BAB IV METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hendri Ade Lesmana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis Disain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif verifikatif bersifat kausalitas explanatory survey yang mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, dan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel independed dan variabel dependen (Kuncoro, 2009:10). Penelitian deskriptif menganalisis suatu hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Sedangkan penelitian verifikatif menguji kebenaran hubungan kausalitas antara variabel independen dan variabel dependen Ruang Lingkup Substansi materi kajian penelitian dilakukan pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi beta saham pada kelompok perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (scientific method) yang merupakan penekanan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik untuk pemecahan masalah. Teori sebagai kerangka dasar yang melandasi perumusan masalah, pengembangan hipotesis, pengujian data dan penarikan kesimpulan. 41
2 Variabel Penelitian Definisi Konsep Variabel penelitian adalah atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2008:58). Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yang telah dirumuskan, maka variabel-variabel penelitian dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1) Variabel Terikat (Dependend Variable) Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah beta saham. Beta adalah ukuran risiko yang berasal dari hubungan antara tingkat return saham terhadap return pasar (Husnan, 2009:112). 2) Variabel Bebas (Independend Variable) Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah operating leverage, net profit margin, asset size, dividend payout ratio, dan earning variability Definisi Operasional Variabel-variabel yang telah diidentifikasi dapat didefinisikan sebagai berikut: 1) Beta Saham Beta mengukur fluktuasi return saham individual terhadap return indeks pasar. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keuntungan suatu saham berkorelasi dengan perubahan pasar (Husnan, 2009:103). Dengan menggunakan data time series, beta saham dapat dihitung melalui hubungan fungsional (linear regression)
3 43 antara rate of return saham sebagai variabel terikat dan rate of return portofolio pasar (indeks pasar) sebagai variabel bebas. Hubungan fungsional tersebut dikenal sebagai model indeks tunggal atau market model. R = α +β R + e Dimana: Ri = Return saham bulanan i Rm = Return pasar bulanan α i = Konstanta ei = Kesalahan (error) βi = Risiko (beta) saham i 2) Operating Leverage Operating leverage menunjukkan proporsi biaya perusahaan yang merupakan biaya tetap. Biaya tetap menjelaskan fluktuasi dari laba sebelum bunga dan pajak (Earning Before Interest and Tax, EBIT) yang dihasilkan dari perubahan penjualan. Menurut Keown et al. (2010:117), alat analisis untuk menghitung operating leverage adalah degree of operating leverage (DOL) yang diperoleh dengan membandingkan antara EBIT dengan persentase perubahan penjualan. Operating Leverage = % Perubahan EBIT % Perubahan Penjualan 3) Net Profit Margin Net profit margin menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba melalui kegiatan penjualan. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan
4 44 dalam menghasilkan laba setelah pajak dikurangi pajak pada tingkat penjualan tertentu, yang dirumuskan sebagai berikut: NPM = Laba Bersih Setelah Pajak Penjualan 4) Asset Size Assets size diukur dari nilai buku aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk mendapatkan skala rasio, besarnya nilai buku tersebut dihitung nilai logaritmanya. Windarti dalam Masrendra et al. (2010:125) dan Jogiyanto (2013:392) menyatakan bahwa assets size dapat dihitung dengan rumus: Asset Size= Log Total Asset 5) Dividend Payout Ratio Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2006:179), dividend payout ratio merupakan persentase tertentu dari sebuah laba yang dihasilkan perusahaan yang kemudian akan dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen. DPR= Dividend per lembar saham Earning per lembar saham 6) Earning Variability Variabel ini menunjukkan variabilitas return suatu perusahaan. Besarnya earning variability diukur berdasar atas penyimpangan price earning ratio (PER) yang dimilikinya. EVAR= Standar Deviasi x PER (Price Earning Ratio)
