PENDAHULUAN MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM INFORMATION AND COMUNICATION TECHNOLOGY (ICT)
|
|
|
- Susanti Iskandar
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 PENDAHULUAN MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM INFORMATION AND COMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) Untuk menghasilkan sumber daya manusia dan masyarakat yang melek dengan kemajuan teknologi, diperlukan strategi yang tepat melalui berbagai cara. Diantaranya adalah mengintegrasikan Information and Comunication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK ) sebagai satu kajian (content) dalam pendidikan di Indonesia yang terintegrasi dalam kurikulum nasional. Dengan demikian, pemanfaatan TIK diperkenalkan kepada siswa mulai dari pendidikan dasar agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sesuai dengan tuntutan bahwa manusia secara berkelanjutan membutuhkan pemahaman dan pengalaman agar bisa memanfaatkan TIK secara optimal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan menyadari implikasinya bagi pribadi maupun masyarakat. Siswa yang telah mengikuti dan memahami serta mempraktekkan TIK akan memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk memahami berbagai jenis TIK dan menggunakannya secara efektif. Selain itu siswa memahami dampak negatif, dan keterbatasan TIK, serta mampu memanfaatkan TIK untuk mendukung proses pembelajaran dan dalam kehidupan. Pentingnya materi tentang TIK di sadari sepenuhya oleh pihakpihak yang memiliki fungsi dan tugas dalam mengembangkan kurikulum di Indonesia, seperti departemen pendidikan nasional dan pusat kurikulum (puskur). Sehingga implikasi dari kesadaran pentingnya TIK, pada kurikulum Berbasis Kompetensi telah memunculkan satu mata pelajaran baru yaitu Mata Pelajaran TIK. Visi Mata Pelajaran TIK yaitu agar siswa dapat
3 menggunakan perangkat TIK secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru. Pada hakekatnya, kurikulum TIK menyiapkan siswa agar dapat terlibat pada perubahan yang pesat dalam dunia kerja maupun kegiatan lainnya yang mengalami penambahan dan perubahan dalam variasi penggunaan teknologi. Siswa menggunakan perangkat TIK untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara kreatif namun bertanggungjawab. Siswa belajar bagaimana menggunakan TIK agar dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan masyarakat, komunitas, dan budaya. Penambahan kemampuan karena penggunaan TIK akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan di mana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang. Sebagai satu konsep baru yang akan diberlakukan di sekolah, terdapat kekhawatiran - kekhawatiran dan pesimistis terhadap keberhasilan pembelajaran TIK di sekolah, hal tersebut dapat dimaklumi karena materi relatif baru yang perlu terus dipersiapkan pengembangan dan implikaisnya. Beberapa kendala yang dihadapi berkaitan dengan penerapan TIK di sekolah diantaranya pertama : belum adanya satu model ideal yang dapat dijadikan rujukan bagi pelaksana pembelajaran TIK di sekolah terutama guru untuk merealisasikan TIK secara ideal sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Dalam hal ini referensi dan guideline yang dimiliki guru untuk melaksanakan mata pelajaran TIK masih sangat terbatas. Kedua, Keterbatasan sumber daya manusia yang mengelola mata pelajaran TIK di sekolah. Sampai saat ini guru yang secara praktis mengajarkan mata pelajaran ini belum ada, padahal pada satu sisi mata pelajaran ini membutuhkan guru khusus dengan penanganan pembelajaran yang intensif. Ketiga, belum terkuasainya kompetensi mata pelajaran TIK secara penuh, hal ini terlihat dari masih banyaknya siswa yang tidak memiliki skill yang diharapkan dari mata pelajaran ini. Keempat, Keterbatasan waktu pelajaran praktek. Kondisi ini memberikan konsekwensi terbatasnya penguasaan siswa terhadap pelajaran ini. Idealnya kegiatan lebih
4 ditekankan pada praktek (80%) dan teoritis (20%) dengan mennggunakan sumber belajar yang tidak hanya ada disekolah yang pada umumnya terbatas, tetapi juga dapat memanfaatkan sumber belajar yang ada di luar sekolah dengan sistem pembelajaran individual. Kelima, Keterbatasan fasilitas praktikum. Dalam hal ini, terutama perangkat hardware komputer yang merupakan komponen utama mata pelajaran ini yang dibutuhkan oleh siswa. Pada umumnya keberadaan komputer tidak sebanding dengan jumlah siswa yang tersedia. Beberapa kendala implementasi tersebut, dapat dianalisis dan dideskripsikan secara lebih akurat kondisi objektif implementasi Mata Pelajaran TIK di sekolah, dengan berpijak dengan sebuah pertanyaan Bagaimanakah model pengembangan Mata Pelajaran TIK pada Kurikulum Berbasis Kompetensi di sekolah?. Fokus kajian implementasi ini diarahkan pada (a). Prosedur pengembangan mata pelajaran TIK dan, (b) Faktor yang mempengaruhi implementasi mata pelajaran TIK.
5 PEMBAHASAN A. PENDEKATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai pengertian yang sama dengan istilah Information communication and technology (ICT). Dengan demikian, dalam kajian ini penulis banyak menggunakan istilah ICT untuk mengambil rujukan sebagai pengganti istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Para ahli mengidentifikasi berbagai pendekatan dalam pengembangan Informasi dan Teknologi Komunikasi (ICT) untuk pendidikan. Pendekatan ini dihubungkan dengan situasi di sekolah tertentu di semua lefel khususnya tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) yang berhubungan dengan pertumbuhan ICT dalam sistem persekolahan. Suatu sekolah dapat menentukan model pendekatan sendiri sesuai dengan kondisi sekolahnya. Pendekatan dalam pengembangan ICT dewasa ini sejalan dengan kecenderungan yang berkembang di dunia internasional dalam konteks penggunaan ICT dalam pendidikan. Masing-Masing sekolah harus berupaya untuk menemukan dan mengembangkan satu pendekatan yang cocok sesuai dengan potensi yang dimiliki sekolah, sebab pendekatan pengembangan ICT memberikan kontribusi berarti terhadap pengembangan kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang.
6 Penerapan ICT di sekolah diperlukan pendekatan yang tepat dengan tujuan, kondisi dan kemampuan sekolah, sebab penerapan ICT memperlukan dukungan tidak hanya sumber daya (human resources) tetapi juga sarana dan fasilitas pendukung. Setiap pendekatan ICT menyangkut di dalamnya visi, tujuan, pengembangan perencanaan, fasilitas yang dibutuhkan, metode pembelajaran dan sistem evaluasi. Hal tersebut sejalan dengan rumusan UNESCO, (2006 : 3-9), bahwa terdapat empat pendekatan dalam pengembangan ICT di sekolah. Pendekatan tersebut meliputi : emerging approach, applying approach, integrating approach dan transforming approach. Gambar 1 Pendekatan Implementasi ICT di Sekolah level componen Emerging Approach 1 Approaches to ICT D l t Applying Approach Integrating Approach 2 3 Visi philosophy of learning and pedagogy development plans and plicies facilities and resources understanding of the curriculum community assessment Transforming Approach 4 a. Emerging Approach Pendekatan ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan langkah-langkah ICT di sekolah. Sekolah mulai untuk menyediakan beberapa peralatan dan beberapa perangkat lunak(software). Pada tahap awal ini,
