BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan membahas mengenai latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan penelitian dan perancangan, serta metodologi penulisan mengenai klinik perawatan anjing di Kota Denpasar. 1.1 Latar Belakang Dewasa ini masyarakat mulai menaruh perhatian untuk memelihara jenis anjing tertentu selain untuk memuaskan kebutuhan pribadi sebagai hobi maupun meningkatkan prestise seseorang. Sekarang ini anjing yang dipelihara di Bali khususnya di Denpasar tidak hanya anjing lokal namun sudah banyak juga yang memelihara anjing ras dikarenakan berbagai hal seperti harga jual peranakan anjing ras dikatakan tinggi dan juga anjing ras dikenal lebih mudah akrab dengan manusia. Anjing adalah hewan peliharaan yang mempunyai sifat dan perilaku yang berbeda tergantung pada jenisnya, saat ini Federation Cynologique International (FCI) sudah mengakui 350 jenis anjing sebagai jenis anjing peliharan. Anjing-anjing ini diklasifikasikan dalam dua jenis kelompok yaitu trah kecil (toy group) dan trah medium-besar (herding group, working group, sporting, hound grup, terrier group dan non-sporting group). Tingginya minat masyarakat tersebut, dapat dijumpai dalam berbagai event-event yang diselenggarakan untuk para peminat anjing, baik kontes anjing 1

2 yang mempertunjukan keindahan anjing, kepintaran anjing maupun perlombaan anatomi anjing dimana yang dinilai adalah struktur dan bentuk tulang anjing yang baik, biasanya event atau perlombaan anjing rutin dilakukan oleh perkumpulan penggemar anjing dari Perkumpulan Kinelogi Indonesia (Perkin). Seiring semakin banyaknya event-event yang mengikutsertakan hewan peliharaan ini, menyebabkan adanya peluang tempat perawatan dan pemeliharaan bagi anjing semakin berkembang. Menurut data yang didapat dari Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kota Denpasar Tahun 2014 jumlah anjing populasi di Denpasar adalah anjing dari 4 Kecamatan Kota Denpasar dengan dr. Hewan yang memiliki perpanjangan ijin praktek hingga tahun adalah 14 orang dr. Hewan dan baru terdapat 34 Pet Shop yang tedaftar di Denpasar dan dirasa fasilitas tersebut masih sangat kurang jika dilihat dari angka perbandingan populasi anjing dengan fasilitas maupun tenaga yang dapat menangani kesehatan maupun perawatan anjing tersebut. Disamping tenaga kesehatan dan fasilitas yang masih kurang, tempat-tempat yang ada saat ini hanya terbatas dalam menyediakan satu hingga dua prasarana saja, misalnya hanya menjual kebutuhan dari hewan saja atau hanya menyediakan perawatan seperti salon anjing, klinik hewan maupun penitipan saja. Peminat atau pemilik anjing seringkali cukup kesulitan dalam menjangkau fasilitas yang ada dan terkadang dalam satu fasilitas tersebut tidak memadai sehingga pemilik anjing harus berpindah wilayah. Mengingat kurangnya sarana dan prasarana bagi hewan peliharaan ini terkadang berdampak terhadap si anjing seperti, pemilik anjing kesulitan menemukan sebuah tempat pengobatan atau klinik saat anjingnya sakit, dikarenakan hal tersebut anjing terlambat untuk diselamatkan. Terkadang para pemilik anjing juga kurang begitu memahami bagaimana cara memperlakukan anjing dengan baik, misalnya anjing akan merasa senang bila pemilik memujinya semisalkan dengan memberikan award makanan pada saat anjing melakukan hal yang diperintahkan pemiliknya. Saat memutuskan untuk memelihara anjing maka pemilik perlu untuk meluangkan waktu lebih dalam merawatnya. Dari jenis, ukuran maupun bulu anjing dapat menentukan seberapa sering mereka harus melakukan perawatan, pentingnya melakukan perawatan ini mempengaruhi kesehatan pada anjing. Perawatan yang dilakukan terhadap anjing seperti 2

