Pertemuan 2: Sifat Dasar Akuntansi
|
|
|
- Yuliana Indradjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pertemuan 2: Sifat Dasar A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan sifat dasar atau prinsip-prinsip yang mendasari akuntansi keuangan. 2. Mengenal lebih jauh atau mengulang siklus akuntansi sebagai dasar yang sangat penting dalam memahami proses kelahiran laporan keuangan. B. Uraian Materi Dalam teori akuntansi ada elemen teori akuntansi yang menunjukkan tujuan laporan keuangan, postulat, konsep akuntansi serta prinsip dan teknik atau standar akuntansi. Perihal ini akan dibahas di bab tersendiri. Teori akuntansi itu lahir dari praktik akuntansi, yaitu tujuan dibuatnya laporan keuangan. Di sini dirumuskan apa sebenarnya tujuan laporan keuangan yang diinginkan oleh para pemakainya. Berdasarkan tujuan itu, ditarik (reduced) apa yang disebut dengan postulat dan konsep. Dari postulat dan konsep ini maka dirumuskan prinsip atau ciri dasar akuntansi yang menjadi dasar penyajian informasi akuntansi. Sifat dasar atau prinsip yang mendasari akuntansi keuangan merupakan konsep yang harus diyakini kebenarannya sebagai dasar dari ilmu akuntansi itu dibangun. Prinsip dasar akuntansi ini bisa menjadi dasar keterbatasan atau sekaligus kekuatan informasi yang nanti akan dibahas lebih lanjut. Banyak kajian yang telah menawarkan dan yang menjelaskan prinsup atau sifat dasar akuntansi itu. Dalam APB Statement No. 4 dijelaskan beberapa sifat dan element dasar dari akuntansi (keuangan). Sebagai berikut. 1
2 1. Accounting Entity Dalam menyusun informasi akuntansi, yang menjadi fokus pencatatan akuntansi adalah entity atau lembaga, unit organisasi tertentu yang harus jelas sebagai suatu entity yang terpisah dari badan atau entity yang lain. Kita tidak bisa mencatat atau menyajikan informasi akuntansi sekaligus menyangkut suatu perusahaan atau pemiliknya. Informasi masing-masing terpisah antara satu entity dengan entity yang lain. 2. Going concern Dalam menyusu atau dalam memahami laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yan dilaporkan akan terus beroperasi di masa-masa yang akan datang, tidak ada sama sekali asumsi bahwa perusahaan atau usaha ini akan bunbar, tapiu jangan salah yang menjadi fokus bukan keterus menerusnya, tapi prinsip ini yang mejadi dasar bagi kewajaran nilai yang dicantumkan dalm informasi keuangan. Nilai kekayaan dari suatu perusahaan yang dianggap hidup terus atau going concern tidak akan sama dengan nilai atau harga kekayaan atau kewajiban dari suatu perusahaan atau lembaga yang akan dilikuidasi. B iasanya harga atau nialai aset perusahaan yang sudah dinyatakan bubar atau likuidasi akan jauh lebih murah dibandingkan dengan harga atau nilai nilai aset yang masih berjalan. Banyak pihak yang salah dalam mengartikan konsep going concern ini. Ada yang menganggap teori akuntansi hanya bisa melaporkan entitas yang terus-meneru beroprasi. Padahal saat ini banyak lembaga, organisasi, perusahaan yang didirikan hanya untuk sementara bukan untuk terus-menerus going concern seperti BPPN (Bada Penyehatan Perbankan Nasional), kepa itiaan, yayasan atau perusahaan dalam akte notaris dibatasi hidupnya selama 75 tahun yang berarti ada asumsi yang bertentangan dengan prinsip going concern dalam arti 2
3 berkelanjutan. Memang seorang akuntan harus memberikan opini terhadap keberlanjutan perusahaan. Ini tidak ada kaitan dengan konsep going concern ini adalah untuk melindungi publik agar ia jangan sampai terkecoh dengan perusaan yang memang sudah adapat di nilai akan bangkrut. Laporan keuangan perusahaan, kepanitiaan, organisasi yang sifatnya sementara atau umurnya terbatasbisa disusun laporan keuanganya. Ini bukan berarti melanggar prinsip going concern. Prinsip ini harus dikaitkan dengan masalah nilai yang tercantum dalam laporan keuangan bukan dari sudut umurnya atau going concernnya. 3. Measurement adalah sebagai alat pengukuran sebagai sumber-sumber ekonomi (Economic Resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya yang terjadi akibat operasi perusahaan. mencoba mengukur nilai suatu aset, kewajiban, modal,hasil, dan biaya. Yang namanya pengukuran tentu akan memiliki kemungkinan kesalahan atau kelemahan dalam pengkuran itu. Metode pengukuran yang dipakai ada beberapa macam. Dalam prinsip diatur ukurnya adalah moneter. 4. Time period Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu, tanggal tertentu atau periode tertantu. Neraca hanya menggambarkan nilai kekayaan, utang, dan modal pada saat atau pada tanggal tertentu. Laporan laba rugi menggambarkan informasi hasil (pendapatan dan biaya) usaha pada periode tertentu. Sementara itu, laporan Arus Kas menggambarkan informasi arus kas masuk dan keluar pada periode tertentu, dari satu tanggal ke tanggal yang lain. 5. Monentery unit Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk moneter atau uang. Sermua transaksi perusahaan dikuantitatifkan dan dilaporkan dalam bentuk nilai uang (rupiah atau dolar misalnya) 3
4 bukan unit buah, luas meter,kilogram jumlah orang, dan lain sebagainya. 6. Accrual Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan tanpa melihat apakah transaksi telah dilakukan atau tidak. Penentuanya bukan ketelibatan kas, tetapi berdasarkan pada faktor legalnya apakah memang sudah merupakan hak (pendapatan) atau kewajiban (biaya) perusahaan atau belum. Kaluan sudah, harus dicatat tanpa menunggu pembayaran atau penerimaan kas. 7. Exchange price Nilai yang tedapat pada laporan keuangan umumnya berdasarkan pada harga pertukaran ya ng di peroleh dari harga pasar sebagai pertemuan bargaining antara pembeli (demand) dan penjua (supply). 8. Approximation Dalam akuntansi tidak dapat dihindari penafsiran-penafsiran, baik nilai,harga,umur, jumlah penyisihan harga ragu, kerugian dan sebagainya. Misalnya taksiran umur aset, taksiran harga persediaan, harga surat berharga, penyisihan piutang ragu, dan lain sebagainya. 9. Judgment Dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlakukan pertimbangan-pertimbangan akuntan atau manajemen berdasarkan atas keahlian atau pengalaman yang dimilikinya. Misalnya judgment tentang memilih standar akuntan LIFO, FIFO metode garis lurus, atau double declining, klasifikasi perkiraan dan sebagainya. 10. General purpose Informasi yang disajikan dalam keuangan dalam keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan buat pemakai secara umum, bukan pemakaian khusus.tidak ditujukan kepada bankir, investor,kreditor,analis,manajemen atau karyawan, tetapi kesemuah pihak atau publik. 11. Interrelated statement 4
