MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA
|
|
|
- Ade Chandra
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN ARSIP KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN ARSIP KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Arsip merupakan bukti pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan administrasi suatu organisasi. Oleh karena itu, keberadaannya dalam organisasi pemerintahan memiliki nilai dan arti yang sangat penting, karena merupakan bahan bukti resmi penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan bangsa Indonesia. Pengelolaan arsip difokuskan kepada penataan fisik dan informasi arsip yang dilakukan oleh pejabat fungsional Arsiparis dan Pengadministrasi Umum Kementerian Sekretariat Negara di bawah koordinasi pejabat struktural di unit kerja masing-masing. Pelaksanaan pengelolaan arsip menerapkan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi dalam pengurusan, penataan, dan penyimpanan arsip di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara telah ditetapkan Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 7 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengurusan Arsip Sekretariat Negara Republik Indonesia. Dengan...
2 - 2 - Dengan adanya Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sekretariat Negara, Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 7 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengurusan Arsip Sekretariat Negara Republik Indonesia sudah tidak sesuai lagi dengan organisasi dan tata kerja Kementerian Sekretariat Negara, sehingga perlu ditetapkan Peraturan Menteri Sekretaris Negara tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Arsip Kementerian Sekretariat Negara. B. Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Arsip Kementerian Sekretariat Negara dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kearsipan bagi para pejabat dan pegawai di unit kearsipan dan unit pengolah pada setiap satuan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Tujuannya agar dapat tercapai kesamaan pengertian dan tindakan dalam pengelolaan arsip. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup petunjuk pelaksanaan ini meliputi asas dan perangkat kearsipan, pengolahan arsip, pelayanan peminjaman arsip, dan perawatan arsip di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. D. Pengertian 1. Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh Kementerian Sekretariat Negara dalam rangka kegiatan kedinasan, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2. Arsiparis adalah pegawai Kementerian Sekretariat Negara yang diangkat dengan surat keputusan sebagai Pejabat Fungsional Arsiparis di Kementerian Sekretariat Negara yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kearsipan di unit pengolah di setiap satuan organisasi atau unit kerja yang menangani kearsipan. 3. Arsip...
3 Arsip Aktif adalah arsip Kementerian Sekretariat Negara yang frekuensi penggunaanya tinggi dan/terus-menerus dipergunakan dalam penyelenggaraan administrasi dan dikelola oleh unit pengolah di setiap satuan organisasi. 4. Arsip Inaktif adalah arsip Kementerian Sekretariat Negara yang frekuensi penggunaannya untuk penyelenggaraan administrasi sudah menurun dan dikelola oleh unit kerja yang menangani kearsipan. 5. Arsip Statis adalah arsip yang dihasilkan oleh Kementerian Sekretariat Negara karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis masa retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan. 6. Arsip Vital adalah arsip yang keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi kelangsungan operasional pencipta arsip, tidak dapat diperbarui, dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang. 7. Pemberkasan adalah penempatan arsip Kementerian Sekretariat Negara ke dalam suatu himpunan yang tersusun secara sistematis dan logis sesuai dengan konteks kegiatannya sehingga menjadi satu berkas karena memiliki hubungan informasi, kesamaan jenis, atau kesamaan masalah. 8. Klasifikasi Arsip adalah pola pengaturan arsip secara berjenjang dari hasil pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Sekretariat Negara menjadi beberapa kategori unit informasi kearsipan. 9. Kartu Deskripsi adalah kartu yang digunakan untuk melakukan pendeskripsian arsip yang memuat informasi jenis series arsip, bentuk redaksi, kurun waktu, tingkat perkembangan, kondisi arsip, dan jumlah arsip. 10. Skema Pengaturan Arsip adalah rancangan pengelompokan arsip yang disusun berdasarkan fungsi-fungsi organisasi atau klasifikasi arsip pada organisasi yang bersangkutan, sehingga terlihat jelas hierarki informasinya, baik tingkat naskah (item), berkas (file), ataupun seri arsip (butir fungsi). 11. Manuver Kartu Deskripsi adalah pengelompokan kartu-kartu deskripsi berdasarkan skema pengaturan arsip yang telah ditentukan. 12. Manuver...
4 Manuver Fisik Arsip adalah pengelompokan fisik arsip berdasarkan skema pengaturan arsip sesuai dengan manuver kartu deskripsi yang telah ditentukan. Kegiatan ini dilakukan setelah penomoran definitif selesai, kemudian arsip disusun berdasarkan nomor definitif yang tertera pada map/folder arsip. 13. Daftar Arsip adalah suatu daftar yang dibuat oleh unit kerja/unit pengolah yang sekurang-kurangnya memuat pencipta arsip, unit pengolah, nomor arsip, klasifikasi arsip, uraian informasi arsip, kurun waktu, tingkat perkembangan, jumlah, dan keterangan. 14. Daftar Arsip Pindah adalah suatu daftar yang dibuat oleh unit kearsipan yang sekurang-kurangnya memuat pencipta arsip, nomor arsip, klasifikasi arsip dan skema pengaturan arsip, uraian informasi arsip yang dipindahkan oleh unit kerja/unit pengolah, kurun waktu, tingkat perkembangan, jumlah, dan keterangan. 15. Daftar Arsip Serah adalah suatu daftar yang dibuat oleh Unit Kearsipan I yang sekurang-kurangnya memuat pencipta arsip, nomor arsip, klasifikasi arsip dan skema pengaturan arsip, uraian informasi arsip yang diserahkan ke ANRI, kurun waktu, tingkat perkembangan, jumlah, dan keterangan. 16. Daftar Arsip Musnah adalah suatu daftar yang dibuat oleh Unit Kearsipan I yang sekurang-kurangnya memuat pencipta arsip, nomor arsip, klasifikasi arsip dan skema pengaturan arsip, uraian informasi arsip yang dimusnahkan, kurun waktu, tingkat perkembangan, jumlah, dan keterangan. 17. Jadwal Retensi Arsip yang selanjutnya disingkat JRA adalah daftar yang berisi sekurang-kurangnya jangka waktu penyimpanan atau retensi, jenis arsip, dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penetapan suatu jenis arsip dimusnahkan, dinilai kembali, atau dipermanenkan yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan dan penyelamatan arsip di Kementerian Sekretariat Negara. 18. Pencipta Arsip adalah pihak yang mempunyai kemandirian dan otoritas dalam pelaksanaan fungsi, tugas, dan tanggung jawab di bidang pengelolaan arsip dinamis. 19. Perangkat Kearsipan adalah semua alat perlengkapan yang digunakan dalam pengelolaan arsip di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara, yang meliputi organisasi kearsipan, fungsionaris kearsipan, dan peralatan kearsipan. 20. Pengolahan...
5 Pengolahan Arsip adalah metode dan teknik yang dipergunakan untuk mengendalikan arsip secara efisien, efektif, dan sistematis yang meliputi penelitian, pemberkasan, penyimpanan, dan penyusutan. 21. Penyusutan Arsip adalah kegiatan pengurangan arsip dengan cara pemindahan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan, penyerahan arsip ke Arsip Nasional RI, dan pemusnahan arsip yang sudah tidak mempunyai nilai guna. 22. Perawatan Arsip adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga arsip dari kerusakan sehingga fisik dan informasi arsip tetap terjaga dengan baik. 23. Organisasi Kearsipan adalah organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab dalam pengelolaan arsip Kementerian Sekretariat Negara yang terdiri dari unit pengolah dan unit kearsipan. 24. Unit Pengolah adalah seluruh unit kerja dan Istana Kepresidenan di daerah yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengelola semua arsip aktif yang diciptakannya. 25. Unit Kearsipan adalah satuan organisasi/unit kerja dan Istana Kepresidenan di daerah yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengelola semua arsip inaktif yang diciptakan oleh unit pengolah. 26. Fungsionaris Kearsipan adalah pengelola arsip dan pembina kearsipan di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang terdiri dari Arsiparis dan Pengadministrasi Umum serta pejabat struktural terkait. 27. Satuan Organisasi adalah unsur-unsur organisasi Kementerian Sekretariat Negara yang dipimpin oleh pejabat Eselon I yang terdiri dari: a. Sekretariat Kementerian; b. Sekretariat Presiden; c. Sekretariat Wakil Presiden; d. Sekretariat Militer Presiden; e. Deputi Bidang Hukum dan Perundang-Undangan; f. Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan; dan g. Deputi Bidang Administrasi Aparatur. 28. Unit Kerja adalah unsur-unsur organisasi Kementerian Sekretariat Negara yang dipimpin oleh pejabat Eselon II yang terdiri dari: a. Biro; b. Asisten Deputi; c. Inspektorat; dan d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan. BAB II...
