Heru Suhartanto, PhD

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Heru Suhartanto, PhD"

Transkripsi

1 Heru Suhartanto, PhD Grid computing merupakan suatu cara pemanfaatan sumber daya komputasi secara murah untuk mencapai kinerja komputasi yang tinggi tanpa harus mengetahui di mana lokasi sumber daya tersebut berada Heru Suhartanto adalah dosen tetap Fakultas Ilmu Komputer UI sejak 1986 dan saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Non Akademik. Saat ini mata kuliah yang diajarkan adalah Topics in Parallel Computation pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Komputer dan Calculus I pada program Sarjana. Ia merupakan Sarjana Matematika dari Universitas Indonesia dengan tahun kelulusan Pada tahun 1990, ia meraih gelar, MSc in Computer Science dari University of Toronto, Canada. Gelar PhD in Parallel Computing diperolehnya pada tahun 1998 dari University of Queensland, Australia. Dari beberapa pengalaman risetnya, pada tahun ia menjadi Principal Researcher, Indonesian International Joint Research Program with Universiteit Utrecht, Netherland, funded by The Ministry of Research and Technology Research Program, Republic of Indonesia, on Developing Technology for Specifying and Generating Critical Data Processing Programs. MuPl2Java Translator Secara umum, menerjemahkan merupakan tindakan merubah suatu bentuk menjadi bentuk yang lain. Dalam istilah linguistik, menerjemahkan merupakan proses merubah satu bahasa ke bahasa yang lain, tanpa mengubah arti sebenarnya dari bahasa yang diterjemahkan. Alat untuk menerjemahkan sering disebut dengan translator (penerjemah). Penerjemah atau translator bisa berupa orang atau berupa alat otomatis yang dibuat oleh manusia. Menerjemahkan bukan merupakan tugas yang tidak penting, meskipun itu dikerjakan oleh alat otomatis atau orang. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, ada aturan-aturan tentang bagaimana menerjemahkan harus diselesaikan. Aturan-aturan ini terkadang tergantung pada keduanya, bahasa yang akan diterjemahkan dan bahasa hasil dari terjemahan (kita akan menunjuk kedua bahasa tersebut sebagai sumber (source) dan target language, secara berturut-turut) Untuk menghasilkan terjemahan yang baik, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pada dasarnya, aspek penting dalam menterjemahkan adalah grammar dan semantik dari sumber dan target. Grammar menentukan bagaimana suatu bahasa ditulis, sedangkan semantik merupakan makna dari bahasa itu. Dalam kasus programming language, grammar memiliki aturan yang ketat dalam membuat suatu bahasa. Makna tidak rancu diijinkan, dimana kalimat tertentu dari suatu bahasa hanya memiliki satu dan hanya satu makna tunggal. Jadi, kita memiliki sebuah semantik unik untuk sebuah kalimat unik. Kita harus benar-benar memahami semantik dan grammar masing-masing bahasa sebelum di terjemahkan. Langkah pertama dalam menterjemahkan adalah mengekstrak dan memahami makna dari apa yang akan di terjemahkan. Hal ini diselesaikan dengan menyesuaikan input pada grammar dan semantik dari source language. Kemudian kita mencoba untuk menyusun maknanya menjadi target language dengan menyesuaikannya dengan grammar dari target language dan bagaimana menunjukkannya sebagai semantik.

2 Ini harus dikerjakan secara seksama untuk mendapatkan hasil makna yang tepat antara source dan target language. upl merupakan bahasa percobaan yang dikembangkan oleh tim Utrecht University (UU). upl mendukung sequential imperative program, ditambahkan dengan propertisnya. Program ditulis dalam upl yang bisa digunakan untuk menghasilkan kondisi verifikasi. Kita menggunakan tool yang disebut dengan xmech untuk menghasilkan kondisi verifikasi mereka, yang didasarkan pada properties yang ditulis di program. Hal lainnya, saat ini Java merupakan bahasa pemrograman yang sangat terkenal. Didasarkan pada paradigm objek oriented, Java menawarkan kelebihan-kelebihan pada bahasa pemrograman yang ada. Modularity dan reusability merupakan salah satu kelebihan objek oriented. Program Java dapat dijalankan pada banyak Platform dengan menggunakan Java Virtual Machine sebagai interpreter. Ide utama pengembangan upl ke Java translator adalah untuk mengotomatisasi pengubahan dari upl program ke Java program. upl program bermanfaat untuk fungsi verifikasi. Menggunakan xmech, kita bisa memverifikasi program yang akan dibuat. Setelah program diverifikasi, kita bisa menerjemahkannya ke program Java yang bisa kita pertimbangkan sebagai bahasa pemrograman yang up to date saat ini. Model Kompilator Berbasis Pascal Kompilator adalah suatu program yang membaca program yang ditulis dengan bahasa tertentu (bahasa sumber) dan menerjemahkannya ke bahasa lain (bahasa tujuan). Contoh bahasa-bahasa sumber adalah bahasa-bahasa pemrograman tradisional seperti Fortran, Pascal, dan Cobol, sedangkan bahasa tujuan pada umumnya merupakan bahasa mesin atau bahasa assembly yang tergantung pada jenis mesinnya. Proses kompilasi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian analisis dan sintesis. Dalam proses analisis, program sumber diuraikan menjadi program dalam bahasa tingkat menengah. Proses sintesa akan mengubah representasi menengah tersebut menjadi program dalam bahasa tujuan. Tahap-tahap kompilasi yang dilakukan oleh kompilator IKI40800 dimulai dari analisis leksikal (scanner), analisis sintaks (parser), analisis semantik (context checker) kemudian lagsung dibentuk kode tujuan. Model kompilator bahasa IKI40800 ini merupakan suatu simulasi. Program sumber merupakan program dalam bahasa IKI40800 yang dibuat dalam bentuk file teks. Sedangkan program tujuan berada dalam suatu memori berbentuk array satu dimensi. Memori tersebut digunakan untuk menyimpan kode tujuan, alokasi variable, dan memori run time. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah Personal Computer IBM/Compatible dengan kebutuhan memori sesuai dengan kebutuhan kompilator Turbo Pascal versi 5.5 yaitu minimal 448 KB RAM untuk menjalankan integrated environment. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan adalah kompilator Turbo Pascal versi 5.5, dengan sistem operasi MS-DOS versi 3.0 ke atas. Model kompilator IKI40800 yang telah dijelaskan di atas adalah suatu model yang relatif sederhana dari suatu kompilator dan dapat dijadikan bahan perkuliahan pemahaman bagaimana suatu kompilator dibuat. Beberapa pengembangan yang dapat dilakukan terhadap model ini adalah sebagai berikut:

