BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
|
|
|
- Devi Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Pesatnya perkembangan teknologi saat ini mempengaruhi laju informasi laju informasi yang beredar yang akurat dan cepat yang dapat membantu dalam menentukan strategi perusahaan. Teknologi internet kini telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan dimana teknologi tersebut mampu memberikan jangkauan yang luas untuk penyebaran informasi. Data dan analisis hasil liputan media sangat mendasar sebagai panduan rencana aktivitas public communication dan marketing. Untuk membantu efektivitas dari hubungan perusahaan dan aktivitas pemasaran, News Media Monitoring Online menawarkan liputan media yang komprehensif dan monitoring di media cetak, media elektronik, dan media internet yang berada di Indonesia. Yang nantinya data dan informasi yang didapat akan diolah sebagai knowledge management Analisis Kebutuhan Peluang yang terdapat pada sistem yang baru adalah: Kebutuhan memperoleh informasi yang praktis. Dengan semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dewasa ini terutama internet, maka perusahaan diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk dapat mendukung kegiatan informasi perusahaan. Mediabanc dapat membantu perusahaan menyediakan kebutuhan informasi yang menarik dengan praktis (cepat, akurat, dan 55
2 56 mudah) yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Selain itu, intranet juga berperan dalam pendistribusian informasi secara internal perusahaan. Informasi dapat distribusikan secara cepat melalui perusahaan ataupun portal. Pengguna internet yang meningkat. Dengan penggunaan internet yang semakin meningkat dewasa ini, maka dapat menjadi peluang bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk untuk memanfaatkan dan mengembangkan sistem penginformasian melalui media internet. Berdasarkan data statistik terakhir, pengguna internet dunia kini mencapai 1,7 miliar jiwa, dan Asia menguasai sekitar 42,4%. Sedangkan di Indonesia pada tahun 2010 ini tercatat sekitar 57,8 juta jiwa pengguna internet. Berkembang pesatnya media monitoring secara online. Dewasa ini semakin banyak Media Agency yang menawarkan jasa untuk menyiapkan pemberitaan media melalui online clipping. Hal ini dapat menjadi peluang bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk untuk mendapatkan data dan informasi dari berbagai media secara cepat dan praktis. Semakin banyak perusahaan yang menggunakan knowledge management. Pesatnya teknologi sehingga banyak alternatif yang digunakan untuk mendukung pendistribusian data dan
3 57 informasi serta mengumpulkan, memelihara, mengolah data dan informasi yang ada yang berguna untuk perusahaan di masa sekarang dan akan datang. Untuk mengetahui kebutuhan dari Indofood dan konsumennya, maka penelitian analisis kebutuhan. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara. Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai pentingnya media monitoring online dan knowledge management bagi Divisi Public Relation dan internal perusahaan. Berikut ini diperlihatkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa narasumber : Divisi Public Relation sebagai pengelola. Divisi Public Relation membutuhkan media monitoring online agar Divisi Corporate Public Relation dapat menerima berita dari berbagai media secara cepat. Divisi Public Relation tidak perlu lagi berlangganan koran, membaca halaman per halaman untuk mencari berita-berita yang berkaitan dengan Indofood serta berita-berita lainnya, dan mengumpulkan berita tersebut dalam bentuk kliping. Hal tersebut sudah disediakan secara khusus oleh mediabanc. Dengan adanya media monitoring online, Divisi Corporate Public Relation dapat lebih menghemat waktu dalam pengumpulan data dan informasi melalui berita-berita yang ada di media. Dan semua data dan informasi yang ada akan disimpan ke server sehingga divisi ini memiliki database tersendiri. Berita tersebut juga akan didistribusikan melalui internal ataupun melalui portal sehingga memudahkan karyawan perusahaan untuk mengakses dan mendapatkan informasi. Data dan informasi tersebut akan
4 58 disimpan, dipelihara, diolah, dan dijadikan bahan pembelajaran atau evaluasi secara bersama agar dapat menghasilkan suatu pengetahuan yang baru. Karyawan sebagai konsumen. Disini karyawan akan diuntungkan karena dengan penggunaan media monitoring online karyawan dalam perusahaan tersebut akan mendapatkan informasi secara cepat. Berita-berita ter sebut dapat diakses melalui dan portal. Dan karyawan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru dari berita-berita yang ada Analisis Masalah dengan Diagram Fishbone Dr. Kaoru Ishikawa seorang ilmuwan Jepang, merupakan tokoh kualitas yang telah memperkenalkan user friendly control, Fishbone cause and effect diagram, emphasised the internal customer kepada dunia. Fishbone diagram adalah suatu diagram yang menunjukkan hubungan antara faktor-faktor penyebab masalah dan akibat yang ditimbulkan. Manfaat dari fishbone diagram antara lain mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah serta membangkitkan ide-ide untuk mengatasi permasalahan tersebut. Permasalahan yang timbul ialah kurang efektifnya cara memonitor media melalui cara konvensional. Jika masih menggunakan cara konvesional, maka datadata tersebut tidak tahan lama dan cenderung dapat hilang atau tercecer. Perlu adanya perubahan cara memonitor media dan menyimpan data-data tersebut agar divisi Corporate Public Relations agar mampu menjadi media informasi yang efektif dan efisien untuk public dan internal. Sehingga dapat menambah pengetahuan masyarakat, mitra kerja, maupun instant pemerintah yang terkait. Serta memberikan value added bagi perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu, untuk mengetahui apa penyebab sebenarnya dalam permasalahan tersebut maka penulis menggunakan
5 59 Diagram Fishbone untuk melakukan analisis masalah seperti yang digambarkan berikut ini: Manusia Peralatan Media Monitoring Online yang belum efektif menjadi media informasi. Waktu dan Biaya Tampilan Gambar 3.1 Diagram Fishbone Sumber: Hasil penelitian penulis Berdasarkan gambar di atas, maka dapat ditentukan kategori-kategori utama apa saja yang menjadi penyebab hingga terbentuknya permasalahan ini, antara lain: 1. Manusia Kurangnya pengetahuan mengenai akan pentingnya teknologi informasi dewasa ini sehingga karyawan kurang mampu memanfaatkan teknologi sebagai media informasi yang lebih efektif. Kemampuan untuk memanfaatkan dan mengolah teknologi informasi masih dinilai kurang, karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan.