6 BAB II ASAS DAN PERANGKAT KEARSIPAN A. Asas Kearsipan Asas yang diterapkan dalam pengelolaan arsip di Kementerian Sekretariat Negara adalah asas gabungan antara asas sentralisasi dan asas desentralisasi dengan penerapan sebagai berikut. 1. Asas sentralisasi diterapkan pada pengelolaan arsip inaktif yang dipusatkan di Bagian Arsip, Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian termasuk kegiatan penyusutan dan pembinaan kearsipan di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. 2. Asas desentralisasi diterapkan pada pengelolaan arsip aktif dan arsip vital oleh masing-masing unit pengolah pada setiap satuan organisasi. B. Perangkat Kearsipan 1. Organisasi Kearsipan a. Unit Pengolah Unit pengolah terdiri dari seluruh unit kerja dan Istana Kepresidenan di daerah. b. Unit Kearsipan 1) Unit Kearsipan I Unit Kearsipan I merupakan unit kearsipan tingkat pusat yang berada di Biro Tata Usaha Sekretariat Kementerian dan berfungsi sebagai Pusat Arsip Inaktif Kementerian Sekretariat Negara, dengan tugas: a) mengelola dan mengendalikan arsip inaktif Kementerian Sekretariat Negara; b) membina sistem kearsipan Kementerian Sekretariat Negara; c) melaksanakan koordinasi dan pembinan teknis kearsipan di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara; d) memberikan persetujuan dan memantau kegiatan pemindahan arsip dari Unit Kearsipan II dan Unit Kearsipan III; e) menyerahkan...
7 - 7 - e) menyerahkan arsip statis yang bernilai guna kesejarahan dan pertanggungjawaban nasional kepada ANRI setelah mendapat persetujuan Menteri Sekretaris Negara; f) melakukan kegiatan pemusnahan arsip yang sudah habis masa retensinya dan berketerangan musnah serta tidak memiliki nilai guna setelah mendapatkan persetujuan pencipta arsip, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, dan Kepala ANRI; serta g) melaksanakan koordinasi, pembinaan, dan pelayanan administrasi pejabat fungsional arsiparis di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. 2) Unit Kearsipan II Unit Kearsipan II merupakan unit kearsipan pada tingkat satuan organisasi, yang terdiri dari unit-unit pengolah pada setiap satuan organisasi, dengan tugas: a) mengelola arsip inaktif di satuan organisasi yang bersangkutan di bawah pembinaan Unit Kearsipan I; b) memindahkan arsip inaktifnya ke Unit Kearsipan I; dan c) sebagai koordinator Unit Kearsipan III, khusus untuk Unit Kearsipan II Sekretariat Presiden. 3) Unit Kearsipan III Unit Kearsipan III merupakan unit kearsipan untuk tingkat wilayah yang lokasinya jauh dari organisasi induknya. Unit Kearsipan III terdiri atas Istana Kepresidenan Bogor, Istana Kepresidenan Cipanas, Istana Kepresidenan Yogyakarta, dan Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali yang berfungsi sebagai Pusat Arsip Inaktif di lingkungan Istana Kepresidenan, dengan tugas: a) mengelola dan mengendalikan arsip inaktif di lingkungan Istana Kepresidenan; dan b) melaksanakan kegiatan pemindahan arsip inaktif ke Unit Kearsipan I berkoordinasi dengan Unit Kearsipan II. 2. Fungsionaris...
8 2. Fungsionaris Kearsipan a. Arsiparis Tingkat Terampil Arsiparis Tingkat Terampil merupakan Arsiparis dengan kualifikasi teknis (teknisi) atau penunjang profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis di bidang pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan. b. Arsiparis Tingkat Ahli Arsiparis Tingkat Ahli merupakan Arsiparis dengan kualifikasi profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan. c. Penanggung Jawab Arsip Pejabat yang ditunjuk oleh pimpinan satuan organisasi pada Unit Kearsipan II dan Kepala Istana Kepresidenan di daerah pada Unit Kearsipan III yang bertanggung jawab dalam pengelolaan arsip. d. Kepala Subbagian Inventarisasi dan Pengolahan Kepala Subbagian Inventarisasi dan Pengolahan, Bagian Arsip, Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian bertugas melakukan inventarisasi, pengolahan, dan penyimpanan arsip di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. e. Kepala Subbagian Penyusutan Kepala Subbagian Penyusutan, Bagian Arsip, Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian bertugas melakukan penyusutan arsip di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang meliputi kegiatan pemindahan, pemusnahan, dan penyerahan arsip. f. Kepala...
9 f. Kepala Bagian Arsip Kepala Bagian Arsip, Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian mewakili Kepala Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian bertugas melaksanakan pengurusan kearsipan dan dokumentasi, serta melaksanakan koordinasi, pembinaan, dan pelayanan administrasi pejabat fungsional arsiparis di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. g. Kepala Biro Tata Usaha Kepala Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian bertugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan dan dokumentasi, hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Dalam melaksanakan kegiatan kearsipan Kepala Biro Tata Usaha memiliki kewenangan sebagai berikut: 1) memberikan persetujuan pemindahan arsip yang diusulkan oleh Unit Pengolah, Unit Kearsipan II, dan Unit Kearsipan III; 2) menandatangani Berita Acara Pemindahan Arsip Inaktif; 3) menandatangani Berita Acara Penelitian dan Penilaian Arsip yang Diusulkan Musnah serta Berita Acara Pemusnahan Arsip; 4) memimpin Penyerahan Arsip Statis ke ANRI; 5) memberikan persetujuan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dan Penilaian Angka Kredit (PAK) Jabatan Fungsional Arsiparis; dan 6) memberikan persetujuan peminjaman arsip inaktif di Unit Kearsipan I. h. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara menyelenggarakan fungsi ketatausahaan, arsip dan dokumentasi, hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Dalam melaksanakan kegiatan kearsipan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara memiliki kewenangan sebagai berikut: 1) membentuk Panitia Penilai Arsip yang akan dimusnahkan; 2) meminta...
10 - 10-2) meminta pertimbangan tertulis dari Panitia Penilai Arsip dan persetujuan tertulis kepada Kepala ANRI dalam kegiatan pemusnahan arsip Kementerian Sekretariat Negara; 3) meminta persetujuan kepada Menteri Sekretaris Negara dalam kegiatan penyerahan arsip statis yang bernilai guna kesejarahan dan pertanggungjawaban nasional ke ANRI; 4) menandatangani Berita Acara Serah Terima Arsip ke ANRI; dan 5) menandatangani Daftar Arsip Serah. 3. Panitia Penilai Arsip Panitia Penilai Arsip bertugas untuk melakukan penilaian arsip yang akan dimusnahkan dan diserahkan. Pembentukan Panitia Penilai Arsip ditetapkan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara. Panitia Penilai Arsip sekurang-kurangnya terdiri dari: a. Kepala Biro Tata Usaha sebagai Penanggung Jawab Panitia Penilai Arsip; b. Kepala Bagian Arsip sebagai Ketua Panitia Penilai Arsip; c. pimpinan unit pengolah yang arsipnya akan dimusnahkan sebagai anggota; dan d. Arsiparis sebagai anggota. 4. Peralatan Kearsipan Peralatan kearsipan akan diuraikan dalam Bab berikutnya sesuai dengan penggunaan peralatan kearsipan pada setiap kegiatan kearsipan. BAB III...
11 A. Tujuan Pengolahan Arsip BAB III PENGOLAHAN ARSIP Tujuan pengolahan arsip adalah: a. agar arsip dapat ditemukan kembali dengan cepat, tepat, dan utuh/lengkap; b. mendayagunakan arsip sebagai sumber informasi dan berkas kerja (khususnya) dalam penyelesaian surat dinas dan pengambilan keputusan; c. menyelamatkan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan administrasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara; d. meningkatkan kualitas pelayanan kearsipan dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip; e. menghemat ruangan, peralatan, dan perlengkapan. B. Mekanisme Pengolahan Arsip 1. Pengolahan Arsip Aktif Pengolahan arsip aktif diselenggarakan di unit-unit pengolah di setiap satuan organisasi oleh Arsiparis atau Pengadministrasi Umum Kementerian Sekretariat Negara dengan bimbingan Unit Kearsipan I. Rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam pengolahan arsip aktif adalah sebagai berikut. a. Penelitian Penelitian arsip aktif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) meneliti arsip apakah sudah ada disposisi simpan atau belum; 2) memeriksa kebenaran dan kelengkapan arsip tersebut, apabila terdapat kekurangan dibuat catatan seperlunya; 3) memilah dan memusnahkan bahan-bahan yang bukan arsip atau yang berlebihan; dan 4) mencatat arsip ke dalam buku agenda surat masuk dan surat keluar. b. Pemberkasan...
