CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN
|
|
|
- Lanny Dharmawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh : Lilik Setyawan MINAT UTAMA SENI LUKIS PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2015 i
2 CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh : Lilik Setyawan NIM : Tugas Akhir ini diajukan pada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana S-1 dalam Bidang Seni Rupa Murni ii
3 Tugas Akhir Penciptaan Karya Seni berjudul : CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN diajukan oleh LilikSetyawan, NIM , Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, telah dipertanggung jawabkan di depan Tim Penguji. Tugas Akhir pada tanggal 03 Juli 2015 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima. Dr. Edi Sunaryo, M.S Pembimbing I / Anggota Wiyono, S.Sn.,M.Sn Pembimbing II / Anggota Drs. Titoes Libert, M.Sn Cognate / Anggota Wiwik Sri Wulandari, S.Sn.,M.Sn Ketua Jurusan Seni Murni / Ketua Program Studi Seni Rupa Murni / Ketua / Anggota Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Dr. Suastiwi, M. Des. NIP iii
4 KATA PENGANTAR Setelah menempuh perkuliahan dikampus seni ini ISI Yogyakarta, banyak sekali pengalaman berharga yang didapat, baik tentang praktik maupun teori seni yang diajarkan oleh dosen-dosen. Segala hal tentang teknik maupun teori yang didapat merupakan bekal penting untuk berkreatifitas dan menemukan segala sesuatu yang baru didalam kesenian. Selain mempelajari dari sisi teknik, terasa kurang lengkap jika tanpa mencoba untuk membuka diri dengan menggunakan penjelasan rasional tentang seni lukis melalui kajian-kajian ilmiah dari berbagai sumber referensi baik secara akademis maupun non akademis. Laporan ini berisi tentang penjabaran konsep berkarya seni lukis yang dilakukan untuk melengkapi tugas akhir sebagai syarat kelulusan program strata 1, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Rasa syukur dan terimakasih saya panjatkan kepada Tuhan yang telah memberi kelancaran atas studi yang saya jalankan, sehingga mampu mencapai Tugas Akhir. Tidak lupa pula saya ucapkan terimakasih atas bimbingan Dr. Edi Sunaryo, M.S selaku dosen pembimbing 1 dan Wiyono, S.Sn., M.Sn selaku pembimbing II, yang dengan bimbingannya laporan ini dapat saya selesaikan, tak lupa juga saya ucapkan banyak terimakasih kepada Drs. Titoes Libert, M.Sn selaku Cognate dan Wiwik Sri Wulandari, S.Sn., M.Sn selaku Ketua Jurusan Seni Murni, serta sahabat-sahbat berkat motivasinya saya dapat terus bersemangat. Saya sangat memahami bahwa karya ini adalah bagian dari perkembangan dunia Seni pada khususnya, oleh karena itu segala saran bagi perkembangan karya serta tulisan sangatlah terbuka. Sebagai kata penutup, harapan saya semoga apa yang telah saya kerjakan ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Amin. iv
5 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN JUDUL II... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR...vi BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Penciptaan... 6 C. Tujuan dan Manfaat... 6 D. Makna Judul... 7 BAB II. KONSEP A. Konsep Peniptaan... 8 B. Konsep Bentuk C. Konsep Penyajian BAB III. PROSES PEMBENTUKAN A. Bahan B. Alat C. Teknik D. Tahapan Pembentukan BAB IV. DISKRIPSI KARYA BAB V. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR v
6 Gb. 1 Karya Paul Gauguin when will you marry Gb. 2 Karya Paul Gauguin yellow christ Gb. 3 Karya Henri Matisse dance Gb. 4 Karya Henri Matisse blue nude Gb. 5 Karya Edvard Munch madonna Gb. 6 Karya Vincent Van Gogh the harvest Gb. 7 Karya Nashar tangisan gadis Gb. 8 Karya Nashar menuju matahari Gb. 9 Kanvas Gb. 10 Cat Tembok dan Lem Kayu Gb. 11 Cat Lukis Gb. 12 Vernis Pelapis Gb. 13 Spanram Gb. 14 Staples Gb. 15 kuas Gb. 16 Palet Gb. 17 Pisau Palet Gb. 18 Pemotongan Kain Kanvas Gb. 19 Perentangan Gb. 20 Pemlamiran Gb. 21 Pembuatan Background Gb. 22 Pembuatan Objek Global Gb. 23 Pembuatan Objek Detail Gb. 24 Penyelesaian Detail Gb. 25Pembubuhan Tanda Tangan vi