5 Neraca, Daftar Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas mempunyai hibungan yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain. Ini merupaakan salah satu alat kontrol akuntansi sehingga tidak mudah melakukan rekayasa laporan begitu saja tanpa memperhatikan hubungan satu pos (akun) dengan pos lainnya. 12. Subtance Over From Karena akuntansi memberikan informasi yang diprcayai bagi pengambil keputusan, akuntansi lebih menekankan penggunaan informasi yang berasal dari kenyataan ekonomis dari suatu kejadian dari [pada bukti legalnya. Misalnya, dalam akta notaris modal telah disetor penuh, tetapi kenyataan setoran (transaks) belum ada. Maka, akuntansi berpihak pada kenyataan yang sebenarnya. Kalau memang belum ada setoran yang benar-benar telah masuk kerekening perusaan maka belum bisa dicatat kendatipun secara legal formal dianggap sudah disetor penuh. Kredit bank yang sudah disetujui, tetapibelum dimanfaatkan seluruhnya akun dicatat sebesar penggunaannya saja kendatipu secara legal dana sudah dapat dimanfaatkan atau diambil. 13. Materiality Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dan dalam setiap pertimbangan yang dilakukan tetap melihat sinifikannya. Pengertian penting di sini adalah jika informasi itu dapat mempengaruhi para pengambil keputusan yang normal. Disamping sifat-sifat tersebut sebenarnya para penulis tersebut lain mengemukakan sifat-sifat yang terkandung dalam akuntansi keunagan seperti: 1. Laporan Historis Laporan keuangan pada hakikatnya mencatat informasi yang sudah terjadi. Tidak mencatat informasi yang akan terjadi atau masa depan. Sehingga informasinya bukan prediksi kendatipun dari laporan historis kita bisa melakukan prediksi masa depan dalam keadaan situasi normal ataupun abnormal. 2. Classification 5
6 Informasi melalui laporan keuangan diklasifikasikan sesuai dengan sifat dasar akuntansi yang dapat memudahkan para pemakainya misalnya klasifikasi perkiraan berdasarkan likuiditasnya, klasifikasi biaya produksi, biaya operasi, berguna untuk kepentingan pemilik, kreditor, dan pemakai lainnya. 3. Summaraization Transaksi dan kejadian-kejadian yang sama dalam perusahaan dikelompokkan dan diikthisarkan menurut metode tertentu sesuai dengan pola yang sudah mapan dalam akuntansi sehingga lebih mudah dipahami dan dianalisis. 4. Measurement Basis Dalam pengukuran yang diggunakan dalam akuntansi, ada bermacammacam metode pengikiran seperti harga pokok (cost), harga pasar (market), harga terendah antar harga pokok dan harga pasar atau Locom (Lower Of Cost Or Market), harga realisasi (realizable value), dan lainlain. 5. Verifiability Setiap informasi dalam laporan keuangan harus dapat ditelusuri sampai kebukit-bikit dan didukung oleh bukti-bukti yang sah. 6. Conservatism Perusahaan biasanya memiliki kejadian-kejadian yang belum pasti (ucertainty) atau yang belum terjadi. Dalam keadaan seperti ini laporan keuangan memilih dan menilai aset dan pendapatnya yang paling minimal. Jika ada potensi rugi kendatipun belum direalisasi, tetapi sudah ada dasarnya sudah dapat dicatat atau diinformasikan, sedangkan laba yang belim direalisasi, walau sudah ada indikasi laba belum dapat sebagai laba. Hal ini jelas menunjukan keberpihakan akuntansi kepada para pemiliki modal, kapitalis atau pemilik perudahaan. Karena jika potensi laba akan terealisasi nantinya, maka akan dinikmati pemilik modal yang terus bertahan. Tapi positifnya supaya orang tidak over expectation. 7. Technical terminology 6
7 Banyak istilah yang digunakan dalam laporan keuangan merupakan istilah akuntansi yang berlaku khusus untuk akuntansi yang harus dipahami para pembaca yang belim tentu cocok dengan pengertian dalam disiplin ilmu yang lain. Demikian sifat dan ciri akuntansi dan ciri akuntansi yang harus diketahui agar kita dapat memanfaatkan output-nya. merupakan tool of management, ia membantu fungsi-fungsi manajement. Dalam fungsi perencanaan informasi, akuntansi sangat berguna dalam penyusunan anggaran atau perencanaan. Dalam pengawasan, tugas akuntansi sangat srategis sebagai alat pembanding dengan planning untuk mengetahui penyimpangan (variance) yang terjadi sehingga dapat dengan memudah melakuakan usaha-usaha koreksi dan perbaikan secara lebih dini. 1. : Kapitalisme, Kamera, Netral atau Bias Banyak pihak yang masih salah persepsi terhadap fungsi akuntansi seolah akuntansi itu bias melakukan berbagai fungsi di luar fungsinya yang sebenarnya. Untuk memudahkan pemahaman terhadap fungsi akuntansi itu, penulis mengibaratkannya sebagai kamera yang mengambil foto dari berbagai objek kejadian. Dalam konteks pengertian dari sudut ini, memang akuntansi itu bias dianggap sebagai sesuatu yang bersifat netral karena ia hanya mengungkap apa yang bias ditangkap oleh lensa yang dimilikinya. mencoba menangkap transaksi yang terjadi dalam perusahaan dan mengangkat kejadian itu dalam bentuk foto yang bias memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan (Neraca), hasil usaha (Laba Rugu), dan laporan sumber dan pengeluaran (Arus) Kas (Laporan Arus Kas). Informasi yang dikeluarkan oleh sistem akuntansi mestinya tidak bias berubah dari objek yang difoto. Perubahan itu merupakan penyimpangan terhadap fungsinya selaku kamera. Ini yang popular disebut Earning Management atau Cosmetic Accounting. Pada saat yang sama akuntansi jangan dianggap mampu memberikan informasi atau fungsi diluar fungsinya sebagai tukang foto. Misalnya bias memprediksi, bias melakukan hal-hal yang sebenarnya hanya bias dilakukan manusia atau manajemen. 7
