik, dapat mengamankan dari bahaya tersentuh bagian yang bertegangan listrik, terdapat tanda peringatan bahaya pada pintu panel, bisa dikunci atau diisolasikan untuk membatasi akses. Pembumian (grounding) baik. Kait pengangkat mempunyai kunci pengaman yang baik, sling (rantai baja) dalam keadaan baik dan terawat (cukup pelumasan), ruang luncur tertutup atau mempunyai pagar yang kuat, pintu dilengkapi pengaman, aman dari masuknya orang, konstruksi sangkar lift kokoh, dipasang tanda-tanda peringatan bahaya yang diperlukan (beban maksimum dan tanda-tanda peringatan lainnya) serta lulus uji sertifikasi dari badan yang berwenang. Perawatan: dirawat dan diperiksa secara teratur sesuai peraturan yang berlaku. Tidak ada karat pada badan kendaraan, tertera beban maksimum yang diizinkan, perlengkapan keselamatan lengkap di antaranya rem, kopling, lampu-lampu sign kiri kanan, rem, kaca spion lengkap, sabuk pengaman serta alarm mundur berfungsi dengan baik. Ban dalam kondisi baik, tekanan ban sesuai petunjuk dari pabrik pembuat. Indikator petunjuk berfungsi baik seperti speedometer, indikator bahan bakar, minyak pelumas, air accu serta panel-panel visual lainnya. Dirawat dan diperiksa secara teratur. Juga harus lulus uji sertifikasi dari badan yang berwenang. Katup keselamatan (safety valve) dan peluit tanda bahaya berfungsi dengan baik. Indikator tekanan berfungsi dengan baik, diperiksa secara rutin / berkala. Lulus uji sertifikasi dari badan yang berwenang. Ditempatkan di tempat yang jauh dari sumber panas, tidak ditempatkan langsung di atas lantai, posisi stabil, aman dari bahaya roboh atau benturan, indikator tekanan berfungsi dengan baik, dilengkapi dengan regulator tekanan. Isi tabung / tangki / bejana dituliskan sebagai label pada badan tabung. Lulus uji sertifikasi dari badan yang berwenang jika dipersyaratkan. Tidak ada kebocoran, tidak ada karat, sambungan kuat dilengkapi dengan perekat anti bocor, pipa panas dibungkus dengan bahan peredam panas, pemasangan tidak merintangi jalan / gang. Dilapisi zat anti karat (cat). Hal 12
10 12 GUDANG 13 PINTU KELUAR 14 VENTILASI 15 PENERANGAN DI TEMPAT KERJA Ruang penyimpanan cukup memadai, terdapat tanda kapasitas maksimum untuk penyimpanan barang, batas yang jelas untuk jalan / gang dan tempat penyimpanan, serta dilengkapi tanda-tanda peringatan bahaya yang diperlukan. Diberi tanda yang jelas, dilengkapi lampu penerangan dan lampu darurat (emergency lamp), selalu tidak terkunci pada jam kerja, jumlah pintu keluar minimal dua atau dapat mengosongkan penghuni dalam 3 menit saat kejadian darurat. Pintu membuka ke arah luar. Minimal 15 % dari luas lantai bangunan / ruangan. Dapat mengendalikan uap atau bau-bauan di tempat kerja. Merujuk pada Peraturan Menteri Perburuhan no. 7 tahun Sumber : P2K3-5R PT Timuraya Tunggal 2.6 Budaya Kerja Selain menjaga keselamatan karyawan sebagai asset terpenting suatu perusahaan, PT Timuraya menetapkan peraturan mengenai keselamatan dan landasan kerja. Peraturan dan landasan kerja yang ada senantiasa harus diikuti oleh setiap karyawan, tanpa terkecuali. Upaya yang dilakukan PT Timuraya untuk menjaga keselamatan kerja : 1. Keselamatan kerja dilakukan melalui program P2K3-5R (Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) yang bertujuan untuk mengondisikan perusahaan agar berjalan baik sesuai landasan kerja 5R. Landasan 5R adalah R1 : Ringkas Tidak ada item yang tidak diperlukan masih berada di area kerja. Tidak ada item yang berlebihan jumlahnya. Ada usaha menurunkan jumlah stok dengan berkesinambungan dan meluas ke semua item. Hal 13
