Linear Variable Differential Transformer (LVDT)
|
|
|
- Yulia Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Linear Variable Differential Transformer (LVDT) Linear Variable Transformer (LVDT) adalah sensor posisi dengan resolusi tinggi yang menghasilkan tegangan AC dengan magnituda berbanding lurus terhadap posisi lurus. LVDT memiliki kelebihan karena tidak terjadi pergesekan. Gambar 2.9. memperlihatkan LVDT dengan tiga kumparan dan sebuah batang besi yang dapat bergerak. Kumparan tengah yang disebut kumparan primer dihubungkan dengan tegangan acuan AC. Kedua kumparan luar disebut kumparan sekunder yang keduanya dipasang secara seri. Gambar 2.9. Linier Variable Differential Transformer Saat batang besi bergerak maka akan terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder. Tegangan induksi ini yang dikonversikan menjadi posisi linier yang diukur. Gambar 2.10 Rangkaian Pengukuran Posisi Menggunakan LVDT 2.3. Sensor Kecepatan Sudut (Angular Velocity Sensors) Sensor kecepatan sudut atau tachometer adalah sensor yang menghasilkan output berbanding lurus dengan kecepatan sudut. Sensor-sensor ini banyak digunakan pada sistem pengaturan kecepatan motor. Kecepatan dari Sensor Posisi Kecepatan adalah laju perubahan posisi yang secara matematik dapat dituliskan sebagai berikut: θ θ 2 θ1 Kecepatan= = t t t θ = perubahan sudut t = perubahan waktu θ 2, θ 1 = posisi sudut t 2, t 1 = waktu yang diambil dari masing-masing posisi sudut
2 Karena komponen kecepatannya hanya posisi dan waktu tidak sulit mencari informasi kecepatan. Sehingga hanya dengan menggunakan sensor posisi seperti potensiometer kecepatan dapat diukur tanpa harus membuat sensor kecepatan. Kecepatan dapat diperoleh dari optical rotary encoder dengan dua cara. Cara pertama adalah metoda yang sama dengan potensiometer, sedangkan cara kedua adalah menentukan waktu yang diperlukan oleh setiap slot disk untuk lewat. Semakin lambat kecepatan semakin lama waktu yang diperlukan setiap slot untuk melewati sensor optik. Rangkaian digital counter pada gambar dapat digunakan sebagai timer untuk mengukur berapa lama waktu yang diperlukan slot untuk lewat. Gambar 2.2. Rangkaian untuk menghitung waktu siklus slot (slot-cycle time) yang digunakan untuk menentukan posisi dari incremental encoder Idenya adalah menghitung siklus dari clock kecepatan tinggi (high-speed clock) selama satu periode slot. Perhitungan terakhir akan sebanding dengan waktu yang diperlukan slot untuk lewat. Cara kerja rangkaian 2.11 adalah sebagai berikut. Salah satu keluaran dari optical encoder (sebut saja V1) digunakan sebagai input dari timer. V 1 memicu sinyal one-shot untuk menghasilkan V 1 yang merupakan pulsa negatif untuk men-clear-kan counter. Saat V 1 high (menghilangkan clear), high-speed clock dihitung oleh counter. Saat slot berikutnya memicu kembali one-shot, data dari counter dikirimkan ke latch terpisah dan counter kembali clear dan siap untuk memulai lagi. Pengatur (controller) membaca hasil perhitungan (count) dan latch. Nilai hasil perhitungan ini sebanding dengan kecepatan sudut. Semakin lambat kecepatan semakin besar hasil perhitungan ini. Artinya untuk kecepatan terlambat nilai counter bisa melewati batas hitung dan kembali ke nilai 0 lagi. Juga saat piringan encoder tiba-tiba diam maka beberapa counter bisa melewati batas hitung. Untuk mengatasi masalah ini ditambahkan rangkaian khusus yang menggunakan one-shot. Setiap kali counter naik, sinyal one-shot dihasilkan dan mengeluarkan nilai 1 detik untuk setiap bit. Akasi ini mencegah counter yang penuh (full counter) berubah ke 0. Sehingga bagi pengatur full counter diinterprestaikan sebagai kecepatan yang terlalu rendah untuk diukur. 18