8 itu pasif bukan aktif. Dia hanya mampu memberikan informasi sesuai objek yang memang merupakan bidangnya, yaitu informasi tentang semua transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan yang memengaruhi kekayaan, utang, modal, hasil dan biaya. itu bias memengaruhi orang lain setelah informasinya terwujud dan dibaca kemudian dipakai dan dipraktikkan. Dalam akuntansi dikenal Behavioral Accounting yang mencoba mempelajari dampak informasi akuntansi kepada prilaku pihak lain yang menggunakannya termasuk dalam bidang auditing. Disinilah pernyataan Iwan Triyuwono sangat tepat ketika beliau menyatakan bahwa akuntansi tidak netral. adalah buatan atau rekayasa atau teknologi yang dibuat manusia sesuai dan searah dengan ideologi dan tujuan hidup yang dimilikinya. Dia desain akuntansi sesuai dengan kepentingannya, kepentingan para pemakainya dan kepentingan ideologinya, dalam hal ini kapitalisme. Dari sisi lain output informasi akuntansi juga dapat memengaruhi perilaku orang yang menggunakannya. Informasi akuntansi bias menimbulkan orang marah (manajer atau pemilik), jika misalnya kinerja perusahaan yang yang dilaporkan tampak rendah. Return On Investment (ROI) tidak sesuai dengan rencana yang sudah dibuatnya. bisa membuat orang gila atau seperti orang gila karena akuntansi bisa memberi harapan atau membuat malu. Pengguna memakai akuntansi dalam kegiatan manajemen misalnya bisa memengaruhi perilaku orang manakala informasi akuntansi digunakan satu-satunya dalam menilai kinerja manajemen. Hopwood misalnya menemukan perusahaan yang menggunakan Budget Constraint Style dalam menilai kinerja bawahan akan menimbulkan hubungan yang tegang antara atasan dan bawahan, saling curiga, tidak muncul kerjasama, dan membuat mereka tidak menyusun budget sesuai dengan yang sebenarnya, mereka melakukan slack budgeting (membuat budget lebih rendah dari yang sesungguhnya bisa dicapai) agar dalam penilaian kinerjanya jangan sampai menjatuhkannya. Kesimpulannya akuntansi dalam konteks ini adalah memiliki bias ideologi. Informasi akuntansi bisa memengaruhi orang yang menggunakannya dan sistem informasi akuntansi itu disusun oleh 8
9 sekelompok masyarakat yang memiliki ideology dan tujuan hidup tersendiri dalam hal ini ideologi dan tujuan hidup ala kapitalisme. Pada hakikatnya akuntansi itu adalah mengukur dan melaporkan informasi tentang Harta atau Kekayaan. Dalam ideologi kapitalisme harta merupakan bukti kemakmuran, ukuran keberhasilan hidup sehingga pemupukan harta merupakan sasaran dan tujuan hidup. Sehingga semua tenaga dan resorsis harus diarahkan untuk mencari, memupuk kekayaan dengan berbagai cara yang dilakukan. Dalam ideologi kapitalisme pemrakarsa penciptaan dan pendistribusian harta diberikan kepada pemilik modal bukan kepada negara atau kepada kaum pekerja (buruh). Dalam kenyataannya, kapitalis berhasil bukan saja menjadi prosedur harta, tetapi dia berusaha untuk terus menerus menjadi penguasa dalam memupuk harta sehingga semua kemampuannya diusahakan untuk mejaga perannya ini. Hal inilah yang membuat kapitalis juga merambah ke bidang-bidang politik, social, dan keagamaan. Kapitalis membiayai kegiatan elite politik dengan imbalan semua kebijakan politik harus menguntungkan kapitalis. Dibidang social juga demikian bahkan dalam bidang keagamaan kapitalis mencoba memengaruhi ulama dalam pemahaman konsep keagamaan untuk menjamin pemahaman agama tidak merusak penguasaannya pada kekayaan tadi. 2. Siklus Berikut ini akan dibahas siklus akuntansi sebagai dasar yang sangat penting dalam memahami proses kelahiran laporan keuangan. Proses akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi, kemudian berdasarkan data atau bukti ini maka di- input ke proses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan. Stettler (1978) menggambarkan elemen umum yang dipakai dalam setiap pengolahan data (tanpa komputerisasi penuh). 9
10 3. Transaksi/Bukti Transaksi adalah setiap kejadian yang mengubah posisi keuangan (kekayaan, utang, modal) dan hasil usaha perusahaan/lembaga. Kejadian yang terjadi dalam perusahaan yang tidak memengaruhi posisi harta/utang/modal dan hasil usaha perusahaan bukan merupakan transaksi yang dicatat dalam akuntansi. Kejadian yang dicatat dan dibukukan hanya kejadian yang dapat dikategorikan sebagai transaksi yang mengubah posisi harta, kewajiban modal, pendapatan, dan biaya. Setiap transaksi harus mempunyai bukti (evidence). Bukti yang mendukung laporan keuangan dapat digolongkan dalam berbagai jenis. Bukti dapat dibagi,menjadi sebagai berikut : a. Corroborative evidence Corroborative evidence adalah seluruh dokumen yang sah termasuk dokumen seperti cek, faktur, kontrak, hasil rapat, konfirmasi, pernyataan, hasil tanya jawab, laporan pengamatan, dan hasil inspeksi b. Underlying Accounting Data Underlying accounting data adalah seluruh catatan dalam bentuk bukubuku, jurnal, neraca lajur, laporan keuangan, dan lain-lain yang dijadikan sebagai tempat mencatat transaksi sampai penyajian laporan keuangan. Dari segi lain bukti transaksi dapat dibagi dua, yaitu : a. Bukti yang menyangkut uang seperti kwitansi, kas bon, faktur. Dalam auditing hal ini disebut juga temporary file. b. Bukti yang bukan bersifat kaitan dengan uang seperti akta notaris, daftar tugas, struktur organisasi, hasil rapat, dan pedoman akuntansi. Dalam auditing bukti ini disebut juga permanent file. Dari segi kekuatannya (kompetensi) bukti dapat dibagi tiga, yaitu : 10
11 a. Bukti yang diperoleh dari pihak yang independen diluar perusahaan dianggap lebih kuat daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan; b. Bukti yang diperoleh dari perusahaan yang sistem pengawasan internnya kuat lebih kompeten daripada bukti yang diperoleh dari sistem pengawasan intern yang lemah; c. Bukti yang diperoleh langsung oleh akuntan melalui pemeriksaan fisik, pengamatan, dan perhitungan sendiri lebih kuat daripada bukti yang diperoleh secara tidak langsung. 4. Buku Harian Jurnal Dalam sistem pembukuan Belanda, transaksi dicatat secara kronologis dalam buku harian tanpa melakukan klasifikasi atau penjelasan lain terhadap transaksi tersebut. Dalam sistem akuntansi Amerika, pencatatan transaksi itu dilakukan ke buku yang disebut jurnal dan buku jurnal ini sekaligus telah dilakukan penggolongan, mana yang dikelompokkan sebagai yang memengaruhi perkiraan debet dan mana yang akan perkiraan sebelah kredit, sehingga buku harian dan jurnal digabungkan dalam satu buku yang disebut jurnal. Dalam menggunakan jurnal ini perusahaan dapat menempuh dua cara berikut ini. a. Perusahaan hanya memiliki satu jurnal yang disebut general jurnal. Dalam sistem ini semua transaksi dimasukkan ke satu buku jurnal ini saja. b. Perusahaan menggunakan dua jenis jurnal, yaitu : 1) Jurnal khusus 2) Jurnal umum (serba-serbi). Jurnal khusus berfungsi sebagai jurnal untuk mencatat transaksitransaksi sejenis yang banyak ditemukan dalam perusahaan. Transaksi sejenis yang memengaruhi perkiraan yang sama dikelompokkan dalam satu jurnal yang disebut jurnal khusus. Buku jurnal ini biasanya untuk : 11