3 Pembentukan kode tujuan dikembangkan lagi sehingga menghasilkan kode dalam bahasa mesin atau Assembly, bukan lagi bahasa mesin semu. Pengembangan tata bahasa IKI40800 dan kompilatornya, misalnya penambahan kalimat case, for loop, array multi-dimesi, dan sebagainya. Penambahan prosedur untuk optimasi kode tujuan. Optimasi ini akan sangat berguna untuk mengurangi ukuran program tujuan, atau pun mempercepat eksekusi program tujuan. Penambahan tahap pembentukan kode menengah, supaya dapat dilakukan optimisasi kode yang lebih baik. Model Pemroses Bahasa Pemrograman Dengan tools berbasis Java Tujuan utama pengalihan basis bahasa pemrograman adalah penyediaan keluwesan bagi pemakai untuk tidak tergantung pada kompilator yang komersial dan lebih memudahkan pemakai untuk mengembangkan model kompilator tersebut bahasa Java yang gratis (public domain softwares). Dalam model terbaru ini seluruh kompunent dikembangkan dengan bahasa Java dan menghasilkan kompilator dalam bahasa Java. Perbedaan dengan modul Pascal adalah dalam hal penganalisisi leksikal dan sintak atau parsing. Pada model terdahulu, perancang suatu kompilator harus memahami teori dasar bahasa pemrograman (terutama leksikal dan sintak) dan mengimplementasikan teori tersebut langsung. Walaupun ini sangat bermanfaat dalam memahami bagaimana penerapan teori bahasa pemrograman, namun ia kurang efisien untuk pengembangan suatu pemroses bahasa dengan lebih efisien dan cepat. Pada model terdahulu, jika terjadi penambahan atau perubahan spesifikasi kompilator tersebut, perlu dilakukan perubahan yang banyak pada modul terkait yakni pada modul penganalisis leksikal dan sintak. Dengan pendekatan baru ini, hanya sedikit bagian yang perlu direvisi pada modul leksikal dan sintak, sehingga pemakai bisa berkonsentrasi untuk pengembangan model lebih lanjut. Dalam pengembangan ini, JLEX atau JavaLex dipakai sebagai pembentuk penganalisis leksikal dan Cup atau JavaCup dipakai sebagai pembentuk penganalisis sintak. Perubahan pada analisis leksikal cukup dilakukan perubahan pada spesifikasi bagaimana pola suatu token dibentuk, dan perubahan tata bahasa (grammar) dalam suatu parsing cukup hanya dilakukan perubahan susunan atau penambahan fitur-fitur tata bahasa. Perancang pemroses/kompilator tidak perlu terlalu dalam mengimplementasikan teori bahasa. Sedangkan modul-modul lainnya disesuaikan dengan bahasa pemrograman Java. Sama seperti model kompilator sebelumnya, model ini belum mengimplementasikan metoda atau prosedur atau function, array multi dimensi, teknik object oriented programming, kelas atau modul. Fitur-fitur ini dan fitur-fitur tambahan lainnya, dapat dengan sangat mudah ditambahkan dengan memperkaya penganalisis leksikal (scanner), penganalisis sintak (parser), dan modul atau kelas-kelas pendukung lainnya. Penerjemah Lingu ke Java Lingu adalah sebuah bahasa tingkat tinggi yang difokuskan pada transaksi basis data. Walaupun demikian, apabila dibandingkan dengan bahasa SQL, Lingu adalah bahasa yang lebih sederhana dan berbeda dari cara penulisan. Akan tetapi, Lingu menawarkan beberapa fitur-fitur yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif yang menarik, antara lain:

4 Lingu merupakan bahasa abstrak sehingga memungkinkan logika pada Lingu pada tingkatan yang lebih tinggi. Lingu merupakan bahasa yang kecil dan sederhana. Dengan kesederhanaan Lingu, bahasa ini lebih mudah digunakan. Lingu memiliki dukungan untuk uji coba dan validasi. Hal ini memberikan opsi untuk menjaga kesesuaian program yang dibuat dengan fungsi yang didefinisikan. Lingu dapat diverifikasi dengan menghasilkan kondisi-kondisi verifikasi yang dapat dibuktikan dengan menggunakan alat Bantu pembuktian teori (theorem prover). Fitur-fitur yang diberikan Lingu memungkinkan penggunaannya sebagai landasan spesifikasi untuk suatu sistem. Dengan adanya kemampuan untuk memverifikasi dan mengujicobakan Lingu, maka implementasi sistem, terutama yang sifatnya kritikal, mampu dijamin validitasnya. Walaupun demikian, Lingu merupakan bahasa yang tidak dapat dieksekusi. Oleh karena itu, dibutuhkan transformasi dari bahasa Lingu di tingkat abstrak menjadi bahasa yang sifatnya kongkrit, yaitu program komputer. Java diambil sebagai pilihan untuk bahasa target dari hasil transformasi Lingu. Ide pengembangan penerjemah Lingu ke Java adalah untuk mengotomatisasi transformasi bahasa Lingu menjadi bahasa Java. Lingu dapat digunakan untuk melakukan verifikasi terhadap program yang hendak dibuat. Dengan menggunakan penerjemah Lingu ke Java, spesifikasi yang sudah terbukti kebenarannya dapat dihasilkan program Java. Idealnya, program yang dihasilkan tidak terpaku pada bahasa Java saja. Fokus sistem hanya bertumpu pada spesifikasi yang dituliskan dalam Lingu dan kemudian dapat direalisasikan ke dalam berbagai macam bahasa pemrograman sebagai bentuk konkrit sesuai dengan kebutuhan. Penerjemah Lingu ke Java dikembangkan dengan menggunakan sistem UUAG sebagai alat bantu. UUAG merupakan sistem attribute grammar yang dihasilkan oleh Universitas Utrecht. Sistem tersebut membantu pengembangan aplikasi yang tergolong dalam kelompok kompilator yang mencangkup aplikasi penerjemah. Hasil akhir implementasi adalah aplikasi dalam bahasa pemrograman Haskell. Penerjemah Lingu ke Java dapat dimodifikasi untuk menghasilkan penerjemahpenerjemah lainnya yang berfungsi untuk menerjemahkan Lingu ke dalam bahasa-bahasa pemrograman lain. Hal ini dilakukan dengan hanya mendefinisikan aksi semantik penerjemahan untuk target bahasa yang baru dan kemudian digunakan sebagai pengganti definisi aksi semantik penerjemahan yang lama. LinguSQL LinguSQL adalah sebuah tool untuk melakukan proses verifikasi dan transformasi sebuah skrip Lingu. Apa itu Lingu? Lingu adalah sebuah bahasa pemrograman abstrak yang dikembangkan dalam RUTI kerjasama antara Universitas Indonesia dengan Universitas Utrecht Belanda. Lingu dikhususkan secara spesifik untuk pengembangan aplikasi yang sangat bergantung pada operasi database. Istilah bahasa abstrak yang digunakan pada konteks bahwa Lingu memiliki tingkat kompleksitas dan fungsionalitas yang lebih sederhana dibandingkan dengan sebuah bahasa pemrograman umum, misalnya C, Java, dll. Pada tahapan implementasinya, bahasa abstrak ini akan ditransformasikan menjadi sebuah bahasa konkrit yang akan digunakan pada proyek tersebut, misalkan C, Java, dsb. Hal ini

