dul Rangkaian Listrik 2017 MODUL I HUKUM OHM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "dul Rangkaian Listrik 2017 MODUL I HUKUM OHM"

Transkripsi

1 MODUL I HUKUM OHM Hukum dasar elektronika yang wajib dipelajari dan dimengerti oleh setiap Engineer Elektronika ataupun Penghobi Elektronika adalah Hukum Ohm, yaitu hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik ( ), Tegangan Listrik ( ) dan Hambatan Listrik ( ). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan Ohm s Laws. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang Fisikawan Jerman yang bernama George Simon Ohm ( ) pada tahun George Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah bahan penghantar listrik atau konduktor listrik akan berbanding lurus dengan beda potensial/tegangan listrik (V) dan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan listrik (R). Secara matematis, hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini : Gambar 1.1. Hukum Ohm S u t o n o, M. K o m. Page 1

2 No ,000 0, ,000 0, ,000 0, ,000 0, ,999 0, ,000 0, ,285 0, ,999 0, ,667 0, ,999 0, ,819 0, ,000 0, ,463 0, ,144 0, ,000 0, ,000 0, ,118 0, ,335 0, ,632 0, ,001 0,012 S u t o n o, M. K o m. Page 2

3 MODUL II HUKUM KIRCHOFF Hukum Kircchoff merupakan salah satu hukum dalam ilmu elektronika yang berfungsi untuk menganalisis arus dan tegangan dalam suatu rangkaian. Hukum Kircchoff pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerma yang bernama Gustav Robert Kircchoff ( ) pada tahun Dalam hukum Kirchhoff dikenal 2 teori yang dapat digunakan untuk analisis rangkaian elektronika yaitu Hukum Kirchhoff Arus (KCL, Kirchhoff Current Law) dan Hukum Kirchhoff Tegangan (KVL, Kirchooff Voltage Law). I 1 I 2 Gambar 2.1. Hukum Kirchooff 1. HUKUM KIRCHHOFF ARUS (KCL, KIRCHHOFF CURRNET LAW) Hukum Kirchhoff Arus merupakan Hukum Kirchhoff pertama yang menyatakan bahwa Arus total yang masuk pada suatu titik percabangan adalah nol. Hukum Kirchhoff Arus ini dapat dinyatakan dalam persamaan matematika sebagai berikut: Arah setiap arus ditunjukan dengan anak panah, jika arus berharga positif maka arus mengalir searah dengan anak panah, demikian sebaliknya. Dengan demikian untuk rangkaian seperti pada gambar dibawah ini dituliskan persamaan matematika berdasarkan Hukum Kirchhoff Arus sebagai berikut: S u t o n o, M. K o m. Page 3

4 2. HUKUM KIRCHHOFF TEGANGAN (KVL, KIRCHHOFF VOLTAGE LAW) Pada Hukum Kirchhoff Tegangan ini menyatakan Pada setiap rangkaian tertutup (loop), jumlah tegangannya adalah nol. Hukum Kirchhoff Tegangan ini dapat juga dinyatakan dengan persamaan matematika sebagai berikut: Dari contoh rangkaian seperti pada gambar diatas dengan menggunakan Hukum Kirchhoff Tegangan dapat dituliskan beberapa persamaan matematis untuk menyatakan Hukum Kirchhoff Tegangan sesuai dengan loop sebagai berikut: Loop 1 : Loop 2 : Sehingga didapat: Loop 1 : Loop 2 : Loop 1 : Loop 2 : Loop 1 : Loop 2 : S u t o n o, M. K o m. Page 4

5 Subsitusi : Kesimpulan: Arus yang melewati adalah yang arahnya kebawah dan yang arahnya keatas, jadi besarnya arus yang melewati adalah atau sebesar. S u t o n o, M. K o m. Page 5

6 MODUL III RESISTOR/HAMBATAN Resistor merupakan komponen pasif elektronika yang dikenal dengan istilah tahanan/hambatan, hal ini karena sifat dari resistor yang menahan/menghambat arus listrik yang melewatinya. Selain berfungsi sebagai penghambat/penahan jalannya arus listrik resistor juga dapat berfungsi sebagai pembagi tegangan seperti yang digunakan dalam rangkaian saklar dan penguat transistor. Dari sifat inilah kemudian dikembangkanlah berbagai jenis resistor, diantaranya: 1. RESISTOR TETAP Gambar 3.1. Konstruksi Resistor Resistor tetap (fixed resistor) merupakan jenis resistor yang nilainya tidak berubah, nilai resistor tersebut tertera dibadannya berupa kode warna ataupun kode angka. Resistor jenis ini terbuat dari bahan karbon, kawat dan oksida logam. 2. RESISTOR VARIABEL Gambar 3.2. Fixed Resistor Resistor variabel merupakan resistor yang nilainya dapat berubah sesuai dengan kondisi tertentu, diantaranya: Potensiometer Merupakan jenis resistor variabel yang memiliki tiga terminal dimana terminal yang ditengah nilai resistansinya dapat dirubah dengan cara memutar atau menggeser porosnya. S u t o n o, M. K o m. Page 6

7 Gambar 3.3. Potensiometer (Light Dependent Resistor) Merupakan jenis resistor variabel yang memiliki dua terminal. Pada resistor ini terdapat suatu lempeng/bahan kimia yang nilai resistansinya dapat berubah sesuai dengan perubahan dari intensitas cahaya yang mengenai lempeng tersebut. Semakin terang intensitas cahaya yang mengenai lempeng tersebut maka nilai resistansi dari akan semakin kecil, sebaliknya bila intensitas cahaya tersebut semakin gelap maka nilai semakin membesar. Gambar 3.4. Light Dependent Resistor (Negative Temperatur Coeficient) Merupakan jenis resistor variabel yang memiliki dua terminal. Pada resistor ini terdapat bahan kimia yang nilai resistansinya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu/temperatur disekitarnya. Makin tinggi temperaturnya maka akan semakin kecil nilai resistansi dari tersebut, sebaliknya semakin rendah temperatur disekitarnya maka nilai resistansi akan semakin tinggi. Gambar 3.5. Negative Temperatur Coeficient S u t o n o, M. K o m. Page 7

8 (Positive Temperatur Coeficient) Merupakan jenis resistor variabel yang memiliki dua terminal. Pada resistor ini terdapat bahan kimia yang nilai resistansinya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu/temperatur disekitarnya. Makin tinggi temperaturnya maka akan semakin besar pula nilai resistansi dari tersebut, sebaliknya semakin rendah temperatur disekitarnya maka nilai resistansi juga semakin kecil. 3. NILAI RESISTOR Gambar 3.6. Positive Temperature Coeficient Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangan pada, resistor terdiri dari 2 bentuk yaitu bentuk komponen Axial/Radial dan komponen Chip. Untuk bentuk komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen Chip, nilainya diwakili oleh kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya. Sistem Kode Warna Sistem kode warna berupa pita/gelang warna yang mengelilingi badan resistor. Kode waerna resistor ini pertama kali dikembangkan oleh perkumpulan pabrik-pabrik radio di Eropa dan Amerika (Radio Manufactures Association) yang didirikan pada awal tahun 1020-an. S u t o n o, M. K o m. Page 8

9 Sistem Kode Angka Gambar 3.7. Resistor dengan 4 atau 5 gelang warna Sistem kode angka digunakan pada resistor (Surface Mount Device), yaitu resistor yang ukurannya sangat kecil. Angka pertama dan ke-n adalah angka, sedangkan angka terakhir merupakan faktor pengali. Gambar 3.8. Resistor SMD/Chip Sistem Kode Alphanumeric Kode tertulis pada badan resistor tersebut selain menunjukan kode juga menunjukan nilai kemampuan daya dan toleransi. Kemampuan daya tertulis langsung dalam satuan watt ( ). Nilai resistansi biasanya diimbuhi dengan beberapa kode huruf yang menunjukan faktor pengali dan toleransi juga diberi kode huruf dengan nilai tertentu. S u t o n o, M. K o m. Page 9