3 memandikan anjing, menyikat dan menyisir bulu sampai memotong kukunya sedangkan pemeriksaan yang dilakukan seperti melakukan vaksin maupun pemeriksaan menyeluruh pada kulit, mata, telinga dan gigi. Berdasarkan uraian di atas, sangatlah potensial untuk merancang klinik perawatan anjing dalam satu tempat karena di Bali khususnya di Kota Denpasar sudah semakin banyak terbentuk komunitas-komunitas pecinta anjing, banyak pembiak juga yang mendirikan sebuah tempat penangkaran anjing atau biasa disebut kennel, semakin banyak event atau kegiatan perlombaan mengenai anjing sehingga usaha pet shop maupun klinik hewan khususnya anjing semakin diperlukan. Fasilitas yang direncanakan adalah perawataan untuk anjing seperti grooming, pet display, pet store sedangkan pada kliniknya fokus terhadap pemeriksaan seperti memberi vaksin yang dikhususkan pada binatang anjing semisalkan memberikan vaksin rabies. Fasilitas yang akan diberikan tersebut akan ada dalam satu tempat sehingga semua kebutuhan perawatan dan pemeriksaan dapat mengefisiensikan waktu pemilik anjing peliharan karena dalam satu tempat mendapatkan banyak fasilitas yang diperlukan tanpa berpindah-pindah tempat. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas adapun rumusan masalahnya sebagai berikut: 1. Fungsi apa yang akan ditampung di klinik perawatan anjing di Denpasar? 2. Dimana lokasi dan site yang sesuai sebagai tempat klinik perawatan anjing di Denpasar? 3. Apa tema dan konsep yang digunakan pada klinik perawatan anjing di Denpasar? 1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan dibagi menjadi tujuan penelitian dan perancangan: 3

4 1.3.1 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Untuk menentukan fungsi apa yang akan ditampung di Klinik Perawatan Anjing. 2. Untuk mengetahui lokasi yang baik, tepat dan strategis dari Klinik Anjing di Denpasar. 3. Untuk menentukan tema dan konsep yang akan digunakan pada Klinik Perawatan Anjing Tujuan Perancangan Untuk merancang klinik dan perawatan anjing di Kota Denpasar yang efisien dan memenuhi kebutuhan pemilik bagi anjing peliharannya dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan baik bagi pemilik maupun anjing peliharaan. 1.4 Metode Penelitian Untuk mendapatkan data pada penelitian ini dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan yang optimal, maka dilakukan langkah-langkah dengan metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Adapun tekniknya sebagai berikut: Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data dalam metode dibagi sebagai berikut: a. Teknik Pengumpulan Data Primer Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara sebagai berikut: - Observasi Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung kenyataan yang ada dan dilakukan dengan cara pengambilan foto-foto mengenai pet shop dan klinik hewan yang dijadikan sebagai studi banding yaitu Bali Pet Shop, Estimo Pet Shop dan Klinik serta Vet Care Renon. - Wawancara 4

5 Melakukan tanya jawab dengan pihak yang berkompeten untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan pet shop dan klinik hewan. Dalam hal ini salah satunya melakukan wawancara terhadap Kabid Keswan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, Drh. Liza Harwinanto dan Drh. Intan. b. Teknik Pengumpulan Data Sekunder Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara sebagai berikut: - Studi literatur Dilakukan dengan memilah data literatur yang berkaitan dengan pusat perawatan dan klinik hewan. Sumber bacaan yang digunakan antara lain buku-buku, materi kuliah, karya tulis, dan lainnya. - Survey instansional Proses pencarian data dari instansi-instansi terkait yang diperlukan dan berhubungan dengan data yang diperlukan. Dalam hal ini mengadakan kunjungan ke Kantor Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan kota Denpasar dan Badan Pusat Statistik di Denpasar untuk mendapatkan data berupa literatur Teknik Pengolahan Data Pada tahap ini pengolahan data dengan membandingkan informasiinformasi yang diperoleh berdasarkan survey, wawancara, dan observasi dengan teori-teori yang ada terkait perancangan sebuah tempat klinik perawatan anjing di Denpasar. 5

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan masyarakat yang memelihara hewan peliharaan terutama anjing dan kucing semakin banyak pada saat ini. Kebanyakan masyarakat merasa tertarik untuk memelihara

Lebih terperinci

Griya Pecinta Anjing Di Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN

Griya Pecinta Anjing Di Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek Dewasa ini minat masyarakat akan hewan peliharaan cukup tinggi, hewan diminati oleh masyarakat karena dapat digunakan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kita. Rasa ketertarikan itu muncul karena anjing memiliki karakter dan

BAB I PENDAHULUAN. kita. Rasa ketertarikan itu muncul karena anjing memiliki karakter dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rasa ketertarikan manusia untuk memelihara anjing cukup besar, contohnya dengan munculnya berbagai komunitas pecinta anjing yang ada di sekitar kita. Rasa ketertarikan

Lebih terperinci

Re-branding Andrawina Pet Center 2008 BAB 1 PENDAHULUAN

Re-branding Andrawina Pet Center 2008 BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia merupakan mahluk sosial, dimana bersosialisasi merupakan sesuatu yang mutlak dalam kehidupannya karena manusia hidup saling membutuhkan. Berteman termasuk dalam

Lebih terperinci

Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar

Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Periode Juli 2015 Klinik Perawatan Anjing di

