Tekanan Osmosis Membran Eritrosit Sapi Bali Jantan
|
|
|
- Irwan Atmadjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Tekanan Osmosis Membran Eritrosit Sapi Bali Jantan ERYTHROCYTE MEMBRANE OSMOSIS PRESSURE ON MALES BALI CATTLE Ardi Apriandi 1), Siswanto 2), I Nyoman Sulabda 2) 1 Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan, 2 Laboratorium Fisiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Jalan PB. Sudirman, Denpasar, Bali; Telp/Fax : ( ) [email protected] ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui Tekanan Osmosis Membran Eritrosit Sapi Bali Jantan. Materi yang digunakan yaitu 30 ekor sapi dewasa ( kondisi klinis sehat, tanpa memperhatikan asal, dan pakan yang diberikan) yang disembelih di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar. Metode penentuan tekanan osmosis yang dipakai menggunakan metode Swenson (2005), 2 ml darah sapi (diambil dari vena jugularis/saat disembelih), ditaruh dalam tabung reaksi yang telah diisi antikoagulan EDTA (Ethilyne Diamine Tetra Acetic). Kemudian disimpan dalam termos dingin dan segera diuji di laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa tekanan osmosis membran eritrosit darah sapi bali sebagai berikut : hemolisis awal terjadi pada rata-rata 0,94 Osm/L (± 0.06) dengan rentang 0,85 Osm/L 1,03 Osm/L. Rataan total hemolisis 0,51 Osm/L (± 0,037) dengan rentang 0,51 Osm/L-0,60 Osm/L. Kata Kunci :Tekanan osmosis, eritrosit, sapi bali. ABSTRACT The purpose of research to determine erythrocyte membrane osmosis pressure in bali cattle. The materials used were 30 adult cows (healthy clinical condition, regardless of origin, and the feed given) were slaughtered in Abattoirs Pesanggaran, Denpasar. The method of determining the osmotic pressure used method Swenson (2005), 2 ml of cow blood (taken from jugular vein / when slaughtered), placed in a test tube which has been filled anticoagulant EDTA (Ethilyne Diamine Tetra Acetic). Then stored in a cold thermos and immediately tested in the laboratory. The results showed that the osmotic pressure of the blood erythrocyte membrane bali cattle as follows: initial hemolysis occurred at an average of 0,94 Osm/L (± 0:06) with a range of 0,85 Osm/L-1,03 Osm/L. Mean total hemolysis 0,51 Osm/L (± 0.037) with a range of 0,51 Osm/L-0,60 Osm/L. Keywords : Osmosis pressure, erythrocytes, bali cattle. 9
2 PENDAHULUAN Sebagai hewan yang diunggulkan, sapi bali mempunyai nilai mutu yang tinggi, dan nilai mutu ini ditentukan oleh faktor fisik dan genetik (Ismed, 1990). Faktor genetik menentukan fisiologis sapi itu sendiri. Nilai fisiologis dapat dilihat dari profil darahnya, misalnya jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokritnya (Siswanto, 2011). Status kesehatan hewan dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratoris. Pemeriksaan laboratoris sangat penting dan berperan dalam membantu menetapkan diagnosis suatu penyakit. Oleh karena itu, dewasa ini kebutuhan pemeriksaan laboratoris terhadap material yang berasal dari hewan sakit atau diduga sakit sudah menjadi keharusan (Dharmawan, 2002). Pemeriksaan hematologi sering digunakan untuk mengetahui kelainan darah pada hewan dan manusia. Pemeriksaan darah pada hewan meliputi antara lain PCV (pocket cell volume), kadar Hemoglobin, pemeriksaan eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (keping darah) (Kerr, 2002). Salah satu pemeriksaan eritrosit adalah uji tekanan osmosis membran eritosit. Pentingnya mengetahui tekanan osmosis membran eritrosit adalah berkaitan dengan therapy infuse pada hewan apabila diperlukan pada hewan yang sakit (misalnya kekurangan cairan). Tekanan osmosis juga dapat digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya hemolisis, adapun data tentang tekanan osmosis membran eritrosit sapi bali belum banyak di teliti dan dipublikasikan. Oleh karenanya penting kiranya untuk dilakukan penelitian tentang tekanan osmosis membran eritrosit darah sapi bali jantan, sehingga akan diketahui dan dipelajari berapa besar tekanan osmosis membran eritrosit pada sapi bali jantan tersebut. Dari data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan informasi data fisiologis tentang tekanan osmosis membran eritrosit darah sapi bali jantan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan 30 sampel darah sapi bali jantan yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah larutan NaCl 5%, EDTA (Ethilyne Diamine Tetra Acetic), dan aquades. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabung reaksi dan raknya, pipet ukur kapasitas 1 ml dan 5 ml, termos/ cold box, labu ukur kapasitas 100 ml dan pipet tetes (dropper disposable pipet). 10
