BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
|
|
|
- Ivan Pranata
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Di era yang modern ini kebutuhan akan tenaga listrik sudah menjadi kebutuhan primer baik dikota-kota besar maupun kota-kota kecil, hampir seluruh peralatan penunjang kehidupan sehari-hari kita memerlukan energi listrik. Oleh karena itu kita harus menyadari setidaknya secara umum bagaimana listrik itu bekerja dan penyampaian sistem tenaga listrik dari hulu ke hilir. Sebagai mahasiswa fakultas Teknik Elektro arus kuat saya tertarik untuk kerja praktek di Gardu Induk khususnya mengenai uji tahanan isolasi pada PMT dan pemeliharaan PMT secara umum. PLN sebagai satu-satunya perusahaan yg bergerak dalam bidang penyaluran tenaga listrik ke seluruh Indonesia harus mampu menjaga ketersediaan listrik dengan cara salah satunya pemeliharaan peralatan-peralatan dari penyaluran energi listrik tersebut. Hal ini menginspirasikan saya untuk mengambil topik laporan kerja praktek dibidang pemeliharaan khususnya pengujian tahanan isolasi PMT. Salah satu peralatan yang utama yang terdapat di gardu induk ini yaitu Pemutus Tenaga (PMT) atau dalam bahasa inggrisnya Circuit Breaker (CB). Pemeliharaan dan pengoperasian yang tidak benar terhadap PMT akan memperpendek umur PMT dan akan menimbulkan gangguan (trouble) lebih dini. Berdasarkan IEV (International Electrotechnical Vocabulary) disebutkan bahwa Circuit Breaker (CB) atau Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan saklar / switching mekanis, yang mampu menutup, mengalirkan dan memutus arus beban dalam kondisi normal serta mampu menutup, mengalirkan (dalam periode waktu tertentu) dan memutus arus beban dalam spesifik kondisi abnormal / gangguan seperti kondisi short circuit / hubung singkat. Fungsi utamanya adalah sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat terjadi arus gangguan ( hubung singkat ) pada jaringan atau peralatan lain 1
2 I.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari laporan kerja praktek ini adalah diharapkan mampu melihat, mengamati, memahami, dan membandingkan operasi dan pemeliharaan pmt 20kV secara umum yang dijalankan perusahaan serta dapat memecahkan suatu masalah di perusahaan tempat melakukan kerja praktek. Tujuan penulisan laporan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui pengoperasian dan pemeliharaan yang terdapat di gardu induk secara umum dan gardu induk 150 kv Angke secara khusus. Maksud dan tujuan kerja praktek : a. Mengaplikasikan teori / ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktek kenyataan. b. Memperoleh pengalaman bagaimana suasana dalam bekerja, bagaimana berkomunikasi dan bersosialisasi dalam lingkungan kerja. c. Memperoleh suatu bekal untuk terjun kelapangan usaha dimasa yang akan datang sehingga menjadi lulusan yang siap pakai setelah menyelesaikan program diploma saya. d. Memberikan solusi terhadap masalah yang ada di tempat kerja praktek. e. Sebagai salah satu syarat dan tugas untuk menyelesaikan mata kuliah praktek kerja nyata. f. Untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman kerja serta mempersiapkan mahasiswa dalam mengjadapai tantangan dunia kerja dimasa yang akan datang. g. Melakukan studi lapangan dan terlibat langsung pada kegiatan perusahaan (baik monitoring ataupun pemeliharaan). I.3 Pokok Permasalahan Pokok permasalahan memahami definisi, prinsip kerja serta jenis-jenis PMT secara umum di gardu induk (GI) dan di GI Angke secara khusus serta cara kerja uji tahanan isolasi serta langkah-langkah pengujiannya pada pmt juga menganalisa nilai hasil uji yang 2
3 didapatkan dan mendapatkan keputusan untuk rekomendasi selanjutnya terhadap peralatan yang diuji. I.4 Batasan Masalah Dalam laporan praktek kerja ini penulis membatasi tentang Definisi, prinsip kerja dan Macam-macam PMT secara umum yang terdapat di Gardu Induk dan di GI Angke secara khusus, Pemeliharaan PMT secara umum dan pengujian tahanan isolasi secara khusus, Prinsip kerja alat uji tahanan isolasi, Prosedur pengujian tahanan isolasi, dan Analisa berdasarkan nilai hasil uji berdasarkan standar yang telah ditetapkan PLN I.5 Sistematika penulisan Dalam laporan kerja praktek ini, penyusun menyusun tulisan dengan menggunakan sistematika sebagai berikut : a. Bab 1 Pendahulan Bab ini membahas tentang latar belakang, maksud dan tujuan, pokok permasalahan, batasan masalah dan sistematika penulisan. b. Bab 2 Profil Perusahaan Bab ini membahas tentang sejarah, tujuan perusahaan, moto perusahaan, dan struktur perusahaan. c. Bab 3 Landasan teori Bab ini Membahas tentang Definisi, prinsip kerja dan Macam-macam PMT secara umum yang terdapat di GI Angke dan gardu induk lainnya, Pemeliharaan PMT secara umum dan pengujian tahanan isolasi secara khusus, Prinsip kerja alat uji tahanan isolasi. 3
4 d. Bab 4 Prosedur / instruksi kerja uji tahanan isolasi pada pmt serta analisa Bab ini membahas tentang langkah-langkah yang sesuai prosedur dalam melakukan uji tahanan isolasi pmt serta melakukan analisa dari hasil uji yang didapat dan pengaruhnya terhadap sistem tenaga listrik jaringan PLN. e. Bab 5 Kesimpulan dan saran Bab ini menjelaskan garis-garis besar dari setiap pembahasan. 4
5 BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Struktur Perusahaan Dengan terbitnya Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 257.K/ 010/ DIR/ 2000 tanggal 2 November 2000, tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali, maka PT PLN (Persero) P3B yang merupakan unit pusat laba (profit center) berubah menjadi unit pusat investasi (investment center) dengan nama Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3B). Terhitung sejak 2 Nopember 2000 maka organisasi PT. PLN (Persero) P3B sebagai unit pusat laba (profit center) berubah status menjadi unit pusat investasi (investment center). PT. PLN (Persero) P3B Jawa Bali membawahi 4 Region dan 1 Sub Region, yaitu Region Jakarta dan Banten, Region Jawa Barat, Region Jawa Tengah dan DIY, Region Jawa Timur dan Sub Region Bali. PT. PLN (Persero) P3B Jawa Bali Region Jakarta dan Banten membawahi 9 UPT ( Unit Pelayanan Transmisi ) : 1. UPT Jakarta Pusat 2. UPT Jakarta Selatan 3. UPT Jakarta Timur 4. UPT Jakarta Barat 5. UPT Jakarta Utara 6. UPT Bogor 7. UPT Banten 8. UPT Tangerang 9. UPT Cilegon UPT Jakarta Barat terbentuk mulai September 2005, dimana sebelumnya bernama UPT Durikosambi. UPT Jakarta Barat mempunyai unit kerja 11 (sebelas) Gardu Induk dan 1 5
6 (satu) GITET 500 kv serta mempunyai 8 (delapan) Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kv (SUTT) dan 3 (tiga) Saluran Kabel Tegangan Tinggi 150 kv (SKTT). A. Gardu Induk di UPT Jakarta Barat a. GI Durikosambi b. GI Angke c. GI Cileduk d. GI Cengkareng e. GI Tangerang Lama f. GI Tangerang Baru g. GI Muarakarang Lama h. GI Muarakarang Baru i. GIS Grogol j. GIS Kebonjeruk k. GIS New Senayan l. GIS Kembangan B. Saluran Udara Tegangan Tinggi a. GI Muarakarang Lama GI Durikosambi b. GI Muarakarang Lama GI Angke c. GI Muarakarang Baru GI Durikosambi d. GI Muarakarang Baru GI Muarakarang Lama e. GI Durikosambi GIS Grogol 6
7 f. GI Durikosambi GI Cengkareng g. GI Cengkareng GI Tangerang Baru h. GI Cengkareng GI Tangerang Lama i. GIS Kembangan GI Cileduk C. Saluran Kabel Tegangan Tinggi a. GI Durikosambi GIS Kembangan b. GI Durikosambi GIS Kebon Jeruk c. GIS Kembangan GIS New Senayan Selanjutnya sesuai dengan permintaan dari RUPS PT PLN (Persero) tahun 2011 dan diterbitkannya SK Direksi No 1474.K/DIR/2011 tanggal 13 Desember 2011 yang baru mulai diterapkan pada tanggal 01 April 2012 maka PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali Region UPT Jakarta Barat dan PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali Region Jakarta dan Banten UPT Tangerang bergabung menjadi satu dengan nama PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali APP Durikosambi. 2.2 Sejarah Gardu Induk Angke Pada akhir dekade tahun 1950, GI Angke mulai dibangun dibawah kesatuan unit PLN GI JAYA ( Jakarta Raya ). Pada tahun 1962 Gardu Induk Angke dioperasikan untuk mensupplai wilayah Ancol, Bandengan, Pluit, Tangerang dan mengirim tegangan ke GI Karet; saat itu di Jakarta akan diadakan pesta olah raga seasia Tenggara ( ASEAN GAMES ) ke-4. Sehingga GI Angke sangat penting artinya untuk mensupplai plasokan listrik dari PLTU PRIOK ke wilayah sekitar Gelora Bung Karno / Senayan melalui penghantar Karet ke GI Karet, guna mendukung kelancaran dan suksesnya pesta olah raga se-asia tenggara tersebut. Tegangan sistem yang digunakan waktu itu adalah 70 kv dan 12 kv, adapun bay penghantar dan trafo serta penyulang yang saat itu ada adalah 1. Bay Trafo II 10 MVA 70/12 kv, trafo terpasang merk AEG 7