7 pengelola sekolah (kepala dan wakil kepala sekolah ) serta guru memulai untuk mengkaji konsekwensi dan berbagai kemungkinan penerapan ICT pada kurikulum sekolah. Pada tahap ini sekolah masih memegang sistem pembelajaran teacher-centred yang sifatnya tradisional. Sebagai contoh, para guru memberi materi dengan menyediakan materi dan para siswa mendengarkan, mencatat, dan materi yang telah ditentukan. Hanya sebagaian kecil saja materi yang disediakan untuk diakses oleh siswa secara individu. Dalam menguraikan tentang masing-masing pendekatan dapat dilihat pada aspek visi, sudut pandang filosofis belajar dan ilmu pendidikan (philosophy of learning and pedagogy), pengembangan rencana dan kebijakan (development plans and plicies), fasilitas dan sumber (facilities and resources), pandangan kurikulum (understanding of the curriculum), komunitas (community) dan penilaian (assessment). 1). Visi. Visi sekolah terhadap pembelajaran mulai berkembang. Penggunaan ICT dipusatkan pada penggunaan komputer di bawah tanggung jawab individu atau kelompok kecil dengan penggunaan yang sangat spesifik untuk mengajar, atau administrasi berdasarkan pada keahlian dan pengetahuan mereka sendiri. Visi pendekatan ini adalah suatu respon pragmatis dengan cara mengakses ke sumber daya dan keahlian yang tersedia. 2). Philosophy of Learning and Pedagogy. Guru secara individu bertanggung jawab dalam pembelajaran dan pengembangan ICT dalam membantu memberikan pengetahuan pokok terhadap siswa. Pengembanagan ICT melalui pendekatan ini dilihat dari Ilmu mendidikan masih terbatas pada lingkup individu dan kelompok kecil dalam organisasi sekolah dengan waktu yang masih terbatas. 3). Development Plans and Policies
8 Pengembangan ICT di sekolah adalah terpisah dari keseluruhan rencana pengembangan sekolah dan kebijakan mengenai kurikulum, personil, pengembangan profesional, keuangan, masyarakat, pengajaran, pelajaran dan penilaian. Para guru dan para siswa punya inisiatip sendiri untuk menggunakan komputer. 4). Facilities and Resources Fasilitas dan sumber daya ICT terdiri dari beberapa unit printer dan komputer berdiri sendiri (stand-alone) dan terisolasi di kantor sekolah dan beberapa kelas. Isi yang tersedia sangat terbatas terdiri dari perangkat lunak manajemen sekolah dan aplikasi jenis kantor umum dengan beberapa game yang menyediakan penghargaan untuk para siswa. Isi ICT merupakan kebutuhan beberapa para guru untuk mereka mengajar. 5). Understanding of the Curriculum Mengajarkan ICT adalah untuk memaksakan para siswa menjadikan ICT sebagai bahan pembelajaran. Dalam hal ini kurikulum disusun untuk mengajarkan para siswa suatu pemahaman dasar dan aplikasi perangkat lunak yang tersedia. Kurikulum direncanakan dan dikembangkan oleh para guru sendiri. 6). Community Keterlibatan masyarakat pada pendekatan ini masih kurang dan tidak direncanaan. Bantuan alat seperti komputer sifatnya masih bantuan individual dan tidak terprogram, masyarakat jarang dilibatkan untuk mengajar kecuali dalam memecahkan permasalahan. 7). Assessment
9 Strategi penilaian terkait dengan manajemen yang lain di sekolah termasuk dalam peralatan rutin dan operasional sekolah. Catatan/kertas dan pengujian pensil secara luas digunakan dalam kaitan dengan ICT pada sumber daya yang terbatas. Penilaian pembelajaran dengan ITC pada model ini dilakukan sepenuhnya oleh guru. Penilaian ICT tidak terikat pada siswa dan penilaian sekolah. b. Applying Approach Pendekatan ini dihubungkan dengan suatu sekolah di mana pemahaman baru tentang kontribusi ICT terhadap aspek pembelajaran telah berkembang. Pada tahap ini para guru dan pengmbang menggunakan ICT untuk berbagai tugas dalam hal manajemen sekolah dan pelaksanaan kurikulum. Para guru sebagian besar mendominasi lingkungan belajar. Sebagai contoh, guru memberikan pelajaran yang telah menerapkan ICT seperti program presentasi dan word-processed. Para siswa mulai mengakses teknologi menggunakan satu atau dua komputer di kelas kelas dan laboratorium komputer. Pada tahap ini penggunaan ICT belum terintegrasi dengan kurikulum. 1). Visi Para pengelola ICT bertanggung jawab untuk penyelenggaraan visi sekolah berbasis teknologi ICT, dengan penekanan pada belajar menggunakan ICT dan mengembangkan sumber daya dan fasilitas ICT. 2). Philosophy of Learning and Pedagogy. Dalam kajian filosofis dan ilmu pendidikan seorang guru memusatkan pada pendekatan didaktis yang berkonsentrasi pada transmisi dan pengembangan ketrampilan ICT serta pengetahuan dasarnya. Pada
10 kajian pedagogis penyelenggara ICT memungkinkan pengajaran dan penggunaan ICT sebagai materi terpisah. 3). Development Plans and Policies Di lihat dari segi pengembangnya penyelenggara berkonsentrasi pada pengadaan pasilitas ICT dan sumber daya sebagai bagian dari kurikulum sekolah yang mengendalikan pengembangan ICT. Tanggung jawab untuk pengembangan rencana ICT dan kebijakan didelegasikan kepada penyelenggara ICT. Rencana Dan Kebijakan memusatkan pada akses ke berbagai sumber daya yang mendukung ICT. Pembiayaan disediakan untuk pengadaan perangkat keras dan lunak. 4). Facilities and Resources Ada sejumlah laboratorium komputer berdiri sendiri di dalam kelas untuk keperluan ICT dengan akses dan sumber daya tersedia yang diatur oleh penyelenggara ICT. Akses Internet sudah mulai tersedia untuk sejumlah komputer. Perangkat lunak ada tersedia untuk pembelajaran sebagai implementasi kurikulum yang brhubungan dengan ICT. Aplikasi digunakan di dalam konteks pengajaran yang diciptakan oleh guru untuk menyediakan informasi bagi para siswa tentang hasil ujian. Internet dan Www digunakan dengan cara yang terkontrol dengan akses yang direncanakan untuk mengetahui dan mengukur hasil belajar siswa. 5). Understanding of the Curriculum Pembelajaran melalui ICT menyediakan peluang untuk para siswa dalam menerapkan ICT, juga guru mulai menyadari pentingnya penerapan Kurikulum yang disusun untuk menyediakan para siswa
11 dengan peluang untuk menerapkan ICT dalam rangka memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. 6). Community Penyelenggara ICT akan mencari penyumbang dan sumber dana untuk kembangkan fasilitas dan sumber daya ICT. Orang tua dan masyarakat memberikan dukungan terhadap kurikulum yang menggunakan ICT. 7). Assesment Guru melaporkan penilaian siswa terhadap penguasaan materi dengan menggunakan ICT sesuai dengan tingkatanya. Guru menerapkan standar khsus dalam menetapkan penilaian bagi. Dalam pendekatan ini penilaian menyediakan kesempatan para guru untuk mengembangkan kurikulum sendiri. Strategi penilaian yang digunakan adalah tanggung jawab dari setiap individu. c. Integrating Approach Pendekatan ini ditandai dengan keadaan sekolah yang sudah dilengkapi perangkat teknologi yang menyatu untuk laboratorium, kelas, dan kantor administratif. Pengembang ICT di sekolah mengembangkan cara baru yang produktif untuk pengembangan ICT secara profesional. Kurikulum sudah menggabungkan mata pelajaran dalam sebuah aplikasi dunia nyata. Sebagai contoh, materi disajikan melalui berbagai sumber yang mencakup masyarakat dan sumber daya global melalui internet. Para siswa mengakses teknologi menggunakanya dan menjadikannya sebagai alat untuk menunjukan pengethuannya dalam penguasaan materi pelajaran. Para siswa bertanggung jawab untuk penguasaan materi dan proses penilainya. Dalam model ini sekolah mulai melibatkan masyarakat dan lingkungan sebagai sumber belajar.