3 Metode penentuan hemolisis merujuk pada Swenson (2005) yaitu dengan cara mengambil 2 ml darah yang baru keluar dari luka pemotongan dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang mengandung EDTA (Ethilyne Diamine Tetra Acetic) sebagai antikoagulan, dalam hal ini darah diambil dari sapi bali jantan. Kemudian dibolak-balik agar tidak menggumpal, selanjutnya dimasukkan ke dalam termos dingin, dan segera dibawa ke laboratorium untuk ditentukan hemolisisnya dan total hemolisis dengan menggunakan seri larutan NaCl. Prosedur penentuan hemolisis yaitu diambil larutan NaCl 5% berturut-turut sebanyak 0,9 ml; 0,85 ml; 0,8 ml; 0,75mL; 0,7 ml; 0,65 ml; 0,6 ml; 0,55 ml; 0,5 ml; 0,45 ml; 0,4 ml; 0,35 ml; dan 0,3 ml, masing-masing dimasukkan ke dalam seri tabung reaksi. Kemudian ditambahkan aquades ke masing-masing tabung tersebut sampai volumenya 5 ml. Dengan demikian akan diperoleh larutan NaCl dengan kadar 0,9%; 0,85%; 0,8%; 0,75%; 0,7% 0,65%; 0,6%; 0,55%; 0,5%; 0,45%; 0,4%; 0,35%; dan 0,3%. Langkah berikutnya adalah menambahkan lima tetes darah sapi bali jantan ke dalam masing-masing tabung tersebut dengan menggunakan pipet tetes lalu dibolak-balik agar bercampur secara merata. Kemudian ditaruh pada rak tabung ditunggu sampai tiga jam untuk menunggu terjadinya proses hemolisis. Pengamatan hemolisis dilakukan pada lapis bagian atas (cincin plasma), bila bagian plasma berwarna merah berarti eritrosit telah mengalami hemolisis. Titik fragilitas eritrosit (initial hemolisis) terlihat warna merah di bagian atas (plasma) pada urutan tabung yang paling pertama (kadar NaCl terbesar dalam seri larutan). Sedangkan bila pada tabung terbentuk warna merah jernih tanpa adanya endapan eritrosit, menunjukkan terjadinya pecah eritrosit secara keseluruhan (hemolisis total). Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis secara diskriptif dengan satuan tekanan osmosis menggunakan osmolar (Osm) (Urip, 2012). Untuk menentukan osmolar menggunakan rumus : Untuk mencari mole dengan rumus : 11
4 Solute : Berat mol NaCl = berat atom Na = 23 g/mole dan Cl = 35.5 g/mole Solvent : berat aquades = 100 ml = 0.1 L Contoh : Larutan 0.9% NaCl bila dikonversi ke dalam osmolar adalah sebagai berikut: /L HASIL Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai tekanan osmosis membran eritrosit sapi bali jantan di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar, didapatkan hasil bahwa hemolisis awal terjadi pada rata-rata 0,94 Osm/L (± 0,06) dengan rentang 0,85 Osm/L 1.03 Osm/L. Sedangkan total hemolisis pada rata-rata 0,51 Osm/L (± 0,037) dengan rentang 0,51 Osm/L-0,60 Osm/L. Gambar Uji Hemolisis dengan Konsentrasi 0.90 % % NaCl. 3 Keterangan : 1. Menunjukkan darah masih dalam larutan isotonis, sehingga tidak terjadi hemolisis. 2. Menunjukkan mulai terjadinya perubahan warna kemerahan pada plasma yang mengindikasikan hemolisis awal. 3. Menunjukkan terjadinya hemolisis total, terlihat dari larutan berwarna merah jernih dan dapat ditembus oleh cahaya 2 1 Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata awal hemolisis eritrosit sapi bali jantan adalah 0,94 Osm/L dan total hemolisis pada rata-rata 0,51 Osm/L, hasil tersebut bila dibandingkan dengan peneliti lain tidak jauh berbeda, seperti yang didapatkan Swenson (2005) bahwa tekanan osmosis membran eritrosit sapi jenis FH adalah 0,77 Osm/L terjadi initial hemolisis, dan pada 0,51 Osm/L terjadi hemolisis total. Sedang Toshiaki, M dan Yasushi I (1979) melaporkan 12
5 bahwa eritrosit sapi FH pada 0,60 Osm/L terjadi haemolisis total (100%) dan 0,77 Osm/L lisis 95 %, pada 0,85 Osm/L terjadi initial hemolisis. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan osmosis membran eritrosit secara fisiologis, menurut Swenson (2005) dan Adenkola (2011), status nutrisi, temperatur lingkungan, dan genetik dapat mempengaruhi tekanan osmosis membran eritrosit. Status nutrisi akan mempengaruhi komposisi penyusun membran eritrosit, seperti pendapat Tortora dan Graboeski (2006) bahwa penyusun eritrosit terdiri dari fosfolipid, glikolipid, kolesterol, dan protein (glikoprotein), dimana komponen tersebut sangat tergantung pada status nutrisi yang dikonsumsi oleh hewan. Negrete et al (1996) melaporkan bahwa makanan yang mengandung biji kapas dapat meningkatkan fragilitas eritrosit (menurunkan tekanan osmosis membran eritrosit). Keadaan lingkungan (misalnya suhu lingkungan), contohnya hewan onta di padang pasir akan mempunyai tekanan osmosis membran eritrosit lebih tinggi dari pada hewan yang hidup di daerah basah, ini terjadi karena pada tempat yang mempunyai temperatur tinggi, seekor hewan akan lebih banyak menghemat air tubuh dan sering kekurangan cairan. Akibatnya kekentalan darah akan meningkat, sehingga akan meningkatkan tekanan osmosis membran eritrosit, dan pada gilirannya akan menurunkan fragilitas eritrosit. Diperkuat oleh pendapat Oyewale, (1991) bahwa darah kambing pada daerah temperatur lingkungan yang tinggi dan ph asam menurunkan fragilitas eritrosit. Sementara itu Oyewale (1993) berpendapat bahwa penyimpanan darah domba dalam refrigator pada suhu 10 0 C selama 24 jam dapat meningkatkan tekanan osmosis membran eritrosit, dan penggunaan antikoagulan (EDTA = Ethyline Diamine Tetra Acetic) juga dapat meningkatkan tekanan osmosis membran eritrosit. Dikatakan juga bahwa penggaruh EDTA lebih besar dari pada heparin. Adanya perbedaan tekanan osmosis dinding ertrosit sapi Bali dengan jenis sapi lainnya adalah karena faktor ras, genetik, makanan dan daerah (lingkungan). SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara fisiologis titik fragilitas (hemolisis awal) terjadi pada rata-rata 0,94 Osm/L (± 0,06) dengan rentang 0,85 Osm/L 1,03 Osm/L dan total hemolisis pada rata-rata 0,51 Osm/L (± 0.37) dengan rentang 0,51 Osm/L-0,60 Osm/L. 13
6 SARAN Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang tekanan osmosis dinding eritrosit sapi bali yang dipelihara oleh masyarakat dengan metode spectrophotometer seperti yang dilakukan oleh Matsuzawa dan Ikarasi (1979) dan apabila melakukan infuse pada sapi bali jantan dapat dilakukan dengan konsentrasi larutan NaCl diatas 0.6% sampai 0.9% (1.03 Osm/L sampai 1.5 Osm/L). DAFTAR PUSTAKA Adenkola, A.Y., Agbendeh, J., Okpe, J (2011). Comparative Assessment of Erythrocyte Osmotic Fragility of Apperently Healthy Goat and Cattle During the Hot-Dry and Harmattan Season in Makurdi. Nigeria. Dharmawan, N. S. (2002). Pengantar Patologi Klinik Veteriner, Hematologi Klinik. Universitas Udayana. Denpasar. Ismed, P. (1990). Upaya Peningkatan Mutu Genetik Sapi Bali di P3 Bali. Kumpulan Makalah Utama dan Abstrak. Fapet, Unud. Denpasar. Kerr, M. G. (2002). Veterinary Laboratory Medicine Clinical Biochemistry and Haematology. Blackwell Scince Ltd. Oxford. London. Matsuzawa, T and Y. Ikarashi (1979). Haemolysis of Various Mammalian Erythrocyte in Sodium Chloride, Glucose and Phosphate-buffer Solutions. Laboratory Animals (1979) 13, Negrete, JC., HE Kiesling, TT. Ross, JF. Smith (1996). Effect of Whole Cottonseed on Serum Constituent, Fragility of Erythrocite Cells and Reproduction of Growing Holstein Heifers. Journal of Dairy Science. Vol : 79, Issue 11. Nop P. : Oyewale, JO (1991). Osmotic Fragility of Erythrocyte of West African Dwarf Sheep and Goats : Effect of Temperature and ph. Britist Veterinary Journal. Vol. 147, Issue 2, March-Aprile 1991, p Oyewale, JO (1993). Effect of Storage of Blood on the Osmotic Fragility of Mammalian Erythrocyte. Journal of Veterinary Medicine Series A, Vol. 40, p Siswanto. (2011). Gambaran Sel Darah Merah Sapi Bali (Studi Rumah Potong). Buletin Veteriner Udayana. Vol. 3 No. 2 Hal ISSN Denpasar. Swenson, M.J. (2005). Duke s Physiology of Domestic Animals. Comstock Pub., Asso. A Division of CornellUniv. Press Itacha and LA. 14
7 Torrtora, G. J and B. Derrickson Principles of Anatomy and physiology 11 th ed. New Jersey : Wiley Urip Perhitungan Molaritas Dan Molalitas Larutan Dari Massa Dan Densitas. Tanggal akses 15 desember 2012 pukul wita. 15
Hemolisis Eritrosit Babi Landrace Jantan yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar
Hemolisis Eritrosit Babi Landrace Jantan yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar HEMOLYSIS OF ERYTHROCYTES SWINE LANDRACE MALE WITH HOLDING IN RUMAH PEMOTONGAN HEWAN PESANGGARAN DENPASAR
IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Total Protein Darah Ayam Sentul
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Total Protein Darah Ayam Sentul Pengaruh tingkat energi protein dalam ransum terhadap total protein darah ayam Sentul dapat dilihat pada Tabel 6.
