BAB II LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 DCS, FCS, FCU DCS adalah Distributed Control System yaitu sebuah kontrol sistem yang digunakan untuk suatu proses yang mana kontrol elementnya didistribusikan melalui sistem. Di dalam sebuah DCS sebuah hirarki kontroler dihubungkan oleh jaringan komunikasi, yaitu untuk perintah dan monitoring. FCS adalah field control station yang mengkontrol fungsi seperti continuous control, sequence control dan kalkulasi. Standard FCS dibuat dari sebuah FCU (field control unit), Node interface unit (NIU) dengan I/O modul. Gambar 2.1 FCS dengan 2 unit CPU, 2 unit NIU, dan 2 unit I/O Modul 6

2 7 FCU adalah field control unit yang terdiri dari central processing unit (CPU) cards, baterai back up unit untuk CPU memory, power supply unit, Vnet/ IP dan ESB bus interface card. 2.2 Profibus Komunikasi Profibus adalah otomasi standard berbasis fieldbus dari Profibus & Profinet International (PI) yang mana data dapat ditransfer melalui kabel bus tunggal, yang memungkinkan pertukaran data konsisten dengan system komunikasi yang lebih tinggi. Profibus memakai two-wire buss, terangkum dalam IEC sampai dengan IEC yang telah dikembangkan oleh beberapa perusahaan, dan institusi antara tahun Untuk mengenal lebih jauh dengan profibus silahkan lihat gambar dibawah ini.

3 8 Unit Intellegance MES ERP Ethernet backbone 2 1 PA coupler PA link PROFIBUS DP 1 3 PROFIBUS PA 3 2 PA coupler PA link PROFIBUS PA Gambar 2.2 Profibus family Penggunaan teknologi Profibus komunikasi untuk jaringan yang luas. Dan mempunyai unit-unit instrument field yang letaknya berjauhan dan sangat jauh maka dapat dipilih untuk menggunakan dua jenis station yaitu master dan slave. Dengan ketentuan Harus mempunyai minimal satu master unit. Bisa berupa PLC maupun DCS.

4 9 Didalam satu jaringan memperbolehkan lebih dari satu master Total station mencapai 127 unit yang merupakan gabungan master dengan slave Tipe-Tipe Profibus Komunikasi Selain itu, jika dilihat dari tipenya, Profibus dibagi menjadi dua yaitu Profibus DP dan Profibus PA. Profibus DP merupakan jenis high speed bus dengan kapasitas data transfer maksimal mencapai kbits/s, digunakan untuk jaringan komunikasi terhadap remote I/O, actuator-actuator dan beberapa intelegent unit, sedangkan Profibus PA atau Profibus MBP (manchester bus power) merupakan jenis low speed bus dengan kapasitas data transfer maksimal 31, 25 kbits/s yang digunakan untuk jaringan komunikasi langsung terhadap field instrument seperti: flow transmitter, level transmitter, pressure transmitter. Dalam pemakaian di jaringan, Profibus dapat menggunakan tiga jenis media transmisi yaitu: 1. RS 485, instalasi mudah dan sanggup mencapai 1200 M 2. Fiber optic, yang handal terhadap gangguan electromagnetic dan dapat digunakan pada jaringan yang mempunyai jarak mencapai ratusan km. 3. MBP- IS, digunakan untuk instalasi yang membutuhkan pembatasan arus power terutama pada area daerah bahaya ledakan.

5 10 Tabel 2.1 Perbandingan Profibus DP dengan Profibus PA Item Profibus DP Profibus PA Penggunaan Otomasi pada produksi dan proses otomasi Proses otomasi Digunakan untuk beberapa input yang berlainan dan input/ output yang terus menerus, dapat juga digunakan pada hazardous area / explotion area (walaupun tidak umum) Digunakan untuk input / output dengan tugas terus menerus, dapat digunakan untuk peralatan di hazaradous area / explotion area dengan EX couplers Type peralatan Remote I/O, Slave unit, HMI Analog sensor seperti yang terkoneksi (human monitoring interface) level transmiter, pressure transmiter, temperatur transmiter, dan analog actuator seperti positioner Jumlah bus nodes tiap segment sampai 32 unit Untuk Non-hazardous area maksimal 32 unit. Untuk hazardous area dengan field bus barrier maksimum 16 unit,

6 11 Item Profibus DP Profibus PA Transmisi rate 9,6 kbps sampai 12 mbps 31,25 kbps dengan EX DP/PA coupler maximum 9 unit Transmission teknologi RS 485 RS 485 -IS Fiber optic MBP (manchester bus powered) Media transmisi Kabel Tembaga Kabel Tembaga Kabel FO: Glass/ plastik/hcs Maksimum panjang jaringan 1200 M per segment untuk kabel tembaga Kemampuan transfer data akan mengecil seiring panjang jaringan Mampu mencapai ratusan km jika menggunakan fiber optic kabel Untuk area Non EX maksimum 1900 M Untuk area EX maksimum 1000 M tergantung peralatan

7 12 Tabel 2.2 Perbandingan Profibus DP Baudrate dengan Panjang Kabel Baudrate (kbits/s) Segment length (M) Baudrate (kbits/s) Dari table diatas menunjukkan bahwa makin panjang jarak jaringan maka data transfer yang diperbolehkan akan mengecil. Jika dalam jaringan tersebut dipasang repeater pada panjang jaringan yang sama, maka besaran data yang bisa ditransfer akan menjadi lebih besar. Tabel 2.3 Perbandingan Profibus PA Baudrate, Panjang Kabel, untuk Lokasi Bukan Daerah Rawan Ledakan dan Lokasi Daerah Rawan Ledakan Baudrate (kbits/s) 31, 25 Panjang jaringan untuk 1900 (jalur utama) 120 (titik cabang) bukan daerah ledakan (M) Panjang jaringan untuk 1000 (jalur utama) 60 (titik cabang) daerah ledakan (M) Sebagai perbandingan jumlah titik cabang dengan panjang jalur pada titik cabang yang ada pada jaringan Profibus PA dapat dilihat pada table dibawah ini.

8 13 Tabel 2.4 Perbandingan Maksimum Titik Cabang terhadap Panjang Jalur Titik Cabang Pada Profibus PA Jumlah titik percabangan Maksimum panjang jalur pada titik cabang (M) Bukan Daerah Rawan Daerah Rawan Ledakan Ledakan Versi Protokol Profibus Komunikasi Di dalam Profibus family mempunyai 3 versi protokol yang berbeda dan disediakan dengan tujuan fungsi yang berbeda, yaitu DP-V0; DP-V1; DP-V2. Dari ketiga jenis protocol komunikasi tersebut tergantung pada hubungan yang dipilih. Silahkan melihat table dibawah untuk perbandingan antara protocol komunikasi tersebut.