5 memberikan keleluasaan untuk melakukan porting dari sebuah platform ke platform lainnya. Konsep yang mendasari Lingu adalah sebuah visi akan pengembangan perangkat lunak yang efisien dan memiliki tingkat keterjaminan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses-proses pengembangan yang telah ada saat ini. Lingu merupakan sebuah bahasa abstrak yang unik yang menggabungkan konsep verifikasi program dan ujicoba (testing) secara terintegrasi. Penggabungan kedua buah metode pengujian untuk perangkat lunak ini akan lebih mempunyai keterjaminan kualitas perangkat lunak jika dibandingkan dengan proses yang hanya memakai salah satu saja. Proses verifikasi yang digunakan oleh Lingu adalah dengan menggunakan sebuah theorem prover. Skrip Lingu memiliki sebuah bagian khusus yang berisi spesifikasi dari program yang akan dijalankan. Spesifikasi-spesifikasi ini dibuat sesuai dengan bagaimana sistem yang dikembangkan akan digunakan. Spesifikasi yang dihasilkan pada skrip ini diberikan ke theorem prover dan kemudian akan diproses apakah valid atau tidak. Dalam kondisi spesifikasi yang diujikan tidak dapat dipecahkan oleh theorem prover, LinguSQL akan meminta bantuan expert assistance dalam memecahkan spesifikasi tersebut. Disamping proses pengujian whitebox yang diwakilkan oleh proses verifikasi, Lingu juga akan diuji secara black-box. Pengujian ini dilakukan dengan mendefinisikan skenarioskenario untuk program yang dikembangkan. Skenario yang dihasilkan akan diujikan pada sebuah database yang berisi set data asli. Data ini di-generate secara otomatis oleh automatic test generator yang terdapat dalam LinguSQL. Proses transformasi ke bahasa konkrit akan dilakukan setelah kedua proses verifikasi dan ujicoba dilakukan dengan sukses. Proses ini mengubah skrip Lingu, yang merupakan bahasa abstrak, menjadi sebuah bahasa konkrit. Pada versi ini LinguSQL hanya dapat melakukan transformasi ke dalam bahasa Java. Hasil dari transformasi ini kemudian diimplementasikan untuk live-run di lingkungan kerja organisasi tersebut. SILAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan suatu laporan pertanggungjawaban yang dibuat oleh setiap instansi pemerintah di setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan transparansi di pemerintahan. Dalam upaya menciptakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang efisien, efektif, partisipatif, transparan dan akuntabel, maka setiap unit kerja pemerintah diharuskan untuk menyusun Rencana Strategis serta dokumen pertanggungjawaban kinerja. Dokumen tersebut selain berfungsi untuk merencanakan landasan kerja selama periode anggaran, juga berperan sebagai tolak ukur untuk melakukan evaluasi atau penilaian kinerja. Dalam penyusunan dokumen-dokumen tersebut, perlu diperhatikan aspek transparansi dan akuntabilitas. Transparansi dan akuntabilitas inilah yang membedakan antara kegiatan-kegiatan yang terkendali dan yang tidak terkendali. Kegiatan yang terkendali merupakan cerminan bahwa kegiatan tersebut direncanakan dan dinilai hasilnya oleh pihak yang berwenang dengan adanya suatu alat pertanggungjawaban periodik. Maka dari itu, disinilah peran LAKIP sangat diperlukan. LAKIP telah diterapkan pada setiap instansi pemerintah di Indonesia. Untuk studi kasus kali ini, dilakukan analisis terhadap suatu instansi pendidikan tinggi di bawah Direktorat

6 Jenderal Pendidikan Tinggi. Instansi yang dipilih untuk studi kasus adalah Universitas Indonesia (UI) yang juga merupakan klien dari pengembangan SILAKIP dan tempat dimana penulis menjadi sivitas akademika. SILAKIP (Sistem Informasi Kinerja Instansi Pemerintah) adalah sistem yang menangani pengelolaan laporan akuntabilitas dari tiap sub-unit hingga tingkat unit dengan melakukan otomasi proses bisnis yang berlangsung selama ini dan membuat dokumentasi dari data-data yang ada. Dalam lingkup studi kasus yang dilakukan di lingkungan UI ini, sub-unit merupakan fakultas atau direktorat sedangkan unit merupakan tingkat universitas. Dengan sistem ini, proses bisnis pembuatan LAKIP akan lebih terarah sesuai pedoman yang berlaku. Untuk ke depannya, diharapkan sistem ini dapat dijadikan acuan dan dapat diadopsi oleh instansi pemerintah lain. SILAKIP juga dapat memberikan kemudahan dalam integrasi laporan dan pengukuran kinerja masing-masing instansi pemerintah. Secara garis besar, fungsi-fungsi yang dapat diakomodir oleh sistem ini adalah pengelolaan komponen-komponen LAKIP Unit (Renstra Unit dan Renja Sub- Unit) serta pengelolaan komponen-komponen LAKIP Sub-Unit (RS Sub-Unit, RKT Sub- Unit, PKK Sub-Unit, dan PSS Sub-Unit).