12 b. Pemberkasan Pemberkasan arsip dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) menentukan dan menuliskan klasifikasi arsip berdasarkan Klasifikasi Arsip Kementerian Sekretariat Negara yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 5 Tahun 2014 tentang Klasifikasi Arsip Kementerian Sekretariat Negara pada folder/map arsip; 2) mengelompokkan arsip tersebut berdasarkan klasifikasi arsip; dan 3) membuat daftar arsip. Format dan Contoh Daftar Arsip dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Gambar...
13 Gambar 1 Format Daftar Arsip...1)... DAFTAR ARSIP...2)... Unit Pengolah :...3)... Alamat :...3)... Telepon :...3)... No Isi (Uraian Masalah) Kurun Waktu Tingkat Perkembangan Jumlah Keterangan ) 5) 6) 7) 8) 9)...10) ) )... Petunjuk...
14 Petunjuk Pengisian Daftar Arsip: 1) Penggunaan kop surat: a) Untuk unit pengolah di lingkungan Sekretariat Kementerian, Deputi Kementerian, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara, Inspektorat, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan menggunakan kertas kop dengan logo dan nama instansi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, serta tidak menggunakan alamat b) Untuk unit pengolah di lingkungan Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, dan Sekretariat Militer Presiden menggunakan kertas kop dengan logo, nama instansi Kementerian Sekretariat Negara RI, nama satuan organisasi unit pengolah, serta tidak menggunakan alamat c) Untuk unit pengolah di lingkungan Istana Kepresidenan di daerah menggunakan kertas kop dengan logo, nama instansi Kementerian Sekretariat Negara RI, nama satuan organisasi Sekretariat Presiden, nama Istana Kepresidenan, serta tidak menggunakan alamat 2) Diisi dengan masalah/subyek arsip 3) Diisi dengan unit pengolah/unit kerja/satuan organisasi, alamat, dan nomor telepon unit pengolah 4) Diisi dengan nomor urut 5) Diisi dengan klasifikasi arsip dan masalah/isi informasi arsip 6) Diisi dengan kurun waktu/tahun arsip tercipta 7) Diisi dengan tingkat perkembangan arsip tersebut (asli, pertinggal, tembusan, salinan, atau fotokopi) 8) Diisi dengan jumlah arsip tersebut (berkas, bundel, map, folder, boks dan lain-lain) 9) Diisi dengan keterangan lain yang diperlukan, misalnya: nomor boks, keadaan fisik dan informasi arsip, dan lain-lain 10) Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun 11) Diisi dengan nama jabatan Eselon II/Eselon III/Eselon IV di unit pengolah yang bersangkutan 12) Diisi dengan nama pejabat Eselon II/Eselon III/Eselon IV di unit pengolah yang bersangkutan Gambar 2...
15 Gambar 2 Contoh Daftar Arsip c. Penyimpanan...
16 c. Penyimpanan Penyimpanan arsip aktif dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) memeriksa klasifikasi arsip pada arsip aktif yang akan disimpan; 2) membuat dan menempelkan label pada boks arsip atau folder berdasarkan klasifikasi arsip; dan 3) menyimpan dan menata arsip yang sudah dikelompokkan tersebut ke dalam folder/boks/filing cabinet arsip secara sistematis. d. Penyusutan Pelaksanaan penyusutan arsip aktif dilaksanakan di Unit Pengolah melalui kegiatan pemusnahan bahan nonarsip atau yang berlebihan/duplikasi, antara lain map dan formulir kosong. 2. Pengolahan Arsip Inaktif Pengolahan arsip inaktif diselenggarakan secara terpusat di Bagian Arsip, Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara oleh Arsiparis atau Pengadministrasi Umum Kementerian Sekretariat Negara. Rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam pengolahan arsip inaktif adalah sebagai berikut. a. Penelitian Penelitian arsip inaktif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) melakukan survei arsip ke unit pengolah yang akan memindahkan arsipnya untuk mengetahui jumlah, kondisi fisik arsip, dan jenis arsip; serta 2) menganalisis dan menilai arsip yang akan dipindahkan dengan berpedoman pada Jadwal Retensi Arsip (JRA). b. Pemberkasan Pemberkasan arsip inaktif dilakukan oleh Arsiparis/ Pengadministrasi Umum dengan memperhatikan kondisi arsip. 1) Untuk...
17 - 17-1) Untuk arsip tidak teratur pemberkasannya adalah sebagai berikut: a) memeriksa, memilah, dan menyeleksi arsip inaktif dengan bahan-bahan nonarsip dan duplikasi; b) mendeskripsi arsip inaktif; c) membuat skema pengaturan arsip; d) manuver kartu deskripsi; e) manuver fisik arsip; dan f) membuat daftar arsip. 2) Untuk arsip teratur pemberkasannya adalah sebagai berikut: a) memeriksa, memilah, dan menyeleksi arsip inaktif dengan bahan-bahan nonarsip dan duplikasi; b) mencocokkan daftar arsip dengan fisik arsip; dan c) menyempurnakan daftar arsip. c. Penyimpanan Penyimpanan arsip inaktif dilakukan oleh Arsiparis/ Pengadministrasi Umum dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) memasukkan berkas arsip inaktif ke dalam map/folder sesuai dengan daftar arsip; 2) menata map/folder arsip ke dalam boks arsip sesuai dengan daftar arsip; 3) membuat dan menempelkan label pada boks arsip sesuai dengan daftar arsip; 4) menata boks arsip ke dalam mobile file/rak arsip; dan 5) membuat dan menempelkan label pada mobile file/rak arsip sesuai dengan daftar arsip. d. Penyusutan Penyusutan arsip inaktif didasarkan pada JRA Kementerian Sekretariat Negara dan ketentuan dari ANRI. 1) Pemindahan a) Unit kerja di lingkungan Sekretariat Kementerian dan Deputi Kementerian dapat memindahkan arsip inaktif secara langsung ke Unit Kearsipan I. b) Unit kerja di lingkungan Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, dan Sekretariat Militer Presiden memindahkan arsip inaktif ke Unit Kearsipan II. Untuk selanjutnya Unit Kearsipan II dapat memindahkan arsip inaktif dimaksud ke Unit Kearsipan I. c) Unit...
18 c) Unit Kearsipan III memindahkan arsip inaktif ke Unit Kearsipan I dan berkoordinasi ke Unit Kearsipan II di Sekretariat Presiden. d) Kegiatan pemindahan arsip harus disertai daftar arsip pindah dan Berita Acara Pemindahan. Format dan Contoh Daftar Arsip Pindah dapat dilihat pada Gambar 3 dan Gambar 4. Gambar 3...
19 Gambar 3 Format Daftar Arsip Pindah KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA DAFTAR ARSIP PINDAH...1)... Unit Kerja/Satuan Organisasi :...2)... Alamat :...2)... Telepon :...2)... No Isi (Uraian Masalah) Kurun Waktu Tingkat Perkembangan Jumlah Keterangan ) 4) 5) 6) 7) 8)...9)... Kepala Biro Tata Usaha,...10)... Petunjuk...
20 Petunjuk Pengisian Daftar Arsip Pindah: 1) Diisi dengan masalah/subyek arsip 2) Diisi dengan nama unit kerja/satuan organisasi, alamat, dan nomor telepon pencipta arsip 3) Diisi dengan nomor urut 4) Diisi dengan masalah/isi informasi arsip per berkas atau per series arsip dan klasifikasi arsip 5) Diisi dengan kurun waktu/tahun arsip tercipta 6) Diisi dengan tingkat perkembangan arsip tersebut (asli, pertinggal, tembusan, salinan, fotokopi) 7) Diisi dengan jumlah arsip tersebut (berkas, bundel, map, folder, boks dan lain-lain) 8) Diisi dengan keterangan lain yang diperlukan, misalnya: nomor boks, keadaan fisik dan informasi arsip, dan lain-lain 9) Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun 10) Diisi dengan nama Kepala Biro Tata Usaha Gambar 4...
