BAB II KAJIAN PUSTAKA
|
|
|
- Yandi Hartanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya, hasil belajar dibagi menjadi tiga macam yang meliputi ketrampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengarahan serta sikap dan cita-cita, Sudjana (2005). Hal ini didukung oleh pendapat Olivia (2011) menyebutkan hasil belajar siswa dapat meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor, salah satu cara mengetahui hasil belajar adalah dengan tes prestasi belajar. Djiwandon (2002) mengutip pernyataan Gagne yang membagi hasil belajar dalam 5 katagori yang meliputi invormasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, sikap serta ketrampilan kognitif. YB Mangunwijaya (dalam Pradipto, 2007) menyatakan hasil belajar adalah pemahaman dari siswa itu sendiri, hal ini lebih penting dari nilai rapor. Prayitno (2009) juga berpendapat hasil belajar adalah kondisi baru yang diperoleh melalui kegiatan belajar. Berbeda dengan Winkel (2004) baginya hasil belajar adalah bukti keberhasilan yang telah dicapai, selain itu Bloom (dalam Winkel, 2004) menyatakan bahwa untuk mendapatkan hasil belajar di ranah kognitif hendaknya guru memberikan tes lisan atau tes tertulis kepada siswa. Dimyati dan Mujiono (1999) juga berpendapat bahwa hasil belajar dari sisi siswa adalah tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan saat sebelum belajar. Purwanto (2011) menyatakan hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar. Lainhalnya dengan Darmansyah (2006) yang berpendapat hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. Penelitian ini mengacu pada Darmansyah (2006) yang menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka, guna mendapatkan angka dari hasil penilaian terhadap kemampuan siswa yang merupakan hasil belajar, penelitian ini mengacu pada Bloom (dalam Winkel, 2004) yang menyatakan bahwa guru harus mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan suatu alat evaluasi. Alat evaluasi itu biasanya disusun oleh guru itu sendiri. Tes hasil belajar yang akan disoroti sekarang adalah tes hasil belajar ranah kognitif, maka dalam penentuan hasil belajar siswa dapat dilihat dari tes hasil belajar kognitif yang diberikan guru kepada siswa, agar mendapatkan hasil belajar di ranah kognitif, maka akan diambil dengan tes tertulis yang diberikan 5
2 6 oleh guru. Banyak faktor yang mempengaruhi baik atau buruknya hasil belajar, faktor yang mempengaruhi hasil belajar akan dibahas pada bagian berikut. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Menurut Slameto (2003) di mana faktor-faktor yang mempengaruhi belajar seseorang itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam sebagai contoh Jasmaniah yang meliputi kesehatan, cacat tubuh; Psikologis yang meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan; Kelelahan yang juga ikut menjadi bagian dari faktor internal. Faktor eksternal yang merupakan faktor hasil belajar yang terakhir dimana dipengaruhi oleh keadaan yang dialami di luar tempat belajar yang biasa dilihat pada, keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang kebudayaan); sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah); serta masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul). Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan eksternal (Dimyati, 1999). Faktor internal meliputi kondisi jasmani atau fisik dan rohani, sedangkan faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan sekitar siswa. Adapun yang termasuk faktor-faktor ini antara lain; faktor sosial, yang terdiri dari: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat; Faktor non sosial, meliputi keadaan dan letak gedung sekolah, keadaan dan letak rumah tempat tinggal keluarga, alat alat dan sumber belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa; Faktor guru, dalam hal ini efektifitas pengelolaan faktor bahan, lingkungan, dan instrumen. Menurut Keller (dalam Abdurrahman. 2003) hasil belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: Motivasi; Intelegensi; evaluasi kognitif tentang kewajaran dan keadilan serta harapan untuk berhasil (expectancy). Faktor eksternal meliputi: Rancangan dan pengelolaan motivasional; Rancangan dan pengelolaan pembelajaran; Serta ulangan penguatan (reinforcement). DePorter (2011) juga menyebutkan faktor yang mempengaruhi hasil belajar yang paling utama adalah dari dalam diri siswa sendiri yaitu gaya belajar.