Lebih terperinci

13 Eunike Yuslina Sunaryo BAB I PENDAHULUAN

13 Eunike Yuslina Sunaryo BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Pegadaan Proyek Minat masyarakat akan hewan peliharaan semakin tinggi, hewan sangat diminati untuk penjaga, hiburan, dan teman hidup. Salah satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG. Manusia merupakan makhluk sosial dimana mereka saling membutuhkan satu

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG. Manusia merupakan makhluk sosial dimana mereka saling membutuhkan satu BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Manusia merupakan makhluk sosial dimana mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tidak sedikit manusia menjadikan hewan peliharaan sebagai teman dalam kehidupannya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keamanan rumah. Namun, sebagai makhluk hidup, anjing memerlukan

BAB I PENDAHULUAN. keamanan rumah. Namun, sebagai makhluk hidup, anjing memerlukan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak diminati oleh masyarakat, baik anak-anak sampai orang dewasa. Sebagian orang memelihara anjing sebagai teman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peranan sebuah Teknologi Informasi sudah menjadi salah satu bagian

BAB I PENDAHULUAN. Peranan sebuah Teknologi Informasi sudah menjadi salah satu bagian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Peranan sebuah Teknologi Informasi sudah menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan produktivitas ataupun kemampuan serta kualitas dari sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyebabkan kematian. Scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyebabkan kematian. Scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh kucing yang membatasi tubuh dengan dunia luar, selain itu kondisi kulit merupakan refleksi kesehatan kucing secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berupa penemuan fosil dan tes DNA (Vila et al., 1997). Anjing telah menjadi. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. berupa penemuan fosil dan tes DNA (Vila et al., 1997). Anjing telah menjadi. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anjing adalah mamalia karnivora darat yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 100.000 tahun silam, hal ini diperkuat dengan bukti genetik berupa penemuan

Lebih terperinci

Di sisi lain ada pula café yang mengizinkan hewan peliharaan makan bersama pemiliknya namun pemilik hewan diminta untuk makan di luar area

Di sisi lain ada pula café yang mengizinkan hewan peliharaan makan bersama pemiliknya namun pemilik hewan diminta untuk makan di luar area BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Banyaknya sarana rekreasi saat ini sangat bermanfaat bagi manusia untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Namun sarana rekreasi tersebut tidak memungkinkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pusat Perawatan Hewan Peliharaan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pusat Perawatan Hewan Peliharaan BAB 1 PENDAHULUAN Munculnya tren atau gaya hidup memelihara hewan peliharaan sudah bukan hal baru bagi kalangan masyarakat Jakarta. Bahkan tidak jarang, banyak orang yang sekedar ingin mengikuti tren yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pet station

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pet station BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk Allah yang diciptakan lebih sempurna dibandingkan makhluk Allah lainnya. Hal yang membedakan antara manusia dengan makhluk ciptaan Allah

Lebih terperinci

PET AND FLOWER HOUSE DI BANDUNG UTARA

PET AND FLOWER HOUSE DI BANDUNG UTARA LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PET AND FLOWER HOUSE DI BANDUNG UTARA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : ARIEL ITVATIA

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. yang di lakukan Yohanes Katinja Ubarning, Dalam penelitiannya yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. yang di lakukan Yohanes Katinja Ubarning, Dalam penelitiannya yang BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka yang dipakai dalam penelitian ini didapat dari penelitian yang di lakukan Yohanes Katinja Ubarning, 2015. Dalam penelitiannya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Hewan mamalia berkaki empat, yaitu anjing merupakan hewan yang memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi, sehingga hewan ini lebih mudah dilatih dan dapat bersosialiasi

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT PERAWATAN HEWAN PELIHARAAN DI JAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR PUSAT PERAWATAN HEWAN PELIHARAAN DI JAKARTA PERANCANGAN INTERIOR PUSAT PERAWATAN HEWAN PELIHARAAN DI JAKARTA Patricia Mellisa Christie Hp 085714994157, Email [email protected] ABSTRAK Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi di pusat-pusat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti halnya manusia, hewan pun memiliki hak kesejahteraan. Hak tersebut antara lain adalah hak bebas dari rasa lapar, hak merasa nyaman, hak bebas dari rasa sakit,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan zaman dan kemajuan peradaban kehidupan manusia, maka kebutuhan pun semakin bertambah. Kesibukan dan beratnya pekerjaan, membuat manusia bekerja

Lebih terperinci

kicau. 1 Memasuki dekade 90-an mulai dapat dijumpai beberapa jenis

kicau. 1 Memasuki dekade 90-an mulai dapat dijumpai beberapa jenis kicau. 1 Memasuki dekade 90-an mulai dapat dijumpai beberapa jenis Page 1 of 157: Bab I Pendahuluan I.1. Latar Belakang I.1.1. Latar belakang Eksistensi Proyek Di masa lampau, kepemilikan atas simbol-simbol