21 Gambar 4 Contoh Daftar Arsip Pindah Format...
22 Format dan Contoh Berita Acara Pemindahan dapat dilihat pada Gambar 5 dan Gambar 6. Gambar 5 Format Berita Acara Pemindahan Arsip Inaktif BERITA ACARA PEMINDAHAN ARSIP INAKTIF... 1)... Pada hari ini,..2) tanggal..3) bulan..3), tahun..3), dilaksanakan pemindahan arsip inaktif..4) dari..5) ke...6)... yang melibatkan: nama jabatan NIP Unit Kearsipan :..7) :..8) :..9) :..10) dalam hal ini bertindak atas nama..11), sebagai Pihak I, nama jabatan NIP Unit Pengolah/Unit Kearsipan II/Unit Kearsipan III :..12) :..13) :..14) :..15) dalam hal ini bertindak atas nama..16),sebagai Pihak II. Pihak I menerima tanggung jawab dan wewenang pengelolaan arsip sebagaimana dimaksud dalam daftar terlampir dari Pihak II. Pihak I akan memberikan layanan arsip kepada Pihak II. Pihak I (.17)...) Pihak II ( 18) ) Mengetahui: 1. Pimpinan Unit Kearsipan Pihak I 2. Kepala/Atasan Langsung Pihak II ( 19) ) ( 20) ) Petunjuk...
23 Petunjuk Pengisian Berita Acara Pemindahan Arsip Inaktif: 1) Diisi dengan nomor berita acara 2) Diisi dengan nama hari 3) Diisi dengan tanggal, bulan, dan tahun 4) Diisi dengan nama arsip yang akan dipindahkan 5) Diisi dengan nama pencipta arsip 6) Diisi dengan nama unit pengolah/unit kearsipan II/unit kearsipan III yang menerima 7) Diisi dengan nama pejabat yang menerima arsip 8) Diisi dengan nama jabatan yang bersangkutan 9) Diisi dengan NIP dari pejabat yang bersangkutan 10) Diisi dengan unit kearsipan yang menerima pemindahan arsip 11) Diisi dengan unit kearsipan yang bersangkutan 12) Diisi dengan nama pejabat dari unit kerja yang memindahkan arsip 13) Diisi dengan nama jabatan yang bersangkutan 14) Diisi dengan NIP dari pejabat yang bersangkutan 15) Diisi dengan nama unit pengolah/unit kearsipan II/unit kearsipan III yang menyerahkan 16) Diisi dengan nama unit pengolah/unit kearsipan II/unit kearsipan III yang menyerahkan 17) Diisi dengan tanda tangan pejabat yang menerima arsip 18) Diisi dengan tanda tangan pejabat yang memindahkan arsip 19) Diisi dengan tanda tangan pimpinan unit kearsipan Pihak I 20) Diisi dengan tanda tangan kepala/atasan langsung Pihak II Gambar...
24 Gambar 6 Contoh Berita Acara Pemindahan Arsip Inaktif 2) Pemusnahan...
25 2) Pemusnahan Pemusnahan arsip inaktif adalah kegiatan menghancurkan atau meniadakan fisik dan informasi arsip melalui cara-cara tertentu, sehingga fisik dan informasinya tidak dapat dikenali lagi. Pemusnahan arsip ini memiliki resiko yang tinggi, karena arsip yang sudah terlanjur dimusnahkan tidak dapat diciptakan atau diadakan lagi. Pemusnahan arsip dilakukan terhadap arsip yang: a) tidak memiliki nilai guna baik nilai guna primer maupun nilai guna sekunder; b) telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan JRA; c) tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang; dan d) tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara. Prosedur pemusnahan arsip: a) Pembentukan Panitia Penilai Arsip yang anggotanya terdiri dari Bagian Arsip, unit kerja pencipta arsip, Inspektorat, Asisten Deputi Hukum, dan narasumber dari ANRI; b) Pemeriksaan dan penyeleksian arsip oleh Panitia Penilai Arsip berdasarkan JRA untuk mengetahui arsip tersebut telah habis jangka simpannya; c) Penyusunan Daftar Arsip Usul Musnah; d) Verifikasi Daftar Arsip Usul Musnah dilakukan dengan cara: (1) mencermati Daftar Arsip Usul Musnah; (2) mencocokkan Daftar Arsip Usul Musnah dengan JRA, khususnya pada kolom retensi inaktif dan berketerangan musnah. e) Penilaian dilakukan oleh Panitia Penilai Arsip terhadap Daftar Arsip Usul Musnah dan verifikasi/uji petik secara langsung terhadap fisik arsip. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam pertimbangan tertulis dari Panitia Penilai Arsip yaitu Berita Acara Penelitian dan Penilaian Arsip; f) Penyusunan Daftar Arsip Musnah atas persetujuan Kepala Biro Tata Usaha; g) Permintaan...
26 g) Permintaan persetujuan pemusnahan dari Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara kepada Kepala ANRI dengan dilampiri Daftar Arsip Musnah serta Berita Acara Penelitian dan Penilaian Arsip; h) Kepala Biro Tata Usaha mengeluarkan penetapan terhadap arsip yang akan dimusnahkan dengan mengacu pada persetujuan tertulis dari pencipta arsip atau Kepala ANRI; i) Pelaksanaan pemusnahan arsip: (1) Dilakukan dengan membuat Berita Acara Pemusnahan beserta Daftar Arsip Musnah yang dibuat rangkap 2. Berita Acara tersebut ditandatangani oleh Kepala Biro Tata Usaha dan disaksikan oleh perwakilan unit pencipta arsip serta Asisten Deputi Bidang Hukum dan/atau Inspektorat. (2) Dilakukan dengan cara dihancurkan menggunakan mesin perajang kertas sehingga tidak dikenal lagi fisik dan informasinya. Format dan Contoh Daftar Arsip Musnah dapat dilihat pada Gambar 7 dan Gambar 8. Gambar 7...
27 Gambar 7 Format Daftar Arsip Musnah KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA DAFTAR ARSIP MUSNAH...1)... Instansi :...2)... Alamat :...2)... Telepon :...2)... No Isi (Uraian Masalah) Kurun Waktu Tingkat Perkembangan Jumlah Keterangan 3) 4) 5) 6) 7) 8)...9)... Kepala Biro Tata Usaha,...10)... Petunjuk...
28 Petunjuk Pengisian Daftar Arsip Musnah: 1) Diisi dengan nama/jenis arsip yang dimusnahkan 2) Diisi dengan nama instansi, alamat, dan nomor telepon 3) Diisi dengan nomor urut 4) Diisi dengan masalah/isi informasi arsip 5) Diisi dengan kurun waktu/tahun arsip tercipta 6) Diisi dengan tingkat perkembangan arsip tersebut (asli, pertinggal, tembusan, salinan, fotokopi) 7) Diisi dengan jumlah arsip tersebut (berkas, bundel, map, folder, boks dan lain-lain) 8) Diisi dengan keterangan lain yang diperlukan, misalnya: nomor boks, keadaan fisik dan informasi arsip, dan lain-lain 9) Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun 10) Diisi dengan nama Kepala Biro Tata Usaha Gambar 8...
29 MENTERI SEKRETARIS NEGARA Gambar 8 Contoh Daftar Arsip Musnah Contoh...
30 Contoh Berita Acara Penelitian dan Penilaian Arsip yang Diusulkan untuk Dimusnahkan dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9 Contoh Berita Acara Penelitian dan Penilaian Arsip yang Diusulkan Musnah 5. Pelaksanaan...
31 Format...
32 Format dan Contoh Berita Acara Pemusnahan Arsip dapat dilihat pada Gambar 10 dan Gambar 11. Gambar 10 Format Berita Acara Pemusnahan Arsip BERITA ACARA PEMUSNAHAN ARSIP Nomor:..1) Pada hari ini..2), tanggal..3), bulan..3), tahun..3), yang bertanda tangan di bawah ini, berdasarkan Jadwal Retensi Arsip Kementerian Sekretariat Negara RI dan Surat Persetujuan dari Arsip Nasional RI Nomor..4), tanggal..5), telah melaksanakan pemusnahan arsip..5), berjumlah..6), sebagaimana daftar arsip musnah terlampir. Pemusnahan arsip dilakukan dengan cara menghancurkan arsip-arsip dimaksud memakai mesin perajang kertas. Kepala Biro Tata Usaha, Saksi-saksi: ( 7)..) 1. ( 8).) 2. ( 8).) 3. ( 8) ) 4. ( 8) ) Petunjuk...
33 Petunjuk Pengisian Berita Acara Pemusnahan Arsip: 1) Diisi dengan angka dan huruf 2) Diisi dengan hari 3) Diisi dengan angka/huruf 4) Diisi dengan nomor surat 5) Diisi dengan tanggal surat 6) Diisi dengan nama/judul arsip yang akan dimusnahkan 7) Diisi dengan tanda tangan Kepala Biro Tata Usaha 8) Diisi dengan tanda tangan Kepala Bagian pejabat pencipta arsip dan pejabat di bidang hukum/pengawasan di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara Gambar 11...