7 Gb. 26 Pelapisan Cat Vernis Gb. 27 Karya Selesai Gb. 28 Lilik Setyawan, Terbit dalam Violet Gb. 29 Lilik Setyawan, Matahari Kecil Gb. 30 Lilik Setyawan, Horizontal Rain Gb. 31 Lilik Setyawan, Penembak Buta Gb. 32 Lilik Setyawan, Anjing Pendoa Gb. 33 Lilik Setyawan, Why Gb. 34 Lilik Setyawan, Malam Perjalanan Gb. 35 Lilik Setyawan, Menunggu Siapa Gb. 36 Lilik Setyawan, Bukit Kepala Batu Gb. 37 Lilik Setyawan, Penjara dalam Kepala Gb. 38 Lilik Setyawan, Bag Home Gb. 39 Lilik Setyawan, Kissing the Sun Gb. 40 Lilik Setyawan, Eat More Self Gb. 41 Lilik setyawan, Perempatan Terakhir Gb. 42 Lilik Setyawan, Asap dalam Kepala Gb. 43 Lilik Setyawan, Memayungi Hujan Gb. 44 Lilik Setyawan, Rindu yang Sama Gb. 45 Lilik Setyawan, Pawang Ular Gb. 46 Lilik Setyawan, Eksplorasi Kebiasaan Gb. 47 Lilik Setyawan, Seperti Binatang Gb. 48 Lilik Setyawan, Mengutuk Langit Gb. 49 Lilik Setyawan, Mencari Tuhan Dengan Warna Gb. 50 Lilik Setyawan, Mainan Masa Kecil Gb. 51 Lilik Setyawan, Fragmen vii
8 Gb. 52 Lilik Setyawan, Luka Kecil Gb. 53 Lilik Setyawan, Black Coffee and Red Wine Gb. 54 Lilik Setyawan, Tai...74 Gb. 55 Lilik Setyawan, God and Me Gb. 56 Foto Diri Gb. 57 Foto Poster Gb. 58 Foto Suasana Pameran # Gb. 59 Foto Suasana Pameran # viii
9 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai media ekspresi, seni murni dapat menimbulkan rasa sedih, senang, haru, simpati dan lain sebagainya. Rasa itu dipicu oleh adanya paduan dari unsur-unsur bentuk yang menunjang visualisasi utuh dari karya seni murni. Seperti pada komposisi warna, unsur garis yang digunakan, juga unsurunsur seni rupa yang lainnya, dan dikerjakan dengan kesadaran untuk menyampaikan kegelisahan atau suatu maksud yang diinginkan seorang seniman. Aristoteles mengatakan ciri khas dari seni adalah kemampuan membedah alam dan mengupas esensinya. Dan seni sendiri menurut Aristoteles adalah karya cipta yang dibimbing oleh pikiran dalam arti yang sebenarnya. 1 Ungkapan Aristoteles di atas memberikan dorongan yang kuat dalam merumuskan tema tulisan, yakni, Catatan Harian Dalam Lukisan. Buku catatan harian atau biasa disebut dengan diari adalah sebuah buku yang berisi tentang catatan kejadian sehari-hari atau berisikan tentang ungkapan kegelisahan dari pemilik catatan tersebut. Dalam aktivitas melukis dan menulis catatan harian ada beberapa kesamaan esensi, salah satunya adalah suatu media untuk menuangkan kegelisahan diri. 1. Agus Sachari. Estetika (Bandung : ITB, 2002), p.5 1
10 . Berawal dari beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2009, memiliki kesenangan membaca karya seni sastra, meliputi cerpen, novel, prosa dan puisi, suatu kesenangan yang ditularkan dari beberapa sahabat pada suatu lingkungan yang menggemari dan menekuni seni sastra. Adapun beberapa sastrawan Indonesia yang karyanya disukai antara lain, Muchtar Lubis, Ahmad Tohari, Sapardi Joko Damono, Budi Darma dan lain sebagainya. Sedangkan untuk bacaan luar suka dengan karya Ernst Hemingway, Sarte, Aristoteles, Herman Hesse, dan yang lainnya. Karya sastra banyak memberikan pengalaman spritual, sebab banyak dari sastrawan sekaligus filsuf yang mencetuskan gagasan-gagasan filosofisnya kedalam karya sastra. Ada pun keinginan untuk menulis, sebab seiring dengan berjalannya waktu, apa yang telah dibaca dari beberapa novel, cerpen dan sebagainya telah memberikannya pemahaman, bahwa karya sastra merupakan suatu hasil kreativitas yang diciptakan untuk mengekspresikan jiwa, emosi, dan perasaan. Terkait dengan pemahaman tersebut, maka tidaklah jauh berbeda dengan keberadaan karya seni lukis yang masing-masing mempunyai persamaan diciptakan untuk pemenuhan atas kebutuhan batin manusia. Hal pertama yang dilakukan untuk memulai keinginan menulis adalah dengan membuat catatan harian. Buku catatan harian menjadi tempat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan atau pengalaman hidup sehari-hari seperti halnya melukis, sebab semua itu dapat diungkapkan secara efektif dengan menggunakan kalimat bebas dan ekspresif. Yang dimaksud dengan kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, 2