Lebih terperinci

BAB I. Pendahuluan. Munculnya tren atau gaya hidup memelihara hewan. peliharaan sudah bukan menjadi hal baru bagi kalangan

BAB I. Pendahuluan. Munculnya tren atau gaya hidup memelihara hewan. peliharaan sudah bukan menjadi hal baru bagi kalangan BAB I Pendahuluan 2.1. Latar Belakang Masalah Munculnya tren atau gaya hidup memelihara hewan peliharaan sudah bukan menjadi hal baru bagi kalangan masyarakat di kota pendidikan Yogyakarta. Bahkan tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Hobi memelihara hewan memberikan manfaat melatih diri menjadi sosok yang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Hobi memelihara hewan memberikan manfaat melatih diri menjadi sosok yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hobi memelihara hewan memberikan manfaat melatih diri menjadi sosok yang empati dan penyayang. Karena memelihara hewan, membuat sang pemilik, rela menghabiskan waktu,

Lebih terperinci

PET CARE CENTER DI DENPASAR

PET CARE CENTER DI DENPASAR LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Periode Februari 2016 PET CARE CENTER DI DENPASAR

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PENGAWASAN PEMELIHARAAN DAN LALU LINTAS HEWAN PENULAR RABIES DI KABUPATEN BADUNG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PENGAWASAN PEMELIHARAAN DAN LALU LINTAS HEWAN PENULAR RABIES DI KABUPATEN BADUNG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PENGAWASAN PEMELIHARAAN DAN LALU LINTAS HEWAN PENULAR RABIES DI KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis memiliki potensi dalam pengembangan sektor agribisnis. Hal ini dapat dilihat dari lokasi Indonesia yang terletak pada garis

Lebih terperinci

BAB 1 LATAR BELAKANG. : Kucing anggora dan peralatan perawatannya : nologaten. Gg selada,seleman Yogyakarta

BAB 1 LATAR BELAKANG. : Kucing anggora dan peralatan perawatannya : nologaten. Gg selada,seleman Yogyakarta BAB 1 LATAR BELAKANG Nama Perusahaan : Meong pus (Cat shop) Bidang Usaha : Peternakan Jenis Produk : Kucing anggora dan peralatan perawatannya Alamat Perusahaan : nologaten. Gg selada,seleman Yogyakarta

Lebih terperinci

Manual Prosedur. Pelayanan Grooming

Manual Prosedur. Pelayanan Grooming Manual Prosedur Pelayanan Grooming Klinik Hewan Pendidikan Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya 2012 1 Manual Prosedur Pelayanan Grooming Klinik Hewan Pendidikan Program Kedokteran Hewan Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teman manusia tertua seperti yang dikutip dalam buku Encyclopedia of Pet

BAB I PENDAHULUAN. teman manusia tertua seperti yang dikutip dalam buku Encyclopedia of Pet BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia pada zaman dulu sampai sekarang hidup berdampingan dengan hewan peliharaan. Manusia memelihara kucing lebih dari 5.000 tahun. Hal ini terbukti dengan arkeolog

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Over populasi hewan domestik atau yang bisa disebut dengan hewan peliharaan yang ada di Indonesia sudah sangat tinggi. JAAN menyebut sepasang anjing yang tidak di sterilisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kelinci, burung, ikan, bahkan beberapa ada yang memelihara ular sebagai hewan

BAB I PENDAHULUAN. kelinci, burung, ikan, bahkan beberapa ada yang memelihara ular sebagai hewan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Banyak orang senang memelihara hewan seperti anjing, kucing, hamster, kelinci, burung, ikan, bahkan beberapa ada yang memelihara ular sebagai hewan peliharaannya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN. Landasan Konseptual Perancangan Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN 1. 1 LATAR BELAKANG Berpenampilan menarik merupakan suatu kebutuhan hidup setiap individu karena penampilan merupakan sarana representatif bagi setiap individu yang dapat mencerminkan

Lebih terperinci

3.1 Tinjauan Umum Tinjauan Kota Semarang Kondisi Non Fisik Kota Semarang... 34

3.1 Tinjauan Umum Tinjauan Kota Semarang Kondisi Non Fisik Kota Semarang... 34 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i ORISINALITAS... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI... iv KATA PENGANTAR... v ABSTRAK... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xii