5 45 Tabel 4.1 Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Pengukuran Beta saham Operating Leverage Merupakan ukuran risiko yang berasal dari hubungan antara tingkat return saham terhadap return pasar Perbandingan antara persentase perubahan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan persentase perubahan penjualan DOL= Ri = αi + ßiRm + e % Perubahan EBIT % Perubahan Penjualan Net Profit Margin Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba melalui penjualan NPM = Laba Bersih Penjualan Asset Size Menunjukkan total aktiva yang berhubungan dengan kemampuan memperoleh laba Asset Size= Ln Total Asset Dividend Payout Ratio Persentase tertentu dari sebuah laba yang dihasilkan perusahaan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen DPR= Dividend per share Earning per share Earning Variability Variabel ini menggambarkan variabilitas return suatu perusahaan. Standar deviasi dari PER (Price Earning Ratio) Sumber: Rangkuman data sekunder 4.5. Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Sugiyono (2008:115), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi bukan sekedar jumlah yang
6 46 ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut. Populasi sasaran yaitu populasi yang digunakan untuk menjadi sasaran penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan yang masuk kategori syariah di Jakarta Islamic Index yang menerbitkan laporan keuangan secara terus menerus dari tahun 2010 sampai dengan Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan kriteria-kriteria tertentu, sehingga data yang diperoleh lebih representatif dengan melakukan proses penelitian yang kompeten dibidangnya (Sugiyono, 2008:122). Dalam penelitian ini yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan sampel adalah perusahaanperusahaan syariah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: No Kriteria Pemilihan Sampel Tabel 4.2 Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah Perusahaan Perusahaan yang daftar sahamnya pernah tercatat di Jakarta Islamic Index periode observasi Perusahaan yang minimal satu kali keluar dari anggota saham Jakarta Islamic Index pada periode observasi Perusahaan yang lima tahun berturut-turut masuk sebagai anggota saham Jakarta Islamic Index 12 Perusahaan yang tercatat di Indonesian Capital Market Directory pada periode Sumber: Data sekunder (diolah)
7 47 Menurut Sugiyono (2008:62), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dalam penelitian adalah sampel perusahaan yang tercatat dalam penghitungan indeks di Jakarta Islamic Index yang menerbitkan laporan keuangan secara konsisten di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode observasi yaitu: Tabel 4.3 Data Sampel Perusahaan Syariah No. Kode Nama perusahaan 1 IDX : AALI Astra Agro Lestari 2 IDX : ASII Astra International 3 IDX : INTP Indocement Tunggal Prakarsa 4 IDX : ITMG Indo Tambangraya Megah 5 IDX : KLBF Kalbe Farma 6 IDX : LPKR Lippo Karawaci 7 IDX : LSIP PP London Sumatra Indonesia 8 IDX : PTBA Bukit Asam (Persero) 9 IDX : SMGR Semen Gresik (Persero) 10 IDX : TLKM Telkom Indonesia (Persero) 11 IDX : UNTR United Tractors 12 IDX : UNVR Unilever Indonesia Sumber: (diakses Juli 2015) 4.6. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber (perusahaan) tetapi dari laporan keuangan perusahaan yang menerbitkan saham syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010
8 48 hingga Sumber data sekunder diambil dari data laporan keuangan tahunan masing-masing perusahaan, data rasio keuangan di Indonesia Capital Market Directory (ICMD), dan situs keuangan Sedangkan harga saham harian, mingguan, dan bulanan diunduh dari Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan studi pustaka yang diperoleh dari buku-buku literatur, penelitian ilmiah, serta jurnal yang berkaitan dan menunjang dalam penelitian ini. Pengumpulan data sekunder ini dilakukan dengan menggunakan metode non participant observation, yaitu dengan mencatat, mendokumentasikan, dan mengolah data laporan keuangan perusahaan syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dan terdapat di Indonesia Capital Market Directory (ICMD) tahun Teknik Analisis Data Untuk menguji model pengaruh dan bilangan variabel bebas yang lebih dari dua variabel terhadap variabel tergantung digunakan model regresi linier berganda dengan metode ordinary least square (OLS). Analisa regresi linier berganda digunakan oleh peneliti apabila penelitian tersebut bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik dan turunnya) variabel dependen, dan bila dua variabel independen sebagai faktor prediktornya dimanipulasi (Sugiyono 2008:277). Setelah semua angka-angka variabel penelitian diperoleh kemudian untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan model regresi berganda.