6 60 2. Peralatan Komputer yang sampai saat ini digunakan karyawan pada divisi Corporate Public Relation dalam perusahaan masih sangat standar, serta sering terjadinya kerusakan-kerusakan yang mampu menghambat suatu pekerjaan. Aplikasi pada komputer yang digunakan karyawan pada divisi Corporate Public Relation pada saat ini masih sangat sederhana sehingga dapat menghambat dalam hal pemanfaatan teknologi informasi sebagai media publikasi yang efektif. 3. Waktu dan Biaya Waktu dan biaya yang digunakan untuk me-monitoring media belum efektif. Karena banyak waktu terfokus pada kegiatan tersebut, maka evaluasi dan pembelajaran mengenai data-data yang ada pada saat memonitoring media jarang dilakukan. 4. Tampilan Pada cara tradisional, konten data hanya potongan-potongan kertas yang kemudian ditempel. Informasi yang diberikan pada konten tersebut tidak lengkap, tidak terdapat penjelesan analisis mengenai informasi tersebut dan tone mengenai berita. Struktur tampilan dalam konten masih belum rapi dan tampilan-nya pun y ang masih sangat standar Pengembangan Alternatif Solusi Melakukan kombinasi antara cara lama (kliping konvensional) dan Online clipping (News Media Monitoring Online) untuk penyesuaian awal. Indofood selalu memonitor seluruh berita terkait untuk mengetahui perkembangan perusahaan dan citra apa yang terbentuk di masyarakat secara umum. Selama ini proses monitoring dilakukan
7 61 secara tradisional yaitu dengan membaca langsung setiap berita di semua media, yakni berlangganan puluhan koran kemudian dibaca, digunting dan ditempel, difotocopy lalu disebarkan. Saat ini Indofood sedang mengembangkan suatu media monitoring secara online untuk dapat memonitor seluruh pemberitaan media dengan lebih cepat, praktis dan akurat. CPR Indofood akan mengembangkan Clipping Online yaitu bentuk penyajian kliping secara online yakni melalui setiap hari. Sedangkan data-data kliping akan disimpan di server Indofood. Diusahakan akan diterima setiap pagi. Untuk berita yang khusus (kasus) akan diinformasikan lebih cepat. Selanjutnya media monitoring ak an dik erjak an oleh agency yang telah disewa Indofood. Melalui layanan ini Indofood tidak perlu lagi berlangganan koran. Meskipun demikian Indofood tetap akan berlangganan Kompas dan Bisnis Indonesia. Jika perusahaan telah siap, maka perusahaan dapat hanya mengimplementasikan Online clipping (News Media Monitoring Online). Karena dalam realitanya Indofood baru mengimplementasikan Media Monitoring Online. Sehingga Indofood masih perlu beberapa penyesuaian dengan proses ini. Jika terus menerus Indofood melakukan media monitoring secara konvensional, hal ini akan merugikan pihak Indofood karena hasil dari clipping tersebut dalam bentuk kertas sehingga tidak tahan lama dan dapat tersebar atau hilang. Padahal hasil tersebut dapat dijadikan knowledge management yang akan digunakan untuk bahan evaluasi dan pembelajaran bagi Indofood. Mengimplementasikan Online clipping (News Media Monitoring Online) dan mengolah data dan informasi yang ada agar dapat menjadi pengetahuan yang baru (knowledge management). Jik a langsung mengimplementasik an, secara otomatis PR Indofood memiliki database mereka tersendiri. Dan hal ini akan menguntungkan Indofood karena secara berkala perusahaan tersebut dapat mengevaluasi, mempelajari, dan menemukan inovasi baru yang berguna untuk kedepannya. Setiap