3 7 DePotter dan Hernacki (2011) menyebutkan bahwa mengetahui gaya belajar yang berbeda telah membantu para guru untuk dapat mendekati semua siswa hanya dengan menyampaikan informasi sesuai dengan gaya belajar yang berbeda-beda. Agar aktivitas belajar dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka gaya belajar siswa harus dipahami oleh guru. B. Gaya Belajar 1. Gaya Belajar Kolb mendeskripsikan gaya belajar atau learning style as an individual preferred or habitual ways of processing and transforming knowledge (Kolb dalam, Abidin, 2011). Winkel (2004) juga berpendapat bahwa gaya belajar adalah cara belajar yang khas bagi siswa. Nasution (2008) gaya belajar atau learning style siswa yaitu cara siswa bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam proses belajar. Terakhir adalah gaya belajar menurut DePorter (2011) bahwa gaya belajar seseorang adalah kombinasi bagaimana seseorang menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Gaya belajar juga dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi menjadi lebih mudah (DePorter, 2011). Gaya belajar pada penelitian ini adalah gaya belajar DePorter (VAK), dari teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini maka dalam penentuan gaya belajar akan dilihat dari bagaimana siswa menyerap informasi dengan mudah dan bagaimana siswa mengolah informasi. Gaya belajar berperan penting dalam keberhasilan siswa, hal tersebut dikarenakan terdapat hubungan antara gaya belajar dengan prestasi belajar (Abidin, dkk, 2011). Pemahaman gaya belajar siswa tentunya memiliki manfaatmanfaat yang baik, salah satunya yang dikemukakan oleh Nasution (2008) menyatakan bahwa berbagai macam metode mengajar telah banyak diterapkan dan diujicobakan kepada siswa untuk memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. Kenyataannya tidak ada satu metode mengajar yang lebih baik daripada metode mengajar yang lain. Jika berbagai metode mengajar telah ditetapkan dan tidak menunjukkan hasil yang diharapkan, maka alternatif lain yang dapat dilakukan oleh guru secara individual dalam proses pembelajaran yaitu atas dasar pemahaman terhadap gaya belajar siswa. Setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Pengenalan gaya belajar sangat penting. Rita Dunn (dalam DePorter, 2011) menyebutkan banyak variabel yang mempengaruhi gaya belajar seseorang yang meliputi; Keadaan fisik, emosional, sosiologis dan lingkungan. Banyak peneliti gaya belajar telah menemukan berbagai cara guna mengatasi gaya belajar seseorang. Meskipun masing-masing menggunakan istilah yang berbeda-beda dan cara yang berbeda pula, namun telah disepakati
4 8 secara umum ada dua kategori utama. Pertama adalah cara menyerap informasi degan mudah (modalitas) dan yang kedua adalah cara mengatur dan mengolah informasi yang didapat (dominasi otak) (DePorter, 2011). 2. Gaya Belajar menurut DePorter (VAK) DePorter (2011) membagi gaya belajar berdasarkan bagaimana seseorang menyerap informasi dengan mudah (modalitas) dan bagaimana seseorang mengolah informasi (dominasi otak) menjadi tiga kelompok, yaitu : gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestetik. Pelajar visual belajar melalui apa yang dilihat, pelajar auditorial melakukannya melalui apa yang didengar dan pelajar kinestetik belajar lewat gerak dan sentuhan. Semua orang belajar menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, namun kebanyakan lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya (DePorter, 2011). Grinder (dalam DePoter, 2011) mencatat duapuluh dua dari tigapuluh siswa mampu belajar secara efektif dengan cara visual, auditorial dan kinestetik sehingga tidak memerlukan perhatian khusus, namun enam siswa lainnya memilih satu cara yang lebih menonjol dari modalitas yang mereka punya, sehingga mereka harus bekerja keras untuk memahami perintah, kecuali jika ada perhatian khusus. Bagi siswa-siswa ini mengetahui gaya belajar berarti perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan. Dua siswa lainnya mempunyai kesulitan belajar karena sebab eksternal. Meskipun gaya belajar terbagi menjadi tiga, bukan berarti bahwa seseorang hanya memiliki satu karakteristik gaya belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik gaya belajar yang lain (DePorter, 2011). DePorter (2011) menyebutkan ciri-ciri siswa yang memiliki gaya belajar visual dan auditorial sebagai berikut : a. Gaya Belajar Visual Gaya belajar visual adalah cara mudah belajar dengan penghliatan (DePorter, 2011). Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar visual menurut DePorter adalah sebagai berikut: Rapi dan teratur; Berbicara dengan cepat; Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik; Teliti terhadap detail; Mementingkan penampilan baik dalam hal pakaian maupun presentasi; Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pemikiran mereka; Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar; Mengingat dengan asosiasi visual; Tidak terganggu dengan keributan; Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering kali minta bantuan orang untuk mengulanginya; Pembaca cepat dan tekun; Lebih suka membaca daripada