9 14 Tabel 2.5 Versi dan Fungsi dari Profibus DP-V0, DP-V1, dan DP-V2 Profibus Versi Diskripsi Menyediakan fungsi dasar dari sebuah komunikasi protocol meliputi: DP-V0 Cyclic data exchange / perputaran dari pertukaran data diantara master dan slave untuk pertukaran proses data. Fungsi diagnosa. Perpanjangan fungsi dari DP-V1, fungsi utamanya adalah: Acyclic data exchange / bukan perputaran pertukaran data DP-V1 diantara master dan slave, untuk diagnosa, kontrol, monitor dan alarm sistem di kelola oleh slave unit yang pararel terhadap lalulintas perputaran dari pertukaran data. Penambahan fitur pada fungsi utama dan bagian dari DP-V0 dan DP-V1 meliputi: Slave to slave comunication, komunikasi unit slave pertama ke unit slave berikutnya untuk pertukaran data secara DP-V2 langsung (master harus tetap ada). Isochronous mode untuk sinkron kontrol pada master dan slave, independen pada bus load seperti yang dibutuhkan pada servo drives. Fungsi lain seperti clock kontrol.

10 15 Untuk penggunaan class 2 master s setidaknya memakai DP-V1 dan untuk DP-V2 digunakan untuk menjalankan unit dalam isochronous mode. Sedangkan untuk Profibus PA selalu menggunakan DP-V1. Untuk komunikasi master terhadap slave maupun slave terhadap slave dapat memilih transmisi rate maksimum sebesar 1, 5 Mbps. Dan sebaiknya didesign untuk jarak yang dekat. Untuk mendapatkan respon time yang lebih cepat dapat memilih transmisi rate lebih dari 1,5Mbps. Request telegram = output data + telegram overhead ( ) paket MASTER ( ) paket SLAVE Respon telegram = input data + telegram overhead Jaringan Gambar 2.3 Komunikasi Master dengan Slave Pada gambar diatas dijelaskan bahwa untuk komunikasi diantara master dengan slave akan selalu ada dua signal telegram yang disertakan dalam proses data input maupun output. Untuk intelegent unit biasanya mempunyai 2 sampai 20 bytes input dan output data. Volume proses data pada remote I/O maksimum bisa mencapai 244 byte.

11 16 Bus cycle time terpengaruh beberapa factor seperti: Jumlah unit slave Besar transmission rate yang digunakan Type Profibus yang dipakai (DP atau PA) Data volume (input dan output data) Untuk rumus perhitungannya dapat dilihat dibawah ini t partial cycle = (( (!"#$##%"! (2.1 Rumus estimasi bus cycle time untuk Profibus DP dan Profibus PA Tel_OV = Telegram overhead (317 bit) Bit_DP = Profibus DP data format 11* + - = slaves run variable +, Bit_PA = Profibus PA data format 8 * + +, - (Lo + LI) = Nilai total dari slave output and input data dalam byte n = Jumlah semua unit slave Transmisi rate: Nilai dalam kbit/s t partial cycle: Cycle time dalam ms

12 17 Contoh model jaringan profibus DP dapat dilihat pada gambar dibawah ini. HIS Ethernet Master Field Instrument RS 485 Kabel fiber optic Field Instrument Slave Zone 2 (safe area) DP /PA Zone 1 dan Zone 0 EX Junction box MBP IS MBP-IS EX Field Instrument EX Field Instrument EX Field Instrument Gambar 2.4 Jaringan Profibus yang Menggunakan Kabel RS485, Kabel Fiber Optic, dan Kabel MBP-IS pada Daerah Rawan Ledakan

13 Modbus Komunikasi Modbus adalah otomasi standard yang dipublikasikan oleh Modicon pada tahun 1979 dan digunakan untuk membangun master slave / client server komunikasi antara perangkat cerdas yang juga berguna untuk mentransfer diskrit input / output, analog input / output. Fisik interfacenya bisa menggunakan RS485 dan RS232. Dalam tingkatan OSI, ada 7 tingkat dan menempatkan Modbus serial protokol di tingkatan kedua yang dijelaskan pada table dibawah ini. Tabel 2.6 Tingkatan Modbus Protocol dalam ISO/OSI Model Layer ISO/OSI Model Protokol 7 Application Modbus application protocol 6 Presentation Empty 5 Session Empty 4 Transport Empty 3 Network Empty 2 Data link Modbus Serial Line Protocol 1 Physical EIA/TIA-485 atau EIA/TIA-232

14 19 Modbus application layer client / server Modbus master / slave EIA/TIA-485 atau EIA/TIA-232 Gambar 2.5 Koneksi Modbus Application Layer Terhadap Modbus Master-Slave Modbus application layer protokol menyediakan client / server komunikasi diantara beberapa peralatan yang terkoneksi pada jaringan tersebut. Pada serial line untuk posisi client di sediakan oleh master dan server adalah sebagai slave. Didalam Modbus serial line protocol ada beberapa ketentuan yaitu: Merupakan master-slave protocol. Hanya satu master yang bisa dikoneksi dalam jaringan. Maksimum 247 slave dalam jaringan. Tidak ada komunikasi antara slave yang satu dengan yang lainnya. Slave tidak akan pernah mengirim signal tanpa ada permintaan dari master Tipe-Tipe Request Modbus Aplikasi Berdasarkan cara permintaan master terhadap slave ada dua macam, yaitu: Unicast mode yaitu pengalamatan master dengan sebuah slave, prosesnya selalu dimulai dari master mengirimkan permintaan ke slave, setelah slave

15 20 menerima permintaaan, maka slave akan menjawab dan akan mengirimkan data ke master. Broadcast mode yaitu master dapat mengirim permintaan ke semua slave yang terpasang. Prosesnya adalah master selalu mengirim pesan ke slave dan tidak ada response balik dari slave. Slave harus menerima broadcast untuk writing function dan address 0 diterima untuk mengidentifikasi perubahan pada broadcast. Request Master Reply Slave Slave Slave Gambar 2.6 Diagram Unicast Mode Master Request Request Request Slave Slave Slave Gambar 2.7 Diagram Broadcast Mode

16 Transmisi Mode Modbus Komunikasi Addressing maximum Modbus adalah 256 alamat yangmana pembagiannya adalah sebagai berikut: 0 untuk broadcast address. 1 sampai 247 untuk slave individual address. 248 sampai 255 untuk reserved. Untuk master tidak ada spesifik address. Sedangkan untuk Modbus frame disebut dengan Protocol data unit / PDU yang berdiri sendiri dibawah komunikasi layer. Function code Data Modbus PDU Gambar 2.8 Blok Modbus Protocol Data Unit Modbus protocol mapping pada jaringan bus serial line akan ditambahkan beberapa additional field, yang mana dalam setiap transaksi akan ikut membangun sebuah komunikasi Modbus PDU. Modbus serial line PDU Addresing field Function code Data CRC / LRC Modbus PDU Gambar 2.9 Blok Frame Over Serial Line

17 22 Dari gambar diatas dapat dijelaskan pada Modbus serial line address field, hanya berisi slave address. Alamat master sebuah slave akan diletakkan di slave address pada addressing field dari pesan, ketika slave mengembalikan respon akan diletakkan pada alamatnya sendiri pada address field untuk memberitahu master bahwa slave sudah merespon pesan tersebut. Function code menunjukan jenis action yang diminta oleh server yang dapat diikuti oleh data field yang berisi permintaan dan parameter-parameter respon. Didalam isi pesan terdapat error checking field, yang merupakan hasil sebuah redundant check dan terbagi menjadi dua jenis tergantung dari model transmisi yang pilih antara RTU atau ASCII. Modbus data link layer berisi dua sub layer yang terpisah yaitu Master / slave protocol Transmission mode RTU dan ASCII State_ A Triger (guard condition) per action State_ B Gambar 2.10 Syntax dari Sebuah State Diagram Jika pada sebuah system trigger sudah berstatus di state_a, maka system akan berlanjut ke state_b, dan jika guard condition adalah true. Maka sebuah action tersebut disebut performed.