8 62 data dan informasi yang terkumpul dapat diolah menjadi pengetahuan baru. Setiap karyawan dalam perusahaan dapat melakukan sharing knowledge dan setiap data, informasi, dan pengetahuan yang ada dapat terdokumentasi dan terakses dengan cepat. Contohnya seperti masalah yang baru terjadi dengan Indomie di Taiwan, hal ini dapat menjadi pembelajaran serius. Indofood dapat mengetahui dari mana saja sumber berada, animo masyarakat tentang hal tersebut, dan lain-lain. Jadi jika ada masalah seperti ini lagi kedepannya, Indofood tahu apa yang harus dilakukan. Seandainya masih melakukan cara konvesional, mungkin data tersebut dapat hilang dan tidak bisa dipakai lagi karena dalam bentuk kertas dan tidak tahan lama serta ada kesulitan untuk memperbaharui data. 3.3 Pengembangan Model Optimasi Analisis Porter Pendatang baru yang potensial: Tidak ada Ancaman Pendatang Baru Kekuatan Penawaran Pemasok: Indofood Persaingan Usaha Sejenis: PT S ayap Mas U tama PT Garuda Food Pembeli : Masyarakat Kekuatan penawaran pemasok Ancaman produk pengganti Produk Subtitusi antara lain: Mie Sedap, Blueband,, dll Gambar 3.2 Analisa Porter Sumber : Penelitian Penulis
9 63 Keterangan : 1. Pendatang baru yang potensial Bagi perusahaan Indofood, datangnya pesaing baru perlu dicermati dan diantisipasi. Kehadiran pendatang baru bisa saja mempersempit persaingan namun bisa juga menjadi partner dalam mengembangkan suatu bisnis. Hingga saat ini belum ada pendatang baru di bidang yang sama seperti Indofood. 2. Persaingan usaha sejenis PT Sayap Mas Utama merupakan direct competitor bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk. PT Sayap Mas Utama atau yang sering disebut dengan Wings Grup ini memproduksi produk Mi instan dan menjadi pesaing bagi Indofood sebagai perusahaan yang memiliki produk utama Mie Instan. Indofood dan Wings Grup merupakan perusahaan terkemuka di Indonesia dan memiliki posisi yang kuat dimata masyarakat. PT GarudaFood Putra Putri Jaya berdiri pada tahun 1958 dengan nama PT Tudung Putra Jaya. Perusahaan ini merupakan indirect competitor bagi PT Indofood Sukses Makamur Tbk, Garuda Food bergerak dalam bidang bisnis yang sama dengan Indofood meskipun kedua perusahaan ini memiliki kekuatan pada produk utama yang berbeda, namun Indofood dan Garuda Food sama-sama memiliki produk dairy. Walaupun demikian, PT Indofood Sukses Makmur Tbk masih dapat mempertahankan pasarnya. Selain karena merek-merek Indofood sudah terpercaya, Indofood selalu dapat berinovasi dan meningkatkan kualitasnya. 3. Produk pengganti atau subtitusi Berbagai macam produk subtitusi yang beredar di masyarakat. Ambil saja contoh Mie Sedap yang diproduksi oleh PT Sayap Mas Utama. Pada
10 64 beberapa tahun lalu saat PT Sayap Mas Utama memproduksi produk baru Mie Sedap, Indofood sempat mengalami penurunan penjualan walupun tidak signifikan. Harga Mie Sedap lebih murah dibandingkan Indomie dan pemasaran Mie Sedap melalui iklan cukup menarik perhatian pembeli. Namun hal ini cepat ditanggapi oleh Indofood sehingga Indofood cepat melakukan serangan balik agar tetap mempertahankan penjualan. Serangan balik yang dilakukan adalah dengan tetap mempertahankan image bahwa Indomie adalah mie instan yang high class. Selain itu Indofood mencermati perilaku konsumen, yaitu mind set konsumen saat itu produk mie instan yang sedang in adalah Mi Sedap dan konsumen hanya terfokus pada kata sedap saja. Pada saat di toko atau swalayan konsumen mencari produk Mie Sedap mereka hanya fokus terhadap kemasan mie yang bertuliskan sedap. Untuk mempertahankan penjualannya, Indofood melakukan serangan dengan membuat kemasan luar Indomie dengan bertuliskan kata sedap pada kemasan tersebut. Hal ini berguna untuk mengecoh konsumen. Karena itu Indofood perlu melakukan inovasi dan extra pelayanan bagi konsumen agar konsumen tetap loyal terhadap produk Indofood dan tidak beralih ke produk subtitusi lain yang ditawarkan oleh kompetitor. 4. Pemasok PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengelola seluruh tahapan proses produksi produk makanan yang dimilikinya, mulai dari produksi dan pengelolaan bahan baku hingga menjadi produk yang siap di jual kepada pelanggan. Indofood memiliki perkebunan yang bekerja sama dengan para petani untuk mengelola hasil pertanian/perkebunan yang akan dijadikan sebagai bahan baku untuk memproduksi berbagai produknya.