Pendahuluan. Tujuan Pembelajaran :

Pendahuluan. Tujuan Pembelajaran : Tujuan Pembelajaran : 1. Mahasiswa memahami cara kerja serta proses yang terjadi pada sebuah Compiler 2. Mahasiswa memahami konsep pembuatan sebuah Compiler 3. Mahasiswa mengetahui bagaimana sebuah bahasa

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI (TEKKOM) ISTIQOMAH, S.KOM /SEMESTER VI

TEKNIK KOMPILASI (TEKKOM) ISTIQOMAH, S.KOM /SEMESTER VI TEKNIK KOMPILASI (TEKKOM) ISTIQOMAH, S.KOM /SEMESTER VI METODE PERKULIAHAN Materi Tugas Individu Tugas Kelompok KONTRAK BELAJAR Penilaian: UTS 20% UAS 30% Tugas besar 40% Tugas, kuis 10% Kehadiran (>=80%)

Lebih terperinci

Teknik Kompilasi II TEKNIK KOMPILASI. Ernastuti & Sulistyo P 1/52. Ernastuti & Sulistyo

Teknik Kompilasi II TEKNIK KOMPILASI. Ernastuti & Sulistyo P 1/52. Ernastuti & Sulistyo TEKNIK KOMPILASI P 1/52 MATERI Teknik Kompilasi II 2/52 Pendahuluan Tujuan Pembelajaran : 1. Mahasiswa memahami cara kerja serta proses yang terjadi pada sebuah Compiler 2. Mahasiswa memahami konsep pembuatan

Lebih terperinci

LANGUAGES AND TRANSLATOR

LANGUAGES AND TRANSLATOR Algoritma dan Pemrograman 1C Konsep Bahasa Pemrograman LANGUAGES AND TRANSLATOR Disusun kembali oleh : Henny Medyawati, Universitas Gunadarma Sumber: Pittman, Thomas dan James Petters, 1992 The Art of

Lebih terperinci

Compiler & Interpreter

Compiler & Interpreter Compiler & Interpreter ICT Nama Kelompok Dyah Kamiswari Sarah Apriliana Stania Ajeng IT AeU Politeknik Negeri Jakarta KOMPILATOR Kompilator (Inggris: compiler) adalah sebuah program komputer yang berguna

Lebih terperinci

Pendahuluan. Kuliah online : Tekkom [2013/VI]

Pendahuluan. Kuliah online : Tekkom [2013/VI] Pendahuluan Kuliah online : Tekkom [2013/VI] Sekilas tentang bahasa Dalam dunia sehari-hari, Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, contohnya bahasa Indonesiae Sedangkan untuk berkomunikasi

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI

PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI Tujuan Konsep Teknik Kompilasi Tujuan Pembelajaran : 1.Mahasiswa memahami cara kerja serta proses yang terjadi pada sebuah Compiler 2.Mahasiswa memahami konsep pembuatan sebuah

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 1

TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 1 1. PENDAHULUAN TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 1 Arti Kata Teknik Kompilasi Teknik adalah suatu Metode atau Cara Kompilasi adalah suatu Proses mengabungkan serta

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR Pendahuluan Penyajian 1.1 Latar Belakang 1.2 Algoritma dan Struktur Data

BAB I PENGANTAR Pendahuluan Penyajian 1.1 Latar Belakang 1.2 Algoritma dan Struktur Data BAB I PENGANTAR Pendahuluan Program komputer dibuat berdasarkan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah. Lagkah-langkah tersebut ditulis dalam suatu instruksi yang bisa dipahami oleh komputer,

Lebih terperinci

Implementasi OOP Pada Perangkat Lunak Pemrograman

Implementasi OOP Pada Perangkat Lunak Pemrograman Silabus Pertemuan ke- Pokok Bahasan Keterangan 1 Pengenalan Dasar Pemrograman 2 Konsep Dasar Pemrograman 3 Tahapan Pembuatan Program 4 Elemen-Elemen Bahasa Pemrograman 5 Analisa Struktur Program 6 Analisa

Lebih terperinci

KOM204 : BAHASA PEMROGRAMAN

KOM204 : BAHASA PEMROGRAMAN KOM204 : BAHASA PEMROGRAMAN Bahasa Pemrograman Pertemuan 1 Learning Outcomes Mahasiswa dapat mengetahui sejarah dan prinsip bahasa pemrograman Mahasiswa dapat mengelompokkan berbagai bahasa pemrograman

Lebih terperinci

TEORI BAHASA & OTOMATA (PENGENALAN KOMPILASI) PERTEMUAN VI Y A N I S U G I Y A N I

TEORI BAHASA & OTOMATA (PENGENALAN KOMPILASI) PERTEMUAN VI Y A N I S U G I Y A N I TEORI BAHASA & OTOMATA (PENGENALAN KOMPILASI) PERTEMUAN VI Y A N I S U G I Y A N I MATERI PERTEMUAN V & VI PENGENALAN KOMPILASI - BAHASA PEMROGRAMAN - TRANSLATOR - MODEL KOMPILATOR - ANALISIS LEKSIKAL

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman 2C

Algoritma Pemrograman 2C Algoritma Pemrograman 2C Indah Wahyuni Pertemuan 1 Daftar Isi Pengenalan Algoritma Definisi Algoritma Mengapa Belajar Algoritma & Pemrograman Pengenalan Jenis-jenis Bahasa Pemrograman Efisiensi Algoritma

Lebih terperinci

BAHASA PEMROGRAMAN. Merupakan prosedur/tata cara penulisan program.

BAHASA PEMROGRAMAN. Merupakan prosedur/tata cara penulisan program. BAHASA PEMROGRAMAN PROGRAM Kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasinya yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan

Lebih terperinci

A. Spesifikasi Perangkat Lunak

A. Spesifikasi Perangkat Lunak A. Spesifikasi Perangkat Lunak Perangkat lunak merupakan otomasi dari proses bisnis pada sebuah organisasi, untuk menghasilkan operasi bisnis (organisasi) yang efektif (akurat) dan efisien (cepat dan murah).