10 4. RANGKAIAN RESISTOR Gambar 3.9. Resistor Daya Nilai resistor yang diproduksi oleh Produsen Resistor (Perusahaan Produksi Resistor) sangat terbatas dan mengikuti Standard Value Resistor (Nilai Standar Resistor). Jadi di pasaran kita hanya menemui sekitar 168 jenis nilai resistor. Rangkaian Seri Rangkaian seri resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih resistor yang disusun secara sejajar atau berbentuk seri. Dengan rangkaian seri ini kita bisa mendapatkan nilai resistor pengganti yang kita inginkan. S u t o n o, M. K o m. Page 10

11 Rangkaian Paralel Gambar Rangkaian Seri Resistor Rangkaian paralel resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih resistor yang disusun secara berderet atau berbentuk paralel. Sama seperti dengan rangkaian seri, rangkaian paralel juga dapat digunakan untuk mendapatkan nilai hambatan pengganti. Gambar Rangkaian Paralel Resistor S u t o n o, M. K o m. Page 11

12 MODUL IV KAPASITOR Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam waktu tertentu atau sementara. Dalam dunia elektronika, komponen kapasitor disebut juga kondensator. Pada dasarnya sebuah kondensator terdiri dari 2 buah pelat metal yang dipisahkan dengan sebuah bahan dielektrik. Bahan tersebut bisa bermacam-macam seperti keramik, kertas, udara, vacum, gelas dan lain sebagainya. Semua bahan tersebut tentunya akan mempengaruhi besar nilai kapasitas dan karakteristik dari kapasitor tersebut. Gambar 4.1. Konstruksi Kapasitor Yang perlu diingat disini adalah maksud pengertian dari kapasitor adalah hanya dapat menghantarkan arus bolak-balik atau arus dan akan memblok arus searah arus DC (tidak mengalir). Nilai kapasitor ditentukan dalam satuan Farad. Penamaan Farad ini diambil dari penemunya yaitu Michael Faraday yang menemukan sebuah kapasitor pada tahun Satuan Farad pada kapasitor dianggap terlalu besar untuk sebuah rangkaian elektronika, oleh karena itu kapasitor yang banyak dijual dipasaran nilai satuannya diperkecil menjadi (mikro farad), (nano farad) dan (piko farad). = = = Kapasitor yang banyak dijual dipasaran biasanya dengan satuan paling kecil, kemudian nf dan biasanya paling besar adalah. Untuk ukuran fisik dari kapasitor berbanding lurus dengan nilai kapasitasnya, semakin besar nilai kapasitasnya maka ukuran fisik dari kapasitor juga akan semakin besar. 1. KAPASITOR NONPOLAR Kapasitor nonpolar atau kapasitor yang tidak memiliki polaritas (tidak memiliki kutub positif dan kutub negatif), jadi pemasangannya boleh terbalik. Yang termasuk kedalam kapsitor nonpolar adalah: S u t o n o, M. K o m. Page 12

13 Kapasitor Keramik Merupakan jenis kapasitor yang bahan dielektriknya terbuat dari keramik, umumnya berbentuk pipih dengan warna coklat atau hijau. Kapasitor keramik memiliki nilai kapasitansi yang sangat kecil, yaitu dalam satuan (piko farad) atau (nano farad). Namun kemampuannya pada tegangan tinggi dapat diandalkan. Kapasitor keramik juga baik digunakan pada frekuensi tinggi karena kestabilannya, biasanya kapasitor jenis ini digunakan sebagai salah satu elemen penentu frekuensi pada rangkaian osilator atau filter rangkaian. Kapasitor Kertas Gambar 4.2. Kapasitor Keramik Merupakan jenis kapasitor yang bahan dielektriknya terbuat dari kertas, umumnya digunakan pada rangkaian radio dan pembangkit frekuensi karena kestabilannya sangat baik pada frekuensi tinggi. Seperti halnya kapasitor keramik, kapasitor jenis ini juga memiliki nilai yang sangat kecil antara hingga. Kapasitor Mika Gambar 4.3. Kapasitor Kertas Merupakan jenis kapasitor yang bahan dielektriknya terbuat dari mika, umumnya digunakan pada rangkaian frekuensi rendah maupun tinggi, karena fleksibilitas dan stabilitas cukup baik. Namun biasanya tegangan pada kapasitor mika relatif lebih S u t o n o, M. K o m. Page 13

14 rendah dibandingkan dengan kapasitor keramik. Harganya pun relatif lebih mahal dari kapasitor keramik terutama untuk keperluan audiophile. Kapasitor Polyster Gambar 4.4. Kapasitor Mika Merupakan jenis kapasitor yang bahan dielektriknya terbuat dari polyster. Bentuk fisik dari kapasitor jenis ini (polyster/mylar) umumnya berwarna coklat atau hijau dan berbentuk segi empat. Sedangkan untuk nilai kapasitansinya berkisar antara 1nF hingga 470. Kapasitor jenis ini umumnya digunakan pada rangkaian frekuensi rendah seperti pada rangkaian audio amplifier dan sejenisnya. Kapasitor jenis ini cukup stabil bila digunakan pada frekuensi rendah tetapi kurang stabil jika digunakan pada frekuensi tinggi. Namun beberapa rangkaian elektronika yang bekerja pada frekluensi tinggi masih dapat kita temukan penggunaan kapasitor jenis ini. 2. KAPASITOR POLAR Gambar 4.5. Kapasitor Polyster Berbeda dengan kapasitor jenis nonpolar, kapasitor jenis ini memiliki polaritas (kutub positif dan kutub negatif). Jenis kapasitair yang memiliki polaritas adalah kapasitor elektrolit atau biasa dikenal dengan nama Elco (Electrolit Condensator) dan kapasitor tantalum. Seperti halnya kapasitor nonpolar, untuk penamaan kapasitor jenis elko dan tantalum diambil dari jenis bahan yang digunakan pada kapasitor tersebut. S u t o n o, M. K o m. Page 14

15 Kapasitor Elektrolit (Elko) Merupakan jenis kapasitor yang bahan dielektriknya terbuat dari minyak kimia dengan beberapa zat padat lainnya. Elko termasuk jenis kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi yang besar, yaitu sekitar antara hingga mencapai lebih dari. Polaritas dari elko sendiri sudah terpasang sejajar dengan masing-masing kakinya dan mempunyai kegunaan yang multipurpose. Karena sifatnya itu, kapasitor jenis elko hampir digunakan pada semua rangkaian elektronika seperti filter, catu daya (power supply), amplifier dan lain-lain. Kapasitor Tantalum Gambar 4.6. Kapasitor Elektrolit Merupakan jenis kapasitor yang bahan dilektriknya terbuat dari tatntalum. Seperti halnya elko, kapasitor jenis ini juga memiliki polaritas dengan dimensi yang lebih kecil bila dibandingkan dengan elko. Kapasitor jenis ini dikenal memiliki kualitas yang sangat baik bila digunakan pada rangkaian frekuensi rendan maupun frekuensi tinggi dan harganya pun lebih mahal bila dibandingkan dengan jenis kapasitor keramik, kertas maupun polyster. Gambar 4.7. Kapasitor Tantalum S u t o n o, M. K o m. Page 15