34 Gambar 11 Contoh Berita Acara Pemusnahan Arsip 3) Penyerahan...
35 3) Penyerahan Penyerahan arsip ke ANRI dilakukan jika arsip tersebut merupakan arsip statis dan bernilai guna sekunder. Arsip memiliki nilai guna sekunder apabila arsip tersebut bernilai sejarah dan bermanfaat baik bagi instansi/pihak pencipta arsip maupun instansi/pihak lain sebagai bahan bukti dan bahan pertanggungjawaban nasional. Penyerahan arsip statis dilakukan terhadap arsip yang: a) memiliki nilai guna kesejarahan; b) telah habis retensinya; dan/atau c) berketerangan dipermanenkan sesuai dengan JRA. Prosedur penyerahan arsip: a) Pemeriksaan dan penyeleksian arsip oleh Arsiparis dari unit kearsipan berdasarkan JRA untuk mengetahui arsip tersebut memiliki nilai guna sejarah, telah habis jangka simpannya sesuai dengan JRA, dan berketerangan dipermanenkan; b) Verifikasi dan persetujuan oleh Kepala ANRI. Verifikasi dilakukan dengan cara: (1) Mencermati daftar arsip usul serah; (2) Pencocokan daftar arsip usul serah dengan JRA, khususnya pada kolom retensi inaktif dan berketerangan permanen. c) Panitia Penilai Arsip melakukan penilaian terhadap daftar arsip usul serah dan verifikasi/uji petik secara langsung terhadap fisik arsip. d) Penyusunan Daftar Arsip Serah oleh Arsiparis di unit kearsipan atas persetujuan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara; e) Permintaan persetujuan penyerahan arsip dari Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara kepada Menteri Sekretaris Negara dengan dilampiri Daftar Arsip Serah; f) Pemberitahuan akan menyerahkan arsip statis oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara kepada Kepala ANRI disertai dengan pernyataan dari Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara bahwa arsip yang diserahkan autentik, terpercaya, utuh, dan dapat digunakan; g) Penetapan...
36 g) Penetapan arsip yang akan diserahkan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara; dan h) Pelaksanaan penyerahan arsip: (1) Dilakukan dengan penandatanganan Daftar Arsip Serah (rangkap 2) oleh Sekretaris kementerian Sekretariat negara dan Kepala ANRI; (2) Dilakukan dengan membuat Berita Acara Penyerahan Berita Acara tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara dan Kepala Arsip Nasional di atas materai. Format dan Contoh Daftar Arsip Serah dapat dilihat pada Gambar 11 dan Gambar 12. Gambar 12...
37 MENTERI SEKRETARIS NEGARA Gambar 12 Format Daftar Arsip Serah KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA DAFTAR ARSIP SERAH...1)... Instansi :...2)... Alamat :...2)... Telepon :...2)... No Isi (Uraian Masalah) Kurun Waktu Tingkat Perkembangan Jumlah Keterangan 3) 4) 5) 6) 7) 8) Kepala Arsip Nasinal Republik Indonesia,...9)... Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara,...11) )... Petunjuk...
38 Petunjuk Pengisian Daftar Arsip Serah: 1) Diisi dengan nama/jenis arsip yang diserahkan 2) Diisi dengan nama instansi, alamat, dan nomor telepon 3) Diisi dengan nomor urut 4) Diisi dengan masalah/isi informasi arsip per berkas atau per series arsip 5) Diisi dengan kurun waktu/tahun arsip tercipta 6) Diisi dengan tingkat perkembangan arsip tersebut (asli, pertinggal, tembusan, salinan, fotokopi) 7) Diisi dengan jumlah arsip tersebut (berkas, bundel, map, folder, boks dan lain-lain) 8) Diisi dengan keterangan lain yang diperlukan, misalnya: nomor boks, keadaan fisik dan informasi arsip, dan lain-lain 9) Diisi dengan tempat dan tanggal penandatangan 10) Diisi dengan nama, NIP, dan tanda tangan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara 11) Diisi dengan nama, NIP, dan tanda tangan Kepala Arsip Nasional RI Gambar 13...
39 MENTERI SEKRETARIS NEGARA Gambar 13 Contoh Daftar Arsip Serah Format...
40 Format dan Contoh Berita Acara Serah Terima Arsip dapat dilihat pada Gambar 14 dan Gambar 15. Gambar 14 Format Berita Acara Serah Terima Arsip BERITA ACARA SERAH TERIMA ARSIP KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA Nomor:..1a)..1b) Sehubungan dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, pada hari ini..2), tanggal..2) bulan..2), tahun..2), bertempat di..3), kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : 4)... Jabatan : 5)... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kementerian Sekretariat Negara RI, selanjutnya disebut Pihak I, 2. Nama : 6).. Jabatan : 7).. dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Arsip Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Pihak II, menyatakan telah mengadakan serah terima arsip 8).. sebagaimana daftar terlampir. Selanjutnya arsip tersebut dilestarikan di Arsip Nasional Republik Indonesia untuk dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian, ilmu pengetahuan, dan kemasyarakatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan yang berlaku. Yang Menerima Yang Menyerahkan Pihak II, Pihak I, 11) ( 12) ) 9)... ( 10) ) Petunjuk...
41 Petunjuk Pengisian Berita Acara Serah Terima Arsip: 1) Diisi dengan nomor: a) Diisi dengan nomor berita acara Kemensetneg b) Diisi dengan nomor berita acara ANRI 2) Diisi dengan hari, angka/huruf 3) Diisi dengan tempat penyerahan arsip secara simbolis 4) Diisi dengan nama Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara 5) Diisi dengan jabatan yang bersangkutan 6) Diisi dengan nama pejabat ANRI yang berwenang menerima arsip statis 7) Diisi dengan jabatan yang bersangkutan 8) Diisi dengan masalah/subyek arsip yang diserahkan 9) Diisi dengan tanda tangan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara di atas materai untuk selanjutnya diperuntukkan bagi ANRI 10) Diisi dengan nama Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara 11) Diisi dengan tanda tangan pejabat ANRI di atas materai untuk selanjutnya diperuntukkan bagi Kementerian Sekretariat Negara 12) Diisi dengan nama pejabat ANRI yang berwenang menerima arsip statis Gambar 15...
42 Gambar 15 Contoh Berita Acara Serah Terima Arsip C. Peralatan...
43 C. Peralatan Pengolahan Arsip 1. Folder Kartu Deskripsi a. Bentuk 15 cm..2)..3)... 1) 11 cm..4)..5).6).7) b. Petunjuk Pengisian Kartu Deskripsi 1. Diisi dengan kode pembuat deskripsi dan nomor definitif 2. Diisi dengan bentuk redaksi arsip 3. Diisi dengan isi ringkas/informasi arsip 4. Diisi dengan kurun waktu arsip 5. Diisi dengan kondisi arsip 6. Diisi dengan tingkat perkembangan arsip 7. Diisi dengan jumlah arsip 3. Boks...
44 Boks Arsip a. Bentuk b. Petunjuk Pengisian Boks Arsip Boks arsip diisi berkas arsip yang telah dikelompokkan dan diberkaskan (berdasarkan subjek, numerik, alphabet, geografis, atau asal-usul arsip). 4. Label Boks Arsip a. Label Boks Arsip Aktif 1) Bentuk...1)... BOKS...2)... 9 cm No....3)... 7 cm 2) Petunjuk...
45 - 45-2) Petunjuk Pengisian Label Boks Arsip Aktif a) Diisi dengan klasifikasi arsip yang disimpan dalam boks arsip tersebut b) Diisi dengan nomor boks arsip c) Diisi dengan nomor urut arsip yang disimpan b. Label Boks Arsip Inaktif 1) Bentuk...1)... BOKS...2)... 9 cm No....3)... 7 cm 2) Petunjuk Pengisian Label Boks Arsip Inaktif a) Diisi dengan masalah/subyek arsip yang disimpan dalam boks arsip tersebut b) Diisi dengan nomor boks arsip c) Diisi dengan nomor urut arsip yang disimpan 5. Rak...
46 5. Rak Arsip Bergerak Rak Arsip Tidak Bergerak 7. Filing...