8 2. Bay penghantar 70 kv - PRIOK I dan II, merupakan penghantar incoming dari GI PRIOK - KARET I dan II, merupakan penghantar outgoing ke GI KARET 3. Penyulang 12 kv - B4 kabel I dan II, mensupplai arah wilayah sekitar Ancol - TG kabel I dan II, mensupplai arah wilayah sekitar Tangerang - B4-7 dan B7-7, mensupplai pabrik Air Baja yang berada di daerah Bandengan - B6-3, mensupplai wilayah Pluit Gardu Induk Angke berlokasi di jalan Jembatan III RT : 001 RW : 011 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Kotamadya Jakarta Utara, Telp , JWOT 82197; pada awalnya dibangun pada tanah seluas ± 2Ha dan pada saat ini telah berkembang menjadi ± 4Ha. Adapun batas-batas lokasi GI Angke adalah - Batas sebelah Timur; komplek PLN Gardu Induk Angke Jl. Jembatan III Jakarta Utara. - Batas sebelah Selatan adalah komplek pertokoan dan pergudangan Gedung Hijau. - Batas sebelah Barat dan Utara adalah kompleks perumahan Pluit Mas. Dalam perkembangannya Gardu Induk sangat banyak perubahan-perubahannya sesuai dengan perkembangan jaman, tuntutan akan kebutuhan energi listrik dan perkembangan teknologi peralatan instalasi listrik. Kami mengumpulkan data-data mengenai Gardu Induk Angke dengan mengadakan wawancara dengan para sesepuh mantan karyawan dan karyawan yang pernah berdinas di GI Angke; mengumpulkan, mencari dan mempelajari buku-buku mengenai GI Angke dan mencatat data-data peralatan yang ada di GI Angke. Untuk saat ini konfigurasi yang terpasang di GI Angke 8 bay penghantar 4 bay trafo dan 1 bay kopel 8
9 Single Line Diagram GI Angke 2.3 Visi Misi Perusahaan Visi : Diakui sebagai pengelola transmisi, operasi sistem dan transaksi tenaga listrik dengan kualitas pelayanan setara kelas dunia, yang mampu memenuhi harapan stakeholders, dan memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misi: 1. Melakukan usaha transmisi tenaga listrik yang efisien, andal, aman dan ramah lingkungan; 2. Melaksanakan pengelolaan operasi sistem tenaga listrik yang andal, aman, bermutu dan ekonomis; 3. Melaksanakan pengelolaan transaksi tenaga listrik yang transparan dan kredibel; 4. Melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional; 5. Mengembangkan usaha di luar usaha pokok yang dapat memberikan kontribusi pada perolehan laba usaha. Motto : Mewujudkan perubahan nyata menuju PLN kelas dunia, bebas subsidi, menguntungkan dan ramah lingkungan 9
10 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi dan Prinsip kerja PMT Berdasarkan IEV (International Electrotechnical Vocabulary) disebutkan bahwa Circuit Breaker (CB) atau Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan saklar / switching mekanis, yang mampu menutup, mengalirkan dan memutus arus beban dalam kondisi normal serta mampu menutup, mengalirkan (dalam periode waktu tertentu) dan memutus arus beban dalam spesifik kondisi abnormal / gangguan seperti kondisi short circuit / hubung singkat. Fungsi utamanya adalah sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat terjadi arus gangguan ( hubung singkat ) pada jaringan atau peralatann lain. PMT 20KV PMT 150KV PMT 500KV Macam macam PMT 20kV, 150kV, 500kV 10
11 Macam macam PMT 20kV 3.2 Macam-Macam PMT Berdasarkan kelas / besar tegangannya PMT dapat dibedakan menjadi : a. PMT tegangan rendah (Low Voltage) Dengan range tegangan 0.1 s/d 1 kv ( SPLN ). b. PMT tegangan menengah (Medium Voltage) Dengan range tegangan 1 s/d 35 kv ( SPLN ). c. PMT tegangan tinggi (High Voltage) Dengan range tegangan 35 s/d 245 kv ( SPLN ). d. PMT tegangan extra tinggi (Extra High Voltage) Dengan range tegangan lebih besar dari 245 kvac ( SPLN ) Berdasarkan media pemadam busur api, PMT dapat dibedakan menjadi : a. Pemadam busur api dengan gas SF6 Menggunakan gas SF6 sebagai media pemadam busur api yang timbul pada waktu memutus arus listrik. Sebagai isolasi, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan udara dan kekuatan dielektrik ini bertambah seiring dengan pertambahan tekanan. Umumnya PMT jenis ini merupakan tipe tekanan tunggal (single pressure type), dimana selama operasi membuka atau menutup PMT, gas SF6 ditekan ke dalam suatu tabung/silinder yang menempel pada kontak bergerak. Pada waktu pemutusan, gas SF6 ditekan melalui nozzle dan tiupan ini yang mematikan busur api. 11
12 PMT 20kv media pemadam busur api SF6 PMT Satu Katup dengan Gas SF6 b. Pemadam busur api dengan oil / minyak Menggunakan minyak isolasi sebagai media pemadam busur api yang timbul pada saat PMT bekerja membuka atau menutup. 12
13 Jenis PMT dengan minyak ini dapat dibedakan menjadi : I. PMT menggunakan banyak minyak (bulk oil) II. PMT menggunakan sedikit minyak (small oil) PMT jenis ini digunakan mulai dari tegangan menengah 6 kv sampai tegangan ekstra tinggi 425 kv dengan arus nominal 400 A sampai 1250 A dengan arus pemutusan simetris 12 ka sampai 50 ka PMT Bulk oil 4. Pemadam busur api dengan udara hembus / air blast PMT ini menggunakan udara sebagai media pemadam busur api dengan menghembuskan udara ke ruang pemutus. PMT ini disebut juga sebagai PMT Udara Hembus (Air Blast). PMT Udara Hembus / Air Blast 5. Pemadam busur api dengan Hampa Udara (Vacuum) 13
14 Ruang hampa udara mempunyai kekuatan dielektrik (dielektrik strength) yang tinggi dan sebagai media pemadam busur api yang baik. Saat ini, PMT jenis vacuum umumnya digunakan untuk tegangan menengah (24kV). Jarak (gap) antara kedua katoda adalah 1 cm untuk 15 kv dan bertambah 0,2 cm setiap kenaikan tegangan 3 kv. Untuk pemutus vacuum tegangan tinggi, digunakan PMT jenis ini dengan dihubungkan secara serie. Ruang kontak utama (breaking chambers) dibuat dari bahan antara lain porcelain, kaca atau plat baja yang kedap udara. Ruang kontak utamanya tidak dapat dipelihara dan umur kontak utama sekitar 20 tahun. Karena kemampuan ketegangan dielektrikum yang tinggi maka bentuk pisik PMT jenis ini relatip kecil. 1. Plat-plat penahan bukan bahan magnet 2. Rumah pemutus dari bahan berisolasi 3. Pelindung dari embun uap 4. Kontak bergerak 5. Kontak tetap 6. Penghembus dari bahan logam 7. Tutup alat penghembus 8. Ujung kontak Gambar Ruang kontak utama (breaking chamber) pada PMT vacuum PMT dengan Hampa Udara (vacuum) 14
15 Pemeliharaan PMT Pengertian Pemeliharaan. Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang sangat terhormat, karena pemeliharaan yang baik akan memperpanjang umur peralatan dan akan menjamin berfungsinya peralatan dengan baik, dan pemeliharan yang telah dilaksanakan tidak ada bekasnya namun dapat dirasakan pengaruhnya, Apabila pemeliharaan tidak dilaksanakan kemudian peralatan menjadi rusak atau gangguan maka kejadian tersebut dapat dikatagorikan hina/ memalukan Lain halnya kalau pemasangan baru atau pengadaan baru yaitu yang tadinya tidak ada menjadi ada dan jelas sekali perubahannya. Sebagai contoh pemeliharaan mobil ( mencuci, perubahannya yang tadinya kotor menjadi bersih, ganti oli yang ada adalah oli bekas, dll ) yang secara keseluruhannya perubahannya sangat kecil seolah olah tidak terjadi perubahan Tujuan Pemeliharaan. Tujuan pemeliharaan adalah untuk mempertahankan kondisi atau menjaga agar peralatan menjadi tahan lama dan meyakinkan bahwa peralatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat dicegah terjadinya gangguan yang menyebabkan kerusakan. Dalam SE. No.032/PST/1984 tanggal 23 Mei 1984 tersebut adalah merupakan himpunan rekomendasi pabrik serta instruction manual dari masing-masing peralatan instalasi listrik dan pengalaman operasi dan pemeliharaan.berdasarkan pengalaman dilapangan yang cukup lama didalam melaksanakan pemeliharaan peralatan instalasi listrik sesuai SE. No.032/PST/1984, maka sejak bulan April 2000 di PLN P3B telah dilakukan perubahan siklus pemeliharaan peralatan. Yang dituangkan dalam suplement SE Direksi No.032/PST/ Pedoman pemeliharaan PMT Berdasarkan fungsinya dan kondisi peralatan bertegangan atau tidak, jenis pemeliharaan pada Pemutus dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. In Service / Visual Inspection 2. In Service Measurement / On Line Montoring 15