16 3. KAPASITOR VARIABEL Kapasitor variabel atau lebih dikenal dengan nama Varco (Variable Condensator) merupakan jenis kapasitor yang nilainya dapat diubah-ubah dengan cara memutar tuas yang ada pada poros tersebut. Biasanya nilai kapasitansinya berkisar antara hingga. Gambar 4.8. Kapasitor Variabel Selain bentuk dari kapasitor diatas, ada satu lagi jenis varco dengan ukuran yang jauh lebih kecil yang biasa diebut dengan nama kapasitor trimmer. Untuk mengubah nilai kapasitansinya dilakukan dengan cara memutar tuasnya dengan menggunakan obeng trim oleh karena itu maka kapasitor ini dinamakan kapasitor trimmer. Kapasitor jenis ini banyak digunakan pada rangkaian osilator yang berhubungan dengan frekuensi tinggi. 4. NILAI KAPASITOR Gambar 4.9. Kapasitor Trimmer Gambar Macam Kapasitor S u t o n o, M. K o m. Page 16

17 Untuk mengetahui nilai kapasitansi kapasitor, beberapa kapasitor memiliki nilai kapasitansi dalam farad yang langsung tercetak pada komponennya. Kapasitor yang langsung tercetak nilai kapasitansinya biasanya memiliki ukuran yang besar sehingga terdapat tempat yang cukup untuk mencetak nilai kapasitor dan juga lengkap dengan nilai tegangan kerja maksimum dan polaritasnya. Contoh: = Nilai kapasitansi dari kapasitor tersebut sebesar dengan tegangan kerja maksimum sebesar Sedangkan untuk kapasitor yang ukuran fisiknya lebih kecil biasanya dituliskan dengan menggunakan kode angka dengan satuan pf. Apabila ditulis dengan 1 atau 2 kode angka maka angka tersebut menyatakan besarnya nilai kapasitansi kapasitor tersebut dalam satuan pf, sedangkan bila ditulis dengan menggunakan 3 kode angka maka angka pertama dan kedua menyatakan nilai nominal dan angka ketiga menyatakan faktor pengali. Contoh: = = = toleransi dan ( s/d ) Kode Kapasitor Nilai Operating Voltage Kode Toleransi pf nf µf Code Voltage ,1 0,0001 B ±0,1pF 1H 50V ,001 C ±0,25pF 2A 100V ,01 D ±0,5pF 2T 150V ,1 F ±1% 2D 200V ,22 0,00022 G ±2% 2E 250V ,2 0,0022 H ±3% 2G 400V ,022 J ±5% 2J 630V ,22 K ±10% ,33 0,00033 M ±20% ,3 0,0033 Z -20%, +80% , , ,47 0, ,7 0, , ,47 5. RANGKAIAN KAPASITOR Setiap perancang rangkaian elektronika dalam menentukan nilai komponen pasti menggunakan ketetapan standar dalam menentukan nilai kapasitansi yang digunakan. Meskipun begitu, terkadang ada nilai tertentu yang sulit untuk didapatkan dipasaran. S u t o n o, M. K o m. Page 17

18 Cara mengakali nilai kapasitor yang sulit didapatkan dipasaran yaitu dengan menggunakan kombinasi kapasitor yang disusun secara seri ataupun secara paralel untuk mendapatkan nilai dari kapasitor tersebut. pf pf pf pf µf µf µf µf µf µf µf 1, ,010 0,10 1, , , , , , ,015 0,15 1, , , , , ,022 0,22 2, , , , , ,033 0,33 3, , , , , ,047 0,47 4, , , , , ,068 0,68 6, , , , Keramik Elektrolit Tantalum Mylar (Polyster) 10V 10V 16V 16V 16V 20V 25V 25V 25V 35V 35V 50V 50V 50V 50V 63V 100V 100V 100V 160V 200V 250V 350V 400V 450V 600V 1000V Mylar (Metal Film) 250V 400V 630V Dari tabel diatas terlihat dengan jelas bahwa tidak semua nilai kapasitor tersedia, seperti nilai, pada tabel standar diatas tidak ada. Ini berarti kemungkinan besar nilai tidak akan tersedia dipasaran elektronika. Untuk mengatasinya maka dibutuhkan kombinasi rangkaian seri ataupun rangkaian paralel untuk menghasilkan nilai kapasitansi yang diinginkan. Rangkaian Seri Merupakan kombinasi dari beberapa kapasitor yang disusun secara deret (seri). Berikut rumus dari rangkaian kapasitor yang disusun secara seri: Dimana: = Nilai total dari kapasitansi kapasitor = Nilai kapasitor pertama = Nilai kapasitor kedua = Nilai kapasitor ke- Contoh: Misalkan sebuah kapasitor bernilai, karena dipasaran eletronik tidak ada maka untuk mendapatkan nilai kapasitor sebesar dibutuhkan sekitar 2 buah kapasitor yang dirangkai secara seri dengan nilai kapasitansi sekitar. S u t o n o, M. K o m. Page 18

19 Rangkaian Paralel Merupakan kombinasi dari beberapa kapasitor yang disusun secara sejajar (paralel). Berikut rumus dari rangkaian kapasitor yang disusun secara paralel: Dimana: = Nilai total dari kapasitansi kapasitor = Nilai kapasitor pertama = Nilai kapasitor kedua = Nilai kapasitor ke- Contoh: Misalkan dibutuhkan sebuah kapasitor bernilai, karena dipasaran elektronik tidak ada maka untuk mendapatkan nilai tersebut dibutuhkan 2 buah kapasitor yang bernilai masing-masing yang disusun secara paralel. S u t o n o, M. K o m. Page 19

20 MODUL V INDUKTOR/KUMPARAN Induktor atau disebut juga dengan kumparan atau coil adalah komponen elektronika pasif yang berguna untuk mengatur frekuensi, memfilter dan juga sebagai alat kopel (penyambung). Induktor banyak ditemukan pada peralatan atau rangkaian elektronika yang berkaitan dengan frekuensi seperti tuner untuk pesawat radio. Secara umum induktor dibagi atas induktor tetap dan induktor variabel (coil variable). Gambar 5.1. Macam Induktor Pada rangkaian, induktor digunakan untuk memperoleh tegangan yang konstan terhadap fluktuasi arus, sedangkan pada rangkaian induktor dapat meredam fluktuasi arus yang tidak diinginkan. Satuan induktansi untuk induktor adalah Henry ( ). Ada 4 faktor yang mempengaruhi nilai induktansi sebuah konduktor (coil) diantaranya adalah: Jumlah lilitan, semakin banyak jumlah lilitan semakin besar pula nilai induktansinya. Panjang lilitan, semakin pendek lilitan semakin besar nilai induktansinya. Kerapatan lilitan, semakin rapat lilitan semakin besar nilai induktansinya. Diameter inti lilitan, semakin besar diameter inti semakin besar nilai induktansinya. Panjang inti lilitan, samakin panjang inti lilitan semakin besat nilai induktansinya. Permeabilitas bahan inti lilitan, samakin tinggi nilai permeabilitas bahan inti lilitan semakin besar pula nilai induktansinya. S u t o n o, M. K o m. Page 20

21 Gambar 5.2. Induktor Keterangan : : Tegangan induksi : Permeabilitas material inti : Jumlah lilitan : Luas penampang inti : Panjang induktor : Laju perubahan arus listrik Contoh: Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 2,5H. Kumparan tersebut dialiri arus listrik searah yang besarnya 50mA. Berapakah besar ggl induksi diri kumparan apabila selang waktu 0,4s kuat arus menjadi nol? : 2,5H : : 0 :? [ ] Berdasarkan fungsi dari induktor, maka terdapat bermacam-macam induktor: Induktor dengan inti udara, adalah induktor dengan inti udara dan terlihat seperti tanpa bahan inti. Induktor jenis ini memiliki nilai induktansi yang kecil dan banyak digunakan pada aplikasi frekuensi tinggi seperti pemancar dan penerima radio FM. S u t o n o, M. K o m. Page 21