HASIL DAN PEMBAHASAN
28 IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengaruh Tingkat Energi Protein Ransum Berbeda Terhadap Total Protein Darah Ayam KUB Rataan total protein darah ayam kampung unggul Balitbangnak (KUB) pada penelitian ini
Waktu Retraksi Bekuan Darah pada Sapi Bali
Waktu Retraksi Bekuan Darah pada Sapi Bali BLOOD CLOT RETRACTION TIME IN BALI CATTLE Juli Yanti 1, Iwan Harjono Utama 2, Sri Kayati Widyastuti 3 1 Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan 2 Laboratorium
MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2012. Pemeliharaan burung merpati dilakukan di Sinar Sari, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Pengamatan profil darah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa plasma
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Pengertian darah Dalam system sirkulasi darah merupakan bagian penting yaitu dalam transport oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa
Kata kunci: Fascioliosis, total eritrosit, kadar hemoglobin,pakced cell voleme, Sapi Bali
ABSTRAK Fascioliosis pada sapi di Indonesia disebabkan oleh cacing Fasciola gigantica yang berpredileksi di saluran empedu dan hati. Infeksi cacing ini menyebabkan gangguan fungsi hati dan kerusakan saluran
ABSTRAK. Kata kunci : kambing kacang, eritrosit, Denpasar Barat
ABSTRAK Telah dilakukan penelitian pada 40 ekor kambing kacang betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi sel darah abnormal pada kambing kacang yang berada di Rumah Potong Kambing
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tubuh, membawa nutrisi, membersihkan metabolisme dan membawa zat antibodi
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Darah Darah dalam tubuh berfungsi untuk mensuplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh, membawa nutrisi, membersihkan metabolisme dan membawa zat antibodi (sistem
Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No.2. : ISSN : Agustus 2011 GAMBARAN SEL DARAH MERAH SAPI BALI (STUDI RUMAH POTONG)
GAMBARAN SEL DARAH MERAH SAPI BALI (STUDI RUMAH POTONG) (THE ERYTROCYTE PROFILE OF THE FEMALE BALI CATTLE) [SLOUGHTER HOUSE STUDY]) Siswanto Laboratorium Fisiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan,
GAMBARAN HEMATOLOGI DOMBA SELAMA TRANSPORTASI : PERAN MULTIVITAMIN DAN MENIRAN
Jurnal llmu Pertanian Indonesia, Desember 2010, hlm. 172-177 ISSN 0853-421 7 GAMBARAN HEMATOLOGI DOMBA SELAMA TRANSPORTASI : PERAN MULTIVITAMIN DAN MENIRAN (HEMATOLOGICAL CONDITION OF SHEEP DURING TRANSPORTATION
BAB I PENDAHULUAN. benar sehingga memberikan hasil yang teliti dan akurat dengan validasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemeriksaan hematologi merupakan pemeriksaan yang sering dilakukan disuatu laboratorium klinik. Pemeriksaan hematologi ini digunakan oleh klinisi sebagai dasar untuk
III. METODE 3.1. Waktu dan Tempat 3.2. Alat dan Bahan 3.3. Tahap Persiapan Hewan Percobaan Aklimatisasi Domba
17 III. METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama delapan bulan yang dimulai pada bulan Mei sampai dengan bulan Desember 2010. Penelitian dilakukan di kandang Mitra Maju yang beralamat
HASIL DAN PEMBAHASAN. ternak. Darah terdiri dari dua komponen berupa plasma darah dan bagian padat yang
26 IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi fisiologis ternak dapat diketahui melalui pengamatan nilai hematologi ternak. Darah terdiri dari dua komponen berupa plasma darah dan bagian padat yang mengandung butir-butir
PENDAHULUAN. Tingkat keperluan terhadap hasil produksi dan permintaan masyarakat berupa daging
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ayam lokal saat ini menjadi salah satu bahan pangan yang digemari masyarakat luas untuk dikonsumsi baik dalam bentuk telur maupun dagingnya. Tingkat keperluan terhadap
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran darah berupa jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, dan nilai hematokrit sapi perah FH umur satu sampai dua belas bulan ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3 Gambaran Eritrosit
BAB I PENDAHULUAN. laboratorium dituntut untuk memberikan hasil yang tepat, cepat dan akurat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laboratorium klinik merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pelayanan kesehatan karenamenempati posisi penting dalam diagnosis invitro. Hal ini beralasan,
Praktikum II UJI OKSIHEMOGLOBIN & DEOKSIHEMOGLOBIN
Praktikum II UJI OKSIHEMOGLOBIN & DEOKSIHEMOGLOBIN A. Tujuan Membuktikan hemoglobin dapat mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2) dan dapat terurai kembali menjadi O2 dan deoksihemoglobin. B.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH CARA WESTERGREN MENGGUNAKAN DARAH EDTA TANPA PENGENCERAN DENGAN CARA OTOMATIK
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH CARA WESTERGREN MENGGUNAKAN DARAH EDTA TANPA PENGENCERAN DENGAN CARA OTOMATIK Ardiya Garini Dosen Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Palembang ABSTRAK Laju
BAB 1 PENDAHULUAN. mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. Fungsi dari
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemeriksaan hematologi sangatlah penting dan sering diminta di beberapa laboratorium. Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Ternak Peralatan Prosedur
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Domba Indocement Citeureup, Bogor selama 10 minggu. Penelitian dilakukan pada awal bulan Agustus sampai pertengahan bulan Oktober
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Mei sampai dengan Juli 2016,
14 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Mei sampai dengan Juli 2016, pemeliharaan ayam broiler dilaksanakan selama 28 hari di Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PERSETUJUAN... HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI... ABSTRAK... ABSTRACK... v KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PERSETUJUAN... HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI... ABSTRAK... i ii iii iv ABSTRACK... v KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... vi vii ix DAFTAR SINGKATAN...