11 R2 : Rapi Setiap item yang masih diperlukan dalam pekerjaan, tersedia tempatnya dan jelas status keberadaannya (sering, kadang, atau jarang digunakan). Setiap item dan tempat penyimpanannya mempunyai nama atau kode identifikasi yang distandarkan. R3 : Resik Menghilangkan sumber penyebab kotor. Mengupayakan kondisi area kerja tetap optimum. Mengidentifikasi keabnormalan secara dini. R4 : Rawat Melaksanakan standarisasi penerapan ringkas, rapi, dan resik di tempat kerja. Mempertahankan kondisi optimum. Mewujudkan tempat kerja yang bebas kesalahan. R5 : Rajin Terbiasa merawat ringkas, rapi, dan resik. Terbiasa melaksanakan standard kerja. Mengembangkan kebiasaan positif seperti, keteladanan pimpinan, kreativitas, dan mendukung. Program P2K3-5R ini diketuai langsung oleh plant manager dan organisasi yang terstruktur. Gambar 2. 6 Struktur Organisasi Program P2K3-5R Sumber : P2K3-5R PT Timuraya Tunggal Hal 14
12 2. Memberikan materi mengenai Dasar Keselamatan Kerja bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 3. Menyediakan sarana dan prasana dalam keselamatan kerja. Hal 15
BAB II PT PYOJOON MOLD INDONESIA
BAB II PT PYOJOON MOLD INDONESIA 2.1 Sejarah PT Pyojoon Mold Indonesia PT Pyojoon Mold Indonesia merupakan perusahaan manufacturing swasta lokal yang membuat molding baik untuk komponen elektronik,otomotif
Secara harfiah berarti keteraturan, kebersihan, keselamatan dan ketertiban
HOUSEKEEPING Secara harfiah berarti keteraturan, kebersihan, keselamatan dan ketertiban Penerapan housekeeping yang baik dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman. Housekeeping
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kesadaran Menurut Hasibuan (2012:193), kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Menurut
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR UNIT AIR BAKU
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 26/PRT/M/2014 TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR UNIT AIR BAKU
LAMPIRAN 1 PEDOMAN TEKNIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
LAMPIRAN 1 PEDOMAN TEKNIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI TENTANG PEDOMAN TEKNIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Nomor : 384 / KPTS / M / 2004 Tanggal : 18 Oktober 2004
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Industri farmasi diwajibkan menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.43/MENKES/SK/II/1988 tentang CPOB dan Keputusan
SOP KEAMANAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
SOP KEAMANAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TUJUAN Memelihara lingkungan kerja yang sehat. Mencegah, dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja. Mencegah dan mengobati
BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
1 BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 LATAR BELAKANG PERUSAHAAN Kerja praktik di laksanakan di PT. Hino Motor Sales Indonesia Tangerang, perusahaan ini bergerak dalam bidang Sales, Service, Spare parts
DAFTAR PERTANYAAN AUDIT KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG PT. X JAKARTA
Lampiran 1. Daftar Pertanyaan Audit Keselamatan Kebakaran Gedung PT. X Jakarta Tahun 2009 DAFTAR PERTANYAAN AUDIT KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG PT. X JAKARTA Data Umum Gedung a. Nama bangunan : b. Alamat
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium Latihan Soal 8.4
1. Cara aman membawa alat gelas adalah dengan... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium Latihan Soal 8.4 Satu tangan Dua tangan Dua jari Lima jari Kunci Jawaban : B Alat-alat
BAB IV HASIL DAN ANALISA
BAB IV HASIL DAN ANALISA 4.1. Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Proyek Penerapan Program K3 di proyek ini di anggap penting karena pada dasarnya keselamatan dan kesehatan kerja