16 3. Shutdown Measurement / Shutdown Function Check 4. Overhaul 5. Pasca relokasi / Pasca Gangguan In Service Inspection, In Servise Measurement/On Line Montoring, Shutdown Measurement / Shutdown Function Check dan Overhaul sebagaimana dimaksud dalam butir 1 s/d 4 di atas, merupakan bahagian dari uraian kegiatan pemeliharaan yang tertuang dalam review SE.032/PST/1984 dan Suplemennya. Hal-hal yang direview pada SE.032/PST/1984 antara lain adalah perubahan periode pemeliharaan dari 1 Tahun menjadi 2 Tahun dan penyesuaian item kegiatan pemeriksaan maupun pengujian yang mengacu kepada analisis efek modus gangguan (Failure Mode Effect Analysis / FMEA) dari setiap komponen peralatan tersebut IN SERVICE / VISUAL INSPECTION In Service Inspection adalah inspeksi/pemeriksaan terhadap peralatan yang dilaksanakan dalam keadaan peralatan beroperasi/bertegangan (on-line), dengan menggunakan 5 panca indera (five senses) dan metering secara sederhana, dengan pelaksanaan periode tertentu (Harian, Mingguan, Bulanan, Tahunan). Inspeksi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui/memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur sederhana/umum (seperti Thermo Gun) yang dilaksanakan oleh petugas operator/asisten supervisor di gardu induk (untuk Tragi/UPT PLN P3B Sumatera/Wilayah) atau petugas pemeliharaan/supervisor gardu induk (untuk UPT/Region PLN P3B JB). Review SE.032/PST/1984 Pemeriksaan yang dilaksanakan secara periodik Harian/Mingguan, Bulanan dan Tahunan berdasarkan review SE.032/PST/1984 adalah sebagai berikut : Pemeriksaan Harian / Mingguan misalnya meliputi : 1. Pemeriksaan lemari kontrol, pemanas ruang (heater), lampu penerangan, supply AC/DC 16
17 2. Pemeriksaan posisi indikator ON/OFF 3. Pemeriksaan counter PMT 4. Pemeriksaan pondasi apakah terdapat keretakan atau penurunan 5. Pemeriksaan bushing apakah terdapat keretakan 6. Pemeriksaan debu pada bushing dan body PMT. 7. Pemeriksaan terminal utama, jumperan dan bahagian bertegangan terhadap benda asing, bunyi-bunyian, bau-bauan. 8. Pengukuran infrared thermo meter 9. Pemeriksaan Kebocoran gas SF6 pada sambungan-sambungan. (jenis Pmt dengan media gas) 10. Monitor tekanan Gas SF 6 (jenis Pmt dengan media gas) 11. Pemeriksaan kebocoran pada instalasi udara : katup-katup, sambungan pipa safety valve, blast valve, reducing valve 180 bar & 150 bar. (jenis Pmt dengan media Air Blast) 12. Monitor tekanan N2 13. Pemeriksaan warna dan level minyak (jenis Pmt dengan media minyak) 14. Pemeriksaan Indikator Pegas mekanik pada PMT sistim pegas. 15. Pemeriksaan kebocoran minyak pada instalasi, sambungan, katup-katup pipa. 16. Pemeriksaan level indikasi 17. Monitor penunjukkan counter hour pompa. 18. Pemeriksaan start-stop (durasi siklus) pompa. 19. Pemeriksaan kebocoran udara pada instalasi udara; pipa; nepel; safety valve katupkatup (aktuator). 20. Pemeriksaan counter kerja kompressor apakah ada penambahan angka secara dratis bila bertambah lakukan pemeriksaan kebocoran udara lebih intensif. 21. Pemeriksaan level minyak pelumas 22. Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas 23. Pemeriksaan counter jam kerja kompressor 24. Pemeriksaan coupling ring. 25. Pemeriksaan kipas pendingin cylinder. 26. Pemeriksaan Oil pressure gauge. 27. Pemeriksaan Pressure gauge 1st stage. 28. Pemeriksaan Pressure gauge 2nd stage. 29. Pemeriksaan Pressurre gauge 3rd stage. 17
18 30. Pemeriksaan Pressure gauge 4th stage. 31. Periksa amper starting. 32. Periksa amper running. 33. Periksa kipas pendingin motor. 34. Pembuangan air pada tanki udara. 35. Pemeriksaan kebocoran udara pada instalasi. Pemeriksaan Bulanan meliputi : 1. Pemeriksaan kebocoran pada instalasi udara : katup-katup, sambungan pipa safety valve, blast valve, reducing valve 180 bar & 150 bar. 2. Pemeriksaan kebocoran minyak pada instalasi, sambungan, katup-katup pipa. 3. Pemeriksaan level indikasi 4. Sumber tegangan AC/DC. 5. Pemeriksaan lampu indikator / bendera indikator 6. Pemeriksaan automatic sequence Berdasarkan FMEA / FMECA Tahun 2008, PLN kembali melaksanakan kajian dan analisis terhadap efek modus gangguan yang terjadi pada komponen peralatan sehingga uraian kegiatan pemeliharaan dalam review SE-032 dan Suplemennya mengalami perubahan, seperti pada uraian formulir inspeksi sebagai berikut : Pemeriksaan Harian Berdasarkan FMEA/FMECA dan Inspeksi Level-1, meliputi : 1. Pemeriksaan kopel penggerak (khusus 3 pole) 2. Pemeriksaan kondisi kesiapan pegas 3. Kesesuaian penunjukkan indikator pegas 4. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan hidrolik 5. Penunjukkan & pemeriksaan counter kerja pompa 6. Penunjukkan & pemeriksaan level minyak (hidrolik) 7. Pemeriksaan sambungan / katup / pipa (hidrolik) 18
19 8. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan udara (pneumatik) 9. Penunjukkan & pemeriksaan counter kerja pompa kompresor 10. Pemeriksaan level minyak kompresor 11. Pemeriksaan sambungan / katup / pipa (pneumatik) 12. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan gas SF6 13. Pemeriksaan manometer warna - tekanan gas SF6 14. Pemeriksaan instalasi gas SF6 15. Penunjukkan & pemeriksaan level minyak (bulk oil) 16. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan N2 17. Penunjukkan level minyak bushing (bulk oil) 18. Pemeriksaan sambungan / katup (valve) minyak 19. Penunjukkan & pemeriksaan tekanan udara (air blast) 20. Pemeriksaan instalasi air blast Pemeriksaan Mingguan Berdasarkan FMEA/FMECA dan Inspeksi Level-1, meliputi : 1. Pemeriksaan kondisi terminal utama terhadap benda asing 2. Pemeriksaan kondisi isolator interrupter 3. Pemeriksaan kondisi isolator Resistor (jika ada) 4. Pemeriksaan kondisi isolator Kapasitor (jika ada) 5. Pemeriksaan kondisi isolator support compartment (jika ada) 6. Penunjukkan & pemeriksaan counter PMT 7. Kesesuaian penunjukkan indikator posisi PMT 8. Pemeriksaan kondisi indikator PMT 9. Pemeriksaan lampu penerangan 10. Pemeriksaan heater 11. Pemeriksaan terminal wiring 12. Pemeriksaan kabel kontrol 13. Pemeriksaan sekering / MCB 14. Pemeriksaan terhadap bebauan yang asing 15. Pembuangan udara kondensasi 19
20 Pemeriksaan Bulanan Berdasarkan FMEA/FMECA dan Inspeksi Level-1, meliputi : 1. Pemeriksaan kondisi pintu lemari 2. Pemeriksaan kondisi / kebersihan dalam lemari 3. Pemeriksaan kondisi door sealent 4. Pemeriksaan lubang kabel 5. Pemeriksaan grounding PMT 6. Pemeriksaan grounding lemari 7. Pemeriksaan kondisi pelumas pada roda gigi 8. Pemeriksaan tabung akumulator 9. Pemeriksaan belt kompresor 10. Pemeriksaan tangki (pneumatik) Pemeriksaan Triwulanan Berdasarkan FMEA/FMECA dan Inspeksi Level-1, meliputi : 1. Kondisi suhu terminal utama (image thermovisi) 2. Kondisi suhu interrupter chamber (image thermovisi) Pemeriksaan Tahunan Berdasarkan FMEA/FMECA dan Inspeksi Level-1, meliputi : 1. Pemeriksaan struktur besi/baja atau beton 2. Pemeriksaan pondasi IN SERVISE MEASUREMENT / ON LINE MONITORING Merupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam keadaan peralatan bertegangan (On Line). Pengukuran dan/atau pemantauan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui/memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur yang advanced (seperti Thermal Image thermovision) yang dilakukan oleh petugas pemeliharaan. 20