BAB I PENDAHULUAN. Tuak merupakan hasil sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tuak merupakan hasil sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren (Arenga pinnata) sejenis minuman yang merupakan hasil fermentasi dari bahan minuman/buah yang
BAB I PENDAHULUAN. Semakin tingginya tingkat pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin tingginya tingkat pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di era globalisasi menuntut penyedia
BAB III MATERI DAN METODE. Diponegoro, Semarang. Kegiatan penelitian berlangsung dari bulan Mei hingga
15 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian tentang komposisi kimiawi tubuh sapi Madura jantan yang diberi level pemberian pakan berbeda dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN BEBAS DAN F 2α -ISOPROSTAN PLASMA PACKED RED CELL SELAMA PENYIMPANAN DI BANK DARAH
Tesis KORELASI KADAR HEMOGLOBIN BEBAS DAN Oleh WINDA KOMALA BP. 1150307207 PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS 1 PATOLOGI KLINIK FK UNAND/RSUP Dr. M DJAMIL PADANG 2017 ii KORELASI KADAR HEMOGLOBIN BEBAS
MATERI DAN METODA Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Penelitian Hewan Percobaan Vaksin AI-ND Pakan Kandang dan Perlengkapannya
10 MATERI DAN METODA Waktu Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu FKH-IPB, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian
Apa itu Darah? Plasma Vs. serum
Anda pasti sudah sering mendengar istilah plasma dan serum, ketika sedang melakukan tes darah. Kedua cairan mungkin tampak membingungkan, karena mereka sangat mirip dan memiliki penampilan yang sama, yaitu,
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 di kandang peternak di
14 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 di kandang peternak di Desa Kedu Temanggung dan pada bulan April 2016 di kandang unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam system sirkulasi darah merupakan bagian penting yaitu dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Pengertian darah Dalam system sirkulasi darah merupakan bagian penting yaitu dalam transport oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2014 di kandang ayam petelur Varia Agung
III. BAHAN DAN METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada April 2014 di kandang ayam petelur Varia Agung Jaya Farm, Desa Varia Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung
Pengaruh Pemberian Susu Skim dengan Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Daya Tahan Hidup Spermatozoa Sapi pada Suhu Penyimpanan 5ºC
Sains Peternakan Vol. 9 (2), September 2011: 72-76 ISSN 1693-8828 Pengaruh Pemberian Susu Skim dengan Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Daya Tahan Hidup Spermatozoa Sapi pada Suhu Penyimpanan 5ºC Nilawati
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli Oktober Pembuatan ekstrak
20 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli Oktober 2009. Pembuatan ekstrak rimpang rumput teki dilakukan di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia,
Kualitas Daging Sapi Wagyu dan Daging Sapi Bali yang Disimpan pada Suhu - 19 o c
Kualitas Daging Sapi Wagyu dan Daging Sapi Bali yang Disimpan pada Suhu - 19 o c (THE QUALITY OF WAGYU BEEF AND BALI CATTLE BEEF DURING THE FROZEN STORAGE AT - 19 O C) Thea Sarassati 1, Kadek Karang Agustina
MATERI DAN METODA. Kandang dan Perlengkapannya Pada penelitian ini digunakan dua kandang litter sebesar 2x3 meter yang
11 MATERI DAN METODA Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni 2010 sampai dengan Juni 2011. Penelitian dilakukan di kandang FKH-IPB. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian Karya Tulis Ilmiah ini adalah penelitian analitik.