3 Tachometers Tachometer optik adalah alat ukur sederhana yang dapat menentukan laju dari batang yang berputar per menit (rpm=revolution per minute). Pada gambar 2.12 diperlihatkan sebuat pita pemantul ditempatkan pada batang berputar. Sebuah sensor cahaya ditempatkan sedemikian rupa sehingga mampu mengeluarkan sebuah pulsa setiap kali pita melewati sensor. Perioda dari bentuk gelombang ini berbanding terbalik dengan rpm dari batang dan perioda ini dapat diukur menggunakan rangkaian counter. Tetapi rangkaian dengan satu sensor cahaya ini tidak dapat menentukan posisi dan arah putar. Jika ditambahkan menjadi dua sensor cahaya dan dengan memperhatikan phasa gelombangnya maka arah putar batang. Gambar Tachometers Optik Beberapa jenis tachometers yang lain adalah Toothed-Rotor Tachometers dan Direct Current Tachometers. Toothed-rotor Tachometer Toothed-rotor Tachometer terdiri dari sensor yang diam dan sensor yang berputar yang bergerigi (toothed) berupa roda besi (Gambar 2.13). Gambar Toothed-rotor Tachometer Roda bergerigi ini bisa dipasangkan pada bagian yang akan diukur misalnya batang (shaft) pada mesin mobil. Sensor membangkitkan sebuah pulsa setiap kali gigi lewat. Kecepatan angular dari roda sebanding dengan frekuensi pulsa. 19
4 Contoh jika roda memiliki 20 gigi maka akan terdapat 20 pulsa setiap putaran. Terdapat dua jenis toothed-motor tachometer yaitu variable reluctannce sensor yang terdiri dari sebuah magnet dengan kumparan yang melilitnya (lihat gambar 2.13). Setiap kali gigi besi melewati magnet, medan magnetik di dalam magnet akan meningkat dan menghasilkan tegangan induksi di dalam kumparan. Pulsa-pulsa ini dikonversikan gelombang kotak ideal menggunakan rangkaian threshold detector (sejenis limiter lihat kembali bab 1). Tipe yang lain adalah sensor adalah Hall-Effect sensor. Di mulai di tahun 1879 E.H. Hall mencetuskan efek dengan namanya, ia menemukan sifat khusus dari tembaga yang kemudian disebut semikonduktor. Semikonduktor menghasilkan tegangan saat berada di dalam medan magnet, khususnya saat menggunakan jenis germanium dan indium. Jadi sensor hall-effect ini menghasilkan output tegangan saat medan magnetik meningkat, yang terjadi saat menggerakkan magnet atau dengan mengganti lintasan medan magnetik. Tetapi tegangan Hall tidak bergantung pada pergerakan medan magnetik hanya terjadi karena ada medan magnetik disekitar kumparan. Direct Current Tachometers Direct Current Tachometers sebenarnya adalah generator DC yang menghasilkan tegangan yang sebanding dengan kecepatan putar batang (shaft velocity). Poralitas tegangan ditentukan oleh arah dari putaran. Biasanya jenis DC tachometer ini terdiri dari permanen magnet yang diam dan bagian yang berputar yang terdiri dari kumparan. Disain ini mempertahankan inersia turun tetapi tetap diperlukan sisir sentuh yang bisa usang jika terus menerus digunakan. Meskipun demikian tetap jenis ini menghasilkan konversi langsung dari kecepatan putar ke tegangan. Gambar 2.14 DC Tachometer 2.4. Sensor Jarak (Proximity Sensor) Limit Switches Proximity Sensor memberitahu pengatur apakah suatu bagian bergerak sudah ada pada posisi tertentu. Limit switch adalah contoh dari proximity sensor. Sebuah limit switch secara mekanik berupa tombol switch tekan yang dipasang pada suatu ujung batang atau bagian mekanik tertentu dan akan teraktifkan saat batang atau bagian mekanik tersebut menyentuh ujung batas yag diinginkan. Contohnya pembuka pintu garasi otomatis, yang perlu diketahui oleh pengontrol hanya apakah pintu sudah terbuka penuh atau tertutup penuh. Limit switch dapat mendeteksi kedua kondisi tersebut. 20
5 Limit switch digunakan pada banyak aplikasi tetapi memiliki dua kelemahan yaitu : (1) Sebagai alat mekanik limit switch lambat laun akan aus oleh penggunaan (2) Memerlukan gaya tertentu untuk mengaktifkannya. Proximity sensor yang lain yang tidak mengalami masalah ini adalah jenis optik, maganetik dan ultrasonik yang mendeteksi jarak dari suatu obyek yang mendekat. Tetapi jenis-jenis ini memerlukan peralatan elektronik tambahan. Optical Proximity Sensor Optical Proximity Sensor sering disebut interrupters, sensor ini menggunakan sebuah sumber cahaya dan sebuah sensor cahaya yang dipasang sedemikian rupa sehingga obyek yang akan dideteksi memotong lintasan cahaya. Gambar 2.15 memperlihatkan dua aplikasi yang mempergunakan photodetector. Pada Gambar 2.15 (a) sebuah photodetector menghitung jumlah kaleng pada sebuah deretan perakitan, dan pada Gambar 2.15 (b) sebuah photodetector menentukan apakah lubang read-only pada sebuah floppy disk terbuka atau tertutup. Optical proximity sensor biasaya sering menggunakan sebuah reflektor pada suatu sisi yang memungkinkan detektor dan sumber cahaya dipasang pada sisi yang sama. Serta sumber cahaya dapat dimodulasikan untuk