11 gagasan, juga perasaan. Hal ini berarti bahwa kalimat yang diungkapkan secara ekspresif tidak sekedar menceritakan, akan tetapi juga melukiskan kegelisahan. Berangsur-angsur aktifitas menulis catatan harian tersebut dilakukan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan kesenangan. Setidak-tidaknya dalam satu hari ada satu kalimat atau bahkan hanya satu kata yang dituliskan dalam sebuah buku diari, tentunya dengan kalimat bebas dan ekspresif. Ada pun isi dari catatan harian meliputi tentang hal yang sangat dekat juga sesuatu yang tak jauh pula dengan unsur-unsur sederhana kehidupan manusia dan alam. Seperti tentang perasaan bahagia, kesedihan, kecewa, rasa cinta, penyesalan, juga rasa syukur dan sebagainya. Ada juga tulisan tentang suatu moment berharga, seperti tentang kesaksian, perasaan kagum pada alam, atau tentang sesuatu yang dirasa aneh. Seiring berjalannya waktu dalam aktivitas menulis catatan harian, ada juga catatan yang berupa sketsa atau catatan visual lainnya, hal tersebut terkadang memang diinginkan, namun tidak jarang dikarenakan sesuatu hal yang tidak mampu dipahami dengan logika, sehingga harus dicatat dengan sebuah gambar. Perubahan zaman yang sangat cepat menjadikan beberapa individu mengalami stres, entah dengan karir atau keluarga, catatan harian pun berubah fungsi dari sekedar menyimpan kenangan menjadi sebuah media untuk mencurahkan perasaan seseorang atas persoalan yang dihadapinya. Begitu pula dengan apa yang dirasakan, dengan menulis catatan harian ada beberapa manfaat yang diperoleh, antara lain: 3
12 - merasa terbantu ketika melewati masa-masa sulit, saat merasa tidak ada kepedulian dari orang lain, tak disayangi dan sebagainya. - mengungkapkan perasaan bahagia dan syukur dengan khusuk dan tidak berlebihan. - mengungkapkan amarah, kecemburuan, juga kebencian tanpa merusak suasana sekeliling. - melatih kepekaan naluri dan kecerdasan emosi. - sebuah catatan harian akan menjadi kenangan yang pernah dialami, sejarah kehidupan bagi yang mempunyai. - buku catatan harian layaknya ruangan yang dapat didatangi apabila ingin mengenali diri tanpa perlu diawasi siapa pun. - dan tentunya dengan mempunyai catatan harian dalam berkarya melukis bisa menjadi lebih mengalir tanpa dibebani dengan permasalahan ide. Dengan merujuk beberapa manfa at yang diperoleh tersebut di atas, dapat diartikan bahwa aktifitas menulis catatan harian adalah suatu usaha seseorang untuk merawat pikiran juga kestabilan emosional. Sebab sebuah endapan perasaan jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan berdampak tidak baik bagi kesehatan emosi bagi seseorang, dan tentunya juga akan berakibat buruk bagi kesehatan jasmani, terlebih endapan tersebut tentang suatu pengalaman buruk atau hal yang menyedihkan. Terlepas dari beberapa manfaat tersebut, dapat memaknai bahwa menulis catatan harian adalah suatu aktifitas yang penting. Tanpa tendensi apa pun menulis catatan harian menjadi sesuatu yang harus dilakukan. 4
13 Mikke Susanto mengatakan, sehari-hari adalah wadah dari peristiwaperistiwa, setidaknya setiap hari telah terjadi serangkaian peristiwa yang menurut benak masing-masing individu dianggap sebagai sesuatu yang penting. 2 Kembali ke isi dari catatan harian dan merujuk kepada pernyataan Mikke Susanto diatas, bahwa hal sekecil apa pun yang dialami dan diketahui merupakan bagian dari sebuah perjalanan atau proses hidup. Sesuatu yang terkesan sepele pun bukan berarti harus diremehkan dan dibiarkan, sebab semua hal berpotensi menjadi serangkaian dari peristiwa besar yang belum terjadi, dengan kesadaran demikian melukiskan isi catatan harian menjadi penting untuk dilakukan, dan Tugas Akhir penciptaan karya seni ini adalah moment yang tepat untuk mengemasnya dengan judul Catatan Harian dalam Lukisan. 2. Mieke Susanto, Pengantar Kuratorial : Documenting Now. Person to Person. (ISI Yogyakarta, 2011), p.9 5