11 65 Hasil dari pertanian/perkebunan tersebut kemudian diolah sehingga menjadi bahan baku yang siap untuk diproduksi di pabrik Indofood sehingga menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Di pabrik produksi semua bahan baku diolah sebaik mungkin sehingga menjadi produk yang berkualitas tinggi, di pabrik tidak hanya terdapat kegiatan produksi, namun juga kegiatan research yang berfungsi untuk mengendalikan komposisi-komposisi yang digunakan dalam memproduksi suatu produk dengan baik, kegiatan ini dilakukan dengan mengambil sample secara random dan menelitinya dalam sebuah ruangan laboratorium untuk memastikan produk tersebut sudah layak dipasarkan sebagai produk berkualitas. Pengemasan juga dilakukan di pabrik, semua bahan baku yang telah diolah dan menjadi produk jadi kemudian disortir ke dalam ruangan pengemasan, tenaga kerja yang ber-skill tinggi yang dimiliki oleh Indofood mengemas produk dengan cepat dan baik. Distribusi merupakan komponen utama dalam mata rantai kegiatan operasional Indofood sebagai perusahaan Total Food Solutions. Indofood tidak memiliki gudang penyimpanan pada pabriknya, setiap 8 jam sekali produk siap untuk kemudian langsung didistribusikan pada outlet ritel/pasar tradisional. Melalui jaringannya yang luas, maka menjamin ketersediaan produk-produk Indofood di hampir seluruh pelosok Nusantara. Bagian distribusi ini mendistribusik an secara baik produkproduk Indofood maupun produk-produk pihak ketiga. 5. Pembeli PT Indofood Sukses Makmur Tbk memiliki berbagai jenis produk yang ditujukan untuk berbagai segmen pasar. Oleh karena itu, pembeli atau
12 66 konsumen Indofood adalah seluruh kalangan masyarakat baik dalam dan luar negeri. Produk-produk yang telah didistribusikan dari pabrik tersedia pada otlet-outlet ritel serta pasar tradisional di setiap wilayah sehingga konsumen dapat dengan mudah menemukan produk Indofood karena sistem pendistribusiannya yang luas. Indofood menunjukkan bahwa selama ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, dan saat ini dalam posisi yang kuat untuk mengambil peluang seiring dengan kondisi ekonomi di Indonesia yang meningkat dan lebih tangguh. Merek merek Indofood tetap melekat sebagai merek Top of Mind di kalangan konsumen di semua lapisan masyarakat. Merek Indofood dipercaya atas produknya yang berkualitas serta bercita rasa tinggi. Hal ini yang menyebabkan masyarakat terus loyal pada merek-merek Indofood. Karena Indofood tetap mempertahankan kualitas yang ada serta tetap memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. 3.4 Tahap Pengembangan Model Menghentikan berlangganan Koran, majalah, dan tabloid (kecuali Kompas, Bisnis Indonesia, dan The Jakarta Post) yang ada selama ini, kemudian dialihkan untuk berlangganan News Media Monitoring Online sebagai penyedia berita dalam bentuk online. Berita akan tersaji setiap hari mulai pukul pagi di website Media Banc (e- News library). Setiap pelanggan akan diberikan user id dan password untuk masuk dalam e-library tersebut.
13 67 Kemudian akan dibuat summary dan dikirim kepada BOD melalui (maksimal jam pagi). Untuk berita berita khusus (terkait dengan kasus) akan di-update setiap saat. Tidak diperlukan lagi hardcopy kliping, sehingga lebih hemat dan efisien. Daily report alert 2 (dua) kali sehari yakni pukul (koran pagi) dan pukul (koran sore). Arsip berita akan disimpan pada server Indofood di divisi IT. Topik pemberitaan akan dibagi menjadi beberapa topik besar yakni berita Indofood, berita Salim Group, berita mengenai ekonomi, berita pangan, berita komoditi seperti CPO, gandum serta berita-berita lain yang memiliki dampak langsung terhadap Indofood. Media yang dimonitor : o Surat Kabar Harian : Kompas, The Jakarta Post, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Koran Tempo, Republika, Warta Kota, Harian Ekonomi Neraca, Investor Dialy, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Seputar Indonesia, Jakarta Globe, Koran Kontan, Koran Jakarta, Jawa Pos. o o Tabloid : Kontan. Majalah : Mix, Marketing, Investor, Trust, Globe Asia, SWA, Warta Ekonomi, Gatra, dan Tempo. o Media Online : LKBN Antara dan detik.com News Monitoring Agency akan memberikan layanan berupa seluruh berita yang ter-capture melalui beberapa kata kunci yang diberikan oleh perusahaan, memberikan report bulanan yang disertai grafik. Selanjutnya data-data dari clipping online yang dilakukan PR dalam aktivitasnya memonitoring media dapat diupload di portal Indofood sehingga seluruh pekerja
14 68 Indofood dapat mengetahui informasi apa saja yang terbaru dari dalam dan luar Indofood. Data data tersebut harus mudah diakses seperti melalui telepon gengam (Blackberry). Terlebih lagi bagi BOD Indofood agar mereka dapat memanfaatkan waktu dan tetap mengetahui info atau kabar terbaru tentang Indofood. Data data yang tersimpan dalam database Divisi Public Relation akan disimpan, dipelihara, diolah, dipelajari, dan dianalisis sehingga menghasilkan pengetahuan yang baru yang dapat membantu pengambilan keputusan pada saat sekarang dan masa depan. Data dan informasi yang ada akan di-sharing-kan untuk saling membantu sesama karyawan sebagai suatu tim, dan bekerja sambil memanfaatkan knowledge yang ada. Sharing data dan informasi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi sebagai tempat bagi semua karyawan untuk mengeluarkan apa yang dimiliki termasuk permasalahan dan kondisi di lapangan demi membuat kebijakan yang lebih sesuai.