47 Filing Cabinet Bentuk filing cabinet dan cara menata arsip di dalamnya (lihat arah panah). BAB IV...
48 BAB IV PELAYANAN PEMINJAMAN ARSIP A. Tujuan Peminjaman Arsip Dalam rangka memberikan dukungan kepada pimpinan satuan organisasi/unit kerja dalam pengambilan kebijakan dan pengumpulan data/informasi bagi instansi pemerintah dan masyarakat yang menggunakan arsip Kementerian Sekretariat Negara, perlu dilakukan kegiatan peminjaman arsip. Tujuan peminjaman arsip adalah untuk memberikan akses arsip kepada pengguna arsip baik di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara maupun pihak lain untuk kepentingan kedinasan, pemeriksaan, penelitian, dan untuk pelestarian. Peminjaman arsip dari pihak luar, berpedoman pada Standar Pelayanan Pemberian Informasi Publik kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dikoordinasikan oleh Kepala Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian. B. Mekanisme Peminjaman 1. Mekanisme Peminjaman di Unit Kearsipan I Mekanisme peminjaman arsip di Bagian Arsip, Biro Tata Usaha, Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara adalah sebagaimana tergambar pada flowchart sebagai berikut. Bagan 1...
49 Bagan 1 Flowchart Mekanisme Peminjaman Arsip di Unit Kearsipan I Penerimaan dan pencatatan memorandum/surat permohonan peminjaman arsip yang telah mendapat arahan dari Karo TU Penugasan Kabag Arsip kepada Kasubbag Invenlah untuk menindaklanjuti arahan Karo TU Penelitian memorandum/surat permohonan peminjaman arsip Penugasan Kasubbag Invenlah kepada arsiparis/staf guna penemuan kembali arsip yang dipinjam Penemuan kembali arsip Penggandaan/copy dokumen Pengisian dan penandatanganan lembar peminjaman Berdasarkan flowchart tersebut, mekanisme peminjaman arsip di Bagian Arsip dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Staf Bagian Arsip menerima dan mencatat memorandum permohonan peminjaman arsip inaktif dari satuan organisasi/unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang telah mendapat arahan dari Kepala Biro Tata Usaha, kemudian menyampaikannya kepada Kepala Bagian Arsip. 2) Kepala Bagian menugaskan Kepala Subbagian Inventarisasi dan Pengolahan untuk menindaklanjuti arahan Kepala Biro Tata Usaha. 3) Kepala...
50 - 50-3) Kepala Subbagian Inventarisasi dan Pengolahan melakukan penelitian terhadap memorandum/surat permohonan peminjaman arsip. 4) Kepala Subbagian Inventarisasi dan Pengolahan menugaskan arsiparis/ staf pada Bagian Arsip untuk melakukan penemuan kembali (pencarian) arsip yang dipinjam. 5) Arsiparis/staf Bagian Arsip melakukan penemuan kembali arsip yang akan dipinjam. 6) Arsiparis/staf Bagian Arsip melakukan penggandaan dokumen/arsip yang dipinjam. 7) Arsiparis melakukan pengisian dan penandatangan lembar peminjaman arsip yang tersedia dan meminta tanda tangan peminjam. Mekanisme peminjaman di Unit Kearsipan II dan Unit Kearsipan III sama dengan mekanisme peminjaman di Unit Kearsipan I dengan penyesuaian pejabat yang menangani pada masing-masing Unit Kearsipan. Formulir Lembar Peminjaman Arsip dapat dilihat pada Gambar 16. Gambar 16...
51 Gambar 16 Formulir Lembar Peminjaman Arsip KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA Biro Tata Usaha Pusat Arsip Inaktif LEMBAR PEMINJAMAN ARSIP No. : 1) Arsip-arsip yang tercantum di bawah ini dipinjam hanya untuk keperluan dinas Tidak dibenarkan menambah dan/atau mengurangi sesuatu pun dari berkas Harus dikembalikan dalam keadaan utuh/lengkap kepada Pusat Arsip Inaktif 1. Nama Peminjam :...2) 2. Unit Kerja/Alamat :...3) 3. Lokasi Penyimpanan :...4) 4 Jumlah Dokumen :...5) 5. Nama Dokumen :...6) 6. Tanggal Peminjaman :...7) 7. Tanggal Pengembalian :...8) Tanda Tangan Peminjam, Pusat Arsip Inaktif,...9) )... NIP.... NIP.... Petunjuk Pengisian Formulir Peminjaman Arsip: 1) Diisi nomor lembar peminjaman tersebut 2) Diisi nama peminjam 3) Diisi satuan kerja peminjam 4) Diisi lokasi peminjaman arsip 5) Diisi jumlah arsip yang dipinjam 6) Diisi masalah arsip yang dipinjam 7) Diisi tanggal arsip yang dipinjam 8) Diisi tanggal arsip yang dikembalikan oleh peminjam 9) Diisi tanda tangan dan NIP peminjam 10) Diisi tanda tangan dan NIP Arsiparis/Pengadministrasi Umum yang meminjamkan arsip 2. Mekanisme...
52 Mekanisme Peminjaman di Unit Pengolah Mekanisme peminjaman arsip di Unit Pengolah adalah sebagaimana tergambar pada flowchart sebagai berikut. Bagan 2 Flowchart Mekanisme Peminjaman Arsip di Unit Pengolah Penerimaan memorandum permohonan peminjaman Penelitian memorandum/surat permohonan peminjaman Pencarian arsip yang akan dipinjam Pengambilan arsip dan pemberian tanda khusus Pencocokan arsip yang ditemukan dengan data dan informasi yang diminta Penggandaan/fotokopi dokumen Penyerahan arsip kepada peminjam Pengisian dan penandatanganan lembar peminjaman Berdasarkan flowchart tersebut, mekanisme peminjaman arsip di Unit Pengolah dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Unit Pengolah menerima arahan dari pimpinan unit kerja berkaitan dengan memorandum permohonan peminjaman arsip dari pimpinan unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. 2) Pejabat...
53 - 53-2) Pejabat Eselon III/Eselon IV Unit Pengolah meneliti memorandum/surat permohonan peminjaman arsip. 3) Arsiparis/Penanggung Jawab Arsip/Pengadministrasi Umum mencari arsip yang akan dipinjam dari Daftar Arsip. 4) Arsiparis/Penanggung Jawab Arsip/Pengadministrasi Umum mengambil arsip dari tempat penyimpanan arsip dan memberi tanda khusus. 5) Arsiparis/Penanggung Jawab Arsip/Pengadministrasi Umum mencocokkan arsip yang ditemukan dengan data dan informasi yang diminta. 6) Arsiparis/Penanggung Jawab Arsip/Pengadministrasi Umum menggandakan dokumen yang dipinjam. Untuk peminjaman dokumen asli, hanya boleh dilakukan oleh pemilik arsip dengan jangka waktu yang telah disepakati. 7) Arsiparis/Penanggung Jawab Arsip/Pengadministrasi Umum menyerahkan arsip yang akan dipinjam kepada peminjam. 8) Arsiparis/Penanggung Jawab Arsip/Pengadministrasi Umum mengisi dan menandatangani lembar peminjaman arsip. BAB V...
54 BAB V PERAWATAN ARSIP A. Tujuan Perawatan Arsip Tujuan perawatan arsip adalah untuk pemeliharaan, perlindungan, pengamanan, dan penyelamatan terhadap fisik dan informasi arsip agar tahan lama, menghindarkan dari kerusakan, dan memudahkan dalam penemuan kembali arsip secara cepat, tepat, dan lengkap. B. Pemeliharaan dan Perlindungan Arsip Kegiatan pemeliharaan dan perlindungan arsip meliputi: 1) memeriksa dan memberi kapur barus pada folder, boks arsip, filing cabinet dan rak arsip/lemari arsip secara berkala; 2) melakukan fumigasi ruang penyimpanan arsip secara berkala (setahun minimal sekali); 3) menjaga suhu ruang penyimpanan arsip tidak lebih dari dari 20ºC dan kelembaban tidak lebih dari 50%; 4) menjaga kebersihan ruang penyimpanan arsip; 5) tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang penyimpanan arsip; dan 6) tidak diperkenankan untuk merokok di ruang penyimpanan arsip. C. Pengamanan dan Penyelamatan Arsip Dalam rangka memelihara dan mengamankan informasi yang terkandung dalam arsip, Kementerian Sekretariat Negara perlu melakukan back up arsip dengan cara mengalihmediakan arsip ke dalam format atau bentuk lain. Kegiatan alih media dapat dilakukan ke dalam bentuk mikro dan digital, seperti mikrofilm, DVD/hard disk. Mekanisme pengalihmediaan arsip ke dalam media lain dilaksanakan melalui: 1. Mikrofilm...