9 Uji Asumsi Klasik Sebelum model regresi linier berganda digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis, maka dilakukan pengujian asumsi klasik. Uji asumsi klasik terpenuhi jika asumsi normalitas terlaksana, dan tidak terjadi autokorelasi, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Asumsi normalitas dianggap terpenuhi apabila data yang digunakan cukup besar (n > 30) Uji Normalitas Syarat pertama untuk melakukan analisa regresi adalah normalitas, sebagaimana yang dinyatakan oleh Budi (2005:76). Uji normalitas dilakukan pada data variabel dependen yaitu beta saham. Menurut Ghozali (2011:160), uji normalitas berfungsi untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen saling mempunyai distribusi normal atau sebaliknya. Model regresi yang baik adalah terdistribusi normal atau mendekati normal. Pengujian normalitas ini dapat dilakukan melalui analisis grafik dan analisis statistik. 1) Analisis Grafik Menurut Ghozali (2011:160) Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati normal. 2) Analisis Statistik Untuk mendeteksi normalitas data dapat dilakukan pula melalui analisis statistik yang salah satunya dapat dilihat melalui Kolmogorov Smirnov test (K-S).
10 Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak konstan pada regresi sehingga tingkat akurasi hasil penelitian menjadi kurang. Heteroskedastisitas muncul apabila kesalahan atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari satu observasi ke observasi yang lain (Hanke & Reitsch, 1998:259 dalam Kuncoro 2007:96). Uji heteroskedastisitas ini bertujuan untuk menguji dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Model regresi yang baik adalah yang homoskesdatisitas atau yang tidak heteroskedastisitas (Ghozali, 2011:139). Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan model analisa grafik (scatter plot model) atau dengan metode Glejser. Gambar 4.4 Scatter Plot Pengujian Heteroskedastisitas
11 Uji Multikolinieritas Multikolinearitas adalah adanya korelasi yang kuat antara variabel bebas satu terhadap variabel bebas lainnya dalam analisis regresi. Menurut Ghozali (2011:105), uji multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Apabila dalam analisis terdeteksi multikolinieritas, maka angka estimasi koefisien regresi yang didapat akan mempunyai nilai yang tidak sesuai dengan substansi, sehingga dapat menyesatkan interpretasi. Selain itu, nilai standar error setiap koefisien regresi dapat menjadi tidak terhingga. Dua parameter yang paling umum digunakan untuk mendeteksi multikolinieritas adalah nilai Tolerance dan nilai VIF (Variance Inflation Factor). Suatu regresi dikategorikan terdeteksi multikolinearitas apabila nilai VIF dan Tolerance menjauhi satu. Menurut Nachrowi dan Usman (2006:102), Multikolinearitas dianggap ada jika nilai VIF lebih dari Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah keadaan di mana terdapat trend di dalam variabel yang diteliti sehingga mengakibatkan residual bebas juga mengandung trend. Menurut Ghozali (2011:110) uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t- 1 ). Autokorelasi terjadi karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain (Hanke & Reitsch, 1998:360 dalam Kuncoro, 2007:90). Autokorelasi pada sebagian besar kasus ditemukan pada regresi yang datanya adalah berdasar waktu berkala (time
12 52 series) seperti data harian, bulanan, tahunan dan seterusnya, sehingga ciri khusus uji ini adalah waktu (Santoso, 2012:241). Untuk mengetahui adanya autokorelasi, maka dilakukan pengujian yang salah satunya bisa dilakukan dengan metode Durbin-Watson (D-W). Autokorelasi Ragu-ragu Tidak ada Ragu-ragu Autokorelasi Positif Autokorelasi negatif 0 d L d U 2 4-d U 4-d L 4 Gambar 4.1 Statistik Durbin-Watson (Widarjono, 2007:160) Keputusan untuk menetapkan ada atau tidaknya autokorelasi dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Bila nilai D-W lebih besar daripada batas atas (upper bound, U), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya tidak terjadi autokorelasi positif. b) Bila nilai D-W lebih besar dari nilai dl, namun lebih kecil dari nilai du, maka hasil korelasi tidak dapat disimpulkan. c) Bila nilai D-W lebih besar dari nilai 4-dU, namun lebih kecil dari nilai 4-dL, maka hasil korelasi tidak dapat disimpulkan. d) Bila nilai D-W lebih rendah daripada batas bawah (lower bound, U), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari nol. Artinya terjadi autokorelasi positif.