21 SHUTDOWN MEASUREMENT / SHUTDOWN FUNCTION CHECK Merupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam keadaan peralatan tidak bertegangan (Off Line). Pengukuran dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur sederhana serta advanced yang dilakukan oleh petugas pemeliharaan. Macam macam pengukuran/pengujian : I. II. Pengujian/pengukuran pada interrupter : i. Pengukuran Tahanan isolasi ii. Pengukuran Tahanan kontak iii. Keserempakan kontak (breaker analyzer) iv. Pengukuran nilai R pada Resistor (bila ada) v. Pengukuran nilai C pada Capasitor (bila ada) Pengujian pada media pemadam busur api : i. Kualitas gas SF6 ii. Karakteristik minyak iii. Pengujian ke-vacuum-an iv. Pengujian kerapatan gas (density gas) III. Pengujian pada sistem mekanik penggerak : i. Sistem pegas / spring 1. Pengujian fungsi start & stop motor penggerak 2. Pengukuran arus beban motor penggerak 3. Tahanan isolasi belitan motor penggerak 4. Pengukuran tegangan AC dan DC ii. Sistem pneumatik 1. Pengujian fungsi start & stop motor kompresor 2. Pengujian fungsi system block 3. Pengujian kebocoran udara 4. Pengukuran konsumsi udara saat Open-Close-Open 5. Pengujian fungsi safety valve 6. Kalibrasi manometer 7. Pengukuran tegangan dan arus AC dan DC 8. Pengukuran waktu kerja kompresor 21
22 iii. Sistem hidrolik 1. Pengujian fungsi start & stop motor hidrolik 2. Pengujian fungsi system hidrolik 3. Pengujian kebocoran hidrolik 4. Pengukuran konsumsi hidrolik saat Open-Close-Open 5. Pengujian fungsi safety valve 6. Kalibrasi manometer 7. Pemeriksaan oil pressure switch 8. Pengukuran tegangan AC dan DC 9. Pengujian tekanan akumulator 10. Pengujian waktu reinflation IV. Pengukuran Grounding/ pentanahan V. Pemeriksaan fungsi lemari mekanik : i. Pengujian fungsi close dan open (local/remote dan scada) ii. Pengujian tegangan AC dan DC iii. Pengujian emergency trip iv. Pengujian fungsi alarm v. Pengujian fungsi interlock mekanik dan elektrik Evaluasi hasil pemeliharaan METODE EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN Gambar-3.1. Flow chart metode evaluasi Metode evaluasi untuk pemeliharaan PMT mengacu pada flow chart / alur seperti pada gambar diatas. Secara umum meliputi 3 (tiga) tahapan evaluasi pemeliharaan, yaitu : A. Evaluasi Level 1 Pelaksanaan tahap awal ini berdasarkan pada hasil In Service / Visual Inspection yang sifatnya berupa harian, mingguan, bulanan atau tahunan, serta dapat juga dengan 22
23 menambahkan hasil on line monitoring. Tahapan ini menghasilkan kondisi awal (early warning) dari PMT. B. Evaluasi Level 2 Hasil akhir serta rekomendasi pada tahap pertama menjadi inputan untuk dilakukannya evaluasi level 2, ditambah dengan pelaksanaan In Service Measurement. Tahapan ini menghasilkan gambaran lebih lanjut untuk justifikasi kondisi PMT, serta menentukan pemeliharaan lebih lanjut. C. Evaluasi Level 3 Merupakan tahap akhir pada metode evaluasi pemeliharaan. Hasil evaluasi level 2 ditambah dengan hasil shutdown measurement dan shutdown function check, menghasilkan rekomendasi akhir tindak lanjut yang berupa Life extension program dan Asset development plan, seperti retrofit, refurbish, replacement atau reinvestment Standar Evaluasi Hasil Pemeliharaan Standar evaluasi adalah acuan yang digunakan dalam mengevaluasi hasil pemeliharaan untuk dapat menentukan kondisi peralatan PMT yang dipelihara. Standar yang ada berpedoman kepada : instruction manual dari pabrik, standar-standar internasional maupun nasional ( IEC, IEEE, CIGRE, ANSI, SPLN, SNI dll ) dan pengalaman serta observasi / pengamatan operasi di lapangan. Dikarenakan dapat berbeda antar merk / pabrikan, maka acuan yang diutamakan adalah manual dari pabrikan PMT tersebut. Dapat digunakan acuan yang berasal dari standar internasional maupun nasional, apabila tidak diketemukan suatu nilai batasan pada manual dari pabrikan PMT tersebut. BAB IV Prosedur / instruksi kerja uji tahanan isolasi pada pmt serta analisa 23
24 4.1 Pengukuran Tahanan Isolasi Pengukuran tahanan isolasi pemutus tenaga (PMT) ialah proses pengukuran dengan suatu alat ukur Insulation Tester (megger) untuk memperoleh hasil (nilai/besaran) tahanan isolasi pemutus tenaga antara bagian yang diberi tegangan (fasa) terhadap badan (case) yang ditanahkan maupun antara terminal masukan (I/P terminal) dengan terminal keluaran (O/P terminal) pada fasa yang sama. Hal yang bisa mengakibatkan kerusakan alat ukur adalah bilamana alat ukur tersebut dipakai untuk mengukur obyek pada lokasi yang tegangan induksi listrik di sekitarnya sangat tinggi atau masih adanya muatan residual pada belitan atau kabel. Langkah untuk menetralkan tegangan induksi maupun muatan residual adalah dengan menghubungkan bagian tersebut ke tanah beberapa saat sehingga induksinya hilang. Untuk mengamankan alat ukur terhadap pengaruh tegangan induksi maka peralatan tersebut perlu dilindungi dengan Sangkar Faraday (lihat gambar 3.1) dan kabel-kabel penghubung rangkaian pengujian sebaiknya menggunakan kabel yang dilengkapi pelindung (Shield Wire). Jadi untuk memperoleh hasil yang valid maka obyek yang diukur harus betul - betul bebas dari pengaruh induksi. Plat sen ukuran dihub Gambar. Pengukuran tahanan isolasi menggunakan sangkar Faraday 24
25 4.2 Prinsip Kerja Alat Ukur Tahanan Isolasi Pada dasarnya pengukuran tahanan isolasi PMT adalah untuk mengetahui besar (nilai) kebocoran arus ( leakage current ) yang terjadi antara bagian yang bertegangan I/P terminal dan O/P terminal terhadap tanah. Kebocoran arus yang menembus isolasi peralatan listrik memang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, salah satu cara meyakinkan bahwa PMT cukup aman untuk diberi tegangan adalah dengan mengukur tahanan isolasinya. Kebocoran arus yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan akan memberikan jaminan bagi PMT itu sendiri sehingga terhindar dari kegagalan isolasi. Insulation tester banyak jenisnya (merk dan type megger), masing-masing memiliki spesifikasi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Mulai dari type sederhana, menengah sampai dengan yang canggih. Display (tampilannya) juga banyak ragamnya; mulai dari tampilan analog, semi digital dan digital murni. Pada panel kendali (Front Panel) ada yang sangat sederhana, namun ada pula yang super canggih. Tapi seluruhnya memiliki prinsip kerja yang sama. 4.3 Macam-Macam alat ukur tahanan isolasi 2.1. METRISO type 5000 A KYORITSU model
26 2.3. METRISO type AEMC type EXTECH (digital) METRISO type AVO type MJ FLUKE AK (digital) HWASHIN type HS510 type 1520 (digital). 26
27 AEMC (analog) AEMC (digital) Cara Penggunaan / Cara Pengukuran tahanan isolasi Persiapan 1. Persiapkan alat ukur dan dan accessories lainnya serta yakinkan semuanya dalam kondisi baik Gambar apabila menggunakan megger merk kyoritsu 2. Periksa sumber tegangan / baterenya 27
28 Gambar apabila menggunakan megger merk kyoritsu 3. Persiapkan tool set yang diperlukan 4. Persiapkan blanko pengukuran (Formulir: P3BJB TEK/FML/IK.TRF/002.MEG) 5. Catat spesifikasi PMT yang akan diukur 6. Letakkan alat ukur pada tempat yang aman dan terjangkau. 7. Referensi hasil pengukuran tahanan isolasi adalah 1 MΩ/kV & PI = 1,25 2 (SE PLN No.032/PST/1984 dan Suplemennya serta Buku Panduan Pemeliharaan Trafo Tenaga) Pelaksanaan 1. Masukkan pangkal kabel tester pada terminal alat ukur. 2. Hubungkan Kabel LINE dan kabel EARTH ke objek uji seperti pada tabel di bawah untuk beberapa variasi pengukuran. NO Pengukuran Fasa R atas Fasa R bawah Fasa R atas ground / body Fasa R bawah ground / body Fasa S atas Fasa S bawah Fasa S atas ground / body Fasa S bawah ground / body Fasa T atas Fasa T bawah Fasa T atas ground / body Fasa T bawah ground / body Kabel line Fasa R atas Fasa R atas Fasa R bawah Fasa S atas Fasa S atas Fasa S bawah Fasa T atas Fasa T atas Fasa T bawah Kabel earth Fasa R bawah Ground / body Ground / body Fasa S bawah Ground / body Ground / body Fasa T bawah Ground / body Ground / body Kabel guard Ground / body Fasa R bawah Fasa R atas Ground / body Fasa S bawah Fasa S atas Ground / body Fasa T bawah Fasa T atas 28
29 Ra Sa Ta Rb Sb Tb Gambar PMT 150kv merk ABB di GI Angke, tanda merah titik pengujian megger 3. Pada saat pengukuran yakinkan bahwa semua probe terhubung dengan baik. 4. Pindahkan posisi selector tegangan ke 5000 Volt 5. Setting waktu pengukuran dengan menekan tombol TIME SET: a. Time 1 = 1 menit b. Time 2 = 10 menit 6. Tekan dan putar sesuai arah panah tombol PRESS TO TEST hingga posisi LOCK 7. Amati hasil penunjukkan pada alat ukur dan catat pada blanko yang telah disediakan. 8. Tekan dan putar berlawanan arah panah tombol PRESS TO TEST ke posisi semula. 9. Tunggu sejenak untuk memberikan waktu ke alat ukur melakukan self discharge atau dapat juga dilakukan dengan menghubung singkat terminal ukur ke ground. 10. Pindah selektor tegangan ke posisi OFF Finishing 1. Lepas rangkaian kabel alat ukur 2. Simpan pada kotak penyimpanan bersama dengan kabel atau accessoriesnya 3. Lakukan pengecekan ulang untuk meyakinkan sambungan konduktor/kabel pada 29
