BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Siska Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah observasional dan menggunakan pendekatan Cross Sectional, dimana variabel bebas dan variabel terikat yang diteliti diambil datanya pada waktu bersamaan. 3 B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SDN Rembes II Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang dengan jumlah 9 siswa.. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. C. Variabel Variabel penelitian ini meliputi : 1. Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas penerangan. Variabel terikat Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecepatan waktu reaksi melihat rangsang cahaya 3. Variabel pengganggu Variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah : a. Reflektan meja belajar b. Kesilauan c. Cuaca d. Lama tidur e. Defisiensi vitamin A f. Penggunaan kaca mata bantu / softlens g. Suplai energi
2 D. Definisi Operasional 1. Intensitas Penerangan Intensitas penerangan di sini adalah intensitas penerangan lokal yaitu banyaknya sinar yang jatuh pada meja belajar siswa kelas 5. Sumber penerangan adalah alami ( cahaya matahari ) Satuan Skala : lux : rasio. Kecepatan waktu reaksi melihat rangsang cahaya Yaitu kecepatan waktu reaksi siswa kelas 5 melihat rangsang cahaya yang diukur menggunakan Reaction Timer Type L. 77. Satuan Skala : milli detik : rasio 3. Reflektan meja belajar Reflektan meja belajar, yaitu kemampuan meja belajar memantulkan cahaya yang diukur menggunakan Lux meter dan dinyatakan dalam persen ( % ). Reflektan dihitung dengan rumus : Keterangan : A B Skala 4. Kesilauan Reflektan = BX 100% A = intensitas penerangan yang jatuh pada bidang ukur dengan photo cell menghadap sumber cahaya. = intensitas penerangan yang jatuh pada bidang ukur dengan photo cell menghadap bidang ukur. : rasio Yaitu kondisi / keadaan cahaya alami yang ada di ruang kelas 5 yang menyebabkan siswa kelas 5 merasa silau, ditandai dengan: siswa memicingkan mata, siswa menutup mata dari datangnya sinar
3 dengan menggunakan tangan, siswa duduk agak miring karena untuk menghindari silau dan sebagainya. Jika didapatkan siswa dengan tanda-tanda tersebut maka dikategorikan siswa merasa silau dan jika tidak ada tanda-tanda tersebut maka dikategorikan siswa tidak merasa silau. 5. Cuaca Yaitu keadaan langit saat pengukuran, apakah mendung, hujan atau cerah?. Pengukuran intensitas penerangan dilakukan saat cuaca cerah. 6. Lama tidur Yaitu lamanya siswa kelas 5 tidur pada malam hari. Kategori : baik ( apabila tidur selama 8-9 jam ) dan tidak baik (apabila kurang dari 8 jam atau lebih dari 9 jam ) Defisiensi vitamin A Adalah suatu keadaan siswa kelas 5 dengan tanda-tanda fisik kulit kering bersisik, pada mata terdapat bercak bitot dan rabun senja yang diketahui peneliti dari kuesioner yang diberikan kepada siswa, bahwa rabun senja memiliki ciri ciri misalnya pada sore hari menjelang malam penglihatan tidak jelas atau bahkan terasa gelap sehingga apabila berjalan bisa menabrak sesuatu di depannya. Disebut rabun senja / buta senja karena pada waktu malam jumlah cahaya yang tersedia terlalu sedikit untuk memungkinkan penglihatan yang memadai, meskipun di siang hari tersedia cukup cahaya untuk merangsang batang dan kerucut meskipun jumlah zat fotokimia ini berkurang. 18 Kategori : Ada dan tidak ada 8. Penggunaan kaca mata bantu / softlens Yaitu melihat dan menanyakan kepada siswa kelas 5, memakai kaca mata bantu / softlens atau tidak.