memberikan berkas penanda yang unik sehingga detektor dapat membedakan antara berkas dan cahaya sekitar. Gambar Dua aplikasi photodetector Empat tipe photodetektor yang sering digunakan adalah photoresistor, photodioda, phototransistor dan photovoltaic cell. Sebuah photoresistor dibuat dari bahan Cadmium Sulfida (CdS) yang memiliki sifat bahwa tahanan atau resitansinya akan menurun saat tingkat cahaya yang mengenainya meningkat. Alat ini tidak terlalu mahal dan cukup sensitif, tahanannya dapat berubah dalam seperseratunya atau lebih saat dikenai cahaya dibandingkan di dalam gelap. Gambar 2.16 (a) memperlihatkan rangkaian antarmuka, saat cahaya meningkat R pd (Tahanan photodetector) akan menurun dan V out meningkat. Sebuah photodioda adalah sebuah dioda peka cahaya. Jendela kecil menyebabkan cahaya jatuh langsung pada sambungan PN (PN Junction) yang pada tempat ini terjadi efek peningkatan arus kebocoran balik (reverseleakage current). Pada gambar 2.16 (b) diperlihatkan photodioada dan rangkaian antarmukanya. Perlu diingat photodioad pada kondisi reverse biased sehingga arus kebocoran balik yang kecil harus dikonversikan menjadi tegangan penguatan oleh Operational Amplifier (Op-Amp). 21
6 Gambar Photodetector Sebuah phototransistor (Gambar 2.16 c) tidak menggunakan basis. Cahaya secara efektif menghasilkan arus basis dengan membangkitkan pasangan elektron-hole di dalam sambungan Colector-Basis. Semakin banyak cahaya yang mengenai semakin menyala transistor. Photovoltaic cell berbeda dengan sensor cahaya yang telah dibicarakan sejauh ini karena photovoltaic cell membangkitkan daya listrik dari cahaya. Semakin banyak cahaya yang mengenainya semakin tinggi tegangan yang dihasilkan. Sebuah sel surya adalah sebuah photovoltaic cell). Saat digunakan sebagai sensor, tegangankeluaran yang kecil biasanya dikuatkan sepertiyang terlihat pada gambar 2.16 (d). Beberapa aplikasi optical proximity sensor yang disebut slotted coupler atau disebut optointerrupt (Gambar 2.17). Jenis ini didalamnya sudah termasuk sumber cahaya dan detektor dalam satu kemasan. Saat sebuah benda bergerak menuju slot, lintasan cahaya terputus. Jenis ini terdiri dari berbagai variasi rumah-rumahan (housing) [Gambar 2.17 (a)]. Untuk mengoperasikannya, daya harus diberikan pada LED dan sinyal keluaran berupa cahaya diterima oleh phototransistor. Pengerjaan ini dilakukan oleh rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar 2.17 (b), rangkaian ini menyediakan keluaran level TTL (5 V atau 0 V). Saat slot terbuka berkas cahaya mengenai transistor menyalakannya phototransisotr yang ter-ground pada collector. Saat berkas terhalangi transistor mati dan colletor tertarik sampai 5V oleh resistor. Gambar Contoh Optical Slotted 22
7 Sensor optik memiliki keuntungan yaitu baik sumber cahaya, obyek yang akan dideteksi dan detektor tidak harus berdekatan. Sebagai contoh sistem anti maling. Sumber cahaya ditempatkan pada satu sisi ruangan, pencuri berada ditengah-tengah dan detektor berada di sisi yang lain. Sifat ini menjadi penting saat tidak ada permukaan pemasangan yang cukup dekat dengan bagian yang diukur. Di sisi lain tetap menjaga lensa bersih merupakan masalah dalam kondisi pembuatan. Hall-Effect Proximity Sensor Pada tahun 1979 E.H Hall pertama kami mengemukakan suatu efek atas namanya. Ia menemukan sifat khusus dari tembaga yang kemudian disebut semikonduktor: Tembaga menghasilkan tegangan saat berada pada medan magnetic. Pernyataan ini berlaku untuk jenis germanium dan indium. Efek Hall mula-mula digunakan untuk watt meter dan gauss meter, sekarang digunakan secara luas untuk sensor jarak (proximity sensor). Gambar 2.18 memperlihatkan jenis-jenis aplikasinya. Pada setiap aplikasi ini Hall-Effect sensor mengeluarkan tegangan saat medan magnetic meningkat. Peningkatan medan magnetic ini terjadi dengan menggerakan sebuah magnet atau mengubah lintasan medan magnetic (tetapi besar tegangan hal tidak tergantung pada pergerakan medan magnetik hanya bergantung akan keberadaannya saja) Gambar 2.18 Jenis-jenis aplikasi Hall-Effect Sensor Gambar 2.19 memperlihatkan bagaimana Efek Hall bekerja. Mula-mula sebuah sumber tegangan luar digunakan untuk membangkitkan arus (I) di dalam kristal semikonduktor. Tegangan keluaran (V H ) diindera oleh sisi-sisi kristral, tegangan ini tegak lurus dengan arah arus. Saat medan magnetik didekatkan, muatan negative dideflesikan ke satu sisi dan menghasilkan tegangan. Hubungan tengan dan arus ini dapat dinyatakan dengan persamaan : dengan VH = Tegangan efek Hall K = Konstanta (tergantung pada bahannya) I = arus dari sumber tegangan luar B = Kerapatan fluks magnetik 23