18 23 Master state diagram Request dikirim dalam broadcast mode dan turnaround delay juga mulai menghitung Turnarround delay yang expired dibalikan Idle Posisi akhir dari proses error Posisi akhir dari proses replay Menunggu turnaround delay Membalas permintaan (unexpected slave) Request dikirim ke slave dan response timeout juga mulai menghitung Menunggu reply Membalas permintaan (expected slave) dan response timeout berhenti Gambar 2.11 Flowchart Request Master State Diagram Memproses reply Memproses Error Response timeout expired Frame error Dari gambar master state diagram diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Status idle adalah no pending request. Ini adalah status setelah power dihidupkan. Sebuah request / permintaan hanya dapat dijalankan pada status idle. Setelah master mengirimkan sebuah request / permintaan maka master akan meninggalkan posisi idle, dan request kedua tidak dapat dikirim.

19 24 Ketika sebuah unicast request dikirimkan ke slave, master berstatus menunggu reply, dan response timeout mulai menghitung yang mana nilainya adalah adjustable. Ketika sebuah balasan diterima, master akan mengecek sebelum memproses data tersebut, dan bisa juga berstatus error. Jika tidak ada respon yang diterima, respon timeout expire dan sebuah error akan dihasilkan. Kemudian master akan ada pada kondisi idle untuk mencoba lagi permintaan, sedangkan jumlah pengulangan permintaan adalah adjustable. Ketika broadcast request dikirimkan ke serial bus dan tidak ada respon balik dari slave. Waktu yang dibutuhkan disebut turnaround delay. Sehingga sebelum dapat berada pada posisi idle dan mengirim request berikutnya master disebut dalam posisi waiting turnarround delay. Oleh karena itu respon timeout harus di setting lebih lama dari waktu yang dibutuhkankan slave untuk proses dan mengirim balik ke master. Tetapi pada broadcast mode, turnaround delay setting harus lebih lama dari proses pada slave saja, selanjutnya sudah bisa langsung menerima permintaan dari master. Oleh karena itu turn around delay harus lebih pendek dari response time out. Typicaly response time out adalah 1s sampai bebearpa detik pada 9600 bps dan turnaround delay berkisar antara 100ms sampai 200ms. Frame error terdiri dari: Parity checking, pada setiap karakter, redundance check pada semua frame.

20 25 Slave state diagram Idle Menerima sebuah request Check request Normal reply dikirim Memformat normal reply End of process (unicast mode) End of process (broad cast mode) Error reply dikirim Check OK Error pada request data Memproses Required action Error akan diproses Memformat error reply Error pada frame checking / frame tidak dialamatkan untuk slave ini Gambar 2.12 Request Slave State Diagram State idle adalah no pending request, biasanya setelah power dihidupkan, ketika sebuah request diterima, slave akan mengecek sebelum memulai action yang diminta pada paket tersebut, jika terdapat error akan dikembalikan ke master. Dan ketika permintaan pertama sudah komplit maka sebuah pesan unicast akan dikembalikan ke master.

21 26 Dan jika slave menerima frame tersebut error maka tidak ada repon yang dibalikkan ke master, untuk menyediakan diagnostic informasi maka diagnostic \counter harus selalu ditentukan dan dimanage oleh sisi slave. Turnarround delay Response time out reply analysis dan Wait persiapan mengikuti wait Master Request perubahan broadcast Request ke slave 1 ke slave n Perintah langsung Slave 1 dijalankan request treatment reply Perintah langsung Slave n dijalankan Physical line Error detection Time Exchange i-1 Exchange 1 Exchange i+1 wait No reply Gambar 2.13 Master-Slave Skenario Waktu Diagram Durasi request, reply, dan broadcast pada fitur komunikasi tergantung pada panjang frame dan throughput. Didalam durasi wait dan treatment akan tergantung pada proses waktu yang dibutuhkan untuk request pada aplikasi di slave. Walaupun transmisi modelnya bisa RTU dan ASCII, tetap untuk default settingnya adalah RTU. Didalam RTU transmisi model dapat dilihat formatnya sebagai berikut

22 27 Format untuk setiap byte dalam RTU model coding sistem adalah sebagai berikut: Tabel 2.7 Format Setiap Byte di Dalam Model Transmisi RTU Item bit RTU mode Diskripsi 1 byte 11 1 start coding system 8 data bit terkecil akan dikirim pertama 1 Parity completion 1 stop Jika menggunakan parity maka aka nada 2 model yaitu odd parity dan old parity, dan jika menggunakan old parity maka membutuhkan 2 stop bit. Frame diskripsi adalah sebagai berikut: Slave address adalah 1 byte Function code adalah 1 byte Data dari 0 sampai 252 byte CRC bernilai 2 byte (CRC low dan CRC high)

23 28 Pesan Modbus dalam RTU framing Start Address Function Data CRC / LRC End 3.5 char 8 bit 8 bit N x 8 bit 16 bit 3.5 char Modbus Pesan Gambar 2.14 Bentuk Pesan Modbus Semua pesan frame harus di kirimkan secara berkelanjutan sesuai dengan aliran frame, jika ada interval yang terputus lebih dari 1,5 character waktu maka pesan akan dinyatakan tidak komplit dan akan dibuang. Sehingga akan banyak interupsi untuk interval lebih dari 1,5 sampai 3,5. Dengan baud rate yang tinggi akan membebani CPU. Maka 2 timer ini harus mempunyai respect yang tinggi ketika baut rate 19,2 kbps dan untuk baud rate yang lebih besar dari itu maka fixed timer harus digunakan dengan nilai 750µs untuk inter character time out (t1,5) dan ms untuk inter time delay (t3,5). 2.4 Peranan Profibus dan Modbus dalam Sistem Kontrol Di dunia industri, Profibus dan Modbus komunikasi digunakan untuk menghubungkan beberapa unit system antara mainsystem dengan subsystem, maupun subsystem dengan instrument field.

24 29 Dikemukakan bahwa Profibus dan Modbus jaringan digunakan untuk menghubungkan field devices seperti sensors, actuators dan field controller s seperti PLC, regulator, dan driver controller. Tabel 2.8 Perbandingan Sistim Tradisional Fieldbus dengan Profibus dan Modbus Item Fieldbus tradisional system Profibus / Modbus Signal Analog satu arah. Digital (packet based) Dua arah. Kabel Satu untuk setiap signal. Multiple signals. Jaringan Diagnosis Testing dan installasi Multiplexing signal membutuhkan central hub. Basic diagnosis informasi. Lebih lama karena banyak kabel. Multiple end point di lokal maupun global jaringan. Informasi penting dapat disediakan (intelligent slaves). Lebih cepat karena memakai sedikit kabel. Pemasangan dan pengetesan jaringan yang memakai Profibus ini akan lebih cepat dan hemat biaya secara waktu dan tenaga kerja akan lebih sedikit daripada memakai sistem fieldbus 4 20mA. Penggunaan dan perawatan yang mudah, jaringan tidak hanya untuk pengiriman data analog dan digital, tetapi dapat juga diambil data-data unit itu sendiri meliputi, brand, model, tipe dan jadwal maintenance yang mana dengan data-data tersebut mudah juga dikirim ke beberapa monitoring point.