4 Kategori : Memakai kaca mata bantu / softlens dan tidak memakai kaca mata bantu / softlens 9. Suplai energi Yaitu pemasukan makanan/minuman pada siswa kelas 5 sehingga dari makanan/minuman tersebut siswa mendapatkan energi. Makanan adalah lebih dari sekedar bahan untuk menghentikan rasa lapar; ini adalah bahan bakar yang terdiri dari bahan gizi penting terutama untuk pemeliharaan kesehatan optimal dan penampilan prima. 5 Walaupun jaringan lebih menyukai menggunakan karbohidrat untuk energi dibandingkan lemak dan protein, jumlah karbohidrat cadangan tubuh hanya beberapa ratus gram ( terutama glikogen dalam hati dan otot ), dan ia dapat mensuplai energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh mungkin selama setengah hari. 18 Kategori : sudah makan dan belum makan E. Metode Pengumpulan Data 1. Jenis Data a. Data Primer Data diambil langsung dari lokasi penelitian yaitu dengan mengukur intensitas penerangan di ruang kelas 5 SDN Rembes II Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang yang meliputi pengukuran penerangan umum, penerangan lokal ( pada meja belajar ) dan pengukuran reflektan. Data juga diambil langsung dari responden melalui pengukuran kecepatan waktu reaksi melihat rangsang cahaya. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data penunjang yang membantu dalam analisa dengan menggunakan kuesioner. b. Data Sekunder Data sekunder ini diperoleh dari administrasi sekolah tersebut yang meliputi jumlah siswa dan lama ( jam ) kegiatan belajar mengajar. Di samping itu data
5 diambil juga dari studi kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini.. Alat Pengumpul Data a. Lux meter yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya b. Reaction Timer Type L. 77, untuk mengukur kecepatan waktu reaksi melihat rangsang cahaya pada siswa kelas 5. c. Kuesioner 3. Cara Pengumpulan Data a. Pengukuran Intensitas Penerangan i) Persiapan Alat 1. Baterai dipasang pada tempatnya. Tombol Power ditekan 3. Garis tanda pada monitor dicek untuk mengetahui baterai dalam keadaan baik / tidak. 4. Alat dikalibrasi, sehingga angka pada monitor menunjukkan angka nol. Jika tidak menunjukkan angka nol, maka angka yang ada atau tertera tersebut dijadikan sebagai faktor kalibrasi dan nantinya untuk mengurangi hasil dari setiap pengukuran. ii) Pengukuran Penerangan Umum Pengukuran dilakukan selama kali, pada jam WIB dan jam WIB. Hasil dari kali pengukuran tersebut diambil rata-ratanya. Cara pengukuran : 1. Ruang kerja dibagi menjadi beberapa titik pengukuran dengan jarak antar titik 1 m jika luas ruang < 10 m, jarak antar titik 3 m jika luas ruang m, dan jarak antar titik 6 m jika luas ruang > 100 m. Luas ruang kelas 5 adalah 56 m ( panjang 8 m dan lebar 7 m ), jadi terdapat enam titik pengukuran penerangan umum.. Pengukuran dilakukan dengan tinggi luxmeter 1, 1,5 m di atas lantai, dan posisi photo cell horizontal dengan lantai
6 3. Hasil pengukuran dicatat. 4. Hasil dari tiap titik pengukuran diambil rata rata. Jadi besarnya intensitas penerangan umum = Jumlah intensitas penerangan (lux) Jumlah titik seluruh ruangan iii) Pengukuran Penerangan Lokal =.lux Pengukuran dilakukan kali pada jam WIB dan jam WIB. Hasil dari kali pengukuran tersebut diambil rata-ratanya. Caranya : 1. Pengukuran dilakukan pada obyek kerja ( meja belajar ). Pengukuran dilakukan dengan meletakkan luxmeter di obyek kerja ( meja belajar ) 3. Mencatat data yang diperoleh pada lembar data iv) Pengukuran Reflektan Pengukuran reflektan dilakukan pada dinding, langit langit dan meja kerja. Pengukuran dilakukan selama kali pada jam WIB dan jam WIB. Hasil dari kali pengukuran tersebut diambil rata-ratanya. Caranya : 1. Intensitas penerangan yang jatuh pada bidang ukur dengan photo cell menghadap sumber cahaya Misal : A lux. Photo cell dibalik, ditarik sampai angka pada display menunjukkan angka tertinggi ( photo cell menghadap bidang ukur ) Misal : B lux 3. Reflektan dihitung dengan rumus : Reflektan = BX 100% A b. Mengukur Kecepatan Waktu Reaksi Melihat Rangsang Cahaya Siswa Kelas 5 Dengan Menggunakan Reaction Timer Pengukuran dilakukan setelah pelajaran selesai ( jam 1.30 ). 1. Alat dengan sumber tenaga ( listrik / baterai ) dihubungkan.. Alat dihidupkan dengan menekan tombol On / Off pada On ( hidup ).