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN BENAR NO. KODE : INA.5230.223.23.01.07
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Identifikasi Potensi Bahaya Identifikasi bahaya yang dilakukan mengenai jenis potensi bahaya, risiko bahaya, dan pengendalian yang dilakukan. Setelah identifikasi bahaya dilakukan,
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) NO. KODE : -P BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR
BAB IV IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
BAB IV IDENTIFIKASI PERMASALAHAN 4.1 Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Terjadinya kecelakaan kerja merupakan suatu kerugian baik itu bagi korban kecelakaan kerja maupun terhadap perusahaan (Organisasi),
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. INFILTRACO MURNI merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam bidang pemasok atau distributor utama filter udara untuk HVAC
Handling dan Tata Cara Pemakaian Tabung ELPIJI.hingga. ke Outlet
Handling dan Tata Cara Pemakaian Tabung ELPIJI.hingga ke Outlet 1 Urgensi Memelihara Tabung ELPIJI Gas ELPIJI terkenal dengan sifatnya yang mudah terbakar, sehingga kebocoran pada peralatan ELPIJI beresiko
Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian
Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian Institut Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Dewan Eksekutif Yuan Berdasarkan data 5 tahun terakhir dari pemeriksaan
BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN LINGKUNGAN F.45...... 01 BUKU KERJA 2011 K E M E N T E R I AN P E K E R
Handling dan Tata Cara Pemakaian Tabung ELPIJI.hingga
Sub chapter # 1 Handling dan Tata Cara Pemakaian Tabung ELPIJI.hingga ke Outlet 1 Urgensi Memelihara Tabung ELPIJI Gas ELPIJI terkenal dengan sifatnya yang mudah terbakar, sehingga kebocoran pada peralatan
PEDOMAN TEKNIS PENYIMPANAN TABUNG LPG DI PENYALUR DAN PENGGUNAAN LPG UNTUK PENGGUNA
PEDOMAN TEKNIS PENYIMPANAN TABUNG LPG DI PENYALUR DAN PENGGUNAAN LPG UNTUK PENGGUNA PEDOMAN TEKNIS PENYIMPANAN TABUNG LPG DI PENYALUR DAN PENGGUNAAN LPG UNTUK PENGGUNA Bagian 5 dari 5 Pedoman PEDOMAN
SPESIFIKASI TEKNIK KOMPOR GAS BAHAN BAKAR LPG SATU TUNGKU DENGAN SISTEM PEMANTIK MEKANIK KHUSUS UNTUK USAHA MIKRO
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 56/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 28 Mei 2009 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keselamatan Kerja. Garis Besar Bab Bab ini menjelaskan dasar-dasar pengoperasian yang aman. Keselamatan Kerja
Keselamatan Kerja Garis Besar Bab Bab ini menjelaskan dasar-dasar pengoperasian yang aman. Keselamatan Kerja Keselamatan Kerja Pengetahuan Selama Bekerja Pengetahuan selama bekerja 1. Selalu bekerja dengan
BAB I PENDAHULUAN. kerja yang dibutuhkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan. Teknologi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam pembangunan industri digunakan berbagai tingkat teknologi sederhana atau tradisional sampai teknologi maju dan sangat maju. Semakin tinggi teknologi yang digunakan
STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR (SOP) PT. ARFAK INDRA
STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR (SOP) PT. ARFAK INDRA Kantor Pusat : Wisma Nugraha Lt. 4 Jl. Raden Saleh No. 6 Jakarta Pusat Telepon (021)31904328 Fax (021)31904329 Kantor Perwakilan : Jl Yos Sudarso No.88
BAB V PEMBAHASAN. PT. INKA (Persero) yang terbagi atas dua divisi produksi telah
BAB V PEMBAHASAN A. Identifikasi Potensi Bahaya PT. INKA (Persero) yang terbagi atas dua divisi produksi telah mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dari seluruh kegiatan proses produksi.
BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih
BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Visualisasi Proses Pembuatan Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih dahulu harus mengetahui masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan 1. Keadaan fasilitas fisik aktual dari Catering Dienarsih adalah sebagai berikut : Lemari penyimpanan peralatan masih belum mencukupi kebutuhan yang diinginkan
Standard Operating Procedure PENGOPERASIAN CHAINSAW (CHAINSAW OPERATION)
1. KAPAN DIGUNAKAN Prosedur ini berlaku pada saat melakukan pekerjaan menggunakan chainsaw 2. TUJUAN Prosedur ini memberikan petunjuk penggunaan chainsaw secara aman dalam melakukan pekerjaan dimana chainsaw
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN
MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) NO. KODE :.P BUKU PENILAIAN DAFTAR
Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion
Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion NACC10 Untuk Penggunaan Rumah Tangga Mohon agar Buku Petunjuk Pemakaian ini dibaca dengan baik sebelum pemakaian, dan pakailah peralatan dengan
KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PEKERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI SEBUAH PABRIK KIMIA DI TANGERANG.
Lampiran - 1 KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PEKERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI SEBUAH PABRIK KIMIA DI TANGERANG. IDENTITAS Nama : Jenis Kelamin : L / P ( lingkari )
VII. TATA LETAK PABRIK
VII. TATA LETAK PABRIK A. Lokasi Pabrik Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam mendirikan suatu pabrik. Lokasi pabrik akan berpengaruh secara langsung terhadap kelangsungan
PENCEGAHAN KEBAKARAN. Pencegahan Kebakaran dilakukan melalui upaya dalam mendesain gedung dan upaya Desain untuk pencegahan Kebakaran.
LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG KETENTUAN DESAIN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DAN LEDAKAN INTERNAL PADA REAKTOR DAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN Pencegahan Kebakaran
BAB V PEMBAHASAN. TM PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Madiun telah diperoleh
BAB V PEMBAHASAN A. Identifikasi Potensi Bahaya Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis di PDKB TM PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Madiun telah diperoleh gambaran mengenai
Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif
Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif NBID42 Untuk Penggunaan Rumah Tangga Mohon agar Buku Petunjuk Pemakaian ini dibaca dengan baik sebelum pemakaian, dan pakailah peralatan dengan benar.
ABSTRAK. Laporan Tugas Akhir
ABSTRAK. Pada bagian proses produksi mochi kacang, pemilik pabrik ingin meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya dengan cara memperbaiki kondisi di pabrik. Pada pabrik mochi ini terdapat beberapa masalah
Alat Pelindung Diri Kuliah 8
Alat Pelindung Diri Kuliah 8 Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration i i Personal protective equipment atau alat pelindung diri (APD) didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk
Pelatihan Sistem PLTS Maret PELATIHAN SISTEM PLTS PROTEKSI DAN KESELAMATAN KERJA Serpong, Maret Oleh: Fariz M.
PELATIHAN SISTEM PLTS PROTEKSI DAN KESELAMATAN KERJA Serpong, 24-26 Maret 2015 Oleh: Fariz M. Rizanulhaq Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) TUJUAN DAN SASARAN Peserta memahami berbagai macam alat proteksi
MEMPELAJARI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT KOMATSU INDONESIA
MEMPELAJARI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT KOMATSU INDONESIA Nama : Fidhini Nurfidiah Firanti NPM : 33413439 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ir. Asep Mohamad Noor, MT. PENDAHULUAN
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 3. MELAKUKAN PENGAMATANLatihan Soal Menyimpan dalam kedaan off merupakan salah satu cara memperlakukan alat...