25 30 Lokasi A PLC / DCS Lokasi B Lokasi C Gambar 2.15 Jaringan Fieldbus Teknologi Tradisional Lokasi A PLC / DCS Kabel fieldbus I/O device I/O device Lokasi B Lokasi C Gambar 2.16 Jaringan Fieldbus Teknologi Modern Beberapa penelitian untuk profibus dan Modbus juga sudah pernah dilakukan antara lain. Klang dan Lindholm (2005) melakukan penelitiannya pada siemens turbomachinery gas turbine mengutarakan bahwa fieldbus teknologi adalah major step dalam proses control industri yang mana pada sistem lama signal-signal

26 31 dikirim satu arah secara tradisional menggunakan 4 20 ma dan on-off, sedangkan untuk profibus data dikirim dengan berbentuk data. Dari percobaan yang telah dilakukan pada system gas turbin yangmana dalam pengujian itu menggunakan PLC siemens S7-300 dan PC, didapatkan data dan beberapa solusi yang dapat diambil berdasarkan jumlah dan jenis komunikasi yang seperti terlampir pada table dibawah ini. Table 2.9 Percobaan Profibus DP pada Sistem Gas Turbin Solusi I II III IV V Extra PC Ya Ya Ya Software Tambahan Ya PLC tambahan Ya Mungkin untuk high performa Tambahan memory Ya Interface card Mungkin Ya Ya Ya Redundant Sebagian Tidak Ya Ya Ya Modifikasi program PLC Mungkin Ya

27 32 Sedangkan penelitian tentang Modbus telah dilakukan, antara lain oleh Joelianto (2009) yangmana penelitiannya dilakukan terhadap komunikasi Modbus TCP/IP dan serial RS48 pada jaringan HMI, dan PLC. Dalam pengetesan tersebut terbagi menjadi 3 bagian yaitu menghitung perbandingan delay yang dilakukan pada media transfer TCP/IP dan Modbus RS485 serial. Dilihat dari penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan PLC sebagai obyek penelitian pengukuran response time. Maka didalam pengujian tersebut dilakukan pada PLC Twido dalam 3 tahap, yang mana terangkum pada gambar table dibawah ini. Tabel 2.10 Percobaan Modbus TCP/IP pada PLC Twido Test no Unit 1 HMI HMI HMI Transfer media ( Panjang kabel 5M) TCP/IP TCP/IP TCP/IP Unit 2 PLC 1 PLC 1 PLC1 Transfer media ( Panjang kabel 5M) TCP/IP TCP/IP TCP/IP Unit 3 PLC2 PLC2 Transfer media ( Panjang kabel 3,5M) RS485 RS485 Unit 4 PLC3 PLC 3

28 33 Test no Transfer media ( Panjang kabel 3,5M) RS485 Unit 5 PLC 4 Data size (word) Times ( X ) Time Min (ms) Max (ms) Avg (ms) Penelitian tentang Modbus juga diperkuat oleh Tiyono (2007) yang melakukan pengujian scada menggunakan Modbus RS4845 yang didapat hasil komunikasi modbus dapat dilakukan mencapai jarak 100M dengan delay antar karakter sebesar 165, 9µs. Han (2013) didalam penelitiannya menjelaskan bahwa tradisional fieldbus lebih handal pada data transfer diatas 200 bytes, sedangkan modern fieldbus Modbus mempunyai kelebihan di bawah 200 bytes.

BAB III MODIFIKASI PENINGKATAN PERFORMA

BAB III MODIFIKASI PENINGKATAN PERFORMA 34 BAB III MODIFIKASI PENINGKATAN PERFORMA 3.1 Metoda Pengumpulan Data Data dikumpulkan dari proyek baru green field project untuk industri oleokimia di dumai. Di dalam proyek tersebut ada pekerjaan yang

Lebih terperinci

KOMUNIKASI SERIAL BERBASIS PROTOKOL MODBUS UNTUK ALAT PENGHITUNG PRODUKSI GARMEN

KOMUNIKASI SERIAL BERBASIS PROTOKOL MODBUS UNTUK ALAT PENGHITUNG PRODUKSI GARMEN KOMUNIKASI SERIAL BERBASIS PROTOKOL MODBUS UNTUK ALAT PENGHITUNG PRODUKSI GARMEN Leonardus Catur K.E.P., Harlianto Tanudjaja* Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Lebih terperinci

SISTEM TELEKONTROL SCADA DENGAN FUNGSI DASAR MODBUS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51 DAN KOMUNIKASI SERIAL RS485

SISTEM TELEKONTROL SCADA DENGAN FUNGSI DASAR MODBUS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51 DAN KOMUNIKASI SERIAL RS485 SISTEM TELEKTROL SCADA DENGAN FUNGSI DASAR MODBUS MENGGUNAKAN MIKROKTROLER AT89S51 DAN KOMUNIKASI SERIAL RS485 Agus Tiyono (1), Sudjadi (2), Iwan Setiawan (2) Laboratorium Teknik Kontrol Otomatik Jurusan

Lebih terperinci

Week #5 Protokol Data Link Control

Week #5 Protokol Data Link Control Data Link Protocol - Week 5 1 of 12 Week #5 Protokol Data Link Control Pengantar Pada pembahasan Komunikasi Data, Topologi dan Medium Transmisi kita sudah membahas tentang pengiriman sinyal melalui media

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 29 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram sistem absensi ini dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini. Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem Fungsi fungsi dari blok diatas adalah sebagai

Lebih terperinci

Protokol dan Arsitekturnya

Protokol dan Arsitekturnya Protokol dan Arsitekturnya Karakteristik Langsung atau tidak langsung Monolitik atau terstruktur Simetrik atau tidak simetrik Standar atau tidak standar Langsung atau Tidak Langsung Langsung Sistem terkait

Lebih terperinci

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER Topologi jaringan adalah : hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Jenis Topologi jaringan

Lebih terperinci

BAB III SIRKIT SEWA DIGITAL DAN FRAME RELAY

BAB III SIRKIT SEWA DIGITAL DAN FRAME RELAY BAB III SIRKIT SEWA DIGITAL DAN FRAME RELAY Sirkit sewa digital dan Frame Relay digunakan oleh perusahaan multinasional sebagai sarana transport yang menghubungkan LAN baik yang berada dalam satu wilayah

Lebih terperinci

The OSI Reference Model

The OSI Reference Model The OSI Reference Model Contoh penerapan model OSI : Contoh penerapan model OSI sehari-hari pada proses penerimaan e mail: o Layer 7, Anda memakai Microsoft Outlook yang mempunyai fungsi SMTP dan POP3.