55 Mikrofilm a) Melakukan inventarisasi arsip b) Melakukan penilaian arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip dan nilai guna arsip c) Melakukan inventarisasi dan pemberkasan arsip d) Melakukan penyiapan arsip yang akan dimikrofilm dengan cara: (1) Melepaskan paper clip dan staples dari setiap berkas arsip (2) Menyambung dengan tape transparan dari setiap berkas yang robek (3) Menyatukan kertas-kertas yang berukuran kecil sesuai dengan ukuran kertas standar dengan menggunakan lem transparan (4) Melepaskan atau memusnahkan lampiran yang tidak diperlukan seperti amplop, lembaran disposisi, tanda terima, dan sebagainya lalu dilanjutkan dengan mempersiapkan peralatan mikrofilmnya e) Melakukan pemberkasan arsip f) Membuat Daftar Arsip Mikrofilm g) Melakukan pemotretan arsip h) Melakukan pencucian mikrofilm i) Melakukan Pengecekan terhadap mikrofilm yang sudah dicuci dengan menggunakan alat microreaderprinter dan sejenisnya j) Membuat Berita Acara Alih Media Arsip 2. DVD/Harddisk a) Melakukan inventarisasi dan pemberkasan arsip b) Melakukan penyiapan arsip yang akan dialihmediakan dengan cara: (1) Melepaskan paper clip dan staples dari setiap berkas arsip (2) Menyambung dengan tape transparan dari setiap berkas yang robek (3) Menyatukan kertas-kertas yang berukuran kecil sesuai dengan ukuran kertas standar dengan menggunakan lem transparan (4) Melepaskan atau memusnahkan lampiran yang tidak diperlukan seperti amplop, lembaran disposisi, tanda terima, dan sebagainya lalu dilanjutkan dengan mempersiapkan scanner c) Membuat Daftar Arsip d) Melakukan scanning e) Melakukan pengecekan terhadap hasil scanning f) Membuat Berita Acara Alih Media Arsip Format...
56 Format dan Contoh Daftar Arsip Mikrofilm/DVD/Digital dapat dilihat pada Gambar 17 dan Gambar 18. Gambar 17 Format Daftar Arsip Mikrofilm/DVD/Digital...1)... DAFTAR ARSIP MIKROFILM/DVD/DIGITAL..2) Unit Kerja/Satuan Organisasi :...3)... Alamat :...3)... Telepon :...3)... No Isi (Uraian Masalah) Kurun Waktu Tingkat Perkembangan Keterangan ) 5) 6) 7) 8)...9) ) )... Petunjuk...
57 Petunjuk Pengisian Daftar Arsip Mikrofilm/DVD/Digital: 1) Penggunaan kop surat: a) Untuk unit pengolah di lingkungan Sekretariat Kementerian, Deputi Kementerian, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara, Inspektorat, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan menggunakan kertas kop dengan logo dan nama instansi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, serta tidak menggunakan alamat b) Untuk unit pengolah di lingkungan Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, dan Sekretariat Militer Presiden menggunakan kertas kop dengan logo, nama instansi Kementerian Sekretariat Negara RI, nama satuan organisasi unit pengolah, serta tidak menggunakan alamat c) Untuk unit pengolah di lingkungan Istana Kepresidenan di daerah menggunakan kertas kop dengan logo, nama instansi Kementerian Sekretariat Negara RI, nama satuan organisasi Sekretariat Presiden, nama Istana Kepresidenan, serta tidak menggunakan alamat 2) Diisi dengan nama arsip yang dialihmediakan 3) Diisi dengan nama unit kerja/satuan organisasi, alamat, dan nomor telepon 4) Diisi dengan nomor urut 5) Diisi dengan masalah/isi informasi arsip per berkas atau per series arsip dan klasifikasi arsip 6) Diisi dengan kurun waktu/tahun arsip tercipta 7) Diisi dengan tingkat perkembangan arsip tersebut (asli, pertinggal, tembusan, salinan, atau fotokopi) 8) Diisi dengan jumlah arsip tersebut (berkas, bundel, map, folder, boks dan lain-lain) 9) Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun 10) Diisi dengan nama jabatan Eselon II/Eselon III/Eselon IV di unit kerja/satuan organisasi yang bersangkutan 11) Diisi dengan nama pejabat Eselon II/Eselon III/Eselon IV di unit kerja/satuan organisasi yang bersangkutan Gambar 18...
58 Gambar 18 Contoh Daftar Arsip Mikrofilm/DVD/Digital Format...
59 Format dan Contoh Berita Acara Alih Media dapat dilihat pada Gambar 19 dan Gambar 20. Gambar 19 Format Berita Acara Alih Media BERITA ACARA ALIH MEDIA..1) Nomor..2) Pada hari ini,..3) tanggal..4) bulan..4), tahun..4), di..5) telah dilaksanakan alih media arsip..6) ke mikrofilm/dvd/digital dengan penjelasan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan kegiatan alih media..7) dilakukan oleh..8). 2. Arsip yang dialihmediakan (dalam hal ini..9) ) dibuat di atas kertas dan telah dialihmediakan ke dalam bentuk mikrofilm/dvd/digital sesuai dengan naskah aslinya tanpa ada penambahan dan pengurangan terhadap isi dari arsip dimaksud. Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta,..10)... Kepala Biro Tata Usaha, Saksi-Saksi ),...11)... (..13) ) ), (..13) ) Petunjuk...
60 Petunjuk Pengisian Berita Acara Alih Media: 1) Diisi dengan nama arsip yang dialihmedikan 2) Diisi dengan nomor berita acara 3) Diisi dengan hari 4) Diisi dengan huruf dan angka 5) Diisi dengan tempat kegiatan alih media 6) Diisi dengan nama arsip yang dialihmediakan 7) Diisi dengan nama arsip yang dialihmediakan 8) Diisi dengan pelaksana alih media arsip 9) Diisi dengan nama arsip yang dialihmediakan 10) Diisi dengan tanggal penandatanganan berita acara 11) Diisi dengan nama dan tanda tangan Kepala Biro Tata Usaha 12) Diisi dengan nomenklatur jabatan Eselon III/IV pencipta arsip 13) Diisi dengan tanda tangan, nama, dan NIP pejabat Eselon III/IV pencipta arsip Gambar 20...
61 Gambar 20 Contoh Berita Acara Alih Media BAB VI...
62 BAB VI PENUTUP Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Arsip Kementerian Sekretariat Negara merupakan pedoman dalam penyelenggaraan kearsipan bagi para pejabat dan pegawai di unit kearsipan dan unit pengolah pada setiap satuan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. MENTERI SEKRETARIS NEGARA, ttd. PRATIKNO Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja, Nandang Haris
KATA PENGANTAR. Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden, Garibaldi Sujatmiko
KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden, disebutkan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tugas pemberian
BAB II PERANGKAT KEARSIPAN
BAB II PERANGKAT KEARSIPAN A. Pengertian Perangkat kearsipan adalah semua alat perlengkapan yang digunakan dalam pengelolaan arsip di lingkungan Sekretariat Negara, yang meliputi organisasi kearsipan,
BAB III PENGURUSAN ARSIP
BAB III PENGURUSAN ARSIP A. Pengertian Pengurusan Arsip adalah rangkaian kegiatan teknis kearsipan yang sistematis meliputi: penelitian, pengolahan, penyimpanan, pelayanan, pemeliharaan, dan penyusutan
2017, No Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Ta
No.1401, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. Tata Kearsipan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1083, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT. Arsip. Penyusutan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR : 54 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR : 54 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN 2012 GUBERNUR
MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAB VI PENYUSUTAN ARSIP AUDIO-VISUAL
- 26 - BAB VI PENYUSUTAN ARSIP AUDIO-VISUAL A. Tujuan Penyusutan Arsip Audio-Visual Tujuan penyusutan arsip audio-visual adalah untuk: 1. mengurangi jumlah arsip audio-visual yang ada di Unit Pengolah
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1499, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Arsip. Penyusutan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM.94 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
WALI KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BANDUNG,
SALINAN WALI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALI KOTA BANDUNG NOMOR 1299 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN UNIT KEARSIPAN PADA PERANGKAT DAERAH, BADAN USAHA MILIK DAERAH DAN LEMBAGA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.505, 2014 BNN. Kearsipan. Dinamis. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN KEARSIPAN DINAMIS BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk
WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR
WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 51 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PROBOLINGGO, Menimbang :
GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI UNIT KEARSIPAN PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 7 TAHUN 2014 TANGGAL 28 MARET 2014 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 7 TAHUN 2014 TANGGAL 28 MARET 2014 I. PENGURUSAN DAN PENGENDALIAN NASKAH DINAS BNN A. Naskah Dinas Masuk 1. Pada Unit Pengolah
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DI LINGKUNGAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 16 TAHUN 2017 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAWASLU, Arsip. Retendi. Jadwal
No.1869, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAWASLU, Arsip. Retendi. Jadwal PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP DI LINGKUNGAN
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 48 TAHUN 2017 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 48 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ARSIP INAKTIF DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
-2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM
-2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Komisi Pemilihan
SISTEMATIKA JADWAL RETENSI ARSIP DI BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
LAMPIRAN PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM SISTEMATIKA JADWAL RETENSI ARSIP DI BADAN
2015, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektron
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1038, 2015 BAPPENAS. Tata Kearsipan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG GERAKAN NASIONAL SADAR TERTIB ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG GERAKAN NASIONAL SADAR TERTIB ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ' KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI,
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) PERATURAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR 09y TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN TATA KEARSIPAN BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN
TATA CARA PENYUSUTAN ARSIP
LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 23/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN ARSIP DINAMIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT TATA CARA PENYUSUTAN ARSIP A.
Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BOGOR dan BUPATI BOGOR
SALINAN Menimbang Mengingat BUPATI BOGOR PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOGOR, : a. bahwa
LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TANGGAL : 30 Juni 2011
LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TANGGAL : 30 Juni 2011 PENYELENGGARAAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN BAB I PENGURUSAN DAN PENGENDALIAN NASKAH
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1787, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA ANRI. Penyusutan Arsip. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DENGAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.894, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Arsip. Dokumentasi. Informasi Publik. Pengelola. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA
Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT LD. 6 2013 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN,
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.426, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KPU. Arsip. Dinamis. Pengelolaan. PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT
GUBERNURNUSA TENGGARA BARAT
GUBERNURNUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DAN DOKUMENTASI SERTA INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGARAAN KEARSIPAN
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 93 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PEMERINTAH DAERAH
BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 93 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PEMERINTAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI KULON PROGO,
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang
RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN
Mohon masukan dan saran dapat disampaikan melalui email : [email protected] atau [email protected] draft tim perumus 16 Maret 2011 RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR
BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT
BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MAJENE, Menimbang: a. bahwa arsip
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851); 3. Undang-Undang Nomor 8
SALINAN BUPATI TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TASIKMALAYA, Menimbang
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA
Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMUSNAHAN ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 79 TAHUN 2011 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 79 TAHUN 2011 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjamin
BAB II SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS INAKTIF
BAB II SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS INAKTIF 2.1. Pengertian Sebelum penulis melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai penggolongan arsip, maka terlebih dahulu membahas tentang sistem. Menurut (Nurlela,
Standar Pelayanan Penyimpanan Arsip Inaktif di Lingkungan Sekretariat Negara
- 542-4. Standar Pelayanan Penyimpanan Arsip Inaktif di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENYIMPANAN ARSIP INAKTIF DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum
- 1 - BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG
- 1 - SALINAN SALINAN BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYUSUTAN ARSIP KEUANGAN BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP DENGAN RAHMAT
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENETAPAN JADWAL RETENSI ARSIP
SALINAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA
2017, No d. kearsipan untuk mendukung tata kelola organisasi yang baik; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huru
No.598, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KPK. Pedoman Kearsipan. PERATURAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN KEARSIPAN DI LINGKUNGAN KOMISI PEMBERANTASAN
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN NOMOR 1/SP/SETWAPRES/D-5/TUPEG/11/2011 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP SUBSTANTIF DAN FASILITATIF NON KEUANGAN DAN NON KEPEGAWAIAN PEMERINTAH PROVINSI
PROVINSI JAWA BARAT KABUPATEN TASIKMALAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN
PROVINSI JAWA BARAT KABUPATEN TASIKMALAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TASIKMALAYA, Menimbang : a.
Arsip Nasional Republik Indonesia
Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyerahan Arsip Statis telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal November 2011 SEKRETARIS UTAMA, GINA
BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG
SALINAN BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYUSUTAN ARSIP KEPEGAWAIAN BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 46 Tahun : 2015
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor 46 Tahun 2015 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ARSIP FOTO DI LINGKUNGAN
NOMOR : 2 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2014 BUPATI BEKASI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2 TAHUN 2014 TENTANG
NOMOR : 2 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2014 BUPATI BEKASI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN KEARSIPAN DINAMIS BADAN NARKOTIKA NASIONAL
PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN KEARSIPAN DINAMIS BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL, Menimbang : a.
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP KEPEGAWAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEJABAT NEGARA PEMERINTAH PROVINSI
GUBERNURNUSA TENGGARA BARAT
GUBERNURNUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP ASET PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR : 85 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 73 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN AKUISISI ARSIP STATIS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN
PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,
- 1 - PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,
- 1 - PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan
BUPATI BANTUL BUPATI BANTUL,
Menimbang BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYUSUTAN ARSIP KEUANGAN BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP BUPATI BANTUL, : a. bahwa penyusutan arsip merupakan
2016, No tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5286); 3
No. 170, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Pemusnahan Arsip. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMUSNAHAN ARSIP DI LINGKUNGAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMUSNAHAN ARSIP DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA
PADANG PANJANG PROVINSI SUMATERA BARAT
PADANG PANJANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG PANJANG NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG WALIKOTA PADANG PANJANG, Menimbang : Mengingat
Dari segi administrasi, tujuan penyusutan arsip ialah:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Penyusutan Arsip Menurut Arsip Nasional RI penyusutan dan penghapusan arsip berarti pemindahan arsip-arsip dari file aktif ke file inaktif atau pemindahan arsip-arsip
WALIKOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang a. bahwa arsip yang dimiliki
Arsip Nasional Republik Indonesia
Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pemusnahan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal November 2011 SEKRETARIS UTAMA, GINA MASUDAH HUSNI Nasional
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, informasi menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta. Keseluruhan kegiatan instansi pada dasarnya membutuhkan
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 31 B 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 31 B TAHUN 2010 TENTANG
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 31 B 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 31 B TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI,
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mendayagunakan
Standar Pelayanan Peminjaman Arsip di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA
- 531-2. Standar Pelayanan Peminjaman Arsip di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Undang-Undang
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 250 TAHUN 2004 TENTANG
GUBERNUR PERATURAN GUBERNUR NOMOR 250 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH GUBERNUR, Menimbang : Mengingat : a. bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban mengatur, menyimpan,
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.551, 2015 ANRI. Retensi Arsip. Urusan Kearsipan. Pedoman. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP URUSAN
BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN
1 BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa arsip merupakan
BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2012 TENTANG
SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2012 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN I. UMUM Dalam rangka mewujudkan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMILIHAN ARSIPARIS TELADAN DAN UNIT PENGOLAH TERBAIK DI LINGKUNGAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIPDI LINGKUNGAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA BAB I PENDAHULUAN
4 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIPDI LINGKUNGAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PEDOMAN PENYUSUTAN ARSIPDI LINGKUNGAN
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 72 TAHUN 2016 TENTANG TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 72 TAHUN 2016 TENTANG TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a. bahwa Tata
WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MATARAM
WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MATARAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM, Menimbang : a. bahwa dalam
BAB V PROSES PENGURUSAN SURAT
BAB V PROSES PENGURUSAN SURAT A. Pengertian Proses pengurusan surat adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan sejak surat diterima hingga penyampaian kepada pejabat yang dituju dan proses kegiatan yang
pemerintah maupun hak-hak keperdataan masyarakat maka penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Kota Pangkalpinang harus dikelola secara komprehensif, d
WALIKOTA PANGKALPINANG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI LINGKUNGAN KOTA PANGKALPINANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUPATI TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG
BUPATI TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR 04 TAHUN 2016 TENTANG TATA KEARSIPAN DAN KODE SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS DENGAN RAHMAT
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 22.A 2015 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 22.A TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI,
Diklat Penyusutan Arsip
Diklat Penyusutan Arsip DIKLAT PENYUSUTAN DAN PEMUSNAHAN ARSIP Berikut adalah catatan saya ketika mengikuti Diklat Penyusutan dan Pemusnahan Arsip yang diadakan oleh Unit Arsip IPB pada hari selasa 4 November
1. Organisasi dan Tata Kerja Unnes 2. Jadwal Retensi Arsip 3. Folder 4. Tab/Guide 5. Filling Cabinet 6. Komputer
NOMOR SOP Tahun 2016 TANGGAL PENGESAHAN 2016 TANGGAL REVISI DISAHKAN OLEH DASAR HUKUM UPT KEARSIPAN UNNES NAMA SOP KUALIFIKASI PELAKSANA PENGELOLAAN ARSIP AKTIF DI CENTRAL FILE 1. Undang-undang Nomor 43
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 31A 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 31 A TAHUN 2010 TENTANG
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 31A 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 31 A TAHUN 2010 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI,