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI. Firrar Utdirartatmo

TEKNIK KOMPILASI. Firrar Utdirartatmo TEKNIK KOMPILASI TEKNIK KOMPILASI Firrar Utdirartatmo Kata Pengantar Penulis memberanikan diri untuk menyusun buku ini karena melihat kenyataan bahwa teknik kompilasi merupakan mata kuliah yang diajarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses konversi kode sumber suatu aplikasi/program ke bahasa lain sering kali dilakukan oleh pelaku industri perangkat lunak, karena satu dan lain hal (misal : integrasi

Lebih terperinci

Teori Komputasi 10/15/2015. Bab 1: Pendahuluan. Teori Komputasi dan Teknik Kompilasi. Teori Komputasi dan Teknik Kompilasi

Teori Komputasi 10/15/2015. Bab 1: Pendahuluan. Teori Komputasi dan Teknik Kompilasi. Teori Komputasi dan Teknik Kompilasi Teori Komputasi Agenda Teori Komputasi dan Teknik Kompilasi Translator Pembuatan Compiler Mutu Compiler Bab 1: Pendahuluan Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik 1-1 Informatika Teori Komputasi

Lebih terperinci

MODEL KOMPILATOR FUNGSI UMUM BAGIAN KOMPILATOR. Dosen Pengampu: Utami Dewi Widianti,S.Kom

MODEL KOMPILATOR FUNGSI UMUM BAGIAN KOMPILATOR. Dosen Pengampu: Utami Dewi Widianti,S.Kom MODEL KOMPILATOR FUNGSI UMUM BAGIAN KOMPILATOR Dosen Pengampu: Utami Dewi Widianti,S.Kom (1) Program Sumber Deretan simbol berupa huruf, digit, atau simbol tertentu seperti +, -, dan, Program sumber memuat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi menyebabkan setiap individu ataupun kelompok mau tidak mau menerapkannya dalam segala aktifitas. Salah satu contoh penerapannya adalah

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI. Oleh. Hartono

TEKNIK KOMPILASI. Oleh. Hartono TEKNIK KOMPILASI Oleh Hartono Pengenalan Teknik Kompilasi Merupakan Teknik dalam melakukan pembacaan suatu program yang ditulis dalam bahasa sumber, kemudian diterjemahkan ke dalam suatu bahasa lain yang

Lebih terperinci

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PENDAHULUAN KONSEP BAHASA PEMROGRAMAN

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PENDAHULUAN KONSEP BAHASA PEMROGRAMAN ALGORITMA PEMROGRAMAN 1C PENDAHULUAN KONSEP BAHASA PEMROGRAMAN Indah Wahyuni KONSEP DASAR PEMROGRAMAN Program merupakan himpunan atau kumpulan instruksi tertulis yang dibuat oleh programer atau suatu bagian

Lebih terperinci

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN. Teknik Kompilator

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN. Teknik Kompilator BUKU RANCANGAN PENGAJARAN Teknik Kompilator dengan dukungan e-learning Disusun oleh: Heru Suhartanto [email protected] Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Desember 2007 1 Bab 1 INFORMASI UMUM Nama

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GUNADARMA

UNIVERSITAS GUNADARMA UNIVERSITAS GUNADARMA SK No. 92 / Dikti / Kep /1996 Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK KOMPILASI

LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK KOMPILASI LAPORAN PRAKTIKUM 1 TEKNIK KOMPILASI DI SUSUN OLEH : ADITYA TUNGGAL PRAKOSO 3201216005 PRODI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK TAHUN 2015 BAB 1 TEORI PRAKTIKUM A. BAHASA

Lebih terperinci

Pengenalan Algoritma

Pengenalan Algoritma Pengenalan Algoritma PENGERTIAN DASAR LOGIKA DAN ALGORITMA Diperkenalkan Oleh Ahli Matematika : Abu Ja far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi Definisi Algoritma 1. Langkah-langkah yang dilakukan agar solusi

Lebih terperinci

Pengenalan Pemrograman

Pengenalan Pemrograman Pengenalan Pemrograman 1 Pemrograman Suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer atau dikenal dengan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PROTOTIPE APLIKASI KONVERSI KODE DARI BAHASA C KE PASCAL

PENGEMBANGAN PROTOTIPE APLIKASI KONVERSI KODE DARI BAHASA C KE PASCAL PENGEMBANGAN PROTOTIPE APLIKASI KONVERSI KODE DARI BAHASA C KE PASCAL LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Syarat Kelulusan Tingkat Sarjana oleh : Ipam Fuaddina Adam / 13502079 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

Lebih terperinci

Fungsi Bahasa pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan computer.

Fungsi Bahasa pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan computer. Pertemuan II Bahasa Pemrograman Program Kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasinya yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang

Lebih terperinci

Kualitas bahasa pemrograman: Ekspresivitas : secara jelas menggambarkan algoritma yang dibuat oleh programmer

Kualitas bahasa pemrograman: Ekspresivitas : secara jelas menggambarkan algoritma yang dibuat oleh programmer Program Kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasinya yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan menggunakan

Lebih terperinci

Web Site :

Web Site : BAHASA ASSEMBLY Salahuddin, SST Email : [email protected] [email protected] Web Site : www.salahuddinali.com Pendahuluan Program adalah kumpulan instruksi/perintah yang disusun sebagai

Lebih terperinci

Tahap pengembangan program

Tahap pengembangan program Program Kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasinya yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan menggunakan

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman. Nisa ul Hafidhoh

Dasar Pemrograman. Nisa ul Hafidhoh Dasar Pemrograman Nisa ul Hafidhoh [email protected] 08156114760 Komputer Sebagai alat bantu menyelesaikan persoalan Alat elektronik yang dapat melakukan perhitungan (Kamus bahasa Inggris)? Berapa 36

Lebih terperinci

Proses Kompilasi. Otomata dan Pengantar Kompulasi Pertemuan 3

Proses Kompilasi. Otomata dan Pengantar Kompulasi Pertemuan 3 Proses Kompilasi Otomata dan Pengantar Kompulasi Pertemuan 3 Bahasa Pemrograman Bahasa pemrograman adalah bahasa yang menjadi sarana manusia untuk berkomunikasi dengan komputer. Pikiran manusia yang tidak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Herlambang (2005), definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan,

Lebih terperinci

Testing dan Implementasi

Testing dan Implementasi Modul ke: 02Fakultas Dosen Fakultas Imlu Komputer Testing dan Implementasi Sistem Informasi berisi tentang Pengembangan Perangkat Lunak. : Agung Priambodo, S.Kom, M.Kom Program Studi Sistem Informasi KONTRAK