5 9 dibaacakan; Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek; Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat; Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain; Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak; Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato; Lebih suka seni daripada musik; Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan tetapi tidak pndai memillih kata-kata; Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan. b. Gaya Belajar Auditorial Gaya belajar auditori adalah cara mudah belajar dengan pendengaran (DePorter, 2011). Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar auditorial menurut DePorter adalah sebagai berikut: Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja; Mudah terganggu oleh keributan; Menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca; Senang membaca dengan keras dan mendengarkan; Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada birama dan warna suara; Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita; Berbicara dalam irama yang terpola; Biasanya pembicara yang fasih; Lebih suka musik daripada seni; Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat; Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu yang panjang lebar; Mempunyai masalah dengan pekerjaanpekerjaan yang melibatkan visualisasi seperti memotong bagianbagian hingga sesuai satu sama lain; Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya; Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik. c. Gaya Belajar Kinestetik Gaya belajar kinestetik adalah cara mudah belajar dengan garak dan sentuhan (DePorter, 2011). Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar kinestetik menurut DePorter adalah sebagai berikut: Berbicara dengan perlahan; Menanggapi perhatian fisik; Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka; Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang; Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak; Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar; Belajar melalui manipulasi dan praktik; Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca; Banyak menggunakan isyarat tubuh; Tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama; Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu; Menggunakan kata-kata yang
6 10 mengandung aksi; Menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca; Kemungkinan tulisannya jelek; Ingin melakukan segala sesuatu; Menyukai permainan yang menyibukkan. C. Penelitian Relevan Beberapa penelitian terdahulu yang relevan mengenai gaya belajar yang menjadi dasar pada latar belakang penelitian selain studi pendahuluan yang dilakukan, antara lain: Hatajulu (2007) dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Siswa Sekolah Dasar Kecamatan Pangaribuan., menunjukkan hasil terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi hasil belajar matematika siswa. Hal serupa dilakukan oleh Darmadi (2009) dengan judul Pengaruh Pemanfaatan Power Point dalam Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Matematika Tingkat Sekolah Dasar Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa, menunjukkan gaya belajar siswa mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa dan prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dan kinestetik. Berbeda dengan Zainudin (2012) dengan judul Eksperimentasi Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Pendekatan Pembelajaran Inkuiri pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Se-Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2011/2012 menunjukkan hasil Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tipe gaya belajar auditori lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai tipe gaya belajar visual maupun kinestetik. Tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mempunyai tipe gaya belajar visual dan siswa yang mempunyai tipe gaya belajar kinestetik. Gaya belajar juga ditentukan oleh gender atau jenis kelamin seseorang, seperti hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Hamil dalam Konak (2001) yang berjudul Review of Gender Differences In learning Style: Suggestions For STEM Education menjelaskan bahwa, male and female have different learning preferences. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat prefrensi gaya belajar siswa laki laki dan perempuan berbeda. Menurut penelitian Abdul Wahhab, dkk (2012) yang berjudul Student s Ability in Solving Mathematics Problem Viewed From Learning Style and Gender menyebutkan bahwa terdapat perbedaan gaya belajar antara siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki lebih cenderung mamiliki gaya belajar visual, sedangkan siswa perempuan memiliki gaya belajar auditorial, berdasarkan beberapa hasil yang berbeda yang menunjukkan adanya perbedaan gaya belajar antara individu dengan indivdu yang lain dan setiap individu juga memiliki hasil belajar matematika yang berbeda pula, maka
7 11 akan dilakukan penelitian dengan judul Perbedaan Hasil Belajar Matematika berdasarkan Gaya Belajar Siswa. D. Kerangka Berpikir Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, faktor-faktor tersebut kadang mendukung belajar siswa namun juga terkadang menghambat belajar siswa. Gaya belajar merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi hasil belajar. Kerangka berfikir dalam penelitian ini adalah, siswa belajar sesuai gaya belajar mereka melalui serangkaian proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Siswa dikelompokkan dalam kelompok gaya belajar visual, kelompok gaya belajar auditorial dan kelompok gaya belajar kinestetik, pembagian kelompok tersebut berdasarkan bagaimana siswa belajar yaitu bagaimana siswa menyerap dan mengatur serta mengolah informasi yang mereka dapat (DePorter, 2011), dari proses yang dilalui siswa tentunya siswa memperoleh hasil belajar mereka. Hasil belajar matematika berdasarkan gaya belajar inilah yang nantinya akan diuji. Alur sederhana pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut: Proses Belajar Mengajar Faktor yang mempengaruhi hasil belajar Faktor Eksternal Faktor Internal a. Keluarga b. Sekolah c. Masyarakat Gaya belajar (x): a. Gaya belajar visual b. Gaya belajar auditorial c. Gaya belajar kinestetik Hasil belajar matematika (y) yang berbeda-beda Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
8 E. Hipotesis Penelitian Adapun hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah: Ada perbedaan hasil belajar matematika berdasarkan gaya belajarnya siswa kelas X SMA Kristen Widya Wacana Purwodadi. 12
BAB II LANDASAN TEORI. Slameto (2010:2), bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Belajar 2.1.1 Pengertian Belajar Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat dilakukan di mana-mana, seperti di rumah ataupun di lingkungan masyarakat. Menurut
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF
291 PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF Ibnu R. Khoeron 1, Nana Sumarna 2, Tatang Permana 3 Departemen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Nasution (2008: 93) mengemukakan bahwa gaya belajar atau learning style
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gaya Belajar Nasution (2008: 93) mengemukakan bahwa gaya belajar atau learning style siswa yaitu cara ia bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam
TINJAUAN PUSTAKA. seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gaya Belajar Gaya Belajar adalah cara atau pendekatan yang berbeda yang dilakukan oleh seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia pendidikan, istilah gaya
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Belajar Secara psikologis belajar adalah suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi
BAB II KAJIAN TEORITIK
8 BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Pemodelan Matematika Model sebagai kata benda dalam kamus besar bahasa indonesia merupakan pola dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan.
BAB II KAJIAN TEORITIK. a. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita
8 BAB II KAJIAN TEORITIK 1. Deskripsi Konseptual a. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Analisis kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika perlu dilakukan, agar kesalahan-kesalahan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Gaya Belajar 1.1 Defenisi Menurut Winardi A (2008) Gaya belajar adalah cara yang digunakan seseorang dalam menyerap informasi baru dan sulit, bagaimana mereka berkosentrasi, memperoses
Universitas Negeri Malang
LANDASAN TEORETIK-KONSEPTUAL Pemanfaatan Multimedia dalam pembelajaran Nyoman S. Degeng Teknolog Pembelajaran Universitas Negeri Malang Kita ada di mana sekarang????????????? Era pertanian Era industri