12 1. Mencatat transaksi penjualan kredit saja dibuat jurnal penjualan (Sales Journal); 2. Mencatat transaksi pembelian kredit saja dibuat jurnal pembelian (purchases transaksi pembelian kredit saja dibuat jurnal pembelian (Purchases Jornal); 3. Mencatat transaksi penerimaan kas dibuat jurnal penerimaan kas (Cash Receipts Journal); 4. Mencatat transaksi pengeluaran kas dibuat jurnal pengeluaran kas (Cash Disbursement, Journal); 5. Apabila diluar jurnal khusus ini ada lagi transaksi yang tidak tertampung, dapat dibuat jurnal tersendiri yang disebut jurnal umum atau jurnal serba-serbi (General Journal). Setiap perusahaan dapat membuat jurnal khususnya sendiri-sendiri. Bila ada suatu transaksi yang kejadiannya banyak sekali, dapat dibuat jurnal khusus tersendiri yang mencatat transakasi sejenis itu. Misalnya transaksi dengan cabang, transaksi pembayaran telepon, transaksi dana pension, dan bunga deposito. 5. Buku Besar (Ledger) Buku besar sering juga disebut perkiraan, akun, item, pos, dan lainlain. Buku ini adalah merupakan tempat menampung seluruh transaksi yang telah diklasifikasikan melalui jurnal. Jadi seluruh jurnal dimasukkan kedalam buku besar dengan cara memindahbukukan jurnal (posting) ke buku besar tadi. Beberapa klasifikasi perkiraan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Klasifikasi menurut laporan keuangan 1) Perkiraan aktiva, yaitusemua perkiraan yang mencatat aktiva (Asset Accounts) 2) Perkiraan utang/kewajiban (Liabilities Accounts) 3) Perkiraan modal (Capital Accounts) 4) Perkiraan biaya ( Expense Accounts. 12
13 5) Perkiraan penghasilan ( Revenue Accounts). b. Klasifikasi menurut perlakuan jurnal Perkiraan Aktiva dan Perkiraan Biaya dapat dikelompokkan dalam satu golongan apabila ditinjau dari segi perlakuan jurnal. Apabila perkiraan ini bertambah, dibukukan sebelah debetdan sebaliknya, apabila berkurang dibukukan sebelah kredit. Perkiraan Utang, Perkiraan Modal, Dan Perkiraan Penghasilan diperlakukan sebaliknya. Jadi, apabila perkiraan ketiga jenis ini bertambah harus dibukukan ke sebelah kredit dan sebaliknya, apabila berkurang, harus dibukukan ke sebelah debet. c. Dilihat dari segi pemecahannya perkiraan dibagi dua, yaitu : 1) Perkiraan Kontrol (Controlling/General Ledger Account); 2) Perkiraan Pembantu (Subsidiary Account). General/Controlling Account adalah perkiraan induk yang dapat dibagi/dipecah ke beberapa perkiraan pembantu. Contoh: perusahaan memiliki piutang sebesar Rp ,00. Piutang ini berasal dari si A, B, C, dan D masing-masing Rp.4.000,00, Rp.3.000,00, Rp.2.000,00 dan Rp.1.000,00. Apabila dibuatb satu buku piutang sebagai kumpulan seluruh piutang, perkiraan tersebut disebut perkiraan umum atau perkiraan kontrol, sedangkan apabila kita membukukan buku-buku piutang untuk si A, B, C, dan D dengan jumlah masing-masing tersebut diatas, buku besar inidisebut buku tambahan. Total buku tambahan ini harus sama dengan saldo-saldo perkiraan piutang(perkiraan kontrol) diatas tadi. d. Lain-lain Sering juga kita mengenal perkiraan netral (Neutral Account). Perkiraan ini merupakan perkiraan yang tidak sampai disajikan laporan keuangan. Ini hanya dipakai sewaktu proses akuntansi sebagai perkiraan yang dipakai dalam proses penyusunan laporan keuangan. Nominal Account adalah perkiraan yang terdapat dalam Daftar Laba Rudi seperti Perkiraan Penjualan, dan Biaya Kantor. Sedangkan real 13
14 account adalah perkiraan yang terdapat di Neraca seperti Kas, Piutang, Utang. Mixed Account atau perkiraan campuran, yaitu perkiraan yang terdapat dalam Laba Rugi dan juga terdapat di Neraca, misalnya Perkiraan Persediaan. 6. Neraca Lajur (Worksheet) Untuk menyusun laporan keuangan biasanya untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan tadi dipakai neraca lajur. Neraca lajur mempunyai beberapa lajur yang masing-masingdapat dipakai, yaitu ada yang 8 lajur, 10 lajur atau 12 lajur yang masing-masing berisi 2 lajur: a. Neraca (Trial Balance) Neraca Percobaan, yaitu neraca yang menggabungkan seluruh perkiraan dengan memasukkan jumlah debet, kredit setiap buku besar. Disebut Neraca Percobaan karena disini merupakan tempat pertama untuk mencoba apakah proses pemindahbukuan ini benar atau salah. Apabila jumlah debet tidak sama dengan jumlah kredit, sudah pasti ada kesalahan. Sebaliknya, kalau penjumlahan debet dan kredit sama, hal ini merupakan petunjuk bahwa proses penempatan pemindahbukuan sudah benar walaupun belum mutlak benar. b. Neraca Saldo Neraca saldo, yaitu neraca yang memuat semua perkiraan, tetapi yang dimasukkan hanya saldo akhirnya saja. c. Jurnal Penyesuaian (Adjusment) Disini dimuat semua jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan/meng-uptodate-kan posisi masing-masing perkiraan sehingga sesuai dengan posisinya pada tanggal laporan. d. Lajur Laba Rugi Semua perkiraan yang memengaruhi perhitungan Laba Rugi perusahaan ditempatkan dilajur ini. e. Lajur Laba Ditahan 14