Lebih terperinci

KOMPILASI. Assembler Bahasa Rakitan Bahasa Mesin Compiler (Kompilator) Bahasa Tingkat Tinggi Bahasa tingkat rendah

KOMPILASI. Assembler Bahasa Rakitan Bahasa Mesin Compiler (Kompilator) Bahasa Tingkat Tinggi Bahasa tingkat rendah KOMPILASI Translator (penerjemah) adalah sebuah program yang menerjemahkan sebuah program sumber ( source program) menjadi program sasaran ( target program) Proses translasi suatu program dari bentuk syntax

Lebih terperinci

TEKNIK KOMPILASI. Alamat untuk tugas: Informasi: DADANG MULYANA. dadang mulyana 2013

TEKNIK KOMPILASI. Alamat  untuk tugas: Informasi: DADANG MULYANA. dadang mulyana 2013 TEKNIK KOMPILASI DADANG MULYANA Alamat email untuk tugas: [email protected] Informasi: [email protected] 1 Cara pengiriman tugas: Dalam subjek email tuliskan: Instansi_kelas_nama_matakuliah_jenistugas

Lebih terperinci

ABSTRAKSI DEKOMPOSISI PENGUJIAN Dalam REKAYASA PERANGKAT LUNAK

ABSTRAKSI DEKOMPOSISI PENGUJIAN Dalam REKAYASA PERANGKAT LUNAK Mata Kuliah : Perancangan Perangkat Lunak LANJUT Dosen : Dr. Karmilasari ABSTRAKSI DEKOMPOSISI PENGUJIAN Dalam REKAYASA PERANGKAT LUNAK Program Pasca Sarjana Universitas Gunadarma REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Lebih terperinci

Pada akhir pembahasan, peserta diharapkan dapat :

Pada akhir pembahasan, peserta diharapkan dapat : Pengenalan Java tujuan Pada akhir pembahasan, peserta diharapkan dapat : Menjelaskan fitur-fitur teknologi Java seperti, Java Virtual Machine(JVM), garbage collection, dan code security. Menjelaskan perbedaan

Lebih terperinci

11/18/2009. Julio Adisantoso 1. Bahasa Pemrograman Kuliah #1 18 November Tucker & Noonan Chapter 1

11/18/2009. Julio Adisantoso 1. Bahasa Pemrograman Kuliah #1 18 November Tucker & Noonan Chapter 1 Silabus PENDAHULUAN Bahasa Pemrograman Kuliah #1 18 November 2009 Konsep bahasa pemrograman (functional ming, logic ming, concurent ming, imperative ming, object oriented ming), jenis dan ciri; aturan

Lebih terperinci

MI2193 PEMROGRAMAN WEB LANJUT PHP FRAMEWORK. Created by MTA Revised by HPU

MI2193 PEMROGRAMAN WEB LANJUT PHP FRAMEWORK. Created by MTA Revised by HPU MI2193 PEMROGRAMAN WEB LANJUT PHP FRAMEWORK Created by MTA Revised by HPU SET THE FRAME, GET TO WORK Arsitektur MVC Programming-in-large Pengembangan Berbasis Komponen Framework MODEL-VIEW-CONTROLLER (MVC)

Lebih terperinci

APLIKASI PENGELOLAAN PROPOSAL KEGIATAN KEMAHASISWAAN DI UNIVERSITAS TELKOM

APLIKASI PENGELOLAAN PROPOSAL KEGIATAN KEMAHASISWAAN DI UNIVERSITAS TELKOM APLIKASI PENGELOLAAN PROPOSAL KEGIATAN KEMAHASISWAAN DI UNIVERSITAS TELKOM Lusi Husriana Nova 1), Wardani Muhamad 2) 1), 2) Manajemen Informatika Universitas Telkom Bandung Jl Telekomunikasi Terusan Buah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan dalam bidang teknologi informasi yang semakin pesat telah

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan dalam bidang teknologi informasi yang semakin pesat telah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kemajuan dalam bidang teknologi informasi yang semakin pesat telah membawa manusia memasuki dunia baru yang di penuhi dengan berbagai inovasi. Seperti halnya dalam

Lebih terperinci

PANDUAN UJI KOMPETENSI

PANDUAN UJI KOMPETENSI PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih aktual dan optimal. Penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah membawa manusia memasuki kehidupan yang berdampingan dengan informasi dan teknologi itu sendiri. Yang berdampak pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Salah satu cabang dari ilmu komputer yang mulai populer adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan merupakan sub-bidang dari

Lebih terperinci

RANCANGAN APLIKASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN BERBASIS WEB

RANCANGAN APLIKASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN BERBASIS WEB RANCANGAN APLIKASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN BERBASIS WEB Asmah Akhriana 1), Madyana Patasik 2), Nirwana 3) 1), 2), 3) Teknik Informatika STMIK

Lebih terperinci

Pengantar Teknologi Sistem Informasi C

Pengantar Teknologi Sistem Informasi C Pengantar Teknologi Sistem Informasi C Pengenalan Perangkat Lunak 1 Perangkat Lunak Apa menurut kalian deskripsi dari perangkat lunak? 2 Pengertian Perangkat Lunak Data yang diformat dan disimpan secara

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN 1. PERANGKAT LUNAK DAN PERKEMBANGANNYA

1. PENDAHULUAN 1. PERANGKAT LUNAK DAN PERKEMBANGANNYA 1 1. PENDAHULUAN Topik meliputi : 1. Perangkat Lunak dan Perkembangannya 2. Karakteristik Perangkat Lunak 3. Aplikasi Perangkat Lunak 4. Software Engineering 5. Siklus Kerja Sistim Engineering 6. Prototipe

Lebih terperinci

Materi Pelajaran : Algoritma Pemrograman. Siswa memahami tentang dasar dasar Algoritma Pemrograman

Materi Pelajaran : Algoritma Pemrograman. Siswa memahami tentang dasar dasar Algoritma Pemrograman Materi Pelajaran : Algoritma Pemrograman 1. Tujuan : Siswa memahami tentang dasar dasar Algoritma Pemrograman 2. Teori Singkat A. Algoritma Sejarah Algoritma Ditinjau dari asal usul katanya, kata Algoritma