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa: Public Relations memiliki peran penting dalam kemajuan perusahaan, salah satunya adalah menentukan media yang efektif
BAB III GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
BAB III GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN 3.1 Profil Perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan pada tahun 1990 dengan nama PT Pangajaya Intikusuma, kemudian pada tahun 1994 berganti nama menjadi
GAMBARAN UMUM Sejarah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant dan makanan
GAMBARAN UMUM Sejarah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant dan makanan olahan terkemuka di Indonesia yang menjadi salah satu
ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK MIE SEDAP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN (Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK MIE SEDAP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN (Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta) Oleh: SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Telekomunikasi merupakan bagian yang penting di dalam kehidupan manusia dan tak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Handphone menjadi salah satu sarana
BAB I PENDAHULUAN. Bruto (PDB) Indonesia selama 10 tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor Industri merupakan sektor utama dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini sebagai penyumbang terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia
memegang market share terbesar. Kedua produsen ini merupakan produsen yang berasal dari perusahaan yang cukup ternama, yaitu Indofood Grup dan Wings G
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Mie instan merupakan salah satu produk yang saat ini menjadi sangat disukai di berbagai kalangan. Berbagai ragam mie instan dapat kita temukan di pasaran. Mulai dari
BAB I PENDAHULUAN. manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk
I. PENDAHULUAN. cukup memberikan efek yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi sekarang ini cukup memberikan efek yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia diantaranya
Laporan Hasil Wawancara. Narasumber : Bapak Imam M.R. (Wireless Broadband Access Manager ICT Centre Jakarta)
L1 LAMPIRAN 1 Laporan Hasil Wawancara Narasumber : Bapak Imam M.R (Wireless Broadband Access Manager ICT Centre Jakarta) 1. Apakah sistem informasi yang menjadi kebutuhan perusahaan saat ini, mengingat
BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN
Dari hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan peneliti, prosentase masing-masing kategori dari masing-masing pengkoder menujukan lebih dari 60%. Maka dapat dikatakan bahwa seluruh kategori yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN. memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi melalui internet. Namun Koran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media cetak semakin tergerus dan bersaing dengan media digital, dengan semakin meluasnya pasar tablet dan koneksi internet yang semakin banyak, tentu memudahkan masyarakat
BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini, kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi sangatlah besar. Informasi secara tidak langsung harus didapatkan dengan cepat dan tepat, sehingga
BAB I PENDAHULUAN. Media merupakan salah satu eksternal stakeholder perusahaan yang dapat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media merupakan salah satu eksternal stakeholder perusahaan yang dapat mempengaruhi reputasi. Media menggambarkan perusahaan dengan pemberitaan di media,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era sekarang ini adalah jamannya menggunakan segala sesuatunya dengan online. Mulai dari menonton televisi, bermain game, mengirimkan pesan, memesan kendaraan
BAB I PENDAHULUAN. baru diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah jauh lebih dulu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha dewasa ini semakin pesat. Berbagai produk baru diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah jauh lebih dulu berkembang maupun
BAB I PENDAHULUAN. terutama di bidang Kuliner. Terdapat beberapa pesaing yang mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era modem saat ini, persaingan di dunia usaha sangat ketat terutama di bidang Kuliner. Terdapat beberapa pesaing yang mempengaruhi perilaku pembelian
BAB I PENDAHULUAN. ruang publik, sebagai Public Service atau pelayanan publik. Hal ini tujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahan swasta maupun pemerintah diwajibkan memberikan ruang publik, sebagai Public Service atau pelayanan publik. Hal ini tujuan untuk memberikan
LAMPIRAN 1 WAWANCARA. 1. Bagaimana sejarah singkat dari PT. Karya Niaga Makmur?
L1 LAMPIRAN 1 WAWANCARA 1. Bagaimana sejarah singkat dari PT. Karya Niaga Makmur? PT. Karya Niaga Makmur didirikan pada November 2010 dan dipimpin oleh Bapak Ferry Anwar, SE. PT. Karya Niaga Makmur berkantor
BAB I PENDAHULUAN. yaitu : Indomie, Mie Sedap, Sarimi dan Supermi 2. Pasar makanan mi instan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan yang pesat dalam perkembangan industri makanan sekarang ini, membuat persaingan antar perusahaan semakin ketat. Setiap perusahaan harus memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. adalah berhasil tidaknya kita dalam menarik perhatian calon konsumen agar bisa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam dunia komunikasi pemasaran, kunci utama menuju kesuksesan adalah berhasil tidaknya kita dalam menarik perhatian calon konsumen agar bisa memiliki nilai dan kepuasan
BAB 1 PENDAHULUAN. Selain menciptakan produk yang memiliki keunikan tersendiri dan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Persaingan bisnis di era globalisasi ini semakin ketat dengan munculnya berbagai produk baru yang unik dan menarik untuk menarik minat konsumen. Selain menciptakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta saat ini, bermunculan pula berbagai jenis usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan. Beragamnya penduduk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era reformasi telah memberikan perubahan dalam segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia termasuk perkembangan media massa yang sangat pesat. Perkembangan industri
I. PENDAHULUAN. Persaingan dunia bisnis semakin ketat di era globalisasi saat ini. Berkembangnya
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dunia bisnis semakin ketat di era globalisasi saat ini. Berkembangnya perekonomian mengakibatkan semakin beragamnya produk sejenis ditawarkan dipasar. Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. yang dihasilkan dapat memenuhi keinginan konsumen dan juga keberadaan. produk tersebut harus dikomunikasikan pada konsumen serta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan selalu berusaha agar melalui produk yang dihasilkan (diproduksi) dapat mencapai tujuan (penjualan) yang telah diharapkan. Salah satu tujuan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, perubahan-perubahan terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, perubahan-perubahan terjadi pada berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek ekonomi. Dan dari keadaan ini semua pihak
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk ke tiga terbesar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk ke tiga terbesar di dunia memiliki kebutuhan pangan yang besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya.