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian Karya Tulis Ilmiah ini adalah penelitian analitik. B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN 1. Tempat penelitian Tempat penelitian dilakukan dilaboraturium
PRAKTIKUM ISOLASI DNA DAN TEKNIK PCR
PRAKTIKUM ISOLASI DNA DAN TEKNIK PCR Tujuan: i) Mengerti metode umum mengisolasi DNA ii) Mengisolasi DNA dari buah dan sel-sel epithelial mulut iii) Mengerti dan mempraktek teknik PCR dengan sempel DNA
PERBEDAAN FRAGILITAS ERITROSIT ANTARA SUBYEK YANG JARANG DENGAN YANG SERING TERPAPAR SINAR MATAHARI
PERBEDAAN FRAGILITAS ERITROSIT ANTARA SUBYEK YANG JARANG DENGAN YANG SERING TERPAPAR SINAR MATAHARI ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk: memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk kepentingan klinik. Tujuan pemeriksaan labortorium klinik adalah untuk membantu menegakkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Darah merupakan salah satu komponen yang paling penting di dalam tubuh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Darah merupakan salah satu komponen yang paling penting di dalam tubuh manusia sebagai alat transportasi (Swastini dkk, 2016). Darah mempunyai dua komponen utama, plasma
BAB I PENDAHULUAN. Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk kepentingan klinik. Tujuan pemeriksaan laboratorium adalah untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil perhitungan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, nilai hematokrit, MCV, MCH, dan MCHC pada kerbau lumpur betina yang diperoleh dari rata-rata empat kerbau setiap
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI PERHITUNGAN JUMLAH ERITROSIT DARAH
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI PERHITUNGAN JUMLAH ERITROSIT DARAH Dosen Pengampu: Dr. drh. Heru Nurcahyo, M.Kes Disusun Oleh : Nama: Sofyan Dwi Nugroho NIM : 16708251021 Prodi : Pendidikana IPA PRODI
3. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian 3.2. Hewan Coba dan Pemeliharaannya 3.3. Alat dan Bahan
19 3. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan Juni 2010 di Kandang Unit Hewan Laboratorium, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Selama proses pencernaan, karbohidrat akan dipecah dan diserap di dinding
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Glukosa Karbohidrat merupakan salah satu senyawa yang penting dalam tubuh manusia. Senyawa ini memiliki peran struktural dan metabolik yang penting. 10 Selama proses pencernaan,
Tujuan Praktikum Menentukan waktu beku darah (waktu koagulasi darah) dari seekor hewan/manusia.
A. WAKTU BEKU DARAH Tujuan Praktikum Menentukan waktu beku darah (waktu koagulasi darah) dari seekor hewan/manusia. Prinsip Darah yang keluar dari pembuluh darah akan berubah sifatnya, ialah dari sifat
HASIL DAN PEMBAHASAN
16 HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah Eritrosit (Sel Darah Merah) Profil parameter eritrosit yang meliputi jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, dan nilai hematokrit kucing kampung (Felis domestica) ditampilkan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2015.
19 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2015. Penginduksian zat karsinogen dan pemberian taurin kepada hewan uji dilaksanakan di
SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 1 Maret PROFIL DARAH KAMBING JAWARANDU PENGARUH SUBTITUSI ARAS DAUN PEPAYA (Carica Papaya Leaf)
PROFIL DARAH KAMBING JAWARANDU PENGARUH SUBTITUSI ARAS DAUN PEPAYA (Carica Papaya Leaf) Hanung Dhidhik Arifin 1) Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo ABSTRAK Penelitian
GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA (METODE GPO- PAP) PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA
GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA (METODE GPO- PAP) PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA Ratih Hardisari 1, Binti Koiriyah 2* 1,2 Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jln. Ngadinegaran MJ III/62
HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Tingkat Energi Protein Ransum terhadap Total Protein Darah Ayam Lokal Jimmy Farm
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Tingkat Energi Protein Ransum terhadap Total Protein Darah Ayam Lokal Jimmy Farm Pengaruh tingkat energi protein ransum terhadap total protein darah ayam lokal Jimmy
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. primitive sampai manusia. Darah dalam keadaan fisiologik selalu berada dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Darah Darah merupakan komponen asensial mahluk hidup, mulai dari binatang primitive sampai manusia. Darah dalam keadaan fisiologik selalu berada dalam pembuluh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatin.keratin sebagai besar dijumpai di otot rangka, tempat zat terlibat dalam penyimpanan energy sebagai keratin fosfat.dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah adalah. Waktu penelitian dimulai dari bulan Maret 2009
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah adalah penelitian analitik diskriptif. B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Waktu
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian pengaruh penambahan kolin klorida pada pakan terhadap kadar
25 BAB III MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian pengaruh penambahan kolin klorida pada pakan terhadap kadar kolesterol dan lipoprotein darah sapi perah laktasi dilaksanakan pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Definisi darah Darah merupakan bagian penting dari sistem transportasi zat-zat dalam tubuh. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan terdiri dari dua bagian besar,
BAB I PENDAHULUAN. yang sangat penting bagi dokter yang bertugas di laboratorium, dokter
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kebutuhan dan kesediaan masyarakat luas untuk deteksi dini kesehatan di era modern sekarang ini semakin berkembang seiring majunya pemahaman bahwa tidak ada yang tahu
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Ternak Kandang dan Peralatan Ransum
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Pemeliharaan ini dilakukan di Laboratorium Lapang Ilmu Produksi Ternak Ruminansia Kecil Blok B dan analisis plasma di Laboratorium Nutrisi Ternak Kerja dan Olahraga Unit
Waktu Beku Darah Sapi Bali
Waktu Beku Darah Sapi Bali BLOOD CLOOTING TIME IN BALI CATTLE Azmil Umur 1, Sri Kayati Widyastuti 2, Iwan Harjono Utama 3 1 Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan 2 Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam
Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 4(4): , November 2016
PENGARUH RANSUM BERKADAR PROTEIN KASAR BERBEDA TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HAEMOGLOBIN, DAN HEMATOKRIT ITIK JANTAN Effect of Different Content Of Rough Protein Ration Againts Red Cell Count, Hemoglobin,
BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DAN GLUKOSA URIN
BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DAN GLUKOSA URIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS DISUSUN OLEH Bagian Patologi Klinik FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2017 KETERAMPILAN KLINIK
MATERI DAN METODE. Gambar 1. Kandang Penelitian
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan yaitu pada bulan November 2009 sampai dengan Maret 2010, bertempat di kandang A, kandang sapi perah Fakultas Peternakan, Institut
DAYA HIDUP SPERMATOZOA EPIDIDIMIS KAMBING DIPRESERVASI PADA SUHU 5 C
DAYA HIDUP SPERMATOZOA EPIDIDIMIS KAMBING DIPRESERVASI PADA SUHU 5 C Disajikan oleh : Hotmaria Veronika.G (E10012157) dibawah bimbingan : Ir. Teguh Sumarsono, M.Si 1) dan Dr. Bayu Rosadi, S.Pt. M.Si 2)
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT... PERIODE LAKTASI TERHADAP BERAT JENIS, KADAR LEMAK DAN KADAR BAHAN KERING SUSU SAPI
SKRIPSI PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT PADA PERIODE LAKTASI TERHADAP BERAT JENIS, KADAR LEMAK DAN KADAR BAHAN KERING SUSU SAPI Oleh : 060810228 FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2012
BAB VII DARAH A. SEDIAAN NATIF DARAH.