15 Semua perkiraan dan angka yang memengaruhi Laba Ditahan dibuat dilajur ini. Laba Ditahan ini dapat juga dipindah langsung ke neraca. f. Lajur Neraca Semua perkiraan neraca dipindahkan ke lajur ini. Berdasarkan neraca lajurnya diatas, kita dapat dengan mudah menyusun laporan keuangan. Pembuatan neraca lajur ini tidak mutlak. Kita dapat menggunakan dan juga tidak menggunakannya. Kemajuan computer sebagai pengolah data memungkinkan kita tidak perlu lagi menggunakan neraca lajur ini dan bahkan jurnal atau buku besar. Namun, ilmu akuntansi itu sendiri mutlak dan belum dapat digeser oleh computer terutama bagi design software atau analisis. 7. Laporan Keuangan Laporan keuangan sebenarnya banyak, namun laporan keuangan utama ada tiga, yaitu : a. Daftar neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada satu tanggal tertentu; b. Perhitungan laba rugi yang menggambarkan jumlah hasil, biaya, dan laba/rugi perusahaan pada periode tertentu; c. Laporan arus kas. Disini dimuat sumber dan penggunaan kas perusahaan selama satu periode. Ikhtisar Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar dibagi dalam kelompokkelompok berikut : a. Kegiatan Operasi, yaitu kas yang berasal dari transaksi operasional yang memengaruhi laba rugi, aktiva, dan utang lancar. b. Kerugian Investasi, yaitu kas yang berasal dari kegiatan investasi seperti penambahan aktiva tetap atau penjualannya. c. Kegiatan Keuangan, yaitu kas yang berasal dari penerimaan dana dari utang, modal jangka panjang, pembayaran dividen, dan sebagainya. Orang sering memberikan jenis laporan keuangan lain, seperti : a. Daftar Laba Ditahan (Retained Earning Statement); 15
16 b. Daftar Perubahan Modal (Capital Statement); c. Daftar Perhitungan Harga Pokok (Cost of Good Manufactured Statement) dan lain-lain. Menurut penulis, daftra ini semua merupakan daftar pendukung (supporting statement) dari laporan keuangan utama, bukan laporan yang berdiri sendiri. Termasuk catatan atas laporan keuangan dan lampiranlampiran laporan keuangan. Para ahli menjelaskan bahwa Laporan Neraca adalah laporan yang menggambarkan keadaan masa kini. Laba Rugi menggambarkan keadaan masa lalu dan Laporan Perubahan Dana atau Kas menggambarkan keadaan yang akan datang. sebenarnya lebih dominan pemakaiannya dipasr modal. Informasi akuntansi yang disajikan melalui laporan keuangan merupakan media utama bagi investor dipasar modal untuk memberikan keputusan ekonomis tentang pilihan investasi yang akan dilakukannya dipasar modal. Bagi bankir atau lembaga keuangan atau investasi lainnya atau kreditor laporan keuangan inilah yang menjadi dasar untuk dianalisis dan melihat apakah suatu perusahaan potensial untuk mendapatkan laba di kemudian hari jika dana yang dimiliki diinvestasikan disana. Situasi inilah yang menimbulkan teori Hipotesis pasar efisien atau Efficient Market Hyphothesis (EMH). Menurut teori ini khususnya dipasar yang efisien fluktuasi harga saham dan surat berharga lainnya dipasar modal ditentukan oleh informasi yang tersedia di bursa. Jika yang diterima investor adalah informasi yang bagus, mereka akan bereaksi positif dan akan menimbulkan kenaikan harga saham yang dihadapkan investor untuk mendapatkan capital gain. Demikian juga sebaliknya. Jika informasi itu dinilai jelek misalnya ada kerugian, harga saham akan bias turun. Fenomena inilah yang menimbulkan manajemen dan analisis termasuk di dalamnya akuntan memiliki peluang dan kecenderungan Demikian juga sebaliknya. Jika informasi itu dinilai jelek misalnya ada kerugian, harga saham akan bias turun. Fenomena inilah yang menimbulkan manajemen dan analisis termasuk di dalamnya akuntan 16
17 memiliki peluang dan kecenderungan untuk melaksanakan dysfunctional behavior melalui praktik creative accounting, earning management, income smoothing, lipstick accounting, cosmetic accounting, atau window dressing. C. Latihan Soal/Tugas 1. Jelaskan sifat dasar atau prinsip-prinsip yang mendasari akuntansi keuangan! 2. Jelaskan proses kelahiran laporan keuangan dan siklus akuntansi! D. Daftar Pustaka Suwardjono Teori Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta : BPFE Sofyan Syafri Harahap, 2007, Teori. Jakarta : Raja Grafindo Belkoui, dan Riahi, Ahmed Teori Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat 17
Elemen Dasar Akuntansi
Elemen Dasar Akuntansi 1. Accounting entity (Organisasi usaha) Yang menjadi fokus perhatian akuntansi adalah entity tertentu yang harus jelas terpisah dari badan atau entity yang lain. Sistem akuntansi
Elemen Dasar Akuntansi
Elemen Dasar Akuntansi 1. Accounting entity (Organisasi usaha) Yang menjadi fokus perhatian akuntansi adalah entity tertentu yang harus jelas terpisah dari badan atau entity yang lain. Sistem akuntansi
BAB I. 1. Ruang Lingkup Akuntansi
1 BAB I 1. Ruang Lingkup Akuntansi a. Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomik yang
Pertemuan 1: Pengantar Teori Akuntansi
Pertemuan 1: Pengantar Teori A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan disiplin ilmu akuntansi yang telah dikeluarkan oleh lembaga dan
GAMBARAN UMUM AKUNTANSI
PENGANTAR AKUNTANSI GAMBARAN UMUM AKUNTANSI Akuntansi sering disebut sebagai bahasanya dunia usaha karena akuntansi akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya dan
Pertemuan 1. Ruang Lingkup Akuntansi
Pertemuan 1 Ruang Lingkup Akuntansi Objektif: 1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian akuntansi, kegunaan dan pemakai informasi akuntansi, konsep dasar akuntansi, dan siklus akuntansi manual. 2. Mahasiswa
PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI. Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :
PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu : 1. Penekanan pada aspek fungsi yaitu pada penggunaan informasi akuntansi. Berdasarkan aspek fungsi akuntansi
Latihan Soal Teori Akuntansi ATA 2013/2014
Latihan Soal Teori Akuntansi ATA 2013/2014 1. Dilihat dari sudut fungsinya, akuntansi diartikan sebagai a. Suatu alat untuk mencatat semua transaksi atau kejadian-kejadian yang terjadi dalam perusahaan
BAB II LANDASAN TEORI. mengenai definisi akuntansi terlebih dahulu. Penjelasan mengenai definisi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Akuntansi Sebelum membahas tentang judul di atas maka perlu adanya penjelasan mengenai definisi akuntansi terlebih dahulu. Penjelasan mengenai definisi akuntansi ini
ekonomi Sesi LAPORAN KEUANGAN A. PENGERTIAN DAN TUJUAN LAPORAN KEUANGAN B. LAPORAN LABA/RUGI a. Unsur Laporan Laba/Rugi
ekonomi KELAS XII IPS - KURIKULUM 2013 10 Sesi LAPORAN KEUANGAN A. PENGERTIAN DAN TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Seperti yang telah disampaikan pada pembahasan sebelumnya, laporan keuangan merupakan produk akhir