12 1). Visi Visi pembelajaran dikembangkan bersama antara siswa dengan pengembang ICT untuk meningkatkan hasil belajar secara optimal termasuk cara dan pengelolaannya. Visi itu dibuat oleh siswa staf, masyarakat lokal dan global. 2). Philosophy of Learning and Pedagogy Para siswa memusatkan pendekatan yang mendukung keberhasilan belajar, menentukan gaya belajarnya, para siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain, mengintegrasikan materi peajaran dan memanfaatkan sumber belajar yang sangat luas. 3). Development Plans and Policies Materi inti pelajaran dengan rencana kebijakan ICT disatukan kedalam keseluruhan rencana pengembangan sekolah. Proses perencanaan sekolah mendorong pendekatan kolaboratif oleh staff dan para siswa. Pembiayaan ICT dengan luas didasarkan pada pembiayaan tahunan, termasuk pengembangan profesional. 4). Facilities and Resources Semua fasilitas di sekolah sudah dipastikan terkoneksi dengan sistem multimedia neworking, para siswa dapat mengaksesnya di sekolah maupun luar sekolah melalui internet. Sekolah memiliki laboratorium dengan kapasitas komputer yang sudah memadai, dengan spesifikasi yang tinggi. Video-conferencing termasuk yang disajikan dan
13 terintegrasi ke dalam kurikulum. Fasilitas presentasi kelompok kecil dan besar selalu siap tersedia. 5). Understanding the Curriculum Kurikulum menyediakan kesempatan kepada para siswa untuk mengintegrasikan ICT ke dalam pemecahan masalah dan menawarkan cara baru bagi para siswa untuk mempublikasikan hasil belajar mereka. Kurikulum menggunakan konteks riil untuk belajar, ICT digunakan sebagai suatu guru privat untuk mendukung tujuan khusus pembelajaran. 6). Professional Development of School Staff Pengembangan staf / guru menekankan pada pengembangan yang profesional tentang kemampuan dan ketrampilan pokok guru untuk menerapkan ICT 7) Community Staf dan para siswa meggunakan komunitas masyarakat lokal dan global untuk menyediakan bantuan spesifik untuk kurikulum menggunakan perangkat ICT terutama internet dan videoconferencing. Sekolah mempunyai suatu program acara reguler untuk menarik bantuan / hibah dari luar dan lebih mengembangkan kurikulumyang berbasis ICT. 8). Assessment Penilaian siswa terintegrasi ke dalam keseluruhan kurikulum, dengan laporan dari tes terhadap pencapaian kompetensi. Siswa bertanggung jawab untuk memelihara fortofolio pribadi, mempertunjukkan pencapaian mereka, dari waktu ke waktu, menggunakan fasilitas ICT
14 dan sumber belajar lainnya daya untuk melengkapi catatan-catatan prestasinya. d. Transforming Approach Pendekatan ini dihubungkan dengan suatu sekolah yang telah menggunakan ICT dengan kreatif untuk memikirkan kembali dan memperbaharui organisasi sekolah. Fokus kurikulum adalah learnercentred dan mengintegrasikan materi pelajaran di dalam aplikasi dunia nyata. Sebagai contoh, para siswa boleh bekerja dengan para pemimpin masyarakat untuk memecahkan permasalahan lokal dengan mengakses, menganalisa, melaporkan, dan mempresentasikan informasi dengan perangkat ITC. Pelajar mengakses teknologi secara tidak terbatas, para siswa bertanggung jawab terhadap penilaian belajar sendiri dari apa yang mereka lakukan. Pada pendekatan ini sekolah telah menjadi suatu pusat pembelajaran bagi masyarakat. B. STRATEGI PERENCANAAN ICT Keberhasilan implementasi ICT ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya diperlukannya strategi perencanan implementasi dengan memperhatikan berbagai macam aspek diantaranya outcome, pembiayaan, pihak yang bertanggung jawab, sumber yang dibutuhkan dan aspek evaluasi. Perencanaan yang dilakukan dengan baik dengan mengakomodasi berbagai sumber seperti tujuan (goals), manusia, fasilitas, masyarakat, kebutuhan berbagai pihak, kemampuan yang dimiliki oleh sekolah, daya dukung pihak pihak luar, serta aspek yang lainnya. Keberhasilan ICT ditentukan oleh kejelian pihak pengembang program serta, pola pengelolaan yang tepat. Sebuah ungkapan mengatakan gagal
15 merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan dan merencanakan program ICT dengan baik maka setengah dari keberhasilan sudah diperoleh, tinggal sebagaian lagi diperoleh melalui implementasinya. Pentingnya perencanaan, seperti diungkapkan Bracewell, R. (1999) bahwa diperlukan strategi perencanaan ICT di sekolah diperlukan strategi khsus, yaitu mengidientifikasi beberapa faktor penting, seperti : keluaran (outcomes) yang berisi tentang apa yang nanti diharapkan tercapai dengan menerapkan ICT di sekolah, Outcome berupa profil sumber daya yang menguasai ICT. Kemudian tentukan strategi pencapaiannya dari outcome tersebut, waktu yang dibutuhkan berupa target pencapaian baik jangka pendek dan jangka panjang, menentukan juga pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini menentukan tim khsus, yang tak kalah pentinya menentukan pembiayaan ICT meliputi pengelolaan dan sumber pembiayaannya. Sumber-sumber ini diperlukan untuk keberlangsungan ICT diantaranya untuk pengadaan fasilitas, insentif penyelenggara dan pengelola, pemeliharaan (maintenance), menyelenggarakan iven-iven sebagai publishing produk ICT sebagai sosialisasi hasil kepada pihak luar baik sekolah lain atau pemakai serta masyarakat luas. Strategi Perencanaan ICT di sekolah School Strategic Planning Develop, outcomes strategies, ect. For the focus priorities of the religious dimension, student education, administration, community, and ICT ICT Strategic Planning Identify,outcome, strategies, timesframe responsibilities budget and evaluation for f i i Planning Principles Financial planning ICT management planning Identify,outcome, strategies, timesframe responsibilities budget and ICT project planning Identify,in the detail the outcome, personel, timing, budget, resources and Integration Equipment
16 Perencanaan ICT membutuhkan komponen strategi, yaitu : (1) Prinsip-prinsip perencanaan, hal ini sebagai basic dalam perumusan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study). (2) Penggabungan dengan kurikulum. Dalam hal ini ICT terkait dengan kurikulum terutama sebagai dasar dalam perumusan tujuan, pemenuhan bahan pembelajaran, strategi pembelajaran dan evaluasi. ICT pada dasarnya sebagai alat untuk membantu (suport) pencapaian target kurikulum, fungsi dalam hal ini sebagai pelengkap (supplement), sebagai pelengkap (komplemen),sebagai pengaya (enrichman) dan sebagai pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional dalam yang sudah digariskan dalam kurikulum. (3) Pembelajaran yang profesional. ICT menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan siswa, menggunakan berbagai learning resiurces, optimalisasi potensi siswa serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut sebagai pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam ICT pembelajaran. (4) Aspek Pembiayaan. Hal ini menjadi bagian fokus perencanaan yang mempertimbangkan : sumber pendanaan yang memungkinkan untuk diperoleh, pola pengelolaan dana yang diperoleh, responsibility dan akuntability, sustainability dana uintuk kesinambungan dan keberlanjutan
17 program ICT. Hal ini disadari bahwa aplikasi ICT sarat dengan kebutuhan dana untuk pengadaan fasilitas, pengelolaan program, dan pemeliharaan fasilitas. Dalam perencanaan aspek-pendanaan diperlukan kejelasan sumber (clarity of budget resources) sehingga tidak menjadi permasalahan pada saat realisasi program. Dari paparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwea aspek aspek perencanaan tersebut perlu didasari atas bebebrapa prinsip diantaranya prinsip-prinsip perencanaaan, tinjauan terhadap kurikulum dalam hal ini kurikulum dijadikan sebagai rujukan dasar bagi perencanaan dengan melihat kompetensi dan target kurikulum yang ingin di capai. Tinjauan terhadap pembelajaran yang profesional perlu dilakukan sebagai realisasi dari kurikulum, dalam hal ini sudah di pikirkan bagaimana pola pembelajaran, mekanisme pembelajaran sampai evaluasi pembelajaran. Dalam hal perencanaan pembiayaan perlu diperhatikan aspek-aspek : peralatan, fasilitas utama dan pendukung, sumber belajar dan hal-hal lain yang membutuhkan biaya. C. PROSEDUR IMPLEMENTASI MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Prosedur implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat diuraikan atas dua tinjauan, yaitu prosedur umum dan prosedur khusus. Prosedur umum merupakan langkah-langkah implementasi kurikulum untuk setiap mata pelajaran dari kurikulum ideal menjadi kurikulum aktual berupa kegiatan pembelajaran. Prosedur umum implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi seperti yang peneliti paparkan dalam deskripsi data di atas, yang meliputi : (1) Persiapan ; pengadaan fasilitas belajar, mengidentifikasi sumber daya, menyiapkan silabus, menyiapkan rencana pengajaran,