30 terminal telah terpasang dengan baik dan benar 4.5 Standar Pengukuran / pengujian Tahanan Isolasi Batasan tahanan isolasi PMT sesuai Buku Pemeliharaan Peralatan SE.032/PST/1984 dan menurut standard VDE (catalouge 228/4) minimum besarnya tahanan isolasi pada suhu operasi dihitung 1 kilo Volt = 1 MΩ (Mega Ohm). Dengan catatan 1 kv = besarnya tegangan fasa terhadap tanah, kebocoran arus yang diijinkan setiap kv = 1 ma. Bila dilihat dari hitungan teori standard minimal tahanan isolasi dapat dihitung dengan rumus ( U ) ( V ) R = U 2,5 contoh : R = V. 2,5 Q 5000 V R = 200 MΩ Dimana : R = Tahanan isolasi minimal. U = Tegangan kerja. Q = Tegangan Megger = Bilangan tetap. 2,5 = Faktor Keamanan (apabila baru). Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi pada Kabel instalasi pada rumah-rumah / bangunan Kabel tegangan rendah Kabel tegangan tinggi Transformator, OCB dan peralatan listrik lainnya. BAB V Kesimpulan dan lampiran 5.1 Kesimpulan 30
31 Setelah melaksanakan kerja praktek dengan judul laporan UJI TAHANAN ISOLASI PMT DALAM PEMELIHARAAN TERHADAP SISTEM TENAGA LISTRIK PT PLN (Persero) APP DURIKOSAMBI GI ANGKE maka dapat membuat kesimpulan sebagai berikut : a. Pengukuran tahanan isolasi pemutus tenaga (PMT) ialah proses pengukuran dengan suatu alat ukur Insulation Tester (megger) untuk memperoleh hasil (nilai/besaran) tahanan isolasi pemutus tenaga antara bagian yang diberi tegangan (fasa) terhadap badan (case) yang ditanahkan maupun antara terminal masukan (I/P terminal) dengan terminal keluaran (O/P terminal) pada fasa yang sama. b. Dalam melakukan pengukuran tahanan isolasi PMT harus sesuai dengan buku instruksi kerja ataupun buku manual untuk meminimalisir kerusakan alat uji dan mendapatkan hasil uji yg maksimal sehingga akurat untuk dijadikan bahan analisis pmt tersebut. c. Batasan tahanan isolasi PMT sesuai Buku Pemeliharaan Peralatan SE.032/PST/1984 dan menurut standard VDE (catalouge 228/4) minimum besarnya tahanan isolasi pada suhu operasi dihitung 1 kilo Volt = 1 MΩ (Mega Ohm). Dengan catatan 1 kv = besarnya tegangan fasa terhadap tanah, kebocoran arus yang diijinkan setiap kv = 1 ma. 31
32 5.2 LAMPIRAN FORMULIR INSPEKSI LEVEL 1 Periode Harian 32
33 33
34 34
35 Periode Mingguan 35
36 36
37 Periode Bulanan 37
38 38
39 39
40 Periode 1 tahunan 40
41 Periode Triwulanan (Pelaksanaan Khusus - Thermovisi) 41
42 42
43 Lembar Hasil Pemeliharaan Tahunan PMT LEMBAR HASIL PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA TAHUNAN No Uraian Kegiatan ACUAN A B Pembersihan Bushing/Isolator Pemeriksaan Terminal-terminal Pemeriksaan Pondasi Pemeriksaan Lemari Kontrol - Pemeriksaan Kebersihan C Kondisi Awal a b D Tindakan E Hasil Akhir 1 2 F Lokasi : Bay : Merk /type : Tegangan : Tanggal : Kesimpulan I G Pelaksana II H Bersih Kencang, bersih Kokoh, retak tidak Bersih Tidak putus Kencang 5. Counter Bekerja baik Penunjukannya benar 6. Indikator Pemeriksaan indikator level minyak Jelas & pada posisi normal Bekerja normal Pemeriksaan indikator tek. Udara Jelas & pada posisi normal Bekerja normal 7. Pemeriksaan indikator Nitrogen Sistem Penggerak Hidrolik - Pemeriksaan tekanan minyak - Pemeriksaan seal-seal Jelas & pada posisi normal Jelas & pada posisi normal Jelas & pada posisi normal 43
44 8. - Pemeriksaan oil level - Pembersihan filter minyak Pengujian triping/closing coil - Pemeriksaan kontaktor motor DC Sistem Penggerak phenematic - Pemeriksaan oli compresor Jelas & pada posisi normal Bersih Bekerja normal Baik, bersih Baik dan tidak berkurang Bersih - Pembersihan filter udara - Pemeriksaan v belt Bersih, tidak buntu/mampet Normal/tidak bocor Cukup dan tidak ada aus Tidak ada cacat Bersih dan baik Pengujian triping/closing coil 9. Sistem Penggerak Pegas - Pemeriksaan indikator pegas Pengujian triping/closing coil Bekerja normal Bersih, seal karet tidak rusak Cukup, tidak ada aus/cacat Baik, bekerja normal Jelas, bekerja normal Bekerja normal Bersih,tidak aus,pelumas cukup 10. Pengukuran Tahanan Isolasi - Fasa R : atas - bawah atas - tanah Isolasi yang diijinkan R = 1 M. Ohm/kV Meger 5000 Volt bawah - tanah 44
45 - Fasa S : atas - bawah atas - tanah bawah - tanah - Fasa T : atas - bawah atas - tanah bawah - tanah >/=140kV / cm 11. Pengukuran Tahanan Kontak - Kontak atas bawah Sesuai name plate Jernih, 5x trip (Small Oil) Std G.E < µ Ω Std G.E R: S: < µ Ω Std ASEA < 45 µ Ω Standard T: MG 35 µ Ω.(SF6) Buka - Tutup Pengujian Capasitor Pemeriksaan Bushing Capasitor Over haul PMT (kondisional) Maks. 50 ms Maks. 100 ms R </= 1 Ohm Bersih, tidak ada keretakan Baik sesuai name plate Baik sesuai name plate Tidak bocor, tidak rembes Bersih dan baik Bekerja Normal 16. Pengecatan tanda-tanda Fasa Penanggung Jawab Jelas warna atau huruf Pengawas, 45
46 (.. ) Keterangan : a : Baik b : Tidak Baik (.. ) 1 : Sesuai Acuan 2 : Baik I : Tidak Baik II : Sesuai Acuan Yang sifatnya pengukuran ditulis harga/angka DAFTAR PUSTAKA 46
47 Hanif Guntoro Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-bagian I (online) ( Diakses 26 februari 2013). Hanif Guntoro Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-bagian II (online) ( Diakses 26 februari 2013). PLN DISJAYA PENGENALAN KUBIKEL. Jakarta, penerbit PLN DISJAYA PLN GI ANGKE SEJARAH GI.ANGKE. Jakarta, Penerbit tim GI Angke. PLN P3B JB INSTRUKSI KERJA TAHANAN ISOLASI. Jakarta, Penerbit PLN P3B JB. PLN PUSDIKLAT B PENGGUNAAN PERALATAN KERJA DAN ALATUKUR LISTRIK. Jakarta, Penerbit PLN PUSDIKLAT. PLN PUSDIKLAT BUKU PETUNJUK PEMUTUS TENAGA (PMT) Jakarta, Penerbit PLN PUSDIKLAT. PLN PUSDIKLAT PEMELIHARAAN PERALATAN GI. Jakarta, Penerbit PLN PUSDIKLAT. 47
BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI
BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI 4.1 In Service / Visual Inspection 4.1.1 Pengertian Merupakan kegiatan inspeksi atau pengecekan yang dilakukan dengan menggunakan 5 sense (panca
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA (PMT) MENGGUNAKAN MEDIA PEMADAM GAS SF6 DI GARDU INDUK UNGARAN 150 KV APP SEMARANG BASE CAMP SEMARANG
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA (PMT) MENGGUNAKAN MEDIA PEMADAM GAS SF6 DI GARDU INDUK UNGARAN 150 KV APP SEMARANG BASE CAMP SEMARANG Faisal Oktavian S. 1,Ir.Juningtyastuti, M.T. 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 PENGERTIAN Berdasarkan IEV (International Electrotechnical Vocabulary) 441-14-20 disebutkan bahwa Circuit Breaker (CB) atau Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan saklar /
BAB IV PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA (CIRCUIT BREAKER) DI APP DURI KOSAMBI
BAB IV PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA (CIRCUIT BREAKER) DI APP DURI KOSAMBI 4.1 Definisi dan Tujuan Pemeliharaan Pemeliharaan peralatan listrik tegangan tinggi adalah serangkaian tindakan atau proses kegiatan
PT PLN (Persero) PEMUTUS TENAGA DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR TABEL...vii BAB I PENDAHULUAN... 1
DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR TABEL...vii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 PENGERTIAN... 1 1.2 KLASIFIKASI PMT... 1 1.2.1 Berdasarkan besar / kelas tegangan (Um)... 1 1.2.2 Berdasarkan
BAB IV PERAWATAN TRANSFORMATOR TENAGA 150 KV DI GARDU INDUK APP DURIKOSAMBI
BAB IV PERAWATAN TRANSFORMATOR TENAGA 150 KV DI GARDU INDUK APP DURIKOSAMBI 4.1 Trafo Step Up 150 kv PT. PLN Durikosambi Gardu Induk Durikosambi berjenis gardu induk Switchyard, yakni gardu induk yang
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA GARDU INDUK 150 KV KRAPYAK
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA GARDU INDUK 150 KV KRAPYAK Lukas Santoro. 1, Ir. Yuningtyastuti, MT. 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto,
2. KLASIFIKASI PMT Berdasarkan besar / kelas tegangan (Um)
2. KLASIFIKASI PMT Klasifikasi Pemutus Tenaga dapat dibagi atas beberapa jenis, antara lain berdasarkan tegangan rating/nominal, jumlah mekanik penggerak, media isolasi, dan proses pemadaman busur api
