FISIKA PENAMBANGAN ASPAL BUTON
|
|
|
- Hartono Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 FISIKA PENAMBANGAN ASPAL BUTON Abstrak: Kata kunci: Naim 1, Lilik hendrajaya 2 Institut teknologi Bandung, Jl. Tamansari 64, Bandung [email protected] Pulau Buton merupakan suatu pulau yang terletak di lengan tenggara Sulawesi yang termaksud dalam gugusan busur Banda. Pulau Buton dulunya menyatu dengan benua Australia yang merupakan satu kesatuan dengan pulau yang terdapat di Indonesia bagian selatan. Adanya pergerakan lempeng tektonik antara lempeng Indo-Australia dan Pasifik yang menumbuk lempeng Eurasia menyebabkan pulau Buton ini terangkat dari dasar laut. Tekanan akibat tumbukan ini menyebabkan mineral aspal yang ada di dalam ikut terangkat ke permukaan. Tambang aspal di Buton telah ada sejak jaman Belanda namun perkembangan sangat lambat. Pengetahuan tentang aspal di masyarakat Buton sangat minim dan untuk mengatasi masalah ini maka perlu di buatkan bahan ajar Fisika khusus untuk masyarakat di pulau Buton. Bahan ajar yang akan dihasilkan bisa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk belajar tenang aspal sehingga masyarakat akan mendapatkan pengetahuan untuk mengelola sumber daya alamnya. aspal, buton, fisika, tambang, tektonik 1. Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang secara geologi sangat unik. Kepulauan Indonesia terbentuk akibat pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, dan India-Australis. Tumbukan lempeng Eurasia dan India-Australia mempengaruhi Indonesia bagian barat sedangkan Indonesia bagian timur, dua lempeng tektonik ini di tubruk lagi oleh lempeng samudra Pasifik dari arah timur. Hal ini bisa terlihat dari keadaan Indonesia timur tercerai berai dibandingkan Indonesia bagian barat. Wilayah Sulawesi tenggara beserta pulau-pulau di sekitarnya diyakini pada awalnya merupakan bagian dari benua Australia yang terangkat dari dalam laut akibat tabrakan dengan lempeng Eurasia dan Pasifik. Di wilayah ini sangat banyak mineral-mineral yang terangkat dari dalam bumi misalnya nikel, besi dan emas serta aspal yang merupakan residu dari minyak bumi. Aspal yang terdapat di pulau Buton merupakan salah satu komoditi unggulan Sulawesi Tenggara. Di Indonesia aspal hanya terdapat di pulau Buton dengan cadangan yang sangat besar sehingga bisa untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri bahkan untuk ekspor. Namun karena kurangnya pengetahuan tentang aspal membuat komoditi ini kurang berkembang padahal pengelolaannya telah dilakukan sejak jaman penjajahan Belanda. Di negara lain aspal tidak hanya digunakan untuk jalan raya namun juga bisa dijadikan sebagai sumber energi yaitu bahan bakar minyak, atau produk-produk kimia lainnya. Pengetahuan masyarakat tentang aspal selama ini sangat kurang. Selama ini masyarakat hanya sekedar mengetahui tambang aspal terdapat di pulau Buton. Manfaat aspal hanya untuk jalan raya. Untuk memasyarakatkan pengetahuan tentang aspal maka salah satu cara melalui media pendidikan dan melalui buku bacaan umum tentang aspal. Dalam penambangan aspal konsep-konsep fisika atau hukum-hukum fisika banyak terlibat misalnya dalam penambangan berupa kestabilan/keseimbangan, energi, gaya-gaya dan lain-lain. Selama ini siswa/mahasiswa kurang mengetahui aplikasi fisika di alam, kebanyakan para guru/dosen memberikan contoh atau rumusan yang abstrak sehingga para siswa kurang begitu tertarik. Oleh sebab itu untuk menanggulangi permasalahan ini dicobalah suatu konsep pembelajaran fisika kontekstual berbasis energi dan sumber daya mineral. Pembelajaran fisika kontekstual berbasis energi dan sumber daya mineral (Fisika-ESDM) ini dikemas dalam bentuk bahan ajar/bacaan umum yang memberikan informasi mengenai ilmu fisika dan penerapannya dalam dunia pertambangan aspal. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang menguasai sumber daya yang ada di sekitarnya sehingga masyarakat akan sejahtera. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016 yang bertempat di Banabungi, kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 2016 (ISSN: X) ssssssss 273
2 Penelitian ini Merupakan studi tentang bagaimana memahami fisika dari penambangan aspal Buton. Di era modern ini berbagi macam metode telah dikembangkan untuk membantu kita memahami sesuatu ilmu dengan baik. Fisika merupakan ilmu yang berasal dari alam akan lebih menarik jika objek atau contoh-contoh yang disajikan dalam bentuk kontekstual alam. Dengan memanfaatkan sumber daya alam di alam untuk memahami fisika maka terdapat dua keuntungannya yaitu memahami ilmu fisika dan memahami proses alam. Untuk lebih memasyarakatkan ilmu fisika maka butuh suatu pendekatan baru dalam hal pembelajaran fisika. Memanfaatkan sumber daya alam di Buton yaitu aspal maka diperkenalkan suatu bahan ajar yang berbasis pembelajaran kontekstual fisika energi dan sumber daya mineral (Fisika-ESDM). Metode yang digunakan dalam penyusunan bahan ajar yaitu metode konstruksi alur pikir, metodenya yaitu sebagai berikut: Pahami Fenomena Dan Proses Penambangan Aspal Buton Identifikasi Fisika dan Proses Fisikanya Bahan Ajar Kajian Kurikuler Menurut Struktur Mata Kuliah Kurikulum Fisika dan Pendidikan Fisika Proses Penambangan Aspal dalam Bahasa Fisika Fisika Tektonik Proses Penambangan Proses eksplorasi Praktikum Fisika Alam Terkait Penambangan aspal Praktikum Dasar Pendukung, dan Pelengkap Gambar 2 Konstruksi alur pikir penyusunan bahan ajar fisika kontekstual penambangan aspal Buton Penelitian ini akan dihasilkan sebuah produk bahan ajar berupa fisika kontekstual penambangan aspal Buton yang berbasis energi dan sumber daya alam (ESDM). Penyusunan bahan ajar dimulai dengan memahami proses terbentuknya aspal Buton sampai proses penambangan aspal, serta mengidentifikasi konsep fisika dan proses fisikanya. Penyusunan bahan ajar tentang penambangan aspal Buton terlebih dahulu mengetahui proses terjadinya pulau Buton sehingga menghasilkan aspal dan kemudian di buatkan alur pikir dengan bahasa fisika. Beberapa topik yang bisa dikembangkan berkaitan dengan fisika tektonik, fisika eksplorasi. Alam beserta fenomena yang ada merupakan suatu sumber ilmu pengetahuan yang menarik untuk diteliti dengan. Alam merupakan suatu laboratorium gratis tinggal bagaimana cari kita untuk mempelajarinya. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Tektonik Buton dianggap sebagai suatu pecahan dari benua Australia-New Guinea sama halnya dengan busur kepulauan Banda lainnya. Anggapan ini diperoleh dari adanya kesamaan pada kandungan fosil yang berumur Mesozoik, susunan stratigrafi sebelum terjadi pemisahan, dan waktu terjadinya pemisahan dengan busur kepulauan Banda lainnya. Pergerakan lempeng benua di akibatkan oleh adanya panas dari dalam mantel bumi, panas ini menimbulkan arus konveksi yaitu arus yang mengalir karena adanya perbedaan suhu. Arus konveksi yang terjadi di bawah litosfer ini menyebabkan lempeng-lempeng bergerak secara perlahan-lahan. Arus konveksi yang terjadi pada inti bumi ini memenuhi persamaan sebagai berikut: 274 Isu-Isu Kontemporer Sains, Lingkungan, dan Inovasi Pembelajarannya
3 Gambar. 2 aliran konveksi dalam mantel bumi.(encyclopedia of Earth Sciences Series) dq du PdV Sedangkan kecepatan pergerakan lempeng bumi memiliki persamaan: v Rsin Gambar3. Proses pergerakan lempeng bumi yang ditinjau dalam bentuk titik. ( Gaya Lempeng Translasi, rotasi, distorsi dan dilatasi adalah reaksi batuan terhadap tekanan yang dihasilkan oleh gaya. Gaya secara klasifikasi didefinisikan sebagai sesuatu yang merubah, atau cenderung untuk merubah keadaan diam atau keadaan bergerak sebuah benda. Sir Isaac Newton, melalui hukum gerak pertama, menggambarkan konsep gaya sebagai sebuah benda dalam keadaan diam akan tetap diam dan sebuah benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan kecuali bila benda tersebut mengalami perubahan gaya, di mana perubahan gaya ini akan menyebabkan benda mengalami percepatan (atau perlambatan). Perubahan gaya timbul jika gaya-gaya yang bekerja tidak seimbang Di dalam hukum gerak kedua Newton, Sir Isaac Newton mendefinisikan gaya (F) sebagai: Di mana m merupakan massa benda dan a percepatan benda. Bumi sebagai suatu benda yang tersusun atas beberapa lempeng di permukaannya yang bergerak akibat dari energi dari dalam bumi. Pergerakan lempeng ini mengakibatkan lipatan-lipatan permukaan bumi dan dari lipatan- lipatan ini terkumpul berbagai mineral di suatu tempat. Elastisitas Lempeng Jika suatu benda dikenai gaya luar maka benda tersebut akan mengalami perubahan bentuk melewati batas elastisitasnya, berubahan bentuk benda tersebut akan kembali ke bentuk semua apabila gaya luar sudah dilepas. Bila gaya berlangsung terus menerus bekerja pada sebuah benda atau batuan, maka benda tersebut dapat mengalami deformasi. Deformasi merupakan perubahan bentuk atau perubuhan ukuran yang terjadi akibat adanya beban yang diberikan pada benda. Deformasi itu akan ditentukan oleh sifat elastis atau respon benda tersebut dalam mereaksi beban gaya yang bekerja padanya sehingga terkait dengan ini benda dibedakan menjadi : (1) elastis, (2) plastis, dan (3) brittle (hancur). Secara umum ada empat jenis sistem gaya yang bekerja pada batuan (lempeng), yaitu : gaya tekan atau kompresi, gaya tarik atautensile, gaya tekuk (bening), dan gaya geser. Gaya ini dipengaruhi oleh posisi lempeng satu sama lainnya yang saling kontak. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 2016 (ISSN: X) ssssssss 275
4 Gambar 4 jenis-jenis sesar (a) sesar normal, (b) sesar naik, (c) sesar geser Elastisitas batuan banyak dikaitkan dengan respons batuan terhadap gaya yang diberikan kepadanya. Setiap batuan mempunyai sifat elastisitas yang berbeda, oleh karena itu batuan lunak akan menghasilkan strain yang berbeda jika dibandingkan dengan batuan lain yang lebih keras. Teori elastisitas berhubungan dengan deformasi yang disebabkan oleh tekanan yang dikenakan pada batuan tertentu. Tekanan atau stres adalah gaya (F) persatuan luas (A) Sedangkan strain (e) adalah jumlah deformasi material persatuan luas. Jika stress diterapkan pada batuan maka batuan tersebut akan terdeformasi yang menyebabkan terjadinya strain. Perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami batuan akan menghasilkan modulus elastis. modulus elastisitas merupakan faktor penting dalam mengevaluasi deformasi batuan pada kondisi pembebanan yang bervariasi. Untuk mempermudah menganalisa retakan pada batuan, Otto Mohr memperkenalkan metode grafis yang dikenal sebagai diagram Mohr, Buckling Buckling adalah proses pelipatan akibat dari adanya gaya-gaya yang bekerja pada ujung horizontal suatu lapisan tanah. Fenomena buckling terjadi ketika panjang lapisan lebih besar dari ketebalannya. Buckling yang terjadi pada lapisan tanah yang sangat panjang akan maka bentuk lipatannya akan berbentuk sinusoidal 276 Isu-Isu Kontemporer Sains, Lingkungan, dan Inovasi Pembelajarannya