18 penyiapan bahan ajar. (2) Pelaksanaan Pembelajaran ; prosedur pembelajaran, metode pembelajaran, penyajian media, penyajian bahan ajar. (3) Evaluasi pembelajaran ; jenis evaluasi, prosedur evaluasi dan indikator evaluasi pembelajaran. Prosedur khusus pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah langkah-langkah sfesifik yang khas dan melekat pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi sesuai dengan karakteristiknya. Prosedur khusus pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi : (1) Persiapan Pembelajaran ; Pemahaman Standar Operation Prosedur (SOP) sebagai syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pemahaman Etika dalam penggunaan (TIK), dan Entering Behaviour Level. (2) Pelaksanaan Pembelajaran; Pemahaman Sistem Operasi (Operating System), Setting Periferal, Pengolahan Informasi untuk produktivitas, Pengembangan Program Aplikasi. (3) Evaluasi Pembelajaran ; Pencil and paper test, Performance Tes, Produk (Fortofolio). a. Prosedur Umum Implementasi TIK Prosedur umum implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi selain menggambarkan aspek-aspek atau komponen implementasi, juga menggambarkan langkah dan prosedur yang ditempuh dalam kegiatan implementasi, masing-masing komponen saling terkait membentuk satu rangkaian. Sebagaimana uraian di atas, prosedur umum dapat dilihat pada bagan berikut ini Prosedur Umum Pembelajaran TIK 1 Persiapan Pengadaan Fasilitas Belajar Identifikasi Sumber Daya Penyiapan Silabus Penyiapan Rencana Pembelajaran Penyiapan Bahan Ajar
19 BAB-3 KESIMPULAN b. Prosedur Khusus Pembelajaran TIK Prosedur khusus pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi : (1) Persiapan Pembelajaran ; Pemahaman Standar Operation Prosedur (SOP) sebagai syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pemahaman Etika dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Entering Behaviour Level. (2) Pelaksanaan Pembelajaran; Pemahaman Sistem Operasi (Operating System), Setting Periferal, Pengolahan Informasi untuk produktivitas, Pengembangan Program Aplikasi. (3) Evaluasi Pembelajaran ; Pencil and paper test, Performance Tes, Evaluasi Produk dalam bentuk Fortofolio. Gambar 9 Prosedur Pembelajaran TIK 1 Persiapan Pemahaman Standar Operation Prosedur (SOP) sebagai syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pemahaman Etika dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Entering Behaviour Level 2 Pelaksanaan 3 Evaluasi Pencil and paper test Pemahaman Sistem Operasi (Operating System) Manajemen File Setting Periferal Pengolahan Informasi untuk
20 1. Kegiatan Persiapan a. Pemahaman Standar Operation Prosedur (SOP) sebagai Syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Keberhasilan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diawali dengan pemahaman yang tepat tentang prosedur standar dalam menggunakan perangkat teknologi informasi khususnya komputer. Hal tersebut terkait dengan syarat untuk kesehatan dan keselamatan kerja (K3). SOP dan K3 dipandang perlu untuk pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi mengingat penggunaan perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) diperlukan kehati-hatian dan ketepatan dalam penggunaannya sehinga tidak menimbulkan resiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna atau berakibat pada rusaknya perangkat teknologi informasi. Terdapat dua unsur utama dalam SOP dan K3 yaitu : (1) Menggunakan komputer dengan posisi yang benar (2) Menggunakan komputer dengan prosedur yang benar. Kedua unsur tersebut, diperlukan bagi setiap siswa sebelum menggunkan komputer sebagai pra-syarat untuk kepentingan mempelajari setiap materi pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Menggunakan komputer dengan posisi yang benar berkaitan dengan cara siswa dalam berinteraksi dengan komputer, meliputi : cara duduk yang benar ketika sedang bekerja dengan komputer, diperlukannya istirahat setelah badan merasa lelah bekerja dengan komputer yang dapat dilakukan dengan meregangkan badan, berhenti bekerja dan beristirahat selama minimal lima
21 menit, dan memalingkan pandangan dari fokus pada layar monitor. Memelihara mata ketika beinteraksi dengan komputer, termasuk upaya keselamat kerja. Cara yang dapat dilakukan yaitu : sering mengedipkan mata, mengkondisikan mata selalu basah, dan mengatur jarak ideal antara mata dengan layar monitor. Menggunakan cahaya yang cukup dengan bantuan penerangan membantu keselamatan kerja, artinya jangan bekerja dengan komputer dalam ruangan gelap dimana cahaya yang diperoleh hanya dari layar monitor sebab akan terlalu silau buat mata. Menggunakan komputer dengan prosedur yang bernar cukup diperlukan bagi siswa, hal ini terutama diperlukan untuk pemeliharaan peralatan komputer dan menghindari bahaya akibat aliran listrik dan efekefek elektronik yang lainnya. Prosedur yang benar dalam penggunaan komputer meliputi : (1) cara cara menghidupkan komputer ; memasang komponen-komonen komputer, cara menghubungkan komputer dengan aliran listrik, cara menyelakan monitor dan power komputer, dan menunggu proses windows terbuka serta cara memulai membuka program. (2) Cara-cara mematikan komputer yang benar ; keluar dari program yang sedang digunakan, menutup windows, dan cara mematikan konitor. b. Pemahaman Etika dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Selama pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, para siswa akan berinteraksi lebih banyak dengan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi terutama komputer dalam pengambilan, penyimpanan dan pengolahan data. Sebagai perangkat teknologi yang bebas nilai komputer dapat digunakan sebagai alat untuk kebaikan dan kejahatan tergantung si pengguna (brainware). Oleh sebab itu diperlukan etika dalam penggunaan komputer, sehingga terhindar dari penggunaan yang tidak sesuai. Unsurunsur dalam etika penggunaan komputer ini meliputi : (1) Memberi contoh
22 hak cipta perangkat lunak, (2) Menghargai kreasi orang lain, (3) Menghindari mengcopi secara tidak sah (illegal copy), (4) Menghindari merubah/memodifikasi program orang lain. Beberapa etika yang perlu dipahami oleh siswa dalam menngunakan komputer yaitu : jangan menggunakan komputer untuk membayakan orang lain, jangan mencampuri pekerjaan yang sedang dikerjakan orang lain, jangan mengintip atau melihat file orang lain tanpa seizinnya, jangan menggunakan komputer untuk berbuat kejahatan misalnya pencurian, jangan menggunakan komputer untuk berbuat kebohongan dan jangan menggunakan atau menyalin perangkat lunak yang belum dibeli (ilegal). Guru perlu mensosialisasikan etika penggunaan teknologi informasi ini sejak awal sebelum materi lebih banyak diberikan kepada siswa. Hal ini selain etika sebagai salah satu materi pembelajaran yang perlu dipahami siswa, etika ini dapat pula diaplikasikan sejak dalam proses belajar mengajar, sebab pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi mengkondisikan siswa untuk menghasilkan produk, mengakses data dari sumber lain, dengan LAN memungkinkan interaksi diantara siswa. c. Entering Behaviour Level Pada kegiatan awal pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengajarkan satu kompetensi, diperlukan pengujian terhadap kemampuan awal siswa yang bertujuan untuk menentukan lefel atau tingkatan belajar (entering behavour level). Hal ini penting dilakukan karena materi Teknologi Informasi dan Komunikasi bersifat umum di masyarakat, pemahaman terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat diperoleh siswa dalam pendidikan non formal misalnya kursus atau informal di keluarga. Sehingga dimungkinkan banyak siswa yang relatif memiliki bekal pengetahuan dan skill cukup sebagai kemampuan awal. Hasil dari pengujian awal ini dapat dijadikan dasar untuk membuat tingkatan kemampuan siswa terhadap satu kompetensi Teknologi Informasi
23 dan Komunikasi, misalnya siswa dapat dikategorikan berkemampuan sangat kurang, kurang, cukup dan baik. Materi pelajaran dan perlakukan belajar akan didasarkan pada tingkatan kemampuan tersebut. Bagi siswa yang berkemampuan sangat kurang diperlukan perhatian ekstra dan siswa berkemampuan baik dapat dioptimalkan untuk tutor sebaya, membantu mengajarkan pada teman sebayanya. 2. Kegiatan Pelaksanaan Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Berdasarkan analisa terhadap struktur materi Teknologi Informasi dan Komunikasi maka pada umumnya kegiatan utama pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi terdiri atas : (1) Pemahaman Sistem Operasi (Operating System), (2) Setting Periferal, (3) Pengolahan Informasi untuk produktivitas, (3) Pengembangan Program Aplikasi. a. Operating System (OS) Menggunakan komputer perlu memahami sistem operasi, hal ini sebagai dasar untuk menggunakan program-program dan materi-materi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang lainnya. Sistem operasi atai disingkat OS, merupakan program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan operasi dari sistem komputer. Sistem operasi pada umumnya memiliki dua bagian yaitu control program dan user interface. Bagian sistem operasi yang berupa control program terdiri dari dua bagian yaitu tersimpan dalam ROM dan yang tersimpan di luar ( disket atau hard disk). Sistem operasi pada umumnya berfungsi seperti manajemen dalam satu perusahaan yang harus mengelola sumber sumber (resources). Sumber daya komputer yang harus dikelola supaya efektif dan efisien tersebut meliputi : memory utama, processor, memory luar, dan alat-alat lainnya. Pada praktek pembelajarannya, sistem operasi diperkenalkan sebagai bagian utama materi Teknologi Informasi dan Komunikasi, bagaimana siswa