13 53 Penentuan ada tidaknya autokorelasi secara lengkap dapat dilihat dalam ringkasan tabel sebagai berikut: Tabel 4.4 Uji Statistik Autokorelasi Durbin-Watson Nilai Statistik, d W 0< d W < d L d L d W d u d u d W 4- d u 4- d u d W 4- d L 4- d L d W 4 Kesimpulan Autokorelasi Ada autokorelasi positif Tidak dapat disimpulkan Tidak ada autokorelasi positif/negatif Tidak dapat disimpulkan Ada autokorelasi negatif Sumber: Widarjono, 2007:160 Namun demikian, menurut Santoso (2012), secara umum pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokorelasi dapat dilakukan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut: a) Bila nilai D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif. b) Bila nilai D-W di antara - 2 sampai + 2, berarti tidak ada autokorelasi. c) Bila nilai D-W di atas + 2 berarti ada autokorelasi negatif Analisa Regresi Linier Berganda Untuk menganalisa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilakukan dengan model analisis regresi linear berganda. Analisis regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen (faktor fundamental) terhadap variabel dependen (beta saham), apakah pengaruhnya signifikan atau sebaliknya dengan melakukan pengujian hipotesis yaitu uji F dan uji t.
14 54 Syarat sebuah analisis regresi linier dapat digunakan adalah dengan terpenuhinya uji asumsi klasik, sehingga model regresi yang digunakan memenuhi kaidah berikut: Y= α + β X + β X + β X + e Dimana: Y = Variabel terikat (beta saham) α = Intercept (perkiraan besarnya rata-rata Y ketika kenaikan nilai X = 0) β = Slope (perkiraan besarnya perubahan nilai variabel Y bila nilai variabel X berubah satu unit pengukuran) X e = Masing-masing variabel bebas (faktor fundamental) = Nilai kesalahan (error) yaitu selisih antara nilai Y individual yang teramati dengan nilai Y sesungguhnya pada titik X tertentu Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui secara statistik apakah terdapat pengaruh yang siginifikan antara variabel bebas (yang mempengaruhi) dengan variabel terikat (yang dipengaruhi). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji koefisien determinasi, uji signifikasi simultan (uji F-statistik atau uji ANOVA) dan uji signifikansi parameter individual (uji t-statistik) Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) Uji koefisien determinasi merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan baik atau buruknya model regresi yang
15 55 terestimasi, atau dengan kata lain angka tersebut dapat mengukur seberapa dekat garis regresi yang terestimasi dengan data sesungguhnya. Nilai koefisien determinasi (R 2 ) ini mengukur seberapa besar variansi dari variabel terikat Y dapat diterangkan oleh variabel bebas X (Ghozali, 2011:97). Bila nilai koefisien determinasi adalah 0 (R 2 = 0), artinya variasi dari Y tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila R 2 = 1, artinya variasi dari Y secara keseluruhan dapat diterangkan oleh X. Dengan kata lain bila R 2 = 1, maka semua titik pengamatan berada tepat pada garis regresi Uji F - Statistik Pengujian koefisien regresi secara simultan dilakukan dengan uji F. Uji F atau dikenal sebagai uji ANOVA, digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011:98). Secara umum tahap-tahap pengujian hipotesis uji F dituliskan dalam urutan sebagai berikut: 1) Menentukan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) Ho: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama (simultan) dari variabel independen terhadap dependen. Jika Ho : b1 = b2 = b3 = 0 Artinya variabel independen X 1, X 2 dan Xn secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen Y. Ha: Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama (simultan) dari variabel variabel independen terhadap dependen.