14 B. Rumusan Penciptaan Setiap penciptaan karya seni menghadirkan permasalahan yang menjadi dasar pijakannya. Dalam proses penciptaan karya seni terdapat beberapa hal yang hendak diuraikan dan dianalisa dalam bentuk penulisan maupun karya seni, antara lain: 1. Bagaimana menghadirkan suatu permasalahan dalam buku catatan harian kedalam lukisan sesuai dengan konteks permasalahan yang ada. 2. Seperti apa permasalahan tersebut divisualisasikan kedalam karya seni lukis. 3. Melalui medium dan teknik apakah cerita dalam catatan harian tersebut dikerjakan dalam lukisan. C. Tujuan dan Manfaat 1. Memvisualisasikan suatu permasalahan yang tercatat dalam buku catatan harian kedalam seni lukis sesuai bahasa ungkap atau gaya lukisan. 2. Menciptakan lukisan yang unik sesuai tema-tema yang ada dalam catatan harian dengan kreatifitas yang dimiliki. 3. Mengabadikan pengalaman atau suatu pemikiran yang tercatat dalam buku catatan harian ke dalam lukisan sehingga dapat dinikmati secara visual yang kemungkinan akan menimbulkan multi interpretasi. 6
15 D. Makna Judul Untuk menjelaskan judul Catatan Harian dalam Lukisan, maka perlu diberikan batasan pengertian dari kalimat judul tersebut diatas yang diambil dari bentuk kata dasar catatan harian dan lukisan. Berikut uraian dari kata atau frase yang dipakai dalam judul laporan Tugas Akhir ini: 1. Catatan Harian: Merupakan suatu tulisan yang difungsikan untuk mengungkapkan atau menuangkan pikiran, perasaan, atau pengalaman dalam sehari-hari Lukisan: Penggunaan garis, warna, tekstur, ruang dan bentuk pada satu permukaan yang bertujuan menciptakan image-image yang bisa merupakan pengekspresian dari ide-ide, emosi pengalaman yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mencapai harmoni. 4 Ditinjau dari arti masing-masing kata di atas, kemudian dapat ditarik dalam satu pengertian, maka yang dimaksud dengan judul Catatan Harian dalam Lukisan adalah, penciptaan image-image berdasarkan pikiran, perasaan, ataupun pengalaman sehari-hari kedalam lukisan yang diambil dari catatan harian dengan semangat, kesadaran beserta kreatifitas baru. 3. Id. M. wikipedia.org/wiki/buku_harian, diakses : 7 April 2015 jam WIB 4. Herbert Read Pengetahuan Seni, Terjemahan Soedarso, SP, (Yogyakarta STSRI ASRI). p, 90 7
GORESAN ANAK-ANAK SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
GORESAN ANAK-ANAK SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Diajukan oleh Budi Kurniawan 0711838021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
SUGESTI GARIS DALAM LUKISAN
SUGESTI GARIS DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: Tejo Purnomo NIM 1112192021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2016 SUGESTI GARIS
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Sebuah karya seni dapat terlihat dari dorongan perasaan pribadi pelukis. Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya. Hal itu di awali
UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA HALAMAN PENGESAHAN
AKTIVITAS ANAK SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: Yeni Setyawati NIM: 1012128021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
50 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Perwujudan Karya Seni Kemajuan yang tengah dialami oleh kaum feminis (perempuan) merupakan suatu titik puncak kejenuhan atas ideologi patriarki, penulis sendiri
PERWUJUDAN RUANG WAKTU DI DALAM SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI. Oleh: Yusuf Ferdinan Yudhistira NIM : PROGRAM STUDI SENI MURNI
PERWUJUDAN RUANG WAKTU DI DALAM SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: Yusuf Ferdinan Yudhistira NIM : 1112193021 PROGRAM STUDI SENI MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
BAB V PENUTUP. tentu saja tidak hadir dari kekosongan. Karya seni dalam perwujudannya tentu
BAB V PENUTUP Penciptaan karya seni adalah salah satu cara untuk mengungkapkan dan mengekspresikan pengalaman batin manusia sekaligus untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Dalam mewujudkannya perlu adanya
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.