PEDOMAN OBSERVASI GAYA BELAJAR. Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Instrumen dan Media Bimbingan Konseling
PEDOMAN OBSERVASI GAYA BELAJAR Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Instrumen dan Media Bimbingan Konseling Dosen Pengampu: Prof. Dr. Edi Purwanta, M.Pd Dr. Ali Muhtadi, M.Pd Oleh: DESY
BAB II KAJIAN PUSTAKA. siswa. Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Gaya Belajar 2.1.1 Pengertian Gaya Belajar Gaya belajar menurut Winkel (2005) adalah cara belajar yang khas bagi siswa. Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap
Available online at Jurnal KOPASTA. Jurnal KOPASTA, 2 (2), (2015) 13-17
82 Available online at www.journal.unrika.ac.id Jurnal KOPASTA Jurnal KOPASTA, 2 (2), (2015) 13-17 Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Junierissa Marpaung* Division of Counseling and
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 Belajar dan Tipe Belajar 1.1 Defenisi Belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam
Belajar yang Efektif dan Kreatif
Belajar yang Efektif dan Kreatif http://staff.uny.ac.id/dosen/agus-triyanto-mpd Pertanyaan-Pertanyaan Apa yang Anda harapkan sebelum memasuki SMKN 6 Yogyakarta? Apakah harapan Anda sudah sebagian atau
BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan
7 BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Proses berpikir kreatif berhubungan erat dengan kreativitas. Munandar (2009), kreativitas merupakan kemampuan umum
MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan
MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 disebutkan bahwa
MODALITAS BELAJAR. Nama : Faridatul Fitria NIM : Prodi/SMT : PGMI A1/ V. : Ringkasan :
1 MODALITAS BELAJAR Nama : Faridatul Fitria NIM : 152071200008 Prodi/SMT : PGMI A1/ V Email Ringkasan : : [email protected] Artikel ini membahas tentang modalitas belajar. Definisi model belajar
Kelas 4 SDN 1 Selodoko. LAMPIRAN 1 Daftar Siswa SDN 1 Selodoko Kelas 3 SDN 1 Selodoko
LAMPIRAN 1 Daftar Siswa SDN 1 Selodoko Kelas 3 SDN 1 Selodoko No. Kode Nama 1 A1 2 A2 3 A3 4 A4 5 A5 6 A6 7 A7 8 A8 9 A9 10 A10 11 A11 12 A12 13 A13 14 A14 15 A15 16 A16 17 A17 18 A18 19 A19 20 A20 21
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Sailatul Ilmiyah 1, Masriyah 2 Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabaya email : [email protected]
BAB II GAYA BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR
19 BAB II GAYA BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR A. Gaya Belajar 1. Pengertian Gaya Belajar Gaya adalah sikap, tingkah laku, ragam dan cara melakukan. 1 Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR (VISUAL, AUDITORIAL, KINESTETIK) MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS BUNG HATTA
JPPM Vol. 10 No. 2 (2017) IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR (VISUAL, AUDITORIAL, KINESTETIK) MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS BUNG HATTA Yusri Wahyuni Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bung Hatta
PERBEDAAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
PERBEDAAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Perbedaan Tingkat Prestasi... (Pertiwi) 1 THE COMPARATIVE OF LEARNING ACHIEVEMENT REVIEW FROM LEARNING STYLE
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Belajar 1.1. Definisi Belajar Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
This study entitled "Analysis of Student Learning Styles And Regular Featured In SMP N 2 Bangkinang"
This study entitled "Analysis of Student Learning Styles And Regular Featured In SMP N 2 Bangkinang" Guslaini) Elni Yakub 2) Prof. Dr. H. Zulfan Saam, Ms)Email:[email protected] 1)Mahasiswa Pendidikan
BAB II KAJIAN TEORITIK
6 BAB II KAJIAN TEORITIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Abstraksi Menurut Grey & Tall (2007) abstraction mempunyai dua arti, pertama sebagai proses melukiskan suatu situasi, dan kedua merupakan konsep
ABSENSI SISWA DAFTAR ABSEN XI IPS-4 DAFTAR ABSEN KELAS XI IPS-3
ABSENSI SISWA DAFTAR ABSEN KELAS XI IPS-3 DAFTAR ABSEN XI IPS-4 No Kode Nama 1 A01 2 A02 3 A03 4 A04 5 A05 6 A06 7 A07 8 A08 9 A09 10 A10 11 A11 12 A12 13 A13 14 A14 15 A15 16 A16 17 A17 18 A18 19 A19
KARAKTERISTIK DAN PERILAKU AWAL SISWA. Langkah-langkah sistematis pembelajaran secara keseluruhan terdiri dari:
KARAKTERISTIK DAN PERILAKU AWAL SISWA Dina Amelia 702011094 Mario da Costa 702011901 A. ANALISIS PEMBELAJARAN Analisis pembelajaran adalah: langkah awal yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembelajaran.