22 Gambar 5.3. Induktor Inti Udara Induktor inti ferit/besi, adalah induktor dengan inti dari bahan ferit atau besi. Induktor jenis ini memiliki nilai induktansi yang lebih besar dan biasanya dipakai pada frekuensi menengah sperti pada frekuensi IF radio. Gambar 5.4. Induktor Inti Ferit/Besi Toroid, adalah induktor dengan inti melingkar seperti kue donat. Induktor jenis ini memiliki induktansi yang lebih besar lagi dan biasanya dipakai pada trafo daya atau SMPS. S u t o n o, M. K o m. Page 22

23 Gambar 5.5. Induktor Toroid Trafo, adalah induktor dengan banyak lilitan minimal dua yaitu lilitan primer dan sekunder. Induktor jenis ini memanfaatkan transformasi energi antar dua lilitan dalam satu inti. Induktor jenis trafo banyak dipakai pada power supply dan penguat IF pada penerima radio. Contoh: Gambar 5.6. Trafo Untuk menyalakan lampu 10V dengan tegangan listrik dari PLN 220V digunakan transformator step down. Jika jumlah lilitan primer transformator lilitan, berapakah jumlah lilitan pada kumparan sekundernya? = (tegangan sekunder) = (tegangan primer) = (jumlah lilitan primer) = (jumlah lilitan sekunder) Induktor Variabel, adalah induktor dengan nilai induktansi yang dapat diubah dengan cara mengatur panjang inti. Biasanya pengaturan ini dilakukan dengan cara memutar inti yang sudah dibuat ulir sehingga bisa keluar masuk lilitan. S u t o n o, M. K o m. Page 23

24 Gambar 5.7. Induktor Variabel Seperti halnya komponen pasif lainnya (kapasitor dan resistor), induktor atau coil juga dapat dirangkai secara seri atau paralel untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan. Induktor adalah komponen pasif elektronika yang terdiri dari lilitan kawat dan mampu menyimpan energi litsrik pada medan magnet yang yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melewatinya. Kemampuan penyimpanan energi pada medan magnet ini disebut dengan induksi dengan satuan yang dilambangkan dengan huruf. Perlu diketahui bahwa tidak semua nilai induktansi diproduksi secara masal oleh Produsen. Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan kita dapat merangkai dua atau lebih induktor secara seri maupun paralel. Rangkaian Seri Induktor Rangkaian seri induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 atau lebih induktor yang disusun sejajar atau berbentuk seri. Rangkaian seri induktor ini menghasilkan nilai induktansi yang merupakan penjumlahan dari semua induktor yang dirangkai secara seri (berjajar). Contoh: : Total nilai induktor : Nilai induktor pertama : Nilai induktor kedua : Nilai induktor ke A 4 L1 470uH 1 L nH L3 1.5uH 3 B S u t o n o, M. K o m. Page 24

25 Rangkaian Paralel Induktor Rangkaian paralel induktor adalah sebuah rangkaian induktor yang terdiri dari 2 atau lebih induktor yang dirangkai secara berderet atau berbentuk paralel. Contoh: : Total nilai induktor : Nilai induktor pertama : Nilai induktor kedua : Nilai induktor ke L1 470uH A 1 L2 700nH 2 B L3 1.5uH S u t o n o, M. K o m. Page 25

26 SOAL LATIHAN 1. Carilah besarnya nilai I 1, I 2 dan V AB dari rangkaian di bawah ini: S u t o n o, M. K o m. Page 26

27 2. Tentukan besarnya nilai R AB R3 A 1 600Ω 2 3 R1 450Ω R4 470Ω 4 R2 400Ω B S u t o n o, M. K o m. Page 27

Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor

Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor - 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor Missa Lamsani Hal 1 SAP Pengelompokan bahan-bahan elektrik dari sifat-sifat listriknya. Pengertian resistivitas dan nilai resistivitas bahan listrik : konduktor,

Lebih terperinci

KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Prakarya X

KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Prakarya X KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA Prakarya X Ukuran Komponen Elektronika Komponen Elektronika? Peralatan Elektronika adalah sebuah peralatan yang terbentuk dari beberapa Jenis Komponen Elektronika dan masing-masing

Lebih terperinci

KOMPONEN AKTIF. Resume Praktikum Rangkaian Elektronika

KOMPONEN AKTIF. Resume Praktikum Rangkaian Elektronika Resume Praktikum Rangkaian Elektronika 1. Pertemuan kesatu Membahas silabus yang akan dipelajari pada praktikum rangkaian elektronika. Membahas juga tentang komponen-komponen elektronika, seperti kapasitor,

Lebih terperinci

Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya

Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya Jenis-jenis Komponen Elektronika, Fungsi dan Simbolnya Peralatan Elektronika adalah sebuah peralatan yang terbentuk dari beberapa Jenis Komponen Elektronika dan masing-masing Komponen Elektronika tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemasangan atau pembuatan barang-barang elektronika dan listrik.

BAB I PENDAHULUAN. pemasangan atau pembuatan barang-barang elektronika dan listrik. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengukuran merupakan suatu aktifitas dan atau tindakan membandingkan suatu besaran yang belum diketahui nilainya atau harganya terhadap besaran lain yang sudah diketahui

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. R= ρ l A. Secara matematis :

PEMBAHASAN. R= ρ l A. Secara matematis : PEMBAHASAN 1. Rangkaian DC a.) Dasar-dasar Rangkaian Listrik Resistor (hambatan) Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan

Lebih terperinci

ELEKTRONIKA DASAR. Mengenal Komponen Pasif Elektronika

ELEKTRONIKA DASAR. Mengenal Komponen Pasif Elektronika ELEKTRONIKA DASAR Mengenal Komponen Pasif Elektronika Komponen Elektronika Komponen Pasif Komponen AKTIF KOMPONEN PASIF RESISTOR KAPASITOR INDUKTOR 1. RESISTOR Resistor komponen pasif elektronika yang

Lebih terperinci

P ERTEM UA N 1 DASAR ELEKTRONIKA INDRA DARMAWAN, ST

P ERTEM UA N 1 DASAR ELEKTRONIKA INDRA DARMAWAN, ST P ERTEM UA N 1 DASAR ELEKTRONIKA INDRA DARMAWAN, ST RENCANA KULIAH Materi Komponen Pasif Elektronika Karakteristik Komponen Pasif Elektronika RENCANA KULIAH Komponen Peruliahan Tugas QUIS Ujian Tengah

Lebih terperinci

Dalam materi pembelajaran ini akan dibatas tiga komponen passif yakin

Dalam materi pembelajaran ini akan dibatas tiga komponen passif yakin BAB I. KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA ANALOG Elektronika adalah suatu bentuk piranti kelistrikan yang menggunakan arus lemah, sehingga tegangan operasionalnya umummnya menggunakan tegangan rendah. Secara umum

Lebih terperinci

Tugas 01 Makalah Dasar Elektronika Komponen Elektronika

Tugas 01 Makalah Dasar Elektronika Komponen Elektronika Tugas 01 Makalah Dasar Elektronika Komponen Elektronika Disusun Oleh : Nama Jurusan : Rizkiansyah Rakhmadin : Teknik Elektro Mata Kuliah : Dasar Elektronika NPM : 132227024 Sekolah Tinggi Teknologi Jakarta

Lebih terperinci

Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen

Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen Pertemuan 10 A. Tujuan 1. Standard Kompetensi: Mempersiapkan Pekerjaan Merangkai Komponen Elektronik 2. Kompetensi Dasar : Memahami komponen dasar elektronika B. Pokok Bahasan : Komponen Dasar Elektronika

Lebih terperinci

KAPASITOR (KONDENSATOR)

KAPASITOR (KONDENSATOR) 1 KAPASITOR (KONDENSATOR) Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan

Lebih terperinci

PERTEMUAN KE 3 KOMPONEN ELEKTRONIKA. Create : Defi Pujianto, S,Kom

PERTEMUAN KE 3 KOMPONEN ELEKTRONIKA. Create : Defi Pujianto, S,Kom PERTEMUAN KE 3 KOMPONEN ELEKTRONIKA Create : Defi Pujianto, S,Kom Resistor Merupakan kokponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur serta menghambat arus listrik Resistor di bagi menjadi dua yaitu

Lebih terperinci

Komponen Pasif. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika Pasif

Komponen Pasif. Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika Pasif Kegiatan Belajar 1: Komponen Elektronika Pasif Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan Memahami dasar-dasar Elektronika Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan 1. Mengenal komponen elektronika pasif 2. Menjelaskan

Lebih terperinci

Konduktor dan isolator

Konduktor dan isolator Konduktor dan isolator Arus listrik adalah nama yang diberikan untuk aliran elektronelektron (atau pembawa (carrier) muatan negatif). Elektronelektron berputar (to orbit) mengelilingi inti (nucleus) atom.

Lebih terperinci

Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. 3. Kapasitor (Kondensator) Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator

Lebih terperinci

RESISTOR, TRANSISTOR DAN KAPASITOR

RESISTOR, TRANSISTOR DAN KAPASITOR RESISTOR, TRANSISTOR DAN KAPASITOR Resistor Yang pertama kali akan kita bahas adalah resistor. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam

Lebih terperinci

ELEKTRONIKA DASAR 105J

ELEKTRONIKA DASAR 105J 1 105J 1. TEORI DASAR Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan

Lebih terperinci

BAB II RANGKAIAN ELEKTRONIK DAN KOMPONEN

BAB II RANGKAIAN ELEKTRONIK DAN KOMPONEN BAB II RANGKAIAN ELEKTRONIK DAN KOMPONEN 2.1 PENDAHULUAN Deskripsi Singkat Manfaat Relevansi CapaianPembelajaran 1. Penjelasan tentang rangkaian elektronik dengan didukung oleh komponen-komponen dasar

Lebih terperinci

BAB II. Dasar Teori. = muatan elektron dalam C (coulombs) = nilai kapasitansi dalam F (farad) = besar tegangan dalam V (volt)

BAB II. Dasar Teori. = muatan elektron dalam C (coulombs) = nilai kapasitansi dalam F (farad) = besar tegangan dalam V (volt) BAB I Pendahuluan Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf C adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan

Lebih terperinci

KOMPONEN PASIF. TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016. Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Universitas Telkom 1

KOMPONEN PASIF. TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016. Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Universitas Telkom 1 TK2092 Elektronika Dasar Semester Ganjil 2015/2016 Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom Bandung 2015 KOMPONEN PASIF Disusun oleh: Duddy Soegiarto, ST.,MT [email protected] Rini Handayani,

Lebih terperinci

Resistor. Gambar Resistor

Resistor. Gambar Resistor Resistor Resistor merupakan komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat

Lebih terperinci

SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)

SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA) SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA) 1. Komponen elektronik yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang lewat dinamakan A. Kapasitor D. Transistor B. Induktor

Lebih terperinci

BAB II ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

BAB II ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK 14 BAB II ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa pada tidak dapat dipisahkan dari penyusunnya sendiri, yaitu berupa elemen atau komponen. Pada bab ini akan dibahas elemen

Lebih terperinci

Elektronika Dasar. Materi PERANTI ELEKTRONIKA (Resistor) Drs. M. Rahmad, M.Si Ernidawati, S.Pd. M.Sc. Oleh. Peranti/mrd/11 1

Elektronika Dasar. Materi PERANTI ELEKTRONIKA (Resistor) Drs. M. Rahmad, M.Si Ernidawati, S.Pd. M.Sc. Oleh. Peranti/mrd/11 1 Elektronika Dasar Oleh Drs. M. Rahmad, M.Si Ernidawati, S.Pd. M.Sc Materi PERANTI ELEKTRONIKA (Resistor) Peranti/mrd/11 1 PERTANYAAN Mengapa perlu mempelajari Komponen Elektronika? Apakah yang dimaksud

Lebih terperinci

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI. Ketua kelas: Lutfi: Ario : Souma: Yusriadi: Irul :

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI. Ketua kelas: Lutfi: Ario : Souma: Yusriadi: Irul : ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI Ketua kelas: Lutfi: 085746960548 Ario : 085649402658 Souma: 085736094454 Yusriadi: 085255880024 Irul : 085728120453 Yusron Sugiarto, STP, MP, MSc. yusronsugiarto.lecturer.ub.ac.id

Lebih terperinci

KOMPONEN PASIF. Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

KOMPONEN PASIF. Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KOMPONEN PASIF ELK-DAS.23 20 JAM Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Materi ajar. Kapasitor

Materi ajar. Kapasitor Materi ajar Kapasitor A. Kapasitor 1. Pengertian kapasitor Kapasitor atau sering juga disebut kondensator adalah alat (komponen) yang dibuat sedemikian sehingga mampu menyimpan muatan listrik. Sebuah kapasitor

Lebih terperinci

BAB III KOMPONEN ELEKTRONIKA

BAB III KOMPONEN ELEKTRONIKA BAB III KOMPONEN ELEKTRONIKA Komponen elektronika dapat dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Komponen Pasif: merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa sumber tegangan. a. Resistor b. Kapasitor c. Induktor 2. Komponen

Lebih terperinci

BAB II KOMPONEN MULTIVIBRATOR MONOSTABIL. Didalam membuat suatu perangkat elektronik dibutuhkan beberapa jenis

BAB II KOMPONEN MULTIVIBRATOR MONOSTABIL. Didalam membuat suatu perangkat elektronik dibutuhkan beberapa jenis BAB II KOMPONEN MULTIVIBRATOR MONOSTABIL Didalam membuat suatu perangkat elektronik dibutuhkan beberapa jenis komponen. Banyak sedikitnya jenis komponen yang di pakai pada perangkat elektronik tergantung

Lebih terperinci

MODUL IV KOMPONEN ELEKTRONIKA

MODUL IV KOMPONEN ELEKTRONIKA MODUL IV KOMPONEN ELEKTRONIKA Jika kita membuka sebuah alat elektronika seperti radio, tape, vcd player atau yang lain maka kita akan mendapati pemandangan yang cukup rumit dengan beberapa kabel bersliweran

Lebih terperinci

I. Tujuan Praktikum. kapasitor. muatan listrik pada kapasitor. 1. Mengetahui bentuk dan jenis Kapasitor.

I. Tujuan Praktikum. kapasitor. muatan listrik pada kapasitor. 1. Mengetahui bentuk dan jenis Kapasitor. SRI SUPATMI,S.KOM I. Tujuan Praktikum 1. Mengetahui bentuk dan jenis Kapasitor. 2.Mengetahui cara membaca nilai kapasitansi suatu kapasitor. 3.Memahami prinsip pengisian dan pengosongan muatan listrik

Lebih terperinci

KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA. S1 Informatika ST3 Telkom Purwokerto

KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA. S1 Informatika ST3 Telkom Purwokerto KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA S1 Informatika ST3 Telkom Purwokerto Contents Resistor Kapasitor Induktor Discussion Question: Jelaskan apa yang dimaksud dengan komponen pasif? Komponen Pasif: Komponen yang

Lebih terperinci

CIRCUIT DASAR DAN PERHITUNGAN

CIRCUIT DASAR DAN PERHITUNGAN CIRCUIT DASAR DAN PERHITUNGAN Oleh : Sunarto YB0USJ ELEKTROMAGNET Listrik dan magnet adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, setiap ada listrik tentu ada magnet dan sebaliknya. Misalnya ada gulungan

Lebih terperinci

Pengantar Rangkaian Listrik. Dedi Nurcipto, MT.