16 56 Jika Ha : b1 b2 b3 0 Artinya variabel independen X1 dan X2 secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen Y. 2) Menentukan tingkat signifikansi (α) menggunakan nilai 0,05. Nilai probabilitas ditentukan dengan aturan sebagai berikut: Jika nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, artinya model regresi tidak layak digunakan untuk memprediksi variabel dependen. Jika nilai probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak, artinya model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen. 3) Pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat hasil F hitung, kemudian membandingkannya dengan F tabel: Jika F-hitung < F-tabel, maka Ho diterima, artinya variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika F-hitung > F-tabel, maka Ho ditolak, artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Gambar 4.1 Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho pada Uji-F (Hasan, 2008)
17 Uji t - Statistik Uji t-statistik atau dikenal dengan uji t-parsial, pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial (individual) dalam menerangkan variansi variabel dependen (Ghozali, 2011:98). Uji t dikembangkan pertama kali oleh William S. Goossett dari Irlandia yang dipublikasikan pada tahun Pengujian ini dilakukan berdasarkan perbandingan nilai masing-masing koefisien regresi dengan nilai kritis pada tingkat signifikansi tertentu misalnya 5% atau 10% dengan derajat kebebasan df = n-k-1, di mana n adalah jumlah observasi dan k jumlah variabel. Secara umum tahap-tahap pengujian hipotesis uji-t dituliskan dalam urutan langkah berikut: 1) Menentukan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) Untuk menentukan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) dilakukan dengan pemodelan sebagai berikut: Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. 2) Menentukan tingkat signifikansi (α) menggunakan nilai 0,05. Nilai probabilitas ditentukan dengan aturan sebagai berikut: Apabila nilai Sig. < 0,05, maka maka Ho diterima, variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
18 58 Apabila nilai Sig. > 0,05, maka maka Ho ditolak, variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. 3) Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan antara t-hitung dan t-tabel, namun dasar pengambilan uji t parsial dalam analisis regresi bisa dilakukan dengan dua cara berikut: Apabila t-hitung < t-tabel, maka maka Ho diterima, variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak, variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Jangan Tolak Ho 95% Ho Daerah Penerimaan Daerah Penolakan Ho Tolak Ho -1,96 -t-tabel (1-α /2; n-2) 1,96 t-tabel (1-α /2; n-2) Gambar 4.2 Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho pada Uji-t (Sugiyono, 2008:251)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan-satuan / individu-individu) yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel 3.1.1 Populasi Populasi adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan-satuan / individu-individu) yang karakteristiknya hendak diduga (Ferdinand, 2006).
BAB III METODE PENELITIAN. mempertimbangkan yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:28) tentang sifat
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Alasan penulis menggunakan pendekatan kuantitatif adalah dengan
III. METODOLOGI PENELITIAN
25 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Populasi Populasi adalah kumpulan dari keseluruhan elemen yang menjadi pusat objek penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang
BAB III METODE PENELITIAN. Index di Bursa Efek Indonesia yang beralamat di Jl. Sudirman kav Yang mana
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penilitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia yang beralamat di Jl. Sudirman kav 52-5.
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data yang berada diperusahaan yang terdaftar dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada penelitian ini menggunakan penelitian penjelasan (explanation
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Pada penelitian ini menggunakan penelitian penjelasan (explanation research) dengan pendekatan kuantitatif, karena dalam penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian dan pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang berupa data angka numerik untuk diuji hipotesis atau menjawab
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Bagian ini menjelaskan mengenai jenis dan sumber data, penentuan jumlah sampel serta alasan menggunakan sampel tersebut, metode pengumpulan data yang dilakukan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar dalam index saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX).
BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa
BAB III METODE PENELITIAN A. Data dan Sumber Data Jenis data yang dipakai adalah data sekunder, berupa data-data laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang listing di LQ-45 tahun
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang listing di LQ-45 tahun 2009-2011. Data-data variabel independen (DER, leverage, ROI, growth) dapat diambil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang bersifat sekunder, yaitu data yang berasal dari pihak lain yang telah dikumpulkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif karena sesuai dengan tujua penelitian. Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya. Berdasarkan tingkat penjelasan dari kedudukan variabelnya,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. informasi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi pada Bursa Efek Indonesia sebagai sentral informasi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2008-2010.