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penguji dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Analisa Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Analisa Laporan Keuangan Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai alat penguji
MODUL PRAKTIKUM PENGANTAR AKUNTANSI
MODUL PRAKTIKUM PENGANTAR AKUNTANSI Versi 3.0 Tahun Penyusunan 2011 Tim Penyusun 1. Tommy Kuncara 2. 3. Laboratorium Akuntansi Dasar Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UNIVERSITAS GUNADARMA Daftar Isi
BAB II LANDASAN TEORI. Konsep Laporan Keuangan dan Akuntansi. II.1.1. Pengertian Laporan Keuangan dan Akuntansi
6 BAB II LANDASAN TEORI II.1. Konsep Laporan Keuangan dan Akuntansi II.1.1. Pengertian Laporan Keuangan dan Akuntansi Akuntansi adalah suatu sistem untuk mengumpulkan dan memproses, termasuk melakukan
Pertemuan 8: Laporan Keuangan (Neraca)
Pertemuan 8: Laporan Keuangan (Neraca) A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan isi laporan keuangan dan pendekatan yang digunakan dalam mengkaji
LAPORAN KEUANGAN NERACA
LAPORAN KEUANGAN NERACA OLEH SUNARYO, SE BLOG S : baduttumin.wordpress.com EMAIL : [email protected] HP : 08126415057 LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN ADALAH OUTPUT AKHIR DARI PROSES AKUNTANSI JENIS
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Keuangan Tujuan akuntansi secara keseluruhan adalah memberikan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Akuntansi adalah sebuah aktifitas
Foundation of Financial Statement. Pertemuan 1, 2 dan 3
Foundation of Financial Statement Pertemuan 1, 2 dan 3 INTERMEDIATE ACCOUNTING - I Tujuan Instruksional Umum: Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu mencatat, menyajikan setiap perkiraan nominal
Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat:
BAB2 Tinjauan Atas Siklus Akuntasi PENDAHULUAN Sistem akuntansi banyak bervariasi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, tergantung dari sifat dasar perusahaan tersebut dan transaksi-transaksi
BAB 1 AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA
1.1.Jenis-Jenis Perusahaan BAB 1 AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA Perusahaan adalah sebuah organisasi yang beroperasi dengan tujuan menghasilkan keuntungan, dengan cara menjual produk (barang dan Jasa) kepada
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Akuntansi Pengertian Akuntansi (Accounting) menurut Hasiholan (2014:1) : Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian-kejadian ekonomi
BAB I AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI
BAB I AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI Uji Kompetensi Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Pernyataan-pernyataan tentang akuntansi berikut ini benar, kecuali.. a. Akuntansi adalah bahasa bisnis b.
BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Tinjauan Pustaka. mengkomunikasikan informasi keuangan perusahaan terhadap pihak-pihak
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Tinjauan Pustaka 1. Laporan Keuangan 1.1 Definisi Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan berisi informasi keuangan perusahaan
Gawe Mancing Halaman.. oke!!!
Gawe Mancing Halaman.. oke!!! 43 BAB III PERMASALAHAN 3.1. Identifikasi Permasalahan Inti dari permasalahan yang dapat diangkat berdasarkan Latar Belakang yang telah disebutkan, bahwa sistem operasional
Bab 2 Arus Kas, Laporan Keuangan dan Nilai Tambah Perusahaan
M a n a j e m e n K e u a n g a n & P r a k 20 Bab 2 Arus Kas, Laporan Keuangan dan Nilai Tambah Perusahaan Mahasiswa dapat memahami dan menyebutkan laporan keuangan dasar dalam laporan keuangan tahunan,
BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Penjualan II.1.1. Definisi Penjualan Penjualan secara umum memiliki pengertian kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Akuntansi A. Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, penggolongan, pernyortiran, pengikhtisaran, dan penyajian transaksi keuangan (informasi
Kendala Penyajian Laporan Keuangan Pada Perusahaan CV.FATUHA
Kendala Penyajian Laporan Keuangan Pada Perusahaan CV.FATUHA Risye Ayuliawati Herlina Program Studi Akuntansi STIE STEMBI, [email protected] Abstrak Tujuan Mengetahui bagaimana implementasi penyusunan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akuntansi dan total arus kas. Belkaoui (2000:32) menyatakan bahwa Laba
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba Akuntansi Kinerja akuntansi dari suatu perusahaan dapat diukur dengan laba akuntansi dan total arus kas. Belkaoui (2000:32) menyatakan bahwa Laba akuntansi
BAB II URAIAN TEORITIS. aktiva dengan Return on Investment (ROI) pada PT. Sumbetri Megah. Hasil
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Grace (2009) melakukan penelitian tentang analisis hubungan efektifitas aktiva dengan Return on Investment (ROI) pada PT. Sumbetri Megah. Hasil penelitian
BAB II LANDASAN TEORITIS
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Laporan Keuangan 1. Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan Definisi laporan keuangan menurut Kieso (2002 : 3) adalah sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada
Laporan Keuangan: Neraca
Laporan Keuangan: Neraca MATERI 1. Sifat dan kegunaan laporan keuangan 2. Jenis Laporan Keuangan 3. Isi dan Elemen Laporan Keuangan, Khusus untuk Neraca 4. Catatan Atas Laporan Keuangan 5. Keterbatasan
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Laporan Keuangan Salah satu ciri dari kegiatan perusahaan yaitu adanya transaksi-transaksi. Transaksi-transaksi tersebut dapat mengakibatkan perubahan terhadap aktiva, hutang,
SOAL : TEORI LKS TINGKAT NASIONAL KE-XVIII JAKARTA 2010
SOAL : TEORI LKS TINGKAT NASIONAL KE-XVIII JAKARTA 2010 PETUNJUK MENGERJAKAN: 1. Tulis nomor peserta pada lembar kerja yang telah disediakan. 2. Bacalah petunjuk mengerjakan dan soal secara teliti sebelum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Laba didefinisikan dengan pandangan yang berbeda-beda. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Arus Kas 1. Pengertian Arus Kas Aliran kas menurut Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) No. 2 paragraf 05 adalah arus kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas. Menurut Kieso