68 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya, hal itu diawali dengan adanya dorongan perasaan untuk menciptakan sesuatu yang baru
UANG ADALAH SUMBER KONFLIK (SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS)
UANG ADALAH SUMBER KONFLIK (SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS) PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI LUKIS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memenuhi Gelar Sarjana Seni
TEMA KELUARGA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS
TEMA KELUARGA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh Dhiasasih Ulupi NIM 0911991021 PROGRAM STUDI SENI MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2014
ZAMAN EDAN PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni
ZAMAN EDAN PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni Oleh : DANANG ABDUL AZIZ NIM. C. 0612011 FAKULTAS SENI RUPA
KISAH ASMARA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS
KISAH ASMARA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh : BAHAUDIN NIM 0911984021 MINAT UTAMA SENI GRAFIS PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT
VISUALISASI GAJAH SIRKUS DALAM KARYA SENI LUKIS
VISUALISASI GAJAH SIRKUS DALAM KARYA SENI LUKIS KONSEP PENGANTAR KARYA MINAT UTAMA SENI LUKIS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Oleh: DEFI NURMALITA NIM. C.0612013
EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS KONSEP PENGANTAR KARYA TA Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni
AKTIVITAS SEHARI-HARI DI RUMAH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
AKTIVITAS SEHARI-HARI DI RUMAH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Program Studi Seni Rupa
PERSEMBAHAN. Karya Tugas Akhir ini kupersembahkan. kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu. memberikan berkat. 2. Ayah dan Ibu tercinta.
PERSEMBAHAN Karya Tugas Akhir ini kupersembahkan kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan berkat. 2. Ayah dan Ibu tercinta. 3. Saudaraku yang tercinta. 4. Teman-teman dan almamaterku. v MOTTO
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penciptaan Karya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penciptaan Karya Pada dasarnya manusia punya dua sifat bahkan multi complex 1 baik sifat atau pemikirannya, walaupun pada dasarnya mampu bersosialisasi tapi cenderung
Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis
A. Pemilihan Ide Pengkaryaan BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Lingkungan Pribadi Ide Lingkungan Sekitar Kontemplasi Stimulasi Sketsa Karya Proses Berkarya Apresiasi karya Karya Seni Bagan 3.1 Proses
KELUARGA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI. Oleh: Dwi Febri Sariyanto NIM PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI
KELUARGA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: Dwi Febri Sariyanto NIM 1212329021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
VISUALISASI PERMAINAN BONEKA DALAM KARYA SENI LUKIS
VISUALISASI PERMAINAN BONEKA DALAM KARYA SENI LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI LUKIS Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Perkembangan dunia kesenirupaan saat ini sudah sangat pesat sekali dengan inovasi bahan dan media dari karya seni rupa yang sudah beragam dan kadang tidak
FANTASI MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
FANTASI MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: Alyasa Vincent Hidayat NIM 1012123021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT
BAB III METODE PENCIPTAAN
53 BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide atau Gagasan Beberapa faktor dapat mempengaruhi sebagian karya dari ide yang dihasilkan seorang seniman, faktor tersebut bisa datang dari dalam maupun luar yang menjadikan
BAB III. METODE PENCIPTAAN
34 BAB III. METODE PENCIPTAAN Seni merupakan media yang tepat dalam menyampaikan apa yang hendak kita ungkapkan, entah itu perasaan jiwa, isu sosial, juga termasuk kritik sosial. Khususnya seni lukis realis,
WAJAH WANITA SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS
WAJAH WANITA SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh : WAHYU HERMAWAN NIM : 1012099021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
ALFABET SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK
ALFABET SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK PENCIPTAAN Oleh: Agustino Mahfudh NIM : 0711401022 TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S-1 KRIYA SENI JURUSAN KRIYA FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
DEWI SINTA SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN MOTIF DENGAN TEKNIK BATIK TULIS PADA KAIN SUTERA
DEWI SINTA SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN MOTIF DENGAN TEKNIK BATIK TULIS PADA KAIN SUTERA PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Rupa
BIOLA SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
BIOLA SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS KONSEP PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas
MATERI SEKOLAH DASAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS
MATERI SEKOLAH DASAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: Arief Budiyarta NIM 0811895021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
IMAJINASI TENTANG AYAM DALAM LUKISAN
IMAJINASI TENTANG AYAM DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: AKHSAN RACHMAN HUDAYA NIM 1012164021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Seni 1. Pengertian Seni Menurut Soedarso (1988: 16-17) bahwa kata seni berasal dari bahasa Sansekerta sani yang berarti pemujaan, palayanan, donasi, permintaan atau mata pencaharian
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban manusia sesuai dengan lingkungan karena pada dasarnya, karya sastra itu merupakan unsur
VISUALISASI KUCING DALAM KARYA LUKIS
VISUALISASI KUCING DALAM KARYA LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Meraih Gelar Sarjana Seni Pada Program Studi Seni Rupa Murni Oleh : HRE DHARMA SANTI NIM. C0611015
HARMONI KELUARGA DALAM SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI. Oleh: VALENTINO FEBRI SETYA WIDADA UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
HARMONI KELUARGA DALAM SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: VALENTINO FEBRI SETYA WIDADA 1012139021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
POHON SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
POHON SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi sebagai persyaratan guna meraih gelar sarjana seni Jurusan Seni Rupa Murni Oleh: DIKA FEBRIANTO
KARNAVAL SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS
KARNAVAL SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memenuhi Gelar Sarjana Seni Jurusan Seni Rupa Murni Oleh: ADITYA HADI
PEREMPUAN DAN SELENDANG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
PEREMPUAN DAN SELENDANG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI LUKIS Diajukan Untuk Memenuhi sebagai persyaratan guna meraih gelar sarjana seni Program
BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni lukis adalah karya seni rupa dua dimensional yang menampilkan citra visual melalui unsur titik, garis, bidang, tekstur, dan warna. Sebagai karya seni murni,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Dalam dunia seni khususnya dunia fotografi, seni seolah memiliki sudut pandang lain, yang memiliki daya cipta yang mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya
MATA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SENI GRAFIS
MATA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SENI GRAFIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni Universitas Sebelas Maret
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesenian terlahir dari ekspresi dan kreativitas masyarakat yang dilatarbelakangi oleh keadaan sosial budaya, ekonomi, letak geografis, pola kegiatan keseharian.