1. Alat dari bahan gelas aman apabila dibawa dengan... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 3. MELAKUKAN PENGAMATANLatihan Soal 3.1 Satu Tangan Dua Tangan Dua Jari Lima Jari Alat-alat laboratorium dari bahan gelas,
Standard Operating Procedure STANDAR KENDARAAN SARANA (LIGHT VEHICLE)
KAPAN DIGUNAKAN Prosedur ini digunakan pada saat akan memasukkan atau menggunakan kendaraan sarana (light vehicle) di seluruh area kerja PT ABB TUJUAN Tujuan dari prosedur ini adalah untuk menjelaskan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Persiapan Tahap persiapan merupakan tahap kegiatan sebelum memulai pengumpulan data dan pengolahannya. Tahap ini meliputi: 1. Survei pendahuluan lokasi untuk mendapatkan gambaran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Industri Farmasi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.245 /Menkes/VI/1990, industri farmasi adalah industri obat jadi dan industri
Kata Pengantar. Daftar Isi
Kata Pengantar Daftar Isi Oiltanking berkomitmen untuk menjalankan semua kegiatan usaha dengan cara yang aman dan efisien. Tujuan kami adalah untuk mencegah semua kecelakaan, cidera dan penyakit akibat
128 Universitas Indonesia
BAB 8 PENUTUP 8.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap audit keselamatan kebakaran di gedung PT. X Jakarta, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Bangunan gedung
BAB I PENDAHULUAN. tentang ketenaga kerjaan yakni penyegelan asset perusahaan jika melanggar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada umumnya tingginya tingkat kecelakaan kerja dan rendahnya tingkat derajat kesehatan kerja di indonesia disebabkan minimnya kesadaran pengusaha untuk menerapkan Kesehatan
BAB VIII PENUTUP. bahan bakar berasal dari gas berupa: LPG. generator, boiler dan peralatan masak di dapur.
BAB VIII PENUTUP 8.1. Kesimpulan Dari hasil penelitian terhadap evaluasi sistem penanggulangan kebakaran di kapal penumpang KM Lambelu, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan
Buku Petunjuk Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-6W) Edisi 1 ID
9239331_HF6W_2_id.fm Page 1 Thursday, April 28, 2005 9:41 AM Buku Petunjuk Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-6W) Edisi 1 ID 9239331_HF6W_2_id.fm Page 2 Thursday, April 28, 2005 9:41 AM PERNYATAAN
Pujianto, SE DINAS PERINKOP DAN UMKM KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015
Pujianto, SE DINAS PERINKOP DAN UMKM KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015 APA ITU CPPOB? adalah cara produksi yang memperhatikan aspek keamanan pangan, antara lain dengan cara : a. mencegah tercemarnya pangan
Hirarki Pengendalian Potensi Bahaya K3
ALAT PELINDUNG DIRI DEFINISI APD adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja. APD dipakai
BUKU PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA
BUKU PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA PROGRAM STUDI DIPLOMA III AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 KATA PENGANTAR Sesuai dengan Undang-Undang No. 1 tahun
SISTEM DETEKSI DAN PEMADAMAN KEBAKARAN
LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG KETENTUAN DESAIN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DAN LEDAKAN INTERNAL PADA REAKTOR DAYA SISTEM DETEKSI DAN PEMADAMAN KEBAKARAN
SANITASI DAN KEAMANAN
SANITASI DAN KEAMANAN Sanitasi adalah.. pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi, bahan bahan baku, peralatan dan pekerja untuk mencegah pencemaran pada hasil olah, kerusakan hasil olah,
KOP SURAT BADAN USAHA
KOP SURAT BADAN USAHA...,... Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) berkas : Laporan Berkala Periode Tahun 20.. Kepada Yth. Gubernur Kalimantan Barat Cq. Kepala Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi
Buku Petunjuk Nokia Bluetooth Headset BH-803. Edisi 1
Buku Petunjuk Nokia Bluetooth Headset BH-803 Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HS-89W ini telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait lainnya
Definisi dan Tujuan keselamatan kerja
Definisi dan Tujuan keselamatan kerja Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan & proses pengolahannya, landasan tempat kerja & lingkungannya serta cara-cara
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA ESTIMATOR BIAYA JALAN (COST ESTIMATOR FOR ROAD PROJECT)
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA ESTIMATOR BIAYA JALAN (COST ESTIMATOR FOR ROAD PROJECT) PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN
KONDISI GEDUNG WET PAINT PRODUCTION
STANDAR APAR MENURUT NFPA 10/ No. Per 04/Men/1980 Terdapat APAR yang sesuai dengan jenis kebakaran Tedapat label penempatan APAR Penempatan APAR mudah dilihat, mudah diambil, dan mudah digunakan pada saat
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR : 14/Ka-BAPETEN/VI-99 TENTANG KETENTUAN KESELAMATAN PABRIK KAOS LAMPU
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR : 14/Ka-BAPETEN/VI-99 TENTANG KETENTUAN KESELAMATAN PABRIK KAOS LAMPU KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR, Menimbang : a. bahwa proses pembuatan kaos
PEDOMAN TEKNIS PENYIMPANAN TABUNG LPG DI PENYALUR DAN PENGGUNAAN LPG UNTUK PENGGUNA
PEDOMAN TEKNIS PENYIMPANAN TABUNG LPG DI PENYALUR DAN PENGGUNAAN LPG UNTUK PENGGUNA Bagian 5 dari 5 Pedoman PEDOMAN TEKNIS INSTALASI PENGISIAN, PENANGANAN DAN PENGGUNAAN SERTA PEMERIKSAAN BERKALA LIQUEFIED
1.1 ISOLASI Gagal Mengisolasi
1.1 ISOLASI 1.1.1 Gagal Mengisolasi Sebuah pompa sedang dipreteli untuk perbaikan. Ketika tutupnya dibuka, minyak panas di atas temperatur nyala-otomatis, menyembur dan terbakar. Tiga orang terbunuh, dan
Nokia Bluetooth Headset BH-101. Edisi 1
Nokia Bluetooth Headset BH-101 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 12 10 Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HS-94W ini telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait
PERSYARATAN UMUM DAN PERSYARATAN TEKNIS GUDANG TERTUTUP DALAM SISTEM RESI GUDANG
LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI NOMOR : 03/BAPPEBTI/PER-SRG/7/2007 TANGGAL : 9 JULI 2007 PERSYARATAN UMUM DAN PERSYARATAN TEKNIS GUDANG TERTUTUP 1. Ruang lingkup
189. Setiap kuantitas yang lebih besar dari 50 liter harus dihapus dari ruang ketika tidak digunakan dan disimpan di toko yang dirancang dengan baik
Ducting Standard : 67. Duct harus diatur sehingga uap tidak berkondensasi dan mengendap di dasar duct. Dalam kebanyakan kasus sebaiknya saluran ventilasi diakhiri dengan : Setidaknya 3 meter di atas level
Tujuan penggunaan ambulance
pengertian Ambulance adalah kendaraan yang dirancang khusus untuk mengevakuasi/mengangkut orang sakit atau terluka untuk mendapatkan fasilitas medis. Biasanya ambulance adalah kendaraan bermotor. Tujuan
MEMPELAJARI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. HITACHI CONSTRUCTION MACHINERY INDONESIA
MEMPELAJARI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. HITACHI CONSTRUCTION MACHINERY INDONESIA Nama : Indah Wulandari NPM : 34413373 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Stephanus Benedictus Bera
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta pengolahan data dan analisis data yang telah dilakukan penulis pada PT BMC, maka diperoleh kesimpulan yaitu sebagai berikut
S o l a r W a t e r H e a t e r. Bacalah buku panduan ini dengan seksama sebelum menggunakan / memakai produk Solar Water Heater.