7 3. Direset angka penampilan sehingga menunjukkan angka 0,000 dengan menekan tombol Nol. 4. Dipilih rangsang cahaya dengan menekan tombol cahaya. 5. Subyek yang akan diperiksa diminta menekan tombol subyek (kabel hitam) dan diminta secepatnya menekan tombol setelah melihat cahaya dari sumber rangsang. 6. Untuk memberikan rangsang, pemeriksa menekan tombol pemeriksa ( kabel biru ). 7. Setelah diberi rangsang subyek menekan tombol, maka di layar kecil akan menunjukkan angka waktu reaksi dengan satuan milli detik 8. Pemeriksaan diulangi sampai 0 kali. 9. Data yang dianalisa ( diambil rata rata ) yaitu skor hasil 10 kali pengukuran di tengah (5 kali pengukuran awal dan akhir dibuang). 10. Dicatat keseluruhan hasil pada formulir ( lembar data Reaction Timer ). 11. Setelah selesai pemeriksaan, alat dimatikan dengan menekan tombol On/ Off pada Off dan lepaskan alat dari sumber tenaga. Perlu Diperhatikan Agar Hasil Lebih Akurat : a. Pemberian rangsang tidak kontinyu. b. Jarak minimal sumber rangsang dengan subyek yang diperksa maksimum 0,5 meter. c. Konsentrasi subyek hanya pada sumber rangsang ( tidak boleh melihat alat maupun pemeriksa ). F. Metode Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan dengan langkah langkah sebagai berikut : 6 1. Editing, yaitu meneliti hasil pengukuran dan isian kuesioner yang meliputi kelengkapan dan kebenaran data.. Tabulating, yaitu mentabulasikan data dalam tabel distribusi untuk persiapan penyajian data dan pengujian hipotesa dalam analisa data. 3. Pengolahan data dengan kalkulator dan komputer. Analisis data dilakukan dengan cara yaitu :
8 1. Analisis deskriptif Analisis deskriptif dilakukan terhadap angka hasil pengukuran intensitas penerangan, reflektan dan keluhan keluhan siswa yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel.. Analisis analitik Analisis analitik dilakukan untuk pengujian hipotesa. Analisis yang digunakan yaitu Regresi Linier Sederhana. Hal ini didasarkan pada hubungan kausal satu variabel bebas dengan satu variabel terikat dan keduanya berskala rasio. 7 Persamaan umum regresi linier sederhana adalah : Y = a + bx Dimana : Y = Subyek dalam variabel terikat yang diprediksikan a = Harga Y bila X = 0 ( harga konstan ) b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel terikat yang didasarkan terjadi penurunan. X = Subyek pada variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu Harga a dan b dapat dicari dengan rumus berikut : 3 ( ΣY )( ΣX ) ( ΣX )( ΣXY ) a = nσx ( ΣX ) nσxy ( ΣX )( ΣY ) b = nσx ( ΣX ) Keterangan : a = Harga Y bila X = 0 ( harga konstan ). b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan atau pun penurunan variabel terikat yang didasarkan pada variabel bebas. XY = Produk dari X kali Y. X = Variabel bebas yaitu intensitas penerangan. Y = Variabel terikat yaitu kecepatan waktu reaksi melihat rangsang cahaya. n = Jumlah sampel yang diteliti.