Lebih terperinci

Karakteristik. Protokol dan Arsitekturnya. Langsung atau Tidak Langsung. Monolitik atau Terstruktur. Simetrik atau asimetrik

Karakteristik. Protokol dan Arsitekturnya. Langsung atau Tidak Langsung. Monolitik atau Terstruktur. Simetrik atau asimetrik Protokol dan Arsitekturnya Tugino, ST MT Karakteristik Langsung atau tidak langsung Monolitik atau terstruktur Simetrik atau tidak simetrik Standar atau tidak standar Jurusan teknik Elektro STTNAS Yogyakarta

Lebih terperinci

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet Tulisan ini berdasarkan CCNA Exploration 4.0 : Network Fundamentals Berikut ini akan digambarkan sebuah transfer data sederhana antara dua host melewati sebuah

Lebih terperinci

Model OSI. Diambil dari /tutorial/linux/osi.html

Model OSI. Diambil dari  /tutorial/linux/osi.html Model OSI Diambil dari http://www.geocities.com/indoprog /tutorial/linux/osi.html 1 Apa yang dimaksud dengan model- OSI? Komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda sangat sulit dilakukan, karena

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah

BAB III PERANCANGAN. Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah BAB III PERANCANGAN 3.1. Perancangan Sistem Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah melakukan perancangan dengan memahami cara kerja alat atau sistem tersebut serta sifat dan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi BAB II DASAR TEORI 2.1 Protokol Komunikasi Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi komunikasi, perpindahan data, serta penulisan hubungan antara dua atau lebih perangkat komunikasi.

Lebih terperinci

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Layer 1 hanya berhubungan dengan media, sinyal,dan aliran bit yang melalui media. Layer 1 tidak dapat berkomunikasi dengan layer di

Lebih terperinci

TUGAS PRAKTIKUM 1. proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik.

TUGAS PRAKTIKUM 1. proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik. NAMA : Rizky Ahmad Firdaus NIM :131354027 TUGAS PRAKTIKUM 1 1. Pengertian dan Prinsip Kerja SCADA SCADA (kependekan dari Supervisory Control And Data Acquisition) adalah sistem kendali industri berbasis

Lebih terperinci

Jaringan Komputer 1 of 10. Topologi menunjuk pada suatu cara dimana end system atau station yang dihubungkan ke jaringan saling diinterkoneksikan.

Jaringan Komputer 1 of 10. Topologi menunjuk pada suatu cara dimana end system atau station yang dihubungkan ke jaringan saling diinterkoneksikan. Jaringan Komputer 1 of 10 Week #4 Topologi Unsur yang menentukan jenis suatu LAN atau MAN adalah : Topologi Media Transmisi Teknik Medium Access Control TOPOLOGI Topologi menunjuk pada suatu cara dimana

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Bab I. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Kebutuhan perusahaan terhadap suatu teknologi yang mampu menangani masalah teknis operasional berskala besar dan secara otomatis mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai implementasi dan evaluasi pada saat menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan Controller Board ARM2368.

Lebih terperinci

Intergrasi Arduino -OPC Server-Modem GSM pada Sistem Pengontrolan Lampu dan Air Conditioner Melalui Fasilitas HMI dan SMS

Intergrasi Arduino -OPC Server-Modem GSM pada Sistem Pengontrolan Lampu dan Air Conditioner Melalui Fasilitas HMI dan SMS Intergrasi Arduino -OPC Server-Modem GSM pada Sistem Pengontrolan Lampu dan Air Conditioner Melalui Fasilitas HMI dan SMS Abstrak Herdiawan, Parsaulian I. Siregar dan Agus Samsi Program Studi Teknik Fisika

Lebih terperinci

Percobaan 3 PENGENALAN INTERFACE I 2 C

Percobaan 3 PENGENALAN INTERFACE I 2 C Percobaan 3 PENGENALAN INTERFACE I 2 C I. Tujuan 1. Untuk Mengenal Modul Serial port dengan I 2 C 2. Mengenal protocol I 2 C. 3. Mempelajari IC PCF8574 Remote 8 bit I/O Expander for I 2 C Bus. 4. Mengirim

Lebih terperinci

Refrensi OSI

Refrensi OSI Refrensi OSI Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data

Lebih terperinci

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data KOMUNIKASI Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia 2.1 Komunikasi Data Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi

Lebih terperinci

Data Link Layer -switching- Rijal Fadilah, S.Si

Data Link Layer -switching- Rijal Fadilah, S.Si Data Link Layer -switching- Rijal Fadilah, S.Si Review layer 1 (physical layer) Keterbatasan layer 1 Layer 1 hanya berhubungan media, sinyal dan bit stream yang travel melalui media Layer 1 tidak dapat

Lebih terperinci

Rangkuman Bab I Konsep Jaringan. Jaringan adalah kumpulan dari komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi. Menurut

Rangkuman Bab I Konsep Jaringan. Jaringan adalah kumpulan dari komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi. Menurut Rangkuman Bab I Konsep Jaringan Nama : Akhmad Fariiqun Awwaluddin NRP : 2110165019 Kelas : 1 D4 LJ Teknik Informatika Jaringan adalah kumpulan dari komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi. Menurut

Lebih terperinci

Gambar 1 : Simple Data Transfer

Gambar 1 : Simple Data Transfer Berikut ini adalah aliran data pada Internetwork. Gambar 1 : Simple Data Transfer Gambar diatas menunjukan transfer data secara sederhana dan gambar-gambar dibawah akan menjelaskan bagaimana data di proses

Lebih terperinci

BAB II WIDE AREA NETWORK

BAB II WIDE AREA NETWORK BAB II WIDE AREA NETWORK Wide Area Network adalah sebuah jaringan komunikasi data yang mencakup daerah geographi yang cukup besar dan menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi.

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN III.1. Compobus S dan Compobus D/DeviceNet III.1.1. Compobus S III Setting Mode Komunikasi III

BAB III PERANCANGAN III.1. Compobus S dan Compobus D/DeviceNet III.1.1. Compobus S III Setting Mode Komunikasi III ABSTRAK Pengendalian proses pada beberapa mesin yang berbeda tetapi berhubungan dan beroperasi bersamaan membutuhkan suatu jaringan pengendali yang terpadu, yaitu jaringan pengendali master-slave. Kontroler

Lebih terperinci

8. Mengirimkan stop sequence

8. Mengirimkan stop sequence I 2 C Protokol I2C merupakan singkatan dari Inter-Integrated Circuit, yang disebut dengan I-squared-C atau I-two-C. I 2 C merupakan protokol yang digunakan pada multi-master serial computer bus yang diciptakan

Lebih terperinci

adalah pengiriman data melalui sistem transmisi elektronik dengan komputer adalah hubungan dua atau lebih alat yang membentuk sistem komunikasi.

adalah pengiriman data melalui sistem transmisi elektronik dengan komputer adalah hubungan dua atau lebih alat yang membentuk sistem komunikasi. Sistem Informasi Akuntansi Data Communication adalah pengiriman data melalui sistem transmisi elektronik dengan komputer Jaringan kerja atau (network) adalah hubungan dua atau lebih alat yang membentuk

Lebih terperinci

DATA LINK LAYER. Gambar. 1: Fungsi dari Data Link Layer. Gambar. 2: PDU pada Data Link Layer berupa Frames

DATA LINK LAYER. Gambar. 1: Fungsi dari Data Link Layer. Gambar. 2: PDU pada Data Link Layer berupa Frames DATA LINK LAYER Pengertian Data Link Layer Menyediakan prosedur pengiriman data antar jaringan Mendeteksi dan mengkoreksi error yang mungkin terjadi di physical layer Memiliki address secara fisik yang

Lebih terperinci

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI 4.1 Perancangan Jaringan 4.1.1 Usulan Perancangan Jaringan Perancangan jaringan pada PT. EP TEC Solutions Indonesia menggunakan teknologi Frame Relay. Daripada menghubungkan