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rasio Keuangan 2.1.1 Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan alat analisis untuk menjelaskan hubungan antara elemen satu dengan elemen lain dalam suatu laporan keuangan
SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK. Fitria Maya Sari Grisely Leidyana Tania Hapsari
SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK Fitria Maya Sari Grisely Leidyana Tania Hapsari Laporan Keuangan Adalah : hasil akhir dari suatu proses akuntansi yaitu aktivitas pengumpulan dan pengolahan data
LAPORAN KEUANGAN & KAS
PERTEMUAN PERTAMA LAPORAN KEUANGAN & KAS Definisi akuntansi yang dikeluarkan oleh American Institute of Certified Publik Accountants (AICPA) : Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Keuangan Manajemen keuangan merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting dalam menjalankan kelangsungan hidup perusahaan, berikut beberapa pendapat mengenai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2) laporan keuangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada dasarnya laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang mengandung pertanggungjawaban
STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
STRUKTUR TEORI AKUNTANSI TUJUAN LAP KEUANGAN POSTULAT AKUNTANSI KONSEP TEORITIS AKUNTANSI PRINSIP DASAR AKUNTANSI STANDAR AKUNTANSI ELEMEN-2 STRUKTUR TEORI AKUNTANSI 1. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN 2.POSTULAT
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pendapatan Menurut Keiso, Weygandt, Warfield (2008 :516), Pendapatan ialah arus masuk aktiva dan penyelesaian kewajiban akibat penyerahan atau produksi barang, pemberian
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi 2.1.1 Definisi Akuntansi Definisi akuntansi menurut Sofyan Syafri Harahap dalam Teori Akuntansi seperti yang diberikan oleh komite Terminologi dari American of Certified
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. (Irham Fahmi, 2011 : 239)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Kinerja keuangan 2.1.1 Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Jenis-jenis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Secara Umum dapat dikatakan bahwa laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi perusahaan
Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS
Modul ke: 02 Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN Bentuk Bentuk Laporan Keuangan Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi Akuntansi Idik Sodikin,SE,MBA,MM Pendahuluan Apa yang yang dimaksud Laporan Keuangan
Analisis Laporan Arus Kas Pada PO. Gunung Sembung Putra Bandung
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-01-08 Analisis Laporan Arus Kas Pada PO. Gunung Sembung
BAB 10 PENCATATAN JURNAL PENYESUAIAN. Asgard Chapter
BAB 10 PENCATATAN JURNAL PENYESUAIAN Asgard Chapter 2008 www.cherrycorner.com PENCATATAN JURNAL PENYESUAIAN Jurnal penyesuaian dibuat untuk mencatat beberapa transaksi yang sengaja dilakukan pada akhir
BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian laporan keuangan adalah suatu laporan yang berisikan informasi seputar
BAB II LANDASAN TEORI 1.1. Pengertian Laporan Keuangan Pengertian laporan keuangan adalah suatu laporan yang berisikan informasi seputar keuangan dari sebuah organisasi. Laporan keuangan di buat atau diterbitkan
lokal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, dalam hubungannya dengan leverage, sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai
A. Tinjauan Teoritis 1. Pertumbuhan Perusahaan Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan size. Pertumbuhan perusahaan pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Sesuai dengan Undang-Undang No.20 tahun 2008 pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
STRUKTUR DASAR AKUNTANSI BAB 2
STRUKTUR DASAR AKUNTANSI BAB 2 SIKLUS AKUNTANSI Akuntansi adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka mengklasifikasikan, mencatat, meringkas dan melaporkan aktivitas/transaksi
BAB II LANDASAN TEORI. fakta-fakta atau angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Informasi Menurut McLeod (McLeod, 1998,) informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. Sedangkan arti dari data sendiri adalah fakta-fakta atau angka-angka
BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. Financial distress merupakan kondisi saat keuangan perusahaan dalam keadaan
BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Financial Distress Financial distress merupakan kondisi saat keuangan perusahaan dalam keadaan tidak sehat atau krisis. Kondisi financial distress
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENT)
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL STATEMENT) Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa
BAB II LANDASAN TEORI. Suatu unit usaha atau kesatuan akuntansi, dengan aktifitas atau kegiatan ekonomi dari
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Rerangka Teori dan Literatur II.1.1. Pengertian Entitas Suatu unit usaha atau kesatuan akuntansi, dengan aktifitas atau kegiatan ekonomi dari unit tersebut sebagai fokusnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Akuntansi 1. Pengertian Sistem Akuntansi Pendekatan sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami lingkungan kita. Pendekatan sistem berusaha menjelaskan sesuatu dipandang
LAPORAN KEUANGAN. Diisi sesuai periode aktif (awal periode) Print Date To
Materi 7 LAPORAN KEUANGAN PEMBUATAN LAPORAN NERACA SALDO (TRIAL BALANCE) Dengan cara memilih menu Reports/General Ledger/Trial Balance, dan kemudian akan tampil sebagai berikut : Trial Balance Print account
BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI
BAB II PERSAMAAN AKUNTANSI A. Penggolongan Akun / Perkiraan Pengertian Akun / rekening (account) adalah tempat untuk mencatat perubahan setiap laporan yang setiap saat dapat menunjukkan saldo pos tersebut.