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia) dan diperoleh dari Pusat Riset
BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di JII pada periode
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII).Sampel yang digunakan dalam penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yang menjadi penelitian adalah seluruh perusahaan LQ 45 yang listing di BEI pada tahun 2010-2014, dimana perusahaan tersebut
BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia dari tahun Daftar perusahaan ritel didapat dari sahamok.com
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian berupa perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011-2015. Daftar perusahaan ritel didapat dari sahamok.com dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan indeks Kompas 100 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dipilihnya Bursa Efek Indonesia sebagai tempat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu penelitian Waktu penelitian yaitu pada bulan Maret 2014 sampai dengan bulan Juni 2014 2. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Bursa
BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan
BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang menekankan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi dari masingmasing
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. mengungkapkan laporan keuangan (annual report) kepada publik periode 2013
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengungkapkan laporan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode penelitian ini mencakup data tahun 2013 2015 dengan tujuan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh perusahaan yang masuk dalam index LQ-45 di BEI.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh perusahaan yang masuk dalam index LQ-45 di BEI. Teknik pengambilan sampel penelitian didasarkan pada purposive
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek / Objek Perusahaan Perusahan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2011-2014. B. Tehnik Pengambilan Sampel Penelitian yang dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia periode penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek pada penilitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. B. Jenis Data Penelitian ini bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitan ini dilakukan di Jakarta, provinsi DKI Jakarta, pada bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Sumber penelitian dari Bursa Efek
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil objek penelitian yaitu perusahaan manufaktur. Populasi
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian ini mengambil objek penelitian yaitu perusahaan manufaktur. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 114 perusahaan manufaktur, sesuai publikasi
BAB III METODE PENELITIAN. sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Subyek pada
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Subyek pada penelitian ini
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Size
BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia (BEI) untuk tahun , sampel dalam penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dari penelitian dilakukan pada perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2012-2014, sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI), karena perusahaan yang akan diambil merupakan perusahaan yang telah go public
BAB III DESAIN PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti
BAB III DESAIN PENELITIAN III.1. Jenis dan Sumber Data Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/Subyek Penelitian Penelitian ini menggunakan seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010-2014. B. Jenis Data Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN. tahun 2009 sampai Dalam penelitian ini, pengambilan sampel
43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian adalah perusahaan publik yang terdaftar di BEI pada tahun 2009 sampai 2013. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini perusahaan-perusahaan pada sektor manufaktur
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini perusahaan-perusahaan pada sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2008-2011. Perusahaan
III. METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
31 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data 3.1.1 Jenis Data Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu & Tempat Penelitian Penelitian dilakukan terhadap perusahaan yang tergabung dalam Perusahaan Disektor Industri Barang Konsumsi periode 2011 2013. Data yang diambil
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba. Dalam penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti merupakan pengujian hipotesis. Penelitian ini menguji pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba.