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK. Karmilasari

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK. Karmilasari PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK Karmilasari Apakah Perangkat Lunak itu? Perangkat Lunak adalah suatu aplikasi program komputer yang di dalamnya terdapat: program itu sendiri, konfigurasi yang digunakan, dokumentasi

Lebih terperinci

BAHASA TINGKAT TINGGI

BAHASA TINGKAT TINGGI BAHASA TINGKAT TINGGI PENGEMBANGAN BAHASA TINGKAT TINGGI Kelemahan bahasa tingkat rendah Dikembangkan untuk mengatasi kelemahan / keterbatasan bahasa tingkat rendah (BTR), yaitu : a. Penulisan program

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Implementasi Perangkat Keras Perangkat keras yang minimal diperlukan untuk membangun suatu sistem informasi perhitungan harga pokok produk ini sesuai dengan rekomendasi yang

Lebih terperinci

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Basis Data 2 Database Client / Server Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan Memahami bentuk-bentuk arsitektur aplikasi dalam database. Memahami konsep arsitektur: Single-Tier Two-Tier:

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 82 BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap diterapkan ataudiimplementasikan. Tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakkanperancangan sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi berbasis komputer, walaupun perusahaan sudah menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. teknologi berbasis komputer, walaupun perusahaan sudah menggunakan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini kebanyakan dari Perusahaan atau Instansi sudah menggunakan teknologi berbasis komputer, walaupun perusahaan sudah menggunakan komputerisasi di dalam mengelola

Lebih terperinci

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang)

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang) Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang) Ahmad Fauzi Fakultas ilmu Komputer, Universitas Singaperbangsa Karawang [email protected] Abstrak Sekolah memiliki

Lebih terperinci

TOOL PENGUJIAN OVERVIEW

TOOL PENGUJIAN OVERVIEW TOOL PENGUJIAN Dalam duapuluh tahun terakhir sebagian besar usaha pengembangan dikeluarkan dalam prosesproses pengembangan yang mengharuskan adanya aktifitas pengujian terutama secara manual dan seringkali

Lebih terperinci

PROSES MODEL DESAIN PERANGKAT LUNAK

PROSES MODEL DESAIN PERANGKAT LUNAK PROSES MODEL DESAIN PERANGKAT LUNAK Di Susun Oleh : Linda Liana 41813120100 Dosen Pengampu : Wahyu Hari Haji M.Kom FAKULTAS ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDY SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ONLINE TESTING DENGAN BATCH PROCESSING SYSTEM

IMPLEMENTASI ONLINE TESTING DENGAN BATCH PROCESSING SYSTEM IMPLEMENTASI ONLINE TESTING DENGAN BATCH PROCESSING SYSTEM Dosen STTI NIIT I-TECH Jalan Asem Dua, Fatmawati, Jakarta Selatan [email protected] Abstrak Dalam Batch Processing System, eksekusi rangkaian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ADempiere merupakan salah satu aplikasi ERP yang bersifat open source.

BAB I PENDAHULUAN. ADempiere merupakan salah satu aplikasi ERP yang bersifat open source. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah sistem yang menggabungkan semua fungsi dalam setiap departemen dalam suatu instansi ke dalam sebuah sistem tunggal.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran umum sistem Pada tugas akhir ini, akan dibuat sebuah aplikasi berbasis jaringan internet dimana aplikasi ini digunakan untuk membantu seorang admin dalam mengendalikan

Lebih terperinci

BAB II. KAJIAN PUSTAKA. beberapa aktifitas yang dilakukan oleh manusia seperti system untuk software

BAB II. KAJIAN PUSTAKA. beberapa aktifitas yang dilakukan oleh manusia seperti system untuk software BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Aplikasi Aplikasi merupakan suatu progam yang siap untuk digunakan yang dibuat untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna jasa aplikasi serta penggunaan aplikasi lain yang

Lebih terperinci

Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek

Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek Tujuan Pengenalan bahasa Java Memberikan latar belakang serta pemahaman tentang konsep pemrograman berorientasi obyek dan perbandingannya dengan pemrograman prosedural.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Pressman (2012) tujuan dari pengujian adalah untuk menemukan dan memperbaiki sebanyak mungkin kesalahan dalam program sebelum menyerahkan program kepada pelanggan.

Lebih terperinci

Alat bantu (tools) dalam pembuatan parser/ analisis sintaksis. Menggunakan simbol persegi panjang untuk non terminal

Alat bantu (tools) dalam pembuatan parser/ analisis sintaksis. Menggunakan simbol persegi panjang untuk non terminal Diagram Syntax Alat bantu (tools) dalam pembuatan parser/ analisis sintaksis Menggunakan simbol persegi panjang untuk non terminal Lingkaran untuk simbol terminal Misalnya E T T+E T-E E T + - BNF:

Lebih terperinci

Fase-fase proses sebuah kompilasi

Fase-fase proses sebuah kompilasi Fase-fase proses sebuah kompilasi Penganalisa Leksikal membaca program sumber, karakter demi karakter. Sederetan (satu atau lebih) karakter dikelompokkan menjadi satu kesatuan mengacu kepada pola kesatuan

Lebih terperinci

Pemrograman Berbasis Objek. Pengenalan Java. Entin Martiana. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Pemrograman Berbasis Objek. Pengenalan Java. Entin Martiana. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Pengenalan Java Entin Martiana Sejarah Java (1) 1991, Sun dipimpin Patric Naughton dan James Gosling ingin merancang bahasa computer untuk perangkat consumer seperti cable TV Box. Karena perangkat itu

Lebih terperinci

Testing dan Implementasi

Testing dan Implementasi Modul ke: 05Fakultas Dosen Fakultas Imlu Komputer Testing dan Implementasi Sistem Informasi DASAR DASAR PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK (LANJUTAN) : Agung Priambodo, S.Kom, M.Kom Program Studi Sistem Informasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperlihatkan kemajuan yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperlihatkan kemajuan yang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperlihatkan kemajuan yang sangat pesat untuk dapat diaplikasikan disemua bidang. Komputer bukan hanya sekedar

Lebih terperinci

PANDUAN UJI KOMPETENSI

PANDUAN UJI KOMPETENSI PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER JUNIOR PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok 10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok dalam pendekatan mendefinisikan system, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Tujuan dilakukannya objek penelitian adalah bentuk kegiatan untuk mengetahui bagaimana perusahaan ini bisa berdiri dan berkembang dengan baik. 3.1.1.