Pengantar Rangkaian Listrik. Dedi Nurcipto, MT. Pengantar Rangkaian Listrik Dedi Nurcipto, MT. Pengantar Rangkaian Listrik Tujuan Mata Kuliah : Konsep dasar Rangkaian Elektrik, Hulum Hukum dasar rangkaian Listrik serta teknik dasar yang di pakai untuk

Lebih terperinci

BAB 2. KOMPONEN PASIF

BAB 2. KOMPONEN PASIF RESISTOR BAB 2. KOMPONEN PASIF Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan material

Lebih terperinci

Elektronika Dasar Ponsel

Elektronika Dasar Ponsel Elektronika Dasar Ponsel Bagaimanapun sebuah ponsel adalah sebuah rangkaian elektronika. Akan tetapi ponsel tidak dapat berfungsi bila tidak diberikan daya atau tegangan (listrik). Sumber listrik Dengan

Lebih terperinci

RESUM MATERI ELEKTRONIKA TENTANG KAPASITOR

RESUM MATERI ELEKTRONIKA TENTANG KAPASITOR RESUM MATERI ELEKTRONIKA TENTANG KAPASITOR Disusun oleh : Nama : Andri Nuriawan NIM : A14007 Prodi : Mekanik Otomotif PROGRAM STUDI D3 MEKANIK OTOMOTIF POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA 2015 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

LAPORAN ELEKTRONIKA DASAR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Disusun untuk melengkapi salah satu tugas Elektronika Dasar. Disusun oleh :

LAPORAN ELEKTRONIKA DASAR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA. Disusun untuk melengkapi salah satu tugas Elektronika Dasar. Disusun oleh : LAPORAN ELEKTRONIKA DASAR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA Disusun untuk melengkapi salah satu tugas Elektronika Dasar Disusun oleh : Eko Oktafianto 065116213 Gustian Herlambang 065116231 Sabda Nurseha 065116225

Lebih terperinci

PELATIHAN ROBOTIKA TINGKAT BEGINNER

PELATIHAN ROBOTIKA TINGKAT BEGINNER PELATIHAN ROBOTIKA TINGKAT BEGINNER MODUL 1 PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA PASIF serta HUKUM OHM DAN KIRCHOFF Disusun oleh : Deddy Susilo, ST Divisi Hardware CREATE Centre for Electronic and Information

Lebih terperinci

BAB I TEORI RANGKAIAN LISTRIK DASAR

BAB I TEORI RANGKAIAN LISTRIK DASAR BAB I TEORI RANGKAIAN LISTRIK DASAR I.1. MUATAN ELEKTRON Suatu materi tersusun dari berbagai jenis molekul. Suatu molekul tersusun dari atom-atom. Atom tersusun dari elektron (bermuatan negatif), proton

Lebih terperinci

TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1)

TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1) TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1) DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN ELEKTRONIKA SISTEM BILANGAN KONVERSI DATA LOGIC HARDWARE KOMPONEN ELEKTRONIKA PASSIVE ELECTRONIC ACTIVE ELECTRONICS (DIODE

Lebih terperinci

Tabel 1.1 Nilai warna pada cincin resistor

Tabel 1.1 Nilai warna pada cincin resistor 1. RINGKASAN TEORI Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut

Lebih terperinci

Rangkaian Listrik. Modul Praktikum. A. AVO Meter

Rangkaian Listrik. Modul Praktikum. A. AVO Meter Modul Praktikum Rangkaian Listrik A. AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. O artinya

Lebih terperinci

Pengantar Elektronika RESISTOR ( TAHANAN) STIMIK AKBA 2011

Pengantar Elektronika RESISTOR ( TAHANAN) STIMIK AKBA 2011 Pengantar Elektronika RESISTOR ( TAHANAN) STIMIK AKBA 2011 Pengertian : Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara

Lebih terperinci

Lembar Kerja Peserta Didik 1 Alat Ukur Listrik dan Rangkaian Sederhana

Lembar Kerja Peserta Didik 1 Alat Ukur Listrik dan Rangkaian Sederhana Lembar Kerja Peserta Didik 1 Alat Ukur Listrik dan Rangkaian Sederhana 1. Tujuan Untuk mengetahui cara mengukur arus dan tegangan listrik 2. Alat dan bahan a. Amperemeter b. Voltmeter c. Hambatan d. Sumber

Lebih terperinci

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS Muatan Diskrit LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS 1. Ada empat buah muatan titik yaitu Q 1, Q 2, Q 3 dan Q 4. Jika Q 1 menarik Q 2, Q 1 menolak Q 3 dan Q 3 menarik Q 4 sedangkan Q 4 bermuatan negatif,

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR Diberikan Tanggal :. Dikumpulkan Tanggal : Induksi Elektromagnet Nama : Kelas/No : / - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS BOLAK-BALIK Induksi

Lebih terperinci

Komponen aktif dan pasif elektronika

Komponen aktif dan pasif elektronika Komponen aktif dan pasif elektronika by webmaster - Tuesday, October 08, 2013 http://johans.student.akademitelkom.ac.id/index.php/2013/10/08/elektronika/ KOMPONEN AKTIF DAN KOMPONEN PASIF ELEKTRONIKA Komponen

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Ohm meter. Pada dasarnya ohm meter adalah suatu alat yang di digunakan untuk

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Ohm meter. Pada dasarnya ohm meter adalah suatu alat yang di digunakan untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Ohm meter Pada dasarnya ohm meter adalah suatu alat yang di digunakan untuk mengukur hambatan listrik. Alat ukur ohmmeter dipasaran biasanya menjadi satu bagian dengan alat ukur

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dielektrik.gambar 2.1 merupakan gambar sederhana struktur kapasitor. Bahan-bahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dielektrik.gambar 2.1 merupakan gambar sederhana struktur kapasitor. Bahan-bahan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan

Lebih terperinci

BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN

BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN Tujuan. - Mahasiswa dapat menyelesaikan masalah ranggkaian listrik dengan menggunakan Hukum ohm, - Mahasiswa dapat menyelesaikan masalah ranggkaian listrik dengan menggunakan

Lebih terperinci

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS Muatan Diskrit LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS 1. Dua buah bola bermuatan sama (2 C) diletakkan terpisah sejauh 2 cm. Gaya yang dialami oleh muatan 1 C yang diletakkan di tengah-tengah kedua muatan adalah...

Lebih terperinci

1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. a. b. c. d. e.