BAB III DESAIN PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data
BAB III DESAIN PENELITIAN III.1. Desain Penelitian III.1.1. Jenis dan sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh penulis secara
BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, grwoth, media
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, yaitu untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Data diperoleh dengan mengakses data melalui website www.idx.co.id dan Indonesian Capital
BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode melalui website :
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek/Obyek Penelitian Dalam penelitian ini penulis memilih Bursa Efek Indonesia sebagai tempat untuk melakukan riset. Lokasi penelitian ini dipilih karena dianggap sebagai
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. keuangan dengan menganalisis pengaruh likuiditas yang diukur dengan Current
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah kinerja keuangan dengan menganalisis pengaruh likuiditas yang diukur dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi merupakan keseluruhan dari obyek yang diteliti. Populasi yang
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Populasi merupakan keseluruhan dari obyek yang diteliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan eceran yang terdaftar di Bursa
BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data Tingkat Bagi Hasil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1. Objek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014. Pemilihan perusahaan manufaktur sebagai
III METODE PENELITIAN. ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yaitu metode penelitian yang
III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Tipe Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif karena menggunakan data berupa angka-angka pada analisis statistik, sedangkan menurut eksplanasinya,
kausal antara variabel-variabael penelitian, dilakukan untuk menentukan langsung. Sumber data sekunder adalah bahan-bahan dokumentasi yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal. Penelitian kausal adalah penelitian yang menjelaskan hubungan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang
44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Perusahaan Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI sebanayak 460 perusahaan keseluruhan, dalam proses pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilakukan pada bulan September 2015. Penelitian dilakukan dengan mengambil data perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian empiris. Penelitian empiris
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian empiris. Penelitian empiris adalah penelitian yang menggunakan fakta yang objektif, secara hati-hati diperoleh,
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini terdiri atas perusahaan automotif yang terdaftar di Bursa Efek
BAB III METODE PENELITIAN 3. Metode Penelitian 3.1 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini terdiri atas perusahaan automotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2009-2012 kemudian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
51 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini merupakan keseluruhan dari obyek yang diteliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan
keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun kuantitatif berupa laporan keuangan dan annual report yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014. B. Jenis dan Sumber Data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan keuangan
BAB III METODE PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek yang di gunakan dalam penelitian ini adalah perusahaaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. B. Teknik Pengambilan Sampel
BAB III METODA PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia
BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2008-2012. Pemilihan periode dari tahun 2008-2012 sebagai
BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian asosiatif kausal.
BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian asosiatif kausal. Penelitian asosiatif kausal berguna untuk menganalisis hubungan antara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian beruntut
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Jakarta Islamic Index (JII) diluncurkan oleh PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT. Danareksa Investment Management (DIM) pada pertengahan tahun
BAB 3 METODE PENELITIAN. jenis data yang berbentuk angka (metric) yang terdiri dari:
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu jenis data yang berbentuk angka (metric) yang terdiri dari: 1. Data laporan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Dalam penelitian ini penulis memilih Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Lokasi penelitian ini dipilih karena dianggap sebagai tempat
BAB IV METODE PENELITIAN. 2 variabel atau lebih dengan mencari pengaruh variabel independen terhadap
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Bentuk penelitian ini merupakan penelitian kausalitas. Penelitian kausalitas merupakan karakteristik masalah berupa hubungan sebab akibat antara 2 variabel
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menerbitkan laporan keuangan yang lengkap (Annual
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jakarta dengan mengunduh data dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. Unit analisis dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
A. Objek Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Objek penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode waktu yang dipilih
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti menguji pengaruh return on asset (ROA), leverage, ukuran perusahaan dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang didesain untuk untuk mengukur hubungan antara variabel riset, atau menganalisis pengaruh
BAB III METODE PENELITIAN. penjualan saham perusahaan go public di Indonesia. Waktu penelitian dimulai
45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Ditetapkannya Bursa Efek Indonesia sebagai tempat penelitian dengan mempertimbangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Indonesian Stock Exchange (IDX) atau dari BEI (Bursa Efek Indonesia) dari tahun 2006 sampai dengan
BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini mengambil
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Milik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Sampel Penelitian Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah perusahan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011-2015. Pengambilan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Waktunya dilakukan bulan Maret 2014. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui media internet dengan situs www.idx.co.id. B. Desain
III. METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Silalahi dalam Eliyawati (2012) penelitian kuantitatif yaitu
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Silalahi dalam Eliyawati (2012) penelitian kuantitatif yaitu penelitian
BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN
51 BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dengan mempertimbangkan manfaat dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka penelitian ini merupakan tipe penelitian yang membahas dan
BAB III METODE PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia (BEI). S edangkan waktu yang digunakan dalam melakukan
48 BAB III METODE PENELITIAN III.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT Unilever Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). S edangkan waktu yang digunakan dalam
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur disektor 5 (consumer goods industry) periode 2008-2010. Berikut ini peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. yang sudah jadi dari tempat penelitian. Data jumlah deposito mudharabah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Adapun data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan berupa data sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah
