BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA"

Transkripsi

1 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Data Umum Perusahaan Sejarah Berdirinya PT.Peacock PT.Peacock Purnama Industries pertama kali didirikan pada tahun 1980 sebagai pabrik sepatu dan sendal di Jakarta. Karena permintaan untuk produk kami terus berkembang setiap tahunnya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memulai Divisi Bordir pada tahun 1988 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami. Pada tanggal 30 Juli 1991 diresmikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia Bapak Soeharto, yang di tanda tangani oleh mentri perindustrian Bapak Hartarto sebagai salah satu pabrik sepatu dan sendal yang terbesar di Jakarta.Pada tahun 2000, kami diversifikasi divisi kami untuk menyediakan pelanggan kami dengan Layanan Print Screen. Pada tahun 2007 kami sepenuhnya memutuskan untuk mrngubah nama menjadi PT. Tjahyadi Agung sebagai pemasok produsen garmen (CMT) untuk pasar Amerika, dan menghentikan proses produksi untuk pembuatan sepatu dan sendal. Dan mulai memproduksi barang-barang promosi seperti T-shirt, wearpack, tas nonwoven (program kampanye Green), tas untuk produk promosi. 29

2 Kami mendefinisikan kesuksesan kita dari atribut untuk pembentukan jangka panjang kami dalam teknologi, industri pemanfaatan baru untuk pabrik, ekonomi tinggi skala dan sifat terpadu operasi kami untuk menghasilkan kualitas tinggi dan biaya produk yang efisien yang kita berikan kepada konsumen kami. Kami terus melayani pelanggan kami secara jangka panjang, dan untuk menjawab kebutuhan mereka yang terus berubah. Tujuan kami adalah kepuasan pelanggan kami dan kami selalu bangga dengan produk kami, dimana kualitas adalah prioritas utama, sementara kami mempertahankan harga terendah bagi pelanggan kami Lokasi Perusahaan Nama PT. Tjahyadi Agung website Nomor NPWP Kantor pabrik 1 Jln. Rawa Buaya no.1 cengkareng. Jakarta Indonesia pabrik 2 Jln. Kapuk Kamal Raya 9 no 8a. Jakarta Indonesia Luas Tanah meter persegi 30

3 4.1.3 Jasa layanan Bordir Pada divisi ini yang akan diteliti Kami sedang beroperasi 55 mesin, yang dibagi menjadi dua pabrik untuk memaksimalkan layanan kami untuk pelanggan. Di pabrik pusat kami, produksi kami adalah sebagian besar untuk ekspor. Sementara pabrik cabang kami memproduksi produk untuk memenuhi pasar lokal untuk pakaian baju Muslim. Sebagian besar mesin yang kita gunakan adalah mesin Tajima (Jepang) mereka adalah salah satu mesin bordir terbaik diproduksi di pasar dan sisanya mesin Fu-Hao (Cina). Dengan teknologi dan sumber daya manusia handal, kami dapat memasok sekitar 1000 lusin produk bordir dalam sehari Jasa layanan Garmen (CMT) Kami menggunakan mesin jahit Brother dan mengkhususkan dalam rok, kaos, untuk pria, wanita dan anak-anak, dan baju renang, Kami mampu memproduksi jaket dan kemeja kasual juga fashion. Kami memiliki 3 baris dengan rata-rata 50 mesin per baris, dan mampu memproduksi sekitar lusin set pakaian per bulan Jasa layanan Sablon (Print Screen) Divisi cetak sablon kami divisi ke tiga pabrik. Untuk dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan pelanggan kami, kami memiliki kombinasi dari 22 meja cetak sablon dengan panjang 40 meter setiap meja, dan 6 mesin press. Kami output harian akan mencapai 800 lusin produk cetak sablon, dengan menjamin kualitas produk Pembeli Untuk Ekspor (agen) Prestige Co Ltd - Family Dollar Store - SEARS Dept Store Centurion Co Ltd 31

4 - Dollar General Store - Wal-Mart Store Eastern Fashion Co Ltd AMC - Target Store Comtextileindo Co Ltd - Adidas Pembeli Untuk Produk Promosi PT. Topindo Atlas Asia - TOP 1 Oil PT. Abetama Sempurna - ARTOLITE Lightning PT. Panata Jaya Mandiri - SAKURA Filter PT. Melu Bangun Wiweka - General Contraktor Hush Puppies Andre Valentino HBC Helmet Miredoo Snack 32

5 4.2 Data Pelanggan Data pemesanan pelanggan bordir hanya diambil dari order pelanggan tetap khusus untuk jasa bordir yang selama 6 tahun ( ) seperti dalam penjelasan berikut: Pembeli Untuk Lokal sebagai Supplier PT. Dua Sekawan Respati PT. Muara Krakatau PT. Laxmirani Mitra Garmindo PT. Cipta Busana Jaya PT. Interocean Exim Raya PT. Buana Lautan Naga PT. Gracia Moda International PT. Lestari Garmentama Pertokoan Tanah Abang, Jakarta Bank Ekonomi Raharja 33

6 Secara lengkap rekap data pemesanan pelanggan tetap selama 6 tahun ( ) dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Jumlah quantity pemesanan pelanggan tetap (pc) Tabel 4.1. Data Omset Bordir No. Nama Pelanggan Tahun PT. Dua Sekawan Respati PT. Muara Krakatau PT. Laxmirani Mitra Garmindo PT. Cipta Busana Jaya PT. Interocean Exim Raya PT. Buana Lautan Naga PT. Gracia Moda International PT. Lestari Garmentama Jumlah Sumber PT. Peacock Januari Tabel 4.2. Rekap Data Omset Bordir Tahun Pemesanan Pelanggan (pc)

7 Gambar 4.3. Plot Data Omset Bordir Series2 Tahun Peramalan Dari plot data di atas dapat dilihat trend/kecenderungan data bersifat linier. Untuk itu, dalam meramalkan data penjualan pada masa yang akan datang (Y) digunakan metode PERAMALAN LINIER (Y = a + bt). Adapun langkah perhitungan peramalan dengan metode linier sebagai berikut: A. Mencari nilai a dan b dari persamaan Y = a + bt Untuk mencari nilai a dan b diperlukan tabel berikut: Tabel 4.4. Perhitungan Linier Untuk Mencari Nilai a dan b t y y x t t

8 b =... ² ( )² b = (. ) (. ) (. ) ( )² b = b = b = 238,857 a =. a =,. a =, a = 5716,66 835,99 a =, Untuk mencari nilai Y pada periode 8, 9, 10 dan seterusnya dipergunakan persamaaan: Y = 238, ,67 t B. Mencari nilai Y pada periode t : Untuk mencari nilai Y, masukkan persamaan di atas dengan periode tahun ke-i. Misalnya periode tahun ke-12 (t = 12). Dari persamaan di atas maka nilai Y adalah: 36

9 Y = a + bt Y = 238, ,67 t Y = 238, ,04 Y = 58806, Data Investasi Data mesin yang diambil adalah Mesin TAJIMA (9 warna, 12 kepala, uk.40cm x 75cm) sebagai alternatif-1, SWF (9 warna, 12 kepala, uk.40cm x 75cm) sebagai alternatif-2 dan FU-HAO (9 warna, 12 kepala, uk.40cm x 75cm) sebagai altemtif-3. Dan pengambilan data mesin investasi diperoleh data-data seperti: - harga mesin - merek mesin - kapasitas mesin - tenaga listrik yang dibutuhkan - umur mesin - nilai sisa - ukuran maksimum kertas dan area cetak - biaya spare part - biaya pemeliharaan/servis/breakdown - biaya gaji - biaya listrik 37

10 Tabel 4.5. Data Spesifikasi Mesin FU-HAO No. Spesifikasi Mesin Keterangan 1 Jenis Mesin Multi-Head Embroidery Machine 2 Merek Mesin FU-HAO 3 Kapasitas/Jam Setik/jam 4 Tenaga Listrik 1700 watt 5 Harga Mesin Rp Umur Ekonomis Mesin 5 th dari tahun pembelian 7 Nilai Sisa Rp Maksimum Areal Bordir 40cm X 75cm Biaya-biaya 1 Biaya Sparepart Rp /thn 2 Biaya Pemeliharaan/Servis Rp /thn 3 Biaya Gaji Rp /thn 4 Biaya Listrik Rp /thn 5 Biaya Bordir/Jam Rp /jam Sumber : Data dari FU-HAO Januari 2012 Tabel 4.6. Data Spesifikasi Mesin SWF No. Spesifikasi Mesin Keterangan 1 Jenis Mesin Multi-Head Embroidery Machine 2 Merek Mesin SWF 3 Kapasitas/Jam Setik/jam 4 Tenaga Listrik 1600 watt 5 Harga Mesin Rp Umur Ekonomis Mesin 10 th dari tahun pembelian 7 Nilai Sisa Rp Maksimum Areal Bordir 40cm X 75cm Biaya-biaya 1 Biaya Sparepart Rp /thn 2 Biaya Pemeliharaan/Servis Rp /thn 3 Biaya Gaji Rp /thn 4 Biaya Listrik Rp /thn 5 Biaya Bordir/Jam Rp /jam Sumber : Data dari SWF Januari

11 Tabel 4.7. Data Spesifikasi Mesin TAJIMA No. Spesifikasi Mesin Keterangan 1 Jenis Mesin Multi-Head Embroidery Machine 2 Merek Mesin TAJIMA 3 Kapasitas/Jam Setik/jam 4 Tenaga Listrik 1500 watt 5 Harga Mesin Rp Umur Ekonomis Mesin 20 th dari tahun pembelian 7 Nilai Sisa Rp Maksimum Areal Bordir 40cm X 75cm Biaya-biaya 1 Biaya Sparepart Rp /thn 2 Biaya Pemeliharaan/Servis Rp /thn 3 Biaya Gaji Rp /thn 4 Biaya Listrik Rp /thn 5 Biaya Bordir/Jam Rp /jam Sumber : Data dari TAJIMA Januari

12 4.4.1 Perhitungan Kapasitas Biaya Per Jam Dari Mesin Bordir FU-HAO Dari data diatas (tabel 4-5) dapat dihitung kapasitas produksi, pendapatan penjualan dan biaya-biaya yang menyertainya untuk 5 tahun. Adapun data perhitungan sebagai berikut: A. Kapasitas Maksimum Mesin FU-HAO Tabel 4.8. PERHITUNGAN BIAYA PER JAM DARI MESIN BORDIR FU-HAO PER 10 JANUARI 2012 DASAR PERHITUNGAN Hari Kerja per Tahun 311 Hari Jam Kerja per Hari 22 Jam Faktor Efisiensi 80% Jam Kerja yang Efisiensi Dalam Sehari 17,60 Jam Jam Kerja yang Efisiensi Dalam Setahun Jam Jenis Mesin : SWF ( 9 WARNA / 12 KEPALA/ UK. 40cm X 75cm ) Harga Mesin Rp Usia Mesin 2 Tahun Bunga Pinjaman Bank Per Januari % per Tahun 1. Biaya Mesin per Jam : 1.1 Biaya Mesin di Tahun Pertama Depresisasi per tahun (Harga/Usia) Biaya bunga di tahun I Total Biaya di tahun I Biaya per Jam di Tahun I (Biaya Th 1 : Jam ) Biaya Mesin di Tahun Kedua Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun II Total Biaya di tahun II Biaya per jam di tahun II Jadi Biaya Rata-Rata Mesin per Jam Rp Biaya Perawatan/Perbaikan Mesin : 1% dari harga mesin (Rp./Tahun) Jadi Biaya Perawatan/Perbaikan per Jam (: Jam) Rp Biaya Listrik: Keperluan Listrik (Watts) 1.700,0 Biaya / Tarif per KWH (Hrs lihat wilayah) 1000 Jadi Biaya Listrik per jam Rp Biaya Bangunan : Biaya sewa per m2 per tahun Luas bangunan yang dibutuhkan untuk mesin (m2) Jadi Biaya Bangunan per Jam Rp - 5. Upah per Hari Jam kerja per hari 8,8 Upah per jam (Rp /11) 5114 Jumlah buruh 2 Jadi Biaya Buruh per mesin/shift (2xRp )

13 Biaya Pabrikasi: Jumlah pekerja (orang) 4 Jumlah mesin 1 Upah per bulan (Rp.) Jumlah jam kerja yang efisien dalam 1 bulan 456 Jadi Biaya Pabrikasi per Jam Rp Biaya Overhead: Jumlah staff (orang) 2 Jumlah mesin 1 Upah per Bulan (Rp.) Jumlah jam kerja yang efisien dalam 1 bulan 456 Jadi biaya overhead per jam Rp Biaya Benang: Pemakaian benang per 1000 setik (meter) 7 Jumlah setik per jam dengan kecepatan Pemakaian benang per jam (meter) 210 Harga benang per cones (5.000 meter) Jadi Biaya Benang per Jam Rp 483 TOTAL BIAYA MESIN PER JAM Rp HASIL YANG DIPEROLEH DALAM 1 JAM: Kecepatan rata-rata mesin per menit 500 Hasil setikan per jam (500x60 menit) Harga jasa bordir rata-rata per setik (Rp.) 0,150 Jadi jasa bordir yang diperoleh ( x Rp.0,150 x 12 Kpl) Rp Keuntungan yang diperoleh dalam waktu 1 jam (Rp.) Rp Keuntungan dalam persentase (%) 25,52% CATATAN: 1. Biaya belum termasuk bahan pembantu (kain keras, plas-ban, dll) yang dinilai kecil. 2. Perkiraan pendapatan per bulan (30 hari kerja) = Rp ,- x 22 jam x 30 hari) = Rp Perkiraan keuntungan dalam 1 bulan Rp Perkiraan waktu pengembalian modal (bulan) 23 (Harga Mesin : Keuntungan Dalam 1 Bulan ) 41

14 B. Peramalan Penjualan Untuk menghitung peramalan penjualan selama 5 tahun ke depan digunakan rumus permalan yang sudah ditemukan yaitu: Y = 238, ,67 t Penghitungan dimulai dari periode ke-12, mengingat data histori dimulai dari periode ke ke-6 (tahun 2006) sampai ke-11 (tahun 2011). Penghitungan tahun 2012 dan seterusnya secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.9 Hasil Peramalan Berdasarkan Data Histori Tahun Periode Penjualan Y , , , , , , , , , ,92 Untuk melihat apakah kapasitas mesin masih bisa memenuhi jumlah penjualan per tahun dapat dilihat dari data mesin dan perkiraan penjualan. Misalnya, pada tahun 2016 jumlah perkiraan maksimum penjualan ,57 pcs. C. Pendapatan dari Hasil Peramalan Penjualan Dari tabel peramalan penjualan dapat dihitung pendapatan dari hasil ramalan penjualan. Dari data mesin diperoleh biaya bordir atau harga penjualan per pc yang dibebankan pada konsumen sebesar Rp. 4356,87,-. Harga ini merupakan nilai saat ini (P) sebelum pembelian mesin (tahun 2011). Untuk menghitung tahun 2012 sampai tahun 2016 dipergunakan rumus (2-11) 42

15 pembungaan majemuk tunggal yakni: F=P(1+i) n, dalam hal ini ( i ) adalah asumsi rata-rata kenaikan penjualan berdasarkan pengalaman adalah 3% per tahun. Maka contoh perhitungan pada periode ke-3 di mana: P = 4356,87 i = 3% rata-rata kenaikan penjualan per tahun n = periode peramalan Misalnya, untuk periode 3 hasil pendapatan dapat dihitung sebagai berikut: F 3 = P (1+ i) n F 3 = 4356,87 ( 1 + 0,03) 3 F 3 = 4356,87 ( 1,03) 3 F 3 = 4356,87 ( 1,092727) F 3 = 4760,86 Tabel Pendapatan Hasil Peramalan Penjualan Tahun Periode Penjualan (Y) Harga/PC Jumlah (Rp.) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,82 43

16 4.4.2 Perhitungan Kapasitas Biaya Per Jam Dari Mesin Bordir SWF Dari data diatas (tabel 4-6) dapat dihitung kapasitas produksi, pendapatan penjualan dan biaya-biaya yang menyertainya untuk 10 tahun. Adapun data perhitungan sebagai berikut: A. Kapasitas Maksimum Mesin SWF Tabel PERHITUNGAN BIAYA PER JAM DARI MESIN BORDIR SWF PER 10 JANUARI 2012 DASAR PERHITUNGAN Hari Kerja per Tahun 311 Hari Jam Kerja per Hari 22 Jam Faktor Efisiensi 80% Jam Kerja yang Efisiensi Dalam Sehari 17,60 Jam Jam Kerja yang Efisiensi Dalam Setahun Jam Jenis Mesin : SWF ( 9 WARNA / 12 KEPALA/ UK. 40cm X 75cm ) Harga Mesin Rp Usia Mesin 3 Tahun Bunga Pinjaman Bank Per Januari % per Tahun 1. Biaya Mesin per Jam : 1.1 Biaya Mesin di Tahun Pertama Depresisasi per tahun (Harga/Usia) Biaya bunga di tahun I Total Biaya di tahun I Biaya per Jam di Tahun I (Biaya Th 1 : Jam ) Biaya Mesin di Tahun Kedua Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun II Total Biaya di tahun II Biaya per jam di tahun II Biaya Mesin di Tahun Ketiga Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun III Total Biaya di tahun III Biaya per jam di tahun III Jadi Biaya Rata-Rata Mesin per Jam Rp Biaya Perawatan/Perbaikan Mesin : 1% dari harga mesin (Rp./Tahun) Jadi Biaya Perawatan/Perbaikan per Jam (: Jam) Rp Biaya Listrik: Keperluan Listrik (Watts) 1.600,0 Biaya / Tarif per KWH (Hrs lihat wilayah) 1000 Jadi Biaya Listrik per jam Rp Biaya Bangunan : Biaya sewa per m2 per tahun Luas bangunan yang dibutuhkan untuk mesin (m2) Jadi Biaya Bangunan per Jam Rp - 5. Upah per Hari Jam kerja per hari 8,8 44

17 Upah per jam (Rp /11) 5114 Jumlah buruh 2 Jadi Biaya Buruh per mesin/shift (2xRp ) Biaya Pabrikasi: Jumlah pekerja (orang) 4 Jumlah mesin 1 Upah per bulan (Rp.) Jumlah jam kerja yang efisien dalam 1 bulan 456 Jadi Biaya Pabrikasi per Jam Rp Biaya Overhead: Jumlah staff (orang) 2 Jumlah mesin 1 Upah per Bulan (Rp.) Jumlah jam kerja yang efisien dalam 1 bulan 456 Jadi biaya overhead per jam Rp Biaya Benang: Pemakaian benang per 1000 setik (meter) 7 Jumlah setik per jam dengan kecepatan Pemakaian benang per jam (meter) 252 Harga benang per cones (5.000 meter) Jadi Biaya Benang per Jam Rp 580 TOTAL BIAYA MESIN PER JAM Rp HASIL YANG DIPEROLEH DALAM 1 JAM: Kecepatan rata-rata mesin per menit 600 Hasil setikan per jam (600x60 menit) Harga jasa bordir rata-rata per setik (Rp.) 0,153 Jadi jasa bordir yang diperoleh ( x Rp.0,153 x 12 Kpl) Rp Keuntungan yang diperoleh dalam waktu 1 jam (Rp.) Rp Keuntungan dalam persentase (%) 29,00% CATATAN: 1. Biaya belum termasuk bahan pembantu (kain keras, plas-ban, dll) yang dinilai kecil. 2. Perkiraan pendapatan per bulan (30 hari kerja) = Rp ,- x 22 jam x 30 hari) = Rp Perkiraan keuntungan dalam 1 bulan Rp Perkiraan waktu pengembalian modal (bulan) 33 (Harga Mesin : Keuntungan Dalam 1 Bulan ) 45

18 B. Peramalan Penjualan Untuk menghitung peramalan penjualan selama 10 tahun ke depan digunakan rumus permalan yang sudah ditemukan yaitu: Y = 238, ,67 t Penghitungan dimulai dari periode ke-12, mengingat data histori dimulai dari periode ke ke-6 (tahun 2006) sampai ke -11 (tahun 2011). Penghitungan tahun 2012 dan seterusnya secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.12 Hasil Peramalan Berdasarkan Data Histori Tahun Periode Penjualan Y , , , , , , , , , ,92 Untuk melihat apakah kapasitas mesin masih bisa memenuhi jumlah penjualan per tahun dapat dilihat dari data mesin dan perkiraan penjualan. Misalnya, pada tahun 2021 jumlah perkiraan maksimum penjualan ,92 pcs. C. Pendapatan dari Hasil Peramalan Penjualan Dari tabel peramalan penjualan dapat dihitung pendapatan dari hasil ramalan penjualan. Dari data mesin diperoleh biaya bordir atau harga penjualan per pc 46

19 yang dibebankan pada konsumen sebesar Rp. 5354,5,-. Harga ini merupakan nilai saat ini (P) s ebelum pembelian mesin (tahun 2011). Untuk menghitung tahun 2012 sampai tahun 2021 dipergunakan rumus (2-11) pembungaan majemuk tunggal yakni: F=P(1+i) n, dalam hal ini ( i ) adalah asumsi rata -rata kenaikan penjualan berdasarkan pengalaman adalah 3% per tahun. Maka contoh perhitungan pada periode ke-5 di mana: P = 5354,51 i = 3% rata-rata kenaikan penjualan per tahun n = periode peramalan Misalnya, untuk periode 5 hasil pendapatan dapat dihitung sebagai berikut: F 5 = P (1+ i) n F 5 = 5354,51 ( 1 + 0,03) 5 F 5 = 5354,51 ( 1,03) 5 F 5 = 5354,51 ( 1,159274) F 5 = 6207,34 Tabel Pendapatan Hasil Peramalan Penjualan Tahun Periode Penjualan Y Harga/PC Jumlah (Rp.) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,98 47

20 4.4.3 Perhitungan Kapasitas Biaya Per Jam Dari Mesin Bordir TAJIMA Dari data diatas (tabel 4-7) dapat dihitung kapasitas produksi, pendapatan penjualan dan biaya-biaya yang menyertainya untuk 20 tahun. Adapun data perhitungan sebagai berikut: A. Kapasitas Maksimum Mesin TAJIMA Tabel PERHITUNGAN BIAYA PER JAM DARI MESIN BORDIR TAJIMA PER 10 JANUARI 2012 DASAR PERHITUNGAN Hari Kerja per Tahun 311 Hari Jam Kerja per Hari 22 Jam Faktor Efisiensi 80% Jam Kerja yang Efisiensi Dalam Sehari 17,60 Jam Jam Kerja yang Efisiensi Dalam Setahun Jam Jenis Mesin : SWF ( 9 WARNA / 12 KEPALA/ UK. 40cm X 75cm ) Harga Mesin Rp Usia Mesin 6 Tahun Bunga Pinjaman Bank Per Januari % per Tahun 1. Biaya Mesin per Jam : 1.1 Biaya Mesin di Tahun Pertama Depresisasi per tahun (Harga/Usia) Biaya bunga di tahun I Total Biaya di tahun I Biaya per Jam di Tahun I (Biaya Th 1 : Jam ) Biaya Mesin di Tahun Kedua Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun II Total Biaya di tahun II Biaya per jam di tahun II Biaya Mesin di Tahun Ketiga Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun III Total Biaya di tahun III Biaya per jam di tahun III Biaya Mesin di Tahun Keempat Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun IV Total Biaya di tahun IV Biaya per jam di tahun IV Biaya Mesin di Tahun Kelima Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun V Total Biaya di tahun V Biaya per jam di tahun V Biaya Mesin di Tahun Kelima Depresiasi per tahun Biaya bunga di tahun VI

21 Total Biaya di tahun VI Biaya per jam di tahun VI Jadi Biaya Rata-Rata Mesin per Jam Rp Biaya Perawatan/Perbaikan Mesin : 1% dari harga mesin (Rp./Tahun) Jadi Biaya Perawatan/Perbaikan per Jam (: Jam) Rp Biaya Listrik: Keperluan Listrik (Watts) 1.500,0 Biaya / Tarif per KWH (Hrs lihat wilayah) 1000 Jadi Biaya Listrik per jam Rp Biaya Bangunan : Biaya sewa per m2 per tahun Luas bangunan yang dibutuhkan untuk mesin (m2) Jadi Biaya Bangunan per Jam Rp - 5. Upah per Hari Jam kerja per hari 8,8 Upah per jam (Rp /11) 5114 Jumlah buruh 2 Jadi Biaya Buruh per mesin/shift (2xRp ) Biaya Pabrikasi: Jumlah pekerja (orang) 4 Jumlah mesin 1 Upah per bulan (Rp.) Jumlah jam kerja yang efisien dalam 1 bulan 456 Jadi Biaya Pabrikasi per Jam Rp Biaya Overhead: Jumlah staff (orang) 2 Jumlah mesin 1 Upah per Bulan (Rp.) Jumlah jam kerja yang efisien dalam 1 bulan 456 Jadi biaya overhead per jam Rp Biaya Benang: Pemakaian benang per 1000 setik (meter) 7 Jumlah setik per jam dengan kecepatan Pemakaian benang per jam (meter) 336 Harga benang per cones (5.000 meter) Jadi Biaya Benang per Jam Rp 773 TOTAL BIAYA MESIN PER JAM Rp HASIL YANG DIPEROLEH DALAM 1 JAM: Kecepatan rata-rata mesin per menit 800 Hasil setikan per jam (800x60 menit) Harga jasa bordir rata-rata per setik (Rp.) 0,169 Jadi jasa bordir yang diperoleh ( x Rp.0,169 x 12 Kpl) Rp Keuntungan yang diperoleh dalam waktu 1 jam (Rp.) Rp Keuntungan dalam persentase (%) 41,83% CATATAN: 1. Biaya belum termasuk bahan pembantu (kain keras, plas-ban, dll) yang dinilai kecil. 2. Perkiraan pendapatan per bulan (30 hari kerja) = Rp ,- x 22 jam x 30 hari) = Rp Perkiraan keuntungan dalam 1 bulan Rp Perkiraan waktu pengembalian modal (bulan) 36 (Harga Mesin : Keuntungan Dalam 1 Bulan ) 49

22 D. Peramalan Penjualan Untuk menghitung peramalan penjualan selama 20 tahun ke depan digunakan rumus permalan yang sudah ditemukan yaitu: Y = 238, ,67 t Penghitungan dimulai dari periode ke-12, mengingat data histori dimulai dari periode ke ke-6 (tahun 2006) sampai ke-11 (tahun 2011). Penghitungan tahun 2012 dan seterusnya secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.15 Hasil Peramalan Berdasarkan Data Histori Tahun Periode Penjualan Y , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,62 50

23 Untuk melihat apakah kapasitas mesin masih bisa memenuhi jumlah penjualan per tahun dapat dilihat dari data mesin dan perkiraan penjualan. Misalnya, pada tahun 2031 jumlah perkiraan maksimum penjualan ,62 pcs. E. Pendapatan dari Hasil Peramalan Penjualan Dari tabel peramalan penjualan dapat dihitung pendapatan dari hasil ramalan penjualan. Dari data mesin diperoleh biaya bordir atau harga penjualan per pc yang dibebankan pada konsumen sebesar Rp. 7888,04,-. Harga ini merupakan nilai saat ini (P) sebelum pembelian mesin (tahun 2011). Untuk menghitung tahun 2012 sampai tahun 2021 dipergunakan rumus (2-11) pembungaan majemuk tunggal yakni: F=P(1+i) n, dalam hal ini ( i ) adalah asumsi rata -rata kenaikan penjualan berdasarkan pengalaman adalah 3% per tahun. Maka contoh perhitungan pada periode ke-10 di mana: P = 7888,04 i = 3% rata-rata kenaikan penjualan per tahun n = periode peramalan Misalnya, untuk periode 10 hasil pendapatan dapat dihitung sebagai berikut: F 10 = P (1+ i) n F 10 = 7888,04 ( 1 + 0,03) 10 F 10 = 7888,04 ( 1,03) 10 F 10 = 7888,04 ( 1,34391) F 10 = 10600,88 51

24 Tabel Pendapatan Hasil Peramalan Penjualan Tahun Periode Penjualan Y Harga/PC Jumlah (Rp.) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,78 52

ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN MESIN BORDIR DARI JEPANG, KOREA, DAN CINA YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI TEKNIK DI PT.

ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN MESIN BORDIR DARI JEPANG, KOREA, DAN CINA YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI TEKNIK DI PT. ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN MESIN BORDIR DARI JEPANG, KOREA, DAN CINA YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN DENGAN PENDEKATAN EKONOMI TEKNIK DI PT. PEACOCK Selamet Riyadi (1), Muhammad Kholil (2), David Susanto

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat. Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun oleh:

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat. Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun oleh: TUGAS AKHIR Analisis Perbandingan Pemakaian Mesin Bordir Dari Jepang, Korea, dan Cina Yang Lebih Menguntungkan Dengan Pendekatan Ekonomi Teknik di PT. Peacock Diajukan guna melengkapi sebagian syarat Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Data Umum Perusahaan. PT. Rapico Busana Permata Indah didirikan pada tahun 1983 yang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Data Umum Perusahaan. PT. Rapico Busana Permata Indah didirikan pada tahun 1983 yang BAB I 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Data Umum Perusahaan PT. Rapico Busana Permata Indah didirikan pada tahun 1983 yang bergerak di bidang industri garment manufacturing oleh Bapak Syarifudin

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum Industri Industri bordir sudah tumbuh sejak dahulu di berbagai negara, sejalan dengan berkembangnya industri konveksi, karena bordir hampir selalu dibutuhkan

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Untuk bisa menentukan pemilihan dari ketiga alternatif di atas, diperlukan suatu analisa ekonomi (tepatnya analisa ekonomi teknik). Adapun analisa yang dipergunakan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Perusahaan PT.Subur Mitra Grafistama merupakan salah satu perusahaan percetakan yang berada di Jakarta yang telah ada sejak tahun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PD. Sandang Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PD. Sandang Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PD. Sandang Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, yaitu perusahaan garmen yang membuat lembaran kain menjadi sebuah baju yang

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 40 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Sejarah Perusahaan National Garment merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan barang fashion seperti kaos,kemeja,celana,jaket

Lebih terperinci

Bisnis Sampingan Pakaian Anak

Bisnis Sampingan Pakaian Anak Bisnis Sampingan Pakaian Anak Memilih segementasi pasar yang tepat bisa menjadi cara yang jitu merebut pasar. Di antaranya adalah pasar anak-anak antara umur 1-15 tahun. Anak-anak seumuran ini menjadi

Lebih terperinci

BISNIS ONLINE TAS CANTIK

BISNIS ONLINE TAS CANTIK BISNIS ONLINE TAS CANTIK Disusun oleh : Nama : ALITTA MARIANA CAHYANI NIM : 10.12.4798 Jurusan : S1/SI-2F STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jln. Ring Road Utara, Condong Catur, Depok, Sleman ABSTRAK Seiring dengan

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN. Rumusan Masalah. 1. Bagaimana profil singkat PT.Indah Jaya. 2. Bagaimana Jenis Produk PT.Indah Jaya. a. Handuk. b. Garment. c.

Bab 1 PENDAHULUAN. Rumusan Masalah. 1. Bagaimana profil singkat PT.Indah Jaya. 2. Bagaimana Jenis Produk PT.Indah Jaya. a. Handuk. b. Garment. c. Bab 1 PENDAHULUAN Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara pressing. Istilah tekstil dalam pemakaiannya

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang didapat pada bab IV, penulis telah melihat bahwa hubungan harga jual dalam persaingan harga menghadapi daya saing usaha

Lebih terperinci

ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA KONVEKSI KAOS LOB

ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA KONVEKSI KAOS LOB ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA KONVEKSI KAOS LOB Nama : Fina Apilita NPM : 22212955 Kelas : 3EB18 Fakultas : Ekonomi Jenjang/Jurusan : S1 / Akuntansi Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSIPESANAN PADA CV. HENTORO DENGAN METODE FULL COSTING

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSIPESANAN PADA CV. HENTORO DENGAN METODE FULL COSTING ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSIPESANAN PADA CV. HENTORO DENGAN METODE FULL COSTING Nama : Monalisa Apriani NPM : 206209476 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Syntha Noviyana, SE., MMSI LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2016 menjadi awal mula pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2016 menjadi awal mula pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tahun 2016 menjadi awal mula pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di Indonesia. MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau AEC (ASEAN Economic Community)

Lebih terperinci

Cara Membuat Sablon Baju Secara Manual

Cara Membuat Sablon Baju Secara Manual Cara Membuat Sablon Baju Secara Manual Posted in Sablon Kaos Manual / Tagged kaos polos, sablon high density, sablon kaos, sablon kaos Mulai dari teknik tradisional, manual hingga teknik digital bisa menjadi

Lebih terperinci

INFORMASI DAN SPESIFIKASI

INFORMASI DAN SPESIFIKASI INFORMASI DAN SPESIFIKASI Sablon FLOCK Adalah sablon Digital dengan menggunakan kain sintetis yg sudah memiliki perekat. Menggunakan tinta khusus yang tahan air. Menggunakan lem khusus non-water-based

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Permintaan produk yang tinggi dari pelanggan akan membuat perusahaan semakin giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan

BAB IV HASIL PENELITIAN. Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan BAB IV HASIL PENELITIAN Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan Surapati nomor 109 Bandung, dimana perusahaan bergerak pada bidang konveksi yang memproduksi dan menjual berbagai

Lebih terperinci

LATIHAN SOAL JURNAL, BUKU BESAR & NERACA SALDO PERUSAHAAN DAGANG

LATIHAN SOAL JURNAL, BUKU BESAR & NERACA SALDO PERUSAHAAN DAGANG LATIHAN SOAL JURNAL, BUKU BESAR & NERACA SALDO PERUSAHAAN DAGANG Perusahaan dagang TaVi Sport adalah perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang penjualan alat-alat olahraga. TaVi Sport membeli barang

Lebih terperinci

IDE PERENCANAAN USAHA. mengamati Wira mengamati sekelilingnya untuk mendapatkan. memikirkan Wira Memunculkan ide-ide yang menjawab kebutuhan

IDE PERENCANAAN USAHA. mengamati Wira mengamati sekelilingnya untuk mendapatkan. memikirkan Wira Memunculkan ide-ide yang menjawab kebutuhan PERENCANAAN USAHA IDE mengamati Wira mengamati sekelilingnya untuk mendapatkan ide memikirkan Wira Memunculkan ide-ide yang menjawab kebutuhan merencanakan Wira Membangun perencanaan usahanya melakukan

Lebih terperinci

ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PESANAN UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA USAHA HANY COLLECTION. : Indina Tarziah NPM :

ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PESANAN UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA USAHA HANY COLLECTION. : Indina Tarziah NPM : ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PESANAN UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA USAHA HANY COLLECTION Nama : Indina Tarziah NPM : 23212683 Jurusan Pembimbing : Akuntansi : Diana Sari, SE., MMSI PENDAHULUAN Latar

Lebih terperinci

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF 1.1 Deskripsi Konsep Bisnis Bidang industri kreatif, dewasa ini semakin pesat saja perkembangannya. Salah satunya adalah industri fashion yang selalu berubah dan melahirkan inovasiinovasi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Raya Sport merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang konveksi, khususnya satu set pakaian olahraga. CV. Raya Sport didirikan

Lebih terperinci

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis penulis mengenai analisis efisiensi manajemen distribusi fisik pada PT. Idar Buana, maka diambil kesimpulan sebagai berikut

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN DAFTAR P ERTANYAAN INFORMAN KUNCI Informan Kunci adalah Bapak Nasrullah (Pemilik Toko) Marketing Mix (Produk) 1. Apa saja jenis produk pakaian yang dijual oleh Toko Naufal Fashion? 2. Apa yang

Lebih terperinci

Soal Akuntansi Perusahaan Dagang

Soal Akuntansi Perusahaan Dagang Soal Akuntansi Perusahaan Dagang Pak Jono adalah seorang pengusaha toko kelontong yang kini melebarkan usaha UKM yang di milikinya menjadi sebuah minimarket sekaligus grosir yang ia beri nama Mitra Mart.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PENELITIAN BAB IV ANALISIS DATA DAN PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah Perusahaan Ardy Craft merupakan sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di bidang industry kerajinan tradisional yang

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Raya Sport merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang konveksi, khususnya pakaian olahraga. CV. Raya Sport didirikan pada tahun

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK DAN DESIGN PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN DESIGN PENELITIAN BAB 3 OBJEK DAN DESIGN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat Pada tahun 1995, permintaan ekspor pakaian jadi (garment) khususnya kemeja ke negara timur tengah semakin bertambah dan keadaan

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A. 2015/2016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A. 2015/2016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 1 UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A. 2015/2016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA Mata Kuliah : Akuntansi Biaya Dosen : Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak. CA Hari/Tanggal

Lebih terperinci

Peluang Bisnis Sampingan Distro Online

Peluang Bisnis Sampingan Distro Online Peluang Bisnis Sampingan Distro Online Bagi sebagian besar anak muda, terlihat modis, rapi, dan trendy, sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dipisahkan. Tidaklah heran bila perubahan gaya hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan sektor usaha yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan Presiden RI

Lebih terperinci

FUNGSI PENTING PERSEDIAAN UNTUK PERUSAHAAN TEKSTIL

FUNGSI PENTING PERSEDIAAN UNTUK PERUSAHAAN TEKSTIL FUNGSI PENTING PERSEDIAAN UNTUK PERUSAHAAN TEKSTIL Oleh: Ir. R. Budi Setiawan, M.M., CISCP Senior Consultant at Supply Chain Indonesia Persediaan secara umum dapat didefinisikan sebagai barang yang disimpan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN)

BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN) BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN) 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. DADA INDONESIA adalah salah satu anak Grup DADA yang berasal dari Korea Selatan, Grup ini yang memiliki 7 Perusahaan di 4 Negara,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. offset dan digital printing. Perusahaan ini merupakan percetakan dimana jumlah

BAB I PENDAHULUAN. offset dan digital printing. Perusahaan ini merupakan percetakan dimana jumlah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah CV. Lintas Nusa adalah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan offset dan digital printing. Perusahaan ini merupakan percetakan dimana jumlah minimal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan sektor usaha yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan Presiden RI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkat. Hal ini terjadi karena cepatnya perubahan model serta permintaan dari

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkat. Hal ini terjadi karena cepatnya perubahan model serta permintaan dari BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri fashion (pakaian jadi) dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini terjadi karena cepatnya perubahan model serta permintaan dari konsumen yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam situs Sindonews.com dijelaskan bahwa Usaha Kecil Menengah atau

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam situs Sindonews.com dijelaskan bahwa Usaha Kecil Menengah atau BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam situs Sindonews.com dijelaskan bahwa Usaha Kecil Menengah atau yang lebih dikenal dengan sebutan UKM merupakan tumpuan ekonomi rakyat di Indonesia dan menjadi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Intensitas persaingan yang semakin meningkat menuntut suatu perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. Intensitas persaingan yang semakin meningkat menuntut suatu perusahaan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Intensitas persaingan yang semakin meningkat menuntut suatu perusahaan untuk merancang strategi bersaing dalam dunia bisnis. Tujuan dasar suatu bisnis tidak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi suatu perusahaan. Akuntansi biaya mengukur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kota Solo, Yogyakarta dengan banyaknya mahasiswa didalamnya beraneka suku,

BAB I PENDAHULUAN. kota Solo, Yogyakarta dengan banyaknya mahasiswa didalamnya beraneka suku, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kabupaten Klaten terletak diantara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan kota Solo, Yogyakarta dengan banyaknya mahasiswa didalamnya beraneka suku, agama, ras dan

Lebih terperinci

BAB PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Blocher (2007:12) Husnanto (2013:1)

BAB PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Blocher (2007:12) Husnanto (2013:1) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan yang bergerak di bidang konveksi memiliki kegiatan untuk mengolah bakan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan dituntut

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di tengah gemerlapnya dunia fashion dan persaingan ketat antar perusahaan yang bergerak dalam bidang garmen, maka perusahaan harus selalu meningkatkan performansinya,

Lebih terperinci

PROPOSAL USAHA Online Fashion Shop Bandung Shop Center (BSC)

PROPOSAL USAHA Online Fashion Shop Bandung Shop Center (BSC) PROPOSAL USAHA Online Fashion Shop Bandung Shop Center (BSC) www.bandungshopcenter.com DISUSUN OLEH : Achmad Agung Ferrianto (130421100077) TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Tahun Akademik 2013-2014

Lebih terperinci

Bisnis Modal Kecil Kreasi Kain Perca

Bisnis Modal Kecil Kreasi Kain Perca Bisnis Modal Kecil Kreasi Kain Perca Bagi para pelaku bisnis konveksi, mungkin kain perca hanya dianggap sebagai bagian dari limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Namun, lain halnya bagi para pelaku

Lebih terperinci

HARGA POKOK PRODUKSI

HARGA POKOK PRODUKSI HARGA POKOK PRODUKSI Suatu perusahaan perlu menetukan harga pokok bagi produksi yang dihasilkan, karena harga pokok itu merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi penentuan harga jual dasar penentuan

Lebih terperinci

ANALISIS TOTAL BIAYA PERSEDIAAN KEMASAN BENANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT. XYZ

ANALISIS TOTAL BIAYA PERSEDIAAN KEMASAN BENANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT. XYZ ANALISIS TOTAL BIAYA PERSEDIAAN KEMASAN BENANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT. XYZ Firza Ibrahim Kartohadiprodjo 1* 1 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains & Teknologi,

Lebih terperinci

Penentuan Umur Ekonomis Truk Trailer Berdasarkan Biaya Tahunan Rata-rata di PT Richie Persada Logistindo

Penentuan Umur Ekonomis Truk Trailer Berdasarkan Biaya Tahunan Rata-rata di PT Richie Persada Logistindo Penentuan Umur Ekonomis Truk Trailer Berdasarkan Biaya Tahunan Rata-rata di PT Richie Persada Logistindo Syafrianita Program Studi Manajemen Transportasi Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia Jl.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, dunia industri khususnya industri pakaian (garment)

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, dunia industri khususnya industri pakaian (garment) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini, dunia industri khususnya industri pakaian (garment) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini dikarenakan permintaan konsumen yang semakin meningkat

Lebih terperinci

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Indonesia adalah negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Jumlah

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Indonesia adalah negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Jumlah BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 latar belakang pemilihan usaha Indonesia adalah negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang menganut agama Islam di Indonesia sangatlah besar,

Lebih terperinci

Mj Production. Hubungi : JERRY FRANS

Mj Production. Hubungi : JERRY FRANS Mj Production Menerima pesanan dan memproduksi sendiri berbagai macam bahan konveksi seperti pembuatan jaket, jumper, seragam, warepack, kaos, t-shirt, kemeja, training, blazer, semi-safari, jas, tas,

Lebih terperinci

EVALUASI PENERAPAN METODE JOB ORDER COSTING DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi Kasus UKM Konveksi Moko) Teguh Purnomo

EVALUASI PENERAPAN METODE JOB ORDER COSTING DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi Kasus UKM Konveksi Moko) Teguh Purnomo EVALUASI PENERAPAN METODE JOB ORDER COSTING DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi Kasus UKM Konveksi Moko) Teguh Purnomo Program Studi Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro Semarang Email : [email protected]

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap perusahaan jasa atau perusahaan manufaktur tentunya memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh laba (keuntungan). Untuk memperoleh keuntungan tersebut, perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVEN POINT DALAM PERENCANAAN LABA PADA CV. ANJAS FAMILY

ANALISIS BREAK EVEN POINT DALAM PERENCANAAN LABA PADA CV. ANJAS FAMILY ANALISIS BREAK EVEN POINT DALAM PERENCANAAN LABA PADA CV. ANJAS FAMILY Nama : Annisa Triana NPM : 21213162 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Budi Santoso, SE., MM PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Lebih terperinci

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Industri tekstil mempunyai peran yang penting dalam menunjang pembangunan di Indonesia karena produk tekstil di Indonesia sudah dapat diperhitungkan keberadaannya di pasar internasional sehingga

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Angelina Buana Garmindo yang terletak di Jl. Raya Perancis Gudang 9 Blok CH/CI, Desa Jatimulya Kecamatan

Lebih terperinci

BAB III DATA UMUM TENTANG WIRA KONVEKSI SIDOARJO

BAB III DATA UMUM TENTANG WIRA KONVEKSI SIDOARJO BAB III DATA UMUM TENTANG WIRA KONVEKSI SIDOARJO A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Gambaran umum Wira Konveksi Wira Konveksi merupakan unit usaha industri rumahan yang berdiri sejak tahun 2006. Wira

Lebih terperinci

Saraswati Diana Pembimbing : Haryono, SE.,MM.

Saraswati Diana Pembimbing : Haryono, SE.,MM. ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI SEBAGAI PENGENDALIAN BIAYA PADA PERUSAHAAN PT. MOLAX INTERNATIONAL Saraswati Diana 26212845 Pembimbing : Haryono, SE.,MM. Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah,Tujuan Masalah,

Lebih terperinci

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG PIU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 BUSINESS PLAN INFRASTRUKTUR KOMPONEN 2 RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG A. LATAR BELAKANG Business Plan merupakan suatu usulan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN No.124 yang berlokasi di Jalan Moh. Toha No.147 Km 6,1 Bandung,

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN No.124 yang berlokasi di Jalan Moh. Toha No.147 Km 6,1 Bandung, BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah singkat PT ALENATEX PT ALENATEX didirikan pada tahun 1982 dengan akta notaris tgl 29 Mei 1979 No.124 yang berlokasi di Jalan Moh. Toha No.147 Km 6,1 Bandung,

Lebih terperinci

Gambar 1.1 Logo Konveksi Fazry Sumber: data perusahaan Konveksi Fazry

Gambar 1.1 Logo Konveksi Fazry Sumber: data perusahaan Konveksi Fazry BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah singkat Konveksi Fazry Perusahaan Konveksi Fazry ini merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konveksi dan bentuk usaha ini

Lebih terperinci

BAB III DATA PERUSAHAAN

BAB III DATA PERUSAHAAN BAB III DATA PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Wadah Kreasi Wadah kreasi adalah sebuah tempat produksi dalam dunia Konveksi yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam memberikan layanan konveksi dan percetakan

Lebih terperinci

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN PIU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 BUSINESS PLAN INFRASTRUKTUR KOMPONEN 2 RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN A. LATAR BELAKANG Business Plan akan menjadi dasar atau pijakan bagi

Lebih terperinci

PEHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN PAKAIAN BATIK UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN

PEHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN PAKAIAN BATIK UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN PEHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN PAKAIAN BATIK UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN KONVEKSI TIKO COLLECTION Kata Pengantar PERUSAHAAN / INDUSTRI BARANG JASA TUJUAN PERUSAHAAN LABA OPTIMAL Menetapkan

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Tahap Define 5.2 Tahap Measure Jenis Cacat Jumlah Cacat jumlah

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Tahap Define 5.2 Tahap Measure Jenis Cacat Jumlah Cacat jumlah 59 BAB V PEMBAHASAN 5.1 Tahap Define National Garmen merupakan sebuah industri pembuatan baju kemeja, kaos polo, kaos oblong dan jaket. Sistem produksi pada National Garmen berdasarkan make by order yaitu

Lebih terperinci

ANALISIS AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT BAHAN KATUN MENJADI KEMEJA PADA PT PATAL MALIGI

ANALISIS AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT BAHAN KATUN MENJADI KEMEJA PADA PT PATAL MALIGI ANALISIS AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT BAHAN KATUN MENJADI KEMEJA PADA PT PATAL MALIGI Nama : Sandro Imanuel Panjaitan NPM : 29210170 Jurusan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bab 1 Pendahuluan 1-1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini perkembangan di dunia industri semakin pesat, banyaknya produk-produk sandang yang ditawarkan dari berbagai perusahaan membuat

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. 2.1 Sejarah Singkat PT. Harja Guna Tama Lestari (BORMA DAKOTA)

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. 2.1 Sejarah Singkat PT. Harja Guna Tama Lestari (BORMA DAKOTA) BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Singkat PT. Harja Guna Tama Lestari (BORMA DAKOTA) Bandung PT. Harja Guna Tama Lestari (BORMA DAKOTA) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pakaian. Perusahaan yang

BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pakaian. Perusahaan yang 87 BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan CV. Orlena yang berlokasi di Jln. K.H.Moh.Mansyur No.32A, Jakarta Barat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pakaian. Perusahaan

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Faktor-faktor yang dipentingkan konsumen dalam membeli sebuah tas sekolah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sering mengalami kemacetan. Awal mula masuknya sepeda ke Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. yang sering mengalami kemacetan. Awal mula masuknya sepeda ke Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perkembangan olahraga sepeda belakangan ini mulai berkembang kembali dikarenakan sepeda menjadi alat transportasi alternatif selain mobil dan motor yang

Lebih terperinci

PROPOSAL USAHA DESKRIPSI PERUSAHAAN

PROPOSAL USAHA DESKRIPSI PERUSAHAAN PROPOSAL USAHA DESKRIPSI PERUSAHAAN 1.1 Deskripsi Umum Sejak beberapa tahun yang lalu dunia permusikan dari Korea (biasa disebut K-Pop) semakin meluas dan terus berkembang di Indonesia hingga saat ini.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. menekankan pada perlunya costumer satisfaction dalam menjalankan usahanya,

BAB 1 PENDAHULUAN. menekankan pada perlunya costumer satisfaction dalam menjalankan usahanya, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan secara global terjadi didalam bidang teknologi dan informasi, dengan perkembangan secara cepat ini menyebabkan persaingan di antara perusahaan

Lebih terperinci

Peluang Bisnis Dalam Usaha Percetakan

Peluang Bisnis Dalam Usaha Percetakan Peluang Bisnis Dalam Usaha Percetakan Adityas Widayani Dewi S1-SI-08 ( 11.12.5911 ) ABSTRAKSI Peluang bisnis dapat ditemukan dimana-mana. Salah satunya adalah usaha percetakan. Usaha percetakan banyak

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara 50 LAMPIRAN 51 LAMPIRAN HASIL WAWANCARA Informasi ataupun data yang diperoleh penulis didapat melalui pengamatan langsung dan wawancara terstruktur kepada informan. Wawancara dilakukan denggan pemilik

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS KERAJINAN KAIN PERCA

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS KERAJINAN KAIN PERCA KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS KERAJINAN KAIN PERCA Disusun Oleh Nama : Wakhid Wisnu W NIM : 11.01.2912 Kelas : D3 TI-02 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2012

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN & SARAN

BAB VI KESIMPULAN & SARAN BAB VI KESIMPULAN & SARAN 6.1 Kesimpulan Setelah pengolahan data dan analisis yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Berikut merupakan

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 41 BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Perkembangan Perusahaan Pada tahun 1997 terjadi krisis moneter yang berkepanjangan di Indonesia. Akibat dari krisis moneter ini, banyak perusahaan yang mempertahankan

Lebih terperinci

Perbaikan Sistem Persediaan Karpet dan Spon di UD Luas, Surabaya

Perbaikan Sistem Persediaan Karpet dan Spon di UD Luas, Surabaya Perbaikan Sistem Persediaan Karpet dan Spon di UD Luas, Surabaya Indri Hapsari, Stefanus Soegiharto, Theodore S.K. Teknik Industri, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293 Email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB 3 RENCANA PEMASARAN

BAB 3 RENCANA PEMASARAN BAB 3 RENCANA PEMASARAN 3.1 Riset pasar Riset pasar adalah kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan penelitian, pengumpulan

Lebih terperinci

PROSES PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG DI PT. MULTI GARMENTAMA

PROSES PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG DI PT. MULTI GARMENTAMA PROSES PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG DI PT. MULTI GARMENTAMA TUGAS Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Matakuliah Analisa Proses Bisnis Kelas MI-4 Semester III Oleh : Kelompok Mix Fourteen Haris Munandar

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Dalam melaksanakan aktivitas produksi suatu barang, setiap perusahaan, baik perusahaan jasa atau pun perusahaan perdagangan serta perusahaan manufaktur pasti mengadakan persediaan.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Harga Jual Menurut Mulyadi (1993), Pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba wajar. Harga jual sama dengan biaya produksi ditambah Mark-up.

Lebih terperinci

Anggaran Produksi Dan Anggaran Biaya Produksi

Anggaran Produksi Dan Anggaran Biaya Produksi Anggaran Produksi Dan Anggaran Biaya Produksi METODE PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI Anggaran produksi adalah rencana perusahaan untuk menghasilkan produk perusahaan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis eceran ( Retail Businesses ) atau yang juga populer dengan sebutan

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis eceran ( Retail Businesses ) atau yang juga populer dengan sebutan 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang Bisnis eceran ( Retail Businesses ) atau yang juga populer dengan sebutan Peoples Businesses merupakan salah satu cabang kegiatan perdagangan jasa yang berkembang

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI

BAB II KERANGKA TEORI BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian dan Penggolongan Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi bisnis, non-bisnis, manufaktur, eceran dan jasa. Umumnya, berbagai macam

Lebih terperinci

ANALISIS PENENTUAN STOK SUKU CADANG PADA PT. KARS INTI AMANAH (KALLA KIA) CABANG MAKASSAR

ANALISIS PENENTUAN STOK SUKU CADANG PADA PT. KARS INTI AMANAH (KALLA KIA) CABANG MAKASSAR ANALISIS PENENTUAN STOK SUKU CADANG PADA PT. KARS INTI AMANAH (KALLA KIA) CABANG MAKASSAR Bayum Pacsi Pataddungi, Andi Pawennari, Nurul Chairany Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas

Lebih terperinci

BUSINESS DIGITAL PRINTING (Cuci Cetak Foto)

BUSINESS DIGITAL PRINTING (Cuci Cetak Foto) Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Medan, Desember 2009 BUSINESS DIGITAL PRINTING (Cuci Cetak Foto) Dosen Pembimbing: Dr. Budi Utomo SP, MP Oleh: Azmi Pradipto 061201008 Alpin Anhar 061201031 Devi Sinaga

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. atau tidak maka dibutuhkan suatu kelayakan proyek. diukur dengan mempertimbangkan untung dan ruginya suatu investasi.

BAB 1 PENDAHULUAN. atau tidak maka dibutuhkan suatu kelayakan proyek. diukur dengan mempertimbangkan untung dan ruginya suatu investasi. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi yang dilakukan perusahaan dimaksudkan untuk memperoleh manfaat atau hasil dalam beberapa periode atau beberapa tahun di masa yang akan datang. Karena itu

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perkembangan usaha dewasa ini telah memasuki era globalisasi dan perdagangan

I. PENDAHULUAN. Perkembangan usaha dewasa ini telah memasuki era globalisasi dan perdagangan 0 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan usaha dewasa ini telah memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas. Indonesia harus mempersiapkan diri dengan berbagai macam persaingan dan perubahan

Lebih terperinci

1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi

1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi 1.1.1 Gambaran Umum Sentra Rajut Binong Jati Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, Perdagangan Kota Bandung menyatakan Binong Jati sebagai kawasan industri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, dan 3 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA PIU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 BUSINESS PLAN INFRASTRUKTUR KOMPONEN 2 RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA A. LATAR BELAKANG Business Plan (Rencana Bisnis) adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, teknologi, industri, kesehatan, dan bidang lainnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. listrik yang pada gilirannnya akan berdampak pada terhambatnya roda

BAB I PENDAHULUAN. listrik yang pada gilirannnya akan berdampak pada terhambatnya roda 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling mudah dan paling banyak digunakan masyarakat luas. Dari tahun ketahun permintaan akan energi listrik

Lebih terperinci