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Sensor Sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala gejala atau sinyal sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik,
Bab I. Dasar Kontrol
Bab I Dasar Kontrol 0 I.1. Pendahuluan Prinsip dasar dari kontrol (Control) adalah mengatur atau mengendalikan suatu sistem secara automatis tanpa bantuan manusia secara langsung yaitu dengan menggantikan
Gambar 2.20 Rangkaian antarmuka Hall-Effect
D = Konstanta ketebalan Gambar 2.19 Cara kerja Hall-Effect Sensor Gambar 2.20 Rangkaian antarmuka Hall-Effect Dari persamaan terlihat V H berbanding lurus dengan I dan B. Jika I dipertahankan konstan maka
BAB II LANDASAN TEORI Pengenalan Programable Logic Control (PLC)
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. PLC 2.1.1 Pengenalan Programable Logic Control (PLC) Pada awalnya, sistem kontrol industri menggunakan cara konvensional yaitu dengan sistem sambungan menggunakan beberapa komponen
Universitas Medan Area
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan teori Generator listrik adalah suatu peralatan yang mengubah enersi mekanis menjadi enersi listrik. Konversi enersi berdasarkan prinsip pembangkitan tegangan induksi
Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu
Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu Brilliant Adhi Prabowo Pusat Penelitian Informatika, LIPI [email protected] Abstrak Motor dc lebih sering digunakan
Gambar 1.6. Diagram Blok Sistem Pengaturan Digital
Gambar 1.6. Diagram Blok Sistem Pengaturan Digital 10 Bab II Sensor 11 2.1. Pendahuluan Sesuai dengan banyaknya jenis pengaturan, maka sensor jenisnya sangat banyak sesuai dengan besaran fisik yang diukurnya
Bab V. Motor DC (Direct Current)
Bab V Motor DC (Direct Current) 52 5.1. Pendahuluan Salah satu komponen yang tidak dapat dilupakan dalam sistem pengaturan adalah aktuator. Aktuator adalah komponen yang selalu bergerak mengubah energi
Bab VI. Motor Stepper
Bab VI Motor Stepper 64 6.1. Pendahuluan Motor stepper adalah motor DC yang khusus berputar dalam suatu derajat yang tetap yang disebut step (langkah). Satu step antara 0,9 sampai 90. Motor stepper terdiri
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada rancang bangun pengukur kecepatan kendaraan menggunakan sensor GMR adalah metode deskriftif dan eksperimen. Melalui
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN SPEED LIMITER Kecepatan tinggi merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu-lintas darat. Disisi lain banyak perusahaan otomotif yang saling berlomba
APLIKASI PLC PADA PENGENDALIAN MESIN BOR OTOMATIS DENGAN SISTEM MONITORING BERBASIS VISUAL BASIC 6.0
APLIKASI PLC PADA PENGENDALIAN MESIN BOR OTOMATIS DENGAN SISTEM MONITORING BERBASIS VISUAL BASIC 6.0 JUNIMAR TIKA AFFITRI 5223050346 ANGGI NURSANTI 5223053214 Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi salah
BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK
BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK 4.1 Rangkaian Pengontrol Bagian pengontrol sistem kontrol daya listrik, menggunakan mikrokontroler PIC18F4520 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 30. Dengan osilator
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
39 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik Eskalator. Sedangkan untuk pembuatan
JOBSHEET SENSOR CAHAYA (PHOTOTRANSISTOR, PHOTODIODA, LDR)
JOBSHEET SENSOR CAHAYA (PHOTOTRANSISTOR, PHOTODIODA, LDR) A. TUJUAN. Merancang sensor cahaya, LDR, phototransistor, dan photodioda terhadap besaran fisis. 2. Menguji sensor cahaya LDR, phototransistor,
Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)
FISIKA II Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF) Jika suatu kawat penghantar digerakkan memotong arah suatu medan magnetic, maka akan timbul suatu gaya gerak listrik pada kawat penghantar tersebut.