FOTO DOSEN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS DENGAN TEKNIK DIGITAL PAINTING
FOTO DOSEN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS DENGAN TEKNIK DIGITAL PAINTING Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Seni Rupa Program Studi Seni Rupa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan pemberontakan artistik terhadap standar umum seni di akhir abad ke 19 di Perancis. Daripada melukis
BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS
BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI GRAFIS Diajukan Untuk Memenuhi sebagai persyaratan guna meraih gelar sarjana seni Program Studi
BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA. memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa
BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA A. Implementasi Teoritis Mengamati anak-anak baik dalam kehidupan dirumah ataupun diluar rumah, memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa kecil
AKTIVITAS MASYARAKAT MARJINAL SEBAGAI TEMA DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI. Disusun oleh : Eric Pradana
AKTIVITAS MASYARAKAT MARJINAL SEBAGAI TEMA DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Disusun oleh : Eric Pradana 1112175021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
BAB III PROSES PEMBENTUKAN
BAB III PROSES PEMBENTUKAN Lahirnya karya seni rupa melalui proses penciptaan selalu terkait dengan masalah teknis, bahan, dan alat yang digunakan serta tahapan pembentukannya. Selain kemampuan dan pengalaman,
GURU BAHASA INDONESIA, GURU SASTRA ATAU SASTRAWAN
GURU BAHASA INDONESIA, GURU SASTRA ATAU SASTRAWAN MENGAJARKAN SASTRA Tiurnalis Siregar Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Karya Sastra merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan
KEINDAHAN GERAK TARI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI. oleh EKA SUSILAWATI NIM
KEINDAHAN GERAK TARI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI oleh EKA SUSILAWATI NIM 0912023021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2016 ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan bagian dari kehidupan manusia, yang berkaitan dengan memperjuangkan kepentingan hidup manusia. Sastra merupakan media bagi manusia untuk berkekspresi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Seni merupakan salah satu konsep yang sulit untuk didefinisikan. Karena sulitnya, maka pengertian seni sering merujuk ke arah konsep metafisik, padahal pada
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN 1. Tematik A. Implementasi Teoritis Kehidupan dunia anak-anak yang diangkat oleh penulis ke dalam karya Tugas Akhir seni lukis ini merupakan suatu ketertarikaan penulis terhadap
PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS SEBAGAI REFLEKSI KEGELISAHAN PRIBADI
PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS SEBAGAI REFLEKSI KEGELISAHAN PRIBADI KONSEP PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA: SENI GRAFIS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni
GARIS EKSPRESI DI DALAM MONOPRINT
GARIS EKSPRESI DI DALAM MONOPRINT PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh Muhammad Saifuttibyan PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2014 i GARIS EKSPRESI
GAYA RENANG INDAH SEBAGAI TEMA KARYA SENI GRAFIS
GAYA RENANG INDAH SEBAGAI TEMA KARYA SENI GRAFIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI GRAFIS Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Seni Jurusan Seni Rupa Murni
BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan ciri-ciri khas, meskipun puisi telah mengalami perkembangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan dalam bahasanya yaitu puisi. Waluyo (1991:3) mengatakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang paling tua.