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan teknologi semakin berkembang. Salah satu teknologi yang berkembang paling pesat adalah internet. Seperti yang
BAB I PENDAHULUAN. memasarkan produknya. Hal ini di sebabkan oleh banyaknya industri baru yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini tingkat persaingan antar industri mie instant semakin ketat dalam memasarkan produknya. Hal ini di sebabkan oleh banyaknya industri baru yang bermunculan
BAB I PENDAHULUAN. Di era perdagangan bebas sekarang ini, tingkat persaingan usaha di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era perdagangan bebas sekarang ini, tingkat persaingan usaha di pasaran sangat ketat sekali. Hal ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan perekonomian
BAB 1 PENDAHULUAN. tidaknya suatu komunikasi, bila proses gerakan komunikasi itu mampu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan suatu metode yang paling efektif dalam menjalin relasi dengan berbagai jenis kegiatan. Disadari atau tidak, setiap gerakan yang dihasilkan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. infrastruktur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut masyarakat harus mencari tahu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan informasi untuk masyarakat luas semakin diperlukan baik dalam segala sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, kesehatan, pendidikan maupun infrastruktur.
BAB I PENDAHULUAN. menyuguhkan berbagai macam produknya kepada masyarakat. Berkembangnya industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Dewasa ini perkembangan industri media di tanah air menunjukan kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pelaku pada industri
BAB I PENDAHULUAN. konsumen karena dipengaruhi oleh daya beli, begitu juga dengan dunia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar akan selalu berubah akibat perubahaan karakteristik dari perilaku konsumen karena dipengaruhi oleh daya beli, begitu juga dengan dunia usaha, baik produksi
BAB 4 HASIL PENELITIAN. Sebelum penulis masuk kedalam metode kualitatif, penulis melakukan survey
BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian Sebelum penulis masuk kedalam metode kualitatif, penulis melakukan survey terlebih dahulu terhadap 100 responden dengan menggunakan kuantitatif terlebih
BAB I PENDAHULUAN. hubungan yang kuat antara kategori produk dengan merek yang dilibatkan.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagian dari suatu kategori produk perlu ditekankan karena terdapat suatu hubungan yang kuat antara kategori produk dengan merek yang dilibatkan. Ketatnya
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan univesitas lainnya. Bina Nusantara selaku universitas swasta yang unggul dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan universitas di Jakarta sudah semakin pesat dan saling bersaing dengan univesitas lainnya. Bina Nusantara selaku universitas swasta yang unggul dan dapat
BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di era globalisasi ini persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar nasional (domestik) maupun di pasar internasional atau global, akibatnya timbul
BAB 1 PENDAHULUAN. pada perkembangan dari sistem informasi. E-commerce adalah salah satu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, kebutuhan akan sistem informasi mulai dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Perkembangan teknologi juga berpengaruh besar pada perkembangan dari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama memasuki abad 21 ini, yang menuntut setiap perusahaan untuk selalu inovatif dalam mengembangkan usahanya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Koran dalam bentuk media cetak merupakan salah satu bentuk media massa yang sudah ada sejak beratus tahun lalu, dan menjadi bagian dari masyarakat. Koran berfungsi
BAB I PENDAHULUAN. baik yang kemudian berpengaruh terhadap berbagai sektor industri yang semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi sekarang ini cukup memberikan efek yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Khususnya
BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan sarana aktifitas dasar manusia, dimana melalui komunikasi tersebut manusia dapat saling berhubungan satu sama lainya baik dalam kehidupan
VII FORMULASI DAN PEMILIHAN STRATEGI
VII FORMULASI DAN PEMILIHAN STRATEGI 7.1. Identifikasi Faktor Internal Berdasarkan aspek-aspek yang ditinjau untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan internal perusahaan antara lain: faktor
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman di era ini sangat pesat. Interaksi masyarakat dan cara sosialisasi kini telah berbeda. Dahulu masyarakat mendapatkan informasi melalui berita koran,
BAB I PENDAHULUAN. Priestley, seorang ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan bahwa CO2 yang
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sejalan dengan semakin pesatnya pertumbuhan dan perubahan ekonomi serta kegiatan bisnis, maka dibutuhkan strategi untuk menarik dan mempertahankan konsumen dan pelanggan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen atau pelanggannya akan barang
BAB I PENDAHULUAN. muncul krisis atau menjadi juru bicara saja, kini peran PR telah berkembang jauh lebih
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran Public Relations (PR) telah jauh berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dari sebelumnya dianggap hanya berperan seperti pemadam kebakaran saat muncul krisis
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan melalui media cetak maupun media elektronik namun juga di media
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Lingkungan Eksternal Perkembangan usaha di Indonesia saat ini dapat dikatakan telah memasuki memasuki tingkatan dimana pengenalan merek maupun promosi tidak hanya dilakukan melalui