BAB VII DARAH A. SEDIAAN NATIF DARAH. Tujuan Praktikum Mengamati darah tanpa diproses lebih lanjut. 1. Memperhatikan bentuk-bentuk sel-sel darah ada tidaknya sel eritrosit yang mengalami krenasi (pengerutan),
PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) SEBAGAI INDIKATOR TERHADAP ABNORMALITAS ORGAN HATI KAMBING LOKAL
Jois Jacob dan Yanse Rumlaklak, Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) sebagai 13 PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) SEBAGAI INDIKATOR TERHADAP ABNORMALITAS ORGAN HATI KAMBING LOKAL Jois M. Jacob dan Yanse
MATERI DAN METODE. Materi
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan selama sembilan bulan dari bulan April sampai dengan Desember 2011. Lokasi pemeliharaan pada penelitian ini bertempat di Laboratorium Lapang
PENGARUH PENUNDAAN PEMERIKSAAN TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN PARAMETER ERITROSIT MENGGUNAKAN HEMATOLOGY ANALYZER SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan
PENGARUH PENUNDAAN PEMERIKSAAN TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN PARAMETER ERITROSIT MENGGUNAKAN HEMATOLOGY ANALYZER SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran EDWINA AYU DWITA G0013082
HASIL DAN PEMBAHASAN
11 Adaptasi (kelompok AP,AIS,AIP) H H + 2 H - 14 Pengambilan darah simpan (kelompok AP) pre post Perdarahan 30% via splenektomi + autotransfusi (kelompok AP,AIS,AIP) H + 7 Panen (kelompok AP,AIS,AIP) Gambar
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Analitik, mengingat
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Analitik, mengingat variabel yang diteliti akan dibandingkan antara kelompok pasien yang diperiksa menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimental yang dilakukan untuk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimental yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kefir dari susu sapi dengan kualitas terbaik
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian telah dilaksanakan di laboratorium BKP Kelas II Cilegon untuk metode pengujian RBT. Metode pengujian CFT dilaksanakan di laboratorium
Keterampilan Laboratorium PADA BLOK 2.2 HEMATOIMUNOLIMFOPOETIK:
Keterampilan Laboratorium PADA BLOK 2.2 HEMATOIMUNOLIMFOPOETIK: DARAH 2: -LED -Membuat & memeriksa sediaan apus darah tepi -Evaluasi DARAH 3: - Pemeriksaan gol.darah -Tes inkompatibilitas DARAH 4: Bleeding
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2013 sampai dengan Juni 2013. Lokasi pengambilan sampel rumput laut merah (Eucheuma cottonii) bertempat di Perairan Simpenan,
Laporan Praktikum V Darah dan Peredaran
Laporan Praktikum V Darah dan Peredaran Nama : Cokhy Indira Fasha NIM : 10699044 Kelompok : 4 Tanggal Praktikum : 11 September 2001 Tanggal Laporan : 19 September 2001 Asisten : Astania Departemen Biologi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di kandang Fapet Farm dan analisis proksimat bahan pakan dan pemeriksaan darah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Peternakan
BAB III MATERI DAN METODE. ransum terhadap profil kolesterol darah ayam broiler dilaksanakan pada bulan
17 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian tentang Penggunaan tepung buah pare dan rumput laut dalam ransum terhadap profil kolesterol darah ayam broiler dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari
III. METODE PENELITIAN
17 III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lingkungan Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor dan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan
III MATERI DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian adalah puyuh (Coturnix coturnix
17 III MATERI DAN METODE PENELITIAN 3.1. Ternak Percobaan Ternak yang digunakan dalam penelitian adalah puyuh (Coturnix coturnix japonica) sebanyak 100 ekor puyuh berumur 4 minggu yang diperoleh dari Quail
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kambing Kacang yang lebih banyak sehingga ciri-ciri kambing ini lebih menyerupai
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kambing Jawarandu Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Peranakan Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memiliki komposisi darah kambing
Lampiran 1. Prosedur Pengukuran Kadar Kolesterol dan Trigliserida Darah Itik Cihateup. a. Menyiapkan itik Cihateup yang akan diambil darahnya.