Hubungan Antara Tegangan dan RPM Pada Motor Listrik
1 Hubungan Antara Tegangan dan RPM Pada Motor Listrik Pada motor DC berlaku persamaan-persamaan berikut : V = E+I a Ra, E = C n Ф, n =E/C.Ф Dari persamaan-persamaan diatas didapat : n = (V-Ra.Ra) / C.Ф
ini merupakan nilai asli yang didapat oleh mikrokontroler tanpa perkalian
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada sistem pringatan dini bahaya banjir, terdapat beberapa pengujian yang telah dilakukan yaitu pengujian terhadap sensor Ultrasonik SRF02, sensor pembaca kecepatan air,
MOTOR DC BRUSHLESS TIGA FASA-SATU KUTUB
ORBITH Vol. 8 No. 1 Maret 2012: 32-37 MOTOR DC BRUSHLESS TIGA FASA-SATU KUTUB Oleh : Djodi Antono Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang Jln. Prof. Sudarto Tembalang Semarang 50275
MOTOR DC. Karakteristik Motor DC
MOTOR DC Karakteristik Motor DC Karakteristik yang dimiliki suatu motor DC dapat digambarkan melalui kurva daya dan kurva torsi/kecepatannya, dari kurva tersebut dapat dianalisa batasanbatasan kerja dari
Magnet Rudi Susanto 1
Magnet Rudi Susanto 1 MAGNET Sifat kemagnetan telah dikenal ribuan tahun yang lalu ketika ditemukan sejenis batu yang dapat menarik besi Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, orang telah dapat
LVDT (Linear Variable Differensial Transformer)
LVDT (Linear Variable Differensial Transformer) LVDT merupakan sebuah transformator yang memiliki satu kumparan primer dan dua kumparan sekunder. Ketiga buah kumparan tadi, diletakkan simetris pada sebuah
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Perancangan Alat Perancangan merupakan suatu tahap yang sangat penting dalam pembuatan suatu alat, sebab dengan menganalisa komponen yang digunakan maka alat yang akan dibuat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Dalam merealisasikan suatu alat diperlukan dasar teori untuk menunjang hasil yang optimal. Pada bab ini akan dibahas secara singkat mengenai teori dasar yang digunakan untuk merealisasikan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AT89S51 hanya memerlukan tambahan 3 kapasitor, 1 resistor dan 1
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi AT89S51 Mikrokontroler AT89S51 hanya memerlukan tambahan 3 kapasitor, 1 resistor dan 1 kristal serta catu daya 5 Volt. Kapasitor 10 mikro-farad dan resistor 10 Kilo Ohm
Robotika. Teknologi Sensor
Robotika Teknologi Sensor Pendahuluan Definisi tentang sensor sama seperti tranduser, dimana device ini akan mengubah besaran non elektronik menjadi besaran elektronik. Kategori Sensor Sensor Output Binary
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA II.1 Umum Motor induksi merupakan motor arus bolak balik ( AC ) yang paling luas digunakan dan dapat dijumpai dalam setiap aplikasi industri maupun rumah tangga. Penamaannya
1BAB I PENDAHULUAN. contohnya adalah baterai. Baterai memberikan kita sumber energi listrik mobile yang
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Dewasa ini penggunaan energi listrik berubah dari energi listrik yang statis (berasal dari pembangkitan) menjadi energi listrik yang dapat dibawa kemana saja, contohnya
BAB II MOTOR ARUS SEARAH
BAB II MOTOR ARUS SEARAH 2.1 Umum Motor arus searah (motor DC) adalah mesin yang mengubah energi listrik arus searah menjadi energi mekanis. Pada prinsip pengoperasiannya, motor arus searah sangat identik
BAB II MOTOR INDUKSI 3 Ø
BAB II MOTOR INDUKSI 3 Ø 2.1. Prinsip Kerja Motor Induksi Pada motor induksi, supply listrik bolak-balik ( AC ) membangkitkan fluksi medan putar stator (B s ). Fluksi medan putar stator ini memotong konduktor
RANCANG BANGUN SISTIM PARKIR MOBIL BERBASIS MIKROKONTROLER
RANCANG BANGUN SISTIM PARKIR MOBIL BERBASIS MIKROKONTROLER 1 Dickky Chandra, 2 Muhammad Irmansyah, 3 Sri Yusnita 123 Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang Kampus Unand Limau Manis Padang Sumatera
DAFTAR ISTILAH. : perangkat keras sistem : perangkat lunak sistem. xiii
DAFTAR ISTILAH USART : Jenis komunikasi antar mikrokontroler tipe serial yang menggunakan pin transmitter dan receiver. Membership function : Nilai keanggotaan masukan dan keluaran dari logika fuzzy. Noise
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik dan pembuatan mekanik turbin. Sedangkan untuk pembuatan media putar untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Generator merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui medium medan magnet. Bagian utama generator terdiri dari stator dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Penampang kumparan rotor dari atas.[4] permukaan rotor, seperti pada gambar 2.2, saat berada di daerah kutub dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motor DC 2.1.1. Prinsip Kerja Motor DC Motor listrik adalah mesin dimana mengkonversi energi listrik ke energi mekanik. Jika rotor pada mesin berotasi, sebuah tegangan akan
BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN
BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN 12.1. Pendahuluan Bab ini berisi sistem kelistrikan bodi yang berhubungan dengan suatu pengukur bagi pengemudi yang sebagian atau keseluruhannya berada pada panel
Aktuator digunakan untuk mengerakkan mekanik pada robot. Slides from Braunl and Jussi Suomela
Aktuator digunakan untuk mengerakkan mekanik pada robot Slides from Braunl and Jussi Suomela 1 Aktuator adalah elemen yang mengkonversikan besaran listrik analog menjadi besaran lainnya misalnya kecepatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1PHOTODIODA Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1PHOTODIODA Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya
BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.