BUKU PANDUAN SOLAR WATER HEATER Pemanas Air Dengan Tenaga Matahari S o l a r W a t e r H e a t e r Bacalah buku panduan ini dengan seksama sebelum menggunakan / memakai produk Solar Water Heater. Pengenalan
Nokia Bluetooth Headset BH-304. Edisi 1
Nokia Bluetooth Headset BH-304 6 7 8 9 10 611 11 Edisi 1 11 612 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HS-79W ini telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait
Working Improvement In Small and Medium Construction (WISCON) by PAOT (Participatory Action Oriented Training)
Daftar Periksa Pembinaan Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi Kecil dan Menengah dengan Metode Pelatihan Partisipasi Aktif Working Improvement In Small and Medium
BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 LATAR BELAKANG PERUSAHAAN Kerja praktek dilaksanakan di perusahaan CV. USAHA BARU. Perusahaan ini pada awalnya adalah bengkel yang berfokus pada Machineries Industries,
TUGAS AKHIR EVALUASI EMERGENCY RESPONSE PLAN DAN ALAT PEMADAM API RINGAN PADA PT. PHILIPS INDONESIA ADHITYA NUGROHO
TUGAS AKHIR EVALUASI EMERGENCY RESPONSE PLAN DAN ALAT PEMADAM API RINGAN PADA PT. PHILIPS INDONESIA ADHITYA NUGROHO 6506 040 032 Latar Belakang PT. Philips Indonesia merupakan pabrik lampu yang dalam proses
Buku Petunjuk Nokia Bluetooth GPS Module LD-4W
Buku Petunjuk Nokia Bluetooth GPS Module LD-4W Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk LD- 4W ini telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait lainnya
Nama : Bekerja di bagian : Bagian di tim tanggap darurat :
Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA Tinjauan Pelaksanaan Program Tanggap Darurat Kebakaran di Kantor Sektor dan Pusat Listrik Paya Pasir PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Medan Tahun 2013 Nama : Bekerja di
AQA-KC105AGC6 AQA-KC105AG6 AQA-KC109AG6. Trouble shooting Air Conditioner. Split Type Air Conditioner TROUBLE SHOOTING AIR CONDITIONER
Trouble shooting Air Conditioner Split Type Air Conditioner AQA-KC05AGC6 AQA-KC05AG6 AQA-KC09AG6 Trouble shooting Page Unit indoor tidak dapat menerima sinyal dari remote kontrol atau remote kontrol tidak
BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Lafi Ditkesad)
BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI 2.1 Perkembangan Lafi Ditkesad Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Lafi Ditkesad) merupakan lembaga yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA. A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi,
BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK Oleh: FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oktober 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring jaman
PROSEDUR PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN. A. Perlengkapan Pemadam Kebakaran 1. Sifat api Bahan bakar, panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.