Lebih terperinci

TUGAS LINGKUNGAN BISNIS STMIK AMIKOM YOGYAKARTA BISNIS PET SHOP

TUGAS LINGKUNGAN BISNIS STMIK AMIKOM YOGYAKARTA BISNIS PET SHOP TUGAS LINGKUNGAN BISNIS STMIK AMIKOM YOGYAKARTA BISNIS PET SHOP DISUSUN OLEH : BENNY YUNIAWAN PRATAMA 10.12.4421 S1-SI-2A Bisnis Pet Shop Bisnis yang mungkin terbilang tidak ada matinya salah satunya adalah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Hewan peliharaan di Jakarta meningkat seiring dengan meningkatnya penduduk.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Hewan peliharaan di Jakarta meningkat seiring dengan meningkatnya penduduk. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hewan peliharaan di Jakarta meningkat seiring dengan meningkatnya penduduk. Hewan yang biasa dipelihara oleh masyarakat DKI Jakarta adalah anjing, kucing, kera, kelinci,

Lebih terperinci

Rumah Sakit Hewan di Semarang

Rumah Sakit Hewan di Semarang TUGAS AKHIR 138 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Rumah Sakit Hewan di Semarang Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Oleh : Eko Budi Prasetyo

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: one stop pet shop, dog, cat, modern classic.

ABSTRACT. Keywords: one stop pet shop, dog, cat, modern classic. ABSTRACT Nowadays, many people in Bandung keep a dog or a cat as pet so that at the same time appear many pet communities and pet shop. But there hasn t been any place in Bandung where provides full facilities

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia satu dengan manusia yang lain karena manusia merupakan. makhluk sosial. Makhluk sosial tersebut kemudian membentuk suatu

BAB I PENDAHULUAN. manusia satu dengan manusia yang lain karena manusia merupakan. makhluk sosial. Makhluk sosial tersebut kemudian membentuk suatu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari hubungan antara manusia satu dengan manusia yang lain karena manusia merupakan makhluk sosial. Makhluk sosial

Lebih terperinci

Tugas Karya Ilmiah Peluang Bisnis Hobi Juga Bisa Menjadi Bisnis

Tugas Karya Ilmiah Peluang Bisnis Hobi Juga Bisa Menjadi Bisnis Tugas Karya Ilmiah Peluang Bisnis Hobi Juga Bisa Menjadi Bisnis Disusun oleh : Herdika Prastowo 11.02.8132 D3MI04 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMASI DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2012 0 P a g e

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEMELIHARAAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEMELIHARAAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEMELIHARAAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hewan peliharaan anjing dan kucing merupakan hewan menggemaskan yang diminati banyak orang. Kebanyakan yang diminat adalah hewan ras. Hewan peliharaan juga kini mudah

Lebih terperinci

Manual Prosedur. Pelayanan Medis Klinik Hewan

Manual Prosedur. Pelayanan Medis Klinik Hewan Manual Prosedur Pelayanan Medis Klinik Hewan Klinik Hewan Pendidikan Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya 2012 1 Manual Prosedur Pelayanan Medis Klinik Hewan Pendidikan Program Kedokteran Hewan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEREDARAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEREDARAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PEREDARAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. menganggap binatang peliharaan sebagai bagian dari keluarga. Hobi akan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. menganggap binatang peliharaan sebagai bagian dari keluarga. Hobi akan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini banyak orang yang memelihara binatang peliharaan seperti anjing dan kucing sebagai hobby untuk melepas stress. Dari sekian banyak orang tidak sedikit

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berada disekitarnya baik hewan yang dipelihara maupun hewan yang secara

BAB I PENDAHULUAN. berada disekitarnya baik hewan yang dipelihara maupun hewan yang secara 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini kehidupan sehari-hari manusia tidak luput dari hewan yang berada disekitarnya baik hewan yang dipelihara maupun hewan yang secara tidak sengaja

Lebih terperinci

Tugas Akhir. PERANCANGAN INTERIOR DAN FURNITURE JAKARTA PET CENTER Jln. Pluit Putri Raya No.1 A-C JAKARTA UTARA

Tugas Akhir. PERANCANGAN INTERIOR DAN FURNITURE JAKARTA PET CENTER Jln. Pluit Putri Raya No.1 A-C JAKARTA UTARA Tugas Akhir PERANCANGAN INTERIOR DAN FURNITURE JAKARTA PET CENTER Jln. Pluit Putri Raya No.1 A-C 14430 - JAKARTA UTARA Disusun oleh : Fatimah Zahra 41712010001 FAKULTAS DESAIN DAN SENI KREATIF PROGRAM

Lebih terperinci

PERANCANGAN KLINIK ANJING DAN KUCING DENGAN PENDEKATAN PROGRAMATIK

PERANCANGAN KLINIK ANJING DAN KUCING DENGAN PENDEKATAN PROGRAMATIK PERANCANGAN KLINIK ANJING DAN KUCING DENGAN PENDEKATAN PROGRAMATIK Perancangan Klinik Anjing dan Kucing dengan Pendekatan Programatik Aghis Yurita Akmalia, Dea Aulia Widyaevan, Hendi Anwar Prodi S1 Desain