24 memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan sistem operasi sehingga mekanisme kerja komputer menjadi lebih lancar, sehingga untuk menggunakan program aplikasi tidak terhambat dengan sistem operasi yang bermasalah. Dengan sistem operasi siswa dapat menginstalasi program, copy data, setting program dan pengaturan windows lainnya. b. Manajemen File Manajemen file yang dimaksud adalah pengaturan-pengaturan terhadap file ; pembuatan file baru, mengubahan, pengaturan, pemindahan dan lain-lain. Hal ini diperlukan sebagai kemampuan utama bagi siswa dalam mengolah informasi dengan perangkat komputer. Kompetensi-kompetensi yang terdapat pada kurikulum yang berkaitan dengan penggunaan komputer membutuhkan pengaturan file. Secara umum aktifitas dalam manajemen file meliputi : (1) Menggunakan menu pull-down, (2) Membuat folder, (3) Menggunakan drag and drop, (4) Mengenal tipe file, (5) Mengganti nama file, (6) Memanggil, mengedit, dan menyimpan file, (7) Memformat disket, (8) Menyalin (copy) file dari hard disc /CD ke disket atau sebaliknya. c. Melakukan setting periferal Pada kegiatan utama pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui perangkat komputer, siswa diberikan pemahaman mengenai pengaturan penunjang untuk proses dan hasil kerja dalam pengolahan dan produktivitas kerja. Komputer perlu pengauran-pengaturan yang berhubungan dengan prangkat penunjang dan tampilan (performace). Setting periferal pada umumnya meliputi : (1) Melakukkan setting printer : printer sebagai prangkat untuk output / hasil perlu diset, sebab perangkat tersebut bersifat eksternal perlu penyesuaian dengan kondisi dan kelengkapan driver printer yang tersedia di windows, jika belum tersedia diperlukan instalasi sampai dapat beroperasi. (2) Melakukan
25 setting monitor: resolusi, screen saver dan background ; hal ini berhubungan dengan pengaturan penggunaan resolusi komputer, diperlukan atau tidaknya screen saver dan bakground layar untuk tampilan monitor untuk kenyamanan kerja dengan tampilan yang menyeukan pandangan atau gambar yang menarik minat (human interest), selain itu (3) Melakukan Regional setting. d. Pengolahan Informasi untuk produktivitas melalui Program Aplikasi. Inti dari penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah siswa menghasilkan suatu produk melalui perangkat teknologi informasi. Produktivitas ini sangat ditunjang dengan penggunaan berbagai program aplikasi sebagai software utama. Program aplikasi adalah program yang dapat digunakan oleh pemakai untuk melaksanakan hal-hal yang bersifat umum, misalnya untuk membuat dokumen atau untuk mengirim surat secara elektronis ( ) serta untuk mengotomatiskan tugas individu-individu yang bersifat berulang (misalnya untuk melakukan perhitungan-perhitungan yang bersifat rutin. Termasuk dalam kategori ini adalah web browser, program pengolah kata (wor processor), lembar kerja (spredsheet), dan program presentasi. (Abdul Kodir : 204). Sesuai dengan struktur materi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terdapat pada Kurikulum Berbasis Kompetensi, maka secara umum materi inti kurikulum Teknologi Informasi dan Komunikasi membutuhkan program aplikasi untuk menghasilkan produktivitas, yaitu : (1) Aplikasi. Multimedia/spesifik, (2) Pengolahan gambar, (3) Pengolah kata, (4) Lembar kerja (Worksheet), (5) Pemanfaatan database, (6) Pemrograman (7) Pemanfaatan internet, , dan Web. 4. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Penilaian dilakukan dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dinilai. Penilaian pada domain pengetahuan/pemahaman siswa dapat dilakukan melalui tes tertulis dan tes lisan,
26 sedangkan penilaian pada domain sikap dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan sesuatu dapat dilakukan dengan tes perbuatan atau penilaian atas produk yang dihasilkan siswa. Bentuk penilaian lainnya bisa dengan portofolio, sebagai kumpulan hasil karya siswa. Pada penilaian ini, siswa diberi kesempatan menilai sendiri hasil karyanya dengan mendiskusikan terlebih dulu kriteria penilaian. a. Pencil and Paper Tas Penilaian ini disebut juga penilaian tertulis. Mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan. Terutama materi pada aspek teoritik. Misalnya untuk kompetensi : Hakekat dan dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi, etika dan moral pemanfaatan teknologi, media massa digital, masalah ergonomis dan keamanan, dasar-dasar komputer, dan pengoperasian teknologi multimedia Mengidentifikasi aturan-aturan yang berkaitan dengan etika dan moral terhadap perangkat lunak yang digunakan. Mengidentifikasi syarat-syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)dalam menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi Mengidentifikasi elemen siklus pemrosesan informasi. b. Performance Test Tes ini untuk mengukur penguasaan siswa terhadap software yang dipelajari. Siswa diuji untuk mampu menampilkan unjuk kerja dengan cara menjalankan dan mengoperasikan beberapa program aplikasi yang dipersyaratkan dalam Kurikulum Kerbasis Kompetensi, terutama untuk kompetensi : (1) Penguasaan Program Pengolah Angka (word processing), (2) Penguasaan Program Pengolah Data (Spreadsheet), (3) Penguasaan Program Presentasi, (4) Penguasaan Program Image Processing, (5) Penguasaan Program Surat
27 Elektronik, (6) Penguasaan Program Database dan (7) Penguasaan Program Web Browser. c. Produk (Portofolio) Tes ini untuk mengukur penguasaan siswa terhadap software yang dipelajari dengan dibuktikan berupa produk. Siswa diuji untuk mampu menghasilkan berbagai hasil pekerjaan melalui media komputer untuk menunjang produktivitas kerja, yang dipersyaratkan dalam Kurikulum Kerbasis Kompetensi, produk-produk yang ditentukan diantaranya (1) Macam-macam model dokumen/publikasi (artikel, laporan, undangan, brosur dan lain-lain) dengan menggunakan fasilitas yang ada pada program pengolah kata, (2) Data-data kuantitatif (statistik) yang telah diolah dengan spreadsheet untuk berbagai kepentingan, (3) Dihasilkan program aplikasi data based untuk berbagai kepentingan, membuat lembar kerja (worksheet) dengan melibatkan formula, grafik dan gambar, (4) Menghasilkan bahan presentasi dengan melibatkan data dari dokumen lain : Mencetak slide sebagai hand out, Melakukan packing / publishing. (5) Membuat karya menggunakan program untuk membuat data base, (6) Menghasilkan produk presentasi mltimedia, (7) Dihasilkannya homepage sendiri dengan menggunakan program aplikasi html dan internet.
28 KESIMPULAN Model Implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dengan dilatarbelakangi oleh adanya pemberlakuan mata pelajaran baru yaitu Teknologi Informasi dan komunikasi yang memerlukan analisis lebih dalam tentang strategi implementasinya di sekolah, oleh sebab itu penelitian ini mengangkat permasalahan tentang bagaimana prosedur dalam implementasi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dan faktor-faktor apa saja yang mempengruhi implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Prosedur model implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA 15 Bandung meliputi prosedur umum dan prosedur khusus. Prosedur umum meliputi perencanaan yang berisi aktivitas (1) Pengadaan fasilitas