A. Perlengkapan Pemadam Kebakaran 1. Sifat api Bahan bakar, panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api. Gambar 1. Bahan bakar adalah bahan yang dapat terbakar, baik padat, cair maupun gas. Bahan
ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM
ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM Alat Pelindung Diri adalah salah satu alat yang harus tersedia di laboratorium. Digunakan untuk perlindungan badan, mata, pernapasan dan kaki. Peralatan dan
BAB II PROFIL UMUM PERUSAHAAN. merupakan hasil kerja sama antara PT. Rodamas Co. Ltd. dengan PT. Asahi
1.1 Latar Belakang Perusahaan BAB II PROFIL UMUM PERUSAHAAN mulai berdiri pada tanggal 7 Oktober 1971. Pada mulanya pabrik ini berstatus sebagai PMA (Penanaman Modal Asing) yang merupakan hasil kerja sama
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan perlu melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan perlu melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan kerja. Banyak berbagai macam
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan dalam PT. Sinar Sanata Electronic Industry secara garis besar dapat dilihat
PEMBELAJARAN V ALAT PELINDUNG DIRI
PEMBELAJARAN V ALAT PELINDUNG DIRI A) KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR: 1. Menguasai berbagai macam alat pelindung diri (APD) terutama dalam bidang busana 2. Memahami pentingnya penggunaan APD dalam pekerjaan
BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pada Pasal 1 ayat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat
MODUL POWER THRESHER. Diklat Teknis Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Pertanian dan BABINSA
MODUL POWER THRESHER Diklat Teknis Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Pertanian dan BABINSA KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN 2015 Sesi Perontok
PENGELOLAAN OPERASI K3 PERTEMUAN #6 TKT TAUFIQUR RACHMAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA INDUSTRI
PENGELOLAAN OPERASI K3 PERTEMUAN #6 TKT302 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA INDUSTRI 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
VII. TATA LETAK PABRIK
VII. TATA LETAK PABRIK A. Lokasi Pabrik Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam mendirikan suatu pabrik. Lokasi pabrik akan berpengaruh secara langsung terhadap kelangsungan
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT JANTUNG HASNA MEDIKA NOMOR TENTANG PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN BENCANA
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT JANTUNG HASNA MEDIKA NOMOR TENTANG PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN BENCANA Menimbang : DIREKTUR RUMAH SAKIT JANTUNG HASNA MEDIKA 1. Bahwa penanggulangan kebakaran
PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No : PER.04/MEN/1980 TENTANG SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI: PerMen 04-1980 Ttg
BAB V PEMBAHASAN. a. Komponen part yang tidak digunakan (barang yang tidak berguna/tidak. sesuai kegunaannya harus disingkirkan atau dibuang)
BAB V PEMBAHASAN Gambaran 5S di area welding 1. Kategori Seiri/Ringkas a. Komponen part yang tidak digunakan (barang yang tidak berguna/tidak sesuai kegunaannya harus disingkirkan atau dibuang) Terdapat
Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-33W) Edisi 1
Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-33W) 1 2 3 4 5 6 7 Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HF-33W ini mematuhi persyaratan penting dan ketetapan lain
Kepada Semua Peserta Praktik Kerja. Pemberitahuan tentang pencegahan kecelakaan dalam pekerjaan pengelasan dan sebagainya
Kepada Semua Peserta Praktik Kerja Pemberitahuan tentang pencegahan kecelakaan dalam pekerjaan pengelasan dan sebagainya Setiap tahun hampir 100 orang peserta praktik kerja di bidang pengelasan mengalami
VII. TATA LETAK PABRIK. Tata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang
VII. TATA LETAK PABRIK A. Tata Letak Alat dan Pabrik Tata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang meliputi tempat bekerja karyawan, tempat penyimpanan bahan baku, dan produk
kondisi jalur di pusat perbelanjaan di jantung kota Yogyakarta ini kurang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
kondisi jalur di pusat perbelanjaan di jantung kota Yogyakarta ini kurang memadai. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian ini telah melakukan evaluasi terhadap kondisi jalur evakuasi darurat
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan
PT. BINA KARYA KUSUMA
PT. BINA KARYA KUSUMA www.bkk.id Informasi Teknis RUST PREVENTIVE OIL 05 Januari 2015 1. Pengantar RUST PREVENTIVE OIL adalah bahan kimia yang diformulasikan khusus sebagai anti karat yang bersifat mudah
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK
BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Safari Dharma Sakti Lingkup kerja praktek di PT.Safari Dharma Sakti pemeliharaan secara berkala kendaraan bus Mercedes Benz dan Hino meliputi
LAMPIRAN LAMPIRAN Universitas Kristen Maranatha
LAMPIRAN LAMPIRAN 1 84 Universitas Kristen Maranatha 85 Universitas Kristen Maranatha 86 Universitas Kristen Maranatha 87 Universitas Kristen Maranatha LAMPIRAN 2 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA