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA TIPE GAS SF6 GARDU INDUK 150 KV UNGARAN
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA TIPE GAS SF6 GARDU INDUK 150 KV UNGARAN Taufik Ardian Ramadhana. 1, Ir.Bambang Winardi. 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Sistem Pengoperasian dan Pemeliharaan Pemisah (Disconnecting Switch) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kv Gandul
Nama Sistem Pengoperasian dan Pemeliharaan Pemisah (Disconnecting Switch) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kv Gandul : Tri Hardiyanto NPM : 16410946 Fakultas Jurusan Pembimbing : Teknologi Industri
BAB IV PEMELIHARAAN TRAFO DISTRIBUSI
BAB IV PEMELIHARAAN TRAFO DISTRIBUSI 4.1 Pengerian dan Tujuan Pemeliharaan Pemeliharaan peralatan listrik tegangan tinggi adalah serangkaian tindakan atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi dan
ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB
ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB 252 Oleh Vigor Zius Muarayadi (41413110039) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana Sistem proteksi jaringan tenaga
L/O/G/O RINCIAN PERALATAN GARDU INDUK
L/O/G/O RINCIAN PERALATAN GARDU INDUK Disusun Oleh : Syaifuddin Z SWITCHYARD PERALATAN GARDU INDUK LIGHTNING ARRESTER WAVE TRAP / LINE TRAP CURRENT TRANSFORMER POTENTIAL TRANSFORMER DISCONNECTING SWITCH
MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTIK
MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTIK SISTEM PROTEKSI GARDU INDUK DAN JARINGAN 150 kv MENGGUNAKAN PEMUTUS TENAGA (PMT) MEDIA GAS SF6 DI GARDU INDUK 150 kv KEBASEN PT. PLN (PERSERO) P3B JB UPT TEGAL Oleh : JOHAN
III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 3.1. Umum Berdasarkan standard operasi PT. PLN (Persero), setiap pelanggan energi listrik dengan daya kontrak di atas 197 kva dilayani melalui jaringan tegangan menengah
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA (PMT) MEDIA PEMADAM BUSUR API GAS SF6 DENGAN PENGGERAK SPRING PT. PLN (PERSERO) P3B REGIONAL JATENG DAN DIY UPT
PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA (PMT) MEDIA PEMADAM BUSUR API GAS SF6 DENGAN PENGGERAK SPRING PT. PLN (PERSERO) P3B REGIONAL JATENG DAN DIY UPT. SEMARANG GI 150 kv SRONDOL Aji Suryo Alam 1, Dr. Ir. Hermawan,
PEMELIHARAAN DAN PERTIMBANGAN PENEMPATAN ARRESTER PADA GARDU INDUK 150 KV PT. PLN (PERSERO) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UPT SEMARANG
PEMELIHARAAN DAN PERTIMBANGAN PENEMPATAN ARRESTER PADA GARDU INDUK 150 KV PT. PLN (PERSERO) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UPT SEMARANG Wahyu Arief Nugroho 1, Hermawan 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan
Pengujian Keserempakan Pemutus Tenaga (PMT) Three Pole 150 kv Bay Trafo Gardu Induk Simulator Udiklat Semarang (TLM Academy)
Pengujian Keserempakan Pemutus Tenaga (PMT) Three Pole 150 kv Bay Trafo Gardu Induk Simulator Udiklat Semarang (TLM Academy) Anindita Singgih Pambudi 1, Dr. Ir. Hermawan, DEA 2 Jurusan Teknik Elektro Fakultas
PEMELIHARAAN PMT PADA GARDU INDUK 150 KV SRONDOL PT. PLN (PERSERO) P3B JB APP SEMARANG BC SEMARANG
Makalah Seminar Kerja Praktek PEMELIHARAAN PMT PADA GARDU INDUK 150 KV SRONDOL PT. PLN (PERSERO) P3B JB APP SEMARANG BC SEMARANG Farid Hermanto.1, Tejo Sukmadi.2 1Mahasiswa dan 2Dosen Jurusan Teknik Elektro,
PEMELIHARAAN TRAFO ARUS (CT) PADA PADA GARDU INDUK 150 KV PT. PLN (PERSERO) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UNIT PELAYANAN TRANSMISI SEMARANG
PEMELIHARAAN TRAFO ARUS (CT) PADA PADA GARDU INDUK 150 KV PT. PLN (PERSERO) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UNIT PELAYANAN TRANSMISI SEMARANG Aditya Teguh Prabowo 1, Agung Warsito 2 1 Mahasiswa dan 2
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT)
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT) Oleh : Agus Sugiharto Abstrak Seiring dengan berkembangnya dunia industri di Indonesia serta bertambah padatnya aktivitas masyarakat,
saklar pemisah (disconnecting switch)
saklar pemisah (disconnecting switch) Mochammad Facta S.T.,M.T., APP, Ph.D Tahun 2015 Referensi 1. Arisminandar A., Teknik Tenaga Listrik III: Gardu Induk, Pradnya Pramita, 1990 2. GEC Measurement, Protective
BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK. Gambar 2.1 Gardu Induk
BAB II GARDU INDUK 2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI GARDU INDUK Gardu Induk merupakan suatu instalasi listrik yang terdiri atas beberapa perlengkapan dan peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN PEMISAH ( PMS ) PADA GARDU INDUK 150 kv SRONDOL PT. PLN ( PERSERO ) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UPT SEMARANG
Makalah Seminar Kerja Praktek PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN PEMISAH ( PMS ) PADA GARDU INDUK 150 kv SRONDOL PT. PLN ( PERSERO ) P3B JB REGION JAWA TENGAH DAN DIY UPT SEMARANG Rieza Dwi Baskara. 1, Dr. Ir.
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERAWATAN PEMUTUS TENAGA (CIRCUIT BREAKER) DI PT. APP PLN DURIKOSAMBI
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERAWATAN PEMUTUS TENAGA (CIRCUIT BREAKER) DI PT. APP PLN DURIKOSAMBI Diajukan untuk Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh Nama : Amsal
BAB II KARAKTERISTIK PEMUTUS TENAGA
BAB II KARAKTERISTIK PEMUTUS TENAGA 2.1 Fungsi Pemutus Tenaga Pemutus tenaga (PMT) adalah saklar yang dapat digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus atau daya listrik sesuai dengan ratingnya.
SISTEM PROTEKSI RELAY
SISTEM PROTEKSI RELAY SISTEM PROTEKSI PADA GARDU INDUK DAN SPESIFIKASINYA OLEH : WILLYAM GANTA 03111004071 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2015 SISTEM PROTEKSI PADA GARDU INDUK
Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta
Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta - Circuit Breaker (CB) 1. MCB (Miniatur Circuit Breaker) 2. MCCB (Mold Case Circuit Breaker) 3. NFB (No Fuse Circuit Breaker) 4. ACB (Air Circuit Breaker) 5. OCB (Oil
BAB III DASAR TEORI.
13 BAB III DASAR TEORI 3.1 Pengertian Cubicle Cubicle 20 KV adalah komponen peralatan-peralatan untuk memutuskan dan menghubungkan, pengukuran tegangan, arus, maupun daya, peralatan proteksi, dan control
Muchamad Arif Sasmita 1, Ir. Agung Nugroho M. Kom. 2
Operasi dan Pemeliharaan Pemutus Tenaga Dengan SF6 (Sulfur hexafluoride) Sebagai Pemadam Busur Api Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kv Ungaran Muchamad Arif Sasmita 1, Ir. Agung Nugroho M.
SIMULASI PROTEKSI DAERAH TERBATAS DENGAN MENGGUNAKAN RELAI OMRON MY4N-J12V DC SEBAGAI PENGAMAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI DI GARDU INDUK
Simulasi Proteksi Daerah Terbatas... (Setiono dan Arum) SIMULASI PROTEKSI DAERAH TERBATAS DENGAN MENGGUNAKAN RELAI OMRON MY4N-J12V DC SEBAGAI PENGAMAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI DI GARDU INDUK Iman Setiono
Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemeliharaan/Inspeksi peralatan listrik adalah serangkaian tindakan atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi dan meyakinkan bahwa peralatan dapat berfungsi
SAKLAR PEMISAH (PMS)
SAKLAR PEMISAH (PMS) diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Tegangan Tinggi Dosen Pengampu : Dr. Hasbullah, S.Pd., M.T. Oleh : Eka Nugraha 1104351 Firna Anindyaputri R 1101097 Ilman Yahdiyan
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK
TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK Oleh: FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oktober 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring jaman
Peralatan utama yang terpasang di gardu induk dan saluran transmisi adalah : b). Saluran Udara c). Saluran Kabel
1. 1.1. Manajemen Pemeliharaan 1.1.1. Permasalahan Pemeliharaan Peralatan Pada umumnya lokasi sumber energi primer konvensional tidak selalu dekat dengan pusat beban sehingga pusat pembangkit listrik dibangun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemutus Tenaga (PMT) Pemutus tenaga adalah alat yang terpasang pada gardu induk yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutus arus beban atau arus gangguan. Syarat
PERALATAN PEMUTUS DAYA YANG FUNGSI UTAMANYA MENCATAT DAN MEMUTUSKAN DAYA LISTRIK KE PERALATAN / BEBAN.