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER : RANGKUMAN KOMUNIKASI DAN PROTOKOL JARINGAN

JARINGAN KOMPUTER : RANGKUMAN KOMUNIKASI DAN PROTOKOL JARINGAN NAMA : MUHAMMAD AN IM FALAHUDDIN KELAS : 1 D4 LJ NRP : 2110165026 JARINGAN KOMPUTER : RANGKUMAN KOMUNIKASI DAN PROTOKOL JARINGAN Internet merupakan sekumpulan router yang saling terhubung. Jaringan komputer

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 51 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Bab ini berisi mengenai hasil pengujian mesin Auto Loading menggunakan Robo Cylinder pada mesin Power Press PP 60. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa pembuatan

Lebih terperinci

MODEM. Internal /Onboard Modem. External Modem. Jaringan Teleponi 1 1. Prima K PENS

MODEM. Internal /Onboard Modem. External Modem. Jaringan Teleponi 1 1. Prima K PENS MODEM External Modem Internal /Onboard Modem Jaringan Teleponi 1 1 Overview : Definition of Modem Diagram Block How Modem works Modem s types Standardization Modem s Protocol Application Jaringan Teleponi

Lebih terperinci

REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP

REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP A. Dasar Teori Apa itu jaringan komputer? Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media

Lebih terperinci

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Introduction to TCP/IP DoD (Departement of Defense) dibanding dengan OSI OSI Model Application Presentation Session

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Monitoring CAN Genset Controller Berbasis Modbus Menggunakan VPN.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Monitoring CAN Genset Controller Berbasis Modbus Menggunakan VPN. 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum Bab ini akan menjelaskan beberapa teori secara umum yang secara mendasar digunakan dalam kaitannya dengan Analisis dan Perancangan Sistem Monitoring CAN Genset Controller

Lebih terperinci

PENGERTIAN JARINGAN ETHERNET Disusun Oleh : RENGGA INGRIDIANTO NIM I PUTU TIRTA TAMARA PUTRA NIM

PENGERTIAN JARINGAN ETHERNET Disusun Oleh : RENGGA INGRIDIANTO NIM I PUTU TIRTA TAMARA PUTRA NIM PENGERTIAN JARINGAN ETHERNET Disusun Oleh : RENGGA INGRIDIANTO NIM 15101812 I PUTU TIRTA TAMARA PUTRA NIM 15101277 NI PUTU EKA PURNAMANINGSIH NIM 15101001 AHMAD WAHYUDI NIM 15101526 SARAFIB=NA AMELINDA

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KONTROL TERDISTRIBUSI

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KONTROL TERDISTRIBUSI LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KONTROL TERDISTRIBUSI DCS Yokogawa CS3000 Department Poly CP3 PT. Indorama Synthetics Tanggal 27-30 Oktober 2015 Disusun Oleh : Fahmi Ahmad Husaeni (201302025) Dosen Pengampu :

Lebih terperinci

TCP dan Pengalamatan IP

TCP dan Pengalamatan IP TCP dan Pengalamatan IP Pengantar 1. Dasar TCP/IP TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan

Lebih terperinci

Materi Kuliah Jaringan Komputer ke-1 : DATA PROSES INFORMASI. Hand Out : Piping Supriatna

Materi Kuliah Jaringan Komputer ke-1 : DATA PROSES INFORMASI. Hand Out : Piping Supriatna I. PENDAHULUAN JARINGAN KOMPUTER 1. Konsep dasar pembentukan jaringan komputer Materi Kuliah Jaringan Komputer ke-1 : Pentingnya informasi sebagai kebutuhan utama manusia modern. Informasi tentang hal-hal

Lebih terperinci

WAN. Karakteristik dari WAN: 1. Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas

WAN. Karakteristik dari WAN: 1. Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas WAN WAN adalah sebuah jaringan komunikasi data yang tersebar pada suatu area geografik yang besar seperti propinsi atau negara. WAN selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan

Lebih terperinci

Pengenalan Komunikasi Data

Pengenalan Komunikasi Data Konsep Sistem & Teknologi Informasi C Hal. 1 dari 5 Pengenalan Komunikasi Data Pengertian Komunikasi Data Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media. Media tersebut berupa

Lebih terperinci

Gambar. 1: Physical Layer. Gambar. 2: Protocol Data Unit

Gambar. 1: Physical Layer. Gambar. 2: Protocol Data Unit Physical Layer 1. Pengertian Physical Layer Lapisan ini berhubungan dengan masalah listrik, prosedural, mengaktifkan, menjaga, dan menonaktifkan hubungan fisik. Lapisan ini juga berhubungan dengan tingkatan

Lebih terperinci

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications KOMIKASI DATA Dosen: Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications BAB 1 Pendahuluan 1. Model Komunikasi 2. Komunikasi Data 3. Jaringan Komunikasi Data 4. Protokol

Lebih terperinci

1. IED berkomunikasi dengan Gateway menggunakan protokol standard

1. IED berkomunikasi dengan Gateway menggunakan protokol standard T.Wisnu Wardhana JKT0413/JF/S1/ELE/0296 I. BENAR SALAH (15 Soal) 1. IED berkomunikasi dengan Gateway menggunakan protokol standard 2. IED berfungsi untuk melakukan remote control, telemetering, telesignal,

Lebih terperinci

OSI Reference Model merupakan Model Referensi Standard yang merepresentasikan komunikasi data antar peralatan jaringan dan antar jaringan.

OSI Reference Model merupakan Model Referensi Standard yang merepresentasikan komunikasi data antar peralatan jaringan dan antar jaringan. Modul 11: Overview Open System Interconnection (OSI) Reference Model merupakan model standarisasi internasional yang dibangun oleh International Standardization Organization (ISO) dan International Telecommunication

Lebih terperinci

Pertemuan 3 Dedy hermanto/jaringan Komputer/2010

Pertemuan 3 Dedy hermanto/jaringan Komputer/2010 Pertemuan 3 Adalah : Suatu hubungan antara unsur-unsur penyusun jaringan komputer yaitu node, link dan station Atau Yang memperlihatkan hubungan jaringan atau sambungan antar komputer. Node : Titik suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Perancangan Alat Pada BAB pembuatan alat ini akan dibahas perencanaan dan realisasi pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan dibuat.

Lebih terperinci

B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS)

B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS) B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS) OSI dan Integrated Services Digital Network (ISDN) merupakan bentuk komunikasi internasional. OSI diperkenalkan oleh International Standard Organization

Lebih terperinci

Perancangan dan Realisasi Blok Komunikasi Dial-Up PLC Modicon M340 untuk Pengamatan secara Real-Time Menggunakan HMI/SCADA

Perancangan dan Realisasi Blok Komunikasi Dial-Up PLC Modicon M340 untuk Pengamatan secara Real-Time Menggunakan HMI/SCADA Perancangan dan Realisasi Blok Komunikasi Dial-Up PLC Modicon M340 untuk Pengamatan secara Real-Time Menggunakan HMI/SCADA Nama : Disusun Oleh : Nrp : 0522051 Stefani Puspa Resmi Jurusan Teknik Elektro,

Lebih terperinci

Pemrograman Jaringan

Pemrograman Jaringan Pemrograman Jaringan 1 M O D U L 2 O S I R E F E R E N C E M O D E L T C P / I P P R O T O K O L S U I T E T R A N S P O R T L A Y E R TCP (Transmission Control Protokol) UDP (User Data Protokol) A G R

Lebih terperinci

BAB 2 DASAR TEORI. Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun

BAB 2 DASAR TEORI. Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Mekanisme Penayangan Iklan Digital Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun yang memiliki arti informasi. Iklan adalah suatu cara untuk memperkenalkan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem

BAB I PENDAHULUAN. industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini kebutuhan manusia akan energi semakin berkembang seiring dengan semakin pesatnya perkembangnya teknologi, berbagai penemuan terbaru yang digunakan

Lebih terperinci

Tugas Jaringan Komputer

Tugas Jaringan Komputer Tugas Jaringan Komputer Soal 1. Jelaskan perbedaan antara model jaringan OSI dan TCP/IP 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud Protocol? 4. Jelaskan tentang konsep class

Lebih terperinci

JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua.

JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. 7 OSI LAYER JENIS-JENIS JARINGAN LAN (Local Area Network) Jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, namun pada umumnya dibatasi oleh suatu area lingkungan seperti sebuah lab atau perkantoran

Lebih terperinci

Kontrol Dan Pengawasan Multi Genset Berbasis Protokol Modbus Via Jaringan Lokal (LAN).

Kontrol Dan Pengawasan Multi Genset Berbasis Protokol Modbus Via Jaringan Lokal (LAN). UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Komputer Program Studi Sistem Komunikasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2006/2007 Kontrol Dan Pengawasan Multi Genset Berbasis Protokol Modbus Via Jaringan

Lebih terperinci

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com Rahmady Liyantanto [email protected] liyantanto.wordpress.com Komunikasi Data Jenis Perangkat Keras dan Lunak Contoh Konfigurasi Arsitektur Protokol Sistem Operasi Jaringam Definisi Jaringan komputer

Lebih terperinci

Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP

Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP Rika Sustika P2 Informatika-LIPI [email protected] Oka Mahendra P2 Informatika-LIPI [email protected]

Lebih terperinci

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu 1 Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain. Setiap Ethernet card mempunyai alamat

Lebih terperinci

Daftar Isi i ii Jaringan Komputer Daftar Isi iii JARINGAN KOMPUTER Oleh : Jonathan Lukas Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2006 Hak Cipta Ó 2006 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang

Lebih terperinci

Model Komunikasi. Sumber-sumber. Alat Pengirim. Sistem Trasmisi. Alat Penerima. Tujuan (Destination) Menentukan data untuk dikirim

Model Komunikasi. Sumber-sumber. Alat Pengirim. Sistem Trasmisi. Alat Penerima. Tujuan (Destination) Menentukan data untuk dikirim Pendahuluan Model Komunikasi Sumber-sumber Menentukan data untuk dikirim Alat Pengirim Mengubah data menjadi signal yang dapat dikirim Sistem Trasmisi Mengirim data Alat Penerima Mengubah signal menjadi

Lebih terperinci

DASAR JARINGAN DAN TELEKOMUNIKASI RESUME MATERI ETHERNET. disusun oleh:

DASAR JARINGAN DAN TELEKOMUNIKASI RESUME MATERI ETHERNET. disusun oleh: DASAR JARINGAN DAN TELEKOMUNIKASI RESUME MATERI ETHERNET disusun oleh: disusun oleh: Aditya Shofwan Zulma 1202144025 KELAS SI-38-01 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR ABSTRACT Nowadays, as the industry grows bigger in the world, there are large numbers of industry machines and variations of people s need that has been increasing all the time. A process control needs

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. besar berupa gambar dengan tujuan agar sebuah sistem dapat lebih mudah

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. besar berupa gambar dengan tujuan agar sebuah sistem dapat lebih mudah BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Interface Blok Diagram Interface adalah bagian-bagian dan alur kerja sistem yang bertujuan untuk menerangkan cara kerja dan alur sistem tersebut

Lebih terperinci

Jaringan Komputer dan Komunikasi Data. Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom, M.Cs

Jaringan Komputer dan Komunikasi Data. Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom, M.Cs Jaringan Komputer dan Komunikasi Data Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom, M.Cs Diagram Model Sederhana Sistem Komunikasi Diagram Model Sederhana Sistem Komunikasi Model Komunikasi Source (Sumber) Menghasilkan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis Dengan LED Matrix Berbasis Arduino adalah suatu sistem media penyampaian informasi di dalam ruangan yang menggunakan

Lebih terperinci

B A B IV A N A L I S A

B A B IV A N A L I S A 76 B A B IV A N A L I S A 4.1 Analisa Utilisasi Pada sisi akses, parameter yang berkaitan dengan transfer data selain bandwidth juga dikenal dengan parameter throughput. Throughput adalah jumlah bit-bit

Lebih terperinci

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID Oleh: Mahsun Abdi / 2209106105 Dosen Pembimbing: 1. Dr.Ir. Mochammad Rameli 2. Ir. Rusdhianto Effendie, MT. Tugas Akhir PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR

Lebih terperinci

Physical Layer Merupakan lapisan terbawah dari OSI. Lapisan ini bertanggung jawab terhadap masalah pemindahan data dari hardware satu ke hardware lain

Physical Layer Merupakan lapisan terbawah dari OSI. Lapisan ini bertanggung jawab terhadap masalah pemindahan data dari hardware satu ke hardware lain Physical Layer Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Physical Layer Merupakan lapisan terbawah dari OSI. Lapisan ini bertanggung jawab terhadap

Lebih terperinci

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer. Input/Output

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer. Input/Output DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer Input/Output 1 9/13/2016 Masalah Input/Output Berbagai macam periferal yang begitu luas Mengirimkan sejumlah data yang berbeda Pada kecepatan berbeda-beda Dalam

Lebih terperinci

KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote

KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote Komunikasi Data Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang

Lebih terperinci

Sistem komputer. Tiga komponen utama :

Sistem komputer. Tiga komponen utama : Sistem komputer Tiga komponen utama : CPU, Memori (primer dan sekunder) Peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem Latar Belakang I/O Input / Output:

Lebih terperinci

Data and Computer BAB 2

Data and Computer BAB 2 William Stallings Data and Computer Communications BAB 2 Protokol dan Arsitektur 1 Karakteristik Langsung atau tidak langsung Monolitik atau terstruktur Simetris atau asimetris Standar atau tidak standar

Lebih terperinci

BAB II. Protocol and Error Handling

BAB II. Protocol and Error Handling BAB II Protocol and Error Handling A. Protocol 1. Pengertian Protocol dan TCP/IP (Transfer Control Protocol/ Internet Protocol) Protocol adalah bahasa atau prosedur hubungan yang digunakan oleh satu sistem

Lebih terperinci

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200 PC-Link PC-Link Application Note AN200 GUI Digital Input dan Output Oleh: Tim IE Aplikasi ini akan membahas software GUI (Grapic User Interface) yang digunakan untuk mengatur Digital Input dan Output pada.

Lebih terperinci

ORGANISASI KOMPUTER 1

ORGANISASI KOMPUTER 1 ORGANISASI KOMPUTER 1 STMIK AUB SURAKARTA Latar Belakang: tentang I/ O Input / Output: bagaimana menangani komunikasi dan transfer data antara periferal dengan CPU dan memory Periferal? Apakah itu periferal?