29 belajar, (2) Penyediaan ruang laboratorium, (3) Pengadaan Komputer, (4) Identifikasi sumber daya, dan (5) Menyiapkan Silabus. Adapun dalam pelaksanaan meliputi aktivitas : (1) menentukan prosedur kegiatan PBM, (2) penggunaan metode mengajar, (3) penggunaan media pembelajaran dan penyajian bahan ajar. Serta evaluasi meliputi : penilaian dengan instrumen berbentuk tes dan penilaian dengan bentuk non tes. Prosedur evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi diantaranya : pre-tes, diberikan pada siswa pada awal pembelajaran dan Post-Tes, yang betujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan pada satu kali pertemuan. Prosedur khusus pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi : tahap persiapan pembelajaran yaitu : Pemahaman Standar Operation Prosedur (SOP) sebagai syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pemahaman Etika dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Entering Behaviour Level. Pada Pelaksanaan Pembelajaran meliputi pemahaman Sistem Operasi (Operating System), Setting Periferal, Pengolahan Informasi untuk produktivitas, Pengembangan Program Aplikasi. Sedangkan tahap Evaluasi Pembelajaran meliputi Pencil and paper test, Performance Tes, Evaluasi Produk dalam bentuk Fortofolio.. Faktor - Faktor yang mempengaruhi implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, meliputi faktor internal yaitu Guru, siswa dan fasilitas. Guru kaitannya dengan motivasi berprestasi, penguasaan materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dan faktor eksternal, meliputi : dukungan dari lembaga/sekolah, dukungan dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah. Beberapa rekomendasi untuk implementasi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di skolah adalah dalam penyelenggaraan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diperlukan perencanaan yang baik, penyelenggaraan pembelajaran hendaknya pihak sekolah dan guru merujuk sepenuhnya kepada standar kompetensi, dan kompetensi dasar, implementasi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dilakukan dengan prosedur yang komprensif yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan menggunakan model evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi (unjuk kerja) siswa terhadap penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
30 DAFTAR PUSTAKA Abdul Kadir, 2003, Pengenalan Sistem Informasi, Jogjakarta, Penerbit Andi Yogyakarta Alessi M. Sthephen & S.R., Trollip Computer Based Instruction Method & Development, New Jersley : Prentice-Hall, Inc. Anthony Jones et.al.(1979), Strategie for teaching, London : The Scrarecrow Press Inc. Alexander,S.: Teaching and Learning on the Word Wide Web, Tersedia C. Paul Newhouse,(2005). A Framework to Articulate the Impact of ICT on Learning in Schools. Tersedia : Cepi Riyana, 2004, Strategi implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan menerapkan Konsep Instructional Technology, Jurnal Edutech, Jurusan Kurtek Bandung. DEPDIKBUD. (1996). GER and NER of Secondary Education (General + Islamic). [Online]. Tersedia
31 Education Department of Western Australia. (1998). Framework for the Implementation of Learning Technologies in WA Government Schools. Education Department of Western Australia. Retrieved December 2002, 2002, Tersedia : International Society for Technology in Education. (2000). National Educational Technology Standards for Teachers.: International Society for Technology in Education Kurikulum 2004 : Standar Kompetensi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sekolah Menengah Atas dan Aliyyah, Departemen Pendidikan Nasional, Draf Akhir, 2003 Kenji Kitao, Internet Resources: ELT, Linguistics, and Communication. Japan: Eichosha. Lexy J. Molong (1990). Metodologi Penelitian Kualitatif : Jakarta Remaja Karya Nana Sujana, 1989, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Sinarbaru Algensindo, Bandung. Nolan R.L and Croson,D.C, 1993 The Stages Theory of A Frame Work for IT Adaption and Organizational Learning, Harvard Business School. Cambridge MA (1996). Beberapa pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar,Jakarta, Bina Aksara. Paul G Geisert,dkk, Techer, Computers and Curriculum :Micro computer in the classroom, Needham, Library of Congress Cataloging in publication Data. U.Rachmat, 2003, Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Kurikulum 2004 SMA mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, Depdiknas, Jakarta Rusman, 2003, Studi tentang Implementasi kurikulum Berbasis Kompetensi di Diklat PPTG Teknologi Bandung. PPS Universitas Pendidikan Indonesia Syopiansyah Syampurnajaya, Teknologi Informasi : Prospek Menuju Era Globalisasi, Depdiknas. James, (199), School Based Planning In Information And Communication Technology: Principles, Templates & Guidelines. Tersedia :
32 Tilaar, HAR (1999), Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia, bandung : Remaja Rosdakarya Tyler, Ralph W.(1975).Basic Principles of urriculum and instruction.chicago : university of Chicago Press Tim Dosen MKDK.(2002). Kurikulum dan Pembelajaran, Bandung, Jurusan Kurikulum da teknologi Pendidikan UPI Taba, Hilda (1962) Curriculum development : theory and Practice. New York. Harcort Brac & World, Inc. UNESCO, (2001), ICT Development at School Level. Tersedia :
33 uji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah P melimpahkan Rakhmat dan Karunia-Nya kepada kita semua. Atas perkenan-nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Model Pengembangan Kurikulum yang diberikan oleh Bapak Prof. Dr. Nana Syaodih Sumadinata. Dalam kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada Bapak yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan ilmu yang sangat berharga buat penulis. Makalah ini membahas topik tentang MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM INFORMATION AND COMUNICATION TECHNOLOGY (ICT). Secara umum makalah ini membahas tentang (1) Pendekatan pengembangan ICT, (2) Strategi perencanaan pengembangan ICT, (3) Prosedur umum implementasi ICT, (4) Prosedur khusus model pengembangan ICT. Penulis amat menyadari bahwa pembuatan makalah ini tidak sempurna adanya, namun banyak kekurangan baik dari sisi substansi, maupun teknis penulisan. Dengan demikian, kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini amat penulis harapkan, terutama dari Bapak pembimbing mata kuliah ini. Bandung, Januari 2008 Penulis
34 Cepi Riyana NIM MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM INFORMATION AND COMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) KATA PENGANTAR.. DAFTAR ISI.. i ii BAGIAN I PENDAHULUAN. 1 BAGIAN II PEMBAHASAN A. Pendekatan Teknologi Informasi dan komunikasi B. Strategi Perencanaan ICT. D. Prosedur Pengembangan TIK.. 1. Prosedur Umum Pengembanagan TIK. 2. Prosedur Khusus Pengembangan TIK. BAGIAN III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA
Kurikulum Berbasis TIK
HAKIKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia semakin populer terutama seiring dengan lahirnya Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) 1.2. Menjelaskan fungsi, dan cara kerja jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)
MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SMA/MA KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata Pelajaran (Kompetensi Dasar) Indikator Esensial
PEMETAAN STANDAR ISI/ANALISIS SK DAN KD
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PERANGKAT PEMBELAJARAN PEMETAAN STANDAR ISI/ANALISIS SK DAN KD Mata Pelajaran : Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Satuan Pendidikan : SMA / MA Kelas/Semester
SILABUS MATA KULIAH. 1. Identitas Mata Kuliah
SILABUS MATA KULIAH 1. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Pembelajaran Berbasis Komputer Nomor Kode : TP409 Jumlah SKS : 3 SKS Semester : 4 lompok Mata Kuliah : TP405 Program Studi/Program : Teknologi
MEMBANGUN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN OLEH : Nunuk Suryani. Page 1
MEMBANGUN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN OLEH : Nunuk Suryani Page 1 APAKAH LITERASI DIGITAL?. Page 2 Era global Mengapa Penting? Pendidikan perlu menyiapkan manusia yang mampu menjawab tantangan
Lantip Diat Prasojo Universitas Negeri Yogyakarta
MODEL PENGEMBANGAN SOFTWARE PERPUSTAKAAN ON-LINE DI SMAN 1 KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Lantip Diat Prasojo Universitas Negeri Yogyakarta Email: [email protected], [email protected] Abstrak
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004 Implementasi Open Source Software pada Badan Usaha Widoyo PT. INTI (persero), Jl. Moh. Toha 77 Bandung, 40253. e-mail: [email protected]
pelajaran 1.2 Mengoperasikan penyalaan komputer sampai dapat digunakan 2. Merakit, menginstalasi, men-setup, memelihara dan melacak serta
No Kompetensi Utama Profesional Standar Kompetensi Guru Kompetensi Inti Kompetensi guru Guru pelajaran Menguasai materi, 1. Mengoperasikan computer personal struktur, dan periferalnya konsep, dan pola
I. PENDAHULUAN. Program telekomunikasi dalam bentuk Teknologi Informasi dan Komunikasi atau
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program telekomunikasi dalam bentuk Teknologi Informasi dan Komunikasi atau Information Communication and Technology (ICT) merupakan bagian dari teknologi pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN. sangat berpengaruh terhadap kecepatan dan keakuratan dalam pemerosesan data dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini, teknologi informasi yang semakin berkembang saat ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan dan keakuratan dalam pemerosesan data dan informasi.
SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Nama Sekolah : SMA Titian Teras Mata Pelajaran : TIK Kelas/Semester : X/1 Standar Kompetensi 1.1. Mengaktifkan dan
Komputer & Software Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika.