5 Gambar 5. Buckling dari suatu lapisan tunggal. (a) lapisan sebelum diberikan gaya, (b) setelah diberikan gaya, (c) setelah diberikan gaya dan melebihi batas elastisitas. (Fossen, 2010) Ketikalempengelastisdikenakangayahorisontal P, seperti yang ditunjukkanpada Gambar 5b, jika gaya yang diberikan cukup besar lempengdapattertekuk, seperti yang diilustrasikanpada Gambar 5c,. Lipatan dari pegunungan diyakini hasildaripelengkungandarilapisanbawah akibat tekananhorizontal. Persamaan dari buckling akibat adanya gaya horizontal dirumuskan sebagai berikut: Pada awalnya Buton dipercaya terdiri dari 2 buah lempeng mikro-kontinen yang terpisah. Lempeng pertama mencakup bagian timur pulau Buton dan pulau tukang besi dan lempeng kedua mencakup bagian barat pulau Buton dan pulau Muna. (Davidson, 1991) Gambar 6.Busur kepulauan Banda yang merupakan fragmen dari Australia (Dayl, 1987) Aspal alam terbentuk perlahan-lahan dari fraksionasi alami minyak bumi di dekat minyak bumi. Aspal alam terpadat di alam biasanya dalam bentuk batuan sehingga biasa disebut batuan aspal. Terjadinya aspal Buton disebabkan oleh terdapatnya sumber minyak bumi di bawahnya ketika terjadi pergeseran atau patahan lempeng bumi. Patahan ini menyebabkan minyak bumi dengan tekanan yang kuat keluar melalui celah-celah patahan dan terjadi migrasi atau perpindahan ke lapisan yang lebih porous di atasnya. Apabila tekanan yang terjadi besar, maka minyak bumi akan keluar dengan aspal yangdikandungnya, akan tetapi sebaliknya, apabila tekanan itu lemah maka minyak bumi akan merembes melalui retakan-retakan dan aspalitu tertinggal. Peristiwa ini terjadi ribuan, bahkan mungkin jutaan tahun yang lalu. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 2016 (ISSN: X) ssssssss 277
6 \ Gerakan kulit bumi Penurunan & retakretak Tekanan di dalam bumi Minyak keluar dari sumbernya dan meresap ke dalam batuan Gambar 7. Proses terjadinya bitumen aspal Eksplorasi Aspal Buton Informasi geofisika diinterpretasikan berkaitan dengan pola-pola geologi seperti jenis batuan, struktur, urutan stratigrafi, dan mineralisasi endapan. Metode geofisika yang digunakan pada tahapan awal eksplorasi (propektif biasanya dengan pesawat untuk mencakup kenampakan geologi pada area yang luas dan pada tahap yang lebih detail dilanjutkan dengan pengukuran geofisika di permukaan, maupun pada lubang bor (logging). Metode Geolistrik Metode ini menggunakan medan potensial listrik bawah permukaan sebagai objek pengamatan utamanya. Kontras resistivity yang ada pada batuan akan mengubah potensial listrik bawah permukaan tersebut sehingga bisa kita dapatkan suatu bentuk anomali dari daerah yang kita amati. Teori utama dalam metode resistivity sesuai dengan hukum Ohm yaitu arus yang mengalir (I) pada suatu medium sebanding dengan voltage (V) yang terukur dan berbanding terbalik dengan resistansi (R) medium, atau dapat dirumuskan sebagai berikut : Sedangkan resistansi adalah perbandingan panjang (L) dengan luas area (A), R L/A atau dapat ditulis sebagai: Untuk mendapatkan pengukuran resistivity yang menghasilkan harga resistivitas (ρ) diperoleh dari besar medan listrik (E) dengan rapat arus (J) yang dirumuskan sebagai berikut: Gambar 8. a) Resistivitas suatu blok dengan panjang L dan arus I. b) Rangkaian ekivalen listrik, 278 Isu-Isu Kontemporer Sains, Lingkungan, dan Inovasi Pembelajarannya
7 Gambar 9. Pengukuran geolistrik aspal buton Pengeboran Salah satu keputusan penting di dalam kegiatan eksplorasi adalah menentukan kapan kegiatan pemboran dimulai dan diakhiri. Pelaksanaan pemboran sangat penting jika kegiatan yang dilakukan adalah menentukan zona endapan dari permukaan. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran geometri endapan dari permukaan sebaik mungkin, namun demikian kegiatan pemboran dapat dihentikan jika telah dapat mengetahui gambaran geologi permukaan dan geomettri endapan bawah permukaan secara menyeluruh. Gambar 10. Pengambilan sampel bor aspal Penambangan aspal Penambangan dilakukan dengan cara mengupas tanah penutup kemudian batu aspalnya dieksploitasi dengan exsafator, pengecilan ukuran pemilihan kadar dan pencampuran. Kadar bitumen berkisar antara 3-15% dengan hasil pencampuran berkisar 6,5-7%. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 2016 (ISSN: X) ssssssss 279
8 Gambar 11. Proses pengupasan dan penambangan aspal Dalam penambangan aspal perlu di perhitungkan tinggi tiap jenjang teras untuk menjaga kestabilan lerengnya sehingga tidak mengalami longsor. Secara sederhana kestabilan lereng ini dapat di hitung dengan menggunakan diagram morh. Lapisan aspal Buton yang refleksinya batuan induk (batuan induknya pasir) digali dengan bulldozer (ripping) dan yang batuan induknya kapur digali dengan peledakan pada awalnya, namun akibat bahan peledakan memiliki pengawasan dan perizinan yang rumit maka digunakanlah hydraulicbreakerexcavator. Alat ini digunakan untuk menghancurkan aspal yang terdapat pada batuan induk kapur.galian aspal Buton diangkut ke crushingplant untuk dipecah menjadi tiga macam ukuran disaring dalam bentuk curah. Aspal buton curah diangkut kepelabuhan untuk dimuat kekapal/tongkang dengan alat muat shiploader/conveyor dan kemudian dikirim ke daerah-daerah yang memerlukan di Indonesia. 4. SIMPULAN DAN SARAN 1. Pembelajaran fisika harus mengambil contoh-contoh dalam sekitar kita agar anak didik bisa termotivasi untuk belajar tentang kekayaan alam di sekitarnya 2. Penguasaan fisika penting dalam pengelolaan sumberdaya alam khususnya tambang aspal. 5. DAFTAR PUSTAKA Balfas, M. D. (2015). Geologi untuk Pertambangan umum. Yogyakarta: Graha Ilmu. Davidson, J. (1991). Geology and prospectivity of Buton island. SE. Sulawesi, Indonesia. proceedings of the indonesian petroleum association 20th, Dayl, M. C. (1987). tertiary plate tectonic and basin evolution in indonesia. proceedings of the indonesian petroleum association 16th Fossen, H. (2010). Cambridge University Press. New York. 280 Isu-Isu Kontemporer Sains, Lingkungan, dan Inovasi Pembelajarannya
Dalam pengembangannya, geodinamika dapat berguna untuk : a. Mengetahui model deformasi material geologi termasuk brittle atau ductile
Geodinamika bumi 9. GEODINAMIKA Geodinamika adalah cabang ilmu geofisika yang menjelaskan mengenai dinamika bumi. Ilmu matematika, fisika dan kimia digunakan dalam geodinamika berguna untuk memahami arus
FISIKA PENGOLAHAN ASPAL BUTON
FISIK PENGOLHN SPL BUTON risat, Lilik Hendrajaya Program Magister Pengajaran Fisika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganeca 0, Bandung Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganeca 0, Bandung
BAB I PENDAHULUAN. utama, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian Utara, dan
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA PENAMBANGAN BATUBARA DI FORMASI TANJUNG, CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA PENAMBANGAN BATUBARA DI FORMASI TANJUNG, CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN Herman Santoso Pakpahan 1, Lilik Hendrajaya 2 Magister Pengajaran Fisika, FMIPA-ITB,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Triantara Nugraha, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia Merupakan negara yang terletak di pertemuan tiga lempeng dunia (Ring Of Fire) yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Panas bumi (Geotermal) adalah sumber daya alam berupa air panas atau uap yang terbentuk di dalam reservoir bumi melalui pemanasan air bawah permukaan oleh
PAPER LABORATORIUM PALEONTOLOGI, GEOLOGI FOTO DAN GEOOPTIK PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
PAPER 7 BUSUR MAGMATISME Disusun Oleh: Rayto Wahyu, ST 211001131200** LABORATORIUM PALEONTOLOGI, GEOLOGI FOTO DAN GEOOPTIK PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG MARET
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lempeng tektonik kepulauan Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng utama yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Interaksi dari ke tiga lempeng tersebut
Bab I Pendahuluan I.1. Latar Belakang Penelitian
Bab I Pendahuluan I.1. Latar Belakang Penelitian Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Hindia-Australia, dan lempeng Pasifik. Pada daerah di sekitar batas
SURVEI GEOLISTRIK METODE RESISTIVITAS UNTUK INTERPRETASI KEDALAMAN LAPISAN BEDROCK DI PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR
SURVEI GEOLISTRIK METODE RESISTIVITAS UNTUK INTERPRETASI KEDALAMAN LAPISAN BEDROCK DI PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR Roswita, Lantu a, Syamsuddin b Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan suatu kawasan yang terbentuk akibat pertemuan tiga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan suatu kawasan yang terbentuk akibat pertemuan tiga lempeng yang besar, yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudra Hindia- Australia, dan Lempeng
BABI PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tektonisme adalah proses yang terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan dan patahan pada struktur tanah di suatu daerah. Yang di maksud lipatan adalah bentuk muka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dzikri Wahdan Hakiki, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia terdiri dari 3 lempeng tektonik yang bergerak aktif, yaitu lempeng Eurasia diutara, lempeng Indo-Australia yang menujam dibawah lempeng Eurasia dari selatan,
Pengertian Dinamika Geologi. Dinamika Geologi. Proses Endogen. 10/05/2015 Ribka Asokawaty,
Pengertian Dinamika Geologi Dinamika Geologi Dinamika Geologi merupakan semua perubahan geologi yang terus-menerus terjadi di bumi, baik karena proses eksogen maupun proses endogen. Ribka F. Asokawaty
DAFTAR ISI... RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I. PENDAHULUAN
DAFTAR ISI RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I. PENDAHULUAN Halaman 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Permasalahan... 2 1.3 Tujuan
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.2
SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 2. INDONESIA MASA PRA AKSARALatihan Soal 2.2 1. Berdasarkan teori geologi modern, Indonesia terbentuk dari pertemuan beberapa lempeng benua yaitu... Lempeng Eurasia,
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng aktif (triple junction) yang saling
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Indonesia memiliki tatanan tektonik yang kompleks, hal ini karena wilayah Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng aktif (triple junction) yang saling bertumbukan,
BAB 3. Pembentukan Lautan
BAB 3. Pembentukan Lautan A. Pendahuluan Modul ini membahas tentang teori dan analisa asal-usul lautan yang meliputi hipotesa pelepasan lempeng, teori undasi dan teori tektonik lempeng. Selain itu dalam
TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP TEKTONISME
TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP TEKTONISME Oleh: Nama : Wulan Kartika Wardani NIM : 135040200111089 Kelas : D PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2016 TEKTONISME
Abstrak
PENENTUAN KARAKTERISTIK ENDAPAN MINERAL LOGAM BERDASARKAN DATA INDUCED POLARIZATION (IP) PADA DAERAH PROSPEK CBL, BANTEN Wahyu Trianto 1, Adi Susilo 1, M. Akbar Kartadireja 2 1 Jurusan Fisika FMIPA Universitas
MODUL ONLINE 19.2 KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI PENDALAMAN MATERI BENTUK MUKA BUMI
MODUL ONLINE 19.2 KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI PENDALAMAN MATERI BENTUK MUKA BUMI FERANI MULIANINGSIH PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018 i A. PENDAHULUAN Materi-materi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Posisi tektonik Indonesia terletak pada pertemuan Lempeng Eurasia, Australia dan Pasifik. Indonesia dilalui sabuk vulkanik yang membentang dari Pulau Sumatera, Jawa,
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.2
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.2 1. Naiknya Pulau Simeuleu bagian utara saat terjadi gempa di Aceh pada tahun 2004 merupakan contoh gerakan.... epirogenetik
BAB II TEORI DASAR 2.1. Metode Geologi
BAB II TEORI DASAR 2.1. Metode Geologi Metode geologi yang dipergunakan adalah analisa peta geologi regional dan detail. Peta geologi regional menunjukkan tatanan geologi regional daerah tersebut, sedangkan
BAB II GEOLOGI REGIONAL
BAB II GEOLOGI REGIONAL 2.1 Fisiografi Jawa Barat dapat dikelompokkan menjadi 6 zona fisiografi yang berarah barat-timur (van Bemmelen, 1949) (Gambar 2.1). Zona-zona tersebut dari utara ke selatan yaitu:
Potensi panas bumi di Indonesia merupakan yang terbesar di. Panas Bumi dan Teknologi BAB IV. Reservoir. 4.1 Reservoir Panas Bumi
BAB IV Reservoir Panas Bumi dan Teknologi Potensi panas bumi di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Sayangnya, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu kendalanya adalah
Kelompok VI Karakteristik Lempeng Tektonik ATRIA HAPSARI DALIL MALIK. M HANDIKA ARIF. P M. ARIF AROFAH WANDA DIASTI. N
Kelompok VI Karakteristik Lempeng Tektonik Created By: ASRAWAN TENRIANGKA ATRIA HAPSARI DALIL MALIK. M HANDIKA ARIF. P M. ARIF AROFAH WANDA DIASTI. N 1. JENIS LEMPENG Berdasarkan jenis bahan batuan pembentuknya,
KONSEP PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PELAPORAN BAHAN GALIAN LAIN DAN MINERAL IKUTAN. Oleh : Tim Penyusun
KONSEP PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PELAPORAN BAHAN GALIAN LAIN DAN MINERAL IKUTAN Oleh : Tim Penyusun 1. PENDAHULUAN Kegiatan usaha pertambangan harus dilakukan secara optimal, diantaranya termasuk melakukan
Keselarasan dan Ketidakselarasan (Conformity dan Unconformity)
Keselarasan dan Ketidakselarasan (Conformity dan Unconformity) a) Keselarasan (Conformity): adalah hubungan antara satu lapis batuan dengan lapis batuan lainnya diatas atau dibawahnya yang kontinyu (menerus),
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, terutama Pulau Jawa. Karena Pulau Jawa merupakan bagian dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bencana alam tanah longsor sering melanda beberapa wilayah di Indonesia, terutama Pulau Jawa. Karena Pulau Jawa merupakan bagian dari cincin api yang melingkari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Eksploitasi cadangan minyak bumi dan gas di bagian Barat Indonesia kini sudah melewati titik puncak kejayaannya, hampir seluruh lapangan minyak di bagian barat Indonesia
Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang
1 Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Tatanan tektonik daerah Kepala Burung, Papua memegang peranan penting dalam eksplorasi hidrokarbon di Indonesia Timur. Eksplorasi tersebut berkembang sejak ditemukannya
PENGENALAN. Irman Sonjaya, SE
PENGENALAN Irman Sonjaya, SE PENGERTIAN Gempa bumi adalah suatu gangguan dalam bumi jauh di bawah permukaan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda di permukaan. Gempa bumi datangnya sekonyong-konyong
BAB I PENDAHULUAN. adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan telur. Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak. Berdasarkan
PAPER GEOLOGI TEKNIK
PAPER GEOLOGI TEKNIK 1. Apa maksud dari rock mass? apakah sama atau beda rock dengan rock mass? Massa batuan (rock mass) merupakan volume batuan yang terdiri dan material batuan berupa mineral, tekstur
FISIKA SUNGAI CURAM DI PULAU AMBON
FISIKA SUNGAI CURAM DI PULAU AMBON Sanny Virginia Aponno 1, Lilik Hendrajaya 2 1 Prodi Magister Pengajaran Fisika FMIPA ITB, Jl. Ganesha No.10, Bandung 40132 2 Fisika FMIPA Institut Teknologi Bandung,
TEORI TEKTONIK LEMPENG. 2. Geologi Indonesia
TEORI TEKTONIK LEMPENG 2. Geologi Indonesia Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi & litosfer yg mengapung di atas astenosfer dianggap satu lempeng yg saling berhubungan. kulit bumi terdiri atas beberapa
Note : Kenapa Lempeng bergerak?