Lebih terperinci

Bisnis Ternak Kucing Persia

Bisnis Ternak Kucing Persia Bisnis Ternak Kucing Persia Nama : Affif Suryo Anggoro NIM : 10.11.3948 Kelas : S1 TI 1F STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Abstraksi Akhir ini teknologi berkembang dengan begitu cepat. Hampir semua pekerjaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. LatarBelakang BAB I PENDAHULUAN I. 1. LatarBelakang Negara maju memiliki sedikitnya dua persen penduduk yang berwirausaha. Sejak 18 Maret 2013, pemerintah Indonesia mulai mencanangkan program kewirausahaan nasional

Lebih terperinci

ABSTRAK PROMOSI PAMERAN ANJING RAS KECIL 2014 DI KOTA BANDUNG. Oleh. Sofia Valentine NRP

ABSTRAK PROMOSI PAMERAN ANJING RAS KECIL 2014 DI KOTA BANDUNG. Oleh. Sofia Valentine NRP ABSTRAK PROMOSI PAMERAN ANJING RAS KECIL 2014 DI KOTA BANDUNG Oleh Sofia Valentine NRP 0964220 Perkembangan anjing ras kecil di kota Bandung sendiri sudah mulai pesat sejak beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya,

Lebih terperinci

Lampiran 1 PERTANYAAN WAWANCARA PRA SURVEY

Lampiran 1 PERTANYAAN WAWANCARA PRA SURVEY Lampiran 1 PERTANYAAN WAWANCARA PRA SURVEY Nama saya, Kho Ricky Prayogo mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Jurusan Manajemen, sedang melakukan penelitian dengan judul ALTERNATIF STRATEGI PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Meningkatnya minat masyarakat untuk memelihara anjing tidak seimbang dengan fasilitas yang ada. Selain itu, adanya faktor kesibukan dan rasa bosan yang dialami beberapa pemelihara anjing, mengakibatkan

Lebih terperinci

Seminar Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN

Seminar Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan metode penelitian yang digunakan dalam Redesain Pasar Desa Adat Blahkiuh Kecamatan 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

Windrayana Raditya, I Wyn ( ) Seminar Tugas Akhir KBA (Alur Desain) BAB PENDAHULUAN

Windrayana Raditya, I Wyn ( ) Seminar Tugas Akhir KBA (Alur Desain) BAB PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN Bab 1 Pendahuluan ini terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan teknik penulisan. Pada latar belakang terdapat uraian alasan dan hal-hal yang mendasari penulisan topik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia modifikasi sepeda motor di Indonesia saat ini menunjukkan grafik peningkatan yang sangat tajam, peningkatan yang terjadi tidak hanya dari segi kuantitas

Lebih terperinci

Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan, serta metode penulisan.

Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan, serta metode penulisan. BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan, serta metode penulisan. 1.1. Latar Belakang Kesehatan masyarakat merupakan salah satu unsur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Memelihara hewan peliharaan merupakan kegiatan yang semakin digemari oleh

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Memelihara hewan peliharaan merupakan kegiatan yang semakin digemari oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Memelihara hewan peliharaan merupakan kegiatan yang semakin digemari oleh banyak orang. Hewan yang paling sering dijumpai dan dimiliki oleh seseorang salah satunya

Lebih terperinci

SEMINAR TUGAS AKHIR 2015 BAB I PENDAHULUAN

SEMINAR TUGAS AKHIR 2015 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini, yang akan dibahas adalah mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan metode perancangan. 1.1 Latar Belakang Dalam melakukan sesuatu, tentu saja setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seminar Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN. Seminar Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN Pada bab satu ini menjabarkan mengenai latar belakang dari Redesain Polsek Ubud, Gianyar, beserta rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian yang nantinya akan digunakan dalam merangkum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Klinik Bersalin di Gianyar 1

BAB I PENDAHULUAN. Klinik Bersalin di Gianyar 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memiliki keturunan merupakan harapan dari setiap pasangan sehingga memiliki seorang anak adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebuah keluarga. Baik keluarga

Lebih terperinci

Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Web Pencari Pasangan Bagi Anjing Menggunakan Algoritma Simple Matching

Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Web Pencari Pasangan Bagi Anjing Menggunakan Algoritma Simple Matching Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Web Pencari Pasangan Bagi Anjing Menggunakan Algoritma Simple Matching Lim Cynthia Dewi Salim Universitas Ciputra UC Town, Citraland Surabaya 60219 [email protected]