1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. a. b. c. d. e. TUGAS MANDIRI KELAS XI SCI Jum at 2 September 2016 1. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari komponen. 2. Perhatikan gambar komponen elektronik di atas, merupakan simbol dari

Lebih terperinci

medan flux...(1) tegangan emf... (2) besar magnetic flux ini adalah Φ dan satuannya Weber (Wb = T.m 2 ). Secara matematis besarnya adalah :

medan flux...(1) tegangan emf... (2) besar magnetic flux ini adalah Φ dan satuannya Weber (Wb = T.m 2 ). Secara matematis besarnya adalah : Masih ingat aturan tangan kanan pada pelajaran fisika? Ini cara yang efektif untuk mengetahui arah medan listrik terhadap arus listrik. Jika seutas kawat tembaga diberi aliran listrik, maka di sekeliling

Lebih terperinci

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF) FISIKA II Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF) Jika suatu kawat penghantar digerakkan memotong arah suatu medan magnetic, maka akan timbul suatu gaya gerak listrik pada kawat penghantar tersebut.

Lebih terperinci

MEMPELAJARI KOMPONEN DALAM RANGKAIAN LISTRIK SERTA MEMBANDINGKAN NILAI ARUS SECARA TEORITIS DAN INSTRUMENTAL

MEMPELAJARI KOMPONEN DALAM RANGKAIAN LISTRIK SERTA MEMBANDINGKAN NILAI ARUS SECARA TEORITIS DAN INSTRUMENTAL MEMPELAJARI KOMPONEN DALAM RANGKAIAN LISTRIK SERTA MEMBANDINGKAN NILAI ARUS SECARA TEORITIS DAN INSTRUMENTAL Listiana Cahya Lestari 2* dan Zulhan Arif MSi 1 1 Divisi Kimia Analitik, Departemen Kimia, Fakultas

Lebih terperinci

RANGKAIAN LISTRIK. Kuliah 1 (Umum)

RANGKAIAN LISTRIK. Kuliah 1 (Umum) RANGKAIAN LISTRIK Kuliah 1 (Umum) DEFINISI Rangkaian listrik adalah susunan komponenkomponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu.

Lebih terperinci

Ditulis pada Senin, 18 Mei :12 WIB oleh fatima dalam katergori Elektronika tag

Ditulis pada Senin, 18 Mei :12 WIB oleh fatima dalam katergori Elektronika tag Kapasitor Ditulis pada Senin, 18 Mei 2009 20:12 WIB oleh fatima dalam katergori Elektronika tag http://fales.co/blog/kapasitor.html Kapasitor (disebut juga kondensator) didefinisikan sebagai komponen elektronika

Lebih terperinci

MODUL I RANGKAIAN SERI-PARALEL RESISTOR

MODUL I RANGKAIAN SERI-PARALEL RESISTOR MODUL I ANGKAIAN SEI-PAALEL ESISTO A. TUJUAN Mempelajari berbagai fungsi multimeter analog, khususnya sebagai ohm-meter. a. Mengitung rangkaian pengganti suatu rangkaian listrik dan mengukur rangkaian

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Umum Untuk menjaga agar faktor daya sebisa mungkin mendekati 100 %, umumnya perusahaan menempatkan kapasitor shunt pada tempat yang bervariasi seperti pada rel rel baik tingkat

Lebih terperinci

Induktor. oleh danny kurnia

Induktor. oleh danny kurnia Induktor oleh danny kurnia Masih ingat aturan tangan kanan pada pelajaran fisika? Ini cara yang efektif untuk mengetahui arah medan listrik terhadap arus listrik. Jika seutas kawat tembaga diberi aliran

Lebih terperinci

RPP_MHP_4 www.totoktpfl.wordpress.com 1.CAPACITOR Disebut dengan KONDENSATOR adalah sebuah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik dalam waktu tertentu tanpa

Lebih terperinci

Induksi Elektromagnetik

Induksi Elektromagnetik Induksi Elektromagnetik GGL induksi Generator Dinamo Trafo Cara kerja Trafo Jenis-jenis Trafo Persamaan pada Trafo Efisiensi Trafo Kegunaan Trafo A. GGL induksi Hubungan Pergerakan garis medan magnetik

Lebih terperinci

RANGKAIAN ARUS SEARAH (DC)

RANGKAIAN ARUS SEARAH (DC) TOPIK 6 RANGKAIAN ARUS SEARAH (DC) Arus Searah (DC) Pada rangkaian DC hanya melibatkan arus dan tegangan searah, yaitu arus dan tegangan yang tidak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaian DC meliputi:

Lebih terperinci

TENTANG : PENGUASAAN KONSEP-KONSEP FISIKA

TENTANG : PENGUASAAN KONSEP-KONSEP FISIKA PELATIHAN GURU-GURU FISIKA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) TENTANG : PENGUASAAN KONSEP-KONSEP FISIKA Oleh : Sumarna *) Bambang Ruwanto *) [email protected] JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

Komponen Elka 1 : Kapasitor 1. Kapasitor. Gambar 1 : prinsip dasar kapasitor

Komponen Elka 1 : Kapasitor 1. Kapasitor. Gambar 1 : prinsip dasar kapasitor Komponen Elka 1 : Kapasitor 1 Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan

Lebih terperinci

ELEKTRONIKA DASAR. Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd

ELEKTRONIKA DASAR. Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd ELEKTRONIKA DASAR Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri. Komponen pasif menggunakan

Lebih terperinci

REKAYASA HARDWARE [HARDWARE ENGINEERING ]

REKAYASA HARDWARE [HARDWARE ENGINEERING ] Komponen listrik pada rangkaian listrik dapat dikelompokkan kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Komponen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan

Lebih terperinci

Rangkuman Materi Teori Kejuruan

Rangkuman Materi Teori Kejuruan Rangkuman Materi Kejuruan Program Keahlian Teknik Elektronika Industri 2. SK : Dasar-Dasar Kelistrikan a. Besaran Pokok dan Turunan Besaran Pokok Kuantitas Satuan Dasar Simbol Panjang Massa Waktu Arus

Lebih terperinci

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT

CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT CATU DAYA MENGGUNAKAN SEVEN SEGMENT Hendrickson 13410221 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2010 Dosen Pembimbing : Diah Nur Ainingsih, ST., MT. Latar Belakang Untuk

Lebih terperinci

Assalamuaalaikum Wr. Wb

Assalamuaalaikum Wr. Wb Assalamuaalaikum Wr. Wb Standar Kompetensi Memahami listrik dinamis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar Mendeskripsikan pengertian arus listrik, kua arus listrik dan beda potensial

Lebih terperinci

PENGENALAN DAN PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA DASAR PONSEL

PENGENALAN DAN PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA DASAR PONSEL PENGENALAN DAN PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA DASAR PONSEL Komponen elektronika adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan pada setiap alat atau perangkat elektronik dalam kebutuhan kita sehari-hari,

Lebih terperinci

SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE

SEMIKONDUKTOR. Komponen Semikonduktor I. DIODE SEMIKONDUKTOR Komponen Semikonduktor Di dunia listrik dan elektronika dikenal bahan yang tidak bisa mengalirkan listrik (isolator) dan bahan yang bisa mengalirkan listrik (konduktor). Gbr. 1. Tingkatan

Lebih terperinci

TEORI DASAR. 2.1 Pengertian

TEORI DASAR. 2.1 Pengertian TEORI DASAR 2.1 Pengertian Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda merupakan jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Karena

Lebih terperinci

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1 Perkuliahan PLPG Fisika tahun 2009 Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1 Muatan Listrik Dua jenis muatan listrik: positif dan negatif Satuan muatan adalah coulomb [C] Muatan elektron (negatif) atau proton (positif)

Lebih terperinci

AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk

AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk AVOMETER 1 Pengertian AVO Meter Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. O artinya ohm, untuk mengukur

Lebih terperinci

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK 1. Konsep Dasar a. Arus dan Rapat Arus Sebuah arus listrik i dihasilkan jika sebuah muatan netto q lewat melalui suatu penampang penghantar selama