FUNGSI DARI SWITCHGEAR : PERALATAN PEMUTUS DAYA YANG FUNGSI UTAMANYA MENCATAT DAN MEMUTUSKAN DAYA LISTRIK KE PERALATAN / BEBAN. SWITCHGEAR (CIRCUIT BREAKER) TEGANGAN RENDAH YANG DIBAHAS ADALAH JENIS A.C.B.
TRANSFORMATOR ARUS DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS PADA PT. PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY UPT SEMARANG GIS 150kV SIMPANG LIMA
TRANSFORMATOR ARUS DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS PADA PT. PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY UPT SEMARANG GIS 150kV SIMPANG LIMA Lutfi Lastiko Wibowo. 1, Ir.Agung Warsito, DHET. 2 1 Mahasiswa
Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang Penggunaan energi listrik saat ini telah meningkat sangat pesat, baik dalam kawasan industri, pendidikan maupun untuk keperluan rumah tangga. Kebutuhan akan kelistrikan
BAB II GAS INSULATED SWITCHGEAR ( GIS ) GIS yang sekarang telah menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride )
BAB II GAS INSULATED SWITCHGEAR ( GIS ) 2.1 SEJARAH GIS GIS yang sekarang telah menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride ) sebagai media isolasi, menjadikannya sebagai sebuah teknologi yang maju dan telah
CIRCUIT BREAKER (CB) ATAU PEMUTUS TENAGA LISTRIK (PMT)
CIRCUIT BREAKER (CB) ATAU PEMUTUS TENAGA LISTRIK (PMT) Circuit breaker atau Pemutus Tenaga Listrik adalah salah satu peralatan pemutus rangkaian pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN ARRESTER GARDU INDUK 150 KV UNGARAN PT. PLN (PERSERO) APP SEMARANG
PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN ARRESTER GARDU INDUK 150 KV UNGARAN PT. PLN (PERSERO) APP SEMARANG Taruna Miftah Isnain 1, Ir.Bambang Winardi 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Proses Penyaluran Tenaga Listrik Ke Konsumen Didalam dunia kelistrikan sering timbul persoalan teknis, dimana tenaga listrik dibangkitkan pada tempat-tempat tertentu, sedangkan
PEMELIHARAAN PMT KUBIKEL OUTGOING 20 KV DI GI SAYUNG
PEMELIHARAAN PMT KUBIKEL OUTGOING 20 KV DI GI SAYUNG Prayoga Setiajie, Dr. Ir. Joko Windarto, MT Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto, tembalang, Semarang,
1.2 Tujuan Tujuan penulisan laporan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui kondisi dari PMT yang akan dipasang pada GIS Kalisari.
Makalah Seminar Kerja Praktek PEMELIHARAAN PMT 20 KV MEDIA ISOLASI GAS SF6 KUBIKEL OUTGOING 7 GIS KALISARI Johanes Nugroho Adhi Prakosa, Ir. Juningtyastuti, MT. Mahasiswa dan Dosen Jurusan Teknik Elektro,
Abstrak. 1.2 Tujuan Mengetahui pemakaian dan pemeliharaan arrester yang terdapat di Gardu Induk 150 kv Srondol.
PEMELIHARAAN DAN ANALISA PENEMPATAN ARRESTER PADA GARDU INDUK 150 KV SRONDOL PT. PLN (PERSERO) P3B JB APP SEMARANG BC SEMARANG Guntur Pradnya Pratama 1, Ir. Tejo Sukmadi 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Distribusi Tenaga Listrik Sistem tenaga listrik adalah kumpulan atau gabungan dari komponenkomponen atau alat-alat listrik seperti generator, transformator, saluran transmisi,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Saluran Transmisi Sistem transmisi adalah suatu sistem penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari stasiun pembangkit ke substation ( gardu
Kerja Praktek PT.Petrokimia Gresik 1
Makalah seminar kerja praktek PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR DAYA GARDU INDUK 150 KV PT.PETROKIMIA GRESIK Joko Susilo, Abdul Syakur Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof.
Laporan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) BAB III TINJAUAN PUSTAKA. 3.1 Pengertian PMCB (Pole Mounted Circuit Breaker)
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Pengertian PMCB (Pole Mounted Circuit Breaker) PMCB (Pole Mounted Circuit Breaker) adalah sistem pengaman pada Tiang Portal di Pelanggan Tegangan Menengah 20 kv yang dipasang
Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel
Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel A. Tujuan Mahasiswa mampu dan terampil melakukan pemasangan instalasi listrik secara seri, paralel, seri-paralel, star, dan delta. Mahasiswa mampu menganalisis rangkaian
BAB VII PEMERIKSAAN & PENGUJIAN INSTALASI PEMANFAATAN TEGANGAN RENDAH
BAB VII PEMERIKSAAN & PENGUJIAN INSTALASI PEMANFAATAN TEGANGAN RENDAH 216 217 Pekerjaan instalasi listrik yang telah selesai dikerjakan dan akan dioperasikan, tidak serta merta langsung boleh dioperasikan.
PT PLN (Persero) PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Pemeliharaan Kubikel
4. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMELIHARAAN Adalah kegiatan yang meliputi rangkaian tahapan kerja mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengendalian dan evaluasi pekerjaan pemeliharaan instalasi dan sistem
Percobaan 8 Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR)
Percobaan 8 Kendali 1 Motor 3 Fasa Bekerja 2 Arah Putar dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa mampu memasang dan menganalisis 2. Mahasiswa mampu membuat rangkaian
E M U T U S T E N A G A D : P D M / P G I
B u k u P e d o m a n P e m e l i h a r a a n P E M U T U S T E N A G A D o k u m e n n o m o r : P D M / P G I / 0 7 : 2 0 1 4 P T P L N ( P E R S E R O ) J l T r u n o j o y o B l o k M I / 1 3 5 J A
BAB 1 P E N D A H U L U A N
BAB 1 P E N D A H U L U A N Pada umumnya lokasi pembangkit tenaga listrik tidak selalu dekat dengan pusat beban, sehingga penyaluran daya diselenggarakan melalui instalasi penyaluran (transmisi dan gardu
makalah tentang kubikel 20 kv
makalah tentang kubikel 20 kv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam perkembangannya, kebutuhan energi listrik semakin meningkat, sedangkan masyarakat sebagai konsumen energi listrik juga bertambah
TUGAS AKHIR ANALISA DAN SOLUSI KEGAGALAN SISTEM PROTEKSI ARUS LEBIH PADA GARDU DISTRIBUSI JTU5 FEEDER ARSITEK
TUGAS AKHIR ANALISA DAN SOLUSI KEGAGALAN SISTEM PROTEKSI ARUS LEBIH PADA GARDU DISTRIBUSI JTU5 FEEDER ARSITEK Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun
BAB IV PEMBAHASAN. Gardu beton (tembok) Gardu kios Gardu portal
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Pemeliharaan Bangunan Gardu Pada sistem distribusi kita ketahui terdiri dari beberapa macam gardu distribusi yang digunakan oleh PLN : Gardu beton (tembok) Gardu kios Gardu portal
LANDASAN TEORI Sistem Tenaga Listrik Tegangan Menengah. adalah jaringan distribusi primer yang dipasok dari Gardu Induk
II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Tenaga Listrik Tegangan Menengah Sistem Distribusi Tenaga Listrik adalah kelistrikan tenaga listrik mulai dari Gardu Induk / pusat listrik yang memasok ke beban menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Pada prinsipnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
32 BAB III METODE PENELITIAN Pada prinsipnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak sawit (palm oil) dapat digunakan sebagai isolasi cair pengganti minyak trafo, dengan melakukan pengujian
TES TERTULIS LEVEL : JUDUL UNIT : Memelihara Instalasi Listrik Tegangan Rendah (1) NAMA : JABATAN : UNIT KERJA : TANDA TANGAN :
TES TERTULIS LEVEL : KODE UNIT : KTL.PH.20.121.02 JUDUL UNIT : Memelihara Instalasi Listrik Tegangan Rendah (1) NAMA : JABATAN : UNIT KERJA : TANDA TANGAN : Tes tertulis ini berkaitan dengan ilmu pengetahuan
PENGOPERASIAN KUBIKEL 20 KV
PENGOPERASIAN KUBIKEL 20 KV PENGERTIAN Pengertian pengoperasian kubikel adalah merubah posisi keluar / masuk kontak hubung (LBS, PMT) dgardu induk, gardu distribusi dan gardu hubung untuk keperluan : Pengaturan
BAB III PENGAMBILAN DATA
BAB III PENGAMBILAN DATA Didalam pengambilan data pada skripsi ini harus di perhatikan beberapa hal sebagai berikut : 3.1 PEMILIHAN TRANSFORMATOR Pemilihan transformator kapasitas trafo distribusi berdasarkan
Pengenalan Simbol-sismbol Komponen Rangkaian Kendali
7a 1. 8 Tambahan (Suplemen) Pengenalan Simbol-sismbol Komponen Rangkaian Kendali Pada industri modern saat ini control atau pengendali suatu system sangatlah diperlukan untuk lancarnya proses produksi
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Distribusi Tenaga Listrik Sistem Tenaga Listrik adalah sistem penyediaan tenaga listrik yang terdiri dari beberapa pembangkit atau pusat listrik terhubung satu dengan
BAB V MENGENAL KOMPONEN SISTEM PENDINGIN
BAB V MENGENAL KOMPONEN SISTEM PENDINGIN Pada bab ini, sistem pendingin dibagi dalam dua kategori yaitu sistem pemipaan dan sistem kelistrikan. Komponen dalam sistem pemipaan terdiri dari; kompresor, kondenser,
LAPORAN KERJA PRAKTEK
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERAWATAN TRANSFORMATOR STEP UP 150KV DI PT. PLN (PERSERO) PENYALURAN DAN PENGATURAN BEBAN JAWA DAN BALI AREA PELAKSANAAN PEMELIHARAAN DURIKOSAMBI Diajukan untuk Melengkapi Sebagian
Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan
17 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 PROSES KERJA PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN Berikut diagram alir proses perawatan dan pemeliharaan Jadwal pemeliharaan Program pemeliharaan Pemeliharaan Mingguan
Percobaan 3 Kendali Motor 3 Fasa 2 Arah Putar
Percobaan 3 Kendali Motor 3 Fasa 2 Arah Putar A. Tujuan Mahasiswa mampu dan terampil melakukan instalasi motor listrik menggunakan kontaktor sebagai pengunci. Mahasiswa mampu dan terampil melakukan instalasi
Instalasi Listrik MODUL III. 3.1 Umum
MODUL III Instalasi Listrik 3.1 Umum Instalasi listrik system distribusi terdapat dimana mana, baik pada system pembangkitan maupun pada system penyaluran (transmisi/distribusi) dalam bentuk instalasi
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERNYATAAN...iii. MOTTO... iv. PERSEMBAHAN... v. PRAKATA... vi. DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN...iii MOTTO... iv PERSEMBAHAN... v PRAKATA... vi DAFTAR ISI...viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR RUMUS... xv INTISARI...