Komputer & Software Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. [email protected] Komputer Komputer
CONTOH SOAL UJIAN KOMPETENSI GURU (UKG) 2012 MATA PELAJARAN TIK
CONTOH SOAL UJIAN KOMPETENSI GURU (UKG) 2012 MATA PELAJARAN TIK No. Materi Indikator Contoh Soal 1 Pengantar TIK Menjelaskan fungsi berbagai peralatan teknologi informasi dan Perangkat lunak yang berhubungan
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN Kompetensi Guru Mata pelajaran (Kompetensi Dasar)
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 Mata Pelajaran Jenjang : Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) : SMA/ MA SMK /MAK No 1 Mengoperasikan PC stand alone 1.1.Mengoperasikan
14. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
KOMPETENSI INTI 14. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Saat ini komputer
I b M GURU MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
I b M GURU MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Erly Wahyuni¹, Estu Widodo² dan Shobbah Sabilil M 1 Dosen FKIP UMM Dosen TI UMM ABSTRAK Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan salah satu
Sistem Informasi untuk Pendidikan (3) Pengembangan Kurikulum S2 KRK640 3 SKS
Sistem Informasi untuk Pendidikan (3) Pengembangan Kurikulum S2 KRK640 3 SKS SISTEM BELAJAR MENGAJAR ON-LINE Pembelajaran on-line adalah pembelajaran yang menggunakan internet untuk menyampaikan bahan
GURU DAN TEKNOLOGI. Diah Banyuni. Abstrak
GURU DAN TEKNOLOGI Diah Banyuni Abstrak Guru dan Teknologi di dunia pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan, Guru dituntut untuk menjadi garda terdepan dalam penguasaan teknologi. Dengan
1.Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. Indikator:
Sekitar 1 Minggu yang lalu saya mengikuti perkuliahan Kapita Selekta di Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer UPI, di perkuliahan itu dosen kami Dr. Wawan Setiawan M.Kom membahas tentang standar kompetensi
BAB 1 PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini berkembang pesat setiap tahunnya. Menurut data Internet World Stats, Indonesia termasuk
KISI-KISI MATERI UJIAN SEKOLAH 2013
KISI-KISI UJIAN SEKOLAH 203 SMA AL-HUDA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ( TIK ) TAHUN PELAJARAN 202/203 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH 203 SMA AL-HUDA Jenis Sekolah : SMA Alhuda Alokasi Waktu : 20 menit Mata
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Andi Wijaya, 2014 Pemanfaatan Internet Pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Seiring dengan perkembangan pada era globalisasi, kini informasi bisa semakin mudah untuk diakses. Salah satu cara aksesnya adalah dengan menggunakan media
SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KELAS X
Nama Sekolah : SMAN 3 Ciamis Mata Pelajaan : Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas/Semester : X/1 Standar Kompetensi : 1. Melakukan Operasi Komputer SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN SD
A. Peta Analisis Kompetensi PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN SD Mahasiswa mampu merancang, mengembangkan, mengujicobakan dan menilai bahan ajar SD Melakukan penilaian dan ujicoba bahan ajar sesuai dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. informasi yang diberikan, karena dalam implementasi pembelajarannya menggunakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era seperti sekarang ini dimana kemajuan teknologi informasi diterapkan di segala bidang, kita dituntut untuk mengikuti kemajuan teknologi tersebut dengan menerapkan
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jakarta 26 Agustus 2008
1 PENGEMBANGAN TES ONLINE UNTUK UJIAN KOMPETENSI TIK DI SMA Disampaikan dalam Seminar Nasional Implementasi Ujian Online pada Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah Menengah Atas
Pemanfaatan Komputer di Bidang Pendidikan
Pemanfaatan Komputer di Bidang Pendidikan 1. Pemanfaatan Komputer Untuk Pembelajaran Kemajuan teknologi komputer membuat aktivitas menjadi serba cepat serta menjadikan dunia seperti tanpa batas. Berbagai
6 Menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran keterampilan komputer dan pengelolaan informasi 7 Menerapkan teknik
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PEAJARAN KKPI Kompetensi Inti Guru 1 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual Mengidentifikasi
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TIK
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TIK No Inti Guru (KI) Standar Guru (SKG) Guru Mata (IPK) 1 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional,
TEKNOLGI INFORMASI BAGIAN DARI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN. Oleh: Drs. Habib, M.M. 2015
1 TEKNOLGI INFORMASI BAGIAN DARI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN Oleh: Drs. Habib, M.M. 2015 A. PENDAHULUAN Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini telah berjalan dengan sangat
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
484 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Kesimpulan ini disusun merujuk kepada hasil dan pembahasan penelitian studi tentang Struktur, Pelaksanaan, Perangkat, dan Pengendalian Sistem Manajemen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Media pembelajaran merupakan suatu alat atau perantara yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN 2010
Dasar/ 1 Siswa memiliki sikap (etika dan moral), kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Undang-Undang Hak Cipta X/1 Etika dan Moral
KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) Kompetensi Guru Mata pelajaran (Kompetensi Dasar)
Kompetensi Keahlian : Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) Jenjang : SMK / MAK KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) No Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan adanya era globalisasi, pelaksanaan pembelajaran saat ini perlu didukung dengan adanya media pembelajaran yang berbasis teknologi. Media berbasis
BAB I TINJAUAN UMUM SISTEM OPERASI
BAB I TINJAUAN UMUM SISTEM OPERASI Sistem operasi berkaitan erat dengan pengoperasian computer. Computer merupakan perangkat elektronik yang dirancang untuk membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan komunikasi diantara sesamanya,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan komunikasi diantara sesamanya, untuk dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya, maka manusia mulai mencari dan menciptakan
BAB I PENDAHULUAN. tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan paradigma dunia tentang makna pendidikan, pendidikan dihadapkan pada sejumlah tantangan yang semakin berat. Pendidikan di Indonesia masih
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini menuntut guru untuk selalu berinovasi dan berkreasi. Saat ini, pemerintah mewajibkan
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada
SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN(KTSP) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN(KTSP) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI http://www.ziddu.com/download/15573386/silx2.docx.html Nama Sekolah : SMA N 10 Melati Samarinda Mata Pelajaan : TIK
KERANGKA KENDALI MANAJEMEN (KENDALI UMUM)
KERANGKA KENDALI MANAJEMEN (KENDALI UMUM) N. Tri Suswanto Saptadi POKOK PEMBAHASAN 1.Kendali Manajemen Atas 2.Kendali Manajemen Pengembangan Sistem 3.Kendali Manajemen Pemrograman 4.Kendali Manajemen Sumber
BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan mata pelajaran baru. Mengingat semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi, pemerintah
KISI PEDAGOGIS KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/ KEAHLIAN/BK. spiritual, dan latar belakang sosial-budaya
No Kompetensi Utama STANDAR KOMPETENSI GURU KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/ KEAHLIAN/BK 1. Menguasai karakteristik peserta 1.1. Memahami karakteristik peserta didik dari aspek
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBEKALAN KEMAMPUAN ASESMEN BAGI CALON GURU KIMIA DALAM PEMBELAJARAN. Abstrak
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBEKALAN KEMAMPUAN ASESMEN BAGI CALON GURU KIMIA DALAM PEMBELAJARAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program yang secara efektif dapat membekali kemampuan calon
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat
BAB I PENDAHULUAN. dan dihasilkan melalui pendidikan.dalam proses pendidikan pula, manusia. belajar dari, tentang, dan dengan tehnologi itu sendiri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana utama untuk memperoleh,menerapakan dan mengembangkan ipteks. Pendidikan termasuk kegiatan pembelajaran dan penanaman nilai-nilai
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Raden Indra Firmansyah, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada saat ini teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology) merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari berbagai aspek kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. Rochaety dkk, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Jakarta, PT. Bumi Aksara, 2005, hlm 1 2. Ibid, hlm 1 3
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era Informasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi berkembang dengan cepat, juga arus informasi berjalan dan menyebar dengan kecepatan tinggi seolah-olah
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DAN EVALUASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI LECTORA BAGI GURU SD MUHAMMADIYAH AMBARBINANGUN
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DAN EVALUASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI LECTORA BAGI GURU SD MUHAMMADIYAH AMBARBINANGUN Taufik Muhtarom Prodi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
BAB I PENDAHULUAN. pesat telah membawa banyak pengaruh terhadap berbagai bidang. Dunia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini semakin pesat telah membawa banyak pengaruh terhadap berbagai bidang. Dunia pendidikan merupakan
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN
BAB I BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan unsur yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia. Dalam pembelajaran terdapat berbagai macam strategi dan metode yang dapat digunakan
PENGGUNAAN METODE E-LEARNING DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH PADA MATA PELAJARAN TIK TINGKAT SMP
PENGGUNAAN METODE E-LEARNING DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH PADA MATA PELAJARAN TIK TINGKAT SMP DISUSUN OLEH : ANDI AFIFUDDIN GURU MTs. THOLABUDDIN MASIN 2007 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
Nama Program Studi : S1 PGSD Nama Jurusan / Fakultas : Ilmu Pendidikan / KIP Nama Matakuliah / SKS : Inovasi Pendidikan / 2 (2-0) Kode Mata Kuliah : Semester : Dosen Pengampu PJ Mata Kuliah : Dr. Herpratiwi,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Menggunakan Lectora Inspire pada Materi Usaha dan Energi SMA
p-issn: 2461-0933 e-issn: 2461-1433 Halaman 71 Naskah diterbitkan: 30 Desember 2016 DOI: doi.org/10.21009/1.02210 Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Menggunakan Lectora Inspire pada Materi Usaha dan
KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI. Mata Pelajaran
KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI Mata Pelajaran TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEKOLAH MENENGAH ATAS dan MADRASAH ALIYAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Jakarta, Tahun 2003 Katalog dalam Terbitan Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan sumber kemajuan bangsa yang sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sumber kemajuan bangsa yang sangat menentukan daya saing antar bangsa. Oleh karena itu sektor pendidikan harus terus ditingkatkan mutunya.