Lebih terperinci

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Judul Percobaan : NAMA : YONATHAN ANDRIANTO SUROSO NIM : 12300041 Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Geothermal A. TUJUAN PERCOBAAN Laporan

Lebih terperinci

Bab 1. Komponen Elektronika

Bab 1. Komponen Elektronika Bab Komponen Elektronika 2 Pelajaran. Polusi dan Penyebabnya Ketika kalian melihat sekeliling kita pasti kalian dapat dengan mudah menemukan orang-orang yang menggunakan telepon genggam, komputer, radio,

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA DASAR II RANGKAIAN RC (RESISTOR DENGAN KAPASITOR)

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA DASAR II RANGKAIAN RC (RESISTOR DENGAN KAPASITOR) LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA DASAR II RANGKAIAN RC (RESISTOR DENGAN KAPASITOR) TANGGAL PERCOBAAN : 12-03-2017 TANGGAL PENGUMPULAN : 17-03-2017 WAKTU PERCOBAAN : 11.30-13.30 WIB Nama Praktikan : Amrina

Lebih terperinci

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK PERTEMUAN II KONSEP DASAR ELEMEN-ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK 1. Konsep Dasar a. Arus dan Rapat Arus Sebuah arus listrik i dihasilkan jika sebuah

Lebih terperinci

MENGENAL WAJAH KOMPONEN RADIO (1)

MENGENAL WAJAH KOMPONEN RADIO (1) MENGENAL WAJAH KOMPONEN RADIO (1) Oleh : Sunarto YBØUSJ PENDAHULUAN Kita ketahui bahwa komponen radio itu banyak macamnya. Dari tabung radio yang besarbesar sampai dengan IC dan dioda yang kecil kecil.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras ( Hardware) Dalam pembuatan tugas akhir ini diperlukan penguasaan materi yang digunakan untuk merancang kendali peralatan listrik rumah. Materi tersebut merupakan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI 9 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Amplifier Amplifier adalah komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya atau tenaga secara umum. Dalam penggunaannya, amplifier menguatkan signal suara yaitu memperkuat

Lebih terperinci

BAB III KARAKTERISTIK SENSOR LDR

BAB III KARAKTERISTIK SENSOR LDR BAB III KARAKTERISTIK SENSOR LDR 3.1 Prinsip Kerja Sensor LDR LDR (Light Dependent Resistor) adalah suatu komponen elektronik yang resistansinya berubah ubah tergantung pada intensitas cahaya. Jika intensitas

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 CIMAHI Kelas/Semester : X / 2 Mata Pelajaran : Dasar dan Pengukuran Listrik Topik : Elemen Pasif Rangkaian Listrik Alokasi Waktu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Medan Magnet Sumber : (Giancoli, 2001) Gambar 2.1 Penggambaran Garis Medan Magnet Sebuah Magnet Batang Arah medan magnet pada suatu titik bisa didefinisikan sebagai arah yang

Lebih terperinci

MAKALAH Speaker Aktif. Disusun oleh : Lentera Fajar Muhammad X MIA 9/18. SMA 1 KUDUS Jl. Pramuka 41 telp. (0291)

MAKALAH Speaker Aktif. Disusun oleh : Lentera Fajar Muhammad X MIA 9/18. SMA 1 KUDUS Jl. Pramuka 41 telp. (0291) MAKALAH Speaker Aktif Disusun oleh : Lentera Fajar Muhammad X MIA 9/18 SMA 1 KUDUS Jl. Pramuka 41 telp. (0291) 431368. KUDUS-59319 1 Kata Pengantar Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanya milik Allah

Lebih terperinci

Menganalisis rangkaian listrik. Mendeskripsikan konsep rangkaian listrik

Menganalisis rangkaian listrik. Mendeskripsikan konsep rangkaian listrik Menganalisis rangkaian listrik Mendeskripsikan konsep rangkaian listrik Listrik berasal dari kata elektron yang berarti batu ambar. Jika sebuah batu ambar digosok dengan kain sutra, maka batu akan dapat

Lebih terperinci

[Listrik Dinamis] Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Kelas X Semester 2 Waktu : 48 x 45 menit UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA NAMA ANGGOTA :

[Listrik Dinamis] Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Kelas X Semester 2 Waktu : 48 x 45 menit UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA NAMA ANGGOTA : Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Kelas X Semester 2 Waktu : 48 x 45 menit [Listrik Dinamis] NAMA ANGGOTA : IRENE TASYA ANGELIA (3215149632) SARAH SALSABILA (3215141709) SABILA RAHMA (3215141713) UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam)

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam) Kumpulan Soal Fisika Dasar II Universitas Pertamina (16-04-2017, 2 jam) Materi Hukum Biot-Savart Hukum Ampere GGL imbas Rangkaian AC 16-04-2017 Tutorial FiDas II [Agus Suroso] 2 Hukum Biot-Savart Hukum

Lebih terperinci

Kapasitor dan Induktor

Kapasitor dan Induktor Kapasitor dan Induktor Slide-05 Ir. Agus Arif, MT Semester Gasal 2016/2017 1 / 28 Materi Kuliah 1 Pengantar 2 Kapasitor Kapasitor dalam Rangkaian Model Kapasitor Ideal Contoh Kapasitor Karakteristik Kapasitor

Lebih terperinci

12/26/2006 PERTEMUAN XIII. 1. Pengantar

12/26/2006 PERTEMUAN XIII. 1. Pengantar PERTEMUAN XIII RANGKAIAN DC KAPASITIF DAN INDUKTIF 1. Pengantar Jika sebuah rangkaian terdiri dari sebuah kapasitor dan induktor, beberapa energi dari sumber dapat disimpan dan energi tersimpan tersebut

Lebih terperinci

Materi 18 Listrik dan Magnet 2: Hambatan dan Arus Listrik. Tim Dosen Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Materi 18 Listrik dan Magnet 2: Hambatan dan Arus Listrik. Tim Dosen Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Materi 18 Listrik dan Magnet 2: Hambatan dan Arus Listrik Tim Dosen Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Arus Listrik dan Hambatan SUTET: Merupakan solusi untuk distribusi energi listrik

Lebih terperinci

A. PENGENALAN MULTIMETER

A. PENGENALAN MULTIMETER A. PENGENALAN MULTIMETER III. Alat alat 1. Multitester sanwa I. Kompetisi 1. Mengukur tengan DC dengan mengunakan multitester 2. Mengukur tegangan AC dengan menggunakan multitester 3. Mengukur arus DC

Lebih terperinci

Pengetahuan komponen pasif Elektronika I

Pengetahuan komponen pasif Elektronika I Application Note Pengetahuan komponen pasif Elektronika I AN-01 Oleh: Tim Digiware iasanya di dalam mendesain suatu rangkaian elektronika kita sering menganggap remeh tentang jenis resistor yang akan digunakan,

Lebih terperinci

Arus Searah (Direct Current) Fundamental of Electronics

Arus Searah (Direct Current) Fundamental of Electronics Arus Searah (Direct Current) Fundamental of Electronics Presented by Muchammad Chusnan Aprianto STT Dr.KHEZ Muttaqien Pendahuluan O Arus listrik adalah jumlah total muatan yang melewati suatu medium per

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapasitor Kapasitor banyak digunakan dalam sirkuit elektronik dan mengerjakan berbagai fungsi. Pada dasarnya kapasitor merupakan alat penyimpan muatan listrik yang dibentuk

Lebih terperinci

TM - 2 LISTRIK. Pengertian Listrik

TM - 2 LISTRIK. Pengertian Listrik TM - 2 LISTRIK Pengertian Listrik Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut: - Listrik adalah kondisi dari partikel sub-atomik

Lebih terperinci