BAB I PENDAHULUAN. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. merupakan salah satu perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. merupakan salah satu perusahaan besar yang sangat terkenal di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan makanan
BAB 1 PENDAHULUAN. penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan adalah mempertahankan pelanggan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat setiap perusahaan harus mampu bersaing, bertahan hidup dan bahkan terus berkembang. Salah satu hal penting yang
BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG
BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG PIU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 BUSINESS PLAN INFRASTRUKTUR KOMPONEN 2 RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG A. LATAR BELAKANG Business Plan merupakan suatu usulan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin pesat. Hal ini
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin pesat. Hal ini membuat peranan telekomunikasi menjadi sangat penting. Televisi adalah penemuan masal yang
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Pabrik sepeda motor Yamaha mulai beroperasi sekitar tahun 1969, sebagai suatu usaha perakitan sepeda motor saja. Semua komponen di import dari jepang
BAB 1 PENDAHULUAN. seperti sekolah, perkantoran, perbankan, penyedia jasa, dan lain sebagainya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat, terutama dalam bidang komputer. Hampir dapat dipastikan semua kegiatan manusia melibatkan komputer, seperti sekolah,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pola konsumsi masyarakat sekarang ini telah banyak dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup. Makanan-makanan cepat saji atau instan kian digemari sebagai substitusi
What is di Gital Marketing
Digital Marketing Standart Kompetensi Mampu Mengenal Konsep Digital Marketing dan Manfaat Bagi Indvidu Maupun Perusahaan. Mampu untuk Membedakan Digital Marketing Tradisional & Modern What is di Gital
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Percetakan merupakan suatu proses memindahkan tulisan atau gambar pada kertas atau objek lainnya dengan melalui sebuah mesin cetak. Percetakan biasanya memproduksi
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ciri-ciri yang semakin menonjol dalam dunia bisnis di Indonesia belakangan ini adalah kompleksitas, persaingan, perubahan dan ketidakpastian. Keadaan tersebut menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Information Communication
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Media massa sebagai sarana menyampaikan informasi, pendidikan dan hiburan pada saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat dahsyat. Perkembangan media
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan media massa sangat pesat telah memberikan perubahan dalam segala sendi kehidupan masyarakat. Di Indonesia perkembangan industri media cetak termasuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Dunia bisnis ritel di Indonesia telah berkembang demikian pesat sesuai dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia bisnis ritel di Indonesia telah berkembang demikian pesat sesuai dengan perkembangan dinamika perekonomian yang terus mengalami proses modernisasi dalam era globalisasi
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Investor Relations Pemerintah Kabupaten Kendal
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN 1. Investor Relations Pemerintah Kabupaten Kendal Investor relations merupakan salah satu kegiatan bagian hubungan masyarakat. Dalam praktek yang dijalankan oleh
BAB 1 PENDAHULUAN. sebuah istilah penting bagi korporasi-korporasi di seluruh dunia. Pada awalnya,
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam beberapa dasawarsa terakhir, Public relations menjelma menjadi sebuah istilah penting bagi korporasi-korporasi di seluruh dunia. Pada awalnya, public relations
BAB 1 PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, kebutuhan manusia terhadap teknologi informasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Di era globalisasi ini, kebutuhan manusia terhadap teknologi informasi semakin berkembang. Salah satu teknologi informasi yang berkembang sangat pesat adalah internet.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Merek (Brand) telah menjadi elemen penting yang berkontribusi terhadap kesuksesan sebuah organisasi, banyak perusahan yang kegiatanya bisnis utamnya didasarakan terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) pada abad 21 dan reformasi sosial
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan Teknologi Informasi (TI) pada abad 21 dan reformasi sosial politik memberi perubahaan besar pada industri media masa di Indonesia. Fungsi media masa sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. Agar bisa memenangkan pesaingan bisnis, perusahanan harus mampu
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan yang terjadi dalam dunia ekonomi membuat perusahaan semakin berlomba-lomba untuk menciptakan ide yang menarik masyarakat. Agar bisa memenangkan pesaingan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah Perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan salah satu grup usaha yang dimiliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. ICBP
BAB 1 PENDAHULUAN. namun juga di negara berkembang salah satunya Indonesia. internet. Internet (singkatan dari interconnected networking)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat pesat. Dunia telah memasuki era globalisasi dimana teknologi informasi dan komunikasi memegang peranan
Public Relation terpecah kedalam marketing public relations dan corporate public relations.
MARKETING PR Public Relation terpecah kedalam marketing public relations dan corporate public relations. Marketing public relations untuk membentuk citra perusahaan yang berdampak terhadap keputusan pembelian.