PENGALAMAN PRIBADI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS
PENGALAMAN PRIBADI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: IRVIN A.S NIM 071 1865 021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN. suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Puisi merupakan ungkapan perasaan yang dihayati oleh penyairnya ke dalam suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang terhadap
Contoh lukisan daerah Bali. Contoh lukisan daerah kalimatan
Seni Rupa Murni Daerah Seni Rupa Murni Daerah adalah Gagasan manusia yang berisi nilai nilai budaya daerah tertentu yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang,
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Gagasan atau ide merupakan hal yang harus dimiliki seorang pencipta karya seni dalam proses penciptaan karya seni. Subjektifitas dari seorang
PERANCANGAN INTERIOR LIQUID KARAOKE YOGYAKARTA
PERANCANGAN INTERIOR LIQUID KARAOKE YOGYAKARTA KARYA DESAIN Disusun Oleh : TRI WIBOWO 091 1683 023 Tugas Akhir ini diajukan kepada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai Salah satu
IRONI KEMAKMURAN PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR
IRONI KEMAKMURAN PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas
III. PROSES PENCIPTAAN
III. PROSES PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Dunia virtual dalam media sosial memang amat menarik untuk dibahas, hal ini pulalah yang membuat penulis melakukan sebuah pengamatan, perenungan
MOMEN DALAM KELUARGA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI
MOMEN DALAM KELUARGA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI GRAFIS Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi
GEBOGAN SEBAGAI INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS
i GEBOGAN SEBAGAI INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI oleh PUTU HARIMBAWA NIM 0811962021 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita ketahui terdapat beberapa jenis seni yang di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, kita ketahui terdapat beberapa jenis seni yang di antaranya adalah Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater. Beberapa jenis
MASA KANAK-KANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS
MASA KANAK-KANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA SENI GRAFIS Diajukan Untuk memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni
KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN SISWA DI SMP NEGERI 17 KOTA JAMBI
KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN SISWA DI SMP NEGERI 17 KOTA JAMBI Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diarahkan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan hasil kreasi manusia yang indah, di dalamnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil kreasi manusia yang indah, di dalamnya terdapat daya kreatif dan daya imajinasi. Kedua kemampuan tersebut sudah melekat pada jiwa
PERANCANGAN SOFA DARI PALET KAYU
Halaman judu TUGAS AKHIR PERANCANGAN SOFA DARI PALET KAYU Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata satu (S1) Oleh : Mochamad Reven NIM 41912010080 Desain Produk (Desain
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Seni lukis merupakan salah satu bagian dari cabang seni yang memiliki unsur dua dimensi dan sangat terkait dengan gambar. Secara historis terlihat bahwa sejak
VISUALISASI ANTI GRAVITASI DALAM SENI PATUNG
VISUALISASI ANTI GRAVITASI DALAM SENI PATUNG PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh Hasan Agus Wiratomo PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2016 VISUALISASI
KENANGAN MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS
KENANGAN MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh: I KADEK SUARDANA PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
LEBAH MADU SEBAGAI TEMA DALAM KARYA LUKIS
LEBAH MADU SEBAGAI TEMA DALAM KARYA LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Seni Jurusan Seni Rupa Murni Fakultas Sastra dan Seni Rupa
VISUALISASI RASA SAKIT BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DALAM PENCIPTAAN KARYA KRIYA KULIT
VISUALISASI RASA SAKIT BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DALAM PENCIPTAAN KARYA KRIYA KULIT PENCIPTAAN Damas Fajar Sangaji 0911497022 TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S-1 KRIYA SENI JURUSAN KRIYA FAKULTAS SENI RUPA
KEMUNAFIKAN SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
KEMUNAFIKAN SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. tentang kisah maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra adalah hasil imajinasi manusia yang dapat menimbulkan kesan pada jiwa pembaca. Karya sastra merupakan ungkapan pikiran dan perasaan, baik tentang
PENGEMBANGAN DESAIN KERANJANG SAYURAN PADA SEPEDA MOTOR
TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN DESAIN KERANJANG SAYURAN PADA SEPEDA MOTOR Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Oleh : Keswanto NIM 41912010024 Jurusan Desain
AMBIGUITAS SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS
AMBIGUITAS SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh Henry William NIM 0811944021 MINAT UTAMA SENI LUKIS PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa yang terdapat dalam karya sastra memiliki keunikan tersendiri. Begitu pun penggunaan bahasa dalam novel angkatan Balai Pustaka. Penulis novel angkatan