LAMPIRAN 1 Lampiran 1. Prosedur Pengukuran Kadar Kolesterol dan Trigliserida Darah Itik Cihateup 1) Tahap Pengambilan Sampel Darah a. Menyiapkan itik Cihateup yang akan diambil darahnya. b. Membersihkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang berjudul performans darah kambing peranakan ettawa dara
11 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian yang berjudul performans darah kambing peranakan ettawa dara yang diberi ransum dengan tambahan urea yang berbeda ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober sampai
Hubungan Umur, Bobot dan Karkas Sapi Bali Betina yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan Temesi
Hubungan Umur, Bobot dan Karkas Sapi Bali Betina yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan Temesi Wisnu Pradana, Mas Djoko Rudyanto, I Ketut Suada Laboratorium Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan,
BAB I PENDAHULUAN. lain. Salah satu fungsi darah adalah sebagai media transport didalam tubuh, volume darah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Darah merupakan organ khusus yang berbentuk cair yang berbeda dengan organ lain. Salah satu fungsi darah adalah sebagai media transport didalam tubuh, volume darah
kalsium dengan menggunakan plasma darah yang ditambahkan pereaksi TCA pada berbagai ternak. Bahan Bahan yang digunakan meliputi : (1) Larutan Stronsiu
PENETAPAN KALSIUM DALAM PLASMA DARAH DAN SERUM DARAH DENGAN TEKNIK AAS Eni Ariyani Balai Penelitian Ternak Ciawi, P.O. Box 221, Bogor 16002 PENDAHULUAN. Mineral merupakan salah satu unsur yang sangat penting
BAB I PENDAHULUAN. darah rutin yang sering dilakukan di laboratorium( Dep Kes RI Th1995 ).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemeriksaan Laju Endap Darah ( LED ) merupakan salah satu pemeriksaan darah rutin yang sering dilakukan di laboratorium( Dep Kes RI Th1995 ). Pemeriksaan darah rutin
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah analitik karena mencari perbedaan antara dua variabel yaitu perbedaan darah lengkap kanker payudara positif dan diduga kanker payudara.
HASIL DAN PEMBAHASAN. Evaluasi Semen Segar
HASIL DAN PEMBAHASAN Semen adalah cairan yang mengandung suspensi sel spermatozoa, (gamet jantan) dan sekresi dari organ aksesori saluran reproduksi jantan (Garner dan Hafez, 2000). Menurut Feradis (2010a)
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN D. BAHAN DAN ALAT Bahan utama yang digunakan adalah rendang iradiasi yang memiliki waktu penyinaran yang berbeda-beda (11 November 2006, DIPA 14 Juni 2007, dan no label 14 Juni
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Post Test. Randomized Control Group Design.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Post Test Randomized Control
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berbentuk cakram dan mengandung granula. Terdapat keping
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Trombosit Trombosit adalah fragmen-fragmen kecil yang berasal dari sitoplasma. Berbentuk cakram dan mengandung granula. Terdapat 250.000-400.000 keping darah dalam setiap mm
KAJIAN KEPUSTAKAAN. besar pasang gen yang masing-masing dapat berperan secara aditif, dominan dan
II KAJIAN KEPUSTAKAAN 2.1 Ayam Lokal Ayam lokal merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di pelosok masyarakat. Unggas merupakan penyumbang terbesar keperluan daging
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengandung elektrolit. (Muttaqin Arif, 2009) trombosit, dan komponen lainnya. (A.V. Hoffbrand dan J.F. Pettit.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Darah 1. Darah Sebagian besar tubuh manusia adalah berupa cairan yang sangat penting dalam proses sistem metabolisme tubuh, cairan tersebut adalah darah. Darah berbeda
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bagian-bagian darah yang berasal dari donor kepada seorang penderita (resipien).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transfusi darah 2.1.1 Pengertian Transfusi Darah Transfusi darah adalah suatu cara pengobatan berupa penambahan darah atau bagian-bagian darah yang berasal dari donor kepada
BAB I PENDAHULUAN. pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan hematologi meliputi kadar hemoglobin,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pemeriksaan laboratorium merupakan pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis suatu penyakit. Salah satu pelayanan laboratorium adalah pemeriksaan hematologi. Pemeriksaan
HASIL DAN PEMBAHASAN
8 HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase Parasitemia Menurut Ndungu et al. (2005), tingkat parasitemia diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ringan (mild reaction), tingkat sedang (severe reaction),
Jurnal Pertanian ISSN Volume 2 Nomor 1, April PENGARUH VITAMIN B 2 (Riboflavin) TERHADAP DAYA TAHAN SPERMATOZOA DOMBA PADA SUHU KAMAR
PENGARUH VITAMIN B 2 (Riboflavin) TERHADAP DAYA TAHAN SPERMATOZOA DOMBA PADA SUHU KAMAR Oleh : Nilawati Widjaya Dosen Jurusan Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya ABSTRACT This study
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN 1.1Tujuan A. Pungsi Darah Vena (Flebotomi) Untuk pemeriksaan hematologi, yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. B. Pemeriksaan Laju