9
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional atau studi belah lintang dimana variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Penelitian ini adalah explanatory research, yaitu penelitian menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang telah
MODUL III INTENSITAS CAHAYA
MODUL III INTENSITAS CAHAYA Pada modul ini akan dijelaskan pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi praktikum, dan lembar kerja praktikum. I. PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang
BAB III METODE PENELITIAN. Peneliti mencoba untuk mencari hubungan variabel paparan getaran mekanis
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik, yaitu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi. Peneliti mencoba
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah explanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel bebas
BAB I PENDAHULUAN. Cahaya adalah suatu perpindahan energi yang dapat merangsang indera
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Cahaya adalah suatu perpindahan energi yang dapat merangsang indera penglihatan manusia untuk menghasilkan sebuah gambaran visual. Manusia membutuhkan
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dengan judul hubungan toleransi stres, shift kerja dan status gizi dengan kejadian kelelahan pada perawat IGD dan ICU ini akan dilaksanakan
PENGUKURAN INTENSITAS PENCAHAYAAN PERTEMUAN KE 5 MIRTA DWI RAHMAH, S.KM,. M.KKK. PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
PENGUKURAN INTENSITAS PENCAHAYAAN PERTEMUAN KE 5 MIRTA DWI RAHMAH, S.KM,. M.KKK. PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN PERMASALAHAN Intensitas penerangan yang kurang dapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dimana setiap subjek penelitian hanya di observasi satu kali dan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik yaitu penelitian yang menjelaskan adanya perbedaan antara variabel-variabel melalui pungujian
BAB IV METODE PENELITIAN. Berdasarkan jenisnya penelitian ini adalah penelitian
38 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Berdasarkan jenisnya penelitian ini adalah penelitian observasional, karena di dalam penelitian ini dilakukan observasi berupa pengamatan, wawancara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang akan meneliti hubungan faktor lingkungan hunian dan perilaku kebersihan perorangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Cahaya IES ( Illumination Engineering Society ) mendefinisikan cahaya sebagai pancaran energi yang dapat dievaluasi secara visual. Secara sederhana, cahaya adalah bentuk energi
MODUL TATA CAHAYA. Desain Interior Universitas Esa Unggul. Oleh: Muhammad Fauzi. S.Des., M.Ds
MODUL TATA CAHAYA Desain Interior Universitas Esa Unggul Oleh: Muhammad Fauzi. S.Des., M.Ds CARA MENGGUKUR INTENSITAS PENCAHAYAAN BUATAN RUANG LINGKUP PENERANGAN Penerangan yg baik adalah penerangan yg
BAB III METODE PENELITIAN. Variable bebas
56 BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Variable bebas Intensitas Pencahayaan Luas Ventilasi JenisLantai Jenis dinding Kepadatan hunian Kelembaban Variabel Terikat Kejadian Kusta Suhu Frekwensi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross
39 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode ini merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian dan Waktu Pelaksanaan Lokasi penelitian dilaksanakan di sekitar kawasan PLTD Telaga Kota Gorontalo dan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Waktu penelitian
METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data
13 METODOLOGI Desain, Tempat dan Waktu Penelitian tentang hubungan tingkat konsumsi dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah dan kolesterol ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. Berikut ini adalah diagram konsep adaptif yang akan diterapkan pada SOHO :
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Konsep Adaptif pada SOHO Berikut ini adalah diagram konsep adaptif yang akan diterapkan pada SOHO : Gambar 5.1 Diagram Konsep Adaptif pada SOHO Sumber: Data Olahan Pribadi,
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. hubungan antara dua variabel atau lebih. dengan alamat Jl. Putri Hijau No.2 A Medan.