Lebih terperinci

Cover Daftar isi Latar belakang Rumusan masalah Batasan masalah Tujuan Uml (Unified modelling language) Use case diagram Class diagram Activity

Cover Daftar isi Latar belakang Rumusan masalah Batasan masalah Tujuan Uml (Unified modelling language) Use case diagram Class diagram Activity SEMINAR PENDADARAN SKRIPSI APLIKASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) AISYIYAH SUMBEREJO KLATEN SELATAN BERBASIS JAVA OLEH KRIS MAWARDI / 12080572 DAFTAR ISI Cover Daftar isi Latar belakang

Lebih terperinci

PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) PTI

PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) PTI PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) PTI Pengetahuan Dasar Bahasa Natural: Indonesia, Inggris, Jawa Formal Deskriptif [model] matematis (Model matematika dari suatu masalah adalah rumusan masalah dalam bentuk persamaan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman I

Algoritma Pemrograman I Algoritma Pemrograman I Kegiatan Belajar 1 : Algoritma Pemrograman A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini mahasiswa diharapkan dapat : 1) Memahami Konsep Algoritma 2) Memahami

Lebih terperinci

1. Hardware terdistribusi. 2. Program terdistribusi. Nama : Gede Doddi Raditya Diputra NIM : Kelas : 5.C

1. Hardware terdistribusi. 2. Program terdistribusi. Nama : Gede Doddi Raditya Diputra NIM : Kelas : 5.C Nama : Gede Doddi Raditya Diputra NIM : 0805021099 Kelas : 5.C 1. Hardware terdistribusi Hardware terdistribusi adalah hardware yang pemakaiannya bisa dipakai bersamasama (sharing) yang dihubungkan oleh

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang sebelumnya dengan penelitian sekarang. Cina dalam mengelola keuangan keluarga. Bagi keluarga Etnis Cina di Kya-

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang sebelumnya dengan penelitian sekarang. Cina dalam mengelola keuangan keluarga. Bagi keluarga Etnis Cina di Kya- BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Penelitian Telaah penelitian ini berfungsi untuk membandingkan penelitianpenelitian yang sebelumnya dengan penelitian sekarang. Suhartini dan Renanta (2007), meneliti

Lebih terperinci

Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

Pemrograman. Fery Updi,M.Kom Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Pemrograman Java Praktik Pemrograman Java SKS : 3 SKS Dosen : Fery Updi,M.Kom Email : [email protected] WA : 0822-9961-8593 Jadwal Kuliah : Sesi 1 : Selasa, 18.00 20.00

Lebih terperinci

MATERI KULIAH ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN I (2 SKS)

MATERI KULIAH ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN I (2 SKS) MATERI KULIAH ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN I (2 SKS) DOSEN PENGAMPU: TATI HARIHAYATI M.,M.T. JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIKOM PERTEMUAN 1 PENGANTAR ALGORITMA Algoritma dan Pemrograman I Teknik Informatika

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan komputer disebut dengan troubleshoting. Permasalahan tersebut kerap

BAB I PENDAHULUAN. dengan komputer disebut dengan troubleshoting. Permasalahan tersebut kerap BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dalam dunia komputer, segala masalah yang terjadi serta berhubungan dengan komputer disebut dengan troubleshoting. Permasalahan tersebut kerap muncul pada

Lebih terperinci

Pemrograman Dasar C. Minggu 1: Pengenalan C Programming

Pemrograman Dasar C. Minggu 1: Pengenalan C Programming Pemrograman Dasar C Minggu 1: Pengenalan C Programming Sejarah Bahasa C Pencipta: Dennis M. Ritchie dan Brian W. Kernighan (awal 1970) Pada awalnya berkembang di UNIX (90% System Operasi UNIX dalam C)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan pendidikan di bumi nusantara ini adalah sekolah baik sekolah

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan pendidikan di bumi nusantara ini adalah sekolah baik sekolah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada saat ini kebutuhan akan informasi yang cepat sangatlah penting, terutama dengan perkembangan teknologi informasi pada segala bidang maka penggunaan teknologi

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM (KA) KODE / SKS : KK / 3 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM (KA) KODE / SKS : KK / 3 SKS KODE / SKS : KK-03 / 3 SKS Minggu Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Cara Pengajaran Ref Pengembangan Perangkat. Sumber. Agar mahasiswa dapat : Lunak aplikasi Membedakan sumber-sumber aplikasi serta mengevaluasi

Lebih terperinci

SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa.

SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa. SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa. Semantik mendefinisikan arti dari program yang benar secara syntax dari bahasa tersebut. Semantik suatu bahasa membutuhkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun pada dinas pemerintah. Hal ini berkaitan dengan pekerjaan pekerjaan

BAB I PENDAHULUAN. maupun pada dinas pemerintah. Hal ini berkaitan dengan pekerjaan pekerjaan BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini tidak terlepas dari semakin bertambah majunya teknologi komputer. Kebutuhan akan teknologi komputer pun semakin diminati oleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak Analisa kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan perangkat lunak yang dihasilkan. Perangkat lunak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan

Lebih terperinci

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PENGENALAN PEMANFAATAN KOMPUTASI/ PEMROGRAMAN

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PENGENALAN PEMANFAATAN KOMPUTASI/ PEMROGRAMAN PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PENGENALAN PEMANFAATAN KOMPUTASI/ PEMROGRAMAN Tim Pengajar KU1202 - Institut Teknologi Sumatera Sub Topik Pemanfaatan komputasi dalam berbagai bidang Dari source code menjadi

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM (JURUSAN SISTEM INFORMASI) KODE / SKS : AK / 3 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM (JURUSAN SISTEM INFORMASI) KODE / SKS : AK / 3 SKS Pokok Bahasan dan TIU Sub Pokok Bahasan dan TIK Teknik Media 1 Pendahuluaan Ruang lingkup Mata Kuliah, Sasaraan, Tujuan, Kompetensi lulusan 2, 3 Pengembangan Memahami langkahlangkah agar dapat mengorganisir

Lebih terperinci

Gambar 1. Blok Utama Komputer

Gambar 1. Blok Utama Komputer BAB I PENDAHULUAN A. Pengenalan Komputer Komputer berasal dari kata latin yaitu camputare (to compute) yang artinya menghitung. Pada awalnya komputer diciptakan diperuntukkan bagi pengolahan data komputasi

Lebih terperinci