Lebih terperinci

RRTU Emulator; Dasar Pengetahuan : SCADA dan KOMPUTER Penyusun : Heri Bambang Nurdiansyah. I. Dasar Teori

RRTU Emulator; Dasar Pengetahuan : SCADA dan KOMPUTER Penyusun : Heri Bambang Nurdiansyah. I. Dasar Teori KOMUNIKASI WONDERWARE INTOUCH Doc. No. : 3 DENGAN MODBUS PROTOCOL Tanggal : 11 Desember 2014 (Modbus RTU Simulator) Revisi : Original Instrumentation and Automation Halaman : 1 14 page Maksud Dan Tujuan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. SURAT KETERANGAN SELESAI MAGANG... iii. SURAT PERINTAH MAGANG KERJA PRAKTEK... iv. PRAKATA...

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... ii. SURAT KETERANGAN SELESAI MAGANG... iii. SURAT PERINTAH MAGANG KERJA PRAKTEK... iv. PRAKATA... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT KETERANGAN SELESAI MAGANG... iii SURAT PERINTAH MAGANG KERJA PRAKTEK... iv INTISARI... v ABSTRACT... vi MOTTO... vii PERSEMBAHAN... viii

Lebih terperinci

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer.

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer. Uraian dan Sasaran Uraian : Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer. Sasaran : Mahasiswa bisa mendesign dan membangun jaringan komputer

Lebih terperinci

SISTEM MONITORING LAYAR KOMPUTER SECARA REMOTE MENGGUNAKAN JARINGAN MULTIDROP RS 485

SISTEM MONITORING LAYAR KOMPUTER SECARA REMOTE MENGGUNAKAN JARINGAN MULTIDROP RS 485 SISTEM MONITORING LAYAR KOMPUTER SECARA REMOTE MENGGUNAKAN JARINGAN MULTIDROP RS 485 (Irwan Kristanto) SISTEM MONITORING LAYAR KOMPUTER SECARA REMOTE MENGGUNAKAN JARINGAN MULTIDROP RS 485 Irwan Kristanto

Lebih terperinci

KOMUNIKASI DATA & JARINGAN KOMPUTER PENDAHULUAN

KOMUNIKASI DATA & JARINGAN KOMPUTER PENDAHULUAN KOMUNIKASI DATA & JARINGAN KOMPUTER PENDAHULUAN DEFINISI DATA Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan,

Lebih terperinci

Quiz Jarkom 1. Nama : Andrian Ramadhan Febriana NIM : Kelas : IS-3. Jurusan Sistem Informasi. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Quiz Jarkom 1. Nama : Andrian Ramadhan Febriana NIM : Kelas : IS-3. Jurusan Sistem Informasi. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Quiz Jarkom 1 Nama : Andrian Ramadhan Febriana NIM : 10512318 Kelas : IS-3 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia Bandung 2013 Soal Quiz : 1. Jelaskan

Lebih terperinci

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan 1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Transport layer/ lapisan transport merupakan lapisan keempat dari model referensi OSI yang bertugas menyediakan data transport yang

Lebih terperinci

PENGENALAN KOMUNIKASI DATA

PENGENALAN KOMUNIKASI DATA PENGENALAN KOMUNIKASI DATA Konsep Komunikasi Data Terminologi Komunikasi Data Bentuk Komunikasi Komponen Dasar Komunikasi Data Aplikasi Riil Sistem Komunikasi Data Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi,

Lebih terperinci

OSI Data Link Layer. CCNA1-1 Chapter 7

OSI Data Link Layer. CCNA1-1 Chapter 7 OSI Data Link Layer CCNA1-1 Chapter 7 OSI Data Link Layer Accessing the Media CCNA1-2 Chapter 7 OSI Data Link Layer Provides the user interface Organize data for network transfer Segmentation and managing

Lebih terperinci

- 1 - Frame Relay. Fitur Frame Relay. Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut: 1. Kecepatan tinggi. 2. Bandwidth Dinamik

- 1 - Frame Relay. Fitur Frame Relay. Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut: 1. Kecepatan tinggi. 2. Bandwidth Dinamik - 1 - Frame Relay Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi

Lebih terperinci

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP. 2103137045 PROGRAM STUDI D3 PJJ TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2016

Lebih terperinci

Fungsi Lapis Transport

Fungsi Lapis Transport Transport Layer Fungsi umum Memungkinkan multi aplikasi dapat dikomunikasikan melalui jaringan pada saat yang sama dalam single device. Memastikan agar, jika diperlukan, data dapat diterima dengan handal

Lebih terperinci

Bab 7. Data Link Control

Bab 7. Data Link Control Bab 7. Data Link Control 1/total Outline Konsep Data Link Control Flow Control Error Detection Error Control High Level Data Link Control Protokol DLC Lain (Frame Relay dan ATM) 2/total Control Aliran

Lebih terperinci

II Protokol Remote Link II Protokol Modbus II Request Read N Bits. 16 II Request Read N Words. 16 II

II Protokol Remote Link II Protokol Modbus II Request Read N Bits. 16 II Request Read N Words. 16 II ABSTRAK Perkembangan dalam bidang industri dewasa ini semakin maju. Sebagian besar bidang industri telah menggunakan teknologi otomasi industri, pengendalian mesin-mesin industri telah dilakukan dengan

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dan perangkat lunak yang digunakan. hasil rancangan yang ada. Halaman web dibuat dengan basis php

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dan perangkat lunak yang digunakan. hasil rancangan yang ada. Halaman web dibuat dengan basis php BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Spesifikasi Sistem Sistem yang dirancang menggunakan 2 komponen utama yang menjadi pendukung, yaitu komponen perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

Lebih terperinci

PROTOKOL. 25/03/2010 Komunikasi Data/JK 1

PROTOKOL. 25/03/2010 Komunikasi Data/JK 1 PROTOKOL Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika komunikasi data terjadi, yaitu: - Sumber harus mampu menginformasikan identitas sistem tujuan yang diinginkan kepada jaringan komunikasi - Sistem sumber

Lebih terperinci

Masalah Timing (pewaktu) memerlukan suatu mekanisme untuk mensinkronkan transmitter dan receiver Dua solusi. Asinkron Sinkron

Masalah Timing (pewaktu) memerlukan suatu mekanisme untuk mensinkronkan transmitter dan receiver Dua solusi. Asinkron Sinkron TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL Masalah Timing (pewaktu) memerlukan suatu mekanisme untuk mensinkronkan transmitter dan receiver Dua solusi Asinkron Sinkron Data ditransmisikan dengan character pada satu

Lebih terperinci

SOAL-SOAL UTS JARINGAN KOMPUTER

SOAL-SOAL UTS JARINGAN KOMPUTER SOAL-SOAL UTS JARINGAN KOMPUTER Soal No.1 a. Rancang sebuah MAN dengan criteria sebagai berikut : - Topologi jaringan yang digunakan - Protokol yang dipakai - Alamat IP tiap host dan server - Operating

Lebih terperinci

TSK304 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto

TSK304 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto TSK304 - Teknik Interface dan Peripheral Eko Didik Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Sebelumnya, dibahas tentang desain mikrokomputer yang terdiri atas CPU, RAM dan ROM operasi

Lebih terperinci

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP 1011101010101011101 Budhi Irawan, S.Si, M.T Pendahuluan Model Referensi OSI (Open System Interconnection) merupakan standar dalam protokol jaringan yang dikembangkan oleh ISO

Lebih terperinci