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif dengan menggunakan analisa data kuantitatif. Menurut Sugiyono
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis/ rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik yang digunakan untuk mengukur hubungan (korelasi) tingkat pengetahuan vulva hygiene dengan
BAB 6 HASIL PENELITIAN. Gambar 6.1 Sumber Pencahayaan di ruang Radar Controller
BAB 6 HASIL PENELITIAN 6.1 Pengukuran Lingkungan Kerja 6.1.1 Pengukuran Pencahayaan Ruang Kerja Radar Controller Pada ruang Radar Controller adalah ruangan bekerja para petugas pengatur lalu lintas udara
BAB III METODE PENELITIAN. yang mempelajari dinamika korelasi antara variabel bebas dan variabel
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, yaitu suatu
BAB I PENDAHULUAN. mengandung zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Jika tubuh tidak cukup mendapatkan zat-zat gizi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa anak-anak terutama usia sekolah merupakan tahapan yang penting bagi kehidupan seseorang. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif dan
HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengelompokan tanaman
29 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengelompokan tanaman Hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap sampel daun untuk mengetahui ukuran stomata/mulut daun, dapat dilihat pada tabel 3. Pada tabel 3 ditunjukkan
OPTIMASI KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA RUMAH SUSUN DENGAN KONFIGURASI TOWER DI DENPASAR
OPTIMASI KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA RUMAH SUSUN DENGAN KONFIGURASI TOWER DI DENPASAR Studi Kasus : Rumah Susun Dinas Kepolisian Daerah Bali LATAR BELAKANG Krisis energi Isu Global
Statistik Parametrik
Statistik Parametrik Statistik Parametrik Adalah suatu tes yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu tentang parameter populasi yang merupakan sumber sampel penelitiannya. Syarat-syarat itu
Unsur-Unsur Efek Cahaya Pada Perpustakaan. Abstrak
Unsur-Unsur Efek Cahaya Pada Perpustakaan Cut Putroe Yuliana Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh Abstrak Perpustakaan sebagai tempat untuk belajar membutuhkan intensitas
MAKALAH ILUMINASI DISUSUN OLEH : M. ALDWY WAHAB TEKNIK ELEKTRO
MAKALAH ILUMINASI DISUSUN OLEH : M. ALDWY WAHAB 14 420 040 TEKNIK ELEKTRO ILUMINASI (PENCAHAYAAN) Iluminasi disebut juga model refleksi atau model pencahayaan. Illuminasi menjelaskan tentang interaksi
Teknik Analisis Data dengan Statistik Parametrik
Teknik Analisis Data dengan Statistik Parametrik Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Membedakan teknik analisis data Statistik Parametrik dan Statistik Non Parametrik.
BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
21 BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Skenario Pengujian 4.1.1. Skenario Pengujian PLTS Pengujian PLTS dilakukan pada musim hujan bulan Mei Juni 21 menggunakan alat ukur seperti pada tabel 4.1. Pengujian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel bebas dan variabel terikat melalui pengujian
Politeknik Negeri Sriwijaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap aspek kehidupan tidak lepas dari sarana-sarana penunjang kegiatan manusia, dimana setiap sarana membutuhkan energi untuk dapat bekerja. Pemanfaatan energi ini
STUDI OPTIMASI SISTEM PENCAHAYAAN RUANG KULIAH DENGAN MEMANFAATKAN CAHAYA ALAM
JETri, Volume 5, Nomor 2, Februari 2006, Halaman 1-20, ISSN 1412-0372 STUDI OPTIMASI SISTEM PENCAHAYAAN RUANG KULIAH DENGAN MEMANFAATKAN CAHAYA ALAM Chairul Gagarin Irianto Dosen Jurusan Teknik Elektro-FTI,
Pengukuran intensitas penerangan di tempat kerja
Standar Nasional Indonesia Pengukuran intensitas penerangan di tempat kerja ICS 17.180.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1
Oleh : Heri Justiono
Oleh : Heri Justiono 2409201002 Pada umumnya pencahayaan di dalam ruang pada siang hari menggunakan : Cahaya Alami Cahaya Buatan Pencahayaan + Pencahayaan Pencahayaan dlm ruang alami buatan yg memenuhi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survey untuk memperoleh informasi yang sama dan sejenis dari berbagai kelompok atau orang yang dijadikan sampel, dengan
Matahari dan Kehidupan Kita
Bab 5 Matahari dan Kehidupan Kita Tema Peristiwa dan Kesehatan Pernahkah kalian berjalan di siang hari yang terik? Misalnya, saat sepulang sekolah. Apa yang kalian rasakan? Kalian tentu merasa kepanasan.