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Grafik Perbandingan Jumlah Pengusaha Indonesia Dengan Negara Lain. Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM di Indonesia telah menunjukan geliatnya di tahun 2015, tingginya populasi usia produktif di Indonesia yang tak berbanding
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai aktivitas promosi yang dilakukan oleh perusahaan, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1.
BAB I PENDAHULUAN. dengan meningkatkan kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Komunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin maraknya persaingan produk mie instan di Indonesia membuat produsen menggencarkan usahanya untuk merebut perhatian konsumen salah satunya dengan meningkatkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Industri Telekomunikasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1 Industri Telekomunikasi Persaingan industri telekomunikasi, beberapa tahun terakhir semakin ketat. Hal ini terbukti dari budget belanja iklan industri
BAB V KESIMPULAN. V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista. Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda
BAB V KESIMPULAN V.1 Kesimpulan Model Bisnis Distro Dista Distro merupakan industri kreatif yang dijalankan oleh anak muda dalam membuat dan menjual produk dengan desain yang berbeda dari yang lainnya.
I. PENDAHULUAN. Salah satu strategi pemasaran yang efektif yaitu melalui promosi. Promosi merupakan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berkembangnya perdagangan bebas menimbulkan persaingan bisnis yang semakin ketat. Hal ini menuntut perusahaan untuk semakin kreatif dalam menjalankan kegiatan
Media Relations. Menyusun Perencanaan Program Media Relations (2) Anindita, S.Pd, M.Ikom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi
Media Relations Modul ke: Menyusun Perencanaan Program Media Relations (2) Fakultas Ilmu Komunikasi Anindita, S.Pd, M.Ikom Program Studi Public Relations www.mercubuana.ac.id Perencanaan Program Media
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sangat beragam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sangat beragam sekarang ini, membuat perusahaan harus dapat menciptakan produk yang kreatif serta inovatif
P.T. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA
021 31930108 9 [email protected] I ndonesia adalah pasar mie terbesar nomor dua di dunia setelah China dengan jumlah produksi mie yang terus meningkat. Pada tahun 2008 total produksi mie Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsumen dapat mengenal suatu produk atau jasa melalui merek. Melalui merek konsumen dapat membedakan antara produk dan jasa yang satu dengan yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN. jumlah ritel di Indonesia tahun sebesar 16% dari toko menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri ritel berkembang sangat pesat di Indonesia terlebih sejak dibukanya peraturan yang memperbolehkan ritel asing memasuki pasar di Indonesia. Menurut hasil survey
BAB I PENDAHULUAN. Mencapai kesuksesan adalah impian setiap perusahaan, apalagi di saat kondisi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mencapai kesuksesan adalah impian setiap perusahaan, apalagi di saat kondisi perekonomian yang semakin sulit saat ini. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Perubahan sistem perekonomian dari tradisional ke modern memberi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan sistem perekonomian dari tradisional ke modern memberi dampak yang signifikan pada pelaku bisnis maupun pelanggan. Perekonomian modern menawarkan banyak alternatif
BAB I PENDAHULUAN. dalam mendapatkan informasi. Berita mengenai sesuatu yang terjadi di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehadiran media massa memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Berita mengenai sesuatu yang terjadi di daerah-daerah dapat dengan mudah dilihat
BAB I PENDAHULUAN. kemajuan yang cukup pesat. Hal ini sejalan dengan perubahan kebutuhan masyarakat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi di bidang komunikasi dewasa ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini sejalan dengan perubahan kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi
BAB I PENDAHULUAN. harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk mengetahui berita tentang dunia fashion,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, bahkan kita tidak akan pernah terlepas dari media. Seiring dengan perkembangan peradaban
BAB 1 PENDAHULUAN Gambaran Umum Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Gambaran Umum Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan salah satu grup usaha yang dimiliki oleh PT Indofood
BAB I PENDAHULUAN. memutuskan untuk membeli. Konsumen dalam melakukan suatu keputusan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya industri yang dinamis menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin ketat. perusahaan-perusahaan seakan berlomba-lomba untuk mempertahankan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan. Divisi Public Relations (PR) diperlukan untuk mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan Public Relations di Indonesia dewasa ini sangat signifikan. Semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan peran dan fungsi Public Relations karena mereka
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP ) merupakan produsen berbagai produk konsumen bermerek yang mapan dan terkemuka dengan berbagai
Kreasi Jilbab, Bisnisnya Mudah Omsetnya Jutaan Rupiah
Kreasi Jilbab, Bisnisnya Mudah Omsetnya Jutaan Rupiah Perkembangan bisnis fashion yang semakin bervariatif, ternyata mendorong para muslimah di Indonesia untuk berkarya menciptakan kreasi jilbab baru dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Jumlah Pengguna Internet di 6 negara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi terutama internet mengalami perkembangan yang pesat terutama di Indonesia. Internet memberikan kemudahan untuk saling bertukar informasi dan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam menganalisa, kami menggunakan data dengan pengumpulan menggunakan teknik sebagai berikut : a. Wawancara Dengan cara ini, penulis melakukan tanya jawab dengan bagian