PENGARUH KARYA PIET MONDRIAN PADA KARYA RANCANGAN BUSANA YVES SAINT LAURENT DAN DONNA KARAN
PENGARUH KARYA PIET MONDRIAN PADA KARYA RANCANGAN BUSANA YVES SAINT LAURENT DAN DONNA KARAN SM40Z5 SKRIPSI Disusun oleh: RINDA DIASTAVIRAN 17003030 Jalur Pilihan Ilmu Estetika dan Ilmu-ilmu Seni PROGRAM
I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seni pada dasarnya digunakan untuk mewakili perasaan manusia. Melalui seni lukis seseorang dapat menuangkan ide atau gagasannya ke dalam bentuk visual yang menggambarkan
BAB I PENDAHULUAN. umum musik yang meliputi pitch, dinamika, kualitas sonik dari timbre dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seni tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, sebab selalu hadir dan berkembang di tengah-tengah kehidupan manusia itu sendiri. Seni berkembang dari perasaan manusia,
DESKRIPSI KARYA SENI MONUMENTAL Judul Karya Seni Monumental (kriya Seni): Predator. Pencipta I Made Sumantra, S.Sn, M.Sn
DESKRIPSI KARYA SENI MONUMENTAL Judul Karya Seni Monumental (kriya Seni): Predator Pencipta I Made Sumantra, S.Sn, M.Sn FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR 2017 DESKRIPSI KARYA
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN MEDIA SURAT KABAR PADA SISWA KELAS X 5 SMA NEGERI 2 PATI TESIS
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN MEDIA SURAT KABAR PADA SISWA KELAS X 5 SMA NEGERI 2 PATI TESIS Diajukan Kepada Program Studi Magister Pengkajian Bahasa
BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan
33 BAB III METODE PENCIPTAAN Setiap orang pasti mempunyai kegelisahan terhadap suatu persoalan yang ada didalam dirinya ataupun dilingkungan sekitar, sehingga menumbuhkan gagasan untuk keluar dari kegelisahan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN Kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian ini adalah lukisan Tetet Cahyati yang bertema Bandung merupakan lukisan ekspresivisme-abstrak yang bersumber gagasan dari
ASPEK-ASPEK TEMATIS DALAM BUKU KAMBING JANTAN KARYA RADITYA DIKA: Tinjauan Struktural Robert Stanton
ASPEK-ASPEK TEMATIS DALAM BUKU KAMBING JANTAN KARYA RADITYA DIKA: Tinjauan Struktural Robert Stanton SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra
BAB I PENDAHULUAN. Seni grafis sudah jarang diminati, terutama yang masih menggunakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seni grafis sudah jarang diminati, terutama yang masih menggunakan proses manual di zaman yang serba digital seperti sekarang ini. Kita tidak dapat mengelak,
BAB I PENDAHULUAN. estetik dan keindahan di dalamnya. Sastra dan tata nilai kehidupan adalah dua fenomena
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan karya seni, sebagai karya seni yang mengandung unsur estetik dan keindahan di dalamnya. Sastra dan tata nilai kehidupan adalah dua fenomena sosial
PEMANFAATAN SERAT ALAM UNTUK PARTISI DAN TIRAI
digilib.uns.ac.id i PEMANFAATAN SERAT ALAM UNTUK PARTISI DAN TIRAI PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Kriya Seni/ Tekstil
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran menjadi salah satu kegiatan yang bernilai edukatif, hal ini terjadi karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan mengharapkan
BAB I PENDAHULUAN. Kriya merupakan suatu proses dalam berkesenian dengan berkegiatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kriya merupakan suatu proses dalam berkesenian dengan berkegiatan mengolah benda-benda dan kekayaan alam lingkungan sekitar kita menjadi suatu benda yang mempunyai
PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR JAKA KENDANG DAN GADIS SAMPUR KUNING
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR JAKA KENDANG DAN GADIS SAMPUR KUNING Disusun Untuk Menempuh Ujian Tugas Akhir Guna Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Diploma 3 Desain
KEKERASAN TERHADAP ANAK
KEKERASAN TERHADAP ANAK KONSEP PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR MINAT UTAMA: SENI LUKIS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni Oleh: NURI NUR
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1. Disusun oleh: Ajeng Wulandari A
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN PENERAPAN TEKNIK RANGSANG GAMBAR DAN SUMBANG KATA PADA SISWA KELAS VII E DI SMP NEGERI 1 JATEN TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian
JURUSAN KRIYA TEKSTIL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014
CIRCUIT BOARD SEBAGAI SUMBER IDE PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK KONTEMPORER PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Rupa Jurusan Kriya
MOTIF MICROCONTROLLER PADA BUSANA HUMANE DALAM GAYA KONTEMPORER FUTURISTIS PENCIPTAAN. Vincentia Tunjung Sari NIM
MOTIF MICROCONTROLLER PADA BUSANA HUMANE DALAM GAYA KONTEMPORER FUTURISTIS PENCIPTAAN Vincentia Tunjung Sari NIM 1300026025 TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI D-3 BATIK DAN FASHION JURUSAN KRIYA FAKULTAS SENI RUPA
BAB I PENDAHULUAN. berbagi pengalaman, belajar dari yang lain, dan meningkatkan pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memungkinkan manusia untuk berkomunikasi, berhubungan, berbagi pengalaman, belajar dari yang lain, dan meningkatkan pengetahuan intelektual. Mata pelajaran Bahasa