BAB II KAJIAN TEORITIK
BAB II KAJIAN TEORITIK A. Kemampuan Pemecahan Masalah Masalah pada umumnya merupakan sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Siswono (dalam Ilmiyah dan Masriyah: 2013) mengemukakan bahwa masalah
Cara setiap siswa untuk berkonsentrasi, memproses dan menyimpan informasi yang baru dan sulit
PENDAHULUAN 1 Cara setiap siswa untuk berkonsentrasi, memproses dan menyimpan informasi yang baru dan sulit 2 Setiap siswa memproses informasi secara berbeda Jika guru hanya menggunakan satu gaya belajar
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin disibel yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kedisiplinan 2.1.1 Pengertian Disiplin Belajar Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin disibel yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut
individu dengan lingkungannya (Sugihartono, 2007: 74).
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi teori 1. Prestasi belajar listrik otomotif a. Pengertian prestasi belajar Belajar merupakan hal terpenting yang harus dilakukan manusia untuk menghadapi perubahan lingkungan
KUESIONER PENELITIAN. Gambaran Gaya Belajar Dan Indeks Prestasi Mahasiswa Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung Dumai
KUESIONER PENELITIAN Gambaran Gaya Belajar Dan Indeks Prestasi Mahasiswa Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung Dumai A. Isi lah kolom dibawah ini dengan menggunakan tanda ceklist ( ) Inisial : NIM : Semester
BY: METTY VERASARI MENGENAL TIPE BELAJAR ANAK (AUDITORY, VISUAL, & KINESTETIK)
BY: METTY VERASARI MENGENAL TIPE BELAJAR ANAK (AUDITORY, VISUAL, & KINESTETIK) MENGAPA PERLU IDENTIFIKASI BELAJAR ANAK??? Dengan mengenali gaya belajar anak maka : 1. Menciptakan cara belajar yang menyenangkan
Jurnal Akademis dan Gagasan matematika Edisi Ke Dua Tahun 2015 Halaman 45 hingga 53
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TPS (THINK- PAIR-SHARE) DENGAN MEDIA PAPAN TEMPEL DAN ULAR TANGGA YANG DIPENGARUHI OLEH GAYA BELAJAR Alfian Nur Ubay 1, Wagino, dan Ridam Dwi Laksono 3 1,,3 Prodi Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3. Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan,
PEMETAAN TINGKAT BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMECAHAN MASALAH SOAL ANALISIS REAL 2 DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
PEMETAAN TINGKAT BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMECAHAN MASALAH SOAL ANALISIS REAL 2 DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Hidayatulloh Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Pringsewu
DASAR PSIKOLOGIS dalam PEMBELAJARAN
Disampaikan pada Pelatihan Pembelajaran dan Pengembangan Media Bagi Guru Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI), 2013 DASAR PSIKOLOGIS dalam PEMBELAJARAN Aini Mahabbati PLB FIP UNY Email : [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian komparatif dan bersifat ex post facto, karena variabel gaya belajar telah ada di dalam diri siswa, penelitian ini
LAMPIRAN A. Angket Penelitian
LAMPIRAN A Angket Penelitian PENILAIAN GAYA BELAJAR VISUAL-AUDITORIAL-KINESTETIK Identitas Responden Nama : Kelas : Petunjuk 1. Perhatikan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan rumpun mata
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori Untuk memudahkan pemahaman, perlu dijelaskan beberapa teori terkait penelitian ini yang berjudul: Gaya Belajar Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan (Wawancara
BAB II KAJIAN TEORI. 1. Kemampuan Representasi Matematis. a) Pengertian Kemampuan Representasi Matematis
BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Representasi Matematis a) Pengertian Kemampuan Representasi Matematis Menurut NCTM (2000) representasi adalah konfigurasi atau sejenisnya yang berkorespondensi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan Kelas XI
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka 1. Kajian tentang Belajar a. Pengertian Belajar Belajar merupakan hal terpenting yang harus dilakukan manusia untuk menghadapi perubahan lingkungan yang senantiasa
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif adalah suatu
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP YAPIS MANOKWARI
Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP YAPIS MANOKWARI Nurhasanah 1 Universitas Papua 1 [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. ditentukan oleh bagaimana kebiasaan belajar peserta didik. Segala bentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perilaku belajar merupakan kebiasaan belajar yang dilakukan oleh individu secara berulang-ulang sehingga menjadi otomatis atau berlangsung secara spontan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA. a. Pengertian Pembelajaran Langsung