Note : Kenapa Lempeng bergerak? Lapisan paling atas bumi, kerak bumi (litosfir), merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini terdapat
TEORI LEMPENG TEKTONIK
TEORI LEMPENG TEKTONIK ABSTRAK Teori tektonik lempeng merupakan teori yang sangat penting untuk dipelajari, karena teori ini mampu menjelaskan teka-teki geologi yang sebelumnya masih menjadi perdebatan
GEMPA BUMI DAN AKTIVITASNYA DI INDONESIA
GEMPA BUMI DAN AKTIVITASNYA DI INDONESIA Disusun Oleh: Josina Christina DAFTAR ISI Kata Pengantar... 2 BAB I... 3 1.1 Latar Belakang... 3 1.2 Tujuan... 3 1.3 Rumusan Masalah... 4 BAB II... 5 2.1 Pengertian
PENYELIDIKAN BIJIH BESI DENGAN METODE GEOMAGNET DAN GEOLISTRIK
PENYELIDIKAN BIJIH BESI DENGAN METODE GEOMAGNET DAN GEOLISTRIK Yeremias K. L. Killo 1, Rian Jonathan 2, Sarwo Edy Lewier 3, Yusias Andrie 4 2 Mahasiswa Teknik Pertambangan Upn Veteran Yogyakarta 1,3,4
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kawasan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng besar dunia, antara lain Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia. Karena pertemuan ketiga
KISI KISI PROFESIONAL dan PEDAGOGIK UKG TEKNIK GEOLOGI PERTAMBANGAN TAHUN 2015 PPPPTK BBL MEDAN
No KISI KISI PROFESIONAL dan PEDAGOGIK UKG TEKNIK GEOLOGI PERTAMBANGAN TAHUN 2015 PPPPTK BBL MEDAN Kompetensi Utama KOMPETENSI INTI GURU STANDAR KOMPETENSI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/KEAHLIAN/BK
Ringkasan Materi Seminar Mitigasi Bencana 2014
\ 1 A. TATANAN TEKTONIK INDONESIA MITIGASI BENCANA GEOLOGI Secara geologi, Indonesia diapit oleh dua lempeng aktif, yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik yang subduksinya dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau menurunnya kekuatan geser suatu massa tanah. Dengan kata lain, kekuatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kelongsoran Tanah Kelongsoran tanah merupakan salah satu yang paling sering terjadi pada bidang geoteknik akibat meningkatnya tegangan geser suatu massa tanah atau menurunnya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Emas (Au) telah dimanfaatkan sejak era prasejarah sebagai mineral ekonomis yang bernilai tinggi. Mineral emas dianggap berharga karena kilauan cahaya yang dipantulkan
BAB I PENDAHULUAN I.1.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perubahan perekonomian secara global dapat mempengaruhi kondisi ekonomi pada suatu negara. Salah satunya adalah nilai tukar uang yang tidak stabil, hal tersebut dapat
BAB I PENDAHULUAN. pertemuan diantara tiga lempeng besar, yaitu lempeng pasifik, lempeng Indo-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sulawesi terletak di bagian tengah wilayah kepulauan Indonesia dengan luas wilayah 174.600 km 2 (Sompotan, 2012). Pulau Sulawesi terletak pada zona pertemuan
BAB I PENDAHULUAN. Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia mengalami serangkaian bencana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia mengalami serangkaian bencana bumi, dimulai dari letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami karena wilayah nusantara dikepung
MODUL ONLINE 19.3 TEORI LEMPENG TEKTONIK PENDALAMAN MATERI BENTUK MUKA BUMI
MODUL ONLINE 19.3 TEORI LEMPENG TEKTONIK PENDALAMAN MATERI BENTUK MUKA BUMI FERANI MULIANINGSIH PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018 i A. PENDAHULUAN Materi-materi
BAB I PENDAHULUAN. Area penelitian terletak di area X Malita Graben yang merupakan bagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Area penelitian terletak di area X Malita Graben yang merupakan bagian dari Cekungan Bonaparte (di bagian barat laut (NW) shelf Australia). Dalam berbagai publikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wilayah Indonesia memiliki kandungan sumber daya alam berupa mineral dan energi yang cukup tinggi, salah satunya adalah panas bumi. Sumber energi panas bumi Indonesia
Identifikasi Keretakan Beton Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Timotius 1*), Yoga Satria Putra 1), Boni P. Lapanporo 1)
Identifikasi Keretakan Beton Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Timotius 1*), Yoga Satria Putra 1), Boni P. Lapanporo 1) 1) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam,
BAB II GEOLOGI REGIONAL
BAB II GEOLOGI REGIONAL 2.1 Fisiografi Jawa Barat Fisiografi Jawa Barat (Gambar 2.1), berdasarkan sifat morfologi dan tektoniknya dibagi menjadi empat bagian (Van Bemmelen, 1949 op. cit. Martodjojo, 1984),
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Energi merupakan salah satu faktor pendukung perkembangan kemajuan suatu negara, bilamana suatu negara kekurangan energi maka akan memperlambat perkembangan kemajuan
TEORI TEKTONIK LEMPENG
Pengenalan Gempabumi BUMI BENTUK DAN UKURAN Bumi berbentuk bulat seperti bola, namun rata di kutub-kutubnya. jari-jari Khatulistiwa = 6.378 km, jari-jari kutub=6.356 km. Lebih dari 70 % permukaan bumi
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan
BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup di muka bumi. Makhluk hidup khususnya manusia melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air tanah merupakan sumber daya yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk hidup di muka bumi. Makhluk hidup khususnya manusia melakukan berbagai cara untuk memenuhi