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR PADA PET CARE UNTUK ANJING DAN KUCING DI BANDUNG

PERANCANGAN INTERIOR PADA PET CARE UNTUK ANJING DAN KUCING DI BANDUNG PERANCANGAN INTERIOR PADA PET CARE UNTUK ANJING DAN KUCING DI BANDUNG Syari Dewi Pratiwi Binus University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kemanggisan / Palmerah Jakarta Barat 11530, +6221 534 5830 / +6221

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini membahas tentang gambaran umum dari keseluruhan isi laporan berupa alasan pemilihan judul dalam latar belakang, rumusan masalah, tujuan, serta cara/metode penelitian yang

Lebih terperinci

penyakit genetis, hampir semua tempat pembiakan anjing/kennel mempunyai sanitasi yang buruk dan kondisinya menyedihkan.

penyakit genetis, hampir semua tempat pembiakan anjing/kennel mempunyai sanitasi yang buruk dan kondisinya menyedihkan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Hewan peliharaan seringkali dapat menjadi sosok teman atau sahabat terdekat bagi manusia. Hal tersebut menyebabkan tidak sedikit

Lebih terperinci

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21 DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 21 Dinas Peternakan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Latar Belakang Eksistensi Proyek

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Latar Belakang Eksistensi Proyek BAB I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 Latar Belakang Eksistensi Proyek Anjing adalah spesies domestikasi (penjinakan) dari serigala abu-abu. Melalui proses domestikasi lebih dari 100.000 tahun yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seluruh

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seluruh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seluruh manusia, karena kesehatan menentukan segala aktivitas dan kinerja manusia. Pengertian sehat

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini berasal dari berbagai sumber yaitu :

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini berasal dari berbagai sumber yaitu : BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini berasal dari berbagai sumber yaitu : 1. Wawancara/Interview dari narasumber yang terpercaya

Lebih terperinci

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS

BAB III BUSINESS MODEL CANVAS BAB III BUSINESS MODEL CANVAS Bab ini menjelaskan mengenai implementasi Business Model Canvas dalam Pooch Village. Business Model Canvas ini terdiri dari Customer Segments, Value Propositions, Channels,

Lebih terperinci

Fasilitas Wisata Edukasi Anjing Kintamani di Kintamani, Bali

Fasilitas Wisata Edukasi Anjing Kintamani di Kintamani, Bali Fasilitas Wisata Edukasi Anjing Kintamani di Kintamani, Bali Penulis : Mellisa Feliciana Darmadji dan Luciana Kristanto 1 Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI INOVASI DAN KREATIVITAS KAMPUS

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI INOVASI DAN KREATIVITAS KAMPUS (IbIKK) LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI INOVASI DAN KREATIVITAS KAMPUS Judul : I b IKK Perawatan Kesehatan dan Salon Mobil Hewan Kesayangan Dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian ini berisikan tentang gambaran tempat penulis melakukan penelitian, diantaranya tentang sejarah singkat perusahaan, visi dan misi,

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Konsep Dasar Perancangan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Konsep Dasar Perancangan BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Konsep Dasar Perancangan Dalam mendesain sebuah fasilitas kesehatan hewan peliharaan, faktor teknis adalah yang utama, dimana dalam keputusan penggunaan material yang mudah dirawat,

Lebih terperinci

BAB IV PROFIL KOMUNITAS KICAU MANIA SALATIGA

BAB IV PROFIL KOMUNITAS KICAU MANIA SALATIGA BAB IV PROFIL KOMUNITAS KICAU MANIA SALATIGA 4.1. Sejarah Komunitas Kicau Mania Salatiga Kicau Mania adalah komunitas para pecinta burung berkicau indonesia yang memiliki hobby memelihara dan mengembang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Akhir-akhir ini, memelihara kucing semakin populer di masyarakat.

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Akhir-akhir ini, memelihara kucing semakin populer di masyarakat. PENDAHULUAN Latar Belakang Akhir-akhir ini, memelihara kucing semakin populer di masyarakat. Mereka memiliki beragam alasan dalam memelihara kucing, mulai dari hobi, teman bermain, sebagai lahan bisnis

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1

PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1 PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1 1 PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20 / 20 MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam KELAS / SEMESTER : I (Satu) / 1 (satu) Standar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSAT PERAWATAN ANJING DAN KUCING

BAB II TINJAUAN PUSAT PERAWATAN ANJING DAN KUCING BAB II TINJAUAN PUSAT PERAWATAN ANJING DAN KUCING II.1 IDENTIFIKASI PENGGUNA Pada pusat perawatan anjing dan kucing terbagi menjadi empat bagian. Bagian Shelter, bagian klinik, bagian direksi, dan bagian

Lebih terperinci

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan 1 BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 5 ayat (2) menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Anak membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya dalam

BAB I PENDAHULUAN. Anak membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak merupakan anugrah yang Tuhan berikan untuk dijaga dan dirawat. Anak membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya dalam masa tumbuh kembang. Memahami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disebut dengan istilah perjanjian bernama (benoemd/nominaat) dan perjanjian