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kajian Pembelajaran Langsung a. Pengertian Pembelajaran Langsung Menurut Arends (1997) model pengajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan hasil belajar ditunjukkan dalam bentuk berubah pengetahuannya,
TINJAUAN PUSTAKA. Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid
10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gaya Belajar (Learning Styles) Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 2 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2015/2016
ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2, No. 3, September - Desember 2016 STKIP PGRI Banjarmasin PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam perkembangan suatu negara. Dengan pendidikan yang lebih baik akan mengarah pada perkembangan suatu negara yang
FORUM DIKLAT Vol 13 No. 03 MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK AGAR PEMBELAJARAN MENJADI DINAMIS DAN DEMOKRATIS. Oleh : M. Hasan Syukur, ST *)
MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK AGAR PEMBELAJARAN MENJADI DINAMIS DAN DEMOKRATIS Oleh : M. Hasan Syukur, ST *) Setiap insan manusia adalah unik. Artinya setiap individu pasti memiliki perbedaan antara
II. TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti dapat membawa hasil atau
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti dapat membawa hasil atau berdaya guna. Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan
PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL DAN AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 4 KOTA PROBOLINGGO
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS (JPPI) Volume 10 No 1 (2016) 90-100 ISSN (Print) : 1858-4985 http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/jppi PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL DAN AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SKRIPSI Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana S-1 Disusun oleh : TRI WULANDARI F 100 030 247 FAKULTAS PSIKOLOGI
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar Pengertian prestasi belajar menurut Slameto (2003: 10) yaitu sebagai suatu perubahan yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar. Perubahan ini meliputi
Ghufron dan Risnawita (2010: 38-39) menjelaskan bahwa:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap individu itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Apabila kekurangan itu dapat diterima sebagaimana adanya, sementara kelebihannya diperhatikan
BAB II KAJIAN TEORI. mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses
BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoretis 1. Hasil Belajar Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai, yaitu perubahan yang menjadi semakin baik setelah melaksanakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan mempunyai pengaruh yang dinamis dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai pengaruh yang dinamis dalam kehidupan manusia di masa depan, dengan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki seseorang secara optimal,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring majunya perkembangan jaman, pendidikan sangat penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring majunya perkembangan jaman, pendidikan sangat penting dalam mengembangkan kehidupan manusia, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KAJIAN TEORI 1. Hakekat Belajar. a. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Segala sesuatu untuk meraih kesuksesan memerlukan proses dan proses yang terjadi disebut proses belajar (Slameto 2010: 1). Menurut Mahmud (2010: 61), belajar
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. kearah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2004:37) belajar merupakan
8 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Makna Belajar Belajar merupakan proses perkembangan yang dialami oleh siswa menuju kearah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2004:37) belajar merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN. diberikan. Setiap anak merupakan individu yang unik, dimana masing-masing dari. menceritakan hal tersebut dengan cara yang sama.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap manusia membutuhkan pendidikan dan sekaligus pembelajaran. Pendidikan dan pembelajaran dapat diberikan sejak anak masih kecil sampai anak menjadi dewasa.