BAB II MOTOR ARUS SEARAH II.1. Umum (8,9) Motor arus searah adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dimana energi gerak tersebut berupa putaran dari motor. Ditinjau
Gambar 3.1 Susunan perangkat keras sistem steel ball magnetic levitation
Bab III Perancangan Perangkat Keras Sistem Steel Ball Magnetic Levitation Dalam perancangan perangkat keras sistem Steel Ball Magnetic Levitation ini dibutuhkan pengetahuan dasar tentang elektromagnetik,
CIRCUIT DASAR DAN PERHITUNGAN
CIRCUIT DASAR DAN PERHITUNGAN Oleh : Sunarto YB0USJ ELEKTROMAGNET Listrik dan magnet adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, setiap ada listrik tentu ada magnet dan sebaliknya. Misalnya ada gulungan
M O T O R D C. Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan
M O T O R D C Motor arus searah (motor dc) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor dc telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan motor induksi, atau terkadang disebut Ac Shunt Motor. Motor
Sensor Proximity Inductive
Sensor Proximity Inductive Proximity secara bahasa artinya jarak atau kedekatan, jadi pengertian dari proximity sensor adalah sensor yang dapat mendeteksi keberadaan objek yang ada di dekatnya tanpa melalui
BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 PERANCANGAN PERANGKAT KERAS Setelah mempelajari teori yang menunjang dalam pembuatan alat, maka langkah berikutnya adalah membuat suatu rancangan dengan tujuan untuk mempermudah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas tentang teori atau hukum rangkaian elektronika dan teori komponen komponen yang digunakan sebagai alat bantu atau penunjang pada proses analisa Photodioda. Pembahasan
SENSOR KECEPATAN. Tugas Mata Kuliah Sensor dan Transducer. Oleh: 1. Agus Susanto 2. Alan Havis 3. Eva Susanti 4. Rico Bernando P
SENSOR KECEPATAN Tugas Mata Kuliah Sensor dan Transducer Oleh: 1. Agus Susanto 2. Alan Havis 3. Eva Susanti 4. Rico Bernando P PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BENGKULU 2008 KATA
Module : Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC
Module : Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC PERCOBAAN 2 SISTEM PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC 2.1. PRASYARAT Memahami komponen yang digunakan dalam praktikum sistem pengaturan kecepatan motor dc Memahami
III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 sampai dengan
MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)
MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1) 1. 1. SISTEM TENAGA LISTRIK 1.1. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui
Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut.
Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut. 1. Muatan-muatan listrik yang sejenis tolak menolak dan mauatan-muatan listrik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori teori yang mendasari perancangan dan perealisasian inductive wireless charger untuk telepon seluler. Teori-teori yang digunakan dalam skripsi
TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d
Sumber: Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 5 Materi #6 Peralatan Ukur 2 Terdapat berbagai
Desain Mesin Penjawab Dan Penyimpan Pesan Telepon Otomatis
Desain Mesin Penjawab Dan Penyimpan Telepon Otomatis Suherman Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Di negara maju, mesin penjawab telepon (telephone answering machine)
ROBOT ULAR PENDETEKSI LOGAM BERBASIS MIKROKONTROLER
ROBOT ULAR PENDETEKSI LOGAM BERBASIS MIKROKONTROLER Jefta Gani Hosea 1), Chairisni Lubis 2), Prawito Prajitno 3) 1) Sistem Komputer, FTI Universitas Tarumanagara email : [email protected] 2) Sistem
BAB 2 LANDASAN TEORI. robotika. Salah satu alasannya adalah arah putaran motor DC, baik searah jarum jam
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jenis Jenis Motor DC Motor DC merupakan jenis motor yang paling sering digunakan di dalam dunia robotika. Salah satu alasannya adalah arah putaran motor DC, baik searah jarum jam
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER. program pada software Code Vision AVR dan penanaman listing program pada
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER Pada tahap perancangan ini dibagi menjadi 2 tahap perancangan. Tahap pertama adalah perancangan perangkat keras (hardware), yang meliputi rangkaian rangkaian
SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini.
SNMPTN 2011 FISIKA Kode Soal 999 Doc. Name: SNMPTN2011FIS999 Version: 2012-10 halaman 1 01. Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini. Percepatan ketika mobil bergerak semakin
D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J
1. Bila sinar ultra ungu, sinar inframerah, dan sinar X berturut-turut ditandai dengan U, I, dan X, maka urutan yang menunjukkan paket (kuantum) energi makin besar ialah : A. U, I, X B. U, X, I C. I, X,
TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK
TOPIK 9 ELEKTROMAGNETIK HUKUM FARADAY DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Hukum Faraday Setelah dalam tahun 1820 Oersted memperlihatkan bahwa arus listrik dapat mempengaruhi jarum kompas, Faraday mempunyai kepercayaan
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.
Generator listrik Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit
BAB III LANDASAN TEORI. elektronika yaitu LDR. LDR sendiri adalah jenis resistor yang nilainya berubah seiring
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 LDR (Light Dependent Resistor) Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut oleh kalangan orang-orang elektronika yaitu LDR. LDR sendiri adalah jenis resistor yang nilainya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. relevan dengan perangkat yang akan dirancang bangun yaitu trainer Variable Speed
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Dalam tugas akhir ini, penulis memaparkan empat penelitian terdahulu yang relevan dengan perangkat yang akan dirancang bangun yaitu trainer Variable Speed Drive
BAB II DASAR TEORI. maka dari hukum Newton diatas dapat dirumuskan menjadi: = besar dari gaya Gravitasi antara kedua massa titik tersebut;
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini penulis akan menjelaskan teori - teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan tugas akhir ini. Teori - teori yang digunakan adalah gaya gravitasi,
3.3.3 Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Mekanis Pemasangan Sistem Telemetri dan Rangkaian Sensor
3.3.3 Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Mekanis Rangkaian mekanik berfungsi untuk menunjang mekanisme gerak vertikal. Pada platform yang akan dibuat pembuatan rangkaian ini menggunakan komponen mekanik
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka
59 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat Mulai Tinjauan pustaka Simulasi dan perancangan alat untuk pengendali kecepatan motor DC dengan kontroler PID analog
Elektronika Kontrol. Sensor dan Tranduser. Teknik Elektro Universitas Brawijaya
Elektronika Kontrol Sensor dan Tranduser Teknik Elektro Universitas Brawijaya Definisi Sensor dan transduser sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal
Pendahuluan. 1. Timer (IC NE 555)
Pada laporan ini akan menyajikan bagaimana efisien sebuah power supply untuk LED. Dengan menggunakan rangkaian buck converter diharapkan dapat memberikan tegangan dan arus pada beban akan menjadi stabil,
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. a Batasan masalah pembuatan tugas akhir ini adalah terbatas pada sistem kontrol bagaimana solar cell selalu menghadap kearah datangnya sinar matahari, analisa dan pembahasan
PERTEMUAN #4 SENSOR, AKTUATOR & KOMPONEN KENDALI 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
SENSOR, AKTUATOR & KOMPONEN KENDALI Sumber: Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 5 PERTEMUAN
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik robot. Sedangkan untuk pembuatan perangkat
Mekatronika Modul 9 Motor Stepper
Mekatronika Modul 9 Motor Stepper Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari Motor Stepper Tujuan Bagian ini memberikan informasi mengenai karakteristik dan penerapan
Aplikasi Gerbang Logika untuk Pembuatan Prototipe Penjemur Ikan Otomatis Vivi Oktavia a, Boni P. Lapanporo a*, Andi Ihwan a
Aplikasi Gerbang Logika untuk Pembuatan Prototipe Penjemur Ikan Otomatis Vivi Oktavia a, Boni P. Lapanporo a*, Andi Ihwan a a Jurusan Fisika FMIPA Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi
DASAR MOTOR STEPPER. I. Pendahuluan.
DASAR MOTOR STEPPER I. Pendahuluan Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit. Motor stepper bergerak berdasarkan urutan
Makalah Mata Kuliah Penggunaan Mesin Listrik
Makalah Mata Kuliah Penggunaan Mesin Listrik KARAKTERISTIK MOTOR UNIVERSAL DAN MOTOR COMPOUND Tatas Ardhy Prihanto (21060110120039) [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros
46 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penggerak Poros Ulir Pergerakan meja kerja digerakan oleh sebuah motor sebagai penggerak dan poros ulir sebagai pengubah gaya puntir motor menjadi gaya dorong pada meja kerja
BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
KONSTRUKSI GENERATOR DC
KONSTRUKSI GENERATOR DC Disusun oleh : HENDRIL SATRIYAN PURNAMA 1300022054 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2015 I. DEFINISI GENERATOR DC Generator
KLASIFIKASI SENSOR SENSOR ROBOT SENSOR BINER 25/09/2016 KLASIFIKASI SENSOR BERDASARKAN SINYAL OUTPUT
KLASIFIKASI SENSOR SENSOR ROBOT Internal Sensor posisi, kecepatan, percepatan Contoh : deteksi variabel posisi join lengan Eksternal Sensor taktil (limit switch, tombol taktil) Sensor force dan sensor
BAB IV PENGUJIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN
26 BAB IV PENGUJIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Generator Pengujian ini dilakukan untuk dapat memastikan generator bekerja dengan semestinya. pengujian ini akan dilakukan pada keluaran yang dihasilakan
SISTEM PENGENDALIAN MOTOR SINKRON SATU FASA BERBASIS MIKROKONTROLER
SISTEM PENGENDALIAN MOTOR SINKRON SATU FASA BERBASIS MIKROKONTROLER Deni Almanda 1, Anodin Nur Alamsyah 2 1) 2) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih
Pendahuluan. Prinsip Kerja Motor Stepper
Pendahuluan Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit. Motor stepper bergerak berdasarkan urutan pulsa yang diberikan kepada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sensor Sebuah transduser secara umum didefinisikan sebagai sebuah alat yang mengubah sinyal dari satu bentuk menjadi sinyal yang sesuai dan memiliki bentuk yang berbeda. Transduser
ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG
ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG ABSTRAK Dalam makalah ini akan dibahas mengenai robot Line Follower. Robot ini merupakan salah satu bentuk robot beroda yang memiliki komponen utama diantaranya, seperti resistor,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. LED (Light Emitting Diode) LED (Light Emitting Diode) adalah dioda yang memancarkan cahaya jika diberi tegangan tertentu. LED terbuat dari bahan semikonduktor tipe-p (pembawa
LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2
Halaman 1 LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2 SMP NEGERI 55 JAKARTA A. GGL INDUKSI Sebelumnya telah diketahui bahwa kelistrikan dapat menghasilkan kemagnetan.
LAPORAN TUGAS SENSOR DAN AKTUATOR Linear Variable Differential Transformers (LVDT)
LAPORAN TUGAS SENSOR DAN AKTUATOR Linear Variable Differential Transformers (LVDT) ANGGOTA: 1. DIEGO SENNA GERDIYOKO [12/330248/TK/39430] 2. MUHAMMAD LUTHFY K [12/333842/TK/40184] 3. WADID MUJTABA FILLAH
SIMBOL DAN STRUKTUR DIODA
DIODA Dioda dapat digunakan dalam beberapa alat. Sebagai contoh, sebuah perangkat elektronika yang menggunakan baterai sering menggunakan dioda yang fungsinya untuk melindungi perangkat tersebut jika anda
Fisika UMPTN Tahun 1986
Fisika UMPTN Tahun 986 UMPTN-86-0 Sebuah benda dengan massa kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari, m. Jika
2. Sebuah partikel bergerak lurus ke timur sejauh 3 cm kemudian belok ke utara dengan sudut 37 o dari arah timur sejauh 5 cm. Jika sin 37 o = 3 5
1 1. Hasil pengukuran diameter suatu benda menggunakan jangka sorong ditunjukkan oleh gambar berikut. Diameter minimum benda sebesar. A. 9,775 cm B. 9,778 cm C. 9,782 cm D. 9,785 cm E. 9,788 cm 2. Sebuah
Bab 1 Pendahuluan Otomasi Sistem
Bab 1 Pendahuluan Otomasi Sistem Sasaran : Mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Mendefinisikan istilah istilah yang berhubungan dengan automasi dan PLC Mengetahui macam macam input dan output device PLC
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini menguraikan perancangan mekanik, perangkat elektronik dan perangkat lunak untuk membangun Pematrian komponen SMD dengan menggunakan conveyor untuk indutri kecil dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Mikrokontroller AVR Mikrokontroller adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan serta keluaran serta dapat di read dan write dengan cara khusus. Mikrokontroller
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: Gambar 3.1 Prosedur Penelitian 1. Perumusan Masalah Metode ini dilaksanakan dengan melakukan pengidentifikasian
TEORI DASAR. 2.1 Pengertian
TEORI DASAR 2.1 Pengertian Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda merupakan jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Karena
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
1. PUTRI RAGIL N ( ) 2. ADITH PRIYO P ( ) 3. DISTYAN PUTRA A S ( )
PHOTO DIODE 1. PUTRI RAGIL N (1101134381) 2. ADITH PRIYO P (1101130055) 3. DISTYAN PUTRA A S (1101134377) BENTUK FISIK DIODA FOTO PHOTO DESKRIPSI DIODE KONSTRUKSI / BAHAN PRINSIP KERJA TIPE / JENIS KARAKTERISTI
KENDALI MOTOR DC. 3. Mahasiswa memahami pengontrolan arah putar dan kecepatan motor DC menggunakan
KEGIATAN BELAJAR 7 KENDALI MOTOR DC A. Tujuan 1. Mahasiswa memahami penerapan switching dengan rangkaian H-bridge pada motor DC 2. Mahasiswa memahami pengontrolan arah dan kecepatan motor DC menggunakan
Aplikasi Optocoupler dalam Sistem Pengaturan Kecepatan Sepeda Listrik
68 Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, Vol.2, No.1, April 2014, 68-74 Aplikasi Optocoupler dalam Sistem Pengaturan Kecepatan Sepeda Listrik Nur Khamdi Program Studi Mekatronika Jurusan Elektro Politeknik