BAB II METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam hal ini
BAB II METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar atau adakah hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam hal ini digunakan
BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1. Variabel Penelitian (00:61) Definisi variabel menurut Indriantoro dan Supomo Variabel adalah segala sesuatu yang dapat
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Permasalahan Pada saat kita mencuci pakaian baik secara manual maupun menggunakan alat bantu yaitu mesin cuci, dalam proses pengeringan pakaian tersebut belum
PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KULIAH LABTEK IX B JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR ITB
PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KULIAH LABTEK IX B JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR ITB (ANALISA METODE PENGUKURAN MANUAL DAN METODE LUX-METER) PENULIS : HAJAR SUWANTORO, ST. NIP. 132 30 6868 DEPARTEMEN ARSITEKTUR
KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG NUTRISI BAGI KESEHATAN DI SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 MEDAN TAHUN 2009
KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG NUTRISI BAGI KESEHATAN DI SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 MEDAN TAHUN 2009 No. Responden : Kelas : Diisi oleh peneliti Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kelelahan 1. Pengertian Lelah Beberapa ahli mendefinisikan kelelahan kerja adalah : a. Kelelahan kerja ditandai oleh adanya perasaan lelah, output dan kondisi psikologis yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ruang perawatan kelas III, dan data-data terkait antara lain standar
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Instalasi Gizi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan November 2011, dimana data yang diambil adalah data sekunder
METODE PENELITIAN. merupakan suatu jenis penelitian di mana periset menghubungkan atau mencari
33 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah eksplanatif. Tipe penelitian eksplanatif merupakan suatu jenis penelitian di mana periset menghubungkan atau mencari sebab
BAB IV ANALISA STUDI KASUS
BAB IV ANALISA STUDI KASUS IV.1 GOR Bulungan IV.1.1 Analisa Aliran Udara GOR Bulungan terletak pada daerah perkotaan sehingga memiliki variasi dalam batas-batas lingkungannya. Angin yang menerpa GOR Bulungan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
31 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini termasuk dalam lingkup penelitian bidang Ilmu Kesehatan Anak dan Ilmu Gizi, khususnya pengukuran status gizi antropometri. 4.2
OPTIMASI SHADING DEVICES RUMAH TINGGAL (STUDI KASUS : PERUMAHAN LOH AGUNG VI JATEN KARANGANYAR)
158 OPTIMASI SHADING DEVICES RUMAH TINGGAL (STUDI KASUS : PERUMAHAN LOH AGUNG VI JATEN KARANGANYAR) Maya Puspitasari, Nur Rahmawati Syamsiyah Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mata 1. Definisi Mata Mata merupakan organ sensorik kompleks yang mempunyai fungsi optikal untuk melihat dan saraf untuk transduksi (mengubah bentuk energi ke bentuk lain) sinar
R3 : Koefisien regresi X3 terhadap Y
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Adapun desain yang dipilih oleh peneliti dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut : X1 R1 R 4 R 6 X2 R2 Y R 5 R3 X3 R 7 Gambar. 3.1 Desain Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. yakni pengamatan langsung ke obyek yang diteliti guna mendapatkan data
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study research) yakni pengamatan langsung ke obyek yang diteliti guna mendapatkan data yang relevan.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Pemecahan masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Apalagi dengan berkembangnya zaman dan tuntutan modernisasi. Kebutuhan akan pasokan energi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitianan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat
BAB I PENDAHULUAN. yang penting dilakukan sebelum mengisi aktivitas yang lain setiap hari. Sarapan dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sarapan pagi merupakan makanan yang dimakan setiap pagi hari atau suatu kegiatan yang penting dilakukan sebelum mengisi aktivitas yang lain setiap hari. Sarapan dibutuhkan
BAB III METODE PENELITIAN. (PLTD) Telaga. Pemilihan lokasi bertujuan untuk melihat dampak sumber
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi penelitian dan waktu penelitian (a) Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian di lingkungan kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Telaga. Pemilihan lokasi bertujuan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Disain Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study, yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat pada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah eksplanatori research adalah menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan melalui
METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara PenarikanSampel Jenis dan Cara Pengambilan Data
METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan metode observasional. Penelitian dilaksanakan di Polres Kota Cimahi. Pengambilan data dilakukan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Tugas akhir ini dilakukan di gedung rektorat Unila. Proses tugas akhir dilakukan dengan penyiapan alat dan bahan, pengumpulan data bangunan, hingga menyusun
Makalah Seminar Kerja Praktek PROSES PENYIMPANAN ENERGI PADA PLTS 1000 Wp SITTING GROUND TEKNIK ELEKTRO-UNDIP
Makalah Seminar Kerja Praktek PROSES PENYIMPANAN ENERGI PADA PLTS 1000 Wp SITTING GROUND TEKNIK ELEKTRO-UNDIP Mira Erviana 1, Dr.Ir. Joko Windarto, M.T 2 1 Mahasiswa dan 2 Dosen Jurusan Teknik Elektro,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD/MI... Kelas : II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Tema : Peristiwa yang Mengesankan Semester : II (dua) Standar Kompetensi 3. Mengenal berbagai
Pencahayaan dan Penerangan Rumah Sakit. 2. Pencahayaan dan penerangan seperti apa yang dibutuhkan dirumah sakit?
Pencahayaan dan Penerangan Rumah Sakit 1. Apa itu pencahayaan/penerangan? penataan peralatan cahaya dalam suatu tujuan untuk menerangi suatu objek (eskiyanthi.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-pencahayaan.html)
BAB III METODE PENELITIAN. atau menggambarkan masalah penelitian keperawatan yang terjadi pada suatu
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitia ini adalah penelitian deskriptif analitik yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan menenangkan atau menggambarkan
METODE PENELITIAN. eksplanasi (explanatory research). Tujuan dari pendekatan kuantitatif dengan
24 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian eksplanasi (explanatory research). Tujuan dari pendekatan kuantitatif dengan metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan ini adalah eksplanatory research yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan hubungan variabel bebas dan variabel
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
INSTRUKSI KERJA PENGOPERASIAN KOMPUTER LABORATORIUM INFORMATIKA DAN KOMPUTER Jurusan Teknik Elektro FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 LABORATORIUM INFORMATIKA DAN KOMPUTER TE FTUB INSTRUKSI
TATA CARA PENGGUNAAN NERACA SARTORIUS 1. dipastikan posisi neraca dalam keadaan seimbang, caranya dengan melihat water pass
TATA CARA PENGGUNAAN NERACA DIGITAL METTLER PJ 3000 1. dipastikan posisi neraca dalam keadaan seimbang, caranya dengan melihat water pass yang ada di neraca dalam posisi tengah, apabila belum kaki neraca
BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian cross sectional yaitu mempelajari hubungan penyakit dan
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian bersifat obsevasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu mempelajari hubungan penyakit dan
LAPORAN TUGAS MENGHITUNG TINGKAT PENCAHAYAAN DI LABTEK IXC
AR 3121 FISIKA BANGUNAN LAPORAN TUGAS MENGHITUNG TINGKAT PENCAHAYAAN DI LABTEK IXC KELOMPOK 2 Indra Rhamadhan 15213025 Raudina Rahmi 15213037 Shafira Anjani 15213027 Putri Isti Karimah 15213039 Estu Putri
rumus : n = (P 1 -P Ket : Z 1- - P 1 Kebiasaan makan..., Evi Heryanti, FKM UI, )²
BAB 4 METODOLOGI PENELITIP AN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini mengenai kebiasaan makan cepat saji (fast food modern), aktivitas fisik dan faktor lainnyaa dengan status gizi mahasiswa penghuni Asrama
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Data Angket Setelah melakukan pengumpulan data, peneliti mendapatkan hasil studi lapangan berupa data tentang pengaruh intensitas sholat tahajud terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap (G2) Bedah RSUD Prof. DR. Aloei Saboe kota Gorontalo. 3.1.2 Waktu Penelitian
SIMPULAN UMUM 7.1. OPTIMISASI BIAYA KONSTRUKSI PENGERING ERK
VII. SIMPULAN UMUM Berdasarkan serangkaian penelitian yang telah dilakukan dan hasil-hasil yang telah dicapai, telah diperoleh disain pengering ERK dengan biaya konstruksi yang optimal dan dapat memberikan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. RADIASI MATAHARI DAN SH DARA DI DALAM RMAH TANAMAN Radiasi matahari mempunyai nilai fluktuatif setiap waktu, tetapi akan meningkat dan mencapai nilai maksimumnya pada siang
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara atau jalan untuk memahami suatu
27 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara atau jalan untuk memahami suatu permasalahan sehingga dapat menemukan jawaban dari permasalahan tersebut dengan menggunakan cara yang bersifat
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Pengaruh Desain Bukaan Ruang Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa : 1. Intensitas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep VARIABEL BEBAS Konsumsi Minuman Beralkohol Frekuensi konsumsi minuman beralkohol Banyaknya konsumsi minuman beralkohol VARIABEL TERIKAT Kejadian Obesitas Abdominal