BAB IV. PENGOPERASIAN dan PENANGANAN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR
BAB IV PENGOPERASIAN dan PENANGANAN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR 4.1 Pengoperasian Untuk mengoperasikan ESP, ada presedur yang harus diperhatikan, yaitu : 1. Pemeriksaan sebelum start-up 2. Start-up 3. Pemeliharaan
BAB III KEBUTUHAN GENSET
BAB III KEBUTUHAN GENSET 3.1 SUMBER DAYA LISTRIK Untuk mensuplai seluruh kebutuhan daya listrik pada bangunan ini maka direncanakan sumber daya listrik dari : A. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) B.
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN. fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN 4.1 Umum Untuk menganalisa kegagalan pengasutan pada motor induksi 3 fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung ( visual ) terhadap motor induksi
UNIT III MENJALANKAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR
UNIT III MENJALANKAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR I. TUJUAN 1. Agar praktikan dapat memahami prinsip kerja dan penggunaan magnetic contactor untuk menjalankan motor induksi tiga fase
Hilman Herdiana Mahasiswa Diploma 3 Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung ABSTRAK
RANCANG BANGUN PENGASUTAN LANGSUNG DOUBLE SPEED FORWARD REVERSE MOTOR INDUKSI 3 FASA BERBASIS PLC OMRON CP1L-20DR-A Hilman Herdiana Mahasiswa Diploma 3 Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Instalasi Listrik Instalasi listrik adalah saluran listrik beserta gawai maupun peralatan yang terpasang baik di dalam maupun diluar bangunan untuk menyalurkan arus
PENENTUAN KAPASITAS PEMUTUS TENAGA (PMT) DENGAN MEDIA GAS PADA GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH
PENENTUAN KAPASITAS PEMUTUS TENAGA (PMT) DENGAN MEDIA GAS PADA GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH LAPORAN AKHIR Dibuat untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Elektro Program Studi
UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE
UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE I. TUJUAN 1. Praktikan dapat mengetahui jenis-jenis saklar, pemakaian saklar cara kerja saklar. 2. Praktikan dapat memahami ketentuanketentuan instalasi
Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic
A. PNEUMATIK 1. Prinsip Kerja Peralatan Pneumatik Prinsip kerja dari solenoid valve/katup (valve) solenoida yaitu katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply
INSPEKSI PEMUTUS TENAGA (PMT) PADA TRANSFORMATOR DAYA DI GARDU INDUK KERAMASAN
INSPEKSI PEMUTUS TENAGA (PMT) PADA TRANSFORMATOR DAYA DI GARDU INDUK KERAMASAN LAPORAN AKHIR Disusun Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro Program Studi
MEMBUAT TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS DAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
MEMBUAT TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS DAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Media Pembelajaran yang dibimbing oleh Bapak Drs. Ganti Depari, ST.M.Pd Disusun oleh
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar-Dasar Sistem Proteksi 1 Sistem proteksi adalah pengaman listrik pada sistem tenaga listrik yang terpasang pada : sistem distribusi tenaga listrik, trafo tenaga, transmisi
LAPORAN PRAKTIKUM INSTALASI PENERANGAN
LPORN PRKTIKUM INSTLSI PENERNGN Kelompok : 10 Nama Praktikan : 1. inun Nidhar 2. Jeffry Manatar Kelas Dosen Pembimbing : 2E : P. Janus, MT. Tanggal Penyerahan : 3 Mei 2013 Ir. Benhur Nainggolan, MT TEKNIK
STANDAR KONSTRUKSI GARDU DISTRIBUSI DAN KUBIKEL TM 20 KV
STANDAR KONSTRUKSI GARDU DISTRIBUSI DAN KUBIKEL TM 20 KV JENIS GARDU 1. Gardu Portal Gardu Distribusi Tenaga Listrik Tipe Terbuka ( Out-door ), dengan memakai DISTRIBUSI kontruksi dua tiang atau lebih
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK 3.1 Tahapan Perencanaan Instalasi Sistem Tenaga Listrik Tahapan dalam perencanaan instalasi sistem tenaga listrik pada sebuah bangunan kantor dibagi
LAPORAN TUGAS AKHIR BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Dispenser Air Minum Hot and Cool Dispenser air minum adalah suatu alat yang dibuat sebagai alat pengkondisi temperatur air minum baik air panas maupun air dingin. Temperatur air
Penentuan rating motor induksi dan karakteristik beban Pemilihan mekanisme pengontrolan
Langkah Perancangan Penentuan rating motor induksi dan karakteristik beban Pemilihan mekanisme pengontrolan Pembuatan gambar rancangan (diagram rancangan) Pemilihan komponen Pemasangan komponen Pengujian
2.2.6 Daerah Proteksi (Protective Zone) Bagian-bagian Sistem Pengaman Rele a. Jenis-jenis Rele b.
DAFTAR ISI JUDUL SAMPUL DALAM... ii LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS... iii LEMBAR PERSYARATAN GELAR... iv LEMBAR PENGESAHAN... v UCAPAN TERIMA KASIH... vi ABSTRAK... viii ABSTRACT... ix DAFTAR ISI... x
SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING
LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING DEPERTEMEN
ANALISIS PENYEBAB DAN UPAYA MINIMALISASI KERUSAKAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DI WILAYAH KERJA PT PLN (PERSERO) AREA MEDAN RAYON LABUHAN
ANALISIS PENYEBAB DAN UPAYA MINIMALISASI KERUSAKAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DI WILAYAH KERJA PT PLN (PERSERO) AREA MEDAN RAYON LABUHAN LAPORAN TUGAS AKHIR Ditulis sebagai syarat untuk menyelesaikan Program
HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK
HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK OLEH: DRS. SUKIR, M.T JURUSAN PT ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA A. Dasar Sistem Pengendali Elektromagnetik. Materi dasar sistem pengendali elektromagnetik
Makalah Seminar Kerja Praktek OFFLINE PREVENTIVE MAINTENANCE TRANSFORMATOR TENAGA PADA PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 1
Makalah Seminar Kerja Praktek OFFLINE PREVENTIVE MAINTENANCE TRANSFORMATOR TENAGA PADA PLTGU TAMBAK LOROK BLOK 1 1 Mahasiswa dan 2 Hafrizal Lazuardi Susiawan. 1, Karnoto, ST, MT. 2 Dosen Jurusan Teknik
Makalah Seminar Kerja Praktek PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR TENAGA PADA PLTU TAMBAK LOROK UNIT III
Makalah Seminar Kerja Praktek PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR TENAGA PADA PLTU TAMBAK LOROK UNIT III, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang
Makalah Seminar Tugas Akhir. Judul
1 Judul ANALISA PENGGUNAAN ECLOSE 3 PHASA 20 KV UNTUK PENGAMAN AUS LEBIH PADA SUTM 20 KV SISTEM 3 PHASA 4 KAWAT DI PT. PLN (PESEO) APJ SEMAANG Disusun oleh : Kunto Herwin Bono NIM : L2F 303513 Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak
BAB I PENDAHULUAN 1-1. Latar Belakang Masalah Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak sering terjadi, karena hal ini akan mengganggu suatu proses produksi yang terjadi
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 PLC (Programmable Logic Controller) Pada sub bab ini penulis membahas tentang program PLC yang digunakan dalam system ini. Secara garis besar program ini terdiri