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI A. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini, dapat diambil beberapa simpulan sesuai dengan permasalahan yang diteliti, sebagai berikut: Dukungan kebijakan
SILABUS MATA KULIAH. : Pengembangan Media Pembelajaran. : Cepi Riyana, S.Pd.,M.Pd. Kode/ Bobot SKS : 3 sks
SILABUS MATA KULIAH A. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Nama Dosen : Cepi Riyana, S.Pd.,M.Pd. Kode/ Bobot SKS : 3 sks : Pengembangan Media Pembelajaran A. Standar Kompetensi Mahasiswa memiliki pengetahuan
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU TAHUN 2011
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU TAHUN 2011 Bidang Studi Satuan Pendidikan : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) : SMA A. Bidang Kompetensi : PEDAGOGIK Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
Mengidentifikasi Masalah Melalui Gejala Yang Muncul
MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC & PERIFERAL Mengidentifikasi Masalah Melalui Gejala Yang Muncul DEPAN PETA KEDUDUKAN KOMPETENSI Dasar Kejuruan Level I ( Kelas X ) Level II ( Kelas XI ) Level
87. Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA)
87. Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Memasuki abad ke-21, bidang teknologi informasi dan berkembang dengan
P4 Pemanfaatan Komputer Di Berbagai Bidang. A. Sidiq P. Universitas Mercu Buana Yogyakarta
P4 Pemanfaatan Komputer Di Berbagai Bidang A. Sidiq P. Universitas Mercu Buana Yogyakarta Menurut pandangan anda, bidang-bidang apa saja yang sudah menerapkan penggunaan komputer? 2 Dari bidang-bidang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat vital dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi. Untuk membentuk sumber
Komputer dan Masyarakat: Studi Sosial Komputer
Komputer dan Masyarakat: Studi Sosial Komputer Adam Joyo Pranoto URL. http://adaminstitute.blogspot.com Email. [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama SMK : SMK Kristen Salatiga Mata Pelajaran : Produktif Multimedia Standar Kompetensi : Menggabungkan gambar 2D ke dalam sajian Multimedia Kelas / Semester : XI
Kontrak Kuliah. Desain Sistem. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Kontrak Kuliah Desain Sistem Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Desain Sistem Setelah tahap analisis selesai, maka analis sistem mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Setelah itu tiba waktunya
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN AJARAN
Mata Pelajaran : TIK(TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) Jumlah : 50 PilGan & 5 Essay 1 Memiliki sikap (etika dan moral) dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam menggunakan perangkat Teknologi Informasi
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumberdaya manusia yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan,
BAB I PENDAHULUAN. Fuja Siti Fujiawati, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang pada umumnya wajib dilaksanakan oleh setiap negara. Pendidikan merupakan
BAB I PERSYARATAN PRODUK
BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan Pada era Informasi saat ini, penggunaan komputer sebagai alat penunjang pekerjaan sangat banyak kita jumpai. Tingginya tingkat kebutuhan, membuat perkembangan teknologi
SISCA RAHMADONNA, M.Pd Diadopsi dari Berbagai Sumber
SISCA RAHMADONNA, M.Pd Diadopsi dari Berbagai Sumber IDENTITAS MATAKULIAH Nama Matakuliah : Pengembangan Bahan Ajar Cetak Kode Matakuliah : PMT429 Jumlah SKS : 4 SKS Dosen : Sisca Rahmadonna, M.Pd Program
Evolusi Sistem Informasi Pendidikan: Pembuatan Template e- Learning untuk Pendidikan Tinggi
Evolusi Sistem Informasi Pendidikan: Pembuatan Template e- Learning untuk Pendidikan Tinggi Leo Willyanto Santoso Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi yang sangat cepat ini mengakibatkan masyarakat sudah terbiasa dengan penggunaan komputer sebagai
Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Pengelolaan Strategik SI/TI
Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I Pengelolaan Strategik SI/TI 1 Tantangan Pengelolaan IT Perubahan teknologi (TI) semakin cepat. Aplikasi dan data semakin banyak overload informasi. Perkembangan bisnis yang semakin
Pelatihan Pembuatan Media Perpustakaan Elektronik Berbasis Website bagi Guru-Guru SMKN 1 Purwosari Gunung Kidul
Pelatihan Pembuatan Media Perpustakaan Elektronik Berbasis Website bagi Guru-Guru SMKN 1 Purwosari Gunung Kidul Oleh: Yoga Guntur Sampurno M. Pd ([email protected]) Ibnu Siswanto M.Pd. ([email protected])
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN Kompetensi Guru Mata Pelajaran (Kompetensi Dasar)
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 Mata Pelajaran Jenjang : Teknik Informasi dan Komunikasi : SMA/SMK MA/MAK Kompetensi Inti Guru 1. Memahami penggunaan teknologi informasi
BAB I PENDAHULUAN. Skor Maksimal Internasional
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Mutu pendidikan dalam standar global merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pendidikan di negara kita. Indonesia telah mengikuti beberapa studi internasional,
Pemanfaatan ICT Dalam Pembelajaran PAI
Pemanfaatan ICT Dalam Pembelajaran PAI Sahmiar Pulungan Program Studi Ekonomi Islam Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Indonesia [email protected] Abstract The purpose
BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti menghitung. Dalam bahasa Inggris berasal dari kata computer yang artinya menghitung.
Implementasi Blended Learning Dr. Sentot Kusairi, M. Si. Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UM Pendahuluan Dewasa ini perkembangan teknologi
Implementasi Blended Learning Dr. Sentot Kusairi, M. Si. Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UM Pendahuluan Dewasa ini perkembangan teknologi komputer dan informasi telah merambah dunia pendidikan. Dengan
Audit Sistem pada Digital Library System (Studi Kasus Universitas A) Inne Gartina Husein
Audit Sistem pada Digital Library System (Studi Kasus Universitas A) Inne Gartina Husein Program Studi Manajemen Informatika, Politeknik Telkom, Bandung 1. Pendahuluan Digital library merupakan dampak
Pendahuluan. Implementasi Program Information Skills di Universitas Indonesia 1. Mohamad Aries 2
Implementasi Program Information Skills di Universitas Indonesia 1 Mohamad Aries 2 Pendahuluan Universitas Indonesia (UI) memiliki rencana strategi dalam dua hal. Meningkatkan kualitas pendidikan/pengajaran
Oleh: Muhammad Yusuf, S. Kom NIP
STANDARISASI KOMPUTER LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE BACKUP AND RESTORE DENGAN HDClone VIA NETWORK (Studi Kasus: Pusat Laboratorium Terpadu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Oleh: Muhammad Yusuf, S. Kom
LAMPIRAN 1. Kuesioner. Domain Bisnis. untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan
L1 LAMPIRAN 1 Kuesioner Domain Bisnis Kuesioner ini dibuat dan disebarkan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penyusunan skripsi dengan judul Analisis Investasi Sistem Informasi dengan Menggunakan
PENGEMBANGAN SISTEM INVENTARISASI SARANA LABORATORIUM JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
PENGEMBANGAN SISTEM INVENTARISASI SARANA LABORATORIUM JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Rudi Setyawan Bambang Budi Wiyono Sunarni Email: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Era globalisasi yang semakin maju dan kompleks di berbagai
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang semakin maju dan kompleks di berbagai sektor kehidupan membawa konsekuensi dibutuhkannya Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fariz Eka Nurfu ad, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin pesat, menuntut masyarakat untuk mengikuti perkembangannya. Salah satu bidang yang mendapatkan dampak
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Bahan ajar inovatif dan interaktif dibutuhkan oleh siswa dan guru agar
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bahan ajar inovatif dan interaktif dibutuhkan oleh siswa dan guru agar kegiatan belajar mengajar menarik, pengadaan bahan ajar yang bermutu menjadi salah
RICKY W. GRIFFIN RONALD J. EBERT BISNIS. Edisi Kedelapan. Jilid 2 PENERBIT ERLANGGA
RICKY W. GRIFFIN RONALD J. EBERT BISNIS Edisi Kedelapan Jilid 2 PENERBIT ERLANGGA Sistem Informasi Teknologi & Komunikasi Akutansi Prodi Ilmu Ekonomi 2010 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Manajemen
BAB I PENDAHULUAN. belajar ini dapat dikelola dalam beberapa cara, salah satunya adalah dengan
[Type here] BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan kebutuhan pokok setiap manusia. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam memperoleh ilmu pengetahuan, belajar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, pemakaian komputer sebagai pengolah dan pemroses data sangat diperlukan dalam berbagai bidang pekerjaan. Salah
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini begitu pesat.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini begitu pesat. Seiring dengan itu, banyak solusi yang diciptakan melalui teknologi informasi. Dalam dunia informasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Web sekolah merupakan ajang untuk menampilkan informasi dan dokumentasi sebuah sekolah. Sebenarnya banyak sekali informasi tentang sebuah sekolah yang bisa dipaparkan atau ditampilkan
Pemanfaatan Program Computer Assisted Instruction (CAI) dalam Program Pembelajaran Berbasis Internet. Oleh: Ali Muhtadi *)
Pemanfaatan Program Computer Assisted Instruction (CAI) dalam Program Pembelajaran Berbasis Internet Oleh: Ali Muhtadi *) Abstrak Kegiatan pembelajaran yang selalu dilaksanakan di dalam ruangan kelas secara