BAB I PENDAHULUAN. disebut dengan istilah perjanjian bernama (benoemd/nominaat) dan perjanjian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perjanjian di Indonesia secara umum ada yang mempunyai suatu nama khusus, maupun yang tidak terkenal dengan suatu nama tertentu, atau sering disebut dengan istilah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Pada zaman sekarang ini, kebutuhan manusia akan pentingnya hidup sehat semakin meningkat. Maksudnya karena adalah semakin bertambahnya masalahmasalah kesehatan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada bab I dibahas latar belakang masyarakat kota Denpasar yang memerlukan adanya sebuah tempat penitipan dan perawatan bayi serta anak, rumusan masalah, tujuan, serta metode perancangan

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN ARSITEKTUR 2012 E-SPORT ARENA BERSTANDAR INTERNASIONAL DI BADUNG, BALI BAB I PENDAHULUAN

FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN ARSITEKTUR 2012 E-SPORT ARENA BERSTANDAR INTERNASIONAL DI BADUNG, BALI BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang E-Sport, merupakan singkatan dari electronic sport, dimana merupakan kegiatan adu ketangkasan secara fisik ataupun non-fisik yang dilakukan oleh individu atau kelompok,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia ada beberapa komunitas Harley Davidson yang terdaftar resmi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan seperti Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, Aksenta, Universitas Oxford, dan Darwin Initiative dimana telah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, Aksenta, Universitas Oxford, dan Darwin Initiative dimana telah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa modern ini hobi memelihara hewan merupakan gaya hidup baru. Menurut survei sebuah Organisasi Konservasi Nasional yaitu Burung Indonesia yang didukung oleh

Lebih terperinci

2. Bagi keluarga pasien dan pegunjung Tenang dan percaya akan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien yang menyatakan tersirat dalam interiornya.

2. Bagi keluarga pasien dan pegunjung Tenang dan percaya akan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien yang menyatakan tersirat dalam interiornya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan rumah sakit sebagai suatu lembaga yang menyediakan pelayanan jasa kesehatan sering kali menimbulkan tekanan psikologis dan ekonomi bagi konsumennya. Selama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pada BAB I ini akan dijelaskan secara umum mengenai bagaimana latar belakang pemilihan judul proyek, rumusan masalah yang mempengaruhi bagaimana desain proyek nantinya, tujuan proyek,

Lebih terperinci

@UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

@UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem Pakar merupakan bidang kecerdasan buatan yang cukup diminati karena penerapannya di berbagai bidang, baik bidang ilmu pengetahuan maupun bisnis. Sistem Pakar

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk memasarkan produk atau jasa dari perusahaan tersebut. Era digital membawa perubahan besar terhadap

Lebih terperinci

Pembahasan dan Analisis

Pembahasan dan Analisis Bab 4 Pembahasan dan Analisis 4.1 Profil Bonnie Exo Pet Shop, Kartini Reptile dan Semawis Reptile Semarang Bonnie Exo Pet Shop ini terletak di Jl. Sisingamangaraja, Semarang. Pemiliknya bernama Pak Boni,

Lebih terperinci

Penangkaran Penyu di Desa Perancak Kab. Jembrana BAB I PENDAHULUAN

Penangkaran Penyu di Desa Perancak Kab. Jembrana BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bali merupakan daerah kepulauan yang sebagian besar terdapat pesisir pantai. Kondisi tersebut menjadikan pulau Bali sebagai tempat yang cocok untuk kehidupan penyu

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG PENANGGULANGAN RABIES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG PENANGGULANGAN RABIES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 15 TAHUN 2009 TENTANG PENANGGULANGAN RABIES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa rabies merupakan penyakit menular yang dapat menyerang

Lebih terperinci

BAB III STUDI LAPANGAN

BAB III STUDI LAPANGAN BAB III STUDI LAPANGAN A. UNIPET (Universal Petshop) Universal Petshop atau yang lebih dikenal dengan Unipet merupakan petshop ternama di Yogyakarta yang bekerja sama dengan brand ternama Royal Canin,

Lebih terperinci

berpengaruh terhadap gaya melukis, teknik pewarnaan, obyek lukis dan lain sebagainya. Pembuatan setiap karya seni pada dasarnya memiliki tujuan

berpengaruh terhadap gaya melukis, teknik pewarnaan, obyek lukis dan lain sebagainya. Pembuatan setiap karya seni pada dasarnya memiliki tujuan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini masyarakat Indonesia secara umum kian menurun tingkat ketertarikannya dengan dunia seni, khususnya pada dua cabang seni murni yaitu seni lukis dan seni

Lebih terperinci