KARAKTERISTIK GEMPABUMI DI SUMATERA DAN JAWA PERIODE TAHUN
KARAKTERISTIK GEMPABUMI DI SUMATERA DAN JAWA PERIODE TAHUN 1950-2013 Samodra, S.B. & Chandra, V. R. Diterima tanggal : 15 November 2013 Abstrak Pulau Sumatera dan Pulau Jawa merupakan tempat yang sering
BARANG TAMBANG INDONESIA II. Tujuan Pembelajaran
K-13 Geografi K e l a s XI BARANG TAMBANG INDONESIA II Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami kegiatan pertambangan. 2. Memahami
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI POLE-POLE UNTUK MENENTUKAN SEBARAN DAN KEDALAMAN BATUAN SEDIMEN DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI POLE-POLE UNTUK MENENTUKAN SEBARAN DAN KEDALAMAN BATUAN SEDIMEN DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia
STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI 13-5012-1998 ICS 73.020 Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia BADAN STANDARDISASI NASIONAL-BSN LATAR BELAKANG Indonesia secara geologis terletak pada pertemuan
PENGARUH TEMPERATUR LINGKUNGAN TERHADAP EFISIENSI TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP)
PENGARUH TEMPERATUR LINGKUNGAN TERHADAP EFISIENSI TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) MKE-3 NK.Caturwati, Imron Rosyadi, Febriana Irfani C. Jurusan Teknik Mesin Universitas Sultan Ageng
BAB I PENDAHULUAN. Cekungan Salawati yang terletak di kepala burung dari Pulau Irian Jaya,
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Cekungan Salawati yang terletak di kepala burung dari Pulau Irian Jaya, merupakan cekungan foreland asimetris yang memiliki arah timur barat dan berlokasi pada batas
BAB I PENDAHULUAN. menjadikan tanah yang terkompresi yang berupa fase awal
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Tanah adalah komponen penting di muka bumi ini dimana tempat tumbuh berkembangannya flora dan fauna yang berdampingan dengan manusia, selain itu juga tanah memiliki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konstruksi Perkerasan Lentur Konstruksi perkerasan lentur terdiri dari lapisan-lapisan yang diletakkan di atas tanah yang telah dipadatkan. Lapisan-lapisan itu berfungsi untuk
BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Bahan bakar fosil dewasa ini masih menjadi primadona sebagai energi terbesar di dunia, namun minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi incaran utama bagi para investor
I. PENDAHULUAN. semakin kuat gempa yang terjadi. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gempa bumi adalah peristiwa pelepasan energi regangan elastis batuan dalam bentuk patahan atau pergeseran lempeng bumi. Semakin besar energi yang dilepas semakin kuat
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian
1.1. Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN Data seismik dan log sumur merupakan bagian dari data yang diambil di bawah permukaan dan tentunya membawa informasi cukup banyak mengenai kondisi geologi
BAB II GEOLOGI REGIONAL
BAB II GEOLOGI REGIONAL 2.1 Fisiografi Van Bemmelen (1949) membagi fisiografi Jawa Barat menjadi 4 bagian besar zona fisiografi (Gambar II.1) yaitu: Zona Bogor, Zona Bandung, Dataran Pantai Jakarta dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk. Akibat tumbukan antara
BAB IV SEJARAH GEOLOGI
BAB IV SEJARAH GEOLOGI Berdasarkan data-data geologi primer yang meliputi data lapangan, data sekunder yang terdiri dari ciri litologi, umur dan lingkungan pengendapan, serta pola struktur dan mekanisme
sumber daya alam yang tersimpan di setiap daerah. Pengelolaan dan pengembangan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar. Sumber daya mineral terbentuk melalui pembentukan pegunungan, aktivitas magma pada gunung api danproses
Gambar 1.1 Jalur tektonik di Indonesia (Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2015)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasific. Pada
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu material yang sangat penting bagi kebutuhan manusia adalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu material yang sangat penting bagi kebutuhan manusia adalah logam. Seiring dengan jaman yang semakin maju, kebutuhan akan logam menjadi semakin tinggi.
BAB I PENDAHULUAN. dan dikepung oleh tiga lempeng utama (Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik),
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara geografis, posisi Indonesia yang dikelilingi oleh ring of fire dan dikepung oleh tiga lempeng utama (Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik), lempeng eura-asia
senyawa alkali, pembasmi hama, industri kaca, bata silica, bahan tahan api dan penjernihan air. Berdasarkan cara terbentuknya batuan dapat dibedakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah baik di dalam maupun permukaan bumi ataupun diluar permukaan bumi karena tanahnya yang subur dan fenomena struktur
BAB I PENDAHULUAN. Gayaberat merupakan salah satu metode dalam geofisika. Nilai Gayaberat di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gayaberat merupakan salah satu metode dalam geofisika. Nilai Gayaberat di setiap tempat di permukaan bumi berbeda-beda, disebabkan oleh beberapa faktor seperti
BAB II TINJAUAN GEOLOGI. yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo - Australia, dan. dilihat pada Gambar 1.
BAB II TINJAUAN GEOLOGI 2.1. Struktur Geologi Proses terjadinya sumber panas bumi di Indonesia merupakan hasil dari interaksi tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo - Australia, dan
BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pertambangan merupakan suatu aktifitas untuk mengambil
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan pertambangan merupakan suatu aktifitas untuk mengambil bahan galian berharga dari lapisan bumi. Perkembangan dan peningkatan teknologi cukup besar, baik dalam
BAB II GEOLOGI REGIONAL
BAB II GEOLOGI REGIONAL 2.1 Fisiografi Regional Fisiografi Jawa Barat dibagi menjadi empat bagian besar (van Bemmelen, 1949): Dataran Pantai Jakarta (Coastal Plain of Batavia), Zona Bogor (Bogor Zone),
2014 INTERPRETASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAERAH LEUWIDAMAR BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRAL DATA GAYABERAT
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Satuan tektonik di Jawa Barat adalah jalur subduksi Pra-Eosen. Hal ini terlihat dari batuan tertua yang tersingkap di Ciletuh. Batuan tersebut berupa olisostrom yang
PEMODELAN INVERSI DATA GEOLISTRIK UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANASBUMI MATALOKO. Abstrak
PEMODELAN INVERSI DATA GEOLISTRIK UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANASBUMI MATALOKO Eko Minarto* * Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
BAB I PENDAHULUAN I.1
PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Cekungan Sumatra Tengah merupakan cekungan sedimentasi tersier. Dari posisi tektoniknya, Cekungan Sumatra Tengah merupakan cekungan busur belakang yang berkembang sepanjang
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan energi saat ini semakin meningkat khususnya di wilayah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan akan energi saat ini semakin meningkat khususnya di wilayah Indonesia. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah penduduk dan industri di Indonesia yang bertambah
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.4
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.4 1. Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang dilaui gempa pada waktu yang sama disebut.... mikroseista pleistoseista makroseista
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Praktikum
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batuan adalah benda padat yang terbentuk secara alami dan terdiri atas mineralmineral tertentu yang tersusun membentuk kulit bumi. Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE UNTUK IDENTIVIKASI POTENSI SEBARAN GALENA (PBS) DAERAH-X, KABUPATEN WONOGIRI
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE UNTUK IDENTIVIKASI POTENSI SEBARAN GALENA (PBS) DAERAH-X, KABUPATEN WONOGIRI Satria Kinayung 1, Darsono 1, Budi Legowo 1 ABSTRAK. Telah
KISI-KISI MATA PELAJARAN GEOLOGI PERTAMBANGAN. Standar Kompetensi Guru (SKG) Kompetensi Guru Mata Pelajaran (KD)
KISI-KISI MATA PELAJARAN GEOLOGI PERTAMBANGAN No Standar Guru (SKG) Guru Mata Pelajaran (IPK) 1 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional,
INVESTIGASI BAWAH PERMUKAAN DAERAH RAWAN GERAKAN TANAH JALUR LINTAS BENGKULU-CURUP KEPAHIYANG. HENNY JOHAN, S.Si
INVESTIGASI BAWAH PERMUKAAN DAERAH RAWAN GERAKAN TANAH JALUR LINTAS BENGKULU-CURUP KEPAHIYANG HENNY JOHAN, S.Si Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA FKIP UNIB ABSTRAK Penelitian ini
STUDI BIDANG GELINCIR SEBAGAI LANGKAH AWAL MITIGASI BENCANA LONGSOR
STUDI BIDANG GELINCIR SEBAGAI LANGKAH AWAL MITIGASI BENCANA LONGSOR Rahma Hi. Manrulu 1, Aryadi Nurfalaq 2 Universitas Cokroaminoto Palopo 1,2 [email protected] 1 Telah dilakukan penelitian untuk
BAB I PENDAHULUAN. komplek yang terletak pada lempeng benua Eurasia bagian tenggara (Gambar
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Indonesia merupakan Negara yang memiliki tatanan geologi yang cukup komplek yang terletak pada lempeng benua Eurasia bagian tenggara (Gambar I.1). Indonesia dibatasi
MACAM-MACAM LETAK GEOGRAFI.
MACAM-MACAM LETAK GEOGRAFI. Macam-macam Letak Geografi Untuk mengetahui dengan baik keadaan geografis suatu tempat atau daerah, terlebih dahulu perlu kita ketahui letak tempat atau daerah tersebut di permukaan
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN... iii MOTTO... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v KATA PENGANTAR... vi ABSTRAK... viii ABSTRACT... ix DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR...
POTENSI KERUSAKAN GEMPA BUMI AKIBAT PERGERAKAN PATAHAN SUMATERA DI SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA. Oleh : Hendro Murtianto*)
POTENSI KERUSAKAN GEMPA BUMI AKIBAT PERGERAKAN PATAHAN SUMATERA DI SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA Oleh : Hendro Murtianto*) Abstrak Aktivitas zona patahan Sumatera bagian tengah patut mendapatkan perhatian,
I.2 Latar Belakang, Tujuan dan Daerah Penelitian
Bab I Pendahuluan I.1 Topik Kajian Topik yang dikaji yaitu evolusi struktur daerah Betara untuk melakukan evaluasi struktur yang telah terjadi dengan mengunakan restorasi palinspatik untuk mengetahui mekanismenya
BAB II GEOLOGI REGIONAL
BAB II GEOLOGI REGIONAL 2.1 Geografis Pulau Buton yang terdapat di kawasan timur Indonesia terletak di batas bagian barat Laut Banda, Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara geografis, Pulau Buton terletak
Tema I Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju
Tema I Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju Peta Konsep Potensi lokasi Potensi Sumber Daya Alam Potensi Sumber Daya Manusia Potensi Sumber Daya Manusia Upaya Pemanfaatan Potensi lokasi, Sumber
ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH
ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH Muhammad Hasan Basri 1, Ibrahim Sota 1, Simon Sadok Siregar 1 Abstrak. Bijih besi adalah