BAB IX. AKUNTANSI PENGERTIAN
BAB IX. AKUNTANSI PENGERTIAN Akuntansi adalah pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi bisnis, serta penginterprestasian informasi yang telah disusun. Banyak perusahaan menggunakan catatan-catatan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Laporan Keuangan 2.1.1. Pengertian Laporan Keuangan Pengertian laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesi (IAI) dalam PSAK no. 1 (2004:7) adalah tentang kerangka dasar
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. perusahaan menyajikan informasi untuk pasar modal. Teori sinyal
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Landasan Teori a. Teori Signal Menurut Wolk, et al. (2001) teori sinyal menjelaskan alasan perusahaan menyajikan informasi untuk
AKUNTANSI & LINGKUNGANNYA. Dasar Akuntansi 1
AKUNTANSI & LINGKUNGANNYA Dasar Akuntansi 1 1 Definisi Akuntansi; Dari sudut Pemakai: Suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI WILAYAH BEKASI. Nama : Christiana NPM : JURUSAN : Akuntansi
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI WILAYAH BEKASI Nama : Christiana NPM : 20209403 JURUSAN : Akuntansi LATAR BELAKANG MASALAH Apabila diperhatikan perkembangan UMKM cukup
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Dalam PSAK No. 1, 2012 : 1,3, dalam Denny (2014) Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Pos Indonesia (Persero)
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-01-08 Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Pos Indonesia
Bab 9 Teori Rasio Keuangan
D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 123 Bab 9 Teori Rasio Keuangan Mahasiswa diharapkan dapat memahami mengenai jenis dan pembagian laporan keuangan serta mengerti tentang perhitungan tentang rasio
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, Tujuan dan Jenis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan suatu perusahaan memiliki peranan yang sangat penting bagi pihak manajemen perusahaan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laporan keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kinerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam
BAB II BAHAN RUJUKAN. adalah:
19 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Laporan Keungan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan alat yang digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh informasi mengenai posisi dan kondisi keuangan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan pada dasarnya karena
PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG DAGANG (PSAK NO.09) PADA LAPORAN KEUANGAN PT. KEBAYORAN PHARMA SAMARINDA
PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG DAGANG (PSAK NO.09) PADA LAPORAN KEUANGAN PT. KEBAYORAN PHARMA SAMARINDA Yeyen Herlina Wati 1, LCA. Robin Jonatha 2, Imam Nazarudin Latif 3 Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
23 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Pelaksanaan Kerja Praktek bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada penulis mengenai kinerja dan aktivitas-aktivitas yang terjadi
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Anggaran Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Anggaran (budget), merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu
PEDOMAN PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DANA PENSIUN
PEDOMAN PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DANA PENSIUN Lampiran II I. PEDOMAN UMUM A TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN 1 Pengurus Dana Pensiun bertanggung jawab atas laporan keuangan Dana
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada laporan akuntansi DPLK AIAF, periode akuntasi (tahun buku) adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember. A. Jurnal Pencatatan Akuntansi Dana Pensiun Pencatatan Transaksi
BAB II LANDASAN TEORI. Pada Umumnya Laporan Keuangan terdiri dari 4 laporan penting, yaitu: neraca,
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Laporan Keuangan Pada Umumnya Laporan Keuangan terdiri dari 4 laporan penting, yaitu: neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Kebijakan Akuntansi Perusahaan Dalam Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan terdapat kebijakan akuntansi perusahaan yang diterapkan terhadap seluruh transaksi
BAB ANALISA LAPORAN KEUANGAN. Menurut PSAK No.1, laporan keuangan bertujuan untuk : besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
BAB ANALISA LAPORAN KEUANGAN A. Tujuan Laporan Keuangan Menurut PSAK No.1, laporan keuangan bertujuan untuk : 1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan adalah lapoaran keuangan. Laporan keuangan berisikan data-data
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah lapoaran keuangan. Laporan keuangan berisikan data-data
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Modul ke: 02 Islamiah Fakultas Ekonomi dan Bisnis SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMROSESAN TRANSAKSI Kamil, SE., M.Ak. Program Studi Akuntansi SIKLUS AKUNTANSI Pengertian Siklus Akuntansi Siklus akuntansi
TATA CARA PELAKSANAAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUBANG BAB I PENDAHULUAN
TATA CARA PELAKSANAAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUBANG BAB I PENDAHULUAN I.1. Tujuan dan Ruang Lingkup Bab ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara garis besar mengenai dasar-dasar
BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Manfaat Implementasi SAK ETAP Dengan mengimplementasikan SAK ETAP di dalam laporan keuangannya, maka CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun
Akuntansi Mudah dan Sederhana Untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
MAKALAH KEGIATAN PPM Akuntansi Mudah dan Sederhana Untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Oleh: Muniya Alteza, M.Si 1 Disampaikan pada Kegiatan PPM Fakultas Berjudul Simple Accounting Bagi Usaha Kecil dan
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) SIKLUS KEUANGAN
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) SIKLUS KEUANGAN Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Fungsi penting yang dibentuk
SATUAN ACARA PERKULIAHAN. GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN GBPP) Mata Kuliah : Akuntansi Bobot SKS : 3 Jumlah Jam: Semester:
SATUAN ACARA PERKULIAHAN GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN GBPP) Mata Kuliah : Akuntansi Bobot SKS : 3 Jumlah Jam: Semester: a. Deskripsi Singkat b. Tujuan Instruksi Umum (TIu) Setelah mengikuti mata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kondisi keuangan perusahaan. Pada mulanya laporan keuangan hanya dijadikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Analisis laporan keuangan Laporan keuangan merupakan dasar menyediakan banyak informasi yang diperlukan para pemakai untuk membuat keputusan ekonomis sehubungan
Laporan-Laporan Keuangan Perusahaan Nirlaba Laporan Keuangan Halaman ke-1
Laporan Keuangan Inti dari suatu system Akuntansi Perusahaan baik perusahaan Profit atau Non Profit adalah REPORT atau Laporan, baik itu laporan keuangan, atau laporan-laporan pendukung lainnya, dimana
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Konsep Saham dan Return Saham Pada sebuah perusahaan publik, tujuan dari manajemen adalah memaksimalkan harga saham perusahaan,
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka a. Teori Kebijakan Deviden Deviden adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian
BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian oleh Simbolon (2006) Analisis Laporan Keuangan dengan
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Penelitian oleh Simbolon (2006) Analisis Laporan Keuangan dengan Menggunakan Metode Du Pont System pada PT Intraco Penta Tbk Medan bertujuan untuk menganalisis
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian 1. Pengertian Property dan Real Estate Menurut buku Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia ( Budi Santoso,2000) definisi real estate adalah
BAB II KAJIAN PUSTAKA. menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Disamping itu bank adalah
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Bank Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Disamping itu bank adalah badan
LAPORAN KEUANGAN. Diisi sesuai periode aktif (awal periode) Print Date To
Materi 6 LAPORAN KEUANGAN PEMBUATAN LAPORAN NERACA SALDO (TRIAL BALANCE) Dengan cara memilih menu Reports/General Ledger/Trial Balance, dan kemudian akan tampil sebagai berikut : Trial Balance Print account
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Laporan keuangan Akuntansi pada tingkatan manajerial, adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, penganalisisan dan pengkomunikasian
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN IV.1 Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan Perlakuan Akuntansi SAK ETAP Setelah mendapatkan gambaran detail mengenai objek penelitian, yaitu PT Aman Investama.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Piutang Penjualan barang dan jasa dari perusahaan pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang dan jasa sampai