BAB II KAJIAN TEORITIS
5 BAB II KAJIAN TEORITIS A. Kajian Teori Kesadaran perlunya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran didasarkan adanya kenyataan bahwa siswa sebagian besar tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka
GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TAHUN PERTAMA DI JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNP
GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TAHUN PERTAMA DI JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNP Relsas Yogica 14, Fatma Rahmadhani 15 Abstrak. Pada saat awal perkuliahan salah satu hal yang harus dipahami oleh seorang
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Hidayah Ansori, Rezqy Amalia
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Hidayah Ansori, Rezqy Amalia Pendidikan Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Jl.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil akhir baik berupa perilaku, maupun pengetahuan (kognitif) yang terjadi setelah proses pembelajaran dalam rangka memperoleh suatu pengetahuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lingkungannya (Slameto, 2010). Menurut Gredler dalam Aunurrahman. sebelumnya tidak mengetahui sesuatu menjadi mengetahui.
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Hakikat Belajar dan Pembelajaran Belajarmerupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
BAB I PENDAHULUAN. berpikir yang melibatkan berpikir konkret (faktual) hingga berpikir abstrak tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan bagi kehidupan manusia diera global seperti saat ini menjadi kebutuhan yang amat menentukan bagi masa depan seseorang dalam kehidupannya, yang menuntut
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Inkuiri Terbimbing Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering digunakan oleh para guru. Khususnya pembelajaran biologi, ini disebabkan karena kesesuaian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori Pada sub bab ini, peneliti akan membahas mengenai teori - teori yang berkaitan dengan variabel yang sudah ditentukan. Adapaun teori yang berkaitan dengan variabel
JUDUL : Pembelajaran Dengan Multimedia
JUDUL : Pembelajaran Dengan Multimedia Kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah nafas kehidupan dari sebuah lembaga pendidikan. Dapatkan saudara membayangkan sebuah universitas tanpa adanya kegiatan
Basic Quantum Teaching & Accelerated Learning
Basic Quantum Teaching & Accelerated Learning Insight Institute Memulai Pengajaran/ pelatihan Kunci Mulailah tepat waktu Perlakuan dengan semua audience Membangun Hubungan baik Bangun kredibilitas anda.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KAJIAN TEORI 1. Keaktifan Belajar a. Pengertian Keaktifan Belajar Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreatifitas siswa melalui berbagai interaksi
Strategi Dan Ciri Pengajaran Dalam Menghadapi Perbedaan Modalitas Belajar Dan Peran Utama Guru Dalam Inovasi Pembelajaran
1 Strategi Dan Ciri Pengajaran Dalam Menghadapi Perbedaan Modalitas Belajar Dan Peran Utama Guru Dalam Inovasi Pembelajaran Nama : Dinatus Solichah NIM : 152071200011 Prodi/SMT : PGMI A1/V Email : [email protected]
BAB II KAJIAN TEORI. A. Kerangka Teoretis. 1. Hasil Belajar. a. Pengertian Hasil Belajar
BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoretis 1. Hasil Belajar a. Pengertian Hasil Belajar Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran Matematika 2.1.1.1 Pengertian Matematika Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif, menurut Sudijono (2010) penelitian komparatif adalah salah satu teknik analisis statistik yang dapat
II. TINJAUAN PUSTAKA. perubahan tingkah laku pada diri sendiri berkat pengalaman dan latihan.
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Picture and Picture Belajar merupakan proses perkembangan yang dialami oleh siswa menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2004:37) belajar merupakan
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. perlu dilakukan usaha atau tindakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hamalik
8 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2..1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hasil Belajar Untuk dapat menentukan tercapai tidaknya tujuan pendidikan dan pengajaran perlu dilakukan usaha atau tindakan untuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar Aunurrahman ( 2012 : 35 ) belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
II. TINJAUAN PUSTAKA. adalah teori belajar behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Teori Belajar Terdapat tiga kategori utama yang berkaitan dengan teori belajar, diantaranya adalah teori belajar behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme.
BAB I PENDAHULUAN. pada subyek didik setelah mengalami proses pendidikan. Perubahan-perubahan itu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih
BAB I PENDAHULUAN. Di era informasi instan dewasa ini, setiap masyarakat membutuhkan informasi,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era informasi instan dewasa ini, setiap masyarakat membutuhkan informasi, baik informasi yang berupa ilmu pengetahuan umum, teknologi, maupun yang lainnya.
